PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN DAN TANPA
MEMANFAATKAN BLOG SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN
PADA MATERI POKOK HIDROSFER DI KELAS X
SMA PLUS SWASTA AL-AZHAR MEDAN
T.P 2011/2012
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi
Sebagian Persyaratan Memperoleh Gelar
Sarjana Pendidikan
Oleh:
DAUD
NIM. 061233310066
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
v ABSTRAK
DAUD, NIM, 061233310066. Perbedaan Hasil Belajar Siswa Dengan Dan Tanpa Memanfaatkan Blog Sebagai Media Pembelajaran Pada Materi Pokok Hidrosfer di Kelas X SMA Plus Swasta Al-Azhar Medan, T.P 2011/2012. Skripsi. Jurusan Pendidikan Geografi. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Medan. 2012
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa dengan dan tanpa memanfaatkan blog sebagai media pembelajaran pada materi pokok hidrosfer di kelas X SMA Plus Swasta Al-Azhar Medan Tahun Pembelajaran 2011/2012.
Penelitian ini dilaksanakan di SMA Plus Swasta Al-Azhar Medan tahun 2012. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas X yang terdiri dari 4 kelas dengan jumlah 102 orang. Sampel penelitian terdiri dari 2 kelas yang dipilih secara acak (random sampling) yang masing-masing kelas terdiri dari 20 orang, dimana kelas X-C diberi pengajaran dengan memanfaatkan blog dan kelas X-D diberikan pengajaran dengan tanpa memanfaatkan blog sebagai media pembelajaran. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen objektif tes. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji t pada taraf signifikan α = 0,05.
Dari hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata hasil belajar siswa yang diajarkan dengan memanfaatkan blog lebih tinggi yaitu 86,35, sedangkan rata-rata hasil belajar siswa yang diajarkan tanpa memanfaatkan blog adalah 80,85. Berdasarkan pengujian statistik diperoleh thitung = 8,23 dan ttabel 2,024, maka thitung >
ttabel (8,23 > 2,024) yang berarti hipotesis penelitian diterima. Dengan demikian
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT, atas segala rahmat dan
hidayah-Nya yang telah dikaruniakan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Perbedaan Hasil Belajar Siswa Dengan Dan Tanpa Memanfaatkan Blog Sebagai Media Pembelajaran Pada Materi Pokok
Hidrosfer Di Kelas X SMA Plus Swasta Al-Azhar Medan T.P 2011/2012” yang
merupakan syarat untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan di Fakultas Ilmu
Sosial, Universitas Negeri Medan.
Dalam proses penyelesaian skripsi ini penulis banyak menemukan kendala,
namun semuanya dapat diselesaikan dengan baik karena bantuan yang tulus yang
diberikan baik bersifat moril maupun materil dari berbagai pihak . Untuk itu dengan
segala kerendahan hati dan ketulusan penulis ucapkan yang sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Ibnu Hajar Damanik, M.Si., selaku Rektor Universitas Negeri
Medan.
2. Bapak Drs. Restu, MS., selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri
Medan.
3. Bapak Drs. W. Lumbantoruan, M.Si., selaku Ketua Jurusan Pendidikan Geografi
Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan.
4. Ibu Dra. Asnidar, M.Si., selaku Sekretaris Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas
Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan.
5. Ibu Dra. Rosni, M.Pd., selaku Dosen Pembimbing Skripsi saya yang telah
banyak memberikan bimbingan dan arahan dalam penyelesaian skripsi ini.
6. Bapak Drs. Mbina Pinem, M.Si., selaku Dosen Pembimbing Akademik.
7. Bapak dosen pembanding, atas saran dan arahan yang diberikan sehingga
penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.
8. Seluruh Bapak dan Ibu Dosen serta staf administrasi jurusan Pendidikan
Geografi yang dengan tulus ikhlas telah mendidik penulis untuk memiliki ilmu
pengetahuan.
9. Bapak Drs. Binawan Setia S.T., M.Si., selaku kepala SMA Plus Swasta
Al-Azhar Medan.
10. Bapak Andi Irawan S.Pd., selaku guru mata pelajaran geografi SMA Plus
11. Teristimewa Ibunda tercinta Asmiah Nasution yang senantiasa mencurahkan
kasih sayang, dorongan, semangat, dan dukungan baik moril maupun materil serta do’a untuk penulis. Kemudian buat kakanda Nursam Rangkuti, S.E. dan Samsuddin Rangkuti A.Md. Buat adinda Milanti Harahap, S.Pd yang telah
memberikan semangat, nasehat dan dukungan dalam penyelesaian skripsi ini.
12. Seluruh teman-teman di ICT Unimed yang telah banyak memberikan semangat
kepada penulis.
13. Seluruh teman-teman yang tidak dapat penulis ucapkan satu persatu.
Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan mereka dan skripsi ini
bermanfaat bagi pembaca serta dapat membantu pengembangan Jurusan Pendidikan
Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan.
Medan, September 2012
Daud
vii
A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Identifikasi Masalah ... 7
BAB III METODE PENELITIAN ... 38
A. Lokasi dan Waktu penelitian ... 38
B. Populasi dan Sampel ... 38
C. Variabel dan Defenisi Operasional ... 38
D. Rancangan Penelitian ... 40
E. Alat dan Teknik Pengumpulan Data ... 41
viii
BAB IV DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN ... 47
A. Kondisi Fisik ... 47
B. Kondisi Non Fisik ... 47
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 57
A. Hasil Penelitian ... 57
B. Pembahasan... 63
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN ... 66
A. Kesimpulan ... 66
B. Saran ... 66
DAFTAR PUSTAKA ... 67
ix
DAFTAR TABEL
No. Uraian Hal
1 Rancangan Penelitian ... 40
2 Kisi-kisi Tes Hasil Belajar Hidrosfer ... 42
3 Ruang SMA Plus Swasta Al-Azhar Medan Tahun 2012 ... 49
4 Perlengkapan Kegiatan Belajar Mengajar ... 50
5 Buku dan Alat Pendidikan Tiap Mata Pelajaran ... 50
6 Keadaan Guru di SMA Plus Swasta Al-Azhar Medan Tahun 2012 ... 52
7 Tingkat Pendidikan Guru dan Pegawai Tata Usaha SMA Swasta Plus Al-Azhar Medan ... 53
8 Siswa Tingkat I SMA Swasta Plus Al-Azhar Medan Berdasarkan Jenis Kelamin... 53
9 Jumlah Siswa Menurut Tingkat ... 54
10 Nilai Pretes Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol ... 57
11 Nilai Postes Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol ... 59
12 Ringkasan Hasil Perhitungan Uji Normalitas dengan Liliefors ... 60
13 Hasil Perhitungan Uji Homogenitas ... 61
14 Ringkasan Perhitungan Uji Hipotesis ... 62
x
DAFTAR GAMBAR
No. Uraian Hal
1 Skema Kerangka Berfikir ... 37
2 Struktur SMA Plus Swasta Al-Azhar Medan ... 48
3 Peta Administrasi Kota Medan ... 55
4 Peta Lokasi Penelitian ... 56
5 Diagram Nilai Pretest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol ... 58
xi
DAFTAR LAMPIRAN
No. Uraian Hal
1 RPP Kelas Eksperimen ... 69
2 RPP Kelas Kontrol ... 73
3 Soal Instrumen ... 76
4 Kunci Jawaban ... 81
5 Tabel Uji Validitas ... 82
6 Perhitungan Validitas ... 83
7 Tabel Reliabilitas ... 86
8 Perhitungan Reabilitas ... 87
9 Data Pretest dan Postest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol... 88
10 Perhitungan Rata-rata, Standar Deviasi dan Varias Kelas Eksperimen ... 89
11 Perhitungan Rata-rata, Standar Deviasi dan Varians Kelas Kontrol ... 92
12 Uji Normalitas ... 95
13 Uji Homogenitas ... 101
14 Uji Hipotesis ... 103
15 Tabel Nilai r Product Moment ... 107
16 Daftar Nilai Untuk Uji Lilliefors ... 108
17 Tabel Z ... 109
18 Daftar Nilai Persentil Distribusi F ... 111
19 Daftar Nilai Persentil Distribusi t ... 115
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Sejak tahun 1990-an hingga kini, kurikulum pendidikan menengah di
Indonesia sudah berganti beberapa kali. Mulai dari Kurikulum 1994 yang menuai
banyak kritik karena beban belajar siswa terlalu berat dengan adanya muatan
nasional dan muatan lokal. Dan dibuatlah Suplemen Kurikulum 1999.
Pada tahun 2004, kurikulum pendidikan Indonesia disempurnakan lagi
menjadi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Pergantian kurikulum dari
Kurikulum 1994 menjadi KBK mengharuskan siswa mencapai standar
kompetensi tertentu yang sudah ditetapkan. Untuk mencapai standar kompetensi
tersebut, siswa dituntut untuk aktif mendapatkan ilmu pengetahuan dari
berbagai macam sumber ilmu, tidak hanya dari guru kelas saja.
Pada tahun 2006 pemerintah pun menerapkan kurikulum baru yang
bernama Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan masih diterapkan
sampai sekarang. Pada KTSP, guru diberi kebebasan untuk merencanakan
pembelajaran sesuai dengan lingkungan dan kondisi siswa serta kondisi sekolah.
Hal ini mengharuskan para siswa dan guru untuk mendapatkan sumber informasi
sebanyak-banyaknya. Sayangnya, sumber ilmu pengetahuan yang guru dan siswa
miliki untuk menunjang proses pembelajaran tidak cukup kalau hanya
memanfaatkan buku. Buku-buku teks pelajaran yang dimiliki oleh sekolah
jumlahnya pun terbatas. Di sisi lain, internet telah menjelma menjadi sumber
informasi yang lengkap, mudah, dan cepat untuk diakses oleh siapapun dan
dimanapun.
2
Berdasarkan data Internet World Stats, Indonesia berada pada posisi ke lima
di Asia dari jumlah total pengguna internet, dengan jumlah 30 juta user. Sementara
Asia merupakan jumlah pengakses internet terbesar berdasarkan region pengukuran.
Selain itu, Indonesia berada pada posisi 16 dunia. Data tersebut menunjukkan bahwa
pengguna internet Indonesia termasuk tinggi bila dibandingkan dengan beberapa
negara lainnya. Dan alangkah bijaknya jika kemajuan teknologi internet
dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif.
Hasil penelitian Yahoo dan TNS (Taylor Nelson Sofres) disebutkan bahwa
pengakses internet terbesar di Indonesia ialah mereka yang berumur 15 – 19 tahun
sebanyak 64% (www.edukasi.kompas.com). Data tersebut menunjukkan bahwa
siswa-siswa sekolah menengah di Indonesia adalah orang-orang yang melek internet.
Banyak aktivitas yang dilakukan oleh para pengguna internet termasuk
siswa, seperti mengirim dan menerima e-mail, chatting atau mengobrol lewat
Internet, dan yang paling sering dilakukan adalah membuka situs-situs Internet,
terutama situs-situs jejaring sosial (social networking), seperti Facebook
(www.facebook.com) dan Twitter (www.twitter.com). Jumlah pengguna Facebook
Indonesia sebanyak 27.338.560 user pada tahun 2010 (www.internetworldstats.com).
Bahkan berdasarkan data CandyTech, Indonesia adalah pengguna Facebook terbesar
kedua di dunia (www.vivanews.com) dengan jumlah 33.920.020 user. Di situs-situs
jejaring sosial seperti ini mereka dapat berinteraksi dengan sesama teman. Hal ini
membawa kesenangan tersendiri karena secara aktif terlibat dalam kegiatan yang
menyenangkan bersama teman-teman mereka.
Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Ohio State University
(www.kompas.com) dikatakan, “semakin sering Anda menggunakan Facebook,
3
Anda”. Ini menunjukkan bahwa pemanfaatan situs jejaring sosial secara berlebihan
khususnya Facebook memberikan pengaruh yang kurang baik.
Dengan demikian, tidak semua aktivitas di internet yang dilakukan oleh
para siswa ini adalah aktivitas yang bermanfaat bagi mereka. Seringkali, para siswa
terjebak dalam aktivitas-aktivitas yang tidak membawa banyak manfaat seperti,
permainan game online yang juga membawa dampak yang merugikan. Para siswa
gemar menghabiskan waktunya berjam-jam berada di depan komputer, untuk
bermain bersama teman-teman mereka secara langsung di internet. Para siswa dapat
bermain game online semalaman penuh, bahkan sampai membolos dari sekolah,
padahal, kegiatan ini selain menghabiskan uang secara sia-sia, juga tidak
membawa manfaat apapun bagi para siswa selain kesenangan sementara belaka.
Selain bermain game online, aktivitas negatif lainnya yang juga sering
dilakukan oleh para remaja saat menggunakan internet adalah mengakses
situs-situs bermuatan pornografi. Sebuah penelitian di kota Kediri, Jawa Tengah,
menunjukkan bahwa 78% siswa Kediri mendatangi warnet untuk membuka
situs-situs porno (www.tempo.co.id).
Hefzallah (2004: 175-180) mengungkapkan sebagai berikut
Fitur-fitur unik yang dimiliki internet antara lain; 1) akses universal yang memungkinkan orang untuk mendapat informasi dan di seluruh dunia tanpa dibatasi oleh batas fisik negara, 2) kaya akan multimedia resources sehingga menjadikan internet sebagai informasi interaktif yang paling digemari, 3) media publishing yang memungkinkan siapa pun dan dari mana pun dapat mencari, memperoleh dan menambahkan dokumen ke dalamnya, 4) media interaktif yang memungkinkan penggunanya untuk berinteraksi dengan seluruh konten dan entitas pengguna lainnya baik secara real time maupun asynchronous.
“Keempat fitur diatas menjadikan internet sebagai salah satu media
alternatif dalam penyampaian materi ajar dalam pendidikan sehingga memberikan
4
pun” (Adri, 2008:16). Dari pernyataan tersebut diketahui bahwa kemajuan teknologi
internet tidak sepenuhnya membawa efek yang negatif karena internet bisa
dimanfatkan untuk hal-hal positif terutama untuk pendidikan. Seperti dikatakan Adri
(2008:10) “sebagai sebuah informasi yang hampir tak terbatas, jaringan internet
memenuhi kapasitas untuk dijadikan sebagai salah satu sumber pembelajaran dalam
dunia pendidikan”. Dengan demikian internet dapat dimanfaatkan untuk pendidikan.
Salah satu fasilitas di internet yang dapat digunakan untuk pembelajaran
adalah blog. Blog dapat digunakan oleh tenaga pendidik untuk mendistribusikan
bahan ajar dan bahan diskusi dengan siswa (Adri, 2008:27).
Dalam dunia pendidikan; khususnya sekolah, kehadiran media blog
pastinya memberikan warna baru pada proses pembelajaran. Penggunaan media blog
akan terasa lebih menarik, karena guru dan siswa sama-sama terbantu di dalam
proses pembelajarannya.
Bagi guru, media blog dapat membantu untuk memudahkan menyampaikan
materi dan juga mampu meningkatkan kreativitas guru di dalam menggunakan
media tersebut, karena guru dapat mengekspresikan semua yang ada dalam
pemikirannya ke dalam media ini. Sedangkan bagi siswa media blog memudahkan
untuk menerima materi yang diajarkan dan juga meng-update atau mendownload
data-data pembelajaran yang ada dalam blog guru yang bersangkutan dengan mata
pelajaran tersebut, sehingga siswa bisa lebih mudah mencari bahan pelajaran yang
mereka perlukan untuk menambah wawasan dan juga pembelajaran di rumah,
karena tidak semua bahan pembelajaran bisa didapatkan dengan mudah di internet.
Secara teknis, membuat blog tidaklah sulit, karena tidak memerlukan
pengetahuan pemrograman dan sintaks yang rumit. Guru hanya tinggal mengisi
5
blog mereka sudah bisa dilihat oleh seluruh orang didunia. Jika ada kesalahan, hal tersebut bisa langsung diperbaiki.
Secara garis besar, weblog atau blog dapat dirangkum sebagai kumpulan
website pribadi yang memungkinkan para pembuatnya menampilkan berbagai jenis isi pada web dengan mudah, seperti karya tulis, tugas untuk siswa, kumpulan link
internet penting, dokumen-dokumen ( file-file word, PDF, dll ), gambar ataupun
multimedia.
Blog memiliki fasilitas komentar, sehingga para pengunjung yang datang ke blog tersebut dapat saling berinteraksi dan berdiskusi. Melalui
fasilitas ini siswa dapat menanyakan pelajaran yang belum diketahuinya yang
kemudian ditanggapi oleh guru maupun siswa lain. Aktifitas diskusi ini juga bisa
dilihat oleh seluruh siswa, sehingga mereka mengetahui topik-topik yang
didiskusikan dan tentunya menambah pengetahuan siswa tersebut.
Selain itu, dengan memberikan materi pembelajaran dan tugas melalui blog
diharapkan dapat mengurangi aktifitas siswa untuk mengakses hal-hal yang kurang
bermanfaat yang memberikan efek negatif terhadap siswa pada saat menggunakan
internet.
Disamping itu, proses pembelajaran juga tetap bisa berlangsung meski guru
sedang berhalangan memberikan pelajaran secara tatap muka di sekolah. Misalnya
ketika ada tugas mengikuti penataran atau tugas tertentu. Ini bisa dilakukan antara
lain melalui posting terjadwal.
Bahkan menurut penelitian pada materi pelajaran komputer, pemahaman
siswa yang melaksanakan pembelajaran melalui blog lebih baik daripada siswa yang
melaksanakan pembelajaran dengan model konvensional (Fitrajaya, dkk; 2010).
6
Universitas Negeri Semarang, menunjukkan hasil yang positif (Santoso, dkk; 2010).
Sedangkan berdasarkan penelitian lainnya ditemukan banyak kekurangan dalam
pemanfaatan blog untuk pembelajaran (Hidayat, Taufik;2010).
Pokok materi pelajaran Geografi akan lebih menarik jika disampaikan
dengan menggunakan media, seperti media animasi yang ditempatkan pada blog
daripada hanya mengandalkan metode konvensional. Hal ini dikarenakan banyak
objek kajiannya yang secara langsung sulit untuk kita lihat (abstrak) seperti litosfer,
antariksa, hidrosfer dan lain sebagainya.
Dengan adanya blog pembelajaran diharapkan materi pelajaran geografi
dapat lebih mudah dipelajari dan ditemukan setiap saat. Dengan mengakses blog
pula, materi pelajaran lebih mudah dipahami oleh siswa.
Dari pengamatan penulis, SMA Plus Swasta Al-Azhar Medan memiliki
fasilitas pendukung untuk menerapkan pemanfaatan blog sebagai media
pembelajaran. Dibuktikan dengan adanya laboratorium komputer serta fasilitas
internet nirkabel atau Wi-Fi yang dapat dipergunakan oleh siswa. Namun, sampai
sekarang guru di sekolah tersebut belum ada yang memanfaatkan blog sebagai media
pembelajaran.
Guru di sekolah ini menggunakan slide presentasi powepoint dalam
mangajarkan materi geografi. Namun pada beberapa waktu belajar, penulis melihat
terdapat kebosanan pada diri siswa ketika menerima pelajaran. Ini bisa jadi karena
teknik pengajaran yang monoton.
Selain itu hasil wawancara dengan guru SMA Plus Swasta Al-Azhar Medan
(Andi Irawan, S.Pd), diketahui bahwa banyak siswa yang membawa laptop-nya ke
sekolah. Bahkan sesudah pulang sekolah pun masih banyak siswa yang mendatangi
7
banyak mereka lakukan adalah membuka situs jejaring sosial dan bermain game
online. Hal tersebut sedikit banyaknya mengindikasikan bahwa siswa SMA Plus Swasta Al-Azhar Medan sudah melek teknologi internet.
Namun, apakah dengan menggunakan blog sebagai media pembelajaran,
hasil belajar siswa Kelas X SMA Plus Swasta Al-Azhar Medan akan lebih baik,
ataukah sebaliknya justru dengan menggunakan blog sebagai media pembelajaran,
hasil belajar siswa akan menurun. Karena bisa saja metode pembelajaran yang sama
jika diterapkan pada kondisi dan aspek yang berbeda maka hasilnya juga berbeda.
Oleh karena itu, menanggapi hal tersebut penulis mengangkat topik
penelitian yang berjudul “Perbedaan Hasil Belajar Siswa Dengan Dan Tanpa
Memanfaatkan Blog Sebagai Media Pembelajaran Pada Materi Pokok
Hidrosfer Di Kelas X SMA Plus Swasta Al-Azhar Medan T.P 2011/2012”
B. Identifikasi Masalah
Dari uraian latar belakang masalah, maka diidentifikasi permasalahan
sebagai berikut: (1) buku-buku teks pelajaran yang dimiliki sekolah tidak cukup
untuk pencapaian kompetensi; (2) tidak semua aktivitas di internet yang dilakukan
oleh para siswa adalah aktivitas yang bermanfaat bagi mereka; (3) siswa lebih
banyak mengakses situs jejaring sosial daripada situs lain yang bermanfaat; (4)
banyak siswa yang mengakses situs bermuatan pornografi; (5) metode pembelajaran
dengan memanfaatkan blog memberikan pengaruh positif, namun belum diterapkan
di SMA Plus Al-Azhar Medan; (6) bagaimana perbedaan hasil belajar siswa dengan
8
C. Pembatasan Masalah
Dari sekian banyaknya masalah yang teridentifikasi, maka masalah pada
penelitian ini perlu dibatasi. Masalah yang akan diteliti adalah: Perbedaan hasil
belajar siswa dengan dan tanpa memanfaatkan blog sebagai media pembelajaran
pada meteri pokok hidrosfer di kelas X SMA Plus Swasta Al-Azhar Medan T.P
2011/2012.
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah maka penelitian ini dirumuskan sebagai
berikut:
1. Bagaimana hasil belajar siswa dengan memanfaatkan blog sebagai media
pembelajaran pada meteri pokok hidrosfer di kelas X SMA Plus Swasta
Al-Azhar Medan T.P 2011/2012?
2. Bagaimana hasil belajar siswa tanpa memanfaatkan blog sebagai media
pembelajaran pada materi pokok hidrosfer di kelas X SMA Plus Swasta
Al-Azhar Medan T.P 2011/2012?
3. Apakah terdapat perbedaan hasil belajar siswa dengan dan tanpa memanfaatkan
blog sebagai media pembelajaran pada materi pokok hidrosfer di kelas X SMA
9
E. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan perumusan masalah, maka penelitian yang dilakukan ini
bertujuan untuk:
1. Mengetahui hasil belajar siswa dengan memanfaatkan blog sebagai media
pembelajaran pada materi pokok hidrosfer di kelas X SMA Plus Swasta
Al-Azhar Medan T.P 2011/2012.
2. Mengetahui hasil belajar siswa tanpa memanfaatkan blog sebagai media
pembelajaran pada materi pokok hidrosfer di kelas X SMA Plus Swasta
Al-Azhar Medan T.P 2011/2012.
3. Mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil belajar siswa dengan dan tanpa
menggunakan blog sebagai media pembelajaran pada materi pokok hidrosfer di
kelas X SMA Plus Swasta Al-Azhar Medan T.P 2011/2012.
F. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:
1. Bagi siswa, dapat meningkatkan minat dan motivasi mempelajari geografi.
2. Bagi guru, sebagai pertimbangan untuk penentuan media pembelajaran dalam
meningkatkan proses pembelajaran dan hasil belajar siswa.
3. Bagi peneliti, dapat dijadikan sebagai pengalaman pengembangan inovasi
pembelajaran.
4. Bagi sekolah, dapat digunakan sebagai pertimbangan pelaksanaan pembelajaran
dalam memaksimalkan hasil belajar siswa.
5. Sebagai bahan pengembangan wawasan bagi peneliti lain yang ingin meneliti
66 BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan disimpulkan bahwa hasil
belajar siswa yang diajarkan dengan memanfaatkan blog sebagai media pembelajaran
mengalami peningkatan sebesar 35,5 atau 35.5% sedangkan hasil belajar siswa tanpa
memanfaatkan blog sebagai media pembelajaran mengalami peningkatan sebesar
30,1 atau 30,1%. Hasil belajar siswa yang diajarkan dengan pemanfaatan blog
sebagai media pembelajaran lebih tinggi dibandingkan hasil belajar siswa yang
diajarkan tanpa memanfaatkan blog sebagai media pembelajaran dimana (thitung >
ttabel, 8,23 > 2,024) dengan kata lain ada perbedaan yang signifikan hasil belajar
siswa yang diajarkan dengan atau tanpa memanfaatkan blog sebagai media
pembelajaran pada materi Hidrosfer di Kelas X SMA Plus Swasta Al-Azhar Medan
Tahun Pelajaran 2011/2012.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, saran yang ingin disampaikan sehubungan
dengan pelaksanaan penelitian ini adalah guru diharapkan menggunakan model
pembelajaran yang inovatif yakni memanfaatkan blog sebagai media pembelajaran di
67
DAFTAR PUSTAKA
Adri, Muhammad. 2008. Guru Go Blog : Optimalisasi Blog untuk Pembelajaran. Jakarta; Elex Media Komputindo.
Arifin, Zaenal. 2009. Evaluasi Pembelajaran – Prinsip, Teknik, Prosedur. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Arsyad, Azhar. 2009. Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Blogger. Apakah Itu Blog? (Online), (http://www.blogger.com/tour_start.g, diakses 8 Oktober 2010).
Fitrajaya, dkk. Penerapan Blog Dengan Menggunakan Metode Survey, Question, Read, Recite And Review (SQ3R) Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Pada Mata Pelajaran Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (Online). Jurnal Pendidikan.
http://abstrak.digilib.upi.edu/Direktori/SKRIPSI/FPMIPA/PEND._ILMU_KOM PUTER/Penerapan_Blog_Dengan_Menggunakan_Metode_Survey,_Question,_ Read,_Recite_And_Review_(SQ3R)_Untuk_Meningkatkan_Pemahaman_Siswa _.pdf, diakses 12 Desember 2011.
Hamid, Abdul. 2009. Teori Belajar dan Pembelajaran. Medan: Pascasarjana Unimed.
Heriyanto, Trisno. 2009. Remaja Dominasi Pengguna Internet Indonesia (Online), (http://us.detikinet.com/read/2009/03/20/104823/1102372/398/remaja-dominasi-pengguna-internet-indonesia, diakses 12 September 2010).
Hidayat. Taufik. 2010. Penggunaan Blog Pembelajaran Sistem Koordinasi Manusia Sebagai Sumber Belajar Mandiri Siswa SMP. Skripsi. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.
Kompas. 2009. Facebook Sebabkan Mahasiswa Malas dan Bodoh (Online), (http://tekno.kompas.com/read/2009/04/15/10590447/Facebook.Sebabkan.Maha siswa.Malas.dan.Bodoh, diakses 3 Oktober 2010).
2009. Pengguna Internet Indonesia Didominasi Remaja (Online), (http://edukasi.kompas.com/read/2009/03/20/2028042/Pengguna.Internet.Indone sia.Didominasi.Remaja, diakses 12 September 2010).
Maulim, Pasar. 2011. Statistik. Teori dan Aplikasi Dalam Penelitian. Unimed: FMIPA
68
Nugroho, Adi. 2008. Struktur dan Dinamika Masyarakat Blogger Indonesia Dalam Ruang Virtual. Tesis. Jakarta; Program Pascasarjana Sosiologi Universitas Indonesia.
Nuraeni, Dewi. 2011. Penggunaan Blog Sebagai Media Pembelajaran Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Biologi. Skripsi. Bandung; Universitas Pendidikan Indonesia.
Octanurlita, Trisa. 2011. Pengembangan Blog Sebagai Media Pembelajaran Alternatif Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Skripsi. Bandung; Universitas Pendidikan Indonesia.
Sa’ud, U.S. 2009. Inovasi Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Santoso, dkk. 2010. Pemanfaatan Blog Pada Mata Kuliah Perencanaan Pengajaran Geografi Program Studi Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang. Jurnal Penelitian. Semarang; Universitas Negeri Semarang.
Sudjana. 2005. Metoda Statistika. Bandung: Tarsito Bandung.
Tempointeraktif. 2008. 78 Persen Pelajar Kediri Datang Ke Warnet Untuk Buka Situs Porno (Online), (http://www.tempo.co.id/hg/nusa/jawamadura/ 2008/01/02/brk,20080102-114575,id.html, diakses 12 September 2010).
Vania, Clara. 2009. Perolehan Opini Pada Dokumen Blog Berbahasa Indonesia. Tesis. Jakarta; Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.
Vivanews. 2010. RI, Pengguna Facebook Terbesar Kedua Dunia. (Online), (http://teknologi.vivanews.com/news/read/199380-ri--pengguna-facebook-terbesar-kedua-dunia, diakses 14 Januari 2010).
Yuhefizar. 2008. 10 Jam Menguasai Internet: Teknologi dan Aplikasinya. Jakarta: Elex Media Komputindo.