• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA NON-FISIK TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT KARYA ANUGERAH BERSAMA PERMAI (PT. KABP)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGARUH LINGKUNGAN KERJA NON-FISIK TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT KARYA ANUGERAH BERSAMA PERMAI (PT. KABP)"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA NON-FISIK TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT KARYA ANUGERAH BERSAMA PERMAI (PT. KABP)

Niarita Bukit

Fakultas Ekonomi, Universitas Sisimangaraja XII Tapanuli email: [email protected]

Abstract - The purpose of this study is to see the application of the non-physical work environment, employee performance and analyze the influence of the non-physical work environment on employee performance at PT. Karya Anugerah Bersama Permai (PT. KABP). The type of research used in this research is explanatory research using a quantitative approach. The population and sample in this study were all employees who worked at PT. Karya Anugerah Bersama Permai (PT. KABP) totaling 36 people.

The analytical technique used is descriptive statistical analysis. The results of research conducted with SPSS 20.0 indicate that the non-physical work environment has a significant influence on employee performance as evidenced by a partially significant test (t test) with a significance value obtained 0.00 <

0.05 and a t value of t table 1.69, namely the t value of the non-physical work environment is 8,411. The results of simple linear regression coefficients, obtained the equation Y = 3.467 + 0.592X with an R Square value of 0.675 so it can be concluded that the non-physical work environment variable has a positive and significant effect of 67.5% on employee performance, while the remaining 32.5% influenced by other factors.

Key Words: Non Physical Environment and Employee Performance

Abstrak - Tujuan dalam penelitian ini adalah melihat penerapan lingkungan kerja non-fisik, kinerja pegawai serta menganalisis pengaruh lingkungan kerja non-fisik terhadap kinerja pegawai pada PT.

Karya Anugerah Bersama Permai (PT. KABP). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian penjelasan (explanatory research) dengan menggunakan pendekatan kuantitatif.

Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai yang bekerja pada PT. Karya Anugerah Bersama Permai (PT. KABP) yang berjumlah 36 orang. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian yang dilakukan dengan SPSS 20.0 menunjukkan bahwa lingkungan kerja non-fisik memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai yang dibuktikan dengan uji signifikan secara parsial (uji t) dengan nilai signifikansi yang diperoleh 0,00 <

0,05 dan nilai t hitung t tabel 1,69 yaitu nilai t hitung lingkungan kerja non fisik adalah 8.411. Hasil koefisien regresi linier sederhana, diperoleh persamaan Y = 3,467 + 0,592X dengan nilai R Square sebesar 0,675 sehingga disimpulkan bahwa variabel lingkungan kerja non fisik memiliki pengaruh secara positif dan signifikan sebesar 67,5% terhadap Kinerja Pegawai, sedangkan sisanya sebesar 32,5%

dipengaruhi oleh faktor lain.

Kata Kunci: Lingkungan Kerja Non Fisik dan Kinerja Pegawai

(2)

I. PENDAHULUAN

Dalam rangka pencapaian tujuan perusahaan, diperlukan adanya sumber daya manusia yang berkualitas. Pegawai merupakan salah satu elemen yang penting di dalam suatu perusahaan, karena kinerja yang dihasilkan mempengaruhi keberhasilan perusahaan tersebut. Keberhasilan suatu organisasi dipengaruhi oleh kinerja (job performance) sumber daya manusia, untuk itu setiap perusahaan akan berusaha untuk meningkatkan kinerja pegawai dalam mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

Kinerja merupakan point penting dalam kemajuan organisasi atau perusahaan, semakin meningkatnya kinerja pegawai akan semakin meningkatnya kinerja pegawai dan semakin cepat mencapai tujuan organisasi. Malayu, 2017 (dalam Suryani 2019) mengatakan kinerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya didasarkan pada kecakapan, pengalaman, kesungguhan waktu”.

Salah satu upaya dalam menghasilkan kinerja karyawan yang baik atau bahkan meningkatkan kinerja yang dimiliki oleh karyawan adalah dengan menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, aman, kondusif, dan menyenangkan.

Sementara itu untuk mendapatkan pegawai dengan kinerja yang optimal diperlukan faktor- faktor yang menunjang sebagaimana yang dinyatakan oleh Martoyo (2000) bahwa faktor- faktor yang dapat mempengaruhi kinerja atau prestasi kerja pegawai antara lain : kepuasan kerja, tingkat stress, kondisi fisik, lingkungan kerja, pekerjaan, sistem kompensasi dan aspek- aspek ekonomi.

Lingkungan kerja merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja. Lingkungan kerja adalah salah satu hal yang paling dekat dengan seseorang dalam pelaksanaan pekerjaannya. Lingkungan kerja yang menyenangkan sangat penting untuk mendorong

tingkat kinerja karyawan yang paling produktif.

Karyawan akan merasa betah berada di dalam lingkungan kerjanya dan akan mempengaruhi kinerja yang dimilikinya. Rasa nyaman dan aman akan tercipta karena lingkungan kerja yang memadai.

Lingkungan kerja yang aman dan sehat akan membawa dampak yang positif bagi orang-orang yang berada di dalamnya. Lingkungan kerja yang baik adalah yang aman, tenteram, bersih, tidak bising, terang dan bebas dari segala macam ancaman dan gangguan yang dapat menghambat karyawan untuk bekerja secara optimal.

Lingkungan kerja terdiri dari lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik. Lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada disekitar para pekerja yang dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas yang diemban (Nitisemito, 2008:183 (dalam Damanik dkk, 2015)).

Lingkungan kerja non fisik merupakan semua keadaan yang terjadi berkaitan dengan hubungan kerja, baik hubungan dengan atasan maupun hubungan sesama rekan kerja ataupun dengan bawahan. Lingkungan kerja non fisik dapat mempengaruhi kinerja karyawan di perusahaan.

Wursanto (2009) menyatakan kajian tentang lingkungan non fisik sebagaimana bertujuan untuk membentuk sikap pegawai. Sikap yang diharapkan adalah sikap positif yang mendukung terhadap pelaksanaan kerja yang dapat menjamin pencapaian tujuan organisasi.

Dalam bekerja lingkungan kerja non fisik sangat mendukung untuk memberikan kenyamanan karyawan, lingkungan kerja non fisik merupakan salah satu hal yang penting dalam meningkatkan efektivitas kerja karyawan. Duane P. Schultz dan Sydney F. Schultz dalam Mangkunegara (2005:105) mengatakan lingkungan kerja non- fisik adalah aspek fisik psikologis kerja dan

(3)

peraturan kerja yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja dan produktivitas.

PT. Karya Anugerah Bersama Permai (PT.

KABP) yang bergerak dalam bidang industry aspal tentu membutuhkan kinerja pegawai yang maksimal. Dalam menghasilkan kinerja yang maksimal, tentu lingkungan kerja yang tercipta akan mempengaruhi kinerja pegawai tersebut.

Disimpulkan bahwa untuk mencapai kinerja menjadi lebih baik maka diperlukan adanya lingkungan kerja baik fisik maupun non fisik yang kondusif, sehingga kinerja karyawan pada PT. Karya Anugerah Bersama Permai dapat memberikan hasil yang maksimal.

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh variabel lingkungan kerja non fisik terhadap kinerja pegawai pada PT. Karya Anugerah Bersama Permai (PT. KABP).

Berdasarkan permasalahan di atas, maka penulis tertarik untuk meneliti mengenai penaruh dari lingkungan kerja non-fisik yang diterapkan pada PT. Karya Anugerah Bersama Permai (PT.

KABP) terhadap kinerja pegawai. Maka, judul penelitian ini: “Pengaruh Lingkungan Kerja Non-Fisik Terhadap Kinerja Pegawai pada PT.

Karya Anugerah Bersama Permai (PT. KABP).

II. METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan analisis data kuantitatif dan menggunakan rumus statistic.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menjawab rumusan masalah dalam penelitian, dan melakukan teknik pengukuran terhadap variabel-variabel tertentu sehingga menghasilkan kesimpulan yang dapat generalisasikan. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan model Statistic Product and Service Solutions (SPSS) 2.0.

Penelitian dilakukan di PT. Karya Anugerah Bersama Permai (PT. KABP) yang beralamat di Jl. Ringroad Gontingbulu Sosorgonting Kabupaten Humbang Hasundutan. Adapun populasi dan sampel dari penelitin ini merupakan seluruh pegawai tetap di PT. KABP

yang berjumlah 37 orang. Teknik pengumpulan data bersumber dari data primer berupa kuesioner. Kuesioner merupakan salah satu bentuk alat yang digunakan untuk menghubungkan pelaku penelitian dengan responden dalam mencapai tujuan pengumpulan data.

Teknik analisis data dilakukan melalui beberapa proses, dimulai dari model pengukuran yang bertujuan untuk menilai validitas dan reliabilitas pertanyaan dalam kuesioner. Kemudian analisis data dilanjutkan dengan model structural (structural model) yang bertujuan untuk menggambarkan hubungan-hubungan yang ada di antara variabel-variabel. Selanjutnya diuji dengan analisis koefisien linear sederhana dan adanya pengujian hipotesis untuk membuktikan signifikansi keterdukungan hipotesis dengan membandingkan nilai T-table dan T-statistic.

Pada tahap akhir, dilakukan pengujian koefisien determinasi (R Square) yang bertujuan untuk mengukur proporsi atau persentase kemampuan model dalam menerangkan variabel terikat.

Koefisien determinasi berkisar antara nol sampai satu ( 0 R 1). Jika R Square semakin besar (mendekati satu), maka dapat dikatakan bahwa pengaruh lingkungan kerja non-fisik (X) adalah besar terhadap variabel bebas (Y).

III. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif

Hasil dari analisis deskriptif dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Hasil Uji Instrumen Penelitian 1. Uji Validitas

Tabel 1. Hasil Uji Validitas Variabel Lingkungan Kerja Non-Fisik

No item Hasil Keterangan

Item 1 0,756 Valid

Item 2 0,653 Valid

Item 3 0,855 Valid

Item 4 0,877 Valid

Item 5 0,799 Valid

(4)

Item 6 0,809 Valid

Item 7 0,779 Valid

Sumber: Olahan SPSS (2021)

Berdasarkan hasil perhitungan dan pengujian validitas di atas, diperoleh hasil bahwa dari pengujian item penelitian yang dilakukan kepada 36 orang responden bahwa seluruh indikator variabel lingkungan kerja non-fisik memenuhi standar validitas dengan nilai di atas 0.5 untuk setiap item indikator penelitian.

Tabel 2: Hasil Uji Validitas Kinerja Pegawai

No Item Hasil Keterangan

Item 1 0,899 Valid

Item 2 0,808 Valid

Item 3 0,860 Valid

Item 4 0,741 Valid

Item 5 0,829 Valid

Sumber: Data Olahan SPSS (2021)

Berdasarkan hasil perhitungan dan pengujian validitas di atas, diperoleh hasil bahwa dari pengujian item penelitian yang dilakukan kepada 36 orang responden bahwa seluruh indikator variabel kinerja karyawan memenuhi standar validitas dengan nilai di atas 0.5 untuk setiap item indikator penelitian.

1.2. Uji Reliabilitas

Tabel 3: Hasil Uji Reliabilitas

Variabel rhitung Keterangan Lingkungan Kerja

Non-Fisik (X)

0,899 Reliabel Kinerja Pegawai (Y) 0,882 Reliabel Sumber: Data Olahan SPSS (2021)

Hasil uji reliabilitas diperoleh nilai koefisien reliabilitas variabel Lingkungan Kerja Non-Fisik (X) sebesar 0,899 dan variabel Kinerja Pegawai (Y) sebesar 0,882. Berdasarkan nilai koefisien reliabilitas tersebut disimpulkan bahwa semua variabel dalam penelitian ini reliabel atau konsisten.

2. Analisis Regresi Linear Sederhana

Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan program SPSS 20 for windows dengan menguji regresi linear sederhana yang merupakan analisis untuk mengetahui besarnya pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat. Penelitian ini menggunakan pengujian yang dilakukan dengan tingkat signifikan sebesar 5%.

Tabel 4: Hasil Uji Regresi Linear Sederhana

Coefficientsa Model Unstandar

dized Coefficient

s

Standard ized Coefficie

nts

T Si g.

B Std.

Error

Beta

1

(Consta nt)

3.4

67 2.138 1.6

21 .1 14 Lingkun

gan Kerja Non Fisik

.59

2 .070 .822 8.4 11

.0 00

a. Dependent Variable: Kinerja Pegawai Sumber: Data Olahan SPSS (2021)

Dari tabel di atas diperoleh hasil persamaan regresi adalah 3,467 + 0,592x

1. Konstanta sebesar 3,467 artinya jika variabel lingkungan kerja non-fisik bernilai nol, nilai kerja pegawai adalah sebesar 3,467 satuan.

2. Variabel lingkungan kerja non fisik memiliki nilai positif sebesar 0,592. Hal ini menyatakan setiap meningkat 1 satuan lingkungan kerja non fisik akan berpengaruh terhadap meningkatnya nilai kinerja pegawai sebesar 3,467 + 0,592

(5)

(1) = 4.059. Hal ini memberikan pengertian bahwa semakin tinggi lingkungan kerja non fisik maka semakin tinggi kinerja pegawai.

3. Koefisien Determinasi

Pengujian koefisien determinasi (R2) digunakan untuk mengukur proporsi atau persentase kemampuan model dalam menerangkan variabel terikat. Koefisien determinasi berkisar antara nol sampai satu (0 R2 1). Jika R2 semakin besar mendekati satu, maka dapat dikatakan bahwa pengaruh variabel bebas (X) adalah besar terhadap variabel terikat (Y).

Tabel 5: Hasil Uji Koefisien Determinasi

Model Summary

Model R R

Square

Adjusted R Square

Std.

Error of the Estimate

1 .822a .675 .666 1.475

a. Predictors: (Constant), Lingkungan Kerja Non Fisik

Sumber: Data Olahan SPSS (2021) Berdasarkan table di atas diperoleh nilai R- Square yang menunjukkan sebesar 0,675. Hal ini berarti bahwa 67,5% variasi nilai kinerja ditentukan oleh peran dari variasi nilai lingkungan kerja non-fisik. Maka dapat disimpulkan bahwa kontribusi nilai lingkungan kerja non-fisik adalah sebesar 67,5% sementara 32,5% adalah kontribusi variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian.

4. Hipotesis

Uji t hitung Varibel Lingkungan Kerja Non- Fisik terhadap Kinerja Pegawai

Analisis ini untuk mengetahui perngaruh variabel bebas secara sendiri-sendiri terhadap

variabel terikat. Ha diterima, jika |thitung| >

ttabel dan jika sig < ά (0,05).

Tabel 6: Hasil Uji t-hitung Coefficientsa

Model T Sig.

1

(Constant) 1.621 .114

Lingkungan Kerja Non

Fisik 8.411 .000

a. Dependent Variable: Kinerja Pegawai Sumber: Data diolah SPSS, 2021

Berdasarkan pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t hitung, diketahui bahwa nilai uji t hitung variabel lingkungan kerja non fisik sebesar 8,411 karena uji t hitung > t tabel atau 8,411>1,67 maka terdapat pengaruh antara variabel lingkungan kerja non-fisik terhadap kinerja pegawai.

IV. PEMBAHASAN

Pengaruh lingkungan kerja non-fisik terhadap kinerja pegawai dilihat melalui kuesioner, dengan variabel x sebagai lingkungan kerja non- fisik, dan variabel y sebagai kinerja pegawai.

A. Lingkungan Kerja Non-Fisik

Model pengukuran pada variabel lingkungan kerja non-fisik untuk melihat gambaran lingkungan kerja non-fisik yang diterapkan pada PT. Karya Anugerah Bersama Permai (PT.

KABP). Hasil dari analisis deskriptif ini mencakup keseluruhan tanggapan responden terhadap 7 item yang terdapat dalam variabel lingkungan kerja non-fisik yaitu pengawasan, suasana kerja, sistem pemberian imbalan, perlakuan dengan baik, rasa aman, hubungan yang serasi, dan perlakuan adil dan subjektif, diperoleh rata-rata total variabel lingkungan kerja non-fisik (X) sebesar 4,30 dan hal ini berarti sebagian besar responden menyatakan setuju terhadap variabel lingkungan kerja non- fisik (X) pada PT. Karya Anugerah Bersama Permai (PT. KABP).

(6)

Tabel 7 : Rangkuman Analisis Per Indikator Variabel Lingkungan Kerja Non-Fisik

No Indikator Jumlah Rata- Rata

1 Pengawasan 157 4,36

2 Suasana Kerja 151 4,19 3 Sistem Pemberian

Imbalan

156 4,33

4 Perlakuan dengan Baik

156 4,33

5 Rasa Aman 153 4,25

6 Hubungan yang Serasi

154 4,27

7 Perlakuan Adil dan Subjektif

159 4,41

Jumlah 1086 4,30 Sumber: Hasil Olahan Data SPSS (2021)

Berdasarkan ketujuh indikator di atas dapat dikatakan bahwa lingkungan kerja non-fisik yang diterapkan pada PT. Karya Anugerah Bersama Permai (PT. KABP) berada pada kategori sangat tinggi. Penerapan lingkungan kerja non-fisik yang dikategorikan sangat tinggi menunjukkan penerapannya telah dilaksanakan dengan sangat baik.

B. Kinerja Pegawai

Model pengukuran pada variabel kinerja pegawai digunakan untuk melihat gambaran kinerja pegawai di PT. Karya Anugerah Bersama Permai (PT. KABP). Keseluruhan tanggapan responden terhadap 5 item yang terdapat dalam variabel kinerja pegawai yaitu kualitas, kuantitas, ketepatan waktu, efektivitas biaya dan hubungan perseorangan, diperoleh sebagai rata-rata total variabel kinerja pegawai (Y) sebesar 4,26 dan hal ini berarti sebagian besar responden menyatakan setuju terhadap variabel kinerja (Y) pada PT. Karya Anugerah Bersama Permai (PT. KABP).

Tabel 8: Hasil Analisis Per Indikator Variabel Kinerja Pegawai

No Indikator Jumlah Rata- Rata

1 Kualitas 150 4,16

2 Kuantitas 159 4,41

3 Ketepatan Waktu 157 4,36 4 Efektivitas Biaya 153 4,25 5 Hubungan

Perseorangan

149 4,13

Jumlah 768 4,26 Sumber: Hasil Olahan Data SPSS (2021)

Berdasarkan kelima indikator di atas dapat dikatakan bahwa kerja pegawai yang diterapkan PT. Karya Anugerah Bersama Permai (PT.

KABP) berada pada kategori sangat tinggi.

Penerapan kinerja pegawai yang dikategorikan sangat tinggi menunjukkan penerapannya telah dilaksanakan dengan baik.

Tanggapan responden tersebut menunjukkan bahwa responden setuju terhadap lingkungan kerja non fisik dan kinerja pegawai. Hal ini didukung dengan analisis linear sederhana yang dilakukan pada PT. Karya Anugerah Bersama Permai (PT.KABP) yang menunjukkan bahwa lingkungan kerja non-fisik memiliki pengaruh terhadap kinerja pegawai perusahaan tersebut.

V. KESIMPULAN

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, maka kesimpulan yang dapat diberikan adalah;

1. Berdasarkan hasil analisis data pengaruh lingkungan kerja non-fisik terhadap kinerja pegawai, disimpulkan bahwa kinerja pegawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai

2. Berdasarkan H0 hasil yang diperoleh yaitu t tabel sebesar 1,69, sedangkan untuk t hitung pada variabel lingkungan kerja non-fisik (X) sebesar 8,411, diperoleh hasil t hitung lebih besar daripada t tabel dan berdasarkan taraf signifikansi (0,000) < 0,05 dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima.

(7)

3. Pengaruh yang dihasilkan oleh lingkungan kerja non-fisik terhadap kinerja pegawai di PT. Karya Anugerah Bersama Permai (PT.

KABP) sekitar 67,5% dan sisanya sebesar 32,5% dipengaruhi oleh faktor-faktor yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Hal ini dapat dilihat dari pengujian koefisien determinasi dan nilai R Square= 0,675.

REFERENSI

[1] Damanik, R., Suwarsi S,. Abdurahman, D.

2015. Pengaruh Lingkungan Kerja Non- Fisik Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Kasus Pada Bank Mandiri Syariah di Jalan Ir. H. Juanda Bandung). Universitas Islam Bandung. Proceding Manajemen [2] Kristanti, E. 2017. Pengaruh Lingkungan

Kerja Fisik dan Lingkungan Kerja Non- Fisik terhadap Stress Kerja dan Dampaknya Terhadap Kinerja (Studi Pada Kantor Bersama Samsat Mojokerto Kota).

Universitas Negeri Surabaya. Jurnal Ilmu Manajemen.

[3] Noorainy, Fitri. 2017. Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Non Fisik Terhadap Kinerja Pegawai Pada Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran. Journal of Management Review. Vol.1, No.2

[4] Rivalita, Chantika & Ary Ferdian. 2020.

Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik Dan Lingkungan Kerja Non Fisik Terhadap Kinerja Pegawai Outsource Cleaning Service Di Universitas Telkom. Jurnal Mitra Manajemen. Vol.4, No.4

[5] Supriadi, A., Anitra,V. 2020. Pengaruh Lingkungan Kerja Non-Fisik terhadap

Kinerja Karyawan pada PT. Salim Surya Phone di Samarinda. Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur.

Borneo Student Research.

[6] Sukamto, Mashul Akbar. 2013. Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Non Fisik Terhadap Kinerja Pegawai Pada Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Daerah Kota Samarinda.

Jurnal Paradigma, Vol. 2 No.2

[7] Suryani, N.L., 2019. Pengaruh Lingkungan Kerja Non Fisik dan Komunikasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Bangkit Maju Bersama di Jakarta. Universitas Palembang. JENIUS.

[8] Wati, A.I, Yusuf, M. 2020. Pengaruh Lingkungan Kerja Non Fisik Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai pada Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bima.

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bima.

Journal of Business anda Economics Research (JBE).

[9] Widianingrum, Ayu & Indi Djastuti.

2016. Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik,Lingkungan Kerja Nonfisik Dan Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Pada Pt. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional Iv Semarang). Diponegoro Journal of Management. Vol.5, No.4

[10] Widyastuti, S.P., Indiyanti Dr.D., 2020.

Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Non Fisik Terhadap Kinerja Karyawan Pada Sektor Jaminan Sosial Nasional (Studi Kasus Pada BPJS Ketenagakerjaan Bandung Lodaya). Universitas Telkom. e- Proceeding Management.

Gambar

Tabel 1. Hasil Uji Validitas Variabel  Lingkungan Kerja Non-Fisik
Tabel 3: Hasil Uji Reliabilitas
Tabel  5:  Hasil  Uji  Koefisien  Determinasi   Model Summary  Model  R  R  Square  Adjusted R  Square  Std
Tabel  8:  Hasil  Analisis  Per  Indikator  Variabel  Kinerja Pegawai

Referensi

Dokumen terkait

Bab IV : merupakan bab inti dari penelitian yang akan membahas analisis konflik batin tinjauan psikologi sastra pada tokoh Srintil dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya

CNR seluruh kasus TB pada tahun 2015 sebesar 92,27  per 100.000 penduduk.  Hal  ini  menunjukkan  bahwa  ada  92  orang  diantara  100.000  penduduk  di 

Hasil ini mendukung penelitian sebelumnya oleh Norianggono dkk (2014) yang menyatakan ada pengaruh lingkungan kerja non fisik terhadap kinerja karyawan dan sesuai

Ibu hamil disarankan untuk bisa berpartisipasi dalam kegiatan kelas ibu hamil secara rutin, kepada pemegang program KIA di Puskesmas agar lebih meningkatkan kesadaran ibu

Nama IUPE' dari aldeida diturunkan dari alkana dengan mengganti akiran (ana) dengan (al)6. Nama umumn$a di da!arkan nama a!am karb&#34;k!ilat di tamba dengan

Manfaat yang diperoleh dari perdagangan internasional adalah (1) Memperoleh komoditas yang tidak dapat diproduksi di dalam negeri sehingga negara mampu memenuhi

Menurut Fajarwati (2019) beberapa prinsip dasar dari pelaksanaan PKB yaitu: 1) PKB difokuskan pada kesuksesan siswa/capaian belajar siswa. Maka dari itu, PKB

Tujuan utama interaksi komunikasi yang dilakukan para surevivor kanker terhadap para penderita, pada dasarnya adalah dalam rangka memberikan pencerahan dan motivasi