DEWAN NASIONAL KEK REPUBLIK INDONESIA
LAPORAN TAHUNAN 2020 DEWAN NASIONAL KEK REPUBLIK INDONESIA
LAPORAN TAHUNAN 2020 DEWAN NASIONAL KEK REPUBLIK INDONESIA
Dewan Nasional
Kawasan Ekonomi Khusus LAPORAN TAHUNAN
KAWASAN EKONOMI KHUSUS 2020
© Pemegang Hak Cipta
Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus
Diproduksi:
Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus
Pengarah:
Airlangga Hartarto Penanggung Jawab:
Enoh Suharto Pranoto Penanggung Jawab Teknis:
Ahmad Bukhori Bambang Wijanarko Mardi Santoso Paulus Riyanto Margananto Adi Noviar Iskandar Editor:
Enoh Suharto Pranoto
Desember 2020
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
LAPORAN TAHUNAN 2020 DEWAN NASIONAL KEK REPUBLIK INDONESIA
DAFTAR ISI
LAPORAN TAHUNAN 2020 DEWAN NASIONAL KEK REPUBLIK INDONESIA
RINGKASAN EKSEKUTIF 8
PETA SEBARAN KEK 10
MENUJU VISI INDONESIA MAJU 2045 14
KATA PENGANTAR 6
BADAI COVID-19 15
DARI KEK UNTUK EKONOMI NASIONAL 15
PISAU TAJAM PENGOYAK BADAI 16
PERANG DAGANG & POTENSI KEK 16
DINAMIKA KEBIJAKAN KEK 17
COVID-19 DI KAWASAN EKONOMI KHUSUS 18
KEK DALAM ANGKA
PENYESUAIAN REGULASI DI KEK
20 22 BAB 1
KAWASAN EKONOMI KHUSUS, MAGNET
INVESTASI PENDORONG PEREKONOMIAN 24
SATU DEKADE KAWASAN EKONOMI KHUSUS 26
LINI MASA KEK 30
KENDALA-KENDALA PENGHAMBAT
INVESTASI KEK 32
REFORMASI KEK MELALUI
UU CIPTA KERJA 33
DAYA TARIK BARU DI DEKADE BARU 34 PELUANG KAWASAN EKONOMI KHUSUS 36 DI TENGAH PERANG DAGANG
BAB 2
PERKEMBANGAN KAWASAN EKONOMI KHUSUS 38
KEK SEI MANGKEI 40
KEK MANDALIKA 54
KEK GALANG BATANG 66
KEK KENDAL 74
KEK BITUNG 98
KEK TANJUNG KELAYANG 104
KEK SORONG 112
KEK LIKUPANG 122
KEK ARUN-LHOKSEUMAWE 128
KEK SINGHASARI 134
KEK MOROTAI 142
KEK MBTK 148
KEK TANJUNG API-API 154
BAB 4
MENDORONG PELUANG INVESTASI 164
PERUBAHAN REGULASI DI KAWASAN
EKONOMI KHUSUS 166
ARAH PENGEMBANGAN KEK 2020-2025 173
PENATAAN REGULASI PASCA UU CIPTA KERJA DALAM PENGEMBANGAN
KAWASAN EKONOMI KHUSUS 170
PROYEKSI DAMPAK UU CIPTA KERJA TERHADAP PENINGKATAN INVESTASI &
PENCIPTAAN TENAGA KERJA
NORMA, STANDAR, PROSEDUR DAN KRITERIA (NSPK)
174
176 BAB 5
SERBA-SERBI DEWAN NASIONAL EKONOMI KHUSUS TAHUN 2020 182
DEWAN NASIONAL EKONOMI KHUSUS 184
LANSEKAP AKTIVITAS SEKRETARIAT
DEWAN NASIONAL 186
ALUR PENGEMBANGAN KEBIJAKAN KEK 187
ALUR PERIZINAN DI KAWASAN
EKONOMI KHUSUS 187
HELPDESK 188
KEGIATAN DEWAN NASIONAL
KEK PALU 82
KEK TANJUNG LESUNG 90
BAB 3
MENINGKATKAN DAYA SAING, MENYIAPKAN KEK BARU 158
USULAN KEK (MRO, NDP, JIIPE) 161
KRITERIA LOKASI KEK SESUAI PASAL 4 UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2020
TENTANG CIPTA KERJA 163
LAPORAN TAHUNAN 2020 DEWAN NASIONAL KEK REPUBLIK INDONESIA
PENGANTAR
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian selaku ketua Dewan Nasional KEK
Airlangga Hartarto
MERAIH PERTUMBUHAN, MEMENANGKAN PERSAINGAN
Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan kembali menju trajectory pertumbuhan jangka menengah. Tahun 2021 pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh sebesar 5%. Pertum- buhan tersebut didukung oleh sisi pengelu- aran dari konsumsi sebesar 4,7%, investasi sebesar 6,4%, ekspor sebesar 4,5% dan impor sebesar 5,9% (Outlook Pembangunan 2021, Outlook Ekonomi, Kementerian PPN/
Bappenas) dengan ekspektasi bahwa aliran dana asing akan kembali ke Indonesia.
Harapan di atas didorong oleh keberadaan vaksin COVID-19, pengesahan Undang- Undang Cipta Kerja, transformasi Indonesia menjadi negara manufaktur di Asia, serta berkembangnya Kawasan Ekonomi Khusus dan Kawasan Industri.
Keberadaan vaksin akan meningkatkan aktifitas ekonomi publik, untuk kembali memutar roda perekonomian Indonesia.
Sentimen positif tersebut diharapkan mam- pu meyakinkan investor baik dalam maupun luar negeri, untuk menanamkan investasinya di Indoensia.
Pemerintah telah menetapkan Proyek Strategis Nasional (PSN) terbaru yang men- cakup 201 proyek dan 10 program dengan total nilai investasi paling tidak sebesar Rp 4.817,7 triliun, baik dari pembiayaan APBN/APBD, BUMN, maupun swasta (Lapo- ran Pelaksanaan PSN, KPPIP). Secara na- sional, pencapaian realisasi investasi tahun 2020 (Januari – Desember) berhasil menca- pai Rp 826,3 triliun. Tahun 2021, target rea- lisasi investasi sesuai arahan Presiden Jokowi adalah sebesar Rp 900 triliun (bkpm.
go.id). Pencapaian target investasi ini salah satunya diharapkan dapat diwujudkan melalui kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus.
Saat ini, di Indonesia sudah ada 15 KEK, terdiri dari 9 KEK industri dan 6 KEK pari- wisata.
Guna mampu menjaga pengelolaan pengem- bangan KEK agar tetap seiring dengan
dinamika ekonomi dan teknologi dunia, pemerintah mentransformasikan kebijakan pengembangan KEK dengan menekankan orientasi pada terwujudnya KEK yang tidak hanya menekankan pada akselerasi per- tumbuhan ekonomi wilayah dan pemerataan pembangunan secara nasional (KEK Gene- rasi 1), namun juga mendorong terwujudnya KEK yang mampu membangun nilai tambah atas penguasaan teknologi dan sumber daya manusia (KEK Generasi 2), yang diwujudkan dengan pengembangan KEK Kesehatan, KEK Pendidikan, KEK Ekonomi Digital dan KEK Maintenance Repair and Overhaul.
Sampai dengan Desember 2020, 15 KEK telah menerima komitmen investasi sebesar Rp70,43 triliun. Realisasi investasi terbesar diterima KEK Galang Batang dengan jumlah Rp12,8 triliun, disusul kemudian oleh KEK Sei Mangkei sebesar Rp5,2 triliun, dan diiku- ti oleh KEK Kendal sebesar Rp2 triliun.
Berkembangnya KEK dapat membantu penciptaan lapangan kerja dan pemerataan ekonomi secara regional. Saat ini, 15 KEK yang ada telah menyerap tenaga kerja se- banyak 19.572 orang. KEK Kendal menyum- bang penyerapan tenaga kerja terbanyak dengan jumlah tenaga kerja 8.690 orang, diikuti KEK Galang Batang sebanyak 4.531 orang.
Jumlah ekspor produk yang berasal dari KEK terus berjalan dan terus meningkat.
Untuk KEK Sei Mangkei misalnya, nilai ekspor telah mencapai Rp5,18 triliun. Angka ini terus bertambah seiring dengan ber- lanjutnya produksi oleokimia dari kawasan tersebut. Nilai sebesar itu memiliki arti sig- nifikan dalam upaya Indonesia mempersem- pit defisit neraca pembayaran yang selama beberapa tahun terakhir menjadi perhatian Pemerintah. Untuk kasus yang berbeda, KEK Palu juga mencatat pendapatan ekspor sekitar Rp79,9 miliar.
Adanya perang dagang antara Amerika dengan Tiongkok yang bergulir di dasawarsa terakhir memberikan dampak mobilitas in- dustri dan investasi meluas ke seluruh dunia.
Dampak tersebut diharapkan mampu men- jadi sebuah peluang yang menjadikan Indo- nesia sebagai magnet yang dapat menarik investasi dari seluruh dunia.
Untuk itu, perkembangan saat ini memer- lukan terobosan kebijakan yang investment friendly di tengah persaingan dengan kom- petitor negara tetangga seperti Vietnam, Malaysia dan Thailand, KEK merupakan salah satu instrumen yang tepat karena se- cara insentif fiskal maupun kemudahan telah disiapkan dalam menyambut persaingan global dalam menarik investasi.
Penerapan Undang-Undang Cipta Kerja dapat mewujudkan reformasi struktural yang lama ditunggu, diyakini akan mempercepat pertumbuhan perekonomian Indonesia, dengan tujuan utamanya untuk menciptakan lapangan kerja melalu peningkatan investasi, yang akhirnya akan mampu memanfaatkan peluang potensi Bonus Demografi Indonesia.
Setidaknya ada tiga peran keberadaan UU Cipta Kerja terhadap KEK diantaranya:
1. Penyederhanaan perijinan;
2. Peningkatan kewenangan Setdenas KEK;
3. Penguatan Kelembagaan Administrator dan sistem pelayanan investasi.
UU Cipta Kerja juga meningkatkan peran administrator KEK dalam mem- berikan pelayanan investasi. Berbagai kemu- dahan dan fasilitas serta penguatan kelem- bagaan administrator yang diatur di UU Cipta Kerja, diharapkan akan menghadirkan investasi di KEK.
Guna mendorong lebih produktifnya KEK sebagai pilar pembangunan, perlu dilakukan setidak-tidaknya dua hal. Pertama, peman- faatan yang maksimal dari berbagai fasili- tas, insentif, dan kemudahan investasi yang diberikan oleh Pemerintah. Kedua, perlu didorong interkonektivitas lintas wilayah dan lintas KEK, serta interkonektifitas dan kerja sama antar KEK dan Kawasan Industri, sehingga terjadi sinergi.
LAPORAN TAHUNAN 2020 DEWAN NASIONAL KEK REPUBLIK INDONESIA
RINGKASAN EKSEKUTIF
DEWAN NASIONAL KEK REPUBLIK INDONESIA
LAPORAN TAHUNAN 2020 DEWAN NASIONAL KEK REPUBLIK INDONESIA
9 1
2
3
4 5
6 7
8 10
11
1213
14
15
1
KEK TELAH BEROPERASI KEK TAHAP
PEMBANGUNAN
Luas Daerah:
2.662,48 Ha
ARUN LHOKSEUMAWE
Kabupaten Aceh Utara & Kota Lhokseumawe, Aceh
Operasional:
14 Desember 2018 Dasar Penetapan:
Peraturan Pemerintah No 5 Tahun 2017
Badan Usaha Pembangun dan Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus:
PT Patriot Nusantara Aceh Bidang Usaha Utama:
Industri Energi, Petrokimia dan Kimia Lainnya, Pengola- han Kelapa Sawit, Kayu, Logistik.
KEK INDUSTRI
2
Luas Daerah:
2002,77 Ha SEI MANGKEI
Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara
Operasional:
27 Januari 2015 Dasar Penetapan:
Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2012
Badan Usaha Pembangun dan Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus:
PT Perkebunan Nusantara III Bidang Usaha Utama:
Industri Pengolahan Kelapa Sawit, Karet, Logistik, Pariwisata.
KEK INDUSTRI
3
Luas Daerah:
2.333,6 Ha GALANG BATANG
Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau
Operasional:
8 Desember 2018 Dasar Penetapan:
Peraturan Pemerintah No 42 Tahun 2017
Badan Usaha Pembangun dan Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus:
PT Bintan Alumina Indonesia Bidang Usaha Utama:
Industri Pengolahan Bauksit, Logistik.
KEK INDUSTRI
4
Luas Daerah:
2.030 Ha
TANJUNG API API
Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan
Operasional:
Belum Beroperasi Dasar Penetapan:
Peraturan Pemerintah No 51 Tahun 2014
Badan Usaha Pembangun dan Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus:
PT Tri Patria Abadi (Pengusul Baru) Bidang Usaha Utama:
Industri Pengolahan Kelapa Sawit, Karet, Petrokimia, Energi, Logistik.
KEK INDUSTRI
5
Luas Daerah:
324,4 Ha
TANJUNG KELAYANG
Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung
Operasional:
14 Maret 2019 Dasar Penetapan:
Peraturan Pemerintah No 6 Tahun 2016
Badan Usaha Pembangun dan Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus:
PT Belitung Pantai Intan Bidang Usaha Utama:
Pariwisata KEK PARIWISATA
6
Luas Daerah:
1.500 Ha
TANJUNG LESUNG
Kabupaten Pandeglang, Banten
Operasional:
23 Februari 2015 Dasar Penetapan:
Peraturan Pemerintah No 26 Tahun 2012
Badan Usaha Pembangun dan Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus:
PT Banten West Java Tourism Development Corporation (BWJ) Bidang Usaha Utama:
Pariwisata KEK PARIWISATA
7
Luas Daerah:
1000 Ha KENDAL
Kabupaten Kendal, Jawa Tengah
Operasional:
Belum Beroperasi Dasar Penetapan:
Peraturan Pemerintah No 85 Tahun 2019
Badan Usaha Pembangun dan Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus:
PT Kawasan Industri Kendal (Pengusul) Bidang Usaha Utama:
Industri Tekstil dan Busana, Furnitur dan Alat Per- mainan, Makanan dan Minuman, Otomotif, Elektronik, Logistik.
KEK INDUSTRI
8
Luas Daerah:
120,3 Ha SINGHASARI
Kabupaten Malang, Jawa Timur
Operasional:
Belum Beroperasi Dasar Penetapan:
Peraturan Pemerintah No 69 Tahun 2019
Badan Usaha Pembangun dan Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus:
PT Intelegensia Grahatama Bidang Usaha Utama:
Pariwisata, Pengembangan Teknologi.
KEK PARIWISATA
LAPORAN TAHUNAN 2020 DEWAN NASIONAL KEK REPUBLIK INDONESIA
10
Luas Daerah:
1.035,67 Ha MANDALIKA
Kabupaten Lombok, Nusatenggara Barat
Operasional:
20 Oktober 2017 Dasar Penetapan:
Peraturan Pemerintah No 52 Tahun 2014
Badan Usaha Pembangun dan Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus:
PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) Bidang Usaha Utama:
Pariwisata KEK PARIWISATA
11
Luas Daerah:
1500 Ha
PALUKota Palu, Sulawesi Tengah
Operasional:
27 September 2017 Dasar Penetapan:
Peraturan Pemerintah No 31 Tahun 2014
Badan Usaha Pembangun dan Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus:
PT Bangun Palu Sulawesi Tengah Bidang Usaha Utama:
Industri Logam Dasar, Logistik.
KEK INDUSTRI
12
Luas Daerah:
197,4 Ha LIKUPANG
Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Operasional:
Belum Beroperasi Dasar Penetapan:
Peraturan Pemerintah No 84 Tahun 2019
Badan Usaha Pembangun dan Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus:
PT Minahasa Permai Resort Development Bidang Usaha Utama:
Pariwisata KEK PARIWISATA
13
Luas Daerah:
534 Ha BITUNG
Kota Bitung, Sulawesi Utara
Operasional:
1 April 2019 Dasar Penetapan:
Peraturan Pemerintah No 32 Tahun 2014
Badan Usaha Pembangun dan Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus:
PT Membangun Sulut Hebat Bidang Usaha Utama:
Industri Pengolahan Kelapa, Perikanan, Logistik.
KEK INDUSTRI
9
Luas Daerah:
557,34 Ha
MALOY BATUTA TRANS KALIMANTAN(MBTK) Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur
Operasional:
1 April 2019 Dasar Penetapan:
Peraturan Pemerintah No 85 Tahun 2014
Badan Usaha Pembangun dan Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus:
PT Maloy Batuta Trans Kalimantan Bidang Usaha Utama:
Industri Pengolahan Kelapa Sawit, Energi, Logistik.
KEK INDUSTRI
14
Luas Daerah:
1.110,76 Ha MOROTAI
Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara
Operasional:
1 April 2019 Dasar Penetapan:
Peraturan Pemerintah No 50 Tahun 2014
Badan Usaha Pembangun dan Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus:
PT Jababeka Morotai Bidang Usaha Utama:
Industri Pengolahan Perikanan, Pariwisata, Logistik.
KEK PARIWISATA
15
Luas Daerah:
523,7 Ha SORONG
Kabupaten Sorong, Papua Barat
Operasional:
11 Oktober 2019 Dasar Penetapan:
Peraturan Pemerintah No 31 Tahun 2016
Badan Usaha Pembangun dan Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus:
PT Malamoi Olom Wobok Bidang Usaha Utama:
Industri Pengolahan Nikel, Kelapa Sawit, Hasil Hutan dan Perkebunan (sagu), Logistik.
KEK INDUSTRI
LAPORAN TAHUNAN 2020 DEWAN NASIONAL KEK REPUBLIK INDONESIA
MENUJU VISI INDONESIA MAJU 2045
BADAI COVID-19
DARI KEK UNTUK EKONOMI NASIONAL
Memasuki dasawarsa kedua penyelenggaraan Undang-Undang No. 39 Tahun 2009, strategi pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) akan diselaraskan dengan visi dan misi Indonesia menuju 2045. Visi
tersebut merupakan pengejawantahan visi Presiden yang kemudian menjadi visi nasional Indonesia.
Adapun beberapa indikator dari visi tersebut adalah sebagai berikut:
Wabah COVID-19 punya dampak besar dalam penyelenggaraan
pengembangan KEK. Bermula dari bagian timur Asia, pandemi ini menye- bar ke seluruh dunia dan menyerang lebih dari 210 negara.
Dampak COVID-19 di 15 KEK amat bervariasi. Namun, yang paling terdampak adalah KEK Pariwisata. Dengan larangan bepergian dan
penerapan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB), pergerakan wisatawan di seluruh penjuru Indonesia turun hingga titik terendah dalam
puluhan tahun.
Secara umum, pandemi global COVID-19 mempengaruhi mobilitas investasi yang seharusnya bisa diraih dalam kondisi normal. Pembatasan lalu lintas antarnegara dan domestik akibat COVID-19 dihadapi oleh badan usaha maupun Pemerintah Indonesia.
Sampai kadar tertentu, kebijakan pembatasan kerja (Work From Home) dan PSBB, juga menghambat investasi asing di beberapa KEK seperti Kendal, Mandalika, Sei Mangkei, Palu, Tanjung Lesung, Singhasari, dan Likupang turut terdampak. Walaupun tidak membatalkan sama sekali aliran investa- si, namun COVID-19 menunda aliran investasi dalam jumlah yang cukup signifikan.
Investasi di beberapa KEK telah membawa angin segar untuk
perekonomian nasional. Di KEK Galang Batang, telah menarik komitmen investasi sebesar Rp15 triliun dan memberikan dampak pada penciptaan lapangan pekerjaan serta pertumbuhan wilayah.
KEK Sei Mangkei di Sumatera Utara telah menghasilkan nilai ekspor men- capai Rp5,18 Triliun. Angka ini terus bertambah seiring berlanjutnya produksi oleokimia dari kawasan tersebut. Nilai sebesar itu memiliki arti signifikan dalam upaya Indonesia mempersempit defisit neraca
pembayaran yang menjadi perhatian Pemerintah beberapa tahun terakhir.
Menariknya, ekspor dari Sei Mangkei tersebar hingga ke 39 negara di seluruh penjuru dunia.
Di timur Indonesia, KEK Palu juga memberikan sumbangan yang tak sedikit dalam mempersempit defisit neraca pembayaran. Ekspor Gum Rosin dan Turpentine ke Tiongkok dan India menghasilkan nilai ekspor Rp79,9 Miliar sepanjang tahun 2020.
Mencermati visi dan misi tersebut, strategi pengembangan KEK difokuskan pada:
sumber: Visi Indonesia 2045, Bappenas.go.id
Kurs USD 1=IDR 14000
Pada tahun 2045 Produk Domestik Bruto (PDB) diperkirakan men- capai USD7 Triliun, yang artinya pendapatan per kapita saat itu akan mencapai USD23.000 per kapita (320 juta rupiah
per kapita);
Peningkatan iklim
investasi melalui penyem- purnaan regulasi yang kondusif
Mengurangi defisit neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan melalui pengembangan KEK yang mampu meningkatkan ekspor, mendorong substitusi impor, memproduksi pro- duk berteknologi tinggi dan bernilai
tambah tinggi;
Meningkatkan pemasukan devisa, terutama melalui
kehadiran sejumlah KEK pariwisata yang bertaraf internasional; jasa terse- but bertaraf internasional (pendidikan, kesehatan, pengembangan teknologi)
Meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), dengan kehadiran lembaga-lembaga pendidikan vokasi dan pusat inovasi yang terintegrasi dengan sektor yang
dikembangkan di KEK terkait.
1
Melalui visi tersebut juga, diproyeksikan, usia harapan hidup bangsa Indonesia akan mencapai 75,5 tahun, dengan jumlah penduduk 319 juta jiwa.
2
LAPORAN TAHUNAN 2020 DEWAN NASIONAL KEK REPUBLIK INDONESIA
PISAU TAJAM
PENGOYAK BADAI PERANG DAGANG
& POTENSI KEK DINAMIKA KEBIJAKAN KEK
Mencermati kontraksi yang terjadi akibat pandemi terhadap pertumbuhan perekonomian nasional tahun 2020, dimana kuartal I pertumbuhan 2,97 %, kuartal II terkontraksi menjadi -5,32 %, dan kuartal III masih di -3,48%, kebijakan pengembangan KEK mampu menjadi instrumen strategis bagi upaya pemulihan pertumbuhan ekonomi nasional.
Dengan strategi yang tepat, KEK bisa diharapkan menjadi jalan keluar yang mampu menepis badai ekonomi yang lebih dahsyat akibat pandemi COVID-19.
Berbagai instrumen telah disiapkan. Penguatan regulasi dan kelembagaan bagi pengembangan KEK tengah dimatangkan.
Perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang sempat memanas membuat wacana rencana relokasi industri dari Republik Rakyat Tiongkok mengemuka. Menyikapi hal ini KEK harus bisa merespons secara cepat. KEK perlu mempersiapkan perencanaan, perizinan, dan insentif dengan baik, termasuk memastikan penyelesaian isu terkait lahan, listrik, dan gas.
Sejalan dengan itu, Penyelesaian UU Cipta Kerja diharapkan dapat mempercepat penyelesaian permasalahan di KEK.
Dalam perkembangannya, Pemerintah senantiasa mencermati dinamika perekonomian dan
perkembangan teknologi dalam penyelenggaraan kebijakan KEK di Indonesia. Kehadiran teknologi Internet (digital) telah mendorong terjadinya transformasi atas pola perencanaan industri, model bisnis, model transaksi dan bahkan percepatan logistik atas barang maupun jasa.
Pengembangan KEK yang semula berorientasi pada pertumbuhan dan pemerataan (KEK Generasi 1) tidak lagi memadai bagi Indonesia.
Untuk menjaga pengelolaan pengembangan KEK tetap seiring dengan dinamika ekonomi dan teknologi dunia, KEK yang mampu membangun nilai tambah atas penguasaan teknologi dan sumber daya manusia (KEK Generasi 2).
Dari 15 KEK yang telah ditetapkan, hanya tiga KEK yang berlokasi di Pulau Jawa. Dua belas KEK lainnya berlokasi di luar Jawa. Dua karakter KEK (Jawa dan luar Jawa), memiliki peran yang berbeda dalam rangka percepatan pembangunan nasional. KEK di Jawa lebih berorientasi untuk menghasilkan produk-produk bernilai tambah tinggi yang ditujukan untuk pasar ekspor. Lain DAMPAK PANDEMI TERHADAP
PERTUMBUHAN PEREKONOMIAN NASIONAL
KUARTAL I 2,97 %
KUARTAL II -5,32 %
KUARTAL III -3,48 %
- 8,29 %
+1,84%
INSTRUMEN PENDUKUNG KEK
PERKEMBANGAN KEBIJAKAN KEK
PENGUATAN REGULASI
UNDANG-UNDANG CIPTA KERJA
(OMNIBUS LAW)
hal dengan KEK di luar Jawa, yang berorientasi untuk manfaat pemerataan sosial-ekonomi dan mengatasi kesenjangan yang masih ada dalam masyarakat Indonesia, dan basis pengolahan atau penghasil nilai tambah sumber daya alam yang menjadi potensi dimasing-masing wilayahnya.
Sejak tahun 2017, pemerintah mendorong kehadiran KEK yang memiliki orientasi penguasaan teknologi dan perkayaan ilmu pengetahuan. KEK baru yang ditetapkan bergeser pula ke bidang jasa, ekonomi kreatif, pengembangan teknologi, serta KEK industri yang menggunakan teknologi mutakhir dalam kegiatan produksinya.
Semakin beragamnya basis kegiatan KEK baru kedepan artinya, investasi dan produk yang dihasilkan pada KEK dimaksud membangun nilai tambah bagi Indonesia, guna mampu mendorong hadirnya investasi, konsumsi, dan mendorong ekspor serta mengurangi ketergantungan industri nasional terhadap produk impor.
2009-2019 2019-Sekarang
KEK GEN I:
Orientasi pada pertumbuhan dan pemerataan
KEK GEN II:
Orientasi pada pertumbuhan dan pemerataan serta membangun nilai tambah atas penguasaan teknologi dan Sumber Daya Manusia
1 2
Pertumbuhan ekonomi dibandingkan kuartal sebelumnya
LAPORAN TAHUNAN 2020 DEWAN NASIONAL KEK REPUBLIK INDONESIA
COVID-19 DI KAWASAN EKONOMI KHUSUS
ARUN LHOKSEUMAWE
• Terbatasnya tenaga kerja yang tersedia, karena sesuai kebijakan protokol COVID-19, belum diperkenankan menambah tenaga kerja baru.
• Progress pembangunan proyek pabrik NPK PT PIM terhambat.
TANJUNG KELAYANG
• Mempengaruhi kinerja BUPP KEK Tanjung Kelayang dalam menarik investasi akibat adanya kebijakan
physical distancing dan pengaturan masa PSBB.
• Terhambatnya
pengurusan perizinan yang sifatnya harus bertemu langsung (tatap muka).
• Penundaan pengoperasian
Sheraton Hotel karena kesulitan mendapatkan bahan baku untuk persiapan pengoperasian hotel akibat pandemi COVID-19.
• Tidak berjalannya aktivitas pembanguna karena adanya kebijakan work from home (WFH) dan penghentian sementara pekerja bangunan.
SEI MANGKEI
• Jumlah investasi terhambat.
• Tenaga ahli asal luar negeri terkendala untuk datang ke Indonesia.
• Proses konstruksi PT Aice Sumatera Industry melambat karena pandemi.
• Tidak berpengaruh pada produksi dan besaran ekspor PT UOI dan PT INL.
• PT UOI dapat melaku- kan ekspor ke beber- apa negara di Eropa, Amerika Serikat, dan Amerika Selatan yang tidak mendapat suplai dari industri di tiong- kok yang terdampak lockdown.
TANJUNG LESUNG
• Penurunan jumlah wisa- tawan sebesar 35%.
• Penundaan investasi oleh investor
• Tertundanya realisasi investasi dari sejumlah investor
• Perbankan tidak berke- nan memberikan pem- biayaan konstruksi
• Meningkatnya angka pengangguran karena masyarakat kesulitan menjual hasil laut dan hasil bumi dikarenakan pasar, toko, dan rumah makan sepi pembeli.
GALANG BATANG
• Rencana investasi tetap berjalan. Namun mengalami keterlam- batan dalam pelaksa- naan pembangunan kawasan dan fasilitas pengolahan bauksit.
• Hal tersebut disebab- kan, karena sejumlah tenaga ahli dari Tiong- kok tidak dapat datang ke KEK akibat pem- batasan kedatangan TKA di Indonesia
KENDAL
• Bahan Baku Impor tidak bisa masuk ke Indonesia
• Penurunan Kapasitas Produksi
• Penjualan menurun karena pasar sedang
• lesuPengurangan tenaga dan jam kerja
• TKA yang sedang berada di Negara asal tidak bisa kembali ke Indonesia
TANJUNG API API
• Pandemi Covid-19 telah menghambat upaya BUPP dalam menarik investasi ke KEK
SINGHASARI
• Tertundanya
pertemuan-pertemuan secara fisik,
penandatangan MoU.
• Tidak dapat dilakukan site visit oleh potensial investor.
MBTK
• Rencana pengembangan kawasan yang akan dilakukan calon mitra strategis BUPP KEK MBTK tertunda.
• Kunjungan investor tertunda.
• Dukungan pemerintah terhambat, karena anggaran difokuskan pada penanggulangan COVID-19.
BITUNG
• Dari segi
pembangunan fisik pelaku usaha, pelaku usaha tidak bisa ke Indonesia untuk melanjutkan pembangunan pabriknya
• Gerbang KEK Bitung dijadikan sebagai pos pemeriksaan bagi yang keluar masuk Kota Bitung
MANDALIKA
• Aktivitas pembangunan mengalami penurunan karena adanya kebijakan physical distancing.
• Mundurnya waktu operasi Beach Club akibat pandemi COVID-19
• Jumlah wisatawan internasional menurun drastis
MOROTAI
• Kunjungan wisatawan menjadi terhambat karena adanya pembatasan kunjungan ke pulau Morotai.
• Calon investor yang ada belum bisa melakukan site visit
• Investor existing me- ngalami kesulitan dalam keberlanjutan pem- bangunan
• Proses perizinan terkait penerbitan sertifikat terhambat
• Rencana kegiatan pemasaran guna mendatangkan investor ditunda
PALU
• Berkurangnya kegiatan ekspor dari PT Hong Thai Internasional dikarenakan beberapa negara tujuan banyak melakukan lockdown
SORONG
• Penundaan peninjauan lokasi dari beberapa investor
• Penundaan business meeting
• Penundaan
pelaksanaan promosi langsung dan
keikutsertaan dalam pameran investasi
LIKUPANG
• Ada kendala dalam pelaksanaan survei lokasi untuk kajian- kajian perencanaan.
• Menurunnya
kedatangan wisatawan.
• Perlu dibentuk protokol Kesehatan dan HSE (Health Safety Environ- ment) di kawasan
• Kesulitan melakukan promosi-promosi kepada investor
- -
- -
-
-
-
- - - -
- -
-
- - -
- - -
+
+ +
+
- - - - -
- - - -
- -
-
- -
- -
- - -
- -
- - -
LAPORAN TAHUNAN 2020 DEWAN NASIONAL KEK REPUBLIK INDONESIA
KAWASAN EKONOMI KHUSUS DALAM ANGKA KOMITMEN INVESTASI PELAKU USAHA TAHUN 2020
TENAGA KERJA TERSERAP DI 15 KEK DI SELURUH INDONESIA
15 KEK
19.572
1.497
RP 70,4 TRILIUN
2 KEK
tersebar di seluruh penjuru Indonesia
komitmen investasi pelaku usaha di seluruh KEK Indonesia
Data Per Desember 2020
sudah melakukan ekspor ke luar negeri
RP 5,26 TRILIUN
nilai ekspor dari pelaku usaha di KEK tahun 2020
SEI MANGKEI
11.558
TANJUNG LESUNG
4.060
PALU
4.805
BITUNG
1.461
MOROTAI805
MANDALIKA
1.682
TANJUNG KELAYANG
552
SORONG
9.198
ARUN
LHOKSEUMAWE
1.816
GALANG BATANG
15.000
SINGHASARI
10
LIKUPANG
70
KENDAL
19.218
* Dalam Miliar Rupiah
* Orang
Singhasari
8.690
Kendal Galang
Batang Tanjung Mandalika
Lesung Sei
Mangkei
960Palu 693
LhokseumaweArun Tanjung Kelayang
Bitung100 80
Sorong
LAPORAN TAHUNAN 2020 DEWAN NASIONAL KEK REPUBLIK INDONESIA
99 70
4.531 1.666 1.161
LAPORAN TAHUNAN 2020 DEWAN NASIONAL KEK REPUBLIK INDONESIA
LAPORAN TAHUNAN 2020 DEWAN NASIONAL KEK REPUBLIK INDONESIA
PENYESUAIAN REGULASI DI KEK
PERATURAN PEMERINTAH (PP) NOMOR 1 TAHUN 2020
Penyempurnaan dari peraturan sebelumnya yaitu Pengaturan dalam PP Nomor 2 Tahun 2011 ten- tang Penyelenggaraan Kawasan Ekonomi Khusus sebagaimana telah diubah dengan PP Nomor 100 Tahun 2012 tentang Perubahan Atas PP Nomor 2 Tahun 2011 tentang
Penyelenggaraan Kawasan Ekonomi Khusus.
PERATURAN PEMERINTAH (PP) NOMOR 12 TAHUN 2020
Penyempurnaan dari PP 96 Tahun 2015 tentang Kawasan Ekonomi Khusus. PP nomor 12 Tahun 2020 berisi tentang Fasilitas dan Kemudahan di KEK. Dalam Peraturan Pemerintah ini diatur beberapa hal diantaranya Fasilitas dan
Kemudahan di Kawasan Ekonomi Khusus, dan Bidang Usaha di KEK yang diberikan fasilitas dan kemudahan.
Hotel Sheraton, KEK Tanjung Kelayang
Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan
Insentif dan Kemudahan di KEK
FASILITAS DAN KEMUDAHAN MELALUI UU NO 11 TAHUN 2020 TENTANG CIPTA KERJA
• Perizinan Berusaha dan perizinan lainnya dilaksanakan oleh Administrator,
• Administrator dapat melaksanakan Pelayanan mandiri kepabeanan,
• Tidak diperlukan lagi izin usaha Kawasan industri.
• Pengembangan sistem elektronik terintegrasi secara nasional,
• Pemberian fasilitas tidak dipungut PPn atau PPn dan PPnBM untuk Jasa Kena Pajak dan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud,
• Bagi KEK non industri dapat melakukan impor barang konsumsi,
• Pemerintah Daerah wajib memberikan dukun- gan termasuk insentif daerah.
• Dewan Nasional dapat menetapkan tambahan fasilitas dan kemudahan lain
LAPORAN TAHUNAN 2020 DEWAN NASIONAL KEK REPUBLIK INDONESIA
BAB 1
KAWASAN EKONOMI KHUSUS,
MAGNET INVESTASI PENDORONG
PEREKONOMIAN
Memasuki dasawarsa kedua pelaksanaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), total 15 KEK di seluruh penjuru Indonesia siap menjadi motor pendorong perekonomian dengan berbagai daya tarik yang dimilikinya untuk menghadirkan investor.
DEWAN NASIONAL KEK REPUBLIK INDONESIA
LAPORAN TAHUNAN 2020 DEWAN NASIONAL KEK REPUBLIK INDONESIA
SATU DEKADE
KAWASAN EKONOMI KHUSUS
LAPORAN TAHUNAN 2020
Di tahun 2009, Pemerintah Indonesia
mengesahkan Undang- undang (UU) Nomor 39 tentang penyelenggaraan Kawasan Ekonomi Khu- sus (KEK). Produk ini lahir untuk sebuah tujuan mulia: mempercepat pengembangan ekonomi, dan membangun keseimbangan
pembangunan antarwilayah, dalam kerangka satu kesatuan ekonomi Negara Kesatuan
Republik Indonesia.
Pemerataan pembangunan memang terus
menjadi isu yang kerap didengungkan. Dan, KEK dipilih sebagai terobosan untuk
merealisasikan pemerataan pembangunan.
Konsep KEK adalah pengembangan dari berbagai jenis kawasan ekonomi di periode-periode sebelumnya. Dan pada praktiknya, terus disempurnakan sepanjang perjalanannya.
Pengusulan kawasan yang diajukan sebagai calon KEK dapat dilakukan oleh kepala daerah maupun pihak swasta, dengan mempertimbangkan po- tensi yang dimiliki oleh suatu daerah. Sejak awal pengembangan hingga saat ini, kurang lebih ada 100 daerah yang mengusulkan diri untuk ditetap- kan menjadi KEK.
Dalam sepuluh tahun perjalanannya, ada 15 KEK yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Yaitu KEK Sei Mangkei, KEK Tanjung Lesung, KEK Tanjung Api-Api, KEK Morotai, KEK
Mandalika, KEK Palu, KEK Bitung, KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK), KEK Tanjung Kelayang, KEK Sorong, dan KEK Arun
Lhokseumawe, KEK Galang Batang, KEK Mandalika, KEK Singhasari, KEK Likupang, dan KEK Kendal.
Awalnya, fokus kebijakan pengembangan KEK di Indonesia diarahkan untuk menyebarluaskan kegiatan ekonomi di wilayah yang belum berkem- bang dan meningkatkan daya saing di wilayah tertentu, melalui pengembangan
pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Dalam perkembangannya, Pemerintah secara kontinu mencermati dinamika perekonomian dan perkembangan teknologi dalam
penyelenggaraan kebijakan KEK di Indonesia.
Dan kehadiran teknologi Internet (digital) telah mendorong terjadinya transformasi atas pola perencanaan industri, model bisnis, model tran- saksi dan bahkan percepatan logistik atas barang maupun jasa.
LAPORAN TAHUNAN 2020 DEWAN NASIONAL KEK REPUBLIK INDONESIA
Kondisi ini membuat pengembangan KEK yang semula berorientasi pada pertumbuhan dan pemerataan (KEK G1) tidak lagi relevan bagi Indonesia. Agar pengembangan KEK selaras den- gan dinamika ekonomi dan teknologi
dunia, pemerintah mentransformasikan kebijakan pengembangan KEK dengan
menekankan orientasi pada terwujudnya KEK yang tidak hanya menekankan pada akselerasi pertumbuhan ekonomi wilayah dan
pemerataan pembangunan secara nasional, namun juga mendorong terwujudnya KEK yang mampu membangun nilai tambah atas
penguasaan teknologi dan sumber daya manusia (KEK G2).
Inilah yang menjadi dasar lahirnya tiga KEK yang berlokasi di Pulau Jawa. KEK di Pulau Jawa memiliki peran yang berbeda dalam rangka percepatan pembangunan nasional. KEK di Jawa lebih berorientasi menghasilkan
produk-produk bernilai tambah yang ditujukan untuk pasar ekspor. Sedangkan, KEK di luar Jawa berorientasi melahirkan pemerataan sosial-ekonomi dan mengatasi kesenjangan yang masih ada dalam
masyarakat Indonesia.
Hotel Sheraton, KEK Tanjung Kelayang
LAPORAN TAHUNAN 2020 DEWAN NASIONAL KEK REPUBLIK INDONESIA
LINI MASA KEK 2009 - 2020
2009
2013
2017
Pemerintah mengesahkan Undang-Undang (UU) Nomor 39 Tahun 2009 tentang Kawasan Ekonomi Khusus.
• Palu dan Bitung direkomendasikan untuk ditetapkan sebagai KEK oleh Dewan Nasional KEK kepada Presiden.
• Monitoring & Evaluasi dan percepatan pem- bangunan KEK Sei Mangkei dan KEK Tanjung Lesung.
• Penyelesaian berbagai peraturan
perundangan, standar, dan pedoman KEK.
• Penetapan KEK Arun Lhokseumawe dan KEK Galang Batang.
• PT Setra Gita Nusantara, operator Hotel Sheraton, sepakat berinvestasi sebesar Rp 439 Miliar di KEK Tanjung Kelayang.
• Peresmian kesiapan beroperasi KEK Palu dan KEK Mandalika.
• PT Hong Tai International, investor KEK Palu yang bergerak di bidang pengolahan getah pinus melakukan ekspor perdana di bulan Desember
2010
2014
2018
2011
2015
2019 2020
2012
2016
Pembentukan Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus yang diketuai oleh Menko
Perekonomian sesuai Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2010 tentang Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus.
Penetapan Palu, Bitung, Morotai, Mandalika, Tanjung Api Api, dan Maloy Batuta Trans Kalimantan sebagai KEK melalui Peraturan Pemerintah (PP).
• Implementasi OSS di KEK
• Rekomendasi penetapan tiga KEK baru (KEK Singhasari, KEK Tanjung Gunung,
KEK Sungailiat)
• Peresmian kesiapan beroperasi KEK Galang Batang dan KEK Arun Lhokseumawe.
• Gempa di Lombok, tsunami di Palu dan Tanjung Lesung.
• Penyusunan guideline KEK Hijau
• PT Wanhong Nonferrous Recycling Utilization yang bergerak di bidang pengolahan tembaga sebagai investor di KEK Palu.
• PT Futai Sulawesi Utara, produsen kertas daur ulang, sepakat berinvestasi di KEK Bitung.
Pengesahan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 2 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan KEK beser- ta pedoman pelaksanaan melalui
Permenko Perekonomian Nomor 7 Tahun 2011
• Penerbitan regulasi tentang Fasilitas dan Kemudahan di KEK melalui PP Nomor 96 Tahun 2015.
• Peresmian KEK Sei Mangkei dan KEK Tanjung Lesung oleh Presiden.
• Lahirnya Paket Kebijakan VI: “Membangun dari Pinggiran melalui Pengembangan KEK”, ditandai dengan terbitnya PP Nomor 96 Tahun 2015.
• Peresmian KEK Tanjung Kelayang oleh Presiden
• Peresmian KEK Bitung, KEK Morotai, dan KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan di bulan April.
• KEK Mandalika ditetapkan sebagai tuan rumah ajang MotoGP tahun 2021-2024 oleh promotor MotoGP, Dorna.
• Penetapan KEK Singhasari, KEK Kendal, dan KEK Likupang
• Beroperasinya KEK Sorong
Penetapan Tanjung Lesung sebagai KEK
pertama berbasis pariwisata, diikuti penetapan Sei Mangkei sebagai KEK pertama
berbasis industri.
• Penetapan KEK Sorong dan KEK Tanjung Kelayang.
• Penerbitan berbagai peraturan pelaksana dari PP Nomor 96 Tahun 2015.
• Penetapan Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan KEK
• Penetapan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2020 tentang Fasilitas dan Kemudahan di KEK
• Realisasi KEK MRO dan Nongssa Digital Park
• Penerbitan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja termasuk klaster yang mengatur tentang KEK
• Penyusunan regulasi pelaksana UU Cipta Kerja
LAPORAN TAHUNAN 2020 DEWAN NASIONAL KEK REPUBLIK INDONESIA
Setiap KEK yang akhirnya ditetapkan memiliki potensi pertumbuhan ekonomi yang luar biasa. Namun tanpa
keterlibatan investor, potensi tersebut tidak dapat tergarap dengan maksimal.
Untuk memikat investor, pemerintah telah memberikat paket kebijakan khusus untuk beru- saha di KEK. Namun, investasi seringkali terham- bat oleh sejumlah kendala. Mulai
dari pengadaan lahan, regulasi, hingga profesionalisme Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK.
Berbagai permasalahan tersebut diharapkan dapat terselesaikan dengan disahkannya Undang-Undang Cipta Kerja No.11 Tahun 2020 dan peraturan pelaksanaannya.
S KENDALA-KENDALA
PENGHAMBAT INVESTASI KEK:
PERMASALAHAN PERUBAHAN UU 39/2009
• Pengadaan Lahan
• Penyediaan Infrastruktur Dan Utilitas
• Tumpang Tindih Regulasi
• Profesionalisme BPUP Dalam Pengelolaan Dan Pemasaran KEK
Andrew James Hotel, KEK Tanjung Lesung
REFORMASI KEK MELALUI UU CIPTA KERJA
Kegiatan usaha terbatas
Prosedur penyelenggaraan belum jelas
Fasilitas dan kemudahan belum pasti
Kelembagaan belum memadai
Prosedur penyelenggaraan diperjelas
Kepastian fasilitas dan kemudahan
Peningkatan kelembagaan a. Prosedur pengusulan berjenjang mulai
pemerintah kab/kota, pemerintah provinsi, baru ke pusat;
b. Belum diatur penguasaan lahan dalam pengusulan KEK;
c. Belum diatur pengusulan lintas provinsi;
d. Belum diatur transformasi KPBPB menjadi KEK.
a. Pelayanan birokratis dan kewenangan Administrator terbatas
b. Ketidakpastian fasilitas fiskal;
c. Kurangnya Komitmen Pemerintah daerah;
d. Belum adanya kejelasan mengenai perlakuan pembatasan barang impor ke KEK;
e. Belum adanya kejelasan fasilitas dan kemudahan lain
a. Kurangnya profesionalisme Administrator ; b. Jaringan koordinasi terlalu luas namun
belum didukung kapasitas kelembagaan yang memadai;
c. Belum diaturnya Dewan Kawasan yang wilayahnya mencakup lebih dari satu
a. Pembentukan Administrator oleh Dewan Nasional dan pengelolaan keuangan dengan pola BLU, serta Administrator berbasis kualifi- kasi profesionalitas;
b. Peningkatan status Sekretariat Jenderal Dewan Nasional untuk efektivitas koordinasi;
c. Pengaturan Dewan Kawasan dapat dibentuk untuk KEK yang wilayahnya mencakup lebih dari satu provinsi.
a. Penyederhanaan prosedur pengusulan tidak lagi berjenjang, tanpa menghilangkan dukungan dari pemerintah daerah;
b. Persyaratan pengusulan antara lain penguasaan lahan minimal 50%;
c. Penambahan pengusulan untuk lebih dari satu provinsi;
d. Penambahan pengaturan transformasi KPBPB menjadi KEK.
a. Penyederhanaan pelayanan perizinan dan semua dilaksanakan oleh Administrator (pe- layanan mandiri kepabeanan, pemenuhan komitmen/penyelesaian seluruh perizinan di Administrator);
b. Pemerintah Daerah wajib memberikan dukungan termasuk insentif daerah;
c. Penegasan bahwa impor barang ke KEK belum berlaku pembatasan;
d. Penambahan fasilitas fiskal untuk memberi kepastian kepada investor:
• Pengembangan sistem elektronik terinte- grasi secara nasional untuk mempermudah pemberian fasilitas fiskal.
• Pemberian fasilitas pembebasan bea masuk
• Pemberian fasilitas tidak dipungut PPN atau PPN dan PPnBM untuk Jasa Kena Pa- jak dan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud.
• Bagi KEK non industri dapat melakukan impor barang konsumsi.
e. Kemudahan, percepatan, dan prosedur khusus dalam memperoleh hak atas tanah;
f. Dewan Nasional dapat menetapkan tambahan fasilitas dan kemudahan lain.
Perluasan kegiatan usaha Cakupan sektor yang terbatas Memperluas cakupan multi sektor
(pendidikan, kesehatan)
LAPORAN TAHUNAN 2020 DEWAN NASIONAL KEK REPUBLIK INDONESIA
Fokus strategi pengembangan KEK berdasarkan visi Presiden:
4
5
Memasuki dasawarsa kedua penyelenggaraan UU Nomor 39 Tahun 2009 tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), strategi pengembangan KEK sebagai kawasan ekonomi khusus diselaraskan dengan visi Indonesia menu- ju 2045. Visi ini merupakan pengejawantahan visi Presiden Joko Widodo yang kemudian menjadi visi nasional Indonesia.
Peningkatan iklim
investasi melalui penyem- purnaan regulasi yang kondusif;
- KEK harus dikembangkan sebagai prioritas nasional
- KEK harus dapat bersaing dengan kawasan sejenis di luar negeri - KEK harus menjadi fiscal ultimate facility
- KEK harus menjadi andalan dalam menarik investasi
- KEK harus menjadi instrumen utama dalam peningkatan pemerataan perekonomian nasional.
1
Mengurangi defisit neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan melalui pengembangan KEK yang mampu meningkatkan ekspor, mendorong substitusi impor, memproduksi pro- duk berteknologi tinggi dan bernilai
tambah tinggi;
Meningkatkan pemasukan devisa, terutama melalui
kehadiran sejumlah KEK pariwisata yang bertaraf internasional; dan
Meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), dengan kehadiran lembaga-lembaga pendidikan vokasi dan pusat inovasi yang terintegrasi dengan sektor yang
dikembangkan di KEK terkait
2 3 4
arahan Presiden kepada Menko Perekonomian untuk
pengembangan KEK:
Sayangnya, pengembangan KEK terhambat oleh badai COVID-19. Di awal tahun, sekitar bulan Maret 2020, pemerintah mengumumkan bahwa pandemi novel coronavirus (2019-ncov) masuk ke Indonesia.
Sebagai bentuk pencegahan perluasan pandemi ini, berbagai langkah dilakukan. Salah satunya dengan menjalankan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diikuti dengan menjalankan protokol kesehatan. Dan, sama seperti yang terjadi di negara lain, langkah pembatasan sosial (lockdown) ternyata
membawa pengaruh besar pada perekonomian.
Dan hal ini juga terjadi di Indonesia hingga mengakibatkan kontraksi pertumbuhan
perekonomian nasional Indonesia: 2,97% pada kuartal I, -5,32% pada kuartal II, dan -3,48%
pada kuartal III.
Untuk KEK, COVID-19 juga memiliki dampak yang cukup signifikan. Bahkan beberapa KEK cenderung statis karena ada masalah di aliran investasi. Tercatat ada sekitar Rp 4.028 miliar dana investasi yang tertunda akibat wabah COVID-19.
Perkuatan regulasi kebijakan pengembangan KEK dengan PP Nomor 1 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Kawasan Ekonomi Khusus dan PP Nomor 12 Tahun 2020 tentang Fasilitas dan Kemudahan di Kawasan Ekonomi Khusus diharapkan bisa menjadi instrumen strategis bagi upaya pemulihan pertumbuhan
ekonomi nasional.
Harapan menjadikan KEK sebagai instrumen pertumbuhan ekonomi nasional menguat juga dengan adanya proses yang tengah berjalan atas beberapa rencana undang-undang terkait investasi, diantaranya Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law) dan penyederhanaan regulasi investasi di Indonesia.
Politeknik Industri furnitur dan pengolahan kayu, KEK Kendal
Sumber: Sekretariat Dewan Nasional KEK
DAYA TARIK BARU
DI DEKADE BARU
LAPORAN TAHUNAN 2020 DEWAN NASIONAL KEK REPUBLIK INDONESIA
PELUANG KAWASAN EKONOMI KHUSUS DI TENGAH PERANG DAGANG
“KEK harus bisa merespons secara cepat relokasi industri dari RRT ke negara-negara wilayah Asia.
KEK perlu mempersiapkan perencanaan, perizinan, dan insentif dengan baik, termasuk memastikan penyelesaian isu terkait lahan, listrik, dan gas.”
Pelaku usaha eksisting di KEK Kendal
Presiden Joko Widodo di Kawasan Industri Batang, Juni 2020.
Perang dagang antara AS dan Tiongkok masih terus berlangsung hingga kini. Dampaknya banyak investor asing menutup pabriknya di Tiongkok dan relokasi ke beberapa destinasi investasi di Asia Tenggara. Dikarenakan barang produksi Tiongkok tidak bisa dipasarkan ke AS.
Menurut BKPM, masih ada beberapa perusahaan asing akan melakukan relokasi investasi usahanya dari Tiongkok. Diantaranya berpeluang ke Indonesia. Untuk itu
Indonesia sudah mengeluarkan beberapa
Peraturan Pemerintah yang terkait dengan insen- tif bagi investor.
Hal tersebut dilakukan agar Indonesia kali ini ber- hasil menangkap investasi industri yang
relokasi dari Tiongkok. Mengingat tahun lalu dari 33 perusahaan yang melakukan relokasi usaha, tidak ada satupun yang masuk ke Indonesia.
Arahan Presiden Joko Widodo di atas terutama ditujukan kepada pihak-pihak yang berwenang atas kebijakan pengembangan KEK. Sehingga dengan adanya kebijakan terkait
insentif, tahun ini 7 perusahaan yang relokasi usahanya ke Indonesia. Selain itu sudah ada 17 perusahaan yang memiliki komitmen besar.
Saat ini Thailand dan Vietnam telah menjadi negara tujuan supply chain akibat dari perang dagang AS dan Tiongkok. Sementara Indonesia berada di bawah kedua negara tadi.
Yang menjadi pekerjaan rumah adalah membenahi sejumlah isu yang kurang menguntungkan Indonesia:
Dari sisi investor, iklim bisnis di suatu negara merupakan faktor utama untuk
melakukan investasi. Iklim bisnis tersebut bisa terwujud dari berbagai hal, salah satunya adalah dari peran Pemerintah.
Saat ini terdapat 15 KEK di Indonesia yang berpeluang menjadi tujuan relokasi investasi.
Beberapa hal seperti infrastruktur, insentif, dan birokrasi kini sedang diperbaiki untuk
menunjang kesiapannya. Perbaikan infrastruktur dan kemudahan perizinan menjadi kunci untuk menarik investor asing.
Saat ini, finalisasi terhadap aturan-aturan baru mengenai KEK tengah dilakukan. Tentu saja penyesuaian aturan ini diharapkan mampu memberikan fasilitas dan kemudahan yang lebih menarik, serta kejelasan berusaha yang lebih baik. Sehingga KEK menjadi lebih kompetitif.
Sejalan dengan itu pula, penyelesaian UU Cipta Kerja diharapkan dapat mempercepat
penyelesaian permasalahan di KEK. Dengan berbagai pembenahan, fasilitas, dan
kemudahan, KEK di Indonesia diharapkan mampu menjadi magnet yang menarik investasi dari negara-negara di seluruh penjuru dunia.
1. Meningkatnya kompetisi dengan perusahaan lain,
2. Labour cost (upah pekerja) di Bangkok dan Vietnam lebih kompetitif
3. Kurang jelasnya eksekusi dari legal system di Indonesia
4. Harga lahan yang lebih tinggi di Indonesia
LAPORAN TAHUNAN 2020 DEWAN NASIONAL KEK REPUBLIK INDONESIA
PERKEMBANGAN
KAWASAN EKONOMI KHUSUS
BAB 2 Meski menghadapi banyak permasalahan akibat Pandemi COVID-19, Kawasan Ekonomi Khusus di Indonesia terus bergerak. Maju menuju
Indonesia Maju.
DEWAN NASIONAL KEK REPUBLIK INDONESIA
LAPORAN TAHUNAN 2020 DEWAN NASIONAL KEK REPUBLIK INDONESIA
SEI MANGKEI
Industri Pengolahan Kelapa Sawit
Logistik
Industri Pengolahan
Karet
Luas Daerah:
2002,77 Ha Operasional:
27 Januari 2015
Badan Usaha Pembangun dan Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus:
PT Perkebunan Nusantara III
Penyerapan Tenaga Kerja:
1.497 orang (2020) Dasar Penetapan:
Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2012
Nilai Investasi:
Komitmen investasi (2020) Rp 11,56 Triliun
LAPORAN TAHUNAN 2020
Produksi turunan minyak sawit mentah (CPO) milik PT Industri Nabati Lestari (INL), anak usaha
Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, dipasarkan ke mancanegara dengan persentase
komitmen 93% dari total produksi. Tahun 2020, total nilai ekspor dari KEK Sei Mangkei mencapai sekitar Rp5,18 triliun.
DEWAN NASIONAL KEK REPUBLIK INDONESIA
PT Unilever Oleochemical Indonesia (UOI) - KEK Sei Mangkei
Pariwisata
LAPORAN TAHUNAN 2020 DEWAN NASIONAL KEK REPUBLIK INDONESIA
Direktur INL, Hasyim Toriq menjelaskan, total nilai penjualan tersebut ditopang dari produksi refinery CPO olah sebesar 358 ribu Metrik Ton (MT) dengan produk Refined Bleached Deodor- ized Palm Oil (RBDPO), Palm Fatty Acid Distillate (PFAD), Olein dan Stearin.
Berdasarkan data Kementerian Pertanian, pada tahun 2020, produksi minyak sawit dari provinsi Sumatera Utara, dengan Sei Mangkei di
dalamnya, berkontribusi sebanyak 6,6 juta ton terhadap produksi minyak sawit nasional, kon- tributor ketiga terbesar nasional setelah Riau dan Kalimantan Tengah.
Prestasi ini bertahan di tengah pandemi COVID-19 yang masih mewabah di Indonesia.
Ekspor minyak sawit Sumatera Utara tetap men- galami pertumbuhan cukup signifikan. Hingga Semester I-2020, India masih
mencatatkan diri sebagai importir terbesar untuk minyak sawit dan produk turunannya asal Indonesia.
Pabrik CPKO
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor minyak kelapa sawit dari Sumatera Utara ke India pada Juli 2020 mengalami pertumbuhan sebesar 25,67 % dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai tersebut menguat dari US$282,3 juta
menjadi US$354,8. Kenaikan nilai ekspor Sumut ke India tersebut didorong oleh kenaikan harga jual minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) yang justru memperlihatkan tren positif di masa pandemi.
Bicara kelapa sawit, industri satu ini memang menempati lahan paling luas di KEK Mangkei. Lu- asnya mendekati 250 hektar. Di lahan seluas ini, tiga pemain utama di industri pengolahan kelapa sawit melakukan kegiatan produksinya dengan komitmen investasi bernilai total fantastis.
Hampir Rp 5 triliun!
Yang pertama ada PT Unilever
Oleochemical Indonesia, nama besar di bidang produsen barang-barang kebutuhan rumah
tangga sehari-hari dengan komitmen investasi sebesar Rp 3,1 triliun. Perusahaan ini
memproduksi bahan baku produk kebutuhan rumah tangga andalan, meliputi Soap Noodles, Fatty Acid, Surfactant, dan Glycerin, dengan kapasitas produksinya sebesar 392 ribu ton per tahun.
Selanjutnya, PT Industri Nabati Lestari yang memproduksi minyak goreng dari kelapa sawit.
Dengan investasi sebesar Rp 1,1 Triliun, membangun fasilitas produksi berkapasitas 600 ribu ton per tahun.
Yang ketiga ada PT Alternative Protein
Indonesia. Memanfaatkan limbah kegiatan indus- tri pengolahan kelapa sawit yang cukup masif di KEK Sei Mangkei, perusahaan ini
berniat mengembangbiakan serangga sumber protein alternatif. Serangga berjenis Black Soldier Fly dikembangbiakan dan digunakan un- tuk pangan peternakan, perikanan, bahkan untuk penambah protein manusia di
masa depan.
Dipilih karena alur hidupnya tidak terlalu
panjang, serangga ini banyak tersebar di seluruh Indonesia. Dan yang terpenting, menghasilkan protein berkualitas baik, pengembangbiakan Black Soldier Fly memiliki masa depan yang baik. Hari ini, ada kesenjangan yang cukup besar dalam pemenuhan protein alternatif untuk pakan ternak. Selain itu, seluruh dunia tengah berlomba melakukan investasi di bidang protein alternatif.
Meski hari ini produk industri kelapa sawit masih mendominasi di KEK Sei Mangkei, masih ada beberapa industri lain yang siap menjadi andalan. Sebut saja industri pengolahan karet, industri makanan dan minuman dan aneka industri lainnya. Bahkan, juga sudah direncanakan untuk mencoba menggali
potensi industri pariwisata di KEK Sei Mangkei.
Satu yang sudah berjalan adalah investasi PT Aice Sumatera Industri di KEK Sei Mangkei. Dengan nilai investasi mencapai Rp 390 miliar, Aice yang mulai berinvestasi sejak tahun 2019 ini akan mu- lai berproduksi pada pertengahan 2021.
Selain Aice, perusahaan lain yang sudah meny- iapkan konstruksi PT All Cosmos Biotek yang rencananya akan memproduksi pupuk NPK.
UOI sedang melakukan perluasan usaha berupa penambahan jalur produksi Surfactant dan Fatty Acid senilai kurang lebih Rp 200 M yang mening- katkan total kapasitas produksi dari 250 ribu ton/
tahun menjadi 392 ribu ton/tahun.
Performa UOI terbilang baik meski dalam masa pandemi. UOI menjadi supply untuk 39 negara ketika negara supplier lain, seperti Tiongkok, sedang lockdown. Terhitung sejak 2015 hingga November 2020, Ekspor PT UOI mencapai USD 1.16 M atau sekitar Rp 16.8 Triliun.
Capaian ekspor tahun 2020 anchor investor di Sei Mangkei ini terlihat melalui peningkatan volume ekspor sebesar 7,9% (meningkat dari 256 ribu MT pada 2019 menjadi 276 ribu MT pada 2020).
500.000 Volume Ekspor PT UOI (MT)
300.000 400.000
200.000 100.000
0 2015 35.537
155.764 182.481 207.922
256.193 276.425
2017 2019
2016 2018 2020
LAPORAN TAHUNAN 2020 DEWAN NASIONAL KEK REPUBLIK INDONESIA
INVESTASI DI KEK SEI MANGKEI
INVESTASI YANG SUDAH TEREALISASI
Nama Investor:
PT Unilever Oleochemical Indonesia
Nama Investor:
PT Industri Nabati Lestari
Nama Investor:
PT PTPN III dan PT Pertamina
Nama Investor:
PT PTPN III Rencana Bisnis:
Soap Noodles, Fatty Acid, Surfactant, dan Glycerin (Kapasitas 200.000 ton/tahun)
Rencana Bisnis:
Minyak Goreng (600 ribu ton per tahun)
Rencana Bisnis:
PLTBG 2,1 MW
Rencana Bisnis:
PLT BIomass 2X3,5 MW
Komitmen Investasi (Miliar Rupiah):
3.100
Komitmen Investasi (Miliar Rupiah):
1.145,89
Komitmen Investasi (Miliar Rupiah):
53
Komitmen Investasi (Miliar Rupiah):
95
Nama Investor:
PT PTPN III
Nama Investor:
PT PTPN III
Nama Investor:
PT PLN
Rencana Bisnis:
Pabrik Kernel Sei Mangkei Kapasitas 400 Ton Inti / hari
Rencana Bisnis:
Pabrik Kelapa Sawit Sei Mangkei Kapasitas (30 + 45) Ton Tbs/ Jam
Rencana Bisnis:
Listrik 2 x 3,5 MW GI 150 Kv
Komitmen Investasi (Miliar Rupiah):
75
Komitmen Investasi (Miliar Rupiah):
109
Komitmen Investasi (Miliar Rupiah):
50
Nama Investor:
PT Pertagas
Nama Investor:
PT Aice
Rencana Bisnis:
Metering Gas
Rencana Bisnis:
Pabrik Es Krim
Komitmen Investasi (Miliar Rupiah):
15,6
Komitmen Investasi (Miliar Rupiah):
LAPORAN TAHUNAN 2020 DEWAN NASIONAL KEK REPUBLIK INDONESIA
KOMITMEN INVESTASI
Nama Investor:
PT Alternatif Protein Indonesia
Nama Investor:
All Cosmos Industries Rencana Bisnis:
Produsen Protein Alternatif
Rencana Bisnis:
Pupuk dan Industri Lainnya
Komitmen Investasi (Miliar Rupiah):
5.800
Komitmen Investasi (Miliar Rupiah):
725
PRODUKSI PT INDUSTRI NABATI LESTARI S/D 30 NOVEMBER 2020
Jenis Komoditi:
RBDPO
Jenis Komoditi:
RBDPOL (Olein IV 56 & 60)
Jenis Komoditi:
PFAD
Jenis Komoditi:
RBD Stearin Jumlah Produksi:
1 ton = 907,18 kg 358,4 ribu Ton
Jumlah Produksi:
1 ton = 907,18 kg 241,3 ribu ton
Jumlah Produksi:
1 ton = 907,18 kg 17,4 ribu ton (1 ton = 907,18 kg)
Jumlah Produksi:
1 ton = 907,18 kg 54,8 ribu ton (1 ton = 907,18 kg) Nilai Ekspor (USD1 = IDR 14000)
Rp415,3 Miliar
Nilai Ekspor (USD 1= IDR 14000) Rp929,9 Miliar
Nilai Ekspor (USD1 = IDR 14000) Rp56,9 Miliar
Nilai Ekspor (USD1 = IDR 14000) Rp146,3 Miliar
*Sumber PT INL November 2020
PRODUKSI PT UNILEVER OLEOCHEMICAL INDONESIA S/D NOVEMBER 2020
Jenis Komoditi:
Fatty Acid, Glycerin, Soap Noodles, Surfactant Volume Ekspor:
202.862 MT
Nilai Ekspor (USD1 = IDR 14000) Rp2,86 Triliun