BUPATI ROKAN HULU PROVINSI RIAU
PERATURAN BUPATI ROKAN HULU NOMOR 11 TAHUN 2022
TENTANG
PEDOMAN PENGANGKATAN PELAKSANA HARIAN DAN PELAKSANA TUGAS
DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN ROKAN HULU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
BUPATI ROKAN HULU,
Menimbang : a. bahwa agar pelaksanaan tugas Perangkat Daerah dapat berjalan secara optimal, dalam hal pejabat yang definitif berhalangan sementara atau berhalangan tetap, diperlukan pejabat pelaksana tugas jabatan yang bertindak selaku Pelaksana Harian atau Pelaksana Tugas;
b. bahwa untuk melaksanakan ketentuan dalam Surat Edaran Badan Kepegawaian Negara Nomor 1 Tahun 2021 tentang Kewenangan Pelaksana Harian dan Pelaksana Tugas dalam Aspek Kepegawaian, sehingga perlu menetapkan Peraturan Bupati;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Bupati tentang Pedoman Pengangkatan Pelaksana Harian dan Pelaksana Tugas di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu.
Mengingat : 1. Pasal 18 ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
2. Undang-Undang Nomor 53 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Siak, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, Kabupaten Kuantan Singingi, dan Kota Batam (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 31, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3902) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2008 tentang Perubahan Ketiga Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 1999 tentang
SALINAN
Pembentukan Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Siak, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, Kabupaten Kuantan Singingi, dan Kota Batam (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 107, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4880);
3. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih Dan Bebas Dari Korupsi, Kolusi, Dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);
4. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 183, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6398);
5. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5494);
6. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 245, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6573);
7. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 63, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6037) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia 6477);
8. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2018 tentang Penjabat Sekretaris Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 9);
9. Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 13 Tahun 2002 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan Struktural;
10. Peraturan Daerah Kabupaten Rokan Hulu Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah (Lembar Daerah Tahun 2020 Nomor 5) sebagaimana telah dirubah dengan Peraturan Daerah kabupaten Rokan Hulu Nomor 2 Tahun 2020 tentang perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Rokan Hulu Nomor 5 Tahun 2016 (Lembaran Daerah Tahun 2020 Nomor 15)
MEMUTUSKAN :
Menetapkan : PERATURAN BUPATI TENTANG PEDOMAN PENGANGKATAN PELAKSANA HARIAN DAN DAN PELAKSANA TUGAS DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN ROKAN HULU.
BAB I
KETENTUAN UMUM Pasal 1
Dalam Peraturan Bupati ini yang dimaksud dengan:
1. Daerah adalah Kabupaten Rokan Hulu.
2. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Daerah Kabupaten Rokan Hulu.
3. Bupati adalah Bupati Rokan Hulu.
4. Pejabat Pembina Kepegawaian yang selanjutnya disingkat PPK adalah pejabat yang mempunyai kewenangan menetapkan pengangkatan, pemindahan, dan pemberhentian Pegawai Aparatur Sipil Negara dan manajemen Aparatur Sipil Negara di instansi pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturanperundang-undangan.
5. Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Rokan Hulu.
6. Perangkat Daerah selanjutnya disingkat PD adalah Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu.
7. Berhalangan Sementara adalah keadaan tidak dapat melaksanakan tugas dan jabatan karena sedang melakukan pendidikan dan pelatihan, kursus, kunjungan kerja ke luar daerah/negeri, sakit, cuti, menunaikan ibadah haji/umrah atau sebab lain yang serupa dengan hal itu.
8. Berhalangan Tetap adalah keadaan tidak melaksanakan tugas dan jabatan disebabkan diberhentikan sebagai Pegawai Negeri Sipil, dibebaskan dari jabatan, mengundurkan diri, diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil.
9. Penjabat yang selanjutnya disingkat Pj adalah Pegawai Negeri Sipil ditunjuk/diperintahkan untuk sementara melaksanakan tugas dan jabatan pimpinan tinggi Pratama Sekretaris Daerah.
10. Pelaksana Harian yang selanjutnya disingkat Plh adalah Pegawai Negeri Sipil yang ditunjuk/diperintahkan untuk sementara melaksanakan tugas dan jabatan pimpinan tinggi, jabatan administrator atau jabatan pengawas karena pejabatnya berhalangan sementara.
11. Pelaksana Tugas yang selanjutnya disingkat Plt adalah Pegawai Negeri Sipil yang ditunjuk/diperintahkan untuk sementara melaksanakan tugas dan jabatan pimpinan tinggi, jabatan administrator atau jabatan pengawas karena pejabatnya berhalangan tetap.
12. Pejabat yang berwenang adalah pejabat yang mempunyai kewenangan melaksanakan proses pengangkatan, pemindahan, dan pemberhentian Pegawai Aparatur Sipil Negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
13. Aparatur Sipil Negara selanjutnya disingkat ASN adalah Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Pemerintan Perjanjian Kerja yang diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan pemerintahan atau diserahi tugas negara lainnya dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan.
14. Pegawai Negeri Sipil selanjutnya disingkat PNS adalah Warga Negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai Pegawai ASN secara tetap oleh pejabat yang berwenang untuk menduduki jabatan pemerintahan.
BAB II
PELAKSANA TUGAS DAN PELAKSANA HARIAN Bagian Kesatu
Umum Pasal 2
(1) penunjukan Plt dilakukan apabila pejabat definitif berhalangan tetap, diantaranya karena :
a. pensiun;
b. meninggal dunia;
c. perpindahan;
d. diberhentikan dalam jabatan;
e. cuti di luar tanggungan negara; atau
f. tidak dapat melaksanakan tugas rutin yang lebih dari 6 (enam) bulan.
(2) Penunjukan Plh dilakukan apabila:
a. cuti tahunan;
b. cuti besar;
c. cuti melahirkan;
d. cuti karena alasan penting;
e. cuti sakit;
f. tidak masuk bekerja dengan alasan yang sah atau tanpa alasan yang sah;
g. penugasan yang tidak lebih dari 6 (enam) bulan; atau h. di luar penugasan yang tidak lebih dari 6 (enam) bulan.
(3) Penunjukan Plh tidak dilakukan, dalam hal Pejabat defenitif sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf g tetap dapat melaksanakan tugas rutinnya
Pasal 3
(1) Pejabat/Pegawai yang ditunjuk sebagai Plt dan/atau Plh tidak perlu dilantik atau diambil sumpah.
(2) Pejabat/Pegawai yang ditunjuk sebagai Plt. dan/atau Plh. tidak menyebabkan yang bersangkutan dibebaskan dari jabatan defenitifnya.
(3) Dalam hal Pejabat/Pegawai yang ditunjuk sebagai Plt. berhalangan sementara dalam melaksanakan tugasnya sebagai Plt. berlaku ketentuan;
a. tidak dilakukan penunjukan Plh.;
b. dapat tidak dilakukan penunjukan Plt baru sepanjang pejabat yang ditunjuk sebagai Plt tetap dapat melaksanakan tugasnya sebagai Plt.
(4) Pejabat/Pegawai dapat ditunjuk sebagai Plt dan/atau Plh paling banyak dalam 1 (satu) jabatan.
(5) Batas waktu penugasan sebagai Plt dan/atau Plh disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku atau sesuai dengan kebutuhan organisasi dan arahan Pimpinan.
(6) Penunjukan Plt dan/atau Plh ditetapkan dengan Surat Perintah dari Pejabat yang berwenang;
(7) Pemberian perintah Plh dan Plt ditetapkan dengan Surat Perintah dari Pejabat yang berwenang dengan format sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Bupati ini.
Bagian Kedua
Syarat, Ketentuan dan Prosedur Pasal 4
(1) Plh dan Plt diperintah dari PNS yang telah memenuhi persyaratan.
(2) Persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)yaitu:
a. PNS;
b. memiliki pangkat golongan ruang minimal satu tingkat di bawah golongan ruang pangkat dari jabatan yangdipersyaratkan;
c. tidak sedang menjalani/proses hukuman disiplin;dan
d. penilaian prestasi kerja paling sedikit bernilai baik pada setiap unsur.
(3) Pemberian perintah Plh dilakukan dalam hal pejabat definitif berhalangan sementara atau tetap lebih dari 7 (tujuh) hari.
Pasal 5 Ketentuan Plt adalah sebagai berikut:
a. Pj Sekretaris Daerah dapat ditunjuk dari Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama lainnya;
b. Plt Asisten dan Staf Ahli Sekretariat Daerah dapat ditunjuk dari Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama lainnya atau Pejabat Administrator atau Pejabat Fungsional Madya di lingkungan pejabat yang berhalangan tetap atau berhalangan sementara;
c. Plt Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Kepala PD dapat ditunjuk dari Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama lainnya atau Pejabat Administrator atau Pejabat Fungsional Madya di lingkungan pejabat yang berhalangan tetap atau berhalangan sementara;
d. Ketentuan pada huruf b dan c juga dapat ditunjuk pejabat administrator dari PD lainnya dengan ketentuan sebagai berikut:
1. kualifikasi pendidikan serumpun dengan jabatan yang akan diduduki;
2. mempunyai pengalaman pada bidang tugas pada jabatan yang akan diduduki;
3. atau memiliki keahlian khusus yang dibuktikan dengan sertifikasi yang berhubungan dengan tugas pokok dan fungsi pada jabatan yang akan di duduki.
e. Plt Pejabat Administrator Kepala PD dapat ditunjuk dari Pejabat Administrator PD lainnya, pejabat Fungsional Madya atau Pejabat Pengawas di lingkungan Pejabat yang berhalangan tetap atau berhalangan sementara atau dari PD lainnya dengan ketentuan memenuhi syarat pada huruf d;
f. Plt Pejabat Administrator bukan Kepala PD dapat ditunjuk dari Pejabat Administrator lainnya atau Pejabat Pengawas atau pejabat fungsional setingkat di lingkungan pejabat yang berhalangan tetap atau berhalangan sementara atau dari PD lainnya dengan ketentuan memenuhi syarat pada huruf d;
g. Plt Pejabat Pengawas hanya dapat ditunjuk dari Pejabat Pengawas atau pelaksana di lingkungan pejabat yang berhalangan tetap atau berhalangan sementara; dan
h. Plt Kepala Sekolah dapat diperintahkan dari Wakil Kepala Sekolah, Plt Kepala UPT dapat ditunjuk dari Pejabat Pengawas lainnya, atau pelaksana/fungsional di lingkungan Pejabat yang berhalangan tetap atau berhalangan sementara.
Pasal 6 Ketentuan Plh adalah sebagai berikut:
a. Plh Sekretaris Daerah dapat ditunjuk dari Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama lainnya;
b. Plh Staf Ahli dan Asisten Sekretariat Daerah dapat ditunjuk dari Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama lainnya atau Pejabat Administrator atau Pejabat Fungsional Madya di lingkungan pejabat yang berhalangan tetap atau berhalangan sementara;
c. Plh Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Kepala PD dapat ditunjuk dari Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama lainnya atau Pejabat Administrator atau Pejabat Fungsional Madya di lingkungan pejabat yang berhalangan tetap atau berhalangan sementara;
d. Ketentuan pada huruf b dan c juga dapat ditunjuk pejabat administrator dari PD lainnya dengan ketentuan sebagai berikut:
1. kualifikasi pendidikan serumpun dengan jabatan yang akan diduduki;
2. mempunyai pengalaman pada bidang tugas pada jabatan yang akan diduduki;
3. atau memiliki keahlian khusus yang dibuktikan dengan sertifikasi yang berhubungan dengan tugas pokok dan fungsi pada jabatan yang akan di duduki.
e. Plh Pejabat Administrator Kepala PD dapat ditunjuk dari Pejabat Administrator Perangkat Daerah lainnya, pejabat Fungsional Madya atau Pejabat Pengawas di lingkungan Pejabat yang berhalangan tetap atau berhalangan sementara atau dari PD lainnya dengan ketentuan memenuhi syarat pada huruf d;
f. Plh Pejabat Administrator bukan Kepala PD dapat ditunjuk dari Pejabat Administrator lainnya atau Pejabat Pengawas atau pejabat fungsional setingkat di lingkungan pejabat yang berhalangan tetap atau berhalangan sementara atau dari PD lainnya dengan ketentuan memenuhi syarat pada huruf d;
g. Plh Pejabat Pengawas hanya dapat ditunjuk dari Pejabat Pengawas atau pelaksana di lingkungan pejabat yang berhalangan tetap atau berhalangan sementara; dan
h. Plh Kepala Sekolah dapat diperintahkan dari Wakil Kepala Sekolah, Plh Kepala UPT dapat ditunjuk dari Pejabat Pengawas lainnya, atau pelaksana/fungsional di lingkungan Pejabat yang berhalangan tetap atau berhalangan sementara.
Pasal 7
(1) Prosedur pemberian perintah Plt sebagai berikut:
a. Pj Sekretaris Daerah, Tim Penilai Kinerja PNS mengusulkan calon Pj Sekretaris Daerah kepada Bupati untuk mendapatkan persetujuan gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat;
b. Plt Asisten Sekretariat Daerah, Sekretaris Daerah mengusulkan calon Plt Asisten Sekretariat Daerah kepada Bupati;
c. Plt Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Plt Pejabat Administrator Kepala Perangkat Daerah, diusulkan oleh Tim Penilai Kinerja kepada Bupati;
d. Plt pejabat administrator bukan kepala PD dan Plt Pejabat Pengawas, dapat ditunjuk oleh Kepala PD; dan
e. Plt Lurah, Plt Kepala Sekolah, Plt Kepala UPT diusulkan oleh Kepala PD kepada Bupati melalui Perangkat Daerah yang melaksanakan fungsi penunjang Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan.
(2) Prosedur pemberian perintah Plh sebagai berikut:
a. Plh Sekretaris Daerah, Tim Penilai Kinerja PNS mengusulkan calon Plh Sekretaris Daerah kepada Bupati;
b. Plh Asisten Sekretariat Daerah, Sekretaris Daerah mengusulkan calon Plh Asisten Sekretariat Daerah kepada Bupati;
c. Plh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Plh Pejabat Administrator Kepala Perangkat Daerah, diusulkan oleh Tim Penilai Kinerja kepada Bupati;
d. Plh pejabat administrator bukan kepala Perangkat Daerah dan Plh pejabat pengawas, dapat ditunjuk oleh Kepala PD; dan
e. Plh Lurah, Plh Kepala Sekolah, Plh Kepala UPT diusulkan oleh Kepala PD kepada Bupati melalui Perangkat Daerah yang melaksanakan fungsi penunjang Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan.
Bagian Ketiga
Pejabat Yang Berwenang Memerintah Pasal 8
(1) Plt dan/atau Plh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama ditetapkan oleh Bupati.
(2) Plt dan/atau Plh Pejabat Administrator ditetapkan oleh Bupati atau Sekretaris Daerah.
(3) Plt dan/atau Plh Pejabat Administrator Perangkat Daerah dan Plt dan/atau Plh Pejabat Pengawas ditetapkan oleh Kepala Perangkat Daerah dengan menyampaikan tembusan kepada Bupati dan Perangkat Daerah yang melaksanakan fungsi penunjang Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan.
(4) Plt dan/atau Plh Lurah, Plt dan/atau Plh Kepala Sekolah, Plt dan/atau Plh Kepala UPT ditetapkan oleh Kepala Perangkat Daerah yang membidangi dengan menyampaikan tembusan kepada Bupati dan Perangkat Daerah yang melaksanakan fungsi penunjang Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan.
Pasal 9
Kedudukan dan tanggungjawab Plt dan/atau Plh :
a. Pj dan/atau Plh Sekretaris Daerah berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati;
b. Plt dan/atau Plh Asisten Sekretariat Daerah berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Daerah;
c. Plt dan/atau Plh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Pejabat Administrator Kepala PD berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah;
d. Plt dan/atau Plh Pejabat Administrator bukan Kepala PD berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala PD;
e. Plt dan/atau Plh Pejabat Pengawas berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala PD melalui Pejabat Administrator sebagai atasan langsung; dan
f. Plt dan/atau Plh Lurah, Plt dan/atau Plh Kepala Sekolah, Plt dan/atau Plh Kepala UPT berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala PD yang membidangi.
Bagian Keempat
Wewenang dan Tanggung Jawab Pasal 10
(1) Plt dan/atau Plh mempunyai kewenangan yang sama dengan pejabat definitif, kecuali kewenangan dalam pengambilan Keputusan dan/atau Tindakan yang bersifat strategis yang berdampak pada perubahan status hukum pada aspek organisasi, kepegawaian, dan anggaran.
(2) Keputusan dan/atau Tindakan yang bersifat strategis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah Keputusan dan/atau Tindakan yang memiliki dampak besar seperti penetapan perubahan rencana strategis dan rencana kerja pemerintah.
(3) Perubahan status hukum organisasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah menetapkan perubahan struktur organisasi.
(4) Perubahan status hukum kepegawaian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah melakukan pengangkatan, pemindahan, dan pemberhentian pegawai.
(5) Perubahan status hukum alokasi anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah melakukan perubahan anggaran yang sudah ditetapkan alokasinya.
(6) Tugas Plt dan/atau Plh adalah melaksanakan tugas rutin dalam arti melaksanakan tugas jabatan dan tugas sehari-hari dari pejabat yang berhalangan sementara dan/atau berhalangan tetap antara lain:
a. menetapkan Sasaran Kerja Pegawai dan Penilaian Prestasi Kerja;
b. menetapkan kenaikan gaji berkala;
c. menetapkan cuti selain Cuti di Luar Tanggungan Negara (CLTN);
d. menetapkan surat penugasan pegawai;
e. menyampaikan usul mutasi kepegawaian kecuali perpindahan antar instansi;
f. memberikan izin belajar, izin mengikuti seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi/ Administrasi dan Izin tidak masuk kerja;
g. tugas lain yang diperintahkan oleh pemberi kuasa; dan
h. membuat laporan pelaksanaan tugas dan menyampaikan laporan kepada pemberi perintah paling lambat 7 (tujuh) hari sejak berakhirnya pelaksanaan tugas.
Bagian Kelima
Berakhirnya Tugas Plt dan/atau Plh Pasal 11
Tugas Plt dan/atau Plh berakhir apabila:
a. mengundurkan diri;
b. pejabat definitif sudah tidak berhalangan sementara bagi Plh;
c. telah diangkat pejabat definitif bagi Plt;
d. diperintah pejabat Plt dan/atau Plh yang baru;
e. diberhentikan sementara dan/ atau diberhentikan sebagai Pegawai Negeri Sipil;
f. pindah tugas dan tempat kerja;
Bagian Keenam
Perpanjangan Waktu Tugas Plt dan/atau Plh Pasal 12
(1) Penugasan Plh ditetapkan untuk waktu Paling Singkat 3 (tiga) hari dan paling lama 3 (tiga) bulan.
(2) Penugasan Plt ditetapkan untuk waktu paling singkat 1 (satu) bulan dan paling lama 3 (tiga) bulan dan dapat diperpanjang paling lama 3 (tiga) bulan.
Bagian Ketujuh Tambahan Penghasilan
Pasal 13
(1) Pemberian tambahan penghasilan kepada Pegawai yang ditugaskan menjadi Plh atau Plt yang menjabat dalam jangka waktu paling singkat 1 (satu) bulan kalender, diatur dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Selain menerima tambahan penghasilan dari jabatan defenitif yang diembannya, diberikan juga tambahan penghasilan sebesar 20% (dua puluh persen) dari total tambahan penghasilan pada jabatan yang dirangkapnya; atau
b. Menerima tambahan penghasilan penuh di jabatan yang dirangkapnya dan tidak menerima tambahan penghasilan dijabatan defenitifnya.
(2) Pemberian tambahan penghasilan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dinyatakan dengan surat pernyataan bermaterai pada saat penunjukan sebagai Plh atau Plt.
BAB V
KETENTUAN PENUTUP Pasal 14
Peraturan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Bupati ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten Rokan Hulu.
Diundangkan di Pasir Pengaraian Pada tanggal, 24 Januari 2022
BUPATI ROKAN HULU, ttd
S U K I M A N Diundangkan di Pasir Pengaraian
Pada tanggal, 25 Januari 2022
Pj. SEKRETARIS DAERAH Salinan sesuai aslinya, KABUPATEN ROKAN HULU,
ttd
MUHAMMAD ZAKI
BERITA DAERAH KABUPATEN ROKAN HULU TAHUN 2022 NOMOR : 11
LAMPIRAN
PERATURAN BUPATI ROKAN HULU NOMOR 11 TAHUN 2022
TENTANG
PEDOMAN PENGANGKATAN PELAKSANA HARIAN DAN
PELAKSANA TUGAS DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN ROKAN HULU
KOP BUPATI/ PERANGKAT DAERAH
SURAT PERINTAH PELAKSANA HARIAN/PELAKSANA TUGAS***) NOMOR : ……….*)
BUPATI ROKAN HULU/SEKRETARIS DAERAH/KEPALA PD, *)
Dasar : 1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara;
2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;
3. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah;
4. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil;
5. Peraturan Daerah Kabupaten Rokan Hulu Nomor : 5 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Rokan Hulu Nomor 2 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Rokan Hulu Nomor : 5 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah;
6. Surat Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor :1/SE/I/2021 Tanggal 14 Januari 2021 Tentang Kewenangan Pelaksana Harian dan Pelaksana Tugas Dalam aspek Kepegawaian;
7.………
…*);
MENUNJUK:
Kepada : Nama :
NIP :
Pangkat/Golongan Ruang :
Jabatan :
Untuk : 1. Terhitung mulai Tanggal ………... sampai dengan
………… disamping jabatannya ……… ****) juga melaksanakan tugas sebagai Pelaksana Harian (Plh)/
Pelaksanan Tugas(Plt) ***)………. ****) 2. Melaksanakan perintah ini dengan seksama dan penuh
tanggung jawab.
Ditetapkan di Pasir Pengaraian Pada tanggal, ……… *)
………..……….., *)
………..……… *) NIP……….………*) Tembusan Yth :
1. ...;*) 2. ...*) Keterangan:
*) : isi sesuai dengan kebutuhan.
**) : isi sesuai dengan jabatan definitif yang diduduki saat ini.
***) : pilih salah satu.
****) : isi jabatan yang akan diduduki.
BUPATI ROKAN HULU, ttd
Salinan sesuai aslinya
S U K I M A N