• Tidak ada hasil yang ditemukan

Shahibul Muttaqien Al-Manduriy 1, Fitriyah Ika Astutik 2 A. PENDAHULUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Shahibul Muttaqien Al-Manduriy 1, Fitriyah Ika Astutik 2 A. PENDAHULUAN"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

9

AKSELERASI MEMBACA AL-QUR’AN DENGAN METODE PEMBELAJARAN TAJWID PRAKTIS AT-TANZIL DI LPI

KHOIRUL FATIH DI DESA KLAMPAR, KECAMATAN PROPPO, KABUPATEN PAMEKASAN

Shahibul Muttaqien Al-Manduriy1, Fitriyah Ika Astutik2

1,2IAI Al Khairat Pamekasan e-mail: [email protected]

Abstrak: Perkembangan teknologi membuat kehidupan perkotaan dan pedesaan menjadi semakin terpaut jauh. Pendidikan Agama menjadi hal yang perlu diperhatikan, membaca Al- Qur’an menjadi salah satu yang perlu diperhatikan, tidak hanya sekedar membaca al-Quran melainkan seorang pendidik diharuskan memberikan metode praktis dengan pencapain peserta didik yang memang betul memahami ilmu tajwid atau hukum bacaan al-quran yang baik. LPI Khoirul Fatih adalah salah satu tempat pelaksanaan pendidikan agama islam yang mengajarkan kepada penduduk tentang baca tulis Al-Qur’an yang menjadi target pelatihan metode pembelajaran tajwid praktis At-tanzil. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan terjadinya peningkatan akselerasi membaca Al-Qur’an yang terjadi kepada peserta didik di LPI Khoirul Fatih peserta dapat memahami ilmu tajwid atau hukum bacaan al-quran yang baik.

Kata kunci: Akselesasi, membaca al-Qur’an, tajwid praktis at-tanzil

A. PENDAHULUAN

Pendidikan pada jaman era globalisasi saat ini merupakan salah satu sarana yang vital untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, dengan meningkatnya tingkat kecerdasan bangsa menjadi salah satu tujuan pembangunan nasional dalam bidang Pendidikan. Intsitusi-institusi di seluruh bangsa berlomba- lomba untuk meningkatkan kualitas pemebelajaran ditempat mereka untuk mencetak calon-calon penerus bangsa. Teknologi dan peradaban menjadi faktor pendukung Pendidikan saat ini, dikarenakan informasi yang dapat sangat cepat berpindah berkat adanya teknologi dan peradaban yang maju.

Pendidikan spiritual menjadi salah satu Pendidikan yang sangat penting diterapkan dikarenakan pengetahuan ini ialah kecerdasan tertinggi yang dapat membimbing seseorang dalam kehidupannya dan mengantarkan kepada sang kholik1. Setiap institusi Pendidikan di Indonesia diwajibkan untuk mengajarkan Pendidikan tersebut di system pembelajaran mereka.

Usia dini adalah masa yang paling menentukan dalam pembelajaran seseorang, Pendidikan menjadi hal yang sangat penting diperhatikan pada masa ini. Periode ini juga disebut sebagai periode emas dikarenakan pikiran seseorang yang masih baik dalam menerima pembelajaran apapun. Pada masa ini ditandai oleh berbagai periode penting yang fundamen dalam kehidupan anak selanjutnya sampai

1 Ulfah Rahmawati, “Pengembangan Kecerdasan Spiritual Santri: Studi Terhadap Kegiatan Keagamaan Di Rumah TahfizQu Deresan Putri Yogyakarta,” JURNAL PENELITIAN, 2016, https://doi.org/10.21043/jupe.v10i1.1332.

(2)

10

periode akhir perkembangannya. Pembelajaran membaca Al-Quran adalah hal yang sangat penting dilakukan pada masa ini, Ada berbagai macam keutamaan membaca Al-Quran. Bagi umat Islam, membaca Al-Quran bukan lagi menjadi suatu kegiatan yang asing. Al-Quran merupakan pedoman bagi orang muslim dan muslimah di seluruh dunia.Membaca Al-Quran juga termasuk ke dalam ibadah paling utama di antara ibadah-ibadah lainnya. Tak heran, keutamaan membaca Al-Quran bisa dikategorikan secara umum maupun khusus.

Pentingnya Al-Qur’an bagi umat islam terlebih lagi bagi mereka yang masih diusia sekolah dan keengganan para peserta didik untuk membaca membuat tidak sedikit dari mereka yang belum memiliki kemampuan bacaan yang baik. Karena membaca ini adalah sebuah kegiatan yang dilakukan dengan tindakan yang jelas maka seorang guru menjadi wajib untuk memberikan teladan yang baik dalam melakukan hal ini. Pendidikan tahfidz Al-Qur’an menjadi pilihan bagi para orang tua agar anaknya dapat mewarisi kitab suci peninggalan nabi besar kita Muhammad SAW2. Al-Qur’an menjadi kebutuhan bagi setiap masyarakat beragama Islam.

Kehidupan era sekarang di masyarakat menunjukkan bahwa menguasai membaca Al-Qur’an membutuhkan proses dan waktu yang tidak singkat. Dibutuhkan waktu lama, bahkan bertahun-tahun untuk agar seseorang bisa membaca Al-Qur’an agar bisa benar-benar lancar dan fasih dalam membaca Al-Qur’an. Kondisi semacam ini telah menumbuhkan inisiatif dan pemikiran dari para ulama dan pendidik untuk menciptakan suatu metode yang dapat membantu seseorang untuk dapat menguasainya dengan waktu yang lebih sedikit serta mempercepat proses membaca Al-Qur’an. Al-Qur’an telah menjadi saksi bagi nilai utama dari ilmu pengetahuan. Allah mengajarkan kepada manusia tentunya suatu yang belum mereka ketahui, mengeluarkannya dari kegelapan dan kebodohan (Jahiliyah dan mengarahkan kepada cahaya ilmu pengetahuan teknologi (IPTEK) dan membuat umat manusia sadar akan rahmat yang tak ternilai harganya, yaitu pengetahuan menulis dan membaca yang dari keduanya dinamika ilmu berjalan kontinu dan menyentuh segala sisi kehidupan manusia.

Pendidikan Agama sangat Penting untuk memajukan serta mengembangkan sebuah negara3. Tujuan pendidikan agama di sekolah-sekolah pada umumnya adalah untuk mendidik anak-anak agar menjadi anak-anak yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang berarti taat dan patuh menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya seperti yang diajarkan dalam kitab suci yang dianut oleh agama masing-masing.. Begitu juga dengan tujuan Pendidikan Agama Islam di sekolah/madrasah yaitu untuk menumbuhkan dan meningkatkan keimanan melalui pemberian dan pemupukan pengetahuan, penghayatan, pengamalan peserta didik tentang Agama Islam sehingga menjadi manusia

2 Sumarsih Anwar, “Penyelenggaraan Pendidikan Takhfidzul Qur’an Pada Anak Usia Sekolah Dasar Di Pondok Pesantren Nurul Iman Kota Tasikmalaya,” EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Dan Keagamaan 15, no. 2 (2017): 263–82, https://doi.org/10.32729/edukasi.v15i2.171.

3 Saiful Akhyar Lubis, “ISLAMIC EDUCATION IN INDONESIA AND MALAYSIA: THE EXISTENCE AND IMPLEMENTATION UNTIL 20th CENTURY,” EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Dan Keagamaan 1, no. 1 (2017): 1–12, https://doi.org/10.32729/edukasi.v1i1.448.

(3)

11

muslim yang terus berkembang dalam hal keimanan, ketakwaannya, berbangsa dan bernegara, serta untuk dapat melanjutkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Pembelajaran Al-Quran sangat erat hubungannya dengan pembelajaran tajwid demi kelancaran dan ketepatan membaca Al-Quran. Makhorijul huruf menjadi persyaratan utama dalam membaca Al- Qurnan. Pembelajaran baca tulis al-Qur’an dengan metode Iqra cocok untuk anak usia dini4. Dengan mengajarakan baca tulis Al-Qur’an dengan mengenalkan berbagai huruf hijaiyah kepada seorang anak secara bertahap secara sederhana dan megajarkan bunyi yang benar dalam setiap huruf kepada anak dengan mudah dan sederhana sampai yang sistematik ataupun sempurna, anak akan lebih aktif dan komunikatif serta lebih mudah memahami dan menyenangkan.

Metode pembelajaran tajwid praktis adalah sebuah metode yang mengajarkan Al-Qur’an dengan menekankan pada ketepatan dan kefasihan dalam membaca Al-Qur’an. Dengan menggunakan metode ini diharapkan peserta didik dapat dengan mudah memahami dan meningkatkan kefasihan dalam membaca Al-Qur’an. Pada artikel pengabdian ini metode tajwid praktis digunakan di LPI Khoirul Fatih sebagai tempat pelatihan dan pengabdian ini.

B. METODE

Penelitian ini merupakan penelitian pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa IAI Al-Khairat Pamekasan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan fenomena yang terjadi sebelum dan setelah pelatihan yang diberikan kepada peserta didik.

Tujuan Penelitian ini ialah mengetahui peningkatan yang diperolah oleh anak-anak peserta pengajian Al-Qur’an setelah menerima pembelajaran Tajwid Praktis serta sosialisasi metode tersebut kepada pengajar tetapnya. Pelatihan menggunakan metode pembelajaran Tajwid Praktis At-tanzil. Pelaksanaan Pengabdian dilaksanakan selama 1 bulan. Subjek dan tempat penelitian ini ialah anak-anak yang mengaji di musholah yang dilakukan setiap malam selesai berjamaah maghrib di LPI Al-Fatih di desa Klampar Kecamatan Proppp Kabupaten Pamekasan. Evaluasi dilakukan sejak saat dan setelah pelatihan berlangsung

C. HASIL DAN PEMBAHASAN

Pengajaran dan pembelajaran dalam suatu tempat pendidikan menjadi tolak ukur kemajuan suatu wilayah artinya pendidikan sekolah merupakan tumpuan utama bagi masyarakat, sehingga perlu penanganan yang serius dan profesional terutama dari para guru peserta didik, karena pelaku utama pendidikan adalah guru yang mengajar, mendidik dan peserta didik yang belajar . Dalam hal ini, diperlukannya metode dan tekhnik mengajar yang baik sangatlah penting dalam suatu tempat

4 Srijatun Srijatun, “Implementasi Pembelajaran Baca Tulis Al Qur’an Dengan Metode Iqra Pada Anak Usia Dini Di Ra Perwanida Slawi Kabupaten Tegal,” Nadwa 11, no. 1 (2017): 25,

https://doi.org/10.21580/nw.2017.11.1.1321.

(4)

12

Pendidikan di suatu wilayah tersebut. Guru dan siswa juga harus mencapai suatu pemahaman yang selaras sehingga menghasilkan output atau hasil pembelajaran yang baik, dengan begitu pengajaran atau pembelajaran dapat bermanfaat dan berguna bagi masyarakat sekitarnya.

Pada penelitian ini Desa Klampar menjadi subjek penelitian Pendidikan. Keseluruhan dari penduduk Desa klampar mayoritas beragama islam dan kegiatan keagamaan secara rutin diadakan diberbagai masjid dan mushalla-mushalla yang ada di Desa klampar ini. Selain itu pelaksanaan belajar mengaji di berbagai mushalla oleh guru ngajinya yang diadakan setiap malam. Adapun kegiatan lainnya berupa kajian setiap minggu yang ada di berbagai masjid, perkumpulan bagi kaum wanita yang berupa (muslimatan) dan peringatan hari-hari besar islam yang dikemas dengan pengajian-pengajian umum.

Kegiatan keagamaan yang diadakan di salah satu masjid yakni berupa kajian fadhailu al-amal setiap malam dan siang (ba’da maghrib dan dhuhur). Sedangkan kegiatan yang diadakan di berbagai mushalla yakni dengan mengaji al-quran kepada guru ngajinya “sorogan”;red (madura).

Penelitian ini dilakukan dengan melakukan observasi secara langsung di lapangan. Observasi ini bertujuan untuk mengetahui pola kehidupan masyarakat baik secara ekonomi, hubungan sosial kemasyarakatan, agama, pendidikan, dan kegiatan-kegiatan masyarakat dalam kesehariannya. Dari hasil observasi inilah mahasiswa mendapatkan beberapa data tentang kondisi dan problematika masyarakat yang sering di hadapi, serta bagaimana pola kehidupan mereka dalam sehari-harinya. Hasil observasi tersebut digunakan sebagai dasar pengembangan program-program yang berpotensi dapat dikembangkan.

Desa Klampar merupakan salah satu desa yang bisa dikategorikan desa yang mulai memegang teguh prinsip dan komitmen terhadap nilai-nilai serta norma-norma kependidikan. Akan tetapi, masih ada saja kekurangan dalam menyiapkan sarana dan prasarana pendidikan yang disediakan oleh yayasan dan lembaga. Diantaranya:

Kurangnya kedisiplinan siswa serta kurangnya antusiasme dalam mengikuti mata pelajaran, baik dari siswa itu sendiri ataupun dari pihak pengajar (guru).

Kurangnya keaktifan tenaga pengajar di madrasah-madrasah diniyah.

dalam pengabdian ini mahasiswa berusaha untuk meningkatkan kesadaran tersebut serta membantu masyarakat dalam meningkatkan nilai-nilai dan norma-norma tersebut. Pendidikan Islam sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional memiliki tujuan yang hendak dicapai. Dalam prosesnya, pendidikan Islam tidak terlepas dari problem yang dihadapi. Di era postmodern sekarang ini, pendidikan Islam hendaknya dijadikan sebagai wadah persemaian benih-benih toleransi untuk menjaga kerukunan dan perdamaian . Pendidikan Islam di wilayah pedesaan di daerah Klampar ini sangatlah berpotensi jika dikembangkan dikarenakan masyarakatnya yang sangat erat akan kegiatan keagamaannya dan banyaknya para Kyai-Kyai dan pondok-pondok di daerah ini.

(5)

13

Desa Klampar memiliki integritas yang baik dan patuh terhadap tokoh masyarakat (orang yang dituakan). Hal ini dapat dilihat karena antara dusun yang satu dengan dusun yang lain masih ada komunikasi dan tidak saling bertolak belakang. Observasi dan wawancara kepada tokoh agama mengenai keagamaan dan pendidikan, baik yang sedang di kelola ataupun pendidikan warga secara umum dalam kehidupan masyarakat didapat bahwa masih banyaknya Pendidikan agama yang kurang efektif dan perlu untuk diperhatikan dan diadakan peningkatan. Dengan mengadakan pelatihan metode tajwid ini diharapkan dapat sedikit membantu pelaksanaan salah-satu pembelajaran yang ada di desa ini. Salah satu kegiatan tersebut ialah pembelajaran Al-Qur’an yang ditemukan bahwa banyaknya peserta didik yang asal baca al quran tanpa mengetahui hukum tajwidnya karena tidak adanya materi khusus untuk tajwid di berbagai musholla yang ada santri ngajinya.

Pelaksanaan kegiatan metode akselerasi tajwid ini peserta didik terlebih dahulu diberikan pemahaman tentang makhorijul huruf (tempat keluarnya huruf), proses mengaji dengan cara “sorogan”(istilah madura) yang berarti menyodorkan. Dengan metode ini, berarti siswa dapat menyodorkan materi yang ingin dipelajarinya sehingga mendapatkan bimbingan secara individual atau secara khusus. setelah mengaji barulah masuk pada pemberian penjelasan dan pemahaman metode ilmu tajwid. Pembelajaran Tajwid adalah membaca Alquran dengan tartil dan terang, teratur dan tidak terburu-buru serta mengetahui tempat-tempat waqaf sesuai aturan-aturan tajwid . Tajwid diperlukan agar seseorang membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar dan menghindari kesalahan membaca, dikarenakan dalam Bahasa Arab kesalahan membaca sebuah kata dapat menimbulkan berbeda arti dan makna. Program kegiatan ini dilaksanakan di LPI Khoirul fatih

Pembelajaran Tajwid ini juga membutuhkan pembelajaran membaca dan menulis tulisan arab (Hijaiyah), oleh karena ini pemberian metode praktis dalam pembelajaran menulis arab di kelas i’dad A dan B. Hal ini dilakukan karena melihat potensi menulis yang relatif minin dikarenakan kurang perhatian pada kurikulum pembelajaran menulis. Ismail dalam penelitiannya juga menemukan bahwa salah satu faktor penyebab di balik kurang efektifnya pemebelajaran Al-Qur’an adalah pendidik cenderung hanya berfokus pada metode pembelajaran konvensioanal , Hal ini berakibat pada sulitnya membaca al-Quran karena tidak mengetahui huruf-huruf Hijaiyah. Membaca Al-Qur’an adalah Pra- syarat utama yang diperlukan untuk mengetahui ajaran Islam . Seseorang diharuskan untuk bisa membaca Al-Qur’an sejak dini. Oleh karena itu pelatihan membaca dan manulis arab ini sangat penting dikarenakan bahasa yang dipakai dalam kitab suci Al-Qur’an ini adalah bahasa Arab. Pendidikan Al- Qur’an sebagai pedoman hidup seseorang anak . Pendidikan ini diperlukan agar seorang anak dapat lebih dekat dan lebih mengenal tuhannya, jika seorang anak telah digembleng sejak dini dengan Pendidikan agama sikap dan tingkah mereka serta akhlah yang senantiasa dapat berkembang baik.

SIMPULAN

(6)

14

Korelasi antara strategi pengabdian dengan keterampilan membaca al-Qur’an. Al-Qur’an adalah sumber utama yang dijadikan pedoman dalam mengambil keputusan hukum oleh umat Islam. Untuk lebih bisa memahami dan mempelajari isi Al-Qur’an, maka seseorang muslim harus memilki kemampuan dalam membaca Al-Qur’an. Untuk dapat membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, maka ditempuh dengan proses pendidikan. Karena pendidikan merupakan salah satu aspek kehidupan manusia yang peranannya sangat penting . Melalui proses pendidikan, seorang diarahkan dan dibimbing untuk dapat menghadapi kehidupan ini sebaik-baiknya.

Dalam rangka mengetahui keterampilan bacaan Al-Qur’an siswa, sudah seharusnya guru memilih suatu metode yang dapat mengaktifkan siswa, dimana dalam penerapannya siswa bisa terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Adapun salah satu strategi yang dapat meciptakan suasana pembelajaran aktif dalam rangka meningkatkan keterampilan siswa dalam membaca Al-Qur’an adalah metode tahsin at tanzil. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penerapan metode tahsin at tanzil dalam rangka meningkatkan keterampilan bacaan Al-Qur’an siswa yaitu:

a. Menciptakan lingkungan yang kondusif

b. Mengembangkan dan melengkapi fasilitas dan sumber belajar

c. Mendisiplinkan peserta didik dengan menetapkan peraturan yang ketat Metode Kegiatan

Pengenalan dan pengetahuan para guru ngaji di desa Bulangan Haji Pegantenan Pamekasan tentang metode tahsin masih terbatas pada metode tahsin at tanzil

a. Pengantar pentingnya metode tahsin b. teori tahsin metode at tanzil

c. Pelatihan metode tasin at tanzil d. Latihan tahsin at tanzil

Evaluasi

Evaluasi dilaksanakan setelah pelatiahan (pengenalan) dan pendampingan. Yaitu dengan cara peserta mencoba praktek mengajar tahsin al-Qur`an dengan metode at tanzil satu persatu. Adapun tujuan dari evaluasi ini adalah agar peserta pelatihan yaitu para guru ngaji di desa Bulangan Haji Pegantenan Pamekasan dapat meningkatkan kemapun tahsin dengan menggunkan metode at tanzil. Adapun hasil dari evaluasi tersebut, 90% dari guru-guru ngaji di desa Bulangan Haji Pegantenan Pamekasan mampu menguasai metode at tanzil dan cara penerapannya.

DAFTARRUJUKAN

Ainiyah, Nur. “Pembentukan Karakter Melalui Pendidikan Agama Islam.” Jurnal Al-Ulum 13, no. 1 (2013): 25–38.

(7)

15

Anwar, Sumarsih. “Penyelenggaraan Pendidikan Takhfidzul Qur’an Pada Anak Usia Sekolah Dasar Di Pondok Pesantren Nurul Iman Kota Tasikmalaya.” EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Dan Keagamaan 15, no. 2 (2017): 263–82. https://doi.org/10.32729/edukasi.v15i2.171.

Ismail, Shalahudin. “Peningkatan Kemampuan Baca Tulis Al-Qur’an Melalui Metode Scaffolding Pada Siswa Kelas V Mi Terpadu Ad-Dimyati Bandung.” Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal 3, no. 2 (2019): 148–56. https://doi.org/10.15575/ath.v3i2.4210.

Jariyah, Ainun, and Dan Maya Reski Tasman. “Peningkatan Kemampuan Membaca Alquran Melalui Metode Tajwid Card Pada Santri Tk/Tpa Nurul Iman Jalan Rappokalling Kelurahan Tammua Kec.

Tallo.” Pena 2, no. 2 (2015): 329–38.

Lubis, Saiful Akhyar. “ISLAMIC EDUCATION IN INDONESIA AND MALAYSIA: THE EXISTENCE AND IMPLEMENTATION UNTIL 20th CENTURY.” EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Dan Keagamaan 1, no. 1 (2017): 1–12. https://doi.org/10.32729/edukasi.v1i1.448.

Mustaidah, Mustaidah. “Upaya Meningkatkan Kemampuan Baca Tulis Al-Qur’an (BTA) Dengan Menggunakan Metode Yanbu’a.” Attarbiyah: Journal of Islamic Culture and Education 1, no. 1 (2016):

1–28. https://doi.org/10.18326/attarbiyah.v1i1.1-28.

Rahmawati, Ulfah. “Pengembangan Kecerdasan Spiritual Santri: Studi Terhadap Kegiatan Keagamaan Di Rumah TahfizQu Deresan Putri Yogyakarta.” JURNAL PENELITIAN, 2016.

https://doi.org/10.21043/jupe.v10i1.1332.

Rohman, Miftahur. “Konsep Tujuan Pendidikan Islam Perspektif Nilai-Nilai Sosial Kultural.” Al- Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam 9, no. I (2018): 21–35.

Srijatun, Srijatun. “Implementasi Pembelajaran Baca Tulis Al Qur’an Dengan Metode Iqra Pada Anak Usia Dini Di Ra Perwanida Slawi Kabupaten Tegal.” Nadwa 11, no. 1 (2017): 25.

https://doi.org/10.21580/nw.2017.11.1.1321.

Su’dadah, Su’dadah. “Kedudukan Dan Tujuan Pendidikan Agama Islam Di Sekolah.” Jurnal Kependidikan 2, no. 2 (2014): 143–62. https://doi.org/10.24090/jk.v2i2.557.

Referensi

Dokumen terkait

menyediakan Hp dan internet untuk anaknya agar lebih mudah dalam mengerjakan atau mencari tugas yang diberikan oleh guru. Ibu HR juga menyediakan kendaraan

Pada suatu hari Toba pergi memancing, setelah lama menunggu Toba merasakan pancingannya ada yang menarik, dengan sekuat tenaga dia menariknya, ternyata ada seekor ikan besar

Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Lama Kerja Sebagai.. Variabel Moderating (Studi pada

Setelah mengembalikan ikan ke dalam air, petani itu bertambah terkejut, karena tiba-tiba ikan tersebut berubah menjadi seorang wanita yang sangat cantik?. “Jangan takut Pak, aku

(4) Selain tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal ini, yang menyebabkan perusakan dan pencemaran lingkungan serta kerugian pihak lain, dikenakan

Disarankan kepada perusahaan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi keselamatan kerja dan membuat variasi yang baru dalam mengkomunikasikan keselamatan kerja,

Penggunaan nilai wajar dalam menilai aset perusahaan dapat menimbulkan keuntungan atau kerugian yang tidak direalisasi keuntugan atau kerugian yang tidak

[r]