KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7/SJ TAHUN 2022
TENTANG
PETUNJUK TEKNIS PENYALURAN BANTUAN PENANAMAN MANGROVE DI WILAYAH PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL
TAHUN 2022
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 15 ayat (1) Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2021 tentang Penyaluran Bantuan Pemerintah di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan, perlu menetapkan Petunjuk Teknis Penyaluran Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Tahun 2022;
Mengingat : 1. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 48/PERMEN-KP/2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 1114);
2. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2021 tentang Penyaluran Bantuan Pemerintah di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 20);
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENYALURAN BANTUAN PENANAMAN MANGROVE DI WILAYAH PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL TAHUN 2022.
KESATU : Menetapkan Petunjuk Teknis Penyaluran Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Tahun 2022 sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Menteri ini.
KEDUA : Petunjuk Teknis sebagaimana dimaksud dalam diktum KESATU sebagai pedoman dalam penyelenggaraan bantuan penanaman mangrove di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil tahun 2022.
KETIGA : Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 25 Januari 2022
a.n. MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA
SEKRETARIS JENDERAL,
ttd.
ANTAM NOVAMBAR
KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR 7/SJ TAHUN 2022
TENTANG
PETUNJUK TEKNIS PENYALURAN BANTUAN PENANAMAN MANGROVE DI WILAYAH PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL TAHUN 2022
PETUNJUK TEKNIS PENYALURAN BANTUAN PENANAMAN MANGROVE DI WILAYAH PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL TAHUN 2022
NO NAMA BAB PENJELASAN
BAB I PENDAHULUAN
1. Dasar hukum Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2021 tentang Penyaluran Bantuan Pemerintah di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan.
2. Latar Belakang Sebagian besar wilayah pesisir dan lautan berada dalam kondisi terdegradasi, karena pemanfaatan yang tidak ramah lingkungan serta konversi lahan menjadi peruntukan yang baru. Berbagai kegiatan di wilayah darat maupun kegiatan di laut juga menyebabkan menurunnya kondisi ekosistem mangrove. Salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi permasalahan tersebut adalah melakukan rehabilitasi dengan cara melakukan penanaman mangrove di wilayah pesisir dan pulau- pulau kecil yang terdegradasi.
Selain itu, rehabilitasi di wilayah pesisir dan pulau- pulau kecil dapat dilakukan dengan kegiatan penyadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga dan melindungi kawasan pesisir, serta penguatan kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia.
NO NAMA BAB PENJELASAN
Bantuan penanaman mangrove di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil merupakan salah satu upaya pemerintah dalam rangka meningkatkan pemahaman dan keterlibatan masyarakat dalam rehabilitasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.
3. Tujuan a. Tujuan
menyediakan dan menyalurkan bantuan penanaman mangrove di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil sebagai upaya mempertahankan keberadaan dan meningkatkan fungsi ekosistem pesisir.
b. Sasaran
kelompok masyarakat.
c. Indikator keberhasilan 1) output
tersalurkannya bantuan penanaman mangrove di wilayah pesisir dan pulau- pulau kecil seluas 200 (dua ratus) hektar.
2) outcome
a) terjaganya kawasan mangrove;
b) pulihnya kawasan mangrove yang rusak; dan
c) meningkatnya pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap fungsi dan pentingnya kawasan mangrove.
4. Pengertian a. Bantuan Pemerintah adalah bantuan yang tidak memenuhi kriteria bantuan sosial yang diberikan oleh pemerintah kepada perseorangan, kelompok masyarakat, atau lembaga pemerintah/nonpemerintah.
b. Penanaman Mangrove adalah upaya mempertahankan keberadaan ekosistem mangrove dari kerusakan dan memulihkan kembali kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil
yang rusak melalui penanaman bibit dan/atau benih mangrove di kawasan yang akan direhabilitasi.
c. Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil adalah Bantuan Pemerintah yang diberikan kepada kelompok masyarakat berupa Penanaman Mangrove di kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil.
d. Kelompok Masyarakat adalah kumpulan orang yang terorganisasi yang mempunyai pengurus dan aturan-aturan dalam organisasi kelompok yang secara langsung melakukan kegiatan dalam suatu usaha bersama di bidang kelautan dan perikanan.
e. Direktur Jenderal adalah direktur jenderal yang menyelenggarakan tugas teknis di bidang pengelolaan ruang laut.
f. Direktur adalah direktur yang menyelenggarakan tugas teknis di bidang pendayagunaan pesisir dan pulau-pulau kecil.
g. Unit Pelaksana Teknis yang selanjutnya disingkat UPT adalah unit kerja pelaksana teknis Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut.
h. Dinas adalah dinas provinsi atau kabupaten/kota yang membidangi urusan kelautan dan perikanan.
i. Penyuluh Perikanan adalah perorangan warga negara Indonesia yang melakukan kegiatan penyuluhan.
BAB II. PEMBERI, BENTUK, RINCIAN JUMLAH, PERSYARATAN PENERIMA, TATA KELOLA PENCAIRAN DANA, DAN PENYALURAN DANA BANTUAN PEMERINTAH
5. Pemberi Bantuan Satuan Kerja Sekretariat Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut.
NO NAMA BAB PENJELASAN 6. Bentuk Bantuan
Pemerintah
a. Jenis Bantuan Pemerintah berupa Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.
b. Bentuk Bantuan Penanaman Mangrove berupa barang.
c. Spesifikasi Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil meliputi penyediaan:
1) bibit dan/atau benih mangrove;
2) pagar pelindung dari ombak dan/atau sampah;
3) ajir; dan/atau
4) papan informasi paling sedikit memuat keterangan
a) jenis Bantuan Pemerintah; dan
b) keterangan tulisan “Bantuan Pemerintah ini telah diserahterimakan dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Tahun Anggaran 2022 kepada (penerima bantuan)”.
d. Foto/gambar teknis (ilustrasi)
1) bibit dan/atau benih mangrove
2) pagar pelindung dari ombak dan/atau sampah
3) ajir
4) papan informasi
7. Rincian Jumlah Bantuan Pemerintah
Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil dengan target seluas 200 (dua ratus) hektar.
8. Persyaratan
Penerima Bantuan Pemerintah
a. Kriteria penerima Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil adalah Kelompok Masyarakat dengan persyaratan:
1) terdaftar di laman satu data; dan
2) berbadan hukum atau terdaftar di Dinas.
b. Persyaratan administrasi:
1) proposal (Form 1);
NO NAMA BAB PENJELASAN
2) surat pernyataan dukungan pemerintah daerah (Form 2);
3) dokumen legalitas calon penerima Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil berupa salinan surat keputusan penetapan kelompok dari Dinas bagi kelompok masyarakat.
4) surat keterangan status lahan dari kepala desa atau sebutan lainnya (Form 3);
5) surat pernyataan kesanggupan menerima, memanfaatkan, memelihara, dan mengelola Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (Form 4);
6) surat pernyataan bersedia memberikan keterangan yang benar terhadap aparat pengawas intern dan ekster pemerintah (Form 5).
c. Persyaratan teknis
1) lokasi kegiatan sesuai dengan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP-3-K) yang akan diintegrasikan ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi, Rencana Tata Ruang (RTR), dan/atau lokasi mangrove pada peta mangrove nasional tahun 2021;
2) tidak berada dalam kawasan hutan;
3) tidak berada pada kawasan pengembangan pembangunan (kawasan pemukiman, kawasan industri, dan sebagainya);
4) diutamakan pada kawasan konservasi;
dan
5) lokasi memiliki karakteristik lingkungan yang sesuai sebagai syarat tumbuhnya mangrove.
9. Tata Kelola Bantuan Pemerintah
a. Direktur mempunyai tugas
1) menyusun petunjuk teknis penyaluran Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil;
2) mengidentifikasi lokasi atau kawasan mangrove yang akan direhabilitasi;
3) menerima usulan/proposal;
4) memverifikasi usulan/proposal (Form 6);
5) melaksanakan koordinasi;
6) mengajukan permohonan konfirmasi kesesuaian pemanfaatan ruang laut untuk Penanaman Mangrove yang memanfaatkan ruang laut secara menetap;
7) melaksanakan pengadaan barang /jasa;
8) mereviu hasil kerja tim persiapan, pelaksanaan, dan pengawasan;
9) menetapkan calon penerima bantuan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan disahkan oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA);
10) melakukan serah terima Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (Form 7);
11) melakukan monitoring dan evaluasi;
12) melakukan pelaporan perkembangan dan pemanfaatan Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau- Pulau Kecil;
13) menginput pelaporan perkembangan dan pemanfaatan Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-
NO NAMA BAB PENJELASAN
Pulau Kecil ke laman
https://satudata.kkp.go.id;
14) memberikan peringatan dan/atau sanksi dalam hal penerima bantuan melanggar kewajiban, larangan, dan/atau memberikan informasi tidak benar;
15) melakukan pendampingan pemanfaatan Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil; dan
16) mengompilasi dan mendokumentasikan seluruh Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil yang dilaksanakan.
b. Kuasa Pengguna Anggaran mempunyai tugas mengesahkan penetapan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) terkait dengan penerima Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.
c. Kuasa Pengguna Barang mempunyai tugas 1) menandatangani Berita Acara Serah
Terima (BAST) dan naskah dinas lainnya atas barang persediaan yang dihibahkan kepada Kelompok Masyarakat penerima Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil; dan
2) menandatangani surat pernyataan, surat keterangan, berita acara, naskah perjanjian, dan naskah dinas lainnya terkait pelaksanaan pemindahtanganan barang milik negara.
d. UPT mempunyai tugas membantu koordinasi/
pendampingan dalam perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi penyaluran Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.
e. Dinas mempunyai tugas
1) menetapkan surat keputusan atau surat keterangan pembentukan Kelompok Masyarakat yang tidak berbadan hukum;
2) membantu koordinasi/pendampingan perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi penyaluran Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.
f. Penyuluh Perikanan mempunyai tugas
1) dapat membantu memberikan pendampingan dalam penyusunan proposal; dan
2) dapat membantu melakukan monitoring dan evaluasi.
g. Penerima Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil mempunyai kewajiban dan larangan sebagai berikut:
1) kewajiban
a) mengajukan permohonan dan membuat proposal usulan bantuan melalui daring ke laman https://satudata.kkp.go.id (Form 1);
b) dalam hal calon penerima bantuan tidak dapat mengakses laman satu data, permohonan dan proposal disampaikan melalui Direktur untuk dilakukan input data ke dalam laman https://satudata.kkp.go.id;
c) menerima Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil yang dituangkan dalam Berita Acara Serah Terima (BAST);
NO NAMA BAB PENJELASAN
d) membuat surat pernyataan kesanggupan untuk memanfaatkan, tidak menyalahgunakan, dan tidak menjual Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil dan kegiatan- kegiatan yang bertentangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan (Form 4);
e) menjaga, mengelola, dan memelihara Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil;
f) membuat berita acara atau surat keterangan apabila Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil yang diberikan rusak atau hilang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan
g) menyampaikan laporan pemanfaatan Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil kepada pemberi bantuan.
2) larangan
a) memanfaatkan Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil dengan melakukan kegiatan yang bertentangan dengan hukum dan ketentuan peraturan perundang-undangan;
b) merusak Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil yang telah diterima; dan/atau
c) memindahtangankan Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil tanpa persetujuan pemberi Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.
10. Penyaluran Bantuan Pemerintah
Penyaluran Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil dilakukan dan dicatat pada laman https://satudata.kkp.go.id melalui tahapan:
a. Usulan calon penerima bantuan
1) Calon penerima Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau- Pulau Kecil menyusun usulan/proposal bantuan dengan pendampingan dan fasilitasi dari UPT dan/atau Penyuluh Perikanan;
2) Usulan/Proposal ditujukan kepada Direktur Jenderal c.q. Direktur.
b. Verifikasi usulan
1) Direktur melakukan verifikasi terhadap usulan/proposal calon penerima bantuan;
2) Hasil verifikasi usulan/proposal calon penerima bantuan dituangkan ke dalam Berita Acara Verifikasi (Form 6);
3) Dalam hal hasil verifikasi usulan/proposal calon penerima bantuan tidak sesuai dengan persyaratan, usulan/proposal tersebut ditolak oleh Direktur.
c. Penetapan penerima bantuan
Penetapan penerima Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil ditetapkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan disahkan oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) berdasarkan hasil
verifikasi dan disosialisasikan, yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada semua pihak yang terkait rencana dan maksud penyediaan Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, serta guna mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah selama proses dan pasca penyaluran bantuan.
d. Pengadaan barang/jasa
Pengadaan Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil melalui mekanisme pengadaan barang/jasa dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
e. Distribusi bantuan
Penyaluran Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil yang sudah selesai dilaksanakan selanjutnya diserahterimakan dari Kuasa Pengguna Barang (KPB) kepada penerima bantuan yang dituangkan dalam dokumen Berita Acara Serah Terima (BAST) (Form 7).
f. Pendampingan dan pembinaan pemanfaatan Pendampingan dan pembinaan pemanfaatan Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, dilakukan dengan ketentuan:
1) pendampingan diarahkan untuk keberlanjutan kegiatan dan penggunaan/
pemanfaatan Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau- Pulau Kecil;
2) pendampingan kepada penerima Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil dilakukan oleh
Direktorat, UPT, Dinas, dan/atau Penyuluh Perikanan; dan
3) pembinaan pemanfaatan Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil dilakukan oleh Direktorat dan/atau UPT.
g. Monitoring dan evaluasi
1) Monitoring dilakukan terhadap:
a) seluruh tahapan proses pemberian Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil dilaksanakan sesuai dengan petunjuk teknis yang telah ditetapkan dan ketentuan peraturan perundang- undangan terkait lainnya;
b) kesesuaian target capaian dengan realisasi;
c) pemanfaatan Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil selama 2 (dua) tahun setelah serah terima Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil; dan d) kesesuaian tujuan dan operasional
Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.
2) Monitoring dan evaluasi pemanfaatan Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil dilakukan untuk mengetahui perkembangan pemanfaatan Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau- Pulau Kecil dan permasalahan yang dihadapi selama 2 (dua) tahun, serta
NO NAMA BAB PENJELASAN
mengambil langkah tindak lanjut upaya penyelesaiannya.
3) Monitoring pemanfaatan Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil dilakukan terhadap aspek:
a) status dan kondisi barang Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil;
b) pemenuhan kewajiban dari penerima Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil; dan
c) manfaat Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil antara lain manfaat terhadap sosial ekonomi, manfaat terhadap kualitas sumber daya atau lingkungan, dan/atau manfaat bagi pemerintah daerah.
4) Hasil monitoring sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan terhadap pelaksanaan kegiatan pemberian Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau- Pulau Kecil baik yang sedang berjalan maupun untuk masa yang akan datang.
Evaluasi dimaksudkan untuk menilai dan mengetahui hal-hal sebagai berikut:
a) pencapaian target kinerja pelaksanaan dan penyaluran Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil;
b) transparansi pelaksanaan dan penyaluran Bantuan Penanaman
Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil; dan
c) akuntabilitas pelaksanaan dan penyaluran Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.
Bagan Alur Mekanisme
Penyaluran Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
USULAN CALON PENERIMA BANTUAN Usulan ditujukan kepada Direktur Jenderal
c.q. Direktur
VERIFIKASI USULAN
Direktur melakukan verifikasi terhadap usulan/proposal calon penerima bantuan dan hasilnya dituangkan dalam berita acara verifikasi
PENETAPAN PENERIMA BANTUAN Calon penerima bantuan ditetapkan oleh Pejabat
Pembuat Komitmen (PPK) dan disahkan oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA)
PENGADAAN BARANG / JASA
Panitia/Pejabat Pengadaan melakukan pengadaan Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil yang dilaksanakan sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang- undangan
DISTRIBUSI BANTUAN
Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil yang sudah selesai diserahterimakan dari Kuasa Pengguna Barang
(KPB) kepada penerima bantuan
PENDAMPINGAN DAN PEMBINAAN PEMANFAATAN BANTUAN PENANAMAN
MANGROVE DI WILAYAH PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL
Pendampingan kepada penerima Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil dilakukan oleh Direktorat, UPT, Dinas, dan/atau Penyuluh Perikanan.
NO NAMA BAB PENJELASAN
Pembinaan pemanfaatan Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil dilakukan oleh Direktorat dan/atau UPT.
MONITORING DAN EVALUASI
Monitoring dan evaluasi tahapan proses pengadaan penerima Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
Monitoring dan evaluasi pemanfaatan Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil dilakukan selama 2 (dua) tahun
BAB III. PERTANGGUNGJAWABAN BANTUAN PEMERINTAH, KETENTUAN PERPAJAKAN, SANKSI, DAN PELAPORAN
11. Pertanggungjawaban Bantuan Pemerintah
Alur pertanggungjawaban Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil dilakukan dengan tahapan
a. perencanaan;
b. persiapan;
c. pelaksanaan;
d. pengawasan; dan
e. serah terima hasil pekerjaan.
12. Ketentuan Perpajakan
Ketentuan mengenai perpajakan terkait Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau- Pulau Kecil dilakukan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan.
13. Sanksi Dalam hal penerima Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil melakukan pelanggaran terhadap larangan akan dikenakan sanksi sebagai berikut
a. tidak diikutsertakan kembali dalam program yang dikelola lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan;
b. Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil akan dialihkan atau dipindahtangankan ke penerima bantuan lain yang memenuhi persyaratan dan kriteria
oleh pemberi bantuan yang diketahui oleh Dinas sesuai dengan kewenangannya; dan c. bertanggung jawab dalam proses hukum atas
penyalahgunaan Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.
14. Monitoring dan Evaluasi
a. Monitoring dan evaluasi pada saat tahun pelaksanaan penyaluran dilaksanakan paling lambat tanggal 31 Desember; dan
b. Monitoring dan evaluasi tahun berikutnya dilaksanakan selama 2 (dua) tahun, paling lambat tanggal 30 September.
15. Pelaporan a. Laporan perkembangan pelaksanaan penyaluran Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
1) Direktur menyampaikan laporan perkembangan pelaksanaan Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil kepada Direktur Jenderal setiap 3 (tiga) bulan paling lambat tanggal 1 (satu) setelah triwulan berakhir (Form 8).
2) Direktur menyampaikan laporan pemanfaatan Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau- Pulau Kecil setiap 1 (satu) tahun paling lambat setiap tanggal 5 September pada tahun berikutnya kepada Direktur Jenderal selama dalam kurun waktu 2 (dua) tahun (Form 10).
3) Direktur mengunggah laporan perkembangan penyaluran dan pemanfaatan Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-
Pulau Kecil ke laman
NO NAMA BAB PENJELASAN https://satudata.kkp.go.id.
b. Penerima Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil menyampaikan laporan pemanfaatan Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil setiap 1 (satu) tahun dalam kurun waktu 2 (dua) tahun paling lambat setiap tanggal 30 Agustus pada tahun berikutnya kepada pemberi bantuan (Form 9).
BAB IV PENUTUP
Petunjuk Teknis Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil ini dibuat sebagai acuan dalam perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan, serta monitoring dan evaluasi dalam penyaluran Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil sesuai dengan kebutuhan dan dapat dirasakan manfaatnya secara berkelanjutan.
PROPOSAL KEGIATAN
PENYALURAN BANTUAN PENANAMAN MANGROVE DI WILAYAH PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL
TAHUN 2022
(JUDUL KEGIATAN)
………
Diajukan oleh:
”XXXXXXXX”
OUTLINE PROPOSAL KEGIATAN
KATA PENGANTAR DAFTAR ISI
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
a. menguraikan latar belakang kebutuhan penyaluran Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Tahun 2022 yang didasari oleh kebutuhan pentingnya perlindungan dan pemulihan terhadap ekosistem pesisir bagi masyarakat di kawasan yang diusulkan.
b. memberikan keterangan bahwa manfaat dan harapan bagi masyarakat jika pengembangan kegiatan perbaikan ekosistem/lingkungan kawasan mangrove di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil ini (Penananaman Mangrove) dapat dilaksanakan di lokasi yang diusulkan.
1.2. Tujuan
Menguraikan tujuan penyusunan proposal.
1.3. Ruang lingkup wilayah
Informasi mengenai ruang lingkup wilayah yang digambarkan berupa peta kawasan Penanaman Mangrove yang diusulkan.
II. KONDISI UMUM KAWASAN CALON PENERIMA BANTUAN PEMERINTAH 2.1. Kondisi geografis kawasan
Informasi letak geografis, batas administratif kawasan.
2.2. Demografi kawasan
Gambaran jumlah dan kepadatan penduduk, kartu keluarga, mata pencaharian, agama, pendidikan, dan sebagainya.
2.3. Potensi Kawasan
a. menguraikan potensi sumber daya alam kawasan antara lain menguraikan potensi biodiversity ekosistem pesisir (jenis ekosistem, spesies) dan flora dan fauna;
b. menguraikan potensi strategis kawasan antara lain:
1) potensi luas kawasan yang akan dikembangkan;
kondisi aksesibilitas), potensi pengembangan kawasan dari rencana pembangunan daerah.
2.4. Permasalahan kawasan
Menguraikan permasalahan yang ada pada kawasan misalnya tingginya kerusakan ekosistem pada kawasan dibuktikan dengan perubahan luasan ekosistem seperti: akibat penebangan pohon mangrove/vegetasi pantai, penambangan terumbu karang, akibat pencemaran, akibat alam (erosi pantai), dan informasi penyebab lainnya.
III. PENGEMBANGAN PENANAMAN MANGROVE 3.1. Konsep Penanaman Mangrove
menggambarkan konsep Penanaman Mangrove di kawasan yang diusulkan melalui pendekatan Penanaman Mangrove dalam rangka perlindungan, rehabilitasi/pemulihan dan pemanfaatan ekosistem pesisir.
3.2. Jenis dan Kebutuhan sarana/prasarana
menguraikan gambaran umum masterplan kawasan secara sederhana, inventarisasi sarana/prasana yang dibutuhkan serta estimasi biaya yang dibutuhkan.
IV. PROFIL CALON PENERIMA BANTUAN 1. uraian singkat profil;
2. lokasi (mencantumkan titik koordinat);
3. wilayah kerja;
4. susunan pengurus (struktur organisasi);
5. narahubung pengurus (nomor handphone/e-mail);
6. sarana dan prasarana yang dimiliki; dan
7. jenis kegiatan yang telah dilakukan dan sedang berjalan.
V. PENUTUP
LAMPIRAN
1. Foto kondisi wilayah calon penerima bantuan pemerintah, termasuk kegiatan rehabilitasi yang sudah dilakukan (jika ada);
2. Peta RZWP3K dan/atau RTRW;
3. Salinan dokumen legalitas; dan/atau
4. Lampiran hal-hal lain yang terkait, seperti salinan kartu tanda penduduk pengurus.
Surat Pernyataan Dukungan Pemerintah Daerah
Nomor : Rabu, …… 20….
Lampiran :
Perihal : Dukungan Kegiatan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
Yth. Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Di
Tempat
Sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan Penanaman Mangrove di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Tahun Anggaran 2022 di wilayah kami, kami selaku Pemerintah Kabupaten/Kota ……… menyatakan dukungan penuh kegiatan dimaksud dengan usulan lokasi kegiatan sebagai berikut :
No. Kabupaten/Kota Kecamatan Desa/Kelurahan
Untuk mengantisipasi konflik yang mungkin terjadi saat pelaksanaan maupun setelah pelaksanaan, kami akan berkoordinasi dengan aparat pemerintah setempat untuk membentuk Kelompok Masyarakat yang akan menerima dan memanfaatkan Bantuan Pemerintah tersebut dengan maksimal.
Demikian surat dukungan dan usulan ini kami buat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
Kepala Dinas ...
Kabupaten/Kota …
(………) NIP. ……….
Tembusan:
1. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut.
2. Bupati/Wali Kota …
3. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi....
SURAT KETERANGAN STATUS LAHAN
Yang bertandatangan di bawah ini
Nama :
Alamat :
Desa atau sebutan lainnya :
Kecamatan :
Kabupaten/Kota :
Provinsi :
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Kepala Desa atau sebutan lainnya ..., menyatakan bahwa calon lokasi Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau kecil Tahun 2022 yang diusulkan adalah
1. Lahan yang status kepemilikannya merupakan milik pemerintah/milik masyarakat yang dibuktikan dengan sertifikat atau surat dari Kepala Desa dan diserahterimakan untuk pelaksanaan kegiatan Penanaman Mangrove (*)
2. Kawasan ekosistem pesisir dan pulau-pulau kecil yang statusnya dalam Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP-3-K) yang akan diintegrasikan ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi dan/atau Rencana Tata Ruang (RTR) dan bukan merupakan kawasan hutan.
3. Lahan tersebut di atas tidak akan diperjualbelikan, digadaikan, tidak terkena proyek, tidak dalam keadaan sengketa dan bebas dari segala ikatan-ikatan beban.
Demikian Surat Keterangan ini kami buat dengan sebenarnya dan tanpa tekanan oleh siapapun untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
Saksi Camat….
(……….)
…...,,…... 20…
Kepala Desa atau sebutan lainnya ………..
Meterai
(……….)
Mengetahui
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten/Kota ………
(………) NIP. ……….
Saksi I: Camat setempat.
Keterangan:
(*) : Coret yang tidak dipilih
memanfaatkan, dan mengelola bantuan
SURAT PERNYATAAN Yang bertandatangan di bawah ini
Nama :
Nama Penerima Bantuan :
Jabatan :
Pekerjaan :
Alamat :
Desa :
Kecamatan :
Kabupaten/Kota :
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama kelompok/lembaga ..., menyatakan bahwa saya bersedia untuk:
1. menerima dan memanfaatkan Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau kecil sesuai dengan rencana pemanfaatan dalam proposal;
2. memanfaatkan Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau kecil dengan melakukan kegiatan yang tidak bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku;
3. mampu mengoperasionalkan Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau kecil sebagaimana mestinya;
4. dipindahkan kepada kelompok/lembaga lain yang ditunjuk pemerintah apabila Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau- Pulau kecil tersebut tidak dimanfaatkan sesuai dengan peruntukan dan kebutuhannya;
5. merawat dan menjaga seluruh barang Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau kecil yang telah diterima;
6. tidak memindahtangankan barang bantuan kepada orang lain tanpa persetujuan pemerintah;
7. tidak membongkar bantuan sehingga merubah fungsinya;
8. bertanggung jawab dalam proses hukum atas penyalahgunaan bantuan yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
9. tidak sedang menerima bantuan pemerintah sejenis dari unit kerja lain di Lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun 2022;
10. menjamin kelulushidupan mangrove yang sudah ditanam sebesar 90%;
dan
11. menyampaikan laporan pemanfaatan Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau kecil paling sedikit setiap satu tahun sekali dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun.
Demikian surat pernyataan ini kami buat dengan sebenarnya dan tanpa tekanan oleh siapapun untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
...,,... 20…
Meterai
(……….)
Menyetujui
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi/Kabupaten/Kota ………
(………) NIP. ……….
terhadap aparat pengawas intern dan ekstern pemerintah
SURAT PERNYATAAN
Yang bertandatangan di bawah ini
Nama :
Nama Kelompok/Lembaga :
Jabatan :
Pekerjaan :
Alamat :
Desa :
Kecamatan :
Kabupaten/Kota :
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama kelompok/lembaga ..., dan bersedia memberikan keterangan yang benar terhadap aparat pengawas intern dan ekstern pemerintah sehubungan dengan barang bantuan yang diterima dari satuan kerja... Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan, untuk mendukung pelaksanaan program, melalui sumber pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun 20…..
Demikian Surat Pernyataan ini kami buat dengan sebenarnya untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
...,,... 20…
Meterai
(...)
Form 6. Berita Acara Verifikasi Usulan
BERITA ACARA
Verifikasi Usulan Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau kecil Tahun 2022
……….(Calon Penerima Bantuan) Kabupaten/Kota ………..
Pada Hari ini ………. Tanggal ………. Bulan …………. Tahun Dua Ribu Dua Puluh Dua yang bertempat di
Kampung/Desa : Kecamatan : Kabupaten : Provinsi :
Telah dilaksanakan kegiatan verifikasi usulan Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau kecil
……….., dengan hasil sebagai berikut:
A. Syarat Administrasi Calon Penerima
Calon Penerima Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau kecil yang diusulkan sesuai/tidak sesuai dengan syarat- syarat administrasi dalam petunjuk teknis Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Tahun 2022.
No Dokumen Sesuai/tidak Ket
1 Proposal
2 Dokumen legalitas
3 Surat pernyataan kesanggupan menerima, memelihara, memanfaatkan, dan mengelola bantuan
4 Surat keterangan status lahan;
5. Tidak sedang menerima bantuan pemerintah sejenis dari unit kerja lain
dan Perikanan Tahun 2022.
6. Surat pernyataan bersedia memberikan keterangan yang benar terhadap aparat pengawas intern dan ekstern pemerintah
B. Syarat Lokasi Penerima Bantuan Pemerintah
Syarat lokasi penerima sesuai/tidak sesuai dengan syarat-syarat dalam petunjuk teknis Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
No Dokumen Sesuai/tidak Ket
1 lahan clean and clear atau status kepemilikan lahan dan/atau penguasaan lahan dan perairan merupakan milik pemerintah atau milik masyarakat yang telah diserahterimakan status kepemilikan dan dibuktikan dengan sertifikat/surat dari kepala daerah;
2 sesuai dengan RZWP3K Provinsi dan/atau Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota; atau surat rekomendasi dari pemerintah kabupaten/kota;
3 tidak berada dalam kawasan hutan 4 dilaksanakan pada kawasan pesisir
yang memiliki ekosistem pesisir dan diprioritaskan pada kawasan yang mengalami kerusakan;
5 memiliki luasan yang cukup untuk dikembangkan sebagai lokasi Penanaman Mangrove.
Demikianlah Berita Acara ini kami buat, untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten/Kota
atau yang mewakili
……….
NIP. ……….
Pelaksana Survei
……….
NIP. ……….
Mengetahui
Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
……….
NIP. ………
KOP SURAT SATUAN KERJA
BERITA ACARA SERAH TERIMA BARANG/JASA BANTUAN PEMERINTAH
BANTUAN PENANAMAN MANGROVE DI WILAYAH PESISIR DAN PULAU- PULAU KECIL TAHUN 2022
NOMOR: ...
Pada hari ini ………… tanggal ……… bulan ……….. tahun Dua Ribu Dua Puluh Dua (…-…-2022), yang bertanda tangan dibawah ini I. Nama : ...
Jabatan : Kuasa Pengguna Barang...
Alamat : ...
Bertindak untuk dan atas nama Menteri Kelautan dan Perikanan selaku Pengguna Barang, berkedudukan di Jalan Medan Merdeka Timur No. 16, Jakarta Pusat, untuk selanjutnya disebut PIHAK KESATU.
II. Nama : ………...
Jabatan : ...
Alamat : ……….………...
yang selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.
Dengan ini menyatakan sebagai berikut:
1. PIHAK KESATU menyerahkan hasil pengadaan Bantuan Pemerintah dari Pejabat Pembuat Komitmen Satuan Kerja ……… berupa barang/jasa kepada PIHAK KEDUA, sebagaimana tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Berita Acara ini.
2. PIHAK KEDUA telah memeriksa dan menerima barang dengan baik, hasil penyerahan barang/jasa dari PIHAK KESATU.
3. PIHAK KEDUA menyetujui kewajiban memelihara dan mengoperasikan barang/jasa hasil penyerahan dari PIHAK KESATU sesuai Petunjuk Teknis.
4. PIHAK KEDUA bersedia untuk mengalihkan Bantuan Pemerintah yang diterima atas persetujuan PIHAK KESATU kepada penerima lain jika tidak sanggup memelihara, mengoperasionalkan, dan memanfaatkan Bantuan Pemerintah.
Demikian Berita Acara Serah Terima ini dibuat dengan sebenarnya dan ditandatangani oleh Para Pihak pada hari ini dan tanggal tersebut di atas, untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
PIHAK KESATU
Kuasa Pengguna Barang,
Cap basah dan tanda tangan
...
NIP. ...
PIHAK KEDUA
...,
Meterai
Cap basah dan tanda tangan
…...
BERITA ACARA SERAH TERIMA BARANG/JASA
BANTUAN PENANAMAN MANGROVE WILAYAH PESISIR DAN PULAU- PULAU KECIL TAHUN 2022
Nomor : Tanggal :
DAFTAR BARANG/JASA YANG DISERAHTERIMAKAN
No Nama Barang/
Merk/Spesifikasi Volume Satuan Harga Perolehan (Rp)
1 2 3 4 5 ...
dst.
TOTAL HARGA PEROLEHAN
PIHAK KESATU
Kuasa Pengguna Barang,
Cap basah dan tanda tangan
...
NIP. ...
PIHAK KEDUA
...,
Cap basah dan tanda tangan
…...
Form 8. Laporan Perkembangan Pelaksanaan Bantuan Pemerintah
LAPORAN PERKEMBANGAN PELAKSANAAN BANTUAN PEMERINTAH TAHUN ….
Unit Kerja :
Periode pelaporan : Triwulan I/Triwulan II/Triwulan III/Triwulan IV
No Nama Bantuan
Vol Satuan Anggaran Jenis Bantuan
Petunjuk Teknis
Prov Kab Kec Desa Identifikasi Verifikasi Penetapan penerima
Nama Kelompok
Pengadaan Barang
Nilai BAST Kendala Koordinat
No Tgl No Tgl No Tgl
LAPORAN PEMANFAATAN BANTUAN PEMERINTAH
1 Nama : ………..
2 Jabatan : ………..
3 Nama
Kelompok/Lembaga
: ………..
4 Alamat : ………..
Desa/Kelurahan : ………
Kecamatan : ………
Kabupaten/Kota : ………
Provinsi : ………
5 Nomor Telepon : ………
6 Tahun Bantuan : ………
7 Nilai Bantuan : ………
8 BAST : No ……….
Tanggal ………
9 Tanggal Pelaporan :
10 Narahubung : Nama ………
No HP / Telp ……….
No Item Bantuan
Kondisi
Bantuan Pemanfaatan Bantuan
Permasalahan
dan Solusi Keterangan Spesifikasi
bantuan dan
jumlahnya
Diuraikan kondisi bantuan apakah baik / rusak
Diuraikan apakah barang bantuan
dikelola, kegiatan yang dilakukan, dan pemanfaatannya
Diuraikan permasalahan yang ada, rencana tindak lanjut, serta solusi yang telah dilakukan
Diisi dengan dokumentasi antara lain bentuk pengelolaan bantuan dan kondisi barang bantuan
Tempat, Tanggal Pelaporan
Tanda tangan
Perwakilan Penerima Bantuan
OUTLINE LAPORAN PEMANFAATAN BANTUAN PEMERINTAH I. SAMPUL
II. KATA PENGANTAR
III. RINGKASAN EKSEKUTIF IV. DAFTAR ISI
V. PENDAHULUAN (Latar Belakang, Tujuan dan Metode Monitoring dan Evaluasi)
VI. HASIL MONITORING DAN EVALUASI, menyajikan paling tidak:
a. informasi umum penerima bantuan
b. kondisi terkini bantuan (kondisi baik/rusak, jumlah, jenis dan spesifikasi bantuan)
c. pemanfatan bantuan yang mendukung kegiatan
d. manfaat terhadap lingkungan atau ekonomi masyarakat
e. data atau time series data jika ada yang dapat menunjukkan manfaat/outcome secara terukur
f. rekomendasi/solusi dari permasalahan atas bantuan VII. PENUTUP (Kesimpulan dan Saran)
LAMPIRAN:
a. dokumentasi barang bantuan saat pelaporan;
b. dokumentasi kegiatan pemanfaatan bantuan;
c. surat pernyataan barang hilang/rusak di atas meterai, diketahui oleh Dinas kabupaten/kepala desa setempat; dan/atau
d. dokumen lain yang sesuai dengan kegiatan pelaksanaan kegiatan.
a.n. MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA,
SEKRETARIS JENDERAL
ttd.
ANTAM NOVAMBAR