PENERAPAN ASESMEN ALTERNATIF UNTUK MENILAI KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN SISWA SMP PADA PEMBELAJARAN KONSEP PENGELOLAAN LINGKUNGAN.

Teks penuh

(1)

DAFTAR PUSTAKA

Adib, K. (2011). “Makalah Seminar Pendidikan Watak Bagi Peseta didik”. Malang.

Aries, F. E. (2011). Asesmen dan Evaluasi. Malang: Aditya Media Publishing. Arikunto, S. (2002). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta:

Rinekacipta.

Badan Penelitian dan pengembangan Pusat Kurikulum. 2010. Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Jakarta: Balitbang.

Badan Standar Nasional Pendidikan. (2006). Permen No.22 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD). Jakarta: Puskur-Balitbang Depdiknas.

Barnawi, Arifin, M. (2011). Strategi dan Kebijakan Pembelajaran Pendidikan Karakter. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media

Bathesta, Y., Wahyuni, L. D. (2011). “Makalah Konferensi Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI)”. Bandar Lampung

Campbell, N. A., Reece, J.B., & Mitchell, L.G. (2003) Biologi Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga

Chateb, B. (1990). Pengelolaan dan Pengolahan Air Limbah.Diktat Kuliah PAL Bandung: ITB-Ganesha

Daryanto. (2004). Masalah Pencemaran. Bandung: Tarsito

Iskandar. (1997). Asesmen dalam Pembelajaran IPA di Sekolah. Jakarta: Depdikbud.

Kartono. (2009). Penerapan Teknik Penilaian Learning Journal Pada Model Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Materi Pokok Segiempat. [online]. Tersedia:

http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/kreano/article/view/1246/1298 (20 Agustus 2012)

(2)

Koesoema, D. (2007). Pendidikan karakter strategi mendidik anak di zaman global. Jakarta: Grasindo

Kurniawan, (2008). Asesmen perkembangan dan belajar siswa. [online]: tersedia:

http://kurniawan.staff.uii.ac.id/2008/08/22/asesmen-perkembangan-dan-belajar-siswa-mengapa-penting/ (15 Oktober 2011)

Mandhika, L. (2011). Pendidikan Karakter Perlu Diselipkan pada Mata

Pelajaran. [online]. Tersedia:

http://disdik.kaltimprov.go.id/2011/64/pendidikan-karakter-diselipkan-pada-mapel-.html (18 Desember 2011).

Nurgiyantoro, B. (2001). Penilaian dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra. BPFE Yogyakarta.

Prasetyo, A. (2011). Konsep, Urgensi dan Implementasi Pendidikan Karakter di

Sekolah. [online]. Tersedia:

http://edukasi.kompasiana.com/2011/05/27/konsep-urgensi-dan-implementasi-pendidikan-karakter-di-sekolah/ (15 Oktober 2011)

Pusat Kurikulum dan Perbukuan. (2011). Karakter [online]. Tersedia: http://puskurbuk.net/web/ (20 Agustus 2012)

Riduwan. (2005). Belajar Mudah Penelitian untuk Guru, Karyawan dan Peneliti Pemula. Bandung: Alfabeta.

Rustaman, N.Y. (2003). Kemampuan Proses Ilmiah dalam Pembelajaran Sains.

[online]. tersedia:

http://file.upi.edu/Direktori/SPS/Prodi.Pendidikan_IPA/195012311979032-Nuryani_Rustaman/Keterampilan _Proses_UIN-03.pdf (15 Oktober 2011) Rustaman, N.Y. (2006). Penilaian Otentik dan Penerapannya dalam Pendidikan

Sains. [online]. Tersedia:

http://file.upi.edu/Direktori/SPS/Prodi.Pendidikan_IPA/195012311979032-Nuryani_Rustaman/Penilaian_Otentik_Sgr_06.pdf (20 Agustus 2012)

Siswono. Y.E. (2002). Penilaian Unjuk Kerja. [online]. Tersedia: http://tatagyes.files.com/2009/11/paper02_performen1.pdf (20 Agustus 2012) Soemarwoto, O. (1992). Analisis Dampak Lingkungan. Yogyakarta: Gadjahmada

(3)

Sudrajat, A. (2010). Pendidikan Karakter di SMP. [online]: tersedia: http://akhmadsudrajat.com/2010/08/20/pendidikan-karakter-di-smp/ (15 Oktober 2011)

Sugiarmin, M. (2010). “Makalah Asesmen pada Anak Tuna Daksa”. Bandung Suwandi, S. (2010). Model Asesmen dalam Pembelajaran. Surakarta: Yuma

Pustaka.

Syam, S. (2011). Menanti Ending Pendidikan Karakter. [online]. Tersedia:

http://edukasi.kompasiana.com/2011/12/10/menanti-ending-pendidikan-karakter-di-sekolah/ (18 Desember 2011) Syamsuri, I. (1993). Pencemaran. Malang: IKIP

Teri. (2009). Asesmen. [online]: tersedia: http://unsilster.com/2009/12/pengertian-asesmen/ (15 Oktober 2011)

Western and Northern Canadian Protocol for Collaboration in Education (WNCP) (2006). Rethinking Classroom Assessment with Purpose in Mind. represented by the Minister of Education, Citizenship and Youth. Manitoba Education, Citizenship and Youth, School Programs Division.

Wibowo, Y. (2012). Pemanfaatan Lingkungan sebagai sumber Belajar. [online]: tersedia

http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/tmp/lingkungan%20sebagai%20sumber %20belajar.pdf (19 Januari 2012)

Wulan, A.R. (2005). Pengertian dan Esensi Konsep Evaluasi, Asesmen, Tes, dan Pengukuran. Buletin PUSPENDIK, Pusat Penilaian Pendidikan, Depdiknas

Wulan, A.R. (2007). Penggunaan Asesmen Alternatif pada Pembelajaran Biologi. Seminar Nasional Biologi: Perkembangan Biologi dan Pendidikan Biologi untuk Menunjang Profesionalisme. ISBN 978-979-25-0596-2

Wulan, A.R. (2007). Pembekalan Kemampuan Performance Assessment kepada Calon Guru Biologi dalam Menilai Kemampuan Inquiry. Disertasi Pendidikan IPA Sekola Pascasarjana UPI. Tidak diterbitkan

Wulan, A.R (2010). Strategi Asesmen Portofolio pada pembelajaran Biologi di

SMA. [online]:

tersedia:http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._Pend._Biologi/Ana_Ratna wulan/Asesmen_Portofolio.pdf (02 November 2011)

(4)

Zainul, A. (2001). Pengukuran dan Penilaian. [online]. Tersedia:

www.unhas.ac.id%2Fhasbi%2FLKPP%2FAssesment%2520Pembelajaran%2F Pengukuran%2520dan%2520Penilaian.doc (18 juli 2012).

(5)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) merumuskan fungsi dan tujuan pendidikan nasional yang harus digunakan dalam mengembangkan upaya pendidikan di Indonesia. Bab 2 pasal 3 UU Sisdiknas berisi pernyataan sebagaimana tercantum dalam Kemendiknas (2010) “pendidikan nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Rumusan tujuan pendidikan nasional tersebut menjadi dasar dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa. Pusat kurikulum (2011) menyatakan sesuai dengan sifat suatu nilai, pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah usaha bersama sekolah. Oleh karena itu, pendidikan karakter harus dilakukan secara bersama oleh semua guru dan pemimpin sekolah, melalui semua mata pelajaran.

(6)

siswa atau peserta didik adalah sebagai filter terhadap pengaruh-pengaruh negatif arus globalisasi tersebut. Pendidikan karakter bukan saja dapat membuat seorang anak mempunyai akhlak yang mulia, tetapi juga dapat meningkatkan keberhasilan akademiknya (Kemendiknas, 2010). Selain itu, peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya, melakukan proses internalisasi dan penghayatan nilai-nilai menjadi kepribadian mereka dalam bergaul di masyarakat, mengembangkan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera, serta mengembangkan kehidupan bangsa yang bermartabat (Balitbang, 2010). Karakter yang kuat akan berperan optimal di setiap interaksi sosial sehingga individu dengan karakter kuat tersebut akan memberikan sumbangsih, baik moral atau spiritual yang berdaya guna bagi sekitarnya (Wibowo, 2012).

(7)

pelajaran IPA perlu dilakukan secara bijaksana untuk menjaga dan memelihara kelestarian lingkungan (BSNP, 2006).

Hakikat pembelajaran IPA adalah sebagai produk dan proses sehingga dalam penilaian pembelajaran IPA melibatkan penilaian produk, nilai, hasil belajar dan proses belajar. Penilaian hasil belajar sering dikaitkan dengan penilaian formatif dan sumatif, sedangkan penilaian proses belajar dikenal sebagai asesmen. Walaupun antara keduanya dapat dipertukarkan, terdapat perbedaan mendasar antara penilaian dengan asesmen. Penilaian biasanya lebih menekankan hasil, jadi meninjau ke belakang atau yang sudah dilakukan, sedangkan asesmen melibatkan penilaian dan sekaligus melihat potensi ke depan perorangan siswa (Rustaman, 2003).

Pengembangan karakter melalui pembelajaran tidak terlepas dari penilaian. Penilaian karakter seharusnya mengacu pada lima prinsip penilaian, yaitu menyeluruh, berkesinambungan, objektif, mendidik dan bermakna (Puskur, 2011). Penilaian karakter dilakukan secara terus menerus oleh guru ketika siswa berada di kelas atau di sekolah. Penilaian karakter dijabarkan dalam bentuk indikator-indikator. Teknik penilaian yang dapat digunakan di antaranya: observasi, penugasan, penilaian performance, catatan lapangan atau anecdotal note record dan wawancara. Dengan teknik penilaian yang tepat, guru dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukkan karakter yang dimilikinya (Kemendiknas, 2010).

(8)

indikator karakter yang telah disusun untuk menilai karakter siswa. Para guru di sekolah sering gagal mengungkap tingkatan karakter tersebut karena asesmen yang kurang tepat sasaran dan kualitas instrumen yang kurang memadai (Wulan, 2010). Karena tuntutan pengembangan karakter harus diimplemetasikan, maka penilaian karakter tetap harus dilaksanakan. Jika karakter tidak dinilai, karakter tersebut hanya akan menjadi efek samping yang tidak dapat dikembangkan karena tidak ada umpan balik (feed back) baik terhadap guru maupun siswa.

Selain aspek penilaian, pengembangan karakter dalam pembelajaran juga terkait dengan materi pembelajaran. Pentingnya karakter peduli lingkungan terkait materi pengelolaan lingkungan adalah dengan mempelajari materi pengelolan lingkungan diharapkan siswa dapat lebih mengembangkan kebiasaan-kebiasaan positif dalam memberdayakan lingkungan secara bijak. Hal tersebut sejalan dengan standar kompetensi lulusan yang diharapkan yaitu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab (BSNP, 2006).

(9)

kurang jelas dan konkrit sehingga implementasi pendidikan karakter ini tidak menyeluruh (Adib, 2011).

Penilaian yang seharusnya dilakukan seorang guru dalam menilai ketercapaian kompetensi siswa adalah penilaian yang tidak hanya menilai hasil belajar, tetapi juga menilai proses belajar siswa selama kegiatan pembelajaran. Penilaian dalam hal ini sering disebut dengan istilah asesmen. Menurut Stiggins (dalam Wulan, 2007) menyatakan bahwa asesmen sebagai penilaian proses, kemajuan, dan hasil belajar siswa. Pembudidayaan nilai-nilai karakter merupakan bagian dari proses pembelajaran sehingga diperlukan penilaian dalam pelaksanaannya. Dengan asesmen yang tepat, nilai-nilai karakter yang menjadi fokus pada mata pelajaran IPA akan dapat diungkapkan dan diukur dengan standard serta indikator tertentu sehingga penilaian terhadap karakter menjadi jelas.

(10)

Penilaian karakter sering dipandang rumit sehingga guru tidak tahu cara menilai karakter tersebut. Guru memerlukan perangkat penilaian asesmen yang praktis, mudah digunakan tetapi bermakna melalui umpan balik (feed back) yang baik bagi siswa. Oleh karena itu, diperlukan penelitian ini dengan judul “penerapan asesmen alternatif untuk menilai karakter peduli lingkungan siswa

SMP pada pembelajaran konsep pengelolaan lingkungan.”

B. Rumusan Masalah dan Pertanyaan Penelitian

Berdasarkan latar belakang permasalahan yang telah diungkapkan, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana pengembangan

perangkat asesmen alternatif untuk menilai karakter peduli lingkungan siswa SMP pada pembelajaran konsep pengelolaan lingkungan?”

Untuk memperjelas rumusan masalah tersebut, maka dimunculkan pertanyaan-pertanyaan penelitian sebagai berikut:

1. Bagaimana penerapan perangkat asesmen alternatif untuk menilai karakter peduli lingkungan siswa SMP pada pembelajaran konsep pengelolaan lingkungan?

2. Kelebihan dan kekurangan apa yang dimiliki oleh perangkat penilaian yang dikembangkan?

(11)

4. Bagaimana tanggapan guru dan siswa mengenai penerapan asesmen alternatif untuk menilai karakter peduli lingkungan siswa SMP pada pembelajaran konsep pengelolaan lingkungan?

C. Batasan Masalah

Agar penelitian ini menjadi lebih terfokus dan terarah, ruang lingkup masalah yang diteliti dibatasi pada hal-hal sebagai berikut:

1. Asesmen alternatif yang digunakan berupa lembar jurnal harian siswa.

2. Karakter yang dimaksud merupakan karakter kepedulian lingkungan siswa SMP, yaitu sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi (Pusat Kurikulum, 2011). 3. Konsep pengelolaan lingkungan yang dimaksud adalah konsep mengenai

pencemaran air, udara dan tanah beserta upaya untuk mengatasi dampak yang ditimbulkannya (BSNP, 2006).

D. Tujuan Penelitian

(12)

Adapun tujuan khusus dalam penelitian ini sebagai berikut:

1. Menghasilkan perangkat penilaian dan mendeskripsikan penerapan asesmen alternatif untuk menilai karakter peduli lingkungan siswa SMP pada pembelajaran konsep pengelolaan lingkungan.

2. Mengungkap kelebihan, kekurangan serta kendala yang dimiliki oleh perangkat penilaian asesmen alternatif untuk menilai karakter peduli lingkungan siswa SMP pada pembelajaran konsep pengelolaan lingkungan. 3. Memberikan feed back selama pembelajaran untuk membantu pengembangan

karakter peduli lingkungan siswa.

4. Menggali tanggapan guru dan siswa mengenai asesmen alternatif untuk menilai karakter peduli lingkungan siswa SMP pada pembelajaran konsep pengelolaan lingkungan.

E. Manfaat Hasil Penelitian

Penelitian ini diharapkan bisa memberikan manfaat bagi dunia pendidikan, yaitu:

1. Bagi guru, hasil penelitian dapat digunakan sebagai rekomendasi dan alternatif penilaian karakter peduli lingkungan untuk dikembangkan di sekolah berdasarkan panduan pengembangan asesmen pada penelitian ini.

2. Bagi siswa, sebagai hasil feed back dalam mengungkap dan membantu pengembangan karakter peduli lingkungan pada masing-masing siswa.

(13)

a. Pengembangan perangkat asesmen untuk mengungkap dan menilai karakter peduli lingkungan siswa.

(14)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Definisi Operasional

Untuk menghindari berbagai penafsiran terhadap definisi operasional yang digunakan dalam penelitian ini, maka penjelasan dari masing-masing definisi diantaranya:

1. Karakter peduli lingkungan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah skor ketercapaian indikator karakter hasil pengisian jurnal harian siswa yang dinilai dengan rubrik selama proses pembelajaran konsep pengelolaan lingkungan. 2. Asesmen alternatif yang dimaksud dalam penelitian adalah metode asesmen

yang diterapkan dengan menggunakan perangkat berupa jurnal harian yang dianalisis dengan menggunakan rubrik. Asesmen alternatif tersebut dikembangkan melalui tahap ujicoba, penerapan serta penggunaan panduan penyusunan dan pelaksanaan asesmen alternatif yang dapat menilai karakter peduli lingkungan siswa pada pembelajaran konsep pengelolaan lingkungan.

B. Metode Penelitian

(15)

C. Populasi dan Sampel Penelitian

Populasi dalam penelitian ini adalah karakter siswa kelas VII SMP di SMP Negeri 7 Kota Bandung tahun ajaran 2011/2012. Sampel dalam penelitian ini sebanyak dua kelas, yaitu karakter siswa kelas VII B dan VII D. Sampel ditentukan dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling, dengan pertimbangan siswa siswi kedua kelas tersebut berada pada level kognitif yang sama. Karakter siswa kelas VII B merupakan sampel dalam tahap ujicoba perangkat asesmen sedangkan karakter siswa kelas VII D merupakan sampel dalam tahap penerapan perangkat asesmen karakter.

D. Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri perangkat penilaian asesmen karakter, berupa jurnal harian siswa yang dianalisis menggunakan rubrik. Instrumen tersebut didukung oleh angket, pedoman wawancara guru dan anecdotal note record (catatan dokumentasi lapangan). Instrumen penelitian

tersebut dijabarkan dalam penjelasan sebagai berikut: 1. Perangkat asesmen karakter

(16)

pernyataan-pernyataan yang dimaksudkan untuk membatasi uraian atau jawaban siswa sejalan dengan yang diungkapkan Aries (2011) bahwa aspek yang ditulis siswa perlu dipandu dengan pernyataan atau pertanyaan agar penulisan jurnal dapat terfokus dan mudah dianalisis. Jurnal diisi secara berkala (setiap hari) dalam jangka waktu tertentu untuk melihat aktivitas siswa yang berhubungan dengan indikator pencapaian karakter, dalam hal ini adalah karakter peduli lingkungannya. Di dalam jurnal tersebut, siswa diarahkan untuk menuliskan aktivitas kesehariannya baik di kelas, sekolah, maupun di rumah sehingga akan diperoleh suatu gambaran karakter siswa. Penilaian jurnal harian siswa dilakukan dengan menganalisis uraian singkat yang ditulis siswa berdasarkan deskriptor rubrik sehingga diperoleh skor ketercapaian indikator karakter siswa.

2. Angket Siswa

Angket ditujukan untuk mengungkap tanggapan siswa terhadap jurnal harian ketika tahap ujicoba dan penerapan perangkat asesmen.

3. Pedoman wawancara guru

Pedoman wawancara guru digunakan untuk mengungkap tanggapan guru tentang penerapan asesmen alternatif untuk menilai karakter peduli lingkungan siswa melalui pembelajaran konsep pengelolaan lingkungan.

4. Anecdotal note record

(17)

E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data pada penelitian terdiri dari penyusunan task dan rubrik, pengembangan perangkat dan penerapan perangkat asesmen, meliputi pengisian jurnal harian oleh siswa, penilaian jurnal harian, pengisian angket oleh siswa, dokumentasi penelitian atau catatan lapangan, analisis jawaban siswa serta wawancara dengan guru. Adapun rincian teknik pengumpulan data dapat dilihat pada Tabel 3.1.

Tabel 3.1 Teknik Pengumpulan Data

No Teknik Instrumen Jenis Data Sumber Data

1. Jurnal Harian

4. Dokumentasi Anecdotal note record

(18)

1. Tahap Persiapan Penelitian

a. Melakukan studi kurikulum dan studi literatur mengenai asesmen alternatif, menentukan karakter yang akan diteliti dan disesuaikan dengan standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang dapat memunculkan dan mengungkap karakter peduli lingkungan.

b. Menyusun proposal penelitian.

c. Melakukan bimbingan proposal dan mematangkan persiapan penelitian. d. Mengajukan proposal penelitian pada seminar proposal penelitian. e. Memperbaiki proposal penelitian dari hasil seminar proposal penelitian. f. Menentukan sampel penelitian dan mengajukan surat izin penelitian. 2. Tahap Pelaksanaan Penelitian

a. Melakukan studi pendahuluan dengan teknik wawancara kepada guru IPA maupun PLH mengenai asesmen yang telah diterapkan.

b. Membuat daftar kebutuhan asesmen yang seharusnya digunakan untuk menilai karakter peduli lingkungan.

c. Pengembangan perangkat penilaian 1). Pengembangan Jurnal Harian Siswa

a). Menyusun indikator karakter peduli lingkungan berdasarkan SKL, SK dan KD materi pengelolaan lingkungan yang disesuaikan juga dengan indikator umum pada pedoman pendidikan karakter.

b). Menyusun lembar jurnal harian siswa. c). Menyusun rubrik penilaian jurnal.

(19)

e). Melakukan perbaikan terhadap jurnal harian siswa setelah kegiatan validasi. f). Menyusun kisi-kisi angket

g). Melakukan judgement angket kepada dosen ahli.

h). Melakukan perbaikan terhadap angket setelah kegiatan validasi. i). Melakukan pembelajaran yang mendukung pengembangan asesmen. j). Mengujicoba jurnal harian kepada siswa kelas VII B.

k). Mencatat hal-hal penting yang terjadi selama kegiatan ujicoba jurnal harian. l). Menilai dan menganalisis jawaban siswa dalam jurnal harian.

m).Memberikan angket kepada siswa kelas VII B.

n). Menganalisis hasil angket yang berisi tanggapan siswa mengenai jurnal harian.

o). Menganalis kelemahan dan kekurangan jurnal harian secara kualitatif.

p). Melakukan perbaikan terhadap kekurangan atau kesalahan selama ujicoba jurnal harian sebagai bahan pertimbangan untuk tahap penerapan perangkat asesmen.

2). Pengembangan Pedoman Wawancara Guru

a). Menyusun kisi-kisi pertanyaan wawancara untuk mengetahui tanggapan guru terhadap penerapan asesmen alternatif.

b). Menyusun pedoman wawancara berdasarkan kisi-kisi yang telah dibuat. c). Men-judgement pedoman wawancara yang telah dibuat kepada dosen ahli. d). Melakukan perbaikan kesalahan-kesalahan yang terdapat pada pedoman

wawancara.

(20)

1). Penerapan Jurnal Harian Siswa

a). Melakukan pembelajaran terkait pengembangan asesmen

b). Menugaskan siswa kelas VII D mengisi format jurnal harian yang telah dikembangkan berdasarkan perbaikan pada tahap ujicoba. Pengisian jurnal harian dilakukan selama pembelajaran konsep pengelolaan lingkungan, selama lima hari berturut-turut dengan pengecekan secara berkala setiap tiga hari. c). Mencatat hal-hal penting yang terjadi selama kegiatan penerapan jurnal

harian.

d). Menilai dan menganalisis hasil jurnal harian siswa dengan menggunakan rubrik.

e). Memberikan angket kepada siswa kelas VII D. Angket diberikan satu kali setelah siswa selesai mengisi jurnal harian secara keseluruhan.

f). Menganalisis hasil jawaban angket secara kualitatif. g). Melakukan validasi atau uji petik.

3). Penerapan Wawancara Guru

a). Melakukan wawancara kepada guru mata pelajaran IPA yang mengajar di kelas penelitian.

b). Menganalisis hasil wawancara guru secara kualitatif. 3. Tahap Akhir Penelitian

a. Tindak lanjut data penelitian yang telah diperoleh, yakni dilakukan analisis data berdasarkan statistika deskriptif dan pembahasan hasil penelitian.

(21)

c. Penyusunan panduan pengembangan dan penerapan perangkat asesmen karakter.

Secara singkat, prosedur pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian digambarkan sebagai berikut pada Bagan 3.1.

(22)

G. Tahap pengolahan Data

Analisis data dilakukan secara kualitatif melalui statistika deskriptif. Semua data dihimpun dan diintegrasikan untuk dianalisis secara menyeluruh untuk penyusunan kesimpulan penelitian mengenai penerapan asesmen alternatif untuk menilai karakter peduli lingkungan siswa SMP pada pembelajaran konsep pengelolaan lingkungan. Adapun penjabaran pengolahan data adalah sebagai berikut.

1. Analisis rubrik penilaian jurnal harian

Validitas dan reliabilitas rubrik penilaian dianalisis secara kualitatif. Hasil analisis rubrik bersama dengan hasil anecdotal note record dapat memberikan kesimpulan atau pertimbangan tentang pencapaian suatu indikator. Jawaban siswa pada lembar jurnal harian dianalisis dengan menggunakan rubrik sehingga diperoleh skor ketercapaian masing-masing siswa. Skala scoring yang digunakan adalah skala 4 (0-3). Skor dihitung per hari dengan rentang skor masing-masing indikator 3-2-1-0, dimana skor tertinggi=3 dan skor terendah=0. Setelah itu, skor diakumulasikan perhari lalu dijumlahkan secara keseluruhan sehingga didapatkan total skor pencapaian karakter masing-masing siswa selama lima hari. Total skor dikategorikan menjadi tiga kategori, yaitu: tingkat pencapaian indikator karakter tinggi, sedang dan rendah.

Validasi penilaian jurnal harian dilakukan dengan uji petik yaitu in-depth interview dengan cara mengambil sampel beberapa orang siswa yang memiliki

(23)

menggali informasi mendalam mengenai kecocokan hasil analisis jurnal harian dan kondisi yang sebenarnya.

Uji kecocokan dilakukan dengan membandingkan hasil analisis jurnal harian siswa dengan hasil in-depth interview. Data hasil validasi uji kecocokan yang terkumpul kemudian ditabulasi dan ditentukan persentasenya dengan menggunakan rumus berikut:

Hasil persentase validasi yang diperoleh dikelompokkan berdasarkan kategori yang dikemukakan oleh (Riduwan 2005) seperti pada Tabel 3.2.

Tabel 3.2 Kategori Validitas Instrumen

Persentase (%) Kategori

0≤x≤20 Tidak valid

21≤x≤40 Kurang valid

41≤x≤60 Cukup valid

61≤x≤80 Valid

81≤x≤100 Sangat Valid

2. Analisis angket

Respons (jawaban) siswa pada angket dianalisis secara kualitatif kemudian dihitung kriterianya dengan menggunakan rumus:

% siswa = Jumlah jawaban siswa x 100% Jumlah seluruh siswa

Jumlah skor indikator yang cocok Jumlah total indikator

(24)

3. Pedoman wawancara guru

Hasil wawancara dengan guru dijadikan bahan masukan untuk mengetahui tanggapan guru mengenai pengembangan dan penerapan perangkat asesmen. Terdapat lima aspek yang akan diungkapkan, diantaranya tanggapan guru mengenai karakter peduli lingkungan, asesmen alternatif yang dikembangkan, langkah-langkah penerapan asesmen alternatif, serta kelebihan dan kekurangan dalam penerapan asesmen alternatif dalam menilai karakter peduli lingkungan. Pedoman wawancara guru yang telah disusun divalidasi atau di-judgement oleh dosen ahli. Setelah divalidasi, dilakukan perbaikan terhadap kekurangan atau kesalahannya. Jika pedoman wawancara guru telah dinyatakan baik, pedoman tersebut dapat digunakan setelah tahap penerapan perangkat asesmen.

4. Analisis Anecdotal note record

(25)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa dapat disusun sebuah model atau perangkat asesmen alternatif dalam mengungkap dan menilai karakter peduli lingkungan yang dijabarkan sebagai berikut:

Pengembangan perangkat asesmen dimulai dari penyusunan indikator pencapaian karakter peduli lingkungan dan penyusunan lembar jurnal harian siswa pada tahap ujicoba. Pada pelaksanaan tahap penerapan asesmen karakter, perangkat hasil ujicoba telah disempurnakan dengan melakukan perbaikan dari segi indikator karakter, rubrik penilaian, maupun lembar jurnal harian siswa. Perangkat lain yang digunakan untuk menunjang data hasil penelitian adalah angket yang diterapkan pada tahap ujicoba dan penerapan asesmen karakter.

Pada tahap penerapan, perangkat asesmen yang digunakan yaitu lembar jurnal harian dapat mengungkap pencapaian karakter peduli lingkungan siswa. Selain itu, angket dapat digunakan sebagai sumber informasi mengenai tanggapan siswa terhadap penugasan jurnal harian dalam menilai karakter peduli lingkungan.

(26)

dirinya masing-masing; 3) adanya umpan balik terhadap guru maupun siswa; 4) task yang tergolong sederhana, menarik serta teknis pelaksanaannya yang mudah.

Adapun kekurangan perangkat asesmen diantaranya: 1) penghitungan skor hasil penilaian jurnal harian siswa yang dilakukan oleh guru memakan waktu yang lama; 2) dalam penerapannya memerlukan monitoring secara rutin;

Penerapan perangkat asesmen mengalami beberapa kendala, diantaranya sebagai berikut: 1) waktu pengumpulan jurnal harian yang tidak serempak; 2) pada waktu pelaksanaan, kondisi siswa yang disibukkan dengan banyak tugas akademik lainnya. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru bidang studi, secara garis besar guru memberikan respon positif terhadap penerapan asesmen alternatif untuk menilai karakter peduli lingkungan melalui pembelajaran konsep pengelolaan lingkungan.

B. Saran

1. Bagi Guru

(27)

2. Bagi Peneliti Lain

Bagi peneliti lain yang tertarik melakukan penelitian terkait asesmen karakter, sebaiknya memilih materi dan kegiatan pembelajaran yang dilakukan yang mendukung pengembangan karakter. Hal ini dimaksudkan agar peneliti dapat benar-benar menggali dan mengungkap karakter siswa tersebut. Kegiatan penelitian sebaiknya diawali oleh studi pendahuluan, untuk memperoleh gambaran mengenai asesmen yang biasa diterapkan di sekolah dalam menilai karakter siswa. Adapun penyusunan perangkat asesmen dapat diawali dengan penyusunan indikator karakter yang disesuaikan dengan perkembangan karakter siswa jenjang SMP maupun SMA. Setelah itu, dapat dilakukan penyusunan perangkat asesmen beserta rubrik penilaiannya.

Dalam pelaksanaan penerapan perangkat asesmen sebaiknya memperhatikan pengarahan dan penjelasan mengenai teknik asesmen yang digunakan kepada siswa, bahasa dan layout task, waktu pelaksanaan serta validasi hasil analisis task sehingga asesmen yang dikembangkan dan diterapkan dapat mengukur karakter siswa secara akurat. Perangkat asesmen yang dikembangkan dapat mengalami modifikasi dan dapat terdiri dari beberapa jenis asesmen dengan mempertimbangkan kondisi siswa serta guru yang menilai sehingga peneliti dapat melihat efisiensi dan efektivitas masing-masing asesmen karakter yang digunakan tersebut.

(28)
(29)

DAFTAR ISI

ABSTRAK ... i

ABSTRACT ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR TABEL ... vii

DAFTAR GAMBAR ... viii

DAFTAR LAMPIRAN ... x

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 6

C. Batasan Masalah ... 7

D. Tujuan Penelitian ... 7

E. Manfaat Penelitian ... 8

BAB II ASESMEN ALTERNATIF UNTUK MENILAI KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN SISWA SMP PADA PEMBELAJARAN KONSEP PENGELOLAAN LINGKUNGAN A. Asesmen Pembelajaran ... 10

B. Karakter ... 13

C. Karakter Peduli Lingkungan ... 17

D. Asesmen Alternatif ... 19

(30)

C. Populasi dan Sampel ... 29

D. Instrumen Penelitian ... 29

E. Teknik Pengumpulan Data ... 31

F. Prosedur Pengumpulan Data ... 31

G. Tahap Pengolahan Data ... 36

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian ... 39

B. Pembahasan ... 76

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ... 89

B. Saran ... 90

DAFTAR PUSTAKA ... 93

LAMPIRAN ... 96

(31)

DAFTAR TABEL

2.1. Perbedaan Asesmen dan Evaluasi ... 10

2.2. Nilai-nilai Budaya dan Karakter Bangsa ... 15

2.3. Indikator Keberhasilan Karakter Peduli Lingkungan ... 18

2.4. Asesmen dalam Pendidikan karakter ... 21

2.5. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Materi Pencemaran ... 23

3.1. Teknik Pengumpulan Data ... 31

3.2. Kategori Validitas Instrumen ... 37

4.1. Penyusunan Indikator Karakter Peduli Lingkungan ... 40

4.2. Indikator Pencapaian Karakter Peduli Lingkungan ... 42

4.3. Catatan Penting Pelaksanaan Ujicoba Jurnal Harian ... 46

4.4. Hasil Analisis Jurnal Harian Siswa pada Tahap Ujicoba ... 50

4.5. Indikator Pencapaian Karakter Peduli Lingkungan Tahap Penerapan... 58

4.6. Catatan Penting Pelaksanaan Penerapan Jurnal Harian ... 61

4.7. Hasil Analisis Jurnal Harian Siswa pada Tahap Penerapan ... 63

4.8. Uji kecocokan karakter peduli lingkungan siswa antara hasil penilaian perangkat asesmen dan in-depth interview ... 69

4.9. Tanggapan guru terhadap pengembangan dan penerapan asesmen alternatif untuk menilai karakter peduli lingkungan ... 75

(32)

DAFTAR GAMBAR

2.1. Skema Pendidikan Karakter di SMP ... 15

4.1. Layout Jurnal Harian Siswa Tahap Ujicoba ... 43

4.2. Contoh Rubrik Indikator ke-1 beserta Deskriptor ... 44

4.3. Contoh Rubrik Indikator ke-3 beserta Deskriptor ... 45

4.4. Contoh Tulisan Jurnal Harian Siswa pada Tahap Ujicoba... 47

4.5. Contoh Tulisan Jurnal Harian Siswa pada Tahap Ujicoba... 48

4.6. Contoh Umpan Balik yang Diberikan Guru secara Tertulis ... 49

4.7. Grafik Alasan Siswa Tidak Mengisi Jurnal dengan Lengkap ... 52

4.8.Grafik Persentase Siswa yang Mengetahui Gambaran Karakter Kepedulian Lingkungannya Setelah Mengisi Jurnal Harian... 54

4.9. Grafik Perubahan Perilaku Siswa selama Pembelajaran Konsep Pengelolaan Lingkungan ... 55

4.10. Grafik Kesulitan Siswa dalam Mengisi Jurnal Harian ... 56

4.11. Layout Jurnal Harian Siswa Tahap Penerapan ... 60

4.12. Contoh Tulisan Jurnal Harian Siswa pada Tahap Penerapan... 62

4.13. Petunjuk Pengisian Jurnal pada Tahap Ujicoba dan Penerapan... 63

4.14.Grafik Persentase Siswa yang Mengetahui Gambaran Karakter Kepedulian Lingkungannya Setelah Mengisi Jurnal Harian ... 65

4.15. Grafik Alasan Siswa Tidak Mengisi Jurnal dengan Lengkap ... 67

(33)

DAFTAR BAGAN

(34)

DAFTAR LAMPIRAN

A.STUDI PENDAHULUAN

1. Hasil studi pendahuluan ... 95

2. Analisis Studi Pendahuluan ... 98

B.INSTRUMEN PENELITIAN TAHAP UJICOBA 1. Kisi-kisi Rubrik Penilaian Jurnal Harian Siswa Tahap Ujicoba ... 101

2. Rekapitulasi Skor Jurnal Harian Siswa Tahap Ujicoba... 104

3. Kisi-kisi Angket Tahap Ujicoba ... 116

4. Hasil Analisis Jawaban Angket Siswa Tahap Ujicoba ... 117

5. Format Jurnal Harian Siswa Tahap Ujicoba ... 119

C.INSTRUMEN PENELITIAN TAHAP PENERAPAN 1. Kisi-kisi Rubrik Penilaian Jurnal Harian Siswa Tahap Penerapan ... 121

2. Rekapitulasi Skor Jurnal Harian Siswa Tahap Penerapan ... 124

3. Hasil Analisis Jawaban Angket Siswa Tahap Penerapan ... 141

4. Pedoman Wawancara Guru ... 143

5. Format Jurnal Harian Siswa Tahap Penerapan ... 144

D.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Konsep Pengelolaan Lingkungan ... 145

Figur

Tabel 3.1 Teknik Pengumpulan Data

Tabel 3.1

Teknik Pengumpulan Data p.17
Tabel 3.2 Kategori Validitas Instrumen

Tabel 3.2

Kategori Validitas Instrumen p.23

Referensi

Memperbarui...