• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Media Sosial terhadap Purchase Decision Melalui Brand Awareness Sebagai Variabel Mediasi (Studi pada Konsumen Starbucks di Bandung).

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Media Sosial terhadap Purchase Decision Melalui Brand Awareness Sebagai Variabel Mediasi (Studi pada Konsumen Starbucks di Bandung)."

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

Perkembangan teknologi mendorong perusahaan untuk menampilkan iklan secara digital atau online. Oleh sebab itu, banyak perusahaan saat ini menggunakan media sosial untuk menjalin komunikasi dengan pelanggan, memberikan informasi produk, maupun merespon atas keluhan pelanggan. Penelitian ini menguji dan menganalisis mengenai pengaruh media sosial pada purchase decision melalui brand awareness sebagai variabel mediasi. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen Starbucks Coffee Paris Van Java Mall Bandung, dengan menggunakan jumlah sampel sebesar 250 responden. Teknik pengambilan data yaitu dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari 17 pernyataan. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan program SPSS 21.0. Dari hasil analisis diperoleh hasil bahwa (1) media sosial berpengaruh positif terhadap purchase decision; (2) brand awareness berpengaruh positif terhadap purchase decision; (3) media sosial berpengaruh positif terhadap brand awareness; dan (4) media sosial berpengaruh positif terhadap purchase decision melalui brand awareness sebagai variabel mediasi. Selanjutnya, pada penelitian ini juga ditemukan hasil bahwa terdapat pengaruh secara simultan antara variabel Media Sosial melalui Brand Awareness sebagai variabel mediasi terhadap Purchase Decision sebesar 2.8% dan sisanya 97.2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.

(2)

ABSTRACT

The development of technology encourages companies to make advertisements digitally or online. Therfore many companies use social media to communicate with customers, provide product information as well as responding to customer complaints. This study examines and analyzes about the influence of social media on purchase decision through brand awareness as a mediating variable. Population in this research are the consumers of Starbucks Coffee Paris Van Java Mall Bandung, using a sample size of 250 respondents. Data collection techniques by using a questionnaire consisting of 17 statements. The collected data were analyzed using SPSS 21.0. The results showed that (1) social media has a positive influence the purchase decision; (2) brand awareness has a positive influence the purchase decision; (3) social media has a positive influence on brand awareness; and (4) social media has a influence the purchase decision through brand awareness as a mediating variable. Furthermore, this study also found the result that there are significant simultaneously between variable Social media through Brand Awareness as a variable mediation of Purhcase Decision amounted to 2.8% and the remaining 97.2% are influenced by other factors which is not discussed in this study.

(3)

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN ... ii

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN TESIS ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

ABSTRAK ... vii

ABSTRACT ... viii

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR GAMBAR ... xiv

DAFTAR TABEL ... xv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang Penelitian ... 1

1.2 Identifikasi dan Rumusan Masalah ... 9

1.3 Tujuan Penelitian ... 9

1.4 Manfaat Penelitian ... 10

BAB II KAJIAN KEPUSTAKAAN ... 11

2.1 Media Sosial... 11

2.1.1 Dimensi Media Sosial... 13

2.2 Brand Awareness ... 17

2.2.1 Dimensi Brand Awareness ... 18

2.2.2 Piramida Brand Awareness ... 19

2.3 Buyer Purchase Decision ... 20

2.4 Purchase Decision ... 22

(4)

BAB III RERANGKA PEMIKIRAN DAN METODE PENELITIAN ... 28

3.1 Rerangka Pemikiran ... 28

3.2 Metode Penelitian ... 30

3.3 Pengembangan Hipotesis ... 31

BAB IV METODE PENELITIAN ... 34

4.1 Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel ... 34

4.1.1 Objek Penelitian ... 35

4.2 Metode Penelitian ... 36

4.2.1 Metode Penelitian yang Digunakan ... 36

4.2.2 Teknik Analisis ... 37

4.2.2.1 Uji Instrumen ... 37

4.2.2.2 Uji Validitas ... 37

4.2.2.3 Uji Reliabilitas ... 37

4.2.2.4 Uji Asumsi Klasik ... 38

4.2.2.5 Uji Outliers ... 38

4.2.2.6 Uji Normalitas... 39

4.2.2.7 Uji Multikolinearitas ... 39

4.2.2.8 Uji Heterokedastisitas ... 40

4.2.2.9 Uji Regresi Linear Berganda ... 40

4.3 Operasional Variabel ... 41

BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN ... 46

5.1 Hasil Penelitian ... 46

5.2 Pembahasan Hasil Penelitian ... 46

(5)

5.2.2 Analisis Deskriptif Data Penelitian... 51

5.2.2.1 Media Sosial (X) ... 51

5.2.2.2 Brand Awareness (Z) ... 55

5.2.2.3 Purchase Decision (Y) ... 59

5.2.3 Hasil Pengujian Instrumen ... 62

5.2.3.1 Hasil Uji Validitas ... 62

5.2.3.2 Hasil Uji Reliabilitas ... 64

5.2.4 Hasil Pengujian Asumsi Klasik ... 65

5.2.4.1 Hasil Uji Outliers ... 65

5.2.4.2 Hasil Uji Normalitas ... 67

5.2.4.3 Hasil Uji Multikolinearitas ... 68

5.2.4.4 Hasil Uji Heterokedastisitas ... 68

5.2.5 Hasil Pengujian Regresi Linear Berganda ... 69

5.2.6 Hasil Pengujian Regresi Sederhana ... 70

5.3 Pengujian Hipotesis ... 71

5.3.1 Pengujian Hipotesis Penelitian 1 ... 71

5.3.2 Pengujian Hipotesis Penelitian 2 ... 74

5.3.3 Pengujian Hipotesis Penelitian 3 ... 75

5.3.4 Pengujian Hipotesis Penelitian 4 ... 77

5.4 Implikasi Manajerial ... 79

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN ... 81

6.1 Kesimpulan ... 81

6.2 Saran ... 81

DAFTAR PUSTAKA

(6)

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Media Sosial Terpopuler di Indonesia ... 12

Gambar 2.2 Piramida Brand Awareness ... 19

Gambar 2.3Proses Pembelian Oleh Konsumen ... 20

Gambar 3.1 Rerangka Pemikiran ... 30

Gambar 3.2 Model Penelitian ... 31

Gambar 5.1 Profil Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 45

Gambar 5.2 Profil Responden Berdasarkan Usia ... 45

Gambar 5.3 Profil Responden Berdasarkan Pengeluaran Per Bulan ... 46

(7)

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 1.1 Trend Media Sosial di Indonesia ... 5

Tabel 2.1 Riset Terdahulu Mengenai Media Sosial ... 24

Tabel 2.2 Riset Terdahulu Mengenai Media Sosial (Lanjutan) ... 25

Tabel 2.3 Riset Terdahulu Mengenai Brand Awareness ... 26

Tabel 2.4 Riset Terdahulu Mengenai Purchase Decision ... 27

Tabel 4.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional ... 43

Tabel 4.2 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional (Lanjutan) ... 44

Tabel 4.3 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional (Lanjutan) ... 45

Tabel 5.1 Kecukupan Sampel ... 46

Tabel 5.2 Media Sosial Yang Sering Responden Gunakan ... 49

Tabel 5.3 Media Sosial Yang Sering Responden Ikuti (Follow) ... 49

Tabel 5.4 Skor Jawaban Responden Terhadap Pernyataan Variabel (X) ... 51

Tabel 5.5 Skor Jawaban Responden Terhadap Pernyataan Variabel (Z) ... 55

Tabel 5.7 Hasil Uji Validitas Variabel Media Sosial ... 62

Tabel 5.8 Hasil Uji Validitas Variabel Media Sosial (Lanjutan) ... 63

Tabel 5.9 Hasil Uji Validitas Variabel Brand Awareness ... 63

Tabel 5.10 Hasil Uji Validitas Variabel Purchase Decision ... 64

Tabel 5.11 Hasil Uji Reliabilitas Kuisioner Penelitian ... 65

Tabel 5.12 Chi Square ... 66

Tabel 5.13 Hasil Uji Normalitas ... 67

Tabel 5.14 Hasil Uji Multikolinearitas ... 68

Tabel 5.15 Hasil Uji Heteroskedastisitas ... 69

(8)

Tabel 5.17 Pengujian Hipotesis 1 ... 71

Tabel 5.18 Pengujian Hipotesis 2 ... 72

Tabel 5.19 Pengujian Hipotesis 3 ... 74

Tabel 5.19 Pengujian Hipotesis 4 ... 75

(9)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Penelitian

Perkembangan teknologi mendorong perusahaan untuk menampilkan iklan secara

digital atau online. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Julian (2012;32)

menyatakan bahwa media sosial digunakan sebagai cara untuk berkomunikasi

dengan konsumen yaitu dengan cara yang terbuka dan jujur untuk lebih

memahami kebutuhan mereka, membuat konten menarik untuk menghasilkan

lebih banyak penggemar setia, membangun hubungan personal dengan konsumen

melalui strategi pelayanan pelanggan yang efektif, dan menentukan pengukuran

keberhasilan untuk mengukur apakah tujuan telah dicapai atau tidak. Hal ini

didukung oleh Smith (2010:329) yang mengatakan bahwa hubungan masyarakat

secara professional dapat dilakukan menggunakan media sosial yaitu dengan cara

mengkomunikasikan merek dengan konsumen. Penelitian oleh Baruah (2012:9)

menyatakan bahwa media sosial merupakan hal yang sederhana dan termasuk

sebagai suatu cara yang murah untuk mengatur anggota, mengatur pertemuan,

menyebarkan informasi, dan mengukur opini. Media sosial dapat dijadikan media

yang efektif untuk membangun kehidupan sosial baik secara individu maupun

organisasi. Dengan demikian, salah satu konsep dasar dalam media sosial yaitu

bahwa dengan media sosial, seseorang tidak dapat mengendalikan pesan

(10)

dapat dihasilkan dari media sosial dapat berupa artikel pribadi, informasi berita,

maupun iklan. Periklanan dapat ditampilkan melalui media sosial seperti

Facebook, Blogspot, Instagram, Twitter, dan Youtube. Zarella (2010:1),

menyatakan bahwa media sosial didefinisikan ke dalam konteks paradigma media

sebelumnya yaitu media tradisional, seperti televisi, surat kabar, radio, dan

majalah yang menjadi media komunikasi satu-arah dengan teknologi siaran statis.

Pengiklan yang menggunakan media sosial tidak harus membayar penerbit

majalah atau menggunakan sejumlah uang untuk menciptakan pesan yang mereka

inginkan, dengan media sosial perusahaan dapat membuat konten yang menarik

dimana penonton akan berdatangan untuk melihatnya.

Penggunaan media sosial ini dari sisi perusahaan dirasakan dapat

memberikan stimulus atau rangsangan kepada brand awareness dalam benak

konsumen sehingga rangsangan tersebut dapat memberikan dampak positif

terhadap perusahaan dan pada akhirnya konsumen akan melakukan keputusan

pembelian. Keputusan pembelian konsumen dapat dipengaruhi ketika produk

memiliki brand awareness yang tinggi (Dodds et.al,. 1998; Grewal et.al., 1998;

Chi et.al., 2009;135). Hoeffler dan Keller (2002;78) mengindikasikan bahwa

brand awareness dapat dibagi menurut kedalaman dan kelebaran. Kedalaman

diartikan bagaimana konsumen untuk menyadari atau mengidentifikasi merek

secara mudah dan kelebaran diartikan sebagai kapan konsumen membeli sebuah

produk, dimana pada saat itu sebuah nama merek akan datang kepada benak

konsumen. Jika sebuah produk memiliki kedalaman merek dan kelebaran merek

(11)

spesifik yang akan mereka beli, dan produk tersebut memiliki brand awareness

yang tinggi.

Beberapa perusahaan berusaha memunculkan brand awareness secara

positif dalam benak konsumen agar konsumen dapat dengan mudah mengenali

produk dan jasa yang ditawarkan dan dapat mempertimbangkannya dalam

memutuskan untuk melakukan pembelian. Menurut Kardes et.al, (2011:189)

keputusan pembelian merupakan serangkaian proses dari mulai pengenalan

masalah, pencarian informasi, dan mengevaluasi alternatif pilihan sebelum

mengambil keputusan dalam melakukan pembelian. Media Sosial merupakan

salah satu alternatif bagi perusahaan dalam meningkatkan brand awareness.

Salah satu contoh yang dapat dimanfaatkan dari media sosial seperti yang

Starbucks gunakan pada tahun 2012 yaitu dengan memberikan tantangan bagi

semua konsumen untuk berlomba-lomba untuk menjadi yang pertama dalam

memposting foto poster Starbucks di Twitter. Strategi promosi ini terbilang cukup

efektif, karena banyak orang yang tertarik mempromosikan logo dan merek

Starbuck di media online, sehingga bisa dipastikan apabila merek produk tersebut

semakin dikenal masyarakat luas (2015;www.bisnisukm.com/bisniskedaikopi).

Selain itu Starbucks juga menggunakan media sosial sebagai program digital

coffee talks melalui Twitter dan Instagram untuk berbicara langsung konsumen

dengan barista membahas mengenai pengetahuan kopi dengan menggunakan

hashtag #DigitalCoffeeTalks atau konsumen bisa langsung datang ke gerai

Starbucks setiap hari rabu di waktu tertentu yang dibuat sesuai perjanjian

(12)

Starbucks merupakan coffee shop franchise asal Amerika yang berpusat di

Seattle, Washington. Starbucks merupakan kedai kopi terbesar di dunia dengan

memiliki lebih dari 18.000 toko di 62 negara (www.starbucks.com/heritage).

Starbucks Coffee mulai memasuki Indonesia pada 17 Mei 2012 dan hingga 10

April 2013 Starbucks telah membuka cabang lainnya di 147 lokasi yang berbeda

di lebih dari 12 kota (www.starbucks.co.id).

Starbucks merupakan salah satu merek coffee shop dengan system franchise

yang memiliki gerai-gerai di hampir setiap pusat perbelanjaan, khususnya di kota

Bandung. Hingga saat ini Starbucks telah membuka gerai kopinya di kota

Bandung di beberapa tempat seperti di Trans Studio Mall, Bandung Indah Plaza,

Cihampelas Walk, Paris Van Java, Braga Citiwalk, Bandara Husein Sastranegara,

dan Starbucks Dipatiukur yang hampir tidak pernah sepi pelanggan. Mayoritas

pelanggan yang datang ke kedai Starbucks di kota Bandung mulai dari umur 19

tahun ke atas baik hanya untuk sekedar menikmati kopi maupun sebagai tempat

untuk bergaul dan aktifitas sosial lainnya.

Berbagai macam program promosi ditawarkan oleh Starbucks secara seksama

dan menyuluruh di kota Bandung dengan cara yang menarik melalui media

periklanan, bahkan Starbucks di Kota Jakarta memiliki beberapa promosi yang

berbeda tergantung lokasi toko seperti promo yang berlaku di toko luar bandara

berbeda dengan program promosi yang ada di Starbucks bandara Jakarta.

Starbucks mengimplementasikan media sosial sebagai salah satu sarana

(13)

promo, maupun tindak lanjut keluhan pelanggan dan juga untuk memberitahukan

kepada konsumennya mengenai kegiatan-kegiatan sosial yang Starbucks lakukan

(www.starbucks.co.id/responsibility/community/community-service).

Media sosial yang digunakan Starbucks dimaksudkan untuk memberikan

kemudahan kepada konsumen maupun calon konsumen dalam berkomunikasi

dengan Starbucks, pemilihan media ini berdasarkan oleh penggunaan media sosial

yang saat ini digandrungi oleh khalayak ramai. Media sosial menarik untuk

dibahas, mengingat pertumbuhan penggunanya yang sangat pesat. Menurut data

dari Kementrian Komunikasi dan Informatika yang mengungkapkan pengguna

internet di Indonesia pada tahun 2012 mencapai 63 juta orang dan 95 persen dari

jumlah tersebut menggunakan internet untuk mengakses jejaring sosial.

Sedangkan pada tahun 2014 menurut data dari Kementrian Komunikasi dan

Informatika pengguna internet telah bertambah menjadi 82 juta orang dengan 80

persen penggunanya adalah remaja yang menggunakan untuk jejaring sosial.

Adapun jumlah pengguna media sosial tersebut yaitu:

Tabel 1.1 Trend Media Sosial di Indonesia Media Sosial Jumlah Pengguna

Facebook 65.000.000 pengguna

Twitter 19.500.000 pengguna

Path 700.000 pengguna

Line 10.000.000 pengguna

Google+ 3.400.000 pengguna

Linkedin 1.000.000 pengguna

(14)

Berdasarkan prasurvey yang dilakukan peneliti pada 20 partisipant di kota

Bandung menunjukkan rentang umur pengguna media sosial aktif adalah usia

26-30 tahun. Dari hasil prasurvey tersebut peneliti mengetahui bahwa media sosial

yang mayoritas digunakan partisipant saat ini yaitu :

 Facebook (95%)

 Twitter (70%)

 Instagram (85%)

 Path (80%)

 Pinterest (20%)

 Google+ (25%)

 Tumblr (15% )

Dimana dari hasil tersebut diduga bahwa terdapat beberapa partisipant yang

memiliki dan menggunakan beberapa media sosial. Prasurvey menunjukkan 60%

merasa puas dengan media sosial yang telah Starbucks gunakan, 40% menyatakan

tidak puas, dan 75% merasa terbantu dengan adanya informasi mengenai

informasi promo, produk, dan sebagainya melalui media sosial yang telah

Starbucks gunakan dan 25% menyatakan tidak terbantu dengan adanya informasi

mengenai produk dan promo produk Starbucks.

Hasil prasurvey terhadap participant untuk mengetahui media sosial

Starbucks manakah yang partisipant kenali, maka dapat diranking yaitu :

(15)

3. Twitter

4. www.mystarbucksidea.com

5. Pinterest

6. Google+

Dalam prasurvey diketahui bahwa 70% pelanggan mengatakan bahwa

dengan adanya media sosial dianggap memberikan dampak kepada keputusan

pembelian pelanggan di Starbucks. 90% partisipant mengetahui merek Starbucks

dan semua partisipant menyatakan bahwa merek Starbucks mudah untuk diingat.

Dari hasil prasurvey tersebut diduga bahwa media sosial yang digunakan

Starbucks berpengaruh terhadap brand awareness. Hal ini didukung oleh

penelitian Shojae dan Azman (2013:72) yang menemukan bahwa sebuah merek

akan mendapatkan keuntungan dari media sosial dalam rangka menciptakan dan

meningkatkan brand awareness, hal ini akan memberikan dampak bahwa

pelanggan akan lebih dekat dengan merek tersebut. Menurut Arora dan Sharma

(2013:1) menemukan bahwa terdapat berbagai macam cara untuk

mempromosikan merek dengan bantuan media sosial, dampak promosi melalui

media sosial sangat besar dan memberikan kecepatan dan relevansi. Awareness

merupakan salah satu faktor penting yang akan menaikkan rasio penjualan produk

di perusahaan tersebut.

Dari hasil pra survey yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa

konsumen merasa media sosial Starbucks seperti Facebook, Twitter, dan

Instagram dirasa kurang up to date, baik berupa tindak lanjut keluhan pelanggan

(16)

20 partisipant menunjukkan65% partisipant merasa media sosial yang digunakan

Starbucks kurang up to date untuk secara aktif memposting mengenai informasi

produk dan promo serta menindaklanjuti keluhan pelanggan melalui media sosial

tersebut, sedangkan 35% partisipant merasa media sosial Starbucks sudah up to

date.

Media sosial yang digunakan Starbucks saat ini yaitu Facebook, Twitter,

Instagram, Google+, Pinterest, maupun yang Starbucks ciptakan sendiri seperti

www.mystarbucksidea.com diharapkan mampu untuk mencakup tidak hanya

konsumen yang telah ada guna menjalin komunikasi melainkan untuk calon

konsumen agar lebih aware dengan Starbucks untuk selanjutnya dapat melakukan

keputusan pembelian

Dari hasil prasurvey tersebut dapat disimpulkan bahwa partisipan kurang

merasakan dampak media sosial terhadap purchase decision, terdapat dugaan

bahwa followers media sosial Starbucks bukan mayoritas pembeli dan followers

yang aware terhadap media sosial yang Starbucks gunakan bukan target

konsumen. Berdasarkan latar belakang tersebut maka penulis tertarik untuk

membahas penelitian mengenai pengaruh dari media sosial pada keputusan

pembelian, dan dikarenakan adanya perubahan positif atau negatif pada keputusan

pembelian dapat dipengaruhi oleh brand awareness, sehingga variabel brand

awareness dapat dijadikan variabel mediasi. Sehingga judul penelitian yang

(17)

1.2 Identifikasi dan Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan pada latar belakang, maka

identifikasi masalah penelitian tersebut adalah adanya fenomena karena

pilihan media sosial perusahaan Starbucks dirasa kurang update bagi sebagian

besar konsumen hal ini diduga akan berdampak kepada purchase decision

dimana pelanggan Starbucks mayoritas anak muda dan karyawan professional

yang sudah terbiasa menggunakan media sosial. Berdasarkan hal tersebut

peneliti merumuskan masalah yang akan diteliti antara lain:

1. Seberapa besar media sosial berpengaruh terhadap purchase decision

konsumen Starbucks Bandung?

2. Seberapa besar media sosial berpengaruh terhadap brand awareness

konsumen Starbucks Bandung?

3. Seberapa besar brand awareness berpengaruh terhadap purchase

decision konsumen Starbucks Bandung?

4. Seberapa besar media sosial berpengaruh melalui brand awareness

terhadap purchase decision konsumen Starbucks Bandung?

1.3 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis:

1. Pengaruh media sosial terhadap purchase decision konsumen Starbucks

Bandung.

2. Pengaruh media sosial terhadap brand awareness konsumen Starbucks

(18)

3. Pengaruh brand awarenesss terhadap purchase decision konsumen

Starbucks Bandung.

4.

Pengaruh media sosial melalui brand awareness terhadap purchase

decision konsumen Starbucks Bandung.

1.4 Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoritis

a. Diharapkan dapat memberikan kontribusi dan referensi yang berkaitan

dengan pemahaman media sosial, keputusan pembelian konsumen,

dan brand awareness dan juga dapat memberikan informasi mengenai

peran dari faktor-faktor tersebut dalam dunia nyata.

b. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan

pengembangan e-wom (electronic word of mouth).

2. Manfaat praktis bagi manajemen Starbucks yaitu diharapkan dapat

memberikan kontribusi dan tambahan informasi yang berguna bagi

manajemen Starbucks untuk selalu berpikir kreatif dan up to date dalam

hal periklanan guna meningkatkan purchase decision di Starbucks kota

(19)

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui

bagaimana pengaruh dari media sosial terhadap purchase decision melalui brand

awareness sebagai variabel mediasi dengan studi pada konsumen Starbucks di

Kota Bandung, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Media sosial berpengaruh positif terhadap purchase decision. Hal ini

mendukung hipotesis awal yang diajukan dalam penelitian ini.

2. Media sosial berhubungan positif terhadap brand awareness. Hal ini

mendukung hipotesis awal yang diajukan dalam penelitian ini.

3. Brand awareness berpengaruh positif terhadap purchase decision. Hal ini

mendukung hipotesis awal yang diajukan dalam penelitian ini.

4. Media sosial melalui mediasi brand awareness berpengaruh terhadap

purchase decision.

6.2. Saran

Setelah mengamati dan mempelajari hasil penelitian, maka tedapat

beberapa saran yang dapat diberikan kepada Starbucks Coffee Paris Van Java

(20)

1. Starbucks perlu memperhatikan kembali dalam penggunaan media sosial

yang digunakannya. Evaluasi dalam penggunaan media sosial perlu

Starbucks lakukan secara berkala sehingga nantinya diharapkan media

sosial yang digunakan oleh Starbucks akan lebih komunikatif dan semakin

baik serta dapat memenuhi kebutuhan akan informasi para konsumennya.

2. Starbucks perlu meningkatkan kembali brand awareness mereknya.

Terdapat beberapa macam cara untuk meningkatkan brand awareness

merek Starbucks seperti dengan menggunakan integrated marketing

communication lainnya yaitu word of mouth, advertising, maupun media

tradisional.

3. Penelitian ini hanya mengukur pengaruh media sosial terhadap purchase

decision dengan brand awareness sebagai variabel mediasi. Penelitian

selanjutnya dapat dikembangkan dengan cara memasukkan variabel

consumers review, brand loyalty, dan customer relationship management

(21)

DAFTAR PUSTAKA

Aaker, A.David, 1991, Managing Brand Equity: Capitalizing on the Value of a Brand name, New York, Free Press.

Abdurahman, Drs. Maman. M.pd, 2011, Dasar-Dasar Statistika Untuk Penelitian, Pustaka Setia, Indonesia.

Aerni, Marianne, 2014, The Passionate ‘sharing’ of Creative Women: A Study of Self- Pertrayal on Facebook and Instagram, Stockholm University.

Ahmed, Mirza Ashfaq, Zahra Zahid, 2014, Role of social media marketing to enhance CRM and brand equity in terms of purchase intention, Asian Journal Of Management Research, ISSN 2229 – 3795

As'ad, H. Abu-Rumman, Anas Y. Alhadid, 2014, The Impact of Social Media Marketing .on Brand Equity: An Empirical Study on Mobile Service Providers in Jordan, Society of Interdisciplinary Business Research (www.sibresearch.org).

Ashutosh Nigam, Rajiv Kaushik, 2011, Impact of Brand Equity on Customer

Purchase Decisions: An Empirical Investigation with Special Reference to Hatchback Car Owners in Central Haryana, IJCEM International Journal of Computational Engineering & Management, Vol. 12 ISSN (Online): 2230-7893 www.IJCEM.org

Aurelija Ulbinaite, Marija Kucinskiene, Yannick Le Moullec, 2013,

Determinants of Insurance Purchase Decision Making in Lithuania ,Inzinerine Ekonomika-Engineering Economics.

Baeza, Julia, Caroline Anmo, 2010, Brand Origin – How Does it Impact Brand Awareness and Brand Image, Kristianstad University

Baruah, Trisha Dowerah, May 2012 Effectiveness of Social Media as a tool of

communication and its potential for technology enabled connections: A micro-level study, International Journal of Scientific and Research Publications, Volume 2, Issue 5, 1ISSN 2250-3153.

Bilal,Ghania Mirza Ashfaq Ahmed and Mirza Naveed Shahzad, 2014, Role of Social Media and Social Networks in Consumer Decision Making: A Case of the Garment Sector, International Journal of Multidisciplinary Sciences and Engineering, Vol 5, No.3. Boe, Kenneth and Tord Roise Bjornstad, 2014, Building Brand Awareness for Products with

Low Purchase Frequency, Hogskolen I Alesund,Aalesund University College. Brogi, Stefano, Armando Calabrese, Domenico Campisi, Guelandina Capece, Roberta Costa,

(22)

Capece , Guendalina, Roberta Cost, and Francesca Di Pillo, 2013 Communities on Brand Equity in the Luxury Fashion Industry, Department of Enterprise Engineering, University of Rome Tor Vergata, Italy .

Chan, Sylvia. M, Moonhee Cho, Sangwon Lee, 2013, User Perception of Social Media: A Comparative Study of Perceived Characteristics and User Profiles by Social Media, Online Journal of Communication and Media Technologies.

Charles, Henri Gros, 2012, The Influence of Social Media on Consumers During Their Purchasing Decision Making Process and The Implications for Marketers, Dublin Business School

Chi, Hsin Kuang Nanhua University, Taiwan Dr. Huery Ren Yeh, Shih Chien University, Kaohsiung, Taiwan Ya Ting Yang, Graduate Student, Nanhua University, Taiwan, 2009 Perceived Quality and Brand Loyalty,The Journal of International Management Studies, Volume 4, Number 1.

Correa, Teresa, Amber Willard Hinsley dan Homero Gil de Zúñiga, 2010, Who interacts on the Web?: The intersection of users’ personality and social media use, Center for Journalism & Communication Research, School of Journalism, University of Texas at Austin, USA

Darban, Ayda, Wei Li, 2012, The Impact of Online Social Networks on Consumers Purchasing Decision-The Study of Food Retailers, Jonkoping International Business School.

Desai, Preyal, Pratima Shukla, Nikunj Thakkar, 2012, Effect of Facebook on Purchasing Behavior of Youth, R.B. Institute of Management Studies Amhmedabad, Volume No.2, Issue No.11 (November) ISSN 2231-1009.

Doostar, Mohammad, Maryam Kazemi Iman Abadi, Reza Kazemi Iman Abadi, 2012, Impact of Brand Equity on Purchase Decision of Final Consumer Focusing on Products with Low Mental Conflict, Basic. Appl. Sci. Res., 2(10)10137-10144,TextRoad Publication.

Forbes,Lukas P. Ph.D., Western Kentucky University, USA, Eve M. Vespoli, MBA, USA, 2013, Does Social Media Influence Consumer Buying Behavior? An Investigation Of Recommendations And Purchases, Journal of Business & Economics Research, February Volume 11, Number 2.

Hajli, M.Nick, A Study of the Impact of Social Media on Consumers, 2013, International Journal of Market Research Vol.66, Issue 3.

Hallikainen, Petri, 2015,Why People Use Social Media Platforms: Exploring the Motivations and Consequences of Use, Springer International Publishing Switzerland.

(23)

the Brand Recognition: An Exploratory Study, Global Journal of Management and Business Research.

Hair, J.F., et. Al. 2006. Multivariate Data Analysis, Penerbit Pearson Education, Inc., Sixth Edition, New Jersey USA.

Hassan Ghorbani, Fatemehsadat Madani, 2012, The analysis of effective factors on product brand image after extension (PBI) in home appliance industry in Iran, African Journal of Business Management Vol. 6(27), pp. 8220-8226, 11 July, Available online at http://www.academicjournals.org/AJBM DOI: 10.5897/AJBM11.2489 ISSN 1993-8233 , Academic Journals.

Hasan, Tanveer, 2008, Influence of Brand Name on Consumer Decision in Car Choice, Umea School of Business and Economics.

Iyengar, Raghuram, Sangman Han, Sunil Gupta, 2009, Do Friends Influence Purchases in a Social Network, Harvard Business School.

Jaeyoung Lee, Euiho Suh, 2013, An Empirical Study of The Factors Influencing Use of Social Network Service, Department of Industrial and Management Engineering, POSTECH, Republic of Korea.

Jogiyanto. 2010. Metodologi Penelitian Bisnis: Salah Kaprah dan Pengalaman- Pengalaman, Edisi Pertama, Penerbit BPFE, Yogyakarta

Julian, Lindsey, 2012, Using Social Media to Increase Consumer Loyalty to a Brand A Senior Project presented to The Faculty of the Journalism Department California Polytechnic State University, San Luis Obispo In Partial Fulfillment of the Requirements for the Degree Bachelor of Science in Journalism .

Kardes, Frank R. s, Maria L. Cronley,Thomas W. Cline, 2011, Consumer Behavior, South- Western, Cengage Learning Library of Congress Control Number: 2009939851, ISBN-13: 978-0-538-74540-6, ISBN-10: 0-538-74540-1, South-Western Cengage Learning 5191 Natorp Boulevard Mason, OH 45040, USA.

Keller L. Kevin,2013, Strategic Brand Management, Building, Measuring, and Managing Brand Equity, Fourth Edition, Pearson Education Limited

Khan, Shahzad, 2012, Role of Brand Characteristics and its Impact on Consumer Buying Behavior A Comparative Study of Middle and Lower Social Classes for Mobiles Handset Purchase, Global Journal of HUMAN SOCIAL SCIENCE Sociology, Economics & Political Science Volume 12 Issue 13 Version 1.0.

Khuong, Mai Ngoc, Vu Ngoc Bich Tram, 2015, The Effects of Emotional Marketing on Consumer Product Perception, Brand Awareness and Purchase Decision-A Study in Ho Chi Minh City, Vietnam, Journal of Economics, Business and Management, Vol. 3, No. 5.

(24)

Kotler, Phillip, Gary Armstrong, 2014, Principles of Marketing, Fifteenth Edition, Pearson Education Limited.

Lee, Jaeyong, Euiho Suh, 2013, An Empirical Study of The Factors Influencing Use of Social Network Service.

Li, Hong, Zhong Yao, Yan Bai, 2011, Social Commerce User Purchase Intention Study: What Factors are Taking Effect, School of Economics and Management, Beihang University, China

Macdonald, Emma K, Byron M. Sharp, 2000, Brand Awareness Effects on Consumer

Decision Making for a Common, Repeat Purchase Product: A Replication, Univeristiy of Newcastle, University of South Australia, Journal of Business Research 48,5–15.

Miller, Michael, 2011, The Ultimate Web Marketing Guide, Pearson Education Inc. Naidu, Geetanjali, and Sunil Agrawal, 2013, A Study on Impact of Social Media in Buying

Behavior of Consumer/Customer with Special Reference to Raipur City, Journal Of Harmonized Research in Applied Sciences 1(3), 98-101.

Nasir, Saadia, Dr. Parkash Vel, Hafsa Mateen, 2012, Social Media and Buying Behavior of Women in Pakistan toward Purchase of Textile Garments, Business Management Dynamics, pp 61-69.

Oosthoek, Arian, 2013, What is the Impact of Facebook Tie Strength adn Behavior on Purchase Intention, Erasmus University Rotterdam

Ovidiu, I. Moisescu, 2009, The Importance of Brand Awareness in Consumers Buying Decision and Perceived Assessment, Babeş-Bolyai University of Cluj-Napoca. Odhiambo, Christine Adhiambo, 2012, Social Media as a Tool of Marketing and Creating

Brand Awareness, Business Economics and Tourism.

Prasad, Shantanu, N.K. Titala, I.C. Gupta, 2014, Social Media and Customer Purchase Decision, American International Journal of Research in Humanities, Arts and Social Sciences.

Rangkuti, Freddy, 2002, The Power Of Brands, Teknik Mengelola Brand Equity dan

Strategi Pengembangan Merek, Analisis Kasus dengan SPSS, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Rosman, Randal, Kurt Stuhura, 2013, The Implications of Social Media on Customer

Relationship Management and the Hospitality Industry. University Nevada Las Vegas.

Saeed, Rashid, Rab Nawaz L. odhi, Alhaj Muhammad Junaid Mukhtar, Sarfraz Hussain, Zahid

Mahmood dan Moeed Ahmad, 2013, Factors Affecting Consumer Purchase

(25)

Salleh, Salmalina, Noor Hazarina Hashim, dan Jamie Murphy, 2013, Instagram Marketing: A Content Analysis of Top Malaysian Restaurant Brands Journal, Faculty of Management Universiti Teknologi Malaysia.

Sarangan, Balachandran, Victoria Rosanna Ragel, 2014, The Impact of Engagement With Social Media Marketing on Brand Awareness, Indian Journal of Research in Management, Business and Social Sciences.

Shrutti Arora, Anukrati Sharma, 2013, Social Media: A Successful Tool of Brand Awareness, International Journal of Business and, General Management (IJBGM), ISSN 2319-2267, Vol. 2, Issue 3, July 1-14, © IASET

Somayeh Shojaee, Azreen bin Azman, 2013, An Evaluation of Factors Affecting Brand Awareness in the Context of Social Media in Malaysia, Asian Social Science; Vol. 9, No. 17; ISSN 1911-2017 E-ISSN 1911-2025, Published by Canadian Center of Science and Education.

Strauss, J. and Frost, R. (2011) E-marketing. 6th edn. Upper Saddle River, NJ: Pearson Education.

Subhani, Dr. Muhammad Imtiaz, Dr. Syed Akif Hasan, Amber Osman, 2012,

Consumers Recall and Recognition for Brand Symbols, Iqra University Research Center.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Penerbit Alfabeta, Bandung.

Suliyanto. 2011. Metode Riset Bisnis, Penerbit Andi, Yogyakarta

Sunjoyo, Rony Setiawan, Verani Carolina, Nonie Magdalena, Albert Kurniawan, 2013, Aplikasi SPSS untuk SMART Riset, Program IBM SPSS 21.0, CV. Alvabeta, Bandung.

Taprial, Varinder, Priya Kanwar, 2012, Understanding Social Media, www.bookboon.com ISBN 978-87-7681-992-7

Themba, Godfrey, Monica Mulala, 2013 , Brand-Related eWOM and Its Effects on

Purchase Decisions: An Empirical Study of University of Botswana Students, International Journal of Business and Management; Vol. 8, No. 8ISSN 1833-3850 E-ISSN 1833-8119 Published by Canadian Center of Science and Education

Tilde, Heding, Charlotte F. Knudtzen, Mogens Bjerre, 2009, Brand Management, Research, theory and practice, Routledge 2 Park Square, Milton Park, Abingdon

Vukasovič, Tina, 2013, Brand Developing Relationships Through Social Media, International School for Social and Business Studies.

Westerman, David, 2013, Patric R. Spence, Brandon Van Der Heide, Social Media as

(26)

Wijaya, Sandy, Felix Pratama Chianasta, 2014; The Impact of Marketing Promotion

Through Social Media on People’s Buying Decision of Lenovo in Internet Era: A

Survey of Social Media Users in Indonesia, International Journal of Scientific and Research Publication Volume 4, Issue 1.

Yogesh, Funde, Mehta Yesha, 2014, Effect of Social Media on Purchase Decision, Pacific Business Review International Volume 6, Issue 11.

Websites Link:

http://bisnisukm.com/strategi-pemasaran-bisnis-kedai-kopi.html

https://junaidichaniago.files.wordpress.com/2010/04/tabelx2.pdf

http://kominfo.go.id/index.php/content/detail/3415/Kominfo+%3A+Pengguna+Internet+di+I ndonesia+63+Juta+Orang/0/berita_satker#.VMY3G9KUdfQ

http://kominfo.go.id/index.php/content/detail/3980/Kemkominfo%3A+Pengguna+Internet+d i+Indonesia+Capai+82+Juta/0/berita_satker#.VTciV9Kqqko

http://kominfo.go.id/index.php/content/detail/4286/Pengguna+Internet+Indonesia+Nomor+E nam+Dunia/0/sorotan_media#.VSjjtNyUdfQ

http://lifestyle.okezone.com/read/2012/09/29/299/696761/starbucks-peringkat-10-di-indonesia

http://www.merdeka.com/peristiwa/mari-wisata-kuliner-di-kota-kembang.html

http://www.starbucks.com/about-us/our-heritage

http://www.starbucks.co.id/about-us/our-heritage/starbucks-in-indonesia

http://www.starbucks.co.id/responsibility/community/community-service

http://www.starbucks.com/blog/what-s-your-starbucks-signature/674

http://www.statista.com/statistics/284437/indonesia-social-network-penetration/

(27)

http://www.tempo.co/read/news/2014/10/10/090613323/Orang-Indonesia-Habiskan-114-Cangkir-Kopi-Setahun

Gambar

Gambar 2.1 Media Sosial Terpopuler di Indonesia .......................................................
Tabel 5.20 Model Summary ...........................................................................................
Tabel 1.1 Trend Media Sosial di Indonesia

Referensi

Dokumen terkait

penelitian ini adalah Perencanaan Strategi Media Sosial AIESEC Indonesia dalam.. meningkatkan

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Sosial Media Youtube, Persepsi Harga, dan Service Quality terhadap Niat Pembelian melalui Brand Awareness pada

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Quantrinto Hera, Hutomo, & Pujiarti (2013) dengan judul Pengaruh Brand awareness, Brand Association, dan Perceived quality

Berdasarkan latar belakang tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti pengaruh brand awareness dan perceived quality terhadap purchase intention: brand

Oleh karena itu, brand awareness memiliki peran membangun reputasi perusahaan dalam menumbuhkan awareness bagi konsumen maka merek McDonald dapat menggunakan media sosial

Penelitian lain yang dilakukan oleh Ramadhanty (2020) juga menunjukkan bahwa terdapat pengaruh variabel brand ambassador yaitu boyband EXO terhadap variabel keputusan

Variabel Brand Association, Brand Awareness, dan Brand Image berhubungan langsung dengan tujuan akhir dari penciptaan produk Kecap Sedaap yaitu meningkatkan Customer Loyalty

2 Kerangka Berfikir UPAYA KUY MEDIA GROUP DALAM MEMBANGUN BRAND AWARENESS MELALUI CONTENT ADVERTISING DI INSTAGRAM @KUYENTERTAINMENT STUDI KASUS: MEDIA CLASH \ Brand Awareness