STATISTIK DAERAH
KECAMATAN GEDEBAGE
TAHUN 2015
BADAN PUSAT STATISTIK KOTA BANDUNG
http://bandungkota.bps.go.id
STATISTIK DAERAH
KECAMATAN GEDEBAGE
KOTA BANDUNG TAHUN 2015
ISSN
:
-No. Publikasi
: 3273.1544
Katalog BPS
: 9213.3273.101
Ukuran Buku
: 18,2 cm x 25,7 cm
Jumlah Halaman
: 22 halaman
Naskah:
Winwin Witriani, Amd
Gambar Kulit:
Winwin Witriani, Amd
Diterbitkan Oleh:
Badan Pusat Statistik Kota Bandung
Dicetak Oleh :
Badan Pusat Statistik Kota Bandung
http://bandungkota.bps.go.id
Kata
Sambutan
KATA SAMBUTAN
Untuk mewujudkan visi Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai pelopor data statistik
terpercaya untuk semua, BPS terus melakukan inovasi dan pengembangan kegiatan
perstatistikan serta penyebar luasan informasi baik di pusat maupun di daerah. Salah satu
upaya yang dilakukan di daerah adalah menyusun publikasi yang menyajikan
indikator-indikator terpilih yang dapat menggambarkan secara ringkas dan menyeluruh tentang
kondisi daerah. Publikasi ini diharapkan dapat membantu para pengambil kebijakan dan
para pengguna data lainnya dalam memahami kondisi umum wilayahnya.
Oleh karena itu saya menyambut baik penerbitan publikasi Statistik Daerah
Kecamatan Gedebage Kota Bandung 2015 yang diterbitkan oleh BPS Kota Bandung.
Saya harapkan, publikasi ini mampu memenuhi harapan pemerintah daerah dan
masyarakat pada umumnya akan kebutuhan data dan informasi statistik dan dapat
digunakan sebagai dasar perencanaan, monitoring dan evaluasi tentang perkembangan
pembangunan di berbagai sektor di Kecamatan Gedebage Kota Bandung
Semoga publikasi ini bermanfaat dan Allah SWT senantiasa meridhoi usaha kita.
Bandung, Oktober 2015
Kepala BPS Kota Bandung
http://bandungkota.bps.go.id
Kata Pengantar
Publikasi Statistik Daerah Kecamatan Gedebage Kota Bandung 2013 diterbitkan
untuk melengkapi publikasi-publikasi statistik yang sudah terbit secara rutin setiap
tahun. Berbeda dengan publikasi yang sudah ada, publikasi ini lebih menekankan pada
analisis.
Materi yang disajikan dalam Statistik Daerah Kecamatan Gedebage Kota
Bandung 2015 memuat berbagai informasi/indikator terpilih yang terkait dengan
pembangunan di berbagai sektor di Kecamatan Gedebage Kota Bandung dan
diharapkan dapat menjadi bahan rujukan/kajian dalam perencanaan dan evaluasi
kegiatan pembangunan di Kecamatan Gedebage Kota Bandung.
Kritik dan saran konstruktif berbagai pihak kami harapkan untuk penyempurnaan
penerbitan mendatang. Semoga publikasi ini mampu memenuhi tuntutan kebutuhan
data statistik, baik oleh instansi/dinas pemerintah, swasta, kalangan akademisi
maupun masyarakat luas.
Bandung, Oktober 2015
Penyusun
http://bandungkota.bps.go.id
Daftar Isi
KATA SAMBUTAN ... ...
i
KATA PENGANTAR ...
ii
DAFTAR ISI ... ...
iii
DAFTAR TABEL ...
iv
DAFTAR GRAFIK ... ...
v
DAFTAR GAMBAR ... ...
vi
BAB 1. GEOGRAFI DAN IKLIM ...
1
BAB 2. PEMERINTAHAN
...
5
BAB 3. KEPENDUDUKAN ...
8
BAB 4. PENDIDIKAN ...
12
BAB 5. KESEHATAN ...
14
BAB 6. KRIMINALITAS
...
18
BAB 7. SARANA SOSIAL
...
20
http://bandungkota.bps.go.id
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1
Luas Wilayah Kecamatan Gedebage
1
Tabel 1.2
Data Iklim Kota Bandung Tahun 2014
2
Tabel 2.1
Jumlah RT dan Rw Kecamatan Gedebage
6
Tabel 5.1
Indikator Kesehatan Kecamatan Gedebage
14
http://bandungkota.bps.go.id
DAFTAR GRAFIK
Grafik 1.1
Orbitasi wilayah kelurahan menuju Kecamatan
gedebage
3
Grafik 2.1
Jumlah Pegawai PNS dan Non PNS Kecamatan
Gedebage
6
Grafik 3.1
Jumlah Pegawai dan Rata-rata pendidikan Kecamatan
Gedebage
7
Grafik 3.2
Persentase Pemeluk Agama Kecamatan Gedebage
9
Grafik 3.3
Piramida Penduduk Kecamatan Gedebage
11
Grafik 4.1
Fasilitas Pendidikan Kecamatan Gedebage
12
Grafik 5.1
Pasangan Usia Subur dan KB Aktif Kecamatan Gedebage 16
Grafik 5.2
Grafik 5.3
Grafik 6.1
Grafik 7.1
Grafik 8.1
Grafik 8.2
Pengguna Alat Kontrasepsi
Jumlah Balita yang mengikuti imunisasi
Jumlah Kejahatan Yang terjadi di Kecamatan Gedebage
Sarana Ibadah Di Kecamatan Gedebage
Penggunaan Lahan di Kecamatan Gedebage
Mata pencaharian Penduduk kecamatan Gedebage
16
17
18
20
23
24
http://bandungkota.bps.go.id
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Peta Kecamatan Gedebage
1
Gambar 1.2 Hamparan sawah di Kecamatan Gedebage
3
Gambar 1.3
Gambar 4.1
Gambar 6.1
Gambar 7.1
Gambar 8.1
Habitat Burung Blekok yang terdapat di Kecamatan
Gedebage
Organisasi Paskibra SMUN 27 kecamatan Gedebage
Pos Mobile Polsek Gedebage
Kolam Renang Tirta Adipura
Kegiatan Memanen Padi di Kecamatan Gedebage
4
13
19
21
25
http://bandungkota.bps.go.id
PETA KECAMATAN GEDEBAGE
http://bandungkota.bps.go.id
1
Statistik Daerah Kecamatan Gedebage Tahun 2015 ecamatan Gedebagemerupakan pemekaran dari Kecamatan Rancasari yang terletak di sebelah timur wilayah Kota Bandung dan termasuk pada kewilayahan Gedebage.
Luas wilayah Kecamatan Gedebage adalah 979,930 Ha. Kelurahan Cisaranten Kidul memiliki wilayah terluas dibandingkan kelurahan lain yaitu seluas 426,711 Ha atau 43,55% dari keseluruhan luas Kecamatan Gedebage, sedangkan kelurahan yang memiliki wilayah yang terkecil dibanding kelurahan yang lain adalah Kelurahan Rancanumpang
dengan luas sebesar 115,652 Ha atau sekitar 11,80%.
Terdapat 4 kelurahan di Gedebage, antara lain:
1. Kelurahan Rancabolang. 2. Kelurahan Rancanumpang. 3. Kelurahan Cisaranten Kidul. 4. Kelurahan Cimincrang.
Secara topografi wilayah, Kecamatan Gedebage berada pada dataran rendah dengan ketinggian tanah 627 meter dari permukaan laut. Dengan luas wilayah sebesar 979,930 hektar, pada saat ini Kecamatan Gedebage merupakan kecamatan yang masih memiliki areal pertanian yang cukup luas dibandingkan dengan kecamatan lain di Kota Bandung. Areal lahan sawah terluas terletak di Kelurahan Cisaranten Kidul, namun semakin berkurang setiap
K
KELURAHAN LUAS WILAYAH
(Ha) (1) (2) Rancabolang 276,540 Rancanumpang 115,652 Cisaranten Kidul 426,711 Cimincrang 161,027 Jumlah 979,930
Tabel 1.1 Luas wilayah di Kecamatan Gedebage
Sumber : Podes Gedebage 2014
http://bandungkota.bps.go.id
2
Statistik Daerah Kecamatan Gedebage Tahun 2015 tahunnya secara signifikan seiringsemakin gencarnya alih fungsi lahan yang terjadi pada umumnya di Kota Bandung.
Kecamatan Gedebage
merupakan salah satu kecamatan dari 30 kecamatan yang ada di Kota Bandung. Batas-batas wilayah Kecamatan Gedebage adalah sebagai berikut, sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Cinambo, di sebelah selatan berbatasan Kabupaten Bandung, di sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Panyileukan, dan di sebelah Barat berbatasan dengan kecamatan Rancasari dengan topografi permukaan wilayah Kecamatan Gedebage adalah dataran rendah.
Iklim asli Kota Bandung dipengaruhi oleh pegunungan di sekitarnya sehingga cuaca yang terbentuk sejuk dan lembab. Temperatur rata-rata yaitu 23,40c dan mencapai suhu tertinggi pada bulan Oktober 2014 yaitu 24,2 0C. Hal tersebut diduga sebagai dampak perubahan iklim dan global warming. Walaupun demikian curah hujan di Kota Bandung masih cukup tinggi, yaitu rata-rata 198,8 mm dengan jumlah hari hujan rata-rata 19 hari per
bulan. Iklim cenderung kering dengan temperatur maksimal dapat mencapai 30,90C di bulan Oktober dengan kelembaban 64%. Pada tahun 2014 iklim cenderung kurang bersahabat terutama untuk pertanian, iklim ekstrim dengan suhu tinggi di musim panas dimana puncaknya bulan September dan suhu rendah di awal tahun dengan kelembaban mencapai 63%. Pada bulan Maret 2014 curah hujan tertinggi di atas rata-rata selama tahun 2014 mencapai 418,7 mm. Wilayah Administratif Satuan 2014 Penguapan mm 3,6 Tekanan Udara mb 923,7 Kelembapan Nisbi % 77 Temperatur Rata-Rata 0C 23,4 Temperatur Maksimal 0C 29,1 Temperatur Minimal 0C 19,8 Curah Hujan mm 193,8
Hari Hujan Hari 19
Kecepatan Rata-rata Angin Knot 3 Kecepatan Angin terbesar Knot 14 Lama Penyinaran Matahari % 60
Sumber : Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Bandung
Tabel 1.2. Data Iklim Kota Bandung
Tahun 2014
http://bandungkota.bps.go.id
3
Statistik Daerah Kecamatan Gedebage Tahun 2015 Hal ini mengakibatkan terjadigagal panen karena sawah terendam pada beberapa areal pertanian di Kecamatan Gedebage. Kecamatan Gedebage dibatasi oleh :
Sebelah Utara : Kecamatan Cinambo Sebelah Selatan: Kabupaten Bandung Sebeluh Barat : Kecamatan Rancasari Sebelah Timur :Kecamatan Panyileukan
Orbritasi wilayah Kecamatan
Gedebage dengan ibukota
pemerintahan, yaitu jarak terhadap pusat pemerintahan adalah:
Pemerintah Kota Bandung : 10 km
Ibukota Provinsi : 10 km Ibukota Negara : 175 km
Sedangkan orbitasi wilayah
kelurahan menuju Kecamatan Gedebage adalah :
Hingga saat ini Kecamatan Gedebage merupakan kecamatan dengan luas area pertanian sawah terluas di Kota Bandung. Namun seiring dengan perkembangan wilayah di Kota Bandung, kondisi ini mulai mengalami pergeseran, alih fungsi lahan pun tidak terelakan terjadi di Kecamatan Gedebage.
Gambar 2. Hamparan Sawah yang siap untuk panen Kecamatan Gedebage Kelurahan Cisaranten Kidul (0,7 km) Kelurahan Cimincrang (2,5 km) Kelurahan Rancanumpang (3,5 km) Kelurahan Rancabolang (0,5 km)
Gambar1. 2. Hamparan Sawah yang terdapat di Kecamatan Gedebage
Grafik 1.1 Orbitasi Wilayah
kelurahan menuju Kecamatan
Gedebage
http://bandungkota.bps.go.id
4
Statistik Daerah Kecamatan Gedebage Tahun 2015 Sejakbeberapa tahun terakhir ini areal persawahan di Kecamatan Gedebage sebagian besar mulai beralih menjadi areal permukiman (perumahan) penduduk.
Beberapa komplek perumahan dan fasilitas lainnya dibangun di lahan pertanian perkembangan wilayah terjadi sangat pesat di wilayah Kecamatan Gedebage. Pembangunan berbagai sarana dan fasilitas dibangudiantaranya adalah pembangunan Sarana Olah Raga (SOR) Gedebage di wilayah Kelurahan Rancanumpang. Fasilitas olah raga bertaraf internasional ini merupakan salah satu kebanggaan warga Kecamatan Gedebage.
Namun demikian, dari sektor pertanian Kecamatan Gedebage mempunyai ciri khas dimana di
Kelurahan Cisaranten Kidul terdapat habitat burung blekok sawah (Ardeola speciosa) sebagai salah satu satwa langka yang ada di Indonesia. Perhatian pemerintah Kota Bandung maupun Pemerintah Pusat dan dinas terkait tidak luput pada keberadaan satwa langka ini.
Gambar 1.3. Habitat Burung Blekok yang terdapat di Kecamatan Gedebage
Kelurahan Cisaranten Kidul terdapat habitat burung blekok
sawah (Ardeola Speciosa) sebagai salah satu satwa langka
http://bandungkota.bps.go.id
5
Statistik Daerah Kecamatan Gedebage Tahun 2014ecamatan Gedebage
terbentuk berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Bandung Nomor 06 Tahun 2006
tentang Pemekaran dan
Pembentukan Wilayah Kerja Kecamatan dan Kelurahan di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung. Kecamatan Gedebage sendiri awalnya merupakan wilayah Kecamatan Rancasari. Setelah pemekaran, Kecamatan Rancasari terbagi menjadi Kecamatan Rancasari dan Kecamatan Gedebage.
Kecamatan Gedebage dipimpin
oleh seorang Camat yang
berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Walikota melalui Sekretaris Kota Administrasi. Sedangkan Kelurahan dipimpin oleh seorang Lurah yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Walikota melalui Camat.
Secara administrasi,
Kecamatan Gedebage terbagi menjadi empat kelurahan dan untuk mempermudah koordinasi, setiap kelurahan terbagi menjadi beberapa
Rukun Warga (RW) terbagi menjadi beberapa Rukun Tetangga (RT). Kecamatan Gedebage terdiri dari 40 Rukun Warga dan 200 Rukun Tetangga. Kelurahan Cisaranten Kidul memiliki rasio terbesar antara jumlah RT dan RW yaitu terdiri dari 15 RW dengan 83 RT. Berikut tabel jumlah RT dan RW masing-masing kelurahan di Kecamatan Gedebage.
K
Sumber : Kecamatan Gedebage 2014
Kecamatan Gedebage terdiri dari 4 Kelurahan
40 RW dan 200 RT
Gambar 2. 1. Peta wilayah Administratif Kecamatan Gedebage
http://bandungkota.bps.go.id
Statistik Daerah Kecamatan Gedebage Tahun 2014
6
Jumlah pegawai di wilayahKecamatan Gedebage pada tahun 2014 tercatat sebanyak 58 orang, baik yang bertempat di kantor kelurahan maupun kantor kecamatan dengan komposisi 47 orang PNS dan Non PNS sebanyak 11 orang.
Sementara berdasarkan golongan, PNS Golongan III menempati urutan pertama yaitu sebanyak 37 orang, Golongan II sebanyak 12 orang, 1 orang Golongan I dan Golongan IV. Jumlah pegawai PNS dan Non PNS di Kecamatan Gedebage dapat dilihat pada Grafik 1 sebagai berikut.
Jumlah pegawai menurut rata-rata pendidikan di Kecamatan Gedebage terdapat 2 orang tamatan SMP, 26 orang tamat SMA dan 30 orang tamatan pendidikan setara S1 atau yang lebih tinggi lagi. Pegawai yang bekerja di Kecamatan Gedebage mendominasi dalam hal jumlah PNS dan tingkat pendidikan yang ditamatkannya didominasi oleh pegawai tamatan minimal SMA. Grafik Jumlah Pegawai dan Rata-Rata Pendidikan di Kecamatan Gedebage dapat dilihat pada Grafik 2 sebagai berikut. Kelurahan RT RW Rancabolang 52 9 Rancanumpang 34 8 Cisaranten Kidul 83 15 Cimincrang 31 8 Jumlah 200 40
Grafik 2. 1. Jumlah Pegawai PNS dan Non PNS di Kecamatan Gedebage
Sumber : Kecamatan Gedebage 2014
Tabel 2.1. Jumlah RT dan RW Di Kecamatan Gedebage
Tahun 2014
http://bandungkota.bps.go.id
7
Statistik Daerah Kecamatan Gedebage Tahun 2014 Berdasarkan Grafik 2 di atas dapatdiihat bahwa jumlah pegawai dengan pendidikan setara SMA dan S1 sudah merata untuk di semua kelurahan. Hal ini menunjukkan kualitas sumber daya manusia di kelurahan dan kecamatan Gedebage sudah cukup baik.
Grafik 2.2 Jumlah Pegawai dan Rata-Rata Pendidikan di Kecamatan
Gedebage
Sumber : Kecamatan Gedebage 2013
http://bandungkota.bps.go.id
Statistik Daerah Kecamatan Gedebage Tahun 2015
8
Menurut BPS, yang dimaksuddengan penduduk adalah semua orang yang berdomisili di wilayah geografis Republik Indonesia selama enam (6) bulan atau lebih dan atau mereka yang berdomisili kurang dari enam (6) bulan tetapi bertujuan untuk menetap.
Penduduk Indonesia mencakup Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA) yang tinggal dalam wilayah geografis Indonesia, baik yang bertempat tinggal tetap maupun yang bertempat tinggal tidak tetap.
Sensus Penduduk 2010 mencatat bahwa jumlah penduduk di Kecamatan Gedebage sebanyak 34.299 jiwa, dengan rincian 17.143 jiwa penduduk laki-laki dan 17.156 jiwa penduduk perempuan. Berdasarkan data ini maka seks rasio di Kecamatan Gedebage adalah 99,92. Artinya penduduk perempuan lebih banyak dari penduduk laki-laki.
Untuk Proyeksi penduduk Kecamatan Gedebage Tahun 2014 menurut kelurahan mencatat bahwa jumlah penduduk Kecamatan Gedebage sebesar 37.082 jiwa
sehingga jumlah penduduk dari tahun 2013 ke tahun 2014 mengalami kenaikan sebesar 1,16 persen. Penduduk terpadat terdapat di Kelurahan Cimincrang, yaitu sekitar 51,85 persen. Proyeksi jumlah penduduk tahun 2014 dapat dilihat pada Grafik 3.1 sebagai berikut.
Mayoritas penduduk di Kecamatan Gedebage memeluk agama Islam sebesar 96,87%, tetapi juga terdapat agama lain diantaranya adalah agama Protestan sebesar 2,42%, agama Katolik sebesar 0,43%. Penganut agama Hindu sebesar 0,15% dan dan agama Budha sebesar 0,13%. Grafik persentase pemeluk agama di Kecamatan
Grafik 3.1 Proyeksi Jumlah Penduduk Tahun 2014
Sumber : BPS Kota Bandung Tahun 2014
Rancabolang Rancanumpang Cisaranten Kidul Cimincrang 4476 2451 9228 1640 4454 2563 9313 1632 Laki-laki Perempuan
http://bandungkota.bps.go.id
9
Statistik Daerah Kecamatan Gedebage Tahun 2015Gedebage dapat dilihat pada Grafik 3.2 sebagai berikut.
Jumlah penduduk Kecamatan Gedebage sebanyak 34.299 jiwa pada tahun 2010 (hasil Sensus Penduduk 2010) dengan luas wilayah 979,930 hektar. Berdasarkan angka ini maka kepadatan penduduk di Kecamatan Gedebage rata-rata adalah 35 jiwa per hektar. Tetapi dengan melihat proyeksi penduduk Kecamatan Gedebage tahun 2014 menurut kelurahan, jumlah penduduk mencapai 35.757 jiwa dan dengan luas wilayah sebesar 979,930 hektar maka rata-rata kepadatan penduduk di Kecamatan Gedebage adalah sebesar 36 jiwa per hektar.
Kepadatan penduduk yang tertinggi adalah di Kelurahan Cimincrang dan Rancanumpang sebesar 45 jiwa hal ini dikarenakan di kelurahan tersebut banyak terdapat komplek perumahan. Selanjutnya Kelurahan Rancabolang dengan tingkat kepadatan penduduk sebesar 33 jiwa per hektar. Sedangkan Kelurahan Rancabolang memiliki kepadatan penduduk paling rendah yaitu sebesar 21 jiwa per hektar.
Kelurahan Cisaranten Kidul memiliki tingkat kepadatan penduduk terendah dibandingkan dengan kelurahan yang lain karena masih banyak areal pesawahan di kelurahan ini dan banyak lahan yang sudah dibeli oleh perusahaan swasta untuk
pengembangan pemukiman
penduduk.
Kepadatan penduduk yang tinggi pada suatu wilayah merupakan suatu permasalahan tersendiri dalam pembangunan.
Jika penduduk yang tinggal pada wilayah tersebut adalah penduduk usia produktif dan bekerja, tentu merupakan potensi. Namun jika sebagian besar adalah penduduk Islam
Protestan Katholik Hindu Budha
Grafik 3.2. Persentase Pemeluk Agama di Kecamatan Gedebage Tahun 2014
http://bandungkota.bps.go.id
Statistik Daerah Kecamatan Gedebage Tahun 2015
10
tidak produktif atau yang tidakbekerja, maka kepadatan penduduk yang tinggi ini menjadi beban.
Pada dasarnya penduduk merupakan pusat dari seluruh kebijakan dan program pembangunan yang dilakukan, sebagai partisipan pada berbagai tingkat unit kehidupan, baik sebagai individu maupun sebagai agregat (secara individu ataupun secara kelompok, baik berhubungan maupun tidak). Dalam proses pembangunan, penduduk berlaku
sebagai subjek dan objek
pembangunan.
Selain itu, seiring alih fungsi lahan yang signifikan terjadi di Kecamatan Gedebage, banyak petani yang beralih usaha di sektor lain seperti perdagangan dan jasa. Tetapi lebih buruknya lagi banyak petani yang menjadi buruh tani di lahan garapannya sendiri.
Hal ini disebabkan karena lahan yang mereka kelola sudah bukan milik mereka sendiri tapi sudah dibeli oleh pengusaha pengembang (developer) yang membeli lahan pertanian di Kecamatan Gedebage secara besar-besaran untuk dijadikan
kawasan perumahan dengan sarana dan prasarananya. Selain itu, Pemerintah Kota Bandung yang semula menyewakan lahannya sudah mulai melakukan pembangunan secara bertahap dimulai dengan selesainya pembangunan Sarana Olah Raga (SOR) Gedebage dan bertahap melengkapi sarana dan prasarana lainnya.
Rasio jenis kelamin adalah perbandingan penduduk laki-laki dan penduduk perempuan.
Jika nilai rasio diatas 100 berarti jumlah penduduk laki-laki lebih banyak dari penduduk perempuan, jika nilai rasio dibawah 100 berarti jumlah penduduk perempuan lebih banyak dari jumlah penduduk laki-laki. Berdasarkan proyeksi penduduk tahun 2014 terlihat bahwa rasio jenis kelamin di Kecamatan Gedebage sebesar 99.
http://bandungkota.bps.go.id
11
Statistik Daerah Kecamatan Gedebage Tahun 2015 Sedangkan, kepadatanpenduduk menunjukkan persebaran penduduk di suatu daerah tertentu. Kepadatan penduduk merupakan jumlah penduduk dibagi luas wilayah. Pada tahun 2014 kepadatan penduduk Kecamatan Gedebage adalah 36,52 Jiwa/km2.
Apabila dilihat dari piramida penduduk diatas dapat terlihat bahwa penduduk Gedebage sebagian besar berada pada rentang usia yaitu antara 0-4 tahun. Selain itu dapat
terlihat
bahwa penduduk usia muda antara
30-34 tahun juga cukup besar. Hal
tersebut menunjukkan bahwa tingkat
kelahiran
dan
pertambahan
penduduk di wilayah kecamatan
Gedebage cukup besar.
2.000 1.500 1.000 500 0 500 1.000 1.500 2.000 2.500
0-4
10-14
20-24
30-34
40-44
50-54
60-64
70-75
Perempuan
Laki-laki
Grafik 3.3 Piramida Penduduk Kecamatan Gedebage
http://bandungkota.bps.go.id
Statistik Daerah Kecamatan Gedebage Tahun 2015
12
Pendidikan merupakan suatuproses generasi untuk dapat menjalankan kehidupan dan memenuhi tujuan hidupnya secara lebih efektif dan efisien.
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat (http://id.wikipedia.org).
Terdapat dua jenis pendidikan secara umum, yaitu pendidikan formal dan pendidikan non formal.
Dalam rangka meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia, ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan menjadi penting.
Selain itu juga Pendidikan merupakan suatu proses generasi untuk dapat menjalankan kehidupan dan memenuhi tujuan hidupnya secara lebih efektif dan efisien, disamping berorientasi pada mata pelajaran yang diprogramkan, dan usaha pembentukan kepribadian siswa juga
memperbanyak kagiatan
ekstrakurikuler yang diarahkan untuk membina serta meningkatkan bakat. Minat dan keterampilan.
Kelurahan TK/Sederajat SD/MI SMP/MTs SMA/SMK
Negeri Swasta Negeri Swasta Negeri Swasta Negeri Swasta
Rancabolang - 7 - 1 - - - 1
Rancanumpang - 4 2 - - 1 1 1
Cisarantenkidul - 4 2 - - - 1
-Cimincrang - 1 1 - - - -
-Grafik 4.1 Fasilitas Pendidikan di Kecamatan Gedebage Tahun 2014
PENDIDIKAN
4
http://bandungkota.bps.go.id
Statistik Daerah Kecamatan Gedebage Tahun 2015
13
Hasil yang diharapakan kegiatan initak lain ialah untuk memacu siswa kearah yang sifatnya positif.Fasilitas pendidikan di Kecamatan Gedebage cenderung tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun 2013 tetapi dapat diartikan lengkap karena terdapat sarana pendidikan pada semua strata pendidikan kecuali pendidikan tinggi. Sarana yang tersedia di Kecamatan Gedebage adalah TK (RA), Sekolah Dasar (MI), Madrasah Tsanawiah (MTs), Sekolah
Menengah Umum (SMU), dan
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pada tahun 2014 terdapat 16 TK/RA/BA, 6 Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah, 1 SMP/MTS, 2 SMU/MA yaitu SMU Negeri 27 dan Madrasah Aliyah An Najiyah, serta dua SMK yaitu SMK Negeri 6 dan SMK Muhammadiyah.
Pada tahun 2013, jumlah seluruh siswa dari ke 27 sekolah tersebut adalah sekitar 4.292 siswa. Jumlah siswa SMA mencapai 2.025 siswa, Jumlah siswa SMP/MTs sekitar 80 siswa dan sisanya sekitar 2.187 siswa adalah siswa SD/MI dan TK.
Rasio murid terhadap guru, atau beban tiap satu orang guru di jenjang SMA mencapai 22 siswa. Sedangkan rata-rata rasio guru terhadap siswa pada jenjang SD/MI adalah 30 siswa dan pada jenjang SPM/MTs adalah 4 siswa.Pembangunan di bidang pendidikan ditempuh pemerintah dengan berbagai cara, salah satunya adalah menyelamatkan siwa-siswa yang kurang mampu dalam hal ekonomi.
PENDIDIKAN
Gambar 4.1 Organisasi Paskibra di
SMUN 27
Kecamatan Gedebage
http://bandungkota.bps.go.id
Statistik Daerah Kecamatan Gedebage Tahun 2015
14
Dewasa ini, perilaku manusiamemberikan andil yang nyata terhadap masalah-masalah kesehatan atau status kesehatan seseorang. Oleh karena itu ketersediaan sarana dan prasarana penunjang kesehatan sangatlah penting.
Di Kecamatan Gedebage berbagai fasilitas kesehatan, seperti puskesmas, posyandu, praktek dokter dan lainnya telah tersedia, dalam hal ini Puskesmas merupakan fasiltas tertinggi yang ada di Kecamatan Gedebage. Sedangkan Rumah Sakit Al-Islam adalah Rumah Sakit Swata terdekat yang berada di kecamatan Rancasari yang berjarak sekitar 2 km dari Kecamatan Gedebage.
Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Upaya pemeliharaan kesehatan adalah upaya penanggulangan dan pencegahan gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan serta pengobatan. Menurut Winslow (1920) Kesehatan Masyarakat (Public Health) adalah ilmu dan seni : mencegah penyakit, memperpanjang hidup, dan meningkatkan kesehatan,
melalui “usaha-usaha pengorganisasian masyarakat “ untuk :
a) Perbaikan sanitasi lingkungan. b) Pemberantasan
penyakit-penyakit menular.
c) Pendidikan untuk kebersihan perorangan.
d) Pengorganisasian pelayanan-pelayanan medis dan perawatan untuk diagnosis dini dan pengobatan. Fasilitas Kesehatan 2013 2014 Posyandu 45 47 Praktek Dokter 6 7 Praktek Bbidan 7 7 Poliklinik 1 4 Apotek 3 3
Tabel 5.1 Indikator Kesehatan Kecamatan Gedebage 2014
http://bandungkota.bps.go.id
15
Statistik Daerah Kecamatan Gedebage Tahun 2015e) Pengembangan
rekayasa sosial untuk menjamin setiap orang terpenuhi kebutuhan hidup yang layak dalam memelihara kesehatannya.
Adapun posyandu, sebagai pusat pelayanan kesehatan terdekat yang hadir di lingkungan masyarakat jumlahnya relatif banyak, yaitu sebanyak 47 unit. Posyandu ini ada di setiap RW, bahkan untuk RW yang cukup luas dan banyak penduduknya terdapat dua posyandu. Kegiatan di posyandu yang fokus pada pelayanan kesehatan balita (anak-anak usia di bawah lima tahun) dan lansia (penduduk lanjut usia) sangat berperan dalam memantau kesehatan masyarakat. Selain Puskesmas di Kecamatan Gedebage juga terdapat berbagai macam fasilitas kesehatan untuk masyarakat antara lain 4 unit Poliklinik, 7 unit tempat praktek Dokter, 7 unit tempat praktek Bidan, 44 unit Posyandu dan terdapat 3 apotek.
Upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kecamatan Gedebage dirintis dan dilakukan
melalui pengorganisasian masyarakat seperti keluarga, posyandu, PKK, puskesmas, dan kelembagaan kesehatan lainnya.
Ketersediaan sarana dan fasilitas kesehatan menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Dengan ketersediaan fasilitas kesehatan pada level kecamatan dan kelurahan masyarakat memiliki kemudahan akses terhadap fasilitas tersebut. Kemudahan mengakses fasilitas kesehatan merupakan salah satu faktor dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat dalam rangka pencapaian peluang hidup yang lebih baik bagi masyarakat. Peningkatan peluang hidup ditunjukkan dengan peningkatan Angka Harapan Hidup sebagai
komponen penyusun Indeks
Pembangunan Manusia.
Pada tahun 2015 terdapat dua puskesmas di Kecamatan Gedebage, yaitu Puskesmas Riung Bandung dan Puskesmas Cempaka Arum sebagai jejaring dari Puskesmas Riung Bandung. Kehadiran Puskesmas Cempaka Arum sangat membantu
Statistik Daerah Kecamatan Gedebage Tahun 2015
14
masyarakat dalam mengaksesfasilitas kesehatan. Masyarakat Kelurahan Rancanumpang dan kelurahan Cimincrang, bahkan sebagian masyarakat Cisaranten Kidul semakin merasakan dekatnya akses fasilitas kesehatan.
Puskesmas selaku pusat
kesehatan masyarakat menjadi harapan masyarakat untuk meningkatkan tingkat kesehatannya, mengingat biayanya yang relatif murah, disamping jumlah dokter praktek yang masih relatif jarang.
Selain dari fasilitas kesehatan yang tersedia di Kecamatan Gedebage, kita juga akan melihat keaktifan dari masyarakat Kecamatan Gedebage dalam partisipasi Program Keluarga Berencana Nasional (KB) yang apabila dilihat dari Pasangan Usia Subur (PUS) dapat diketahui seberapa besar peranan dari pasangan usia subur terhadap keaktifan dalam ber KB. Dari data Kecamatan Gedebage dalam Angka diketahui terdapat 611 pasangan usia subur yang menjadi peserta KB aktif dari 8.203 pasangan atau hanya sekitar 7,45% merupakan peserta KB aktif. Grafik jumlah Pasangan Usia Subur dan
Peserta KB Aktif di Kecamatan Gedebage Tahun 2014 dapat dilihat pada Grafik 7 sebagai berikut.
Apabila ditinjau dari alat kontrasepsi
yang digunakan, dominan
menggunakan IUD sebanyak 28,12%, masing-masing sebesar 27,02% menggunakan pil dan suntik KB, Grafik 5.1. Pasangan Usia Subur dan
Peserta KB Aktif di Kecamatan Gedebage Tahun 2014
Sumber : Kecamatan Gedebage 2014
Grafik 5.2. Penggunaan Alat Kontrasepsi di Kecamatan Gedebage Tahun 2013
Sumber : Kecamatan Gedebage 2013
15
Statistik Daerah Kecamatan Gedebage Tahun 2015 12,35% menggunakan MOW, 2,89%menggunakan kondom dan sisanya sebesar 2,60% menggunakan implan. Berikut ini dapat dilihat grafik penggunaan alat kontrasepsi di Kecamatan Gedebage tahun 2013.
Berdasarkan Grafik 9 di atas dapat diketahui bahwa partisipasi masyarakat terutama ibu-ibu untuk mengimunisasi balitanya sudah cukup tinggi, kecuali untuk imunisasi Hepatitis B masih sangat rendah. Hal ini dikarenakan jenis vaksin ini belum disubsidi pemerintah secara penuh sehingga masyarakat harus mengeluarkan dana lebih untuk memperoleh vaksin ini.
Penggalakan Program Pekan Imunisasi Nasional bagi bayi dan balita di Kecamatan Gedebage cukup memperoleh respon yang baik, dimana dapat dilihat dari cukup tingginya jumlah balita yang diberi imunisasi dasar di posyandu-posyandu. Tingginya jumlah balita yang diberi imunisasi menunjukkan tingginya kesadaran ibu-ibu di Kecamatan Gedebage mengenai arti pemberian imunisasi.
Sumber : Kecamatan Gedebage 2013
Grafik 5.3. Jumlah Balita Yang Mengikuti Imunisasi di Kecamatan Gedebage Tahun 2013
Statistik Daerah Kecamatan Gedebage Tahun 2015
18
Kriminalitas menurut bahasa adalah sama dengan kejahatan (pelanggaran yang dapat dihukum) yaitu
perkara kejahatan yang dapat dihukum menurut Undang-Undang. Sedangkan pengertian kriminalitas menurut istilah diartikan sebagai suatu kejahatan yang tergolong dalam pelanggaran hukum positif (hukum yang berlaku dalam suatu negara).
Pada era sekarang ini banyak terjadi kriminalitas dimana-mana dan tentunya merugikan banyak orang, yang mana perbuatan manusia yang melanggar atau bertentangan dengan apa yang ditentukan dalam kaidah hukum, kejahatan biasanya terjadi dimana saja, faktor yang mempengaruhi adalah faktor keuangan dan faktor kebutuhan ditambah dengan adanya peluang juga kesempatan.
Melihat mobilitas penduduk yang cukup cepat dan padat dengan sedikitnya lapangan pekerjaan membuat banyak orang yang melakukan tindakan kriminal untuk memenuhi kebutuhan dasar pada manusia. Kejahatan yang terjadi di Kecamatan Gedebage dalam setahun terakhir di tahun 2014
diantaranya adalah penipuan, perusakan, perkelahian, pencurian dan perampokan
Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa kejahatan yang banyak terjadi di Kecamatan Gedebage adalah pencurian yaitu sebesar 51 kasus, Kasus yang selanjutnya adalah kasus perampokan dengan jumlah kasus yang tidak sedikit dalam satu tahun selama tahun 2014 terdapat 15 kasus.
Sama halnya dengan kasus perampokan selama tahun 2014 kasus perkelahian juga terjadi sebanyak 14
Grafik 6.1 Jumlah Kejahatan yang Terjadi di Kecamatan Gedebage Tahun 2014
Sumber : Kecamatan Gedebage dalam Angka 2014
19
Statistik Daerah Kecamatan Gedebage Tahun 2015 kasus, Selain itu juga terjadi perusakansebanyak 5 kasus,
Tingginya kasus pencurian dan perampokan lebih disebabkan faktor lingkungan di Kecamatan Gedebage yang banyak terdapat perumahan yang ditinggal penghuninya bekerja pada siang hari.
Dalam Upaya antisipasi mencegah tindak kejahatan yang kerap terjadi akhir-akhir ini di Kecamatan Gedebage mendirikan Posmob sesuai arahan Kapolda Jabar.
Pos Mobile berbentuk payung yang didirikan diwilayah kelurahan Rancanumpang. Masyarakat menyambut baik dengan adanya Pos Mobile dalam upaya mendukung dan meningkatkan Sikon Kamtibmas di wilayah Kecamatan Gedebage. Semoga Kecamatan Gedebage kondusif serta tidak terjadi tindak kriminalitas dan kejahatan.
6
Gambar 6.1 Pos Mobile yang didirikan di Kelurahan rancanumpang
Statistik Daerah Kecamatan Gedebage Tahun 2015
20
eskipunKecamatan
Gedebage masih terdapat banyak sekali lahan persawahan tetapi di wilayah Kecamatan Gedebage sudah cukup lengkap dengan sarana sosial untuk sarana kesehatan ada balai pengobatan, dokter praktek, bidan praktek, klinik swasta, pengobatan tradisional dan balai pengobatan.
Selain sarana kesehatan sarana umum, seperti minimarket, SPBU, koperasi, bank, kolam renang, bengkel, salon dan tempat game online juga tersedia di Kecamatan Gedebage.
Berdasarkan data Kecamatan Gedebage dalam Angka seperti diketahui bahwa Kecamatan Gedebage sudah memiliki fasilitas sarana dan prasarana yang cukup lengkap dan memadai. Hal ini diikuti
dengan banyaknya komplek
perumahan yang menyediakan fasilitas yang cukup lengkap seperti minimarket, kolam renang, pusat kebugaran dan bank. Sehingga masyarakat sekitar di luar komplek
perumahan tersebut dapat ikut serta menikmati fasilitas yang tersedia.
Selain itu, terdapat sarana ekonomi lainnya seperti pasar tanpa bangunan, minimarket, toko kelontong, warung makan dan koperasi. Sarana ekonomi ini paling banyak terdapat di Kelurahan Rancabolang karena di kecamatan ini terdapat beberapa komplek perumahan yang menjadi konsumen.
Di Kecamatan Gedebage terdapat 15 unit minimarket, 248 toko/warung kelontong, 124 warung/kedai makanan, 2 bank umum yaitu BTN dan BRI. Selain itu, terdapat 7 unit warnet, 2 kolam renang dan pusat kebugaran, dan 1 SPBU yang terletak di Kelurahan Cisaranten Kidul.
M
Grafik 7.1 Sarana Ibadah di Kecamatan Gedebage
Sumber : Podes Gedebage 2014
21
Statistik Daerah Kecamatan Gedebage Tahun 2015Selain itu sebagai bagian dari Kota
Bandung yang memiliki ciri multi
etnis
dan
agama,
masyarakat
yang
tinggal
di
Kecamatan
Gedebage
pun sangat beragam.
Oleh
karena
itu
sarana
dan
prasarana
yang
menunjang
kehidupan masyarakat pun mutlak
diperlukan.
Sarana
peribadatan
adalah salah satu fasilitas yang
sangat penting ketersediaannya.
Secara umum, di
Kecamatan Gedebage
terdapat
tempat peribadatan, yang terdiri
dari
19
masjid,
37
mushola,
sedangkan untuk tempat ibadah
gereja
vihara
dan
pura,
Kecamatan
Gedebage
tidak
memiliki kedua fasilitas tersebut
.Pada Grafik 11 di atas diketahui bahwa sarana peribadahan terya berada di Kelurahan Cisaranten Kidul mengingat memang jumlah penduduk dan luas wilayah lebih luas dan lebih banyak di Kelurahan Cisaranten Kidul, yaitu terdapat 19 Masjid dan 37 Surau/Langgar.
Kecamatan Gedebage terletak di
daerah
bagian
timur
Kota
Bandung
yang
tidak
termasuk
dalam pusat kota, oleh karena itu
tidak
banyak
tempat
wisata.
Namun demikian,
keberadaan
tempat
wisata
di
Kecamatan
Gedebage
sangatlah
penting
tidak hanya sebagai penunjang
kegiatan bisnis tetapi juga sebagai
salah satu sumber pendapatan
daerah.
Selain
tempat
rekreasi
pasar
juga
sebagai
pusat
perekonomian
dan
penunjang
ketersediaan
Gambar 7.1 Kolam Renang Tirta Adipura yang terletak di Kelurahan
Rancabolang
Statistik Daerah Kecamatan Gedebage Tahun 2015
20
bahan pokok masyarakat sekitar,
namun
Kecamatan
Gedebage
tidak
memiliki
pasar
tradsional
maupun
pasar
modern.
Pasar
terdekat
dari
Kecamatan
Gedebage yang berjarak 3 km
adalah
pasar
tradisional
Gedebage
yang
terletak
di
Kecamatan Panyileukan.
23
Statistik Daerah Kecamatan Gedebage Tahun 2015 Seiring perkembangan KotaBandung, alih fungsi lahan dari lahan pertanian menjadi lahan non pertanian tidak dapat dielakkan lagi. Begitupun dengan Kecamatan Gedebage, walaupun luas lahan pertanian di Kecamatan Gedebage masih yang terluas dibandingkan kecamatan lain di Kota Bandung, tapi tetap saja alih fungsi lahan terjadi secara signifikan di Kecamatan Gedebage.
Luas Kecamatan Gedebage
adalah 9,78 km2, yang
penggunaannya diperuntukkan untuk lahan sawah sekitar 50%, lahan pertanian non sawah 3% dan sisanya berupa lahan non pertanian.
Lahan pertanian di kecamatan Gedebage tahun 2014 semakin berkurang dibandingkan tahun 2013, lahan pertanian semakin berkurang sebesar 10% hal ini dikarenakan banyak lahan pertanian yang alih fungsi menjadi perumahan dengan sarana dan prasarananya diantaranya dengan adanya pembangunan komplek perumahan baru yaitu diantaranya Sumarecon.
Penggunaan lahan di
Kecamatan Gedebage dapat dilihat pada Grafik 13 sebagai berikut.
Walaupun lahan pertanian di Kecamatan Gedebage masih sangat luas, tetapi lahan pertanian tersebut sudah bukan lagi milik petani sendiri tetapi berupa lahan sewaan dari developer property yang berencana untuk membuat perumahan dengan konsep mandiri dengan fasilitas lengkap. Meskipun hasil produktivitas padi terbilang cukup baik tapi tidak menutupi kendala biaya operasional seperti sewa lahan, sewa pompa air,
PERTANIAN
L a h a n p e r t a n i a n d i K e c a m a t a n G e d e b a g e t e r l u a s d i K o t a B a n d u n g
Grafik 8.1 Penggunaan Lahan di Kecamatan Gedebage Tahun 2014 (km2)
Sumber : Podes Gedebage 2013
Statistik Daerah Kecamatan Gedebage Tahun 2015
24
harga benih dan pupuk serta buruhtani yang tinggi.
Sentra pertanian di Kecamatan Gedebage berada di Kelurahan Cisaranten Kidul. Walaupun demikian mata pencaharian penduduk di kelurahan tersebut adalah sebagai petani, tetapi dominan sebagai buruh tani di lahan garapannya sendiri. Sehingga tetap saja berusaha di
sektor pertanian tidak
menguntungkan bagi masyarakat di sekitarnya.
Jumlah penduduk menurut mata pencaharian penduduk di Kecamatan Gedebage dapat dilihat pada Grafik 14 sebagai berikut.
Berdasarkan Grafik 14 di atas diketahui bahwa sebagian besar mata pencaharian penduduk di Kecamatan Gedebage adalah sebagai pelajar 30% lalu swasta sebesar 16%, 6% bermatapencaharian sebagai PNS, ABRI/POLRI, petani dan pedagang. Sebanyak 5% sebagai mahasiswa, 3% merupakan pensiunan dan bermata pencaharian selainnya sebesar 22%.
Semakin sempitnya lahan pertanian berimbas dengan semakin sedikitnya jumlah petani. Selain
dianggap tidak terlalu
menguntungkan, warga masyarakat juga lebih cenderung tertarik untuk bekerja di sektor industri, perdagangan dan jasa.
Saat ini Pemerintah Kota Bandung sedang menggalakkan program Urban Farming yaitu program pemanfaatan lahan pekarangan dan lahan tidur di perkotaan yang dikonversi menjadi lahan pertanian produktif hijau yang dilakukan oleh masyarakat dan
komunitas sehingga dapat
memberikan manfaat bagi mereka.
Grafik 8.2. Mata Pencaharian Penduduk di Kecamatan Gedebage
Sumber : Kecamatan Gedebage dalam Angka 2013
25
Statistik Daerah Kecamatan Gedebage Tahun 2015 Manfaat Urban farming adalahsebagai berikut :
a. Urban Farming memberikan kontribusi penyelamatan lingkungan dengan pengelolaan sampah reuse dan recycle. b. Membantu menciptakan kota
yang bersih dengan pelaksaan 3R (reuse, reduse, recycle) untuk pengelolaan sampah kota. c. Dapat menghasilkan O2 dan
meningkatkan kualitas lingkungan kota.
d. Meningkatkan Estetika Kota. e. Mengurangi biaya dengan
penghematan biaya transportasi dan pengemasan.
f. Bahan pangan lebih segar pada saat sampai ke konsumen yang merupakan orang kota.
g. Menjadi penghasilan tambahan penduduk kota.
Lahan di Kecamatan Gedebage yang belum digunakan untuk pembangunan perumahan dapat dimanfaatkan untuk menanam berbagai macam sayuran dan buah-buahan, minimal untuk konsumsi di rumah tangganya masing-masing atau dapat menjadi nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.
.
Gambar 8.1 Salah satu kegiatan pertanian memanen padi di Kecamatan Gedebage
BADAN PUSAT STATISTIK KOTA BANDUNG Jl. Jendral Gatot Subroto No. 93 Bandung Telp. (022)7305091 email : [email protected]