PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS ISLAM NAHDLATUL ULAMA JEPARA NOMOR : 027/SK/UNISNU/X/2013

25 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

PERATURAN

REKTOR UNIVERSITAS ISLAM NAHDLATUL ULAMA JEPARA NOMOR : 027/SK/UNISNU/X/2013

TENTANG

STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA UNIVERSITAS ISLAM NAHDLATUL ULAMA JEPARA

Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara

2013

(2)

PERATURAN

REKTOR UNIVERSITAS ISLAM NAHDLATUL ULAMA JEPARA NOMOR : 027/SK/UNISNU/X/2013

TENTANG

STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA UNIVERSITAS ISLAM NAHDLATUL ULAMA JEPARA

Bismillahirrahmanirrahim

REKTOR UNIVERSITAS ISLAM NAHDLATUL ULAMA JEPARA

Menimbang : a. Bahwa untuk mengelola organisasi dan implementasi sistem tata pamong yang baik (good governance) yang mencerminkan kredibilitas, transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab dan keadilan di Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara, maka dipandang perlu menetapkan Organisasi dan Tata Kerja Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara;

b. Bahwa untuk tujuan tersebut dalam butir a, perlu disusun peraturan yang dituangkan dalam Keputusan Rektor Universitas Islam Nahdlatul Ulama’ Jepara.

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor: 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;

2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor: 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi;

3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor: 61 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi;

4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor: 66 Tahun 2010 jo. Peraturan Pemerintah Nomor: 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan;

5. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 149/E/O/2013 tentang Ijin Operasional Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara;

6. Statuta Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara Tahun 2013; 7. Peraturan Yayasan Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama Jepara

Nomor: 1/PERT-YAPT/O/IX/2013 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Kepegawaian UNISNU Jepara.

Memperhatikan : Keputusan rapat Senat UNISNU Jepara tanggal 1 Oktober 2013.

MEMUTUSKAN

Menetapkan : Struktur Organisasi dan Tata Kerja Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara.

(3)

BAB I

KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI

Pasal 1

(1) Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara selanjutnya disebut UNISNU Jepara adalah Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama Jepara yang selanjutnya disebut YAPTINU Jepara, dipimpin oleh Rektor yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada YAPTINU Jepara;

(2) Pembinaan UNISNU Jepara secara fungsional dilakukan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Pasal 2

Tugas UNISNU Jepara adalah menyelenggarakan program pendidikan akademik dan/atau profesional dalam disiplin ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau seni tertentu.

Pasal 3

Untuk menyelenggarakan tugas tersebut dalam Pasal 2, UNISNU Jepara mempunyai fungsi :

1. Melaksanakan dan mengembangkan pendidikan tinggi;

2. Melaksanakan penelitian dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau seni;

3. Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat;

4. Melaksanakan pembinaan tenaga edukatif, tenaga administrasi, mahasiswa dan hubungan dengan lingkungan;

5. Melaksanakan kegiatan layanan akademik dan layanan administrasi.

BAB II

SUSUNAN ORGANISASI

Pasal 4

Susunan Organisasi UNISNU Jepara terdiri dari: 1. Unsur Pimpinan, terdiri dari:

a. Rektor; b. Wakil Rektor;

2. Badan Normatif, terdiri dari: a. Senat Universitas;

b. Senat Fakultas; 3. Lembaga, terdiri dari:

a. Lembaga Penjaminan Mutu;

b. Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat; c. Lembaga Pengembangan Pendidikan;

4. Unsur Pelaksana Akademik, terdiri dari: a. Fakultas;

b. Program Studi; c. Laboratorium;

5. Unsur Pelaksana Administrasi, terdiri dari: a. Biro Administrasi Akademik;

b. Biro Administrasi Umum, Keuangan dan SDM; c. Biro Kemahasiswaan, Hukum, Humas dan Kerjasama; 6. Unsur Penunjang, terdiri dari:

a. UPT Pusat Data dan IT; b. UPT Kewirausahaan; c. UPT Perpustakaan.

(4)

Bagian Satu Rektor

Pasal 5

(1) Rektor adalah pimpinan universitas yang diangkat dan diberhentikan oleh YAPTINU Jepara setelah mendapat pertimbangan Senat dan kemudian dilaporkan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan;

(2) Masa jabatan Rektor adalah 4 (empat) tahun dan dapat diangkat kembali sebanyak-banyaknya untuk 1 kali masa jabatan;

(3) Dalam melaksanakan tugasnya, Rektor dibantu oleh Wakil Rektor.

Pasal 6

(1) Rektor memiliki tugas:

a. Menyusun SOTK dan Renstra UNISNU Jepara serta perubahannya dengan persetujuan Senat untuk mendapatkan persetujuan YAPTINU Jepara;

b. Memimpin pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan tinggi;

c. Menyusun dan mengimplementasikan rencana strategis pengembangan UNISNU Jepara;

d. Mengoordinasikan, mengawasi, mengevaluasi dan mengembangkan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi;

e. Mengusulkan pengangkatan guru besar kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dan/atau Menteri Agama Republik Indonesia; f. Menyelenggarakan pengukuhan guru besar di hadapan rapat senat terbuka; g. Memberikan gelar kehormatan;

h. Mengoordinasikan, mengawasi, mengevaluasi dan mengembangkan pelaksanaan rencana operasional;

i. Menyusun rencana anggaran tahunan UNISNU Jepara;

j. Membuat peraturan dan keputusan Rektor sesuai aturan perundangan yang berlaku; k. Menyelenggarakan kerjasama untuk menunjang kegiatan Tri Dharma Perguruan

Tinggi dan peningkatan sumber daya penyelenggaraan Perguruan Tinggi;

l. Mengimplementasikan dan mengembangkan sistem penjaminan mutu secara berkelanjutan;

m. Memelihara keamanan, ketertiban, keselamatan dan kenyamanan kerja untuk menjamin kelancaran kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi;

n. Menerima mahasiswa baru dan mewisuda lulusan dalam rapat senat terbuka;

o. Menyusun dan menyampaikan laporan pertanggungjawaban penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi kepada YAPTINU Jepara;

p. Membina dan mengembangkan hubungan dengan alumni, pemerintah, masyarakat baik lokal, nasional maupun internasional.

(2) Apabila Rektor berhalangan, Rektor menunjuk Wakil Rektor sesuai aturan yang berlaku.

Bagian Dua Wakil Rektor I

(Bidang Administrasi Akademik dan Pengembangan Kelembagaan)

Pasal 7

Wakil Rektor I mempunyai tugas mewakili Rektor dalam memimpin pelaksanaan kegiatan bidang administrasi akademik.

Pasal 8

Tugas dan kewenangan Wakil Rektor I sebagaimana tersebut dalam Pasal 7 meliputi: 1. Mengoordinasikan Biro Administrasi Akademik, Lembaga Penjaminan Mutu,

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Lembaga Pengembangan Pendidikan serta unsur penunjang;

2. Merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi pengembangan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat;

(5)

3. Mengembangkan kurikulum pendidikan sesuai dengan ketentuan, perubahan dan perkembangan;

4. Mengembangkan metode pembelajaran;

5. Bertanggung jawab dalam penyusunan kebijakan, peraturan dan standar pendidikan dan pengajaran;

6. Pembinaan tenaga akademik dan tenaga penunjang akademik;

7. Pengolahan data dan sistem informasi bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat;

8. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan rencana strategis pengembangan UNISNU Jepara;

9. Mengkoordinir pelaksanaan akreditasi dan penafsiran EPSBED; 10.Pengelolaan kegiatan sistem penjaminan mutu akademik.

Bagian Tiga Wakil Rektor II

(Bidang Administrasi Umum, Keuangan dan Sumber Daya Manusia (SDM)

Pasal 9

Wakil Rektor II mempunyai tugas mewakili Rektor dalam memimpin pelaksanaan kegiatan di bidang administrasi umum, kepegawaian, keuangan dan aset.

Pasal 10

Tugas dan kewenangan Wakil Rektor II sebagaimana Pasal 9 meliputi: 1. Mengoordinasi Biro Administrasi Umum, Keuangan dan SDM;

2. Menyusun dan menyampaikan draft Anggaran Pendapatan dan Belanja tahunan Universitas;

3. Pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja universitas;

4. Merencanakan, membina dan mengembangkan sumber daya manusia yang meliputi pembinaan pengembangan karier serta kesejahteraan tenaga pendidikan dan kependidikan;

5. Merencanakan dan mengembangkan kebutuhan sarana dan prasarana; 6. Pengelolaan kerumahtanggaan dan pemeliharaan ketertiban;

7. Menyusun dan mengevaluasi program kegiatan pelayanan administrasi dan pengolahan data keuangan, kepegawaiaan dan aset;

8. Pengembangan organisasi dan sumber daya manusia;

9. Menyusun dan mengevaluasi pengelolaan sistem informasi bidang keuangan, kepegawaian dan asset;

10.Menyusun dan mengevaluasi pengelolaan keamanan dan ketertiban lingkungan kampus untuk menjamin kelancaran kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi;

11.Menyusun dan mengevaluasi pengelolaan keselamatan dan kenyamanan kerja untuk menjamin kelancaran kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Bagian Empat Wakil Rektor III

(Bidang Kemahasiswaan, Hukum, Humas dan Kerjasama)

Pasal 11

Wakil Rektor III mempunyai tugas mewakili Rektor dalam pelaksanaan kegiatan di bidang Kemahasiswaan, Hukum, Humas dan Kerjasama Universitas.

Pasal 12

Tugas dan kewenangan Wakil Rektor III adalah mewakili Rektor mengoordinasi dan mengawasi kegiatan Universitas yang meliputi:

1. Mengoordinasi Biro Administrasi Kemahasiswaan, Hukum, Humas dan Kerjasama; 2. Merencanakan, memantau dan mengembangkan program pembinaan bagian

(6)

3. Menyusun dan mengevaluasi program bagian kemahasiswaan dan alumni, hukum, humas dan kerjasama;

4. Membina kewirausahaan mahasiswa;

5. Pembinaan mahasiswa dalam bidang penalaran, minat bakat dan pengabdian kepada masyarakat;

6. Pembinaan usaha kesejahteraan mahasiswa serta bimbingan dan penyuluhan mahasiswa;

7. Mengoordinasi pembinaan kemahasiswaan yang dilakukan oleh tenaga akademis dan non akademis;

8. Pengelolaan, pembinaan dan pengembangan hubungan dengan alumni untuk menunjang kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi;

9. Pengelolaan, pembinaan dan pengembangan hubungan masyarakat, informasi dan komunikasi;

10.Perencanaan, pelaksanaan dan pengembangan tata kelola penerimaan mahasiswa baru; 11.Perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pengembangan kerjasama untuk menunjang

Tri Dharma Perguruan Tinggi;

12.Penyusunan dan implementasi rencana strategis pengembangan UNISNU Jepara bersama Wakil Rektor yang lain;

13.Pengelolaan, pembinaan dan pengembangan hubungan dengan pemerintah, pengguna hasil kegiatan tri dharma perguruan tinggi, dan masyarakat baik lokal, nasional maupun internasional.

Bagian Lima Senat Universitas

Pasal 13

(1) Senat Universitas merupakan badan normatif dan perwakilan tertinggi di UNISNU Jepara;

(2) Susunan personal dan tata tertib Senat Universitas ditetapkan dengan keputusan Rektor;

(3) Masa jabatan Senat Universitas adalah 4 (empat) tahun dan dapat diangkat kembali untuk masa jabatan yang kedua.

Pasal 14

Senat Universitas mempunyai tugas pokok:

1. Merumuskan kebijakan akademik dan pengembangan UNISNU Jepara;

2. Merumuskan kebijakan penilaian prestasi akademik dan kecakapan serta kepribadian tenaga edukatif, tenaga administratif, dan mahasiswa;

3. Merumuskan norma dan tolok ukur penyelenggaraan kegiatan akademik;

4. Memberikan pertimbangan dan persetujuan atas Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja UNISNU Jepara untuk diusulkan ke YAPTINU Jepara;

5. Menilai pertanggungjawaban pimpinan UNISNU atas kebijakan yang telah ditetapkan; 6. Merumuskan peraturan perencanaan kebebasan akademik, kebebasan mimbar

akademik, dan otonomi keilmuan pada UNISNU Jepara;

7. Memberikan pertimbangan kepada YAPTINU berkenaan dengan calon-calon yang diusulkan untuk diangkat menjadi Rektor;

8. Memberikan pertimbangan terhadap kenaikan jabatan akademik dosen sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku;

9. Mengukuhkan pemberian gelar Doktor Kehormatan yang memenuhi persyaratan;

Pasal 15

Dalam melaksanakan tugas, Senat Universitas dapat membentuk komisi-komisi dan panitia-panitia khusus yang beranggotakan anggota Senat Universitas.

(7)

Pasal 16

Jenis dan tugas Komisi-komisi Senat Universitas: 1. Komisi Peraturan

a. Mengkaji konsep peraturan yang akan diterbitkan oleh Universitas;

b. Memberikan masukan terhadap peraturan yang akan diterbitkan oleh YAPTINU Jepara;

2. Komisi Penelitian serta Pengembangan Dosen dan Karyawan

a. Mengkaji mekanisme penilaian beserta persyaratan penyesuaian/ kenaikan pangkat atau jabatan fungsional akademik dosen;

b. Mengadakan penilaian terhadap ajuan kenaikan pangkat/ jabatan Lektor ke atas; c. Memberikan rekomendasi kepada Rektor atas hasil penilaiannya;

3. Komisi Keuangan/ Dana

a. Mengkaji konsep RAPB Universitas;

b. Mengkaji konsep anggaran lainnya yang bersifat strategis, misalnya gaji, besaran SPP, anggaran pengembangan, dll;

c. Melakukan pengawasan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja Universitas; 4. Komisi Pengembangan Institusi dan Kerjasama

a. Memberikan rekomendasi kepada Rektor tentang arah dan kebijakan pengembangan Universitas;

b. Memberikan pertimbangan kepada Rektor tentang bentuk dan kegiatan kerjasama yang akan dilakukan;

c. Melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan kerjasama dan pengembangan Universitas.

Pasal 17

(1) Rapat Senat Universitas terdiri atas:

a. Rapat Senat Biasa yaitu rapat yang membahas tentang hal-hal rutin seperti Anggaran Pendapatan dan Belanja Universitas (APBU), pemilihan calon Rektor, dsb;

b. Rapat Senat Terbuka yaitu rapat untuk melangsungkan kegiatan upacara Dies Natalis Penerimaan Mahasiswa Baru dan Pengukuhan Guru Besar;

c. Rapat Senat Terbatas yaitu rapat untuk melangsungkan kegiatan promosi Doktor, pemberian Gelar Kehormatan dan upacara lain yang dipandang perlu;

d. Rapat Senat Khusus yaitu rapat untuk membahas hal-hal yang bersifat istimewa seperti mundurnya Rektor.

(2) Rapat Senat Biasa diselenggarakan sedikitnya sekali dalam 3 (tiga) bulan; (3) Hasil Rapat Senat berupa keputusan dan usulan;

(4) Rapat Senat Universitas dinyatakan memenuhi quorum:

a. Dihadiri minimal oleh 2/3 (dua pertiga) dari jumlah anggota Senat;

b. Apabila quorum menurut butir a tidak terpenuhi, maka rapat ditunda 1 x 60 menit, setelah ditunda rapat dinyatakan memenuhi quorum apabila dihadiri ½ + 1 (setengah dari jumlah anggota senat ditambah satu);

(5) Pengambilan keputusan dalam rapat Senat Universitas dilakukan atas dasar musyawarah untuk mufakat atau berdasarkan pemungutan suara terbanyak.

Bagian Enam Senat Fakultas

Pasal 18

(1) Senat Fakultas adalah unsur badan normatif dan perwakilan tertinggi di Fakultas; (2) Susunan personal dan tata tertib Senat Fakultas ditetapkan dengan keputusan Dekan; (3) Masa jabatan Senat Fakultas adalah 4 tahun dan dapat diangkat kembali untuk masa

jabatan yang kedua;

(4) Senat Fakultas terdiri dari: Guru Besar Tetap, pimpinan Universitas yang berasal dari Fakultas yang bersangkutan, Pimpinan Fakultas, Ketua Jurusan/Prodi/Bagian dan Wakil Dosen;

(8)

(6) Senat Fakultas diketuai oleh Dekan dan didampingi oleh seorang Sekretaris Senat yang dipilih diantara para anggota Senat Fakultas.

Pasal 19

(1) Tugas dan kewenangan Senat Fakultas adalah:

a. Merumuskan kebijakan akademik dan program kerja Fakultas;

b. Merumuskan kebijakan penilaian prestasi akademik dan kecakapan serta kepribadian dosen;

c. Merumuskan norma dan tolok ukur pelaksanaan penyelenggaraan Fakultas;

d. Menilai pertanggungjawaban pimpinan Fakultas atas pelaksanaan kebijakan yang telah ditetapkan sebagaimana dimaksud dalam butir a;

e. Memberikan pertimbangan kepada Rektor mengenai calon yang diusulkan untuk diangkat menjadi pimpinan Fakultas, Ketua dan Sekretaris Jurusan/ program Studi/ Bagian serta Kepala Laboratorium;

f. Memenuhi permintaan Dekan berupa pendapat dan saran-saran untuk kelancaran tugas Fakultas;

(2) Senat Fakultas berhak meminta segala keterangan dan pertimbangan Dekan;

(3) Dalam melaksanakan tugasnya Senat Fakultas dapat membentuk komisi dan panitia;

Pasal 20

(1) Rapat Senat Fakultas terdiri atas: a. Rapat Senat Biasa;

b. Rapat Senat Khusus untuk melangsungkan pemilihan calon pejabat struktural di lingkungan Fakultas;

(2) Rapat Senat Fakultas dinyatakan memenuhi quorum:

a. Dihadiri minimal oleh 2/3 (dua pertiga) dari jumlah anggota Senat;

b. Apabila quorum menurut butir a tidak terpenuhi, maka rapat ditunda selama 1 x 60 menit, setelah ditunda rapat dinyatakan memenuhi quorum apabila dihadiri ½ + 1 (setengah dari jumlah anggota senat ditambah satu);

(3) Pengambilan keputusan dalam rapat Senat Fakultas dilakukan atas dasar musyawarah untuk mufakat atau berdasarkan pemungutan suara terbanyak.

Bagian Tujuh

Lembaga Pengembangan Pendidikan

Pasal 21

(1) Lembaga Pengembangan Pendidikan merupakan unsur pelaksana akademik yang mempunyai fungsi mengoordinasi, memantau dan mengembangkan proses pendidikan di Universitas;

(2) Lembaga Pengembangan Pendidikan dibantu sekretaris Lembaga.

Pasal 22

Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan mempunyai tugas:

1. Menyusun program pengembangan pendidikan meliputi pengembangan kurikulum dan segala perangkatnya;

2. Menyusun standar pelaksanaan kurikulum dan segala perangkatnya;

3. Melakukan koordinasi, memantau dan menilai pelaksanaan kurikulum dan segala perangkatnya;

4. Menerbitkan dokumen-dokumen kurikulum dan segala perangkatnya.

Pasal 23

Untuk melaksanakan tugas tersebut pada Pasal 22, Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan mempunyai fungsi:

(9)

2. Mengembangkan kualitas kurikulum, sumber daya manusia, metode pembelajaran, media pembelajaran dan sumber belajar;

3. Melaksanakan pelatihan kepada sumber daya manusia dalam rangka peningkatan kualitas proses pendidikan;

4. Mengadministrasikan, menghimpun dan menginformasikan kualitas proses pendidikan; 5. Menyusun rencana, mengoordinasikan dan memantau pengembangan kurikulum dan

proses pembelajaran di UNISNU Jepara;

6. Mengembangkan bagian-bagian yang ada di Lembaga Pengembangan Pendidikan.

Pasal 24

Sekretaris Lembaga Pengembangan Pendidikan mempunyai tugas:

1. Membantu Ketua Lembaga Pendidikan dalam penyusunan rencana pengembangan kurikulum di UNISNU Jepara;

2. Melaksanakan dan mengoordinasikan pengembangan kurikulum;

3. Melaksanakan dan mengoordinasikan peningkatan kualitas proses pendidikan dalam aspek kurikulum;

4. Melaksanakan pelatihan dan peningkatan sumber daya manusia di UNISNU Jepara dalam aspek pengembangan kurikulum;

5. Membantu Ketua Lembaga Pendidikan dalam penyusunan rencana pengembangan pembelajaran di UNISNU Jepara yang meliputi: sumber daya manusia, metode, media dan sumber belajar;

6. Melaksanakan dan mengoordinasikan pengembangan pembelajaran;

7. Melaksanakan dan mengoordinasikan peningkatan kualitas proses pendidikan dalam aspek pembelajaran;

8. Melaksanakan pelatihan kepada sumber daya manusia di UNISNU Jepara dalam aspek pengembangan pembelajaran.

Pasal 25

(1) Lembaga Pendidikan menyelenggarakan ketatausahaan lembaga.

(2) Bagian Tata Usaha mempunyai fungsi melaksanakan administrasi umum, perlengkapan, keuangan dan SDM.

Bagian Delapan

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pasal 26

(1) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat adalah unsur pelaksana akademik yang melaksanakan sebagian tugas pokok dan fungsi Universitas di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat.

(2) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dipimpin oleh seorang Ketua yang bertanggung jawab kepada Rektor.

Pasal 27

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat mempunyai tugas: 1. Menyusun rencana dan program penelitian dan pengabdian masyarakat;

2. Melaksanakan, mengoordinasi, memantau dan menilai pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat;

3. Mengembangkan pusat kajian penelitian dan pengabdian masyarakat;

4. Mendorong motivasi dosen dan mahasiswa untuk melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat;

5. Melakukan kerjasama dengan lembaga lain dalam rangka penelitian dan pengabdian masyarakat;

(10)

Pasal 28

Untuk melaksanakan tugas tersebut pada Pasal 27, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat mempunyai fungsi sebagai:

1. Penyusun rencana dan program penelitian dan pengabdian masyarakat sesuai kebijakan Rektor;

2. Pemantau dan penilai pelaksanaan penelitian dan pengabdian masyarakat;

3. Pengambil kebijakan dalam rangka mendorong dosen dan mahasiswa untuk melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat.

Pasal 29

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat terdiri dari Bagian Penelitian dan Bagian Pengabdian Masyarakat.

Pasal 30

Bagian Penelitian dipimpin oleh seorang Kepala yang mempunyai tugas:

1. Membantu kepala lembaga dalam rangka menyusun rencana dan program penelitian; 2. Menatausahakan hasil pemantauan dan penilaian hasil pelaksanaan penelitian; 3. Menyiapkan pusat kajian penelitian dan pengembangannya;

4. Membantu kepala lembaga dalam rangka pemberian motivasi dosen dan mahasiswa untuk melakukan penelitian;

5. Menyiapkan draft MoU kerjasama penelitian dengan lembaga lain; 6. Mencatat penatausahaan sumberdaya.

Pasal 31

Untuk melaksanakan tugas tersebut pada Pasal 30, Kepala Bagian Penelitian mempunyai fungsi sebagai:

1. Penyusun rancangan program penelitian;

2. Pencatat hasil pemantauan dan penilaian hasil pelaksanaan penelitian;

3. Penyedia sarana pelatihan dalam rangka mendorong dosen dan mahasiswa untuk melakukan penelitian;

4. Penatausahaan sumber daya.

Pasal 32

Bagian Pengabdian Masyarakat dipimpin oleh seorang kepala yang mempunyai tugas: 1. Membantu kepala lembaga dalam rangka menyusun rencana dan program pengabdian

masyarakat;

2. Menatausahakan hasil pemantauan dan penilaian pelaksanaan pengabdian masyarakat; 3. Menyiapkan pusat kajian pengabdian masyarakat dan pengembangannya;

4. Membantu kepala lembaga dalam rangka pemberian motivasi dosen dan mahasiswa untuk melakukan pengabdian masyarakat;

5. Menyiapkan draft MoU kerjasama pengabdian masyarakat dengan lembaga lain; 6. Mencatat penatausahaan sumberdaya.

Pasal 33

Untuk melaksanakan tugas tersebut pada Pasal 32, Kepala Bagian Pengabdian Masyarakat mempunyai fungsi:

1. Penyusun rancangan program pengabdian masyarakat;

2. Pencatat hasil pemantauan dan penilaian pelaksanaan pengabdian masyarakat;

3. Penyedia sarana pelatihan dalam rangka mendorong dosen dan mahasiswa untuk melakukan pengabdian masyarakat;

(11)

Bagian Sembilan Lembaga Penjaminan Mutu

Pasal 34

Pengendalian mutu di Universitas dilakukan oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPjM).

Pasal 35

LPjM UNISNU Jepara mempunyai tugas:

1. Merencanakan dan melaksanakan sistem penjaminan mutu secara keseluruhan di Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara;

2. Membuat perangkat yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan sistem penjaminan mutu;

3. Memonitor pelaksanaan sistem penjaminan mutu sampai tingkat prodi

4. Koordinasi dengan Unit Penjaminan Mutu dalam pelaksanaan penjaminan mutu ditingkat prodi

5. Melakukan audit dan evaluasi pelaksanaan sistem penjaminan mutu; 6. Melaporkan secara berkala pelaksanaan sistem penjaminan mutu.

Pasal 36

Untuk melaksanakan tugas tersebut pada Pasal 35, LPjM UNISNU Jepara mempunyai fungsi pelayanan dalam bidang:

1. Pelatihan, konsultasi, pendampingan dan kerjasama di bidang penjaminan mutu; 2. Pengembangan sistem informasi penjaminan mutu;

3. Pengembangan dan pelaksanaan sistem penjaminan mutu yang sesuai dengan keadaan sosial budaya kampus;

4. Pengembangan dan pelaksanaan audit mutu internal.

Pasal 37

(1) Lembaga Penjaminan Mutu bertanggung jawab kepada Rektor; (2) Lembaga Penjaminan Mutu dipimpin oleh seorang Ketua.

Pasal 38

LPjM UNISNU Jepara terdiri dari: 1. Unsur Pimpinan: Ketua;

2. Unsur Pelaksana: Bagian Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu (PSPM) dan Bagian Monitoring dan Evaluasi Internal (Monevin);

3. Unsur Pelaksana Administrasi: Bagian administrasi.

Pasal 39

Tugas Ketua LPjM meliputi:

1. Merencanakan, mengorganisasikan, mengoordinasikan dan melaksanakan program kerja LPjM;

2. Memonitor dan mengevaluasi kegiatan LPjM; 3. Melaporkan kegiatan LPjM kepada Rektor;

4. Merencanakan, mengorganisasikan, mengoordinasikan dan melaksanakan program kerja bidang pengembangan sistem penjaminan mutu;

5. Memonitor dan mengevaluasi kegiatan bidang pengembangan sistem penjaminan mutu;

6. Merencanakan, mengorganisasikan, mengoordinasikan dan melaksanakan kegiatan monitoring sistem dan audit mutu internal;

7. Menyiapkan kebutuhan auditor beserta sarana prasarana untuk pelaksanaan audit; 8. Memonitor tindakan perbaikan;

(12)

Bagian Sepuluh Unit Penjaminan Mutu

Pasal 40

Pengendalian mutu di Fakultas dilakukan oleh sebuah lembaga bernama Unit Penjaminan Mutu (UPM).

Pasal 41

(1) UPM bertanggung jawab kepada Dekan; (2) UPM dipimpin oleh seorang Ketua.

Pasal 42

UPM terdiri dari ketua dan dibantu oleh anggota yang mewakili masing-masing program studi/ bagian/ kajian.

Pasal 43

Unit Penjaminan Mutu (UPM) mempunyai tugas:

1. Merencanakan dan melaksanakan sistem penjaminan mutu akademik secara keseluruhan di tingkat fakultas;

2. Membuat perangkat yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan sistem penjaminan mutu akademik;

3. Memonitor pelaksanaan sistem penjaminan mutu akademik, melakukan audit dan evaluasi pelaksanaan sistem penjaminan mutu akademik;

4. Melaporkan secara berkala pelaksanaan sistem penjaminan mutu akademik;

5. UPM merupakan unit independen yang menangani penjaminan mutu di tingkat fakultas dan bertanggung jawab kepada dekan.

Pasal 44

Untuk melaksanakan tugas tersebut pada Pasal 43, Unit Penjaminan Mutu (UPM) mempunyai fungsi:

1. Memberikan pendampingan dan kerjasama di bidang penjaminan mutu akademik; 2. Pengembangan dan pelaksanaan sistem penjaminan mutu akademik yang sesuai

dengan keadaan sosial budaya kampus;

3. Pengembangan dan pelaksanaan audit mutu akademik internal.

Bagian Sebelas Gugus Kendali Mutu

Pasal 45

Pengendalian mutu di tingkat Program Studi dilakukan oleh sebuah badan bernama Gugus Kendali Mutu (GKM).

Pasal 46

Tugas GKM adalah:

1. Membantu ketua program studi dalam kelancaran kegiatan akademik semester;

2. Memonitor dan membahas proses belajar mengajar yang sedang berlangsung serta mengevaluasi pembelajaran pada akhir semester;

3. Membuat laporan pelaksanaan belajar mengajar kepada Ketua Program Studi; 4. GKM bertanggungjawab kepada Ketua Program Studi;

5. GKM dipimpin oleh seorang Ketua dan dibantu oleh 2 anggota.

Bagian Dua Belas Fakultas

Pasal 47

(1) Fakultas adalah unsur pelaksana akademik yang melaksanakan sebagian tugas pokok dan fungsi Universitas;

(13)

(2) Fakultas dipimpin oleh Dekan yang bertanggung jawab kepada Rektor;

(3) Dalam melaksanakan tugas, Dekan dibantu oleh Wakil Dekan dengan jumlah sesuai kebutuhan atau Sekretaris Fakultas;

(4) Wakil Dekan atau Sekretaris Fakultas adalah unsur pimpinan yang membantu Dekan.

Pasal 48

Fakultas mempunyai tugas mengoordinasi dan/atau melaksanakan pendidikan akademik dan/atau professional dalam satu atau seperangkat cabang ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian tertentu.

Pasal 49

Untuk menyelenggarakan tugas tersebut pada Pasal 48, Fakultas mempunyai fungsi: 1. Melaksanakan dan mengembangkan pendidikan;

2. Melaksanakan penelitian untuk pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau kesenian;

3. Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat;

4. Melaksanakan pembinaan tenaga pendidik, tenaga kependidikan, tenaga administratif dan mahasiswa;

5. Melaksanakan urusan tata usaha Fakultas.

Pasal 50

Fakultas terdiri atas:

1. Pimpinan: Dekan dan Wakil Dekan;

2. Badan Normatif dan Perwakilan Tertinggi: Senat Fakultas;

3. Pelaksana Akademik: Program Studi, Laboratorium/ Studio/ Kajian; 4. Unsur Pelaksana Administrasi: Bagian Tata Usaha;

5. Unsur Layanan: Unit Perpustakaan dan Laboratorium sesuai kebutuhan; 6. Unsur Pendukung: Lembaga non Struktural.

Pasal 51

(1) Dekan mempunyai tugas memimpin penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat membina tenaga pendidik, tenaga kependidikan fakultas, mahasiswa dan bertanggung jawab kepada Rektor;

(2) Wakil Dekan terdiri atas:

a. Wakil Dekan I (Bidang Akademik);

b. Wakil Dekan II (Bidang Administrasi Umum, Kepegawaian, Keuangan dan Aset); c. Wakil Dekan III (Bidang Kemahasiswaan dan Alumni);

(3) Wakil Dekan Bidang Akademik mempunyai tugas mewakili Dekan dalam memimpin pelaksanaan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat;

(4) Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Kepegawaian, Keuangan dan Aset mempunyai tugas mewakili Dekan memimpin pelaksanaan kegiatan di bidang administrasi umum, kepegawaian, keuangan dan aset;

(5) Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni mempunyai tugas mewakili Dekan dalam pelaksanaan kegiatan di bidang kemahasiswaan dan alumni;

(6) Sekretaris Fakultas mempunyai tugas membantu Dekan dalam memimpin penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kerjasama dan pengembangan, membina tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, mahasiswa dan bertanggung jawab kepada Dekan;

Pasal 52

(1) Fungsi Wakil Dekan I (Bidang Administrasi Akademik) adalah mewakili Dekan di dalam koordinasi dan pengawasan kegiatan Fakultas yang meliputi:

a. Perencanaan, pelaksanaan dan pengembangan pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat;

(14)

c. Persiapan program pendidikan baru pada berbagai jalur, jenis dan jenjang pendidikan;

d. Pengolahan data yang menyangkut pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat;

e. Melakukan koordinasi pengembangan unsur layanan perpustakaan, komputer dan lainnya.

(2) Fungsi Wakil Dekan II (Bidang Administrasi Umum, Kepegawaian, Keuangan dan Aset) adalah mewakili Dekan dalam koordinasi dan pengawasan kegiatan Fakultas yang meliputi:

a. Perencanaan dan pengolahan anggaran;

b. Pembinaan dan pengembangan karier serta kesejahteraan pegawai; c. Pengelolaan perlengkapan;

d. Pengelolaan kerumahtanggaan dan pemeliharaan ketertiban; e. Pelayanan administrasi dan pengolahan data;

(3) Fungsi Wakil Dekan III (Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Hukum dan Kerjasama) adalah mewakili Dekan dalam koordinasi dan pengawasan kegiatan Fakultas yang meliputi:

a. Pembinaan mahasiswa dalam bidang penalaran, minat/ bakat dan pengabdian pada masyarakat;

b. Pembinaan usaha kesejahteraan mahasiswa serta bimbingan dan penyuluhan mahasiswa;

c. Pembinaan kemahasiswaan yang dilakukan oleh tenaga akademik;

d. Mengoordinasi pembinaan kemahasiswaan yang dilakukan oleh tenaga pendidik dan tenaga profesional;

e. Menyelenggarakan kegiatan penelusuran, pengelolaan, pembinaan dan pengembangan hubungan dengan alumni untuk menunjang kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi;

f. Merencanakan program peningkatan penerimaan mahasiswa baru baik kuantitas maupun kualitas;

g. Mengembangkan kualitas layanan penerimaan mahasiswa baru;

h. Merencanakan dan melaksanakan program pengembangan institusi dan kerjasama; i. Mengadministrasikan, menghimpun dan menginformasikan proses penerimaan

mahasiswa baru dan pengembangan institusi serta kerjasama.

Pasal 53

Dalam hal Fakultas tidak dapat memenuhi ketentuan sebagaimana Pasal 51, maka diatur sebagai berikut:

1. Apabila dalam satu fakultas terdapat hanya 1 (satu) orang Wakil Dekan, maka mempunyai tugas dan fungsi sebagai Wakil Dekan Bidang I, II dan III;

2. Apabila dalam satu fakultas terdapat hanya 2 (dua) orang Wakil Dekan, maka diatur sebagai berikut:

a. Wakil Dekan I mempunyai tugas dan fungsi menangani Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni;

b. Wakil Dekan II mempunyai tugas dan fungsi menangani Bidang Keuangan, Administrasi Umum, Aset, Hukum dan Kerjasama.

Bagian Tiga Belas Ketatausahaan Fakultas

Pasal 54

(1) Fakultas menyelenggarakan ketatausahaan Fakultas;

(2) Ketatausahaan Fakultas dipimpin oleh Kepala Bagian Tata Usaha;

(15)

Pasal 55

Bagian Tata Usaha Fakultas mempunyai tugas:

1. Melakukan administrasi fakultas berkaitan dengan pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi;

2. Mengelola tata usaha dan rumah tangga fakultas;

3. Mengelola keuangan, kepegawaian dan sarana prasarana fakultas; 4. Melaksanakan administrasi kemahasiswaan dan alumni;

5. Melakukan administrasi program studi.

Bagian Empat Belas Program Studi

Pasal 56

(1) Program Studi (Prodi) adalah unsur pelaksana akademik pada Fakultas di bidang studi tertentu yang berada di bawah Dekan;

(2) Program Studi dipimpin oleh Ketua Prodi yang dipilih diantara Dosen dan bertanggung jawab langsung kepada Dekan;

(3) Ketua Prodi diangkat oleh Rektor atas usul Dekan dengan pertimbangan Senat Fakultas.

Pasal 57

Prodi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan akademik, dan/atau profesional dalam sebagian atau satu cabang ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian tertentu.

Pasal 58

Untuk melaksanakan tugas Prodi/Bagian sebagaimana tersebut pada pasal 57, Prodi mempunyai fungsi :

1. Melaksanakan pendidikan dan pengajaran dalam sebagian atau satu cabang ilmu, teknologi, atau seni tertentu bagi program pendidikan yang ada;

2. Melaksanakan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni tertentu;

3. Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat;

4. Melaksankan pembinaan tenaga edukatif, tenaga administratif dan mahasiswa.

Pasal 59

Prodi/Bagian terdiri atas:

1. Unsur pimpinan: Ketua dan Sekretaris Prodi;

2. Unsur pelaksana akademik: Program Studi, Laboratorium/Studio, Kelompok Dosen.

Pasal 60

Tugas dan fungsi Ketua Prodi:

1. Mengoordinasikan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi; 2. Mengembangkan Program Studi;

3. Mengoordinasikan pemanfaatan laboratorium; 4. Melakukan pembinaan akademik bagi peserta didik; 5. Melakukan pembinaan keilmuan dosen;

6. Melakukan pengembangan kurikulum.

Pasal 61

(1) Laboratorium/studio merupakan perangkat penunjang pelaksanaan pendidikan pada prodi/bagian dalam pendidikan akademik dan/atau profesional;

(2) Laboratorium/studio dipimpin oleh seorang Dosen yang keahliannya telah memenuhi persyaratan sesuai dengan cabang ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau kesenian tertentu dan bertanggung jawab langsung kepada Ketua Prodi.

(16)

Pasal 62

Laboratorium/studio mempunyai tugas melakukan kegiatan dalam cabang ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau kesenian tertentu sebagai penunjang pelaksanaan tugas pokok Prodi sesuai dengan ketentuan bidang yang bersangkutan.

Pasal 63

Tugas dan fungsi Ketua Laboratorium/Studio:

(1) Melakukan koordinasi dengan program studi tentang pemanfaatan laboratorium/studio bagi peserta didik;

(2) Mengembangkan laboratorium/studio sesuai tujuan kurikulum yang ditetapkan.

Bagian Lima Belas

Biro I (Administrasi Akademik dan Pengembangan Kelembagaan)

Pasal 64

Biro I adalah unsur pelaksana di bidang administrasi akademik yang bertanggung jawab kepada Rektor.

Pasal 65

Biro I mempunyai tugas memberikan layanan dan administrasi di bidang akademik di lingkungan UNISNU.

Pasal 66

Biro I terdiri atas: 1. Kepala Biro;

2. Bagian Administrasi Akademik.

Pasal 67

Kepala Biro I mempunyai tugas:

1. Membantu rektor dalam pengelolaan administrasi akademik dan kelembagaan; 2. Menetapkan kebijakan teknis dibidang administrasi akademik dan kelembagaan; 3. Merancang ketentuan akademik;

4. Memberikan layanan teknis bidang administrasi akademik dan kelembagaan; 5. Mengevaluasi pelaksanaan pengelolaan administrasi akademik dan kelembagaan; 6. Membuat laporan pertanggungjawaban pelaksanaan pengelolaan administrasi

akademik dan kelembagaan kepada Rektor melalui Wakil Rektor I

Pasal 68

Untuk menyelenggarakan tugas tersebut pada Pasal 67, Biro I mempunyai fungsi:

1. Penyusunan, pelaksanaan dan pengevaluasian kebijakan teknis pengelolaan administrasi akademik dan kelembagaan;

2. Pengoordinasian tugas-tugas teknis di lingkungan kerja bidang administrasi akademik dan kelembagaan dengan unit kerja terkait.

Pasal 69

Bagian Administrasi Akademik mempunyai tugas :

1. Melaksanakan administrasi pelaksanaan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat;

2. Melaksanakan pelaporan EPSBED;

3. Menyiapkan absensi dan pengumpulan nilai mahasiswa dari dosen; 4. Melakukan her registrasi dan statistik mahasiswa;

(17)

Bagian Enam Belas

Biro II (Administrasi Umum, Keuangan dan SDM)

Pasal 70

Biro II adalah unsur pelaksana di bidang administrasi umum, kepegawaian, keuangan dan aset yang bertanggung jawab kepada Rektor.

Pasal 71

Biro II mempunyai tugas memberikan layanan administrasi umum, kepegawaian, keuangan dan aset di lingkungan Universitas.

Pasal 72

Untuk menyelenggarakan tugas tersebut pada Pasal 71, Biro II mempunyai fungsi:

1. Penyusunan, pelaksanaan dan pengevaluasian kebijakan teknis di bidang kerumahtanggaan pengelolaan keuangan dan SDM;

2. Pengoordinasian tugas-tugas teknis di lingkungan kerja di bidang kerumahtanggaan, pengelolaan keuangan dan SDM dengan unit kerja terkait.

Pasal 73

Biro II terdiri dari: 1. Kepala Biro;

2. Bagian Administrasi Umum dan Aset; 3. Bagian Kepegawaian;

4. Bagian Keuangan.

Pasal 74

Kepala Biro II mempunyai tugas:

1. Membantu rektor di bidang rumah tangga, administrasi, keuangan, dan aset; 2. Menetapkan kebijakan teknis di bidang kerumahtanggaan, keuangan dan SDM; 3. Memberikan layanan teknis di bidang kerumahtanggaan, keuangan dan SDM;

4. Mengevaluasi pelaksanaan bidang kerumahtanggaan, pengelolaan keuangan dan SDM; 5. Membuat laporan pertanggungjawaban di bidang kerumahtanggaan, pengelolaan

keuangan dan SDM kepada Rektor melalui wakil Rektor II.

Pasal 75

Bagian Administrasi Umum dan Aset mempunyai tugas: 1. Melakukan pengelolaan surat-surat dinas dan arsip; 2. Melaksanakan proses pengadaan barang dan jasa; 3. Melakukan layanan kerumahtanggaan;

4. Mengelola dan memelihara sarana dan prasarana; 5. Menetapkan umur teknis aset tetap;

6. Melakukan pengamanan dan kenyamanan kampus.

Pasal 76

Bagian Kepegawaian mempunyai tugas: 1. Melakukan proses rekruitmen pegawai;

2. Memberikan layanan berkenaan dengan hak dan kesejahteraan pegawai;

3. Menyiapkan administrasi berkenaan penetapan kewajiban, larangan dan sanksi pegawai;

4. Memroses pelaksanaan pengembangan sumber daya pegawai; 5. Membuat rekapitulasi absensi pegawai.

Pasal 77

Bagian Keuangan mempunyai tugas:

1. Menyusun draft anggaran pendapatan dan belanja universitas;

2. Mencatat semua sumber pendapatan dan pengeluaran sesuai sistem akuntansi yang ditetapkan;

(18)

3. Meneliti ajuan keuangan unit kerja sesuai dengan APB dan daftar isian kegiatan unit kerja yang telah disyahkan;

4. Menyusun daftar kebutuhan belanja universitas per bulan yang akan diajukan kepada YAPTINU Jepara.

5. Memverifikasi pertanggungjawaban keuangan unit kerja.

Bagian Enam Belas

Biro III (Kemahasiswaan, Hukum, Humas dan Kerjasama)

Pasal 78

Biro III adalah unsur pelaksana di bidang kemahasiswaan, hukum, humas, kerjasama dan pemasaran yang bertanggung jawab kepada Rektor.

Pasal 79

Biro III mempunyai tugas memberikan layanan kesejahtaraan mahasiswa dan alumni, hukum, humas, kerjasama dan pemasaran Universitas.

Pasal 80

Untuk menyelenggarakan tugas tersebut pada pasal 79, Biro III mempunyai fungsi: 1. Melaksanakan layananan kesejahteraan mahasiswa dan alumni;

2. Melaksanakan administrasi hukum; 3. Melaksanakan humas;

4. Melaksanakan kerjasama dan pemasaran.

5. Penyusunan, pelaksanaan dan pengevaluasian kebijakan teknis di bidang kemahasiswaan, hukum, humas, kerjasama dan pemasaran;

6. Pengoordinasian tugas-tugas teknis di lingkungan kerja di bidang kemahasiswaan, hukum, humas, kerjasama dan pemasaran dengan unit kerja terkait.

Pasal 81

Biro III terdiri dari: 1. Kepala Biro;

2. Bagian Kemahasiswaan dan Alumni; 3. Bagian Hukum, Humas dan Kerjasama.

Pasal 82

Kepala Biro III mempunyai tugas:

1. Membantu pimpinan universitas di bidang kemahasiswaan, hukum, humas, kerjasama dan pemasaran;

2. Melakukan pengelolaan dan koordinasi pada staf di unit; 3. Membagi tugas kepada kepala bagian;

4. Memberikan arahan pelaksanaan tugas kepala bagian.

Pasal 83

Bagian Kemahasiswaan dan Alumni mempunyai tugas:

1. Melaksanakan, mengoordinasikan, memantau dan menilai pelaksanaan kegiatan penerimaaan mahasiswa baru;

2. Merencanakan program peningkatan penerimaan mahasiswa baru baik kuantitas maupun kualitas;

3. Mengembangkan kualitas layanan penerimaan mahasiswa baru; 4. Menyebarluaskan informasi penerimaan mahasiswa baru;

5. Melaksanakan layanan informasi tentang penerimaan mahasiswa baru; 6. Menyiapkan dan menyusun instrumen penerimaan mahasiswa baru;

(19)

8. Menyiapkan dan melaksanakan penerimaan mahasiswa one day service dan/atau manual;

9. Melaksanakan evaluasi penerimaan mahasiswa baru secara berkelanjutan;

10.Pembinaan mahasiswa dalam bidang penalaran, minat bakat dan pengabdian kepada masyarakat;

11.Pembinaan usaha kesejahteraan mahasiswa serta bimbingan dan penyuluhan mahasiswa;

12.Mengoordinasi pembinaan kemahasiswaan yang dilakukan oleh tenaga akademis dan non akademis;

13.Pengelolaan, pembinaan dan pengembangan hubungan dengan alumni untuk menunjang kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi;

14.Melakukan upaya kesejahteraan mahasiswa;

15.Membina organisasi kemahasiswaan ekstrakulikuler.

Pasal 84

Bagian Hukum, Humas dan Kerjasama mempunyai tugas:

1. Merencanakan, mengorganisasikan, mengoordinasikan dan melaksanakan program kerja yang berkenaan dengan hukum, humas dan kerjasama;

2. Menyusun Rencana Kegiatan dan Anggaran Bagian Hukum, Humas dan Kerjasama; 3. Melakukan analisa pasar untuk promosi dan pemasaran UNISNU Jepara;

4. Publikasi kegiatan UNISNU Jepara ke media massa;

5. Menjalin dan memelihara kerjasama dengan berbagai media massa; 6. Mensuplai berita melalui website UNISNU Jepara;

7. Memfasilitasi penerbitan buletin;

8. Membantu kegiatan promosi yang dilakukan bekerjasama dengan panitia penerimaan mahasiswa baru;

9. Bertindak sebagai protokoler, event organizer terhadap kunjungan tamu dari luar UNISNU Jepara;

10.Bertindak sebagai juru bicara dalam hal memberikan statemen keluar atas nama UNISNU Jepara dengan persetujuan Rektor UNISNU Jepara melalui Biro III dan Wakil Rektor III;

11.Membuat pers rilis dan siaran pers untuk memberikan tanggapan berkenaan dengan UNISNU Jepara;

12.Memberikan jawaban dan penjelasan terhadap pertanyaan/keluhan/komentar/ saran dari mahasiswa dan masyarakat yang disampaikan lewat jaringan internet (website UNISNU Jepara);

13.Melakukan dokumentasi bidang hukum, humas dan kerjasama;

14.Menyusun konsep aturan perundang-undangan universitas dan penyimpanannya; 15.Menginventarisasi peraturan perundang-undangan pendidikan dan penyimpanannya; 16.Melakukan hubungan dengan lembaga dan masyarakat untuk kepentingan universitas; 17.Menyusun konsep nota kesepakatan kerjasama dengan pihak ketiga.

Bagian Tujuh Belas

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Data dan IT

Pasal 85

(1) UPT Pusat Data dan IT adalah unit pelaksana teknis yang mengoordinasikan perencanaan, penyelenggaraan, dan pelaksanaan sistem informasi terintegrasi dan yang mengoordinasikan penyelenggaraan kelas komputer dan sebagai pusat data universitas yang bertanggung jawab kepada Rektor.

(2) UPT Pusat Data dan IT dipimpin oleh seorang Kepala.

Pasal 86

UPT Pusat Data dan IT mempunyai tugas:

1. Membuat, mengoperasionalkan dan memelihara sistem informasi melalui jaringan internet atau intranet secara terpadu dalam bentuk sistem informasi akademik;

(20)

2. Mengoordinasikan dengan unit kerja pengguna sistem informasi akademik secara maksimal;

3. Mengoperasionalkan perangkat finger print dan SMS gateway untuk kepentingan lembaga dan layanan pegawai serta mahasiswa;

4. Menyimpan data pegawai dan mahasiswa dalam sistem informasi akademik secara tertib;

5. Mengelola sistem dalam rangka kerjasama dengan pihak ketiga yang dilakukan melalui teknologi informasi.

Pasal 87

Untuk menyelenggarakan tugas tersebut pada Pasal 86 UPT Pusat Data dan IT mempunyai fungsi:

1. Mengelola sistem informasi terintegrasi (akademik, finansial, aset, dan sumber daya); internet dan jaringan;

2. Membuat perencanaan dan mengoordinasi kegiatan UPT Pusat Data dan IT; 3. Mengoordinasi pengembangan sistem informasi universitas;

4. Menganalisis dan mengevaluasi kinerja UPT Pusat Data dan IT setiap tahun; 5. Merencanakan program pengembangan SDM di bidang TIK;

6. Membuat program pelatihan peningkatan SDM;

7. Merancang kegiatan kerja sama dengan vendor atau institusi luar;

8. Melakukan pemeliharaan sistem informasi (software maupun hardware) di lingkungan universitas;

9. Merencanakan dan menyelenggarakan pelatihan komputer;

10.Mengembangkan pelatihan komputer sesuai dengan misi universitas;

11.Memberikan layanan pelatihan komputer kepada mahasiswa, dosen dan masyarakat.

Pasal 88

(1) UPT Pusat Data dan IT terdiri dari: a. Programmer;

b. Operator; c. Teknisi; d. Analis System;

(2) Programmer, operator, teknisi dan analis system adalah sejumlah tenaga yang memenuhi kualifikasi komputer.

Pasal 89

Programer UPT Pusat Data dan IT mempunyai tugas:

1. Merancang atau mengevaluasi rancangan perangkat lunak;

2. Mengembangkan perangkat lunak (inhouse) atau melakukan pengawasan pengembangan perangkat lunak (outsource);

3. Melakukan user acceptance test (UAT) pada saat implementasi;

4. Melakukan pemeliharaan perangkat lunak dengan bekerja sama dengan system owner

atau developer dari luar;

5. Memberikan rekomendasi kepada komunitas perguruan tinggi untuk pemilihan perangkat lunak.

Pasal 90

Operator UPT Pusat Data dan IT mempunyai tugas:

1. Menghimpun dan menginformasikan sistem informasi terintegrasi untuk kepentingan internal maupun eksternal, termasuk di dalamnya menerima permintaan layanan TIK dan meneruskan sesuai divisi yang menangani;

2. Memelihara website atau homepage;

3. Memelihara mailing list di lingkungan universitas;

(21)

Pasal 91

Teknisi UPT Pusat Data dan IT mempunyai tugas:

1. Memberikan layanan servis perangkat keras, jaringan dan internet; 2. Uji coba produk perangkat keras dan perangkat lunak aplikasi umum;

3. Memberikan layanan konsultasi dan distribusi yang terkait dengan perangkat lunak berlisensi;

4. Membuat rancangan pengembangan perangkat lunak.

Pasal 92

Analis Sistem UPT Pusat Data dan IT mempunyai tugas:

1. Mengolah data dan analisa sebagai dasar untuk pengambilan keputusan; 2. Mengusulkan kebijakan, strategi dan perencanaan TIK untuk jangka panjang;

3. Membuat rencana jangka menengah dan tahunan, berdasarkan rencana jangka panjang yang ditetapkan;

4. Mengawasi dan melakukan proses jaminan kualitas terhadap semua rancangan; 5. Implementasi dan pengoperasian IT;

6. Melakukan jaminan keamanan, risk management, disaster recovery program untuk hal-hal yang berkaitan dengan IT.

Bagian Tujuh Belas

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan

Pasal 93

(1) UPT Perpustakaan adalah unit pelaksana teknis di bidang perpustakaan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Rektor dan pembinaannya dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik;

(2) UPT Perpustakaan dipimpin oleh seorang Kepala; (3) UPT Perpustakaan dapat membentuk seksi-seksi.

Pasal 94

(1) UPT Perpustakaan mempunyai tugas memberikan layanan bahan pustaka untuk keperluan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat;

(2) UPT Perpustakaan mengadakan pembinaan pada unit perpustakaan di lingkungan Universitas.

Pasal 95

Untuk menyelenggarakan tugas tersebut pada Pasal 94, UPT Perpustakaan mempunyai fungsi:

1. Menyediakan dan mengolah bahan pustaka;

2. Mengadakan buku referensi mata kuliah yang dibutuhkan dosen dan mahasiswa; 3. Mengoordinasikan ke semua dosen akan kebutuhan buku referensi secara berkala; 4. Menyimpan hasil penelitian civitas akademika;

5. Menyimpan jurnal hasil penelitian pihak lain terutama yang tingkat nasional dan internasional sesuai kebutuhan akademik;

6. Melakukan urusan tata usaha UPT Perpustakaan.

Bagian Tujuh Belas

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kewirausahaan

Pasal 96

(1) UPT Kewirausahaan adalah unit pelaksana teknis yang mengelola usaha universitas, mengoordinasikan perencanaan, penyelenggaraan, dan pelaksanaan praktikum di bidang kewirausahaan serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa;

(2) UPT Kewirausahaan dipimpin oleh seorang Kepala yang bertanggung jawab kepada Rektor.

(22)

Pasal 97

UPT Kewirausahaan mempunyai tugas:

1. Menyusun program Universitas yang berbasis profesi oriental;

2. Melakukan pendirian usaha dalam rangka menggali sumber pendapatan diluar penerimaan mahasiswa;

3. Memanfaatkan sarana prasarana akademik untuk penggalian sumber pendapatan; 4. Usaha-usaha dana hibah baik dari pemerintah maupun masyarakat;

5. Berkoordinasi dengan prodi menyelenggarakan praktikum di bidang kewirausahaan.

Pasal 98

Untuk menyelenggarakan tugas tersebut pada Pasal 97, UPT Kewirausahaan mempunyai fungsi:

1. Pengelola usaha bisnis universitas; 2. Penyelenggara praktikum kewirausahaan.

Pasal 99

UPT Kewirausahaan terdiri dari: Manajer Usaha Bisnis dan Laboran.

Pasal 100

Manajer Usaha Bisnis mempunyai tugas membantu Kepala UPT Kewirausahaan dalam mengelola usaha bisnis Universitas.

Pasal 101

Laboran Kewirausahaan mempunyai tugas:

1. Membantu Kepala UPT Kewirausahaan dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa;

2. Menyelenggarakan seminar-seminar kewirausahaan; 3. Melakukan Praktikum kewirausahaan.

BAB III

KELEMBAGAAN MAHASISWA

Pasal 102

(1) Organisasi kemahasiswaan di tingkat Universitas adalah Badan Eksekutif Mahasiswa yang disingkat BEM-UNISNU dan Badan Legislatif Mahasiswa yang disingkat BLM-UNISNU;

(2) BEM-UNISNU dan BLM-UNISNU adalah perwakilan tertinggi mahasiswa UNISNU dan merupakan kelengkapan non-struktural Universitas;

(3) BEM-UNISNU dan BLM-UNISNU diselenggarakan dari, oleh dan untuk mahasiswa; (4) BEM-UNISNU dan BLM-UNISNU mempunyai tugas melaksanakan peningkatan

penalaran, minat kegemaran dan kesejahteraan dalam kehidupan kemahasiswaan; (5)Organisasi dan tata kerja BEM-UNISNU dan BLM-UNISNU diatur dengan Keputusan

Rektor.

Pasal 103

(1) Organisasi kemahasiswaan di tingkat Fakultas adalah Badan Eksekutif Mahasiswa yang disingkat BEM-Fakultas dan Badan Legislatif Mahasiswa yang disingkat BLM-Fakultas;

(2) BEM-Fakultas dan BLM-Fakultas berfungsi sebagai penghubung antar mahasiswa dengan Fakultas;

(3) Organisasi dan tatakerja BEM-Fakultas dan BLM-Fakultas ditetapkan dengan Keputusan Dekan.

(23)

BAB IV

KELEMBAGAAN PENUNJANG

Pasal 104

(1) Kelembagaan penunjang merupakan unsur kelengkapan Universitas dan berbentuk badan non struktural;

(2) Kelembagaan penunjang mempunyai fungsi membantu, menunjang, memperlancar pelaksanaan tugas-tugas Universitas baik di bidang kegiatan akademik, kegiatan administrasi dan upaya kesejahteraan;

(3) Pembentukan Lembaga sebagaimana dimaksud ayat (1) diatur dengan Keputusan Rektor.

BAB V

AZAS DAN LANDASAN TATA KERJA

Pasal 105

Dalam melaksanakan tugasnya, setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan UNISNU Jepara wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi, baik di lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi di lingkungan UNISNU Jepara serta dengan instansi lain di luar UNISNU Jepara sesuai dengan tugas masing-masing.

Pasal 106

Semua pejabat struktural dalam melaksanakan tugasnya berkewajiban mematuhi semua peraturan yang berlaku di UNISNU.

Pasal 107

Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan UNISNU bertanggung jawab langsung, memimpin dan mengoordinasikan bawahannya masing-masing dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahan.

Pasal 108

Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahan masing-masing, dan apabila terjadi penyimpangan wajib mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 109

Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing serta menyampaikan laporan berkala pada waktunya.

Pasal 110

Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan, wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk menyusun laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan.

Pasal 111

Dalam menyampaikan laporan masing-masing kepada atasannya, tembusan laporan lengkap dengan semua lampirannya disampaikan pula kepada satuan organisasi lainnya yang secara fungsional/relevan mempunyai hubungan kerja.

BAB VI PENUTUP

Pasal 112

(24)

Pasal 113

Perubahan dan/atau pengembangan organisasi dan tata kerja UNISNU Jepara ditetapkan oleh Rektor setelah mendapat persetujuan dari Senat Universitas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 114

Peraturan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan segala sesuatunya akan ditinjau kembali dan diperbaiki sebagaimana mestinya apabila ternyata terdapat kekeliruan.

Ditetapkan di : Jepara

Pada tanggal : 02 Oktober 2013 Rektor,

(25)

Lampiran Peraturan

Rektor Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara Nomor : 027/SK/UNISNU/X/2013 Tanggal : 2 Oktober 2013 YAPTINU BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA LEMBAGA DEKAN DIREKTUR PASCA SARJANA PROGDI BIRO SENAT UNIVERSITAS UPT TATA USAHA BAGIAN REKTOR WAKIL REKTOR I WAKIL REKTOR II WAKIL REKTOR III BAGIAN

STRUKTUR ORGANISASI UNISNU JEPARA

= Hubungan Konsultatif dan Legitimatif = Hubungan Koordinatif Layanan Informasi = Hubungan Struktural Administrasi

Keterangan:

WAKIL DEKAN

Ditetapkan di : Jepara

Pada tanggal : 02 Oktober 2013 Rektor,

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :