• Tidak ada hasil yang ditemukan

AUDIT KEPATUHAN ATAS LAPORAN PENERIMAAN DAN PENGELUARAN DANA KAMPANYE PARTAI POLITIK PESERTA PEMILIHAN UMUM NO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "AUDIT KEPATUHAN ATAS LAPORAN PENERIMAAN DAN PENGELUARAN DANA KAMPANYE PARTAI POLITIK PESERTA PEMILIHAN UMUM NO"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

AUDIT KEPATUHAN

ATAS LAPORAN PENERIMAAN DAN PENGELUARAN DANA KAMPANYE

PARTAI POLITIK PESERTA PEMILIHAN UMUM

NO. HAL UNSUR KEPATUHAN PERATURAN TERKAIT PATUH/ TIDAK PATUH

1 2 3 4 5

A. UMUM

1. CAKUPAN

LAPORAN Partai Politik Peserta Pemilu wajib menyerahkan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (paling lambat 15 (lima belas) hari setelah tanggal pemungutan suara) berikut di bawah ini beserta laporan-laporan lainnya yang terkait

a) Pada Partai Politik Tingkat Pusat 1 (satu) buah Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye Partai Politik Tingkat Pusat.

b) Pada Partai Politik Tingkat Provinsi, yang mencakup : 1) Laporan Penerimaan dan

Pengeluaran Dana Kampanye Partai Politik Tingkat Provinsi, dan 2) Seluruh Laporan

Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye Partai Politik Tingkat Kabupaten/ Kota di Provinsi yang bersangkutan. Dilengkapi dengan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye 1) Model DK1-PARPOL; 2) Model DK2-PARPOL; 3) Model DK3-PARPOL; 4) Model DK4-PARPOL; 5) Model DK5-PARPOL; 6) Model DK6-PARPOL; 7) Model DK7-PARPOL; 8) Model DK8-PARPOL; 9) Model DK9-PARPOL; 10) Model DK10-PARPOL; 11) Model DK11-PARPOL; 12) Model DK12-PARPOL; 13) Model DK13-PARPOL; 14) Copy bukti Tagihan/Utang 15) Bukti-bukti Transaksi

Penerimaan dan Transaksi Pengeluaran

16) Pembukuan Dana Kampanye Pihak Lain

a) Pasal 135 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012

b) Pasal 25 ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) Peraturan KPU Nomor 17 Tahun 2013 sebagaimana diubah dengan Peraturan KPU Nomor 1 Tahun 2014. c) Model DK-10 PARPOL. Patuh Patuh,kecuali DKI, DK3, DK5, DK7 Nihil Patuh 2. PERIODE PENCATATAN DAN PELAPORAN

Partai Politik Peserta Pemilu wajib melakukan pencatatan penerimaan dan pengeluaran Dana Kampanye dimulai sejak 3 (tiga) hari setelah ditetapkan

a) Pasal 129 ayat (7) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012;

b) Pasal 17 ayat (1) Peraturan KPU Nomor

(2)

sebagai Peserta Pemilu dan ditutup 1 (satu) minggu sebelum penyampaian Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye kepada KAP.

17 Tahun 2013 sebagaimana diubah dengan Peraturan KPU Nomor 1 Tahun 2014. B. PENERIMAAN DAN

PENGELUARAN DANA KAMPANYE PEMILU 3. RKDKP Partai Politik Peserta Pemilu

wajib menempatkan Dana Kampanye berupa uang, pada Rekening Khusus Dana Kampanye Partai Politik Peserta Pemilu pada bank

a) Pasal 129 ayat (3) dan ayat (4) Undang- Undang Nomor 8 Tahun 2012; b) Pasal 9,Pasal 10 dan

Pasal 14 Peraturan KPU Nomor 17 Tahun 2013 sebagaimana diubah dengan Peraturan KPU Nomor 1 Tahun 2014. Patuh 4. BATASAN MAKSIMUM SUMBANGAN

Partai Politik Peserta Pemilu wajib mematuhi jumlah penerimaan sumbangan (mencakup uang, barang, dan/atau jasa yang dapat dinilai dengan uang, termasuk hutang dan diskon pembelian barang atau jasa yang melebihi batas kewajaran transaksi jual beli secara umum) yang dilaporkan dalam LPPDK tidak boleh melebihi jumlah di bawah ini;

a) Rp. 1 Miliar untuk penyum- bang perseorangan b) Rp. 7,5 Miliar untuk

penyumbang kelompok dan/atau badan usaha non pemerintah.

a) Pasal 129 ayat (3) dan ayat (4) dan Pasal 131 ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) Undang- Undang Nomor 8 Tahun 2012; b) Pasal 11, Pasal 19 ayat

(1), Pasal 45 ayat (1) dan Pasal 46 Peraturan KPU Nomor 17 Tahun 2013 sebagaimana diubah dengan Peraturan KPU Nomor 1 Tahun 2014. Patuh 5. KETEPATAN WAKTU PELAPORAN KE KPU (LP- 1,LP-2,setor ke kas negara, lapor ke KPU)

Partai Politik Peserta Pemilu wajib mematuhi penyerahan laporan sebagai berikut sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan :

a) Penerimaan Sumbangan Periode I dan Periode II b) Pembukaan Rekening Khusus Dana Kampanye c) Laporan Awal Dana

Kampanye Dilengkapi dengan:

- Berkas tanda terima dari KPU

- Daftar Penerimaan

a) Pasal 134 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012;

b) Pasal 15 ayat (2), Pasal 20 ayat (5) dan Pasal 22 ayat (4) Peraturan KPU Nomor 17 Tahun Peraturan KPU Nomor 17 Tahun 2013 sebagaimana diubah dengan Peraturan KPU Nomor 1 Tahun 2014; c) Surat KPU Nomor

658/KPU/IX/2013 tanggal 27 September

Patuh Patuh Patuh

(3)

Sumbangan Dana Kampanye Periode I dan Periode II

- Model DK8-PARPOL (lihat A.1)

- Model DK9-PARPOL (Lihat A.1)

2013;

d) Surat KPU Nomor 659/KPU/IX/2013 tanggal 27 September 2013;

e) Surat KPU Nomor 811/KPU/XI/ 2013 tanggal 29 November 2013;

f) Surat KPU Nomor 821/KPU/XI/ 2013 tanggal 29 November 2013;

g) Surat KPU Nomor 860/KPU/XII/ 2013 tanggal 24 Desember 2013;

h) Surat KPU Nomor 69/KPU/II/2013 tanggal 7 Februari Patuh Patuh Patuh Patuh 2014;

i) Surat KPU Nomor 70/KPU/II/2013 tanggal 7 Februari 2014.

6. Apabila terdapat Partai Politik

Peserta Pemilu menerima sumbangan yang dilarang maka wajib mematuhi ketentuan sebagai berikut: a) Dilarang menggunakan

sumbangan tersebut; b) Menyetorkan sumbangan

yang dilarang ke kas Negara; * dan

c) Melaporkan sumbangan yang dilarang.

* Dilengkapi bukti lapor kepada KPU dan bukti Surat Setoran Penentuan Peneriman Negara Bukan Pajak (”SSPNBP”).

a) Pasal 131 ayat (4) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012;

b) Pasal 13 ayat (1) dan ayat (3) Peraturan KPU Nomor 17 Tahun Peraturan KPU Nomor 17 Tahun 2013 sebagaimana diubah dengan Peraturan KPU Nomor 1 Tahun 2014.

Patuh, tidak terdapat sumbangan yang dilarang

7. SUMBER DANA PARTAI DAN CALEG

Sumber Dana Kampanye Calon Anggota DPR dan DPRD bersumber dari kekayaan pribadi dan Partai Politik yang bersangkutan.(Untuk menguji kepatuhan ini lihat DK13- PARPOL dan DK 12-PARPOL)

a) Pasal 41 Peraturan KPU Nomor 17 Tahun 2013 sebagaimana diubah dengan Peraturan KPU Nomor 1 Tahun 2014; b) Surat KPU Nomor

859/KPU/XII/2013 tanggal 24 Desember 2013.

Patuh berasal dari kekayaan pribadi calon legislatif

C. LAPORAN AWAL DANA KAMPANYE DAN REKENING KHUSUS DANA KAMPANYE PEMILU

8. PERIODE LAPORAN PENERIMAAN AWAL

Partai Politik Peserta Pemilu wajib mematuhi lingkup waktu pencatatan penerimaan dan pengeluaran Laporan Awal Dana Kampanye dan Rekening Khusus Dana Kampanye Pemilu, meliputi :

a) Lingkup waktu pencatatan

a) Pasal 129 ayat (6) dan ayat (7) Undang- Undang Nomor 8 Tahun 2012; b) Pasal 15 dan Pasal 21

ayat (2) Peraturan KPU Nomor 17 Tahun 2013 sebagaimana diubah

(4)

penerimaan dan pengeluaran Laporan Rekening Khusus Dana Kampanye yang dilaporkan terhitung sejak 3 (tiga) hari ditetapkan sebagai Partai Politik Peserta Pemilu sampai dengan pembukaan rekening khusus Dana Kampanye .

b) Lingkup waktu pencatatan penerimaan dan pengeluaran Laporan Awal Dana Kampanye yang yang dilaporkan terhitung dari sejak pembukaan Rekening Khusus Dana Kampanye sampai dengan paling lambat 14 (empat belas) hari sebelum hari pertama jadwal pelaksanaan Pemilu dalam bentuk rapat umum.

dengan Peraturan KPU Nomor 1 Tahun 2014; c) Surat KPU Nomor

69/KPU/II/ 2013 tanggal 7 Februari 2014;

d) Surat KPU Nomor 70/KPU/II/ 2013 tanggal 7 Februari 2014. Patuh 9. TANGGAL PEMBUKAAN RKDKP NAMA BANK NAMA PEMILIK

Partai Politik Peserta Pemilu wajib membuka Rekening Khusus Dana Kampanye:

a) Dimulai 3 (tiga) hari setelah Peserta pemilu ditetapkan sebagai peserta Pemilu dan paling lambat 14 (empat belas hari) sebelum hari pertama jadwal pelaksanaan kampanye dalam bentuk rapat umum. b) Pada bank pemerintah atau

bank bukan pemerintah yang mempunyai perwakilan di Provinsi dan/atau kabupaten/kota diseluruh wilayah Indonesia

c) Atas nama Partai Politik Peserta Pemilu, apabila Rekening Khusus Dana Kampanye Partai Politik

a) Pasal 129 ayat (4) dan ayat (6) dan 134 ayat (1) dan ayat (6) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012;

b) Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) dan Pasal 15 Peraturan KPU Nomor 17 Tahun 2013 sebagaimana diubah dengan Peraturan KPU Nomor 1 Tahun 2014; c) Surat KPU Nomor

851/KPU/XII/2013 tanggal 19 Desember 2013. Patuh Patuh Patuh

RKDKP bukan atas nama Partai

Politik yang bersangkutan, wajib disertai surat keterangan/surat pernyataan yang menerangkan rekening tersebut dipergunakan sebagai Rekening Khusus Dana Kampanye Partai Politik yang bersangkutan. Catatan:

1) Pastikan Rekening Khusus Dana Kampanye terpisah dari rekening Partai Politik dan/atau terpisah dari rekening

(5)

pribadi Calon Anggota DPD;

2) Pastikan pengelola Rekening Khusus Dana Kampanye Ketua Umum, Bendahara Umum, ketua dan bendahara, atau nama lain yang ditugaskan partai politik, disertai dengan surat keterangan/surat pernyataan dari partai politik yang bersangkutan. 10. CAKUPAN LAPORAN PEMBUKAAN REKENING KHUSUS

Partai Politik Peserta Pemilu wajib membuat Laporan Rekening Khusus Dana Kampanye yang dilaporkan mencakup:

a) Sumber perolehan saldo awal atau saldo pembukaan; b) Rincian perhitungan

penerimaan dan pengeluaran yang sudah dilakukan sebelumnya apabila saldo awal merupakan sisa dari penerimaan dana dengan

a) 131 ayat (3) Undang- Undang Nomor 8 Tahun 2012; b) Pasal 16 ayat (1)

Peraturan KPU Nomor 17 Tahun 2013 sebagaimana diubah dengan Peraturan KPU Nomor 1 Tahun 2014; c) Model DK8-PARPOL; d) Model DK12-PARPOL.

Patuh bersumber dari sumbangan caleg, tidak ada penerimaan dan pengeluaran

sebelumnya.

peruntukan kampanye yang diperoleh sebelum periode pembukaan Rekening Khusus Dana Kampanye

DILENGKAPI:

1) Laporan pencatatan penerimaan dan pengeluaran calon anggota DPR dan DPRD.

2) DK8-PARPOL yang diserahkan kepada KPU 11. CAKUPAN

LAPORAN AWAL

Partai Politik Peserta Pemilu wajib membuat Laporan Awal Dana Kampanye yang dilaporkan mencakup: a) informasi daftar

penyumbang; b) jumlah penerimaan dan

pengeluaran Dana Kampanye berupa uang, barang dan/atau jasa setelah tanggal pembukaan rekening khusus sampai dengan paling lambat 14 (empat belas) hari sebelum hari pertama jadwal pelaksanaan Kampanye Pemilu dalam bentuk rapat umum;

c) jumlah penerimaan dan pengeluaran Dana Kampanye sebagaimana tercatat dalam Rekening

a) Pasal 131 ayat (3) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012;

b) Pasal 19 ayat (2) dan Pasal 21 ayat (1) Peraturan KPU Nomor 17 Tahun 2013 sebagaimana diubah dengan Peraturan KPU Nomor 1 Tahun 2014; c) Model DK-9 PARPOL; d) Model DK12-PARPOL. Patuh Patuh Patuh

(6)

Khusus Dana Kampanye dari bank sejak dibuka sampai dengan paling lambat 14 (empat belas) hari sebelum hari pertama jadwal pelaksanaan Kampanye Pemilu dalam bentuk rapat umum. DILENGKAPI:

1) Laporan pencatatan penerimaan dan pengeluaran calon anggota DPR dan DPRD.

2) DK9-PARPOL yang diserahkan kepada KPU

Referensi

Dokumen terkait

LAMPIRAN A.4.. b) Apabila Rekening Khusus Dana Kampanye Partai Politik Peserta Pemilu bukan atas nama Partai Politik Peserta Pemilu yang bersangkutan, wajib disertai surat

b) Rekening Khusus Dana Kampanye Partai Politik Perserta Pemilu atas nama Partai Politik Perserta Pemilu yang bersangkutan, sehingga tidak wajib disertai surat

b) Daftar Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye Partai Politik Perserta Pemilu dan/atau LPPDK Partai Politik Perserta Pemilu memperlihatkan klasifikasi penerimaan sesuai

Periode II Penerimaan sumbangan perorangan, kelompok/badan usaha yang dilaporkan tidak ada penyumbang. b) Pembukaan Rekening Khusus Dana Kampanye PATUH Laporan

Laporan Awal Dana Kampanye yang yang dilaporkan terhitung dari sejak pembukaan Rekening Khusus Dana Kampanye sampai dengan paling lambat 14 (empat belas) hari. sebelum hari

Tentukan kelengkapan pencatatan transaksi penerimaan dan pengeluaran dana kampanye Pemilu dengan cara memilih minimum 30 transaksi yang tercantum dalam rekening koran Rekening

RDKP DPC PARTAI PPP CAB.. b) Apabila Rekening Khusus Dana Kampanye Partai Politik Peserta Pemilu bukan atas nama Partai Politik Peserta Pemilu yang bersangkutan, wajib disertai

Dalam hal pengurus Partai Politik Peserta Pemilu pada setiap tingkatan dan Calon Anggota DPD tidak menyampaikan laporan penerimaan dan pengeluaran Dana Kampanye kepada Kantor