• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN MENURUT HUKUM ISLAM DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 31 TAHUN 2014 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN - Raden Intan Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN MENURUT HUKUM ISLAM DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 31 TAHUN 2014 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN - Raden Intan Repository"

Copied!
154
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Dalam UU Pemberantasan Tindak Pidana korupsi Pasal 26 menyebutkan “Penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di sidang pengadilan terhadap tindak pidana korupsi,

Saksi adalah orang yang dapat memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan, penuntutan dan peradilan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia

Abstrak : Penelitian ini dilatar belakangi adanya anggapan bahwa menjadi saksi sangat merepotkan, sedangkan keterangan yang diberikan oleh saksi dan korban sangat diperlukan untuk

Dalam Pasal 1 butir 26 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981: Saksi adalah orang yang dapat memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan, penuntutan dan peradilan tentang

Pemeriksaan yang dilakukan terhadap Saksi atau terdakwa yang harus mendapatkan perlindungan atau dapat dikatakan tidak cakap dalam perbuatan hukum sebagaimana

“Keterangan saksi sebagai alat bukti ialah apa yang saksi nyatakan di sidang pengadilan”. Keterangan saksi harus diberikan atau dibacakan dimuka persidangan agar hakim

Alat bukti yang sah dalam pemeriksaan perkara tindak pidana teknologi informasi dalam penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan di sidang pengadilan yaitu alat bukti

Bentuk perlindungan terhadap whistlehlower dalam kaitannya dengan status hukum atas dirinya adalah saksi pelapor tersebut tidak dapat dituntut secara hukum