• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keadaan Ketenagakerjaan Bali Agustus 2017

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Keadaan Ketenagakerjaan Bali Agustus 2017"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

1

Berita Resmi Statistik Provinsi Bali No. 75/11/51/Th. XI, 6 November 2017

Berita Resmi Statistik Bulan November 2017 Provinsi Bali No. 75/11/51/Th. XI, 6 November 2017

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI BALI

Keadaan Ketenagakerjaan Bali

Agustus 2017

 Jumlah angkatan kerja di Provinsi Bali pada Agustus 2017 mencapai 2.434.450 orang berkurang 28.589 orang dibanding angkatan kerja Agustus 2016 (2.463.039 orang) atau berkurang 34.654 orang dibanding angkatan kerja Februari 2017 (2.469.104 orang).

 Jumlah penduduk yang bekerja di Bali Agustus 2017 mencapai 2.398.307 orang berkurang 18.248 orang dibandingkan keadaan Agustus 2016 (2.416.555 orang), atau berkurang 39.187 orang dibandingkan keadan Februari 2017 (2.437.494).

 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Bali pada Agustus 2017 mencapai 1,48 persen, mengalami penurunan 0,41 poin dibandingkan TPT Agustus 2016 (1,89 persen) atau mengalami kenaikan 0,20 poin dibandingkan dengan TPT Februari 2017 (1,28 persen)

 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Agustus 2017 mencapai 75,24 persen turun 2,00 poin dibandingkan Agustus 2016 (77,24 persen) atau turun 1,63 poin dibadingkan Februari 2017 (76,87 persen).

 Pada Agustus 2017, jumlah penduduk yang bekerja di sektor formal mencapai 50,20 persen, terdiri dari pekerja yang berstatus sebagai buruh/karyawan/pegawai mencapai 46,01 persen dan pekerja yang berstatus sebagai berusaha dibantu buruh tetap/dibayar mencapai 4,19 persen. Sementara penduduk yang bekerja disektor non formal mencapai 49,80 persen, terdiri dari berusaha sendiri 14,75 persen, berusaha dibantu buruh tidak tetap 15,50 persen, pekerja bebas 7,00 persen dan pekerja keluarga 12,54 persen

Tingkat

Pengangguran

Terbuka (TPT) di

Bali Agustus 2017

mencapai 1,48

persen

(2)

2

Berita Resmi Statistik Provinsi Bali No. 75/11/51/Th. XI, 6 November 2017

1.

Angkatan kerja, Penduduk yang bekerja dan pengangguran

Provinsi Bali sebagai ikon pariwisata nasional tidak hanya menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin berlibur ke Bali, juga menjadi daya tarik bagi pencari kerja untuk mengadu peruntungannya. Industri pariwisata yang menjadi motor penggerak perekonomian di Bali menyediakan peluang kerja yang menjanjikan baik bagi penduduk Bali maupun penduduk luar Bali. Meningkatnya jumlah penduduk tidak bisa lepas dari kenyataan tersebut, yang pada gilirannya membawa berbagai persoalan sosial ekonomi tersendiri, salah satunya masalah ketenagakerjaan.

Hasil survei angkatan kerja nasional (Sakernas) Agustus 2017 menunjukan terjadi penurunan angkatan kerja, penduduk yang bekerja dan juga penurunan pengangguran. Dari 3.235.563 penduduk usia kerja 2.434.450 orang tergolong sebagai Angkatan Kerja (penduduk seminggu yang lalu bekerja atau menganggur). Dengan kata lain tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) mencapai 75,24 persen. Sementara itu sebanyak 801.113 orang dari penduduk usia kerja tergolong sebagai Bukan Angkatan Kerja yaitu penduduk usia kerja dengan kegiatan seminggu yang lalu sekolah, mengurus rumahtangga, dan kegiatan lainnya. Dari jumlah angkatan kerja hasil Agustus 2017, penduduk yang bekerja mencapai 2,398.307 orang (98,52 persen). sementara hanya 1,48 persen (36.143 orang ) angkatan kerja yang menganggur.

Penduduk yang bekerja pada Agustus 2017 turun sebesar 18.248 orang bila dibandingkan dengan kondisi Agustus 2016 (mencapai 2.416.555 orang). Demikian juga halnya bila dibandingkan dengan Februari 2017, penduduk yang bekerja pada Agustus 2017 mengalami penurunan sebesar 39.187 orang (Februari mencapai 2.437.494 orang).

Sementara itu pengangguran Agustus 2017 mencapai 1,48 mengalami penurunan sebesar 0,51 poin bila dibandingkan dengan kondisi Agustus 2016 (mencapai 1,89 persen). Bila dibandingkan dengan Februari 2017 pengangguran di Bali mengalami kenaikan sebasar 0,20 poin (Februari 2017 mencapai 1,28 persen).

Tabel 1.

Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama, 2016-2017

Kegiatan Utama 2016 2017

Agustus Februari Agustus

1 Penduduk Usia Kerja 3.189.018 3.212.208 3.235.563

2 Angkatan Kerja 2.463.039 2.469.104 2.434.450

a. Bekerja 2.416.555 2.437.494 2.398.307

b. Menganggur 46.484 31.610 36.143

3 Bukan Angkatan Kerja 725.979 743.104 801.113

4 TPAK (%) 77,24 76,87 75,24

5 TPT (%) 1,89 1,28 1,48

(3)

3

Berita Resmi Statistik Provinsi Bali No. 75/11/51/Th. XI, 6 November 2017

2.

Lapangan Pekerjaan

Kondisi ketenagakerjaan baik menyangkut tingkat pengangguran dan penduduk yang bekerja tidak terlepas dari kinerja sektor- sektor perekonomian yang ada. Jumlah penduduk yang bekerja pada tiap sektor menunjukkan kemampuan sektor tersebut dalam penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan lapangan pekerjaan utama, pada Agustus 2017 penduduk Bali paling banyak bekerja pada sektor perdagangan, rumah makan, dan akomodasi yang mencapai 31,69 persen (760.093 orang) dari total penduduk yang bekerja. Jumlah penduduk yang bekerja di sektor ini mengalami peningkatan dibandingkan Agustus 2016 yaitu sebesar 4,30 persen.

Meskipun jumlah yang bekerja di sektor pertanian di Februari 2017 mengalami penurunan sebesar 7,89 persen dibanding dengan Agustus 2016, namun sektor ini masih memiliki peranan yang cukup penting dalam menyerap tenaga kerja. Hal ini terlihat dari penyerapan tenaga kerja pada sektor ini mencapai 19,44 persen (466.307 orang dari penduduk yang bekerja).

Sektor jasa kemasyarakatan dan sektor industri juga memiliki peranan yang cukup penting dalm menyerap tenaga kerja. Penduduk yang bekerja pada sektor jasa kemasyarakatan mencapai 444.422 orang (18,53 persen), sementara jumlah penduduk yang bekerja pada sektor industri mencapai 14,23 persen (341.221 orang). Jumlah penduduk yang bekerja menurut lapangan usaha tersaji pada tabel 2.

Tabel 2.

Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama, 2016-2017

Lapangan Pekerjaan Utama Agustus 2016 2017

Februari Agustus

Pertanian 506.251 467.696 466.307

Industri 370.531 388.633 341.221

Konstruksi 171.097 194.535 179.134

Perdagangan, Rumah Makan dan Akomodasi 728.757 749.959 760.093

Transportasi, Pergudangan dan Komunikasi 90.611 82.829 94.562

Lembaga Keuangan 109.977 95.434 99.784

Jasa Kemasyarakatan 433.377 451.223 444.422

Lainnya (Pertambangan, Penggalian, LGA) 5.954 7.185 12.784

(4)

4

Berita Resmi Statistik Provinsi Bali No. 75/11/51/Th. XI, 6 November 2017

3.

Penduduk yang bekerja menurut status pekerjaan.

Pendekatan kegiatan formal dan informal dari penduduk yang bekerja dapat diidentifikasi berdasarkan status dalam pekerjaan utama. Dari 6 (enam) kategori status pekerjaan utama, pendekatan pekerja formal mencakup kategori berusaha dengan dibantu buruh tetap dan kategori buruh/karyawan/pegawai, sisanya termasuk pekerja informal yaitu pekerja yang termasuk dalam kategori berusaha sendiri, berusaha dibantu buruh tidak tetap, pekerja bebas dan pekerja tidak dibayar. Pada Sakernas Agustus 2017, terdapat 1.203.866 orang (50,20 persen) bekerja pada kegiatan formal dan 1.194.441 orang (49,80 persen) bekerja pada kegiatan informal. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar penduduk Bali yang bekerja masih bergantung pada kegiatan formal. Kondisi ini mengalami perubahan bila dibandingkan dengan Agustus 2016, penduduk yang bekerja di sektor formal mencapai 45,60 persen (1.103.854 orang) dan penduduk yang bekerja di sektor informal mencapai 54,32 persen (1.312.701 orang). Dengan semakin meningkatnya penduduk yang bekerja di sektor formal memberikan gambaran bahwa situasi ketenagakerjaan semakin membaik, karena pada umumnya pekerja yang berstatus sebagai buruh/karyawan/pegawai memiliki produktifitas yang lebih baik dibandingkan dengan pekerja di sektor informal.

Tabel 3.

Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama, 2016-2017

Status Pekerjaan Agustus 2016 2017

Februari Agustus

Berusaha Sendiri 382.946 379.281 353.830

Berusaha dibantu buruh tidak tetap 435.670 408.027 371.848

Berusaha dibantu buruh tetap 88.872 93.007 100.341

Buruh/karyawan/pegawai 1.014.982 1.067.448 1.103.525

Pekerja bebas 196.060 158.761 167.900

Pekerja tak dibayar 298.025 330.970 300.863

Jumlah 2.416.555 2.437.494 2.398.307

4.

Penduduk yang bekerja menurut jumlah jam kerja

Komposisi jumlah penduduk yang bekerja menurut jam kerja per minggu terbagi menjadi 2 (dua) bagian, yaitu pekerja penuh waktu dan pekerja tidak penuh waktu. Penduduk disebut sebagai pekerja penuh apabila selama seminggu yang lalu mereka bekerja selama 35 jam atau lebih, termasuk mereka yang sementara tidak bekerja. Sedangkan penduduk yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu dikatakan sebagai pekerja tidak penuh, yaitu mereka yang bekerja selama 1 - 34 jam per minggu. Pada Agustus 2017, berdasarkan komposisi jumlah penduduk yang bekerja menurut jam

(5)

5

Berita Resmi Statistik Provinsi Bali No. 75/11/51/Th. XI, 6 November 2017 kerja per minggu terlihat mengalami perubahan yang berfluktuatif antar semesternya. Pada Agustus 2017, persentase jumlah pekerja dengan jumlah jam kerja 1 - 34 jam per minggu mencapai 22,96 persen (550.541 orang) mengalami kenaikan 1,73 poin dibandingkan Agustus tahun 2016 sebesar 21,22 persen (512.816 orang). Fluktuasi penduduk yang bekerja menurut jam kerja per minggu antar periode ini sangat sensitif terhadap musim serta event (hari besar keagamaan) pada periode waktu pencacahan. Sementara itu penduduk yang dianggap sebagai pekerja

penuh waktu (full time worker), yaitu pekerja yang bekerja 35 jam atau lebih per minggu. Di bulan Agustus

2017 jumlahnya mengalami penurunan sebesar 2,94 persen (1.847.766 orang), dibandingkan bulan Agustus tahun 2016 yang mencapai 1.903.739 orang.

Tabel 4.

Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama, 2016-2017

Jumlah Jam Kerja per minggu Agustus 2016 2017

Februari Agustus 1 - 7 jam 41.058 52.945 35.039 8 - 14 jam 80.963 112.624 103.760 15 - 24 jam 175.711 212.102 191.105 25 - 34 jam 215.084 257.623 220.637 1 - 34 jam 512.816 635.294 550.541 35 jam ke atas *) 1.903.739 1.802.200 1.847.766 Jumlah 2.416.555 2.437.494 2.398.307

*) Termasuk sementara tidak bekerja

5.

Penduduk yang Bekerja Menurut Pendidikan

Secara umum, tingkat pendidikan akan menentukan kualitas dari tenaga kerja yang tersedia. Tenaga kerja yang berkualitas tentu saja akan memiliki tingkat produktifitas yang lebih tinggi. Berdasarkan pendidikan tertinggi yang ditamatkan, penduduk usia kerja yang bekerja masih didominasi oleh pekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah.

Meskipun mengalami penurunan komposisi di setiap periodenya, pekerja yang berpendidikan SD ke bawah merupakan tenaga kerja yang paling banyak diserap oleh lapangan pekerjaan. Bila dibandingkan dengan bulan Agustus 2016 jumlah pekerja yang berpendidikan SD ke bawah pada Agustus 2017 mengalami penurunan sebesar 1,44 persen dari 856.765 orang menjadi 844.455 orang. persen. Sedangkan bila dibandingkan dengan kondisi bulan Februari 2017 jumlah pekerja yang berpendidikan SD ke bawah mengalami penurunan sebesar 5,22 persen.

(6)

6

Berita Resmi Statistik Provinsi Bali No. 75/11/51/Th. XI, 6 November 2017

Tabel 5.

Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja

Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan, 2016-2017

Pendidikan tertinggi yang

ditamatkan Agustus 2016

2017

Februari Agustus

SD ke bawah 856.765 890.927 844.455 Sekolah Menengah Pertama 365.427 392.097 350.330 Sekolah Menengah Atas 494.948 469.762 507.370 Sekolah Menengah

Kejuruan 329.935 344.514 320.617

Diploma I/II/III 104.804 108.491 110.239 Universitas 264.676 231.703 265.296

Jumlah 2.416.555 2.437.494 2.398.307

6.

Tingkat Pengangguran Terbuka menurut Pendidikan

Pengangguran menurut tingkat pendidikan menggambarkan kondisi penyerapan tenaga kerja berdasarkan tingkat pendidikan. Secara umum tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Agustus 2017 di Bali sebesar 1,48 persen. Keadaan tersebut menurun dibandingkan TPT Agustus 2016 yang mencapai 1,89 persen dan meningkat bila dibandingkan dengan Februari 2017 yang mencapai 1,28 persen.

Tabel 6.

Tingkat Pengangguran Terbuka

Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan, 2016-2017 (persen)

Pendidikan tertinggi yang ditamatkan Agustus

2016

2017

Februari Agustus

SD ke bawah 0,30 0,43 0,54

Sekolah Menengah Pertama 0,65 2,47 1,34

Sekolah Menengah Atas 2,17 1,28 1,78

Sekolah Menengah Kejuruan 3,96 1,06 2,69

Diploma I/II/III 4,44 1,34 1,76

Universitas 4,35 2,78 2,51

(7)

7

Berita Resmi Statistik Provinsi Bali No. 75/11/51/Th. XI, 6 November 2017 Berdasarkan jenjang pendidikan, TPT terendah terdapat pada penduduk dengan tingkat pendidikan SD kebawah yaitu sebesar 0,54 persen. TPT mereka yang berpendidikan Sekolah Menengah Kejuruan merupakan TPT tertinggi mencapai 2,69 persen. Sementara TPT dengan pendidikan Universitas mencapai 2,51 persen. Tingginya TPT pada mereka yang berpendidikan sekolah Menengah Kejuruan pada Agustus 2017, dimungkinkan karena belum semua jurusan yang tersedia di Sekolah Menengah Kejuruan dapat tertampung di lapangan pekerjaan yang tersdia. Sementara penduduk yang berpendidikan Universitas cenderung lebih memilih pekerjaan dibandingkan mereka yang berpendidikan lebih rendah. Mereka yang berpendidikan lebih tinggi berbekal keterampilan yang lebih baik sehingga memiliki daya tawar yang lebih tinggi dalam memilih pekerjaan yang diinginkan.

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mengkaji tentang jumlah anak dalam keluarga yang menjadi faktor penyebab anak putus sekolah pada tingkat SMP di Desa Karang Anyar Kecamatan Jati

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2011 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah

Analisis Tobin’s Q < 1 maka menunjukkan bahwa nilai buku aset perusahaan lebih besar dari nilai pasar perusahaan, sehingga perusahaan akan menjadi sasaran akuisisi

Judul Tesis : Peningkatan Keterampilan Mengubah Teks Wawancara Menjadi Tulisan Narasi Melalui Metode Kolaborasi Pembelajaran TGT dengan STAD Pada Siswa Kelas VIIA

belajar IPA pokok bahasan peristiwa alam yang terjadi di Indonesia dan dampaknya bagi makhluk hidup dan lingkungan dengan menggunakan pendekatan konvensional siswa

:katan Dokter :ndonesia :D:6 menilai, pembiayaan kesehatan dengan sistem kapitasi dinilai lebih efektif dan efisien menurunkan angka kesakitan dibandingkan sistem

Hal ini sejalan dengan penelitian Surawan (2015) yang menunjukkan bahwa melalui penerapan model SRL menyebabkan siswa termotivasi secara individu maupun kelompok, dan mampu

Berdasarkan hasil pengujian validitas dan reliabilitas konflik eksternal ditemukan bahwa 1 aitem dari total keseluruhan 5 aitem dinyatakan tidak valid dan seluruh aitem