• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penerapan Time Management Pada Proyek Pe

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Penerapan Time Management Pada Proyek Pe"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

PAPER

Penerapan Time Management Pada Proyek Pengembangan Perangkat

Lunak Yang Menggunakan Metode Pengembangan Waterfall

Echo Wahana Marciano Simanjuntak

NIM : 1222402404

Program Pascasarjana Ilmu Komputer

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA JENJANG S2

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA

JAKARTA

(2)

BAB I

PENDAHULUAN

Salah satu dari beberapa hal yang diperhitungkan jika mengerjakan sebuah proyek adalah waktu. Waktu

merupakan alat ukuran dan penentu kegiatan mana yang sangat penting untuk dilaksanakan dan kegiatan mana

yang dapat dikerjakan kemudian. Waktu merupakan sumber daya yang tidak dapat kita beli dan tidak dapat

dikembalikan ketika sudah terpakai. Oleh karena itu, kita harus dapat mempergunakan waktu sebaik mungkin

sehingga proyek yang kita kerjakan tidak terganjal masalah dan dapat diselesaikan dengan tepat waktu.

Salah satu jenis bidang usaha yang semakin mengalami kenaikan setiap tahunnya di Indonesia

merupakan usaha pengembangan perangkat lunak, menurut laman ilmu komputer

(http://ilmukomputer.org/2012/05/31/masih-tentang-industri-software-lokal/), jumlah software house atau

independent software vendor (ISV) di Indonesia pada tahun 2006 tercatat sekitar 250, dan terus berkembang

hingga mencapai 500 di tahun 2010. Sedangkan jumlah pengembang profesional pada tahun tersebut tercatat

56.500 dan terus berkembang hingga 71.600 sampai tahun 2008. Sungguh merupakan perkembangan yang

termasuk pesat jika kita lihat dari data diatas sehingga dapat kita tarik kesimpulan bahwa proyek pengembangan

perangkat lunak merupakan proyek yang cukup banyak dikerjakan di Indonesia.

Dikarenakan proyek pengembangan perangkat lunak juga tidak terlepas dari batasan waktu didalamnya,

sehingga pengetahuan dan penerapan Time Management dalam proyek jenis ini termasuk suatu hal yang

penting untuk dikaji. Penerapan Time Management dalam proyek pengembangan perangkat lunak akan

membantu pengembang dalam mengerjakan proyek tersebut secara baik dan sesuai dengan batasan waktu yang

diberikan, selain itu pengembang juga dapat memperkirakan apakah suatu proyek dapat dikerjakan atau tidak

berdasarkan perkiraan perhitungan waktu yang dapat diketahui dengan menerapkan Time Management pada

proyek tersebut.

Menyangkut pengembangan software dengan menggunakan metode waterfall, kita akan melihat

kemudian apakah metode pengembangan ini akan mempengaruhi bentuk dari masing-masing tahapan dalam

menerapkan time management pada sebuah proyek sehingga akan kelihatan ciri khas proyek pengembangan

perangkat lunak dengan menggunakan metode waterfall ketika diterapkan pada langkah-langkah yang ada pada

(3)

Tujuan Penelitian

Tujuan dari adanya penelitian ini adalah :

• Menerapkan Time Management untuk menyusun jadwal dalam sebuah proyek pengembangan perangkat lunak dengan metode pengembangan waterfall

• Menerapkan Time Management untuk mengetahui kelayakan sebuah proyek pengembangan perangkat lunak

Hasil yang ingin didapat dari tulisan ini adalah :

• Penjadwalan pengerjaan proyek yang baik dan benar

• Mengetahui kelayakan sebuah proyek dilihat dari Time Management

Rumusan Permasalahan

Seperti dalam kebanyakan pengerjaan proyek, waktu merupakan hal yang penting dan tidak bisa

dikembalikan ketika sudah dipergunakan. Oleh karena itu, perlu suatu management yang baik menyangkut

penggunaan waktu. Kegagalan proyek pengembangan perangkat lunak salah satunya juga disebabkan gagalnya

pihak pengembang dalam mengantisipasi dan mengelola waktu dengan baik sehingga kebutuhan akan

penerapan Time Management dalam proyek ini merupakan hal yang sangat perlu untuk dilakukan. Dengan

diterapkannya management waktu ini, kita dapat melakukan penjadwalan dengan baik pada suatu proyek

sehingga kemungkinan proyek tidak selesai tepat waktu dapat diminimalisir, kemudian kita dapat mengukur

apakah proyek tersebut dapat diselesaikan dalam batasan waktu tertentu atau tidak. Hal lain yang ingin

diketahui adalah apakah sebuah metode yang digunakan untuk menyelesaikan suatu proyek akan mempengaruhi

bentuk dari hasil perencanaan time management yang akan digunakan pada proyek tersebut.

Hipotesis

Pertanyaan yang muncul dalam riset ini adalah apakah sebuah metode penyelesaian proyek

pengembangan perangkat lunak akan mempengaruhi bentuk dari hasil rancangan time management yang

dihasilkan nantinya. Hasil dari perancangan ini nantinya harus memberikan pandangan terhadap team yang

terlibat dalam development untuk dapat mengerti dan mewaspadai hal-hal penting yang dihasilkan dari langkah

demi langkah perencanaan penerapan time management pada proyek tersebut. Pertanyaan berikutnya yang

muncul adalah mungkinkah penerapan time management dalam proyek pengembangan perangkat lunak akan

(4)

lunak dapat diminimalisir nantinya. Harapannya adalah, agar Time Management dapat memberi solusi dalam

kesuksesan proyek pengembangan perangkat lunak.

Tujuan Pembelajaran

Keuntungan dari mempelajari Time Management pada Proyek pengembangan Perangkat Lunak adalah :

1. Mendapatkan pemahaman mengenai hubungan antara Time Management dan proyek pengembangan

perangkat lunak dengan metode pengembangan waterfall.

2. Mendapatkan pemahaman mengenai bagaimana cara mengestimasi kelayakan proyek ditinjau dari segi Time

Management.

Ruang Lingkup Penelitian

Ruang lingkup dari penulisan ini adalah ingin menerapkan Time Management pada proyek

pengembangan perangkat lunak dengan metode pengembangan waterfall dan bagaimana mengestimasi

kelayakan sebuah proyek untuk dikerjakan jika dibandingkan dengan jumlah waktu yang diperoleh dari

langkah-langkah yang ada dalam time management. Hasil dari penelitian diharapkan dapat memberikan

kesimpulan apakah metode pengerjaan sebuah proyek dapat mempengaruhi bentuk dari hasil perencanaan

penerapan time management atau tidak. Hal ini dianggap perlu untuk memberikan pemahaman dan pandangan

mengenai bagaimana status proyek kedepannya, bagian-bagian mana yang harus diwaspadai atau dikontrol

secara ketat dari sisi time management sehingga kesuksesan proyek kedepannya dipastikan lebih besar daripada

kemungkinan kegagalannya.

Untuk contoh proyek yang diteliti, penulis memilih menggunakan proyek pengembangan perangkat

lunak Customer Response System dimana tujuan utama dari aplikasi ini adalah untuk mencatat hal-hal yang

menjadi keluhan ataupun pertanyaan dari pelanggan untuk kemudian bisa diakses oleh bagian/departement yang

(5)

Berdasarkan gambar diatas, dapat dijelaskan bahwa ketika customer melakukan complain/bertanya

melalui berbagai media, maka complaint ataupun pertanyaan tersebut akan diterima oleh agent yang bertugas,

agent kemudian akan mengakses aplikasi untuk menyimpan ataupun melihat data dimana data tersebut

disimpan didalam sebuah database. Keluaran/output dari system itu sendiri merupakan data yang kemudian

didistribusikan ke masing-masing agent untuk kemudian di follow up oleh agent yang bertugas tersebut.

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Time Management untuk hasil yang lebih efektif

Menurut Joseph Philips (http://www.projectsmart.co.uk/managing-the-project-time.html)ada beberapa faktor

yang bisa menghancurkan jadwal yakni:

1. Kendala.

Kendala adalah segala sesuatu yang membatasi pilihan proyek.

2. Asumsi.

Kita semua tahu apa yang terjadi ketika kita membuat asumsi. Sebagai contoh, kita mengasumsikan

bahwa vendor jujur ketika mengatakan bahwa server baru akan disampaikan pada 1 Oktober. Kita berasumsi

bahwa klien sedang menggunakan Windows 95 atau lebih baik, bukan OS / 2. Kita mengasumsikan bahwa kita

bisa memiliki akses ke tempat kerja 24/7, bukan hanya selama jam kerja. Jika kita tidak memikirkan dan

membahas berbagi asumsi ini, itu akan menjadi masalah.

3. Tersedia sumber daya.

Pernahkah Anda menghitung bahwa Anda akan membutuhkan empat network engineer untuk menarik

dan menginstal kabel, dan menemukan bahwa Anda hanya memiliki dua network engineer untuk proyek Anda?

Jika sumber daya yang diperlukan tidak tersedia, proyek Anda tidak akan berjalan maksimal.

4. Hukum Diminishing Returns.

Hukum Diminishing Returns mengontrol hasil terhadap jumlah tenaga kerja yang tersedia. Misalkan

kita memiliki kegiatan yang akan mengambil 40 jam dengan dua network engineer yang ditugaskan. Jika kita

menambahkan dua network engineer lebih dalam kegiatan, kita bisa menyelesaikan pekerjaan dalam 20 jam?

Mungkin. Jika kita menambahkan 40 insinyur jaringan untuk kegiatan, bisa kita selesaikan dalam beberapa

menit? Tidak mungkin. Selain itu, tidak semua kegiatan usaha perlu dorongan lebih, banyak yang sudah

(6)

5. Hukum Parkinson.

Hukum Parkinson menyatakan pekerjaan diperluas untuk mengisi jumlah waktu yang dialokasikan.

Bayangkan bahwa kita mengatakan kegiatan akan memakan waktu 40 jam untuk diselesaikan, meskipun ia tahu

ia bisa menyelesaikan pekerjaan hanya dalam dua belas jam. Dia menambahkan untuk memperhitungkan

kesalahan potensial, masalah yang mungkin ditemui. Ajaibnya, tugas akan menghabiskan waktu 40 jam yang

diberikan.

6. Risiko.

Risiko bisnis dapat dari upside atau downside, meskipun kita biasanya berpikir tentang risiko dengan

downside. Kebanyakan risiko yang datang memiliki potensi untuk menunda pekerjaan proyek, menambahkan

aktivitas, dan dalam beberapa kasus mengharuskan kita untuk mengibarkan bendera putih tanda menyerah.

2.2 Project Time Management

Project Time Management meliputi proses yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek tepat pada

waktunya. Menurut Mohamed Elhasri (http://www.slideshare.net/m_elashri/project-time-management) Project

Time Management meliputi proses berikut:

1. Activity Definition

Proses Activity Definition akan mengidentifikasi kiriman pada tingkat terendah dalam struktur rincian

kerja, yang disebut paket pekerjaan. Proyek paket pekerjaan yang direncanakan menjadi komponen yang lebih

kecil yang disebut jadwal kegiatan untuk memberikan dasar untuk memperkirakan, penjadwalan, melaksanakan,

dan memantau dan mengendalikan pekerjaan proyek. Implisit dalam proses ini adalah mendefinisikan dan

merencanakan jadwal kegiatan sedemikian rupa sehingga tujuan proyek akan dipenuhi.

2. Activity Sequencing

Activity Sequencing melibatkan, mengidentifikasi, dan mendokumentasikan hubungan logis antara

kegiatan jadwal.

3. Activity Resource Estimating

Memperkirakan sumber daya dalam jadwal aktivitas dimana melibatkan untuk menentukan apakah

sumber daya (orang, peralatan, atau materi) yang diperlukan dan apakah jumlah atau sumber daya

masing-masing akan digunakan, dan kapan masing-masing-masing-masing sumber daya akan tersedia untuk melakukan kegiatan

proyek.

(7)

Activity Duration Estimating memperkirakan dan mensyaratkan bahwa jumlah usaha kerja yang

dibutuhkan untuk menyelesaikan kegiatan jadwal diperkirakan, jumlah sumber daya diasumsikan,

memperkirakan jadwal yang akan diterapkan untuk menyelesaikan kegiatan, dan jumlah periode kerja yang

dibutuhkan untuk menyelesaikan kegiatan yang dijadwalkan ditentukan.

5. Schedule Development

Jadwal pengembangan proyek, proses berulang-ulang, menentukan awal perencanaan dan tanggal

penyelesaian kegiatan proyek. Pengembangan jadwal mengharuskan perhitungan durasi dan perkiraan sumber

daya yang ditinjau dan direvisi untuk membuat jadwal proyek yang disetujui dapat berjalan sebagaimana

mestinya.

6. Schedule Control

Pengendalian jadwal berkaitan dengan penentuan status jadwal proyek, yang mempengaruhi

faktor-faktor yang menciptakan perubahan jadwal.

Berdasarkan jurnal Management development and manager's use of their time yang ditulis oleh Titus

Oshagbemi, untuk mengetahui bagaimana seorang manager menghabiskan waktu dalam sebuah proyek, kita

dapat menggunakan pendekatan langsung dan tidak langsung. Pendekatan tidak langsung merupakan

pendekatan yang lebih populer. Intinya, pendekatan ini meminta manager untuk memperkirakan waktu yang

dihabiskannya pada berbagai aktivitas. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan questionnaire

administration atau melalui interview pada manager tersebut. Keuntungan dari model seperti ini adalah

kecepatan dan kemudahan dalam menganalisis, sedangkan kelemahannya adalah reliabilitas dan validitasnya

yang terkadang meragukan.

Sedangkan untuk metode langsung adalah dengan menggunakan diary methodology ataupun structured

observation. Diary methodology adalah kegiatan dimana si peneliti mendesain sebuah diary sederhana dimana

nantinya akan diisi oleh si manager dengan kegiatan hariannya. Setelah diary diisi, maka si peneliti

menganalisis waktu yang dialokasikan untuk aktivitas yang berbeda, dimana tempatnya, dengan siapa dan

sebagainya. Sedangkan observation methodology, si peneliti berada bersama dengan si manager pada aktivitas

pekerjaan yang dilakukan dan mencatat bagaimana manager mengalokasikan waktu untuk aktivitas yang

berbeda-beda.

Berkaitan dengan bagaimana metode untuk mengestimasi waktu, terdapat beberapa metode yaitu

Bottom-up Estimating, Top-Down Estimating, Comparative Estimating, Parametric Estimating dan Three-Point

Estimating. Untuk penelitian ini nantinya akan menggunakan metode Bottom-up Estimating dan Comparative

(8)

secara keseluruhan. Untuk menganalisanya, maka perlu dilakukan pemecahan terhadap task/activity yang lebih

besar menjadi lebih mendetail. Kemudian kita tinggal mengestimasi masing-masing waktu yang dibutuhkan

oleh task tersebut dan kemudian mentotalnya untuk mendapatkan waktu yang diperlukan dalam menyelesaikan

task utama tersebut. Sedangkan Comparative Estimating merupakan metode membandingkan jenis pekerjaan

yang hampir sama yang pernah dikerjakan untuk kemudian diambil waktu yang diperoleh dan digunakan dalam

mengestimasi activity pada proyek yang baru.

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian

Untuk melakukan analisis dan mendapatkan data berdasarkan latar belakang masalah yang diajukan

maka penulis melakukan penelitian pada perusahaan dimana penulis bekerja. Perusahaan tempat penulis bekerja

merupakan sebuah software house yang kesehariannya terlibat dalam proses pembuatan software baik untuk

perusahaan lain maupun yang dijadikan produk oleh perusahaan tersebut.

3.2 Metodologi Penelitian

Untuk menemukan hubungan antara keberhasilan proyek pengembangan perangkat lunak dan Time

Management, maka penulis akan melakukan pendekatan research determinatif yaitu dengan mencari pengaruh

yang ditimbulkan oleh penerapan Time Management yang baik dalam suatu proyek dengan keberhasilan dari

proyek itu sendiri.

Dengan ditemukannya pengaruh antara penerapan Time Management dan keberhasilan proyek

pengadaan perangkat lunak, maka akan kelihatan seberapa besar pengaruh yang ditimbulkan Time Management

dalam proses perencanaan proyek dan bagaimana kita dapat menggunakan Time Management dalam

mengestimasi lama pengerjaan dari suatu proyek pengembangan perangkat lunak.

3.3 Metode Pengumpulan Data

Dasar penelitian yang dilakukan sebagai bahan untuk kelengkapan data dan informasi adalah :

a) Penelitian kepustakaan (library research), yaitu pegumpulan data dengan cara membaca buku melalui

literatur dan buku lain yang bersifat ilmiah yang ada hubungannya dengan materi pembahasan serta

pengumpulan data melalui media lain seperti artikel yang banyak terdapat di Internet yang berhubungan

(9)

b) Penelitian laporan (filed research), yaitu dilakukan dengan cara mengumpulkan data secara langsung

kepada objek penelitian yaitu pada pimpinan perusahaan/instansi serta karyawan yang bersangkutan

dengan penelitian, melalui teknik :

1. Observasi

Yaitu dengan mengamati secara langsung kondisi pelaksanaan proyek pengembangan perangkat

lunak di kantor penulis.

2. Wawancara

Yaitu dengan mengadakan tanya jawab kepada pihak yang ada hubungannya dengan objek

penelitian, misalnya dengan Project Manager ataupun Pimpinan perusahaan tempat penulis

bekerja.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

Seperti yang telah dibahas pada literatur review, bahwa terdapat enam proses pada Time Management, keenam

proses itu adalah Activity definition, Activity sequencing, Activity resource estimating, Activity duration

estimating, Schedule development, Schedule control. Berikut akan kita terapkan masing-masing proses tersebut

pada salah satu proyek pengembangan perangkat lunak.

• Activity definition

Berikut daftar aktivitas yang dapat di breakdown pada proyek pengembangan perangkat lunak Customer

(10)

• Activity Resource Estimating

Pada bagian ini, masing-masing activity yang telah di definisikan akan ditentukan resources yang

digunakan, dalam hal ini adalah jumlah tenaga kerja yang ikut serta dalam menangani proyek Customer

Response System ini nantinya dimana jenis pekerjaan development yang ditampilkan berikut merupakan

jenis pekerjaan yang lebih detail yang di breakdown dari list activity pada diagram WBS diatas. Berikut

estimasi sumber daya tersebut.

no Nama Pekerjaan Deskripsi Pekerjaan Estimasi Resources

1 Getting Requirement

Mengumpulkan data kebutuhan user akan aplikasi CRS yang

akan dibangun. 2 Orang

2 Design

Melakukan design terhadap aplikasi, baik modeling maupun

design form aplikasi 1 Orang

3 Development

Melakukan implementasi design pada tahap sebelumnya

menjadi sebuah aplikasi. 4 Orang

4 System Integration Testing 1 Orang

5 User Acceptance Test

Testing yang dilakukan oleh user untuk mengetahui apakah aplikasi yang dibangun sudah sesuai dengan yang dibutuhkan

user. 1 Orang

6 Socialization

Sosialisasi terhadap system yang baru dibangun terhadap

end-user. 1 Orang

7 Implementation

Implementasi system tersebut pada perusahaan yang

(11)

• Activity Sequencing

Aktivitas-aktivitas yang telah didefinisikan diatas kemudian ditentukan hubungannya satu dengan yang lainnya sehingga akan didapat

aktivitas yang bersifat kritikal dan bagaimana hubungan antar aktivitas itu sendiri. Berikut aktivitas diatas akan ditampilkan didalam gantt

chart dan kemudian ditampilkan dalam Critical Path Diagram.

Dikarenakan metode development software Customer Response System menggunakan metode waterfall, sehingga seluruh activities yang

didefinisikan diatas merupakan Critical Path, yang artinya setiap activity harus selesai keseluruhan sebelum akhirnya dapat dilanjutkan ke activity

berikutnya.

• Activity Duration Estimating

Pada tahap ini, masing-masing activity diestimasikan durasi waktunya. Estimasi durasi ini menggunakan metode Bottom-Up Estimating,

dimana Bottom-Up estimating merupakan metode untuk mengestimasi waktu dengan cara mendetailkan masing-masing task dan kemudian

estimasi waktu yang dibutuhkan untuk masing-masing detail task tersebut. Setelah mengestimasi waktu dari detail tersebut, kemudian

totalkan jumlah waktu yang diperlukan pada sebuah task berdasarkan detail tersebut.

Berikut akan di breakdown task Development menjadi bagian-bagian detail yang kemudian akan ditentukan durasi pengerjaannya dimana

(12)

No Nama Pekerjaan Deskripsi Pekerjaan

Waktu Pengerjaan

1

Form login, Set Role, Change Password page, Forget Password page

Membuat authentikasi dan role pada masing-masing user beserta

modulnya 3 Hari

2 CRUD Agent Modul untuk create, view, dan delete agent 1 Hari

3 List Produk/program admin Modul untuk create, view, dan delete Produk/program admin 1 Hari

4 List Supervisor Modul untuk create, view, dan delete supervisor 2 Hari

5 Mapping kode produk CRS & AOL Admin Modul untuk set kode produk 1 Hari

6 Result Call Admin Modul untuk daftar Result Call 1 Hari

7 Result Dial Admin Modul untuk daftar Result Dial 1 Hari

8 ASCII - History Call Modul untuk set history call 2 Hari

9 Knowledge Base List

Modul untuk daftar lokasi script dari keterangan seperti keterangan M

Banking Mandiri 2 Hari

10 CRS Follow Up Module

Modul keterangan keluhan/pertanyaan customer beserta result follow up

yang diberikan 3 Hari

11 Alokasi Agent ACP Modul alokasi penempatan agent di cabang mana saja 2 Hari

12 Master Group Kendaraan List kendaraan beserta groupnya 2 Hari

13 Master Parameter Renewal 2 Hari

14 Master Premi Renewal 1 Hari

15 CRS - Announcement List List Pemberitahuan 2 Hari

16 CRS - Branch Complaint List List Complain masing-masing cabang 1 Hari

17 Call center Announcement List Pemberitahuan untuk call center 1 Hari

18 CRS List Subject Masalah Daftar Masalah yang sering di complain 2 Hari

19 FastRack Customer List Daftar Customer yang masuk Fastrack filtering 4 Hari

20 Telemarketing Agenda Add agenda tele marketing 1 Hari

21 Handling Fastrack financing Form penanganan Data fastrack financing 4 Hari

(13)

26 CCRP Complain list List Complain Customer yang ditangani oleh CCRP 3 Hari

27 Call center ACC Home Page

Home Page call center yang berisi announcement dan list performance

pada hari itu 3 Hari

28 Auto delegate 2 Hari

29 Department Form Form untuk index, create dan set Department 2 Hari

30 CCRP User Form Form untuk add CCRP User beserta Edit 3 Hari

31 ReDistribute Ticket Memindahkan ticket dari satu agent ke agent yang lain 2 Hari

32 Master Knowledge Base CCRP Knowledge Base berisi keterangan yang akan dibaca oleh staf CCRP 2 Hari

33 Master priveledge Menu set akses menu pada masing-masing priveledge 2 Hari

34 Master Complaint Subject Level I Complaint subject beserta department yang menanganinya 1 Hari 35 Master Complaint Subject Level II Complaint subject beserta department yang menanganinya 1 Hari 36 Master Complaint Subject Level III Complaint subject beserta department yang menanganinya 2 Hari

37 Master CCRP Menu Setting menu dan parent menu beserta filenamenya 3 Hari

38 Report Total Complaint per cabang Report total komplain per cabang per bulan 4 Hari

39

Report Performance Jumlah Complaint per

Cabang Report total performance komplain per cabang per bulan 4 Hari

40 Export Daftar Agent ke Excel 3 Hari

41 Report Input CCRP 2 Hari

42 Report Keluhan Pelanggan by Function Export keluhan pelanggan ke file excel 3 Hari

43 Report Service Level Report komplain yang berhasil diselesaikan 3 Hari

44 Report Call In per Day Report telepon yang masuk per hari 4 Hari

45 Distribute Bucket new Product Distribusi data produk yang baru 3 Hari

46 History Distribution Bucket daftar history distribusi produk 2 Hari

47 Agent tele marketing performance Daftar performance agent tele marketing 4 Hari

(14)

Berdasarkan estimasi resources yang telah dipaparkan dibagian activity resource estimating, maka

resources yang digunakan untuk development adalah sebanyak 4 orang programmer, sedangkan masing-masing

estimasi waktu pengerjaan yang dipaparkan diatas merupakan estimasi waktu pengerjaan dimana yang

mengerjakan adalah satu orang untuk masing-masing pekerjaan, sehingga total hari yang dibutuhkan untuk

mengerjakan breakdown pekerjaan diatas adalah 113/4 = 28 hari, disini penulis melakukan pembulatan menjadi

30 hari dengan asumsi kelebihan 2 hari bisa dipakai untuk rapat ataupun problem solving.

• Schedule Development

Setelah berhasil melakukan estimasi durasi pada bagian sebelumnya, sekarang kita akan memasukkan

estimasi tersebut menjadi jadwal/schedule untuk pengembangannya. Disini penulis menggunakan

bantuan Gantt Chart untuk menampilkan durasi waktu dari masing-masing activity yang telah

dideskripsikan diatas.

• Schedule Control

Langkah berikutnya yang harus diterapkan adalah memfokuskan seluruh resources untuk mematuhi

schedule yang telah dibuat sehingga pada pelaksanaannya proyek ini berjalan seperti apa yang telah

(15)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Setelah melakukan tahapan-tahapan dalam penerapan Time Management pada proyek pengembangan

perangkat lunak dengan metode pengembangan waterfall, maka terdapat beberapa kesimpulan yang bisa

diperoleh. Kesimpulan ini berkaitan dengan metode pengembangan aplikasi yang juga berpengaruh terhadap

penerapan time management yang kelihatan pada diagram-diagram diatas.

Adapun beberapa kesimpulan yang didapat akan dijelaskan berikut ini.

• Untuk breakdown masing-masing task pada contoh proyek pengembangan Customer Response System dengan metode waterfall, terlihat bahwa masing-masing task diurutkan berdasarkan tahapan-tahapan

pengerjaannya, dimulai dengan task-task utama seperti Getting Requirement, Design, Development,

SIT, UAT, Socialization dan Implementation. Kemudian task utama tersebut dibreakdown lagi menjadi

bagian yang lebih detail sehingga akan kelihatan tahapan-tahapan apa saja yang harus dilakukan untuk

menyelesaikan task tersebut, dalam penerapan time management pada proyek dengan jenis ini maka

pendetailan masing-masing task sangat diperlukan dikarenakan dalam proyek pengembangan perangkat

lunak dengan metode waterfall, satu task tidak dapat berpindah ke task lainnya sebelum task tersebut

selesai dikerjakan. Disini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa untuk menerapkan Time

Management pada proyek pengembangan perangkat lunak dengan metode waterfall, maka detail dari

masing-masing task yang dituangkan pada WBS sangat diperlukan.

• Sedangkan untuk Activity Resources Estimating, pada proyek ini estimasi dilakukan dengan mempertimbangkan pengalaman-pengalaman pada proyek sebelumnya yang dibandingkan dengan

task-task utama yang sudah dipaparkan pada WBS. Resources Planning ini nantinya akan berguna dalam

menentukan durasi waktu pengerjaan proyek yang akan diajukan kepada pemilik proyek nantinya.

• Pada bagian Activity Sequencing, dapat kita lihat hubungan antara satu task ke task dengan urutan dimulai dari task yang harus diselesaikan lebih dulu dan diikuti dengan task yang harus dikerjakan

kemudian. Satu kesimpulan yang dapat diambil adalah ketika tasks tersebut dibuat kedalam sebuah

diagram untuk diketahui critical path nya, didapat bahwa setiap task itu merupakan critical, yang artinya

memang sesuai dengan pola pengembangan waterfall yang digunakan, dimana setiap task harus

dikerjakan untuk dapat dilanjutkan ke task berikutnya dan masing-masing task tersebut critical dimana

kemunduran akan penyelesaian sebuah task akan berpengaruh kepada waktu pengerjaan task berikutnya.

• Untuk Activity Duration Estimating, kita melakukan estimasi durasi waktu dengan metode bottom up, dimana penulis membagi lagi task utama menjadi pekerjaan yang lebih detail, dalam contoh diatas

(16)

durasi waktu masing-masing pekerjaan tersebut dengan menggunakan estimasi berdasarkan pengalaman

mengerjakan pekerjaan serupa sebelumnya. Setelah didapat total waktu yang dibutuhkan berdasarkan

breakdown task tersebut, maka untuk mendapatkan waktu pengerjaan yang sebenarnya, kita dapat

membagi total waktu yang dibutuhkan dengan jumlah pekerja yang disertakan dalam mengerjakan task

tersebut, seperti pada contoh diatas.

• Pada bagian schedule development, kita dapat menyusunnya setelah kita mendapatkan durasi waktu yang dibutuhkan untuk masing-masing task, setelah didapat, kita tinggal memasukkan durasi waktu

tersebut dengan tanggal akan dimulainya pekerjaan, sehingga akan didapat tanggal mulai dan tanggal

selesainya pekerjaan masing-masing task tersebut. Perlu diperhatikan hasil penjadwalan pada contoh

kasus diatas bahwa penjadwalan yang tercipta memiliki pola sequencing, dimana satu pekerjaan akan

dilakukan ditanggal setelah pekerjaan sebelumnya selesai, hal ini sesuai dengan prinsip waterfall itu

sendiri sehingga mempengaruhi bentuk dari schedule development yang ada.

• Bagian schedule control merupakan penerapan konsistensi terhadap perancangan yang telah kita lakukan berkaitan dengan management waktu. Kesimpulan yang didapat adalah, perancangan time management

haruslah direalisasikan dengan menjaga konsistensi untuk melaksanakan jadwal yang telah dirancang

tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Oshagbemi, Titus. (1995). Management development and managers' use of their time. Emerald Insight.

[2] Heaney, Liam F. (2001). A question of management: conflict, pressure and time. Emerald Insight. [3] Fitsimmons, Gary. (2008). Time management part I: goal setting as a planning tool. Emerald

Insight.

[4] Mathis, Micah, Work Breakdown Structure: Purpose, Process and Pitfalls,

[5] J. Hill, L.C. Thomas. (2000). A Experts' estimates of task durations in software development projects. Pergamon.

[6] Project Management Institute. 2004. A Guide to the Project Management Body of Knowledge:PMBOK® Guide, 3rd Edition. Newtown Square, Pennsylvania, Project Management Institute.

[7] Project Management Institute. 2004, A Guide to the Project Management Body of Knowledge: PMBOK® Guide, 3rd Edition. Newtown Square, Pennsylvania, Project Management Institute. [8] R. Max Wideman, Modeling Project Management (2003), AEW Services, Vancouver, BC ©2003

(P1-20)

[9] http://www.mindtools.com/pages/article/newPPM_01.htm

Referensi

Dokumen terkait

informasi diatas bahwa sudah adanya koordinasi antara pihak-pihak terkait. Untuk meningkatkan koordinasi Eksternal yaitu dengan cara meningkatkan kerjasama, komunikasi

Pada saat penghentian pengakuan atas aset keuangan secara keseluruhan, maka selisih antara nilai tercatat dan jumlah dari (i) pembayaran yang diterima, termasuk aset baru

Partai Golkar di dalam usaha menarik simpati masyarakat kota Semarang merasa mampu melakukan hal tersebut dengan baik. Hal ini tidak terlepas dari adanya beberapa keadaan

Analisis Chromium Reducible Sulphur (CRS) Pengukuran Chromium Reducible Sulphur (CRS) sampel tanah pertambangan bertujuan untuk mengetahui banyaknya kadar sulfur

Dalam riwayat dari Annas bin Malik ia mengatakan bahwa saat itu Umar berdiri sedang Abu Bakar duduk, dia berpidato seraya menyebutkan keutamaan Abu bakar yang telah menjadi

Begitu pula, walaupun seseorang penyembah yang sadar akan Krsna, jauh dari tempat tinggal Krsna, ia dapat mengangkat dirinya sampai tempat tinggal itu hanya

mengembangkan keterampilan literasi sains siswa sebagai upaya meningkatkan: 1) pengetahuan dan penyelidikan ilmu pengetahuan Alam, 2) kosa kata lisan dan tertulis

Semakin kecil berat molekul kitosan maka ukuran nanopartikel kitosan akan semakin kecil (Yang et al., 2009). Banyak cara yang dapat dilakukan untuk membuat LWCS ini, seperti salah