Pengaruh Penambahan 10at.Ni dan Waktu Milling pada Paduan MgAl Hasil Mechanical Alloying dan Sintering
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Penambahan unsur paduan terhadap alumunium dapat dilakukan untuk meningkatkan kekuatan fisis dan mekanis logam tersebut, seperti paduan antara alumunium dan magnesium
Gambar 4.1 Grafik Hasil Uji XRD pada Sampel Paduan Magnesium Jenis AZ91D .... Mechanical Properties dari paduan magnesium jenis AZ91D ... Standar ASTM untuk Komposisi Kimia AZ910
Komposisi pada Suhu Ruang (PBM4A) Gambar 2 menunjukkan hasil SEM partikel campuran bubuk Bi 20 %atMn yang di Mechanical Alloying menggunakan PBM4A pada suhu kamar dalam interval
Gambar 2 memperlihatkan pola difraksi sinar-x sudut pendek 2θ = 31,5 -37,5 setelah mechanical milling untuk komposisi penambahan aluminium, terlihat terjadi pergeseran
Gambar 2 memperlihatkan pola difraksi sinar-x sudut pendek 2θ = 31,5-37,5 setelah mechanical milling untuk komposisi penambahan aluminium, terlihat terjadi
Gambar 2 memperlihatkan pola difraksi sinar-x sudut pendek 2θ = 31,5 -37,5 setelah mechanical milling untuk komposisi penambahan aluminium, terlihat terjadi pergeseran
“ Ketika proses reactive ball milling dilakukan pada campuran serbuk magnesium, nikel, dan aluminium, maka aluminium akan larut kedalam kristal magnesium membentuk larutan padat
Dapat dilihat bahwa pada milling time 4 dan 6 jam terdapat pergeseran puncak endoterm (menunjukkan melting Alumunium) ke arah temperatur yang lebih rendah, hal ini