Sinergi Mewujudkan
Kesejahteraan dan Kemandirian
dan Bina Lingkungan
Dihadapkan pada kondisi yang penuh tantangan,
PT ANTAM (Persero) Tbk bersinergi dengan para
Pemangku Kepentingan dalam mewujudkan komitmen
untuk membangun kesejahteraan dan kemandirian
melalui pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina
Lingkungan (PKBL).
Penyaluran Dana
Bina Lingkungan
Rp
1,47
miliar
Total Penyaluran Dana
Program Kemitraan
dan Bina Lingkungan
Rp
71,82
miliar
Tingkat Kolektibilitas
Piutang Mitra Binaan
75,17
%
Tingkat Efektivitas
Penyaluran Dana
Program Kemitraan
96,58
%
Penyaluran Dana
Program Kemitraan
Rp
70,35
miliar
Jumlah Mitra
Binaan
bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan tugas Direksi atas Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Tahun Buku 2016.
Seluruh isi laporan merupakan tanggung jawab manajemen PT ANTAM (Persero) Tbk dan dijamin kebenarannya oleh seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi dengan membubuhkan tanda tangannya. Laporan Tahunan Program Kemitraan dan Bina
Lingkungan Tahun 2016 ini merupakan pelaksanaan dari Undang-Undang No. 19 tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara dan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas serta Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. PER-09/ MBU/07/2015 tentang Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan Badan Usaha Milik Negara sebagai
Dewan Komisaris
Direksi
Prof. Dr. Laode M. Kamaluddin, M.Sc., M.Eng. Komisaris Independen
Ir. Hari Widjajanto, M.M. Direktur Marketing
Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., LL.M., Ph.D Komisaris Independen
Ir. I Made Surata, M.Si Direktur Human Capital & CSR Zaelani, S.E.
Komisaris
Agus Zamzam Jamaluddin S.T., M.T. Direktur Operasi
Prof. Robert A. Simanjuntak, Ph.D. Komisaris
Johan N.B. Nababan, S.E. Direktur Pengembangan Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, S.Ip, S.H., M.H.
Komisaris Utama
Ir. Tedy Badrujaman, M.M. Direktur Utama
Ir. Bambang Gatot Ariyono M.M., DESS. Komisaris
Ir. Tedy Badrujaman, M.M.
P
Tindak Lanjut Hasil A
udit
Para Pemangku Kepentingan yang terhormat,
Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) ANTAM dilaksanakan berdasarkan pada Rencana Kerja Anggaran (RKA) PKBL tahun 2016 yang telah disetujui oleh Dewan Komisaris.
Kinerja PKBL ANTAM pada tahun 2016 terus meningkat di tengah tantangan industri pertambangan dan alokasi dana yang terbatas. Hal itu tercermin dari tingkat efektivitas penyaluran dana Program Kemitraan mencapai 96,58%, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yaitu 92,69%, sementara tingkat kolektibilitas piutang dapat dijaga pada level 75,17% selama tahun 2016.
Pada tahun 2016 terdapat perubahan peraturan mengenai pelaksanaan PKBL melalui Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) No. PER-03/MBU/12/2016 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri BUMN No. PER-09/ MBU/07/2015 tentang Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan BUMN. Perubahan
dana PKBL, dimana sumber dana PKBL berasal dari penyisihan laba bersih setelah pajak yang ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)/Menteri BUMN maksimum sebesar 4% (empat persen) dari laba setelah pajak tahun sebelumnya atau berasal dari anggaran biaya perusahaan. Namun karena perubahan peraturan tersebut dilakukan pada akhir tahun maka pelaksanaan kegiatan PKBL tahun 2016 sebagian besar masih berdasarkan peraturan tahun 2015.
Perseroan menyalurkan dana Program Kemitraan sebesar Rp70,35 miliar kepada 1.881 mitra binaan yang tersebar di sekitar wilayah operasi ANTAM maupun wilayah lain. Penyaluran ini ditujukan untuk membantu meningkatkan usaha mikro dan kecil pada berbagai sektor seperti perkebunan, pertanian, industri, perdagangan, dan sektor lainnya. Perseroan juga melakukan program pembinaan bagi para mitra binaan, seperti pelatihan untuk meningkatkan kemampuan kapasitas mitra binaan dan akses pemasaran.
“Kinerja PKBL ANTAM pada tahun
2016 terus meningkat di tengah
tantangan industri dan alokasi dana
yang terbatas. Perseroan menaruh
Akhir kata, Direksi menyampaikan terima kasih kepada seluruh Pemangku Kepentingan atas pelaksanaan program dan pencapaian kinerja PKBL tahun 2016. Kami berharap sinergi yang telah terjalin akan membawa manfaat bagi kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.
Di sisi lain, penyaluran dana Bina Lingkungan mencapai Rp1,47 miliar dengan fokus penyaluran dana dalam bentuk pembinaan mitra binaan serta untuk bantuan bencana alam. Meskipun tidak ada alokasi anggaran Bina Lingkungan untuk bidang lainnya, pada tahun 2016 Perseroan tetap menyalurkan bantuan di bidang sarana/prasarana umum, kesehatan, sarana ibadah, pengentasan kemiskinan dan pelestarian alam dengan menggunakan biaya operasional perusahaan yang tertuang dalam program Community Development.
Sebagai BUMN, ANTAM menyadari akan tanggung jawab sosialnya untuk turut serta dalam rangka membangun kesejahteraan masyarakat, dimana terdapat tantangan yang harus dihadapi. Di satu sisi besarnya harapan masyarakat akan kontribusi Perseroan dan di sisi lain terdapat keterbatasan sumber daya dalam rangka pelaksanaan program. Meskipun demikian, tantangan tersebut dapat dihadapi dengan adanya sinergi yang baik antara masyarakat, pemerintah dan Perseroan.
Pengrajin kayu ulin, salah satu mitra binaan ANTAM di UBP Bauksit
P
endahuluan
P
elaksanaan Pr
ogram K
emitraan
dan Bina Lingkungan
Pr
ogram
Community
De
velopment
Tindak Lanjut Hasil A
udit
T
antangan dan P
eluang
P
enutup
Wilayah
Penyaluran
PKBL
Provinsi Maluku Utara
Provinsi Sulawesi Tenggara Provinsi
Kalimantan Barat
Provinsi DKI Jakarta
Provinsi Jawa Timur
Provinsi Jawa Barat Provinsi
Aceh
Wilayah Operasi ANTAM Non Wilayah Operasi ANTAM
Provinsi Banten
Wilayah Operasi UBP Emas di Bogor Jawa Barat
ANTAM melaksanakan Program
Kemitraan dan Bina Lingkungan
(PKBL) dalam rangka mendukung
komitmen Perusahaan untuk
P
Tindak Lanjut Hasil A
udit
wujud dari pelaksanaan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan tanggung jawab sosial Perusahaan sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berdasarkan PER-09/MBU/07/2015 tentang Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan Badan Usaha Milik Negara jo PER-03/MBU/12/2016 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. PER-09/MBU/07/2015 tentang Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan Badan Usaha Milik Negara.
PKBL ANTAM diutamakan di sekitar wilayah operasi Perusahaan dengan melakukan pembinaan dalam rangka meningkatkan kemampuan usaha mikro dan kecil agar menjadi tangguh dan mandiri serta meningkatkan kondisi sosial masyarakat melalui pengembangan dan pemberdayaan masyarakat. Tujuan dari PKBL adalah untuk membantu memberikan sumbangan bagi perkembangan perekonomian nasional secara merata sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan oleh sebab itu ANTAM memastikan program yang direalisasikan bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
PKBL ANTAM memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya di sekitar wilayah operasi antara lain:
1. Bantuan modal bagi usaha mikro dan kecil yang digunakan untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha dengan tingkat pengembalian biaya administrasi yang ringan.
2. Pembinaan usaha melalui pendampingan dan pengembangan akses pemasaran produk.
3. Menciptakan peluang usaha sekaligus lapangan kerja baru melalui berbagai pelatihan keterampilan. 4. Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)
masyarakat melalui pendidikan dan penyaluran beasiswa kepada siswa dan mahasiswa.
5. Pelestarian lingkungan melalui berbagai program penanaman pohon, buah dan penanaman tanaman konservasi lainnya.
6. Peningkatan infrastruktur dan fasilitas umum yang dapat digunakan untuk mendukung kualitas kehidupan masyarakat baik untuk memperlancar usaha, meningkatkan kesehatan dan mendukung kehidupan yang lebih baik.
7. Mempererat hubungan kerja sama, harmoni dan sinergi dengan masyarakat dan seluruh stakeholder Perusahaan.
Sekilas ANTAM
PT ANTAM (Persero) Tbk atau ANTAM merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang eksplorasi, penambangan, pengolahan serta pemasaran dari komoditas biji nikel, feronikel, emas, perak, bauksit, batu bara dan jasa pemurnian logam mulia. ANTAM merupakan gabungan dari beberapa Perusahaan Tambang Umum Negara yang didirikan pada tahun 1968. Sebagai BUMN dengan status Perseroan terbuka, pemegang saham ANTAM adalah Pemerintah Republik Indonesia sebagai pemilik saham utama (65%) dan publik (35%).
Produk-produk ANTAM memiliki jangkauan pasar domestik dan pasar internasional di sejumlah negara Eropa dan Asia. Untuk menjamin kelancaran usaha maupun operasi, Perseroan yang berkantor pusat di Jakarta memiliki unit-unit pendukung sebagai berikut: 1. Unit Bisnis Pertambangan Nikel Sulawesi Tenggara
(UBPN Sultra) di Pomalaa, Sulawesi Tenggara. 2. Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBP Emas) di
Bogor, Jawa Barat.
3. Unit Bisnis Pertambangan Nikel Maluku Utara (UBPN Malut) di Tanjung Buli, Maluku Utara.
4. Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia (UBPP LM) di Pulo Gadung, Jakarta.
5. Unit Bisnis Pertambangan Bauksit (UBP Bauksit) di Tayan, Kalimantan Barat.
6. Unit Geomin di Jakarta.
7. Unit Bisnis Learning and Development (UBLD) di Jakarta.
Kondisi Umum
Perseroan terus berkomitmen melaksanakan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) dalam rangka mendukung komitmen perusahaan untuk membangun kualitas kehidupan yang lebih baik bersama para Pemangku Kepentingan di manapun beroperasi untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan sesuai dengan hukum dan norma yang berlaku, serta menjunjung tinggi prinsip-prinsip praktik usaha yang baik, keadilan sosial dan keadilan lingkungan.
Gambaran Singkat Pelaksanaan PKBL
ANTAM memiliki sebaran wilayah operasi sampai pelosok daerah yang masyarakatnya membutuhkan PKBL untuk meningkatkan taraf hidup, peningkatan infrastruktur dan fasilitas umum. Dalam merealisasikan PKBL, Perseroan bersinergi dengan pemerintah daerah, masyarakat, lembaga swadaya masyarakat dan BUMN lainnya mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan program.
Pelaksanaan PKBL ANTAM dilakukan berdasarkan pada Rencana Kerja Anggaran (RKA) PKBL tahun 2016 yang telah disetujui oleh Dewan Komisaris. Di tahun 2016 terdapat perubahan peraturan mengenai pelaksanaan PKBL dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri BUMN No. PER-03/MBU/12/2016 tanggal 16 Desember 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri BUMN No. PER-09/MBU/07/2015 tentang Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan Badan Usaha Milik Negara. Namun karena perubahan peraturan tersebut dilakukan di akhir tahun 2016, maka selama tahun 2016 pelaksanaan kegiatan PKBL masih berdasarkan PER-09/ MBU/07/2015.
Berdasarkan peraturan tersebut sumber dana PKBL berasal dari penyisihan laba bersih setelah pajak yang ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)/Menteri BUMN maksimum sebesar 4% dari laba setelah pajak tahun sebelumnya atau berasal dari anggaran biaya Perusahaan.
Selama tahun 2016 ANTAM menyalurkan langsung dana Program Kemitraan kepada mitra binaan dengan tetap menjalin kerja sama dengan BUMN Pembina Lain yaitu PT Rajawali Nusantara Indonesia (PT RNI).
Pelaksanaan PKBL juga mengacu pada Rencana Induk Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Master Plan CSR) 2015-2019. Sebagai bagian dari komitmen Perusahaan untuk mewujudkan keberlanjutan maka kegiatan PKBL menjadi bagian penting CSR yang tidak terpisahkan dari seluruh tahapan kegiatan pertambangan mulai dari tahap eksplorasi, konstruksi dan operasi, hingga pascatambang.
Perseroan terus menyempurnakan sistem, prosedur dan penggunaan teknologi informasi serta mengembangkan sumber daya manusia dan tata kelola organisasi agar dapat meningkatkan kinerja PKBL secara berkelanjutan. Laporan ini disusun untuk memenuhi ketentuan regulasi
mengenai PKBL yang merupakan satu kesatuan dengan laporan tahunan dan laporan keberlanjutan dan dipersembahkan bagi para pemangku kepentingan ANTAM agar dapat memahami manfaat serta dampak positif PKBL ANTAM bagi masyarakat.
Informasi terkait topik-topik material yang disajikan dalam laporan yang ini merupakan konsistensi dari laporan yang kami terbitkan sebelumnya. Untuk kemudahan penyajian, digunakan istilah “ANTAM”, “Perusahaan”, “Perseroan” atau “Kami” untuk mewakili PT ANTAM (Persero) Tbk.
Jumlah Penyaluran yang Dilaksanakan
Pada tahun 2016 jumlah dana PKBL yang telah disalurkan mencapai Rp71,82 miliar yang terdiri dari Rp70,35 miliar untuk Program Kemitraan dan Rp1,47 miliar untuk Program Bina Lingkungan.
Di tahun yang sama bertambah 1.881 mitra binaan sehingga sampai dengan akhir tahun 2016 jumlah mitra
binaan mencapai 39.735. Perkembangan yang signifikan
ini sebagian besar merupakan hasil dari kerja sama/ sinergi yang berkesinambungan antara ANTAM dengan beberapa BUMN Pembina Lainnya.
Program Kemitraan melalui pemberian kredit lunak untuk pembiayaan usaha mikro dan kecil berdampak langsung terhadap perkembangan usaha mitra binaan. Di samping itu mitra binaan juga mendapat pembinaan dalam pengembangan produksi, manajemen dan pemasaran.
Program Bina Lingkungan ditujukan untuk meningkatkan kondisi sosial kehidupan masyarakat melalui berbagai kegiatan seperti pendidikan, pelayanan kesehatan, pengembangan sarana dan prasarana umum serta bidang lainnya untuk mendukung perekonomian. Semua kegiatan ini dilakukan melalui proses penilaian terlebih dahulu atas kebutuhan masyarakat. Program ini ditujukan terutama untuk masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah operasi ANTAM sebagai komitmen Perseroan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat serta memelihara keseimbangan pertumbuhan bisnis Perseroan.
Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan
P
endahuluan
P
elaksanaan Pr
ogram K
emitraan
dan Bina Lingkungan
Pr
ogram
Community
De
velopment
Tindak Lanjut Hasil A
udit
T
antangan dan P
eluang
P
enutup
Tata Kelola dan Struktur Organisasi PKBL
Pelaksanaan pengelolaan PKBL ANTAM mengikuti prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) yaitu keterbukaan, akuntabilitas, bertanggung jawab, independen, dan kewajaran. Pelaksanaan program diawali dengan perencanaan yang melibatkan stakeholder Perusahaan khususnya masyarakat sekitar yang bertujuan untuk mengetahui kebutuhan masyarakat dan kemampuan Perusahaan dalam memenuhinya.
PKBL ANTAM dilaksanakan di bawah Direktorat Human Capital & Corporate Social Responsibility (HC & CSR) yang dipimpin oleh Direktur HC & CSR. Melalui struktur organisasi tersebut diharapkan pengelolaan PKBL lebih efektif dan dapat bersinergi dengan kegiatan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) dengan PKBL termasuk di dalamnya.
Partnership Program Assistant Manager
Community Stewardship Assistant Manager
PCSP Finance Assistant Manager VP Corporate Social
Responsibility HC & CSR
Director
Community Development Manager
Partnership and Community Stewardship Program
(PCSP) Manager
Pengelolaan bibit tanaman di UBP Emas sebagai salah satu upaya pelestarian lingkungan
Pada tahun 2016 realisasi
P
Tindak Lanjut Hasil A
udit
serta meningkatkan kualitas produk dan pemasaran sehingga diharapkan usaha para mitra binaan semakin berkembang.
Hingga tahun 2016 jumlah mitra binaan mencapai 39.735 atau meningkat sebanyak 1.881 mitra binaan dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan jumlah mitra binaan tersebut merupakan wujud komitmen ANTAM dalam mendorong peningkatan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi serta sinergi yang dilakukan dengan BUMN lain.
Kinerja PKBL selama 3 Tahun Terakhir
Kinerja PKBL dinilai berdasarkan Tingkat Efektivitas Penyaluran Dana Program Kemitraan dan Tingkat Kolektibilitas Pengembalian Pinjaman, yang mengacu pada Surat Keputusan Menteri BUMN No. KEP-100/ MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara.
Meskipun tidak ada alokasi tambahan dana PKBL untuk tahun anggaran 2016, ANTAM berhasil menyalurkan dana Program Kemitraan sebesar Rp70,35 miliar atau sebesar 96,58% dari dana tersedia, meningkat dari efektivitas penyaluran tahun sebelumnya sebesar 92,69%. Untuk Program Bina Lingkungan di awal tahun 2016 Perseroan memiliki dana tersedia sebesar Rp1,73 miliar sehingga alokasi dana dikhususkan untuk Program Pembinaan Mitra Binaan dan bantuan bencana alam. Untuk bidang Bina Lingkungan lainnya direalisasikan dengan menggunakan anggaran Community Development (Comdev) dari anggaran operasional Perusahaan.
Program Kemitraan ANTAM dilakukan melalui pemberian pinjaman untuk pembiayaan usaha mikro dan kecil. Perseroan juga membantu proses pengembangan usaha tersebut melalui pembinaan antara lain dengan kegiatan pelatihan, benchmarking, pameran produk dan kegiatan lainnya yang ditujukan untuk meningkatkan entrepreneurship dan keterampilan mitra binaan,
Anggaran dan Realisasi Dana PKBL (Rp miliar)
Kegiatan
2014 2015 2016
Anggaran Realisasi Anggaran Realisasi Anggaran Realisasi
Program Kemitraan 74,50 74,72 75.78 71,97 71,00 70,35
Program Bina Lingkungan 9,65 10,22 6,50 1,54 1,60 1,47
Alokasi Dana PKBL (Rp miliar)
Keterangan 2014 2015 2016
Program Kemitraan - -
-Program Bina Lingkungan 5,0 -
-Jumlah Alokasi Dana PKBL 5,0 -
-Alokasi Dana PKBL Selama 3 Tahun Terakhir
Peraturan Menteri BUMN No. PER-09/MBU/07/2015 menyatakan bahwa sumber dana PKBL berasal dari penyisihan laba BUMN Pembina, sehingga pada tahun 2016 tidak ada alokasi dana untuk Program Kemitraan dan Bina Lingkungan.
Program Kemitraan
Sebagai kesinambungan dari tahun sebelumnya,
Realisasi penyaluran dana Program Kemitraan pada tahun 2016 mencapai Rp70,35 miliar. Penyaluran Program Kemitraan ANTAM dilakukan dengan:
1. Disalurkan sendiri oleh ANTAM yang berada di Kantor Pusat, Unit/Unit Bisnis Perseroan dan wilayah lainnya sebesar Rp22,79 miliar untuk 825 mitra binaan. 2. Disalurkan langsung kepada mitra binaan melalui
kerja sama dengan BUMN Pembina Lain yakni PT RNI sebesar Rp47,56 miliar untuk 1.056 mitra binaan.
Sebagai bagian dari pembinaan, para mitra binaan didorong untuk terus meningkatkan disiplin dalam melaksanakan kewajiban pengembalian dana pinjaman Program Kemitraan sesuai jadwal yang telah disepakati bersama sehingga tingkat kolektibilitas piutang mitra binaan dapat dijaga pada level 75,17%. Namun demikian jumlah piutang lancar menurun menjadi Rp95,52 miliar dari tahun 2015 sebesar Rp104,88 miliar dan jumlah piutang macet meningkat menjadi Rp29,76 miliar dari
Rp19,22 miliar pada tahun 2015. Hal ini menunjukkan bahwa pada tahun-tahun mendatang peningkatan kolektibilitas pinjaman mitra binaan harus menjadi fokus utama Perusahaan di tengah kondisi perekonomian yang penuh tantangan yang berpengaruh terhadap kondisi dan kinerja para pelaku usaha mikro dan kecil. Program Kemitraan dan Bina Lingkungan harus meningkatkan kontribusinya untuk menjawab tantangan tersebut.
Program Kemitraan ANTAM dilakukan secara berkelanjutan sampai dengan mitra binaan mencapai kemandirian. Perseroan dengan tujuan meningkatkan kapasitas baik produksi maupun pemasaran. Untuk itu, ANTAM melakukan pembinaan kepada para mitra binaan mulai dari kegiatan pelatihan, benchmarking, pameran produk dalam kegiatan tingkat daerah maupun nasional, dan kegiatan lainnya yang ditujukan untuk meningkatkan entrepreneurship, keterampilan mitra binaan serta meningkatkan kualitas produk dan pemasaran mitra binaan.
Realisasi Penyaluran Dana Program Kemitraan (Rp miliar)
Uraian 2014 2015 2016
Dana Tersedia 82,07 78,17 73,25
Penyaluran Pinjaman 70,51 71,12 70,35
Penyaluran Pembinaan 4,21 0,85
-Total Penyaluran 74,72 71,97 70,35
Jumlah Mitra Binaan (orang) 4.090 1.524 1.881
Jumlah Piutang Mitra Binaan (Rp miliar)
Uraian 2014 2015 2016
Lancar 99,00 104,88 95,52
Kurang Lancar 3,28 4,64 8,54
Diragukan 0,84 2,37 2,67
Macet 27,54 19,22 29,76
Jumlah 130,66 131,11 136,50
Realisasi Dana Program Kemitraan Berdasarkan Sektor (Rp miliar)
P
Tindak Lanjut Hasil A
udit
Realisasi Dana Program Kemitraan Berdasarkan Provinsi (Rp miliar)
Provinsi Jumlah %
DKI Jakarta & Banten 2,44 3,47
Sulawesi Tenggara 7,83 11,14
Maluku Utara 6,53 9,27
Jawa Barat 25,98 36,93
Kalimantan Barat 2,57 3,65
Jawa Timur 25,00 35,54
Jumlah 70,35 100,00
Kegiatan Pameran Tahun 2016
Event Jumlah Mitra Binaan Provinsi
Agrinex Expo 6 DKI Jakarta
Inacraft 5 DKI Jakarta
Indonesia Business Development Expo 6 DKI Jakarta
HUT ANTAM ke-48 4 DKI Jakarta
Fruit Indonesia Expo 2 DKI Jakarta
Halo Sultra Expo 10 Sulawesi Tenggara
Rakor PKBL Kementerian BUMN 10 Sulawesi Tenggara
Pekan Olahraga Nasional 2016 5 Jawa Barat
Pameran Sulam Khas Kalimantan Barat 9 Kalimantan Barat
Kegiatan Pelatihan Tahun 2016
Pembinaan Jumlah Mitra Binaan Provinsi
Pelatihan Budidaya Rumput Odot 13 DKI Jakarta
Pelatihan Kewirausahaan 85 DKI Jakarta
Sosialisasi PKBL 50 Jawa Tengah
Bedah UKM 15 DKI Jakarta
Pelatihan Branding & Packaging 32 DKI Jakarta
Pengembangan Kemasan Produk 35 Sulawesi Tenggara
Workshop Digital Marketing 57 DKI Jakarta
Pelatihan Pengelasan Konstruksi & Pengoperasian Mesin Perkakas 3 Sulawesi Tenggara
OJT Service & Maintenance Otomotif 7 Sulawesi Tenggara
Tehnik Menjahit & Desain Pakaian 3 Sulawesi Tenggara
Workshop Financial Planning 80 Sulawesi Tenggara
Benchmarking Perkebunan dan Peternakan (Obata Farm) 40 Maluku Utara
Benchmarking UKM 30 Maluku Utara
Benchmarking ke Usaha Kerajinan dan Produk Olahan Makanan 18 Jawa Barat
Pelatihan Pengaturan Ekonomi Rumah Tangga (PERT) 47 Jawa Barat
Program Bina Lingkungan
Berkaitan dengan adanya perubahan peraturan mengenai Program Bina Lingkungan pada akhir tahun 2016, dalam pelaksanaan Program Bina Lingkungan tahun 2016 Perseroan masih mengacu pada Peraturan Menteri BUMN No. PER-09/MBU/07/2015 yang difokuskan pada Pembinaan Mitra Binaan.
Fokus kegiatan tersebut dilaksanakan antara lain dengan melakukan kegiatan pelatihan, benchmarking, pameran produk dan kegiatan lainnya yang ditujukan untuk meningkatkan entrepreneurship dan keterampilan mitra binaan serta meningkatkan kualitas produk dan pemasaran sehingga diharapkan usaha para mitra binaan semakin berkembang. Pada tahun 2016 target Program Bina Lingkungan adalah 22 kegiatan dan terealisasi sebanyak 32 kegiatan. Kegiatan pelatihan yang dilakukan pada tahun 2016 adalah 18 kegiatan, dengan jumlah mitra binaan yang terlibat sebanyak 537 mitra binaan.
Sementara itu pada tahun 2016 Perseroan mengikuti 9 kegiatan pameran yang melibatkan 57 mitra binaan. Selain kegiatan pelatihan dan pameran, pada tahun 2016 juga dilakukan kegiatan renovasi outlet tempat memamerkan dan menjual produk-produk mitra binaan di beberapa unit ANTAM. ANTAM juga melakukan beberapa kegiatan untuk membantu korban bencana alam di beberapa wilayah seperti Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah; Kabupaten Garut, Jawa Barat; dan Kabupaten Pidie, Jaya Aceh.
Berlandaskan pada PER-09/MBU/07/2015 yang menyatakan bahwa sumber dana PKBL berasal dari penyisihan laba perusahaan, bukan dari biaya perusahaan yang dianggarkan dalam anggaran perusahaan, maka pada tahun 2016 anggaran Program Kemitraan ANTAM adalah Rp71 miliar dan Program Bina Lingkungan adalah Rp1,6 miliar.
Meski terkendala keterbatasan dana Bina Lingkungan, ANTAM tetap memegang teguh komitmen dalam pelaksanaan pengembangan dan pembinaan masyarakat melalui program-program Bina Lingkungan yang lebih disesuaikan dengan kebutuhan dan prioritas masyarakat di sekitar wilayah operasi, dimana dalam pelaksanaannya menggunakan anggaran Comdev yang telah teranggarkan pada Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2016.
Pada tahun 2016 ANTAM merealisasikan program Comdev dengan fokus pada sektor Pendidikan, Kesehatan, Pengembangan Ekonomi Lokal, Sosial Budaya, Lingkungan, Penguatan Kapasitas Kelembagaan Masyarakat, dan Program Pendukung Lainnya dengan total realisasi sebesar Rp68,24 miliar.
Alokasi bidang pendidikan mencapai Rp2,71 miliar yang sebagian besar disalurkan dalam bentuk beasiswa tingkat SD, SMP, SMA, D3, dan S1 dimana 63 orang penerima beasiswa tersebut merupakan penerima baru di tahun 2016.
Sepanjang tahun 2016 telah tersalurkan beasiswa kepada 81 orang penerima beasiswa yang direalisasikan melalui Kantor Pusat dan Unit Bisnis ANTAM,
P
endahuluan
P
elaksanaan Program K
emitraan
dan Bina Lingkungan
Pr
ogram
Community
De
velopment
Tindak Lanjut Hasil A
udit
T
antangan dan P
eluang
P
enutup
Realisasi Penyaluran Dana Program Bina Lingkungan (Rp miliar)
Uraian 2014 2015 2016
Dana Tersedia 13,61 3,25 8,24
Penyaluran 10,22 1,54 1,47
Realisasi Dana Program Bina Lingkungan Tahun 2016 (Rp miliar)
Sektor Jumlah %
Bencana Alam 0,12 8,16
Pendidikan/Pelatihan -
-Peningkatan Kesehatan -
-Sarana dan Prasarana Umum -
-Sarana Ibadah -
-Pelestarian Alam -
-Pengentasan Kemiskinan -
-Pembinaan Mitra Binaan 1,35 91,84
Jumlah 1,47 100,00
Realisasi Dana Program Bina Lingkungan Berdasarkan Provinsi (Rp miliar)
Provinsi Jumlah %
DKI Jakarta 0,54 36,68
Sulawesi Tenggara 0,22 14,71
Maluku Utara 0,23 15,81
Jawa Barat 0,31 21,38
Jawa Tengah 0,04 2,99
Kalimantan Barat 0,05 3,34
Aceh 0,08 5,09
Sejak tahun 2015 bersamaan dengan HUT RI ke-70 Kementerian BUMN mencanangkan program “BUMN Hadir Untuk Negeri” sebagai komitmen BUMN untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memupuk, menanamkan rasa kebanggaan berbangsa dan bertanah air Indonesia kepada seluruh masyarakat di seluruh pelosok negeri dan untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan. Kegiatan tesebut dilaksanakan di tingkat provinsi dan kabupaten. Melalui Program BUMN Hadir Untuk Negeri, Kementerian BUMN mendorong partisipasi seluruh Badan Usaha Milik Negara untuk terlibat dan bersama-sama mewujudkan impian untuk Indonesia sejahtera.
ANTAM sebagai salah satu BUMN telah melaksanakan kegiatan tersebut, dimana pada tahun 2016 ANTAM bersama-sama dengan PT PP (Persero) Tbk dan PT Perkebunan Nusantara XIII melaksanakan Program BUMN Hadir Untuk Negeri tingkat Provinsi di Kalimantan Barat. Selain itu ANTAM juga melaksanakan kegiatan BUMN Hadir Untuk Negeri Tingkat Kabupaten di Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten Kolaka, Kabupaten Sanggau, dan Kabupaten Mempawah.
Adapun kegiatan BUMN Hadir Untuk negeri yang dilakukan di Provinsi Kalimantan Barat antara lain program
Siswa Mengenal Nusantara, rangkaian perayaan HUT RI, Bedah Rumah Veteran, pemutaran film pendidikan
untuk para siswa sekolah, sembako murah dalam rangka safari Ramadhan, BUMN Mengajar, pembinaan desa terpencil di wilayah perbatasan, pembangunan Tempat Penitipan Anak di pasar, bantuan sarana ibadah,
penyediaan sarana air bersih dan MCK, bantuan elektrifikasi untuk rumah tangga yang belum teraliri listrik, dan
pembinaan narapidana. Rangkaian program tersebut diselaraskan dengan Rencana Kerja CSR Tahun 2016 dan Master Plan 2015-2019 yang telah disusun oleh ANTAM.
Dengan melaksanakan rangkaian kegiatan tersebut, ANTAM sebagai salah satu BUMN diharapkan dapat menunjukkan komitmen untuk selalu ada bagi seluruh masyarakat Indonesia dalam rangka mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan membangkitkan semangat menuju Indonesia Hebat.
BUMN Hadir Untuk Negeri
P
endahuluan
P
elaksanaan Program K
emitraan
dan Bina Lingkungan
Pr
ogram
Community
De
velopment
Tindak Lanjut Hasil A
udit
T
antangan dan P
eluang
P
enutup
Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas merupakan syarat mutlak untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di sekitar wilayah operasi pertambangan. Menyadari hal tersebut, ANTAM memiliki komitmen yang kuat untuk selalu meningkatkan kualitas SDM masyarakat di sekitar wilayah operasi pertambangan.
Salah satu upaya untuk melaksanakan komitmen tersebut adalah dengan program beasiswa bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi pertambangan. Hal tersebut juga sejalan dengan pemenuhan kebutuhan Human Capital ANTAM untuk menjalankan bisnis ANTAM di masa yang akan datang. Beasiswa diberikan kepada para siswa berprestasi dan siswa dari keluarga kurang mampu mulai dari tingkat SD sampai Perguruan Tinggi. Selain beasiswa regular, ANTAM juga secara khusus bekerja sama dengan beberapa Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta untuk menyalurkan beasiswa. Beberapa Perguruan Tinggi yang bekerja sama dengan ANTAM untuk menyalurkan beasiswa kepada masyarakat di sekitar wilayah operasi pertambangan antara lain Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Tanjung Pura, Universitas Haluoleo Kendari, Universitas Soedirman Purwokerto, Institut Teknologi Yogyakarta, Universitas Sembilanbelas November Kolaka, Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan Pamane Talino Landak.
Selain menyalurkan beasiswa langsung, pada tahun 2016 ANTAM menjalin kerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk menyiapkan para kandidat penerima beasiswa S2 dan S3 baik calon mahasiswa penerima beasiswa di dalam negeri maupun di luar negeri. Total kandidat penerima beasiswa LPDP yang sudah mengikuti program pembekalan yang dilaksanakan oleh ANTAM pada tahun 2016 sebanyak 58 orang. Program pembekalan yang diberikan khususnya adalah peningkatan kemampuan bahasa inggris dan teknik wawancara sehingga para kandidat dapat memenuhi persyaratan TOEFL atau IELTS serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik untuk menghadapi wawancara seleksi beasiswa LPDP. Dengan kerja sama LPDP ini diharapkan semakin banyak masyarakat yang dapat mengakses program S2 dan S3, sehingga dapat mendukung pemenuhan kebutuhan SDM berkualitas di sekitar wilayah operasi pertambangan.
Beasiswa untuk Menciptakan Generasi Emas
Banyak dari mitra binaan ANTAM yang usahanya bergerak di bidang industri pengolahan makanan dan minuman serta usaha lain yang membutuhkan pengemasan produk dalam penjualannya. Tidak sedikit mitra binaan yang belum mengetahui betapa pentingnya branding & packaging dalam mempengaruhi selera konsumen dan pasar. Melalui kerja sama dengan lembaga Perguruan Tinggi dan menggandeng trainer profesional, ANTAM memberikan pelatihan kepada mitra binaan mengenai branding & packaging.
Pelatihan yang diberikan mencakup peran branding dalam dunia usaha, cara membuat kemasan yang bagus dari berbagai macam bahan dan cara mengemasnya, bagaimana membuat merek, tools untuk pengemasan produk, simulasi, sampai pada bagaimana cara memotret produk yang baik. Banyak dari mitra binaan merasa sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. Selain menambah pengetahuan tentang branding dan kemasan, juga menambah ilmu mereka tentang pemasaran produk. Hal ini mendorong para mitra binaan untuk semakin mengenal pasar dan eksistensi sebuah produk.
Semakin berkembangnya teknologi informasi terutama aplikasi internet pemasaran produk, menuntut pelaku bisnis untuk dapat menguasai dan mengaplikasikan teknologi tersebut dalam menjalankan bisnisnya. Menyadari hal tersebut, ANTAM kembali menggandeng para trainer profesional bidang digital marketing, untuk memberikan pelatihan kepada para mitra binaan sehingga mereka dapat menggunakan teknologi digital tersebut untuk memperluas jaringan pemasarannya.
Seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan ANTAM untuk mendukung para Pengusaha Mikro dan Kecil untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Dimana pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil menjadi semakin strategis dalam mendukung serta memenuhi kebutuhan kesejahteraan sebagian besar masyarakat yang perkembangannya semakin pesat di saat sekarang ini.
Meningkatkan Pemasaran dengan Branding, Packaging,
dan Digital Marketing
P
endahuluan
P
elaksanaan Program K
emitraan
dan Bina Lingkungan
Pr
ogram
Community
De
velopment
Tindak Lanjut Hasil A
udit
T
antangan dan P
eluang
P
enutup
Makanan yang sehat dan bergizi bagi pegawai menjadi faktor utama untuk mendukung kinerja operasi guna mencapai target produksi, dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan para pekerja. Di sisi lain, pemenuhan kebutuhan makanan bagi pegawai juga dapat menjadi peluang usaha dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi pertambangan. Menyadari hal tersebut, UBP Bauksit memberikan kesempatan kepada para pelaku Usaha Mikro dan Kecil khususnya yang bergerak di bidang kuliner untuk menjadi penyedia makanan bagi pegawai.
Dibukanya kesempatan untuk menjadi penyuplai makanan bagi pegawai disambut baik oleh para pelaku usaha makanan karena menjadi kesempatan bagi mereka untuk meningkatkan usahanya. Saat ini terdapat sekitar 14 pelaku usaha katering yang menjadi mitra binaan UBP Bauksit. Untuk meningkatkan kualitas dan kontinuitas pelayanan, ANTAM membentuk cluster usaha katering dan memberikan akses dana Program Kemitraan. Setelah menjadi mitra binaan, selanjutnya para pelaku usaha katering tersebut diberikan pelatihan terkait pengelolaan usaha katering.
Program tersebut menjadi salah satu implementasi dari strategi keberlanjutan ANTAM, dimana Program Kemitraan selain ditujukan untuk mengembangkan Usaha Mikro dan Kecil juga menjadi bagian dalam mendukung kinerja operasi perusahaan. Dengan usaha katering tersebut, para pelaku usaha katering dibina dan dikembangkan sehingga diharapkan mampu menangkap peluang-peluang usaha baru dan memanfaatkan komoditas pertanian, peternakan, dan perikanan lokal untuk memenuhi kebutuhan mereka. Dengan pemanfaatan komoditas-komoditas tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan usaha di bidang pertanian, perikanan dan peternakan sesuai potensi yang ada di wilayah tersebut.
Program Kemitraan Usaha Katering Mendukung Bisnis
Pertambangan dan Peningkatan Ekonomi Lokal
Kecamatan Bangorejo merupakan salah satu daerah penghasil buah-buahan di Kabupaten Banyuwangi dengan produk utama buah Jeruk dan buah Naga. Produk yang dihasilkan petani dari daerah ini banyak dikirim ke Provinsi Bali dan kabupaten lain di Jawa Timur dan bahkan sampai ke Jakarta. Berkembangnya pertanian buah naga dan jeruk di daerah ini didukung oleh kesuburan alami tanah dan ketersediaan air yang cukup melimpah. Sayangnya hal ini belum didukung oleh sistem pemasaran yang menguntungkan petani. Setiap terjadi panen raya, harga buah naga dan buah jeruk selalu turun drastis yang menyebabkan keuntungan yang diperoleh petani tidak optimal dan bahkan petani mengalami kerugian. Untuk menjawab masalah tersebut, petani sering mengambil jalan pintas dengan menggunakan zat kimia secara berlebihan untuk meningkatkan produksi dan menghindari kerugian. Akibatnya produk buah-buahan yang dipasarkan justru menurun kualitasnya dan tidak aman untuk dikonsumsi karena terlalu banyak kandungan bahan kimia.
Melihat potensi dan kendala tersebut, ANTAM melalui Program Kemitraan mencoba untuk berkontribusi dengan membentuk cluster petani buah yang tergabung dalam Koperasi Serba Usaha Buana Sastra (KSU Buana Sastra) di Desa Sambimulyo. Bekerja sama dengan ikatan alumni Institut Pertanian Bogor di Kabupaten Banyuwangi, ANTAM melakukan pembinaan kepada para petani dengan mengembangkan produk buah naga dan jeruk
organik. Selain itu dilakukan diversifikasi produk dengan mengembangkan jeruk peras dengan cara memanen
buah jeruk sebelum matang. Produk tersebut selanjutnya dipasarkan ke konsumen yang memerlukan jeruk peras seperti rumah makan dan hotel.
ANTAM juga membantu petani binaan dengan cara mengikutsertakan mereka dalam pameran berskala nasional yaitu Fruit Indonesia Expo, sehingga produk mereka semakin dikenal oleh pasar. Dengan branding produk buah organik sehat, beberapa distributor dan pedagang besar untuk memasarkan produk buah naga organik yang dihasilkan oleh para petani binaan. Untuk selanjutnya para petani akan mengembangkan produk pertaniannya
untuk diolah menjadi makanan olahan berbahan dasar buah yang mereka hasilkan. Dengan diversifikasi dan hilirisasi produk pertanian, diharapkan permasalahan klasik yang dihadapi oleh petani yaitu fluktuasi harga yang
menyebabkan kerugian petani pada saat panen raya dapat teratasi. Selain itu dengan mengembangkan produk organik diharapkan petani dan konsumen semakin menyadari pentingnya mengonsumsi buah yang aman dan sehat serta menjaga lingkungan dari kerusakan akibat penggunaan pestisida dan bahan kimia yang berlebihan sehingga daya dukung lingkungan akan tetap terjaga untuk mendukung pertanian berkelanjutan.
Potensi lain yang dapat dikembangkan di daerah ini untuk mendukung pertanian berkelanjutan adalah wisata agro karena Kecamatan Bangorejo merupakan daerah yang dekat dengan obyek wisata Pantai Pulau Merah yang sudah cukup terkenal dan banyak dikunjungi oleh wisatawan baik lokal maupun asing. Untuk lebih menggali potensi tersebut perlu ditumbuhkan perhatian yang lebih serius dan dibuat program yang dapat menyinergikan seluruh stakeholder terkait antara lain Pemerintah Daerah, Lembaga Perguruan Tinggi, perusahaan, dan seluruh komponen masyarakat.
Mengembangkan Pertanian Berkelanjutan
P
endahuluan
P
elaksanaan Program K
emitraan
dan Bina Lingkungan
Pr
ogram
Community
De
velopment
Tindak Lanjut Hasil A
udit
T
antangan dan P
eluang
P
enutup
Sinergi
Penyaluran
Program Kemitraan
Untuk membantu pencapaian target penyaluran Dana
Program Kemitraan, ANTAM menjalin kerja sama penyaluran
dengan BUMN lain (sinergi BUMN). Pada tahun 2016, PKBL
ANTAM menjalin kerja sama penyaluran dengan PT Rajawali
Nusantara Indonesia (PT RNI).
Kerja sama ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap Program Pemerintah dalam mewujudkan swasembada gula di wilayah Indonesia. Kerja sama tersebut direalisasikan di 2 wilayah operasi PT RNI yang juga merupakan bagian dari wilayah operasi ANTAM yaitu Cirebon, Jawa Barat dan Malang, Jawa Timur.
Untuk wilayah Cirebon, Jawa Barat realisasi penyaluran sebesar Rp22,56 miliar kepada 556 mitra binaan, sedangkan untuk wilayah Malang, Jawa Timur realisasi penyaluran sebesar Rp25 miliar kepada 500 mitra binaan.
Salah satu Program Kemitraan yang bersinergi dengan BUMN lainnya adalah Program Kemitraan untuk Petani Tebu Rakyat, dimana pada tahun 2016 ANTAM bekerja sama dengan PT Rajawali Nusantara Indonesia (PT RNI) dalam menyalurkan dana Program Kemitraan untuk petani tebu rakyat di Cirebon dan Malang. Total dana yang disalurkan untuk petani tebu rakyat di Cirebon sebesar Rp22,56 miliar untuk mendanai 556 petani dengan total luas area sebesar 132,7 Ha. Petani tebu rakyat tersebut adalah mitra tani yang menyuplai kebutuhan bahan baku tebu untuk Pabrik Gula Tersana Baru di Cirebon. Sedangkan untuk petani tebu rakyat di Pabrik Gula Krebet Baru Malang, ANTAM menyalurkan dana kepada 500 petani dengan total pinjaman sebesar Rp25 miliar. Pendanaan kepada para petani tebu rakyat ini diharapkan dapat mendukung program swasembada pangan khususnya gula.
Pada musim tanam 2015/2016 terjadi anomali iklim dimana terjadi curah hujan yang lebih tinggi dari tahun sebelumnya sehingga sangat berpengaruh terhadap kinerja dan pendapatan petani. Selain mempengaruhi rendemen, tingginya curah hujan mengakibatkan biaya produksi menjadi lebih tinggi sebagai imbas biaya angkut yang meningkat drastis. Dengan dana Program Kemitraan, dampak anomali iklim terhadap tingkat pendapatan petani dapat diminimalkan karena petani dapat memenuhi kebutuhan dana kegiatan usaha tani antara lain untuk menyediakan pupuk, obat-obatan, tenaga kerja, perawatan serta pemanenan sesuai jadwal sehingga dapat mendukung pencapaian produksi dan rendemen.
Pada tahun mendatang sinergi BUMN untuk para petani dapat ditingkatkan dengan memperhatikan keterkaitan kepentingan Perusahaan. Selain pertanian tebu rakyat, komoditas lainnya yang dapat dikembangkan melalui Program Kemitraan antara lain padi, perikanan, peternakan dan komoditas-komoditas strategis lainnya yang dapat mendukung kedaulatan pangan sebagai salah satu Program Nawacita. Kontribusi ANTAM melalui Program Kemitraan sangat penting untuk mendukung kedaulatan pangan tersebut.
Program Kemitraan Mendukung Kedaulatan Pangan
P
endahuluan
P
elaksanaan Pr
ogram K
emitraan
dan Bina Lingkungan
Program
Community
De
velopment
Tindak Lanjut Hasil A
udit
T
antangan dan P
eluang
P
enutup
Program
Community Development
Usaha penangkapan dan pengolahan ikan teri yang menjadi salah satu program inkubator usaha di Maluku Utara
Selain Program Kemitraan dan
Bina Lingkungan, ANTAM juga
memenuhi standar; 5) kurangnya sarana belajar alternatif selain sekolah di komunitas; dan 6) sulitnya akses transportasi ke sekolah.
Salah satu program unggulan di bidang pendidikan adalah School Development Program (SDP) ANTAM yang diharapkan dapat menjawab berbagai persoalan bidang pendidikan tersebut. Saat ini ada 2 unit bisnis yang secara fokus melaksanakan SDP, yaitu UBPN Malut dan UBPN Sultra. Di UBPN Malut cakupan program adalah sekolah-sekolah yang akan menjadi role model di wilayah Kecamatan Kota Maba dan Kecamatan Maba Kabupaten Halmahera Timur. Program ini telah dijalankan ANTAM sejak tahun 2010 hingga saat ini mencakup pendampingan dan bantuan fasilitas untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
SDP tingkat sekolah dasar dilakukan di SD Inpres Buli Karya dan 8 SD terimbas lainnya di Kecamatan Maba. Kini SD Inpres Buli Karya sudah terakreditasi B. Di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dilakukan di SMAN 5 Haltim dan 3 SMA terimbas lainnya di Kecamatan Kota Maba pada tahun 2013-2016. Saat ini SMAN 5 Haltim telah menerima Piagam Penghargaan Adiwiyata Tingkat Nasional. akses dan kualitas
layanan
akses dan kualitas pendidikan
Untuk meningkatkan efektivitas, selain program unggulan yang sudah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya, pada tahun 2016 dilakukan inovasi program Inkubator Usaha di 4 unit bisnis, yaitu UBPN Sultra, UBPN Malut, UBP Emas dan UBP Bauksit. Selain itu, dilakukan Pengukuran Dampak Sosial untuk mengukur efektivitas Program CSR selain Community Satisfaction Index yang telah menjadi program rutin.
Bidang Pendidikan
ANTAM mengembangkan program strategis di bidang pendidikan untuk merespon permasalahan bidang pendidikan yang dihadapi oleh masyarakat karena menyadari bahwa pendidikan menjadi salah satu faktor kunci dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang mutlak dibutuhkan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di sekitar wilayah operasi Perusahaan. Beberapa permasalahan bidang pendidikan paling dominan yang dihadapi oleh masyarakat antara lain:
1) keterbatasan sarana fisik berupa ruang belajar, gedung,
P
Tindak Lanjut Hasil A
udit
Pengembangan masyarakat dalam bidang kesehatan diarahkan untuk meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dan Pemangku Kepentingan lainnya, khususnya pemerintah dalam upaya preventif dan promotif untuk menekan angka kesakitan yang ada di masyarakat.
Prioritas pembangunan kesehatan lebih mengutamakan pada upaya preventif dan promotif tanpa meninggalkan upaya kuratif dan rehabilitasi. Pembangunan kesehatan di berbagai wilayah operasional pun lebih diarahkan pada upaya peningkatan akses dan layanan kesehatan, peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat, peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan gratis.
ANTAM menyadari pentingnya peran Posyandu dalam peningkatan kesehatan masyarakat karena itulah UBPN Sultra secara rutin melaksanakan Program Revitalisasi Posyandu. Ada 2 kegiatan utama dari program revitalisasi Posyandu ini yaitu, pelatihan kader Posyandu dan peningkatan pemenuhan kelengkapan sarana dan peralatan Posyandu.
Khusus tahun ini program revitalisasi Posyandu berfokus pada upaya peningkatan kapasitas para kader serta pemberian bantuan stimulus berupa sarana perlengkapan untuk Posyandu Tetelara di Desa Huko-huko dan Posyandu Lawania di Desa Oko-oko, Kecamatan Pomalaa. Pelatihan peningkatan kapasitas kader Posyandu 2016 dihadiri oleh 110 orang kader dari 20 Posyandu di Kecamatan Pomalaa.
Sementara itu di Buli, ANTAM mendukung upaya pengentasan gizi buruk untuk ibu hamil dan balita, peningkatan tenaga dokter dan perawat, bantuan jasa pembersih dan keamanan, renovasi ruang rawat inap, pembukaan poli umum dan UGD, renovasi WC, pengadaan kursi tunggu pasien, pembangunan pos keamanan, penimbunan halaman dan pemasangan paving block. Di UBPN Sultra, SDP mulai dilakukan di tahun 2016 dan
dilanjutkan pada tahun 2017. Tujuan Program ini antara lain meningkatkan kompetensi dan profesionalisme penyelenggara dan pengelola sekolah, membantu meningkatkan mutu sekolah negeri dan swasta menjadi sekolah berkualitas, menjadikan sekolah model bermutu, tidak hanya secara akademik tapi juga secara non akademik.
Program ini diawali dengan kegiatan workshop desain Sekolah Berkualitas dan Peningkatan profesionalisme guru di lingkungan TK, SD dan SMP di lingkungan Yayasan Pendidikan Pomalaa yang digelar 29 Agustus- 1 September 2016, dan akan terus berlanjut dengan berbagai kegiatan pelatihan dan workshop serta manajemen yang berbasiskan kebutuhan sekolah.
Selain SDP, program unggulan lain adalah Green School Program - Sekolah Adiwiyata Mandiri sebagai salah satu bentuk komitmen ANTAM dalam pencapaian tujuan Pembangunan Berkelanjutan dengan mendukung program pendidikan berbasis lingkungan yang dikembangkan oleh pemerintah, yaitu Sekolah Adiwiyata. Program ini dilaksanakan oleh UBPP Logam Mulia sejak tahun 2014.
SDN Cibubur 11 di Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur dipilih sebagai sekolah dampingan dan binaan ANTAM. Keberhasilan upaya ANTAM untuk menjadikan sekolah ini sebagai sekolah percontohan berbasis lingkungan mendapat apresiasi dari pemerintah dimana pada tahun 2014 sekolah ini berhasil meraih predikat Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional.
dan modal awal untuk melakukan usaha yang meliputi pelatihan teknis dan manajerial, peralatan dan bahan usaha awal.
ANTAM juga meneruskan program pemberdayaan berkelanjutan berbasis kebudayaan yaitu kerajinan sulam khas Kalimantan Barat. Program ini dimulai tahun 2014 dengan kegiatan pelatihan desain sulam lanjutan, pelatihan dasar manajemen, sekaligus menjalani simulasi bisnis produksi sulam yang dibekali dengan akses langsung pemasaran produk. Perajin yang berpotensi dan memenuhi syarat selanjutnya dijadikan mitra binaan dan diberikan pinjaman dana Program Kemitraan untuk pengembangan usahanya.
Sejak 2014 UBPP LM melaksanakan program Bank Sampah di Pulo Kambing Kecamatan Cakung Jakarta Timur. Ide awal program ini adalah untuk mengatasi masalah lingkungan dan kesehatan serta mencapai kesetaraan gender melalui pemberdayaan perempuan. Sejak April 2016 ANTAM bersama dengan kelompok masyarakat di Pulo Kambing berinisiatif membangun Bank Sampah sebagai sumber pendapatan ekonomi masyarakat dengan menciptakan nilai ekonomis pada sampah. Sebagai kelanjutan dari bank sampah tersebut, dibentuklah koperasi simpan pinjam dengan bersumber pada tabungan sampah. Koperasi ini dikelola dan beranggotakan kaum perempuan.
Dengan adanya dukungan ANTAM dalam pembinaan dan pendampingan kelompok terkait pengelolaan sampah, masyarakat berhasil mereduksi sampah sebanyak 5.015 Kg di tahun 2016. Selain itu, program ini juga
Bidang Pengembangan Ekonomi Lokal
Pengembangan ekonomi lokal dilakukan dalam rangka menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat dan meningkatkan penghasilan atau sumber pendapatan bagi masyarakat, khususnya masyarakat miskin dan rentan.
Beberapa program strategis ANTAM yang berkenaan dengan kontribusi terhadap pengembangan ekonomi masyarakat miskin dan kelompok rentan lainnya di wilayah operasional Perusahaan di antaranya meliputi: 1. Peningkatan produktivitas pertanian, baik pertanian
tanaman pangan, holtikultura, perkebunan, perikanan dan peternakan
2. Pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah serta penyediaan layanan pembiayaan usaha
3. Perluasan dan penciptaan lapangan kerja baru untuk kelompok masyarakat
4. Diseminasi teknologi tepat guna untuk masyarakat; dan
5. Peningkatan pendapatan rumah tangga miskin dan kelompok rentan.
Salah satu program unggulan yang dikembangkan ANTAM dalam bidang pengembangan ekonomi lokal adalah menginisiasi program inkubator usaha di 4 unit bisnis utama ANTAM, yaitu UBPN Sultra, UBPN Malut, UBP Emas dan UBP Bauksit.
Program inkubator ditujukan untuk mengembangkan potensi usaha berbasis sumber daya lokal di sekitar keempat unit bisnis, sehingga terwujud masyarakat lokal yang mandiri. Di dalamnya diberikan pendampingan
P
Tindak Lanjut Hasil A
udit
berhasil mengatasi isu ketergantungan ibu rumah tangga pada bank keliling/rentenir.
Sejak tahun 2015 UBPN Malut menginisiasi program pengembangan perkebunan kopi dan pala di Kecamatan Kota Maba dan Maba, Halmahera Timur. Saat ini sekitar 46 Ha sudah ditanam untuk tanaman kopi dan pala dengan jumlah tanaman sekitar 83.994 yang ditanam oleh 114 petani. Selain bibit, ANTAM juga memberikan bantuan pupuk kepada para petani tersebut. Masyarakat diperkenalkan dengan metode budidaya kopi dan pala untuk mendapatkan hasil yang optimal.
UBPN Malut juga melaksanakan program dapur hidup yang melibatkan 213 ibu rumah tangga dengan jumlah fasilitator 16 orang. Dalam program ini berhasil ditanam sebanyak 10.980 polybag tanaman sayur-mayur untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Hal ini merupakan salah satu prestasi tersendiri, mengingat selama ini masyarakat kesulitan untuk mendapatkan sayur mayur segar yang harus didatangkan dari luar pulau.
Bidang Sosial Budaya
Keberadaan usaha pertambangan mendorong munculnya gelombang pendatang dari berbagai daerah. Untuk itu, penting bagi perusahaan untuk dapat menjalin hubungan yang konstruktif dengan seluruh pemangku kepentingan di wilayah operasional untuk mengantisipasi timbulnya potensi masalah baru seperti tergerusnya nilai budaya dan adat istiadat lokal akibat akulturasi budaya
dengan pendatang, termasuk potensi konflik sosial dari
migrasi orang dari berbagai latar belakang suku, agama dan latar belakang budaya. ANTAM menerapkan strategi komunikasi dan pendekatan sosial, keagamaan, adat budaya dan formal institusional sesuai dengan kondisi yang ada.
Pelaksanaan program pengembangan masyarakat yang dilakukan ANTAM khususnya dalam bidang sosial budaya diarahkan pada beberapa hal yaitu:
1. Kontribusi yang mendorong terpeliharanya tatanan adat dan berbagai atribut budaya masyarakat setempat; dan
2. Kontribusi yang mendukung terwujudnya hubungan yang harmonis antara Perusahaan dengan pemangku kepentingan, khususnya masyarakat lokal
Sebagai salah satu bentuk upaya melestarikan kebudayaan suku Dayak di Kalimantan Barat, ANTAM memberikan dukungan dalam bentuk partisipasi pada pelaksanaan upacara Gawai Dayak di tingkat Kabupaten Sanggau hingga pelaksanaannya di tingkat provinsi.
Gawai Dayak atau Naik Dango atau Maka’ Dio merupakan pesta atau upacara selamatan adat untuk mengucap syukur atas karunia keamanan, kesehatan dan hasil panen yang melimpah yang diberikan oleh Jubata (Yang Maha Kuasa). Di Kalimantan Barat, perhelatan ini rutin dilakukan pada pertengahan tahun dilaksanakan baik di tingkat kabupaten hingga tingkat provinsi, yang diisi dengan berbagai kegiatan seni musik, tari, permainan adat hingga kuliner lokal khas masyarakat adat.
Dalam rangka menghormati budaya lokal, UBP Emas secara rutin berpartisipasi dalam Seren Taun yang dilakukan oleh Masyarakat Adat Kasepuhan Urug, Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.
Di UBPB Tayan, ANTAM membentuk Kelompok Revegetasi Embaloh sejak tahun 2014 dengan beranggotakan 7 orang. Kelompok ini dibentuk untuk mendukung pelaksanaan reklamasi dan revegetasi yang progresif yang dilakukan UBPB Tayan mencakup pekerjaan pembibitan, penanaman, pemeliharaan tanaman di area reklamasi, pengendalian erosi melalui pemanfaatan tandan kosong sawit, serta pembuatan pupuk kompos. Program yang dilakukan lebih dikenal dengan M3A (Mandiri Mana’ Man Alam) yang artinya Kita Mandiri Selaras Alam.
Kini Kelompok Revegetasi Embaloh berkembang dengan 20 orang anggota dan menghasilkan lebih beragam produk, termasuk aneka bibit mulai dari arachys, LCC, dan bibit tanaman kehutanan dan perkebunan seperti johar, durian, cempedak, dan mete.
Di samping itu kelompok juga telah menghasilkan kompos yang digunakan dalam kegiatan reklamasi. Selama tahun 2016, nilai kontrak kelompok dalam kerja sama pelaksanaan reklamasi mencapai Rp1.454.608.625 (penyediaan bibit, kompos, penanaman, dan pemeliharaan).
Program Penguatan Kapasitas Kelembagaan
Masyarakat
Program pengembangan masyarakat merupakan upaya sistematis untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan. Untuk memudahkan pencapaian kemandirian tersebut diperlukan peningkatan kapasitas kelembagaan masyarakat baik formal maupun informal serta sinergi antara berbagai stakeholder dalam pelaksanaannya.
Program strategis yang didorong ANTAM terkait upaya peningkatan kapasitas kelembagaan masyarakat meliputi: 1. Dukungan terhadap peningkatan kapasitas
kelembagaan sosial ekonomi masyarakat, khususnya berkenaan dengan pengembangan dan peningkatan tata kelola kelembagaan sosial ekonomi masyarakat dan fasilitasi pengurusan aspek legalitas kelembagaan sosial ekonomi masyarakat; dan
2. Dukungan terhadap peningkatan kapasitas kelembagaan pemerintahan desa dan adat, khususnya berkenaan dengan pengembangan untuk penguatan kapasitas staf desa, kontribusi terhadap peningkatan kualitas sarana prasarana komunitas dan dukungan untuk penguatan kelembagaan adat.
ANTAM terlibat bersama-sama masyarakat dan stakeholder lainnya dalam setiap tahapan program CSR mulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai dengan monitoring dan evaluasi. Di UBP Emas misalnya, secara rutin setahun sekali Di kawasan pegunungan TNGHS ditemukan beberapa
kasepuhan besar yaitu Kasepuhan Cipatat di Desa Kiarapandak, Kasepuhan Urug di Desa Urug, Kasepuhan Leuwicatang Desa Bantarkaret Kabupaten Bogor. Sedangkan di Kabupaten Sukabumi terdapat Kasepuhan Ciptagelar, Sirnaresmi dan Ciptamulya. Sementara di Kabupaten Lebak terdapat Kasepuhan Cisungsang, Guradog, Citorek, Pasireurih, Carucucub, Ciherang, Bayah, Karang, Cisitu dan Sindang Agung.
Keterlibatan ANTAM pada perayaan Seren Taun adalah sebagai upaya komunikasi dan menjaga tradisi/budaya lokal. Seren Taun juga menjadi agenda silaturahmi antara masyarakat adat kasepuhan dengan pemerintah Kabupaten Lebak, pengelola Taman Nasional Gunung Halimun-Salak (TNGHS) dan ANTAM.
Bidang Konservasi dan Rehabilitasi Lingkungan
Daya dukung lingkungan merupakan salah satu syarat mutlak untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu semua stakeholder harus memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup.
ANTAM mendorong beberapa program strategis dalam upaya menjaga dan melestarikan lingkungan di sekitar wilayah operasional dalam bentuk:
1. Rehabilitasi atas kerusakan lingkungan, dengan melakukan rehabilitasi lahan terganggu, kawasan hutan, daerah aliran sungai, kawasan pesisir, termasuk lahan kritis lainnya;
2. Konservasi dan pelestarian keanekaragaman hayati di kawasan konservasi dan kawasan lainnya;
3. Berkontribusi terhadap penanggulangan masalah pemanasan global melalui inisiatif mitigasi dan adaptasi 4. Penyelenggaraan berbagai inisiatif pendidikan
lingkungan hidup;
5. Berkontribusi dan bermitra dengan berbagai pihak yang memiliki kepedulian atas kelestarian lingkungan; dan 6. Peningkatan kesadaran masyarakat melalui
pengelolaan sampah berbasis masyarakat
P
Tindak Lanjut Hasil A
udit
sebesar 78,22% artinya secara agregat terjadi peningkatan sebesar 0,73%. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat telah puas terhadap pelaksanaan program CSR ANTAM, karena nilai CSI agregat berada pada rentang 66-80%. Dengan kata lain, kinerja yang ditunjukkan dalam program CSR ANTAM sudah mendekati harapan masyarakat.
Terdapat 3 (tiga) unit yang memiliki nilai CSI di atas nilai agregat CSI Perusahaan, yakni Unit Kantor Pusat (80,13%), UBPN Sultra (79,10%), UBP Bauksit (79,21%). Adapun nilai CSI tertinggi terjadi pada Unit Kantor Pusat sebesar 80,13%.
Disamping itu, hasil survei menunjukkan bahwa terdapat 3 (tiga) unit yakni UBPN Malut (78,83%), UBPP Logam Mulia (78,63%) dan UBP Emas (77,82%) yang memiliki nilai CSI di bawah nilai CSI agregat. Adapun nilai CSI terendah terjadi pada UBP Emas sebesar 77,82%, sedangkan pada tahun sebelumnya (2015) nilai CSI terendah terjadi di UBP Bauksit yakni sebesar 77,39%. Artinya nilai CSI terendah tahun 2016 masih lebih tinggi dibandingkan tahun 2015.
dilakukan Musrenbang Pongkor (Musrenpong) yang juga diperkaya dengan pelatihan dan bimbingan teknis tertentu kepada para aparat desa yang hadir sebagai pembekalan untuk meningkatkan kapasitas dalam melaksanakan program.
Indeks Kepuasan Masyarakat
ANTAM melakukan survei terkait Community Satisfaction Index (CSI) dengan menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) sebagai salah satu alat untuk mengevaluasi program CSR yang telah di laksanakan. Pengukuran Community Satisfaction Index 2016 terhadap program CSR ANTAM dilakukan pada Unit Kantor Pusat (Jakarta), UBPP LM, UBP Emas, UBPN Sultra, UBPN Malut dan UBP Bauksit.
Berdasarkan hasil survei, nilai CSI terhadap program CSR secara agregat tahun 2016 sebesar 78,95%, sedangkan hasil survei CSI terhadap program CSR secara agregat tahun 2015
Nilai Community Satisfaction Index terhadap Program CSR ANTAM menurut Lokasi Unit Bisnis dan Selisih
Unit Bisnis 2015 (%) 2016 (%) Selisih (%)
Unit Kantor Pusat 78,47 80,13 +1,66
UBPP LM 78,11 78,63 +0,52
UBP Emas 77,98 77,82 -0,16
UBPN Malut 78,94 78,83 -0,11
UBPN Sultra 78,43 79,10 +0,67
UBP Bauksit 77,39 79,21 +1,82
Agregat 78,22 78,95 +0,73
CSI CSR Program ANTAM tahun 2014-2016 (%)
sekolah dasar. Walaupun pada generasi muda ada peningkatan pendidikan, namun terdapat hambatan kultural dan ekonomi untuk menempuh pendidikan yang tinggi. Secara kesehatan, seluruh kelompok masyarakat, terutama ibu dan anak-anak, rentan terkena pencemaran Sungai Cikaniki, yang pada tahun 2016 baru dibersihkan setelah PETI ditertibkan. Banyak penyakit yang otomatis menurun setelah itu, sehingga meningkatkan modal personal masyarakat.
Modal natural secara umum mengalami penurunan yang landai sejak 5 tahun yang lampau terutama karena kegiatan eksploitasi sumber daya alam dan berkurangnya tutupan hutan, namun indeks kualitas lingkungan tempat masyarakat tinggal mengalami peningkatan.
Modal finansial yang dimiliki oleh masyarakat sekitar
UBP Emas berupa akses keuangan modern tidak besar, tingkat kepemilikan tabungan hanya 23% dan hanya 8% penduduk yang memanfaatkan pinjaman ke bank, sehingga pemenuhan kebutuhan modal untuk pengembangan usaha masih cukup rendah.
Di sisi lain, modal infrastruktur terus mengalami meningkat sepanjang 5 tahun terakhir, baik dalam kualitas maupun akses yang dimiliki masyarakat, yang tertinggi adalah jalan desa, sekolah, kantor desa, toko sembako, puskesmas, dan posyandu. Hasil ini menunjukkan bagaimana masyarakat di sekitar UBP Emas menilai kemajuan dalam kehidupannya. Hasil social mapping ini memberikan gambaran modal masyarakat yang harus ditingkatkan dan aspek apa yang harus diperbaiki.
Pengukuran Dampak
ANTAM juga melakukan Studi Pengukuran Dampak yang dilaksanakan bekerja sama dengan FEMA IPB. Pengukuran ini dilakukan dengan mengombinasikan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus (penelitian partisipatif untuk pemberdayaan). Studi ini dilaksanakan di UBPN Malut, UBPN Sultra, UBP Emas, dan UBP Bauksit.
Nilai Community Satisfaction Index terhadap Program CSR ANTAM menurut Jenis Program dan Selisih
Jenis Program 2015 (%) 2016 (%) Selisih (%)
Kemitraan 78,37 78,99 0,62
Bina Lingkungan 78,45 77,13 -1,32
Community Development 78,28 79,89 1,61
Agregat 78,22 78,95 0,73
Penurunan tingkat CSI terjadi karena berbagai hal di antaranya pengaruh isu tingkat lokal seperti kasus penindakan Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) yang dilakukan di UBP Emas, dampak dari diberlakukannya UU Mineral dan Batu Bara (Minerba) yang secara sistematik mengurangi peluang bekerja bagi masyarakat sekitar tambang.
Sementara berdasarkan jenis program, kenaikan skor CSI paling tinggi pada jenis program Community Development yakni sebesar 0,61%, sedangkan untuk Program Kemitraan mengalami peningkatan sebesar 0,62%. Hal yang berbeda ditunjukkan pada program Bina Lingkungan yang mengalami penurunan sebesar 1,32%. Dari data tersebut menunjukkan bahwa pandangan masyarakat mengenai program mengalami perubahan, program yang sifatnya pemberdayaan memperoleh nilai yang lebih baik dibandingkan dengan program yang sifatnya bantuan.
Social Mapping 2016
Selain melakukan CSI, di tahun 2016 ANTAM melakukan pemutakhiran social mapping yang ada agar sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh PROPER, serta mengukur dampak dari program-program unggulan CSR di 4 (empat) unit bisnis, yaitu UBPN Sultra, UBPN Malut, UBP Emas, dan UBP Bauksit.
Social mapping dilakukan berkerja sama dengan Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (FEMA IPB) menggunakan pendekatan Sustainable Livelihood Framework. Pendekatan ini dipandang sebagai salah satu yang paling baik, karena melihat secara detail adanya 5 jenis modal di dalam masyarakat, yaitu modal
sosial, personal/SDM, natural, finansial, serta fisik/
infrastruktur.
P
Tindak Lanjut Hasil A
udit
• Masyarakat dapat meningkatkan keterampilan
Tanggapan masyarakat tentang peningkatan keterampilan masyarakat umum, generasi muda, perempuan, dan masyarakat miskin mendapatkan nilai 70% atau lebih dan lebih dari 50% responden menyatakan bahwa CSR ANTAM memang menumbuhkan bisnis pemasok dan kontraktor lokal.
Peningkatan Keterampilan Masyarakat (%)
Mengembangkan
• ANTAM memberikan dukungan bagi ekonomi daerah
Hasil studi menunjukkan lebih dari 80% responden setuju bahwa CSR ANTAM telah mendukung pembangunan ekonomi daerah dalam bentuk layanan dan fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, kegiatan budaya, dan membuat komunitas secara keseluruhan menjadi lebih baik.
Partisipasi Untuk Mendukung pembangunan Ekonomi Daerah (%)
Secara umum hasil Studi Pengukuran Dampak menunjukkan bahwa program yang dijalankan oleh ANTAM dipersepsikan berhasil dan diapresiasi masyarakat. Hasil-hasil penting dalam studi ini adalah:
• Masyarakat terlibat dalam pelaksanaan monitoring dan evaluasi
ANTAM selalu berupaya melibatkan masyarakat dalam monitoring dan evaluasi program CSR yang dilakukan, mulai dari kaum perempuan, tokoh masyarakat, maupun pemerintah setempat.
Keterlibatan Masyarakat terhadap Monitoring dan Evaluasi
90
Persentase (%) Jumlah (orang)
• Program CSR telah sesuai dengan kebutuhan masyarakat
Lebih dari 86,1% Pemangku Kepentingan menyetujui bahwa program telah tepat sasaran, dana yang dibutuhkan, jadwal pelaksanaan, kebutuhan bersama dan pembangunan desa, kebutuhan perempuan dan masyarakat miskin.
Kesesuaian Program CSR dengan Kebutuhan Masyarakat (%)
Sesuai atau Tepat Sasaran Sesuai Jumlah Dananya Sesuai Jadwal/Waktu Pelaksanaanya Sesuai Kebutuhan Bersama Sesuai Kebutuhan Pembangunan Desa Sesuai Kebutuhan Perempuan Sesuai Kebutuhan Masyarakat Miskin Sesuai Kebutuhan Masyarakat secara umum
Tantangan terbesar ANTAM sebagai perusahaan pengelola sumber daya alam adalah karakteristik sumber daya mineral yang tidak terbarukan. Untuk menjawab tantangan tersebut Perusahaan bersama dengan seluruh stakeholder harus mampu menggali berbagai potensi, baik modal personal (personalcapital), modal ekonomi (economic capital), modal sosial budaya (socio-culturalcapital), maupun modal lingkungan (naturalcapital) yang dapat mendorong terciptanya sumber ekonomi baru untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Melalui pelaksanaan CSR, ANTAM menciptakan berbagai peluang usaha baru bagi masyarakat untuk kemudian dibina sebagai mitra binaan Perusahaan. Salah satu Program CSR yang dilaksanakan pada tahun 2016 adalah Program Inkubator usaha yang ditujukan untuk melahirkan para pelaku usaha handal yang mampu memanfaatkan setiap potensi sumber daya lokal secara optimal.
Berdasarkan pemetaan potensi yang telah dilakukan sebelumnya, Perseroan menetapkan beberapa Program Inkubator Usaha sesuai dengan potensi sumber daya alam yang ada di masing-masing unit bisnis, yaitu Program Ikan Keramba di UBP Emas, Program Pengembangan Ikan Teri di UBPN Malut, Pengembangan Usaha Pengolahan Sagu di UBPN Sultra, dan Pengembangan Pertanian Organik Terpadu di UBP Bauksit.
Melalui Program Inkubator Usaha diharapkan akan muncul sumber ekonomi baru yang menumbuhkan kemandirian masyarakat. Program ini pun diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang memiliki sikap dan jiwa mandiri, kesadaran dan kemauan, serta kompetensi yang memadai sehingga dapat memanfaatkan setiap peluang yang ada secara optimal untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Program Inkubator Usaha juga memuat upaya Perusahaan bersama-sama stakeholder lain untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan dan budaya organisasi yang mendukung penerapan GCG, tumbuhnya kreativitas yang mampu melahirkan inovasi, serta mendorong seluruh stakeholder untuk mempertahankan dan meningkatkan daya dukung lingkungan.
Menciptakan Nilai Baru melalui Program Inkubator Usaha
P
endahuluan
P
elaksanaan Pr
ogram K
emitraan
dan Bina Lingkungan
Pr
ogram
Community
De
velopment
Tindak Lanjut Hasil Audit
T
antangan dan P
eluang
P
enutup
Tindak Lanjut
Hasil Audit
Pada tahun 2016, ANTAM menunjuk KAP Tanudiredja,
Wibisana, Rintis & Rekan (PwC) sebagai auditor independen
untuk memeriksa Laporan Keuangan Perusahaan dan
Laporan Keuangan PKBL ANTAM.
Hal ini sejalan dengan Peraturan Menteri BUMN No. PER-09/MBU/07/2015 yang menyatakan bahwa pelaksanaan audit Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan dilakukan bersamaan dengan audit Laporan Keuangan BUMN Pembina.
Hasil opini audit Laporan Keuangan PKBL tahun 2016 adalah wajar dalam semua hal yang material, atau dalam lembar Laporan Auditor Independen dijelaskan sebagai berikut:
“Menurut opini kami, laporan keuangan unit PKBL ANTAM menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan Unit PKBL PT ANTAM tanggal 31 Desember 2016, serta kinerja keuangan dan arus kasnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan SAK-ETAP.”
ANTAM membina pengusaha furniture sebagai salah satu mitra binaan di UBPN Sultra
Sesuai dengan Master Plan CSR,
Program Kemitraan dan Bina
Lingkungan (PKBL) diharapkan
P
Tindak Lanjut Hasil A
udit
Salah satu peluang PKBL dalam mendukung kinerja Perusahaan adalah Program Kemitraan untuk para pelaku usaha yang terkait dengan kegiatan operasi Perusahaan menggunakan produk ANTAM sebagai bahan baku, misalnya pengrajin perak dimana bahan bakunya disediakan oleh ANTAM kemudian ANTAM juga dapat menjadi offtaker dari produk mitra binaan tersebut.
Pada 2016, ANTAM telah menjajaki Program Kemitraan untuk para pengrajin emas dan perak di Bali. Terdapat peluang bagi ANTAM untuk menyuplai kebutuhan bahan baku emas dan perak, sehingga para pengrajin akan terjamin ketersediaan bahan baku yang legal dan terjamin kualitasnya. Selain itu, ANTAM dapat berperan sebagai offtaker produk perhiasan emas dan perak, dimana hal tersebut sejalan dengan rencana pengembangan bisnis ANTAM. Terdapat beberapa tantangan dalam implementasi program kemitraan ini antara lain masih banyak pengrajin yang memilih menggunakan bahan baku ilegal karena harganya lebih murah, serta masih rendahnya kesadaran konsumen dalam menggunakan perhiasan berbahan baku emas dan perak yang legal. Melalui Program Kemitraan diharapkan tantangan serta kendala tersebut dapat diatasi. Oleh karena itu, Program Kemitraan untuk Pengrajin Perak akan dilanjutkan realisasinya pada tahun-tahun mendatang.
Dalam rangka mendukung pembangunan berkelanjutan di sekitar wilayah operasi pertambangan, ANTAM akan terus meningkatkan penyaluran dana Program Kemitraan di unit-unit bisnis. Terdapat beberapa tantangan dalam melaksanakan hal tersebut terutama kesiapan para pelaku usaha mikro dan kecil dalam mengoptimalkan sumber daya lokal yang mereka miliki. Untuk menjawab tantangan tersebut ANTAM melaksanakan program inkubator usaha di beberapa unit bisnis sesuai dengan potensi sumber daya alam yang ada di masing-masing wilayah. Dengan program inkubator usaha tersebut diharapkan lahir para pelaku usaha baru berbasis sumber daya lokal yang nantinya akan menjadi mitra binaan ANTAM.
Tantangan lain yang dihadapi dalam pelaksanaan PKBL adalah regulasi yang membatasi jumlah penyaluran dana sebesar Rp75 juta per mitra binaan sehingga diperlukan lebih banyak calon mitra binaan untuk menyalurkan dana sesuai target efektivitas penyaluran. Untuk menjawab tantangan tersebut, Perseroan melanjutkan kerja sama dengan BUMN lainnya yaitu PT RNI dalam menyalurkan dana Program Kemitraan untuk petani tebu di Cirebon, Jawa Barat dan Malang, Jawa Timur.