Facebook Twitter
RSS Google
Home » Info Guru » ATURAN BARU TENTANG STANDARISASI GAJI DAN PENGANGKATAN TENAGA HONORER MENURUT RUU ASN !!
ATURAN BARU TENTANG
STANDARISASI GAJI DAN
PENGANGKATAN TENAGA
HONORER MENURUT RUU ASN !!
Posted by syifa amanul fuadi Tuesday, 25 August 2015RSS
Subscribe in a reader
Join this site with Google Friend Connect
Members (22)
Already a member? Sign in
POPULAR POSTS
KENAIKAN GAJI DAN GAJI KE-13 PNS DIPASTIKAN DIBAYARKAN JUNI 2015
Berita menggembirakan bagi para Pegawai Negeri Sipil menjelang pertengahan tahun 2015 ini. Seperti kabar yang beredar sebelumnya, kemun...
PEMERINTAH AKAN GELAR SELEKSI CPNS
Beli Gmail U/ Domain Anda
Alamat Email Bisnis Khusus. Mulai Uji Coba Gratis 30 Hari.
Home Makalah RPP Info Guru Contoh Soal SD Contoh Soal CPNS Tutorial
Assalamu'alaikum wr.wb.
Selamat siang rekan guru semuanya, semoga berita ini bermanfaat. Pembahasan rancangan undang-undang aparatur sipil negara ( RUU ASN ) antara pemerintah dengan Komisi II DPR masih alot. Pemerintah terkesan hati-hati untuk memutuskan produk hukum itu. Padahal aturan ini penting, diantaranya soal standarisasi gaji tenaga honorer atau pegawai non-PNS.
Saking alotnya pembahasan RUU ASN , pemerintah dan DPR belum sepakat untuk urusan-urusan sepele. Seperti penggunaan istilah tenaga honorer atau non-PNS. "Pilihan istilahnya sementara ini antara PTT (pegawai tidak tetap) atau pegawai non-permanen," ujar Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Eko Sutrisno.
Eko mengatakan, posisi RUU Aparatur Sipil Negara ini cukup strategis sehingga tidak bisa diselesaikan ala kadarnya. Di internal pemerintahan sendiri, yang melibatkan sejumlah kementerian, Eko mengatakan materi RUU Aparatur Sipil Negara masih terus digodok.
Dia mengatakan pemerintah tidak bisa mengambil resiko negatif, apalagi berkaitan dengan jumlah PNS (pegawai negeri sipil) yang mencapai 5,6 juta jiwa. Menurut pejabat asal Kabupaten Tranggalek, Jawa Timur itu, dalam RUU ASN ini juga dibahas soal nasib tenaga honorer.
Istilah tenaga honorer ini untuk mempermudah penyebutan, soalnya istilah yang resmi belum dikeluarkan. Eko menuturkan jika dalam RUU ASN ini sebelum mulai bekerja, tenaga honorer wajib meneken kontrak.
Dalam kontrak ini, tertuang jelas soal upah atau gaji yang akan mereka terima.
2015 , BERIKUT KUOTANYA Pemerintah bakal menyelenggarakan seleksi CPNS dari jalur umum atau honorer kategori dua (K2) pada 2015 ini. Tes yang rencananya dig...
SYARAT GURU HONORER DIANGKAT CPNS
DEPOK- Guru honorer yang tidak berkompetensi jangan berharap bisa diangkat CPNS. Pasalnya, ini hanya guru yang memiliki kompetens...
PP BARU PENGANGKATAN HONORER MENJADI CPNS 2015 Peraturan Pemerintah (PP) Pengangkatan Honorer K2 menjadi CPNS di tahun 2015 yang baru dibuat oleh Pemerintah sebagai pengganti PP 5...
SURAT TERBUKA UNTUK PRESIDEN RI JOKO WIDODO DARI SEORANG GURU
Kepada Yth, Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo Salam hormat kami, semoga bapak Presiden senantiasa dalam keadaan sehat da...
KABAR GEMBIRA : GURU GTT DAN NON PNS DIBERIKAN TUNJANGAN BAIK GAJI POKOK DAN TUNJANGAN LAINNYA Assalamu'alaikum wr.wb. Selamat siang rekan guru semuanya, semoga berita ini bermanfaat. Bupati Toni Supit ingin semua guru di S...
INILAH CARANYA PARA GURU UNTUK DIANGKAT PNS LEWAT JALUR KHUSUS
Kemristek Dikti membuka jalur khusus pengangkatan CPNS melalui jalur khusus dan pesaing sedikit, Apa itu? Kabar baik bagi para lulu...
Melalui sistem ini, akan berlaku standarisasi upah bagi tenaga honorer. Tidak seperti sekarang, dimana gaji honorer sangat beragam. Mulai dari Rp 200 ribu per bulan, hingga hampir Rp 1 juta per bulan walaupun tidak banyak jumlahya.
Eko mengatakan aturan pengangkatan tenaga honorer atau non-PNS dalam RUU ASN ini harus dibahas secara matang. Dia mengatakan, kasus menumpuknya tenaga honorer hingga hampir 1 juta jiwa saat ini tidak boleh terulang di masa mendatang.
Banyaknya tenaga honorer seperti yang sekarang ini muncul bisa berakibat fatal. Diantaranya mereka ujung-ujungnya selalu meminta diangkat menjadi CPNS. Celakanya, mereka minta diangkat langsung menjadi CPNS tanpa tes. Alasannya, mereka merasa sudah mengabdi puluhan tahun.
Menurut Eko, melalui RUU ASN ini pemerintah akan memangkas pintu masuk rekrutmen tenaga honorer yang saat ini banyak sekali."Coba lihat, saat ini kepala sekolah atau kepala yayasan saja bisa mengangkat tenaga honorer. Nanti tidak bisa seperti ini," katanya.
Proyeksi siapa yang berhak mengangkat tenaga honorer ini akan diputuskan dalam pengesahan RUU ASN .
Selain membatasi pintu masuk menjadi tenaga honorer, RUU ASN ini nantinya akan membatasi juga posisi-posisi pekerjaan yang boleh diisi tenaga honorer.
Eko mengatakan, tenaga honorer ini nantinya hanya akan digunakan untuk posisi-posisi strategis. "Istilah kami hanya untuk tenaga-tenaga ahli yang langka," kata dia.Misalnya ketika saat ini pemerintah dan DPR sedang menggodok RUU ASN , maka pemerintah bisa mengangkat tenaga honorer yang ahli dibidang manajemen kepegawaian atau aparatur negara. Dimana tenaga honorer ini hanya terikat kontrak
GURU
makalahinyong.blogspot.com
TUNJANGAN GURU LANGSUNG
DIKIRIM KEREKING YANG
BERSANGKUTAN Manteri Anies : Assalamualaikum Warrahmatulla...
Tunjangan Profesi Guru Tidak Layak Dilanjutkan
Kebijakan tentang Tunjangan Profesi Guru mulai disorot oleh beberapa kalangan. Begitu besarnya anggaran yang dikeluarkan namun belum men...
Makalah cara mengatasi kesulitan belajar pada siswa.
Categories: Info Guru
sampai pembahasan RUU Aparatur Sipil Negara rampung.
Aturan ini otomatis merubah kecenderungan penempatan posisi tenaga honorer saat ini. Seperti diketahui, saat ini tenaga honorer hampir tersebar di segala lini. Mulai dari supir, tukang kebun, staf tata usaha (TU), hingga guru, perawat, dan bidan. Sumber: www.jpnn.com
Baca selengkapnya
...makalahinyong.blogspot.com
120
Suka Tweet 1 1
Related Post:
Info Guru
KRITERIA DAN PENETAPAN KUOTA TUNJANGAN PENDIDIK
JADWAL UJI KOMPETENSI GURU BERSERTIFIKASI MAUPUN YANG BELUM SERTIFIKASI YANG DIKELUARKAN DITJEN GTK MENTERI YUDDY : SELEKSI DAN KRITERIA PENERIMAAN PNS TAHUN INI !!
WAJIB DIBACA ! SISTEM PENGGAJIAN BARU PNS, TUNJANGAN BISA
Copyright © 2015 Mari Belajar. All rights reserved.