• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proposal Dan PKM Rezha Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Proposal Dan PKM Rezha Indonesia"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat, berkah,

karunia serta ridho-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal usulan

Praktek Kerja Magang (PKM) dengan judul “Kegiatan Kapal Pengawas

Perikanan Di Pangkalan PSDKP Jakarta, Jakarta Utara”.

Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangandalam penyusunan

proposal ini. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan sarannya untuk

menyempurnakan penyusunan penulisan selanjutnya, agar tulisan ini dapat

bermanfaat bagi kita semua. Demikian penulis ucapkan terimakasih.

Malang, 17 April 2016

(2)

DAFTAR ISI

1.2 Tujuan Praktek Kerja Magang...2

1.3 Kegunaan Praktek Kerja Magang...3

1.3.1 Bagi mahasiswa...3

1.3.2 Bagi Lembaga atau Instansi Terkait...3

1.3.3 Bagi Perguruan Tinggi Negeri...3

1.4 Waktu dan Tempat...4

2. METODE PRAKTEK KERJA MAGANG...5

2.1 Metode Pelaksanaan Praktek Kerja Magang...5

2.2 Jenis dan Sumber Data...5

(3)

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

(4)

1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang dimiliki bangsa Indonesia

merupakan potensi yang dapat dioptimalkan pengelolaannya, demi mewujudkan

kesejahteraan rakyat, kelestarian sumber daya kelautan dan perikanan dan

lingkungannya, serta peningkatan peran sektor kelautan dan perikanan dalam

pembangunan ekonomi nasional.

Dalam pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan terdapat beberapa

permasalahan, diantaranya adalah terjadinya penangkapan ikan secara ilegal

(illegal fishing). Kegiatan illegal fishing yang sering terjadi di Wilayah Pengelolaan

Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) adalah pencurian ikan oleh

kapal-kapal perikanan asing (KIA) yang berasal dari beberapa negara tetangga

(neighboring countries). Berdasarkan hasil pengawasan yang dilakukan selama

ini, dapat disimpulkan bahwa illegal fishing oleh KIA sebagai besar terjadi di Zona

Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI), dan juga cukup banyak terjadi di perairan

kepulauan (teresterial waters). Pada umumnya, jenis alat tangkap yang

digunakan oleh KIA atau kapal eks asing ilIegal di perairan Indonesia adalah

alat-alat tangkap produktif seperti purse seine dan trawl. Kegiatan illegal

fishing juga dilakukan oleh kapal perikanan Indonesia (KII).

Beberapa modus/jenis kegiatan illegal yang sering dilakukan KII, antara lain

penangkapan ikan tanpa izin (Surat Izin Usaha Penangkapan Ikan/SIUP, Surat

(5)

memiliki izin tapi melanggar ketentuan yang telah ditetapkan (pelanggaran

daerah penangkapan ikan, pelanggaran ketaatan berpangkalan),

pemalsuan/manipulasi dokumen (dokumen pengadaan, dokumen registrasi

kapal, dan perizinan kapal),transshipment di laut, tidak

mengaktifkan transmitter (khusus bagi kapal-kapal yang diwajibkan

memasang transmitter), dan penangkapan ikan yang merusak (destructive

fishing) dengan menggunakan bahan kimia, bahan bilogis, bahan peledak, alat

dan/atau cara dan/atau bangunan yang membahayakan kelestarian sumber daya

ikan.

Kegiatan illegal fishing dan destructive fishing di WPP-NRI telah

mengakibatkan kerugian yang besar bagi Indonesia.Overfishing,

overcapacity, ancaman terhadap kelestarian sumber daya ikan, iklim usaha

perikanan yang tidak kondusif, melemahnya daya saing perusahaan dan

termarjinalkannya nelayan, merupakan dampak nyata dari kegiatan illegal

fishing dan destructive fishing. Kerugian lain yang tidak dapat dinilai secara

materiil namun sangat terkait dengan harga diri bangsa, adalah citra negatif

bangsa Indonesia dikalangan dunia internasional karena dianggap tidak mampu

mengelola sumber daya kelautan dan perikanan dengan baik.

1.2Tujuan Praktek Kerja Magang

Adapun tujuan dari Praktek Kerja Magang ini yaitu sebagai berikut :

- Mengetahui Kegiatan pengawasan kapal perikanan yang melakukan proses

(6)

- Mengetahui Jenis-Jenis kapal pengawas yang tersedia di pangkalan

PSDKP Jakarta

- Mengetahui cara pengoprasian kapal pengawas di pangkalan PSDKP

Jakarta.

- Mengetahui Spesifikasi Kapal Pengawasan Tipe Baracuda di PSDKP

Jakarta.

1.3 Kegunaan Praktek Kerja Magang

1.3.1 Bagi Mahasiswa

- Menambah pengetahuan tentang kegiatan kapal pengawas perikanan

- Dapat digunakan sebagai bahan informasi dalam penelitian selanjutnya

1.3.2 Bagi Lembaga atau Instansi Terkait

- Dengan Praktek Kerja Magang ini diharapkan hasilnya dapat berguna bagi

lembaga akademis, menambah wawasan pengetahuan dan keterampilan,

sebagai bahan informasi untuk mahasiswa yang lain, serta pentingnya

pelaksanaan pengawasan kegiatan perikanan tangkap.

- Sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan pembangunan

di sektor perikanan di daerah Jakarta Utara.

1.3.3 Bagi Perguruan Tinggi Negeri

Dapat menjalin kerjasama dengan baik antara Universitas Brawijaya

dengan Pos Pangkalan PSDKP Jakarta.

Memberikan informasi pembelajaran dalam melakukan penelitian

(7)

1.4 Waktu dan Tempat

Praktek Kerja Magang dilaksanakan di Jl. Muara Baru ujung, Penjaringan,

pangkalan pengawasan PSDKP Jakarta, Jakarta Utara pada Juli – Agustus

2016.

Tabel1. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Praktek Kerja Magang (PKM)

No Kegiatan April Mei Juni Juli Agustus

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1 Persiapan

2

Pelaksanaan

PKM

3

Pengumpulan

Data

4

Penyusunan

(8)

2 METODE PRAKTEK KERJA MAGANG

2.1 Metode Pelaksanaan Praktek Kerja Magang

Praktek Kerja Magang ini dilakukan dengan menggunakan metode

deskriptif. Metode deskriptif ini memberikan gambaran secara lengkap mengenai

situasi dan kondisi keadaan yang terdapat di lokasi Pos pangkalan pengewas

kapal perkinanan PSDKP Jakarta, Jakarta Utara.

2.2Jenis dan Sumber Data

2.2.1 Data Primer

Data primer merupakan data yang diperoleh dari sumbernya langsung,

baik dengan cara mencatat hasil observasi, wawancara, partisipasi aktif serta

dokumentasi. Berdasarkan pendapat yang dikemukakan oleh Siagian dan

Sugiarto (2000), data primer merupakan data yang didapat dari sumber

pertama, dari individu seperti hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti.

Dalam teknik pengambilan data primer, data didapatkan dengan menggunakan

cara observasi, wawancara, partisipasi aktif dan dokumentasi di lapangan.

Data Primer biasanya langsung didapat dari pengamatan dan pencatatan

hasil observasi, wawancara dan partisipasi aktif di Pos Pangkalan PSDKP

Jakarta. Metode praktek kerja magang dilakukan dengan menggambarkan alur

kegiatan pengawasan dan pencarian data jenis-jenis kapal yang diberikan oleh

petugas pengawasdi pangkalan PSDKP Jakarta. Adapun pengumpulan data

(9)

2.2.1.1 Observasi

Menurut Djaelani (2013), observasi berasal dari kata observation yang

berarti pengamatan. Metode observasi dilakukan dengan cara mengamati

perilaku, kejadian atau kegiatan orang atau sekelompok orang yang diteliti.

kemudian mencatat hasil pengamatan tersebut untuk mengetahui apa yang

sebenarnya terjadi. Dengan pengamatan peneliti dapat melihat kejadian

sebagaimana subyek yang diamati mengalaminya, menangkap, merasakan

fenomena sesuai pengertian subyek dan obyek yang diteliti.

Observasi merupakan metode pengumpulan data dengan pengamatan

secara langsung di pangkalan pengawwasan PSDKP Jakarta. Observasi yang

dilakukan dalam praktek kerja magang yaitu dengan mengamati dan berperan

dalam kegiatan pencatatan kegiatan pengawan pada daerah Pos pangkalan

pengawasan PSDKP Jakarta .

2.2.1.2 Wawancara

Menurut Hendri (2009), Wawancara merupakan metode yang digunakan

untuk memperoleh informasi secara langsung, mendalam, tidak terstruktur, dan

individual. Dalam wawancara seorang responden ditanyai oleh pewawancara

untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan.

Dengan metode wawancara mengumpulan data yang dilakukan dengan

cara tanya jawab antara narasumber dan penanya. Wawancara pengumpulan

informasi di Pangkalan PSDKP Jakarta dengan cara memberikan pertanyaan

(10)

2.2.1.3 Partisipasi Aktif

Menurut Sugiyono (2006), dalam observasi partisipatif peneliti mengamati

apa yang dikerjakan orang, mendengarkan apa yang mereka ucapkan, dan

berpartisipasi dalam aktifitas mereka. Jadi Observasi partisipasi merupakan

metode pengumpulan data yang digunakan untuk mendapatkan data penelitian

melalui pengamatan dan pengindraan dimana observer atau peneliti benar-benar

berada dalam keseharian pelaku yang diteliti atau informan, keberadaan peneliti

terlibat secara aktif.

Partisipasi aktif adalah metode pengumpulan data yang dilakukan dengan

keikutsertaan dalam kegiatan pengawasan daerah kegiatan perikanan di daerah

pengawasan PSDKP Jakarta oleh petugas pengawas.

2.1.4 Dokumentasi

Menurut Rahmat (2009), sejumlah besar fakta dan data tersimpan dalam

bahan yang berbentuk dokumentasi. Sebagian besar data yang tersedia adalah

berbentuk surat-surat, catatan harian, cenderamata, laporan, artefak, foto, dan

sebagainya. Sifat utama data ini tidak terbatas pada ruang dan waktu sehingga

memberi peluang kepada peneliti untuk mengetahui hal-hal yang pernah terjadi

di waktu silam. Secara detail bahan documenter terbagi berbagai macam yaitu

otobiografi, surat-surat pribadi, buku atau catatan harian, memorial, klipping,

dokumen pemerintah atau swasta, data di server atau flashdisk, data tersimpan

di website, dan lain-lain.

Dokumentasi merupakan kegiatan pemotretan atau pengambilan gambar

yang dilakukan saat kegiatan dan pencatatan spesifikasi kapal di pangkalan

PSDKP Jakarta, mulai dari kegiatan pengoprasian kapal, kegiatan pengawasan

(11)

2.2.2 Data Sekunder

Data sekunder adalah data atau informasi yang dikumpulkan dan

dilaporkan oleh seseorang untuk suatu tujuan tertentu maupun sebagai

pengetahuan ilmiah. Data ini biasanya diperoleh dari pustaka-pustaka atau dari

laporan-laporan peneliti terdahulu. Menurut Sugiyono (2014), sumber

sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data kepada

pengumpul data, misal lewat orang lain atau dokumen.

Sumber data sekunder dikumpulkan dari literatur dan dokumen yang

terdapat pada PSDKP Jakarta seperti spesifikasi kapal pengawas, Laporan

Tahunan kegiatan pengawasan, laporan hasil tangkapan ilegal fishing dan buku

pedoman survey.

2.3 Jadwal Kegiatan

Praktek Kerja Magang (PKM) dengan judul Sistem Pencatatan Data Hasil

Tangkapan Ikan di Pelabuhan Perikanan Pantai Lempasing, Bandar Lampung ,

(12)

DAFTAR PUSTAKA

Djaelani, Aunu Rofiq. 2013. Teknik Pengumpulan Data Dalam Penelitian

Kualitatif, Jurnal VOL : XX, NO : 1, MARET 2013. FPTK IKIP Veteran :

Semarang

Gunadarma. 2009. Pengantar Manajemen Pemasaran (Segmentsi Pasar).

Penerbit Erlangga : Yogyakarta

Hendri, Jhon. 2009. Riset Pemasaran. Universitas Gunadarma : Malang

Nurbaity, Fadhilah. 2012. Praktek Kerja Lapang pada Usaha Produksi dan

Pemasaran Kerupuk Ikan Tuna (Thunus sp.) di Bina Makmun Kelurahan

Sidoharjo Kecamatan Pacitan Kabupaten Pacitan Jawa Timur.

Universitas Brawijaya : Malang

Rahmat, Pupu Saeful. 2009. Penelitian Kualitatif, Jurnal Equilibrium Vol.5 No.9

Januari-Juni.

Sugiyono. 2006. Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif

(13)

LAMPIRAN

LAMPIRAN : Kerangka Laporan Sementara Praktek Kerja Magang (PKM)

SAMPUL

HALAMAN JUDUL

HALAMAN PENGESAHAN

HALAMAN PERNYATAAN TELAH MELAKUKAN PRAKTEK KERJA

MAGANG (PKM)

RINGKASAN

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL

DAFTAR GAMBAR

DAFTAR LAMPIRAN

1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

1.2 Maksud dan Tujuan

1.3 Kegunaan

1.4 Tempat dan Waktu Pelaksanaan

2. METODE PRAKTEK KERJA MAGANG

2.3 Metode Pelaksanaan Praktek Kerja Magang

2.4 Jenis dan Sumber Data

2.2.1 Data Primer

(14)

3. KEADAAN UMUM LOKASI PRAKTEK KERJA MAGANG

3.1 Kondisi Geografis Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhan Perikanan

Pantai Lempasing, Bandar Lampung, Lampung

3.2 Kondisi dan Keadaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhan Perikanan

Pantai Lempasing, Bandar Lampung, Lampung

3.2.1 Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran

3.2.2 Struktur Organisasi

3.2.3 Tugas Pokok dan Fungsi

3.2.4 Kondisi Personal, Sarana dan Prasarana

4. HASIL PRAKTEK KERJA MAGANG

4.1 Teknis Pencatatan Data Perikanan Tangkap

4.1.1 Pencatatan Data Perikanan Tangkap

4.1.2 Metode Data Perikanan Tangkap

4.2 Metode Tabulasi Data Perikanan Tangkap

4.3 Flowchart Proses Pencatatan dan Pengolahan Data Perikanan Tangkap

4.4 Sistem Pengiriman Data Perikanan Tangkap

4.5 Kendala dalam Proses Pencatatan Data

4.5.1 Kendala dalam Proses Pencatatan Data

4.5.2 Kendala dalam Proses Tabulasi Data

4.5.3 Kendala dalam Pengiriman Data

5. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

5.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA

Referensi

Dokumen terkait

a) Melakukan kunjungan ke SD Negeri 01 untuk melihat ketersediaan sarana CTPS nya kemudian dilanjutkan dengan mengukur tingkat pengetahuan Siswa kelas 5 untuk

Analisis Dampak Kafein Terhadap Hasil Perhitungan Heart rate Lari 100 M dan Illinoise Agility Kafein mempunyai efek ergogenik yang dapat meningkatkan peforma, terutama

Dalam bab ini peneliti akan menjelaskan hasil wawancara dan hasil pengamatan selama proses penelitian yang telah peneliti lakukan, yaitu bagaimana latar belakang

 Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan dan memberikan pelayanan dalam urusan surat menyurat, tata naskah dinas, kearsipan, perlengkapan

pada daerah penolakan Ho, yang berarti Ha diterima, dengan kata lain ada pengaruh positif dan signifikan antara pengetahuan kewirausahaan, kompetensi sosial dan

Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) yang merupakan program wajib yang telah ditetapkan oleh UPT PPL Universitas Negeri Semarang sebagai salah satu lembaga Pendidikan Tenaga

Terima kasih ayah Terima

Dalam penelitian ini, untuk mendeteksi sinyal getaran dalam kondisi misalignment, unbalance dan looseness maka digunakan sensor akselerometer ADXL330 sebagai