• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Peetapan Wewenang dan Tanggung Ja

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Metode Peetapan Wewenang dan Tanggung Ja"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Metode Peetapan Wewenang dan Tanggung Jawab

Manajemen harus memastikan para pegawai memahami sasaran serta tujuan entitas, menetapkan wewenang, tanggung jawab untuk departemen maupun individu., memilih individu bertanggung jawab untuk mencapainya, serta mendorong penggunaan inisiatif untuk menyelesaikan masalah. Hal ini terutama penting untuk mengidentifikasi siapa yang bertanggung jawab untuk kebijakan keamanan informasi perusahaan.

Wewenang dan tanggung jawab ditetapkan dan dikomunikasikan menggunakan deskripsi pekerjaan formal, pelatihan pegawai, jadwal pengoperasian, anggaran kode etik, serta kebijakan dan prosedur tertulis. Kebijaka dan prosedur manual menjelaska praktik bisnis yang sesuai, mendeskripsikan pengalaman dan pengetahuan yang dibutuhkan, menjelaskan prosedur dokumen,menejelaskan cara menangani transaksidan mendata sumber daya yang disediakan untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu.

Standar Sumber Daya Manusia, Mengembangkan, dan Mempertahankan Individu Yang Kompeten

Perekrutan, para pegawai seharusnya dipekerjaan berdasarkan latar belakang pendidikan, pengalaman, pencapaian, kejujuran dan integritas, serta persyaratan kerja yang sesuai. Kualifikasi pelamar dapat dievaluasi menggunakan resume, surat referensi, wawancara, dan pengecekan latar belakang. Pengeceka latar belakang yang teliti memuat pembicaraan berdasarkan referensi, pengecekan catatan kriminalo, pemeriksaan catatan kredit, dan melakukan verifikasi pendidikan serta pengalaman kerja.

Menompensasi, mengevaluasi dan mempromosikan, pegawai dengan kompensasi buruk cenderung lebih merasakan dendam dan tekanan finansial yang dapat memotivasi penipuan. Pembayaran yang wajar dan insentif bonus yang sesuai membantu memotivasi dan memperkuat kinerja pegawai yang hebat. Para pegawai seharusnya diberi penilaian kinerja periodik utnuk membantu mereka memahami kekuatan dan kelemahan mereka. Promosi seharusnya didasarkan pada kinerja dan kualifikasi.

(2)

pegawai menghadapi tantangan-tantangan baru, tetap berada didepan dalam persaingan , beradaptasi dengan perubahan teknologi, dan secar efektif menghadapi lingkungan yang berubah.

Pengelolaan para pegawai yang tidak puas, perusahaan membutuhkan prosedur untuk mengidentifikasi pegawai yang tidak puas dan membantu mereka mengatasi perasaan itu atau memindahkan mereka dari pekerjaan yang sensitif. Sebagai contoh, sebuah perusahaan dapat memlih utuk menetapkan sarana keluhan dan menyediakan konseling pegawai. Membantu pegawai mengatasi masalahmereka tidaklah mudah untuk dilakukan, dengan demikian karena sebagian besar pegawau katakutan apabila menyampaikan perasaan mereka yang dapat mengakibatkan konsekuensi yang negatif.

Pemberhentian, para pegawai yang diberhentikan harus segera dipindahkan dari pekerjaan yang sensitif dan ditolak aksesnya ke sisteminformasi. Hal ini bertujuan untuk menghindarkan terjadinya kejadian yang merugikan perusahaan karena terjadinya kebocoran informasi atau kerusakan fisik karena akses masuk ke tempat tempat tertentu yang tidak rawan jika dimasuki orang dari luar perusahaan.

Liburan dan rotasi tugas, skema seperti ini juga dapat digunaan uuntuk mengetahui atau menemukan pola kejahatan yang serig dilakukan orang dalam. Kejahatan yang dilakukan oleh seorang pelaku yang sudah mengetahui benar celah dalam perusahaan akan dengan mudah melacarkan tindakannya ketika bekerja.Namun dengan skema libur dan rotasi tugas akan terlihat bagaimana pola kecurangan terjadi dan melacak pelaku menjadi hal yang bukan mustahil.

Perjanjian kerahasiaan dan asuransi ikatan kesetiaan. Seluruh pegawai, pemasok dan kontraktor seharusnya menandatangani dan mematuhi sebuah perjanjian kerahasiaan. Hal iniditujukan untuk melindungi perusahaan terhadap kerugian yang timbul dari tindakan penipuan yang ddi sengaja.

(3)

Penetapan Tujuan

Penetapan tujuan adalah komponen ERM yang selanjutnya. Manajemen menentukan hal yang ingin dicapai oleh perusahaan, sering disebut sebagai visiatau misi perusahaan. Manajemen menetapkan tujuan pada tingkat perusahaan dan membaginya ke dalam tujuan yang lebih spesifik untuk subunit perusahaan. Perusahaan menentukan hal yang harus berjalan dengan benar untuk mencapai tujuan dan menetapkan ukuran kinerja guna menentukan apakah ukuran-ukuran kinerja tersebut terpenuhi.

Tujuan strategis, merupakan sassaran tingkat tinggi yang disejajarkan dengan misi perusahaan, mendukungnya serta menciptakan nilai untuk pemegang saham. Manajemen seharusnya mengidentifikasi car alternatif dalam pencapaian tujuan strategis mengidentifikasi dan menilai resiko, serta dampak dari alternatif, memformulasikan strategi perusahaan dan menetapkan tujuan operasi, kepatuhan dan pelaporan. Tujuan operasi, yaitu berhubungan dengan efektifitas dan efisiensi operasi perusahaan, menentukan cara mengalokasikan sumber daya. Tujuan ini merefleksikan preferensi, pertimbangan, dan gaya manajemen serta merupakan sebuah faktor penting dalam keberhasilan perusahaan. Tujuan pelaporan,

membantu memastikan ketelitian, kelengkapan dan keterandalan laporan perusahaan, meningkatkan pembuatan keputusan dan mengawasi aktivasi serta kinerja perushaan. Tujuan kepatuhan, membantu perusahaan mematuhi seluruh hukum dan peraturan yang berlaku. Seberapa baik perusahaan mencapai tujuan kepatuhan dan pelaporan dapat mempengaruhi reputasi perusahaan tersebut secara signifikan.

Identifikasi Kejadian

(4)

Penilaian Resikoo dan Respon Resiko

Selama proses penetapan tujuan, manajemen harus memerinci tujuan-tujan mereka dengan cukup jelas agar risiko dapat diidentifikasi dan dinilai. Risiko-risiko sebuah kejadian yang teridentifikasi dinilai dalam beberapa cara yang berbeda: kemungkinan, dampak positif negatif, secar individe dan berdasarkan kategori, dampak pada unit organisasi yang lain, serta berdasarkan pada sifat bawaan dan residual. Resiko bawaan, adalah kelemahan dari penetapa akun atau transaksi pada masalah pengendalian yang signifikan tanpa adanya pengendalian internal. Resiko residual,adalah adalah resiko yang tersisa setelah manajemen mengimplementasikan pengendalian internal atau beberapa respon lainnya terhadap resiko. Perusahaan harus menilai resiko bawaan, mengembangkan respon dan kemudian menilai risiko residual.

Untuk menyelaraskan risiko yang diidentifikasikan dengan toleransi perusahaan terhadap resiko, manajemen harus mengambil pandangan entitas yang luas pada risiko. Mereka harus menerima kemungkinan dan dampak resik, seperti biaya dan manfaat dari respon-respon alternatif. Manajemen dapat merespon risiko dengan ssalah saru dari empat cara, diantaranya mengurangi kemungkinan dan dampak risiko dengan mengimplementasikan sistem pengendalian internal yang efektif, meneria kemungkinan dan dampak resiko, membagikan resiko mentransfernya kepadaorang lain atau mengalihdayakan sebuah aktivitas, dan terakhir menghindari resiko dengan tidak melakukan aktivitas yang menciptakan risiko.

Memperkirakan kemungkinan dan dampak, beberapa kejadian memiliki risiko yang lebih besar karena lebih cenderung untuk terjadi. Para pegawai cenderung membuat sebuah kesalahan daripada melakukan penipuan dan sebuah perusahaan cenderung menjadi korban penipuan daripada gempa bumi. Kemungkinan terjadinya sebuah gempa bumi mungkin kecil, tetapi dampaknya dapat menghancurkan sebuah perusahaan. Dampak dari penipuan biasanya tidak sebesar itu, karena kebanyakan kasus penipuan tidak mengancam eksistensi perusahaan. Kemungkinan dan dampak harus dipertimbangkan bersamaan. Oleh karena itu, keduanya meningkat, baik materialitas dari kejadian maupun kebutuhan untuk melindunginya akan muncul.

(5)

detektif menjadi sangat diperlukan untuk menemukan masalah. Pengendalian korektif membantu memulihkan dari segala masalah. Sebuah sistem pengendalian internal yang baik harus menggunakan ketiganya.

Memperkirakan biaya dan manfaat, manfaat dari prosedur pengendalian internal harus melebil biayanya. Manfaat manfaat tersebut sulit dihitung secara akurat, termasuk penjualan dan produktivitas yang meningkat, kerugian yang dikurangi, integrasi yang lebih baik dengan pelanggan dan pemasok loyalitas pelanggan yang meningkat, keunggulan kompetitif, dan premi asuransi yang lebih rendah. Biaya biasanya lebih mudah diukur dibandingkan manfaat. Elemen biaya yang umum, yaitu personel, termasuk waktu untuk menjalankan prosedur pengendalian, biaya perekrutan pegawai tambahan untuk mencapai pemisahan tugas yang efek dan biaya pemrograman pengendalian dalam sebuah sistem komputer.

Menentukan efektivitas biaya dan manfaat, manajemen harus menentukan apakah sebuah pengendalian merupakan biaya menguntungkan. Dalam mengevaluasi pengendalian internal, manajemen harus lebih mempertimbangkan faktor yang lain daripada faktor-faktor yang ada di dalam perhitungan biaya dan mafaat yang diperkirakan.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam pemilihan sistem pengendalian risiko pipa migas bawah laut Lapangan Arjuna dampak jalur baru pelayaran peti kemas pelabuhan Patimban, ditentukan beberapa

Karena penawaran saham tambahan merupakan salah satu cara bagi manajemen untuk mengurangi risiko biaya yang ditimbulkan oleh financial distress , maka akan dilihat

Dalam pelakasanaanya PT XYZ melibatkan banyak tenaga fisik dan juga alat berat. Hal ini membuat PT XYZ menjadi sebuah industri yang memiliki banyak sumber bahaya. Berdasarkan data historis tahun 2019-2021, telah terjadi sebanyak 15 kecelakaan kerja, yang terdiri dari 12 kasus di bagian produksi, 1 kasus di bagian office, 1 kasus di bagian finishing, dan 1 kasus di bagian konstruksi. Terlihat bahwa walaupun sudah diterapkannya K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) masih ada sumber bahaya yang bisa menyebebkan kecelekaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis sumber bahaya yang ada dengan metode HAZOP (Hazard and Operability) agar risiko yang ada, dapat dikendalikan dengan usulan perbaikan yang diberikan. Hasil yang didapatkan dalam penelitian kali ini adalah, ditemukannya 27 kemungkinan bahaya, yang dikelompokkan menjadi 14 sumber bahaya berdasarkan kegiatan kerja, alat dan mesin yang ada. 14 sumber bahaya yang ditemukan terdiri dari 7 sumber bahaya tingkat tinggi, 4 sumber bahaya tingkat sedang, dan 3 sumber bahaya tingkat rendah. Tingkat sumber bahaya tersebut di dapatkan dari level likelihood, dan level severity yang dikombinasikan menjadi risk score yang nantinya ditentukan tingkat risikonya pada risk matrix diagram. Setelah diketahui sumber bahaya dan tingkat risikonya, maka masing-masing sumber bahaya di analisis bagian, penyimpangan, penyebab, konsekuensi, dan tindakannya. Setelah dilakukan analisis maka didapatkan pengendalian risiko berupa usulan perbaikan dengan cara, penggantian lampu pada bagian pengelasan, penambahan tempat duduk pada mesin CNC Z3000, penempatan posisi fan yang strategis, memperbaharui working instruction yang sudah rusak, perapihan area kerja, edukasi terkait K3, dan melengkapi pekerja dengan Alat Pelindung

Keamanan, Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) adalah bidang yang penting dalam manajemen perusahaan yang bertujuan untuk melindungi dan memastikan kesejahteraan karyawan serta menjaga kelestarian lingkungan tempat kerja. Konsep K3L mencakup serangkaian praktik dan kebijakan yang dirancang untuk mencegah kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, serta kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas perusahaan. Keamanan: Fokus pada upaya perlindungan terhadap karyawan dari potensi bahaya fisik dan kejahatan di tempat kerja. Ini meliputi penerapan sistem keamanan, pelatihan untuk tindakan darurat, penggunaan peralatan pelindung diri, dan penegakan aturan keselamatan di tempat kerja. Kesehatan: Berkaitan dengan upaya menjaga kesehatan fisik dan mental karyawan. Ini meliputi pencegahan penyakit akibat kerja, akses terhadap layanan kesehatan, program kesehatan dan kesejahteraan, serta promosi gaya hidup sehat. Keselamatan Kerja: Berfokus pada identifikasi, penilaian, dan pengendalian risiko di tempat kerja untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan cedera. Ini termasuk pembangunan budaya keselamatan, pelatihan keselamatan, audit keselamatan, dan penerapan prosedur kerja yang aman. Lingkungan: Melibatkan upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan tempat kerja dan mencegah polusi serta kerusakan lingkungan. Ini termasuk pengelolaan limbah, konservasi sumber daya alam, penggunaan energi yang efisien, dan kepatuhan terhadap peraturan lingkungan. Dengan menerapkan praktik K3L yang baik, perusahaan dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya akibat cedera dan penyakit, serta membangun citra perusahaan yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan. Selain itu, pemenuhan kriteria K3L juga seringkali menjadi persyaratan hukum dan regulasi yang harus dipatuhi oleh perusahaan untuk menjaga keberlanjutan operasional