• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rifka Arifah Analisis strategi pengemban

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Rifka Arifah Analisis strategi pengemban"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya , penulis dapat menyelesaikan laporan ini dengan baik dan lancar.

Laporan ini disusun untuk membantu mengembangkan kemampuan pemahaman kita. Pemahaman tersebut dapat dipahami melalui pendahuluan, serta penarikan garis kesimpulan dalam laporan ini.

Laporan ini disajikan dalam konsep dan bahasa yang sederhana sehingga dapat membantu kita semua dalam memahami laporan ini. Dengan laporan ini, diharapkan para pembaca dapat memahaminya.

Ucapan terimakasih penulis sampaikan kepada Ibu Dra. Margaretha W.Rante, M.Si dan Bu Yenny Susanto, S.Sos, MM selaku Dosen mata kuliah Informasi Daya Tarik Wisata yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk berkarya menyusun laporan ini.

Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Saran, kritik dan masukan sangat penulis harapkan dari seluruh pihak dalam proses membangun mutu laporan ini.

Makassar, 30 Mei 2016

(2)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...1

BAB I...3

PENDAHULUAN...3

A. Latar Belakang...3

B. Batasan Masalah...4

C. Rumusan Masalah...4

D. Tujuan Penelitian...4

BAB II...5

Landasan Teori...5

BAB III...15

Pembahasan...15

A. Gambaran Umum Danau Matano...15

B. Strategi pengembangan Sustainable Value Green Tourism Marketing...18

C. Analisis SWOT daya tarik wisata Danau Matano...23

BAB IV...33

Kesimpulan dan Saran...33

Strategi pengembangan Sustainable Value Green Tourism Marketing...33

DAFTAR PUSTAKA...36

(3)

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sektor pariwisata sebagai suatu kegiatan ekonomi memiliki mata rantai yang sangat panjang sehingga banyak menampung kesempatan kerja bagi masyarakat sekitarnya yang selanjutnya akan menyebabkan pendapatan masyarakat meningkat dari hasil penjualan barang dan jasa melalui usaha restoran, hotel, biro perjalanan, penjualan barang cinderamata dan sebagainya. Semakin banyak wisatawan yang datang maka akan semakin banyak devisa yang diterima dan pada akhirnya akan mendorong pembangunan sarana dan prasarana wisata lainnya

Pariwisata di Negara Indonesia merupakan salah satu aspek yang. Menyumbang pendapatan cukup besar di Negara Indonesia. Salah satunya dengan memberi kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, sosial dan budaya bangsa. Salah satu dampak positif yang disebabkan karena adanya kegiatan pariwisata adalah sektor perekonomian. Dimana Pariwisata mampu menyumbang devisa yang cukup besar

(4)

Khususnya di Pulau Sulawesi, Indonesia masih memiliki banyak potensi daya tarik wisata yang dapat berpotensi untuk dikembangkan. Salah satunya adalah Desa Sorowako yang berada di Sulawesi Barat ,Kabupaten Luwu Timur.

Sorowako merupakan desa yang terletak di sebelah utara provinsi Sulawesi Selatan. Sorowako terkenal dengan penghasil biji nikel dengan salah satu Perusahaan besar yaitu PT. VALE INDONESIA. Selain itu, Sorowako memiliki berbagai daya tarik wisata yang menarik untuk dikunjungi. Salah satunya adalah Danau Matano yang merupakan salah satu Danau Purba yang sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata. Untuk mengembangkan suatu daya tarik wisata diperlukan analisis serta pemahaman mendalam tentang daya tarik wisata tersebut, oleh karena itu penulis mengambil judul “Analisis Strategi Pengembangan Daya Tarik Wisata Danau Matano”.

B. Batasan Masalah

1. Konsep Sustainable Value Green Tourism Marketing 2. Analisis SWOT pada daya tarik wisata Danau Matano

C. Rumusan Masalah

1. Bagaimana implementasi konsep Suistanable Value Green Tourism Marketing pada daya tarik wisata Danau Matano?

2. Bagaimana Analisis SWOT pada Danau Matano ?

D. Tujuan Penelitian

1. Untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah

2. Untuk Mengetahui Konsep Suistanable Value Green Tourism Marketing pada Daya Tarik Wisata Danau Matano

(5)

BAB II

Landasan Teori

A. Potensi Wisata dan Daya Tarik Wisata

Menurut J.S. Badudu (1995), potensi adalah kemampuan yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan, kekuatan, kemampuan, kesanggupan daya.

Pendit (1999: 21) menerangkan bahwa potensi wisata adalah berbagai sumber daya yang terdapat di sebuah daerah tertentu yang bisa dikembangkan menjadi atraksi wisata. Dengan kata lain, potensi wisata adalah berbagai sumber daya yang dimiliki oleh suatu tempat dan dapat dikembangkan menjadi suatu atraksi wisata (tourist attraction) yang dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi dengan tetap memperhatikan aspek-aspek lainnya.

Daya tarik wisata merupakan potensi yang menjadi pendorong kehadiran wisatawan ke suatu daerah tertentu. Obyek dan daya tarik wisata adalah yang menjadi sasaran perjalanan wisata.

Menurut Marrioti adalah benda-benda yang tersedia di alam semesta dan terbentuk dengan alami, hasil ciptaan manusia yang berupa benda-benda bersejarah, kebudayaan dan keagamaan, serta tata cara hidup masyarakat yang berupa kebiasaan yang disebut dengan adat istiadat.

(6)

Potensi pariwisata adalah segala hal dan keadaan baik yang nyata dan dapat diraba, maupun yang tidak dapat diraba, yang digarap, diatur dan disediakan sedemikian rupa sehingga dapat bermanfaat atau dimanfaatkan atau diwujudkan sebagai kemampuan, faktor dan unsur yang diperlukan atau menentukan bagi usaha dan pengembangan kepariwisataan, baik itu berupa suasana, kejadian, benda maupun layanan atau jasa.

Daya Tarik Wisata sejatinya merupakan kata lain dari obyek wisata namun sesuai peraturan pemerintah Indonesia tahun 2009 kata obyek wisata sudah tidak relevan lagi untuk menyebutkan suatu daerah tujuan wisatawan maka digunakanlah kata “ Daya Tarik Wisata” .

A. Yoeti dalam bukunya “Pengantar Ilmu Pariwisata” tahun 1985 menyatakan bahwa daya tarik wisata atau “tourist attraction”, istilah yang lebih sering digunakan, yaitu segala sesuatu yang menjadi daya tarik bagi orang untuk mengunjungi suatu daerah tertentu.

Nyoman S. Pendit dalam bukunya “ Ilmu Pariwisata” tahun 1994 mendefiniskan daya tarik wisata sebagai segala sesuatu yang menarik dan bernilai untuk dikunjungi dan dilihat.

Dari beberapa pengertian diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Daya tarik wisata adalah segala sesuatu yang mempunyai daya tarik, keunikan dan nilai yang tinggi, yang menjadi tujuan wisatawan datang ke suatu daerah tertentu.

B. Pengertian Wisata , Wisatawan dan Pariwisata

(7)

1. Wisata : Perjalanan, dalam bahasa Inggris disebut dengan “Travel”.

2. Pariwisata : Perjalanan yang dilakukan dari satu tempat ke tempat lain, dalam bahasa Inggris disebut dengan “Tour”.

3. Wisatawan : Orang yang melakukan perjalanan, dalam bahasa Inggris disebut dengan “Travelers”.

4. Kepariwisataan : Hal–hal yang berhubungan dengan pariwisata dan dalam bahasa Inggris disebut dengan “Tourisme”.

Menurut Richard Sihite dalam Marpaung dan Bahar ( 2000:46-47) menjelaskan definisi pariwisata sebagai berikut : Pariwisata adalah suatu perjalanan yang dilakukan orang untuk sementara waktu, yang diselenggarakan dari suatu tempat ke tempat lain meninggalkan tempatnya semula, dengan suatu perencanaan dan dengan maksud bukan untuk berusaha atau mencari nafkah di tempat yang dikunjungi, tetapi semata-mata untuk menikmati kegiatan pertamasyaan dan rekreasi atau untuk memenuhi keinginan yang beraneka ragam.

Kepariwisataan juga dapat memberikan dorongan langsung terhadap kemajuan kemajuan pembangunan atau perbaikan pelabuhan pelabuhan (laut atau udara), jalan-jalan raya, pengangkutan setempat,program program kebersihan atau kesehatan, pilot proyek sasana budaya dan kelestarian lingkungan dan sebagainya. Yang kesemuanya dapat memberikan keuntungan dan kesenangan baik bagi masyarakat dalam lingkungan daerah wilayah yang bersangkutan maupun bagi wisatawan pengunjung dari luar. Kepariwisataan juga dapat memberikan dorongan dan sumbangan terhadap pelaksanaan pembangunan proyek-proyek berbagai sektor bagi negara-negara yang telah berkembang atau maju ekonominya, dimana pada gilirannya industri pariwisata merupakan suatu kenyataan ditengah-tengah industri lainnya.

(8)

sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dalam jangka waktu sementara.

C. Pengertian Strategi

Strategi merupakan suatu rencana yang diutamakan untuk mencapai arah tujuan tersebut. Beberapa daya tarik wisata mungkin mempunyai tujuan yang sama akan tetapi strategi yang dipakai untuk mencapai tujuan tersebut belum tentu sama. Berdasarkan definisi tersebut dapat diketahui bahwa strategi yang dibuat berdasarkan tujuan yang ingin dicapai.

Sedangkan menurut Kotler (2001) mendefinisikan strategi adalah pendekatan produk yang akan digunakan guna mencapai sasaran yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Strategi pemasaran adalah logika pemasaran dimana perusahaan berharap untuk menciptakan nilai pelanggan dan mencapai hubungan yang menguntungkan Dan sedangkan menurut Lamb, Hair, Mc Daniel (2001) strategi pemasaran merupakan kegiatan menyeleksi dan penjelasan satuatau beberapa target pasar dan mengembangkan serta memelihara satu bauran pemasaran yang menghasilkan keputusan bersama dengan pasar yang dituju.

D. Pengertian Pengembangan Pariwisata

Di dalam lingkup pariwisata itu juga diperlukan strategi-strategi yang tepat dan benar. Definisi pemasaran pariwisata itu sendiri adalah upaya-upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan oleh organisasi pariwisata nasional atau badan -badan usaha pariwisata pada tarif internasional, lokal guna memenuhi kepuasan wisatawan baik secara kelompok maupun pribadi masing-masing dengan maksud meningkatkan pertumbuhan pariwisata.

(9)

maju dan bertambah baik. Dapat disimpulkan bahwa pengembangan pariwisata adalah usaha atau cara untuk memajukan bidang pariwisata.

Tujuan utama dari strategi pengembangan wisata adalah untuk mengembangkan produk dan pelayanan yang berkwalitas, seimbang dan bertahap. Aspek yang terkait dengan strategi pengembangan pariwisata dapat dilihat dari jangka waktunya, aspek tersebut antara lain :

1. Jangka Pendek

Dalam jangka pendek strategi pengembangan pariwisata menitik beratkan pada optimasi, terutama untuk :

a. Mempertajam dan meningkatkan citra pariwisata b. Meningkatkan mutu tenaga kerja

c. Meningkatkan kemampuan pengelola 2. Jangka Menengah

Dalam jangka menengah strategi pengembangan pariwisata menitik beratkan pada konsolidasi, terutama untuk :

a. Mengkonsolidasikan kemampuan pengelolaan b. Mengembangkan dan diversifikasi obyek wisata c. Memanfaatkan citra pariwisata Indonesia 3. Jangka Panjang

Dalam jangka panjang menitik beratkan pada pengembangan dan penyebaran, terutama dalam hal :

a. Pengembangan kemampuan pengelolaan

b. Pengembangan dan penyebaran produk dan jumlah tenaga kerja c. Pengembangan pariwisata baru

E. Konsep Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan

(10)

Pariwisata berkelanjutan menurut konsep Muller (1997) adalah pariwisata yang dikelola mengacu pada pertumbuhan kualitatif, maksudnya adalah meningkatkan kesejahteraan, perekonomian dan kesehatan masyarakat. peningkatan kulitas hidup dapat dicapai dengan meminimalkan dampak negatif sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Lima hal yang harus diperhatikan dalam pariwisata berkelanjutan menurut konsep Muller (1997) yaitu:

1. Pertumbuhan ekonomi yang sehat, 2. Kesejahteraan masyarakat lokal,

3. Tidak merubah struktur alam, dan melindungi sumber daya alam, 4. Kebudayaan masyarakat yang tumbuh secara sehat,

5. Memaksimalkan kepuasan wisatawan dengan memberikan pelayanan yang baik karena wisatawan pada umumnya mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan.

Pembangunan pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism development) adalah pembangunan pariwisata yang menekankan pada prinsip pembangunan berkelanjutan. WTO (1999:42), menekankan ada tiga hal penting dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan yaitu:

1. Quality.

Sustainable tourism provides a quality experience for visitor, while improving the quality of the host community and protecting the quality of environment.

2. Continuity.

Sustainable tourism ensures the continuity of the natural resources upon which it based and the continuity of the cultural of the host community with satisfying experience for visitors.

3. Balance.

(11)

Konsep pembagunan pariwisata berkelanjutan berbasis masyarakat menekankan yakni:

1. Terpeliharanya mutu dan berkelanjutan sumber daya alam dan budaya, 2. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal,

3. Terwujudnya keseimbangan antara sumber daya alam dan budaya, 4. Kesejahteraan masyarakat lokal serta kepuasan wisatawan

F. Konsep Analisis dan Fungsi SWOT

SWOT adalah akronim untuk kekuatan (Strenghts), kelemahan (Weakness), peluang (Opportunities), dan ancaman (Threats) dari lingkungan eksternal perusahaan.Menurut Jogiyanto (2005:46), SWOT digunakan untuk menilai kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan dari sumber-sumber daya yang dimiliki perusahaan dan kesempatan-kesempatan eksternal dan tantangan-tantangan yang dihadapi.

Menurut David (Fred R. David, 2008,8), Semua organisasi memiliki kekuatan dan kelemahan dalam area fungsional bisnis. Tidak ada perusahaan yang sama kuatnya atau lemahnya dalam semua area bisnis.

Kekuatan/kelemahan internal, digabungkan dengan peluang/ancaman dari eksternal dan pernyataan misi yang jelas, menjadi dasar untuk penetapan tujuan dan strategi.Tujuan dan strategi ditetapkan dengan maksud memanfaatkan kekuatan internal dan mengatasi kelemahan.

Berikut ini merupakan penjelasan dari SWOT (David,Fred R.,2005:47) yaitu :

(12)

Kekuatan adalah sumber daya, keterampilan, atau keungulan-keungulan lain yang berhubungan dengan para pesaing perusahaan dan kebutuhan pasar yang dapat dilayani oleh perusahaan yang diharapkan dapat dilayani. Kekuatan adalah kompetisi khusus yang memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan di pasar

2. Kelemahan (Weakness)

Kelemahan adalah keterbatasan atau kekurangan dalam sumber daya, keterampilan, dan kapabilitas yang secara efektif menghambat kinerja perusahaan. Keterbatasan tersebut daoat berupa fasilitas, sumber daya keuangan,kemampuan manajemen dan keterampilan pemasaran dapat meruoakan sumber dari kelemahan perusahaan.

3. Peluang (Opportunities)

Peluang adalah situasi penting yang mengguntungkan dalam lingkungan perusahaan. Kecendrungan – kecendrungan penting merupakan salah satu sumber peluang, seperti perubahaan teknologi dan meningkatnya hubungan antara perusahaan dengan pembeli atau pemasokk merupakan gambaran peluang bagi perusahaan.

4. Ancaman (Threats)

Ancaman adalah situasi penting yang tidak menguntungan dalam lingkungan perusahaan. Ancaman merupakan pengganggu utama bagi posisi sekarang atau yang diinginkan perusahaan. Adanya peraturan-peraturan pemerintah yang baru atau yang direvisi dapat merupakan ancaman bagi kesuksesan perusahaan.

(13)

Analisis SWOT tersebut akan menjelaskan apakah informasi tersebut berindikasi sesuatu yang akan membantu perusahaan mencapai tujuannya atau memberikan indikasi bahwa terdapat rintangan yang harus dihadapi atau diminimalkan untuk memenuhi pemasukan yang diinginkan.

Analisis SWOT dapat digunakan dengan berbagai cara untuk meningkatkan analisis dalam usaha penetapan strategi.

Menurut Rangkuti (2006), Matriks SWOT dapatmenggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi perusahaan dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya. Matriks ini dapat menghasilkan empat set kemungkinan altenatif strategis.

Berikut ini adalah keterangan dari matriks SWOT diatas :

1. Strategi SO (Strength and Oppurtunity). Strategi ini dibuat berdasarkan jalan pikiran perusahaan, yaitu dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar – besarnya.

(14)

3. Strategi WO (Weakness and Oppurtunity). Strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada.

4. Strategi WT (Weakness and Threats). Strategi ini berdasarkan kegiatan yang bersifat defensif dan berusaha meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman.

BAB III

Pembahasan

A. Gambaran Umum Danau Matano

Danau Matano, sebuah danau yang tepatnya berada di ujung selatan Pulau Sulawesi Kabupaten Luwu Timur. Danau ini memiliki kedalaman 500 meter, 382 meter di antaranya di atas permukaan laut serta mempunyai luas 27.500 Ha, yang memiliki ribuan mata air, sehingga diperkirakan tidak akan pernah mengalami kekeringan dan memiliki air yang sangat jernih. Danau Matano terbentuk akibat gempa bumi sehingga danau ini disebut danau Tektonik (Kementrian Negara Lingkungan Hidup,2008).

(15)

Wisata Alam yang tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 274/Kpts-UM/1979.

PT.Vale yang merupakan perusahaan tambang terbesar kedua di dunia sejak dulu mendukung penuh kegiatan ini karena lokasi penambangan berada di pinggiran Danau Matano, dan selama ini air pembuangan Danau Matano dimanfaatkan PT.Vale sebagai pembangkit listrik tenaga air (PLTA) untuk pemanfaatan pabrik dan juga untuk penggunaan masyarakat setempat, sehingga pemerintah dapat menggandeng PT.Vale untuk bekerja sama mengembangkan dan menggali potensi eksotisme danau yang telah tersedia. Kelak potensi ini dapat dijual kepada konsumen (wisatawan/tour operator) sebagai paket wisata yang menyajikan beberapa jenis paket wisata, baik dari jenis flora dan faunanya yang hanya terdapat pada daerah Danau Matano dan tidak dapat ditemukan di daerah lain, maupun dari aspek sejarahnya danau yang tergolong dalam kelompok danau tua, serta kedalaman yang begitu spektakular sehingga dapat dijadikan sebagai area selancar angin (sailing) dan menyelam (diving).

Danau Matano terletak di Kota Sorowako Kabupaten Luwu Timur Propinsi Sulawesi Selatan. Kawasan Danau Matano dikelilingi oleh Pegunungan Verbec yang berbatasan dengan Propinsi Sulawesi Tengah dan Propinsi Sulawesi Tenggara. Jarak Danau Matano dari Kota Makassar berjarak sekitar 600 km. Untuk sampai di lokasi Danau Matano dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan roda empat, roda dua dan melalui jalur udara dengan pesawat. Jika menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua untuk sampai di lokasi membutuhkan waktu tempuh sekitar 11 sampai 12 jam dari Kota Makassar, sedangkan jika menggunakan pesawat membutuhkan waktu tempuh sekitar 1 sampai 2 jam dari Kota Makassar.

(16)

Dimana ketiga desa ini mempunyai kekhasan tersendiri yaitu Desa Matano merupakan desa yang diyakini oleh masyarakat sekitar sebagai sumber mata air Danau Matano. Sedangkan Desa Nuha dan Desa Tambeha dijadikan sebagai pusat penyeberangan melalui jalur air dengan perahu, karena Danau Matano juga dimanfaatkan sebagai jalur transportasi oleh masyarakat.

Lokasi ketiga desa tersebut berada tepat di sekitar tepian Danau Matano, sehingga penduduk ketiga desa ini banyak memanfaatkan air Danau Matano.

Luas kawasan Danau Matano berdasarkan SK.274/Kpts/Um/4/1979 yaitu 27.500 Ha, dan mempunyai kedalaman hingga 500 meter yang sampai saat ini belum mengalami perubahan, karena kelestarian hutan di sekelilingnya masih sangat terjaga sehingga volume dan kejernian air yang dimiliki Danau Matano akan tetap terjaga hingga berjuta tahun lamanya. Berdasarkan letak geografisnya Danau Matano terletak di 02° 55’ 52" - 02° 58’ 55" LS dan 120° 04’ 01” - 120° 05’ 55” BT.

1. Topografi dan Kondisi Danau Matano

Pada umumnya Danau Matano merupakan daerah perairan yang memiliki dasar danau berlumpur tipis serta bongkahan batu besar dan bergelombang. pada tepian danau terdapat sungai-sungai kecil yang menghubungkan Danau Matano dengan dua danau lainnya yang berada tidak jauh dari lokasi Danau Matano.

Danau Matano juga dikelilingi bukit-bukit yang memiliki ketinggian rata-rata 500-700 m. Lahan di sekeliling Danau Matano terdiri dari hutan alam yang berada di bagian timur, utara, dan barat danau.

(17)

yang berada secara berkelompok berupa ladang dan pemukiman. Mata pencaharian penduduk berupa tanah terbuka berada di sebelah timur danau.

Danau Matano memiliki perairan yang sangat dalam dan merupakan satu-satunya danau di nusantara yang bagian dasarnya berada di bawah level permukaan air laut (cryptodepression).

Danau Matano juga menunjukkan fenomena yang tidak lazim dari sisi biogeokimiawi. Perairan yang mengandung oksigen hanya terdapat pada lapisan teratas (100 m). Pada kedalaman >100 m hingga dasar danau, perairan bersifat anoksik (tidak memiliki oksigen). Kandungan Sulfat, bahan organik dan inorganik, baik yang terlarut maupun yang tersuspensi sangat rendah. Ini menyebabkanperairan di danau ini menjadi sangat jernih sehingga cahaya matahari dapat menembus hingga kedalaman 100 m.

2. Keadaan Biotis

Danau Matano mempunyai nilai konservasi yang tinggi. Berdasarkan penelitian terdahulu yang telah dilakukan di Danau Matano, terdapat 7 jenis tanaman endemik 12 molusca endemik dan paling tidak 17 jenis ikan yang endemic. Jenis-jenis tersebut antara lain seperti Glossogobius matanensis, Telmatherina abendanoni, T. bonti, T. antoniae, Oryzias matanensis dan Dermogenys weberi.

(18)

daerah lainnya karena secara geografis daerah tersebut merupakan daerah peralihan antara tipe fauna dan flora Asia dengan tipe Australia.

B. Strategi pengembangan Sustainable Value Green Tourism Marketing

Tourism marketing dirancang untuk memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan kemampuan sumber daya alam dalam memenuhi kebutuhan generasi mendatang. Untuk itu marketer harus meningkatkan efisiensi, melindungi, memulihkan system ekologis, dan mensejahterakan kehidupan masyarakat. Tourism marketing berprespektif jangka panjang, dengan cara menyeimbangkan manfaat ekonomi, dengan biaya lingkungan dan social, dan mewujudkan pertumbuhan ekonomi melalui pertumbuhan kepariwisataan yang berkelanjutan.

Sukses tidaknya suistanable tourism marketing tergantung pada kemampuan marketer dalam menyeimbangkan ketiga elemen lingkungan, ekonomi, dan social sebagai berikut :

1. Menyeimbangkan pemanfaatan lingkungan dengan manfaat ekonomis dari kepariwisataan.

2. Menyeimbangkan manfaat sumber daya lingkungan dengan perubahan nilai social dan komunitas yang disebabkan oleh penggunaan sumber daya lingkungan, dan

3. Menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan dampak pertumbuhan ekonomi pada nilai social dan komunitas.

(19)

budaya. (2). Menciptakan citra kualitas tinggi, sensitifitasterhdapa lingkungan dan rekam jejak pemeliharaan lingkungan untuk produk wisata yang dikembangkan disuatu destinasi.

Gambar 2.1 menunjukkan model yang mensinergikan aspek ekonomi (economy), aspek social (society) dan aspek pelestarian lingkungan (environment) ke dalam pemasaran pariwisata.

(20)

Fokus, terhadap isu-isu yang strategi suistanable tourism marketing adalah membangun quality of experience (kualitas pengalaman berwisata), quality of resource (kualitas sumber daya wisata), dan quality of local people (kualitas masyarakat local) yang masing – masing dapat dikenali dari indicator berikut :

1. Kualitas pengalaman berwisata (quality of experience): rasa ingin tahu, keunikan, imajinasi wisatawan, dan keseluruhan pengalaman berwisata.

2. Kualitas sumber daya (quality of resources): keutuhan lingkungan alam, konservasi lingkungan, pengelolaan kapasitas, dan pemeliharaan sumber daya wisata itu sendiri.

3. Kualitas masyarakat local (quality of local people): keterlibatan masyarakat local, keberdayaan ekonomi masyarakat local, dampak social dan budaya masyarakat disekitar kawasan destinasi.

Berdasarkan analisis daya tarik wisata Danau Matano strategi pengembangan diatas dapat diterapkan sebagai langkah pemberdayaan dan pelestarian lingkungan danau Matano, sebab ada beberapa permasalahan yang rentan apabila pelestarian dtw tersebut tidak terjaga, diantaranya :

1. Danau Matano merupakan kawasan ekologi yang dimana sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat di sekitar destinasi, antara lain : digunakan sebagai sumber air minum, pembangkit listrik, dan sebagai objek penelitian terkait ekosistem di danau tersebut.

(21)

berimbas terhadap lingkungan danau Matano apabila pengelolaan limbah tidak terkelola secara baik. Sehingga ancaman kerusakan dapat berdampak kepada aspek – aspek tertentu, misalnya : lingkungan social maupun kegiatan pariwisata itu sendiri.

3. Masih banyak potensi yang dapat dikembangkan di Danau Matano, bukti yang dapat dilihat dari aktivitas yang dapat dilakukan disana masih terbatas sebab belum didukung dengan adanya amenitas maupun sarana dan prasarana penunjang lainnya. Oleh sebab itu dalam tahap pengembangannya dapat berorientasi pada ekowisata sebagai basisnya, maka sangat erat kaitannya pengambangan konsep Suistanable Value Green Tourism Marketing sebagai upaya jangka panjang, yang melindungi tiga aspek, yaitu : Lingkungan, sosial, maupun ekonomi dimana pariwisata dapat memobilisasi ketiga hal tersebut.

4. Green Tourism merupakan subset unit dari industry pariwisata difokuskan pada peningkatan dan pemeliharaan alam melalui kegiatan pariwisata. Green tourism berarti hal yang berbeda untuk orang yang berbeda atau lebih dikenal dengan istilah allosenctric(wisata minat khusus). Beberapa istilah umum mencakup pariwisata berbasis alam, petualangan, dan wisata budaya yang pada prinsipnya mengambarkan perjalanan berbasis alam pada daerah yang relative tidak terganggu atau tidak mengganggu, menjamin pemanfaatan berkelanjutan sumberdaya lingkungan, dan menghasilkan peluang ekonomi bagi masyarakat local.

(22)

C. Analisis SWOT daya tarik wisata Danau Matano

Adapun analisis SWOT mengenai Danau Matano, sebagai berikut :

NOKOMPONEN PENILAIAN

(23)

1 Keragaman

 Kondisi eksisting

(24)
(25)

pengelolaan daya tarik wisata tersebut. 4 Aksesibilitas Memiliki aksesibilitas

(26)

menciptakan beragam

Berdasarkan analisis SWOT yang kami olah pada table diatas maka dapat diperoleh Strategi pengembangan sebagai berikut :

1. Keragaman Atraksi

(27)

Kondisi eksisting yang baik dan keunikan, ekosistem, dan keragaman hayati danau Matano mampu mendongkrak citra daya tarik wisata Danau Matano serta telah mendapatkan penghargaan dunia sebagai Global Ecoregions sehingga dalam mempromosikan daya tarik wisata tersebut mampu menarik wisatawan khusus untuk berkunjung sesuai dengan minat dan tujuannya.

b.

Strength Threat (ST)

Perlu perhatian khusus dalam hal ini pengamanan agar kondisi eksisting di danau Matano dapat terjaga dengan baik dari aktivitas wisatawan dan wisatawan dalam melakukan aktivitasnya tetap dalam kondisi safety(aman) terhindar dari bahaya –bahaya yang tidak diinginkan. C. Weakness Opportunity (WO)

Butuhnya peningkatan dari aspek dan prasarana (Amenitas) agar terdapat aktivitas yang beragam dan juga dapat memaksimalkan potensi keunikan dan keragaman hayati danau Matano dalam melakukan aktivitas wisata dan mencari informasi yang terkait didalamnya.

d. Weakness Threat (WT)

Keterbatasan amenitas tidak hanya akan mengurangi aktivitas yang dilakukan namun kurangnya sarana dan prasarana keselamatan bagi wisatawan akan menimbulkan bahaya bagi keselamatan wisatawan dalam melakukan aktivitas wisata di Danau Matano, sehingga perlu amenitas yang memadai agar mampu memenuhi kebutuhan dan menjaga keselamatan wisatawan.

2. Settingan Lingkungan Alam dan Budaya

a. Strenght Opportunity (SO)

(28)

dan dukung oleh badan yang memiliki otoritas pengelolaan lingkungan. Mampu menjadika danau Matano sebagai Ekowisata konservasi warisan dunia.

b. Strength Threat (ST)

Perilaku wisatawan dan masyarakat sangat berpengaruh terhadap kelestarin Danau Matano maka perlu sosialiasi oleh pihak pemerintah ataupun orgnisasi lingkungan dalam mengkampanyekan suistanable tourism agar tercipta kepariwisataan jangka panjang.

c. Weakness Opportunity

Danau Matano sebagai lingkungan konservasi dapat menjadi wadah untuk mengembangkan potensi wisata minata khusus, sehingga orang-orang dapat melakukan berbagai aktivitas yang berkaitan dengan ekowisata

d. Weakness Threat

Danau Matano sebagai ekowisata dengan memanfaatkan segala potensi didalamnya mampu mendorong stakeholders pariwisata untuk merealisasikan suistanable tourism agar kelestarian lingkungan,social, maupun budaya tetap terjaga.

3. Tingkat Kelola Lingkungan

a. Strength Opportunity (SO)

(29)

mengajak wisatawan dalam pelestarian lingkungan. Oleh karena itu danau Matano dapat menjadi kawasan ekowisata yang baik.

b. Strength Threat (ST)

Para pemangku kepentingan pariwisata yang meliputi, pemerintah, pengusaha, komunitas pariwisata, dan masyarakat. Dari sisi kekuatan kebanyakan dikunjungi oleh wisatawan yang berlatarbelakang pecinta alam, sehingga keuntugan yang didapat setidaknya mereka paham tentang pelestarian lingkungan.

c. Weakness Opportunity (WO)

Perlunya sanksi tegas yang diberikan apabila wisatawan atau masyarakat yang memebuang sampah sembarangan agar kebersihan kawasan dana matano tetap menjunjung nilai – nilai Sapta Pesona dan menjadi kawasan ekowisata yang baik.

d. Weakness Threat (WT)

Perlunya peran pemerintah dalam mengupayakan adanya tim kebersihan dan menambah jumlah tempat sampah, serta memberi sanksi tegas kepada oknum yang membuang sampah sembarangan untuk kelestarian lingkungan Danau Matano.

4. Aksesibilitas

a. Strength Opportunity

Aksesibilitas danau Matano telah mendukung perekembangan pariwisata disana sebab akses jalan yang baik, sehingga sangat berdampak dari segi ekonomi yang melibatkan seluruh industry ataupun lini kepariwisataan. b. Strength Threat

Perlunya perawatan jalan secara baik dan berkala agar kerusakan jalan dapat mudah diatasi, sebab apabila tidak diberlakukan hal seperti itu kondisi jalan cepat rusak, aktivitas kendaraan tambang cenderung membuat jalan aspal menjadi rusak.

(30)

Masih kurangnya transportasi umum membuka lahan usaha bagi mayarakat yang ingin membuka usaha jasa transportasi, sehingga dapat menciptakan peluang multiplayer effect dalam segi perekonomian.

d. Weakness Threat

Dibuat rambu - rambu khusus kepada wisatawan agar tetap berhati – hati terhadap kendaraan – kendaraan berat yang beralalu lalang.

5. Hubungan antar dtw

a. Strength Opportunity

Keseragaman atraksi yang dikelola kawasan wisata alam sorowako lebih merujuk pada wisata tirta dan petualangan, adapun ekoregions danau matano menjadi objek penelitian. Sehingga besar peluang untuk mencipatakan destinasi wisata minat khusus.

b. Strength Threath

Berdasarkan keseragaman atraksi yang lebih berinteraksi dengan lingkungan, agar lingkungan dapat terjaga dapat membuat wisata edukasi sehingga menanamkan kesadaran wisatawan pentingnye pelestarian lingkungan.

c. Weakness Opportunity

Perlunya pembuatan amenitas yang memadai agar menunjang aktvitas wisatawa dalam melakukan aktivitas wisata, padahal seperti yang diketahui wisata minat khusus cenderung membutuhkan sarana dan prasarana khusus.

d. Weakness Threat

(31)

6.

Utilitas/ fasilitas

a. Strength-Opportunity

Masih kurangnya fasilitas disekitar permandian danau Matano sangat membuka peluang besar bagi masyarakat untuk membuka industry kreatif sehingga pariwisata menimbulkan multiplayer effect yang menguntungkan banyak kalangan.

b. Strength-Threat

Pemanfaatan ruang yang baik dalam pembangunan fasilitas dapat menambah gairah wisatawan dalam melakukan wisata dan tentu harus didukung dengan fasilitas yang berorientasi pada kebutuhan wisatawan dan keseragamannya dengan atraksi wisata.

c. Weakness-Opportunity

Terbukanya lahan usaha di sekitar dya tarik wisata wisatawan mampu membuka mata para pelaku bisnis untuk mengupayakan fasilitas dan layanan jasa yang berorientasi pada kebutuhan wisatawan

d. Weakness-Threat

(32)

BAB IV

Kesimpulan dan Saran

A. Kesimpulan

Strategi pengembangan Sustainable Value Green Tourism Marketing

Para ilmuan marketing melakukan riset untuk menemukan teori, konsep, dan praktik praktik pemasaran yang berwawasan hijau sebagau alternative bagi pemasaran tradisional yang telah dikenal luas sebagai proses pertukaran untuk mengejar keuntungan melalui kepuasan pelanggan, ini dimotivasi oleh keinginan untuk mewujudkan cita – cita keberlanjutan. Terlebih bagi dalam industry pariwisata, dimana pariwisata bukan hanya sebagai fenomena ekonomi, akan tetapi juga fenomena social, budaya, lingkungan dan sumber daya alam lainnya. Konsep pemasaran kemasyarakatn (Social Marketing Concept) yang diintroduksi oleh Kotler belum sepenuhnya dapat memberikan jawaban terhadap tantangan keberlanjutan (Suitanability) pariwasata itu sendiri, karena tujuan, sudut pandang dan strategi yang digunakan untuk produk yang berbeda.

(33)

pertukaran yang memuaskan keinginan pelanggan dibangun melalui proses pemasaran yang lebih mengutamakan keberlanjutan system kehidupan yang berlangsung di destinasi pariwisata yang bersangkutan (suitanable living system).

Berdasarkan kesimpulan diatas dalam pengembangan suistanable value green tousrim marketing erat kaitannya dengan analisisis swot sebagai parameter kesuksesan perencanaannya sehingga SWOT mampu memberikan sedikit gambaran nyata yang ada pada lingkungan destinasi, maka dari berdasarkan analisis SWOT penulis memilih konsep suistanable value green tourism marketing sebagai konsep yang memenuhi criteria dalam merencanakan dan mempromosikan daya tarik wisata Matano, yang notabebenenya sebagai kawasan ekowisata dan potensi keindahan alam yang dimiliki.

B. Saran

(34)

2. Menumbuhkan peran serta masyarakat dalam kegiatan pariwisata 3. Berkembangnya persepsi positif wisatawan sebagai tanggapan atas

terpenuhinya tuntutan dan hak-haknya dalam berwisata.

4. Menciptakan system yang mampu menjamin aplikasi konsep pemasaran berkelanjutan pada proses pemasran oleh seluruh stakeholders pariwisata. 5. Membuat upaya pendefinisian dan deskripsi hubungan antara pariwisata,

bisnis, masyarakat dan lingkungan yang berbeda.

6. Menyediakan ukuran dan karateristik pariwisata terkait kegiatan ekonomi masyarakat, bisnis dan lingkungan.

(35)

DAFTAR PUSTAKA

Observasi secara langsung pada tanggal 11-15 April 2016 di Kota Palopo-Sorowako.

https://id.wikipedia.org/wiki/Danau_Matano diunduh pada tanggal 11 Mei 2016 pukul 16.00 WITA

https://www.academia.edu/7701501/STRATEGI_PENGEMBANGAN_PARIWISATA_

DI_INDONESIAdiunduh pada tanggal 11 Mei 2016 pukul 16.20 WITA

Referensi

Dokumen terkait