• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROPOSAL IDE USAHA terbaru format docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PROPOSAL IDE USAHA terbaru format docx"

Copied!
39
0
0

Teks penuh

(1)

1. PRODUK DAN KONSEP PERUSAHAAN

Bordir merupakan kerajinan yang memerlukan ketekunan dan ketelatenan dalam mengerjakannya. Bordir telah tumbuh dan menyebar di berbagai daerah di Indonesia dengan motif khas masing-masing. Peluang usaha di bidang ini sangat luas mengingat sasaran pasarnya dapat mencapai mancanegara. Keunggulan utama mengapa bordir cukup diminati adalah desain yang unik dan lebih tahan lama apabila dibandingkan dengan produk sablon. Namun hasil bordir yang paling banyak diminati baru hanya sebatas kebaya, selendang, dan mukena. Hal ini tentunya merupakan peluang yang besar untuk mengembangkan produk bordir pada produk-produk lain yang masih jarang.

Di tengah maraknya usaha-usaha konveksi yang tumbuh di berbagai kota di Indonesia, tentu diperlukan inovasi-inovasi baru dalam hal-hal seperti desain maupun metode. Metode pengerjaan bordir yang tadinya konvensional kini mulai beralih ke metode dengan komputer. Design pun terus berkembang mulai dari design dengan tulisan biasa sampai dengan design WPAP. Design WPAP (Wedha’s Pop Art Potrait) merupakan suatu gugus seni ilustrasi potret wajah yang bersaling-silang secara geometri dengan penggunaan kontradiksi warna-warna khusus. Design WPAP mulai dilirik karena design nya yang unik dan dapat disesuaikan dengan permintaan pelanggan.

Pada kali ini dilakukan pengembangan ide produk dengan menggabungkan bordir dengan design WPAP yang di gabungkan dengan motif batik megamendung asal Cirebon, atau bisa juga WPAP digabung dengan desan batik modern. Penggabungannya dalam bentuk tas laptop dengan bahan dari jeans. Hal ini bertujuan untuk menciptakan terobosan dan inovasi baru pada usaha bordir. Pemilihan design WPAP dirasa cocok karena sangat memungkinkan untuk dibordir dan designnya yang unik. Selain itu perbaikan dilakukan untuk memperbaiki keluhan-keluhan pelanggan terkait produk bordir seperti aspek keawetan dan kerapian. Diharapkan produk ini dapat menambah pilihan baru pada pelanggan dan menciptakan peluang yang baru dalam industri konveksi.

2. RISET PEMASARAN I 2.1 Karakteristik Pasar

(2)

a. Geografi

Wilayah geografi yang dipilih untuk memasarkan produk kami terletak di wilayah Kota Malang. Disekitar jalan sumber sari dimana jalan tersebut sangat strategis dan berada dilingkungan area kampus UB dan ITN. Produk kami nantinya akan dipasarkan ke Pulau Jawa dan Pulau Bali, karena jumlah penduduk yang sangat padat berada di pulau ini.

Lokasi yang dipilih dalam rancangan pabrik ini merupakan kawasan industri yang terletak di pinggir Kabupaten Malang, yaitu daerah Dampit karena UMR disana yang rendah, dimana dengan lokasi ini biaya tenaga kerja, pajak, tanah akan lebih rendah bila dibangun di daerah perkotaan. Untuk kendaraan darat yang digunakan untuk pengiriman dapat ditempuh dengan mudah dan sekitar 1 jam dari Kota Malang

b. Demografi

Kelompok pelanggan yang dituju ialah remaja dan orang dewasa yang berusia 15 sampai 25 tahun dan toko-toko yang menjual aksesoris dan peralatan tulis, sehingga karakter untuk pasar yaitu menargetkan masyarakat menengah atas.

a. Psikologi :

Strategi pemasaran berdasarkan gaya hidup yang serba modern. Selain dari segi gaya hidup modern, Tas Laptop Jeans WPAP Bordir berfokus pada nilai kegunaan, keunggulan, dan keindahan produk tersebut. Dimana status sosial yang dituju adalah seluruh kalangan dengan sasaran utama status sosial menengah ke atas dengan menawarkan produk inovasi yang keindahan desain bordir dan interaksi sosial yang konsumtif dan selanjutnya akan membidik kelompok kepribadian yang lebih luas lagi.

b. Perilaku :

Status pengguna pada pasar ini merupakan nonpengguna, pengguna potensial, pengguna per-tama kali dan pengguna tetap produk. Dengan tingkat konsumsi ringan, dan menengah. Pada tingkat loyalitas ini konsumen cenderung agak setia sehingga upaya pelanggan dalam mencari informasi atau mengenali produk masih cukup tinggi, dan sikap pelanggan terhadap produk yang diluncurkan mereka masih cenderung setia terhadap dua atau tiga merek dari produk lain yang sejenis atau pun terkadang pelanggan masih menyukai satu merek tertentu namun terkadang membeli merek lainnya. Tetapi ada pula pelanggan lain yang tidak menunjukan kesetiaan terhadap merk apapun. Terkadang pelanggan menginginkan sesuatu yang berbeda setiap kali pelanggan tersebut membeli atau membeli produk lain yang sejenis yang sedang di obral. Dimana hal inilah yang menjadi salah satu kelemahan bagi perusahaan.

2.2 Perilaku Pasar

(3)

a. Struktur Pasar

Tas laptop adalah produk yang mengikuti tren pasar saat ini, persaingan dibidang tas laptop merupakan pasar persaingan sempurna. Siapa saja dapat terlibat dalam persaingan pasar tersebut. Dimana yang tidak dapat bertahan dalam persaingan tersebut akan tertinggal serta keluar dari persaingan.

b. Perilaku Konsumen

Untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Perusahaan perlu mengetahui perilaku konsumen yang mendasari konsumen membuat keputusan untuk membeli. Target konsumen yang kami pilih yaitu masyarakat kalangan menengah keatas dimana produk kami dapat digunakan dengan sesuai fungsinya dan tahan lama. Dari segi penampilan produk kami sangat unik/menarik.

c. Keputusan untuk Membeli

Ketika ingin mengetahui keinginan pasar, perusahaan harus melakukan identifikasi kebutuhan pelanggan. Identifikasi kebutuhan pelanggan yang kami lakukan adalah dengan menyebarkan kuesioner terbuka ke pelanggan, yang berisikan pertanyaan-pertanyaan mengenai kebutuhan-kebutuhan pelanggan dalam perancangan produk di mana pelanggan akan menjawab pertanyaan yang ada dan memberikan jawaban menurut pendapatnya mereka masing-masing, sehingga nantinya akan banyak jawaban yang berbeda-beda dan jawaban tersebut merupakan suara konsumen.

2.3 Keinginan Pasar

Keinginan pasar tidak terlepas dari ingin memperoleh manfaat secara fungsional (fungsi utama dan tambahan) ataupun emosional dan ingin menekan biaya baik dari sisi financial, waktu, tenaga ataupun mental. Maka untuk mengetahui keinginan pasar, perusahaan harus melakukan identifikasi kebutuhan pelanggan. Identifikasi kebutuhan pelanggan yang kami lakukan adalah dengan menyebarkan kuesioner terbuka ke pelanggan, yang berisikan pertanyaan-pertanyaan mengenai kebutuhan-kebutuhan pelanggan dalam perancangan produk di mana pelanggan akan menjawab pertanyaan yang ada dan memberikan jawaban menurut pendapatnya mereka masing-masing, sehingga nantinya akan banyak jawaban yang berbeda-beda dan jawaban tersebut merupakan suara konsumen. Kuesioner terbuka untuk produk ini akan disebarkan ke 30 responden.

Untuk lebih menggali informasi dari pasar digunakan kuesioner terbuka. Berikut adalah rancangan kuesioner terbuka yang akan disebarkan kepada 30 responden yang merupakan kalangan remaja dan orang dewasa yang berumur 15-25 tahun.

Kuisioner Terbuka Pengembangan Produk Bordir

(4)

1. Nama :

2. Umur :

3. Jenis Kelamin : (Laki-laki/Perempuan)

4. Pekerjaan :

Sehubungan dengan usaha inovasibordir, kami mohon kesediaan anda untuk menjawab beberapa pertanyaan di bawah ini dengan informasi yang sebenarnya demi mendapatkan hasil yang menarik dan meiliki nilai tambah sesuai dengan kebutuhan dan kepuasan anda sebagai pelanggan.

1. Apa yang menarik dari produk bordir?

... ... ... 2. Aspek apa saja yang Anda pertimbangkan dalam membeli sebuah produk bordir?

... ... ... 3. Bagaimana menurut anda bila bordir kami aplikasikan terhadap tas laptop?

... ... ... 4. Apakah kelebihan tas laptop anda saat ini?

... ... ... 5. Apakah kekurangan tas laptop anda saat ini?

... ... ... 6. Desain bordir apa yang anda harapkan pada tas laptop tersebut?

... ... ... 7. Inovasi apakah yang anda inginkan dari produk tersebut?

... ... ...

Responden

( )

Tabel 4.1 Interpretasi Kebutuhan Pelanggan

(5)

Apa yang menarik dari produk bordir?

tidak mudah rusak Menggunakan bahan yang berkualitas 8

motif yang unik dan anggun Membuat desain yang unik dan anggun 13

rapi Menggunakan mesin bordir yang handal 3

gambar dan warna yang

dihasilkan jelas Membuat desain gambar dan warna yang tegas 4 hasilnya timbul Membuat hasil bordir timbul 1

bisa custom Menyediakan pilihan desain 2

benangnya mengkilap Menggunakan benang mengkilap dan berkualitas 1 punya banyak model Menyediakan katalog model 2

Aspek apa saja yang kualitas yang tahan lama Menggunakan bahan yang berkualitas 10

motif Membuat desain motif yang modern 13

harga Memberikan harga murah 5

perbandingan dengan produk

lain Memiliki keandalan desain bordir yang modern 1 kerapian Memiliki penjahit atau mesin yang handal 5

estetika Menciptakan estetika yang terbaik 3

kenyamanan Membuat produk bordir nyaman dipakai 2

detail hasil bordir yang jelas Membuat hasil bordir memiliki detail yang jelas 2

Bagaimana menurut anda

terlihat feminim Membuat Tas laptop dengan desain bordir feminim 5 Bagus-bagus saja asal tidak

aneh-aneh Membuat Tas laptop dengan bordiran simple 6

Apakah kelebihan tas laptop anda saat ini?

Bahan tas laptop yang empuk

dan halus Menggunakan bahan lapisan luar yang empuk dan halus 7 Tas laptop bisa melindungi

laptop dari benturan

Menggunakan bahan pelindung

benturan 10

Tas sesuai ukuran laptop Tas laptop memiliki ukuran terstandard 4 Ada beberapa ruang

menyimpan buku

Tas laptop diberikan tambahan

ruangan khusus 6

Standar seperti biasanya Tas laptop diberikan inovasi khusus 5 Material depan dari plastic

jadi aman dari air Lapisan luar tas laptop menggunakan bahan anti air 2 Bagian alas agak kaku karena

bisa dipakai di atas kasur

Lapisan luar bagian bawah tas

laptop diberi bahan yang kaku 3

Apakah kekurangan tas

laptop anda saat ini? Tas laptop bordir kebanyakan tidak disukai laki-laki

Membuat desain bordir tas laptop yang bisa cocok untuk laki-laki

dan perempuan 7

Jahitan tidak kuat Membuat tas laptop dengan jahitan kuat 9 Kurang melindungi laptop Membuat tas laptop dengan bahan

yang aman bagi laptop

(6)

Warna tas terlalu monoton Membuat tas laptop dengan warnabervariasi 6

Tidak ada tali panjang Menambahkan tali panjang pada tas laptop 6 Tidak cukup ruang untuk

kantung yang lain

Menambahkan kantung untuk

beberapa bawaan yang lain 4 Reslesting mudah lepas Menggunakan resleting dengan bahan yang kuat 8

Desain bordir apa yang anda harapkan pada tas

laptop tersebut?

Desain bordir lettering Membuat tas laptop dengan desain bordir lettering 3

Desain milik sendiri Membuat tas laptop dengan desain bordir pilihan sendiri 9

Desain dengan motif batik Membuat tas laptop dengan desain bordir batik 8

Desain dengan wajah pemilik Membuat tas laptop dengan desain bordir WPAP 6

Desain motif huruf Membuat tas laptop dengan desain bordir huruf 8

Bervariasi menarik Membuat tas laptop dengan desain bordir bervariasi 11

Elegan Membuat tas laptop dengan desain bordir elegan 3

Inovasi apakah yang anda inginkan dari produk

tersebut?

Tas laptop tidak mudah panas Menggunakan bahan anti panas pada tas laptop 2 Tas laptop yang tidak mudah

robek

Menggunakan bahan kain yang

tidak mudah robek pada tas laptop 15 Tas laptop tahan banting Membuat desain tas laptop tahan banting 4

Tas laptop tidak mudah kotor Menggunakan bahan lapisan luar yang mudah dibersihkan pada tas laptop

7

Kalau dibawa ringan Menggunakan bahan kain ringan pada tas laptop 1 Ada space tambahan buat

charger, mouse, hape, dan berkas.

Memberikan space tambahan

pada tas laptop 9

Tas laptop anti air Menggunakan bahan anti air padalapisan luar tas laptop 4

Tingkat ekspetasi kebutuhan ditunjukkan dengan jumlah tanda bintang (*), dimana tanda tiga bintang (***) menunjukkan bahwa kebutuhan tersebut sangat penting. Berikut rentangan selanjutnya disusun menjadi hirarki kebutuhan seperti tabel di bawah ini:

Hierarki Kebutuhan Tingkat

Kepentingan Hierarki Kebutuhan

Hal yang menarik dari produk bordir *** Menggunakan bahan yang berkualitas

(7)

** Membuat desain gambar dan warna yang tegas * Membuat hasil bordir timbul

** Menyediakan pilihan desain

* Menggunakan benang mengkilap dan berkualitas ** Menyediakan katalog model

Aspek yang dipertimbangkan dalam membeli produk bordir *** Membuat desain warna yang sesuai pilihan konsumen

*** Menggunakan bahan yang berkualitas *** Membuat desain motif yang modern

** Memberikan harga terjangkau

** Memiliki keandalan desain bordir yang modern ** Memiliki penjahit atau mesin yang handal ** Menciptakan estetika yang terbaik

* Membuat produk bordir nyaman dipakai ** Membuat hasil bordir memiliki detail yang jelas

Bila bordir diaplikasikan terhadap tas laptop *** Membuat tas laptop dengan jahitan bordir yang kuat

*** Membuat tas laptop dengan bordiran sesuai keinginan pelanggan ** Membuat Tas laptop dengan desain bordir feminim

* Membuat Tas laptop bordiran dengan fungsi utama *** Membuat Tas laptop dengan bordiran yang menarik

** Membuat Tas laptop dengan bordiran simple Kelebihan tas laptop yang dimiliki saat ini

*** Menggunakan bahan lapisan luar yang empuk dan halus ** Menggunakan bahan pelindung benturan

*** Tas laptop memiliki ukuran terstandard ** Tas laptop diberikan tambahan ruangan khusus ** Tas laptop diberikan inovasi khusus

*** Lapisan luar tas laptop menggunakan bahan anti air

*** Lapisan luar bagian bawah tas laptop diberi bahan yang kaku Kekurangan yang dimiliki tas laptop saat ini

*** Membuat desain bordir tas laptop yang bisa cocok untuk laki-laki dan perempuan *** Membuat tas laptop dengan jahitan kuat

** Membuat tas laptop dengan bahan yang aman bagi laptop * Membuat tas laptop dengan warna bervariasi

** Menambahkan tali panjang pada tas laptop

** Menambahkan kantung untuk beberapa bawaan yang lain *** Menggunakan resleting dengan bahan yang kuat

Desain bordir yang diharapkan pada tas laptop ** Membuat tas laptop dengan desain bordir lettering ** Membuat tas laptop dengan desain bordir pilihan sendiri *** Membuat tas laptop dengan desain bordir batik

*** Membuat tas laptop dengan desain bordir WPAP * Membuat tas laptop dengan desain bordir huruf ** Membuat tas laptop dengan desain bordir bervariasi

* Membuat tas laptop dengan desain bordir elegan Inovasi yang diinginkan pada tas laptop * Menggunakan bahan anti panas pada tas laptop

*** Menggunakan bahan kain yang tidak mudah robek pada tas laptop ** Membuat desain tas laptop tahan banting

** Menggunakan bahan lapisan luar yang mudah dibersihkan pada tas laptop * Menggunakan bahan kain ringan pada tas laptop

*** Memberikan space tambahan pada tas laptop

*** Menggunakan bahan anti air pada lapisan luar tas laptop

(8)

pernyataan yang harus dijawab oleh responden. Berikut adalah daftar atribut yang berpengaruh dari kuisioner terbuka:

Tabel 4.4 Atribut yang Berpengaruh pada Kebutuhan Pelanggan

No. Pernyataan Pelanggan

1 Menggunakan bahan yang berkualitas (Bahan berkualitas)

2 Menggunakan mesin bordir yang handal (Mesin bordir yang handal)

3 Membuat desain gambar dan warna yang tegas (Desain bordir dengan gambar dan warna yang tegas) 4 Menyediakan pilihan desain (Tersedia pilihan desain bordir)

5 Membuat desain warna yang sesuai pilihan konsumen (Desain warna sesuai pilihan konsumen) 6 Membuat desain motif yang modern (Desain motif modern)

7 Membuat Tas laptop dengan bordiran yang menarik (Bordiran tas laptop menarik) 8 Membuat tas laptop dengan jahitan bordir yang kuat (Jahitan bordir kuat)

9 Membuat tas laptop dengan bordiran sesuai keinginan pelanggan (Bordiran sesuai keinginan pelanggan) 10 Memberikan harga terjangkau (Harga terjangkau)

11 Menggunakan bahan lapisan luar yang empuk dan halus (Lapisan luar tas laptop halus dan empuk) 12 Menggunakan bahan pelindung benturan (Menggunakan bahan pelindung benturan)

13 Tas laptop memiliki ukuran terstandard (Ukuran terstandard)

14 Lapisan luar tas laptop menggunakan bahan anti air (Lapisan luar anti air)

15 Lapisan luar bagian bawah tas laptop diberi bahan yang kaku (Bagian bawah kaku)

16 Membuat desain bordir tas laptop yang bisa cocok untuk laki-laki dan perempuan (Desain bordir cocok untuk semua jenis kelamin) 17 Membuat tas laptop dengan jahitan kuat (Jahitan tas laptop kuat)

18 Menambahkan tali panjang pada tas laptop (Terdapat tali panjang tas laptop) 19 Menambahkan kantung untuk beberapa bawaan yang lain (Ada kantung tambahan) 20 Menggunakan resleting dengan bahan yang kuat (resleting kuat)

21 Membuat tas laptop dengan desain bordir batik (Desain bordir adalah batik) 22 Membuat tas laptop dengan desain bordir WPAP (Desain bordir adalah WPAP) 23 Memberikan space tambahan pada tas laptop (Space tambahan pada tas)

24 Menggunakan bahan kain yang tidak mudah robek pada tas laptop (Bahan kain yang anti robek)

Dari tabel di atas dapat disusun kuisioner tertutup. Berikut ini adalah kuisioner tertutup:

KUESIONER PENILAIAN

IDENTITAS RESPONDEN:

Nama : Usia :

Jenis Kelamin : Profesi :

Kami sedang melakukan penelitian terkait dengan kebutuhan konsumen terhadap produk tas laptop yyang di border. Kami sangat menghargai kejujuran Anda dalam mengisi kuisioner ini. Kami menjamin kerahasiaan anda terkait dengan apa yang Anda isi pada kuisioner ini. Hasil survey ini semata-mata digunakan untuk penelitian. Terima kasih atas partisipasi Anda untuk mengisi kuisioner ini. Berikut merupakan gambaran dari kompetitor 1 dan kompetitor 2.

(9)

PETUNJUK PENGISIAN KUISIONER

1. Tuliskan jawaban anda dengan memberikan tanda (O) pada salah satu jawaban yang menurut anda sesuai pada tempat yang telah disediakan.

2. Kolom Tingkat Kepentingan menunjukkan harapan anda terhadap produk yang bersangkutan untuk kedepannya.

3. Kolom Kompetitor 1 dan Kompetitor 2 menunjukkan tingkat kepuasan terhadap produk dari kompetitor 1 dan komprtitor 2.

4. Skala Tingkat Kepentingan dan Tingkat Kepuasan 1 : Sangat Tidak Penting

2 : Tidak Penting 3 : Cukup Penting 4 : Penting

5 : Sangat Penting

No Atribut Kebutuhan Tingkat Kepentingan Kompetitor 1 Kompetitor 2

1Bahan berkualitas 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

2Mesin bordir yang handal 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

3Desain bordir dengan gambar dan warna yang tegas 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

4Tersedia pilihan desain bordir 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

5Desain warna sesuai pilihan konsumen 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

6Desain motif modern 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

7Bordiran tas laptop menarik 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

8Jahitan bordir kuat 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

9Bordiran sesuai keinginan pelanggan 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

10Harga terjangkau 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

11Lapisan luar tas laptop halus dan empuk 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 12Menggunakan bahan pelindung benturan 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

13Ukuran terstandard 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

14Lapisan luar anti air 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

15Bagian bawah kaku 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

16Desain bordir cocok untuk semua jenis kelamin 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

17Jahitan tas laptop kuat 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

18Terdapat tali panjang tas laptop 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

19Ada kantung tambahan 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

20Resleting kuat 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

21Desain bordir adalah batik 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

22Desain bordir adalah WPAP 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

(10)

24Bahan kain yang anti robek 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

Responden

(...) Setelah dilakukan penyebaran kuisioner tertutup kepada 30 responden, maka dilakukan rekapitulasi data kuisioner tertutup, berikut adalah rekapitulasi data kuisioner tertutup:

(11)

12 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 meliputi uji reliabilitas dan validitas, serta pembuatan rumah kualitas (House of Quality).

(12)

Pengujian data yang dilakukan terdiri dari uji reliabilitas dan validitas. Pengujian reliabilitas dan validitas dilakukan dengan menggunakan software SPSS 20. Hal ini dilakukan untuk menguji apakah kuisioner reliabel dan setiap item pertanyaan pada kuisioner valid. Pada uji reliabilitas dilakukan dengan membandingkan nilai Cronbach’s Alpha, dimana

Cronbach's Alpha merupakan rata-rata dari semua koefisien belah dua. Sedangkan nilai

Cronbach's Alpha berkisar 0 sampai 1. Jika nilai Cronbach's Alpha < 0,7, maka kuisioner dinyatakan tidak reliabel. Jika nilai Cronbach’s Alpha ≥ 0,7 maka kuisioner tersebut reliabel. Sedangkan uji validitas pada setiap item pertanyaan yaitu dengan membandingkan nilai

Cronbach’s Alpha If Item Selected dengan Cronbach’s Alpha pada tabel Reliability Statistic. Jika nilai Cronbach’s Alpha If Item Selected item pertanyaan kurang dari Cronbach’s Alpha, maka pertanyaan tersebut dinyatakan valid dan begitu juga sebaliknya.

4.5.3.1.1 Uji Reliabilitas Kepentingan Pelanggan

Setelah dilakukan pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner, selanjutnya dilakukan uji reliabilitas. Langkah-langkah yang dilakukan untuk menguji reliabilitas dengan SPSS 20 adalah sebagai berikut :

1. Membuka SPSS 20 dan membuka file baru.

2. Klik Variable View, untukmengaktifkan variabel view

3. Pada kolom Name, masukkan kode pernyataan dari kuesioner 4. Pilih Numeric pada kolom Type, dan masukkan Value berupa:

1 = STP ; 2 = TP ; 3 = CP ; 4 = P ; 5 = SP

5. Lalu pilih Ordinal pada kolom Measure untuk semua pernyataan 6. Mengaktifkan Data View

7. Masukkan data kepentingan pelanggan yang telah didapat 8. Klik Analyze lalu Scale dan selanjutnya Reliability Analysis

9. Masukkan semua variabel ke dalam Items, kemudian klik Statistics, pilih Scale If Item Deleted

10. Maka akan muncul output:

Tabel 4.7 Output Uji Reliabilitas Kepentingan Pelanggan

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items

.887 24

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, data kuisioner dianggap reliabel apabila nilai Cronbach’s Alpha lebih besar dari 0,7. Dari tabel diatas menunjukkan bahwa nilai

Cronbach’s Alpha sebesar 0,887 dan nilainya lebih besar dari 0,7 sehingga dapat disimpulkan bahwa data kuisioner sudah reliabel.

(13)

Setelah dilakukan pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner, selanjutnya dilakukan uji reliabilitas. Langkah-langkah yang dilakukan untuk menguji reliabilitas dengan SPSS 20 adalah sebagai berikut :

1. Membuka SPSS 20 dan membuka file baru.

2. Klik Variable View, untukmengaktifkan variabel view

3. Pada kolom Name, masukkan kode pernyataan dari kuesioner 4. Pilih Numeric pada kolom Type, dan masukkan Value berupa:

1 = STP ; 2 = TP ; 3 = CP ; 4 = P ; 5 = SP

5. Lalu pilih Ordinal pada kolom Measure untuk semua pernyataan 6. Mengaktifkan Data View

7. Masukkan data kepentingan pelanggan yang telah didapat 8. Klik Analyze lalu Scale dan selanjutnya Reliability Analysis

9. Masukkan semua variabel ke dalam Items, kemudian klik Statistics, pilih Scale If Item Deleted

10. Maka akan muncul output:

Tabel 4.7 Output Uji Reliabilitas Kompetitor 1

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items

.886 24

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, data kuisioner dianggap reliabel apabila nilai

Cronbach’s Alpha lebih besar dari 0,7. Dari tabel diatas menunjukkan bahwa nilai

Cronbach’s Alpha sebesar 0,886 dan nilainya lebih besar dari 0,7 sehingga dapat disimpulkan bahwa data kuisioner sudah reliabel.

4.5.3.1.1 Uji Reliabilitas Kepentingan Pelanggan

Setelah dilakukan pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner, selanjutnya dilakukan uji reliabilitas. Langkah-langkah yang dilakukan untuk menguji reliabilitas dengan SPSS 20 adalah sebagai berikut :

1. Membuka SPSS 20 dan membuka file baru.

2. Klik Variable View, untukmengaktifkan variabel view

3. Pada kolom Name, masukkan kode pernyataan dari kuesioner 4. Pilih Numeric pada kolom Type, dan masukkan Value berupa:

1 = STP ; 2 = TP ; 3 = CP ; 4 = P ; 5 = SP

5. Lalu pilih Ordinal pada kolom Measure untuk semua pernyataan 6. Mengaktifkan Data View

7. Masukkan data kepentingan pelanggan yang telah didapat 8. Klik Analyze lalu Scale dan selanjutnya Reliability Analysis

9. Masukkan semua variabel ke dalam Items, kemudian klik Statistics, pilih Scale If Item Deleted

10. Maka akan muncul output:

Tabel 4.7 Output Uji Reliabilitas Kompetitor 2

Reliability Statistics

(14)

.894 24

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, data kuisioner dianggap reliabel apabila nilai

Cronbach’s Alpha lebih besar dari 0,7. Dari tabel diatas menunjukkan bahwa nilai

Cronbach’s Alpha sebesar 0,894 dan nilainya lebih besar dari 0,7 sehingga dapat disimpulkan bahwa data kuisioner sudah reliabel.

4.5.3.1.3 Uji Validitas Kepuasan Pelanggan

Setelah dilakukan uji reliabilitas, langkah selanjutnya adalah melakukan uji validitas dengan menggunakan software SPSS. Langkah-langkah yang dilakukan untuk menguji reliabilitas dengan SPSS 20.0 adalah sebagai berikut:

1. Membuka SPSS 20 dan membuka file baru.

2. Klik Variable View, untukmengaktifkan variabel view

3. Pada kolom Name, masukkan kode pernyataan dari kuesioner 4. Pilih Numeric pada kolom Type, dan masukkan Value berupa:

1 = STP ; 2 = TP ; 3 = CP ; 4 = P ; 5 = SP

5. Lalu pilih Ordinal pada kolom Measure untuk semua pernyataan 6. Mengaktifkan Data View

7. Masukkan data kepuasan pelanggan yang telah didapat 8. Klik Analyze lalu Scale dan selanjutnya Reliability Analysis

9. Masukkan semua variabel ke dalam Items, lalu klik Statistics,lalu Scale If Item Deleted

10. Maka akan muncul output:

Tabel 4.9 Output Uji Validitas Kepuasan Pelanggan

Item-Total Statistics

Scale Mean if

Item Deleted Scale Variance ifItem Deleted Total CorrelationCorrected Item- Cronbach's Alphaif Item Deleted

(15)

Dari tabel output diatas, maka dapat dilihat uji validitas tiap butir pernyataan yang ada dalam kuisioner. Pernyataan dianggap valid jika nilai yang tertera pada Corrected Item-Total Correlation > r (0,271) dan Cronbach Alpha if Item Deleted < nilai Cronbach Alpha

(berdasarkan nilai pada uji reliabilitas). Dalam kasus ini, nilai Cronbach Alpha menunjukkan nilai sebesar 0,887. Lalu nilai tersebut dibandingkan dengan nilai Cronbach Alpha if Item Deleted tiap pernyataan. Berdasarkan tabel diatas, maka dapat disimpulkan bahwa ada beberapa pernyataan dianggap valid karena nilai Corrected Item-Total Correlation > r (0,271) dan Cronbach Alpha if Item Deleted > nilai Cronbach Alpha (0,887).

4.5.3.1.3 Uji Validitas Kepuasan Pelanggan

Setelah dilakukan uji reliabilitas, langkah selanjutnya adalah melakukan uji validitas dengan menggunakan software SPSS. Langkah-langkah yang dilakukan untuk menguji reliabilitas dengan SPSS 20.0 adalah sebagai berikut:

5. Membuka SPSS 20 dan membuka file baru.

6. Klik Variable View, untukmengaktifkan variabel view

7. Pada kolom Name, masukkan kode pernyataan dari kuesioner 8. Pilih Numeric pada kolom Type, dan masukkan Value berupa:

1 = STP ; 2 = TP ; 3 = CP ; 4 = P ; 5 = SP

11. Lalu pilih Ordinal pada kolom Measure untuk semua pernyataan 12. Mengaktifkan Data View

13. Masukkan data kepuasan pelanggan yang telah didapat 14. Klik Analyze lalu Scale dan selanjutnya Reliability Analysis

15. Masukkan semua variabel ke dalam Items, lalu klik Statistics,lalu Scale If Item Deleted

16. Maka akan muncul output:

Tabel 4.9 Output Uji Validitas Kepuasan Pelanggan

Item-Total Statistics

Scale Mean if

Item Deleted Scale Variance ifItem Deleted Total CorrelationCorrected Item- Cronbach's Alphaif Item Deleted

(16)

P20 77.2000 143.269 .660 .877

P21 78.2667 141.651 .508 .881

P22 78.1667 140.557 .543 .880

P23 77.5333 157.223 .057 .890

P24 76.9667 143.895 .574 .879

Dari tabel output diatas, maka dapat dilihat uji validitas tiap butir pernyataan yang ada dalam kuisioner. Pernyataan dianggap valid jika nilai yang tertera pada Corrected Item-Total Correlation > r (0,271) dan Cronbach Alpha if Item Deleted < nilai Cronbach Alpha

(berdasarkan nilai pada uji reliabilitas). Dalam kasus ini, nilai Cronbach Alpha menunjukkan nilai sebesar 0,886. Lalu nilai tersebut dibandingkan dengan nilai Cronbach Alpha if Item Deleted tiap pernyataan. Berdasarkan tabel diatas, maka dapat disimpulkan bahwa ada beberapa pernyataan dianggap valid karena nilai Corrected Item-Total Correlation > r (0,271) dan Cronbach Alpha if Item Deleted > nilai Cronbach Alpha (0,886).

4.5.3.1.3 Uji Validitas Kepuasan Pelanggan

Setelah dilakukan uji reliabilitas, langkah selanjutnya adalah melakukan uji validitas dengan menggunakan software SPSS. Langkah-langkah yang dilakukan untuk menguji reliabilitas dengan SPSS 20.0 adalah sebagai berikut:

9. Membuka SPSS 20 dan membuka file baru.

10. Klik Variable View, untukmengaktifkan variabel view

11. Pada kolom Name, masukkan kode pernyataan dari kuesioner 12. Pilih Numeric pada kolom Type, dan masukkan Value berupa:

1 = STP ; 2 = TP ; 3 = CP ; 4 = P ; 5 = SP

17. Lalu pilih Ordinal pada kolom Measure untuk semua pernyataan 18. Mengaktifkan Data View

19. Masukkan data kepuasan pelanggan yang telah didapat 20. Klik Analyze lalu Scale dan selanjutnya Reliability Analysis

21. Masukkan semua variabel ke dalam Items, lalu klik Statistics,lalu Scale If Item Deleted

22. Maka akan muncul output:

Tabel 4.9 Output Uji Validitas Kepuasan Pelanggan

Item-Total Statistics

Scale Mean if

Item Deleted Scale Variance ifItem Deleted Total CorrelationCorrected Item- Cronbach's Alphaif Item Deleted

(17)

P14 74.9000 150.369 .496 .889

P15 75.1667 153.730 .375 .892

P16 75.1667 148.006 .477 .890

P17 74.6333 155.620 .328 .893

P18 75.5000 146.534 .537 .888

P19 75.3333 143.747 .755 .882

P20 75.0333 151.826 .375 .892

P21 75.2333 134.875 .851 .878

P22 75.1667 139.385 .635 .885

P23 75.3000 144.838 .715 .884

P24 74.9000 150.024 .490 .889

Dari tabel output diatas, maka dapat dilihat uji validitas tiap butir pernyataan yang ada dalam kuisioner. Pernyataan dianggap valid jika nilai yang tertera pada Corrected Item-Total Correlation > r (0,271) dan Cronbach Alpha if Item Deleted < nilai Cronbach Alpha

(berdasarkan nilai pada uji reliabilitas). Dalam kasus ini, nilai Cronbach Alpha menunjukkan nilai sebesar 0,878. Lalu nilai tersebut dibandingkan dengan nilai Cronbach Alpha if Item Deleted tiap pernyataan. Berdasarkan tabel diatas, maka dapat disimpulkan bahwa ada beberapa pernyataan dianggap valid karena nilai Corrected Item-Total Correlation > r (0,271) dan Cronbach Alpha if Item Deleted > nilai Cronbach Alpha (0,878).

3. VOICE OF CUSTOMER

Berdasarkan pengolahan data dengan menguji validitas dan reliabilitas dari pernyataan dan jawaban responden, berikut adalah pernyataan konsumen yang sudah dianggap valid dan reliable.

No Atribut Kebutuhan

1 Bahan berkualitas

2 Mesin bordir yang handal

3 Tersedia pilihan desain bordir

4 Jahitan bordir kuat

5 Bordiran sesuai keinginan pelanggan

6 Harga terjangkau

7 Menggunakan bahan pelindung benturan

8 Ukuran terstandard

9 Jahitan tas laptop kuat

10 Ada kantung tambahan

11 Resleting kuat

12 Desain bordir adalah batik

13 Desain bordir adalah WPAP

14 Bahan kain yang anti robek

4. SEGMENTASI PASAR

(18)

orang dewasa berumur 15-25 tahun. Segmentasi utama dalam menyikapi peluang pasar produk tas laptop (Jeans WPAP Bordir) adalah sebagai berikut.

a. Segmentasi Geografi

1) Wilayah : Seluruh wilayah Kota Malang 2) Kawasan peruntukkan : Pemukiman

3) Daerah : Perkotaan

4) Iklim : Semua iklim

b. Segmentasi Demografi

1) Jenis kelamin : Laki-laki dan Perempuan 2) Usia : 15 – 25 tahun

1) Pengetahuan : Luas dan suka tentang hal baru 2) Tingkat penggunaan : Sering

3) Respon/loyalitas merk : Positif

5. RISET PEMASARAN II a. Analisa SWOT

Berikut merupakan analisa SWOT untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dari produk tas laptop (Jeans WPAP Bordir).

Strength Opportunity

a. Menjadi produk dengan inovasi baru b. Memiliki bahan baku yang berkualitas dan

mudah untuk didapatkan.

c. Produk memiliki siklus lifetime yang panjang. kalangan pelajar dan mahasiswa serta masyarakat yang menggunakan produk tas laptop).

a. Adanya produsen lain yang akan menjadi kompetitor.

b. Harga produk yang sedikit lebih mahal dibanding dengan tas laptop yang ada saat ini.

b. Portofolio BCG

(19)

Gambar 5.1 Matriks BCG

1. Tanda tanya (Question Mark) memiliki posisi pangsa pasar relatif yang rendah, tetapi mereka bersaing dalam industri yang bertumbuh pesat.

2. Bintang (Star) mewakili peluang jangka panjang terbaik untuk pertumbuhan dan profitabilitas bagi organisasi. Divisi dengan pangsa pasar relatif yang tinggi dan tingkat pertumbuhan industri yang tinggi seharusnya menerima investasi yang besar untuk mempertahankan dan memperkuat posisi dominan mereka. Kategori ini adalah pemimpin pasar namun bukan berarti akan memberikan arus kas positif bagi perusahaan, karena harus mengeluarkan banyak uang untuk memenangkan pasar dan mengantisipasi para pesaingnya.

3. Sapi perah (Cash Cow) memiliki pangsa pasar relatif yang tinggi tetapi bersaing dalam industri yang pertumbuhannya lambat. Disebut sapi perah karena menghasilkan kas lebih dari yang dibutuhkanya, mereka seringkali diperah untuk membiayai untuk membiayai sektor usaha yang lain.

4. Anjing (Dog) dari organisasi memiliki pangsa pasar relatif yang rendah dan bersaing dalam industri yang pertumbuhannya rendah atau tidak tumbuh. Mereka adalah anjing dalam portofolio perusahaan. Karena posisi internal dan eksternalnya lemah, bisnis ini seringkali dilikuidasi, divestasi atau dipangkas dengan retrenchment.

(20)

c. Bauran Pemasaran

Bauran pemasaran merupakan seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan pemasaran dalam memenuhi target pasarnya. Secara umum, bauran pemasaran merupakan strategi yang mengintegrasikan variabel-variabel “4 P” yaitu produk (product), promosi (promotion), harga (price), dan tempat (place), dimana semua variabel tersebut diarahkan untuk dapat menghasilkan omset penjualan yang maksimal. Berikut ini merupakan penjelasan mengenai variabel-variabel bauran pemasaran produk Tas Laptop Jeans WPAP bordir.

1) Produk (product)

Produk tas laptop ini memiliki desain yang unik dimana menggabungkan antara desain WPAP yang merupakan desain modern dengan motif batik Megamendung. Produk kami mengedepankan desain yang unik namun tetap mengedepankan estetika dan kerapian bordirnya. Pemilihan tas laptop sebagai produk bordir dinilai cocok karena selama ini produk bordir masih didominasi oleh baju dan kebaya, selain itu tas laptop yang selama ini berada di pasaran memiliki bordir yang bervariasi tetapi tidak menunjukkan identitas pemiliknya. Tas laptop ini dibuat dengan bahan kain jeans yang mana sangat disukai oleh para pelajar dan mahasiswa, karena memberi kesan keren dan bagus. Oleh karena itu produk tas laptop jeans WPAP bordir ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan ekspektasi konsumen akan produk bordir.

2) Harga (price)

Produk ini ditargetkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan mempertimbangkan segementasi pasar yaitu mahasiswa dan pelajar. Kisaran harga yang digunakan adalah Rp 120.000,00 – Rp 150.000,00. Harga yang ditetapkan sudah sesuai dengan kualitas, biaya desain bordir, produksi bordir, bahan baku, dan lainnya. Sehingga harga ini tidak akan membebani konsumen maupun produsen.

3) Tempat (place)

Tempat pemasaran akan terletak dekat dengan kampus-kampus maupun sekolah. Penempatan tempat pemasaran berdasarkan segmentasi pasar agar mudah ditemukan oleh buyer. Lokasi yang digunakan adalah di Kota Malang yang mana merupakan kota para pelajar baik dari Kota Malang maupun luar kota.

4) Promosi (promotion)

(21)

melakukan promosi secara langsung dalam event-event dan pameran yang mengundang banyak masyarakat seperti event-event di kampus.

d. Lingkungan Pemasaran

Lingkungan pemasaran adalah lingkungan dari perusahaan yang terdiri dari pelaku dan kekuatan di luar pemasaran, yang berpengaruh terhadap kemampuan manajemen pemasaran guna membangun dan mempertahankan hubungan yang berhasil dengan sasaran pelanggan. Pengamatan terhadap lingkungan sangat penting dilakukan oleh perusahaan agar senantiasa dapat mengikuti keinginan pasar yang kompleks dan berubah-ubah, untuk bisa menentukan strategi dari perusahaan. Lingkungan pemasaran terdiri dari mikro dan makro.

Lingkungan mikro perusahaan adalah pelaku yang dekat dengan perusahaan, dan berpengaruh terhadap kemampuan perusahaan untuk melayani pelanggan. Lingkungan mikro perusahaan terdiri dari: perusahaan (company), pemasok (supplier), perantara pemasaran (marketing intermediaries), pasar pelanggan (customers), pesaing (competitors), dan masyarakat (publics).

1. Perusahaan

Untuk membuat rencana pemasaran, seluruh tim dalam perusahaan bekerja sama secara harmonis dari manajemen puncak, keuangan, riset dan pengembangan, pembelian, operasi, akuntasi. Hal ini dilakukan dalam upaya membentuk lingkungan internal yang mana bertujuan memberikan nilai dan kepuasan pelanggan yang unggul. 2. Pemasok

Pemasok menyediakan sumberdaya yang diperlukan, untuk menghasilakan produk atau jasa yang di produksi oleh perusahaan

3. Perantara pemasaran

Perantara pemasaran membantu perusahaan mempromosikan, menjual, dan mendistribusikan produknya ke pembeli akhir. Perantara pemasaran meliputi penjual perantara, perusahaan distribusi fisik, agen jasa pemasaran, dan perantara keuangan. 4. Pelanggan

Perusahaan harus mempelajari lima jenis pasar pelanggan secara lebih dekat 5. Pesaing

Konsep pemasaran yang berhasil apabila perusahaan dapat menyediakan nilai dan kepuasan pelanggan yang lebih besar daripada pesaing. Oleh karena itu, perusahaan harus menyesuaikan pemasaran dengan kebutuhan konsumen sasaran. Perusahaan juga harus memiliki strategi penawaran yang lebih kuat dari penawaran pesaing dalam pikiran konsumen.

6. Masyarakat

(22)

masyarakat: Masyarakat keuangan, masyarakat media, masyarakat pemerintah, masyarakat Lembaga Swadaya Masyarakat, masyarakat local, masyarakat umum, masyarakat internal. Lingkungan Makro perusahaan merupakan kekuatan sosial yang lebih besar yang memengaruhi lingkungan mikro perusahaan. Lingkungan makro perusahaan terdiri dari: Lingkungan demografis, ekonomi, alam, teknologi, politik, dan budaya.

7. Lingkungan demografis

Demografi adalah aspek yang menyangkut ukuran, kepadatan, lokasi, usia, jenis kelamin, ras, lapangan kerja, dan data statistic lain. Lingkungan demografi menjadi yang cukup penting bagi perusahaan karena lingkungan demografis menyangkut kondisi masyarakat, dan masyarakat berpengaruh membentuk pasar.

8. Lingkungan ekonomi

Lingkungan ekonomi adalah faktor-faktor yang mempengaruhi daya beli dan aktivitas ekonomi konsumen. Suatu bangsa mempunyai tingkat dan distribusi pendapatan yang sangat beragam. Sejumlah negara mempunyai ekonomi subsisten-negara mengkonsumsi hasil pertanian dan industrinya sendiri. Negara-negara menawarkan peluang pasar yang kecil. Ekonomi industry-menawarkan pasar yang kaya untuk berbagai jenis barang yang berbeda.

9. Lingkungan alam

Lingkungan alam adalah faktor yang memperlihatka potensi bahan baku seperti bahan baku tertentu, biaya energi, tingkat populasi yang meningkat, dan gerakan “hijau” yang berkembang untuk melindungi lingkungan.

10. Lingkungan teknologi

Lingkungan teknologi adalah faktor dalam menciptakan teknologi baru, inovasi produk baru, dan peluang pasar, yang baru.

11. Lingkungan politik

lingkungan politik sangat berpengaruh terhadap keputusan strategi pemasaran perusahaan . Lingkungan politik terdiri dari hukum, badan pemerintah, dan kelompok LSM yang mempengaruhi atau membatasi berbagai organisai dan individu di dalam masyarakat tertentu.

12. Lingkungan budaya

Lingkungan budaya terdiri dari faktor dan kekuatan lain yang mempengaruhi nilai dasar, persepsi, selera, dan perilaku masyarakat. Karakteristik budaya yang mempengaruhi pengambilan keputusan pemasaran adalah: Keteguhan pada nilai-nilai budaya dan perubahan dalam nilai budaya sekunder.

Porter’s Five Forces Analysis

(23)

competitive rivalry, bargaining power of suppliers, bargaining power of buyers, threat of new entrants, and threat of subtitute product.

Gambar 5.2 Porter’s Five Forces Model

1. Ancaman Kompetitor baru:

Persaingan dalam industri terus mengalami perkembangan bahkan semakin ketat, selain itu produk Tas Laptop Jeans WPAP Bordir adalah produk yang belum pernah ada sebelumnya, sehingga sangat dimungkinkan akan ada munculnya kompetitor-kompetitor baru yang hendak menyaingi. Memberikan kualitas yang terbaik, memberikan inovasi desain modern, serta selalu mengikuti perkembangan trend yang ada, hal-hal inilah yang dapat membuat produk ini tetap bertahan dan menjaga keloyalan konsumen.

2. Ancaman dari produk pengganti:

Pada produk Tas Laptop Jeans WPAP Bordir, ancaman produk subtitusinya adalah ransel bag yang memiliki ruang khusus menruh laptop jika dibawa dengan barang bawaan lainnya. Selain itu juga, untuk beberapa masyarakat yang tidak memerlukan fungsi tambahan Tas Laptop ini akan lebih memilih produk subtitusi yang dapat memenuhi fungsi utama tas laptop semata. Dengan mengetahui ancaman seperti ini, penting sekali bagi perusahaan untuk terus meningkatkan promosi agar masyarakat dapat mengetahui keunikan dari tas laptop ini disbanding yang lainnya.

3. Daya tawar dari pembeli:

Daya tawar dari pembeli bertujuan untuk menarik masyarakat untuk membeli produk Tas Laptop Jeans WPAP Bordir, dapat diwujudkan dengan perusahaan memberikan penawaran yang menarik dengan adanya promo dan diskon.

(24)

Daya tawar dari supplier diwujudkan dengan adanya ikatan hubungan baik antara perusahaan dan pihak tertulis. Banyak pembeli dan sedikit supplier akan membuat

supplier menjadi pilih-pilih terhadap pembelinya. Maka perlu dilakukan perjanjian tertulis agar tidak terjadi kesalah pahaman dalam hubungan kerja sama dua belah pihak.

5. Persaingan di antara pemain yang sudah ada:

Persaingan diantara perusahaan lain saat ini bersifat sehat, dengan produk yang ditawarkan memiliki fungsi tambahan sebagai tas laptop yang memiliki desain bordir modern seperti WPAP yang dimodivikasi dengan batik megamendung. Bahan yang digunakan yaitu khusus dari jeans. Cara pemasaran pun tidak menimbukan persaingan tidak sehat.

Analisa PEST

Analisis PEST merupakan analisis eksternal makro-lingkungan yang akan mempengaruhi semua perusahaan. P.E.S.T. merupakan akronim untuk Politik, Ekonomi, Sosial, dan Teknologi faktor eksternal makro-lingkungan. Disini ditambahkan dua unsur lagi, yaitu Environment (lingkungan) dan Law & Regulation (Hukum dan Regulasi). 1) Politic (Politik)

Peristiwa politik dan sosial yang terjadi di Indonesia saat ini dapat memberi dampak merugikan pada kegiatan bisnis di Indonesia. Indonesia telah mengalami proses perubahan demokrasi, yang mengakibatkan timbulnya berbagai peristiwa sosial dan politik yang menimbulkan ketidakpastian peta politik di Indonesia. Peristiwa ini secara umum telah menimbulkan ketidakpastian politik, di samping gejolak sosial dan sipil yang tercermin dengan adanya sejumlah kejadian dalam beberapa tahun terakhir.

2) Economic (Ekonomi)

(25)

telah mendorong pertumbuhan tingkat pendidikan yang secara langsung berdampak terhadap kebutuhan pendidikan seperti tas laptop bagi pelajar dan mahasiswa di Indonesia. Industri ini akan terus tumbuh sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diharapkan akan meningkatkan taraf pendidikan di Indonesia yang juga berdampak pada peningkatan permintaan akan kebutuhan prasarana pendidikan.

3) Social (Sosial)

Masyarakat khususnya kaum pelajar dan mahasiswa menginginkan tas laptop yang unik, memiliki inovasi baru dalam hal estetika dan kualitas. Denga adanya tas laptop tersebut, maka pelajar dan mahasiswa akan merasa lebih nyaman dan mudah membawa laptop dan barang bawaan lainnya saat dibutuhkan.

4) Technology (Teknologi)

Penggunaan teknologi yang canggih dan tepat guna akan mempermudah proses produksi. Tantangan di masa depan adalah melakukan transformasi secara penuh untuk menjadi perusahaan yang fokus kepada pelanggan yang didukung oleh teknologi dan struktur organisasi yang tepat.

5) Environment (Lingkungan)

Indonesia rentan terhadap bencana alam dan fenomena lain di luar kendali. Beberapa daerah pemasaran rentan terhadap bencana alam, seperti banjir, petir, angin puyuh, gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, kebakaran atau peristiwa lain yang berada di luar kendali. Semua hal di atas tersebut dapat mengganggu kegiatan operasional perusahaan dan mengakibatkan kerusakan peralatan yang memberi dampak merugikan pada kinerja keuangan dan hasil produk tas laptop. Sedangkan bahan baku untuk tas laptop sendiri aman karena awet sehingga tidak akan perlu membuangnya jika ada kerusakan.

6) Law & Regulation (Hukum dan Regulasi)

Di dalam adanya pendirian industri disuatu daerah. terdapat pajak dan retribusi yang harus dibayarkan kepada pemerintahan daerah tersebut. Di dalam pembangunan suatu industri baru memiliki aturan-aturan yang telah dibuat oleh kementrian perindustrian Indonesia. Hal-hal lain juga telah diatur oleh kementrian perindustrian dimana aturan-aturan tersebut tidak terlalu sulit untuk dijalankan.

Bentuk Struktur Pasar

Dalam industri ini memiliki bentuk pasar persaingan sempurna Jenis pasar persaingan sempurna ini terjadi karena jumlah produsen sangat banyak sekali dengan memproduksi produk yang sejenis dan mirip dengan jumlah konsumen yang banyak. Sifat-sifat pasar kenapa disebut pasar persaingan sempurna:

(26)

2) Barang yang dijual sejenis satu sama lain. 3) Penjual bersifat pengambil harga (price taker).

4) Harga ditentukan mekanisme pasar permintaan dan penawaran (demand and supply) 5) Posisi tawar konsumen kuat

6) Sulit memperoleh keuntungan di atas rata-rata 7) Sensitif terhadap perubahan harga

8) Mudah untuk masuk dan keluar dari pasar

BenchmarkingAnalysis

Dari perbandingan produk tas laptop inovatif ini dibanding dengan produk tas laptop lain, produk ini lebih baik karena mengutamakan kualitas, mudah dalam perawatan, dan fasilitas tambahan untuk menyimpan kertas.

8. Analisa Situasi Usaha

Melakukan analisa situasi usaha dengan berdasarkan pada perilaku pasar hasil riset pemasaran 1, serta analisa faktor internal-eksternal dan analisa persaingan hasil riset pemasaran 2.

8.1 Product Life Cylce

Gambar6.1Product Life Cycle

Siklus hidup produk ini seperti pada gambar diatas, berikut merupakan penjelasan dari setiap tahap.

1). Tahap pengenalan (introduction).

(27)

tahap ini akan dilakukan promo dengan menggunakan poster dan pameran. Pada tahap ini, perusahaan menetapkan rata-rata penjualan adalah produk dengan targetmemiliki pesanan dengan jumlah yang sudah ditargetkan selama setengah tahun kedepan.

2). Tahap Pertumbuhan (growth).

Pada tahap ini, akan terjadi peningkatan penerimaan pasar dengan cepat terhadap perbaikan laba secara subtansial. Karena permintaan sudah meningkat dan masyarakat sudah mengenal barangnya, sehingga strategi yang telah dilakukan akan sedikit dikurangi dalam usaha promosi yang dilakukan oleh perusahaan, dan lebih menitikberatkan pada kapabilitas dalam pemenuhan permintaan konsumen dengan tepat waktu dan menjaga kualitas produk. Pada tahap ini, pihak perusahaan memiliki target rata-rata penjualan mencapai unit pertahun, dimana sudah terdapat perkembangan jumlah pesanan menengenai produk.

3). Tahap kedewasaan (maturity).

Pada tahap ini pertumbuhan penjualan mulai melambat karena produk telah mencapai tingkat penerimaan pada sebagian besar potensial. Laba stabil atau menurun dikarenakan peningkatan persaingan ataupun pasar target yang sudah jenuh dengan produk perusahaan, maka untuk mempertahankan pasar dan menjaga loyalitas pelanggan perusahaan perlu membangun relasi yang baik dan memberikan layanan baru yang dapat menjaga loyalitas pelanggan.

4). Tahap kemunduran (decline).

Pada periode ini penjualan menunjukan arah menurun karena peningkatan persaingan, sehingga perlu untuk melakukan perubahan besar dengan menciptakan value baru maupun membentuk citra baru, dengan melakukan berbagai inovasi dan penambahan fitur pada produk. Selain itu, dapat beralih dan berfokus pada segmen pasar yang masih memiliki potensi besar dan menghentikan penjualan pada segmen yang sudah tidak berpotensi. Penentuan periode dan kapasitas penjualan yang ada pada siklus hidup produk diatas didapatkan dari hasil pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut:

a) Modal.

Modal merupakan faktor penting yang mempengaruhi kapasitas produksi yang nantinya berdampak pada kapasitas penjualan. Seiring berjalannya usaha, jumlah modal akan terus berkembang, sehingga mampu meningkatkan kapasitas produksi dan penjualan.

b) Teknologi.

Faktor teknologi belum mampu mendukung produksi dalam jumlah besar, namun kemudian dapat berkembang seiring dengan jumlah penjualan yang semakin meningkat.

(28)

Peminat yang pada awalnya sedikit karena belum mengenal produk menjadi faktor penentu jumlah penjualan. Pada awal peluncuran produk yang baru, peminat produk masih terbilang rendah, namun dengan adanya usaha-usaha promosi, maka peminat produk akan bertambah pula

d) Jumlah pesaing.

Pesaing menjadi faktor yang dipertimbangkan, karena sebagai produk baru maka peluang untuk merebut pasar juga masih rendah, namun seiring berjalannya waktu,

image produk yang semakin dikenal masyarakat dapat menjadi pendorong daya saing produk yang nantinya juga menodorong kapasitas penjualan. Berdasarkan Life Cycle Product tersebut, dapat dikategorikan 2 kondisi permintaan dari masa hidup produk, yaitu sebagai berikut:

6. Masa pengenalan produk, dengan rata-rata penjualan sebesar 60 unit / bulan target waktu setengah tahun.

7. Masa pertumbuhan produk, dengan rata-rata penjualan sebesar 60 unit / bulan. Berdasarkan empat tahap diatas, saat ini produk Jeans WPAP Bordir (tas laptop) berada pada tahap introduction, dimana merupakan produk improvement dari produk sejenis di pasar saat ini, sehingga diperlukan aktivitas promosi yang gencar hingga 6 bulan ke depan dimana startegi taktisnya akan dijelaskan lebih lanjut.

8.2 Analisis SWOT

Perubahan situasi usaha dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain adanya perubahan kebutuhan pembeli, perkembangan teknologi, perubahan kakuatan sosial ekonomi, dan persaingan antar produsen. Perubahan-perubahan ini menciptakan peluang dan ancaman baru bagi perusahaan untuk melayani pasar, sehingga dibutuhkan analisis mengenai situasi usaha untuk memudahkan pelaku usaha dalam menentukan strategi usaha. Pada analisis situasi usaha akan dibahas mengenai perilaku pasar, analisis faktor internal dan eksternal, serta analisis persaingan.

a. Perilaku Pasar

Sasaran utama dari produk ini adalah pelajar dan mahasiswa. Status sosial yang dituju produk ini adalah kalangan pelajar dan mahasiswa yang tertarik dengan dunia seni, untuk itu harus terus dilakukan inovasi dengan mengutamakan estetika agar produk ini dapat menjaring kelompok kepribadian pelanggan yang lebih luas.

(29)

Sigura-gura). Pertimbangan penentuan lokasi ini didasarkan pada biaya tenaga kerja, pajak, dan harga tanah yang lebih rendah daripada di daerah lain yang dekat dengan lokasi perusahaan. Selain itu juga dipertimbangkan masalah kemudahan transportasi. Pemilihan jalan Sigura-gura sebagai lokasi pabrik dianggap tepat, juga dikarenakan lokasitersebutdekatdenganuniversitas yang ada di wilayah Malang seperti UB, ITN, UIN, UM, dan lain-lain.

Saat ini banyak usaha sejenis bermunculan, sehingga membentuk struktur pasar persaingan sempurna. Hal ini menuntut pelaku usaha untuk memahami perilaku pengguna yang bervariasi. Untuk itu perusahaan perlu melakukan identifikasi kebutuhan pelanggan, salah satunya dengan kuesioner terbuka ke pelanggan.

b. Analisis Faktor Internal – Eksternal

Analisis faktor internal dan faktor eksternal dalam suatu usaha dilakukan dengan bantuan analisis SWOT yang meliputi kekuatan (strength), kelemahan (weakness), peluang (opportunities), dan ancaman (thread) dimana peluang dan ancaman merupakan faktor eksternal sedangkan kekuatan dan kelemahan merupakan faktor internal. Berikut analisis faktor internal dan eksternal yang disajikan dalam bentuk matriks SWOT.

Internal Factor(s) berkualitas dan mudah untuk didapatkan. pelajar dan mahasiswa serta

masyarakat yang

(30)

Peluang (O) : harapan pelanggan dan dapat menjadi produk yang berbeda produk ini berbeda dengan produk lain sejenis karena memiliki inovasi desain yang selain itu juga selektif dalam memilih supplier promosi melalui berbagai media sosial yang ada saat ini dan banyak digunakan oleh pelajar dan mahasiswa.

Analisis Persaingan

Pada analisis persaingan ini digunakan Porter’s Five Forces Analysis untuk mengetahui kondisi persaingan dan kompetensi perusahaan dengan memperhatikan faktor internal dan eksternal.Persaingan yang kini dihadapi oleh usaha produksi tas laptop dapat dianalisa dari 5 kekuatan.

Berikut adalah analisa persaingan usaha produksi tas laptop. 1) Ancaman kompetitor baru

(31)

yang canggih untuk dapat menyaingi industri yang sudah ada dan juga didukung oleh modal investasi yang tinggi. Hal ini juga terjadi dalam industri tas laptop sehingga memaksa perusahaan untuk dapat bersaing. Oleh karena itu perusahaan harus selalu melakukan inovasi untuk menambah fitur dan keunggulan yang membedakan produknya dengan kompetitor. Selain itu perusahaan juga harus dapat menjadi yang terdepan dalam segi kualitas produk, sehingga pelanggan menjadi fanatik dengan produk ini dan tidak beralih kepada brand yang lain.

2) Ancaman dari produk/jasa pengganti

Selain kompetitor baru, perusahaan juga harus waspada pada adanya produk pengganti karena bisa saja pelanggan menganggap produk pengganti tersebut lebih baik dalam memenuhi kebutuhannya. Keunggulan produk pengganti bisa saja dari segi kualitas yang lebih baik, harga yang lebih murah, atau bahkan harga yang sama namun performa lebih baik. Melihat ancaman ini perusahaan harus senantiasa melakukan pendekatan kepada pelanggan untuk dapat mengetahui ekspektasi pelanggan dari produk yang dihasilkan. Selain itu iklan serta even promo juga akan dapat menarik minat pelanggan lebih tinggi terhadap produk yang dihasilkan perusahaan.

3) Daya tawar dari pembeli

Masyarakat sebagai pembeli tentu menginginkan produk dengan karakteristik yang bagus namun dengan harga yang murah. Terkadang ketika hal tersebut tidak ditemukan dalam suatu brand produk, maka pembeli akan beralih kepada brand lain ataupun produk penggantinya. Melihat hal ini tentunya perusahaan harus peka mengenai segmentasi dan harapan dari pembeli. Bagaimana agar produk yang dihasilkan sesuai dengan daya beli pelanggan namun tetap memenuhi harapan pelanggan.

4) Daya tawar dari supplier

Faktor supplier juga mempengaruhi kondisi persaingan dalam usaha. Perusahaan harus dapat memilih supplier mana yang terbaik. Terbaik dalam hal ini menyangkut banyak hal, antara lain dari segi kualitas bahan baku yang dijanjikan, harga yang dapat dinegosias, dan kesetiaan/loyalitas supplier pada perusahaan serta komitmen

supplier untuk tidak mengutamakan produsen lain diatas perusahaan kita. Oleh karena itu perusahaan harus dapat menjalin hubungan kerja sama yang baik dengan seluruh supplier yang ada.

5) Persaingan di antara pemain yang sudah ada

(32)

perbaikan dari segi produk maupun sistem produksi dan manajemen (continuous improvement). Hal ini akan sangat berguna bagi perusahaan selain dapat mendorong perusahaan untuk tetap menjadi yang terdepan dalam bidangnya, perbaikan berkelanjutan pada sistem produksi dan manajemen akan membantu memperbaiki struktur biaya industri yang dikeluarkan perusahaan. Perbaikan dalam segi system produksi dan manajemen dapat dilakukan dengan melakukan penghematan dan memangkas segala bentuk pemborosan serta senantiasa menciptakan sistem yang efektif dan efisien.

7. VALUE PREPOSITION

Manfaat dari produk kami tentunya lebih unik, adapun kelebihan dari produk yang kami tawarkan bila dibandingkan dengan produk yang ada yaitu:

a. Newness: Konsumen dapat melakukan request mengenai fitur tambahan yang diinginkan. b. Customization: Desain WPAP tas laptop dipesan sesuai permintaan dan keinginan

konsumen.

c. Design: Produk ini memliki design yang unik dan inovatif karena sebelumnya belum pernah ada tas laptop yang dibuat dengan menkombinasikan desain WPAP dengan batik megamendung.

d. Price: harga produk yang terjangkau bagi kalangan pelajar dan mahasiswa sebesar 120.000-150.000 ribu.

e. Risk reduction: memiliki bahan yang berkualitas, memiliki kekuatan tas yang disesuaikan dengan berat laptop dan bagian pegangan tangan yang menggunakan prinsip ergonomi sehingga aman dan nyaman untuk digunakan.

f. Convenience/Usability: Dapat dicuci karena terbuat dari bahan kain jeans, serta memiliki resleting dan pegangan tangan yang kuat dan tidak mudah rusak/patah.

8. Visi dan Misi

Adapun visi dari perusahaan kami San Piera Bordir adalah sebagai berikut:

a. Menjadi perusahaan bordir nasional dan menciptakan produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan

Adapun misi dari San Piera Bordir adalah sebagai berikut

1. Mengutamakan kebutuhan pelanggan dalam setiap pembuatan produk bordir 2. Terus melakukan terobosan dan inovasi baru dalam usaha bordir

3. Penggunaan teknologi yang tepat untuk mendukung mass production 4. Melakukan pengolahan perusahaan yang profesional dan kekeluargaan

(33)

Persaingan pasar global saat ini berakibat pada pilihan konsumen yang semakin beragam. Oleh karena itu, strategi pemasaran merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan dalam rangka untuk memberikan informasi mengenai barang atau jasa kepada konsumen.Berikut ini merupakan strategi pemasaran yang akan dilakukan oleh San Piera dalam memasarkan produk tas laptop bordir kami.

1. Positioning

Positioning adalah bagaimana kita mampu secara tepat memposisikan diri (identitas) kita di benak pelanggan atau target pasar, hal ini dilakukan agar sebuah produk memiliki manfaat yang bersifat spesifik. Dengan kata lain positioning merupakan langkah-langkah perusahaan dalam membangun citra perusahaan. Dalam hal ini perusahaan kami menawarkan sebuah inovasi baru pada tas laptop dimana menggunakan bordir dengan desain yang merupakan perbaduan antara WPAP desain dengan batik pola megamendung. Produk kami merupakan produk yang tergolong baru dimana biasanya tas laptop jarang memiliki pola-pola tertentu pada permukaannya. Terlebih lagi kami mengedapankan pola batik yang sudah mendunia dipadukan dengan WPAP desain yang merupakan gambar sketsa wajah. Hal ini memberikan pilihan custom pada konsumen. Produk tas laptop bordir ini ditujukan pada pelajar, mahasiswa, karyawan, maupun pebisnis.

2. Diferensiasi

Diferensiasi adalah upaya kita merancang seperangkat perbedaan dengan produk lain dan harus benar-benar teraplikasikan dalam setiap produk/servis atau proses yang dilakukan oleh perusahaan. Differensiasi yang tepat dalam persaingan akan memperkokoh positioning

perusahaan/merek di dalam benak konsumen.

Perbedaan produk tas laptop bordirdengan produklainnya terletak pada desainnya yangunik, yang merupakan gabungan antara motif batik megamendung dengan WPAP. Selain itu sketsa hajah WPAP juga dapat dipesan sesuai keinginan konsumen.

3. Branding

(34)

Merek produk “” dinilai dapat menggambarkan fungsi utama dari produk dengan lebih eksplisit, sehingga ketika seseorang mendengar merek “”, mereka akan dapat membayangkan secara langsung bentuk dan fungsi dari produk ini. Selain itu, merek ini diharapkan akan lebih mudah di ingat oleh konsumen

Selain dari aspek strategi yang telah disebutkan diatas, ada beberapa bauran pemasaran yang merupakan seperangkat alat pemasaran, digunakan untuk mencapai tujuan pemasaran dalam pasar sasaran. Secara umum, bauran pemasaran menekankan pada pengertian suatu strategi yang mengintegrasikan produk (product), price (harga), promosi (promotion), dan distribusi (place), dimana kesemuanya itu diarahkan untuk dapat menghasilkan omset penjualan yang maksimal atas produk yang dipasarkan dengan memberikan kepuasan pada para konsumen.

Berdasarkan beberapa penjelaan tersebut, maka bauran pemasaran dapat disederhanakan menjadi empat kebijakan meliputi:

1) Penetapan produk (Product)

Dengan menampilkan produk tas laptop bordir dengan desain yang unik dan mempertimbangkan kebutuhan dan keingininan konsumen, maka diharapkan produk ini akan dapat memenuhi kebutuhan dan ekspektasi konsumen akan produk sejenis yang sudah ada sebelumnya. Produk tas laptop ini memiliki keunggulan pada desain yang unik yang merupakan perpaduan antara desain WPAP dengan batik pola megamendung. Produk tas laptop selama ini dinilai memiliki desain yang monoton sehingga diharapkan melalui produk kami dapat memenuhi ekspektasi konsumen akan desain tas laptop yang unik.

2) Keputusan penetapan harga (Price)

Penetapan harga adalah suatu unsur pokok dalam perumusan strategi pemasaran dan apabila situasi persaingan berubah dengan berbagai tahapan dalam siklus kehidupan produk, maka kebebasan penetapan harga oleh manajemen perusahaan relatif juga akan berubah. Penetapan harga untuk produk taslaptop bordir ini dilakukan dengan mempertimbangkan interval pendapatan pada segmentasi pasar yang dituju yaitu pelajar, mahasiswa, mauppun pegawai kantoran. Dengan melihat keadaan pasar, maka perusahaan menetapkan bahwa produk berharga antararentangRp 150.000 –Rp500.000. 3) Strategi promosi (Promotion)

Strategi promosi yang dapat digunakan untuk mengenalkan produk kepada masyarakat, diantaranya dengan teknik iklan (advertising), dan sales promotion. Advertising

(35)

pamflet dan lain sebagainya. Untuk iklan awal akan dilakukan dengn media online mengingat biayanya yang relatif murah. Sedangkan sales promotion dapat dilakukan dengan cara melakukan promosi secara langsung dalamevent-event dan pameran yang mengundang banyak masyarakat seperti event-event di kampus

4) Lokasi (Place)

Tempat pemasaran akan terletak dekat dengan kampus-kampus maupun sekolah. Penempatan tempat pemasaran berdasarkan segementasi pasar agar mudah ditemukan oleh buyer. Selain itu akan dilakukan kerjasama dengan distributor-distributor maupun toko-toko

10. PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN PRODUK

House of Quality (HOQ)

House of Quality (HOQ) merupakan tahap pertama pada penerapan metodologiQuality Function Deployment(QFD). Secara garis besar matriks ini adalah upaya untuk mengkonversi voice of costumer terhadap karakteristik teknis atau spesifikasi teknis dari produk yang dihasilkan. Perusahaan akan berusaha mencapai karakteristik teknis yang sesuai dengan target yang telah ditetapkan, dengan sebelumnya melakukan benchmarking terhadap produk pesaing. Benchmarking dilakukan untuk mengetahui posisi-posisi relatif produk yang ada di pasaran yang merupakan kompetitor.Berikut adalah bagan yang menjelaskan tentang HOQ.

Gambar 11.1 Bagan House of Quality (HOQ)

a. Analisis Room 1

(36)

pemasaran yang kedua (kuesioner tertutup). Berikut adalah keinginan konsumen yang didapatkan dari kesioner tertutup.

b. Analisis Room 2, 3, dan 6

Berikut dijelaskan mengenai HOQ room 2, 3, dan room 6. 1) Room 2

HOQ room 2 menjelaskan tanggapan dari tim terhadap kebutuhan pelanggan yang dijabarkan pada room 1. Langkah yang dilakukan selanjutnya adalah meyiapkan persyaratan konsumen dan karakteristik teknis serta melakukan penentuan hubungan antara keduanya.Hubungan terbentuk antara pendeskripsian masing-masing persyaratan pelanggan dapat mempengaruhi satu satu lebih pendeskripsian teknis dan sebaliknya. Yaitu pada setiap respon teknis akan menjawab atas pernyataan konsumen seperti bahan baku berkualitas direspon dengan melakukan pemilihan bahan baku dimana harapannya akan memilih bahan baku terbaik, lalu mesin bordir yang handal dimana respon teknisnya adalah pengadaan fasilitas yang salah satunya adalah mesin bordir yang akan digunakan untuk mendukung proses produksi dan hasil bordir yang terbaik.

2) Room 3

Pada room 3 ditunjukkan hubungan antara kebutuhan konsumen dengan tanggapan dari tim yang ditunjukkan dengan simbol pemetaan korelasi. Matriks interaksi merupakan penggabungan atribut keinginan yang dianggap penting oleh responden dengan karakteristik atribut yang telah ditentukan oleh desain tim. Seperti hubungan antara pernyataan konsumen mengenai bahan berkualitas dengan respon teknis pemilihan bahan baku yaitu memiliki hubungan yang sangat kuat maka diberi tanda bulat penuh.

3) Room 6

(37)

c. Analisis Room 4 dan 5 1) Room 4

HOQpada room 4 meliputi langkah benchmarking. Benchmarking merupakan aktivitas untuk memperbaiki kualitas dengan aliansi antar partner untuk berbagi informasi dalam proses dan pengukuran yang akan menstimulasi praktek inovatif dan memperbaiki kinerja.

(38)

2) Room 5

Analisa room 5 adalah technical benchmarking. Technical benchmarking merupakan spesifikasi yang akan diterapkan pada produk kami. Benchmarking dilakukan untuk mengungkapkan konsep produk yang sudah ada yang telah dipakai untuk memecahkan masalah yang berkaitan.

Enggineering Assesment merupakan perbandingan teknis antara hasil produk dengan kompetitor 1 dan 2 sehingga dapat memberikan informasi mengenai kekuatan dan kelemahan dalam persaingan.

Berikut ini merupakan penggambaran room 5:

d. Analisa Room 7 dan Room 8

Untuk room 7 dan room 8 menyediakan informasi urutan tingkat kepentingan (rangking) persyaratan teknis dan target kinerja persyaratan teknis yang akan dikembangkan, yaitu dilakukan perhitungan sebagai berikut:

(39)

Contoh perhitungan relative importance1

Dari hasil perhitungan diatas didapatkan hasil seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah, nilai absolute importance dan relative importance tertinggi terdapat pada inovasi produk dan pemilihan bahan baku dengan nilai masing-masing 117.93 dan 117.36 untuk

absolute importance, lalu 22,50% dan 22,39% untuk relative importance. Artinya kedua atribut tersebut memiliki hubungan yang paling banyak dan kuat dengan kebutuhan konsumen.

Gambar 4.5 Room 7

Berdasarkan pertimbangan pada seluruh Room didapatkan performance target seperti berikut.

Berdasarkan analisa room 8 di atas, perusahaan menetapkan target atau performance standard sebagai cara untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang juga dapat memberikan kepuasan dalam pemenuhannya. Agar pemenuhan kepuasan tersebut dapat terwujud, maka sebaiknya perusahaan melakukan beberapa upaya yaitu sebagai berikut:

1. Membuat inovasi produk dengan menggunakan desain bordir WPAP dan batik Megamendung.

2. Memilih bahan baku yang berkualitas terbaik yaitu menggunakan bahan dasar jeans. 3. Meningkatkan perbaikan pada proses produksi dari segi bordir dan menjahit tas agar

Gambar

gambar dan warna yang
Tabel 4.2 Rentang Tingkat Kepentingan
Tabel 4.4 Atribut yang Berpengaruh pada Kebutuhan PelangganPernyataan Pelanggan
Tabel Rekapitulasi data Kompetitor 1
+7

Referensi

Dokumen terkait

Hasil dari penelitian penulis menemukan bahwa proses pengembangan potensi lokal pertanian yang dilakukan bapak Ridwan dalam mengembangkan home industri

Berdasarkan penjelasan di atas, maka temuan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kepemimpinan kepala sekolah dan kepuasan kerja guru dengan

Ini bermakna metod syarahan yang digunakan dalam pengajaran hadith berkesan, malah kaedah pengajaran yang diimplementasikan oleh guru berkesan dan sesuai dengan sukatan

5) Resiko terhadap kebebasan mengakses Rekam Medis elektronik. Rekam kesehatan elektronik memungkinkan berbagai informasi medis dari berbagai sumber dalam bentuk untuk

Salah satu tanaman di Indonesia yang sering digunakan sebagai bahan pengobatan alami yaitu daun kucai.Tanaman kucai (Allium schoenoprasum L.).daun dari tanaman kucai

Salah satu alat transportasi yang sangat menunjang kegiatan perekonomian di Indonesia adalah pesawat udara yang digunakan dalam penerbangan. Transportasi udara

Menurt Sahertian menegaskan bahwa tujuan supervisi kunjungan kelas adalah menolong guru-guru dalam hal pemecahan kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi. Dalam

Untuk penerapan pidana minimum khusus pada tindak pidana narkotika yang tertuang dalam putusan hakim dalam perkara ini, Dari segi kepastian hukum, penerapan sanksi