• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Latar Belakang - TUGAS EDIT PAPER RIZMA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "A. Latar Belakang - TUGAS EDIT PAPER RIZMA"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS EDIT PAPER

Pemanfaatan Teknologi dalam Pembelajaran

Matematika

Editor :

Rizma Novinda Puteri B2A018023

PROGRAM SARJANA STATISTIKA

(2)

2018

Pemanfaatan Teknologi dalam Pembelajaran Matematika

A. Latar Belakang

Perkembangan jaman telah mempengaruhi berbagai bidang dalam kehidupan seperti teknologi, ekonomi, pendidikan, lingkungan hingga politik. Teknologi merupakan salah satu bidang yang perekembangannya sangat pesat. Dengan berkembangnya salah satu bidang yang berperan penting bagi kemajuan hidup seseorang maka hal tersebut akan lebih mudah tercapai apabila bidang lainnya dapat menyeimbangi perkembangan di bidang teknologi. Selain teknologi, terdapat bidang lain yang ternyata memiliki peranan terpenting yaitu pendidikan. Jangan sampai dunia pendidikan tertinggal atau ditinggalkan oleh perkembangan tersebut. Dengan berpengaruhnya kedua bidang tersebut maka pendidikan dan teknologi dapat saling melengkapi, dimana pendidikan yang meliputi pembelajaran dapat di dukung dengan sesuatu yang baru misalnya dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.

Pernyataan posisi NCTM dalam kaitannya dengan teknologi cukup jelas yaitu teknologi merupakan sarana penting untuk belajar dan mengajar matematika. Dilihat sebagai bagian utuh dari alat-alat pembelajaran, teknologi dapat memperluas lingkup materi pelajaran yang dapat dipelajari siswa dan dapat memperluas soal yang dapat dikerjakan oleh siswa (Ball & Stacey, 2005; NCTM Position Statement, 2003). Matematika sering kali dianggap menjadi matapelajaran yang paling sulit, membosankan dan tidak memiliki kaitan dengan kehidupan sehari-hari. Paradigdma tersebut dapat timbul karena beberapa faktor misalnya materi matematika yang dinilai sulit dicerna akibat penyampaian materi yang kurang menarik.

(3)

dapat digunakan sebagai alat bantu untuk menyelesaikan beberapa aktifitas dengan cepat dan tepat. Sudah banyak sekolah yang memiliki fasilitas teknologi yang baik. Namun pada praktiknya di beberapa sekolah, fasilitas tersebut kurang dimanfaatkan dalam penyampaian materi pembelajaran terutama mata pelajaran matematika.

B. Pembelajaran Matematika dan Teknologi

Pembelajaran pada hakikatnya merupakan komunikasi yang transaksional yang bersifat timbal balik baik diantara guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa dan lingkungan belajar dalam upaya mencapaian tujuan pembelajaran. Proses pembelajaran adalah proses yang di dalamnya terdapat kegiatan interaksi antara guru-siswa dan komunikasi timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan belajar (Rustaman, 2001). Dalam proses pembelajaran guru dan siswa merupakan dua komponen yang tidak dapat dipisahkan. Antara dua komponen tersebut harus terjalin interaksi yang saling menunjang. Namun untuk mendapatkan pembelajaran yang optimal dibutuhkan beberapa hal di luar guru dan siswa yang dapat menunjang proses belajar yaitu salah satunya adalah media untuk penyampaian materi. Edgare Dale yang mengemukakan teori yang kemudian lebih dikenal dengan teori Kerucut Pengalaman, dalam teori ini keberhasilan belajar diukur dengan kadar pengalaman belajar yang diperoleh mahasiswa tergantung perlakukannya dalam belajar, baik perlakukan guru atau dosen atau aktivitas mahasiswa ketika belajar.

(4)

Secara umum teknologi mencakup dua aspek, yaitu teknologiinformasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi merupakan segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memroses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke perangkat yang lainnya. Sehingga teknologi informasi dan komunikasi adalah suatu paduan yang tidakdapat dipisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengolahan, dan transfer atau pemindahan informasi antar media (Ahmad, 2011).

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) memilliki tiga fungsi utama yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran (Cepi, 2011) yaitu:

1. Teknologi berfungsi sebagai alat (tools), dalam hal ini TIK digunakan sebagai alat bantu bagi pengguna (user) atau siswa untuk membantu pembelajaran, misalnya dalam mengolah kata, mengolah angka, membuat unsur grafis, membuat database, membuat program administrative untuk siswa, guru dan staf, data kepegawaian, keungan dan sebagainya.

2. Teknologi berfungsi sebagai ilmu pengetahuan (science). Dalam hal ini teknologi sebagai bagian dari disiplin ilmu yang harus dikuasai oleh siswa. Misalnya teknologi komputer dipelajari oleh beberapa jurusan di perguruan tinggi seperti informatika, manajemen informasi, ilmu komputer. Dalam pembelajaran di sekolah sesuai kurikulum 2006 terdapat mata pelajaran TIK sebagai ilmu pengetahuan yang harus dikuasi siswa semua kompetensinya. 3. Teknologi berfungsi sebagai bahan dan alat bantu untuk pembelajaran

(5)

ubahnya sebagai guru yang berfungsi sebagai : fasilitator, motivator, transmiter, dan evaluator.

Berikut ini adalah beberapa aplikasi Teknologi Pendidikan yang dapat dijadikan alternatif untuk dipilih (Cepi, 2011):

1. Pemanfaatan Sumber Belajar : Pembelajaran seni dapat menggunakan sumber belajar, tidak hanya dosen sebagai sumber belajar utama melainkan juga dapat memanfaatkan alat (harware), matterial berupa bahan pembelajaran, teknik dan juga setting berupa lingkungan alam sekitar yang dapat dieksplorasi lebih jauh untuk pembelajaran seni.

2. Penggunaan multimedia presentasi : Dalam kegiatan mengajar penggunaan multimedia sudah selayaknya untuk lebih dioptimalkan hal ini didasari atas alasan kebermaknaan hasil belajar dan maraknya perangkat multimedia seperti software misalnya Power Point, Director dan Hardware seperti Multimedia Projector / LCD projector.

3. Penggunaan Media Pembelajaran : Berdasarkan riset penggunaan media, pada umumnya menyatakan bahwa penggunaan media cukup efektif untuk meningkatkan hasill belajar, mengaktifkan mahasiswa dan meningkatkan motifasi belajar.Pembelajaran seni dapat menggunakan pilihan media seperti video, film, media projector, dan printed material.

4. Penggunaan Pembelajaran Interaktif Berbasis Komputer (CBI) : Pembelajaran tidak hanya dapat dilakukan secara konvensional (big group) namun dapat pula dilakukan secara individual (individual lerning) yang menggunakan perangkat komputer sebagai alat bantu belajar, dengan program ini mahasiswa secara aktif interaktif dapat belajar secara tuntas terhadap satu materi pembelajaran. 5. Pengembangan Standar Operational Procedur (SOP) untuk Pembelajaran

(6)

6. Pemanfaatan Internet sebagai Sumber belajar : internet dapat digunakan sebagai sumber untuk mengeksplorasi pengetahuan ilmu termasuk pengetahuan tentang seni dan juga dapat digunakan sebagai saran untuk publikasi informasi dan produk seni.

Dalam pemanfaatan teknologi ini Heinich, Molenda, & Russel (1996) mengemukakan bahwa : “…It has ability to control and integrate a wide variety of media still pictures, graphics and moving images, as well as printed information. The computer can also record, analyze, and react to student responses that are typed on a keyboard or selected with a mouse. “ (hal. 228). Di dalam dunia pendidikan, komputer dapat dimanfaatkan sebagai media untuk menyampaikan materi pelajaran kepada anak didik yaitu menjadi alat peraga atau media pembelajaran. Sebagai media tutorial, komputer memiliki keunggulan dalam hal interaksi, menumbuhkan minat belajar mandiri serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan siswa.

Secara umum segala hal hasil aplikasi teknologi dalam pendidikan akan mampu : 1. Menyebarkan informasi secara meluas, seragam dan cepat

2. Membantu, melengkapi dan (dalam hal tertentu) menggantikan tugas guru 3. Dipakai untuk melakukan kegiatan instruksional baik secara langsung maupun sebagai produk sampingan

4. Menunjang kegiatan belajar masyarakat serta mengundang partisipasi masyarakat

5. Menambah keanekaragaman sumber maupun kesempatan belajar 6. Menambah daya tarik untuk belajar

7. Membantu mengubah sikap pemakai

8. Mempengaruhi pandangan pemakai terhadap bahan dan proses

9. Mempunyai keuntungan rasio efektivitas biaya, bila dibandingkan dengan system tradisional. (Miarso, 1981)

(7)

sekolah-sekolah yang sudah memiliki fasilitas teknologi yang baik. Sangat disayangkan apabila sekolah-sekolah tersebut menggunakan fasilitasnya sesekali saja dan jarang sekali dimanfaatkan untuk pembelajaran, terutama pembelajaran matematika. Namun untuk sekolah-sekolah yang belum memiliki fasilitas tersebut, jangan jadikan penggunaan teknologi pada pembelajaran ini sebagai beban karena pada hakikatnya teknologi di buat untuk mempermudah atau mengefisienkan sesuatu pekerjaan bukan untuk mempersulit dan membebani pengguna.

C. Kesimpulan

Teknologi telah hadir di hadapan kita untuk dimanfaatkan secara optimal demi meningkatkan kualitas belajar siswa. Teknologi dapat membantu mempermudah komunikasi antara guru dan siswa dalam penyampaian informasi materi. Dengan penggunaan sumber belajar dan alat penyampaian materi matematika yang beragam diikuti kemajuan teknologi yang sangat menarik apabila di terapkan dalam proses belajar, pembelajaran matematika menjadi menyenangkan, mudah dimengerti atau tidak abstrak lagi dan juga tidak monotone.

(8)

tepat, cermat dan sesuai kebutuhan agar dapat meningkatan minat siswa dalam belajar matematika khususnya.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemanfaatan teknologi dalam pendidikan, antara lain: menyesuaikan dengan sarana dan teknologi yang sudah ada, dapat menghubungkan teknologi dan ilmu pengetahuan dengan relevan dan mampu memacu usaha peningkatan mutu pendidikan. Dengan demikian, adanya penerapan suatu teknologi dalam pembelajaran akan sangat berpengaruh dalam kualitas belajar siswa.

D. Daftar Pustaka

Ahmad Syawaluddin. 2011. Teknologi Informasi dan Komunikasi. Tersedia http://elearning.unm.ac.id/course/info.php?id=282.

Heinich, R., Molenda, M., & Russel, J.D. (1996). (3rd Ed). Instructional technology for teaching and learning: Designing instruction, integrating computers and using media. Upper Saddle River, NJ.: Merril Prentice Hall.

Miarso, Yusufhadi. 1981. Dalam Buku Akta V-B: Penerapan Teknologi Pendidikan di

Indonesia, Jakarta: Universitas Terbuka (1984/85).

Rustaman, N., Rochintaniawati, dkk. (2001). Strategi Belajar mengajar. JICA IMSTEP: Tidak diterbitkan.

Riyana, Cepi. 2011. Peranan Teknologi dalam Pembelajaran, Tersedia http:// www.cepiriyana.blogspot.com.

Sumber : http://nuramirafathia.blogspot.com/2011/12/pemanfaatan-teknologi-dalam.html

(9)

Biodata

Nama : Rizma Novinda Puteri

NIM : B2A018023

Tempat/Tanggal Lahir : Brebes, 13 November 1999

Alamat : Jl. Kyai Kholid Timur No.21 Pasarbatang, Brebes

Pendidikan :

SD : SDN Pasarbatang 01

SMP : SMP Negeri 2 Brebes

SMA : SMA Negeri 2 Brebes

Perguruan Tinggi : Pogram S1 Statistika Unimus

Hobi : Menyanyi

Semarang, 24 September 2018

Referensi

Dokumen terkait

mengarah kepada penyajian pembelajaran melalui power point maupun bahan ajar lainnya yang dirancang dengan menggunakan animasi komputer sehingga siswa tertarik dalam

laras salendro mereka masih awam. Pada zaman ini para siswa telah mengenal IT, atau teknologi berbasis komputer baik secara konten maupun secara teknis. Kondisi

Untuk itu penelitian ini mengambil judul Adopsi Teknologi Berbasis Internet pada Radio Swasta di Surakarta dalam Menghadapi Kompetisi di Era Media Baru , dengan objek

Pada kasus myofascial trigger point syndrome otot levator scapulae pemberian intervensi integrated neuromuscular inhibition technique (INIT), myofascial release, dan

Power point dapat digunakan untuk menunjukkan suatu objek yang kelihatan abstrak seolah-olah ada, sehingga dengan media ini siswa tidak akan kebingungan

Kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan harus dapat mengenal dan mengerti berbagai kedudukan, keadaan dan apa yang diinginkan baik oleh guru maupun oleh pegawai tata usaha

Pemanfaatan sistem informasi berbasis web menggunakan teknologi internet harus dikembangkan untuk mempermudah calon siswa dalam melakukan pendaftaran dan mendapatkan informasi

Selanjutnya untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menyajikan teks persuai dengan Model Two Stay Two Stray, peneliti akan menilai dan menginterpretasikan dari aspek yang terlihat