• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DAN PERANCANGAN E- PROCUREMENT PADA UNITED NATIONS DEVELOPMENT PROGRAMME INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS DAN PERANCANGAN E- PROCUREMENT PADA UNITED NATIONS DEVELOPMENT PROGRAMME INDONESIA"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS DAN PERANCANGAN

E-PROCUREMENT PADA UNITED NATIONS

DEVELOPMENT PROGRAMME INDONESIA

Alvin, Sevenpri Candra, Yohannes Kurniawan

Binus University, Jl. Kebon Jeruk Raya 27, Jakarta Barat 11530, Indonesia, (+6221)53696969, [email protected]

ABSTRACT

Manually procurement activities may cause ineffieciency and ineffectivity in each steps whether time, cost, and clogged information flow. These problems make the company shift to use e-procurment system, procumerement system enabled by help of information technology such as internet. UNDP Indonesia is one of company who wants to implement e-procurment system in their organization body. E-procurement in UNDP Indonesia is purposed to unify all the information and document into a system which able to be accessed by all parties involved in the procuring process. Metodologies used in this study are problem-solving analysis using PIECES Framework, Michael Porter’s Value Chain Analysis, and OOAD (Object Analysis and Design). Outcome of this study is design of web-based e-procurement system which able to support procuring activities in UNDP Indonesia, such as: goods or services requisition and, solicitation, vendor look up, and vendor’s quotation evaluation. Using this designed system will help UNDP Indonesia optimizes procurement process by unifying all the activities into single workplace.

Key Word: procurement, e-procurement, OOAD, PIECES, value chain

ABSTRAK

Proses procurement yang bersifat manual menyebabkan pemborosan di setiap prosesnya seperti pemborosan waktu, biaya, dan alur informasi yang kurang lancar membuat proses procurement tidak lagi berjalan dengan efektif dan efisien. hal itu membuat perusahaan mulai bergeser dengan menggunakan e-procurement, procurement yang didukung oleh bantuan teknologi dan informasi seperti halnya internet. UNDP Indonesia merupakan salah satu perusahaan yang ingin menerapkan

e-procurement. E-procurement yang di gunakan pada UNDP Indonesia bertujuan untuk penggunaan

sistem yang dapat menyatukan semua informasi dan dokumen kedalam sistem yang dapat digunakan oleh smua pihak yang terlibat dalam proses procurement. Beberapa metodologi yang digunakan dalam skripsi ini adalah analisa problem-solving menggunakan PIECES Framework, Analisa Values Chain menurut Michael porter, dan OOAD(Object Oriented Analysis and Design). Hasil akhir dari penulisan skripsi ini adalah sebuah rancangan e-procurement berbasis web-site yang dapat mendukung proses

procurement UNDP Indonesia dimana dapat memproses kegiatan utama procurement dalam

menangani aktivitas procurement dari permintaan atas barang dan jasa, proses permohonan barang dan jasa, proses pencarian vendor, dan proses evaluasi vendor quotation. Kesimpulan dari skrispsi ini adalah perancangan sistem e-procurement pada UNDP Indonesia sebagai sistem yang menyatukan informasi, dokumen dan diproses secara lansung di dalam sistem e-procurement.

(2)

Kata Kunci:

procurement

,

e-procurement

,

OOAD, PIECES, value chain

Pendahuluan

Procurement merupakan kegiatan penyediaan input berupa barang maupun jasa, yang dibutuhkan

dalam kegiatan produksi maupun kegiatan lain dalam perusahaan menurut (Pujawan, 2005).

Procurement merupakan kegiatan yang dulu dianggap kurang strategis dan dipandangan sebagai

kegiatan administratif biasa. Kini dengan berkembangnya teknologi, procurement tradisional bertransisi menjadi e-procurement. Menurut (Chaffey, 2010) e-procurement adalah integrasi eletronik dan pengendalian terhadap semua aktifitas procurement termasuk permintaan, pembelian, pemberian akses, pemesanan, pengiriman, dan pembayaran pembeli dan supplier. United Nations (UN) merupakan lembaga yang bergerak dibidang kemanusian dan lingkungan. UN memiliki salah satu agency UN di Indonesia yaitu United Nations Development Programme (UNDP). UNDP Indonesia sendiri memiliki unit procurement yang merupakan bagian dari tim operasional yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan barang/jasa dari sesama tim operasional dan tim program. Permasalahan yang dihadapi oleh unit procurement UNDP Indonesia adalah proses procurement yang masih bersifat manual dimana dalama kegiatan pembuatan dokumen seperti requisition, solicitation, evaluation process, dan dokumen quotation dari vendor masih berupa softcopy fisik, proses registrasi vendor masih membutuhkan bantuan staff procurement yang membuat proses procurement menjadi memakan waktu yang lama, pertukaran dokumen seperti requisition kepada unit procurement menggunakan email dan kurir menyebabkan dokumen tercampur dengan email dan dokumen lainnnya, pembuatan evaluation

summary hasil dari evaluation process masih secara manual yang menimbulkan kesalahan dalam

menuliskan data solicitation, dan yang terakhir adalah adanya ketidaksamaan mata uang yang digunakan didalam proses procurement. Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah menganalisis proses procurement yang berjalan pada perusahaan, merancanga sistem e-procurement yang dapat menyatukan informasi dan dokumen kebutuhan barang/jasa disatu tempat, merancangan sistem yang dapat menyediakan akses informasi yang sesuai dengan kebutuhan dari pihak yang terlibat dalam proses procurement.

Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini terbagi menjadi tiga bagian yaitu metode pengumpulan data, analisis, dan perancangan. Didalam pengumpulan data, metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dan studi lapangan dengan melakukan wawancara dengan staff internal UNDP. Didalam metode analisis, metode analisis yang digunakan adalah analisis PIECES

problem-solving Framework dan analisis Michael Porter’s Value Chain Model. Didalam metode perancangan,

metode yang digunakan adalah dengan menggunakan pendekatan objek (Object-Oriented Analysis and

Design)

Hasil dan Bahasan

Analisis Sistem Berjalan

Pada tahap awal, penulis melakukan analisis terhadap sistem dan proses yang berjalan pada unit

procurement UNDP Indonesia. Tujuannya adalah untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi pada

sistem yang berjalan sekarang. Dalam melakukan analisis, penulis menggunakan dua metode analisis yaitu PIECES problem-solving Framework dan Michael Porter’s Value Chain Model. Dari kedua analis tersebut menghasilkan permasalahan yang dihadapi dan dirangkum menjadi satu tabel dibawah ini.

(3)

Table 1 Hasil Permasalahan yang Dihadapi

No Hasil Analisis Permasalahan yang Dihadapi

1 PIECES & Value Chain Procurement process masih menggunakan sistem manual

menggunakan excel, hanya proses pembuatan PO dan pemasukan data vendor yang dilakukan secara sistem sebenarnya.

2 PIECES Requisistion dan solicitation dari masing-masing unit dan

vendor menggunakan e-mail. Ini menyebabkan informasi terkadang terlewati atau tidak terlihat karena bercampur dengan e-mail lainnya.

3 PIECES Adanya ketidaksamaan dalam penggunaan mata uang (currency) antara UNDP dengan vendor, dikarenakan pembuatan evaluation summary dilakukan secara manual. 4 PIECES Bila terdapat vendor baru, staff procurement secara manual

harus memindahkan dan memasukan informasi vendor secara satu-persatu kedalam sistem yang sebenarnya.

5 PIECES Hasil evaluation process dari quotation vendor pemenang masih berupa softcover fisik.

Perancangan sistem E-Procurement

Berdasarkan hasil permasalahan yang dihadapi, penulis memberikan alternatif pemecahan masalah untuk unit procurement UNDP Indonesia. Berikut tabel alternatif pemecahan masalah:

Table 2 Alternatif Pemecahan Masalah

No Masalah yang dihadapi saat ini Fitur e-procurement yang diusulkan:

1 Procurement process dan pembuatan evaluation summary masih menggunakan sistem manual menggunakan excel, hanya proses pembuatan PO dan pemasukan data vendor yang dilakukan secara sistem ATLAS.

Sistem yang diusulkan adalah sistem

E-procurement yaitu sistem E-procurement process melalui web-based. Sistem e-procurement ini menjadikan e-procurement process dilakukan secara digital hampir

seluruh prosesnya dari pembuatan

requisition, solicitation, dan evaluation summary.

2 Requisistion dan solicitation dari

masing-masing unit dan vendor

Pada sistem e-procurement, staff unit dan staff procurement saling bertukar informasi dan dokumen didalam satu tempat yang

(4)

No Masalah yang dihadapi saat ini Fitur e-procurement yang diusulkan:

menggunakan e-mail. Ini

menyebabkan informasi terkadang terlewati atau tidak terlihat karena bercampur dengan e-mail lainnya.

sama. Sehinggal mencegah adanya informasi/dokumen yang bercampur satu sama lain.

3 Adanya ketidaksamaan dalam penggunaan mata uang (currency) antara UNDP dengan vendor, dikarenakan pembuatan evaluation

summary dilakukan secara manual.

Pada sistem e-procurement yang diusulkan. Ketika vendor melakukan registrasi sebagai member, vendor memilih terlebih dahulu

currency yang digunakan didalam banking information.

4 Bila terdapat vendor baru, staff

procurement secara manual harus

memindahkan dan memasukan informasi vendor secara satu-persatu kedalam sistem ATLAS.

Pada sistem e-procurement yang diusulkan. Vendor mendaftarkan diri menjadi sebagai member secara personal dengan mengisi daftar informasi vendor yang berada didalam sistem e-procurement.

5 Hasil evaluation process dari quotation vendor pemenang masih berupa

softcover fisik, staff procurement harus

meng-scan dokumen tersebut dan memasukannya kedalam portal.

Pada sistem e-procurement yang diusulkan.

Evaluation summary dibuat secara digital

dan quotation vendor sudah berupa file diigital, sehingga pemindahan dokumen kedalam portal dapat berlangsung cepat.

Dari alternatif pemecahan masalah tersebut, penulis merancangan sistem e-procurement menggunakan metode perancangan dengan pendekatan objek (Object-Oriented and Designi). Berikut merupakan

(5)

Sistem E-Procurement UNDP Indonesia STAFF PROCUREMENT VENDOR STAFF UNIT Create Requisition Export Evaluation Summary Create Evaluation Summary Member Registration View Solicitation Manage Member View Message Create Solicitation View FAQ View Requisition Add Quotation Vendor Registration ADMIN Add FAQ Add Goods&Service Add Form Item Manage Vendor

(6)

Implementasi

Berdasarkan analis dan desain dari perancangan e-procurement, berikut merupakan tampilan dari salah satu modul didalam sistem e-procurement.

Gambar 2 Halaman Create Evaluation Summary

Pada gambar 3 akan menggambarkan arsitektur sistem yang dibutuhkan dalam menjalankan sistem

e-procurement UNDP Indonesia. Sistem e-e-procurement menggunakan database MySQL dan

menggunakan PHP sebagai server-side scripting language. Terdapat firewall yang digunakan untuk menjembatani internet dengan intranet sistem untuk alasan keamanan data. Dan yang terakhir adalah penggunaan HTML dan CSS didalam website e-procurement sebagai client-side scripting language.

(7)

Simpulan dan Saran

Simpulan

Berdasarkan analisis pada UNDP Indonesia, maka disimpulkan beberapa hal, yaitu:

1. Dari hasil wawancara dan pengamatan dengan staff procurement di perusahaan dapat disimpulkan bahwa perusahaan menyadari pentingnya penerapan teknologi untuk mengatasi masalah dan mendukung proses procurement bagi staff procurement, staff unit, dan vendor. 2. Melalui analisis perencanaan mulai dari analisis PIECES dan analisis Value Chain diperoleh

solusi untuk penerapan sistem e-procurement untuk optimalisasi dan mempercepat proses

procurement.

3. Dengan sistem e-procurement UNDP Indonesia, proses procurement bagi staff procurement dan staff unit menjadi lebih efektif karena adanya sistem dengan proses yang terpusat pada satu tempat berbasis web dengan dukungan internet. Penerapan sistem ini juga mendukung tujuan perusahaan untuk membuat vendor mendaftarkan diri kedalam sistem secara personal (self-service) sehingga menjaga kualitas sumber daya manusia perusahaan untuk tetap fokus pada pekerjaan internal.

Saran

Beberapa saran yang dapat diberikan oleh penulis antara lain adalah:

1. Sistem e-procurement yang dirancang sekarang hanya mencakup untuk UNDP Indonesia dengan standarisasi lokal. Pada perkembangan selanjutnya, sistem e-procurement dapat diterapkan untuk seluruh UN yang memiliki stadarisasi global lebih komplek dan detil untuk setiap prosesnya.

2. Sistem e-procurement yang dirancang sekarang berbasis web dengan menggunakan media internet. Untuk perkembangan selanjutnya, sistem e-procurement UNDP Indonesia dapat dirancang lebih khusus untuk versi mobile agar dapat diakses melalu smarphone atau mobile

devices lainnya.

3. Pembagian hak akses yang lebih detil berdasarkan struktur jabatan dan jobdesk di UNDP Indonesia sehingga penggunaannya lebih disesuaikan dengan otoritas, hak, dan tanggung jawab masing-masing pengguna.

4. Peninjauan ulang tempat penyimpanan data server untuk sistem e-procurement UNDP Indonesia, disesuaikan dengan penambahan jumlah data, dokumen, dan transaksi yang akan terjadi di kemudian hari.

(8)

Referensi

(2013, Desember 28). Retrieved from http://www.hepco.co.jp/english/procurement/chart.html (2014, Juni 20). Retrieved from http://www.mhhe.com/uop/obrien9e/book/preface.mhtml

(2014, Agustus 08). Retrieved from http://info563.malagaclasses.info/wp-content/uploads/2012/05/The-Value-Chain-Porter1.jpg

(2014, Agustus 8). Retrieved from http://www.internetworldstats.com/asia/id.htm Chaffey, D. (2010). E-Business and E-Commerce Management. England: Prentice Hall. McLeod, R., & Schell, G. (2007). Management Information System. New Jersey: Prentice hall. O'Brien, J., & Marakas, G. (2010). Introduction to Information Systems. New York: McGraw-Hill. Pujawan, I. N. (2005). Supply Chain Management. Surabaya: Guna Widya.

Robbins, S. P., & Coulter, M. (2009). Management. Pearson: Prentice Hall.

Satzinger, J. W., Jackson, R. B., & Burd, S. D. (2010). System Analysis and Design: In a Changing

World (5 ed.). Boston: Course Technology.

Wheelen, T. L., & Hunger, J. D. (2006). Strategic Management and Business Policy (10 ed.). New Jersey: Pearson.

Whitten, J. L., & Bentley, L. D. (2007). System Analysis & Design Methods (7 ed.). New York: McGraw-Hill.

(9)

Riwayat Penulis

Alvin lahir di kota Jakarta pada 29 Juli 1991. Penulis menamatkan pendidikan S1 di Binus University dalam bidang Sistem Informasi dan Manajemen pada 2014.

Gambar

Table 1 Hasil Permasalahan yang Dihadapi
Gambar 1 Usecase Diagram E-procurement UNDP Indonesia
Gambar 3 System Architecture E-procurement UNDP Indonesia

Referensi

Dokumen terkait

Tari Sandar dipentaskan di Catus Pata (Perempatan Desa) tempat tersebut dipilih karena Catus Pata atau perempatan desa dipercayai sebagai beristananya dan berkumpulnya para Bhuta –

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari bahan untuk membuat pati resisten, bubur instan, bahan untuk analisis komposisi zat gizi, serat pangan,

• Periksalah 5-10 udang dari anco pakan atau dari jala, Jika insang udang kotor maka berarti permukaan dasar tambak atau tempat udang menginggap tidak bersih, maka taburkan pakan

Selain itu, sistem Full day school merupakan sistem pendidikan yang terbukti efektif dalam mengaplikasikan kemampuan siswa dalam segala hal, seperti aplikasi Pendidikan Agama Islam

berhasil dengan baik faktor yang paling utama dalam keuangan adalah memelihara aliran kas. Yaitu mengatur pengeluaran dan penerimaan secara cermat. Gagal dalam

Nyeri pada injeksi propofol dikaitkan langsung dengan adanya efek iritasi dari obat oleh adanya stimulasi reseptor nociceptive dengan ujung saraf bebas di

Hal yang menarik dalam perkembangan Islam moderen adalah faktor-faktor yang membuat orang tertarik untuk menganut Islam itu sendiri.. Mereka menganut Islam bukan

Musrengbangdes merupakan sebuah perencanaan pembangunan di tingkat yang paling bawah, dimana setiap wilayah kelurahan maupun desa yang ada di Indonesia diharuskan merumuskan