DAFTAR ISI
1. Minggu Palma ...1
2.
Kamis Putih ...12
3.
Jumat Agung ...20
4.
Malam Paskah ...29
5.
Minggu Paskah ...44
6.
Paskah Kedua ...50
MINGGU PALMA
MENGENANG SENGSARA TUHAN
I. UPACARA PENYAMBUTAN(Acara di luar Gereja)
Umat beriman berhimpun ditempat yang ditetapkan diluar gedung Gereja yang menjadi tujuan perarakan. Imam dan Diakon, mengenakan busana liturgi berwarna merah, didampingi para pelayan yang lain, menuju tempat umat berkumpul. Sebagai ganti kasula, imam dapat mengenakan rocheta, pluviale merah atau Kasula merah; setelah perarakan selesai, rocheta /pluviale ditanggalkan dan diganti kasula. Di tempat upacara cara telah disiapkan meja yang di atasnya telah tersedia Daun Palma dan air berkat.
1. Komentator
Ibu/bapa, saudara/i, umat beriman yang terkasih dalam Kristus Tuhan.
Peristiwa iman yang kita rayakan hari ini mengajak kita untuk bergembira bersama anak-anak Ibrani menyambut Kristus Tuhan yang memasuki Yerusalem. Sang Raja datang dalam kesederhanaan dan ketulusan. Seekor keledai menjadi kendaraan-Nya menjumpai manusia-manusia Yerusalem. Anak-anak ibrani dengan semangat yang sungguh luar biasa, menyambut sang Raja sederhana. Pakaian-pakaian mereka relakan menjadi alas kaki kendaraan sang Baginda, sambil melambaikan tangan yang memegang daun palma serta menyanyikan: Hosanna, Terpujilah Yang Maha Tinggi.
Karena itu, marilah kita bersama bergembira merayakan peristiwa penuh makna ini, dengan penuh semangat dan iman. Bersama anak-anak Ibrani kita satukan sorakan gembira kita dalam satu nada, Hosanna Putera Daud, Hosanna!! Terpujilah Kristus. Mari kita ikuti rangkaian perayaan ini dengan penuh iman dan Hikmat.
2. Lagu Pembuka (Berdiri)
Seluruh umat menyanyikan lagu Pembuka (Hossana Putera Daud) sambil berdiri. 3. Tanda Salib
I Da-lam (Demi) Nama Bapa
†
dan Putra dan Roh Kudus. U Amin.Sesudah itu, sambil membuka tangan, imam menyampaikan salam kepada umat dengan mengucapkan salah satu teks di bawah ini :
4. Salam
5. Kata Pembuka
6. Doa Pemberkatan Daun Palma
Kemudian sambil merentangkan tangan Imam mengucapkan doa : I Marilah berdoa :
Allah yang mahakuasa dan kekal, kuduskanlah
†
daun palma ini dengan berkat-Mu. Semoga kami, yang mengiringi Raja Kristus dengan penuh sukacita, diperkenankan memasuki Yerusalem abadi bersama Dia, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.U Amin. Atau I Marilah berdoa :
Ya Allah, tambahlah iman kami yang berharap pada-Mu, dan dengan murah hati dengarkanlah doa-doa kami. Semoga kami, yang hari ini memegang daun
2
palma untuk mengelu-elukan Kristus, juga menghormati Engkau dengan hidup baik menurut semangat Kristus, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.
U Amin.
(Daun Palma direciki, lalu ajuda dan petugas lainnya membagikannya kepada umat, setelah itu Diakon atau Imam memaklumkan Injil yang mengisahkan )
7. Bacaan Injil : Mat. 21:1-11 I Tuhan bersamamu
U Dan bersama rohmu.
I Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:
Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan
Dalam perjalanan ke Yerusalem, ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem dan tiba di Betfage yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya dengan pesan, ”Pergilah ke kampung yang di depanmu itu. Di situ kamu akan segera menemukan seekor keledai betina tertambat, dan anaknya ada di dekatnya. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah keduanya kepada-Ku. Jikalau ada orang menegur kamu, katakanlah ”Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya’.” Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: Katakanlah kepada putri Sion : Lihat, Rajamu datang kepadamu! Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda. Maka pergilah kedua murid itu, dan berbuat seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka. Mereka membawa keledai betina itu bersama anaknya, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka, dan Yesus pun naik ke atasnya. rang banyak yang sangat besar jumlahnya menghamparkan pakaiannya di jalan; ada pula yang memotong ranting-ranting dari pohon dan menyebarkannya di jalan. Dan orang banyak yang berjalan di depan dan di belakang Yesus berseru, ”Hosanna bagi Anak Daud! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan! Hosanna di tempat yang mahatinggi!” Ketika Yesus masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu, dan orang berkata, ”Siapakah orang ini?” Dan orang banyak itu menyahut, ”Inilah Nabi Yesus dari Nazaret di Galilea!”
Demikianlah Injil Tuhan U Terpujilah Kristus 8. Homili singkat
Untuk memulai perarakan, Imam atau Diakon atau pelayan awam menyampaikan ajakan dengan kata-kata ini atau yang senada.
P Saudara-saudara yang terkasih,marilah kita mencontoh khalayak di Yerusalem yang mengelu-elukan Yesus. Marilah kita berarak dalam damai. atau
P Marilah kita berarak dalam damai U Dalam nama Kristus. Amin 9. Perarakan
Seperti biasa perarakan mulai bergerak menuju Gereja tempat misa akan dirayakan. Jika dipakai dupa, seorang pelayan dupa berjalan paling depan sambil mengayun-ayunkan pedupaan yang berasap; menyusul seorang pelayan pembawa salib yang (seturut kebiasaan setempat) dihias dengan daun palma, diapit oleh dua pelayan yang membawa lilin bernyala. Menyusul diakon yang membawa Evangeliarium, imam dan para pelayan lain dan akhirnya seluruh umat, yang
berarak sambil melambai-lambaikan daun palma Sementara perarakan berlangsung, dilagukan nyanyian-nyanyian berikut oleh kor bersama umat. Dapat juga dilagukan nyanyian-nyanyian lain yang sesuai untuk menghormati Raja Kristus.Sementara perarakan umat dapat melagukan antifon berikut, atau nyanyian lain yang sesuai:
10. Komentator
Saudara-saudari terkasih, hendaklah kita mencontohi khalayak ramai di Yerusalem yang mengelu-elukan Yesus. Marilah kita berarak mengiringi Yesus dalam perjalanan-Nya menuju Yerusalem. (urutan perarakan):
^ Pembawa ukup/dupa ^ Pembawa Salib dan lilin ^ Imam
^ Biarawan-Biarawati ^ Koor minggu Palem ^ Umat
(Acara di dalam Gereja) 11. Komentator
Ibu/Bapak, saudara/i. Umat Tuhan Yang terkasih dalam Kristus Tuhan. Peristiwa Yesus memasuki Yerusalem adalah manifestasi Cinta Allah yang mau berkotor tangan dengan manusia. Yesus memasuki Yerusalem adalah ekspresi nyata cinta Allah bagi manusia. Yesus merendahkan diri dan menerima penderitaan demi Cintanya kepada Bapa yang mengutus-Nya dan manusia. Ia mau menderita dengan suka rela agar manusia diangkat kepada kemuliaan keallahan-Nya. Ia mau menjadi serendah-rendahnya dengan menerima salib, supaya diangkat setinggi-tingi-Nya dalam kemuliaan.
Mari kita berdiri menyambut sang Raja yang mau datang dalam hati kita dengan penuh kegembiraan dan sukacita sambil mengidungkan madah Pembuka.
12. Lagu Pembuka (Umat Berdiri)
Setelah tiba di altar, imam menghormati altar dan, bila dianggap perlu, mendupainya. Lalu ia pergi ke tempat duduk, menanggalkan pluviale (jika ada pluviale, atau hanya alba, kasula dan singel) dan mengenakan kasula. Dengan menghilangkan bagian-bagian ritus pembuka misa, termasuk, bila ada, Kyrie, imam langsung mengucapkan doa pembuka. Kemudian misa dilanjutkan seperti biasa.
Doa Pembuka :
I Marilah Berdoa. (hening sejenak)
Allah yang mahakuasa dan kekal, Engkau telah menyerahkan Juru Selamat kami yang telah menjadi manusia dan direndahkan sampai wafat di salib, sebagai teladan kerendahan bagi umat manusia. Perkenankanlah, agar kami meneladani sengsara-Nya dan pantas untuk bangkit bersama Dia, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.
4
II. LITURGI SABDA
1. Komentator (Umat Duduk)
Bapa, ibu, saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus. Kita memasuki Liturgi Sabda.
Pekikan Hosana yang gegap gempita, kini tiada lagi. Yesus dalam Kesendirian-Nya dan kepatuhan-Nya menerima Kehendak Bapa. Ia kini dengan Suka rela menerima Piala Penderitaan-Nya. Ia mau menderita demi cinta-Nya kepada umat manusia .
Bacaan-bacaan Suci yang akan kita dengarkan, menggambarkan dengan jelas bagaimana Sang raja yang tadinya dielu-elukan, kini dalam kesendirian meminum piala penderitaan. Allah mengutus Yesus untuk menjadi hamba yang setia bagi umat Manusia. Yahwelah yang mengutus Yesus untuk menyelamatkan umat-Nya, demikian Nabi Yesaya dalam bacaan Pertama Hari ini.
Yesus yang dipilih Yahwe kini dengan ketaatan yang total pada kehendak Bapa melalui jalan penderitaan. Yesus menerima penghinaan yang serendah-rendahnya untuk diangkat setinggi-tingginya. Ia masuk dalam lumpur kedosaan manusia supaya manusia terangkat pada kemuliaan ilahi, demikian Santo Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Filipi hari ini. Selanjutnya, Matius dalam Injil menggambarkan penderitaan Yesus dari rumah Pilatus sampai puncak Kalvari. Marilah kita membuka hati, memberi ruang kepada Sabda Allah agar Sabda Allah berkarya dalam hati kita.
2.Bacaan I : Yesaya 50 : 4 - 7
Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai, karena aku tahu, bahwa aku tidak akan mendapat malu
Pembacaan dari Kitab Yesaya
Tuhan Allah telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataanku aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. Tuhan Allah telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang. Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi. Tetapi Tuhan Allah menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Maka aku meneguhkan hatiku seperti teguhnya gunung batu, karena aku tahu bahwa aku tidak akan mendapat malu.
Demikianlah Sabda Tuhan U Syukur kepada Allah 3. Mazmur Tanggapan
Reff : Allahku, ya Allahku, mengapa Kau tinggalkan daku?
1. Semua yang melihat aku mengolok-olok; mereka mencibir dan menggelengkan kepala! Mereka bilang : “Ia pasrah kepada Allah! Biarlah Allah yang meluputkannya, biarlah Allah melepaskannya! Bukankah Allah berkenan kepadanya?”
2. Sekawanan anjing mengerumuni aku; gerombolan penjahat mengepung aku, mereka menusuk tangan dan kakiku. Segala tulangku dapat kuhitung.
3. Mereka membagi pakaianku di antara mereka, dan membuang undian atas jubahku. Tetapi Engkau, ya Tuhan, janganlah jauh; Ya kekuatanku, segeralah menolong aku.
4. Bacaan II : Filipi 2 : 6 – 11
Yesus Kristus telah merendahkan diri, maka Allah sangat meninggikan Dia. Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Filipi
Saudara-saudara, walaupun dalam rupa Allah, Kristus Yesus tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan. Sebaliknya Ia telah mengosongkan diri dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan menganugerahi-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit, yang ada di atas dan yang ada di bawah bumi, dan bagi kemuliaan Allah, Bapa semua lidah mengakui: “Yesus Kristus adalah Tuhan,”
Demikianlah Sabda Tuhan U Syukur kepada Allah
5. Bait pengantar Injil (Umat Berdiri)
Kisah Sengsara Tuhan dibacakan tanpa lilin dan pendupaan, tanpa salam dan tanpa tanda salib pada buku; kisah ini dibacakan oleh diakon atau, kalau tidak ada, oleh imam sendiri. Dapat juga Kisah Sengsara dibacakan oleh lektor, Sebelum membawakan Kisah Sengsara, diakon atau lektor, mohon berkat imam.
S Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal. U Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
S Kristus taat untuk kita sampai wafat-Nya di salib. Dari sebab itulah Allah menganugerahkan nama yang paling luhur kepada-Nya
U Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal. 6. Kisah Sengsara : Mat. 26:14 – 27:66
N : Narator † : Yesus PP : Pontius Pilatus Ptr : Petrus Rs : Para Rasul/Murid Yd : Yudas Im : Imam Agung S : Serdadu R : Wakil Rakyat W : Wanita SO : Semua Orang
Inilah Kisah Sengsara Tuhan kita Yesus Kristus menurut Matius : (27:11-54) N : Sesudah Yesus ditangkap dan dihadapkan kepada Mahkamah Agung Yahudi,
Yesus lalu dihadapkan kepada wali negeri yakni Pilatus. Dan wali negeri bertanya kepada Yesus, “Benarkah Engkau raja orang Yahudi?”
6
† : “Engkau sendiri mengatakannya!”
Tetapi atas tuduhan yang diajukan imam-imam kepala dan tua-tua terhadap diri-Nya, Yesus tidak memberi jawab apa pun. Maka kata Pilatus kepada-Nya,
PP : “Tidakkah Engkau dengar betapa banyak tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?”
N : Tetapi Yesus tidak menjawab sepatah kata pun, sehingga wali negeri itu sangat heran. Telah menjadi kebiasaan bagi walinegeri untuk membebaskan seorang hukuman pada tiap-tiap hari raya atas pilihan orang banyak. Pada waktu itu ada dalam penjara seorang yang terkenal kejahatannya, namanya Barabas. Karena mereka telah berkumpul di sana, Pilatus bertanya kepada mereka,
PP : “Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Barabas atau Yesus yang disebut Kristus?”
N : Pilatus sebenarnya tahu bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki. Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, istrinya mengirim pesan kepadanya: “Jangan engkau mencampuri perkara Orang benar itu, sebab dalam mimpi tadi malam aku sangat menderita karena Dia.” Tetapi oleh hasutan imam-imam kepala dan tua-tua, orang banyak bertekad meminta supaya Barabas dibebaskan dan Yesus dihukum mati. Wali negeri menjawab dan bertanya lagi kepada mereka,
PP : “Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?”
N : Kata mereka, SO : “Barabas.”
N : Kata Pilatus kepada mereka,
PP : “Kalau begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus yang juga disebut Kristus?”
N : Mereka semua berseru, SO : “Ia harus disalibkan!”
N : Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia, malah sudah mulai timbul kekacauan, ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak seraya berkata,
PP : “Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini! Itu urusan kamu sendiri!” N : Dan seluruh rakyat itu menjawab,
SO : “Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami!” N : Lalu Pilatus membebaskan Barabas bagi mereka, tetapi Yesus didesahnya,
lalu diserahkannya untuk disalibkan. Serdadu-serdadu wali negeri membawa Yesus ke gedung pengadilan, lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul sekeliling Yesus. Mereka menanggalkan pakaian Yesus dan mengenakan jubah ungu pada-Nya. Mereka menganyam sebuah mahkota duri, dan menaruhnya di atas kepala Yesus, lalu memberi Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-olok Dia,
S : “Salam, hai Raja orang Yahudi!”
N : Mereka meludahi-Nya, lalu mengambil buluh itu dan memukulkannya ke kepala-Nya. Sesudah mengolok-olok Dia, mereka menanggalkan jubah itu
daripada-Nya dan mengenakan kembali pakaian-Nya sendiri. Kemudian mereka membawa Yesus ke luar untuk disalibkan. Ketika berjalan ke luar kota, mereka berjumpa dengan seorang dari Kirene yang bernama Simon. Orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus. Maka sampailah mereka di suatu tempat yang bernama Golgota, artinya: Tempat Tengkorak. Lalu mereka memberi Yesus minum anggur bercampur empedu; sesudah mengecapnya, Yesus tidak mau meminumnya. Sesudah menyalibkan Yesus, para serdadu membagi-bagi pakaian Yesus dengan membuang undi. Lalu mereka duduk di situ menjaga Dia. Di atas kepala Yesus terpasang tulisan yang menyebut alasan mengapa Ia dihukum: “Inilah Yesus Raja Orang Yahudi.” Bersama dengan Yesus disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan dan seorang di sebelah kiri-Nya. Orang-orang di sana yang lewat menghujat Yesus dan sambil menggelengkan kepala, mereka berkata,
R : “Hai, Engkau yang mau merobohkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, selamatkanlah diri-Mu! Jikalau Engkau Anak Allah, turunlah dari salib!”
N : Demikian juga imam-imam kepala bersama-sama ahli-ahli Taurat dan tua-tua mengolok-olok Dia dan mereka berkata,
R : “Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Dia Raja Israel? baiklah Ia turun dari salib, dan kami akan percaya kepada-Nya! Ia menaruh harapan-Nya pada Allah; biarlah Allah menyelamatkan Dia, jikalau Allah berkenan kepada-Nya! Karena Ia telah berkata, ‘Aku Anak Allah’”.
N : Bahkan penyamun-penyamun yang disalibkan bersama dengan Yesus, mencela-Nya demikian juga.
N : Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga. Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring,
† : “Eli, Eli, lema sabakhtani?” Artinya:
N : Artinya : Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata,
R : “Ia memanggil Elia !”
N : Dan segera mendekatlah seorang dari mereka; ia mengambil bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam, lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum. Tetapi orang-orang lain berkata, R : “Jangan, baiklah kita lihat, apakah Elia datang untuk menyelamatkan Dia.” N : Yesus berseru pula dengan suara nyaring, lalu menyerahkan nyawa-Nya. (semua hening sejenak merenungkan wafat Tuhan).
N : Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah, dan terjadilah gempa bumi. Bukit-bukit batu terbelah, kubur-kubur terbuka, dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit. Dan sesudah kebangkitan Yesus, mereka pun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus, dan menampakkan diri kepada banyak orang.
N : Ketika menyaksikan gempa bumi dan apa yang telah terjadi, kepala pasukan dan prajurit-prajurit yang menjaga Yesus, lalu berkata,
S : “Sungguh, Orang ini Anak Allah.” Demikianlah Injil Tuhan
8
7. Homili
Sesudah Kisah Sengsara, bila mungkin, diadakan homili singkat, atau saat hening sejenak. 8. Aku Percaya
Syahadat diucapkan, lalu dilanjutkan dengan doa umat. 9. Doa Umat:
I Bersama Yesus yang taat sampai wafat, tetapi dijunjung tinggi oleh Bapa-Nya, marilah kita menghadap Bapa dan berdoa:
P Bagi Gereja yang menderita
Ya Bapa Yang Mahakuasa tabahkanlah mereka yang menderita, dihina, difitnah karena imannya, agar mereka tetap berpengharapan bahwa sesudah cobaan akan datang pembebasan. Kami mohon ...
U Kabulkanlah doa kami ya Tuhan P Bagi Para Pemimpin Masyarakat
Ya Bapa Yang Mahakuasa dampingilah para pemimpin masyarakat kami, agar dengan tabah tetap memperjuangkan kesejahteraan umum dan tidak tergoda untuk mementingkan kepentingan diri sendiri. Kami mohon ...
U Kabulkanlah doa kami ya Tuhan P. Bagi sanak saudara yang menderita
Ya Bapa yang penuh kasih, berkatilah dan dampingilah saudara-saudari kami yang sedang mengalami penderitaan agar dengan rela dan penuh iman mempersatukan penderitaannya dengan penderitaan Kristus demi keselamatan sesama. Kami mohon ...
U Kabulkanlah doa kami ya Tuhan
P. Bagi Kita sendiri yang berkumpul di sekitar altar ini.
Ya Bapa Yang Mahamurah, curahilah kami semangat Yesus Kristus Putra-Mu, agar kami dapat saling membantu dalam memanggul salib kehidupan kami sehari-hari dalam mengikuti jejak Putera-Mu. Kami mohon ...
U Kabulkanlah doa kami ya Tuhan
I Allah Bapa kami di surga, demi Cinta Kasih-Mu Engkau menghendaki kami menjadi putera dan puteri-Mu berkat jasa Yesus Kristus Putera-Mu. Kami mohon, terimalah dan kabulkanlah doa kami. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami.
U Amin.
III. LITURGI EKARISTI
1. KomentatorIbu/bapak, saudara/i, umat beriman yang terkasih dalam Kristus Tuhan. Cinta Kristus terwujud dalam kesetiaan dan Ketaatan-Nya untuk menerima penderitaan bahkan salib yang paling hina sekalipun. Kristus banyak menderita untuk manusia karena Ia sungguh-sungguh mencintai manusia.
Karena itu, sebagai bukti bakti cinta kita kepada-Nya, marilah mempersembahkan seluruh diri kita bersama roti dan anggur di Meja Perjamuan Tuhan. Kita iringi persembahan diri kita sengan menyanyikan lagu persiapan persembahan.
2. Lagu Persiapan Persembahan
Wakil umat membawa bahan-bahan persembahan ke altar. Imam dibantu oleh para misdinar berdiri di depan altar untuk menerima persembahan umat.
3. Doa Persiapan Persembahan
I Ya Allah, semoga oleh penderitaan Putra Tunggal-Mu pendamaian-Mu dengan kami semakin mendekat. Kami tidak mampu mencapainya dengan usaha kami sendiri, namun kami sudah merasakannya, berkat kurban yang penuh daya inidan karena belas kasih-Mu. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami.
U Amin. Atau
I Ya Allah, terimalah persembahan kami ini dan persatukanlah dengan korban Putera-Mu, Yesus Kristus yang terkasih sehingga mendatangkan belas kasih-Mu bagi kami, yaitu rahmat pengampunan dosa yang mendamaikan kami dengan Dikau. Dengan perantaraan Kristus, Tuhan kami.
U Amin.
4. Prefasi (Minggu Sengsara I)
I Sungguh layak dan sepantasnya, bahwa kami selalu dan di mana pun bersyukur kepada-Mu, Tuhan, Bapa yang kudus, Allah yang Mahakuasa dan kekal : dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Ia yang tidak bersalah, rela menderita bagi orang berdosa dan rela dihukum dengan tidak adil bagi orang jahat. Wafat-Nya menghapus dosa kami dan kebangkitan-Nya menyelamatkan kami. Maka, bersama semua Malaikat kami pun memuji Dikau dan bersorak gembira sambil berseru:
5. Kudus (Dinyanyikan Oleh Koor)
U Kudus, kudus, kuduslah Tuhan, Allah segala kuasa. Surga dan bumi penuh kemuliaan-Mu. Terpujilah Engkau di surga. Diberkatilah yang datang dalam nama Tuhan. Terpujilah Engkau di surga.
6. Doa Syukur Agung 7. Bapa Kami (Berdiri)
I Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.
8. Embolisme
I Ya Bapa, datanglah kerajaan-Mu di atas seluruh muka bumi. Bukalah hati setiap insan supaya percaya kepadaMu, dan dengan demikian menjadi warga kerajaan-Mu yang abadi. Semoga kami pun giat mewujudkan kerajaan-Mu di tengah masyarakat sambil mengharapkan kedatangan penyelamat kami, Yesus Kristus.
U Sebab Engkaulah Raja, yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya. 9. Doa Damai
I Kristuslah Raja damai yang demi cinta kasih-Nya rela berkorban sehabis-habisnya agar kita dapat masuk ke dalam kedamian bersama dengan-Nya. Maka, marilah kita mohon damai kepada-Nya. Tuhan Yesus Kristus, jangan memperhitungkan dosa kami, tetapi perhatikanlah iman Gereja-Mu, dan restuilah kami supaya
10
hidup bersatu dengan rukun sesuai dengan kehendak-Mu. Sebab Engkaulah pengantara kami kini dan sepanjang masa.
U Amin
I Damai Tuhan bersamamu U Dan bersama rohmu 10. Anak Domba Allah
Dilagukan oleh koor atau didaraskan
U Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami. Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami. Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia, berilah kami damai
11. Persiapan Komuni (Umat Berlutut/berdiri) 12. Komuni
13. Sesudah Komuni
14. Doa sesudah Komuni 1 I Marilah kita berdoa.
Ya Allah, kami yang telah dipuaskan oleh anugerah suci ini bersujud memohon kepada-Mu: Semoga sebagaimana berkat kematian Putra-Mu Engkau membantu kami mengharapkan apa yang kami imani demikian pula berkat kebangkitan-Nya Engkau membantu kami mencapai apa yang kami tuju. Dengan perantaraan Kristus, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.
U Amin. Atau 14. Doa sesudah Komuni 2 I Marilah kita berdoa.
Allah Bapa Yang Maharahim, dengan gembira kami telah menerima Putera-Mu di tengah-tengah kami sebagai santapan rohani bagi kami. Kami mohon, kuatkanlah kami dalam memanggul salib kami masing-masing dan terus mengikuti jejak-Nya menempuh jalan penderitaan menuju kebangkitan yang mulia. Sebab Dialah Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.
U Amin.
IV. PENUTUP
1. Pengumuman2. Berkat dan Pengutusan I Tuhan bersamamu. U Dan bersama rohmu.
Imam mengulurkan kedua belah tangan ke arah umat.
I Saudara sekalian, Allah, Bapa yang maharahim, memberikan teladan cinta kasih lewat sengsara Putra-Nya yang tunggal.
Semoga saudara dianugerahi berkat yang tiada tara dan pelayanan kepada sesama.
I Semoga saudara memperoleh kebahagiaan abadi berkat kematian Kristus yang mengantar saudara memasuki hidup yang kekal.
U Amin.
I Semoga dengan ikut merendahkan diri bersama Kristus, saudara pun ikut bangkit bersama Kristus.
U Amin.
I Semoga saudara sekalian dilindungi, dibimbing, dan diberkati oleh Allah yang mahakuasa: † Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U Amin.
12
TRI HARI PASKAH
KAMIS PUTIH
MENGENANGKAN PERJAMUAN TUHAN
Altar hendaknya dihias dengan bunga secara sederhana supaya sesuai dengan ciri khas hari ini. Tabernakel harus kosong sama sekali. Untuk menyimpan Sakramen Mahakudus (yang masih ada) harus dipersiapkan tempat yang dihias dengan pantas yang mengundang untuk doa dan meditasi. Dianjurkan suatu kesederhanaan yang sesuai dengan hari-hari ini.
I. RITUS PEMBUKA (Berdiri)
Bila semua sudah siap rombongan Liturgis bergerak dari sakristi atau tempat lain yang telah disiapkan menuju ke tempat upacara di dalam Gereja, dengan urutan perarakan sebagai berikut:
^ Ajuda Pembawa thuribulum dan dupa ^ Ajuda Pembawa Salib
^ Ajuda Pembawa lilin ^ Para Rasul
^ Frater / Diakon Pendamping ^ Imam
Sementara itu komentator mengucapkan selamat datang kepada umat dan memberikan informasi kepada mereka, misalnya: perihal tata tertip perayaan, dst.
1. Komentator (Berdiri)
Bapak/Ibu dan Saudara-saudari terkasih dalam Kristus. Pada hari Kamis Putih, seluruh umat beriman berhimpun bersama dengan para imam untuk mengenangkan perjamuan Paskah yang diadakan Yesus bersama murid-murid-Nya. Pada malam hari ini kita mengenangkan penetapan Ekaristi, wujud pengurbanan Yesus: Di dalamnya Ia menyerahkan tubuh dan darah-Nya, yakni seluruh diri-Nya, demi keselamatan kita. Dalam perjamuan itu Yesus memberikan teladan pelayanan dengan membasuh kaki para murid, dan memberikan perintah baru bahwa kita harus saling mengasihi.
Mari dengan penuh khidmat kita berdiri untuk menyambut kehadiran Allah di tengah-tengah kita.
2. Lagu Pembuka (Berdiri)
3. Salam dan Kata Pembuka
I Dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus. U Amin
I Kasih karunia, dan damai sejahtera dari Allah Bapa, dan dari Tuhan kita, Yesus Kristus, besertamu.
U Dan sertamu juga.
4. Pengantar (Berdiri)
Kita berkumpul di sini dan merasa seperti para rasul yang terakhir kalinya makan bersama Yesus sebagai sahabat-sahabat-Nya yang terdekat. Kita rayakan perjamuan Tuhan sebagai pelaksanaan kehendak-Nya yang terakhir. Ini bukanlah suatu tugas yang menyedihkan, melainkan suatu perjamuan yang menggembirakan, karena merupakan ungkapan cinta kasih yang luhur. Roti
yang satu dan piala yang satu mempersatukan kita dalam cinta kasih-Nya. Kita kenangkan malam saat Yesus menyerahkan diri-Nya untuk wafat di salib. Inilah misteri cinta kasih Allah kepada kita yang tidak terbatas.
5. Tobat (Berdiri)
I Tuhan Yesus Kristus, demi cinta kasih-Mu, Engkau rela merendahkan diri dengan membasuh kaki para murid.
Tuhan, kasihanilah kami. U Tuhan, kasihanilah kami.
I Dalam Ekaristi, Engkau mengorbankan Diri bagi kami semua. Kristus, kasihanilah kami.
U Kristus, kasihanilah kami.
I Demi cinta kasih-Mu, dalam Ekaristi, Engkau memberikan Tubuh dan Darah-Mu kepada kami, agar tetap bersatu dengan kami.
Tuhan, kasihanilah kami. U Tuhan, kasihanilah kami.
I Semoga Allah yang penuh kasih dan setia berkenan mengampuni kita, dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U Amin.
6. Lagu Tuhan Kasihanilah Kami (Berdiri)
7. Lagu Kemuliaan
(Lonceng dibunyikan. Tapi setelah itu tidak lagi sampai misa malam Paskah)
8. Doa Pembuka (Berdiri)
I Marilah kita berdoa. (hening sejenak)
Ya Allah dalam perjamuan malam yang amat kudus ini, Putra Tunggal-Mu menyerahkan diri-Nya kepada kematian, mempercayakan kepada Gereja kurban yang baru dan kekal, serta perjamuan cinta kasih-Nya. Semoga kami yang merayakan perjamuan malam ini menimba kepenuhan kasih dan hidup dari misteri yang luhur dan agung itu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa Allah sepanjang segala masa.
U Amin.
II. LITURGI SABDA
1. Komentator (Umat Duduk)
Bapa, ibu, saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus. Marilah kita mendengarkan dan merenungkan bacaan-bacaan berikut ini dengan penuh iman.
2. Bacaan I : Keluaran 12 : 1 – 8. 11 – 14 Ketetapan tentang Perjamuan Paskah
Pembacaan dari Kitab Keluaran
Pada waktu itu berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun di tanah Mesir: “Bulan ini akan menjadi permulaan segala bulan bagimu; bulan yang pertama bagimu tiap-tiap tahun. Katakanlah kepada segenap jemaah Israel: Pada
14
tanggal sepuluh bulan ini hendaklah diambil seekor anak domba oleh masing-masing kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga. Tetapi jika rumah tangga itu terlalu kecil jumlahnya untuk menghabiskan seekor anak domba, maka hendaklah ia bersama dengan tetangga yang terdekat mengambil seekor menurut jumlah jiwa; tentang anak domba itu, kamu buatlah perkiraan menurut keperluan tiap-tiap orang. Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela dan berumur satu tahun; kamu boleh ambil domba, boleh kambing. Anak domba itu harus kamu kurung sampai tanggal empat belas bulan ini. Lalu seluruh jemaat Israel yang berkumpul harus menyembelihnya pada senja hari. Darahnya harus diambil sedikit dan dioleskan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas rumah, tempat orang-orang makan anak domba itu. Pada malam itu juga mereka harus memakan dagingnya yang dipanggang; daging panggang itu harus mereka makan dengan roti yang tidak beragi dan sayuran pahit. Beginilah kamu harus memakannya: pinggangmu berikat, kaki berkasut ,dan tongkat ada di tanganmu. Hendaknya kamu memakannya dengan cepat-cepat. Itulah Paskah bagi Tuhan. Sebab pada malam ini Aku akan menjelajahi negeri Mesir, dan membunuh semua anak sulung, baik dari anak sulung manusia maupun anak anak sulung hewan, dan semua dewata Mesir akan Kujatuhi hukuman. Akulah Tuhan. Adapun darah domba itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah tempat kamu tinggal. Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan melewati kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, pada saat Aku menghukum negeri Mesir. Hari ini harus menjadi hari peringatan bagimu, dan harus rayakan sebagai hari raya bagi Tuhan turun-temurun.
Demikianlah Sabda Tuhan
U Syukur kepada Allah
3. Mazmur Tanggapan (Duduk)
Reffren : Inilah Tubuh-Ku yang diserahkan bagimu. Inilah Darah-Ku yang ditumpahkan bagimu. Lakukanlah ini akan peringatan kepadaku.
Ayat :
1. Bagaimana akan kubalas kepada Tuhan, segala kebaikan-Nya kepadaku? Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama Tuhan.
2. Sungguh berhargalah di mata Tuhan kematian semua orang yang dikasihi-Nya. Ya Tuhan, aku hamba-Mu; aku hamba-Mu, anak dari sahaya-Mu. Engkau telah melepaskan belengguku.
3. Aku akan mempersembahkan kurban syukur kepada-Mu, dan akan menyerukan nama Tuhan. Aku akan memebayar nazarku kepada Tuhan di depan seluruh umat-Nya.
4. Bacaan II : 1 Korintus 11 : 23 – 26 (Duduk Setiap kali kamu makan dan minum, kamu mewartakan wafat Tuhan
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:
Saudara-saudara, apa yang telah kuteruskan kepadamu ini telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam Ia diserahkan, mengambil roti, dan setelah mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkan roti itu
seraya berkata: “Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagimu; perbuatlah ini untuk mengenangkan Daku!” Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan dalam darah-Ku. Setiap kali kamu meminumnya, perbuatlah ini untuk mengenangkan Daku.” Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu mewartakan Tuhan sampai Ia datang
Demikianlah Sabda Tuhan U Syukur kepada Allah
5. Bait pengantar Injil (Berdiri)
S Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal. U Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
S Aku memberitakan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihimu.
U Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
6. Injil : Yohanes 13 : 1 – 15 (Dramatisasi) (Berdiri) 7. Komentator: Umat dipersilakan duduk.
8. Lektor:
“Yesus mengasihi mereka tanpa batas”.
Petang hari menjelang Paskah, Yesus tahu bahwa saatnya sudah tiba untuk meninggalkan dunia ini dan pergi kepada Bapa. Ia senantiasa mengasihi para pernganutnya di dunia ini. Ia mengasihi mereka tanpa batas. Yesus dan para muridNya sedang makan bersama. Setan berhasil membujuk Yudas Iskariot, anak Simon untuk menyerahkan Yesus. Yesus tahu bahwa Bapa telah mempercayakan segala sesuatu kepadaNya. Dan bahwa Ia telah datang dari Allah dan akan kembali kepadaNya.
Namun demikian, Yesus berdiri (Imam berdiri) menanggalkan jubahNya (Imam menanggalkan Kasula), lalu mengikat sehelai kain pada pinggangnya (Imam mengikat pinggang dengan kain putih). Dituangkannya air ke dalam sebuah bejana (Imam menuangkan air ke dalam bejana) lalu Ia mulai membasuh kaki para RasulNya, dan mengusapnya dengan kain yang terikat pada pinggangNya (Imam mulai membasuh kaki para Rasul, dan setibanya pada raul Petrus, terjadi dialog)
Petrus : Tuhan hendak membasuh kaki saya?
Yesus : Apa yang kuperbuat saat ini belum kau mengerti maknanya. Kelak engkau akan mengerti.
Petrus : Tak pernah Tuhan boleh membasuh kaki saya.
Yesus : Kalau aku tidak membasuh kakimu, engkau tidak lagi menjadi murid-Ku.
Petrus : Kalau begitu Tuhan, jangan hanya kaki saya. Basuhlah juga tangan dan kepala saya.
Petrus : Siapa yang sudah mandi, sudah bersih seluruhnya. Ia tinggal membasuh kakinya saja. Kamu sudah bersih tetapi tidak semua.
Lektor : Sesudah selesai membasuh kaki para muridNya, Ia mengenakan kembali pakaianNya (Imam mengenakan Kasula), lalu duduk kembali. Kemudian Ia berkata:
16
Yesus : Mengertikah kamu akan arti perbuatanKu ini? Kamu meyebut Aku Guru dan Tuhan. Jika Aku yang adalah Guru dan Tuhanmu membasuh kakimu, kamupun harus membasuh kaki satu sama lain. Aku memberi teladan kepada kamu, supaya kamupun berbuat demikian, sama seperti yang tadi kuperbuat bagimu.
Lektor : Demikianlah Injil Tuhan. Umat : Terpujilah Kristus.
9. Homili (Duduk)
8. Doa Umat (Berdiri)
I Dengan membasuh kaki para murid-Nya, Yesus telah memberikan perintah baru agar kita saling melayani dan saling mencintai. Marilah kita berdoa kepada Bapa agar dapat melaksanakan perintah baru itu dengan sepenuh hati :
P Bagi Sri Paus, para Uskup dan para Imam
Semoga Sri Paus dan Uskup serta para Imam, dapat melakukan tugas pengembalaan mereka dengan rendah hati seperti Yesus yang membasuh kaki murid-murid-Nya. Kami mohon ...
U Kabulkanlah doa kami ya Tuhan P Bagi para pemimpin masyarakat.
Semoga para pemimpin masyarakat selalu mendasari tugas pelayanannya dengan Sabda Yesus sendiri untuk saling melayani satu sama lain demi keselamatan bersama. Kami mohon ...
U Kabulkanlah doa kami ya Tuhan P Bagi orang-orang yang menderita
Semoga keteladanan Kristus dalam mengasihi para murid-Nya menggugah setiap orang untuk terlibat dalam memberi pertolongan dan kasih bagi orang-orang yang sedang menderita. Kami mohon ...
U Kabulkanlah doa kami ya Tuhan P Bagi kita disekitar altar ini
Semoga kami semua pada hari ini memperbarui niat untuk saling mengasihi dan bekerja sama dalam keluarga kami masing-masing, sehingga nilai hidup kristiani keluarga kami terpancar pula di dalam kehidupan bermasyarakat. Kami mohon ...
U Kabulkanlah doa kami ya Tuhan
I Ya Allah Bapa Mahapengasih, dengarkanlah permohonan kami. Semoga kami belajar sabar dan rela berkorban bagi sesama seperti Yesus Kristus, Tuhan kami.
U Amin.
III. LITURGI EKARISTI
1. Komentator (Duduk)
Bapa-ibu, saudara-saudari terkasih,
Pada malam perjamuan terakhir bersama murid-murid-Nya, Yesus menyerahkan tubuh dan darah-Nya menjadi korban silih bagi dosa-dosa kita. Marilah kita pada upacara mengenang peristiwa malam perjamuan terakhir Tuhan Yesus ini, membawa persembahan roti dan anggur, bersama segala doa,
permohonan, harapan, niat dan cita-cita kita untuk disatukan dengan korban maha indah Yesus Kristus. Mari kita menghantar persembahan kita ke altar Tuhan diiringi lagu persembahan.
2. Lagu Persiapan Persembahan
Wakil-wakil umat (atau orang yang dipilih) mengantar kepada imam bahan-bahan persembahan : roti dan anggur, yang akan dikuduskan dalam Doa Syukur Agung, dan persembahan lain untuk keperluan Gereja.
3. Doa Persiapan Persembahan I Marilah berdoa :
Ya Tuhan perkenankanlah kami merayakan misteri ini dengan pantas karena setiap kali kenangan akan kurban ini dirayakan, terlaksanalah karya penebusan kami. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami.
U Amin.
4. Prefasi Ekaristi Kurban dan Sakramen Kristus
5. Kudus
6. Doa Syukur Agung (Berlutut)
Pada saat komuni sangatlah cocok kalau imam menyerahkan roti Ekaristi dari meja altar kepada diakon, akolit, atau pelayan komuni tak-lazim, untuk kemudian dibawa kepada orang-orang sakit yang harus menyambut komuni di rumah.
7. Bapa Kami
I Atas petunjuk penyelamat kita, dan menurut ajaran Ilahi, Maka beranilah kita bernyanyi:
I/U Nyanyian Bapa Kami 8. Embolisme :
I Ya Bapa, bebaskanlah kami dari segala yang jahat, hindarilah perselisihan dan hentikanlah permusuhan. Semoga kami senantiasa mencintai dengan segenap hati dan penuh pengabdian, sebagaimana Kristus sendiri telah mencintai kami, sehingga kamipun boleh bergembira dan menikmati damai-Mu sambil mengharapkan kedatangan Penyelamat kami Yesus Kristus. U Sebab EngkaulahRaja, yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya. 9. Doa Damai
I Saudara/i terkasih, Tuhan Yesus bersabda: ”Perintah baru Kuberikan kepadamu, supaya kamu saling melayani dan menaruh cinta kasih sebagaimana Aku menaruh cinta kasih kepadamu”. Tuhan Yesus Kristus janganlah memperhitungkan dosa kami tetapi perhatikanlah iman Gereja-Mu dan restuilah kami supaya hidup bersatu dengan rukun sesuai dengan kehendak-Mu, sebab Engkaulah pengantara kami kini dan sepanjang masa. U Amin.
I Damai Tuhan Bersamamu. U Dan bersama rohmu. Bisa saling memberi salam damai
10. ANAK DOMBA ALLAH (Koor/Umat)
I Saudara/i terkasih, Tuhan telah bersabda:”Inilah tubuh-Ku yang dikorbankan bagimu, inilah piala perjanjian baru dalam darah-Ku. Setiap kali kamu
18
menyambutnya, lakukanlah sebagai kenangan akan Daku”. Berbahagialah kita semua yang diundang untuk mengambil bahagian dalam perjamuan kudus ini.
U Ya Tuhan, saya tidak pantas, Tuhan datang pada saya, tetapi bersabdalah saja maka saya akan sembuh.
Antifon Komuni 1Kor. 11:24,25
Inilah tubuh-Ku, yang dikurbankan bagimu.
Inilah piala Perjanjian Baru dalam darah-Ku, sabda Tuhan. Setiap kali kamu menyambutnya,
lakukanlah untuk mengenangkan Daku.
Sesudah komuni, sibori dengan hosti untuk komuni hari berikut tetap dibiarkan di atas altar. Imam berdiri di depan kursi pemimpin dan memanjatkan Doa sesudah Komuni.
11. Doa sesudah Komuni
Allah yang mahakuasa, dalam hidup di dunia ini kami dikuatkan oleh Perjamuan Putra-Mu. Semoga kami layak untuk turut menikmati perjamuan abadi di surga. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.
IV. PEMINDAHAN SAKRAMEN MAHA KUDUS
1. Komentator :Umat beriman yang terkasih dalam Kristus! Kristus adalah mempelai laki-laki dan Gereja adalah mempelai wanita. Kini tiba saatnya mempelai laki-laki-laki-laki diambil dari tengah-tengah kita. Namun Yesus tidak berakhir dengan peristiwa ini. Ia tetap hadir dalam Sakramen Ekaristi. Dalam peristiwa ini kita diajak untuk merenungkan peristiwa Yesus disalibkan dan wafat. Kita akan mengosongkan Altar dan memindahkan sakramen Maha Kudus sebagai lambang Yesus menjalani penderitaan-Nya. Marilah kita mengawali adorasi ini dengan mengadakan perarakan Sakramen Maha Kudus.
Urutan Perarakan. ^ Ajuda pembawa Salib ^ Ajuda pembawa lilin
^ Ajuda pembawa Dupa sambil mendupai Sakramen ^ Imam dan Sakramen Maha Kudus
Selama perarakan umat menyanyikan lagu “Sakramen Seagung ini (Tantum Ergo)”. Setelah tiba ditempat pentahtaan Sakramen Maha Kudus, Sibori atau Montras diletakkan dan didupai, umat menyanyikan syair berikut ini
Sakramen seagung ini, kusembah dan kupuji, cara lama telah ganti, telah diperbaharui, iman yang menolong budi, indera tak mencukupi. Yang berputera serta putera, dipujilah bersama, salam sembah dan kuasa, serta hormat padanya. Yang timbul dari duanya. Pujaan-Nya setara. Amin.
I Engkau telah memberi kami roti surgawi. U Yang mengandung segala kesegaran. I Marilah berdoa. (hening sejenak)
dalam sakramen yang mengagungkan ini. Kami mohon, semoga kami dapat menghormati Tubuh dan Darah-Mu sedemikian, sehingga kami selalu dapat menikmati buah dari Penebusan-Mu. Sebab Engkaulah yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa.
U Amin.
V. PENGOSONGAN ALTAR.
Umat tetap berada dalam gereja. Imam dan ajuda masuk untuk mengosongkan Altar lalu kembali ke Sakristi dan dilanjutkan dengan doa bergilir.
1. Pengumuman 2. Giliran Adorasi 3. Pengumuman lain
20
JUMAT AGUNG
MENGENANG SENGSARA TUHAN
I. RITUS PEMBUKA (Berdiri)Altar kosong tanpa apa-apa. Imam berpakaian merah seperti pada waktu misa. Imam dan ajuda bersiap di sakristi.
1. Komentator
Bapa, ibu, saudara-saudari terkasih dalam Kristus! Betapa besar kasih Allah kepada manusia sehingga Ia merelakan Putera-Nya sebagai tebusan bagi dunia. Hubungan yang terputus antara Allah dan manusia ketika manusia pertama jatuh di Taman Eden, kini mulai dibangun kembali melalui pengorbanan Kristus di kayu salib. Kristus yang menderita adalah pemenuhan janji Allah sendiri kepada manusia ketika manusia mengingkari perintah-Nya dan jatuh ke dalam dosa. Hari ini kita memperingati sengsara dan wafat-Nya. Ia adalah pendamai utama yang memulihkan hubungan kita dengan Tuhan. Upacara Jumad Agung ini mengingatkan kita semua pentingnya pengorbanan dalam kehidupan kita. Upacara agung ini dibagi dalam tiga bagian utama : Upacara Sabda, Penyembahan Salib, dan Komuni kudus.
Marilah kita berdiri menyiapkan hati dan mengikuti upacara ini dengan penuh hikmat.
Imam dengan Kasula merah, bersama Ajuda bergerak menuju Altar. Altar masih bersih tanpa apa-apa. Di depan Altar dia berdoa sejenak dalam batin dengan berlutut atau tiarap. Setelah bangun mereka menuju tempat duduk dan dari situ mengucapkan Doa Pembuka, tanpa mengucapkan “marilah berdoa”.
Komentator : Mari kita berlutut.
Imam bangun lalu menuju tempat duduk dan dari situ mengucapkan doa pembuka. 2. Doa Pembuka
I Ingatlah, Ya Allah Bapa, akan belas kasih-Mu. Kuduskalah dan lindungilah selalu hamba-hamba-Mu. Bagi merekalah Kristus, Putra-Mu, telah memulai misteri Paskah dengan penumpahan darah-Nya. Dialah Tuhan, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.
U Amin.
II. LITURGI SABDA
1. Komentator (Duduk)
Bapa, ibu, saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus! Melalui bacaan-bacaan suci sore hari ini, kita diajak untuk merenungkan hamba Yahwe yang terpenuhi dalam diri Yesus Kristus. Dia yang disambut dengan sorak sorai ketika memasuki kota Yerusalem, kini tinggallah cercaan dan penghinaan yang menyakitkan hati. Dia yang tampan dan simpatik, kini tinggallah bilur-bilur duka dan luka akibat siksaan keji serta beratnya salib dan dosa yang dipikulNya.
Marilah kita membuka hati untuk mendengarkan dan merenungkan kisah kasih Tuhan dalam bacaan-bacaan suci berikut ini.
2. Bacaan I : Yesaya 52: 13 – 53:12 Ia ditikam karena kejahatan kita
Pembacaan dari Kitab Yesaya:
Beginilah Firman Tuhan, “Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil! Ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan! Seperti banyak orang tertegun melihat dia rupanya begitu buruk, tidak seperti manusia lagi, dan tampaknya tidak seperti anak manusia lagi, demikianlah ia akan membuat tercengang banyak bangsa, dan raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat dia! Sebab apa yang tidak diceritakan kepada mereka akan mereka lihat, dan yang tidak mereka dengar akan mereka pahami. Maka mereka berkata: Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, kepada siapakah tangan kekuasaan Tuhan dinyatakan? Sebagai taruk Hamba Yahwe tumbuh di hadapan Tuhan, dan sebagai tunas ia muncul dari tanah kering. Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan, dan biasa menderita menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia, dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan. Ia tidak tampan, dan semarak pun tidak ada padanya, sehingga kita tidak tertarik untuk memandang dia; dan rupanya pun tidak menarik, sehingga kita tidak terangsang untuk menginginkannya. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kitalah yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Sesungguhnya dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; derita yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing mengambil jalan sendiri! Tetapi Tuhan telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas, dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah. Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan waktu mati ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan, dan tipu tidak ada di dalam mulutnya. Tetapi Tuhan berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan, dan apabila ia menyerahkan dirinya sebagai kurban silih, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak Tuhan akan terlaksana karena dia. Sesudah kesusahan jiwanya, ia akan melihat terang dan menjadi puas. Sebab Tuhan berfirman, hamba-Ku, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul. Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan. Ini semua sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara para pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang, dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.
Demikianlah Sabda Tuhan U Syukur kepada Allah
22
3. Mazmur Tanggapan
Reffren :Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu ‘kupercayakan jiwaku.
1. Pada-Mu ya Tuhan, aku berlindung, jangan sekali-kali aku mendapat malu. Luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu, ke dalam tangan-Mu kuserahkan nyawaku; sudilah membebaskan daku, ya Tuhan, Allah yang setia.
2. Di hadapan semua lawanku aku tercela, tetangga-tetanggaku merasa jijik para kenalanku merasa ngeri; mereka yang melihat aku cepat-cepat menyingkir. Aku telah hilang dari ingatan seperti orang mati, telah menjadi seperti barang yang pecah.
3. Tetapi aku, kepada-Mu, ya Tuhan, aku percaya, aku berkata, “Engkaulah Allahku!” Masa hidupku ada dalam tangan-Mu. Lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan bebaskan dari orang-orang yang mengejarku!
4. Buatlah wajahMu bercahaya atas hamba-hamba-Mu, selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada Tuhan.
Doa Renungan
I Tuhan Allah kami, orang yang dilanda duka, yang ditimpa kemalangan, Engkau jadikan tanda kehidupan bagi kami. Kami mohon demi sengsaranya, teguhkanlah pengharapan kami akan kesetiaanMu , sehingga kami dapat mengandalkan Dikau dalam segala sesuatu yang menimpa kami, kini dan selamanya.
U Amin
4. Bacaan II : Ibrani 4: 14 – 16 . 5: 7 – 9
Ia telah belajar menjadi taat, dan menjadi pokok keselamatan abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya.
Pembacaan dari Surat kepada orang Ibrani
Saudara-saudara, kita sekarang mempunyai Imam Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah. Maka baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. Sebab Imam Agung yang kita punya, bukanlah imam agung yang tidak dapat turut merasakan kelemahan kita! Sebaliknya Ia sama dengan kita! Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita menghampiri takhta kerahiman Allah dengan penuh keberanian, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapatkan pertolongan pada waktunya. Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Yesus telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut; dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. Akan tetapi sekalipun Anak, Ia telah belajar menjadi taat : ini ternyata dari apa yang telah diderita-Nya! Dan sesudah mencapai kesempurnaan, Ia menjadi pokok keselamatan abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya.
Demikianlah Sabda Tuhan U Syukur kepada Allah Doa Renungan :
I Allah Bapa kami, segala ketidaktaatan, dosa,, dan pengingkaran akan kehendakMu telah diambil menjadi beban tanggungan PuteraMu. Ia telah membebaskan kami dari dosa Adam serta menjadikan kami anak-anakMu
dalam pengharapan akan Hidup Baru. Kami bersyukur padaMu akan segala jasaNya dan mohon, ajarilah kami untuk meluhurkan namaMu dan mengimani Dikau selaku pokok utama keselamatan kami. Demi Kristus Tuhan kami… U Amin
5. Bait Pengantar Injil
(Partitur Bait Pengantar Injil Jumat Agung ada pada lampiran halaman……) Reffren : Terpujilah Kristus Tuhan, Sang Raja kemuliaan kekal.
Ayat:
Kristus taat untuk kita sampai wafat-Nya di salib. Dari sebab itulah Allah mengagungkan Dia:
Nama yang paling luhur dianugerahkan pada-Nya. 6. Kisah sengsara : Yohanes 18: 1 – 19: 42
Kisah Sengsara dibacakan tanpa lilin dan pendupaan, tanpa salam dan tanda salib pada buku. Bila pembacanya bukan imam, Sebelum menjalankan tugas, ketiga petugas yang membawakan kisah sengsara maju dan berlutut di hadapan imam untuk menerima berkat. Dan bila dilagukan sedapat mungkin sabda-sabda Yesus dibawakan oleh seeorang imam. Saat Narator mengucapkan “Inilah Kisah Sengsara Yesus Kristus Menurut Yohanes”, Umat berdiri. Setelah itu duduk. Saat kematian Yesus, umat diajak untuk berlutut sejenak lalu dipersilahkan berdiri sampai seluruh kisah sengsara selesai dibacakan
7. Homili
8. Doa Umat Meriah
Imam menyampaikan Doa Umat meriah dari tempat duduknya atau dari altar. Sesudah ajakan diucapkan, maka semua diam sejenak dan berdoa dalam batin. Baru kemudian dilanjutkan doanya. Selama doa umat berlangsung, umat boleh berdiri atau berlutut. Dari antara doa-doa yang tersedia boleh memilih mana yang lebih sesuai dengan kebutuhan setempat, asal urutan tidak diubah. _ _________ _________
3 5 6 7 6 6 || Ber- lu - tut- lah ki - ta.
___
6 56 6 6 || Ber- di- ri - lah. Berdoa sejenak dalam hati.
I Allah yang kekal dan kuasa, Engkau telah memaklumkan kemuliaan-Mu kepada segala bangsa dengan perantaraan Kristus. Lanjutkanlah karya belas kasih-Mu, agar Gereja-Mu meluas ke seluruh dunia dan bertekun mengimani nama-Mu dengan mantap.
Demi Kristus, Tuhan dan pengantara ka-mi. U Amin.
I Bagi Sri Paus
Marilah berdoa pula bagi Santo Bapa Paus Fransiskus yang sudah dipilih Allah memangku jabatan uskup. Semoga beliau dilindungi Allah, tetap sehat walafiat dan dengan bijaksana memimpin Gereja, umat Allah.
Allah Bapa yang kekal dan kuasa, segala sesuatu yang ada berdasarkan keputusan-Mu. Dengarkanlah doa kami, dan lindungilah imam agung yang telah Kaupilih
24
bagi seluruh Gereja-Mu. Semoga umat Kristen yang dipimpinnya atas nama-Mu, semakin berkembang dalam iman. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
U Amin.
I Bagi para pejabat Gereja dan segala lapisan umat
Marilah berdoa pula bagi uskup kita … dan bagi semua uskup, imam, diakon serta sekalian pejabat Gereja dan segenap umat beriman.
Allah Bapa yang kuasa dan kekal, Engkau memerintah dan menguduskan semua orang yang termasuk anggota Gereja-Mu, tubuh Kristus. Dengarkanlah kiranya doa kami bagi semua anggota. Semoga masing-masing sesuai rahmat yang Kauanugerahkan kepadanya, mengabdi Engkau dengan patuh setia dan penuh iman. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
U Amin.
I Bagi para calon baptis
Marilah berdoa pula bagi para calon baptis. Semoga Allah dan Tuhan kita berkenan membuka pintu hati dan budi mereka terhadap sabda serta belas kasih-Nya. Semoga mereka berkat sakramen pembaptisan dilahirkan kembali, menerima pengampunan dosa dan bersatu dengan Yesus Kristus, Tuhan kita.
Allah Bapa yang kekal dan kuasa, Engkau senantiasa memberkati Gereja-Mu dengan penambahan anggota-anggota baru. Sudilah memperdalam iman dan pengetahuan para calon baptis, agar layak dilahirkan kembali dari air pembaptisan serta diterima sebagai putera dan puteri-Mu dalam keluarga-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
U Amin.
I Bagi kesatuan umat Kristen
Marilah berdoa pula bagi semua saudara yang mengimani Kristus. Semoga Allah Tuhan kita berkenan menghimpun mereka yang dengan setia dan jujur berpegang teguh pada kebenaran, dalam Gereja-Nya.
Allah Bapa yang kekal dan kuasa, Engkau menghimpun mereka yang tercerai-berai serta memelihara mereka yang telah bersatu dalam Gereja-Mu. Pandanglah kawanan domba Putera-Mu. Semoga semua saudara kami yang telah Kaukuduskan berkat pembaptisan, Kaupersatukan pula dalam iman dan cinta kasih. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
U Amin.
I Bagi umat Yahudi
Marilah berdoa pula bagi umat Yahudi, yang telah mendahului kita menerima sabda Allah. Semoga Allah dan Tuhan kita menumbuhkan cinta kasih mereka akan nama-Nya serta kesetiaan akan perjanjian-Nya.
Allah Bapa yang kekal dan kuasa, Engkau telah mengikat janji dengan Abraham dan keturunannya. Berkenanlah mengabulkan doa gereja-Mu. Semoga mereka yang pernah menjadi umat pilihan-Mu, dapat mencapai keselamatan secara utuh. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
U Amin.
Marilah berdoa pula bagi saudara-saudara yang belum mengimani Kristus. Semoga mereka pun diterangi oleh Roh Kudus dan dapat menemukan jalan keselamatan.
Allah Bapa yang kekal dan kuasa, bantulah saudara-saudara yang belum mengimani Kristus, agar dengan hidup jujur dihadapan-Mu dapat menemukan kebenaran. Sedangkan kami sendiri semoga selalu saling menaruh cinta kasih dan berusaha semakin memahami misteri hidup-Mu, sehingga di tengah masyarakat kami menjadi saksi cinta kasih-Mu yang nyata. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
U Amin.
I Bagi mereka yang tidak mengimani Allah
Marilah berdoa pula bagi saudara-saudara yang belum mengenal dan mengimani Allah. Semoga mereka dengan tulus ikhlas terus mencari kebaikan dan kebenaran, sehingga akhirnya dapat menemukan Allah.
Allah Bapa yang kekal dan kuasa, Engkau telah menciptakan manusia dengan hasrat mencari Engkau serta menemukan ketenteraman dalam Dikau. Kami mohon, semoga di dalam gelap kehidupan ini, semua orang melihat titik cerah cinta kasih-Mu dan tertarik oleh kesaksian hidup umat beriman, sehingga akhirnya dengan gembira mengimani Engkau, satu-satunya Allah yang benar serta Bapa umat manusia. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
U Amin.
I Bagi para pemimpin Negara
Marilah berdoa pula bagi semua pimpinan Negara. Semoga Allah dan Tuhan kita menerangi hati dan budi mereka, sehingga mereka mengusahakan damai sejahtera sejati bagi seluruh umat manusia seturut kehendak-Nya.
Allah Bapa yang kekal dan kuasa, nasib segala bangsa berada di tangan-Mu. Dampingilah para pemimpin Negara. Semoga berkat bimbingan dan perlindungan-Mu terjaminlah damai sejahtera para bangsa dan kebebasan beragama senantiasa dijunjung tinggi di mana-mana. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. U Amin.
I Bagi saudara-saudara yang menderita
Saudara-saudara terkasih, marilah kita panjatkan doa pula kepada Allah Bapa yang mahakuasa. Semoga Ia berkenan membersihkan dunia dari segala kesesatan, melenyapkan segala penyakit, menjauhkan kelapaaran, melepaskan para tahanan dan tawanan, mengembalikan para pengungsi, melindungi orang-orang dalam perjalanan, mengantar pulang para perantau, menganugerahkan kesehatan kepada yang sakit dan keselamatan bagi yang meninggal.
Allah Bapa yang kekal dan kuasa, sumber penghiburan mereka yang berduka serta kekuatan para penderita, dengarkanlah doa semua orang yang berseru kepada-Mu karena tertimpa kemalangan dan sengsara. Semoga mereka semua bergembira berkat belas kasih dan bantuan rahmat-Mu. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami.
26
III. UPACARA PENYEMBAHAN SALIB SUCI
1. Komentator :Umat beriman yang terkasih…
Sekarang tibalah saatnya kita memasuki upacara penghormatan Salib. Lihatlah Kayu Palang yang tak berarti tempat bergantung Juruselamat. Kayu Palang yang dilapisi oleh dosa-dosa manusia tempat bergantung Yesus. Marilah kita mengarahkan seluruh hati kita kepada Salib Kristus, sumber keselamatan abadi. Kepala yang berlumuran darah, tangan dan kaki di paku, lambung yang suci ditembusi tombak mengeluarkan darah dan air Kasih bagi kehidupan manusia. Marilah dalam ketenangan dan keheningan hati pendosa yang memohon pengampunan, kita mengikuti upacara kecup Salib dengan penuh hikmat.
(Sementara itu imam dan putra-putri Altar berjalan ke depan pintu untuk mengambil Salib yang terselubung yang sudah disiapkan. Sedikit demi sedikit selubung dibuka bagian atas, lalu bagian kanan dan terakhir seluruh selubung dilePaskahn disertai nyanyian oleh imam)
1 1 6 . 7 1 7 6 5 1 . 2 3 2 3 2 . 1 I LIHAT KA YU SA - LIB
1 1 2 1 1 2 3 4 3 2 3 2 1 2 . 1 DI SI -NI TERGAN -TUNG KRIS - TUS
1 1 1 2 3 2 1 . 2 3 4 . 3 2 1 2 3 3 . 2 // PENYELAMAT DUNI - A
321 3 45 211 676 1 1 1 1 7 2 2 2 3212 2. 1.// U MA - RI KI - TA BERSU - JUD MENYEMBAH - NYA Atau
_ __ __ ___ _____ __ 4 4 2 3 4 3 2 1 4 5 6 5 6 5 4 I LI-HAT KA - YU SA- LIB
_ __________ ___ __ ___ ___ ___ 4 5 4 4 5 6 76 5 6 5 4 5 5 4’ I/D TEM - PAT PE-NYE- LA - MAT DU- NI - A
_ _____ ____ _____ 4 5 6 5 4 5 6 7 6 5 6 5 BER-GAN- TUNG
___ ___ ___ __ ____ _ ____ __ 654 671 5 4 4 2 3 2’ 4 4 3 5 5 6 5 4 5 5 4 U MA - RI - LAH KI - TA SEM - BAH. 2. RATAPAN
(Setelah dilakukan Ratapan, imam dan para putra altar secara bergantian mengecup salib yang kemudian diikuti oleh umat. Salib disiapkan di beberapa tempat. Salib-salib yang disiapkan untuk dikecup selalu diapiti oleh lilin bernyala dan kementator memberikan penjelasan tentang tempat kecup salib. Koor menyanyikan lagu-lagu yang sesuai dan diselingi dengan doa)
IV. UPACARA KOMUNI
(Selesai penyembahan Salib, Altar ditutup dengan kain putih, dan di atasnya diletakkan salib, korporale dan buku upacara. Selanjutnya Imam mengambil Sakramen Maha Kudus didampingi 2 ajuda pembawa lilin yang ditaruh diatas Altar)
1. Komentator:
Umat beriman yang terkasih, Tubuh Tuhan kita Yesus Kristus yang kita sembah pada Salib suci, akan kita sambut dalam Sakramen Maha Kudus. Marilah kita menyiapkan hati untuk menyambut kehadiranNya dalam diri kita masing-masing.
Lalu, dengan tangan terkatup, imam berkata dengan suara nyaring:
I Atas petunjuk penyelamat kita, dan menurut ajaran ilahi, maka beranilah kita berdoa.
Imam merentangkan tangan dan bersama seluruh umat melanjutkan:
Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu. Datanglah kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
Sambil merentangkan tangan, imam melanjutkan sendirian:
Ya Bapa, bebaskanlah kami dari segala yang jahat dan berilah kami damai-Mu. Kasihanilah dan bantulah kami supaya selalu bersih dari noda dosa dan terhindar dari segala gangguan, sehingga kami dapat hidup dengan tenteram, sambil mengharapkan kedatangan Penyelamat kami, Yesus Kristus.
Imam mengatupkan tangan.
Umat mengakhiri doa dengan berseru:
Sebab Engkaulah raja yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya. Imam, sambil mengatupkan tangan, berdoa dalam hati:
I Ya Tuhan Yesus Kristus, semoga Tubuh dan Darah-Mu yang akan kusambut, melindungi dan menyehatkan jiwa ragaku.
Imam berlutut, mengambil hosti, dan mengangkatnya sedikit di atas sibori; sambil menghadap ke arah umat ia berkata dengan suara nyaring:
I Inilah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Berbahagialah Saudara yang diundang ke perjamuan-Nya.
Bersama umat, imam mengucapkan satu kali:
U Ya Tuhan, saya tidak pantas Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.
Sambil menghadap ke altar, dengan khidmat imam menyambut Tubuh Kristus dan berkata dalam hati:
Tubuh Kristus.
28
3 Selama komuni berlangsung, dapat dilagukan Mzm. 22 atau nyanyian lain yang sesuai. 3 Seusai komuni, sibori dibawa oleh diakon atau pelayan lain yang cakap ke tempat yang telah
disediakan di luar gereja. Kalau hal itu tidak mungkin, sibori disimpan dalam tabernakel. 3 Sesudah itu, imam berkata: Marilah kita berdoa, yang seyogyanya disusul dengan saat hening
sejenak. Lalu imam mengucapkan Doa sesudah Komuni:
I Allah yang kekal dan kuasa Engkau telah memulihkan kebahagiaan kami berkat wafat dan kebangkitan Putra-Mu. Peliharalah karya belas kasih-Mu dalam diri kami, agar kami yang telah ambil bagian dalam misteri ini, dapat hidup penuh bakti kepada-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U Amin.
Lalu, imam berdiri menghadap umat, dan sambil mengulurkan kedua belah tangan ke arah mereka, ia mengucapkan doa untuk umat:
I Kami mohon, ya Tuhan, semoga turunlah berkat berlimpah ke atas umat-Mu ini, yang telah mengenangkan wafat Putra-Mu sambil mengharapkan kebangkitan-Nya; berikanlah pengampunan,anugerahkanlah penghiburan, tumbuhkanlah iman yang kudus, berikanlah jaminan penebusan yang kekal. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U Amin.
3 Sesudah itu, umat meninggalkan gereja dalam keheningan, dengan lebih dulu berlutut ke arah salib.
3 Seusai perayaan, altar dikosongkan dari semua perlengkapan, kecuali salib dan dua atau empat lilin bernyala.
3 Mereka yang telah mengikuti upacara liturgis meriah sore ini tidak perlu melaksanakan Ibadat Sore.
2. Doa sesudah komuni I Marilah kita berdoa.
Allah yang kekal dan kuasa, Engkau telah memulihkan kebahagiaan kami berkat wafat dan kebangkitan Putra-Mu. Peliharalah karya belas kasih-Mu dalam diri kami, agar kami yang telah ambil bagian dalam misteri ini, dapat hidup penuh bakti kepada-Mu. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami.
U Amin
V. PENUTUP:
1. Pengumuman2. Berkat (sambil mengulurkan tangan)
I Kami mohon ya Tuhan, semoga turunlah berkat berlimpah ke atas umat-Mu ini, yang telah mengenangkan wafat Putra-Mu sambil mengharapkan kebangkitan-Nya. Berikanlah pengampunan, anugerahkanlah penghiburan, tumbuhkanlah iman yang kudus, dan berikanlah jaminan penebusan yang kekal. Dengan Pengantaraan Kristus Tuhan kami.
MALAM PASKAH
MEMPERINGATI KEBANGKITAN TUHAN
I. UPACARA CAHAYA1. Pembukaan (Lampu Gereja dipadamkan) 2. Komentator
Umat beriman yang terkasih dalam Kristus ! Pada malam yang suci dan penuh rahmat ini, cahaya kebangkitan Kristus menerangi kegelapan dunia. Manusia yang terlelap akibat dosa dibangunkan oleh cahaya keselamatan. Cahaya yang menyinari segala kegelapan dunia. Inilah cahaya Kristus, lambang kebangkitan Tuhan yang mengalahkan kuasa maut. Marilah kita merayakan dengan gembira. Upacara malam ini terdiri atas empat bagian yaitu Upacara Cahaya, Liturgi Sabda, Liturgi Pembaptisan, dan Liturgi Ekaristi. Marilah kita mengawali upacara malam ini dengan upacara Cahaya.
(Imam, ajuda bergerak menuju api unggun di luar Gereja. Umat hening) 3. Pemberkatan Api dan Persiapan Lilin Paskah
Pada tempat yang memadai di luar gereja, disediakan api unggun. Umat berkumpul di situ, lalu imam tampil bersama para pembantu, seorang di antaranya membawa Lilin Paskah. Salib dan lilin-lilin tidak dibawa serta. Apabila tidak dapat disediakan api di luar gereja, upacara dilangsungkan seperti dicatat di bawah ini
4. Tanda salib
I Dalam nama Bapa, dan Putra dan Roh Kudus U Amin
5. Salam dan Kata Pembuka
Saudara-saudara terkasih, pada malam yang amat suci ini Tuhan kita Yesus Kristus beralih dari kematian kepada kehidupan. Gereja kudus mengajak putra dan putrinya yang tersebar di seluruh bumi supaya berkumpul untuk berjaga dan berdoa. Bila kita sudah melangsungkan kenangan akan Paskah Tuhan sambil mendengarkan sabda-Nya dan merayakan misteri-Nya, maka kita memiliki harapan akan mendapat bagian dalam kemenangan Kristus atas maut dan hidup bersama Dia di dalam Allah.
6. Pemberkatan Api
Lalu dengan tangan terentang imam memberkati api sambil berdoa: I Marilah berdoa:
Ya Allah dengan pengantaraan Putra-Mu, Engkau telah menganugerahi umat-Mu api kemuliaan-umat-Mu. Kuduskanlah api baru ini, semoga dengan perayaan Paskah ini kami dinyalakan oleh kerinduan surgawi, agar kelak dengan hati murni kami sampai dalam pesta cahaya-Mu yang kekal. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami.
U Amin.
7. Pemberkatan Lilin Paskah
Seusai pemberkatan api baru, seorang ajuda memegang lilin Paskah ke hadapan imam. Dengan sebuah alat penggurat, Imam menggariskan sebuah salib pada lilin itu. Lali menulis huruf Yunani “Alfa” di bagian atas, dan di bagian bawah hufur “Omega”, dan di antara persilangan salib, menulis angka-angka tahun yang sedang berlangsung, sambil berkata:
30
I Kristus dahulu dan sekarang (garis dari atasa ke bawah) Awal dan akhir
(kiri ke kanan) Alpha (A)
(menulis huruf A) Dan Omega (O)
(menulis huruf Ω)
Milik-Nyalah segala masa (2) (menulis angka 2)
Dan Segala abad (0) (menulis angka 0)
Kepada-Nyalah kemuliaan dan kekuasaan (1) (menulis angka 1 kiri)
Sepanjang segala abad (7) (menulis angka 7 kanan)
Kemudian imam menancapkan lima biji dupa pada lilin Paskah menurut urutan angka seperti di bawah ini sambil mengucapkan kata-kata:
I Demi luka-luka-Nya yang kudus (1) Dan mulia (2)
Semoga kita dilindungi (3) Dan dipelihara (4)
Oleh Kristus Tuhan (5). Amin
I Semoga cahaya kristus yang bangkit dan mulia, menghalau kegelapan dari hati dan budi kita.
Apabila ada kesulitan sehingga tidak dapat dibuat api unggun, pemberkatan api disesuaikan dengan keadaan. Sesudah umat berkumpul dengan cara lain di dalam gereja, imam bersama para pelayan yang membawa Lilin Paskah pergi ke pintu gereja. Umat, sedapat mungkin mengarahkan perhatiannya kepada imam.
Lalu dengan nyala api yang baru itu imam menyulut Lilin Paskah, sambil berkata:
Semoga cahaya Kristus, yang telah bangkit mulia, menghalau kegelapan hati dan budi.
8. Perarakan Lilin Paskah 9. Komentator :
Kini kita mengikuti perarakan Lilin Paskah. Makna dan keluhuran lilin Paskah adalah sebagai lambang cahaya Kristus yang bangkit dari alam maut. Marilah kita mengikutinya dengan hikmat.
(Imam sendiri membawa lilin Paskah dan melagukan “CAHAYA KRISTUS” tiga kali pada pintu depan, lorong tengah, dan depan Altar. Umat menjawab “SYUKUR KEPADA ALLAH”. Sesudah Cahaya Kristus kedua, lilin ajuda dinyalakan. Sesudah Cahaya Kristus ketiga, lilin umat dinyalakan. Lampu Gereja dinyalakan. Lilin Altar belum dinyalakan. Sesampai di panti Imam, Lilin Paskah ditancapkan di tempat yang telah tersedia. Lalu pembawa Pujian Paskah menuju mimbar Sabda untuk menyanyikan PUJIAN PASKAH, tanpa memohon berkat)
1 4 2 5