• Tidak ada hasil yang ditemukan

I. RITUS PEMBUKA

1. Komentar Pembuka

Bapa-ibu, saudara-saudari. Dalam perayaan ini kita diajak untuk menjadi saksi kebangkitan Kristus. Menjadi saksi adalah sebuah panggilan hidup yang tidak ringan. Menjadi saksi kebangkitan Kristus berarti rela berkorban, dibenci dan bahkan mati unutk mewartakan solidaritas Kristus. Sebagai orang-orang yang telah dimerdekakan Kristus, kita semua selalu dibimbing olehNya untuk menyatakan kegembiraan dan harapan kita. Hendaknya kita bersuara, menunjukkan sikap yang pantas kepada orang lain tentang kebesaran kekuasaan Kristus itu.

Marilah kita berdiri dan mengawali perayaan ini dengan menyanyikan lagu pembukaan.

2. Doa Pembuka.

I Marilah kita berdoa…

Allah Bapa sumber kehidupan, Engkau selalu menambah umatMU dengan anggota baru. Semoga kami hamba-hambaMu ini, hidup sesuai dengan sakramen babtis yang telah kami terima dalam iman. Demi Yesus Kristus PutraMu……

U Amin

II. LITURGI SABDA

1 Komentar Bacaan

Saudara/i yang terkasih dalam Tuhan yang Bangkit. Kini kita memasuki Liturgi Sabda. Marilah kita mendengarkan bacaan-bacan berikut dengan penuh iman.

2. Bacaan I : Kisah Para Rasul 5 : 12 – 16

Jumlah orang yang percaya kepada Tuhan semakin bertambah. Pembacaan dari Kisah Para Rasul

Pada waktu itu, para rasul mengadakan banyak tanda dan mujizat di antara orang banyak. Semua orang beriman selalu berkumpul di Serambi Salomo dalam persekutuan yang erat. Orang-orang lain tidak ada yang berani menggabungkan diri kepada mereka. Namun mereka sangat dihormati orang banyak. Makin lama makin bertambahlah jumlah orang yang percaya kepada Tuhan, baik laki-laki maupun perempuan. Bahkan mereka membawa orang-orang sakit ke luar, ke jalan raya, dan membaringkannya di atas balai-balai serta tilam, supaya, apabila Petrus lewat, setidak-tidaknya bayangannya mengenai salah seorang dari mereka. Juga banyak orang dari kota-kota di sekitar Yerusalem datang berduyun-duyun. Mereka membawa orang-orang yang sakit dan orang-orang yang diganggu roh jahat. Dan mereka semua disembuhkan.

Demikianlah Sabda Tuhan U Syukur kepada Allah

3. Mazmur Tanggapan

Bersyukurlah kepada Tuhan, karna baiklah Dia!

1. Biarlah Israel berkata, “Kekal abadi kasih setia-Nya!” Biarlah kaum Harun berkata, “Kekal abadi kasih setia-Nya! Biarlah orang yang takwa pada Tuhan berkata, “Kekal abadi kasih setia-Nya!”

2. Aku didorong dengan hebat sampai jatuh, tetapi Tuhan menolong aku. Tuhan itu kekuatanku dan mazmurku; Ia telah menjadi keselamatanku. Suara sorak-sorai dan kemenangan terdengar di kemah orang-orang benar, “Tangan kanan Tuhan melakukan keperkasaan.”

3. Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Inilah hari yang dijadikan Tuhan marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya.

4. Bacaan II : Why. 1:9-11a.12-13.17-19

Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup sampai selama-lamanya. Pembacaan dari Kitab Wahyu:

Aku, Yohanes, saudara dan sekutumu dalam kesusahan, dalam Kerajaan dan dalam ketekunan menantikan Yesus, sedang berada di pulau yang bernama Patmos oleh karena Firman Allah dan kesaksian yang diberikan oleh Yesus. Pada hari Tuhan, aku dikuasai oleh Roh, dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala. Kata suara itu: “Apa yang engkau lihat, tuliskanlah di dalam sebuah kitab, dan kirimkanlah kepada jemaat di Asia”. Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Ketika aku berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas. Di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas. Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati. Tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: “Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, Aku adalah Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan kerajaan maut. Karena itu tuliskanlah apa yang telah kaulihat, baik yang terjadi sekarang maupun yang akan terjadi sesudah ini”.

5. Bait pengantar Injil Alleluya, alleluya, alleluya. Ayat:

Yesus bersabda : Hai Thomas, karena melihat Aku, engkau percaya; berbahagialah yang tidak melihat namun percaya.

6. Injil : Yohanes 20: 19 – 31 Delapan hari kemudian Yesus datang

Setelah Yesus wafat di salib, pada malam pertama sesudah hari Sabat, berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus, berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” Sesudah berkata demikian, Yesus menunjukkan tangan dan

lambung-52

Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. Maka kata Yesus sekali lagi: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” Dan sesudah berkata demikian, Yesus menghembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.” Pada waktu Yesus datang itu, Tomas, seorang dari kedua belas murid, yang juga disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka. Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: “Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka: “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.” Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas pun bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang. Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” Kemudian Yesus berkata kepada Tomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” Tomas menjawab kepada-Nya: “Ya Tuhanku dan Allahku!” Kata Yesus kepadanya: “Karena telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini. Tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya oleh imanmu kamu memperoleh hidup dalam nama-Nya.

Berbahagialah orang yang mendengarkan Sabda Tuhan, dan tekun melaksanakannya.

U Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami. 7. Homili

8. Aku Percaya 9. Doa Umat:

I Kristus telah bangkit dan bersabda kepada para murid, “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu”. Marilah kita berdoa kepada Bapa yang telah mengutus Putra-Nya demi keselamatan dan damai sejahtera kita.

P Bagi para gembala umat beriman.

Semoga para gembala umat beriman mempergunakan daya penyembuhan, pengampunan dan pendamain yang dipercayakan oleh Yesus kepada mereka untuk mengabdi Umat Allah dan melayani orang-orang yang mencari kebenaran. Marilah kita mohon …

U Kobarkanlah semangat belas kasih-Mu dalam hati kami ya Tuhan. P Bagi mereka yang memegang pemerintahan dalam masyarakat kita. Semoga para pemimppin masyarakat lebih dijiwai semangat kasih dan

solidaritas kepada rakyat-Nya terutama yang miskin dan kurang beruntung daripada semangat mencari kepentingana sendiri. Marilah kita mohon … U Kobarkanlah semangat belas kasih-Mu dalam hati kami ya Tuhan.

hidup.

Semoga mereka yang sedang menderita tetap percaya kepada Tuhan, Sang Penyembuh dan Pemberi Hidup. Marilah kita mohon …

U Kobarkanlah semangat belas kasih-Mu dalam hati kami ya Tuhan. P Bagi umat di paroki kita dan di tempat-tempat lain.

Semoga iman kepada Yesus menuntun kita sehingga dapat memercayai kebaikan orang laindan dipersatukan dalam cinta kasih-Nya. Marilah kita mohon …

U Kobarkanlah semangat belas kasih-Mu dalam hati kami ya Tuhan.

I Allah Bapa yang maharahim, Putra-Mu yang bangkit telah menyatakan belas kasih-Mu. Semoga kerukunan di antara kami dan cinta kasih antar kami, menjadi tanda bagi semua orang yang menyaksikan cara hidup kami, bahwa Engkau berbelas kasih kepada siapa pun. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami

U Amin.

III. LITURGI EKARISTI

1. Komentator

Bapak, ibu, saudara-saudari yang terkasih ! Kini kita memasuki liturgi ekaristi. Kristus Anak Domba Paskah telah dikurbanklan bagi kita. Korban Kristus merupakan korban persembahan yang paling agung dan berkenan kepada Allah. Atas keyakinan itu maka marilah kita bersama imam mempersembahkan kepada Allah segala hasil karya kita, sehingga dengannya kita diperbaharui dan layak mengambil bagian bersama Kristus yang bangkit dalam santapan rohani.

2. Lagu Persiapan Persembahan 3. Doa Persiapan Persembahan

I Marilah berdoa. (hening sejenak)

Ya Allah, terimalah persembahan umat-Mu (dan persembahan babtisan baru). Semoga setelah diperbarui dengan mengakui nama-Mu dan menerima pembabtisan, mereka dapat mencapai kebahagiaan yang kekal. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami.

U Amin. atau

I Marilah berdoa. (hening sejenak)

Allah Bapa Yang Mahakudus, bersama dengan persembahan roti dan anggur ini, kami serahkan hidup kami kepadaMu. Kami mohon teguhkanlah iman dan harapan kami akan hidup baru berkat kebangkitan Putera-Mu. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami.

U Amin. 4. Prefasi 5. Kudus

6. Doa Syukur Agung 7. Bapa Kami

8. Doa Damai

9. Anak Domba Allah

54

11. Doa Sesudah Komuni I Marilah kita berdoa :

Allah yang mahakuasa, kami mohon, semoga rahmat Sakramen Paskah yang telah kami terima terus bekerja di dalam hati kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.

U Amin.

IV. PENUTUP

1. Pengumuman 2. Berkat Meriah 3. Pengutusan 4. Lagu Penutup

Dokumen terkait