Ahmad Muhsan, Cleaning Servis
Jujur,
Temukan
Emas
Dikembalikan ke Pemiliknya
PURWOREJO. FP – Meski pada era sekarang sudah sulit mencari orang jujur, bukan berarti lantas tidak ada orang jujur. Setidaknya hal itu ditunjukan oleh Ahmad Muhsan yang keseharianya bekerja sebagai cleaning servis di Polres Purworejo.
Terbukti, saat membersihkan ruangan lobi Polres Purworejo dirinya menemukan cincin emas seberat 5 gram Rabu (1/2) tidak lantas dikantongi dan pura-pura tidak tahu, tapi justru temuan itu diserahkan ke Waka Polres Purworejo, Kompol Sumaryono.
Padahal, gajinya per bulan pas pasan untuk memenuhi kebutuhan hidup, namun hal itu tidak membuat Ahmad Muhsan kehilangan jati diri dan tetap berpegang teguh dengan kejujuran.
Tentu saja perbuatan Ahmad Muhsan mendapat apresiasi dari anggota Polres Purworejo. Terlebih lagi setelah diumumkan ternyata cincin tersebut milik Bripda Dian Wahyu Ningtyas, anggota Polwan Polsek Loano yang sehari sebelumnya piket di ruang lobi Mapolres Purworejo.
“Saya sangat berterima kasih kepada bapak Ahmad Muhsan karena cincin pemberian orang tua saya yang sempat hilang dapat ketemukan lagi, ” kata Dian Wahyu Ningtyas.
Sementara itu, Waka Polres Purworejo, Kompol Sumaryono mengatakan, apa yang dilakukan oleh Ahmad Muhsan merupakan tindakan yang sangat terpuji dan perlu dicontoh.
” Kita beri apresiasi kepada saudara Ahmad Muhsen yang dengan jujur mengembalikan kepada pemiliknya saat menemukan cincin emas tersebut.
Beliau sudah bekerja di Mapolres Purworejo sejak bangunan mapolres baru ini ditempati, ” kata Waka Polres Purworejo.
Kapolres Kebumen : Jangan
Sampai Bela Ulama Tapi
Menghancurkan Ulama
KEBUMEN, FP – Menanggapi situasi pasca sidang mantan Gubernur DKI Basuki Cahaya Purnama atau yang lebih akrab disapa Ahok, Kapolres Kebumen AKBP Alpen, SH, SIK, MH meminta agar warga kebumen bisa menjaga diri.
Saat dihubungi, AKBP Alpen mengatakan, hasil pertemuannya dengan Rois Suriah NU yang diadakan di Ponpes Jetis Kebumen, Rabu (1/2) warga Kebumen khususnya NU Kebumen tidak akan ke Jakarta untuk berorasi.
“Karena jika kita amati, dalam pernyataannya, Ahok sudah meminta maaf kepada KH Ma’ruf Amin sebagai sesepuh NU yang dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan kasus penistaan agama oleh Ahok,” kata Kapolres.
Maka dari itu, lanjut Kapolres, dari hasil pertemuan antara Polres Kebumen dengan pihak NU di Ponpes Alhuda Jetis secara komitmen, NU akan menjaga keamanan Kebumen bersama dengan Polres Kebumen.
Hasil diskusi dalam pertemuan itu, diharapkan kepada seluruh umat NU khususnya kebumen, agar tidak mudah terpancing dan diadu domba oleh situasi. “Jangan sampai ingin bela ulama, tapi malah menghancurkan ulama. Hendaknya situasi Kebumen yang kondusif ini, tetap terjaga supaya kebumen tetap aman
tentram,” tandas Kapolres.
PT KAI Daop 5 Purwokerto
Luncurkan Promo “February I’m
In Love”.
BANYUMAS, FP – PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto kembali mengadakan program promo dengan tema ” February I’m In Love”. Promo ini digelar serentak secara nasional, dengan tujuan untuk meningkatkan minat masyarakat dalam menggunakan moda transportasi darat yg cepet, tepat, dan selamat yaitu Kereta Api.
“Promo ini berlaku untuk KA komersial jarak menengah dan jauh, ” kata Manager Humas PT KAI (persero) Daop 5 Purwokerto, Ixwan Hendriwintoko.
Dijelaskan, adapun KA yg di promokan adalah, Ka Sawunggalih pagi (ka 139) eksekutif 180.000, bisnis 150.000.
Ka Sawunggalih pagi (ka 140) bisnis 150.000.
Ka Sawunggalih malam (ka 142) ekskutif 180.000, bisnis 150.000.
Ka Sawunggalih malam (ka 141) bisnis 150.000.
Ka Kamandaka (ka 231,ka 235,ka 237) ekonomi 45.000 dan Ka Purwojaya (ka 57, ka 58) ekskutif 180.000.
Dikatakan, untuk pemesanan atau pembelian tiket promo ini dapat dilakukan melalui chanel external kereta api dan internet reservation seperti KAI access, tiket.kereta-api.co.id dan lainya.
tiket mulai tanggal 11 Februari 2017 dengan syarat dan ketentuan berlaku, untuk keberangkatan KA mulai tanggal 14 sd 16 Februari 2017 ” kata Ixwan, Jumat (10/2).
Keterangan : Ka 57 relasi Purwokerto-Gambir. Ka 58 relasi Gambir-Purwokerto. Ka 231 relasi Semarang-Purwokerto. Ka 235 relasi Semarang-Purwokerto. Ka 237 relasi Purwokerto-Semarang. Ka 139 relasi Kutoarjo-Pasarsenen. Ka 140 relasi Pasarsenen-Kutoarjo. Ka 141 relasi Kutoarjo-Pasarsenen. Ka 142 relasi Pasarsenen-Kutoarjo.
Bupati Akan Sisihkan Gajinya
Untuk Sumbang Kulintang PKK
PURWOREJO, FP – Setelah Ketua TP PKK Ny.Riri Fatimah Verena Prihastyari SE, menyumbangkan alat musik tradisional berupa angklung untuk TP PKK Kabupaten, kini giliran Bupati Purworejo A g u s B a s t i a n S E M M a k a n m e n y i s i h k a n g a j i n y a u n t u k menyumbangkan alat musik kulintang. “Dengan diimbangi bermusik, supaya tidak jenuh. Anggaplah menjalankan tugas dalam PKK sebagai hiburan sehingga tidak terasa berat melaksanakannya. Apalagi dengan anggaran yang tidak terlalu besar. Tentu merupakan perjuangan yang penuh keihklasan untuk memberdayaan keluarga agar sejahtera,” kata Bupati pada Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PKK Kabupaten Purworejo Tahun 2017, di Pendopo Kabupaten hari ini Selasa (31/1).
SPd MPd, Kabag Kesra Drs Bambang Sadyo Hastono MH, dan dinas instansi terkait.
Lebih lanjut Bupati menagtakan, yang perlu diperhatikan oleh tim penggerak PKK yakni upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan keluarga-keluarga yang menjadi binaan PKK, sehingga menjadi keluarga yang produktif dan sejahtera. Terutama bagi keluarga-keluarga yang kurang mampu atau keluarga miskin yang perlu diberdayakan, untuk dapat menolong dirinya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Agus Bastian menambahakn, Pemerintah Kabupaten Purworejo sudah me-launching branding pariwisata Purworejo Romansa Purworejo tahun kunjungan wisata 2020. Maka kita siap menampung wisatawan, karena pasti wisatawan selain ke Yogyakarta juga akan melirik Purworejo. Peluang itu tentunya juga ditangkap PKK untuk dapat ikut mendorong dan memotivasi masyarakat untuk terus memajukan wilayah, melakukan inovasi dan pemberdayaan, termasuk mpengembangan desa wisata.
Ketua TP PKK Ny.Riri Fatimah Verena Prihastyari SE memaparkan, capaian kinerja PKK dalam melaksanakan 10 program pokok PKK yang meliputi bidang sekretaris, bendahara, Pokja I hingga Pokja IV. Juga mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan serta menyusun kegiatan tahun 2017. “Saya mengharapkan agar dalam menyusun rencana program dan kegiatan PKK lebih diarahkan pada program dan kegiatan pro rakyat yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat,” tuturnya.
Ny.Riri menjelaskan program unggulan yang menjadi prioritas untuk lima tahun kedepan yakni Pokja I mengedepankan pendidikan karakter yang dimulai sejak dini mulai usia 0 – 6 tahun, dan 7 – 18 tahun melalui pola asuh anak dan remaja dengan penuh cinta kasih dan sayang. Untuk Pokja II dengan memprioritaskan pendidikan keterampilan dan Usaha Peningkatan Pendapatn keluarga (UP2K) terutama bagi perempuan agar dapat surveif dan mandiri dalam bidang ekonomi.
Dijelaskan, untuk Pokja III mengutamakan pemanfaatan lahan pekarangan melalui HATINYA PKK, dan pengolahan sampah. Sedangkan Pokja IV mengupayakan penurunan Angaka Kematian Ibu (AKI) dan bayi dengan berpartisifikasi aktif mendukung pencapaian Sustainable Development Gools ( SDG’S) dan Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS) didalam keluarga dan lingkungan.
Sementara itu Ketua panitia Dra Titik Mintarsih MPd mengatakan, pemimpin di Kabupaten Purworejo memiliki kepedulian yang sangat tinggi terhadap perkembangan TP PKK, terbukti dalam Rakerda ini dihadiri Bupati, Wakil Bupati, dan Ketua DPRD. “Tentu ini menjadi titik awal, supaya kita terus bersemangat melangkah, pantang menyerah untuk memajukan PKK hingga tingkat desa dengan tujuan mulia untuk mewujudkan kesejateraan semua kekuarga di Kabupaten Purworejo,” katanya. Sedangkan Rakerda ini lanjut Titik Mintarsih, membawa agenda untuk mengevaluasi kegiatan 2016 dan mengidentifikasi masalah dan mengupayakan solusinya. Juga untuk menyamakan persepsi hasil Rakernas PKK dan meningkatkan kelembagaan. Peserta keseluruhan mencapai 220 pengurus PKK kabupaten dan kecamatan. “Untuk kesenian angklung juga ditampilkan setiap iven-iven PKK yang dimainkan pengurus TP PKK Kabupaten sendiri, termasuk pada Raker ini kesenian angklung juga andil. Angklung pemberian Ibu Riri ini akan menjadi bagian dari PKK dalam mencintai kesenian tradisional,” ujarnya.
Pemkab Serap Aspirasi Publik,
Bedah Pariwisata Purworejo
PURWOREJO, FP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo kembali menyerap aspirasi berbagai elemen masyarakat melalui
kegiatan Forum Komunikasi Dengar Aspirasi Publik (Critical Voice Point) di Pendopo Kabupaten, Rabu (21/12). Kali ini, Critical Voice Point mengangkat tajuk “Bedah Pariwisata Purworejo dalam Rangka menyongsong Visit Purworejo 2020”.
Kegiatan yang dikemas dengan konsep tanya jawab dan diskusi tersebut dihadiri langsung Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM diikuti seratusan peserta, terdiri atas berbagai elemen dan unsur masyarakat, antara lain FKPD, para kepala SKPD, Camat, perguruan tinggi, Ormas, LSM, pengelola desa wisata, dan unsur media. Hadir perwakilan dari Kementrian Pariwisata.
Bupati Purworejo Agus Bastian dalam salah satu sesi diskusi menyampaikan bahwa pengembangan Purworejo tidak hanya bergantung pada sektor pertanian. Beragam potensi yang ada harus dikembangkan.
“Ini tidak hanya menjadi tanggung jawab bupati dan wakilnya saja. Tapi juga seluruh elemen. Purworejo itu milik kita bersama,” kata Bupati.
Bupati berharap Purworejo tidak akan kalah dengan Jogjakarta. Sebagai wilayah tetangga, semua potensi dapat dikerjasamakan. Terlebih ada dua proyek besar yang akan mengimbas ke Purworejo, salah satunya yakni pembangunan Bandara di Kulon Progo.
“Melalui forum seperti ini kami berharap akan banyak masukan untuk kemajuan pembangunan Purworejo. Silakan kami dikritik, tapi kritik tersebut harus membangun dan disertai dengan solusi,” ungkapnya.
Beragam keluhan, aspirasi, kritik, atau pujian pun mencuat dalam diskusi yang berlangsung selama setengah hari tersebut. Aspirasi salah satunya disampaikan oleh Mukti Ali, perwakilan dari Ormas Suluh. Dalam paparannya, Ali menyebutkan bahwa sejumlah kawasan wisata di Purworejo masih minim akses transportasi dan komunikasi. Di Desa Kaliwungu Kecamatan Bruno yang memiliki wisata Curug Muncar misalnya. Menurut Ali,
lokasi yang kini telah ramai dikunjungi wisatawan tersebut tidak terjangkau internet.
“Sinyal di lokasi tersebut masih sulit. Hal itu dapat menyebabkan wisatawan enggan untuk berkunjung. Pemkab dapat menggandeng pihak terkait untuk mengatasi masalah ini,” tandasnya.
Sementara itu, Plt Kasubbag Humas Setda Purworejo, Agung Wibowo AP saat dimintai keterangan usai acara mengungkapkan bahwa Critical Voice Point merupakan agenda Pemkab untuk menyerap aspirasi Publik dalam berbagai sektor. Rencananya, pada tahun 2017 akan digelar lebih rutin dengan peningkatan kualitas dan kuantitas. Berbagai masukan yang muncul dalam forum tersebut nantinya akan ditindaklanjuti dengan memberikan rekomendasi kepada dinas-dinas terkait.
“Misalnya soal minimnya sinyal di lokasi wisata tadi, nanti akan kita sampaikan kepada Dinhubkominfo,” ungkapnya.
Gandeng TNI dan Pol PP,
Polres
Purworejo
Gotong
Royong Tambal Jalan Berlubang
PURWOREJO, FP – Sebanyak 218 anggota gabungan Polres Purworejo, 412 Mekanik, Sat Pol PP, dan Kodim 0708 bergotong royong melakukan pengurukan jalan berlubang menggunakan sirtu dicampur dengan semen, Jumat (10/2).
Penambalan dimulai dari depan Polres Purworejo ke arah barat hingga Kutoarjo. Ada dua truk dum dilibatkan dalam aksi tersebut. Kegiatan dipimpin oleh Waka Polres Purworejo, Kompol
Sumaryono.
Waka Polres Purworejo, Kompol Sumaryono mengatakan, kegiatan gotong royong pengurukan jalan berlubang bertujuan untuk mengurangi angka kecelakaan dan memperlancar arus lalu lintas. “Memang sudah ada laporan korban kecelakaan akibat jalan berlubang, namun hanya luka-luka saja, ” kata Kompol Sumaryono.
Diharapkan, dengan pengurukan itu nantinya arus lalu lintas bisa lancar lagi. “Selama ini sudah lancar tapi sedikut tersendat karena banyak lubang. Mudah mudahan setelah dilakukan pengurukan laju kendaraan bisa normal lagi, ” ucapnya.
Dari pantauan lapangan, aksi pengurukan sempat membuat arus lalu lintas dari arah Kutoarjo dan sebaliknya sempat macet hingga puluhan meter.
YAKKUM dan HIPMI Gelar
Seminar Bina Usaha Untuk
Disabilitas
PURWOREJO, FP – Dalam rangka pemberdayaan ekonomi penyandang disabilitas di Kabupaten Purworejo, Pusat Rehabilitasi Yayasan Kristen Untuk Kesejahteraan Umum (YAKKUM) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Cabang Purworejo menyelenggarakan seminar Dunia Usaha dengan tema Kemitraan dan Perlindungan Yang Inklusif Disabilitas. Seminar berlangsung di aula rumah makan, Selasa (31/1).
Arshinta, SH, Didik Prasetyo Adi, SH, (HIPMI), dan Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Purworejo, Drs. Sutrisno, MSi.
Direktur Pusat Rehabilitasi YAKKUM, Arshinta, SH, mengatakan, kegiatan seminar bertujuan untuk mendorong semua pihak, utamanya pemerintah dan dunia usaha agar berkomitmen dalam melaksanakan pemenuhan hak-hak dasar disabilitas di dunia kerja seperti yang diatur dalam undang-undang disabilitas No 8 tahun 2016. ” Selama ini saya sudah melihat memang sudah ada keinginan dan komitmen, namun dalam implementasinya masih perlu didorong agar lebih luas lagi,” kata Arshinta.
Diungkapkan, dalam undang-undang disabilitas disebutkan dalam dunia kerja swasta penyediaan tenaga kerja dari disabilitas adalah dua persen dari jumlah tenaga kerja yang ada di perusahaan, sementara dalam pemerintahan satu persen. ” Nah agar pemenuhan itu bisa terealisasi maka perlu dikawal semua pihak, ” ungkap Shinta.
Dirinya berharap, dengan seminar tersebut bisa memberi motivasi, inspirasi, dan contoh bagi pengusaha dan semua pihak yang masih ada kekhawatiran jika memperkerjakan kaum disabiltas produktifitas akan menurun dan perusahan tidak berjalan dengan baik. ” Dari hasil testimoni hasilnya justru sebaliknya, banyak Pengusaha yang sudah mempekerjakan didabilitas tidak ada masalah, ” ucap Shinta.
M e n u r u t S h i n t a , d e n g a n d i a d a kanya seminar ini kaum disabilitas akan mempunyai akses masuk ke dunia kerja semakin luas karena banyak kaum disabilitas yang mempunyai ketrampilan dan kelebihan namun belum terwadahi secara maksimal. ” Saya yakin kaum disabilitas mempunyai ketrampilan dan kemampuan, dan ini perlu diberi kesempatan oleh para pengusaha yang ada di Purworejo, ” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Purworejo, Drs. Sutrisno, MSi mengatakan, apa yang dilakukan oleh YAKKUM sangat menggunggah pemerintah agar ada keberpihakan Pemerintah Daerah memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk diberi kesempatan bekerja di
perusahaan yang ada di Purworejo. ” Disatu sisi, perusahaan yang beorientasi profit orientid memang harus mencari keuntungan, namun kesempatan disabilitas yang dilindungi oleh undang-undang harus mendapat porsi yang cukup, ” kata Sutrisno. K a r e n a i t u , l a n j u t S u t r i s , d a lam waktu dekat pemerintah bekerjasama dengan pengusaha yang tergabung dalam HIPMI akan memetakan jenis pekerjaan apa yang bisa diberikan kepada kaum disabilitas yang sesuai dengan kriteria-kriteria kecakapan. ” Pemetaan juga menyangkut jenis tenaga kerja yang dibutuhkan dan penyiapan kualitas dari tenaga kerja penyandang disabilitas, ” katanya.
Selain itu, kata Sutrisno, pihaknya juga akan memberi pelatihan-pelatihan terhadap para calon tenaga kerja penyandang didabilitas sehingga pada waktunya siap bekerja. ” Artinya perusahaan tinggal memoles saja dan tidak perlu melatih lagi, ” ucap Sutrisno.
Seminar dihadiri sekitar 100 peserta dari kaum disabilitas, anggota HIPMI, YAKKUM, Tenaga Kesejahteraan Sukarela Kecamatan (TKSK).
Korpri
Adakan
Perumahan
Bersubsidi
PURWOREJO, FP – Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kabupaten Purworejo memprogramkan pengadaan perumahan bersubsidi bagi PNS, yang ditandai dalam bentuk MoU antara Korpri Kabupaten dengan PT Avicenna Perkasa. Penandatanganan kesepakatan kerjasama dilakukan Ketua Korpri Kabupaten Purworejo Drs Agus Budi Supriyanto MSi dengan Direktur H.Alimudin BT, di kantor PKK Kabupaten Purworejo hari ini Jum’at (24/2) yang sekaligus dirangkai dengan Rapat kerja Korpri.
Agus Budi Supriyanto mengatakan, program pengadaan perumahan memang penting, karena banyak masukan dari anggota Korpri yang belum memiliki rumah. Pada prinsipnya aspirasi anggota akan ditampung dan dibahas pada rapat, termasuk penagdaan rumah. Perumahan ini disediakan di Desa Rendeng Kecamatan Gebang dan telah tersedia 30 rumah. Masing-masing rumah bertype 36 dengan luas tanah 70 meter persegi.
“Nantinya perumahan ini tanpa unag muka, namun akan menggunakan dana Bapertarum. Pembayaran dengan system kredit
dengan total harga Rp.130 juta. Harapannya dengan perumahan bersubsidi ini akan membantu anggota Korpri yang belum memiliki tempat tinggal. Untuk itu program perumahan ini supaya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan untuk pendaftaran dan konsultasi kepemilikan rumah akan dibuka di sekretariat Korpri kabupaten.,” paparnya.
Terkait rapat kerja Korpri Agus mengatakan, Korpri merupakan wadah untuk berhimpun segenap PNS yang kedudukan dan kegiatnnya tidak terlepas dari kedinasan. Dilingkup Korpri ini kita dapat membina jiwa korp untuk membangun sikap, tingkah laku, etos kerja dan perbuatan terpuji untuk mrwujudkan solidaritas dan soliditas semua PNS, sesuai dalam visi organisasi Korpri. “Dalam Rakerkab ini, masukan dari anggota akan menjadi pembahasan dan perbaikan. Penyampaian aspirasi tidak hanya pada Rakerkab. Silahkan setiap hari kami siap tampung aspirasi,” tandas Agus
Rakerkab tersebut tersebut dibuka Wakil Bupati PurworejoYuli Hastuti SH dan dalam sambutannya berharap, agar rapat kerja memiliki manfaat yang optimal bagi kemajuan organisasi, maka semua peserta harus memiliki pola pikir yang produktif agar tercipta pula program-program strategis, yang tidak hanya akan membuat KORPRI semakin eksis tetapi juga membuat Kabupaten Purworejo semakin maju dan sejahtera.
Dikatan Yuli Hastuti Korpri merupakan salah satu tumpuan dan barometer perkembangan dunia birokrasi di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karenanya, sebagai aparatur pemerintah, anggota KORPRI sejatinya menjadi panutan bagi masyarakat, dapat menunjukkan jati dirinya dan bekerja secara optimal dalam rutinitas keseharian, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Untuk itu, saya ingatkan kepada seluruh anggota KORPRI bahwa setiap pekerjaan dan jabatan yang diemban merupakan amanah yang harus ditunaikan dengan penuh rasa tanggung jawab. Artinya program kerja KORPRI Kabupaten Purworejo diharapkan
dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh anggotanya dan ditingkatkan dari tahun ke tahun, sehingga eksistensinya semakin nyata, baik dalam meningkatkan profesi¬onalisme maupun dalam peningkatan kesejahteraan pegawai negeri sipil (PNS) atau aparatur sipil negara (ASN),” tuturnya.
Sementara itu Ketua panitia yang juga Sekretaris Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Purworejo Bambang Sadyanto R SH melaporkan, Rakerkab di ikuti 84 orang dari pengurus unit Korpri se kabupaten Purworejo. Rakerkab bertujuan untuk menyamakan visi dan persepsi seluruh anggota Korpri dalam setiap langkah dan kegiatannya, juga menjabarkan hasil-hasil Musa Korpri dalam program kerja 2017 dan rekomendasi. “Termasuk untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan anggota menuju terciptanya pelayanan yang prima kepada masyarakat,” ujarnya.
Peringatan Jumenengan RAA
Cokronegoro I Sebagai Bupati
Purworejo Berjalan Khidmat
PURWOREJO, FP – Peringatan 186 tahun Jumenengan RAA Cokronegoro I sebagai Bupati Purworejo digelar dalam nuansa abad ke-18, Senin (27/2) sore, di pendopo kabupaten.
Upacaranya berlangsung sakral, ditandai dengan aroma asap dupa yang memenuhi ruangan pendopo. Bupati Purworejo Agus Bastian yang dipacak sebagai RAA Cokronegoro, duduk berdampingan dengan istri, Fatimah Verena, diapit Wakil Bupati Yuli Hastuti dan suaminya, Kelik Sumrahadi.
13.50. Diawali laporan manggala praja yang diperankan oleh seniman Mukidal, kepada Bupati. Dilanjutkan dengan kedatangan bupati, istri, wakil bupati dan suami menuju palenggahan utama yang ada di tengah arena.
Selanjutnya Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Gandi Budi Supriyanto, membacakan riwayat Cokronegoro I dalam bahasa Jawa.
Diceritakan, RM Sowiryo adalah nama kecil Cokronegoro, anak RNg Dinginnya, seorang mantri Gladag asal Dukuh Bragolan Desa Jenar. Singkatnya, pada November 1828 diangkat jadi Tumenggung Tanggung dengan julukan KRT Cokrojoyo, oleh Sasuhunan Pakubowono VI.
Pada tanggal 30 Juni 1830 dilantik jadi Bupati Brengkelan dengan gelar RAA Cokronegoro. Pada tanggal 27 Februari 1831 Purworejo diwisuda jadi RAA Cokronegoro I mengubah nama Kabupaten Brengkelan menjadi Purworejo.
RAA Cokronegoro I berhasil membangun irigasi Kedungputri, Masjid Agung Darul Mutaqin, Bedug Pendowo, pendopo kabupaten dan jalan Purworejo-Magelang. Cokronegoro I juga membentuk prajurit elite yang disebut dengan Jateng Sekar.
Setelah 25 tahun menjabat sebagai bupati Purworejo, pada tahun 1856 Cokronegoro I mengajukan pensiun. Enam tahun kemudian Cokronegoro I wafat dan kedudukannya digantikan oleh putranya RAA Cokronegoro II.
Bupati Purworejo Agus Bastian dalam sambutan bahasa Jawa mengatakan, peringatan Jumenengan digelar sebagai wujud penghormatan kepada leluhur yang telah berjasa kepada Purworejo.
Selain itu, Jumenengan Cokronegoro I juga bisa jadi even wisata sesuai dengan program Romansa Purworejo 2020.
110 Bidan PTT Lolos Seleksi
CPNS Akan Ditempatkan di Desa
– desa.
PURWOREJO, FP – Sebanyak 132 bidan desa berstatus pegawai tidak tetap Kementerian Kesehatan di lingkungan Kabupaten Purworejo yang dinyatakan lolos seleksi mendapat pengarahan pemberkasan pengangkatan calon pegawai negeri sipil (CPNS) oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Purworejo di ruang Arahiwang, komplek Setda, Kamis (2/3).
Kepala Badan Kepegawaian Daerah Purworejo, drg, Nancy Megawati Hadisusilo M. M, mengatakan, pemberkasan tersebut sebagai tindak lanjut Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor R/201/S. SM. 01.00/2017 tanggal 2 Februari 2017 tentang Penyampaian Penetapan Kebutuhan PNS dark Program Pegawai Tidak Tetap dan Hasil Seleksi Kompetensi Dasar Kementerian Kesehatan Alan dilaksanakan proses pemberkasan yang direncanakan pada tanggal 7 – 8 Market 2017 bagi pegawai tidak tetap yang telah dinyatakan Lulu’s seleksi.
” Jumlah pegawai tidak tetap yang mengikuti seleksi sebanyak 132 orang dan yang dinyatakan lulus 110 orang, ” kata Nancy. Dikatakan, 22 bidan pegawai tidak tetap yang tidak lulus seleksi disebabkan usia yang sudah lebih dark 35 tahun. ” Sesuai Surat Menteri Pendayaghnaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, mereka yang tidak lolos seleksi akan diarahkan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), ” ucap Nancy.
Menurut Nancy, setelah diangkat menjadi PNS para bidan tersebut akan ditempatkan di desa dan harus tinggal di desa. Sesuai Peraturan Bupati nomor 20 tahun 2016 maka para bidan minimal 10 tahun baru boleh dimutasi.
Sementara Plt Setda Purworejo, Ahmad Kurniawan mengungkapkan, pengangkatan CPNS dark PTT Kemenkes merupakan salah satu wujud komitmen pemerintah dalam upaya peningkatan derajat kesehatan
masyarakat. Karena bidan merupakan salah satu tenaga kesehatan strategis, yang memiliki tugas dan fungsi memberikan pelayanan kebidanan untuk meningkatkan status kesehatan ibu dan anak, khususnya kesehatan reproduksi perempuan dan tumbuh kembang bayi dan balita.
” Peran tersebut sangat penting, mengingat status kesehatan ibu sangat menentukan kualitas anak yang akan dilahirkan. Apalagi angka kematian bayi dan ibu melahirkan di Kabupaten Purworejo masih cukup tinggi, sehingga keberadaan bidan terasa sangat dibutuhkan, ” kata Kurniawan.