• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dekranasda Akan Menasionalkan Produk Purworejo

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Dekranasda Akan Menasionalkan Produk Purworejo"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

Dekranasda Akan Menasionalkan

Produk Purworejo

PURWOREJO, FP – Ketua Dekranasda Kabupaten Purworejo Ny.Riri Fatimah Verena Prihastyari Agus Bastian SE menagtakan, Dekranasda sebagai organisasi yang menjadi mitra kerja pemerintah, mempunyai misi untuk melestarikan nilai-nilai budaya bangsa yang tercermin dalam produk kerajinan. Utamanya produk kerajinan Purworejo seperti batik, tas, asesoris, hiasan bunga, dan masih banyak lagi jenisnya.

“Supaya lebih giat lagi dalam mempromokan bisa secara online atau bekerjasama dengan supermarket luar daerah juga Jakarta. Harapannya bisa dikenal dan dicintai sehingga dapat menasional. Termasuk ketika ada kunjungan tamu dari luar daerah ke Kabupaten Purworejo, supaya juga dikenalkan produk kerajinana Purworejo,” ujar Ny.Riri pada peringatan HUT Dekranasda ke 37 kabupaten Purworejo, di Rumah Makan di Borokulon Banyuurip hari ini Jum’at (3/3).

“Perlu saya sampaikan bahwa Ibu Iriana Jokowi selaku Pembina Dekranas dalam arahannya beberapa waktu lalu, menekankan agar Dekranas menjadi lembaga yang kredibel dan handal, dengan produk kerajinan yang mampu menguasai pasar dunia. Untuk mencapai hal tersebut, Dekranas perlu terus melakukan kerjasama kemitraan dengan berbagai pihak dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, termasuk digitalisasi perajin (digital crafter). Disamping sebagai sarana komunikasi edukasi dalam meningkatkan daya saing produk, juga sebagai sarana komunikasi ekonomi dengan berbagai stakeholders terkait termasuk para buyers,” jelas Ny.Riri.

Menurutnya, pada saat ini setidaknya ada dua isu aktual yang menjadi peluang sekaligus tantangan bagi masyarakat di Kabupaten Purworejo. Pertama diberlakukannya ASEAN Economic Community atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Kedua, akan

(2)

dilaksanakannya megaproyek bandara internasional New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kabupaten Kulonprogo.

Menghadapi momentum tersebut lanjut Ny.Riri, Pemerintah Kabupaten Purworejo beberapa waktu lalu sudah me-launching branding pariwisata Purworejo yaitu “Romansa tahunan – Tahun kunjungan wisata 2020”. Terkait hal tersebut, diharapkan kita semua yang ada di Dekranasda terus berupaya untuk melakukan pembinaan dan pendampingan kepada para perajin, agar produk-produknya semakin berkualitas dan mampu bersaing di pasar global. “Jangan sampai para perajin kita hanya bisa menjadi penonton, karena produknya tidak mampu bersaing dengan produk daerah atau negara lain,” tuturnya.

Sementara itu Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DINKUKMP) Kabupaten Purworejo Dra Suhartini MM mengatakan, kegiatan HUT Dekranasda ini merupakan program Dekranas pusat yang dilaksanakan semua Dekranasda kabupaten kota. Melalui HUT Dekranasda ini kedepan akan lebih menggali lagi potensi kerajinan lokal dari kecamatan-kecamatan. “Bahkan kami terus upayakan melalui program kegiatan pembinaan dan pelatihan, serta pemasaran dan promosi hasil kerajinan daerah, mengikutsertakan produk kerajinan dalam berbagai even pameran,” papar Suhartini yang didampingi Kabid Perdagangan Sri suhartini SSos.

Menurutnya, Dekranasda Purworejo juga mengikuti lomba ditingkat provinsi dan pernah meraih juara I lomba cipta busana, dan pada 2014 juara harapan I nominasi batik award batik tingkat Provinsi Jawa Tengah. “Dengan HUT Dekranasda ini, kedepan bisa lebih sukses lagi dengan kerajinan khas Purworejo yang urientasinya untuk kesejahteraan masyarakat. Apalagi akan adanya bandara dan program wisata 2020, tentunya memacu semangat untuk membuat produk berkualitas dan bersaing,” ujarnya.

(3)

dihadiri sekitar 40 perajin dan pengurus. Termasuk dipamerkan hasil-hasil kerajinan Purworejo.

110 Bidan PTT Lolos Seleksi

CPNS Akan Ditempatkan di Desa

– desa.

PURWOREJO, FP – Sebanyak 132 bidan desa berstatus pegawai tidak tetap Kementerian Kesehatan di lingkungan Kabupaten Purworejo yang dinyatakan lolos seleksi mendapat pengarahan pemberkasan pengangkatan calon pegawai negeri sipil (CPNS) oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Purworejo di ruang Arahiwang, komplek Setda, Kamis (2/3).

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Purworejo, drg, Nancy Megawati Hadisusilo M. M, mengatakan, pemberkasan tersebut sebagai tindak lanjut Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor R/201/S. SM. 01.00/2017 tanggal 2 Februari 2017 tentang Penyampaian Penetapan Kebutuhan PNS dark Program Pegawai Tidak Tetap dan Hasil Seleksi Kompetensi Dasar Kementerian Kesehatan Alan dilaksanakan proses pemberkasan yang direncanakan pada tanggal 7 – 8 Market 2017 bagi pegawai tidak tetap yang telah dinyatakan Lulu’s seleksi.

” Jumlah pegawai tidak tetap yang mengikuti seleksi sebanyak 132 orang dan yang dinyatakan lulus 110 orang, ” kata Nancy. Dikatakan, 22 bidan pegawai tidak tetap yang tidak lulus seleksi disebabkan usia yang sudah lebih dark 35 tahun. ” Sesuai Surat Menteri Pendayaghnaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, mereka yang tidak lolos seleksi akan diarahkan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), ” ucap Nancy.

Menurut Nancy, setelah diangkat menjadi PNS para bidan tersebut akan ditempatkan di desa dan harus tinggal di desa.

(4)

Sesuai Peraturan Bupati nomor 20 tahun 2016 maka para bidan minimal 10 tahun baru boleh dimutasi.

Sementara Plt Setda Purworejo, Ahmad Kurniawan mengungkapkan, pengangkatan CPNS dark PTT Kemenkes merupakan salah satu wujud komitmen pemerintah dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Karena bidan merupakan salah satu tenaga kesehatan strategis, yang memiliki tugas dan fungsi memberikan pelayanan kebidanan untuk meningkatkan status kesehatan ibu dan anak, khususnya kesehatan reproduksi perempuan dan tumbuh kembang bayi dan balita.

” Peran tersebut sangat penting, mengingat status kesehatan ibu sangat menentukan kualitas anak yang akan dilahirkan. Apalagi angka kematian bayi dan ibu melahirkan di Kabupaten Purworejo masih cukup tinggi, sehingga keberadaan bidan terasa sangat dibutuhkan, ” kata Kurniawan.

Peringatan Jumenengan RAA

Cokronegoro I Sebagai Bupati

Purworejo Berjalan Khidmat

PURWOREJO, FP – Peringatan 186 tahun Jumenengan RAA Cokronegoro I sebagai Bupati Purworejo digelar dalam nuansa abad ke-18, Senin (27/2) sore, di pendopo kabupaten.

Upacaranya berlangsung sakral, ditandai dengan aroma asap dupa yang memenuhi ruangan pendopo. Bupati Purworejo Agus Bastian yang dipacak sebagai RAA Cokronegoro, duduk berdampingan dengan istri, Fatimah Verena, diapit Wakil Bupati Yuli Hastuti dan suaminya, Kelik Sumrahadi.

Upacara peringatan Jumenengan Cokronegoro I dimulai pukul 13.50. Diawali laporan manggala praja yang diperankan oleh seniman Mukidal, kepada Bupati. Dilanjutkan dengan kedatangan bupati, istri, wakil bupati dan suami menuju palenggahan utama

(5)

yang ada di tengah arena.

Selanjutnya Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Gandi Budi Supriyanto, membacakan riwayat Cokronegoro I dalam bahasa Jawa.

Diceritakan, RM Sowiryo adalah nama kecil Cokronegoro, anak RNg Dinginnya, seorang mantri Gladag asal Dukuh Bragolan Desa Jenar. Singkatnya, pada November 1828 diangkat jadi Tumenggung Tanggung dengan julukan KRT Cokrojoyo, oleh Sasuhunan Pakubowono VI.

Pada tanggal 30 Juni 1830 dilantik jadi Bupati Brengkelan dengan gelar RAA Cokronegoro. Pada tanggal 27 Februari 1831 Purworejo diwisuda jadi RAA Cokronegoro I mengubah nama Kabupaten Brengkelan menjadi Purworejo.

RAA Cokronegoro I berhasil membangun irigasi Kedungputri, Masjid Agung Darul Mutaqin, Bedug Pendowo, pendopo kabupaten dan jalan Purworejo-Magelang. Cokronegoro I juga membentuk prajurit elite yang disebut dengan Jateng Sekar.

Setelah 25 tahun menjabat sebagai bupati Purworejo, pada tahun 1856 Cokronegoro I mengajukan pensiun. Enam tahun kemudian Cokronegoro I wafat dan kedudukannya digantikan oleh putranya RAA Cokronegoro II.

Bupati Purworejo Agus Bastian dalam sambutan bahasa Jawa mengatakan, peringatan Jumenengan digelar sebagai wujud penghormatan kepada leluhur yang telah berjasa kepada Purworejo.

Selain itu, Jumenengan Cokronegoro I juga bisa jadi even wisata sesuai dengan program Romansa Purworejo 2020.

(6)

Korpri

Adakan

Perumahan

Bersubsidi

PURWOREJO, FP – Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kabupaten Purworejo memprogramkan pengadaan perumahan bersubsidi bagi PNS, yang ditandai dalam bentuk MoU antara Korpri Kabupaten dengan PT Avicenna Perkasa. Penandatanganan kesepakatan kerjasama dilakukan Ketua Korpri Kabupaten Purworejo Drs Agus Budi Supriyanto MSi dengan Direktur H.Alimudin BT, di kantor PKK Kabupaten Purworejo hari ini Jum’at (24/2) yang sekaligus dirangkai dengan Rapat kerja Korpri.

Agus Budi Supriyanto mengatakan, program pengadaan perumahan memang penting, karena banyak masukan dari anggota Korpri yang belum memiliki rumah. Pada prinsipnya aspirasi anggota akan ditampung dan dibahas pada rapat, termasuk penagdaan rumah. Perumahan ini disediakan di Desa Rendeng Kecamatan Gebang dan telah tersedia 30 rumah. Masing-masing rumah bertype 36 dengan luas tanah 70 meter persegi.

“Nantinya perumahan ini tanpa unag muka, namun akan menggunakan dana Bapertarum. Pembayaran dengan system kredit dengan total harga Rp.130 juta. Harapannya dengan perumahan bersubsidi ini akan membantu anggota Korpri yang belum memiliki tempat tinggal. Untuk itu program perumahan ini supaya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan untuk pendaftaran dan konsultasi kepemilikan rumah akan dibuka di sekretariat Korpri kabupaten.,” paparnya.

Terkait rapat kerja Korpri Agus mengatakan, Korpri merupakan wadah untuk berhimpun segenap PNS yang kedudukan dan kegiatnnya tidak terlepas dari kedinasan. Dilingkup Korpri ini kita dapat membina jiwa korp untuk membangun sikap, tingkah laku, etos kerja dan perbuatan terpuji untuk mrwujudkan solidaritas dan soliditas semua PNS, sesuai dalam visi

(7)

organisasi Korpri. “Dalam Rakerkab ini, masukan dari anggota akan menjadi pembahasan dan perbaikan. Penyampaian aspirasi tidak hanya pada Rakerkab. Silahkan setiap hari kami siap tampung aspirasi,” tandas Agus

Rakerkab tersebut tersebut dibuka Wakil Bupati PurworejoYuli Hastuti SH dan dalam sambutannya berharap, agar rapat kerja memiliki manfaat yang optimal bagi kemajuan organisasi, maka semua peserta harus memiliki pola pikir yang produktif agar tercipta pula program-program strategis, yang tidak hanya akan membuat KORPRI semakin eksis tetapi juga membuat Kabupaten Purworejo semakin maju dan sejahtera.

Dikatan Yuli Hastuti Korpri merupakan salah satu tumpuan dan barometer perkembangan dunia birokrasi di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karenanya, sebagai aparatur pemerintah, anggota KORPRI sejatinya menjadi panutan bagi masyarakat, dapat menunjukkan jati dirinya dan bekerja secara optimal dalam rutinitas keseharian, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Untuk itu, saya ingatkan kepada seluruh anggota KORPRI bahwa setiap pekerjaan dan jabatan yang diemban merupakan amanah yang harus ditunaikan dengan penuh rasa tanggung jawab. Artinya program kerja KORPRI Kabupaten Purworejo diharapkan dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh anggotanya dan ditingkatkan dari tahun ke tahun, sehingga eksistensinya semakin nyata, baik dalam meningkatkan profesi¬onalisme maupun dalam peningkatan kesejahteraan pegawai negeri sipil (PNS) atau aparatur sipil negara (ASN),” tuturnya.

Sementara itu Ketua panitia yang juga Sekretaris Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Purworejo Bambang Sadyanto R SH melaporkan, Rakerkab di ikuti 84 orang dari pengurus unit Korpri se kabupaten Purworejo. Rakerkab bertujuan untuk menyamakan visi dan persepsi seluruh anggota Korpri dalam setiap langkah dan kegiatannya, juga menjabarkan hasil-hasil Musa Korpri dalam program kerja 2017 dan rekomendasi.

(8)

“Termasuk untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan anggota menuju terciptanya pelayanan yang prima kepada masyarakat,” ujarnya.

Ribuan Peserta Ikuti Lomba

Mancing di Desa Sampinggetan

PURWOREJO, FP – Ribuan warga mengikuti lomba mancing di irigasi Desa Sampinggetan, Kecamatan Kemiri, Purworejo, beberapa waktu lalu. Sedikitnya sebanyak 3 kwintal ikan lele ditebar pada kegiatan yang digelar untuk menyantuni anak yatim tersebut.

Peserta lomba mancing tidak hanya datang dari Purworejo saja, melainkan juga dari Kebumen, Wonosobo, dan Magelang.

Dalam kegiatan tersebut, selain uang tunai panitia juga menyediakan aneka hadiah seperti, kompor, dan barang-barang eletronik lain.

Rohmad, panitia lomba mengatakan, kegiatan lomba baru pertama kali digelar. “Tujuanya selain untuk menyantuni anak yatim juga untuk mensosialisasikan larangan menangkap ikan menggunakan setrum dan bahan kimia, ” kata Rohmad.

Sementara menurut salah satu peserta, Supriyadi, dirinya senang bisa ikut lomba, karena selain dapat hiburan sekaligus bisa beribadah. “Saya berharap kegiatan ini bisa digelar rutin karena bisa untuk ajang hiburan dan menyantuni anak yatim,” katanya.

Dalam lomba tersebut, peserta dinyatakan menang dan berhak mendapat hadiah jika berhasil mendapat ikan lele yang diberi

(9)

tanda pita oleh panitia. Sedang peserta yang belum beruntung menjadi pemenang tetap tidak rugi karena ikan hasil pancingan bisa dibawa pulang. (JOE HARTOYO)

Peduli Desa Binaan, Bripka

Riyanto Ikut Warga Bersihkan

Lumpur

KEBUMEN, FP – Apa yang dilakukan Bripka Riyanto, anggota Bhabinkamtibmas Polsek Sruweng Polres Kebumen layak dicontoh. Demi mendekat diri kepada masyarakat binaanya, dirinya rela membaur dengan warga melakukan gotong royong kerja bhakti mengeruk tanah longsor yang menimpa rumah salah satu warga, Sabtu (18/2).

Padahal waktu itu dirinya semestinya hendak menikmati liburan akhir pekan bersama keluarga. Namun karena rasa kepedulian yang tinggi, mendapat laporan rumah Suwarni tertimbun longsor, Bripka Riyanto mampu mengesampingkan urusan keluarga dan lebih memilih berbaur dengan masyarakat ikut bergotong royong.

Saat dihubungi di lokasi, Bripka Riyanto menuturkan, desa binaanya, Desa Sampang memang terkenal rawan longsor. “Namun tidak ada korban jiwa, hanya rumah Suwarni yang tergolong parah karena terletak di pinggir tebing, ” kata Bripka Riyanto.

Sementara Kapolsek Sempor Polres Kebumen, AKP Wasidi menjelaskan, wilayah hukumnya memang sangat berpotensi longsor terutama jika musim hujan. Penyebabnya karena kondisi tanah yang labil, serta mulai gundulnya pegunungan menjadi faktor utama longsor yang sering melanda wilayah sempor. ” Wilayah

(10)

yang paling rawan longsor adalah desa Sampang atau desa binaan Bripka Riyanto, ” jelasnya.

Kasat Lantas Polres Kebumen :

Saat Hujan Pengguna Jalan

Harus

Waspada

Dalam

Berkendara

KEBUMEN, FP – Saat turun hujan, perlintasan rel kereta api di Karanganyar, Kebumen, sering terjadi kecelakaan tunggal akibat tergelincirnya roda pengendara motor saat melintasi rel.

Penyebabnya, disamping kondisi jalan licin, posisi rel yang menyerong dengan jalan ditambah jalan rusak dan berlubang, beda ketinggian, membuat ban sepeda motor tidak sepenuhnya menapak sempurna saat melintas di jalan tersebut.

“Kondisi ini membuat pengendara sepeda motor yang tidak berhati-hati bisa tergelincir saat melintas, ” kata Kasat Lantas Polres Kebumen, AKP Aditya Mulya Ramdani, SIK di ruang kerjanya, Rabu (15/2).

Diungkapkan, selain di perlintasan rel kereta api karanganyar juga ada di perlintas kereta api yang menyerong seperti di perlintasam jalan Soka baru arah ke Kota Kebumen dan perlintasan kereta api Kutowinangun.

Menurut AKP Aditya Mulya Ramdhani, SIK, ada tips tersendiri agar pengendara motor yang melintasi perlintasan rel kereta api yang menyerong tersebut tidak jatuh.

(11)

Kasat Lantas Polres Kebumen, AKP Aditya Mulya Ramdani, SIK

“Pertama, saat melintasi rel kereta api jangan mengikuti arah rel namun harus menentang atau crossing lintasan rel kereta api. Tapi sebelumnya pastikan arus lalu lintas aman,” kata Kasat Lantas.

Kedua, selain menentang lintasan rel kereta api tersebut, kecepatan kendaraan juga perlu diperhatikan. Gunakan kecepatan sedang jangan terlalu pelan, agar keseimbangan tetap terjaga. “ Bila memungkinkan segera ganti ban motor yang sudah mulai tipis atau gundul. Karena ini musim penghujan, ban yang sudah gundul sangat berpotensi menyebabkan selip atau tergelincir. Isi tekanan angin ban yang pas sesuai spesifikasi tekhnis yang dikeluarkan oleh pabrik.” jelas Kasat Lantas.

Kasat Lantas menghimbau, kepada pengendara motor dan pengguna jalan lainya agar lebih berhati-hati dan waspada dalam

(12)

berkendara. Gunakan kelengkapan berkendara, serta patuhi peraturan lalu lintas.

Ratusan

Warga

Ikuti

Pengobatan Gratis dan Donor

Darah

PURWOREJO, FP – Ratusan masyarakat Purworejo mengikuti pengobatan gratis dan donor darah yang digelar oleh Jodo Plaza Purworejo. Kegiatan digelar di halaman Jodo Plaza jalan KH Dahlan Purworejo, Selasa (14/2) mulai pukul 08.00 WIB.

Manajemen Jodo Plaza, Supriyanto (42) mengatakan, kegiatan bertema Jodo Plaza Peduli tersebut pihaknya bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Purworejo dan Palang Merah Indonesia (PMI) purworejo. “Ada sekitar 500 orang yang ikut dalam pengobatan gratis ini, ” kata Supriyanto.

Diungkapkan, dalam kegiatan itu, selain mendapat pengobatan gratis, warga juga bisa mendapatkan cek kesehatan secara cuma-cuma. “Ada tiga petugas medis dari Puskesmas Purworejo yang siap melayani warga, ” ungkapnya.

Dijelaskan, pengobatan gratis merupakan kegiatan rutin setiap 6 bulan sekali sementara donor darah per 3 bulan sekali. “Kebetulan pada bulan ini bertepatan dengan Valentine Day sehingga agak sedikit meriah meski sebenarnya tidak ada hubungannya dengan Valentine Day, ” ujar Supriyanto.

Supriyanto berharap, dengan kegiatan itu Jodo Plaza ingin menunjukan bahwa pihaknya hanya berorientasi terhadap penjualan produk saja, melainkan juga peduli terhadap sosial

(13)

dan kemanusiaan. ” Tentunya dengan kegiatan rutin seperti ini kita berharap masyarakat lebih mengenal lagi Jodo Plaza dan produk-produknya,” tutur Supriyanto.

Peringatan WR Supratman Akan

Digelar 10 Hari

PURWOREJO, FP – Romansa Purworejo 2020 sebagai tahun kunjungan wisata di Purworejo sudah ditangkap oleh berbagai pelaku wisata di Purworejo, salah satunya yang saat ini sedang berbenah adalah Desa Wisata Somongari yang berada 12 km sebelah tenggara kota Purworejo, terletak di Perbukitan Menoreh bagian selatan.

Salah satu potensi Wisata yang sedang dipromosikan selain Curug Silangit adalah Memorial House WR Soepratman.

WR Soepratman sendiri dilahirkan di Somongari pada tanggal 19 Maret 1903, adalah figure besar dan terkemuka dan penting di eranya bahkan hingga masa kini untuk Indonesia.

Dan dalam waktu dekat ini, Karang Taruna Somongari, Badan Pengelola Pariwisata Somongari dan Forum Diskusi Srawung Budaya Nusantara akan menyelenggarakan event besar untuk memperingati hari kelahiran WR Soepratman.

Harapannya agar mampu mentransfer semangat juang ke generasi penerus di samping juga sebagai ajang untuk mengingatkan generasi muda agar lebih bisa mengingat sejarah bahwa WR Soepratman tidak hanya Pahlawan Nasional kelahiran Somongari tetapi juga sebagai inspirator untuk menghasilkan sebuah karya yang bisa mengharumkan nama Bangsa.

(14)

“Event yang bertajuk Festival WR Soepratman ini rencananya akan kami selenggarakan mulai tanggal 18 Maret hingga 28 Maret 2017,” kata Ketua Karang Taruna Desa Sumongari, Hary Yudhistira, dalam siaran rilisnya, Sabtu (11/2).

Disampaikan, event yang diagendakan setiap tahun sekali itu, kali ini digelar sedikit berbeda dengan penyelenggaraan event-event tahun sebelumnya. Ditahun 2017 ini event-event lebih dibuat lebih besar selain Fun Walk pada tanggal 19 Maret dengan konsep jalan santai menyusuri Desa Wisata Somongari dan akan dihibur oleh O.M New Zakaria Somongari serta pembagian Doorprize. F e s t i v a l W R Soepratman ini j u g a a k a n d i b a g i b e b e r a p a segmen acara diantaranya WR S o e p r t a m a n Film Festival, T h u n d e r o u s M u s i c

Colaboration, WR Soepratman Oncor Festival, WR Soepratman Jazz Festival,Somongari Top Canvas, Srawung Budaya Great Forum, Somongari Food Court dan Kenduri Budaya dari tanggal 25-28 Maret 2017, “Semua kegiatan dipusatkan di halaman Balai Desa Somongari,” katanya.

Ditambahkan, event ini digelar dengan melibatkan pelaku kesenian yang ada di Desa Somongari maupun di luar wilayah Somongari, bahkan ada beberapa sanggar tari dari Purworejo termasuk dari ISI Yogyakarta yang sudah siap untuk terlibat dalam kegiatan ini.

Catur Asmaragama, salah satu penggagas lahirnya Srawung Budaya Nusantara, menambahkan, bahwa event ini adalah hasil kerja

(15)

sama kali pertama antara Komunitas Srawung Budaya dengan Karang taruna Somongari.

“Walaupun pada tahun 2016 sempat bekerja sama dengan bendera Komunitas Teater Purworejo. Srawung budaya sendiri adalah sebuah forum diskusi yang peduli dengan dinamika kehidupan kebudayaan Nusantara, mengkaji, membuat gagasan –gagasan dan mengaplikasikannya dalam berbagai bentuk kegiatan maupun gerakan demi kelestarian dan kebermanfaatan budaya,” jelasnya. Menurutnya, WR Soepratman adalah sebagai Simbol dari semangat harmoni keindahan budaya dan pekerti bangsa Indonesia dan semangat inilah yang akan dibawa untuk persembahan generasi ini dan generasi masa depan Indonesia.

“Saat ini kepanitiaan sudah mempersiapkan event ini mulai dari menyiapkan fasilitas seperti akomodasi homestay khas Somongari, berbagai kuliner asli Somongari, UMKM, ojek wisata, ontel wisata termasuk pemandu wisata lokal yang akan menyambut para wisatawan untuk hadir memeriahkan event Festival WR Soepratman ini,” ujarnya.

Pihaknya berharap, ke depan event ini bisa menjadi warna baru event budaya, seni dan wisata lokal yang tentu multifler effectnya adalah meningkatkan kesejaheteraan masyarakat di Desa Somongari, mengangkat potensi wisata lokal dalam bingkai semangat kepahlawanan WR Soepratman.

PT KAI Daop 5 Purwokerto

Luncurkan Promo “February I’m

(16)

In Love”.

BANYUMAS, FP – PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto kembali mengadakan program promo dengan tema ” February I’m In Love”. Promo ini digelar serentak secara nasional, dengan tujuan untuk meningkatkan minat masyarakat dalam menggunakan moda transportasi darat yg cepet, tepat, dan selamat yaitu Kereta Api.

“Promo ini berlaku untuk KA komersial jarak menengah dan jauh, ” kata Manager Humas PT KAI (persero) Daop 5 Purwokerto, Ixwan Hendriwintoko.

Dijelaskan, adapun KA yg di promokan adalah, Ka Sawunggalih pagi (ka 139) eksekutif 180.000, bisnis 150.000.

Ka Sawunggalih pagi (ka 140) bisnis 150.000.

Ka Sawunggalih malam (ka 142) ekskutif 180.000, bisnis 150.000.

Ka Sawunggalih malam (ka 141) bisnis 150.000.

Ka Kamandaka (ka 231,ka 235,ka 237) ekonomi 45.000 dan Ka Purwojaya (ka 57, ka 58) ekskutif 180.000.

Dikatakan, untuk pemesanan atau pembelian tiket promo ini dapat dilakukan melalui chanel external kereta api dan internet reservation seperti KAI access, tiket.kereta-api.co.id dan lainya.

“Ketetapan ini diberlakukan mulai penjualan atau pemesanan tiket mulai tanggal 11 Februari 2017 dengan syarat dan ketentuan berlaku, untuk keberangkatan KA mulai tanggal 14 sd 16 Februari 2017 ” kata Ixwan, Jumat (10/2).

Keterangan : Ka 57 relasi Purwokerto-Gambir. Ka 58 relasi Gambir-Purwokerto. Ka 231 relasi Semarang-Purwokerto. Ka 235 relasi Semarang-Purwokerto. Ka 237 relasi Purwokerto-Semarang.

(17)

Ka 139 relasi Kutoarjo-Pasarsenen. Ka 140 relasi Pasarsenen-Kutoarjo. Ka 141 relasi Kutoarjo-Pasarsenen. Ka 142 relasi Pasarsenen-Kutoarjo.

Referensi

Dokumen terkait