Implementasi Teknologi XML Dalam Pertukaran Data Antar Server
(Studi di Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kota Yogyakarta)
XML Technology Implementation in The Server Data Exchange
Meri Azmi 1) & Dwi Sudarno Putra 2)1)
Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Padang Kampus Unand Limau Manis Padang 25163 Telp. 0751-72590 Fax.0751-72576, Email: [email protected]
2)
Jurusan Teknik Otomotif Universitas Negeri Padang Jln. Prof. Dr. Hamka Air Tawar Padang - Sumatera Barat Telepon: 0751-7053902 Fax: 0751-7055628 [email protected] ABSTRACT
Data exchange is a very important part in information technology. Various technologies have been developed to perform data processing in a server. As a result, today there are a lot of server technology, and each has its advantages. The problem then occurs when a lot of server technology will be communicated with each other in terms of data exchange. One of the servers do not want to sacrifice considering the effort and expense was incurred. To overcome this, it is developing XML technology (Extensible Markup Language). XML data format can be applied in various technologies, and that's why XML has become one of the standard packaging of electronic data. This also became the basic idea of the author to write this journal.
Keywords : Extensible Markup Language, Server Data Exchange, Data Processing. PENDAHULUAN
Pertumbuhan teknologi telekomunikasi dan informasi kian pesat,
hal ini tak lepas dari berkembangnya teknologi pendukung utama yakni teknologi komputer yang mengalami perkembangan signifikan di akhir abad 20 lalu. Tak dipungkiri lagi bahwa bisnis informasi dan telekomunikasipun sangat menjanjikan keuntungan yang besar.
Internet sebagai salah satu terobosan teknologi yang fenomenal telah mengawali lahirnya peradaban baru di dunia maya. Banyak hal yang dapat dilakukan di internet. Mulai dari sekedar browsing, searching data, download, transfer data, dan masih banyak lagi. Sehingga perkembangan teknologi pendukung internetpun kian hari kian canggih.
Salah satu fungsi terpenting dalam internet adalah transfer data. Hampir semua aktivitas dalam dunia maya ini memakai sistem pentransferan data. Masalah kemudian timbul di saat terdapat perbedaan sistem di dua tempat yang ingin saling berhubungan. Beberapa alternatif telah dicoba untuk memecahkan hal ini, salah satunya adalah mengembangkan format
bahasa pemrograman yang kompatible untuk semua platform dan kemudian disetujui bersama sebagai sebuah standar pengembangan sistem.
Berawal dari sinilah maka kami bermaksud untuk melakukan penelitian dan kemudian mencoba untuk membangun sebuah aplikasi pertukaran data dengan memanfaatkan teknologi XML (Extensible Markup Language).
Salah satu contoh kasusnya, misalnya adalah ketika ada sebuah film yang direlease, pastinya production house film tersebut akan mengeluarkan data tentang film tersebut. Data tersebut meliputi Judul, Sutradara, Aktor, Tanggal pemutaran perdana, jenis atau kategori film, durasi dan lain-lain. Kemudian seperti yang kita tahu data-data inilah yang akan dimasukkan ke database yang kemudian digunakan untuk sumber promosi baik itu di sistem informasi online Bioskop hingga di database tempat-tempat persewaan film. Oleh karena itu, agar proses update film terbaru ini bisa sesegera mungkin dilakukan maka production house cukup mengemas data – data tersebut dalam format XML. Selanjutnya pihak-pihak yang ingin
menggunakan data tersebut tinggal mengambil dan mengintegrasikan dengan sistem yang dimiliki oleh masing-masing pihak tersebut.
Senada dengan kasus di atas, aplikasi sistem pertukaran data berbasis XML yang akan dikembangkan dalam penulisan kali ini adalah aplikasi pertukaran data di lingkungan Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kota Jogjakarta.
Lebih spesifik lagi yang akan dijadikan sebagai objek penelitian dan pengembangan aplikasi adalah pertukaran data pegawai dan karyawan di lingkungan Dinas dan di sebuah SMA.
Teknologi XML
XML saat ini merupakan bahasa yang paling menjanjikan untuk penyimpanan dan
pengiriman informasi pada World Wide Web. Meskipun HTML (Hyper Text Markup Language) telah menjadi bahasa yang paling luas digunakan dalam membangun halaman web, HTML memiliki keterbatasan kapasitas dalam penyimpanan informasi. Sebaliknya XML memiliki sintaks yang lebih luwes yang memungkinkan untuk memakainya dalam menjelaskan secara virtual berbagai jenis informasi, dari rumusan yang sederhana hingga tingkat database yang rumit.
Sebuah dokumen XML terdiri dari dua bagian utama (Gambar 1) yaitu Prolog dan Elemen dokumen (elemen root).
Gambar 1. Anatomi dokumen XML Prolog pada dokumen XML adalah
bagian pembuka dokumen. Pada contoh diatas prolog baris pertama menampilkan deklarasi nomor versi dari file XML (XML declaration). Deklarasi XML bersifat opsional, walaupun spesifikasinya menyatakan bahwa ia harus dimasukkan. Baris kedua berupa spasi kosong. Tujuan dari hal ini adalah untuk meningkatkan keterbacaannya (readibilitas) namun
pemberian spasi ini akan diabaikan oleh prosesor. Baris ke tiga adalah sebuah komentar, komentar di sini sifatnya opsional dan dilakukan sebagai penambah keterangan terhadap file dan untuk meningkatkan keterbacaan dokumen yang bersangkutan. Komentar ditulis diantara tanda / karakter “<!--“ dan diakhiri dengan “ --> ”. Kecuali karakter “ – “, komentar
diantara kedua tanda tersebut akan diabaikan oleh prosesor.
Selain contoh di atas prolog dapat juga berisi komponen opsional berikut:
a. Sebuah deklarasi tipe dokumen, yang
mendefinisikan tipe dan struktur dokumen tersebut. Jika dipakai, deklarasi tipe dokumen harus diletakkan setelah deklarasi XML.
b. Satu atau lebih instruksi pemrosesan,
yang memberikan informasi bahwa prosesor XML menyalurkannya ke aplikasi tersebut.
Bagian utama kedua sebuah dokumen XML adalah sebuah elemen tunggal yang disebut elemen root, yang mana elemen root ini bisa berisi elemen – elemen tambahan. Elemen menandakan struktur logika sebuah dokumen dan berisi isi informasi dokumen.
Kebanyakan elemen dokumen berisi sebuah tag awal, isi elemen, dan tag akhir. Pada bagian tag awal terdapat sebuah ‘tipe’ atau pengenal generik (Generic Identifier-GI) yang dapat kita isi sesuai keinginan kita (yang memiliki korelasi dengan isi elemen itu sendiri). GI yang dipakai dalam tag awal harus sama persis dengan GI pada tag akhir termasuk jenis huruf besar dan kecilnya. Yang perlu diingat adalah sebuah GI tidak diijinkan untuk diawali dengan sebuah angka. Contoh GI pada gambar 2.5 di atas misalnya <MAHASISWA>, <NAMA>, dll.
Pada tag awal kita dapat menambahkan satu atau beberapa spesifikasi atribut. Spesifikasi atribut adalah pasangan nama-nilai yang berhubungan dengan elemen tersebut. Penambahan atribut ini memberikan satu cara alternatif untuk memasukkan informasi dalam sebuah elemen. Contohnya setelah GI PHONE diikuti atribut jenis=’seluler’ atau jenis=’rumah’.
Isi elemen dapat berupa karakter, elemen tersarang lain, atau kombinasi keduanya. Pada contoh di atas elemen dokumen adalah IDENTITAS dengan tag awal <IDENTITAS> dan tag akhir </IDENTITAS>. Sedangkan isinya adalah tiga elemen MAHASISWA yang tersarang.
Seperti telah disinggung di atas di dalam sebuah dokumen XML dapat ditambahkan komentar, instruksi pemrosesan dan Bagian CDATA. Komentar akan menjadikan dokumen XML lebih mudah dipahami saat dibaca oleh manusia. Instruksi pemrosesan digunakan untuk mengubah cara suatu aplikasi dalam menangani atau menampilkan dokumen XML. Sedangkan CDATA untuk memasukkan hampir semua kombinasi karakter dalam sebuah data karakter elemen.
Sistem yang dikembangkan untuk menerapkan aplikasi pertukaran data dengan format XML ini adalah sistem komunikasi antar server pada Instansi Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kota Yogyakarta (Dinas P & P). Aplikasi ini diharapkan dapat melayani aktivitas pertukaran data – data kepegawaian yang berada dalam Instansi Dinas P & P yang diinginkan pihak sekolah yang berada di wilayah Kota Yogyakarta atau dinas lain.
Aplikasi yang dikembangkan dititik beratkan pada pemakaian teknologi XML sebagai framework pertukaran data. Kemudian untuk merealisasikan rancangan aplikasi ini, akan digunakan beberapa perangkat lunak dan bahasa pemrograman yaitu Macromedia Dreamweaver MX, PHP & My SQL, Ulead PhotoImpact XL, ColdFusion MX & Ms.Access.
METODOLOGI
Langkah-langkah yang ditempuh dalam pembuatan dan penulisan kali ini adalah :
1. Mendefinisikan masalah dan
menentukan solusi yang diinginkan, lalu menyusun hierarki dari permasalahan yang dihadapi.
2. Analisa Kebutuhan. Menganalisa
kebutuhan umum yang diperlukan oleh sistem yang akan dikembangkan.
3. Pengumpulan Data. Pengumpulan
data dilakukan dengan mengumpulkan semua informasi dan
data yang berhubungan dengan sistem yang dikembangkan, juga teknologi
XML, baik melalui studi pustaka, internet maupun melakukan wawancara dengan narasumber yang terkait dengan sistem yang dibangun.
4. Perancangan sistem. Pada tahap ini
dilakukan perancangan sistem yang meliputi perancangan aliran data antar aktivitas dengan implementasi XML, perancangan struktur basis data, pengkodean, struktur menu dan tampilan.
5. Implementasi. Pada tahap ini
dilakukan pengembangan aplikasi pada dua sistem yang berbeda server dan memiliki kemampuan untuk mengolah data XML.
6. Pengujian dan menganalisa hasil
pengujian. Pada tahap ini dilakukan pengujian program serta melakukan evaluasi terhadap kinerja dan kegunaan program yang telah dibangun dan melakukan perbaikan-perbaikan yang diperlukan.
7. Kesimpulan. Pada tahap akhir dapat
ditarik kesimpulan tentang kesesuaian teori dan aplikasi praktisnya.
PERANCANGAN
Pertukaran data kepegawaian sering terjadi di lingkup Dinas P & P. Misalnya untuk melakukan pemantauan terhadap perkembangan pegawai, memenuhi permintaan data pegawai untuk keperluan tertentu, menentukan batas masa pensiun seorang pegawai, atau untuk mengontrol pemerataan staf pengajar (guru) di lingkup Dinas P & P Yogyakarta.
Untuk menginventaris data kepegawaian di lingkup Dinas P & P Kota Yogyakarta telah ada standar bentuk data yang diberikan oleh Dinas P & P Kota Yogyakarta. Meskipun tidak ada standar dari pemerintah pusat, namun standar bentuk data pada Dinas P & P Kota Yogyakarta tersebut relatif sama dengan data kepegawaian pada instansi pemerintah lainnya mengingat komponen biodata yang dimiliki oleh seorang pegawai hampir
sama. Seperti data pribadi dan data akademis pegawai.
Prosedur pertukaran data yang sering terjadi dalam Dinas Pendidikan dan Pengajaran Yogyakarta adalah :
a. Pihak yang ingin meminta data
kepegawaian datang langsung ke Kantor Dinas P & P Kota Yogyakarta menuju ke Bagian Kepegawaian.
b. Setelah melalui beberapa pengecekan,
permintaan kemudian diproses dan data hasil pemrosesan diserahkan dalam bentuk printout oleh bagian kepegawaian kepada pihak peminta data. Atau terkadang permintaan dan pengiriman hasil permintaan data dilakukan via-pos.
c. Demikian pula pihak yang ingin
melaporkan data kepegawaian. Pihak yang ingin melaporkan perkembangan data kepegawaian datang langsung / mengirimkan via pos data kepegawaian (hardcopy) ke bagian kepegawaian Kantor Dinas P & P Kota Yogyakarta.
d. Pihak kepegawaian selanjutnya akan
memproses data yang dilaporkan tersebut dan memasukkan serta mengupdate data tersebut ke dalam database yang sudah ada.
Berdasarkan paparan kondisi riil di atas maka penulis mengajukan konsep sistem yang mampu untuk:
1. Melakukan pertukaran data
kepegawaian di lingkup dinas P & P Kota Yogyakarta melalui media internet dengan format pengemasan data yang fleksibel.
2. Data yang dipertukarkan harus dapat
diolah oleh banyak bahasa pemrograman dan selanjutnya hasil pengolahan data dapat disimpan ke berbagai macam teknologi database melalui aplikasi-aplikasi terstandar (disepakati bersama).
Perancangan Global
Perancangan sistem secara global ini dibuat untuk memberikan gambaran umum tentang bagaimana memanfaatkan teknologi XML dalam proses pertukaran data
kepegawaian dalam lingkup Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kota Yogyakarta.
Sistem yang dikembangkan terdiri dari dua buah server dengan teknologi yang berbeda baik dari segi bahasa pemrograman maupun database. Server pertama adalah server Dinas Pendidikan Dan Pengajaran Kota Yogyakarta dengan teknologi PHP-MySQL dan server kedua menggunakan teknologi Coldfusion-Ms.Access yang dimiliki oleh SMA N 5 Yogyakarta.
Dalam perancangan global ini ditunjukkan penggambaran sistem yang dikembangkan dengan Diagram Konteks dan Prosedur. Karena titik berat dalam sistem ini adalah pada pertukaran data maka fitur yang diaktif-kembangkan dalam kedua
server hanya yang berhubungan dengan data kepegawaian serta mekanisme pengaksesan data tersebut. Terutama pada implementasi teknologi XML.
DiagramKonteks
Diagram konteks memberikan gambaran sistem secara keseluruhan dalam suatu model yang menunjukkan ruang lingkup dan batasan suatu sistem yang dimodelkan
Dari Diagram Konteks (Gambar 2) terlihat dalam Jurnal ini dibangun dua buah sistem server. Keduanya saling berhubungan melalui pertukaran (pengambilan) data XML yang dimiliki oleh server lain
Gambar 2. Diagram Konteks Diagram Aliran Data Antar Server
Terlihat dari Gambar 3 bahwa kedua server saling bertukar data XML melalui proses pengambilan data. Pengambilan data
dilakukan oleh seorang user yang memiliki wewenang dari sebuah server ke media penyimpan file XML di server lain.
Diagram Aliran Data Pada Tiap Server Konsep implementasi teknologi XML yang dipakai oleh kedua server yang
dikembangkan dalam Jurnal ini adalah sama. Sehingga diagram aliran data di masing-masing server juga sama.
Gambar 4. Diagram Aliran Data pada masing-masing server (Level 2) Diagram Aliran Data Pada Proses
Pemasukan Data
Di sini sistem akan menyediakan interface untuk memasukkan data pegawai. Agar data yang dimasukkan valid, maka sistem dilengkapi dengan fungsi pengecekan (validasi). Kemudian setelah datanya valid maka dilanjutkan dengan pengeksekusian aplikasi proses penyimpanan data. Proses ini adalah untuk
menyimpan data (dt_kepegawaian) tersebut kedalam database.
Bersamaan dengan itu akan tereksekusi pula aplikasi proses pembentukan file XML. Dan akan menyimpan file yang terbentuk tersebut kedalam sebuah tempat / folder media penyimpan server.
Diagram Aliran Data Pada Proses Pengambilan data XML
Pada proses ini sistem menyediakan tempat text input pada interface yang dijadikan acuan oleh aplikasi untuk menentukan spesifikasi alamat dan nama file XML yang akan diambil. Setelah berhasil mengambil data berdasarkan alamat tersebut maka data XML kepegawaian akan ditampilkan ke layar browser oleh aplikasi penampil data XML.
Diagram Aliran Data Pada Proses Pengolahan Data
Data XML diparsing, kemudian dibandingkan dengan data yang ada di database lokal, dari sini user dapat memilih apakah akan menghapus data ataukah mengupdate data.
Gambar 7. Diagram Aliran Data Pengolahan data XML (Level 2 proses 4)
Diagram Aliran Data Pada Proses Pencarian dan Edit Data
Proses lain yang dapat dilakukan oleh user adalah pencarian dan edit data, proses ini berinteraksi hanya dengan database lokal dan tidak melibatkan data XML. Sehingga aplikasi Cari dan Edit data yang dikembangkan disini adalah sebagai penunjang saja.
Gambar 6. Diagram Aliran Data Pengambilan data XML (Level 2 proses 3)
Gambar 8. Diagram Aliran Data Proses Cari Dan Edit Data (Level 2 proses 5) Rancangan Basis Data
Skema relasi tabel yang ada dalam Jurnal ini adalah sebagai berikut:
Perancangan Sruktur Menu
Titik berat dalam perancangan menu ditujukan pada bagi user yang telah login dengan user ID dan password dengan spesifikasi menu kepegawaian.
Gambar 10. Perancangan Struktur Menu Perancangan Dan Implementasi Antarmuka Pemakai
Gambar 11. Perancangan Interface Login Kepegawaian
Gambar 13. Perancangan Halaman Pencarian Data Pegawai
Gambar 14. Perancangan Halaman Laporan Data Pegawai
PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN
Dua server telah selesai dikembangkan dan ditanam dalam komputer. Dua web server tersebut menggunakan teknologi yang berbeda yakni Apache dan Coldfusion. Apache untuk server Dinas Pendidikan dan Pengajaran sedangkan Colfusion untuk server SMA 5.
Selanjutnya kita lakukan pengujian terhadap sistem yang telah dibangun dengan konsep di atas. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah algoritma pemrograman yang digunakan pada setiap program yang ada dalam sistem tersebut telah benar atau masih terjadi kesalahan, selain itu, yang lebih penting lagi adalah
apakah sistem yang dibangun dapat memenuhi tujuannya.
Secara teknis tujuan utama dari pengujian adalah untuk mengetahui apakah dengan format XML kedua server dapat saling bertukar data. Dan untuk mengetahui hal tersebut maka dilakukan rangkaian pengujian sperti di bawah ini :
1. Proses pemasukkan dan penyimpanan
data kepegawaian serta pembentukkan file XML pada masing - masing server.
2. Proses Parsing data XML yang telah
diambil dari server lain.
Sedangkan lainya (utilitas sistem secara keseluruhan) tidak dibahas karena diluar lingkup XML data processing.
Pembentukkan file XML
Proses ini dilakukan bersamaan dengan proses input data. Sehingga skrip programnya diletakkan setelah skrip program untuk proses pemasukan data ke database.
Salah satu contoh skrip program php yang digunakan adalah sebagai berikut :
Setelah dijalankan dan dieksekusi maka akan membentuk sebuah file datapegawai.xml yang apabila diperiksa/dibuka filenya akan berisi data sebagai berikut
File yang telah terbentuk ini kemudian disimpan di sebuah folder di server. Yang selanjutnya memungkinkan pihak lain untuk mengunduhnya dan selanjutnya dapat diproses lebih lanjut. Proses Parsing data XML
Pada proses ini data XML akan diuraikan dan kemudian diambil isi datanya. Algoritma yang diterapkan di sini adalah :
1.Data XML diakses/didownload dari
server lain
2.Data XML kemudian di parsing untuk
diambil informasinya saja
3.Informasi yang didapatkan kemudian
diproses lebih lanjut (ditampilkan pada
user atau bisa juga disimpan ke dalam database).
Untuk bisa melakukan hal di atas maka kedua server setidaknya memiliki kesepakatan bentuk/form data XML yang saling dipertukarkan. Hal ini dilakukan agar masing-masing elemen data pada dokumen XML yang dipertukarkan dapat dibaca dan diterjemahkan dengan benar oleh sistem di kedua belah server.
Setelah mengembangkan sistem dapat dilihat beberapa keuntungan yang bisa didapat, antara lain:
1. Proses pertukaran data dapat dilakukan
dengan cepat, karena tidak perlu lagi datang ke Kantor Dinas Pendidikan Dan Pengajaran selain itu pertukaran data dapat dilakukan dalam 24 jam. Sehingga efisiensi kerjapun akan meningkat.
2. Data yang dipertukarkan lebih terjamin
keakuratannya. Karena interaksi pertukaran ditangani langsung oleh program komputer. Dan pengemasan data XML yang dipertukarkan bersumber dari database.
3. Terdapat standarisasi bentuk data yang
fleksibel karena dokumen XML yang digunakan dapat diakses dan diproses oleh sebagian besar bahasa pemrograman. Sehingga server instansi dibawah Dinas atau instansi lain yang ingin bergabung dan menggunakan sistem pertukaran data ini hanya perlu mengembangkan sebuah aplikasi baru
(create dan parsing XML) tanpa perlu
merubah bentuk teknologi yang digunakan.
Selain keuntungan di atas, sistem yang coba dikembangkan ini masih ada beberapa kekurangan dan perlu penyempurnaan lebih lanjut, diantaranya adalah:
1. Meski peluangnya kecil, karena
standarisasi telah ditetapkan. Namun bila di kemudian hari ternyata terjadi perubahan format data XML maka seluruh aplikasi yang terhubung dalam sistem pertukaran juga harus diubah.
2. Perlu dikembangkan sebuah fungsi pemberitahuan ke server lain secara
realtime bahwa sebuah data di sebuah
server telah di update. Mengadopsi proses manual secara utuh. Dalam arti bahwa sebuah server tidak akan tahu bahwa telah terjadi update data di server lain selama server yang bersangkutan belum melakukan proses pengambilan data.
3. Perlu dikembangkan sebuah fungsi
pembanding yang lebih cerdas. Artinya data hasil pengambilan dan data lokal tidak hanya didasarkan pada satu parameter waktu penyimpanannya saja. Tetapi diharapkan user dapat langsung mengetahui detail perbedaan apa dari hasil perbandingan tersebut.
4. Bagaimanapun juga aplikasi ini belum
didasarkan pada peraturan resmi birokrasi yang diterapkan di Dinas P & P sehingga sifat implementasinya
masih berupa framework dasar
pertukaran data. Ke depannya ketika ada realisasi maka sebuah peraturan teknis resmi harus dibuat untuk mendukung kelancaran proses pertukaran data secara online ini.
SIMPULAN
Dari proses perancangan yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Telah dapat dibangun sebuah prototype
sistem pertukaran data antara dua sistem yang berebeda teknologi dengan memanfaatkan kompabilitas data XML.
2. Bentuk data XML yang dipertukarkan
harus bisa dengan mudah dipahami oleh kedua belah pihak agar tidak ada kesalahan komunikasi
3. Berdasarkan proses simulasi sistem yang
telah dibangun terbukti bahwa XML dapat digunakan sebagai format pertukaran data pada server dengan paket teknologi PHP, Apache, MySQL dan server dengan paket teknologi CFML,Coldfussion server dan MsAccess.
SARAN
1. Hasil rancangan ini diharapkan bisa
dijadikan dasar implementasi pengembangan sistem selanjutnya
2. Dengan adanya rancangan sistem
pertukaran data antar server ini diharapkan server yang sudah ada tidak perlu diganti mengikuti server yang lain jika ingin saling bertukar data.
3. Rancangan ini perlu diteliti lebih lanjut
dengan fitur-fitur lain semisal keamanan dan sinkronisasi data.
DAFTAR PUSTAKA
Nugroho Bunafit, 2007. PHP dan MySql
dengan Editor Dreamweaver MX.
Yogjakarta : Penerbit Andi.
Sidik Betha Pohan & Husni Iskandar, 2005.
Pemrograman Web dengan HTML.
Bandung Informatika
Sidik Betha, 2004. Pemrograman Web
dengan PHP. Bandung : Penerbit
Informatika
Young Michael J. 2000. Step By Step
XML,Jakarta : Elex Media