(SNMI8) 2013
ISBN: 978-602-98109-2-9
R
R
I
I
S
S
E
E
T
T
M
M
U
U
L
L
T
T
I
I
D
D
I
I
S
S
I
I
P
P
L
L
I
I
N
N
U
U
N
N
T
T
U
U
K
K
M
M
E
E
N
N
U
U
N
N
J
J
A
A
N
N
G
G
P
P
E
E
N
N
G
G
E
E
M
M
B
B
A
A
N
N
G
G
A
A
N
N
I
I
N
N
D
D
U
U
S
S
T
T
R
R
I
I
N
N
A
A
S
S
I
I
O
O
N
N
A
A
L
L
Auditorium Gedung M Lantai 8
Universitas Tarumanagara
Jakarta, 14 November 2013
Diterbitkan oleh:
Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik
Universitas Tarumanagara
Jl. Let. Jend. S. Parman No. 1 Jakarta 11440
Telp. (021) 567 2548, 563 8358 Fax. (021) 566 3277, (021) 563 8358
e-mail: [email protected], [email protected]
| v
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ii
Sambutan Dekan Fakultas Teknik iii
Ucapan Terima Kasih iv
Daftar Isi v
Susunan Panitia x
Susunan Acara xi
1. Technopreneur and Social-Entrepreneurship: “…based on product…”, Raldi
Artono Koestoer 1
2. Supply Chain Management: Tantangan dan Strategi, Nyoman Pujawan 7
Bidang Teknik Mesin
1. Metode Pemilihan Pompa Sebagai Turbin Pembangkit Listrik Tenaga Mikro
Hidro, Anak Agung Adhi Suryawan, Made Suarda, I Nengah Suweden 1
2. Pengaruh Fraksi Volume Serat terhadap Kekuatan Tekan Komposit Fiberglass,
AAIA Sri Komaladewi, I Made Astika, I G K Dwijana 7
3. Pengaruh Variasi Diameter dan Sudut Kemiringan Pipa Inlet Terhadap Unjuk
Kerja Pompa Hidram, Sehat Abdi Saragih 14
4. Analisa Kerusakan pada Rotating Element Pompa Injeksi Air David Brown
DB34-D DI PT CPI Minas, Abrar Ridwan, Ridwan Chandra 21
5. Pengaruh Temperatur Pembakaran pada Komposit Lempung/Silika RHA terhadap
Sifat Mekanik (Aplikasi pada Bata Merah), Ade Indra, Nurzal, Hendri Nofrianto 34
6. Rancang Bangun Mesin Pemisah Dan Pencacah Sampah Organik (Daun-daunan)
dan Anorganik (Plastik, Kresek) untuk Menghasilkan Serpihan Sampah Organik
Lebih Kecil sebagai Bahan Kompos, I Gede Putu Agus Suryawan, Cok. Istri P.
Kusuma Kencanawati, I Gst. A. K. Diafari D. Hartawan 42
7. Peningkatan Nilai Kalor Biobriket Campuran Sekam Padi dan Dominansi Kulit
Kacang Mete dengan Metode Pirolisa, Arijanto 49
8. Perilaku Stress Tanki Toroidal Penampang Oval dengan Beban Internal Pressure,
Asnawi Lubis, Shirley Savetlana, and Ahmad Su’udi 60
9. Kekerasan Baja AISI 4118 setelah Proses Pack Karburising dengan Media
Karburasi Arang Tulang Bebek dan Arang Pelepah Kelapa, Dewa Ngakan Ketut
Putra Negara, I Dewa Made Krisnha Muku, AAIA Sri Komala Dewi 67
10. Quantum States At Juergen Model for Nuclear Reactor Control Rod Blade Based
On Thx Duo2 Nano-Material, Moh. Hardiyanto 73
11. Pengerasan Induksi pada Material AISI 4340 sebagai Material Bahan Baku
Industri HANKAM Nasional, Muhammad Dzulfikar, Rifky Ismail, Dian Indra
Prasetyo, dan Jamari 83
12. Studi Pengaruh Kemiringan Kolektor Surya Tipe Satu Laluan Udara Panas
Terhadap Proses Pengeringan Kerupuk Ubi, Eddy Elfiano, Muhd. Noor Izani 90
13. Pemanfaatan Limbah Tempurung Kelapa Sawit (Elacis Guinesis) sebagai Energi
Biomassa yang Terbarukan, Eko Yohanes, Sibut 96
14. Pengaruh Variasi Volume Serat Resam terhadap Kekuatan Tarik dan Impact
Komposit pada Matriks Polyester sebagai Bahan Pembuatan Dashboard Mobil,
Herwandi, Sugianto, Somawardi, Muhammad Subhan 102
15. Pemanfaatan Arang Kayu Bakar sebagai Media Karburasi pada Proses Pack
| vi
16. Pengaruh Pemanasan Bahan Bakar dengan Media Radiator pada Mesin Bensin
Bertipe Injeksi Terhadap Unjuk Kerja Mesin, I Gusti Ngurah Putu Tenaya, I
Gusti Ketut Sukadana, dan I Gusti Ngurah Bagus Surya Pratama 115
17. Strain-Hardening Baja Karbon AISI 1065 Akibat Beban Gelinding-Gesek, I Made
Astika, Tjokorda Gde Tirta Nindhia, I Made Widiyarta, I Gusti Komang
Dwijana dan I Ketut Adhi Sukma Gusmana 124
18. Pengaruh Temperatur Tuang Paduan Perunggu Terhadap Sifat Kekerasannya Pada
Proses Pembuatan Genta Dengan Metoda Pasir Cetak (Sand Casting), I Made
Gatot Karohika, I Nym Gde Antara 133
19. Ketahanan Aus Baja Carbon AISI 1065 dengan Pengerasan Permukaan Kontak
(Quench-Hardening) terhadap Beban Gelinding-Luncur, I Made Widiyarta, Tjok
Gde Tirta Nindia, I Putu Lokantara, I Made Gatot Karohika dan I Ketut Windu
Segara 141
20. Pengembangan Kurva P-h dalam Pemodelan Elemen Hingga Vickers Indentasi
untuk Memprediksi Kekerasan Vickers (HV), I Nyoman Budiarsa 149
21. Studi Profil Temperatur Reaktor Fluidized Bed Pada Gasifikasi Sewage Sludge,
I Nyoman Suprapta Winaya, I Nyoman Adi Subagia, Rukmi Sari Hartati 158
22. Pengaruh Pemasangan Ring Berpenampang Segiempat dengan Posisi Miring
pada Permukaan Silinder terhadap Koefisien Drag, Si Putu Gede Gunawan Tista,
Ketut Astawa, Ainul Ghurri 166
23. Pengaruh Perlakuan Diammonium Phosphate (DAP) Terhadap Ketahanan Api
Komposit Plastik Daur Ulang-Serat Alam, I Putu Lokantara, NPG Suardana 173
24. Analisa Pengaruh Viskositas Pelumas terhadap Permukaan Penampang Material
pada Proses Ekstrusi Pengerjaan Dingin, Jhonni Rahman 180
25. Simulasi Numerik Aero-Akustik Aliran Udara Yang Melalui Silinder Pada
Bilangan Reynolds 90000 Menggunakan Model Turbulensi Les Dan Model
Akustik FWH, M. Luthfi, Sugianto 186
26. Pengaruh Konsentrasi Kalium Hidroksida (KOH) pada Elektrolit terhadap
Performa Alkaline Fuel Cell, Made Sucipta, I Made Suardamana, I Ketut Gede
Sugita, Made Suarda 195
27. Makrostruktur dan Permukaan Patah dalam Uji Tarik terhadap Perlakuan Panas
pada Baja Karbon Rendah, Nofriady H. dan Ismet Eka P. 203
28. Model Penentuan Koefisien Serap (Absorbsi) dan Kekuatan Tarik Material
Komposit Epoxy dengan Pengisi Serat Rockwool sebagai Knalpot Rendah Bising
Secara Eksperimen, Nurdiana, Zulkifli , Mutya Vonnisa 208
29. Pengaruh Waktu Tahan dan Laju Pemanasan terhadap Besar Butir Austenit dan
Kekerasan pada Proses Heat Treatment Baja HSLA, Richard A.M. Napitupulu,
Otto H. S, Charles Manurung, Humisar Sibarani 218
30. Analisa Kualitas Permukaan Baja AISI 4340 terhadap Variasi Arus pada Electrical
Discharge Machining (EDM), Sobron Lubis, Sofyan Djamil, Ivan Dion 224
31. Rancangan Launcher Roket Air, Suherlan, Dzulfi S Prihartanto, Gede Eka
Lesmana, Yohannes Dewanto 234
32. Analisa Kerja Roket Air Satu Tingkat, Ahmad Hidayat Furqon, Mochammad
Ilham Attharik, Pirnardi, dan I Gede Eka Lesmana 240
33. Analisis Penggunaan Differensial Proteksi pada Motor-Motor Listrik, PLTU
Buatan China, Suryo Busono 247
34. Efektivitas Alat Penukar Kalor Double Pipe Bersirip Helical sebagai Pemanas Air
| vii
35. Analisa Performansi Destilasi Air Laut Tenaga Surya Menggunakan Penyerap
Radiasi Surya Tipe Bergelombang yang Berbahan Dasar Campuran Semen
dengan Pasir, Ketut Astawa, Made Sucipta, I Gusti Ngurah Suryana 263
36. Pemodelan Fungsi Terpadu yang Diterapkan pada Multi-Gripper Fingers dengan
Metode Vacuum-Suction, W. Widhiada 271
37. Proses Perancangan Ulang pada Alat Penghemat Bahan Bakar Kendaraan Roda
Dua Berkapasitas 115cc Menggunakan Metode DFM, Aschandar Ad Hariadi,
Bimo Pratama, Gede Eka Lesmana, Yohannes Dewanto 280
38. Karakteristik Kekerasan Permukaan Baja Karbon Rendah Dengan Perlakuan
Boronisasi Padat, Erwin Siahaan 297
39. Analisis Kekasaran Permukaan pada Proses Pembubutan Baja AISI 4340
Menggunakan Mata Pahat Ceramic dan Carbide, Rosehan, Sobron Lubis, Adiyan
Wiradhika 309
40. Perancangan Turbin Air Helik (Helical Turbine) untuk Sistem PLTMH Guna
Memanfaatkan Energi Aliran Irigasi Way Tebu di Desa Banjar Agung Udik
Kabupaten Tanggamus, Jorfri B. Sinaga 315
41. Analisa Performansi Tungku Pembakaran Biomassa dari Limbah Kelapa Sawit,
Barlin, Heriansyah 324
42. Pengaruh Variable Kecepatan Angin terhadap Turbin Angin Horizontal Aksial
dengan Profil Airfoil Blade Sesuai Standar NACA 2418, Abraham Markus
Martinus, Abrar Riza, Steven Darmawan 332
43. Program Perancangan Karakteristik Daya Turbin Angin Tipe Horizontal dengan
Variasi Sudut Serang, Darwin Andreas, Abrar Riza, I Made Kartika D. 340
44. Optimasi Bentuk Rangka dengan Menggunakan Prestress pada Prototipe
Kendaraan Listrik, Didi Widya Utama, William Denny Chandra, R. Danardono
A.S. 346
45. Desain Reaktor Co-Gasifikasi Fluidized Bed untuk Bahan Bakar Limbah Sampah,
Biomasa dan Batubara, I N. Suprapta Winaya, Rukmi Sari Hartati, I Putu
Lokantara, I GAN Subawa 354
46. Pembuatan Model Aliran Arus Laut Penggerak Turbin, I Gusti Bagus Wijaya
Kusuma 363
Bidang Teknik Industri
1. Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Keberhasilan Usaha Industri Kecil
Sukses, Aam Amaningsih Jumhur 371
2. Pengembangan Structural Equation Modeling untuk Pengukuran Kualitas,
Kepuasan, dan Loyalitas Layanan Travel X, Ardriansyah Taufik Krisyandra 379
3. Kajian Tarif Angkutan Umum Terkait dengan Kebijakan Pemerintah dalam
Penetapan Harga Bahan Bakar Minyak Secara Nasional, (Studi Kasus: Angkutan
Kota di Kota Bandung), Aviasti, Asep Nana Rukmana, Djamaludin 388
4. Peluang Efisiensi Energi Listrik Gedung Hotel X, Badaruddin 397
5. Analisis Jenis dan Jumlah Kendaraan Terhadap Tingkat Kebisingan di Kawasan
Perkantoran di Kota Denpasar, Cok Istri Putri Kusuma Kencanawati 403
6. Peningkatan Produktivitas pada Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin
Universitas Udayana Melalui Perancangan Sistem Pengukuran Kinerja yang
Terintegrasi, I Made Dwi Budiana Penindra 409
7. Analisa Perilaku Guling Kendaraan Truk Angkutan Barang (Studi Kasus pada
Jalur Denpasar-Gilimanuk), I Ketut Adi Atmika, I Made Gatot Karohika, Kadek
| viii
8. Pengukuran Kelayakan Beban Kerja pada Proses Palletizing di PT. XYZ dengan
Metode Perhitungan NIOSH, Felicia Wibowo, Helena J. Kristina 424
9. Peningkatan Kualitas Daya Listrik dan Penghematan Energi di Industri Tekstil
Menggunakan Filter Harmonisa, Hamzah Hilal 435
10. Analisa Kinerja Traksi Kendaraan Truk Muatan Berlebih (Studi Kasus: Pada Jalur
Denpasar-Gilimanuk), I Ketut Adi Atmika, I Made Gatot Karohika, I Kadek
Agus Dwi Adnyana 442
11. Analisa Kegagalan Produk Pengecoran Aluminium (Studi Kasus di CV. Nasa
Jaya Logam), Is Prima Nanda 450
12. Pemanfaatkan Energi Matahari untuk Tata Udara Ruangan dengan Dinding Lilin,
Isman Harianda 456
13. Usulan Penentuan Jumlah Tenaga Kerja dengan Penambahan Kebutuhan Lini
Konveyor dengan Analisa Transfer Line pada PT. Astra Komponen Indonesia,
Lina Gozali, Andres, Andrian Hartanto 464
14. Perencanaan Persediaan Bahan-Bahan Baku PFG 120 pada PT XYZ, Mellisa
Handryani Christine, Laurence 472
15. Penilaian Kinerja Suatu Perusahaan dengan Kriteria Malcolm Baldrige, Syahida
Nurul Haq, Aam Amaningsih Jumhur 481
16. Potensi Risiko Kelelahan Pengemudi Travel Jakarta-Bandung Berdasarkan
Lamanya Waktu Kerja dan Usulan Penanggulangannya, Rida Zuraida, Nike
Septivani 486
17. Peningkatan Kualitas Produksi Karung Plastik Bermerk pada PT. XYZ
Menggunakan Metode DMAIC, Samuel Cahya Saputra, Yuliana 493
18. Pengembangan Model Pengukuran dan Pengevaluasian Jam Tangan Pria dan
Kemasannya dengan Mempertimbangkan Faktor Emosi Konsumen Berdasarkan
Konsep Kansei Engineering, Tommy Hilman, Bagus Arthaya dan Johanna
Renny Octavia Hariandja 502
19. Rancang Bangun Alat Proses Penggorengan Kemplang (Kerupuk) dengan Bahan
Bakar Gas Elpiji untuk Industri Rumahan di Pedesaan Pulau Bangka, Zulfan Yus
Andi, Dhanni Tri Andini Setyaning, Wenny Azela, Isfarina, Rismandika 511
20. Logistik Bencana Berbasis SCM Komersial: Pembelajaran dari Erupsi Gunung
Merapi 2010, Adrianus Ardya Patriatama dan Agustinus Gatot Bintoro 520
21. Usulan Peningkatkan Kualitas Produksi PIN Di PT. X, Lithrone Laricha
Salomon, Moree Wibowo, Andres 528
22. Identifikasi Variabel-Variabel yang Mempengaruhi Minat Konsumen dalam
Pembelian Produk Handphone Samsung dengan Menggunakan Structural
Equation Modeling, Hendang Setyo Rukmi, Hari Adianto, Martin 536
23. Aplikasi Metode Service Quality (Servqual) untuk Peningkatan Kualitas
Pelayanan Kawasan Wisata Kawah Putih Perum Perhutani Unit III Jawa Barat dan
Banten, Hendang Setyo Rukmi, Ambar Hasrsono, Sesar Triwibowo 545
24. Pemilihan Tempat Konferensi Nasional dengan Menggunakan Metode Analytical
Hierarchy Process, Hendang Setyo Rukmi, Hari Adianto, Muhammad Reza
Utama 555
25. Multidisciplinary Research: Perspectives from Industrial and Systems
Engineering, Strategic Management and Psychology, Khristian Edi Nugroho
Soebandrija 564
26. Optimasi Penentuan Kapasitas Produksi dengan Menggunakan Metode Simplek
| ix
27. Pengembangan Model Sistem Produksi Industri Kecil dan Menengah yang Berada
dalam Lingkungan Just in Time, Slamet Setio Wigati dan Agustinus Gatot
Bintoro 578
28. Analisa Efektifitas Modifikasi Filter Oli pada Compressor Atlas Copco dengan
Overall Equipment Effectiveness di PT. GTU, Silvi Ariyanti, Yusup Hardiana 588
29. Usulan Peningkatan Produktifitas Melalui Perbaikan Stasiun Kerja dan Metode
Kerja (Studi Kasus: di PT. X), I Wayan Sukania, Nofi Erni, Handika 598
30. Pengurangan Penumpukan Produk Pada Stasiun Kerja Dengan Menggunakan
Analisis Sistem Antrian di PT. KMM, Ahmad 604
31. Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan Terhadap Layanan di Bengkel XYZ
| x
PANITIA SEMINAR NASIONAL MESIN DAN INDUSTRI (SNMI8) 2013
Pelindung : Rektor Universitas Tarumanagara, Prof. Dr. Ir. Roesdiman S.
Penasehat : Dekan Fakultas Teknik, Dr. Agustinus Purna Irawan, ST., MT
Penanggung jawab : Ketua Jurusan Teknik Mesin, Harto Tanujaya, ST., MT., Ph.D.
Panitia Pengarah:
Ketua : Prof. Dr. Ir. Eddy S. Siradj, M.Sc
Anggota : a. Prof. Dr. Ir. I Made Kartika D., Dipl.Ing
b. Prof. Dr. Ir. Bambang Suryawan, MT c. Prof. Dr. Ir. T. Yuri M. Zagloel d. Prof. Dr. Ir. Dahmir Dahlan
Panitia Pelaksana:
Ketua Wakil Ketua
: Wilson Kosasih, ST., MT Didi Widya Utama, ST., MT
Sekretariat : 1. I Wayan Sukania, ST., MT (Koordinator)
2. Farida Ariyanti, SE
Bendahara : 1. Ir. Sofyan Djamil, M.Si. (Koordinator)
2. Lithrone Laricha S., ST., MT
Seksi Publikasi & Sponsor : 1. Ir. Erwin Siahaan, M.Si (Koordinator)
2. Agus Halim, ST., MT
3. Lina Gozali, ST., MM
Seksi Makalah : 1. Dr. Abrar Riza, ST., MT (Koordinator)
2. Dr. Sobron Yamin Lubis
3. Harto Tanujaya, ST., MT., Ph.D.
4. Dr. Agustinus Purna Irawan, ST., MT
5. Dr. Lamto Widodo, ST., MT
6. Ir. Sofyan Djamil, M.Si
7. Dr. Adianto, M.Sc
8. Ir. Rosehan, MT
9. Endro Wahyono
Seksi Acara & Dokumentasi : 1. Ahmad ST., MT (Koordinator)
2. Marsudi
3. Mahasiswa
Seksi Perlengkapan : 1. Steven Darmawan, ST., MT (Koordinator)
2. Budi Herman
3. Siswanto
4. Kusno Aminoto
5. Heryanto
6. Herman
Seksi Konsumsi : 1. Sulastini, SE (Koordinator)
2. Karyati, SE
Seksi Penerima Tamu : 1. Lithrone Laricha S., ST., MT (koordinator)
2. Mahasiswi (4 orang)
Seksi Keamanan : 1. Desnata Hambali, ST., MT (Koordinator)
2. Agun Gunawan
3. Bachrudin
TI-26 | 528
USULAN PENINGKATKAN KUALITAS PRODUKSI PIN DI PT. X
Lithrone Laricha Salomon, Moree Wibowo, Andres
Program Studi Teknik Industri, Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara
e-mail: [email protected] Abstrak
PT. X merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur yang menghasilkan produk pin. Target produksi tiap bulan tidak pernah tercapai karena tingginya tingkat kegagalan produksi yang disebabkan oleh banyak hal. Berdasarkan data yang ada dapat dibuat peta kendali NP, diagram sebab akibat, dan diagram pareto. Analisis masalah yang terjadi dilakukan menggunakan metode FMEA. Terdapat dua jenis cacat produksi pin di PT. X yaitu cacat dimensi dan visual. Berdasarkan analisis menggunakan metode FMEA diperoleh RPN sebesar 168 pada proses penerimaan material yang mengakibatkan dimensi tidak sesuai spesifikasi yang dikehendaki, dan RPN sebesar 105 pada proses cutting yang mengakibatkan hasil potongan miring. Melihat berbagai masalah tersebut maka diberikan beberapa usulan untuk memperbaiki kualitas yang ada.
Kata kunci: peta kendali np, diagram sebab akibat, diagram pareto, FMEA, RPN.
PENDAHULUAN
PT. X merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang metal
manufacturing terutama produk pin. Sistem produksi di PT. X adalah job order, dimana
perusahaan akan memproduksi sesuai dengan permintaan dari customer. Ada beberapa
masalah yang terjadi di PT. X khususnya pada produk-produk yang ditolak oleh konsumen karena beberapa alasan yang diberikan oleh pihak konsumen seperti kesalahan ukuran produk yang diminta, cacat pada produk, sampai kesalahan dalam proses serta pemilihan material yang digunakan. Oleh karena itu perlu dicari penyebab utama kerusakan produk tersebut dan melakukan perbaikan di bagian penanganan kualitas produk pin tersebut. Perbaikan sangat penting dilakukan karena kondisi dan fakta di lapangan menggambarkan banyak sekali kekurangan-kekurangan kecil yang berdampak pada berkurangnya kualitas dan kuantitas produksi, yang seharusnya dapat diatasi dan tidak perlu terjadi. Sehingga diharapkan dengan dilakukannya perbaikan pada produksi pin, dapat meningkatkan kualitas produk secara keseluruhan yang berdampak pada meningkatnya order dari konsumen karena kepuasan yang terpenuhi serta meningkatkan pendapat dan omset PT. X dapat meningkat secara keseluruhan.
TINJAUAN PUSTAKA Kualitas
Istilah kualitas memiliki banyak sekali definisi. Berikut ini ada beberapa macam definisi kualitas menurut pendapat para ahli, yaitu:
1. Kualitas merupakan kesesuaian dengan kebutuhan pasar atau konsumen. Perusahaan
harus benar-benar dapat memahami apa yang dibutuhkan konsumen atas suatu produk yang akan dihasilkan (Deming 1982).
2. Kualitas ditentukan oleh pelanggan, dimana pelanggan menginginkan produk dan jasa
yang sesuai dengan kebutuhan dan harapannya pada suatu tingkat harga tertantu yang menunjukkan nilai produk tersebut (Scherkenbach 1991).
Control Chart
Suatu data yang menyajikan secara grafik keadaan produksi secara kronologi (jam per jam atau hari per hari). Jika kurva yang dihasilkan melampaui batas-batas yang ada,
TI-26 | 529 maka suatu perubahan atau penyesuaian proses produksi dianjurkan, Bahkan mungkin diperlukan suatu penyelidikan lebih mendalam. Peta-peta kontrol kendali digunakan untuk (Gasperz: 1998):
1. Menentukan apakah suatu proses berada dalam pengendalian statistikal. Dengan
demikian peta kendali digunakan untuk mencapai suatu keadaan terkendali statistikal,
dimana semua nilai berada dalam batas-batas pengendalian (control limits), oleh karena
itu variasi penyebab khusus menjadi tidak ada lagi dalam proses.
2. Memantau proses terus-menerus sepanjang waktu agar proses tetap stabil secara
statistikal dan hanya mengandung variasi penyebab umum.
3. Menentukan kemampuan proses (process capability). Setelah proses berada dalam
pengendalian statistikal, batas-batas dari variasi proses dapat ditentukan.
Berikut ini adalah langkah-langkah dalam membuat peta kendali p (proporsi unit cacat) yaitu:
1. Menghitung nilai proporsi cacat dalam setiap sampel, yaitu:
p =
2. Menghitung rata-rata dari p, yaitu ̅:
̅ =
3. Hitung batas kendali atas dan batas kendali bawah untuk peta kendali p:
UCL = ̅ + 3√ ̅ ( ̅) LCL = ̅ - 3√ ̅ ( ̅)
Lakukan plot data proporsi unit cacat dan lihat apakah ada data yang berada di luar batas kendali atau tidak.
Diagram Pareto
Diagram pareto merupakan alat bantu berupa diagram batang terurut berdasarkan data yang paling besar ke nilai data yang paling kecil. Data yang diplot kebanyakan merupakan data persentase kecacatan atau penyebab kecacatan tersebut.
Dengan diagram pareto dapat dilihat adanya faktor-faktor yang mempunyai dampak paling besar dalam proses, yang kemudian dapat memudahkan kita untuk menganalisa dan menemukan solusi yang paling tepat untuk sebuah permasalahan. Diagram pareto menggunakan prinsip pareto dengan aturan 80/20. Aturan 80/20 ini menyatakan bahwa 80% masalah datang dari 20% sumber masalah. Dengan demikian perhatian dapat dipusatkan pada sumber masalah yang sedikit visual yang justru menyebabkan sebagian besar masalah. Diagram pareto dapat sangat membantu dalam usaha mengidentifikasi penyebab-penyebab penting dari adanya produk cacat melalui suatu bentuk diagram tiap cacat produksi yang disusun berdasarkan tingkat keutamaannya.
Tingkat cacat yang paling tinggi digambarkan pada bagian kiri yang diikuti dengan jenis cacat yang lain (Montgomery 2009). Langkah-langkah utama dalam pembuatan suatu diagram pareto adalah sebagai berikut:
1. Menentukan metode yang akan digunakan untuk mengklarifikasikan data, berdasarkan
jenis permasalahan.
2. Menetapkan parameter yang akan digunakan untuk membuat urutan dari karakteristik.
3. Mengumpulkan data dalam interval waktu yang sesuai.
4. Menjumlahkan data kemudian mengurutkannya dari yang terbesar hingga yang terkecil.
5. Menghitung persentase kumulatif.
6. Membuat diagram pareto dan mencari karakteristik data yang mempunyai nilai
TI-26 | 530
Diagram sebab akibat
Diagram sebab akibat pertama kali diperkenalkan oleh Prof. Kaoru Ishikawa dari Universitas Tokyo pada tahun 1953 sehingga disebut juga sebagai diagram Ishikawa. Diagram sebab akibat adalah diagram yang menunjukkan hubungan antara sebab dan akibat. Berkaitan dengan pengendalian proses secara statistik, diagram sebab akibat dipergunakan untuk menunjukkan faktor-faktor penyebab (sebab) dan karakteristik kualitas (akibat) yang disebabkan oleh faktor-faktor penyebab tersebut. Diagram sebab akibat juga sering disebut sebagai diagram tulang ikan (fishbone diagram) karena bentuknya yang seperti kerangka ikan.
Dengan adanya diagram tulang ikan ini maka dapat memudahkan untuk mengetahui penyebab suatu masalah secara terorganisasi. Hal ini juga dapat memudahkan kita untuk mencari atau memberikan solusi dari permasahan tersebut. Diagram tulang ikan ini juga dapat memudahkan dalam menganalisa permasalahan yang ada. Sebab-sebab yang
ada dikelompokkan menjadi beberapa sebab utama, yaitu: material, pekerja (man), metode
kerja (method), mesin (machine), dan lingkungan (environtment). Brainstorming
dibutuhkan untuk dapat menyusun diagram tulang ikan ini (Gaspersz, 2007).
Langkah-langkah yang digunakan dalam pembuatan diagram tulang ikan atau fishbone
diagram untuk mengidentifikasi sebab-sebab dari suatu masalah adalah sebagai berikut:
1. Menentukan karakteristik mutu yang akan diperbaiki.
2. Memilih satu karakteristik mutu dan menulisnya pada sebuah kotak disebelah kanan lembar kertas, kemudian memberi gambar tulang ke belakang. Sebab-sebab utama (material, man, machine, method, dan environment) yang mempengaruhi karakteristik mutu sebagai tulang yang besar dituliskan pada tulang-tulang besar.
3. Menulis sebab-sebab kedua yang mempengaruhi tulang besar (sebab utama) sebagai
tulang ukuran sedang, dan tulis sebab-sebab ketiga pada tulang ukuran sedang sebagai tulang ukuran paling kecil.
4. Mencatat informasi yang diperlukan.
5. Memeriksa kembali apakah semua item yang mungkin telah menyebabkan
penyimpangan telah tercantum dalam diagram. Bila semua telah tercantum dan hubungan sebab akibat juga sudah tergambar dengan tepat, maka diagram tersebut telah lengkap.
FMEA
FMEA digunakan untuk mengidentifikasi sumber-sumber dan akar penyebab dari suatu masalah kualitas. FMEA adalah suatu prosedur terstruktur untuk mengidentifikasi
dan mencegah sebanyak mungkin mode kegagalan (failure mode). Suatu mode kegagalan
adalah apa saja yang termasuk dalam kecacatan, kondisi diluar spesifikasi yang ditetapkan, atau perubahan dalam produk yang menyebabkan terganggunya fungsi dari produk. FMEA ini dipergunakan untuk mengidentifikasi dan menganalisa potensi kegagalan yang mempunyai tujuan untuk menentukan tingkat resiko dari setiap jenis kegagalan.
Hal ini dilakukan untuk menentukan apakah perlu diambil suatu tindakan perbaikan atau tidak. Selain itu metode FMEA digunakan untuk menekan kerugian yang timbul karena kegagalan proses produksi maupun kegagalan produk sewaku digunakan oleh konsumen. Hal tersebut dapat diketahui dengan mengidentifikasi kegagalan yang mungkin terjadi, memberi skala prioritas dari setiap jenis kegagalan, dan melakukan tindakan perbaikan (Gaspersz, 2007). Langkah-langkah dalam pembuatan FMEA adalah sebagai berikut:
1. Menentukan jenis cacat yang terdapat pada suatu produk.
2. Menentukan efek yang ditimbulkan dari jenis cacat tersebut.
3. Menentukan nilai severity. Severity (S) merupakan tingkat bahaya atau kerugian yang
timbul. Nilai ini diberikan range antara 1 hingga 10. Nilai tertinggi berarti kegagalan yang terjadi dapat membahayakan.
TI-26 | 531
4. Mencari penyebab dari jenis cacat tersebut.
5. Menentukan nilai occurences. Occurences (O) merupakan seberapa sering kegagalan
yang akan terjadi. Nilai dari occurences juga ditentukan dari range antara 1 hingga 10. Nilai tertinggi berarti frekuensi kegagalan adalah sering terjadi.
6. Mengidentifikasi sistem pengendalian yang sudah ada.
7. Menentukan nilai detection. Detection (D) merupakan kemampuan sistem mendeteksi
terjadinya kegagalan. Nilai ini juga ditentukan dari range antara 1 hingga 10. Nilai tertinggi berarti sistem memiliki kemampuan mendeteksi kegagalan yang tinggi.
8. Menghitung nilai Risk Priority Number (RPN)
RPN = S x O x D … (Persamaan 2.5)
9. Menentukan tindakan perbaikan untuk mengurangi jenis cacat tersebut.
Severity merupakan perkiraan seberapa serius pengaruh yang terjadi pada suatu kegagalan. Besar dari pengaruh tersebut ditentukan berdasarkan nilai dari 1 sampai 10. Nilai 1 menunjukkan bahwa tidak memiliki pengaruh jika terjadi kegagalan, sedangkan nilai 10 menunjukkan bahwa terjadi sesuatu yang dapat membahayakan apabila terjadi kegagalan tersebut.
METODOLOGI PENELITIAN
Metodologi penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 1.
PENGUMPULAN DATA
Data Primer:
· Proses Produksi
· Jenis kerusakan produk
· Penyebab kegagalan produk
Data Sekunderr:
· Gambaran Umum perusahaan
· Sistem produksi
· Data produksi dan gagal produksi
PENGOLAHAN DATA Peta kendali NP Diagram Pareto Diagram Sebab Akibat
Tabel FMEA
USULAN PERBAIKAN DAN KESIMPULAN
SELESAI START
STUDI PUSTAKA LAPANGANSTUDI
TUJUAN PENELITIAN PEMBATASAN MASALAH IDENTIFIKASI MASALAH PENDAHULUAN
TI-26 | 532
PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
Data produksi dan kegagalan produksi yang diperoleh dari perusahaan adalah periode Desember 2012-Maret 2013. Data produksi pin dan analisa diagram NP chart dan diagram pareto dapat dilihat pada gambar 2,3, dan 4.
Gambar 2. Data Produksi Pin Bulan Desember 2012 sampai Mei 2013
Gambar 3. Peta Kendali NP Proporsi Cacat PT. X
Gambar 4. Diagram Pareto Produk Cacat Pin PT. X
Setelah diketahui jenis cacat terbesar produk pin ini maka dapat dilakukan analisa penyebab cacat tersebut dengan menggunakan diagram sebab akibat yang dapat dilihat pada Gambar 5, dan Gambar 6. Kemudian dilanjutkan dengan analisis menggunakan metode FMEA. Untuk metode FMEA dilakukan perhitungan sehingga didapat RPN, kemudian dapat diketahui penyebab-penyebab kerusakan produk pin. Tabel RPN produk pin dapat dilihat pada Tabel 1.
Gambar 5. Diagram SebabAkibat Cacat Dimensi
128 116 97 587 109 473 9 5 3 17 13 26 0 200 400 600 800
Desember Januari Febuari Maret April Mei
Produksi Reject 9 5 3 17 13 26 20,232 4,097 12,165 0 5 10 15 20 25 30
Desember Januari Febuari Maret April Mei
Reject UCL LCL CL 50 23 0 68.5% 100% 100% 0 50 100
Dimensi Visual Drawing
Jumlah Cacat
Persentase Kumulatif
TI-26 | 533 Gambar 6. Diagram Sebab Akibat Cacat Visual
Berdasarkan penempatan urutan RPN yang dapat dilihat pada Tabel 1 diketahui secara garis besar bahwa akibat dari kegagalan yang paling besar dikarenakan oleh permasalahan material dan kemampuan operator dalam melakukan proses produksi. Berikut adalah inti dari permasalahan produksi pin berdasarkan analisa yang telah dilakukan, yaitu:
1. Terdapat material yang tidak sesuai spesifikasi dari supplier, serta ada material gagal yang diteruskan untuk produksi sehingga menjadi produk gagal.
2. Setting pemotongan pada proses cutting tidak benar sehingga panjang produk menjadi minus dan bervariasi, serta setting pada proses mesin bubut sehingga proses bubut sendiri memakan waktu yang cukup lama dalam memproses produk.
3. Tidak ada SOP sehingga operator kesulitan mengerjakan produk.
4. Operator kurang keahlian dalam menangani proses heat treatment.
5. Material yang rusak akibat penanganan proses produksi yang kurang baik dari operator.
6. Material yang selesai diproses menjadi produk akhir namun dengan dimensi yang
bervariasi dan kondisi visual yang bervariasi, sehingga diperlukan perbaikan maupun produksi ulang.
7. Alat ukur yang tidak sama antara alat ukur yang ada di divisi quality control dengan alat ukur yang digunakan operator.
TI-26 | 534
KESIMPULAN
Dari penelitian yang dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan dan beberapa usulan sebagai berikut:
1. Jenis kerusakan produk pin adalah kerusakan jenis dimensi dan visual.
Berikut ini adalah spesifikasi dimensi yang dijadikan standar produk, apabila melewati toleransi maka produk dinyatakan gagal.
- 175 ±1.5 untuk standar panjang produk.
- Ø 44.50 ±0.25 untuk standar diameter bubut.
- RKW C30 - C57 untuk standar heat treatment.
- Ø 44.1 ±0.05 untuk standar diameter surface grinding.
2. Penyebab kerusakan disebabkan oleh faktor operator perusahaan, setting mesin, dan pemilihan material berdasarkan biaya yang dikeluarkan.
3. Usulan teknis yang dapat diberikan untuk mengurangi tingkat kegagalan produksi pin
adalah merekomendasikan pallet dengan ukuran 90 cm x 45 cm x 100 cm seperti dapat dilihat pada Gambar 7, penyamaan alat ukur untuk semua operator dan staff divisi
quality control dengan digital caliper yang mempunyai kepresisian sebanyak 4 digit (dapat dilihat pada Gambar 8).
Gambar 7. Bentuk Pallet yang Direkomendasikan
Gambar 8. Digital Calliper yang Direkomendasikan
DAFTAR PUSTAKA
1. Company, F. M. (1992). Potensial Failure Mode and Effect Analysis:
System-Design-Process. United States.
2. D.H, S. (1995). Failure Mode And Effect Analysis: FMEA From Theory To Execution.
United States: ASQC.
3. D.W, A. (1999). Manajemen Kualitas. Yogyakarta: Universitas AtmaJaya.
4. Deming, w. E. (2000). Out Of The Crisis. United States: MIT-CAES.
5. Gasperz, V. (2002). Pedoman Implementasi Program Six Sigma. Jakarta: PT.
Gramedia Pustaka Utama.
6. K.S, K. (2006). A First Course In Quality Engineering: Integrating Statistical & Management Methods Of Quality. United States: Pearson Education, Inc.
TI-26 | 535
7. Montgomery, D. C. (2001). Introduction to Statistical Quality control. Singapore: John
Wiler & Son PTE Ltd.
8. Purnomo, H. (2004). Pengantar Teknik Industri. Yogyakarta: Graha Ilmu.
9. Pyzdek, T. (2001). The Six Sigma Handbook. United States: McGraw-Hill.
10.Scherkenbach, W. W. (1991). Demings Road To Continual Improvement. United
States: SPC Press.