Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Melalui Kepuasan Kerja (Studi Kasus Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung)
Teks penuh
(2) 43004.pdf. ABSTRACT THE INFLUENCE OF ORGANIZATIONAL CULTURE OF EMPLOYEE PERFORMANCE THROUGH JOB SATISFACTION (A Case Study of Regional Development Planning and Environment Agency ofTana Tidung Regency). Halijah [email protected] Graduate Program Open Univesity Organizational performance depends on individual performance. An important factor which determines employee performance and organization's ability to adapt with environmental changes is organizational culture. Beside organizational culture, performance is also influence by job satisfuction. The purpose of this study was to test and analyze: (I) the influence of organizational culture on performance of employees of Regional Development Planning and Environment Agency of Tana Tidung Regency, North Kalimantan, (2) the influence of organizational culture on job satisfuction of employees of Regional Development Planning and Environment Agency ofTana Tidung Regency, North Kalimantan, (3) the influence of job satisfaction on the performance of employees of Regional Development Planning and Environment Agency of Tana Tidung Regency, North Kalimantan, and (4) the indirect influence of organizational culture on performance through the job satisfaction of employees of Regional Development Planning and Environment Agency ofTana Tidung Regency, North Kalimantan. This study was an explanatory research. The population in this study was all employees of Regional Development Planning and Environment Agency of Tana Tidung Regency, North Kalimantan. Total sample in this study was 41 people. Tite sampling technique was purposive sampling. Data collection used questionnaire distribution. Data analysis in this study used causal step strategy with Baron and Kenny's method (1986). The research result showed that (I) organizational culture had a significant influence on the performance of employees of Regional Development Planning and Environment Agency ofTana Tidtmg Regency, North Kalimantan, (2) organizational culture had a significant influence on the job satisfaction of employees of Regional Development Plaillling and Environment Agency of Tana Tidung Regency, North Kalimantan, (3) job satisfaction had a significant influence on the performance of employees Regional Development Planning and Environment Agency ofTana Tidung Regency, North Kalimantan, and (4) organizational culture had a significant influence on the performance of employees of Regional Development Planning and Environment Agency ofTana Tidung Regency, North Kalimantan. Keywords: performance, job satisfaction, organizational culture I. II.
(3) 43004.pdf. ABSTRAK PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI MELALID KEPUASAN KERJA (Studi Kasus Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung). Halijah [email protected]. Program Pasca Srujana Universitas Terbuka. Kinelja organisasi tergantung dari kinerja iudividu. Faktor pentiug yang menentukan kinelja pegawai dan kemampuan organisasi beradaptasi dengan perubahan liugkungan adalah budaya organisasi. Selain budaya organisasi, kinelja juga dipengaruhi oleh kepuasan kelja. Tujuan penelitian iui adalah untuk menguji dan menganalisis: (I) pengaruh budaya organisasi terhadap kinelja pegawai Bappeda dan Liugkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara, (2) pengaruh budaya organisasi terhadap kepuasan kelja pegawai Bappeda dan Liugkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara, (3) pengaruh kepuasan kelja terhadap kinelja pegawai Bappeda dan Liugkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara, dan (4) pengaruh budaya organisasi secara tidak Iangsung berpengaruh terhadap kiuelja melalui kepuasan kelja pegawai Bappeda dan Liugkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara. Penelitian ini bersifat penelitian penjelasan (explanatory research). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 41 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Pengtunpulan data dilakukan melali penyebaran kuesioner. Analisis data pada penelitian iui menggtmakan strategi causal step dengan metode Baron dan Keuny (1986). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (2) budaya organisasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinelja pegawai Bappeda dan Liugkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara, (2) budaya organisasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kelja pegawai Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara, (3) kepuasan kelja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinelja pegawai Bappeda dan Liugkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara, dan (4) budaya organisasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinelja pegawai Bappeda dan Liugkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara.. Kala Kunci: kinelja, kepuasan kelja, budaya organisasi. lll.
(4) 43004.pdf. UNIVERSITAS TERBUKA PROGRAM PASCASARJANA PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN. PERNYATAAN. TAPM yang beijudul Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kineija Pegawai Melalui Kepuasan Keija (Studi Kasus Bappeda dan Lingktmgan Hidup Kabupaten Tana Tidung) adalab karya saya sendiri, dan seluruh sumber yang dikutip maupun rujukan telab saya nyatakan dengan benar Apabila dikemudian hari temyata ditemukan adanya penjiplakan (plagiat), maka saya bersedia rneneriinasanksiakadenrik. Tarakan,04 November 2016 Yang Menyatakan. NIM.500646711. IV.
(5) 43004.pdf. UNIVERSITAS TERBUKA PROG~PASCASAJUANA. PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN PENGESAHAN. Nama NIM Program Studi JudulTAPM. : Halijah : 500646711 : Magister Manajemen . : Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Melalui Kepuakn Kerja (Studi Kasus Bappeda dan LingkuDgan Hidup Kabupaten Tana Tidung) ! '. Telah dipertanggung jawahkan di hadapan Panitia Penguji Tugas Akhir Program Magister (TAPM) Program Studi Magister Manajemen Program Pascasarjana Universitas Terbuka pada: Harilfanggal Waktu Dan telah dinyatakan. : Jum'at/4 November 2016 : 09.00-11.15 Wite : LULUS PANITIA PENGUJI TAPM. Ketua Komisi Penguji Dr.Liestyodono Bawono Irianto,M.Si Penguji Ahli Dr.M.Riduan,SE.M.M. g (....................'?...................). Pembimbing 1 Dr.Chairy,M.M. ,.. Pembimbing II Dr. Sandra Sukmaning Adji,M.Ed.M.Pd. v. ==------. ( .......................................).
(6) 43004.pdf. PERSETUJUAN TAPM. JudulTAPM. : Pengaruh Budaya Organisasi Terlladap Kineija Pegawai. Melalui Kepuasan Keija (Studi Kasus Bappeda dan Liugkungan Hidup Kabupaten Tana Tiduug). Penyusuu TAPM NIM Program Studi Hariffanggal. : Halijab : 500646711 : Magister Manajemen : Jum'at/4 November 2016. .I. Menyetujui: Pembimbing II,. Pembimbing I,. aning Adji,M.ED.M.Pd. Pascasmjana. ,.. Mobamad Nasoha.SE.M.Sc NIP.197811112005011 001. vi.
(7) 43004.pdf. KATAPENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan pertolongan-Nya kepada penulis sehingga Tugas Akhir Program Magister (TAPM) ini dapat terselesaikan dengan baik. TAPM dengan judul "Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinelja Pegawai Melalui Kepuasan Kelja (Studi Kasus Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung)" ini merupakan kewajiban dan salah satu syarat untuk menyelesaikan studi Program Pasca Saljana Universitas Terbuka Jakarta. Penulis menyadari bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada:. 1. Bapak Dr.Chairy,M.M Selaku Pembimbing I dan Ibu Dr.Sandra Sukmaning Adji,M.Ed,M.Pd, selaku dosen pembimbing II dan Penuh Kesabaran yang telal1 meluangkan waktunya untuk memberikan araban dan bimbingan selama penyelesaian penyusunan TAPM ini. 2.. Ibu Suciati, M.Si, Ph.D, selakn Direktur Pascasarjana Universitas Terbuka Jakarta.. 3.. Bapak Mohanm1ad Nasoha,SE.M.Sc selaku Ketua Bidang Ilmu!Program Magister Manajemen.. 4.. Bapak Drs.H.Undunsyah,M.Si,MH dan Bapak Markus Selakn Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tana Tidung, yang telal1 memberikan kesempatan kepada penulis untuk melanjutkan studi pada Program Studi Manager Managemen Universitas Terbuka.. 5.. Bapak Drs.M.YusufBadrun,M.AP Selakn Skretaris Daerah Kabupaten Tana Tidung yang memberikan izin kepada penulis untuk melanjutkan studi pada program studi Magister Manajemen Universitas Terbuka.. 6.. Bapak Kepala Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung. 7.. Bapak dan Ibu Dosen selaku pengajar Universitas Terbuka yang telah banyak memberikan masukan terkait dengan penyustman TAPM. Vll.
(8) 43004.pdf. 8.. Bapak-bapak serta lbu-ibu Pengelola Universitas Terbuka UPBJJ Samarinda Kalimantan Timur dan semua pibak yang belum bisa disebutkan namanya satu per satu.. 9.. Ternan-ternan mahasiswa Program Pasca Sarjana Universitas Terbuka Jakarta yang telah memberikan dukungan dalam penulisan TAPM ini.. 10. Kepada seluruh keluarga yang tercinta yang senantiasa memberikan dukungan dan doa pada setiap kesempatan. Ucapan terima kasib juga saya sampaikan kepada semua pibak yang tidak mungkin saya sebutkan satu demi satu, yang telah banyak memberikan bantuan dan dukungan selama penyusunan disertasi ini. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melimpabkan rahmat-Nya kepada kita semua. Penulis berharap semoga disertasi ini dapat bermanfaat bagi penulis kbususnya dan pembaca pada umumnya.. Tarakan, 4 November 2016 Penulis. VIII.
(9) 43004.pdf. RIWAYATHIDUP. Nama. : Halijah. NIM. : 500646711. Program Studi. : Magister Manajemen. Tempat dan Tanggal Lahir : Tarakan/ 10 Agustus 1975 Riwayat Pendidikan. : SDN 003 Tarakan Lulus Tahun 1988 MTS Handayani Tarakan Lulus Tahun 1991 SMA Hang Tuah Tarakan Lulus Tahun 1994 S 1 STIE Tarakan Lulus Tahun 2007. Riwayat Pekeijaan. : CPNS Bappeda Kabupaten Tana Tidung Tahun 2010 s/d 2011 : StafPelaksana Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Tahun 2011 s/d 2014 : Pj.Kaubbid.Pengawasan dan Penegakan Hukmn Bappeda dan Lingkungan Hidup Tahun 2015. Alamat Email. : [email protected]. Telp.. : 082298283399. Tarakan 04 November 2016. NIM. 500646711. IX.
(10) 43004.pdf. DAFfARISI. Judul.................................................................................................................. I. Abstract............................................................................................................. n. Abstrak. ... ..... ... .... ... .... ... .. ........... .. ... ..... .. ... ...... ... ..... .... .... ..... ........... .... ........ ...... III. Lembar Pemyataan Bebas Plagiasi ................................................................... IV. Lembar Pengesahan ................ .......................................................................... v. Lembar Persetujuan TAPM .............................................................................. VI. Kata Pengantar .................................................................................................. VIII. Riwayat Hidup .................................................................................................. IX. Daftar lsi ... ...... .. ...... ... ......... ... . ........ .......... ... ... ................. .. ..... .. .. ..... .... ... ...... .. .. XI. Daftar Tabel.................... .................................................................................. xiii. Daftar Gambar .................................................................................................. XIV. Daftar Lampiran ······························································································.. XV. BAB I. BABII. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah .. .... ..... ........ ... ..... ........... ..... .. ..... ... I. I.2. Rumusan Masalah ............................................................... 4. I.3. Tujuan Penelitian ................................................................ 5. 1.4. Manfaat Peneiitian .............................................................. 5. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Landasan Teori .................................................................. 7. 2.1.1. Budaya Organisasi . ....... .. .. ..... ... .... ............. ... ... ....... 7. 2.1.2. Kepuasan Kerja....................................................... I0. X.
(11) 43004.pdf. BAB III. BAB IV. 2.1.3. Kineija Pegawai ..................................................... 14. 2.1.5. Hubungan antar Variabel........................................ 25. 2.2.. Penelitian terdabulu............................................................ 29. 2.3. Kerangka Konseptual....... .................................................. 33. 2.4. Hipotesis............................................................................. 33. METODE PENELlTIAN 3.1. Rancangan Penelitian.......................................................... 35. 3.2. Variabel Penelitian.............................................................. 36. 3.3. Subjek Penelitian ................................................................ 37. 3.4. Instrumen Penelitian dan Desain Kuesioner ..... ........ .......... 37. 3.5. Lokasi dan Waktu Penelitian .............................................. 38. 3.6. Prosedur Pengambilan dan Pengumpulan Data.................. 39. 3.7. Uji Kualitas Data................................................................. 40. 3.8. Teknik Analisis Data.......................................................... 43. HASIL PENELlTIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Gambaran Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung..................................................... 47. Hasil Penelitian................................................................... 51. 4.2.1. Karakteritik Responden .......................................... 51. 4.2.2 Deskripsi Variabel Pene1itian ................................. 53. 4.3. Analisis Data....................................................................... 59. 4.4. Pembabasan......................................................................... 73. 4.2. XI.
(12) 43004.pdf. 4.4.1. Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kinelja Pegawai .................................................................. 4.4.2. Pengaruh Budaya Organisasi temadap Kepuasan Kelja....................................................................... 4.4.3. BAB V. 75. 78. Pengaruh Kepuasan Kelja terhadap Kinelja Pegawai .................................................................. 80. 5.I. Kesimpulan ... .. ..... ........ .. .. ......... .......... ..... ... ....... ...... ........ .. 83. 5.2. Saran. 84. PENUTUP. DAFTARPUSTAKA. xii.
(13) 43004.pdf. DAFTAR TABEL. Tabel3.1. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas................................................ 42. Tabel 4.1. Karakteristik Responden Penelitian ............................................... 52. Tabel 4.2 Rentang Skala................................................................................. 53. Tabel4.3 Tanggapan Responden terbadap Variabel Budaya Organisasi ...... 54. Tabe14.4 Tanggapan Responden terbadap Variabe1 Kepuasan Keija........... 56. Tabel4.5 Tanggapan Responden terhadap Variabel Kineija Pegawai .......... 58. Tabel4.6 Budaya Organisasi Mempengaruhi Kepuasan Keija ..................... 60. Tabel4.7 Analisis Jalur Budaya Organisasi Terhadap Kepuasan Keija........ 60. Tabel4.8 Budaya Organisasi dan Kepuasan Keija Mempengaruhi Kinerja.. 61. Tabe14.9 Hasil UjiF ANOVA...................................................................... 61. Tabel4.10 Hasil Uji Analisis Jalur Variabel Budaya Organisasi dan Kepuasan Keija Terhadap Kineija................................................. 62. Tabel4.11 Pengamh antara Budaya Organisasi terhadap Kinelja Pegawai .... 69. Tabel4.12. Pengarnh antara Budaya Organisasi terhadap Kepuasan Kelja..... 70. Tabel4.13. Pengarnh antara Kepnasan Kelja terhadap Kinelja Pegawai ......... 70. Tabel 4.14. Pengarnh antara Budaya Organisasi dan Kepuasan Keija terhadap Kinelja Pegawai .................................................... .......... 71. Tabel4.15. Ringkasan Hasil Uji Regresi.......................................................... 72. xiii.
(14) 43004.pdf. DAFTAR GAMBAR. Gambar 2.1. Kerangka Pemikiran Teoritis ....................................................... 33. Gambar 3.1 Rancangan Penelitian................................................................... 35. Gambar 3.2. Model Regresi dengan Mediator.................................................. 43. Gambar 4.1 Hasil Analisis Regresi .. ..... .... .. ..... ... ........ .......... ........ ... ..... ... ....... 72. XIV.
(15) 43004.pdf. DAFTAR LAMPIRAN. Lampiran 1. Kuesioner Penelitian. Lampiran 2. Data Sampel Uji Coba. Lampiran 3. Hasil Uji V aliditas dan Reliabilitas. Lampiran4. Data Penelitian. Lampiran 5. Karakteristik Responden Penelitian. Lampiran 6. Frekuensi Jawaban Responden. Lampiran 7. Structural Model Specification. XV.
(16) 43004.pdf.
(17) 43004.pdf.
(18) 43004.pdf.
(19) 43004.pdf.
(20) 43004.pdf.
(21) 43004.pdf.
(22) 43004.pdf.
(23) 43004.pdf.
(24) 43004.pdf.
(25) 43004.pdf.
(26) 43004.pdf.
(27) 43004.pdf.
(28) 43004.pdf.
(29) 43004.pdf.
(30) 43004.pdf.
(31) 43004.pdf.
(32) 43004.pdf.
(33) 43004.pdf.
(34) 43004.pdf.
(35) 43004.pdf.
(36) 43004.pdf.
(37) 43004.pdf.
(38) 43004.pdf.
(39) 43004.pdf.
(40) 43004.pdf.
(41) 43004.pdf.
(42) 43004.pdf.
(43) 43004.pdf.
(44) 43004.pdf.
(45) 43004.pdf.
(46) 43004.pdf.
(47) 43004.pdf.
(48) 43004.pdf.
(49) 43004.pdf.
(50) 43004.pdf.
(51) 43004.pdf.
(52) 43004.pdf.
(53) 43004.pdf.
(54) 43004.pdf.
(55) 43004.pdf.
(56) 43004.pdf.
(57) 43004.pdf.
(58) 43004.pdf. BABIV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 4.1. Gambaran Bappenda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara. Bappeda dan LH merupakan unsur pelaksana Pemerintah Kabupaten Tana Tidung di bidang perencanaan pembangunan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati Tana Tidung. Tugas pokok dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung adalah Membantu Bupati melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang perencanaan pembangunan dan statistik daerah serta pengendalian dampak lingkungan. Untuk penyelenggaraan tugas pokoknya, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung mempunyai fungsi: 1.. Penunusan kebijakan teknis perencanaan pembangunan dan statistik daerah, pengendalian dampak lingkungan sesuai dengan rencana strategis yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah;. 2.. Pengkoordinasian penyusunan perencanaan pembangunan dan statistik daerah serta pengendalian dampak lingkungan;. 3.. Pembinaan dan pelaksanaan tugas perencanaan di bidang ekonomi;. 4.. Pembinaan dan pelaksanaan tugas perencanaan di bidang sosial budaya;. 5.. Pembinaan dan pelaksanaan tugas perencanaan di bidang prasarana dan pengembangan wilayah;. 47.
(59) 48. 43004.pdf. 6.. Pembinaan dan pelaksanaan tugas perencanaan di bidang pendataan, keljasama pembangunan,. 7.. Penelitian dan pengembangan;. 8.. Penyelenggaraan urusan kesekretariatan;. 9.. Pembinaan Kelompok Jabatan Fungsional;. 10. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan bidang t:ugas dan fungsinya. Dalam rangka penyelenggaraan Pemerintahan, Pembangunan dan Pelayanan. Masyarakat,. Badan. Perencanaan. Pembangtman. Daeral1. dan. Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung ditunjang dengan rincian Struktur Organisasi berdasarkan Peraturan Daerall Kabupaten Tana Tidung Nomor 08 Tahun 2012, sebagai berikut: I. Kepala Badan;. 2. Sekretariat, membawallkan : a. Sub Bagian Perencanaan Program dan Keuangan; dan b. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian. 3. Bidang Ekonomi dan Sosial Budaya, membawallkan : a. Sub Bidang Ekonomi; dan b. Sub Bidang Sosial Budaya. 4. Bidang Prasarana dan Pengembangan Wilayah, membawallkan : a. Sub Bidang Prasarana; dan b. Sub Bidang Pengembangan Wilayah..
(60) 49 43004.pdf. 5. Bidang Pendataan, KeJjasama Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan, membawabkan: a. Sub Bidang KeJjasama Pembangunan; dan b. Sub Bidang Pendataan, Penelitian, Pengembangan, dan Teknologi. 6. Bidang Pengawasan dan Pengendalian Lingkungan, membawabkan : a. Sub Bidang Pengkajian Doknmen Lingkungan; dan b. Sub Bidang Pengawasan dan Penegakan Huknm Lingkungan. 7. Bidang Pemantauan dan Pemuliban a. Sub Bidang Pemantauan dan Pengkajian Kualitas Lingkungan; dan b. Sub Bidang Pemuliban Kualitas Lingkungan 8 Kelompok Jabatan Fungsional. Dalam mengantisipasi tantangan ke depan menuju kondisi yang diinginkan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerab dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung sebagai organisasi yang berada dalamjajaran Pemerintab Kabupaten Tana Tidung perlu secara terns menems mengembangkan kekuatan dan meminimalkan kelemaban. dalam. rangka menangkap peluang dan. menghindari ancaman dengan membuat terobosan - terobosan baru. Perubaban tersebut harus disusun dalam tabapan yang terencana, konsisten dan berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan kineJja yang berorientasi pada pencapaian hasil atau manfaat. Seiring dengan perkembangan kebutul1an daerab, Pemerintab daerab Kabupaten Tana Tidtmg membuat kebijakan perubaban nomenklatur pada satuan keJja perangkat daerab pada tabun 2012, salab satunya Bappeda Kabupaten Tana.
(61) 50 43004.pdf. Tidung bergabung dengan Kantor Lingkungan Hidup dan menjadi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Lingkungan Hidup sesuai tnpoksi yang telah diatur dalam peraturan. Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Tana Tidung Nomor 08 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Keija lnspektorat, Bappeda dan Lingkungan Hidup, dan Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Tana Tidung, SKPD Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung telah dihapus dan digabung menjadi Bidang Lingkungan Hidup di Bappeda Kabupaten Tana Tidung. dengan adanya perubahan nomenklatur organisasi dan tata keija serta tnpoksi di Bappeda Kabupaten Tana Tidung, maka disusun dan direview kembali rencana strategis (Renstra) Bappeda dan Lingkungan Hidup selama masa 2 (dua) tahun pemerintahan terakbir agar visi misi, serta program kegiatan SKPD khususnya Bappeda dan Lingkungan Hidup dapat sikron dan sinergi dalam mewtijudkan visi misi RPJMD Kabupaten Tana Tidung. Sehubungan dengan itn Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidtmg hams mempunyai Visi sebagai cara pandang jauh ke depan tentang ke mana Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Tana Tidung akan diarahkan dan apa yang akan dicapai agar tetap eksis, antisipatif, dan inovatif. Sejalan dengan Visi Pemerintah Kabupaten Tana Tidung Tahun 20102015 "Mewujudkan Kabupaten Tana Tidung Sebagai Sentra Agroindustri, Pertanian dan Perikanan Berbasis Masyarakat". maka visi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Lingkungan Hidup Tahun 2010-2015 adalah.
(62) 51 43004.pdf. "Terwujudnya Sistem Perencanaan Pembangunan Kabupaten Tana Tidung yang terpadu dan terintegrasi". Sementara itu untuk mewujudkan dan mencapat visi yang telah ditetapkan BAPPEDA dan LH mempunyai misi sebagai berikut: 1. Melaksanakan Perencanaan Pembangunan yang berpartisipatif, sinergi, berkualitas dan akuntabel 2. Meningkatkan ketersediaan dan pengelolaan Data, Informasi, dokumen perencanaan, penelitian dan pengembangan yang Akurat untuk rencana Pembangunan. 3. Meningkatkan koordinasi perencanaan pembangunan lintas SKPD secara komprehensif dan terpadu. 4. Meningkatkan Kapasitas Smnber Daya Manusia dan penguatan kelembagaan perencanaan; 5. Mewujudkan pengelolaan Slllllber daya alam dan lingkungan hidup yang terintegrasi, guna mendukung tercapainya pembangunan berkelanjutan.. 4.2. Basil Penelitian. 4.2.1 Karakteritik Responden Deskripsi mengenai karakteristik responden menggunakan analisis univariat. Analisis univariat ini bertujuan untuk mengetahui jllllllah dan persentase dari karakteristik responden. Data karakteritik responden meliputi usia, jeuis kelamin responden, masa keJja dan tingkat pendidikan responden. Berikut adalah data mengenai karakteristik responden pada penelitian ini:.
(63) 52 43004.pdf. Tabel4.1 Karakteristik Responden Penelitian Jumlah (n) Karakteristik responden Usia 26-30 tahun 5 31-35 tahun 8 7 36-40 tahun 41-45 tahun 14 7 >45 tahun 41 Total Jenis Kelarnin 27 Laki-laki Perempuan 14 41 Total Masakelja <5 tahun 9 20 Antara 5-10 tahun 12 > 10 tahun 41 Total Pendidikan terakhir 8 SMA S1 28 1 S2 4 D3 41 Total Sumber: dwlah penulis, Lamp1ran 5.. Persentase (%) 12,2 19,5 17,1 34,1 17,1 100 65,9 34,1 100 22,0 48,8 29,3 100 19,5 68,3 2,4 9,8 100. Berdasarkan Tabel 4.1 menunjukkan bahwa responden penelitian ini kebanyakan berusia antara 41-4 5 tahun yaitu sebanyak 14 orang atau. 34,1%. Ditinjau dari jenis kelamin, paling banyak adalal1 laki-laki yaitu sebanyak 27 orang atau 65,9%. Ditinjau dari masa kelja, paling banyak antara 5-10 tahun yaitu sebanyak 20 orang atau 48,8%. Ditinjau dari pendidikan terakhir, paling banyak adalah 1ulusan S1 yaitu sebanyak 28 orang atau 68,3%. Berdasarkan data karakteristik responden di atas dapat disinlpulkan bahwa pegawai Bappeda dan Lingk'Ungan Hidup Kabupaten Tana Tidung.
(64) 53. 43004.pdf. Kalimantan Utara Jebih didominasi oleh pegawai dengan usia antara 41-45 tahun beijenis kelamin Jaki-laki, memiliki masa keija antara 5-10 tahtm dan pendidikan terakbir, paling banyak adalah lulusan S 1. 4.2.2 Deskripsi Variabel Penelitian Pada analisis ini setiap nilai item pertanyaan kuesioner dari masing-masing variabel akan dideskripsikan berdasarkan penentuan interval dengan rmnus sebagai berikut : Interval=. Nilai tertinggi - Nilai terendab 5 -1 ]umlab kelas = -5- = O,SO. Dari basil perhitungan rata-rata tiap indikator yang disertakan pada kuesioner, nilai tersebut dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kategori berikut: Tabel4.2 Rentang Skala Nilai rata-rata 1,00 s/d 1,80 1,81 s/d 2,60 2,61 s/d 3,40 3,41 s/d 4,20 4,21 s/d 5,00 Sumber: Snnamora (2002:130). I. Klasifikasi Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat tinggi. Berikut adalah deskripsi dari masing-masing variabel penelitian berdasarkan basil penyebaran kuesioner:.
(65) 54 43004.pdf. 1. Tanggapan responden terhadap variabel budaya organisasi (XI) Tabel4.3 Tanggapan Responden terhadap Variabel Budaya Organisasi No I. Pernyataan Kreatifitas Pegawai sangat dihargai. Ket. STS TS TB. s ss. 2. I. Pendapat Pegawai sangat dihargai. STS TS TB. s ss. 3. Adajenjang karir yangjelas bagi Pegawai. STS TS TB. s ss. 4. Pegawai pendapat program pelatihan dari kantor. STS TS TB. s ss. 5. Team work devisi terkordinasi dengan baik. STS TS TB. s ss. 6. Masuk kerja tepat waktu sesuai dengan aturan. STS TS TB. s ss. i 7. Atasan selalu melakukan kontrol terhadap pekerjaan Pegawai. STS TS TB. s ss. I 8. Dilaksanakan punishment bagi Pegawai yang melanggar. STS TS TB. s ss. Jlh. %. -. -. 1 11 26 3. 2.4 26.2 64.3 7.1. -. -. I 10 28 2. 2.4 23.8 69.0 4.8. -. -. 1 10 28 2. 2.4 23.8 69.0 4.8. -. -. 2 12 22 5. 4.8 28.6 54.8 11.9. -. 1 16 20 4. Keterangan. 3,73. Tinggi. 3,76. Tinggi. 3,76. Tinggi. 3,73. Tinggi. 3,66. Tinggi. 3,76. Tinggi. 3,78. Tinggi. 3,92. Tinggi. 2.4 38.1 50.0 9.5. -. -. I 9 30 1. 2.4 21.4 73.8 2.4. -. -. I 9 29 2. 2.4 21.4 71.4 4.8. -. -. 2 8 22 9. 4.8 19.0 54.8 21.4. Swnber: Hasii PerhiJungan SPSS, Lamprran 6. Mean.
(66) 55 43004.pdf. Keterangan : STS : Sangat Tidak Setuju TS : Tidak Setuju TB : Tidak Berpendapat S : Setuju SS : Sangat Setuju Berdasarkan hasil tanggapan responden yang berkaitan dengan budaya organisasi, rnenunjukkan bahwa : skor rata-rata tertinggi atas penilaian responden berkaitan dengan dilaksanakan punishment bagi karyawan yang rnelanggar dengan rata-rata skor 3,92. Sedangkan skor rata-rata terendah berkaitan dengan team work devisi terkordinasi dengan baik dengan rata-rata skor 3,66. lui rnenunjukkan bahwa budaya organisasi dalarn bekeija tim masih dinilai kurang diterapkan atau dijalankan dalarn lingkungan keija di Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara. Secara keseluruhan untuk budaya organisasi di Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara tergolong tinggi, rneskipun dernik:ian perlu adanya peningkatan budaya organisasi sehingga lebih baik lagi..
(67) 56. 43004.pdf. 2. Tanggapan responden terhadap variabel kepuasan keJja (X2). No I. Tabel4.4 Tanggapan Responden terhadap Variabel Kepuasan KeJja Pemyataan % Ket. Jlh Mean Gaji saya sesuai dengan STS tugas yang saya keJjakan TS 2.4 1 16.7 TB 7 3,88 29 71.4 9.5 4 Tunjangan yang saya STS terima cukup 2.4 TS 1 5 11.9 3,90 TB 32 78.6 7.1 3 Semua pegawai berprestasi STS diberi kesempatan yang TS I 2.4 sama untuk dipromosikan TB 12 28.6 3,73 24 59.5 9.5 4 Jenjang keuaikanjabatan STS telah diatnr berdasarkan 2.4 TS 1 kebijakan pemerintah 19.0 TB 8 3,92 25 61.9 16.7 7 TeJjalin keJja sama antar STS Pegawai dalam bekeJja TS 2.4 1 21.4 TB 9 3,83 27 66.7 9.5 4 Saya menikmati pekeJjaan STS dengan rekan keJja TS 2.4 1 19.0 TB 8 3,80 30 73.8 4.8 2 Atasan selalu memberi STS dukungan atas pekeJjaan 2.4 TS I yang saya keJjakan TB 11 26.2 3,76 25 61.9 9.5 4 Atasan memperlakukan STS Pegawai dengan baik 4.8 TS 2 16.7 3,76 TB 7 31 76.2 1 2.4. s ss. 2. s ss. 3. I'. r6. I. s ss. s ss. ' 7. s ss. 8. s ss. Tinggi. -. s ss. 5. Tinggi. -. s ss. 4. Keterangan. Tinggi. Tinggi. Tinggi. -. Tinggi. -. -. Tinggi. -. Tinggi.
(68) 57. 43004.pdf. Pemyataan No 9 Saya merasa senang menjalankan tugas pekeijaan. Ket. STS TS TB. Jlh. %. 2 7 30 2. STS TS TB. -. 4.8 16.7 73.8 4.8. 1 i lll1 10 I s 28 ss 2 Sumber : Hasil Perlntungan SPSS, Lamprran 6 Keterangan : SIS : Sangat Tidak Setuju TS : Tidak Setuju TB : Tidak Berpendapat S : Setuju SS : Sangat Setuju. 2.4 23.8 69.0 4.8. s ss. I. 10. Saya merasa bangga dengan pekeijaan sekarang. -. Mean. Keterangan. 3,78. Tinggi. 3,76. Tinggi. -. -. Berdasarkan basil tanggapan responden yang berkaitan dengan kepuasan kerja, menunjukkan bahwa : skor rata-rata tertinggi atas penilaian responden berkaitan dengan jenjang kenaikan jabatan telah diatur berdasarkan kebijakan pemerintah dengan rata-rata skor 3,92. Sedangkan skor rata-rata terendah berkaitan dengan pernyataan bahwa semua pegawai berprestasi diberi kesempatan yang sama untuk dipromosikan dengan rata-rata skor 3,73. Ini menunjukkan bahwa sistem promosi dinilai masih kurang memuaskan sebagian pegawai yang ada di Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara. Secara keseluruhan untuk kepuasan keija pegawai di Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara tergolong tinggi, meskipun dernikian perlu adanya peningkatan kepuasan keija sehingga kineija pegawai semakin meningkat..
(69) 58. 43004.pdf. 3. Tanggapan responden terhadap variabel kineJja pegawai (Y) Tabel4.5 Tanggapan Responden terhadap V ariabel KineJja Pegawai Jlh. %. 1 6 30 4. 2.4 14.3 73.8 9.5. 2 4 34 1. 4.8 9.5 83.3 2.4. 1 6 27 7. 2.4 14.3 66.7 16.7. 1 24 5. 2.4 26.2 59.5 11.9. 1 6 27 7. 2.4 14.3 66.7 16.7. 1 3 s 35 ss 2 Sumber : Has!l Perhitungan SPSS, Lamprran 6 Keterangan : STS : Sangat Tidak Setuju TS : Tidak Setuju TB : Tidak Berpendapat S : Setuju SS : Sangat Setuju. 2.4 7.1 85.7 4.8. l No 1. Pernyataan Mampu bekeija dengan baik. Ket. STS TS TB. s ss. 2. Latar belakang pendidikan saya sesuai dengan pekeijaan saya saat ini. STS TS TB. s ss. 3. Menyelesaikan pekeijaan sesuai target. STS TS TB. s ss. 4. Sering !embur. I. STS TS TB. s ss. 5. Menyelesaikan pekeijaan tepat waktu. STS TS TB. s ss. 6. Tidak pemah mennnda pekeijaan. STS TS TB. -. -. -. -. 11. -. -. Mean. Keterangan. 3,90. Tinggi. 3,83. Tinggi. 3,97. Tinggi. 3,80. Tinggi. 3,97. Tinggi. 3,90. Tinggi. -. -. -. -. -. -.
(70) 59 43004.pdf. Berdasarkan basil tanggapan responden yang berkaitan dengan kineija pegawai, menunjukkan bahwa : skor rata-rata tertinggi atas penilaian responden berkaitan dengan kineija dalam menyelesaikan pekeljaan sesuai target dan menyelesaikan pekeljaan tepat waktu dengan rata-rata skor 3,97. Sedangkan skor rata-rata terendah berkaitan dengan kelja lembur yang dilakukan pegawai dengan rata-rata skor 3,80. Ini menunjukkan bahwa system kelja lembur di Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara masih jarang dilakukan dan pegawai bekelja secara normal sesuai jam keljanya. Secara keseluruhan untuk kinerja pegawai di Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara tergolong tinggi, meskipun demikian perlu adanya peningkatan kineija sehingga Iebih baik lagi.. 4.2.3 Analisis Data. Analisis data pada penelitian ini menggnnakan pendekatan metode Baron dan Kenny (1986), dimana menjelaskan prosedur analisis variabel mediator secara sederhana melalui regresi. Untuk mengetahui apakah ada atau tidaknya pengaruh Iangsung antara variabel independen terhadap variabel mediator dan variabel mediator terhadap dependen, maupun pengaruh tidak langsung variabel independen terhadap dependen melalui mediator, dilakukan uji analisis jalur (path analysis) menggunakan SPSS yaitu dengan strategi causal step dan product of coefficient. Pada strategi causal step, kriteria hipotesis (Ha) diterima apabila Sig <.
(71) 60. 43004.pdf. 0,05 untuk pengaruh langsung baik secara simultan (nilai F-hitung) maupun. parsial, ditambah dengan melihat nilai t untuk melihat pengaruh secara parsial yaitu t-hitung > t-tabel. Untuk melihat signifikansi pengaruh tidak langsung, digunakan strategi Prodl!ct ofCoefficient dengan melihat nilai z > 1.96, meskipun apabila dari independen ke intervening signifikan dan intervening ke dependen juga signifikan, dapat diasumsikan bahwa terdapat pengaruh tidak Jangsung dari variabel independen ke dependen. Berikut ini adalah basil uji analisis jalur budaya organisasi terhadap kepuasan keija: Tabel4.6. Budaya Organisasi Mempengaruhi Kepuasan Keija. Model RSquare R 0.901a 1 0.811 Sumber: data d10lah (2016). AdjustedR Souare 0.806. Std. Error of the Estimate 2.12106. Berdasarkan tabel di atas, besarnya angka R square (R2) adalah 0,811 yang berarti bahwa pengaruh budaya organisasi terhadap kepuasan keija adalah 81,1%, sedangkan sisanya sebesar 18,9% dipengaruhi oleh faktor Jain. Dengan kata lain, variabilitas kepuasan keija yang dapat diterangkan. dengan. menggunakan variabel budaya organisasi adalah sebesar 81,1 %. Tabel4.7. Hasil Uji Analisis Jalur Variabel Budaya Organisasi Terhadap Kepuasan Keija Unstandardized Coefficients Std. Error Model B 2.553 5.320 1 I(Constant) 0.084 1.092 IBudaya organisasi a. Dependent Variable: Keouasan keija Sumber: data diolah (2016). Standardized Coefficients Beta. '. 0.901. I. I t 2.084 12.940. Sig. 0.044 0.000.
(72) 61. 43004.pdf. Berdasarkan Tabel 4.7 diketahui variabel budaya organisasi secara signifikan memengaruhi kepuasan kelja secara langsung dengan nilai Sig 0,000 (<0,05). Selanjutnya adalah melihat pengaruh dari variabel budaya organisasi terhadap kineJja dan kepuasan keija temadap kineJja yang disajikan dalam tabel di bawahini: Tabel4.8. Budaya Organisasi dan Kepuasan KeJja Mempengaruhi Kineija. Model R RSquare 0.815a 1 0.665 Sumber: data diolah (20 16). AdjustedR Square 0.656. Std. Error of the Estimate 1.74330. Pada Tabel 4.8 dapat dilihat bahwa pengaruh budaya organisasi dan kepuasan keija terhadap tingkat preferensi secara simultan adalah sebesar 66,5% atau variabilitas kineija yang dapat diterangkan oleh variabel budaya organisasi dan kepuasan keija adalah sebesar 66,5% dan sisanya 33,5% disebabkan oleh variabel-variabe1lain di luar model. Tabe14.9. Hasil Uji F ANOVA Sum of Model Squares 1 Regression 235.231 Residual 118.525 Total 353.756 Sumber: data d10lah (20 16). df Mean Souare 1 235.231 39 3.039 40. F. 77.402. Sig. 0.006". Berdasaikan Tabel 4.9 di atas, diketahui signifikansi F < 0,05, yaitu 0,000, dengan demikian ada pengaruh antara budaya organisasi dan kepuasan.
(73) 62. 43004.pdf. kerja secara simultan terbadap kinerja, dan model regresi di atas sudah layak dan benar. Tabel4.10. Hasil Uji Analisis Jalur Variabel Budaya Organisasi dan Kepuasan Kerja Terbadap Kinerja Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Model B Beta t I 2.082 I (Constant) 3.478 1.671 I Kepuasan keria 0.299 0.124 0.484 i 2.411 0.150 Budaya organisasi 0.285 0.380 I 1.895 a. Dependent Variable: Kinerja pegawai Sumber: data diolah (20 16). Sig. 0.103 0.021 0.066. Berdasarkan tabel di atas, diketahui pengaruh secara parsial dari variabel budaya organisasi dengan melibat nilai signifikansi 0,066 > 0,05 dan nilai Koefisien Beta 0,380 atau dianggap tidak signifikan, maka tidak ada pengaruh Iangsung dari budaya organisasi terbadap kinerja. Namun terdapat pengaruh dari variabel kepuasan kerja terbadap kinerja dengan nilai sigifikansi 0,021 < 0,05 dan nilai Koefisien Beta 0,484. Berdasarkan basil pengujian ini terlihat bahwa variabel budaya organisasi tidak berpengaruh langsung terbadap kinerja. Hal ini dapat disebabkan karena adanya mediasi dari kepuasan kerj a. Melihat basil pada Tabel 4.10 bahwa tidak ada pengamb langstmg dari budaya organisasi terbadap kinerja sehingga diasumsikan bahwa kepuasan kerja menjadi variabel mediasi diantara kedua variabel tersebut. Penelitian ini menggunakan simple mediation atau mediasi sederbana dengan satu variabel perantara. Pada dasarnya ada beberapa cara untuk mengetahui suatu variabel adalah mediator, yaitu secara teoretis dan perhitungan statistik. Pertama, secara.
(74) 63. 43004.pdf. teoretis, sebagian besar mediator ditentukan berdasarkan teori dimana variabelvariabel sating terhubung. Kedua, secara statistik, karena tidak semua ihnuwan sependapat bahwa variabel intervening tidak dapat diukur, maka Baron dan Kenny melihat variabel intervening "as a factor that can be measured (directly or by. operational definitions), folly derived ("abstractable") from empirical findings (data), and statistically analyzed to demonstrate its capacity to mediate the relation between the independent and dependent variables" (Supino dan Borer, 2012: 49). Hipotesis mediasional umumnya diuji dengan dua cara yaitu causal. step (Baron dan Kenny, 1986) dan product of coefficients yang didasarkan pada pengujian signifikansi indirect effect (Preacher, Rucker dan Hayes, 2007: 3). Dalam strategi Causal Step ada tiga persamaan regresi seperti yang dijelaskan oleh Judd dan Kenny (198lb dalam Baron and Kenny, 1986: 1177), bahwa untuk uji mediasi, perlu mengestimasi tiga uji regresi yaitu (1) regresi independen terhadap mediator, (2) independen terhadap dependen, dan (3) independen dan mediator terhadap depeuden. Meskipun dalam causal step disebutkan ada syarat-syarat untuk membuktikan suatu variabel sebagai intervening, namun sebenarnya hila koefisien a dan b signifikan, sudah cukup membuktikan adanya mediasi meskipun c tidak siguifikan, yaitu di mana variabel independen memengaruhi mediator dan mediator memengaruhi dependen meskipun independen tidak signifikan memengaruhi dependen. Selain itu, penentuan variahel mediasi tergantung pada bentuk teoretiknya. misalnya pada model X->M-> Y di mana jelas bahwa hubungan X ke Y tidak langsung, hams.
(75) 64. 43004.pdf. melalui M, maim jika X ke M signifikan, dan M ke Y juga siguiflkan, maka M adalah mediasi dan hubungan X ke Y tidak langsung melewati M. Untuk mengetahui apakah ada mediasi sempurna atau parsial dilakukan dengan melihat apakah koefisien c' siguiflkan secara statistik. Peifect/complete. mediation atau mediasi sempurna teijadi bila variabel independen tidak memengaruhi dependen ketika mediator dikontrol (Baron and Kenny, 1986: 1177). Jika koesfisien c' secara statistik signiflkan dan terdapat mediasi yang siguiflkan juga, maka disebut mediasi parsial. Strategi causal step seudiri memiliki kelemahan!tidak cukup poweiful dalam mendeteksi adanya mediasi, yaitu pada persyaratan yang hams dipenuhi di mana hubungan X ke Y hams siguifikan dan menjadi tidak signiflkan ketika ada mediasi sempurna (pengaruh langsung = 0), padahal banyak kasus di mana ada mediasi secara signiflkan tapi hubungan X ke Y tidak siguiflkan (MacKinnon, Faircluld dan Fritz, 2007: 7). Di samping mengetahui apakah mediasinya sempurna atau parsial, pun perlu melihat apakah model mediasinya konsisteu atau tidak konsisteu. Model yang tidak kousisteu adalah model di mana setidaknya ada satu efek mediasi yang mempunyai tanda berbeda dari efek mediasi yang lain atau efek langsung di dalam model atau deugan kata lain jika c' (direct effect) berlawanan taudanya dengan ab (indirect effect), maka dalam kasus ini mediator bertindak sebagai variabel supresor (Kenny, 2015). Model yang tidak kousisteu iui merupakan kebalikan dari model yang konsisten di mana peugarub langsung dan tidak langsung rnemiliki tanda yang sama. Setelah rnelil1at persyaratan untuk meuentukan adanya pengarub mediasi secara statistik, rnaka untuk rneugetahui.
(76) 65. 43004.pdf. besarnya pengaruh langsung, tidak langsung dan total dari masing-masing variabel, diperlukan perhitungan dari nilai Koefisien Beta pada Standardized. Coefficients yaitu sebagai berikut: I. Pengaruh Langsung (Direct Effict) Untuk menghitung pengaruh langstmg, digtmakan formula sebagai berikut: a. Pengaruh variabel budaya orgamsas1 terhadap kepuasan keJja pegawai (koefisien a) X--> M = 0,901 b. Pengaruh variabel kepuasan keJja terhadap kineJja (koefisien b) M--> Y = 0,484 c. Pengaruh variabel budaya organisasi terhadap kinerja (koefisien c') X--> Y = 0,380 2. Pengaruh Tidak Langstmg (Indirect Effect)/ koefisien ab Pengaruh variabel budaya organisasi terhadap kineJja melalui kepuasan keJja: X--> Z--> Y = (0,901 x 0,484) = 0,436 3. Pengaruh Total (Total Effict)l Koefisien c Pengaruh variabel budaya organisasi terhadap kineJja melalui kepuasan keJja: X--> Z--> Y = (0,901 + 0,484) = 1,385 Melihat basil peugamh langsung model mediasi dari X terhadap Y (c') adalah tidak signifikan, serta terdapat pengamh mediasi (tidak langsung) yang.
(77) 66. 43004.pdf. signifikan, maka dapat dimaknai mediasi yang teijadi adalah mediasi penuh (complete mediation). Efek mediasi terdapat dalam model dan koefisien c' tidak. signifikan yang berarti tidak ada pengamh dan bila dili11at dari nilai pengamh langsiDlg (koefisien c') X terhadap Y adalah 0,380 lebili kecil dari pengamh tidak langsiDlg (ab) adalah 0,436, maka dapat dikatakan model mediasi dalam penelitian ini adalah konsisten.. Selain strategi causal step di atas dengan kelemahannya, IDltnk lebili mengetahui signifikansi pengamh tidak langsiDlg budaya organisasi terhadap kineija, digmakan uji Sobel Test pada strategi Product of Coeffiecient. Strategi ini dinilai lebili mempiDlyai kekuatan secara statistik daripada metode formal. lainnya termasnk pendekatan Baron dan Keooy (Preacher dan Hayes, 2004: 719). Secara lebili lengkap, berikut ini adalal1 mmusnya: Sab =. .J b 2Sa 2 + a 2Sb 2 + sazsbz. Dinlana:. a. : koefisien direct effect budaya organisasi terhadap kepuasan keija. b. : koefisien direct efftct kepuasan keija terhadap kineija. Sa : standar error dari koefisien a Sb : standar error dari koefisien b Hasil perhitiDlgannya adalah sebagai berikut. Sab =. .J b 2Sa2 + a 2Sb 2 + Sa2Sb 2. Sab = .j(0,299 2 x0,0842 ) Sab. + (1,092 2 x0,1242 ) + (0,084 2 x0,1242 ). = .j(0,089x0,007) + (1,192x0,015) + (0,007x0,015). Sab = .Jo,001 + 0,018. + 0,0001.
(78) 67. 43004.pdf. Sab = ~0,019 Sab = 0,138 Untuk menguji signifikansi pengaruh tidak langsung dari variabel independen terbadap variabel dependen, maka perlu mengbitung nilai z dari koefisien ab dengan rumus sebagai berikut:. ab 1,092xO,Z99 z=-= =2364 Sab 0,138 ' Nilai z (2,364) > 1,96 (nilai z mutlak) sebingga secara signifikan ada pengaruh tidak langsung dari budaya organisasi terbadap kineija melalui kepuasan keija pegawai. Berdasarkan basil uji strategi causal step dan product of coefficient di atas, maka basil hipotesis penelitian adalah sebagai berikut: 1. Hipotesis Satu (HI) : Budaya organisasi berpengaruh terbadap kinerja pegawai. Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara Berdasarkan basil perhitungan pada Lampiran 7 Model 1 terlihat bahwa nilai signiflkansi variabel budaya organisasi terbadap kineija (0,000) > 0,05 maka HI diterima yang berarti budaya organisasi berpengaruh terbadap kineija pegawai Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara. Dapat disimpulkan bahwa budaya organisasi yang baik dapat meningkatkan kineija pegawai. 2. Hipotesis Dua (HZ) : Budaya organisasi berpengaruh terhadap kepuasan keija. pegawai Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara Berdasarkan basil perhitungan pada Lampiran 7 Model 2 terlihat bahwa nilai signifikansi variabel budaya organisasi terhadap kepuasan keija (0,000) <.
(79) 68. 43004.pdf. 0.05 maka H2 diterima yang berarti budaya organisasi berpengarub terhadap kepuasan keija pegawai Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara. Dapat disimpulkan bahwa budaya organisasi yang baik dapat meningkatkan kepuasan keija pegawai. 3. Hipotesis Tiga (H3) : Kepuasan keija berpengarub terhadap kineija pegawai Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara Berdasarkan basil perhitungan pada Lampiran 7 Model 3 terlihat bahwa nilai signifikansi (0,000) < 0.05 maka H3 diterima yang berarti kepuasan kerja berpengarub terhadap kineija pegawai Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara. Dapat disimpulkan bahwa semakin kepuasan keija yang baik dapat meningkatkan kineija pegawai. 4. Hipotesis Empat (H4): Budaya organisasi secara tidak langsung berpengarub terhadap kineija melalui kepuasan keija pegawai pada kantor Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidtmg Kalimantan Utara Berdasarkan basil uji Sobel Test tampak bahwa nilai z (2,364) > 1,96 maka H4 diterima yang artinya budaya organisasi secara tidak langsung berpengaruh terhadap kineija melalui kepuasan keija pegawai pada kantor Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Taua Tidung Kalimantan Utara. Budaya organisasi tidak Iangsung memengaruhi kinerja tetapi perlu adanya kepuasan keija terlebih dahulu. Dengan kata lain, budaya organisasi akan meningkatkan kinerja melalui kepuasan kerja, sehingga apabila kepuasan keija telah memadai atau tinggi, maka kineija pun akan meningkat..
(80) 69. 43004.pdf. Selanjutnya, secara lebih rinci analisis mediasi dapat dilihat pada uraian berikut. I. Langkab I : analisis regresi antara budaya organisasi terhadap kineija pegawai Dari basil analisis regresi antara budaya organisasi terhadap kineija pegawai dapat dijelaskan sebagai berikut. Tabel4.11 Pengaruh antara Budaya Organisasi terhadap Kineija Pegawai Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model B Std. Error Beta I I(Constant) 5.067 2.093 0.069 0.816 IBudaya organisasi 0.611 a. Dependent Variable: Kineija pegawai Sumber: Hasii Perhitnngan SPSS, Lamprran 7. t 2.421 8.827. Sig. 0.020 0.000. Dari basil analisis regresi di atas dapat dijelaskan babwa budaya organisasi memiliki pengarnb terhadap kineija pegawai sebesar 0,611 dengan nilai trutung sebesar 8,827 serta nilai sig sebesar 0,000; karena nilai sig < 0,05 maka dapat disimpulkan babwa budaya organisasi memiliki pengarnb yang signifikan terhadap kineija pegawai Bappeda dan Lingknngan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara. 2. Langkab 2 : Analisis regresi antara budaya organisasi terhadap kepuasan kerja Dari basil analisis regresi antara budaya organisasi terhadap kepuasan keija dapat dijelaskan sebagai berikut:.
(81) 70. 43004.pdf. Tabel4.12 Pengaruh antara Budaya Organisasi terbadap Kepuasan Kerja Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Model Std. Error B Beta 2.553 I (Constant) 5.320 Budaya organisasi 1.092 .084 .901 a. Dependent Variable: Kepuasan kerja Sumber: Hasil Perbttungan SPSS, Lamprran 7. t 2.084 12.940. Sig. 0.044 0.000. Dari basil analisis regresi di atas dapat dijelaskan bahwa budaya organisasi memiliki pengaruh terbadap kepuasan keija sebesar 1.092 dengan nilai trutung sebesar 12,940 serta nilai Sig sebesar 0,000; karena nilai sig < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa budaya organisasi memiliki pengaruh yang signifikan terbadap kepuasan keija pegawai Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara. 3. Langkah 3 : analisis regresi antara kepuasan keija terbadap kineija pegawai Dari basil analisis regresi antara kepuasan keija terbadap kinerja pegawai dapat dijelaskan sebagai berikut. Tabel4.13 Pengaruh antara Kepuasan Keija terbadap Kineija Pegawai Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Std. Error B Beta Model 2.134 3.967 l I(Constant) .056 .827 .510 IKepuasan kerja a. Dependent Variable: Kinerja pegawai Sumber: Hast! Perhitungan SPSS, Lamprran 7. t 1.859 9.174. Sig. .071 .000. Dari basil analisis regresi di atas dapat dijelaskan bahwa kepuasan keija memiliki pengaruh terbadap kineija pegawai sebesar 0,510 dengan nilai trutung sebesar 9,174 serta nilai sig sebesar 0,000; karena nilai sig < 0,05 maka dapat.
(82) 71. 43004.pdf. disimpulkan bahwa kepuasan kerja memiliki pengaruh yang signifikan terbadap kineija pegawai Bappeda dan Linglamgan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara. 4. Langkah 4: Analisis regresi antara budaya organisasi dan kepuasan keija terbadap kineija pegawai Dari basil analisis regresi antara budaya organisasi dan kepuasan keija terbadap kineija pegawai dapat dijelaskan sebagai berikut: Tabel4.14 Pengarnh antara Budaya Organisasi dan Kepuasan Keija terhadap Kineija Pegawai Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Model B I (Constant) 3.478 2.082 Kepuasan keija 0.299 0.124 0.484 Budaya organisasi 0.285 0.150 0.380 a. Dependent Variable: Kineija pegawai Sumber: Hast! Perhinmgan SPSS, Lamprran 7. t. 1.671 2.411 1.895. Sig. 0.103 0.021 0.066. Dari basil analisis regresi di atas dapat dijelaskan babwa variabel kepuasan keija memiliki pengaruh terbadap kineija pegawai sebesar 0.299 dengan nilai thitWJg sebesar 2,411 serta nilai sig sebesar 0,021; karena nilai sig < 0,05 rnaka dapat disimpulkan bahwa variabel kepuasan keija rnemiliki pengarnh yang signiflkan terbadap kineija pegawai Bappeda dan Lingk!mgan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara. Untuk variabel budaya organisasi memiliki pengarnh terbadap kineija pegawai sebesar 0.285 dengan nilai trutung sebesar 1,895 serta nilai sig sebesar 0,066; karena nilai sig > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel budaya organisasi memiliki pengarnh.
(83) 72. 43004.pdf. yang tidak signifikan terhadap kineJja pegawai Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara. Berdasarkan basil analisis regresi linier sedernana dan regresi linier dengan mediasi, dapat diringkas sebagai berikut: Tabel4.15 Ringkasan Hasil Uji Regresi. 1 2 3 4. Langkah Budaya organisasi ~ kineJja pegawai Budaya organisasi ~ kepuasan keJja Kepuasan keJja ~ kinerja pegawai Budaya organisasi ~ kinelja pegawai. ~. Kepuasan keJja. Beta 0,611 1,092 0,510. Signifikansi 0,000 < 0,05 0,000 < 0,05 0,000 <0,05. Keterangan Signifikan Signifikan Signifikan. 0,285. 066 > 0,05. Tidak Signifikan. Sumber: Hasil Perhitungan SPSS, Lamprran 7 Dari hasil analisis regresi juga dapat digambarkan sesuru dengan kerangka analisis yang ada, yaitu: Budaya organisasi. Kinerja pegawai. B; 0,611 (0,000<0,05). ·-··. ·--· Kepuasan B ; 1,09. Budaya. kerja. ; 0,510. B ; 0,285 (0,066>0,05). organisasi. Kinerja pegawai. Gambar 4.1 Hasil Analisis Regresi Berdasarkan analisis regresi di atas, mengacu pada pendapat Baron dan Kenny (1986), sebuah variabel dapat dikatakan menjadi mediator jika untuk.
(84) 73. 43004.pdf. jalur c : signifikan, jalur a : signifikan, jalur b : signifikan dan jalur c' : tidak signifikan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja beffungsi sebagai variabel mediasi.. 4.3. Pembahasan. 4.3.1 Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kepuasan Kerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa budaya organisasi berpengaruh signifikan dan positif terhadap kineija pegawai Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara, yang berarti hipotesis pertama pada penelitian ini diterima. Artinya bahwa apabila pegawai menjalankan budaya organisasi secara baik dan benar maka kinelja pegawai akan semakin tinggi, sebaliknya apabila budaya organisasi tidak dijalankan dengan baik maka kinelja pegawai akan semakin menumn. Berdasarkan basil analisis deskripsi menunjukkan bahwa basil tanggapan. responden. yang. berkaitan. dengan. budaya. organisasi,. menunjukkan bahwa: skor rata-rata tertinggi atas penilaian responden berkaitan dengan dilaksanakannya punishment bagi karyawan yang melanggar. Sedangkan skor rata-rata terendah berkaitan dengan pernyataan bahwa team work devisi terkordinasi dengan baik. lni menunjukkan bahwa team work dinilai masih kurang baik di Bappeda dan Lingkungan Hidup. Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara. Secara keselumhan untuk budaya organisasi dinyatakan oleh pegawai di Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara tergolong tinggi..
(85) 74. 43004.pdf. Untuk mempertahankan budaya organisasi yang telah beljalan dengan baik, maka Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara barns memperhatikan budaya organisasi yang telah beljalan. Salah satu cara untuk meningkatkan budaya organisasi adalah dengan memberikan bukuman bagi pegawai yang melanggar dan memberikan hadiah bagian pegawai yang prestasi. Adanya reward dan punishment akan menjadikan pegawai bekeija dengan penuh tanggung. jawab serta menjadikan budaya organisasi semakin kuat untuk dijalan. Selain itu, budaya organisasi yang masih perlu peningkatan dalam pelaksanaan terkait dengan kebiasaan pegawai dalam melakukan keija tim. Kelja tim barns dibiasakan di lingkungan Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara.Keija tim ini akan memberikan Kontribusi yang besar dalam mewqjudkan budaya organisasi.Budaya organisasi yang dijalankan dan. dipatuhi anngota organisasi akan. memberikan dampak positif terhadap kepuasan keija Pegawai. Hasil penelitian ini mendukung teori dari Robbins (2001 :265), dalam Anwar Prabu Mangkunegara (2005:28) yang menyatakan bahwa budaya organisasi yang kuat dan dipahami sesuai dengan nilai-nilai organisasi yang dapat menimbulkan persepsi yang positif antara semua tingkatan karyawan untuk mendukung dan mempengaruhi iklim kepuasan yang berdampak pada kineija karyawan. Teori dari Robbins cukup jelas menunjukkan bahwa pegawai yang dapat mencapai kineija yang baik akan diawali dari pemahaman pegawai.
(86) 75. 43004.pdf. terhadap niliri-nilai yang terkandung dalarn organisasinya. Pegawai yang kurang memaharni nilai-nilai organisasi akan kesulitan dalarn mencapai kepuasan keija, karena pegawai akan kesulitan melaksanakan tugas-tugas keijanya. Singkat kata, dapat disimpulkan bahwa organisasi dengan budaya yang baik biasanya memiliki pegawai dengan sikap dan tanggung jawab yang tinggi dalarn melaksanakan pekeijaannya. Terkait dengan budaya organisasi dan kineija pegawai Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara, maka yang perlu dilakukan adalah menanarnkan nilai-nilai organisasi yang telah dibangun sebelumnya agar marnpu melaksanakan tugas pekeijaan dengan baik. Budaya organisasi harus dilaksanakan dengan memaharni serta mengaplikasikan nilai-nilai yang menjadi pedoman sumber daya manusia untuk menghadapi permasalahan eksternal dan usaha penyesuaian integrasi ke dalarn perusahaan sehingga masing-masing anggota organisasi harus memaharni nilai-nilai yang ada dan sebagaimana mereka hams bertingkah laku atau berperilaku. 4.3.2 Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kepuasan Kerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa budaya organisasi berpengaruh signifikan dan positif temadap kepuasan keija pegawai Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara, yang berarti hipotesis pertarna pada penelitian ini diterima. Artinya bahwa apabila pegawai menjalankan budaya organisasi secara baik dan benar maka kepuasan. k~Ija. pegawai akan semakin tinggi, sebaliknya apabila budaya.
(87) 76. 43004.pdf. organisasi tidak dijalankan dengan baik maka kepuasan kelja pegawai akan semakin memmm. Berdasarkan basil analisis deskripsi menunjukkan babwa basil tanggapan responden yang berkaitan dengan kepuasan kelja, menunjukkan babwa : skor rata-rata tertinggi atas penilaian responden berkaitan dengan jenjang kenaikan jabatan telab diatur berdasarkan kebijakan pemerintab. Sedangkan skor rata-rata terendab berkaitan dengan pemyataan babwa semua pegawai. berprestasi. diberi. kesempatan yang sama untuk. dipromosikan. Ini menunjukkan babwa sistem promosi dinilai masih kurang memuaskan sebagian pegawai yang ada di Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara. Secara keseluruhan untuk kepuasan kelja pegawai di Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara tergolong tinggi. Untuk mempertahankan kepuasan kelja yang telab beljalan dengan baik, maka Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara hams memperhatikan budaya organisasi yang telab beljalan. Salab satu cara untuk meningkatkan budaya organisasi adalab dengan memberikan hukuman bagi pegawai yang melanggar dan memberikan hadiab bagian pegawai yang prestasi. Adanya reward dan punishment akan menjadikan pegawai bekerja dengan penuh tanggung. juwub sertu menjudikan buduya organisasi semakin kuat untuk dijalan. Selain itu, budaya organisasi yang masih perlu peningkatan dalam pelaksanaan terkait dengan kebiasaan pegawai dalam melakukan kelja tim..
(88) 77. 43004.pdf. Keija tim barns dibiasakan di lingkungan Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara. Keija tim ini akan memberikan kontribusi yang besar dalam mewujukan budaya organisasi. Budaya organisasi yang dijalankan dan. dipatuhi. anggota organisasi. akan. memberikan dampak positif terhadap kepuasan keija pegawai. Hasil penelitian ini mendukung teori dari Robbins (2001 :265), dalam Anwar Prabu Mangkunegara (2005:28) yang menyatakan bahwa budaya organisasi yang !mat dan dipahami sesuai dengan nilai-nilai organisasi yang dapat menimbulkan persepsi yang positif antara semua tingkatan karyawan untuk mendukung dan mempengaruhi iklim kepuasan yang berdampak pada kineija karyawan. Teori dari Robbins cukup jelas menunjukkan bahwa pegawai yang dapat mencapai kepuasan keija akan diawali dari pemahaman pegawai terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam organisasinya. Pegawai yang kurang memahami nilai-nilai organisasi akan kesulitan dalam mencapai kepuasan keija, karena pegawai tidak akan bisa menemukan kesenangan dan tidak mampu menyatukan visi dan misi organisasi dengan kemauan dirinya dalam bekeija. Singkat kata, dapat disimpulkan bahwa pegawai yang memiliki kepuasan keija yang tinggi biasanya memiliki sikap dan tanggung jawab yang tinggi dan merasa bahagia dengan keberhasilan kerja secara pribadi maupun organisasi. Terkait dengan kepuasan keija pegawai Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara, maka yang perlu.
(89) 78. 43004.pdf. I. dilakukan aqalah menanamkan nilai-nilai organisasi yang telah dibangun sebelumnya. Nilai-nilai organisasi harus dijadikan budaya organisasi yang harus dijalankan oleh semua anggota organisasi, apabila anggota organisasi tidak menjalankan budaya organisasi maka dapat diberikan hukuman atau sanksi berdasarkan tingkat pelanggaran yang dilakukan. 4.3.3 Pengaruh Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Pegawai. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepuasan keJja berpengaruh signifik:an dan positif terhadap kineJja pegawai Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara, yang berarti hipotesis kedua pada penelitian ini diterima. Artinya bahwa apabila pegawai memiliki kepuasan keJja yang tinggi maka kineJja pegawai akan semakin tinggi, sebalikuya apabila kepuasan keJja pegawai menurun maka kineJja pegawai akan semakin menurun. Berdasarkan analisis deskripsi menunjukkan bahwa basil tanggapan responden yang berkaitan dengan kineJja pegawai, menunjukkan bal1wa : skor rata-rata tertinggi atas penilaian responden berkaitan dengan kineJja dalam menyelesaikan pekeJjaan sesuai target dan menyelesaikan pekeJjaan tepat waktu. Sedangkan skor rata-rata terendah berkaitan dengan keJja lembur yang dilakukan pegawai. Ini menunjukkan bahwa system keJja lembur di Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara masi!J jarang dilakukan dan pegawai bekeJja secara normal sesuai jam keJjanya. Secara keseluruhan untuk kineJja pegawai di.
(90) 79. 43004.pdf. Bappeda dan Ling],.•.mgan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara tergolong tinggi. Untnk mengbasilkan kineJja pegawai yang tinggi di Iingkungan Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara, maim yang barns dilakukan adalah memperhatikan kepuasan kerja pegawai Bappeda dan Linglumgan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara. Selama ini, kepuasan kerja pegawai yang mampu dirasakan pegawai serta memiliki tingkat kepuasan tinggi adalah terkait dengan kenaikan jabatan pegawai. Pegawai menilai bahwa jenjang kepegawaian di Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara telah berjalan dengan baik, dan pegawai dapat mengusulkan kepangkatan dengan mudah berdasarkan masa kerjanya. Selain itu, kepuasan pegawai yang dinilai masih rendah adalah terkait dengan kebijakan promosi berdasarkan prestasi yang kurang mendapatkan perhatian. Promosi jabatan atau kenaikan pangkat lebih didasarkan. pada. masa. kerja. pegawai,. sedangkan pegawai. yang. berprestasikan kurang memberikan stimulus dalam mendapatkan kenaikan jabatan. Pegawai yang berprestasi hanya memperoleh penghargaan dan kurang jarang mendapatkan promosi yang baik berdasarkan prestasi yang diberikan. Hasil penelitian ini sejalan dengan teori dari Ostroff (1995:2), yang menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian tentang hubungan kepuasan kerja dan kinerja dilakukan hanya pada individu dalam organisasi..
(91) 80. 43004.pdf. Penelitian ~ang dilakukan oleh para ahli menyatakan bahwa kepuasan karyawan dan kesehjahteraan berpengamh terhadap kineija. Teori ini menunjukkan bahwa kineija pegawai akan bernilai tinggi apabila pegawai memiliki kepuasan keija dan kesejahteraan pegawai juga telah terpenuhi. Kepuasan keija dan kesejahteraan pegawai mempakan dua fuktor yang penting, pegawai yang telah memiliki tingkat kesejahteraan yang baik akan mudah menemukan kepuasan dalam bekeija sehingga menghasilkan basil keija yang baik pula. Untuk pegawai yang ada di Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara, menunjukkan bahwa tidak semua pegawai yang memiliki kepuasan keija yang tinggi akan menghasilkan kineija yang tinggi pula. Hal ini dapat disebabkan bahwa pegawai yang memiliki tingkat kepuasan keija tinggi kurang diikuti dengan kompetensi sesuai dengan pekeijaannya, sehingga dengan mininmya kemampuan keija pegawai akan berdampak pada basil keija yang kurang maksimal. Meskipun demikian, karyawan yang kurang memiliki kompetensi hams diberikan pelatihan sesuai dengan pekeijaannya yang nantinya pegawai dapat bekeija dengan baik. 4.3.4 Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kinerja Pegawai. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa budaya organisasi berpengamh signifikan dan positif terhadap kineija pegawai Bappeda dan Lingktmgan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara, yang berarti hipotesis ketiga pada penelitian ini diterima. Artinya bahwa apabila pegawai.
(92) 81 43004.pdf. menjalankan budaya organisasi secara baik dan benar malca kinelja pegawai akan semakin tinggi, sebaliknya apabila budaya organisasi tidak dijalankan dengan baik maka kinelja pegawai akan semakin menurun. Berdasarkan basil analisis deskripsi juga diketalmi bahwa basil tanggapan. responden. yang. berkaitan. dengan. budaya. organisasi,. menunjukkan bahwa : skor rata-rata tertinggi atas penilaian responden berkaitan dengan dilaksanakan punishment bagi karyawan yang melanggar. Sedangkan skor rata-rata terendah berkaitan dengan team work devisi terkordinasi dengan baik. Ini menunjukkan bahwa budaya organisasi dalam bekelja tim masih dinilai kurang diterapkan atau dijalankan dalam lingkungan kerja di Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara. Secara keseluruhan untuk budaya organisasi di Bappeda dan Linglnmgan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara tergolong tinggi, meskipun demikian perlu adanya peningkatan budaya organisasi sehingga lebih baik lagi. Hasil penelitian ini mendukung teori dari Robbins (2001 :148) menyatakan bahwa seseorang yang memiliki kepuasan kelja yang tinggi cenderung bertingkah laku positif terhadap pekeljaannya, begitupun sebaliknya seseorang yang tidak puas cenderung bersikap negatif terhadap pekeljaannya. Dari teori sebelunmya dijelaskan bahwa kepuasan kelja yang dimiliki pegawai berdampak pada kinelja pegawai. Ini menunjukkan bahwa kinelja pegawai dapat ditingkatkan melalui kepuasan kelja dan budaya.
(93) 82 43004.pdf. organisasi. Budaya organisasi yang dimiliki pegawai Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara merupakan bentuk perilaku nyata yang akan menghasilkan kineJja sesuai dengan visi dan misi dari Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara. Apabila pegawai memegang teguh nilai-nilai organisasi dan bersikap positif dalam bekeija, maka keberbasilan Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara akan semakin baik dari tahun ke tahun. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa variabel kepuasan kerja berperan sebagai variabel mediasi antara budaya organisasi dengan kineija pegawai Bappeda dan Lingktmgan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara. Ini menunjukkan bahwa untuk mencapai kineJja pegawai yang tinggi, maka Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara barns memperbatikan kepuasan keija pegawai. Kepuasan kerja dapat ditingkatkan denga cara memperbatikan barapan dan keinginan pegawai. Pimpinan Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara barns peka terbadap aspirasi pegawai di bawabnya, sebingga apa yang menjadi barapan dan keinginan pegawai dapat dipenuhi berdasarkan kebijakan instansi Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara..
(94) 43004.pdf. BABV KESIMPULAN DAN SARAN. 5.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis pada bab sebelwnnya, maka dapat diambil. beberapa kesimpulan sebagai berikut : I. Budaya organisasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kineJja pegawai Bappeda dan Lingktmgan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara. Artinya bahwa apabila pegawai menjalankan budaya organisasi secara baik dan benar maka kineJja pegawai akan semakin baik, sebaliknya apabila budaya organisasi tidak dijalankan dengan baik maka kineJja pegawai akan semakin buruk. 2. Budaya organisasi rnemiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan keJja pegawai Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara Artinya bahwa apabila pegawai menjalankan budaya organisasi secara baik dan benar maka kepuasan keJja pegawai akan semakin tinggi, sebaliknya apabila budaya organisasi tidak dijalankan dengan baik maka kepuasan keJja pegawai akan semakin menurun. 3. Kepuasan keJja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kineJja pegawai Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara Artinya bahwa apabila pegawai memiliki kepuasan keJja yang tinggi maka kineija pegawai akan semakin tinggi, sebaliknya apabila kepuasan keJja pegawai rnenurun maka kineija pegawai akan sernakin menurun. 83.
(95) 84 43004.pdf. 4. Budaya organisasi memiliki pengaruh yang signifikan terlladap kineJja pegawai Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara. Artinya babwa apabila pegawai menjalankan budaya organisasi secara baik dan benar maka kinelja pegawai akan semakin tinggi, sebaliknya apabila budaya organisasi tidak dijalankan dengan baik maka kinelja pegawai akan semakin menurun.. 5.2. Saran. Berdasarkan kesimpulan dan keterbatasan penelitian di depan, maka saran yang dapat peneliti berikan terkait dengan penelitian ini adalah : I. Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara perlu memberikan perhatian terhadap budaya organisasi sebagai faktor yang berpengaruh signifikan terhadap kinelja pegawai. Hal ini dapat dilakukan dengan membina budaya organsiasi dengan menciptakan organsiasi efektif dan memperhatikan asas-asas budaya organisasi, melakukan pembagian tugas secara setara sesuai dengan kompetensi dan bidang tugas sehingga pegawai merasa diperlakukan secara adil, serta membina etos kelja pegawai melalui pelatihan dan pengembangan diri pegawai. 2. Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara perlu memperhatikan babwa budaya organsiasi dan kepuasan kelja merupakan faktor yang mempengaruhi kepuasan kelja yang pada akhirnya juga mempengaruhi kinelja pegawai. Oleh karena itu, Kepala Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidtmg Kalimantan Utara selakn pemimpin perlu mendukung penciptaan budaya organsiasi yang Iebih baik.
(96) 85 43004.pdf. dengan memperlakukan pegawai secara adil, memberikan penghargaan kepada yang berprestasi baik, serta mengapresiasi pegawai yang memiliki kinerja baik sebagai wujud budaya organisasi 3. Pegawai Bappeda dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara perlu melakukan upaya meningkatkan kinelja secara berkelanjutan. Peningkatan kinelja dapat dilaksanakan dengan meningkatkan keahlian inlefllersonal, lebih memiliki inisiatif dalam bekelja, serta meningkatkan kompetensi dan kepercayaan diri sehingga dapat diandalkan..
(97) 43004.pdf. DAFfAR PUSTAKA Arikunto, S. (2010). Prosedur Pene/itian: Edisi Revisi 2010. Jakarta: Rineka Cipta. Armstrong, M. (1994). Manajemen Sumber Daya Manusia: A Handbook Of Human Resource Management. Jakarta: Elex Mediakomputindo Baron, R M., & Kenny, D. A (1986). The Moderator-Mediator Variable Distinction in Social Psychological Research: Conceptual, Strategic, and Statistical Considerations. Journal ofPersonality and Social Psychology, 51(6), 1173-1182 Bralnnasari, L A (2004). Pengaruh Variabel Budaya Perusahaan terhadap Komitmen Karyawan dan Kinelja Perusahaan Kelompok Penerbitan Pers Jawa Pos. Surabaya: Disertasi Universitas Airlangga. Dessler, G. (2015). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: fudeks. Ghozali, 1 (2011). Aplikasi Ana/isis Multivariate Dengan Program IBM. SPSS 19 (edisi kelima.) Semarang: Universitas Diponegoro Gibson, J. L.; Ivancevich, J. M.; & Donnely, J. H. (1997). Organizations (Teljemahan). Jakarta: Gelora aksara Pratama. Harris, S. G. & Mossholder, K. W. (1996). The Affictive Implications of Perceived Congruence wit Culture Dimensions During Organizational Traniformation. Journal ofManagement, 22, p. 527-547. Heriyanti, D. (2007). Analisis Pengaruh Budaya Organisasi, Kepuasan Kerja, dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinelja Karyawan dengan Komitment Organisasional sebagai Variabel futervening. Semarang: Universitas Diponegoro. Hofstede G., Neuijen B., Ohayu D. & Sander G. (1990). Measuring Organizational Cultures : A Qualitative Study Across Twenty Cases. Adminitrative Science Quarterly, 35, p. 285-316. Jaghargh, F. G.; Ghorbanpanah, H.; Nabavi, S. E.; Saboordavoodian, A; & Farvardin, Z. (2012). A Survey on Organizational Culture Based on Stephan Robbins's Theory (Case Study). International Conference on Management and Artificial Intelligence IPEDR Vo/.35, p. 30-34. Koesmono, T. (2005). Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Motivasi dan Kepuasan Kelja serta Kinelja Karyaan pada Sub Sektor fudustri Pengolahan Kayu Skala Menengah di Jawa Timur. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, Vol 7 no 2 hal 171-188. '.
(98) 43004.pdf. Kotter, J. P. & Heskett, J. L. (1998). Corporate Culture and Performance. (telj Benyamin Molan). Jakarta: Prehalindo. Kreitner, R & Kinicki, A. (2005). Perilaku Organisasi 2 (Edisi 5). Jakarta: Salemba Empat. Lawler E. E., & Porter L. W. (1969). The Effect of Performance on Job Satisfaction. Industrial Relations, Vo/.8, p.20-28. Locke E. A. (1969). What is Job Satisfaction? Organizational Behaviour and Human Performance, 4 (4),p. 309-336. Ltmd, D. B. (2003). Organizational Cultnre and Job Satisfaction. Journal of Business & Industrial Marketing, Vol. 18 No.3, pp.219- 236. Luthans E. A. (1998). Organizational Behavior, Sixth Edition. Singapore: McGraw Hill Book Co. Mangknnegara, A. P. (2009). Manqjemen Sumber Daya Manusia. Bandung: Remaja Rosdakmya. Mariam, R. (2009). Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Budaya Organisasi terhadap Kinelja Kmyawan melalui Kepuasan Kelja Karyawan sebagai V anbel Intervening stndi pada Kantor Asuransi Jasa lndonesi Persero. Semarang: Tesis Universitas Diponegoro. Mas'ud, F. (2004). Survai Diagnosis Organisasional: Konsep dan Aplikasi, Semarang: Badan Penerbit UNDIP. Mathis, R. L. & Jackson, J. H. (2006). Human Resource Management. Jakarta: Salemba Empat. McCormick, R. J., &Tiffin, J. (1979). Industrial Psychology (6th edition). New Delhi: Prentice-Hall oflndia. Mondy, R W. & Robert M. N. (2005). Human Resource Management. New Jersey: Prentice Hall. Nunnally, J. (1967).. P~ychometric. Theory. New York: McGraw Hill.. Ostroff, C. (1992). The Relationsli.ip Between Satisfaction, Attitude and PerfOrmance: An Organizational Level Analysis. Journal of Appplied Psychology, Vol77, No. 5,p. 963-974. Rivai, V & Basri, A. F. M. (2005). Performance Apprisal; Sis/em yang Tepa/ Untuk Menilai Kinelja Karyawan dan Meningkatkan Daya Saing Perosahqan. Jakarta: Raja Grafindo..
Gambar
Dokumen terkait
Kita akan mempelajari cara turunan digunakan untuk menemukan nilai ekstrim dari fungsi, menghitung limit dari bentuk pecahan yang pembilang dan penyebutnya keduanya
Dab diharapkan nanti nya dengan meningkat nya sikap kemandirian siswa SMP terhadap mata pelajaran IPA di kabupaten Muaro Jambi dapat bersaing untuk menjadikan
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT MENGGUNAKAN PETA KONSEP. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Desain alat penangkap ikan kapal ikan menggunakan rawai tuna dasar atau long line , yaitu alat tangkap ikan yang terdiri dari rangkaian tali temali yang di bentangkan
Pada bulan Maret 2017 kelompok ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0008 persen dengan komoditas yang memberikan sumbangan inflasi adalah Komoditas televisi
Seperti yang telah dideskripsikan pada pembahasan di atas, dapat dilihat bahwa sebagian besar bahasa daerah di Indonesia menggunakan kosakata [batu] untuk menamai benda
Makanan yang masuk ke tubuh dalam bentuk cairan sehingga porifera disebut juga sebagai pemakan cairan, dengan proses air ditarik melalui pori-pori ke dalam ronga tengah, spongosol,
[r]