PERATURAN MENTER. PERHUBUNGAN NOMOR: KM 11 TAHUN 2010 TENTANG TATANAN KEBANDARUDARAAN NASIONAL
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
(2) Jaringan penerbangan luar negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf b, merupakan kumpulan rute luar negeri yang ditetapkan berdasarkan perjanjian angkutan udara
Dalam hal perusahaan Angkutan Penyeberangan tidak dapat melayani sesuai dengan jadwal yang ditetapkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 huruf i, harus melaporkan
(4) Bandar udara pengumpul dengan skala pelayanan tersier sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a meliputi bandar udara pengumpul dengan skala pelayanan tersier yang ditetapkan
(6) Pemeriksaan kendaraan pendukung PKP-PK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3) huruf f meliputi jumlah ketersediaan dan kesiapan operasional sesuai dengan kategori Bandar
Inspeksi keselamatan yang menjadi tanggung jawab penyelenggara heliport sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 pada huruf d, wajib dilakukan oleh inspektur bandar udara atau orang
komponen jasa angkutan udara yang merupakan kemampuan pemberian pelayanan suatu bandar udara untuk pergerakan pesawat udara, penumpang, dan kargo, baik yang datang, transit
Badan Usaha Angkutan Udara dan Perusahaan Angkutan Udara Asing dapat melakukan pemeriksaan keamanan terhadap kargo dan pos dari Regulated Agent atau Pengirim Pabrikan (known
(2) Untuk memenuhi kategori bandar udara untuk PKP-PK yang dipersyaratkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diperlukan adanya fasilitas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan