• Tidak ada hasil yang ditemukan

Surat Keterangan Medis & VER

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Surat Keterangan Medis & VER"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)

Surat K

Surat Keterangan

eterangan Medis

Medis

& Visum et Repertum

& Visum et Repertum

L

Lab

abo

or

r

at

at

o

or

r

i

i

u

um

m I

I

l

l

m

mu

u

K

Ked

edo

okt

kt

er

er

an

an

Fo

F

or

r

en

ensi

si

k

k

&

&

M

(2)

Oleh:

Oleh:

Connie Angelica 

Connie Angelica 

Fira M Nisa 

Fira M Nisa 

Belyza Khairunnisa 

Belyza Khairunnisa 

Ahmad Hanifi

Ahmad Hanifi

Pembimbing :

Pembimbing :

Andri Andrian Rusman d

Andri Andrian Rusman drr!!

"#!F! M!Kes

"#!F! M!Kes

(3)

Oleh:

Oleh:

Connie Angelica 

Connie Angelica 

Fira M Nisa 

Fira M Nisa 

Belyza Khairunnisa 

Belyza Khairunnisa 

Ahmad Hanifi

Ahmad Hanifi

Pembimbing :

Pembimbing :

Andri Andrian Rusman d

Andri Andrian Rusman drr!!

"#!F! M!Kes

"#!F! M!Kes

(4)

Pengertian Surat Keterangan Medis

Pengertian Surat Keterangan Medis

Surat keterangan yang diberikan oleh

Surat keterangan yang diberikan oleh seorang

seorang

dokter secara

dokter secara prof

profesional mengenai

esional mengenai k

keadaan

eadaan

tertentu yang diketahuinya dan dapat

tertentu yang diketahuinya dan dapat

dibuktikan

(5)

Surat Keterangan Medis

Dalam menjalankan tugas profesinya, seorang Dokter

kadang kalanya harus menerbitkan surat-surat keterangan

medis !edomannya antara lain"

1. Bab I pasal 7 KODEKI

” setiap dokter hanya Memberikan keterangan dan pendapat yang telah Diperiksa sendiri kebenarannya”.

#

Bab II pasal 12 KODEKI

“ setiap dokter wajib Merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya Tentang seorang pasien bahkan juga setelah pasien Meninggal dunia”.

$ !aragraf %, pasal % '' no#()#**% tentang

!raktik kedokteran

(6)

Sanksi Hukum

Penyimpangan dalam pembuatan surat keterangan, selain tidak etis juga merupakan pelanggaran terhadap pasal 267 KUHP sebagai berikut :

1. Serang dkter yang dengan sengaja memberikan surat keterangan palsu tentang ada atau tidaknya penyakit, kelemahan, atau !a!at dian!am dengan hukuman penjara paling lama empat tahun.

2. "ika keterangan diberikan dengan maksud untuk memasukkan seserang dalam rumah sakit gila atau untuk menahannya disitu, dijatuhkan hukuman penjara paling lama delapan tahun enam bulan.

#. $ian!am dengan pidana yang sama, barang siapa dengan sengaja memberikan surat keterangan palsu itu selah%lah isinya sesuai dengan kebenaran.

(7)

Sanksi Hukum

Selanjutnya dalam pasal 17& KUH'P ter!antum sebagai berikut :

1. Setiap rang yang diminta pendapatnya sebagai ahli kedkteran kehakiman atau dkter atau ahli lainnya (ajib memberikan keterangan ahli demi keadilan.

2. Semua ketentuan tersebut di atas untuk saksi berlaku juga bagi mereka yang memberikan keterangan ahli, dengan ketentuan bah(a mereka mengu!apkan sumpah atau janji akan memberikan keterangan yang sebaik%baiknya dan sebenar%benarnya menurut pengetahuan dalam  bidang keahliannya.

(8)

+ormat Surat Keterangan Medis

- ama dan alamat instansi

- udul surat keterangan

- .dentitas pasien yang diberi keterangan

- .si keterangan

- /empat dan tanggal pembuatan surat keterangan

- ama lengkap dan tanda tangan dokter yang memberi

surat keterangan

(9)

 0.S 0.S S'R1/ K0/0R121 M0D.S

3 Surat Keterangan 4ahir

# Surat Keterangan

Kematian

$ Surat Keterangan Sehat

% Surat Keterangan Sakit

5 Surat Keterangan 6acat

7 Surat Keterangan

!elayanan Medis untuk

penggantian biaya dari

asuransi kesehatan

8 Surat Keterangan 6uti

9amil

 Surat Keterangan .bu

hamil, bepergian dengan

pesa:at udara

( 4aporan !enyakit Menular

3* Kuitansi

(10)

Surat Keterangan 4ahir

Surat keterangan kelahiran berisikan tentang (aktu )tanggal dan "am* lahirnya bayi, jenis kelamin, ++ dan nama rang tua.

$iisi sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, leh karena sering adanya  permintaan khusus dari pasien.

(11)
(12)

Surat Keterangan Kematian

• Keterangan pasti seserang meninggal dunia.

• $ata kependudukan.

• Kepentingan pemakaman.

• Kepentingan asuransi, pensiun, hutang piutang.

• Kepentingan hak (aris dalam keluarga.

• Pengembangannya dalam kasus kematian dugaan tidak (ajar, kasus ini

(13)
(14)
(15)

S'R1/ K0/0R121 S091/

• Kegunaan 'suransi "i(a

• Kegunaan Pembuatan Surat -in /engemudi

(16)
(17)

Surat Keterangan Sakit Dan .stirahat

Serang dkter harus (aspada terhadap kemungkinan simulasi atau agraasi  pada (aktu memberikan keterangan mengenai !uti sakit serang karya(an. 'dakalanya !uti sakit disalahgunakan untuk tujuan lain. Surat keterangan !uti sakit palsu dapat menyebabkan serang dkter dituntut menurut pasal 26# dan 267 KUHP.

(18)
(19)

S'R1/ K0/0R121 6161/ dan 91M.4

SURAT KETERANGAN CACAT

Sangat erat hubungannya dengan besarnya tunjangan atau pensiun yang akan diterima leh pekerja, yang tergantung kepada keterangan dkter tentang siat !a!atnya.

SURAT KETERANGAN CUTI HAMIL

Hak !uti hamil serang ibu adalah # bulan, yaitu sekitar 1 bulan sebelum dan 2 bulan setelah persalinan. ujuan : agar si ibu !ukup istirahat dan mempersiapkan dirinya dalam menghadapi prses persalinan, dan mulai kerja kembali setelah masa nias.

(20)

Surat Keterangan .bu 9amil ;erpergian

Dengan !esa:at

Sesuai dengan ketentuan international aviation, ibu hamil tidak dibenarkan

 bepergian dengan pesa(at udara, jika mengalami : 1. Hiperemesis atau emesis graidarum

2. Hamil dengan kmplikasi ) perdarahan, preeklamsi dsb * #. Hamil 3#6 minggu

(21)

4aporan !enyakit Menular

$iatur dalam UU n. 6 tahun 1&62 tentang (abah. Kepentingan umum yang diutamakan.

Pasal 5 KUHP :

 tiada bleh dihukum barang siapa melakukan perbuatan untuk menjalankan aturan undang%undang8.

(22)

K'./1S.

Sering diminta sebagai bukti pembayaran, tidak menimbulkan masalah apabila sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. +erhubungan dengan penggantian biaya berbat dari perusahaan tepat pasien atau pasangannya bekerja.

9nth :

1. Perusahaan hanya mengganti 5 biaya pengbatan, pasien minta dibuatkan kuitansi sebesar 2 kali imbalan jasa yang diterima dkter 

2. Pasien meminta agar imbalan jasa dkter dinaikkan dengan sisa imbalan dibagi 5%5 antara dkter dan pasien

#. Pasien meminta agar biaya pengangkutan pulang pergi dari luar kta ke tempat berbat dimasukkan dalam kuitansi berbat )builtin*, sedangkan dkter tidak menerima bagian dari biaya pengangkutan tersebut.

(23)

Visum et Repertum

Keterangan yang dibuat leh dkter atas permintaan penyidik

yang ber(enang mengenai hasil pemeriksaan medis terhadap

manusia, baik hidup atau mati ataupun bagian atau diduga

 bagian dari tubuh manusia, berdasarkan keilmuannya dan

(24)

!rosedur permintaan Ver

Surat permintaan ;e< hanya bleh dibuat leh pihak yang diberi (e(enang sesuai dengan  bunyi pasal 7)2* dan pasal 11 KUH'P, dalam hal ini pihak Penyidik dan Penyidik

Pembantu seperti dalam PP 0.27 ahun 1&=# : 1. Pasal 2

Penyidik adalah pejabat plisi negara republik indnesia tertentu yang sekurang%kurangnya berpangkat Pembantu >etnan $ua Plisi.

Penyidik adalah pejabat pega(ai negeri sipil tertentu yang sekurang%kurangnya berpangkat pengatur muda tingkat -)glngan --?b* atau yang disamakan dengan itu.

2. Pasal #

Penyidik pembantu adalah pejabat plisi negara republik indnesia tertentu yang sekurang%kurangnya berpangkat Sersan $ua Plisi.

Penyidik pembantu adalah pejabat pega(ai negeri sipil tertentu yang sekurang%kurangnya berpangkat pengatur muda )glngan --?a* atau yang disamakan dengan itu.

(25)

!rosedur permintaan Ver

$'S'< HUKU/ :

Pasal 1## KUH'P menyebutkan :

1* $alam hal penyidikan untuk kepentingan peradilan menangani serang krban  baik luka, kera!unan, ataupun mati yang diduga karena peristi(a yang merupakan tindak pidana, ia ber(enang mengajukan permintaan keterangan ahil kepada ahli kedkteran kehakiman atau dkter dan atau ahli lainnya.

2* Permintaan keterangan ahli sebagaimana dimaksud dalam ayat )1* dilakukan se!ara tertulis, yang dalam surat itu disebutkan dengan tegas untuk pemeriksaan luka atau pemeriksaan mayat dan atau pemeriksaan bedah mayat.

(26)

!rosedur !ermintaan VeR

Permintaan Keterangan 'hli leh penyidik harus dilakukan se!ara tertulis sesuai dengan syarat keabsahan Surat Permintaan ;isum. 'dministrati surat yang lengkap: a. Kepala surat instansi penyidik@

 b. 0mr dan tanggal surat@

!. -dentitas krban yang akan diperiksa@

d. empat (aktu kejadian perkara atau ditemukannya@

e. -dentitas lengkap peminta )nama, 0<P, pangkat, jabatan, tanda tangan, dan stempel instansi*.

(27)

!rosedur !ermintaan Ver

Untuk krban mati, jenaah harus diperlakukan baik, diberi label identitas dan  penyidik (ajib memberitahukan dan menjelaskan kepada keluarga krban mengenai  pemeriksaan yang akan dilaksanakan.

Krban yang masih hidup sebaiknya diantar leh petugas keplisian guna pemastian identitasnya.

Surat permintaan keterangan ahli ditujukan kepada instansi kesehatan atau instansi khusus untuk itu, bukan kepada indiidu dkter yang bekerja di dalam instansi tersebut. Pemeriksaan dapat dilakukan leh sendiri atau bersama%sama dengan satu dkter pemeriksa sebagai penanggung ja(ab.

Pemeriksaan rensik klinik yang dilakukan (ajib ditulis dalam rekam medis pasien, kemudian dituangkan ke dalam rmat ;e<. Setelah selesai, maka ;e< ditandatangani leh dkter pemeriksa.

(28)

 enis Visum et repertum

 enis Visum et Repertum VeR !erlukaan <termasuk keracunan= VeR Kejahatan Susila VeR ena>ah <korban mati= VeR !sikiatri

(29)

 Jenis e! berdasarkan "aktu pemberiann#a

$isum untuk k%rban &idup

;isum

seketika

isum yang dibuat seketika leh karena krban tidak memerlukan tindakan khusus atau pera(atan dengan perkataan lain krban mengalami luka % luka ringan

;isum

sementara

isum yang dibuat untuk sementara  berhubung krban memerlukan tindakan khusus atau pera(atan. $alam hal ini dkter membuat isum tentang apa yang dijumpai  pada (aktu itu agar penyidik dapat melakukan penyidikan (alaupun isum akhir menyusul kemudian

;isum

lanjutan

isum yang dibuat setelah  berakhir masa pera(atan dari krban leh dkter yang mera(atnya yang sebelumnya telah dibuat isum sementara untuk a(al penyidikan. ;isum tersebut dapat lebih dari satu isum tergantung dari dkter atau rumah sakit yang mera(at krban.

(30)

 enis Visum et repertum

Visum terhadap korban mati  1. Pemeriksaan luar

adalah dapat diminta leh penyidik tanpa pemeriksaan dalam atau tpsi  berdasarkan KUHP pasal 1##.

2. Pemeriksaan luar dan dalam

adalah jenaah : sesuai dengan KUH'P pasal 1#4 ayat 1 dalam hal sangat diperlukan dimana untuk keperluan pembuktian bedah mayat tidak mungkin lagi dihindari, penyidik (ajib memberitahukan terlebih dahulu kepada keluarga krban. 'yat 2 dalam hal keluarga krban keberatan, penyidik (ajib menerangkan dengan sejelas%jelasnya tentang maksud dan tujuan dilakukan pembedahan tersebut. 'yat # apabila dalam (aktu 2 hari tidak ada tanggapan apapun dari keluarga pihak yang  perlu diberitahu tidak ditemukan, penyidik segera melaksanakan ketentuan

(31)

+ormat 4aporan VeR

VeR dibuat den!an ketentuan seba!ai berikut

a. $iketik di atas kertas berkepala surat )kp surat* instansi dkter pemeriksa.

 b. /en!antumkan kata "R# $USTITIA8 di bagian atas kiri atau tengah pada halaman a(al. !. Struktur dan isi terdiri dari pendahuluan, pemberitaan )pemeriksaan*, kesimpulan dan penutup. d. /enggunakan bahasa indnesia yang baik dan benar )eyd*.

e. idak menggunakan singkatan, terutama pada (aktu mendeskripsikan temuan pemeriksaan. . idak menggunakan istilah asing dan istilah kedkteran.

g. $itandatangani dan diberi nama jelas dkter pemeriksa. h. +erstempel instansi dkter pemeriksa.

i. $iperlakukan sebagai surat yang harus dirahasiakan.

 j. >apran ;e< hanya diberikan kepada penyidik peminta ;e< )instansi*. 'pabila lebih dari satu instansi  peminta, maka kedua instansi tersebut diberi ;e< masing%masing asli8.

k. Salinannya diarsipkan dengan mengikuti ketentuan arsip pada umumnya, dan disimpan sebaiknya hingga # tahun.

(32)

.si laporan VeR

%a!ian "endahu&uan

• Pada bagian ini, dkter pemeriksa tidak menulis?tidak memberi judul pendahuluan8.

• $kter pemeriksa menulis identitasnya se!ara lengkap )nama, 0<P?0-P, jabatan, instansi*. • $kter pemeriksa menulis identitas lengkap peminta ;e< )nama, 0<P, pangkat, jabatan,

instansi* berdasarkan surat permintaan ;e< )di!antumkan nmr dan tanggal surat*. • $kter pemeriksa menulis (aktu dan tempat pemeriksaan.

• $kter pemeriksa menulis keterangan singkat krnlgis peristi(a sesuai surat permintaan ;e<.

• $kter pemeriksa menulis jenis pemeriksaan yang diminta sesuai surat permintaan ;e<. • $kter pemeriksa menulis keterangan identitas krban )barang bukti* sesuai surat

(33)

.si laporan VeR

%a!ian "emberitaan '"emeriksaan(

• Pada bagian ini dkter pemeriksa menulis?memberi judul H'S-> PA/A<-KS''08.

• $kter pemeriksa melihat keadaan krban )pada krban hidup* dan

melakukan pemeriksaan isik luar dan bila diperlukan status psikiatrikus )pada krban hidup* serta pemeriksaan penunjang )labratrium klinik, rntgen, 9 S!an, /<-, AKB, AAB dll*.

• $kter pemeriksa menulis semua hasil pemeriksaan terhadap barang bukti yang ditulis se!ara sistematik, jelas dan dapat dimengerti leh rang yang tidak berlatar belakang pendidikan kedkteran.

(34)

.si laporan VeR

%a!ian Kesimpu&an

• Pada bagian ini dkter pemeriksa menulis?memberi judul

KAS-/PU>'08.

• $kter pemeriksa menulis kembali identitas krban)jenis kelamin dan

umur* sesuai dengan SP; dari penyidik.

• $kter pemeriksa menulis pini dalam kesimpulan atas seluruh hasil

 pemeriksaan dengan berdasarkan keilmuan C keahliannya.

• $kter pemeriksa menulis akta yang terdapat pada krban mengenai

 jenis luka, jenis kekerasan dan kualiikasi lukanya )kualiikasi luka dirmulasikan dengan kata%kata sesuai bunyi ketentuan perundang% undangan*.

(35)

.si laporan VeR

%a!ian "enutup

Pada bagian ini dkter pemeriksa tidak menulis?tidak

memberi judul Penutup8.

ulisan kalimat penutupnya adalah $emikianlah isum et

repertum ini, saya uraikan dengan sejujur%jujurnya dan

 berdasarkan keilmuan saya yang sebaik%baiknya, serta

mengingat sumpah jabatan dan sesuai dengan perundang%

undangan yang berlaku8

(36)
(37)
(38)

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Bab 1 ayat 14 ditegaskan bahwa “Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu

TQC sebagai totalitas pengendalian terhadap mutu produk, secara bertahap merupakan rangakaian suatu proses produksi yang menjadi tanggung jawab masing-masing

Tenaga kesehatan dalam hal ini tenaga dokter baik dokter umum maupun dokter spesialis di suatu Rumah Sakit sebagai salah satu pusat kesehatan merupakan bagian

Besarnya imbal hasil portofolio saham dipengaruhi oleh (1) proporsi dana (alokasi dana) yang diinvestasikan pada masing-masing saham, dimana semakin besar alokasi dana yang

6. Serat us siswa suat u Provinsi di Pulau Jawa mengikut i seleksi t ingkat Provinsi dan skor rat a- rat anya adalah 100. Banyaknya siswa kel as II yang mengikut i seleksi t ersebut

Pajak penghasilan terkait pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi 2.. Pos-pos yang akan direklasifikasi ke

memperhatikan bahan baku yang digunakan adalah minyak ikan off grade yang memiliki kadar air (4,2%) dan Asam lemak bebas (ALB 13%) yang tinggi dibandingkan dengan minyak

Bila mencermati upaya pengembangan sarana dan prasarana yang dilakukan di desa lokasi penelitian diperoleh gambaran bahwa upaya tersebut belum menunjukan hasil