BAB I PENDAHULUAN
1. PENGERTIAN JUDUL
“HOTEL RESORT DIKARANGPANDAN”
Hotel resort:
o Hotel yang biasanya terletak di luar kota, di daerah pegunungan,
daerah tepi pantai, tepi danau, di daerah tempat berlibur atau
berekreasi, yang memberikan fasilitas menginap kepada orang-
orang yang sedang berlibur. Jangka waktu untuk tinggal relatif agak
lama, fasilitas yang disediakan agak beragam, lebih rileks, informil
dan menyenangkan (R.S. Darmajati,istilah pariwisata,1989, hal 65).
o Hotel yang biasanya dijadikan tempat peristirahatan atau biasanya
sebagai tempat berlibur (Lembaga Studi Pariwisata Indonesia,
Hotel,1989).
o Hotel yang letaknya di pinggir laut, pegunungan, di tempat wisata
kesehatan. Biasanya direncanakan melayani paket liburan panjang
selama satu sampai dua mingguan. Restauran harus dapat
menampung semua tamu dalam sekali kunjungan. Membutuhkan
ruang duduk yang luas, sarana olah raga, bar, kolam renang dan
ruang konvensi yang bisa disediakan sebagai usaha musiman
(Neufert, Architec’c Data, 1997, hal 233).
o Karangpandan : Sebuah kecamatan dikabupaten Karanganyar
(Wikipedia, Karanganyar, 15 Desember 2008).
Hal lebih detail terkait dengan pengertian judul di atas dijelaskan pada
2. LATAR BELAKANG 2.1. UMUM
2.1.1.Rekreasi sebagai sarana penetralan
Rekreasi adalah sarana untuk mengembalikan fisik dan psikis
seseorang. Tanpa rekreasi kerusakan fisik dan psikis akan terjadi dan
akan dapat mempengaruhi produktivitas kerja orang tersebut. Hal inilah
yang mendorong seseorang untuk mengadakan perjalanan wisata
dengan berkunjung atau berlibur ke daerah- daerah tujuan wisata
sebagai salah satu alternatif pemenuhan.
Dihadapkan pada rutinitas sehari- hari, perasaan jenuh, stres, dan
tekanan lainnya, manusia secara naluriah akan membutuhkan suasana
lain seperti suasana tenang, aman, santai, nyaman, pribadi, dan akrab.
Dalam kehidupan rutinitas sehari-hari, manusia membutuhkan variasi
hidup yang bisa mengembalikan kesegaran fisik maupun psikisnya.
Salah satu cara untuk mendapatkan variasi ini adalah dengan
melakukan kegiatan rekreasi yang dilakukan di waktu senggangnya
misalnya dengan apresiasi seni, musik, lukisan, menikmati
pemandangan alam, melakukan perjalanan untuk mencari pengalaman-
pengalaman lain dan sebagainya.
Di dalam menikmati pariwisata misalnya seseorang yang
bersangkutan mempunyai waktu luang dan dana yang diperlukan,
apalagi ada beberapa beberapa orang yang membenarkan bahwa
sesungguhnya pariwisata memang diciptakan untuk memenuhi
kebutuhan manusia untuk suatu hiburan atau relaksasi dari pekerjaan
berat sehari- hari.
2.1.2.Hotel Resort sebagai Akomodasi Wisata
Akomodasi wisata merupakan fasilitas pendukung di daerah
wisata. Dengan adanya akomodasi wisata, para wisatawan dapat tinggal
lebih lama di tempat tersebut sehingga dapat menikmati obyek wisata
dikelompokkan ke dalam beberapa jenis, salah satunya adalah hotel
resort (R.S. Damarjati, istilah pariwisata, 1989, hal 67). Hotel resort
merupakan hotel yang biasanya terletak di daerah-daerah luar kota,
dipegunungan, di tepi pantai atau di daerah- daerah tempat berlibur atau
berekreasi yang memberikan fasilitas menginap kepada orang-orang
yang sedang berlibur. Tamu-tamu biasanya tinggal bersama-sama
dengan keluarga mereka untuk jangka waktu yang relatif agak lama.
Hotel resort dapat di artikan pula sebagai hotel yang terletak di
daerah-daerah wisata dengan fasilitas yang sangat beragam dan memiliki
identitas dan karakter tersendiri. Di samping sebagai fasilitas
akomodasi wisata berupa penginapan, hotel resort juga menyediakan
fasilitas penunjang rekreasi dan kebutuhan wisatawan lainnya. Fungsi
hotel resort lebih diutamakan sebagai tempat peristirahatan daripada
sekedar tempat penginapan sarana penunjang fasilitas lain yang terdapat
di hotel resort itu sendiri sangatlah beragam, diantaranya swimming,
fishing, riding, golf, tennis, dan sebagainnya.
Tujuan utama pengunjung hotel resort adalah untuk berlibur,
berekreasi, bersenang- senang, mengisi waktu luang, dan melupakan
rutinitas kerja yang membosankan. Mereka umumnya berasal dari
golongan menengah ke atas, datang secara individu (berpasangan atau
dengan keluarga) atau secara kolektif/ berombongan (klub atau
organisasi tertentu). Pengunjung resort memiliki kecenderungan untuk
kembali menggunakan fasilitas akomodasi yang disukainya ketika
datang liburan berikutnya (dengan rentang waktu tertentu dari liburan
pertama).
Keberadaan hotel resort di Karangpandan diupayakan menjadi
kunci dan dapat memberikan “nilai tambah” pada kawasan wisata
2.2. KHUSUS
2.2.1.Aktivitas Kepariwisataan
Seiring dengan aktivitas kepariwisataan yang dari waktu ke waktu
semakin meningkat, industri pariwisata telah berkembang dengan pesat
di berbagai negara dan menjadi sumber devisa negara yang cukup
besar. Diperhitungkan menjelang tahun 2000-an sektor pariwisata
semakin meningkat sehingga penyediaan kebutuhan penunjang akan
pariwisata juga mengalami peningkatan. Hal ini dapat terlihat dari data
tahun 2006 yang dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata Karanganyar
mengenai jumlah kunjungan wisatawan dari tahun ke tahun yang
mengalami peningkatan yang lumayan pada bulan-bulan ataupun masa-
masa tertentu seperti liburan sekolah maupun liburan hari raya besar
suatu agama. Prospek perkembangan pariwisata di Indonesia untuk
tahun-tahun mendatang juga akan semakin cerah bila dilihat dari angka-
angka prediksi yang dikeluarkan Deparpostel tentang arus kedatangan
wisatawan mancanegara ke Indonesia sampai dengan 2008.
Industri pariwisata di Indonesia memiliki peluang yang tidak dapat
dilepas begitu saja. Sektor pariwisata dapat dijadikan salah satu
tumpuan harapan bangsa untuk keluar dari krisis ekonomi.
Perkembangan pariwisata sebagai penghasil devisa lebih andal daripada
ekspor migas yang lebih fluktuatif, sementara devisa pariwisata tidak
terlalu sensitif terhadap resesi ekonomi.
2.2.2.Prospek Bangunan Resort Hotel di Karangpandan
Karanganyar adalah salah satu kabupaten yang ada di kawasan
Karasedenan Surakarta, memiliki potensi pariwisata yang cukup besar
berupa aset alam dan budaya. Dewasa ini, potensi tersebut sudah mulai
diolah. Hal ini dapat dilihat dengan perkembangan pengelolaan
obyek-obyek pariwisata baru yang sudah mulai dapat dinikmati oleh para
wisatawan, antara lain wisata Candi Cetha dan Candi Sukuh, Wisata
Tabel. 1.1
Jenis dan Nama Obyek Wisata di Karanganyar
1 2 3
Jenis/Nama Obyek Alamat Fasilitas
A HUTAN WISATA
1 Puncak Lawu Gondosuli, Tawangmangu ~ Jalan setapak
~Pos keamanan
~petunjuk arah
2 Pringgondani Tawangmangu ~ Pancuran tujuh
~Barak penginapan
~Tempat Ziarah
~Jaran setapak
3 Sekipan Kalisoro, Tawangmangu ~Gedung pertemuan
~Arena camping
~Arena perkemahan
~Jalan setapak
4 Gunung Bromo Delingan, Karanganyar ~ Panggung hiburan
~ Arena anak-anak
~ Kopel peristirahatan
~Hutan lindung
~Petilasan Ki Ageng Serang
~Jalan Setapak
5 Grojogan Sewu Kalisoro, Tawangmangu ~Air Terjun
~Kios cindera mata
~Kolam renang
~Hutan lindung
~Fauna (kera)
B. WISATA ALAM
1 Monumen tanah kritis Jumantono ~Joglo pertemuan
~Monumen
~Tanah kritis
~Arena perkemahan
2 Sendang Kuning Karangpandan ~Bak mandi
~Sendang / air warna kuning
3 Air Terjun Temanten Gumeng, Jenawi ~Jalan setapak 4 Telogo Madirdo Ngargoyoso ~Sumber air
~Jalan setapak
C. SUMBER AIR PANAS
1 Pablengan Pablengan, Karangpandan ~ 7 sumber air
~Joglo pertemuan
~Mushol, kamar mandi,
2 Balong Balong, Jenawi, Plumbon. ~Jalan makadam 3 Cumpleng Tawangmangu ~Sumber air panas
~Joglo air mancur
Sumber : Dinas Pariwisata Kab. Karanganyar
Dari data tempat wisata di Karanganyar perlu didukungnya dengan
penginapan atau hotel. Fasilitas penginapan untuk kelas menengah ke atas
yang ada di Kabupaten Karanganyar masih sangat minim ini dapat dilihat
dari Tabel 1.2 apabila di bandingkan dengan jumlah pengunjung daerah
pariwisata di Karanganyar (Tabel 1.3) meskipun tidak semua pengunjung
obyek wisata menginap di Karanganyar.
1 2 3
Jenis/Nama Obyek Alamat Fasilitas
D. GOA
1 Goa Cokrokembang Anggrasmanis, Jenawi ~Jalan setapak 2 Goa Kendalisodo Anggrasmanis, Jenawi ~Jalan setapak 3 Goa Tlorong Lempong, Jenawi ~Jalan setapak
E.
BUMI
PERKEMAHAN
1 Bumi Pramuka Delingan, Karanganyar ~Gedung pertemuan
~Air Bersih
~ Arena perkemahan
F. PENINGGALAN PURBAKALA
1 Candi Sukuh Berjo, Ngargoyoso ~Joglo pertemuan
~MCK, tempat parkir
2 Candi Cetho Gumeng, Jenawi ~Balai peristirahatan
~Tempat Berdo'a
~Mck, , tempat parkir
3 Candi Palanggatan Ngargoyoso ~Jalan setapak 4 Candi Menggung Bener, Tawangmangu ~Rumah jaga 5 Situs Watukandang Matesih ~Rumah jaga 6 Penggalian Fosil Dayu, gondangrejo ~Musium
G. ZIARAH
1 Astana Magadeng Girilayu, Matesih ~Tpt. Ziarah makam raja Mn
~Balai peristirahatan
~Masjid, MCK
2 Astana Girilayu Girilayu, Matesih ~Tpt. Ziarah makam raja Mn
~Balai peristirahatan
~Masjid, MCK
3 Astana Derpoyudan Kwadungan, Kerjo ~Makam Eyang Derpoyudo 4 Astana Temuireng Tegalgede, Karanganyar ~Makam Kerabat MN 5 Astana Randusongo Tasikmadu ~Makam Kerabat MN 6 Kredowahono Kredowahono, Gd. Rejo ~Pesanggrahan
7 Bulakkrangan
Krangan, Gd. Rejo,
Tabel 1.2
nama, klasifikasi, jumlah kamar dan alamat hotel dan pondok wisata di kabupaten
Karanganyar tahun 2006 12 H. Pringgondani M.2 14 22 Banjarsari, Tawangmangu
13 H. Marini M.2 20 20 Colomadu
Tawangmangu
Dipilihnya Karangpandan sebagai lokasi perencanaan hotel resort
karena Karangpandan sebagai salah satu kecamatan yang berada di
kabupaten Karanganyar memiliki potensi lokal yang sangat beragam,
yang dewasa ini potensi tersebut mulai diolah dan dikembangkan
baik oleh penduduk asli Karangpandan maupun oleh investor di
Indonesia, hal ini terlihat dari bermunculannya berbagai wadah
rekreasi seperti Food dan Fishing Sport Centre Putri Duyung,
Perkebunan Koleksi obat, Pancingan dan Lesehan Nita, Rumah
makan Indah, Resto Taman Telaga Pandan, Pengembangan
Agribisnis Setra Pemasaran Tanaman Hias Sekar Lawu dan lain
sebagainya. Dilihat pula Karangpandan sebagai penghubung antara
kota Surakarta dengan keberadaan kawasan wisata yang ada di
kabupaten Karanganyar, yang sangat srategis.
Kondisi di atas juga didukung dengan merebaknya vila-vila
yang berada di kawasan Tawangmangu, yang sebagian besar hanya
mengutamakan fungsi akomodasi saja. Di kawasan Karangpandan
sendiri hanya terdapat Hotel Puncak yaitu hotel yang dikategorikan
sebagai hotel melati. Keberadaan hotel kecil tersebut tentunya
sangatlah minim dalam menampung wisatawan yang berkunjung,
mengingat potensi Karangpandan sebagai daerah transisi pariwisata
sangatlah besar dan masih terdapatnya lahan- lahan kosong yang luas
yang belum termanfaatkan secara optimal. Hal itu pula yang
kemudian memunculkan ide dalam menggagas sebuah hotel resort
dengan penekanan pada interior etnik jawa yang diupayakan bisa
menjadi daya tarik tersendiri bagi hotel resort tersebut.
3. PERMASALAHAN
Bagaimana merencanakan dan merancang hotel resort diKarangpandan
dengan interior bangunan yang sesuai dengan gaya etnik jawa yang mampu
mengabaikan persyaratan-persyaratan dalam hal penentuan tata ruang dan
kebutuhan ruang bagi pengguna hotel resort?
4. TUJUAN DAN SASARAN 4.1. Tujuan
Menyusun konsep perencanaan dan perancangan hotel resort di
Karangpandan yang dapat mengakomodasikan interior etnik jawa klasik
yang diterapkan dalam setiap ruangannya yang dapat dinikmati oleh
para tamu dari kalangan masyarakat menengah ke atas.
4.2.Sasaran
Dari uraian diatas, maka sasaran pembahasan ini adalah dengan
mengungkapkan pendekatan perencanaan dan perancangan hotel resort
di Karangpandan dengan penekanan di interior etnik jawa sebagai :
Sarana menginap dan melepaskan kepenatan para tamu dari
rutinitas sehari- hari dengan interior etnik jawa pada hotel resort
yang diterapkan yang dapat memberikan rasa nyaman dan tenang.
Sarana rekreasi bagi masyarakat menengah ke atas.
5. LINGKUP DAN BATASAN PEMBAHASAN
5.1.Lingkup Pembahasan
Pembahasan menekankan interior etnik jawa dari ruang- ruang
yang diciptakan dari hotel resort tersebut untuk tempat menginap dan
sekaligus sebagai tempat rekreasi.
5.2.Batasan Pembahasan
Pemilihan lokasi dan tapak berdasarkan pada master plan
Kabupaten Karanganyar dan kriteria-kriteria yang mendukung
keberadaannya.
• Perencanaan konsep interior pada bangunan yang mampu
6. METODOLOGI DESAIN
6.1. Studi literatur
Merupakan penelitian dengan membaca buku dan literatur yang
berhubungan dengan subyek penelitian guna mendapatkan data yang
bersifat ilmiah atau teoritis. Metode ini merupakan alat terpenting
dalam penarikan sebuah kesimpulan atau dalam mengemukakan suatu
saran.
6.2.Survey lapangan
Merupakan riset atau penelitian untuk mendapatkan data dan
informasi dari keberadaan yang sebenarnya atau langsung dari obyek
yang diteliti, dalam hal adalah dengan melakukan perbandingan dengan
bangunan sejenis yang sudah ada sebagai tolok ukur maupun survey
mengenai data wisatawan dan keberadaan hotel yang diperoleh di
kantor dinas pariwisata maupun Bapenda Karanganyar.
6.3.Wawancara
Merupakan usaha untuk memperoleh informasi dengan cara
bertanya lansung kepada narasumber. Narasumber yang dimaksud bisa
merupakan pengelola, pengunjung maupun perorangan dari suatu
instansi yang terkait dengan bangunan yang akan dirancang.
6.4. Analisis
Pembahasan dilakukan dengan metode analisis deduktif yaitu
menganalisa permasalahan dari yang bersifat umum tentang hotel resort
menuju kemasalah khusus yaitu tentang pemanfaatan elemen-elemen
untuk mendapatkan temuan-temuan sebagai faktor penentu
7. SISTEMATIKA PEMBAHASAN
Sistem DP3A direncanakan memiliki sistematika sebagai berikut:
BAB 1 Pendahuluan
Mengungkap judul dan pengertian judul, latar belakang,
permasalahan dan persoalan, tujuan dan sasaran, metodology
design serta sistematika pembahasan mengenai perencanaan dan
perancangan hotel resort di Karangpandan.
BAB 2 Tinjauan Teori Hotel Resort
Meninjau secara umum hotel resort dengan acuan hotel resort yang
sudah ada. Tinjauan yang didapat pada tahap kedua ini merupakan
hasil dari wawancara, studi literatur dan studi banding mengenai
hotel resort yang berkaitan dengan pengertian, fungsi dan tujuan,
serta kegiatan yang berlangsung di dalamnya sebagai wadah
perbandingan proyek yang akan direncanakan.
BAB 3 Tinjauan Kabupaten Karanganyar Sebagai Lokasi Hotel Resort yang Direncanakan
Meninjau secara umum Kabupaten Karanganyar sebagai lokasi dari
resort hotel yang direncanakan di Karangpandan sebagai salah satu
wilayahnya.
BAB 4 Analisa dan Konsep Perencanaan dan Perancangan Hotel Resort di Karangpandan
Berisi tentang konsep dasar perencanaan dan perancangan dasar
Hotel Resort di Karangpandan, yang digunakan sebagai acuan
untuk transformasi perencanaan dan perancangan kawasan dan