22 Januari 2020
12 Februari 2020 11 Juni 2020
……...6
E-Kliping LPDB-KUMKM 2020 i
Daftar Isi
Jangan Panik, Berikut Tips Selamatkan Bisnis Yang Hampir Bangkrut Akibat Corona………..1
Dimasa Pandemi Covid, LPDB-KUMKM Salurkan Rp 307,3 Miliar Dana Bergulir………..3
Indef Dorong, Anggaran PEN Untuk UMKM
Diperbesar………5 Buat Yang Ingin Buka Usaha Baru, Begini 12
Langkahnya……….7
Mewabahnya virus corona telah berdampak bagi banyak bisnis, baik yang besar hingga yang kecil. Beberapa di antaranya mengalami kerugian bahkan ada yang gulung tikar karena menurunnya jumlah permintaan. Tetapi jangan panik dulu, berikut tips mengatasi usaha Anda yang di ambang kebangkrutan, dilansir dari Laman Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB KUMKM), lpdb.id.
Atur Kembali Keuangan
Anda Anda tak perlu belajar manajemen secara mendalam, tetapi Anda harus cukup teliti dan tekun untuk membuat laporan keuangan setiap harinya. Catatlah pengeluaran dan pemasukan walau sekecil apapun. Jangan tunda untuk melakukan hal tersebut karena akan sangat berbahaya jika menjadi kebiasaan yang pada akhirnya membuat Anda kebingungan karena kehilangan catatan cash flow Anda.
Jangan Panik, Berikut Tips Selamatkan Bisnis Yang Hampir Bangkrut Akibat Corona
merdeka.com Online Kamis, 11 Juni 2020
E-Kliping LPDB-KUMKM 2020 2
Jangan Cepat Tergoda Usaha Lain
Apabila Anda memperoleh keuntungan yang besar di awal usaha Anda, jangan berpuas diri dan menganggap sudah menguasai pasar. Usaha yang baru muncul itu biasanya baru memancing perhatian masyarakat luas sehingga keuntungan tersebut adalah pembelian pertama dari pelanggan Anda.
Sumber: http://www.merdeka.com/uang/jangan-panik-berikut-tips-selamatkan-bisnis- yang-hampir-bangkrut-akibat-corona.html
Covid-19 yang tengah mewabah saat ini, tak terkecuali Indonesia, tidak menyurutkan langkah Lembaga Penyaluran Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB–KUMKM) melaksanakan tugasnya dalam menyalurkan pinjaman/pembiayaan dana bergulir kepada koperasi–koperasi di Tanah AIr.
Selama masa pandemi Covid–19, LPDB–KUMKM mencatat telah menyalurkan dana bergulir mencapai Rp307,3 miliar. Jumlah ini akan terus bertambah menyusul wabah Covid–19 belum dapat diperkirakan kapan berakhir. Sementara penyaluran dipastikan akan terus berjalan guna membantu likuiditas koperasi.
“Selama masa pandemi Covid–19, yakni per periode Maret sampai dengan akhir Mei 2020, LPDB–KUMKM telah menyalurkan dana bergulir sebesar Rp307,3 miliar, dengan rincian Rp211,8 miliar untuk pinjaman konvensional dan sebesar Rp95,5 miliar disalurkan untuk pembiayaan syariah,” kata Direktur Utama LPDB–KUMKM, Supomo.
Supomo mengatakan koperasi dan UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia adalah instrumen peningkatan kesejahteraan, pemerataan distribusi
pendapatan dan pengaman sosial yang wajib dibantu oleh Pemerintah.
Oleh karena itu, LPDB–KUMKM yang merupakan satuan kerja dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop dan UKM) diberi tugas untuk menyalurkan
pinjaman/pembiayaan dana bergulir untuk membantu KUMKM agar tetap menjalankan usaha di tengah masa sulit akibat pandemi Covid–19.
“Kami sadar memiliki risiko saat harus bertugas menyalurkan dana bergulir di tengah pandemi Covid. Namun kami tetap hadir untuk memberikan solusi agar koperasi dapat tetap menyelenggarakan pelayanan bagi anggota yang memiliki unit usaha dan
membutuhkan koperasi walaupun kondisi saat ini sangat sulit untuk menjalankan usaha,”
terang Supomo.
Dimasa Pandemi Covid, LPDB-KUMKM Salurkan Rp 307,3 Miliar Dana Bergulir
busurnews.com Online Kamis, 11 Juni 2020
E-Kliping LPDB-KUMKM 2020 4
Dalam penyaluran dana bergulir di masa pandemi Covid–19, Supomo mengakui pihaknya sedikit terkendala, misalnya dalam hal perikatan dengan notaris kepada koperasi yang sudah diputuskan mendapat dana bergulir. Untuk dapat dicairkan dana bergulir tersebut perikatan notaris harus dilakukan melalui pertemuan tatap muka.
“Belum bisa dilakukan pertemuan secara online. Padahal dalam berlakunya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Sosial (PSBB) rute penerbangan dari dan menuju Jakarta masih dibatasi, namun kami tetap berkomitmen jika masih dapat ditempuh melalui jalur darat kami pasti akan langsung melakukan perikatan kepada Koperasi,” ungkapnya.
LPDB–KUMKM menargetkan, pada 2020 dapat menyalurkan dana bergulir sebesar Rp 1,85 triliun. Target tersebut tumbuh sekitar 8,8 persen dari pencapaian dana bergulir di tahun 2019, yaitu sebesar Rp 1,72 triliun. Dana tersebut akan diberikan 70 persen untuk koperasi sektor rill dan 30 persen untuk koperasi simpan pinjam.
“Pada tahun 2020 LPDB–KUMKM hanya fokus penyaluran kepada koperasi. Seluruh kebijakan internal kami juga sudah dilakukan relaksasi untuk mempermudah akses pinjaman/pembiayaan kepada koperasi tersebut,” tukas Direktur Umum dan Hukum LPDB–KUMKM Jaenal Aripin.
Fokus penyaluran dana bergulir kepada koperasi ini merupakan misi utama LPDB–
KUMKM untuk mewujudkan koperasi yang produktif, memiliki daya saing, mandiri dan modern yang juga searah dengan kebijakan Menteri Koperasi Teten Masduki agar LPDB–
KUMKM fokus dalam membangun koperasi masa depan.
Harapannya, dengan dana bergulir yang tersalur ke mitra LPDB–KUMKM khususnya koperasi, akan menciptakan koperasi modern yang dapat meningkatkan potensi ekspor UMKM. Koperasi modern berarti koperasi sehat secara keuangan dan mempunyai prospek usaha yang layak untuk dibiayai.
Sumber: https://busurnews.com/dimasa-pandemi-covid-lpdb-kumkm-salurkan-rp-3073- miliar-dana-bergulir/
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mendorong alokasi anggaran dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk UMKM diperbesar karena sektor ini menyerap banyak tenaga kerja dan paling terdampak
pandemi COVID–19. “Dampak (UMKM) kepada ekonomi besar, tenaga kerja banyak tapi jumlahnya (alokasi PEN) tidak memadai untuk ideal,” katanya dalam webinar bertajuk menguji efektivitas PEN untuk UMKM dan BUMN di Jakarta, Rabu. Direktur Eksekutif Indef ini memberikan catatan terkait subsidi bunga, penjaminan, pembiayaan koperasi yang perlu ditambah hingga penempatan dana restrukturisasi kredit.
Dalam subsidi bunga, pemerintah mengalokasikan Rp35,28 triliun kepada 60,66 juta rekening namun rekening ini masih berpotensi ganda atau satu debitur memiliki lebih dari dua rekening. Dari total sekitar 64,1 juta pelaku UMKM, lanjut dia, baru 19,74 persen atau sekitar 12,6 juta pelaku UMKM yang berpotensi mendapatkan bantuan subsidi bunga itu.
“Kami khawatir karena 80 persen pelaku UMKM ini tidak dapat bantuan potensial dari subsidi bunga ini,” katanya. Ia memprediksi 80 persen pelaku UMKM itu tidak
mendapatkan akses perbankan dan lembaga jasa keuangan atau memang mereka tidak mengajukan restrukturisasi kredit.
Terkait penempatan dana dari pemerintah untuk restrukturisasi kredit yang alokasinya mencapai Rp78,78 triliun, ia menilai fleksibilitas penempatan dana diperkirakan mencapai Rp37,88 triliun atau sekitar 6,75 persen dari total restrukturisasi kredit sebesar Rp591 triliun. Indikatornya, lanjut dia, angka kredit bermasalah (NPL) UMKM hingga Maret 2020 mencapai 3,9 persen atau Rp40,89 triliun. Ia juga mengharapkan penambahan nilai penjaminan untuk modal kerja yang jumlahnya dinilai lebih kecil dibandingkan imbal jasa penjaminan (IJP).
Indef Dorong, Anggaran PEN Untuk UMKM Diperbesar
antaranews.com Online Kamis, 11 Juni 2020
E-Kliping LPDB-KUMKM 2020 6
Dalam outlook revisi Perpres 54 tahun 2020, pemerintah mengalokasikan belanja IJP sebesar Rp10 triliun dan cadangan penjaminan mencapai Rp2 triliun. Sebelum itu, pemerintah mengalokasikan Rp1 triliun penjaminan dan Rp5 triliun untuk IJP. Untuk pembiayaan dana bergulir koperasi dialokasikan Rp1 triliun yang lebih kecil dari total kebutuhan mencapai Rp1,85 triliun. Selain itu, ia juga menyoroti besaran insentif pajak penghasilan yang ditanggung pemerintah untuk UMKM sebesar Rp2,4 triliun, dinilai lebih kecil dari total anggaran insentif usaha.
Sumber: https://www.antaranews.com/berita/1545560/indef-dorong-anggaran-pen-untuk- umkm-diperbesar
Hambatan terbesar saat membuka atau usaha adalah memulainya. Jika Anda sudah melalui fase ini, maka langkah selanjutnya relatif bisa dijalani. Untuk memulai usaha baru, mari kita coba langkah–langkah berikut, seperti melansir Laman Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB KUMKM), lpdb.id, Kamis (11/6/2020).
1. Siapkan Mental
Hal pertama yang harus disiapkan adalah mental. Mental pengusaha berbeda dengan karyawan. Karyawan cenderung menghabiskan gaji bulanan. Sedangkan, pengusaha harus menginvestasikan sebagian penghasilan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar. Maka, ketika sudah memilih untuk membuka usaha, terapkanlah mental sebagai pengusaha.
2. Siapkan Modal
Apapun jenis usahanya, pasti memerlukan modal. Banyak pengusaha yang mengeluhkan modal. Sebenarnya, tak perlu dirisaukan. Dengan modal kecil pun sudah bisa membuka usaha. Besarnya modal tergantung dari besar atau kecilnya usaha yang Anda jalankan.
3. Bidang Usaha
Tentukan bidang usaha yang akan dibuka. Anda bisa memilih bidang yang belum pernah ada atau yang sudah banyak. Pada awalnya, orang merasa ragu untuk mulai membuka usaha, baik bidang yang belum pernah ada maupun yang sudah banyak dilakukan.
4. Lokasi
Lokasi merupakan peran penting dalam membuka usaha. Lokasi yang ramai diyakini akan membuat usaha cepat dikenal dan menarik banyak peminat. Pilih lokasi yang strategis, yaitu dekat dengan tempat aktivitas masyarakat, kantor, sekolah, atau kampus.
Buat Yang Ingin Buka Usaha Baru, Begini 12 Langkahnya
liputan6.com Online Kamis, 11 Juni 2020
E-Kliping LPDB-KUMKM 2020 8
5. Fokus
Fokuslah pada satu bidang usaha terlebih dahulu. Banyak pengusaha yang gagal saat mulai berkembang, karena tidak fokus pada peningkatan bisnis awal, melainkan terlalu banyak ingin mencoba bidang usaha lain.
6. Cari Pelanggan
Kenalkan bidang usaha ke luar. Sebarkan informasi barang dagangan atau usaha jasa Anda ke semua orang, agar bisa mendapatkan klien. Ada banyak cara untuk promosi, baik dari
7. Cara Berbisnis
Sebenarnya, berbisnis itu mudah, kok. Contohnya, barang seharga Rp1000, tugas Anda adalah menjualnya dengan harga lebih dari itu, misalnya Rp. 1.500. Intinya, dari sebuah barang, Anda bisa menjualnya dengan memperoleh keuntungan. Setelah itu, juallah barang tersebut sebanyak–banyaknya. Pada awal membuka usaha, hanya membutuhkan sedikit pegawai. Selain Anda sendiri yang mengurus usaha tersebut, bisa melibatkan pasangan atau anggota keluarga yang lain untuk ikut mengelola. Tujuannya agar mereka dapat ikut merasa memiliki usaha tersebut. Setelah usaha berkembang, baru bisa
mempekerjakan pegawai tambahan.
9. Perencana Keuangan
Keuangan untuk membuka bidang usaha, tak hanya terpaku pada modal awal. Ketika usaha sudah berjalan, Anda harus pandai mengatur alur keluar masuknya uang.
Pisahkan keuangan bisnis dengan keuangan pribadi. Banyak pengusaha yang gagal karena keuangan pribadi dan bisnis, tercampur aduk.
10. Mulai lah!
Sudah memikirkan segala sesuatunya? Kalau begitu, mulailah!
11. Risiko
Membangun bisnis, tentu saja ada risikonya. Namun, kalau Anda sudah menyadari risikonya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Semakin maju usaha tersebut, reputasi semakin dipertaruhkan. Karena itu, sambil menjaga kelangsungan bisnis, juga harus terus menjaga reputasi.
12. Antisipasi Kegagalan
Risiko kegagalan dalam berbisnis, selalu ada. Karena itu Anda dituntut untuk bersikap tegas dan cepat bertindak, terutama bila melihat sesuatu yang tak beres.
Sumber: https://www.liputan6.com/bisnis/read/4275857/buat-yang-ingin-buka-usaha-baru- begini-12-langkahnya