• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

32 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pre- eksperimental design dengan metode penelitian one group pretest-postest design yaitu penelitian dengan melakukan observasi terlebih dahulu sebelum dilakukan intervasi, kemudian diobservasi lagi setelah di lakukan intervensi (Hidayat, 2014 ; Nursalam, 2013). Sebelum dilakukannya perlakuan, diawali pendokumentasian untuk mengumpulkan data dan selanjutnya dilakukan perlakuan berupa pemberian tindakan akupunktur titik SP 6 Sanyinjiao, LU 7 Lieque dan LI 4 Hegu kombinasi dengan masker madu kemudian dilanjutkan dengan pendokumentasian setelah diberi perlakuan.

Bagan 3.1 Rancangan Penelitian (Machfoedz, 2017)

Pre-test Perlakuan Post-test

Keterangan:

P1 : Sebelum dilakukan perlakuan

X : Perlakuan (tindakan akupunktur titik SP 6 Sanyinjiao, LU 7 Lieque dan LI 4 Hegu kombinasi dengan masker madu)

P2 : Setelah dilakukan perlakuan

P1 X P2

(2)

B. Populasi, Sampel dan Teknik Sampling 1. Populasi

Populasi dalam penelitian merupakan wilayah generalisasi yang terdiri dari subjek atau obyek berupa manusia atau klien yang memenuhi syarat ketentuan yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik sebuah kesimpulan (Hidayat, 2014 ; Nursalam, 2013). Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa kampus I Politeknik Kesehatan Surakarta yang mengalami Acne Vulgaris. Jumlah populasi pada penelitian ini adalah 47 mahasiswa.

2. Sampel

Sampel merupakan bagian dari populasi yang telah memenuhi kriteria untuk dilakukan penelitian (Hidayat, 2014). Pada penelitian ini akan menggunakan teknik purposive sampling yang didasarkan pada pertimbangan tertentu yang dibuat oleh peneliti sesuai kriteria inklusi dan kriteria eksklusi agar karakteristik dari sampel tidak menyimpang. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa kampus I Politeknik Kesehatan Surakarta yang mengalami Acne Vulgaris dan memenuhi kriteria inklusi penelitian dan kriteria eksklusi penelitian, adapun kriteria inklusi penelitian dan kriteria eksklusi penelitian dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. kriteria inklusi adalah kriteria yang perlu dipenuhi oleh setiap populasi agar dapat diambil sampel (Notoatmodjo, 2010). Kriteria inklusi pada penelitian ini yaitu :

1) Mahasiswa aktif kampus I Politeknik Kesehatan Surakarta dengan rentang usia 18-22 tahun

2) Bersedia menjadi responden dan sudah menandatangani informed concent

3) Responden mengalami Acne Vulagaris pada area wajah

4) Responden memiliki lesi Acne Vulgaris derajat sedang hingga berat menurut Djuanda 2013

5) Responden tidak menjalani pengobatan Acne Vulgaris lainnya

(3)

6) Bersedia mengikuti 10 kali tindakan terapi akupunktur dan masker madu dengan frekuensi 2 kali dalam seminggu

b. Kriteria eksklusi adalah kriteria anggota populasi yang tidak memenuhi syarat untuk diambil sebagai sampel (Notoatmodjo, 2010).

1) Responden menderita Acne Vulgaris pada area punggung

2) Responden tidak mengikuti satu kali atau lebih jadwal terapi yang sudah ditentukan

3) Responden mengalami penurunan kesehatan yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan tindakan terapi

3. Teknik Sampling

Untuk menentukan besar sampling menggunakan rumus dengan tingkat kesalahan 1%, 5%, dan 10%. Pada umumnya penelitian di bidang kesehatan dan pendidikan menggunakan tingkat kesalahan 0.01 (1%) atau 0.05 (5%). Untuk menentukan besar jumlah sampel penelitian dapat menggunakan rumus metode purposive sampling (Nursalam, 2016).

Rumusnya sebagai berikut:

N. z2. p. q d2 (N-1) + z2 .p.q

Keterangan:

n : Jumlah sampel N : jumlah populasi

z : Nilai standar normal untuk α = 0.05 (1,96)

p : Perkiraan porposi, jika tidak diketahui dianggap 0,5 q : 1 – p (0,5)

d : Tingkat kesalahan yang dipilih (d = 0,05) n =

(4)

Sesuai dengan rumus diatas, maka jumlah sampel yang akan diteliti adalah : n= 47 (1,96)2 .0,5 .0,5

(0,05)2 (47-1) + (1,96)2 .0,5 .0,5 n= 45,1388

1,0754

n= 42,1265893 dibulatkan menjadi 42

Dari hasil penghitungan sampel menggunakan rumus metode purposive sampling, didapat sampel sebanyak 42 responden dan akan di seleksi kembali berdasarkan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi yang telah ditetapkan penulis.

C. Lokasi dan Waktu Penelitian

Lokasi penelitian adalah tempat atau wilayah dimana akan dijadikan penelitian (Sugiyono, 2008). Untuk lokasi penelitian dilakukan di ruang laboratorium Jurusan Akupunktur Politeknik Kesehatan Surakarta. Sedangkan waktu penelitian adalah kapan penelitian tersebut akan dilaksanakan (Sugiyono, 2008). Waktu penelitian dilaksanakan setelah dilakukannya studi pendahuluan pada bulan November 2018 sampai dengan penyusunan hasil penelitian pada bulan April 2019.

D. Variabel Penelitian

Variabel penelitian adalah suatu keadaan atau kondisi yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan memperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono, 2009).

1. Variabel bebas (independent variable) adalah variabel yang menjadi sebab perubahan/mempengaruhi variabel terikat (Hidayat, 2007). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah tindakan terapi akupunktur titik SP 6 Sanyinjiao, LU 7 Lieque dan LI 4 Hegu kombinasi dengan masker madu.

(5)

2. Variabel terikat (dependent variable) adalah variabel yang menjadi akibat/dipengaruhi oleh variabel bebas (Hidayat, 2007). Variabel terikat dalam penelitian ini adalah penurunan derajat Acne Vulgaris.

E. Definisi Operasional Variabel

Definisi operasional adalah spesifikasi kegiatan yang mendefinisikan variabel secara operasional berdasarkan karakteristik yang diamati, sehingga memungkinkan peneliti untuk melakukan observasi secara cermat terhadap suatu objek atau fenomena (Hidayat, 2007).

Tabel 3.1 Definisi Operasional Variabel

Penelitian

Definisi Operasional

Parameter Alat Ukur Hasil ukur

Skala Ukur Derajat

lesi Acne Vulgaris

Derajat lesi Acne Vulgaris merupakan pengelompoka n Acne

Vulgaris berdasarkan jumlah manifestasi yang muncul seperti papul, pustul dan nodul

 Jumlah lesi Acne

Vulgaris

 Jenis lesi Acne Vulgaris

 Penghitun gan manual lesi Acne Vulgaris

 Penggolo ngan lesi Acne Vulgaris

 Teknik Fotografi (Kamera Canon EOS 1100D)

 Ringan lesi (komedo, papul, pustul, nodus, kista) total berjumlah kurang dari 5

 Sedang lesi(kome do, papul,pust ul, nodus, kista) total berjumlah 5 sampai 10

 Berat lesi(kome do,

ordinal

(6)

papul,pust ul, nodus, kista) total berjumlah lebih dari 10 Terapi

akupunktu r titik SP 6 Sanyinjiao , LU 7 Lieque dan LI 4 Hegu kombinasi dengan masker madu

 SP 6 Sanyinjiao Lokasinya Tiga cun proksimal prominens maleolus medialis, tepat di tepi

posterior os tibia

 LU 7 Lieque Lokasinya

Proksimal dari prosesus stiloideus os radial 1,5 cun proksimal dari lipat melintang kulit

pergelangan tangan

 LI 4 Hegu Lokasinya Diantara os metakarpalis I dan II tepat pertengahan tepi os

metakarpalis II

 Masker madu Digunakan berupa sediaan

 Lokasi

 Penusukan sampai terasa De Qi

Ketepatan titik

Penusukan dilakukan secara tepat dan terasa sensasi De Qi lalu dilakukan pencatatan 0 = Tidak

De Qi 1= De Qi

Nomina l

(7)

liquid/cairan madu yang akan

diaplikasikan pada seluruh wajah.

(8)

F.Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian merupakan suatu alat ukur yang digunakan untuk memperoleh dan mengelolah informasi dan data yang didapat dari responden dengan menggunakan pola ukur yang sama.

1. Lembar observasi

Lembar observasi berisi identitas responden dan jumlah lesi Acne Vulgaris sebelum dilakukan tindakan maupun sesudah dilakukan tindakan selama 10 kali terapi dengan frekuensi 2 kali dalam 1 minggu.

2. SOP

Prosedur tindakan akupunktur menurut SOP (Standar Operating Procedur) yaitu:

a. Tahap Pra Terapi

1) Melakukan verifikasi data responden 2) Mencuci tangan

3) Mempersiapkan alat dan bahan habis pakai b. Tahap Orientasi

1) Memberikan salam dan memperkenalkan diri

2) Menjelaskan tujuan, prosedur tindakan dan kontrak waktu 3) Menanyakan kesiapan responden sebelum tindakan dilakukan c. Tahap Kerja

1) Mengatur posisi responden dalam keadaan tidur

2) Menanyakan kenyamanan tentang posisi saat dilakukan tindakan 3) Sterilisasi area tangan dan kaki yang akan dilakukan penusukan

dengan kapas alkohol 70%

4) Melakukan terapi akupunktur dengan penusukan akupunktur pada titik SP 6 Sanyinjiao, LU 7 Lieque dan LI 4 Hegu

5) Membersihkan wajah responden menggunakan susu pembersih 6) Mengaplikasikan masker madu pada area wajah

7) Mencabut jarum setelah 15 menit dan desinfeksi menggunakan kapas alkohol 70%

(9)

8) Membersihkan masker madu menggunakan spons wajah dan dengan air bersih

d. Alat dan Bahan 1) Alat

a) Bengkok b) Pinset

c) Jarum akupunktur Huanqiu ukuran 1 cun d) Kuas masker

e) Mangkok masker f) Handscoon

g) Tempat bekas jarum

h) Kamera Canon EOS 1100D i) Alat tulis

j) spons wajah k) Baskom tempat air 2) Bahan

a) Kapas steril dan Alkohol 70%

b) Madu Al-shifa

c) Susu pembersih merk viva

G. Analisis Data 1. Analisis univariat

Analisis data dilakukan pada suatu variabel dari hasil penelitian yang bertujuan untuk mendiskripsikan karakteristik setiap variabel penelitian yang meliputi usia, jenis kelamin, dan derajat keparahan Acne Vulgaris.

Disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan dinarasikan dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran suatu kondisi yang obyektif tentang penurunan derajat lesi Acne Vulgaris (Notoatmodjo, 2010).

2. Analisis bivariat

Analisis bivariat dapat dilakukan setelah dilakukannya analisis univariat. Analisis ini digunakan untuk mengetahui adanya pengaruh terapi

(10)

akupunktur pada titik SP 6 Sanyinjiao, LU 7 Lieque dan LI 4 Hegu kombinasi dengan masker madu untuk menurunkan derajat Acne Vulgaris pada mahasiswa kampus I Politeknik Kesehatan Surakarta dengan menggunakan analisis uji T-test apabila data berdistribusi normal, sedangkan menggunakan uji Wilcoxon apabila data berdistribusi tidak normal.

H. Etika Penelitian

1. Responden diberi penjelasan mengenai prosedur, maksud, tujuan dan manfaat dari penelitian.

2. Segala data responden dijaga kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk keperluan penelitian.

3. Responden yang bersedia mengikuti penelitian diminta untuk menandatangani lembar persetujuan (informed consent).

Gambar

Tabel 3.1 Definisi Operasional  Variabel

Referensi

Dokumen terkait

Terbilang : (enam ratus sembilan puluh lima juta rupiah ). Demikian disampaikan untuk dapat dimaklumi

Suspek : Memiliki gejala/tanda ISPA dan penumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit, riwayat perjalanan atau tinggal di wilayah Indonesia yang melaporkan

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau; 139. Kepala Biro Administrasi Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau;

Kesalahan pada bagian pajak di Kantor Pos terjadi karena terlalu banyaknya berkas atau SSP yang harus di evaluasi dan dikirim ke KPP dalam waktu yang cukup singkat

Namun demi- kian, belum ada fakta yang teruji untuk membuktikan bahwa akrila- mida dalam makanan berpotensi menyebabkan kanker pada manusia, karena pemberian makanan yang

Pendapat tersebut memberikan gambaran bahwa pendidikan Islam itu lebih banyak ditujukan kepada perbaikan sikap mental yang akan terwujud dalam amal perbuatan, hal

Lebih lanjut pada tabel 3 dan tabel 4 menunjukkan bahwa pasien pasca stroke yang memperoleh intervensi integrasi self-affirmation dengan neurorehabilitasi

Cairan pelarut dalam proses pembuatan ekstrak adalah pelarut yang baik (optimal) untuk senyawa kandungan yang berkhasiat atau yang aktif, dengan demikian senyawa