• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

28 BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan didalam kelas (PTK) ketika pembelajaran berlangsung. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menyelesaikan permasalahan pada suatu kelas serta mencari solusi ilmiah bagaimana hal itu dapat terselesaikan melalui tindakan yang dilaksanakan. Tujuan lain dari penelitian tindakan kelas yaitu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang terfokus pada kelas atau proses pembelajaran yang terjadi di dalam kelas (Supardi dan Suharjono, 2012). Pelaksanaan penelitian tindakan kelas tidak boleh dilakukan hanya satu siklus meskipun target penelitian telah tercapai, karena hakikatnya PTK adalah penelitian yang menerapkan model/metode/pendekatan/strategi dalam pembelajaran dengan siklus yang berkelanjutan.

Penelitian tindakan kelas ini akan dilakukan di SMA Al-Islam 1 Surakarta yang beralamat di Jl. Honggowongso No. 94 Surakarta dengan kode pos 57149.

Kondisi sarana dan prasarana SMA Al-Islam 1 Surakarta sangat lengkap dengan adanya perpustakaan, laboratrium, tempat ibadah, sarana olahraga, asrama siswa dan sarana ekstrakurikuler yang memadai. Sarana dan prasarana ini digunakan untuk menunjang kegiatan pembelajaran.

Sarana untuk setiap kelas di SMA Al-Islam 1 Surakarta adalah papan tulis, spidol dan penghapus, LCD dan proyektor, wifi, serta speaker yang digunakan untuk menunjang proses pembelajaran. Selain itu juga terdapat air minum galon yang tersedia pada setiap blok tempat. Dalam penelitian ini sarana dan prasarana penunjang yang digunakan adalah LCD proyektor untuk menampilkan bahan ajar berupa powerpoint, modul kimia sebagai bahan ajar penunjang buku pelajaran dan LKS yang dimiliki siswa, internet yang digunakan untuk membantu siswa mencari informasi tambahan yang sifatnya umum pada saat pembelajaran guna memecahkan masalah yang diberikan dan tertera pada modul. Untuk waktu penelitian dapat dijelaskan dalam Tabel 3.1.

(2)

Tabel 3.1. Alokasi Waktu Penelitian

Kegiatan Penelitian Bulan

Des Jan Feb Mar Apr Nov Des Jan 1. Persiapan Kegiatan

a. Koordinasi peneliti dengan guru kimia

b. Menyusun proposal tindakan

c. Menyiapkan instrumen penelitian

2. Pelaksanaan Tindakan a. Siklus I

(perencanaan, pelaksanaan, observasi, refleksi)

b. Siklus II

(perencanaan, pelaksanaan, obsevasi, refleksi)

3. Analisis Data dan Laporan a. Menyusun hasil tindakan 2

siklus

b. Menyusun laporan ujian dan revisi

c. Ujian dan revisi d. Penggandaan dan

pengumpulan laporan

B. Subjek Penelitian

Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas X MIPA 4 SMA Al-Islam 1 Surakarta tahun ajaran 2018/2019 yang mayoritas memiliki buku paket pelajaran dan LKS karena bersifat wajib memiliki bagi setiap siswa. Peserta didik kelas X MIPA 4 berjumlah 33 namun yang mengikuti penelitian tindakan berjumlah 31.

C. Data dan Sumber Data

Sumber data dalam penelitian ini merupakan subjek darimana data diperoleh. Dalam penelitian ini, data dan informasi yang diperoleh cukup akurat, meliputi :

1. Wawancara guru dan siswa. Penelitian ini memiliki fokus untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik dan kemampuan literasi kimia peserta didk pada materi Redoks kelas X semester genap.

2. Dokumen, yang terdiri dari silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar kerja siswa, angket, dan aspek penilaian.

(3)

3. Data prestasi, diperoleh dari nlai Penilaian Akhir Semester (PAS) tahun ajaran 2018/2019 yang diperoleh dari guru mata pelajaran kimia dan berdasarkan nilai Ulangan Harian (UH) Redoks tahun ajaran 2017/2018 yang diperoleh dari guru mata pelajaran kimia.

D. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode tes dan non tes.

1. Metode Tes

Tes didefinisikan sebagai alat untuk menilai suatu hal dengan peraturan yang sudah ditetapkan (Arikunto, 2016). Aspek-aspek perilaku manusia, antara lain aspek pengetahuan (kognitif), aspek sikap (afektif), maupun aspek keterampilan (psikomotor) biasanya diukur melalui tes.

Metode tes memiliki tujuan untuk mengetahui atau menilai tingkat pemahaman siswa pada materi pembelajaran sesuai dengan siklus yang ada untuk mendapatkan hasil data prestasi belajar dan kemampuan literasi kimia pada materi Redoks.

2. Metode Non Tes

Metode non tes merupakan penilaian pemahaman siswa secara langsung dengan berbagai tugas yang rill, dapat dipakai untuk mengevaluasi berbagai aspek dari seseorang, dari aspek kognitif sampai aspek psikomotor yang dilakukan saat proses pembelajaran berlangsung (Sudaryono, 2013). Teknik pengumpulan data pada metode non tes adalah :

a. Wawancara

Wawancara peniliannya dilakukan dalam bentuk percakapan dan tanya jawab, baik langsung atau tidak langsung dengan siswa (Arifin, 2012). Dalam panduan wawancara terstruktur yang mengisi instrument adalah pewawancara (interviewer) (Sudaryono, et al., 2013). Dalam penelitian ini, wawancara dipergunakan untuk memeroleh informasi tentang kegiatan belajar mengajar yang telah dilakukan.

(4)

b. Observasi

Observasi atau pengamatan merupakan alat evaluasi yang banyak dipakai untuk pengukuran perilaku seseorang ataupun proses terlaksananya suatu kegiatan yang dapat dilihat, kegiatan tersebut dapat terjadi saat situasi yang sebenarnya maupun situasi buatan (Sudjana, 2008). Pada observasi yang mengisi instrument adalah observer berdasarkan pengalamannya pada objek penelitian (Sudaryono, et al., 2013). Pada penelitian ini, pengamatan dilakukan pada aktivitas belajar siswa, sikap siswa di dalam kelas, dan keterampilan siswa saat kegiatan belajar mengajar.

c. Angket

Angket atau kuesioner adalah alat penilaian yang dilakukan dengan cara menuliskan informasi yang didapat, pendapat, serta paham dalam hubungan kausal. Angket dilakukan secara tertulis dan wawancara dilakukan secara lisan (Arifin, 2012). Instrumen angket yang mengisi adaah responden (Sudaryono, et al., 2013). Pemberian angket diawal bertujuan mengetahui kondisi awal peserta didik. Sedangkan pemberian angket diakhir bertujuan mengetahui perubahan yang terjadi pada peserta didik.

d. Dokumentasi

Dokumentasi yang digunakan berupa dokumen yang menjadi sumber data. Doumen yang diperlukan meruapakan kurikulum yang diterapkan di sekolah, silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran, dan daftar nilai peserta didik mata pelajaran kimia.

E. Teknik Uji Validitas Data

Uji validitas data adalah uji yang digunakan untuk mengukur apakah data yang diambil dalam penelitian memiliki tingkat validitas yang baik atau tidak.

Pada penelitian ini, data yang dihasilkan melalui observasi, angket, wawancara, kajian dokumen dan tes prestasi belajar. teknik pengumpulan data tertera pada Gambar 3.1.

(5)

Gambar 3.1. Teknik Pengumpulan Data

Penelitian ini membagi instrumen yang digunakannya menjadi dua yaitu instrumen pembelajaran dan penilaian.

1. Instrumen Pembelajaran

Instrumen pembelajaran adalah instrumen yang dipakai dalam kegiatan belajar mengajar di kelas sesuai yang telah direncanakan. Instrumen pembelajaran meliputi Silabus, RPP, dan modul kimia.

a. Silabus

Silabus adalah kegiatan belajar dalam satu tahun yang direncanakan pada suatu materi pembelajaran. Pada penelitian ini menggunakan silabus yang ada di sekolah dimana diperoleh dari pemerintah.

b. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

RPP disusun berdasarkan peraturan pada kurikulum 2013 revisi. RPP disusun oleh peneliti dan disetujui oleh guru mata pelajaran kimia. RPP diuji kelayakannya oleh 2 orang ahli.

RPP ini dilakukan uji validitas instrumen. Validitas adalah ukuran tingkat kevalidan suatu instrumen. Uji validitas data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan formula Gregory sebagai berikut :

𝑐𝑜𝑛𝑡𝑒𝑛𝑡 𝑣𝑎𝑙𝑖𝑑𝑖𝑡𝑦 (𝐶𝑉) = 𝐷 𝐴 + 𝐵 + 𝐶 + 𝐷 Keterangan :

CV : Content Validity

A : Jumlah item yang kurang relevan berdasarkan dua panelis

B : Jumlah item yang kurang relevan berdasarkan panelis I dan relevan berdasarkan panelis II

C : Jumlah item yang relevan berdasarkan panelis I dan kurang relevan berdasarkan panelis II

Tes / Angket Observasi

Wawancara/ Arsip

Data Sumber

(6)

D : Jumlah item yang relevan berdasarkan dua panelis

Item Panelis Nilai Rata-rata Kriteria

RPP Siklus I I 0,93 0,91 Sangat layak

II 0,89

RPP Siklus II I 0,94 0,94 Sangat layak

II 0,93

c. Modul Kimia

Modul ini merupakan media ajar yang digunakan dalam penelitian ini supaya pembelajaran berlangsung efektif. Uji validitas modul kimia ini menggunakan formula Gregory, sebagai berikut :

𝑐𝑜𝑛𝑡𝑒𝑛𝑡 𝑣𝑎𝑙𝑖𝑑𝑖𝑡𝑦 (𝐶𝑉) = 𝐷 𝐴 + 𝐵 + 𝐶 + 𝐷 Keterangan :

CV = content validity

A = Jumlah item yang kurang relevan berdasarkan dua panelis

B = Jumlah item yang kurang relevan berdasarkan panelis I dan relevan berdasarkan panelis II

C = Jumlah item yang relevan berdasarkan panelis I dan kurang relavan berdasarkanpanelis II

D = Jumlah item yang relevan berdasarkan dua panelis CV ≥ 0,70 maka analisis dapat dilanjutkan

Tabel 3.3. Ringkasan Hasil Uji Validasi Modul Kimia

Item Jumlah item CV Kriteria

Modul Kimia 10 0,80 Analisis dapat

dilanjutkan 2. Instrumen Penilaian

a. Instrumen Penilaian Pengetahuan

Instrumen penlaian pengetahuan berupa tes objektif yang digunakan untuk menilai ketercapaian prestasi belajar peserta didik. Instrumen ini terlebih dahulu diujikan pada siswa yang telah mendapatkan materi Redoks, untuk mengetahui kelayakan instrumen yaitu menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji kesukaran item dan daya beda item.

1) Uji Validitas

Uji validitas data menggunakan formula Gregory, yaitu sebagai berikut :

(7)

𝑐𝑜𝑛𝑡𝑒𝑛𝑡 𝑣𝑎𝑙𝑖𝑑𝑖𝑡𝑦 (𝐶𝑉) = 𝐷 𝐴 + 𝐵 + 𝐶 + 𝐷

Keterangan :

CV : content validity

A : Jumlah item yang kurang relevan berdasarkandua panelis B : Jumlah item yang kurang relevan berdasarkan panelis I dan

relevan berdasarkan panelis II

C : Jumlah item yang relevan berdasarkan panelis I dan kurang relevan berdasarkan panelis II

D : Jumlah item yang relevan berdasarkan dua panelis CV ≥ 0,70 maka analisis dapat dilanjutkan

Tabel 3.4. Ringkasan Hasil Uji Validitas Instrumen Pengetahuan

Jenis item Jumlah Soal CV Kriteria

Pengetahuan Siklus I

15 0,867 Analisis dapat

dilanjutkan Pengetahuan

Siklus II

15 0,81 Analisis dapat

dilanjutkan

2) Uji Reliabilitas

Reliabilitas adalah tes dimana tes tersebut menilai hasil yang sama pada subjek yang memiliki kemampuan tidak jauh beda. Aplikasi ITEMAN dipilih untuk digunakan pada uji reliabilitas. Formula yang digunakan untuk uji reliabilitas instrumen pengetahuan adalah formula Kruder Richardson 20 (KR-20) sebagai berikut :

𝑟11 = ( 𝑛

𝑛 − 1) (1 −𝑠𝑡2− Σ 𝑃𝑖𝑄𝑖 𝑠𝑡2 ) Keterangan :

r11 : koefisien reliabilitas tes n : banyak butir item 1 : bilangan konstan st2 : varian total

Pi : proporsi tester yang menjawab butir soal benar Qi : proporsi tester yang menjawab salah (qi = 1-pi) r11 ≥ 0,70 maka soal dikatakan reliable

(8)

Tabel 3.5. Ringkasan Uji Reliabilitas Try Out Instrumen Pengetahuan

Kategori Siklus I Siklus II

Jenis soal Pengetahuan Pengetahuan

Jumlah soal 15 15

Reliabilitas 0,742 0,8

Kriteria Tinggi Tinggi

3) Uji Kesukaran Item

Kesukaran suatu soal memiliki tingkatan dimana dapat dinyatakan dalam bentuk indeks. Taraf kesukaran merupakan peluang seseorang dapat mililih jawaban benar atau salah berdasarkan tingkat kemampuannya, analisisnya menggunakan aplikasi ITEMAN. Untuk mengetahui indeks kesukaran soal digunakan rumus sebagai berikut :

𝑃 = 𝐵 𝐽𝑆 Keterangan :

P : indeks kesukaran

B : banyak siswa yang menjawab benar JS : jumlah siswa

Tingkat kesukaran soal : 0,00 – 0,30 = sukar 0,31 – 0,70 = sedang 0,71 – 1,00 = mudah

Tabel 3.6. Ringkasan Hasil Try Out Tingkat Kesukaran Soal Instrumen Pengetahuan

Jenis item Jumlah soal Kesukaran soal

Mudah Sedang Sukar

Siklus I 15 0 13 2

Siklus II 15 0 14 1

4) Uji Daya Beda Item

Daya pembeda soal merupakan kemampuan suatu soal untuk memilah siswa berkemampuan tinggi dan berkemampuan rendah hal ini didasrkan pada penguasaan materi siswa tersebut. Untuk uji daya beda menggunakan aplikasi ITEMAN. Untuk menentukan daya beda soal menggunakan formula point biserial yaitu sebagai berikut :

(9)

𝑟𝑥𝑦= [𝑀𝑝 − 𝑀𝑡]

𝑠𝑥 √𝑝 𝑞 Keterangan :

rxy = koefisien korelasi

Mp = rerata skor total dari jumlah peserta menjawab benar Mt = rerata skor dari selurus peserta pada semua soal Sx = standar deviasi dari skor total

p = proporsi peserta yang menjawab benar q = proporsi peserta yang menjawab salah Daya beda soal sebagai berikut :

0,00 – 0,20 = jelek 0,21 – 0,40 = cukup 0,41 – 0,70 = baik 0,71 – 1,00 = baik sekali Bertanda (-) = jelek sekali

Tabel 3.7. Ringkasan Hasil Try Out Uji Daya Pembeda Soal Instrumen Pengetahuan

Pengetahuan Jumlah soal

Kriteria Baik

sekali

Baik Cukup Jelek Jelek sekali

Siklus I 15 4 8 3 0 0

Siklus II 15 5 10 0 0 0

b. Instrumen Penilaian Sikap

Instrumen penilaian sikap menggunakan lembar pengamatan dan angket. Proses pembelajaran selama penelitian diketahui melalui pencatatan pada lembar pengamatan. Lembar pengamatan diisi oleh observer dan disusun berdasarkan indikator yang ada. Sedangkan angket disusun sesuai indikator yang sudah ada dan diisi oleh peserta didik dengan empat alternatif jawaban.

Skala pengukuran angket yang digunakan adalah skala Likert.

Penyususnan angket memakai rentang dari pernyataan/kalimat yang positif sampai sangat negatif. Alternatif jawaban yang diberikan adalah selalu (SL), sering (SR), kadang-kadang (K), dan tidak pernah (TP), tertera pada Tabel 3.8. (Depdiknas, 2008).

(10)

Tabel 3.8. Penilaian Angket Afektif

Skor aspek yang dinilai Nilai

Positif (+) Negatif (-)

SL (selalu) 4 1

SR (sering) 3 2

K (kadang-kadang) 2 3

TP (tidak pernah) 1 4

Lembar observasi dan angket akan diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum digunakan.

1) Uji Validitas

Uji validitas data menggunakan fromula Gregory, yaitu sebagai berikut :

𝑐𝑜𝑛𝑡𝑒𝑛𝑡 𝑣𝑎𝑙𝑖𝑑𝑖𝑡𝑦 (𝐶𝑉) = 𝐷 𝐴 + 𝐵 + 𝐶 + 𝐷 Keterangan :

CV = content validity

A = jumlah item yang kurang relevan berdasarkan dua panelis B = jumlah item yang kurang relevan berdasarkan panelis I dan

relevan berdasarkan panelis II

C = jumlah item yang relevan berdasarkan panelis I dan kurang relevan berdasarkan panelis II

D = jumlah item yang relevan berdasarkan dua panelis CV ≥ 0,70 maka analisis dapat dilanjutkan

Tabel 3.9. Ringkasan Hasil Uji Validitas Instrumen Sikap

Jenis item Jumlah soal CV Kriteria

Siklus I 28 0,89 Analisis dapat

dilanjutkan

Sklus II 21 0,86 Analisis dapat

dilanjutkan 2) Uji Reliabilitas

Uji relabilitas data menggunakan rumus sebagai berikut : 𝑟11 = ( 𝑛

𝑛 − 1) (1 −𝑠𝑖2 𝑠𝑡2) Keterangan :

r11 : koefisien reliabilitas n : banyaknya butir item 1 : bilangan konstan

(11)

st2 : varian total

si2 : jumlah variasi skor tiap butir item

Tabel 3.10. Ringkasan Hasil Try Out Reliabilitas Instrumen Sikap Jenis item Jumlah soal Reliabilitas Kriteria

Siklus I 28 0,820 Analisis dapat

dilanjutkan

Siklus II 21 0,809 Analisis dapat

dilanjutkan c. Instrumen Penilaian Keterampilan

Instrumen ini berupa lembar observasi dan menggunakan uji validitas dengan formula Gregory, dengan rumus sebagai berikut :

𝑐𝑜𝑛𝑡𝑒𝑛𝑡 𝑣𝑎𝑙𝑖𝑑𝑖𝑡𝑦 (𝐶𝑉) = 𝐷 𝐴 + 𝐵 + 𝐶 + 𝐷 Keterangan :

CV = content validity

A = jumlah item yang kurang relevan berdasarkan kedua panelis B = jumlah item yang kurang relevan berdasarkan panelis I dan

relevan berdasarkan panelis II

C = jumlah item yang relevan berdasarkan panelis I dan kurang relevan berdasarkan panelis II

D = jumlah item yang relevan berdasarkan kedua panelis Jika CV ≥ 0,70 maka butir soal memiliki ketepatan yang baik Tabel 3.11. Ringkasan Hasil Validasi Instrumen Keterampilan

Jenis item Jumlah soal CV Kriteria

Keterampilan 16 0,87 Analisis dapat

dilanjutkan d. Instrumen Penilaian Literasi Kimia

Instrumen penilaian kemampuan litarasi kimia berupa tes uraian.

Uji validitas dan uji reliabilitas dilakukan pada instrument ini.

1) Uji Validitas

Uji validitas data menggunakan fromula Gregory, yaitu sebagai berikut :

𝑐𝑜𝑛𝑡𝑒𝑛𝑡 𝑣𝑎𝑙𝑖𝑑𝑖𝑡𝑦 (𝐶𝑉) = 𝐷 𝐴 + 𝐵 + 𝐶 + 𝐷 Keterangan :

CV : content validity

(12)

A : jumlah item yang kurang relevan berdasarkan dua panelis B : jumlah item yang kurang relevan berdasarkan panelis I dan

relevan berdasarkan panelis II

C : jumlah item yang relevan berdasarkan panelis I dan kurang relevan berdasarkan panelis II

D : jumlah item yang relevan berdasarkan dua panelis CV ≥ 0,70 maka analisis dapat dilanjutkan

Tabel 3.12. Ringkasan Hasil Validasi Instrumen Kemampuan Literasi Kimia

Jenis item Jumlah soal CV Kriteria

Siklus I 5 0,8 Analisis dapat

dilanjutkan

Siklus II 5 0,8 Analisis dapat

dilanjutkan 2) Uji Reliabilitas

Reliabilitas adalah tes dimana menilai hasil yang sama pada subjek yang memiliki kemampuan tidak jauh berbeda. Uji relabilitas data menggunakan aplikasi ANATES dengan hasil sebagai berikut :

Tabel 3.13. Ringkasan Hasil Reliabilitas Try Out Instrumen Kemampuan Literasi Kimia

Jenis item Jumlah soal Reliabilitas Kriteria

Siklus I 5 0,84 Analisis dapat

dilanjutkan

Siklus I 5 0,71 Analisis dapat

dilanjutkan

3) Uji Kesukaran Item

Tingkat kesukaran soal dapat dinyatakan dalam bentuk indeks dimana dapat diartikan sebagai peluang menjawab benar atau salah pada tingkatan kemampuan tertentu. Analisis taraf kesukaran menggunakan aplikasi ANATES.

Tabel 3.14. Ringkasan Hasil Try Out Tingkat Kesukaran Instrumen Kemampuan Literasi Kimia

Jenis item Jumlah soal Kesukaran soal

Mudah Sedang Sukar

Siklus I 5 1 4 0

Siklus II 5 0 5 0

(13)

4) Uji Daya Beda Item

Daya pembeda soal merupakan kemampuan sebuah soal untuk memilah siswa berkemampuan tinggi dan berkemampuan rendah berdasarkan pemahaman terhadap materi. Untuk uji daya beda menggunakan aplikasi ANATES.

Tabel 3.15. Ringkasan Hasil Try Out Daya Pembeda Instrumen Kemampuan Literasi Kimia

Jenis item Jumlah soal

Kriteria Baik

sekali

Baik Cukup Jelek Jelek sekali

Siklus I 5 0 2 1 2 0

Siklus II 5 0 2 1 1 1

Item soal yang mendapatkan hasil nilai jelek dan jelek sekali pada hasil uji coba daya beda diperbaiki oleh penulis sebagai bentuk tindak lanjut dengan mengubah redaksi soal dan mempertahankan isi soal.

Namun, soal yang telah diubah tidak di uji cobakan ulang dikarenakan keterbatasan waktu dari peneliti.

F. Teknik Analisis Data

Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang dilengkapi dengan data kuantitatif. Menurut Sugiyono (2012), teknik analisis data kualitatif ada tiga komponen, yaitu :

1. Reduksi data, yaitu memilah hal-hal pokok, memfokuskan pada hal-hal penting, dicari tema dan polanya.

2. Penyajian data, yaitu proses interpretasi data agar mudah dipahami oleh pembaca. Data disajikan dalam bentuk tabel, grafik, bagan, dll.

3. Penarikan kesimpulan, yaitu meringkas hasil reduksi data menggunakan kata- kata yang padat, singkat dan jelas.

Model analisis Miles and Huberman dipilh sebagai model analisis, yang dapat dilihat pada Gambar 3.2.

(14)

Gambar 3.2. Analisis Data Miles and Huberman

G. Prosedur Penelitian 1. Perencanaan Penelitian

Perencanaan penelitian meliuti menyiapkan perangkat pembelajaran seperti RPP, modul kimia, alat dan bahan serta instrument penilaian. Dalam perencanaan data diuraikan sebagai berikut :

a. Observasi awal di SMA Al-Islam 1 Surakarta untuk menentukan permasalahan yang ada dan mengidentifikasi permasalahan dan mencari solusi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.

b. Menyusun instrument pembelajaran beupa model pembelajaran Search, Solve, Create, and Share (SSCS) pada materi reduksi dan oksidasi (Redoks).

c. Menyusun instrumen penelitian (instrumen pembelejaran dan penilaian).

2. Pelaksanaan Penelitian

Pada tahap pelaksanaan tindakan di dalam kelas, ada tahapan yang harus dilakukan, antara lain :

a. Melaksanakan proses pembelajaran sesuai RPP yang dirancang dan disetujui oleh guru yang bersangkutan.

b. Melakukan pemantauan kegiatan proses pembelajaran melalui observasi dan angket.

c. Melakukan evaluasi untuk mengukur prestasi dan kemampuan literasi kimia peserta didik.

d. Melakukan persiapan dalam penyemurnaan tindakan apabila pada siklus I masih belum memenuhi target yang diharapkan.

Pengumpulan Data

Penyajian Data Reduksi Data

Verivikas dan Simpulan

(15)

3. Observasi

Pada tahap ini, kegiatan yang dilakukan oleh peneliti adalah sebagai berikut :

a. Mengamati peserta didik oleh observer dan peneliti.

b. Mencatat hasil pengamatan dan memasukkan dalam rubrik penilaian.

c. Mendiskusikan dengan guru maupun dosen terkait hasil penelitian yang telah dilakukan.

d. Membuat kesimpulan hasil pengamatan.

4. Refleksi

Pada tahap ini peneliti mengkajiulang hasil dari peneltian apakah sudah memenuhi target atau belum. Kegiatan yang dilakukan adalah :

a. Menganalisis hasil kerja peserta didik.

b. Mencocokkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh observer.

c. Mengidentifikasi kelemahan hasil tindakan jika belum sesuai dengan perencanaan awal.

Apabila pelaksanaan belum sesuai target, maka penelitian didiskusikan kembali dengan guru mauun dosen untuk melanjutkan ke siklus II. Berikut bagan penelitian tindakan kelas yang akan dilakukan peneliti.

(16)

Gambar 3.3. Tahapan Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas Pengamatan I

Melakukan pengamatan proses pembelajaran dikelas

Perencanaan I

Identifikasi masalah dan pemecahannya

Tindakan I

Melakukan pembelajaran dikelas dengan

model SSCS Refleksi I

Menganalisis hasil dari proses

pembelajaran

Perubahan

Jika target Siklus I tidak tercapai maka

lanjut ke Siklus II Perencanaan II

Memfokuskan perbaikan pada indikator yang

belum tercapai

Tindakan II

Melakukan pembelajaran dikelas dengan fokus

pada indikator yang belum tercapai Pengamtan II

Melakukan pengamatan proses pembelajaran

dikelas Akhir Penelitian

Menganalisis hasil proses pembelajaran (hasil memenuhi

target)

Siklus I

Siklus II

(17)

H. Indikator Hasil Capaian

Indikator pencapaian penelitian ini disesuaikan dengan KKM yang diterapkan d SMA Al-Islam 1 Surakarta yaitu 75. Indikator capaian tersebut meliputi pengetahuan, sikap, keterampilan, dan kemampuan literasi kimia peserta didik dan digambarkan pada tebl 3.1

Tabel 3. Rubrik Kinerja Penilaian Aspek yang

Diukur

Ketuntasan Siklus

I (%) Cara mengukur

Pengetahuan 70 ⅀ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑡𝑢𝑛𝑡𝑎𝑠

⅀ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑘𝑒𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ𝑎𝑛 x 100%

Sikap 75 ⅀ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑘𝑎𝑡𝑒𝑔𝑜𝑟𝑖 𝑏𝑎𝑖𝑘

⅀ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑘𝑒𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ𝑎𝑛 x100%

Keterampilan 75 ⅀ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑘𝑎𝑡𝑒𝑔𝑜𝑟𝑖 𝑏𝑎𝑖𝑘

⅀ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑘𝑒𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ𝑎𝑛 x 100%

Literasi Kimia 70 ⅀ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑡𝑢𝑛𝑡𝑎𝑠

⅀ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑘𝑒𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ𝑎𝑛 x 100%

Referensi

Dokumen terkait

faktor penyebab terjadinya sisa material pada tiang pancang yakni karena kondisi tiang pancang yang diterima kurang baik, hal ini bisa terjadi karena proses

79% dari anggota online dating secara online setuju bahwa online dating adalah cara yang baik untuk bertemu orang-orang, dan 70% dari mereka setuju bahwa itu membantu orang

Maka, peneliti ingin melihat seberapa besar pengaruh strategi kognitif self- talk khususnya instructional self-talk pada peningkatan performa atlet-atlet yang berada di

Penyajian informasi bisa berupa penyajian langsung dari input yang diberikan (seperti teks pada word processing) atau disajikan dengan grafik.. • Beberapa faktor berikut adalah

Setelah mempertimbangkan beberapa persoalan yang dihadapinya, yakni tekanan dari Belanda, cemoohan dari pihak pejuang Aceh dan tarikan halus dari Cut Nyak Din, maka

Kamu kan berarti sering upload fotomu di media sosial, pasti banyak orang juga lihat gitu, gimana tanggapanmu sama orang- orang yang suka sama foto selfie mu.. Yaa,

kebutuhan yaitu karena rasanya enak dengan frekuensi pembelian teh satu kali dalam satu bulan, Pencarian informasi melalui sumber komersial, Evaluasi alternatif

Kontrak Pekerjaan Yang Sedang Dilaksanakan (jika ada) Demikian disampaikan atas perhatiannya diucapkan terima