• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan Sistem Informasi Point of Sales (POS) berbasis Website untuk Manajemen Home Industry (Studi Kasus: Gelsey Real Surakarta)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Pengembangan Sistem Informasi Point of Sales (POS) berbasis Website untuk Manajemen Home Industry (Studi Kasus: Gelsey Real Surakarta)"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Fakultas Ilmu Komputer

Universitas Brawijaya 1789

Pengembangan Sistem Informasi Point of Sales (POS) berbasis Website untuk Manajemen Home Industry (Studi Kasus: Gelsey Real Surakarta)

Safria Isnibaiti1, Issa Arwani2, Widhy Hayuhardhika Nugraha Putra3 Program Studi Teknologi Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Email: 1[email protected], 2[email protected], 3[email protected] Abstrak

Gelsey Real Surakarta merupakan sebuah home industry yang bergerak dalam bisnis jual beli pakaian.

Meningkatnya jumlah penjualan hingga 50% dari awal tahun 2021 sampai pertengahan tahun 2021 yang membuat mereka membutuhkan effort lebih karena pencatatan secara manual atau dibukukan.

Banyaknya data yang harus ditulis mereka tidak jarang melakukan perhitungan ulang pada pertengahan tahun 2021 dimana saat melonjaknya permintaan produksi hingga ±1000 pesanan per/bulan membuat hasil penjualan yang tidak balance dengan pencatatan pada buku. Sedikitnya jumlah pegawai membuat mereka melakukan double job pada bagian produksi dan transaksi. Dari permasalahan tersebut maka dibuatlah sistem informasi Point of Sales (POS) untuk memanajemen data dan transaksi penjualan.

Sistem informasi yang dibuat berbasis website. Pengembangan sistem ini menggunakan framework Laravel dan Bahasa pemrograman PHP, HTML, CSS, JavaScript dan basis data MySQL. Pengujian yang dipakai yaitu pengujian fungsional, user acceptance testing dan compatibility testing. Pengujian fungsional menggunakan uji validasi hasil dari pengujian ini diperoleh hasil 24 test case yang menunjukan semua valid. Sedangkan pengujian user acceptance testing penulis mengajukan kuisioner dengan 18 total pertanyaan dan hasilnya ialah 91.11 % dimana bila disesuaikan pada table interval likert penilaian penguji setuju dengan pertanyaan yang ada pada kuisisoner tarhadap sistem informasi.

Pengujian terakhir yaitu hasil uji compatibility testing menunjukan bahwa sistem ini dapat diakses oleh semua web browser. Maka dapat disimpulkan sistem informasi Point of Sales (POS) mempermudah dalam manajemen transaksi dan juga merekap data agar pegawai dapat meminimalisir terjadinya kesalahan yang tidak disengaja.

Kata kunci: point of sales, website, manajemen home industry, laravel, sistem transaksi penjualan Abstract

Gelsey Real Surakarta is a home industry that is engaged in the business of buying and selling clothes.

The increase in the number of sales by up to 50% from the beginning of 2021 to the middle of 2021 which makes them need more effort because they are recorded manually or recorded. The amount of data that must be written, they often do a re-calculation in the middle of 2021, when the soaring demand for production of up to ±1000 orders per month creates sales results that are not balanced with the recording in the book. The small number of employees makes them do double jobs in the production and transaction departments. From these problems, Point of Sales (POS) information system was created for data management and sales transactions. The development of this system uses the Laravel framework and the programming language PHP, HTML, CSS, JavaScript and MySQL database. The tests used are functional testing, user acceptance testing and compatibility testing. Functional testing using a validation test results from this test obtained the results of 24 test cases which show all are valid. While the user acceptance testing test, the author submits a questionnaire with 18 total questions and the result is 91.11% where when adjusted to the Likert interval table, the examiner's assessment agrees with the questions in the questionnaire for information systems. The last test, namely the results of the compatibility testing test, shows that this system can be accessed by all web browsers. It can be concluded that the Point of Sales (POS) information system facilitates transaction management and also recaps data so that employees can minimize the occurrence of unintentional errors.

Keyword: point of sales, website, home industry management, laravel, sales transaction system

(2)

1. PENDAHULUAN

Perkembangan digital pada zaman sekarang sudah semakin maju dan pesat terutama di bidang teknologi. Teknologi saat ini sudah banyak dibutuhkan dan banyak digunakan dalam bidang manapun seperti halnya sektor jual beli, sebagian besar sistem informasi ini dipakai untuk melakukan transaksi maupun merekap data atau laporan transaksi setiap harinya.

Banyak perusahaan di berbagai bidang yang sudah menggunakan sistem atau aplikasi yang mendukung berjalannya kegiatan dan tujuan di perusahaanya guna mendapatkan hasil yang lebih cepat, lebih baik dan lebih akurat (Sutabri, 2012). Sistem informasi adalah serangkaian prosedur formal dimana data dikumpulkan, diproses menjadi sebuah informasi dan didistribusikan ke para pengguna (Hall, 2007).

Hal ini dibutuhkan untuk mempermudah dalam merekap data secara rinci, jelas dan efisien maka mereka dapat memanfaatkan Sistem Informasi Point of Sales (POS) berbasis website. Menurut (Ginting, 2011) Point of Sales atau POS pengertian sederhananya adalah sebuah software untuk mencatat transaksi penjualan. Sebelum sistem ini dikembangkan banyak orang menggunakan cash register bahkan manual dalam menjualkan jualan ritelnya. Tetapi fungsi dari cash register ini sudah tidak memadai maka dikembangkanlah sistem Point of Sales.

Home Industry Gelsey Real merupakan perusahaan kecil yang berjalan pada bidang industri pakaian, mereka mendirikan usaha ini sejak akhir Mei 2020 hingga sekarang dan banyak sekali yang menawarkan menjadi reseller tangan pertama dari home industry tersebut. Itu membuat jumlah produksi dan penjualan semakin meningkat drastis. Dalam melakukan transaksi mereka mencatat hasil penjualan dan merekap data laporan keuangan secara manual atau dibukukan hal ini membuat mereka membutuhkan effort lebih dalam memanajemen toko. Bahkan tidak jarang melakukan penghitungan ulang dikarenakan hasil penjualan tidak balance dengan pencatatan di buku. Hal ini memberikan dampak yang begitu penting terhadap home industry ini untuk meningkatkan keamanan baik segi keamanan data transaksi maupun keamanan pengolahan data stock barang. Dalam hal data stock barang pemilik masih melakukan pengecekan pada gudang produksi untuk melakukan supply produk berkala. Pemilik menuturkan langsung

bahwa pengelolaan data stock barang maupun pengelolaan laporan harian dilakukan oleh satu orang saja kadang itupun membuat diberlakukannya double job kepada salah satu pegawainya maka dibutuhkan juga efisiensi waktu dalam memanajemen seluruh kegiatan sehari-harinya.

Maka dapat disimpulkan bahwa dampak bagi home industry yaitu sering terjadinya kesalahan secara tidak disengaja yang dilakukan oleh pegawai (human error) dalam manajemenya. Dan yang dibutuhkan oleh home industry ini yaitu kelengkapan dan keamanan data yang di miliki. Menurut (Hartono, 2005) sistem yang baru dapat menyajikan informasi lebih valid dan keamanan yang lebih tinggi karena semua data yang diinput dalam sistem dihitung secara otomatis dan dilindungi dengan kata sandi untuk menghindari kesalahan atau hilang data. Sistem Informasi Point of Sales ini dikembangkan berbasis website. Aplikasi berbasis web adalah sistem perangkat lunak yang berdasarkan pada teknologi dan standar World Wide Web Consortium (W3C). Yang menyediakan sumber daya web spesifik seperti sebuah konten atau layanan melalui sebuah antarmuka pengguna dan browser (Simarnata, 2010).

Berdasarkan latar belakang di atas peneliti mengambil judul “Pengembangan Sistem Informasi Point of Sales (POS) Berbasis Website Untuk Manajemen Home Industry (Studi Kasus:

Gelsey Real Surakarta)” dengan adanya sistem informasi tersebut dapat membantu mempermudah manajemen transaksi dan merekap secara otomatis. Di dalam sistem terdapat fitur dashboard, master data, transaksi dan report laporan pendapatan.

2. LANDASAN KEPUSTAKAAN 2.1. Point of Sales (POS)

Point of Sales (POS) merupakan sebuah skema perhitungan yang diperlukan dalam sebuah transaksi. POS adalah sebuah software yang dirancang untuk membantu dalam pembuatan laporan penjualan (Kosasi, 2015).

Keuntungan atau fungsi penggunaan Point of Sales (POS) menurut (Sugihartono, 2015) Fungsi penggunaan Point of Sales dipakai untuk membantu mengelola data seperti pembelian, penjualan eceran, transaksi hutang, transaksi retur pembelian, dan pelaporan transaksi yang dibutuhkan untuk penagmbilan keputusan bagi

(3)

para pebisnis.

2.2. SDLC Waterfall Model

SDLC kepanjangan dari Software Development Life Cycle adalah salah satu metode pengembangan sistem informasi yang mengalami kepopuleran saat sebuah sistem infromasi pertama kali dikembangkan (Azhar Susanto, 2004). Terdapat 5 tahapan pada metode waterfall yaitu analisis (Analysis), kedua tahap perancangan (Design), ketiga pengkodean (Coding), keempat uji coba (Testing).

Gambar 1. Waterfall Model Sumber: (Pressman, 2002)

2.3. UML (Unified Modeling Language) UML memiliki arti bahasa standar yang digunakan untuk merancang sebuah software.

Pada umumnya digunakan khusus dalam menggambarkan dan membangun dokumen artifak dari software intensive system. Pada penulisan penelitian kali ini UML terdiri dari use case diagram, activity diagram, class diagram, dan sequence diagram(Booch, 2005).

2.4. MVC

Pengertian Model-View-Controller (MVC) menurut merupakan model pembuatan program yang digunakan untuk menerapkan arsitektur aplikasi dan dibagi menjadi 3 bagian yaitu memisahkan proses, tampilan dan bagian yang mengubungkan ke database. Tujuan MVC untuk memisahkan proses bisnis dari bagian antarmuka user agar developer bisa dengan mudah mengembangkan salah satu dari bagian aplikasi sehingga tidak ada pengaruh pada bagian yang lainnya (Badiyanto, 2013).

2.5. Pengujian Fungsional

Functional testing juga dapat disebut sebagai black-box testing karena tidak ada pengetahuan dari logika internal sistem yang digunakan untuk membuat test case. Pada umumnya pengujian fungsional teknik validasi lebih tepat digunakan untuk melakukan pengujian. User melakukan validasi terhadap function key yang ada pada sistem dan mengolah hasilnya (Perry, 2006).

2.6. User Acceptance Testing (UAT)

User Acceptance Testing merupakan pengujian yang dilakukan oleh pihak dari objek penelitian yang bersangkutan dan telah berinteraksi langsung dengan sistem setelahnya dilakukan proses verifikasi apakah fungsi yang dibuat sudah berjalan sesuai dengan kebutuhan fungsionalnya (Perry, 2006). Rumus menghitung skor pengujian user acceptance testing:

Index (%) = 𝐴

(𝐵∗𝑁) x 100%

A = Jumlah skor dari responden B = Maksimum poin dapat diperoleh N = Jumlah responden

Tabel 1. Keterangan Jawaban Skala Likert Skala Keterangan

STS Sangat Tidak Setuju (bobot 1) TS Tidak Setuju (bobot 2)

N Netral (bobot 3) S Setuju (bobot 4) SS Sangat Setuju (bobot 5)

Sumber: (Sugiyono, 2017) Tabel 2. Tabel Interval Skala Likert Interval Nilai Kategori

0%-19,99% Sangat Tidak Setuju 20%-29,99% Tidak Setuju 40%-59,99% Ragu-ragu

60%-79,99% Setuju

80%-100% Sangat Setuju Sumber: (Kho, 2017)

2.8. Compatibility Testing

Compatibility testing sendiri merupakan penggunaan berbagai macam variasi browser operating system, jenis device, ukuran device, dan kecepatan koneksi. Compatibility Testing sangat cocok untuk diimplementasikan pada website pages karena sudah pasti berhubungan dengan internet dimana data yang diterima dan dikirim merupakan data yang bukan dari satu computer (Suhatati Tjandra, 2015).

3. METODOLOGI

Metodologi yang digunakan dalam mengerjakan sebuah penelitian “Perancangan

(4)

Sistem Informasi Point of Sales (POS) Berbasis Website Untuk Manajemen Home Industry (Studi Kasus: Gelsey Real Surakarta)” dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar 2. Diagram Alir Metodologi Penelitian Metode yang digunakan dalam menuliskan studi literatur dalam penelitian ini berupa semua sumber literatur berupa jurnal ilmiah, tesis/disertasi yang terdahulu dan buku yang sesuai dengan topik penelitian.

Tahap analisis kebutuhan sistem dilakukan dengan cara menganalisis dan memahami kebutuhan yang diperlukan oleh sistem yang akan dibuat. Dengan cara mewawancari aktor yang bersangkutan untuk menentukan kebutuhan fungsional ataupun non-fungsional.

Pada tahap perancangan sistem yang perlu dilakukan yaitu merancang sebuah sistem berdasarkan hasil analisa kebutuhan sebelumnya. Tujuan yang diharapkan pada tahap ini mendapatkan gambaran dalam merancang arsitektur sistem, sequence diagram, class diagram, physical data model dan tampilan antarmuka.

Pada tahap implementasi sistem akan dibuat sebuah sistem infromasi Point of Sales (POS) berbasis web yang sesuai dengan perancangan yang telah dibuat sebelumnya. Dalam pembuatan sistem informasi Point of Sales (POS) menggunakan framework Laravel dengan bahasa pemrograman PHP, CSS, JSON, HTML.

Pengujian yang memiliki tugas untuk memverifikasi fungsi seluruh sistem yang dibuat

apakah sudah sesuai dengan apa yang telah dirancang. Pengujian yang dipakai dalam penelitian ini yaitu pengujian fungsional atau validation testing dimana dapat mengetahui seluruh fungsi sudah berjalan dengan benar setelah melakukan implementasi, user acceptance testing (UAT) dapat mengetahui apakah pemilik dapat menerima kepuasan terhadap dibuatnya sistem informasi ini dan pengujian non-fungsional compatibility testing memakai aplikasi SortSite dapat menguji sistem apakah dapat berjalan pada aplikasi web yang berbeda.

Kesimpulan berisi beberapa point-point penting yang diambil dari seluruh penelitian yang dilakukan. Lalu untuk saran bertujuan agar kedepannya dapat dikembangan dan perbaikan kelemahan yang ada dalam penelitian yang dibuat.

4. ANALISIS KEBUTUHAN SISTEM Merupakan tahap pengumpulan data dan analisis kebutuhan. Hasil dari analisis kebutuhan ini berupa identifikasi aktor, kebutuhan fungsional, kebutuhan non-fungsional, pemodelan use case serta use case scenarionya.

Semua data yang terkumpul akan di analisis lebih lanjut supaya mendapatkan hasil kebutuhan untuk sistem yang akan dirancang.

Terdapat 2 aktor yang terlibat yaitu admin dan kasir. Lalu terdapat 18 kebutuhan fungsional dan 1 kebutuhan non-fungsional.

Tabel 3. Contoh Kebutuhan Fungsional

No Kode Nama Deskripsi

1. POS- KF-11

Menambah Transaksi Penjualan Baru

Admin dapat melakukan penambahan data transaksi penjualan produk.

Tabel 4. Contoh Kebutuhan Non-fungsional

No Kode Nama Deskripsi

1. POS- KNF- 01

Compatibility Sistem yang telah dibuat dapat diakses dengan menggunakan beberapa web browser.

(5)

Gambar 3 Use Case Diagram

5. PERANCANGAN SISTEM

Pada tahap perancangan sistem dilakukan setelah tahap analisis kebutuhan sistem. Tujuan dilakukan sebuah perancangan sistem supaya saat pembuatan/development sesuai dengan apa yang direncanakan. Arsitektur sistem pada gambar 4 merupakan rancangan sistem informasi Point of Sales (POS) yang pakai untuk memanajemen home industry. Kedua aktor yaitu admin dan kasir dapat melakukan Create, Update, Read dan Delete data yang ada pada sistem, lalu sistem mengirim HTTP request ke Controller lalu dari Controller berinteraksi data ke Model. Setelah itu dari Model menuju database meminta aksi Request. Database mengirim result (data) untuk di tampilkan ke View. Setelah itu View merender dan menampilkan data kepada browser pengguna.

Gambar 4. Arsitektur Sistem Sequence diagram memiliki fungsi menggambarkan scenario notasi algoritma untuk menjalankan sebuah sistem informasi.

Alur objek yang berjalan pada sequence yaitu aktor, boundary, control dan entity lalu kembali ke control, boundary dan aktor. Terdapat 16 sequence diagram. Gambar 5 merupakan salah satu dari sequence diagram.

Gambar 5. Sequence Diagram Menambah Transaksi Penjualan Baru

Class diagram memiliki fungsi untuk menggambarkan notasi dalam merelasikan kelas pada sebuah rancangan sistem informasi. Dalam kelas terdapat nama kelas, atribut dan method.

Dapat dilihat gambar 6 terdapat 11 kelas controller dan 10 kelas model yang digunakan.

Gambar 6. Class Diagram

Physical Data Model (PDM) merupakan gambaran dari database yang digunakan. PDM menghubungkan antar entitas serta hubungan kardinalitasnya. Dapat dilihat pada gambar 7 merupakan PDM dari rancangan sistem

(6)

informasi Point of Sales (POS) terdapat entitas kategori, produk, member, gudang_produksi, pengeluaran, user, supply, supply_detail, penjualan dan penjualan_detail.

Gambar 7. Physical Data Model

6. IMPLEMENTASI SISTEM

Bab impelementasi sistem dilakukan setelah perancangan sistem yang telah dibuat.

Implementasi antar muka merupakan tampilan dari antar muka sistem informasi yang dikembangkan. Dapat dilihat pada gambar 8 merupakan salah satu contoh implementasi antar muka menambah transaksi penjualan baru.

Gambar 8. Contoh Implementasi Antar Muka Menambah Transaksi Penjualan Baru

7. PENGUJIAN SISTEM

Pada bab ini akan dilakukan pengujian terhadap sistem informasi hasil yang diharapkan yaitu apakah aplikasi yang dibuat sudah memenuhi spesifikasi persyaratan yang telah dipersiapkan. Dalam tahap pengujian terbagi menjadi 3 jenis pengujian yaitu pengujian fungsional disini penulis memakai uji validasi, user acceptance testing (UAT) dan pengujian non fungsional disini penulis memakai jenis pengujian compatibility.

Pengujian fungsional merupakan pengujian dimana dalam penilaianya dilakukan uji validasi untuk memastikan bahwa sistem yang dibuat

sudah memenuhi spesifikasi persyartaan sesuai rancangan sebelumnya. Pengujian ini dilakukan menggunakan test case berdasarkan use case yang telah dibuat pada bab analisis kebutuhan.

Pada hasil pengujian fungsional validasi testing mendapatkan hasil seluruh testcase yang berjumlah 24 dinyatakan valid. Untuk presentase dapat dihitung sebagai berikut:

% = (Jumlah Kasus Uji Valid / Jumlah Uji Kasus yang Diuji) x 100%

% = (24 / 24) x 100 %

% = 100 % (Valid)

User Acceptance testing (UAT) yang diuji pada sistem informasi ini dilakukan oleh pemilik home industry dengan mengisi kuisioner dengan pertanyaan mengenai sistem yang dibuat apakah pengguna dapat menerima sistem. Pertanyaan tersebut bedasarkan tingkat penerimaan dengan menggunakan skala likert. Total keseluruhan pertanyaan yang diajukan adalah 18 soal. Hasil dari pengujian dijelaskan pada tabel 4 beserta penjelasan perhitungannya.

Tabel 4. Hasil Pengujian User Acceptance Testing Jawaban

Pernyataan

Daftar Pernyataan

Jumlah Pernyataan

(Jumlah pernyataan

x poin ) = Total Nilai SS P3, P9, P10,

P12, P14, P18

6 (6x5) = 30

S P1, P7, P8,

P11, P15, P16, P17

7 (7x4) = 28

N P2, P4, P5,

P6, P13, P15, P16, P17

8 (8x3) = 24

TS - - -

STS - - -

Total 18 82

Index (%)

= 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑗𝑎𝑤𝑎𝑏𝑎𝑛

(𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑃𝑒𝑟𝑡𝑎𝑛𝑦𝑎𝑎𝑛 𝑥 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑟𝑒𝑠𝑝𝑜𝑛𝑑𝑒𝑛) x 100

= 82

((18𝑥5) 𝑥 1) x 100

= 91.11%

Dari hasil pengujian diatas didapatkan hasil 91.11%. Pada tabel 2 menunjukan bahwa hasil dari perhitungan user acceptance testing pemilik toko sangat setuju dengan tingkat penerimaan sebesar 91.11% beserta beberapa aspek yang

(7)

perlu diperbaiki supaya tingkat penerimaan pengguna semakin meningkat.

Dalam pengujian non fungsional pada sistem informasi Point of Sales (POS) ini menggunakan compatibility testing, pengujian compatibility ini digunakan untuk membuktikan bahwa website yang dikembangkan apakah dapat diakses dari berbagai jenis browser.

Aplikasi yang digunakan untuk menguji menggunakan software SortSite. Untuk hasil uji compatibility dan penjelasannya terdapat pada gambar 9 dibawah ini.

Gambar 9. Hasil Uji Compatibility Menggunakan SortSite

Dari keseluruhan pengujian SortSite untuk keseluruhan browser dinyatakan dapat dijalankan pada seluruh web browser walaupun terdapat beberapa minor issues dan major issues yang disebabkan oleh beberapa CSS yang tidak didukung oleh browser tersebut.

8. KESIMPULAN DAN SARAN 8.1. Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian sebagai berikut:

1. Dalam pembuatan sistem informasi ini tahapan pertama yaitu analisis kebutuhan sistem dimana penulis menganalisa sistem yang akan dibuat. Metode yang dipakai dalam menganalisis yaitu wawancara terhadap pihak yang menjadi objek penelitian. Narasumber memberikan gambaran dan informasi bahwa aktor yang terlibat ada 2 yaitu admin dan kasir. Selain itu hasil analisis lainnya dijadikan pengelompokan kategori kebutuhan fungsional dan kebutuhan non-fungsional. Untuk kebutuhan fungsional admin terbagi menjadi 18 fungsional dan kebutuhan fungsional kasir terbagi menjadi 8 fungsional. Setelah pengelompokan kebutuhan selanjutnya tahap perancangan sistem, dalam merancang sistem bedasarkan analisis sistem yang telah dibuat sebelumnya. Hasil dari perancangan sistem ini terdiri dari perancangan arsitektur sistem, perancangan sequence diagram terdapat 17 diagram, perancangan class diagram, perancangan physical data model dan perancangan antar muka terdapat 22 user interface.

2. Tahapan selanjutnya dalam penelitian ini yaitu implementasi sistem, pembuatan sebuah sistem informasi sesuai dengan analisis dan perancangan yang dibuat sebelumnya. Dalam implementasi kode program dibuat menggunakan framework Laravel dan bahasa pemrograman PHP, CSS, JSON dan HTML, untuk mengembangkan website ini memakai standar arsitektur MVC yang terbagi menjadi 3 metode Model, View, Controller. Selain itu implementasi basis data yang dipakai yaitu MySQL. Setelah melakukan implementasi kode program dan basisdata sistem selanjutnya hasil implementasi antar muka yang sesuai dengan perancangan user interface.

3. Tahap pengujian merupakan tahap terakhir dalam pembuatan sistem informasi setelah melewati analisis kebutuhan, perancangan sistem dan implementasi sistem. Dalam tahap pengujian ini sudah dipastikan bahwa seluruh implementasi sistem sudah selesai, maka sistem siap melakukan pengujian. Pengujian dilakukan menggunakan 3 jenis pengujian yaitu fungsional, user acceptance testing dan compatibility testing. Untuk pengujian fungsional memakai metode uji validasi menggunakan test case bedasarkan use case yang telah dibuat. Terdapat 22 tabel test case dengan hasil uji yang dinyatakan semua valid dari seluruh fungsional admin maupun kasir.

Selanjutnya pengujian user acceptance testing penulis membuat sebuah kuisioner yang diisi oleh penguji yaitu pemilik home industry untuk penjelasan hasil uji dibahas pada bab pengujian.

Di dalamnya terdapat 18 pertanyaan terkait sistem informasi dari hasil pengujian tersebut didapatkan 6 jawaban sangat setuju, 7 jawaban setuju dan 8 jawaban netral. Hasil perhitungan dengan menggunakan perhitungan skor yaitu 91.11% yang berarti penguji selaku pemilik toko setuju dengan pertanyaan terkait sistem informasi manajemen home industry. Pengujian terakhir yaitu compatibility testing, pada tahap ini pengujian memakai software SortSite untuk membuktikan apakah sistem yang dikembangkan dapat diakses dari berbagai browser. Hasil dari pengujian compatibility testing ini menunjukan bahwa sistem informasi Point of Sales (POS) dapat dijalankan diseluruh web browser, namun terdapat beberapa identifikasi critical issues yang menampilkan peringatan keamaan karena tidak menggunakan protocol HTTPS dan juga terdapat major issues dan minor issues dikarenakan beberapa property CSS tidak didukung pada beberapa web browser.

(8)

8.2. Saran

Berikut merupakan saran yang dapat menjadi pertimbangan untuk penelitian selanjutnya terkait sistem informasi Point of Sales (POS).

1. Dapat ditambahkan untuk melengkapi fitur manajemen toko pada menu dashboard bisa ditambahkan grafik pendapatan supaya user dapat melihat pendapatan secara berkala.

2. Dapat ditambahkan aktor pihak ke 3 yaitu gudang produksi. Maka dengan adanya pihak ke 3 tersebut mereka dapat saling berhubungan dalam melakukan supply produksi.

9. DAFTAR PUSTAKA

A.R, Ginting.,& Imanuel. 2011. Rancangan &

Implementasi Point of Saluseres (POS) Berbasis Web pada Distro Previous.

Yogyakarta : STMIK AMIKOM Yogakarta.

Badiyanto. 2013. Buku pintar Framework Yii.

Yogyakarta: Penerbit Mediakom.

Booch, G., Rumbaugh, J., & Jacobson, I. 2005.

The Unified Modeling Language User Guide. , Addison Wesley: New York.

Hall, James .,A Accounting Information System.

Edisi Empat. Buku Dua, Jakarta: Penerbit Salemba Empat, tahun (2007).

Hartono, J. 2005. Analisis dan Desain Sistem Informasi: Pendekatan Terstruktur Teori Dan Praktik Aplikasi Bisnis. Andi, Yogyakarta.

Kho, D., 2017. Pengertian Skala Likert dan Cara Menggunakan Skala Likert.

Kosasi, S. 2015. Perancangan Aplikasi Point of Sale dengan Arsitektur Client/Server Berbasis Linux dan Windows. Citec Journal, 1(2), ISSN: 2354-57711.

Permana, S.D.H., Faisal. 2015. Analisis dan Perancangan Aplikasi Point of Sales (POS) untuk Mendukung Manajemen Hubungan Pelanggan. Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK), 2(1), 20-28.

Perry, Willieam E. Effective Methods for Software Testing 3rd. Indianapolis, Indiana.2006.

Pressman, Roger, S. 2002. Rekayasa Perangkat Lunak Pendekatan Praktisi (Buku Satu), ANDI Yogyakarta.

Pressman, Roger, S. 2002. Rekayasa Perangkat Lunak Pendekatan Praktisi (Buku Satu), ANDI Yogyakarta.

Sugihartono, J., Satoto, K. I., & Widianto, E. D.

2015. Pembuatan Aplikasi Point of Sale Toko Cabang Perusahaan Torani Menggunakan Framework Codeigniter.

Jurnal Teknologi dan Sistem Komputer.

Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, Bandung: Alfabeta.

Susanto, A. 2004. Sistem Informasi Manajemen Bandung: Lingga Jaya. International Journal of Information Management.

21(5), 349-264.

Susanto, A. 2004. Sistem Informasi Manajemen Bandung: Lingga Jaya. International Journal of Information Management.

21(5), 349-264.

Sutabri, Tata. 2012. Analisis Sistem Informasi.

Yogyakarta: Andi.

Tahir, T.B., Rais, M., & HS, M.A. 2019.

Aplikasi Point OF Sales Menggunakan Framework Laravel. JIKO (Jurnal Informatika dan Komputer), 2(2), 55-59.

Tjandra Suhatati, C. P. 2015. Aplikasi Metode- Metode Software Testing Pada Configuration, Compatibility dan Usability Perangkat Lunak. Jurnal Teknik Informatika, 370-371.

Referensi

Dokumen terkait

Motif flora dan fauna adalah antara motif yang paling popular dan signifikan digunapakai oleh pereka-pereka batik kontemporari tetapi beberapa perubahan yang lebih dramatik

Analisa yang akan dilakukan adalah bagian bidang layanan otomasi kearsipannya, karena dinilai memiliki bagian terpenting dalam distribusi arsip- arsip penting yang berkaitan

Dimulai dari kelas B2, dengan cara penataan fasilitas kelas seperti tempat duduk yang jarang diubah, penataan media dan alat permainan di setiap area sering tidak ditata

Proses mewarnai dengan teknik pointilis telah cukup dipahami oleh siswa di kelas X MIA 3 SMA NEG 9 GOWA baik dari sisi penempatan gambar stilasi yang tepat atau pun

Pertumbuhan dan hasil kacang tanah budidaya sistem tanam alur menghasilkan nilai interaksi dengan perlakuan ketiga jenis pupuk lebih baik dibandingkan sistem tanam

Masyarakat yang berdomisili di Surabaya, Jawa Timur dengan pertimbangan bahwa, apabila masyarakat Surabaya mengenal akan adanya ikan asap pada Sentra Ikan Bulak

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 04/PRT/M /2oog tentang Pedoman Pembentukan wadah Koordinasi pengelolaan ly_mber Daya Air pada Tingkat provinsi, Kabupaten/Kota,

2 Pelaksanaan program penelitian (dosen dan mahasiswa) dalam lingkup teknologi kendaraan efisien yang berdasar pada roadmap penelitian Program Studi, skenario