• Tidak ada hasil yang ditemukan

MANAJEMEN KEUANGAN PERUSAHAAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "MANAJEMEN KEUANGAN PERUSAHAAN"

Copied!
49
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

Tinjauan Fungsi

MANAJEMEN

KEUANGAN PERUSAHAAN

Pengelolaan Unsur-unsur Keuangan Perusahaan

Ginanjar Indra Kusuma Nugraha Muhammad Fuad

Ruki Ambar Arum Jemi Pabisangan Tahirs

Abdul Wahab Liliek Nur Sulistiyo Wati

Isfandiari M. Bahanan Melinda

Yuliana Ignatius Joko Dewanto

Elvira Luthan Rida Ristiyana Rukun Santoso Wijhah HS

PENERBIT CV. EUREKA MEDIA AKSARA

(4)

ii

Tinjauan Fungsi MANAJEMEN

KEUANGAN PERUSAHAAN

Pengelolaan Unsur-unsur Keuangan Perusahaan

Penulis : Ginanjar Indra Kusuma Nugraha, Muhammad Fuad, Ruki Ambar Arum, Jemi Pabisangan Tahirs, Abdul Wahab, Liliek Nur Sulistiyo Wati, Isfandiari M. Bahanan, Melinda, Yuliana, Ignatius Joko Dewanto, Elvira Luthan, Rida Ristiyana, Rukun Santoso, Wijhah HS Editor : Suwandi, S.E., M.Ak., C.GL., C.PI., C.NFW.,

C.FTax., CPABC., C.FR., C.AFE., CBPA., C.AP.

Desain Sampul : Eri Setiawan Tata Letak : Via Maria Ulfah ISBN : 978-623-5251-84-4 No.HKI : EC00202222296

Diterbitkan oleh : EUREKA MEDIA AKSARA, MARET 2022 ANGGOTA IKAPI JAWA TENGAH NO. 225/JTE/2021

Redaksi :

Jalan Banjaran, Desa Banjaran RT 20 RW 10 Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga Telp. 0858-5343-1992

Surel : [email protected] Cetakan Pertama : 2022

All right reserved

Hak Cipta dilindungi undang-undang

Dilarang memperbanyak atau memindahkan sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apapun dan dengan cara apapun, termasuk memfotokopi, merekam, atau dengan teknik perekaman lainnya tanpa seizin tertulis dari penerbit.

(5)

PENGANTAR EDITOR Bismillahir Rahmanir Rahim

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Pertama-tama terpanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah Swt. yang Maha Besar, Maha Agung dan Maha Mulia, yang atas Kuasa-Nya jualah sebuah buku yang berjudul MANAJEMEN KEUANGAN PERUSAHAAN dapat terselesaikan sesuai yang direncanakan. Adapun buku ini di tulis oleh para akademisi dan praktisi yang ahli di bidangnya. Selawat dan salam tercurahkan kepada baginda yang Mulia, Nabi Muhammad saw. Allahumma Sholli ‘ala Sayyidina Muhammad.

Sebuah perusahaan baik yang berskala besar, sedang maupun kecil akan menghadapi permasalahan di bidang keuangan, dan olehnya itu, seorang manajer keuangan akan mempunyai perhatian besar terhadap bidang tersebut. Kesuksesan ataupun kegagalan perusahaan kebanyakan ditentukan oleh pengelolaan keuangannya. Permasalahan yang sering ditemui oleh seorang manajer keuangan adalah bagaimana mengelola sumber daya yang dimiliki perusahaan agar mencapai tingkat yang efisien dan efektif?

Buku ini hadir sebagai pelengkap di bidang keuangan, membahas terkait konsep-konsep dasar manajemen keuangan, pengelolaan unsur-unsur keuangan perusahaan, kebijakan pendanaan hutang, penganggaran modal, Break Even Point, manajemen risiko keuangan, serta memaparkan terkait dengan financial distress. Tujuan manajemen keuangan adalah membantu manajemen dalam memaksimalkan laba dan kekayaan perusahaan. Olehnya itu, perlu seorang manajer keuangan memiliki pengetahuan terkait hal-hal tersebut dalam upayanya meningkatkan kesehatan perusahaan.

Segala upaya telah dilakukan agar isi naskah dalam buku ini dapat tersaji dengan lengkap. Namun, kesempurnaan tetap menjadi milik Allah Swt. Demi memberikan penyajian yang lengkap serta memadai dalam isi buku ini, tentunya diperlukan

(6)

iv

saran dan kritik dari para pembaca. Semoga di kemudian hari buki ini dapat tersaji dengan lebih sempurna.

Akhir kata, kami memberikan penghargaan yang setinggi- tingginya kepada tim penulis atas tersusunnya buku ini dan tetap produktif dalam menulis. Ucapan terima kasih kami sampaikan terkhusus kepada Penerbit Eureka Media Aksara yang telah memfasilitasi terbitnya book chapter ini. Semoga segala aktivitas kita di ridai Allah Swt. Aamiin.

Selamat membaca ...!!!

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Bone, 26 Februari 2022 Editor,

Suwandi

(7)

DAFTAR ISI

PENGANTAR EDITOR ... iii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR GAMBAR ... ix

BAB 1 TINJAUAN UMUM MANAJEMEN KEUANGAN ... 1

A. Pendahuluan ... 1

B. Definisi dan Konsep Manajemen Keuangan ... 2

C. Fungsi dan Tujuan Manajemen Keuangan ... 3

D. Prinsip Manajemen Keuangan ... 7

E. Ruang Lingkup Manajemen Keuangan ... 9

F. Referensi ... 12

BAB 2 MANAJEMEN KEUANGAN HUBUNGANNYA DENGAN PERUSAHAAN ... 13

A. Pendahuluan ... 13

B. Pentingnya Fungsi Keuangan pada Tujuan Perusahaan ... 14

C. Manajemen Keuangan dan Bisnis Perusahaan... 17

D. Manajemen Keuangan dan Anggaran ... 18

E. Manajemen Keuangan dan Tata Kelola Perusahaan ... 20

F. Referensi ... 22

BAB 3 PERAN MANAJER KEUANGAN ... 24

A. Pendahuluan ... 24

B. Aktivitas Keuangan Perusahaan ... 24

C. Fungsi Utama Manajer Keuangan ... 26

D. Tugas Manajer Keuangan... 28

E. Tanggung Jawab Manajer Keuangan ... 30

F. Referensi ... 31

BAB 4 PERILAKU MANAJER KEUANGAN ... 32

A. Pendahuluan ... 32

B. Konsep Perilaku Manajemen Keuangan ... 32

C. Faktor Berpengaruh pada Perilaku Manajemen Keuangan ... 34

D. Indikator Perilaku Manajemen Keuangan ... 37

E. Tugas dan Tanggung Jawab Manajer Keuangan ... 38

F. Referensi ... 39

(8)

vi

BAB 5 KONSEP LIKUIDITAS DAN PENGELOLAANNYA ... 41

A. Pendahuluan ... 41

B. Definisi dan Pentingnya Likuditas ... 41

C. Teori Manajemen Likuiditas... 43

D. Rasio Likuiditas serta Analisinya... 43

E. Pengelolaan Likuiditas dalam Penyediaan Dana ... 47

F. Referensi ... 48

BAB 6 EFISIENSI MODAL KERJA ... 49

A. Pendahuluan ... 49

B. Definisi dan Unsur-unsur Manajemen Modal Kerja .... 51

C. Konsep Efisiensi Modal Kerja ... 53

D. Rasio Penilaian Efisiensi Modal Kerja ... 55

E. Modal Kerja dan Keputusan Pembiayaan Aktiva ... 57

F. Referensi ... 61

BAB 7 MANAJEMEN KEBUTUHAN KAS ... 62

A. Pendahuluan ... 62

B. Definisi dan Pentingnya Manajemen Kas ... 62

C. Faktor Berpengaruh pada pada Persediaan Kas... 63

D. Manajemen Kas dan Kelancaran Operasional Perusahaan ... 67

E. Referensi ... 69

BAB 8 KEBIJAKAN PENGELOLAAN PIUTANG ... 71

A. Pendahuluan ... 71

B. Definisi dan Pentingnya Kebijakan Pengelolaan Piutang ... 71

C. Faktor Berpengaruh pada Besarnya Jumlah Piutang ... 73

D. Budget Pengumpulan Piutang ... 74

E. Manajemen Piutang dalam Pencegahan Piutang Tak Tertagih ... 75

F. Referensi ... 76

BAB 9 MANAJEMEN PERSEDIAAN ... 77

A. Pendahuluan ... 77

B. Definisi dan Pentingnya Manajemen Persediaan ... 78

C. Faktor Berpengaruh pada Tingkat Persediaan ... 78

D. Metode Manajemen Persediaan ... 80

(9)

E. Manajemen Persediaan dan Kelancaran Proses

Produksi ... 85

F. Referensi ... 86

BAB 10 KEBIJAKAN PENDANAAN UTANG ... 87

A. Pendahuluan ... 87

B. Penggolongan Hutang ... 88

C. Konsep Kebijakan Pendanaan Hutang ... 91

D. Rasio Pengukuran Kebijakan Hutang ... 93

E. Faktor Pengambilan Kebijakan Pendanaan Hutang .... 97

F. Referensi ... 98

BAB 11 PENGANGGARAN MODAL ... 101

A. Pendahuluan ... 101

B. Definisi dan Konsep Penganggaran Modal ... 102

C. Tujuan dan Fungsi Penganggaran Modal... 103

D. Metode Penilaian Anggaran Modal ... 105

E. Penganggaran Modal dalam Rangka Ekspansi Usaha ... 112

F. Referensi ... 113

BAB 12 BREAK EVEN POINT ... 114

A. Pendahuluan ... 114

B. Definisi dan Fungsi Break Even Point ... 116

C. Komponen Pembentuk Break Even Point ... 118

D. Perhitungan Break Even Point ... 120

E. Dampak Perhitungan Break Even Point terhadap Pencapaian Laba ... 124

F. Referensi ... 125

BAB 13 MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN ... 126

A. Pendahuluan ... 126

B. Definisi dan Pentingnya Manajemen Risiko Keuangan ... 127

C. Tujuan Manajemen Risiko Keuangan ... 128

D. Komponen Manajemen Risiko Keuangan ... 130

E. Manajemen Risiko Keuangan untuk Mencegah Kepailitan ... 134

F. Referensi ... 135

(10)

viii

BAB 14 FINANCIAL DISTRESS ... 137

A. Pendahuluan ... 137

B. Definisi dan Gejala Financial Distress ... 137

C. Faktor Penyebab Financial Distress ... 138

D. Mencegah dan Mengatasi Financial Distress ... 142

E. Pegelolaan Financial Distress ... 143

F. Referensi ... 145

PROFIL PENULIS ... 147

(11)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Diagram Model Miller dan Orr ... 65 Gambar 2 Diagram Model Stone ... 67 Gambar 3 Grafik Break Even Point... 123

(12)

x

Tinjauan Fungsi

MANAJEMEN

KEUANGAN PERUSAHAAN

Pengelolaan Unsur-unsur Keuangan Perusahaan

(13)

BAB

1

Ginanjar Indra Kusuma Nugraha, S.AB., M.AB.

Universitas Merdeka Malang A. Pendahuluan

Segala aktivitas harus direncanakan secara matang dan terkontrol, tidak terkecuali aktivitas bisnis dan keuangan dalam perusahaan. Manajemen keuangan memegang peran vital dalam aktivitas dan operasional perusahaan. Manajemen keuangan merupakan manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan. Tidak hanya mengutamakan aktivitas memperoleh dana saja (raising of fund), lebih jauh dari itu, manajemen keuangan mengatur aktivitas dalam memperoleh sampai menggunakan dana (allocation of fund), serta mengelola aktiva dengan capaian keuntungan maksimum perusahaan.

Manajemen keuangan sangat penting dalam penentuan jumlah aktiva yang layak untuk diinvestasikan dan pemilihan sumber-sumber pendanaan untuk membiayai aktiva tersebut.

Manajer keuangan harus memahami dan mampu mengambil strategik dan kebijakan yang tepat dalam pengelolaan sumber dana internal dan eksternal perusahaan. Salah satu sumber pendanaan eksternal berasal dari pasar modal, yaitu pertemuan antara yang membutuhkan dana dan pihak yang menyediakan dana. Dana ini dapat berbentuk hutang (obligasi) atau modal sendiri (saham). Sumber pendanaan internal perusahaan berupa penyisihan keuntungan (laba ditahan), cadangan, maupun depresiasi. Setelah dana tersebut diperoleh, Kemudian digunakan untuk membelanjai operasional dan investasi perusahaan.

TINJAUAN UMUM MANAJEMEN

KEUANGAN

(14)

12

F. Referensi

Anwar, M. (2019). Dasar-dasar Manajemen Keuangan Perusahaan.

Jakarta: Prenada Media Group.

Emery, D. R., Finnerty, J. D., & Stowe, J. D. (2004). Corporate Financial Management. Pearson/Prentice Hall.

Harmono. (2009). Manajemen Keuangan Berbasis Balanced Scorecard:

Pendekatan Teori, Kasus, dan Riset Bisnis. Jakarta: Bumi Aksara.

Solomon, J., & Solomon, A. (2004). Corporate Governance and Accountability Third Ed. USA: John Willey & Sons. Inc.

Weston, F. J., & Thomas, E. C. (2010). Financial Management.

Jakarta: Binarupa Script Publisher.

(15)

BAB

2

Dr. Muhammad Fuad, S.E., M.M.

Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Samudra

A. Pendahuluan

Perusahaan beraktivitas dengan memiliki sejumlah tujuan yang telah dtetapkan sebelumnya untuk dicapai, beberapa tujuan tersebut diantaranya memperoleh profit usaha yang besar melalui pemberdayaan aktiva yang dimilikinya, mencapai derajat likuiditas yang tinggi melalui pemanfaatan yang baik atas modal asing yang diperolehnya sehingga terhindar dari risiko gagal bayar (default), melakukan ekspansi usaha baik bersifat internal ataupun eksternal, mampu memiliki value perusahaan yang tinggi, ataupun mampu mempertahankan sustainabilitas usaha dalam jangka panjang.

Pencapaian tujuan-tujuan tersebut membutuhkan kemampuan mengelola manajemen keuangan yang baik agar perusahaan selalu berada dalam kondisi sehat (healthy).

Pada bab ini akan dijabarkan bagaimana pentingnya fungsi manajemen keuangan terhadap pencapaian tujuan perusahaan. Selain itu, juga diuraikan peran dari manajemen keuangan terhadap pelaksanaan aktivitas bisnis perusahaan, hubungan antara manajemen keuangan dengan anggaran, serta kontribusi manajemen keuangan dalam proses tata kelola perusahaan. Melalui penjabaran ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman bagaimana pentingnya peran manajemen keuangan dalam aktivitas bisnis perusahaan. Saat bisnis perusahaan masih dalam skala kecil maka pengelolaan

MANAJEMEN KEUANGAN HUBUNGANNYA

DENGAN PERUSAHAAN

(16)

22

F. Referensi

Adisaputro, G., & Anggarini, Y. (2017). Anggaran Bisnis: Analisis, Perencanaan, dan Pengendalian Laba. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.

Barr, M. J., & Mc Clellan, G. S. (2018). Budgets and Financial Management in Higher Education, 3rd Edition. San Fransisco, CA: Jossey-Bass.

Bin Hidthiir, M. H., Basheer, M. F., & Hassan, S. G. (2019). The Simultaneity of Corporate Financial Decisions under DifferentLevels of Managerial Ownership: A Case of Pakistani Listed Firms. Research in World Economy, 10(2), 147- 159.

Blasi, J., Kruse, D., & Freeman, R. B. (2018). Broad-based Employee Stock Owner ship and Profit Sharing: History, Evidence, and Policy Implications. Journal of Participation and Employee Ownership, 1(1), 38-60.

Block, S., Hirt, G., & Danielsen, B. (2019). Foundations of Financial Management. New York: McGraw-Hill.

Brealey, R. A., Myers, S. C., & Allen, F. (2019). Principles of Corporate Finance. New York: McGraw-Hill Education.

Brooks, C., & Oikonomou, I. (2018). The Effects of Environmental, Social and Governance Disclosures and Performance on Firm Value: A Review of the Literature in Accounting and Finance. The British Accounting Review, 50(1), 1-15.

Dang, H. N., Pham, C. D., Nguyen, T. X., & Nguyen, H. T. (2020).

Effects of Corporate Governance and Earning Quality on Listed Vietnamese Firm Value. The Journal of AsianFinance, Economics and Business , 7 (4), 71-80.

Fahmi, I. (2013). Etika Bisnis, Teori, Kasus dan Solusi. Bandung:

Alfabeta.

Forum for Corporate Governance in Indonesia. (2001). Corporate Governance: Tata Kelola Perusahaan. Edisi Ketiga. Jakarta:

Prentice Hall.

Fuad, M., et al. (2020). Anggaran Perusahaan, Konsep dan Aplikasi.

Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Harrison, J. S., & Wicks, A. C. (2013). Stakeholder Theory, Value, and Firm Performance. Business Ethics Quarterly, 23(1), 97- 124.

(17)

BAB

3

Ruki Ambar Arum, S.E., M.M.

Politeknik Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Makassar

A. Pendahuluan

Manajer keuangan adalah pihak atau sosok yang beroperasi dalam pengelolaan finansial badan usahamanajer ini tidak mampu bekerja secara mandiri. Perlu kolaborasi dan kesinambungan di setiap divisi dengan pihak ini. Biasanya, setiap divisi perusahaan akan melakukan konsultasi kepada pihak manajemen finansial sebelum mengambil berbagai keputusan yang berkaitan dengan masalah keuangan.

Suatu perusahaan dapat berjalan dengan baik jika didalamnya terdapat unsur pendukung yang menjadi penunjang keberhasilan perusahaan tersebut. Salah satu penunjang keberhasilan perusahaan yaitu dengan adanya manajemen keuangan yang dikelola dengan baik. Seorang manajer keuangan yang dapat mengelola keuangan perusahaan dengan baik sangat dibutuhkan oleh perusahaan, karena dengan adanya seorang manajer keuangan yang baik maka perusahaan diharapkan dapat berjalan dengan baik pula.

Bab ini akan membahas fungsi serta peran dan tugas manajer keuangan serta tanggung jawab manajer keuangan terhadap perusahaan.

B. Aktivitas Keuangan Perusahaan

Menurut (Anwar, 2019) aktivitas keuangan perusahaan terbagi menjadi:

PERAN MANAJER

KEUANGAN

(18)

31 3. Mengelola fungsi akuntansi dalam memproses data dan informasi keuangan untuk menghasilkan laporan keuangan yang dibutuhkan perusahaan secara akurat.

4. Merencanakan dan mengkoordinasikan pengembangan sistem serta prosedur keuangan dan akuntansi. Selain itu juga mengontrol pelaksanaannya untuk memastikan semua proses dan transaksi keuangan berjalan dengan tertib dan teratur.

5. Merencanakan dan mengkonsolidasikan perpajakan seluruh perusahaan untuk memastikan efisiensi biaya dan kepatuhan terhadap peraturan perpajakan.

6. Merencanakan, mengkoordinasi, dan mengontrol arus kas perusahaan (cash flow), terutama pengelolaan pihutang dan hutang. Sehingga, hal ini dapat memastikan ketersediaan dana untuk operasional perusahaan dan kondisi keuangan dapat tetap stabil.

F. Referensi

Anwar, M. (2019). Dasar-dasar Manajemen Keuangan Perusahaan.

Jakarta: Prenada Media Group.

Darmawan, M. (2020). Dasar-dasar Memahami Rasio dan Laporan Keuangan. Yogyakarta: UNY Press.

Hakim, L. (2018). Strategi Keuangan Perusahaan. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Sudana, I. M. (2019). Manajemen Keuangan Teori dan Praktik.

Surabaya: Airlangga University Press.

(19)

BAB

4

Jemi Pabisangan Tahirs, S.E., M.M.

Universitas Kristen Indonesia Toraja

A. Pendahuluan

Perilaku manajemen keuangan merupakan topik yang menarik untuk didiskusikan karena menyangkut perilaku konsumsi individu. Kecenderungan yang terjadi individu terkadang mengalami kesulitan dalam mengelola pendapatan untuk memenuhi kebutuhannya. Pendapatan seseorang bertambah, seiring dengan bertambahnya pengeluarannya.

Keluarga dengan berpenghasilan kecil kecenderungan menyisihkan sebagian penghasilan untuk ditabung. Sikap ini menggambarkan perilaku manajemen keuangan yang mengelola keuangannya secara baik dan benar.

Perilaku manajemen keuangan sering dipengaruhi gaya hidup, sehingga perlakuannya berbeda-beda. Perilaku individu dalam mengelola keuangan dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Perilaku manajemen keuangan dianggap penting karena apabila individu memiliki perilaku dalam mengelola keuangan yang dimilikinya. Selain itu, individu dianggap dapat menyeimbangkan mampu untuk menyeimbangkan penerimaan dan pengeluaran uang yang dimiliki.

B. Konsep Perilaku Manajemen Keuangan

Tahun 1990-an diperkenalkan perilaku keuangan akibat tuntutan perubahan dalam bisnis dan akademik menyangkut pengambilan keputusan dan investasi. Ada tiga hal yang

PERILAKU MANAJER

KEUANGAN

(20)

39 anggaran tersebut untuk memastikan penggunaan dana secara efektif dan efisien dalam menunjang kegiatan operasional perusahaan.

3. Mengelola fungsi akuntansi dalam memproses data dan informasi keuangan untuk menghasilkan laporan keuangan yang dibutuhkan perusahaan secara akurat.

4. Merencanakan dan mengkoordinasikan pengembangan sistem serta prosedur keuangan dan akuntansi. Selain itu juga mengontrol pelaksanaannya untuk memastikan semua proses dan transaksi keuangan berjalan dengan tertib dan teratur.

5. Merencanakan dan mengkonsolidasikan perpajakan seluruh perusahaan untuk memastikan efisiensi biaya dan kepatuhan terhadap peraturan perpajakan.

F. Referensi

Astuti, T. P., & Yulianto. (2016). Good Governance Pengelolaan Keuangan Desa Menyongsong Berlakunya Undang-Undang No. 6 Tahun 2014. BAKI, 1(1).

Durvasula, S., & Lysonski, S. (2007). Money Attitudes, Materialism, andAchievement Vanity : An Investigation of Young Chinese Consumers Perceptions. Journal of Personality, 1993–

1995.

Fuller, R. (2000). Behavioral Finance and the Sources of Alpha.

Journal of Pension Plan Investing, 2(2), 2-24.

Kuswadi. (2005). Meningkatkan Laba Melalui Pendekatan Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Biaya. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Lusardi, A., & Mitchell, O. (2007). Financial Literacy and Retirement Planning: New Evidence from the Rand American Life Panel. MRRC Working Paper, 157, 1-33.

Natalia, D. E., Murni, S., & Untu, V. N. (2019). Analisis Tingkat Literasi Dan Pengelolaan Keuangan Pribadi Mahasiswa di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Univeristas Sam Ratulangi.

Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi, 7(2).

(21)

BAB

5

Abdul Wahab, S.E., M.Si.

Politeknik Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia Makassar

A. Pendahuluan

Likuiditas adalah kemampuan suatu usaha maupun bisnis dalam memenuhi kewajiban membayar hutang-hutang yang harus segera dibayar. Dari sini tingkat likuiditas dari sebuah perusahaan juga akan terlihat dari angka-angka tertentu seperti angka rasio cepat , angka rasio lancar, angka rasio kas dan angka rasio modal kerja. Suatu perusahaan dikatakan mempunyai posisi keuangan yang kuat apabila mampu:

Memenuhi kewajiban-kewajibannya tepat pada waktunya yaitu pada waktu ditagih, Memelihara modal kerja yang cukup untuk operasi yang normal (kewajiban keuagan terhadap pihak intern), Membayar bunga dan dividen yang dibutuhkan, Memelihara tingkat bunga yang menguntungkan.

Sebagai catatan, bahwa semakin tinggi tingkat likuiditas dari suatu perusahaan, maka tentu akan dianggap semakin baik juga kinerjanya. Lalu bagaimana mengukur baik tidaknya tingkat likuiditas tersebut?

B. Definisi dan Pentingnya Likuditas

Likuiditas adalah kemampuan suatu usaha maupun bisnis dalam memenuhi kewajiban membayar hutang-hutang yang harus segera dibayar. Perihal posisi uang kas suatu perusahaan dan kemampuannya untuk memenuhi kewajiban yang jatuh tempo tepat pada waktunya; kemampuan

KONSEP

LIKUIDITAS DAN

PENGELOLAANNYA

(22)

48

liabilitas serta penggunaan dana yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan dan meningkatkan nilai perusahaan dalam batasan tertentu. Batasan tersebut mencapai tingkat likuiditas yang mencukupi, risiko yang rendah dan modal yang mencukupi. Dengan demikian pengelolaan asset dan liabilitas memiliki keterkaitan dengan likuiditas perusahaan.

F. Referensi

Blanchard, O. (2006). Macro Economic, 4 Edition. New Jersey:

Pearson Prentice Hall.

Chasanah, A. N. (2018). Pengaruh Rasio Likuiditas, Profitabilitas, Struktur Modal dan Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun 2015-2017. Jurnal Penelitian Ekonomi dan Bisnis, 3(1), 39-47.

Elfadhli, E. (2018). Manajemen Likuiditas Perbankan Syariah.

JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah), 11(1), 49-63.

Masyita, E., & Harahap, K. K. (2018). Analisis Kinerja Keuangan Menggunakan Rasio Likuiditas dan Profitabilitas. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Kontemporer (JAKK), 1(1), 33-46.

(23)

BAB

6

Liliek Nur Sulistiyo Wati, S.E., M.M.

Universitas PGRI Madiun

A. Pendahuluan

Sumber kehidupan setiap perusahaan adalah modal.

Bisnis apa pun, besar atau kecil, membutuhkan uang tunai untuk mendanai setiap fase aktivitasnya, baik jangka panjang maupun jangka pendek. Modal kerja adalah uang yang digunakan perusahaan untuk menjalankan operasinya sehari- hari. Modal kerja, tentu saja, merupakan prediktor yang kuat untuk kesehatan keuangan perusahaan. Manajemen modal kerja adalah keputusan manajerial yang bertujuan untuk mencapai keseimbangan risiko-pengembalian yang ideal.

Dimana keputusan keuangan perusahaan jangka panjang telah menerima pijakan yang lebih empiris dibandingkan dengan pengambilan keputusan jangka pendek seperti manajemen modal kerja. Manajemen modal kerja berkaitan dengan pengelolaan aset lancar perusahaan dan, dengan perluasan, kewajiban lancar. Mayoritas literatur keuangan perusahaan berfokus pada keputusan keuangan jangka panjang, seperti penilaian perusahaan, keputusan investasi, kebijakan dividen, dan struktur modal. Aset lancar perusahaan adalah aset jangka pendeknya. Mereka adalah aset yang perkiraan umurnya dihitung dalam satu tahun keuangan/akuntansi. Karena aset dan kewajiban jangka pendek merupakan komponen yang signifikan dari total aset, mereka harus diperiksa secara menyeluruh (Vijayakumar, 2001).

EFISIENSI MODAL

KERJA

(24)

61 F. Referensi

Bhalla, V. K. (2014). Working Capital Management: In Working Capital Management (1st ed.). S. Chand & Company PVT. LTD.

Irfani, A. S. (2020). Manajemen Keuangan dan Bisnis: Teori dan Aplikasi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

James, S. S. (2014). Working Capital Management Applications and Cases. John Wiley & Sons. Inc.

Kasmir. (2017). Analisis Laporan Keuangan (10th ed.). Jakarta:

Rajawali Pers.

Lorenzo, P. . (2010). Working Caiptal Management. Oxford University Press.

Manika, G. (2015). Working Capital Management. Educreation Publishing.

Narender, K. J. (2004). Working Capital Management. Publishing Corporation.

Vijayakumar, A. (2001). Working Capital Management; A Comparative Study. Northern Book Centre.

(25)

BAB

7

Isfandiari M. Bahanan, S.E., M.M.

Universitas Mercu Buana A. Pendahuluan

Manajemen kas merupakan proses pengelolaan dan mengumpulkan arus kas agar mencapai arus kas yang optimal.

Pada pengertian manajemen kas, bentuk kas berupa uang kontan, cek, deposit, demand, dan kas bon. Uang kontan menjadi aset utama yang digunakan untuk mendanai kewajiban perusahaan.

Pengertian manajemen kas yang baik dalam bisnis merupakan kunci stabilitas keuangan perusahaan. Ketika sebuah perusahaan mulai berbisnis, maka akan mengalami perputaran aliran kas masuk dan keluar di dalam laporan keuangan yang harus dikelola secara hati-hati.

Dapat dikatakan di dalam budget management juga terdapat laporan keuangan arus kas. Laporan arus kas berfungsi untuk mencatat semua perputaran arus kas dalam perusahaan, meliputi piutang uang kontan, hutang dagang, pembayaran cash, serta uang yang diinvestasikan. Laporan arus kas terdiri dari tiga bagian, yaitu operasional, investasi, dan pembiayaan. Operasional menjadi aktivitas yang paling sibuk, sedangkan dua lainnya berkaitan pada arus kas masuk dan arus kas keluar.

B. Definisi dan Pentingnya Manajemen Kas

Kas merupakan salah satu bagian dari aktiva yang paling likuid (paling lancar), yang bisa dipergunakan segera untuk

MANAJEMEN

KEBUTUHAN KAS

(26)

69 piutang. Namun secara normal dibutuhkan waktu 30 hari antara penerimaan bahan baku dan pembayarannya, maka siklus konversi kas adalah?

Siklus Konversi Kas = 73 hari + 24 hari − 30 hari Siklus Konversi Kas = 67 hari

Siklus Konversi Kas merupakan salah satu teknik perhitungan arus kas. Metrik tersebut berfungsi mengukur waktu yang dibutuhkan perusahaan untuk mengubah investasi dalam persediaan dan input sumber daya lainnya menjadi kas.

Dengan kata lain, siklus konversi kas mengukur berapa lama kas tertanam dalam inventaris sebelum inventaris dijual kepada pelanggan. Secara umum, perhitungan ini seringkali digunakan oleh pemilik perusahaan retail.

E. Referensi

Kannapadang, D., & Astari, W. S. (2020). Penentuan Saldo Kas Optimal pada UD Sarana Kayu di Kecamatan Makale Kabupaten Tana Toraja. Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Terapan (JESIT), 1(1), 109-120.

Mulyono, A. (2021). Saldo Kas Minimal dan Optimalisasi Kas Pemerintah. Jurnal Manajemen Perbendaharaan, 2(2), 105-122.

Pratiwi, D. (2018). Pengaruh Perputaran Modal Kerja, Perputaran Piutang dan Perputaran Persediaan terhadap Profitabilitas pada Perusahaan Industri Barang Konsumsi di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Ilmu Manajemen, 7(1), 77-89.

Putri, W. A., Prihatni, R., & Murdayanti, Y. (2020). Pengaruh Kesempatan Bertumbuh, Siklus Konversi Kas, Pengeluaran Modal, dan Kepemilikan Institusional terhadap Cash Holding. Jurnal Akuntansi, Perpajakan, dan Auditing-JAPA, 1(1), 51-65.

Rahmantika, E., & Juliarto, A. (2020). Siklus Konversi Kas, Profitabilitas dan Nilai Perusahaan pada Perusahaan Manufaktur di BEI. Diponegoro Journal of Accounting, 9(4).

Sopian, N., Norisanti, N., & Danial, R. D. (2020). Model Miller-Orr sebagai Alat Keputusan Keuangan dalam Menganalisis Saldo Kas Optimal. BUDGETING: Journal of Business, Management and Accounting, 2(1), 1-10.

(27)

BAB

8

Melinda, S.E., M.Si.

Universitas Bung Karno, Jakarta A. Pendahuluan

Piutang merupakan bagian dari aset lancar dalam laporan keuangan. Piutang timbul karena adanya penjualan secara kredit, dimana pembayaran piutang berdasarkan jatuh tempo yang telah disepakati oleh pihak perusahaan dengan pihak pembeli. Besarnya piutang tergantung dari besarnya volume penjualan. Semakin besar volume penjualan maka akan semakin besar juga piutang yang timbul.

Perusahaan berharap agar piutang dapat dilakukan pembayaran sesuai dengan jatuh tempo. Jika lewat dari jatuh tempo maka akan berdampak pada perputaran uang dan keuntungan yang diharapkan oleh perusahaan akan tertahan dalam piutang sebelum dilakukan pembayaran. Piutang yang telah lewat jatuh tempo dapat menimbulkan beban piutang tidak tertagih yang dapat mengurangi laba yang akan diperoleh perusahaan, serta dapat mengurangi modal perusahaan pada periode berjalan. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan kebijakan pengelolaan piutang yang baik agar tujuan perusahaan dapat tecapai.

B. Definisi dan Pentingnya Kebijakan Pengelolaan Piutang Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.

43, mendefinisikan piutang adalah jenis pembiayaan dalam bentuk pembelian atau pengalihan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan yang berasal dari transaksi usaha

KEBIJAKAN PENGELOLAAN

PIUTANG

(28)

76

lihat dari riwayat pembayaran sebelumnya, legalitas perusahaan dengan tujuan untuk mencegah timbulnya piutang tak tertagih.

4. Membuat Batasan Presentase antara Penjualan Tunai dan Penjualan Kredit

Tujuan perusahaan dengan membuat kebijakan tentang batasan presentase adalah selain agar modal perusahaan tidak tertahan di penjualan kredit dan untuk mencegah terjadinya piutang tak tertagih.

F. Referensi

Behuku, J. N. (2019). Pentingnya Pengelolaan Piutang terhadap Efisiensi Penggunaan Modal Kerja pada CV. Darpa Kastara.

MAPAN: Jurnal Manajemen Akuntansi Palapa Nusantara, 3(2), 1-6.

Demak, Y. K., Tinangon, J. J., & Mawikere, L. (2018). Analisis Piutang Tak Tertagih Berdasarkan Umur Piutang pada PT.

Air Manado. Going Concern: Jurnal Riset Akuntansi, 13(4).

Ikatan Akuntan Indonesia. (2009). Standar Akuntansi Keuangan.

Jakarta: Salemba Empat.

Juita, R., & Rivandi, M. (2019). Pengaruh Pengelolaan Piutang terhadap Efektivitas Arus Kas pada PT. Satria Lestari Multi.

In Academic Conference for Accounting, 1.

Purnomo, S. H. (2020). Analisis Perputaran Piutang pada PT. Adira Dinamika Multi Finance. PAY: Jurnal Keuangan dan Perbankan, 2(2), 83-88.

Rivandi, M., & Septiana, G. (2020). Pengaruh Pengelolaan Piutang terhadap Efektivitas Arus Kas Pada PT. Satria Lestari Multi.

Jurnal Manajemen Universitas Bung Hatta, 15(2), 23-30.

Rompas, R. R., Elim, I., & Suwetja, I. G. (2018). Analisis Pengelolaan Piutang dan Kerugian Piutang Tak Tertagih pada PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang. Going Concern:

Jurnal Riset Akuntansi, 13(3).

(29)

BAB

9

Yuliana, S.E., M.M.

Universitas Madako A. Pendahuluan

Persediaan

merupakan salah satu unsur penting dalam operasi perusahaan, selain itu persediaan dapat mempermudah dan memperlancar jalannya kegiatan normal pada suatu perusahaan yang dilakukan secara rutin untuk memproduksi barang yang diperuntukkan bagi konsumen. Persediaan biasanya dikelola sedemikian rupa sehingga perusahaan berada pada zona aman dari berbagai kemungkinan yang bisa mengancam perusahaan dari kekurangan atau habisnya stok barang yang dimiliki perusahaan, pengelolaan itulah disebut dengan manajemen persediaan.

Manajemen persediaan adalah sebuah bagian dari perusahaan yang memiliki tugas untuk mengatur persediaan barang serta biaya terkait yang dimiliki oleh perusahaan.

Manajemen persediaan adalah salah satu bagian penting di perusahaan yang di mana berfungsi untuk mengontrol persediaan yang dimiliki perusahaan. Proses dalam mengatur persediaan barang ini tidaklah semudah membalikan telapak tangan karena persediaan ini adalah salah satu aset perusahaan yang berperan penting dengan penjualan ataupun tingkat produksi. Jadi kalau terjadi masalah tentang persediaan akan langsung berpengaruh pada kerugian usaha.

MANAJEMEN

PERSEDIAAN

(30)

86

F. Referensi

Andiana, M., & Pawitan, G. (2018). Aplikasi Metode EOQ dalam Pengendalian Persediaan Bahan Baku PT X. Jurnal Akuntansi, 10(1).

Chrisna, H. (2018). Analisis Manajemen Persediaan dalam Memaksimalkan Pengendalian Internal Persediaan pada Pabrik Sepatu Ferradini Medan. Jurnal Akuntansi Bisnis dan Publik, 8(2), 82-92.

Kasmir. (2010). Pengantar Manajemen Keuangan, Cet. ke-1. Jakarta:

Kencana Prenada Media Group.

Maulida, Z. (2018). Pengendalian Persediaan Bahan Baku pada PT.

Aceh Rubber Industries Kabupaten Aceh Tamiang. Jurnal Manajemen dan Keuangan, 7(2).

Prawirosentono, S. (2005). Riset Operasi dan Ekonofisika. Jakarta: PT.

Bumi Aksara.

Rambitan, B. F., Sumarauw, J. S., & Jan, A. H. (2018). Analisis Penerapan Manajemen Persediaan pada CV. Indospice Manado. Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi, 6(3).

Sjahrial, D. (2012). Pengantar Manajemen Keuangan. Ed. 4. Jakarta:

Mitra Wacana Media.

Sulindawati, N. L. (2019). Manajemen Keuangan: Sebagai Dasar Pengambilan Keputusan Bisnis. Cet. ke-3. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

(31)

BAB

10

Dr. Ignatius Joko Dewanto, S.Kom., M.M., M.Pd.

Universitas Tangerang Raya

A. Pendahuluan

Menurut (Nursya'adah, 2020), hutang adalah pengorbanan manfaat ekonomi masa mendatang yang timbul karena kewajiban sekarang suatu entitas untuk menyerahkan aktiva atau memberikan jasa kepada entitas lain di masa mendatang sebagai akibat transaksi masa lalu. Menurut (Sulastri & Anna, 2018), hutang adalah semua kewajiban keuangan perusahaan pihak lain yang belum terpenuhi, di mana hutang ini merupakan sumber dana atau modal perusahaan yang berasal dari kreditur. Ada baiknya, apabila perusahaan menggunakan hutang yang kecil atau tidak sama sekali maka perusahaan dinilai tidak dapat memanfaatkan tambahan modal eksternal yang dapat meningkatkan operasional perusahaan (Hanafi, 2004).

Menurut (Weston & Copeland, 1997), penggunaan dana dari pinjaman atau hutang memiliki kelebihan dan kelemahan.

Di antara kelebihan tersebut meliputi:

1. Biaya hutang terbatas, dimana pemegang hutang tidak ikut menikmati laba perusahaan.

2. Tidak hanya biaya saja yang terbatas, tetapi juga hasil pengembalian yang diharapkan biasanya lebih rendah dibanding ketika perusahaan mengeluarkan saham biasa.

3. Pemilik perusahaan tidak harus berbagi pengendalian pengelolaannya dengan pemegang hutang.

KEBIJAKAN PENDANAAN

UTANG

(32)

98

bagi investor. Menurut (Hidayat & Triyonowati, 2020) semakin tinggi profit yang dihasilkan perusahaan maka akan semakin kecil penggunaan hutang yang digunakan dalam pendanaan perusahaan karena dengan profitabilitas yang tinggi memungkinkan perusahaan menggunakan internal equity yang diperoleh dari laba ditahan terlebih dahulu.

4. Ukuran Perusahaan

Perusahaan besar dapat mengakses pasar modal. Oleh karena kemudahan tersebut disebabkan perusahaan memiliki fleksibilitas dan kemampuan untuk mendapatkan dana. Ukuran perusahaan dapat diartikan sebagai besar kecilnya perusahaan dilihat dari besarnya nilai ekuitas, nilai perusahaan, ataupun hasil nilai total aktiva dari suatu perusahaan (Riyanto, 2011). Menurut (Fajrin & Agustin, 2020) ukuran perusahaan (size) berhubungan dengan fleksibilitas dan kemampuan untuk mendapatkan dana dan memperoleh laba dengan melihat pertumbuhan penjualan perusahaan.

F. Referensi

Dewi, L. S., & Abundanti, N. (2019). Pengaruh Profitabilitas, Likuiditas, Kepemilikan Institusional Dan Kepemilikan Manajerial terhadap Nilai Perusahaan. E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana, 8(10).

Fajrin, N., & Agustin, S. (2020). Pengaruh Profitabilitas, Ukuran Perusahaan, dan Pertumbuhan Penjualan terhadap Struktur Modal. Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen (JIRM), 9(3).

Hanafi, M. M. (2004). Manajemen Keuangan. Yogyakarta: BPFE.

Hidayat, M. W., & Triyonowati, T. (2020). Pengaruh Kebijakan Dividen, Kebijakan Hutang dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen (JIRM), 9(4).

Indahningrum, R. P., & Handayani, R. (2009). Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, Dividen, Pertumbuhan Perusahaan, Free Cash Flow dan Profitabilitas terhadap Kebijakan Hutang Perusahaan. Jurnal Bisnis dan Akuntansi, 11(3).

(33)

BAB

11

Dr. Elvira Luthan, S.E., M.Si., Ak.

Universitas Andalas A. Pendahuluan

Tidak ada sesuatupun di dunia ini yang statis, selalu dinamis. Begitu juga perusahaan, mesti dinamis jika ingin bertahan. Perusahaan wajib merespon dinamika yang terjadi agar bisa berkembang atau makin membesar yang tentu saja membutuhkan pembelanjaan yang besar, dengan tambahan modal yang besar juga. Secara umum, modal merupakan sumber pembelanjaan perusahaan yang berasal dari pemilik yang harus dikelola secara hati hati. Sedangkan anggaran merupakan salah satu fungsi manajemen perusahan dalam konteks perencanaan. Namun jika digabung kedua istilah ini makan agak berbeda maknanya, penganggaran modal merupakan garis besar rencana pengeluaran aktiva tetap, maksudnya rencana bagaimana pengeluaran modal yang optimal dilakukan, biasanya dalam bentuk pembiayaan jangka panjang sehingga dapat menghasilkan pengembalian yang maksimal atau menguntungkan.

Proses penganggaran modal ini merupakan aspek penting (crucial) dalam pengambilan keputusan investasi, karena investasi merupakan penempatan dana sekarang guna mendapat keuntungan masa datang. Jadi penganggaran modal menggambarkan tindakan perencanaan dan pembelanjaan pengeluaran modal, contohnya seperti pembelian aktiva tetap, perluasan produk atau pasar yang sudah ada, memperkenalkan produk baru, melakukan modernisasi fasilitas pabrik,

PENGANGGARAN

MODAL

(34)

113 membantu dalam menetapkan saat yang tepat untuk melakukan ekspansi pasar bagi perusahaan. Manajemen perusahaan telah memperkirakan kebutuhan usahanya dengan perencanaan yang cukup, akan memiliki kesempatan mempersiapkan segala kebutuhan yang akan dibutuhkan untuk suksesnya rencana ekspansi. Pada akhirnya, penganggaran modal (investasi) menjadi penting, karena dengan melakukan ekspansi pasar biasanya membutuhkan dana yang besar. Sehingga, sebelum manajemen perusahaan mengeluarkan dana dengan jumlah yang besar tersebut, manajemen lebih dahulu menyusun rancangan yang matang dan tepat, agar uang yang dikeluarkan bisa menciptakan manfaat yang diharapkan perusahaan, diantaranya melalui peningkatan penjualan, penambahan pangsa pasar, meningkatkan loyalitas pelanggan, menaikkan kualitas pelayanan, dan capaian strategis lainnya tentang penganggaran modal.

F. Referensi

Brigham, E. F., & Daves, R. P. (2018). Intermediate Financial Management. South Western: Thomsons Learning.

Horngren, C. T. (2012). Financial & Managerial Accounting. Upper Saddle River, New Jersey: Pearson Prentice Hall.

Mahfudnurnajamuddin. (2021, Mei 3). Konsep Capital Budgeting.

Retrieved Februari 2022, from

https://feb.umi.ac.id/konsep-capital-budgeting/

Riyanto, B. (2011). Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan.

Yogyakarta: BPFE.

(35)

BAB

12

Rida Ristiyana, S.E., M.Ak., CIQnR.

Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) Tangerang A. Pendahuluan

Break Even Point (BEP) merupakan titik di mana operasional perusahaan mengalami suatu titik posisi perusahaan tidak mendapatkan keuntungan dan tidak mengalami kerugian (Maruta, 2018). Hal ini mengartikan posisi pendapatan perusahaan dan biaya pada kondisi yang sama, sehingga keuntungannya adalah nol. Perusahaan juga menggunakan BEP untuk mengetahui berapa minimum penjualan yang harusdicapai agar tidak mendapat kerugian dengan titik minimal impas. Maka dari itu ada analisis BEP untuk perusahaan yang biasa disebut analisa titik impas.

Analisa titik impas merupakan suatu hal yang sangat penting bagi perusahaan untuk menghindari kerugian, karena hal ini berguna untuk mengetahui berapa banyak pengeluaran yang harus dikeluarkan untuk mencapai titik impas tidak mengalami kerugian namun tidak juga mendapatkan laba. Hal ini sangat penting terutama bagi perusahaan baru agar tidak terjadi kerugian mendadak yang akan membuat perusahaan mengalami masalah.

Berdasarkan pengertian di atas, ada beberapa manfaat dan fungsi penting Break Even Point (BEP) untuk perusahaan yang harus diketahui. Agar perusahaan tau maka perlu untuk dilakukan kajian dan analisa mengenai manfaat yang akan didapatkan perusahaan bila menggunakan penghitungan BEP.

Berikut ini adalah manfaat dan fungsi BEP bagi perusahaan:

BREAK EVEN POINT

(36)

125 Analisa Break Even Point (BEP) merupakan faktor penting yang mempengaruhi perencanaan perushaan dalam mencapai laba dimasa yang akan datang. Terutama saat memasuki era industri 4.0, perusahaan dituntut bergerak maju dengan cepat namun tetap memperhatikan kemungkinan yang terjadi dengan ketatnya persaingan yang ada pada saat ini.

Perusahaan harus mengetahui letak margin of safety di mana walaupun penjualan menurun perusahaan harus mampu menekan biaya yang ada dengan mengefektifkan operasional yang mampu menambah nilai profit perusahaan.

Saat ini lebih banyak perusahaan memilih meningkatkan harga jual dibandingkan meningkatkan volume penjualan, karena arus persaingan yang sangat luas di era globalisasi saat ini terutama di masa industri 4.0 di mana digitalisasi industri yang mampu mencakup seluruh belahan dunia dengan mudah dan cepat. Maka dari itu, analisa perhitungan Break Even Point (BEP) sangat penting dan membantu perusahaan dalam menargetkan pencapaian profitabilitas perusahaan.

F. Referensi

Hasdiana, S., & Khalid, I. (2020). Analisis Titik Impas sebagai Alat Perencanaan Laba pada PT Semen Indonesia, Tbk yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jurnal Semarak, 3(3), 153-167.

Hidayat, H. H., & Novitasari, D. (2021). Analisis Break Even Point (BEP) sebagai Dasar Pengambilan Keputusan dalam Pemilihan Tungku pada UKM Keripik Tempe. Manajemen Agribisnis: Jurnal Agribisnis, 21(2), 58-64.

Julyanthry, J., et al. (2020). Manajemen Produksi dan Operasi. Medan:

Yayasan Kita Menulis.

Maruta, H. (2018). Analisis Break Even Point (BEP) sebagai Dasar Perencanaan Laba Bagi Manajemen. Akuntansi Syariah (JAS), 2(1), 9-28.

Suryawati, B. N., Permadi, L. A., & Wardani, L. (2021). Buku Ajar Manajemen Operasional. Medan: Yayasan Kita Menulis.

(37)

BAB

13

Dr. H. Rukun Santoso, S.E., M.M., M.Si.

Program Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Jakarta

A. Pendahuluan

Manajemen risiko dalam sebuah perusahaan tidak bisa diabaikan. Dalam menjalankan kegiatan perusahaan, tentunya dihadapkan pada berbagai hambatan yang memungkinkan perusahaan mengalami kegagalan dalam bisnis. Kesalahan sedikit saja dalam memperhitungkan risiko akan sangat berdampak buruk pada keseluruhan kegiatan perusahaan. Oleh karenanya, manajer perusahaan penting memperhitungkan risiko untuk membantunya dalam membuat kebijakan- kebijakan yang tepat, akurat dan cerdas. Salah satu upaya yang dapat dilakukan perusahaan adalah mengelola risiko keuangan melalui pengendalian keuangan sebagai alat dalam menghadapi faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan keuangan yang mungkin dapat terjadi (Afiqoh & Laila, 2018).

Penerapan manajemen risiko keuangan dalam perusahaan menjadi sangat penting dilakukan, di antaranya untuk mencegah praktik-praktik kecurangan dalam perusahaan, mengamankan aset perusahaan dari pencurian, dan mengatasi kemungkinan terjadinya kebangkrutan atau kepailitan usaha. Sebuah perusahaan melalui manajemen risiko keuangan akan memudahkan manajer dalam melakukan penilaian atas kemungkinan terjadinya kerugian yang berdampak pada kinerja keuangan perusahaan, dan merupakan media dalam menilai dan menetapkan strategi

MANAJEMEN

RISIKO KEUANGAN

(38)

135 perusahaan yang menyebabkan pertumbuhan keuangan berpotensi mengalami penurunan (Sari & Yunita, 2019).

Ciri yang menandai perusahaan akan mengalami kepailitan atau kebangkrutan dimulai ketika perusahaan mengalami penurunan kinerja dan merasakan adanya kesulitan keuangan (financial distress). Kesulitan keuangan adalah suatu kondisi di mana perusahaan mulai mengalami kesulitan arus kas yang berdampak pada sulitnya melunasi kewajiban- kewajibannya (Herita, Hartini, & Africano, 2021). Sebelum berlanjut menjadi lebih parah (bangkrut), hal ini dapat dicegah dengan mengimplementasikan manajemen risiko keuangan.

Dengan adanya laporan risiko keuangan, perusahaan dapat mengantisipasi kemungkinan terjadinya kesulitan keuangan sehingga kebangkrutan tidak terjadi.

Manajemen risiko keuangan dilakukan perusahaan untuk mencegah terjadinya risiko kebangkrutan (Kristiawan &

Pangeran, 2019). Karena itu, perusahaan perlu mengidentifikasi, mengendalikan serta mengawasi faktor- faktor yang memungkinkan menjadi penyebab terjadinya kebangkrutan. Setelah diketahui faktor-faktor tersebut, perusahaan dapat mengambil langkah sebagai upaya untuk meminimalisir atau menghindari terjadinya kebangkrutan dengan segera.

F. Referensi

Afiqoh, L., & Laila, N. (2018). Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Risiko Kebangkrutan Bank Umum Syariah di Indonesia (Metode Altman Z-Score Modifikasi Periode 2011- 2017). JEBIS (Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam), 4(2), 166-183.

Antou, L. S., Tommy, P., & Tulung, J. E. (2018). Penerapan Manajemen Risiko pada PT Bank Sulutgo. Jurnal EMBA:

Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntans, 6(3).

Darmawan. (2020). Dasar-dasar Memahami Rasio dan Laporan Keuangan. Yogyakarta: UNY Press.

Hanggraeni, D. (2021). Manajemen Risiko Bisnis dan Enviromental, Social, and Governance (ESG): Teori dan Hasil Penelitian. Bogor:

IPB Press.

(39)

BAB

14

Wijhah HS, S.E., M.M.

Universitas Teknologi Sulawesi

A. Pendahuluan

Saat ini banyak pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), pebisnis, dan perusahaan sedang mengalami financial distress atau kesulitan keuangan di mana tidak sedikit dari mereka mengalami kemunduran, yang terpaksa harus mem- PHK karyawannya, melakukan merger, di akuisisi, sampai ada yang mengalami kebangkrutan, karena tak mampu bertahan dengan kondisi pandemi Covid-19. Namun sebenarnya, financial distress terjadi bukan hanya karena pandemi Covid-19 akan tetapi ada banyak faktor, di antaranya ketidaksiapan manajemen dalam membuat planning, kurangnya controlling system budgeting, hingga kurangnya kemampuan untuk melunasi hutang dan masih banyak lagi.

Dalam bab ini, kita akan membahas dan mempelajari mengenai hal dasar financial distress yang sering terjadi.

B. Definisi dan Gejala Financial Distress

Financial distress adalah kondisi di mana keuangan mengalami kesulitan dalam hal membayar hutang atau kewajiban yang sedang, akan, dan atau telah jatuh tempo.

Dalam laporan keuangan, terjadinya financial distress dapat dengan jelas kita lihat pada laporan laba rugi yang menampakkan posisi negatif atau perusahaan sedang mengalami kerugian dalam beberapa periode.

FINANCIAL DISTRESS

(40)

145 rumus yang di interplasi dengan rasio keuangan akan menentukan angka tertentu yang diprediksi menjadi umur perusahaan atau kapan kemungkinan perusahaan itu akan bangkrut.

Rumus yang digunakan untuk menghitung nilai Z-Score model Altman’s Z-Score adalah:

Zi = 0,717X1 + 0,847X2 + 3,107X3 +0,420X4 + 0,998X5

Keterangan:

X1 : (Aktiva Lancar – Hutang Lancar) / Total Aset X2 : Laba yang Ditahan / Total Aset

X3 : Laba Sebelum Bunga dan Pajak / Total Aset

X4 : Nilai Pasar Saham Biasa dan Preferen / Nilai Buku Total Hutang

X5 : Penjualan / Total Aset Zi : Nilai Z-score

Jika nilai cut-off:

Z <1,81 maka perusahaan masuk kategori bangkrut.

1,81 <z-score <2,99 maka perusahaan termasuk wilayah abu – abu atau daerah waspada bangkrut.

Z-score >2,99 maka perusahaan tidak bangkrut atau aman.

F. Referensi

Brigham, E. F., & Daves, P. R. (2003). Intermediate Financial Management With Thomson One. United States Of America:

Cengage South-Western.

Darsono, & Ashari. (2005). Pedoman Praktis Memahami Laporan Keuangan. Yogyakarta: ANDI.

Fachrudin, K. A. (2008). Kesulitan Keuangan Perusahaan dan Personal.

Medan: USU Press.

Fahmi, I. (2011). Analisis Laporan Keuangan. Bandung: Alfabeta.

Gamayuni, R. R. (2011). Analisis Ketepatan Model Altman Sebagai Alat Untuk Memprediksi Kebangkrutan. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 16(2).

Platt, H., & Platt, M. B. (2002). Predicting Financial Distress. Journal of Financial Service Professionals .

(41)

PROFIL PENULIS

Ginanjar Indra Kusuma Nugraha, S.AB., M.AB.

Penulis merupakan Dosen Akuntansi Biaya dan Statistik Bisnis pada Program Studi Administrasi Bisnis Universitas Merdeka Malang sejak tahun 2014. Sebagai seorang yang sepenuhnya mengabdikan dirinya sebagai Dosen, selain pendidikan formal yang telah ditempuh, penulis juga mengikuti berbagai pelatihan untuk meningkatkan kinerja Dosen, khususnya di bidang pengajaran, penelitian dan pengabdian. Penulis juga aktif melakukan penelitian yang diterbitkan di berbagai jurnal Nasional maupun Internasional. Penulis juga seringkali diundang menjadi narasumber pada workshop/seminar/lokakarya seputar bidang Manajemen Keuangan Bisnis maupun Statistik dan Analisis Data.

Email: [email protected]

Dr. Muhammad Fuad, S.E., M.M.

Penulis merupakan Dosen pada Program Studi Manajemen Universitas Samudra sejak tahun 2010. Minat ilmu yang ditekuni yaitu Manajemen Keuangan dan Kewirausahaan.

Sebagai seorang yang sepenuhnya mengabdikan dirinya sebagai dosen, selain pendidikan formal yang telah ditempuhnya penulis juga mengikuti berbagai pelatihan untuk meningkatkan kinerja dosen, khususnya di bidang pengajaran, penelitian dan pengabdian. Buku yang penulis telah hasilkan adalah Pengantar Bisnis, Kewirausahaan dalam Disiplin Ilmu Kesehatan, dan Kilas Balik 1 Tahun bersama Pandemi Covid 19. Selain itu, penulis juga aktif melakukan penelitian yang diterbitkan di berbagai jurnal nasional maupun internasional. Penulis juga aktif menjadi pemakalah diberbagai kegiatan dan menjadi narasumber pada workshop/

seminar/lokakarya tertentu.

Email: [email protected]

(42)

148

Ruki Ambar Arum, S.E., M.M.

Penulis merupakan Dosen Keuangan pada Program Studi Administrasi Bisnis Politeknik Lembaga Pendidikan Dan Pengembangan Profesi Indonesia Makassar sejak tahun 2015. Sebagai seorang yang sepenuhnya mengabdikan dirinya sebagai dosen, selain pendidikan formal yang telah ditempuhnya penulis juga mengikuti berbagai pelatihan untuk meningkatkan kinerja dosen, khususnya di bidang pengajaran, penelitian dan pengabdian. Penulis juga merupakan praktisi di perusahaan. Beberapa buku yang penulis telah hasilkan, di antaranya Akuntansi Syariah,Analisis Laporan Keuangan.

Selain itu, penulis juga aktif melakukan penelitian yang diterbitkan di berbagai jurnal nasional maupun internasional.

Email: [email protected]

Jemi Pabisangan Tahirs, S.E., M.M.

Penulis tertarik bidang Keuangan dan Akuntansi saat dibangku SMA dengan memilih IPS tahun 1988. Penulis menyelesaikan studi S1 di STIE YPUP Makassar 1997, kemudian bekerja.

Sambil bekerja penulis meneruskan ke S2 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin program Magister Manajemen dan selesai tahun 2007.

Sebelum terjun ke dunia Kampus tahun 2013, tahun 2009-2013, penulis menjadi tenaga pengajar di SMK Kr. Tagari dan SMK Kr.

Sanggala. Penulis saat ini sedang dalam proses menyelesaikan S3 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin program studi ilmu ekonomi (Manajemen). Dalam menunjang profesional sebagai dosen, penulis aktif menulis dan mengikuti penelitian yang didanai oleh perguruan tinggi dan Kemenristek DIKTI.

Karya yang pernah dihasilkan yakni Buku Ajar Akuntansi Manajemen dan Pengukuran Kinerja Keuangan yang diterbitkan oleh Yayasan Barcode. Selain itu, penulis pernah memenangkan hibah PDP tahun 2019 dari Kemenristek DIKTI. Dengan karya ini,

(43)

penulis berharap akan memberikan kontribusi bagi pengetahuan.

Email: [email protected]

Abdul Wahab, S.E., M.Si.

Penulis merupakan Dosen Manajemen Keuangan pada Program Studi Administrasi Bisnis Politeknik Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia Makassar.

Sebagai seorang yang sepenuhnya mengabdikan dirinya sebagai dosen, selain pendidikan formal yang telah ditempuhnya penulis juga mengikuti berbagai pelatihan untuk meningkatkan kinerja dosen, khususnya di bidang pengajaran, penelitian dan pengabdian. Selain itu, penulis juga aktif melakukan penelitian yang diterbitkan di berbagai jurnal nasional maupun internasional.

Email: [email protected].

Liliek Nur Sulistiyo Wati, S.E., M.M.

Penulis merupakan Dosen Manajemen dengan konsentrasi Manajemen Keuangan pada Program Studi Manajemen Universitas PGRI Madiun sejak tahun 2017, tetapi sebenarnya penulis menggeluti profesi sebagai dosen sejak tahun 2000-an, di mana sebelum di Universitas PGRI Madiun, di STIE Dharma Iswara Madiun yang merupakan salah satu cikal bakal lahirnya Universitas PGRI Madiun, penulis juga pernah sebagai dosen di Universitas Soerjo Ngawi. Sebagai seorang yang sepenuhnya mengabdikan dirinya sebagai dosen, selain pendidikan formal yang telah ditempuhnya penulis juga mengikuti berbagai pelatihan untuk meningkatkan kinerja dosen, khususnya di bidang pengajaran, penelitian dan pengabdian. Buku yang penulis telah hasilkan adalah Manajemen Keuangan. Selain itu, penulis juga aktif melakukan penelitian yang diterbitkan di berbagai jurnal nasional maupun internasional. Penulis juga aktif menjadi pemakalah diberbagai kegiatan dan menjadi narasumber pada workshop/seminar/lokakarya tertentu.

Email: [email protected].

(44)

150

Isfandiari M. Bahanan, S.E., M.M.

Penulis lahir di Jakarta pada tanggal 17 September 1978. Ia menyelesaikan Strata Satu di Universitas Mercu Buana Jakarta tahun 2000.

Penulis memperoleh gelar Magister Manajemen Keuangan di Universitas Mercu Buana Jakarta tahun 2012. Pernah bekerja pada perusahaan jasa konstruksi. Saat ini menjadi dosen dalam bidang Ekonomi Akuntansi pada Universitas Mercu Buana Jakarta.

Email: [email protected]

Melinda, S.E., M.Si.

Penulis merupakan Dosen Akuntansi pada Program Studi Akuntansi Universitas Bung Karno sejak tahun 2010. Penulis menyelesaikan pendidikan Sarjana dan Pascasarjana di Universitas Trisakti dengan jurusan Akuntansi.

Sebelum penulis mengabdikan dirinya sebagai dosen, penulis bekerja di beberapa perusahaan dalam bidang Akuntansi. Selain pendidikan formal yang telah ditempuhnya, penulis juga mengikuti berbagai pelatihan dan seminar untuk meningkatkan kinerjanya sebagai dosen, khususnya di bidang pengajaran, penelitian dan pengabdian.

Email: [email protected]

Yuliana, S.E., M.M.

Penulis saat ini bekerja sebagai dosen tetap di Universitas Madako Tolitoli, sejak tahun 2016.

Dan sebagai dosen luar biasa di Universitas Alkhairaat Palu sejak tahun 2018. Pendidikan S1 diselesaikan di Universitas Alkhairaat Palu tahun 2012 di bidang manajemen perusahaan (S.E) konsentrasi keuangan. S2 Alumni dari Program Pascasarjana Universitas Tadulako tahun 2015 Prodi Magister Manajemen (M.M), konsentrasi keuangan. Beberapa Buku yang telah dihasilkan bersama dosen-dosen se-Nusantara adalah buku

(45)

Manajemen Keuangan Perusahaan (Prinsip Dasar, Teori dan Aplikasi) yang diterbitkan oleh Diandra Kreatif/Mirra Buana Media, Yogyakarta, tahun 2020. Buku Teori Akuntansi Keuangan 1, Penerbit Yayasan Muhammad Zaini.

Email: [email protected]

Dr. Ignatius Joko Dewanto, S.Kom., M.M., M.Pd.

Penulis merupakan Dosen Manajemen, Teknik Informasi dan Pendidikan pada Universitas Tangerang Raya sejak tahun 2020. Sebagai seorang yang sepenuhnya mengabdikan dirinya sebagai dosen, selain pendidikan formal yang telah ditempuhnya penulis juga mengikuti berbagai pelatihan untuk meningkatkan kinerja dosen, khusunya bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian.Penulis juga merupakan konsultan bidang pendidikan. Beberapa HAKI yang dimiliki 1) Nomor: C00201700166, 24 Januari 2017 Pengembangan Pembelajaran Manajemen Proyek Berbasis Multimedia pada Perguruan Tinggi, 2) Nomor: EC00201807905, 3 April 2018, Pengembanagn Model Intelektual di Universitas Indonusa Esa Unggul, 3) Nomor: EC00201807904, 3 April 2018, Implementasi Pembelajaran Kewirausahaan Berbasis KKNI Pada Perguruan Tinggi Swasta. Selain itu, penulis aktif melakukan penelitian yang diterbitkan di berbagai jurnal nasional maupun internasional.

Penulis juga aktif mejadi pemakalah diberbagai kegiatan menjadi narasumber pada workshop/seminar/lokakarya tertenatu.

Email: [email protected]

Dr. Elvira Luthan, S.E., M.Si., Ak.

Penulis merupakan Dosen Akuntansi pada Program Studi Akuntansi Universitas Andalas, Padang sejak tahun 1991. Awal karir sebagai dosen, penulis mengikuti workshop ke Cleveland State University di USA dan saat kuliah program doctoral, penulis mengikuti program sandwich ke Flinders University, Australia. Sebagai seorang yang sepenuhnya

(46)

152

mengabdikan dirinya sebagai dosen, selain pendidikan formal yang telah ditempuhnya penulis juga mengikuti berbagai pelatihan untuk meningkatkan kinerja dosen, khususnya di bidang pengajaran, penelitian dan pengabdian. Penulis juga pernah praktisi diberbagai perusahaan di kota Padang dan Bandung.

Beberapa publikasi yang telah penulis hasilkan, berfokus pada manajemen keuangan dan juga akuntansi yang bermanfaat dalam pengembangan implementasi Akuntansi dan Manajemen. Selain itu, penulis juga aktif melakukan penelitian yang diterbitkan di berbagai jurnal. Penulis juga aktif menjadi pemakalah diberbagai kegiatan dan menjadi narasumber pada workshop/seminar/

lokakarya baik nasional maupun internasional.

Email: [email protected]

Rida Ristiyana, S.E., M.Ak., CIQnR.

Penulis adalah dosen yang telah tersertifikasi sebagai dosen profesional. Ia adalah dosen tetap pada Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) Tangerang. Ia menyelesaikan Program Pendidikan S1 Akuntansi di Universitas Stikubank (UNISBANK) Semarang tahun 2013 dan menyelesaikan Pendidikan S2 Akuntansi di Universitas Mercu Buana (UMB) Jakarta tahun 2016. Pada dua pendidikan tersebut memperoleh predikat Cumlaude. Pada tahun 2021 telah menyelesaikan sertifikasi profesi peneliti. Penulis memiliki kepakaran di bidang Akuntansi, Pajak, Keuangan, dan untuk mewujudkan karir sebagai dosen profesional, penulis pun aktif sebagai peneliti di bidang kepakarannya dan hasil penelitian telah didanai oleh internal perguruan tinggi serta dipublikasikan pada jurnal-jurnal terakreditasi. Selain itu, penulis menjadi reviewer pada dewan redaksi di beberapa OJS. Penulis aktif menjadi pemakalah di berbagai kegiatan ilmiah dan menjadi narasumber pada workshop/seminar/lokakarya tertentu. Di sisi lain, penulis juga aktif dalam menulis buku dengan harapan dapat memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara yang nantinya dapat

(47)

menjadi ilmu jariyah dan ladang pahala demi mencerdaskan anak bangsa.

Email: [email protected]

Dr. H. Rukun Santoso, S.E., M.M., M.Si.

Penulis lahir di Lamongan, 18 Juni 1959.

Menekuni dunia manajemen sejak menjadi mahasiswa di Jurusan Manajemen Perusahaan IBM Labora Jakarta lulus pada tahun 1997, dan dalam waktu bersamaan penulis kuliah di Universitas Indonesia Jurusan Ilmu Administrasi lulus pada tahun 1997. Gelar Magister pertamanya diperoleh di IBM Labora Jakarta lulus tahun 1999, serta gelar magister keduanya dilanjutkan di Universitas Indonesia jurusan Ilmu Administrasi lulus tahun 2003. Sedangkan gelar Doktor diraihnya di Universitas Pancasila Jurusan Ilmu Ekonomi (Strategi Bisnis) lulus tahun 2020. Dalam perjalanan karirnya, beliau menjadi direktur keuangan di perusahaan BUMN dan juga swasta. Penulis juga aktif dalam dunia politik dan pernah menjadi anggota DPRD DKI Jakarta. Selain itu aktif di berbagai organisasi, diantaranya ketua umum ASPEKINDO, HKTI, ISEI DKI Jakarta, Dewan Pembikan Masika ICMI. Sekarang aktif menjadi dosen di berbagai macam kampus dan aktif dalam menulis jurnal nasional maupun internasional.

Email: [email protected]

Wijhah HS, S.E., M.M.

Penulis merupakan Dosen Akuntansi pada Program Studi Akuntansi Universitas Teknologi Sulawesi sejak tahun 2017. Sebagai seorang yang sepenuhnya mengabdikan dirinya sebagai dosen, selain pendidikan formal yang telah ditempuhnya penulis juga mengikuti berbagai pelatihan untuk meningkatkan kinerja dosen, khususnya di bidang pengajaran, penelitian dan pengabdian.Penulis juga merupakan praktisi konsultan keuangan dan pajak dibeberapa perusahaan PT

(48)

154

Andromeda Swara Gemilang, CV Duta Indah Serui, TK. Karya Indah Cell, Romatic Bakery dan beberapa UMKM. Penulis juga aktif melakukan penelitian yang diterbitkan di berbagai jurnal nasional maupun internasional. Penulis juga aktif menjadi pemakalah diberbagai kegiatan dan menjadi narasumber pada workshop/ seminar/lokakarya tertentu.

Email: [email protected]

(49)

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Pelatihan, kursus, dan keahlian khusus : Selain pendidikan formal, untuk melakukan audit yang baik, saya juga membutuhkan pengetahuan yang diperoleh dari kursus dan

Sebagai seorang yang sepenuhnya mengabdikan dirinya sebagai dosen, selain pendidikan formal yang telah ditempuhnya penulis juga mengikuti berbagai pelatihan untuk

Penelitian tahap II dititik beratkan untuk memisahkan fraksi protein yang tidak dapat dihidrolisis oleh pepsin dalam isolat protein komak hitam yang diduga kuat

SINTESIS DAN MODIFIKASI PERMUKAAN NANOPARTIKEL FOTOKATALIS TiO 2 /KARBON DENGAN METODE ARC-DISCHARGE1. DALAM MEDIA CAIR ETANOL/CH

En effet, comme on l’a vu plus haut, c’est grâce à ce paradoxe crucial de la « liberté » : la « liberté » exerce sa projection du possible mais se fonde sur

Berdasarkan data daya serap air papan partikel yang didapatkan di atas, komposisi papan partikel yang terbaik adalah papan partikel dengan perbandingan 70%

Sebagai kepala keluarga bapak Sudaryanto perlahan-lahan mampu melakukan teori self disclosure apa yang sedang terjadi diluar ataupun didalam patut membuka diri kepada orang

Selain sebagai alat pertanggung jawaban kegiatan operasional perusahaan, laporan keuangan juga berfungsi sebagai alat informasi yang menyangkut posisi keuangan,