1 | Y S K K
Layanan Jasa Konsultasi dan Pelatihan Program-Program Pemberdayaan Masyarakat
Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) Tahun 2017
A. L
ATARB
ELAKANGSudah 15 tahun Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) sebagai lembaga pemberdayaan masyarakat yang membaktikan diri pada upaya-upaya peningkatan taraf hidup masyarakat melalui pengembangan berbagai strategi program pemberdayaan masyarakat dengan penekanan pada partisipasi masyarakat. YSKK berusaha berkontribusi secara aktif untuk memenuhi hak-hak dasar masyarakat marginal dan rentan dari aspek ekonomi, sosial, budaya, sipil, dan politik.
Berbekal pengalaman panjang dalam menggerakkan perubahan masyarakat menuju kemandirian dan kesejahteraan, YSKK telah melakukan kemitraan pelayanan jasa konsutasi dalam bentuk pelatihan-pelatihan sesuai kebutuhan (taylor made), penjajakan kebutuhan program, penyusunan program, monitoring program, evaluasi program pemberdayaan, pengembangan program, penyusunan rencana kerja organisasi, dan kegiatan-kegiatan lain.
Mitra kerja yang telah dilayani cukup beragam, mencakup lembaga donor, lembaga implementasi program, perusahaan yang melaksanakan program pemberdayaan, serta lembaga pemerintah.
Lembaga-lembaga yang pernah mendapat pelayanan jasa konsultasi YSKK di antaranya: Global Fund for Women, Kedubes Jepang, Kedutaan Selandia Baru, VSO, PLAN, NZAID, TIFA, Bank Dunia, GTZ, CRS, The Global Fund for Children, AusAID, Terre Des Hommes, USAID, Exxon Mobile, YTS, PPRBM, Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Provinsi JaTeng, dan lain sebagainya.
B. T
UJUANTujuan dari layanan jasa konsultasi dan pelatihan YSKK adalah memberikan solusi atas permasalahan sekaligus untuk peningkatan kinerja organisasi dan individu yang terlibat dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat.
C. P
AKETP
ELATIHANTahun 2017 ini, YSKK menawarkan paket pelatihan reguler yang sudah dijadwalkan sebagai berikut:
NO JENIS PELATIHAN WAKTU BIAYA
1. Manajemen Usaha Mikro-Kecil 16-19 Mei 2017 Rp 3.000.000,00 2. Pelatihan Fasilitator PM (TOF-CD) 10-14 Juli 2017 Rp 3.500.000,00 3. Manajemen Keuangan Keluarga 12-15 September 2017 Rp 3.000.000,00 4. Kewirausahaan Sosial Desa (BUMDes) 16-20 Oktober 2017 Rp 3.500.000,00 5. Manajemen Pembangunan Desa Partisipatif 13-17 November 2017 Rp 3.500.000,00
PELATIHAN MANAJEMEN USAHA MIKRO-KECIL
Usaha mikro-kecil merupakan basis kekuatan ekonomi kerakyatan yang cukup tangguh menghadapi krisis. Usaha mikro-kecil dapat menjaga stabilitas ekonomi domestik, karena sifatnya yang mandiri dan tidak menggantungkan diri pada kondisi ekonomi makro. Pelatihan usaha mikro ini dirancang secara khusus untuk meningkatkan usaha masyarakat dampingan. Calon dan pelaku usaha mikro serta pendamping usaha mikro menjadi target peserta, sehingga akan memiliki kapasitas dan mampu mengelola serta mendampingi pelaku usaha mikro-kecil dengan baik.
2 | Y S K K Materi Pelatihan :
1. Konsep Usaha Mikro-Kecil
2. Konsep Kewirausahaan dan Kiat Sukses Wirausaha 3. Perencanaan Bisnis (Business Plan)
4. Manajemen Usaha Mikro a. Manajemen Produksi b. Manajemen Pemasaran c. Manajemen Keuangan Usaha 5. Kunjungan Lapangan (Field Visit) 6. Rencana Tindak Lanjut (RTL)
PELATIHAN UNTUK FASILITATOR PM
Fasilitator masyarakat yang bertugas mendampingi masyarakat seseorang harus dapat memerankan diri sebagai pendorong, penggerak, katalisator, motivator, sampai dengan mempengaruhi proses- proses pengambilan keputusan di masyarakat. Pelatihan ini didesain secara khusus untuk calon fasilitator/fasilitator program pemberdayaan masyarakat, maupun siapapun yang ingin berperan dalam proses-proses pemberdayaan masyarakat, sehingga akan memiliki kapasitas dan mampu menjalankan peran-peran pemberdayaan, pengorganisasian komunitas, pengembangan sumber daya manusia, serta pemecahan masalah berbasis kebutuhan masyarakat.
Materi Pelatihan : 1. Konsep Kefasilitatoran 2. Kompetensi Dasar Fasilitator
a. Kepemimpinan b. Komunikasi
c. Mengumpulkan dan Sharing Informasi d. Fasilitasi Pertemuan-Pelatihan
e. Pengambilan keputusan (Consensus Building) f. Manajemen Konflik
3. Kunjungan lapangan (Field Visit) 4. Rencana Tindak Lanjut (RTL)
PELATIHAN MANAJEMEN KEUANGAN KELUARGA
Mengatur keuangan keluarga bukanlah hal yang mudah. Pengelolaan keuangan keluarga yang baik dapat mendayagunakan kesadaran, sikap, perilaku, dan kemampuan anggota keluarga serta menggerakkan potensi ekonomi keluarga. Pelatihan Manajemen Keuangan Keluarga ini dirancang secara khusus untuk meningkatkan pengelolaan ekonomi keluarga dan usaha masyarakat dampingan. Anggota koperasi/BMT, nasabah bank/BPR, pelaku UMKM, serta pendamping/petugas lapangan (fasilitator) menjadi target peserta yang tepat.
Materi Pelatihan :
1. Konsep Dasar Manajemen Keuangan Keluarga 2. Pengelolaan Pinjaman
3. Menabung Kunci Kesuksesan
4. Pengelolaan Keuangan Keluarga dan Usaha 5. Pengembangan Usaha Produktif Keluarga 6. Kunjungan Lapangan (Field Visit)
7. Rencana Tindak Lanjut (RTL)
3 | Y S K K PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN SOSIAL DESA (BUMDES)
Desa sebagai sebuah struktur wilayah dan pemerintahan terkecil yang bersentuhan langsung dengan masyarakat harus menjadi fokus dan basis utama implementasi program pemberdayaan masyarakat.
Dengan otoritas kewenangan yang dimiliki oleh desa sebagaimana yang termaktub dalam UU Desa No.6 Tahun 2014 maka desa harus mampu merancang program-program pemberdayaan berbasis potensi lokal yang inovatif sebagai sebuah upaya penguatan ekonomi kerakyatan. Pelatihan Kewirausahaan Sosial Desa (BUMDes) ini dirancang secara khusus untuk meningkatkan kapasitas peserta dalam mengembangkan usaha produktif berbasis potensi desa yang berkelanjutan berbasis pemberdayaan masyarakat dalam upaya mewujudkan kemandirian desa dan masyarakat. Sehingga, Kepala Desa, BPD, LKMD, Fasilitator/Pendamping/Pegiat Desa, serta pejabat Dinas/SKPD menjadi target peserta yang tepat untuk terlibat aktif dalam pelatihan ini.
Materi Pelatihan :
1. Konsep Dasar Pemberdayaan Masyarakat Desa 2. Konsep Dasar Kewirausahaan Sosial Desa
3. Identifikasi dan Pemetaan Potensi Desa secara Partisipatif
4. Pengembangan dan Pengelolaan Usaha Produktif Berbasis Potensi Desa (BUMDes) a. Langkah-langkah Pendirian BUMDes
b. Optimalisasi Pengelolaan BUMDes
c. Strategi Pemasaran dan Membangun Jaringan 5. Kunjungan Lapangan (Field Visit)
6. Rencana Tindak Lanjut (RTL)
PELATIHAN MANAJEMEN PEMBANGUNAN DESA PARTISIPATIF
Desa sebagai sebuah struktur wilayah dan pemerintahan terkecil yang bersentuhan langsung dengan masyarakat harus menjadi fokus dan basis utama implementasi program pemberdayaan masyarakat.
Dengan otoritas kewenangan yang dimiliki oleh desa sebagaimana yang termaktub dalam UU Desa No.6 Tahun 2014 maka desa harus mampu merancang program-program pemberdayaan berbasis potensi lokal yang inovatif sebagai sebuah upaya penguatan ekonomi kerakyatan. Pelatihan Kewirausahaan Sosial Desa (BUMDes) ini dirancang secara khusus untuk meningkatkan kapasitas peserta dalam mengembangkan usaha produktif berbasis potensi desa yang berkelanjutan berbasis pemberdayaan masyarakat dalam upaya mewujudkan kemandirian desa dan masyarakat. Sehingga, Kepala Desa, BPD, LKMD, Fasilitator/Pendamping/Pegiat Desa, serta pejabat Dinas/SKPD menjadi target peserta yang tepat untuk terlibat aktif dalam pelatihan ini.
Materi Pelatihan :
1. Konsep Dasar Pembangunan Desa Partisipatif 2. Pengkajian Keadaan Desa secara Partisipatif
3. Pengembangan DESA MANTAP (Manajemen Transparan, Akuntabel, dan Partisipatif) 4. Kunjungan Lapangan (Field Visit)
5. Rencana Tindak Lanjut (RTL)
METODE PELATIHAN
Pelatihan ini menggunakan pendekatan andragogi dengan menggali pengalaman peserta sebagai orang dewasa, menempatkan warga belajar sebagai subyek belajar, dan menerapkan teknik pembelajaran partisipatif. Pembelajaran dilakukan di ruangan dan di luar ruangan (belajar langsung di lapangan). Metode pembelajaran yang digunakan sangat variatif sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai seperti ceramah tanya jawab, diskusi, roleplay, brainstorming, penugasan, game, dan lain sebagainya.
4 | Y S K K FASILITATOR DAN NARASUMBER PELATIHAN
Fasilitator dan Narasumber pelatihan adalah staf YSKK serta Akademisi/Praktisi yang mempunyai pengetahuan, keahlian, dan pengalaman dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat sesuai dengan kebutuhan peserta pelatihan.
TEMPAT PELATIHAN
Pelatihan akan dilaksanakan di Kota Solo, Jawa Tengah ‘The Spirit of Java’.
D. J ENIS K EGIATAN K ONSULTASI
Menyadari adanya kebutuhan yang terus meningkat untuk peningkatan kualitas program pemberdayaan masyarakat, YSKK menawarkan jasa pelayanan konsultasi kepada mitra/calon mitra terkait dengan pengembangan dan peningkatan kualitas program pemberdayaan masyarakat yang akan/sedang dilaksanakan. Layanan kegiatan meliputi:
1. FASILITASI PELATIHAN BERBASIS KEBUTUHAN 1) Manajemen Program Pengembangan Masyarakat
a) Pelatihan Manajemen Program Pengembangan Masyarakat b) Pelatihan Perencanaan Proyek PM
c) Pelatihan Monitoring dan Evaluasi Program Partisipatif 2) Manajemen Organisasi
a) Pelatihan Manajemen Organisasi Nirlaba
b) Pelatihan Manajemen KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) 3) Good Governance
a) Pelatihan Good Governance
b) Pelatihan Kepemimpinan Partisipatif 4) Gender
c) Pelatihan Penyadaran Gender
d) Pelatihan Perencanaan yang Berperspektif Gender
e) Pelatihan Pendampingan Masyarakat yang Berperspektif Gender f) Pelatihan Pengembangan Program Pendidikan Gender
5) Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat g) Pelatihan Pengembangan Usaha Mikro
h) Pelatihan Manajemen Kredit Mikro (Micro Credit) i) Pelatihan Ekonomi Rumah Tangga
j) Pelatihan Manajemen Keuangan KSM/KSP/CU 6) Teknologi Kepelatihan
a) Pelatihan Fasilitator (Training of Facilitator) b) Pelatihan Pengembangan Kurikulum Pelatihan
c) Pelatihan Pengembangan Modul dan Desain pelatihan d) Pelatihan Pengembangan Alat Bantu Belajar (ABB) e) Pelatihan Pengembangan Metode Pelatihan Partisipatif
2. JASA KONSULTASI PENGEMBANGAN MASYARAKAT (NON PELATIHAN) 1) Perencanaan Strategis Organisasi
2) Need Assesment Proyek
3) Monitoring dan Evaluasi (MonEv) Proyek 4) Analisa Kebutuhan Usaha
5) Pengembangan Desain Pelatihan
5 | Y S K K
E. M
ATERIDANM
ETODEK
ONSULTASIKonteks dan kebutuhan setiap organisasi sifatnya adalah unique. Oleh karenanya materi konsultasi dan pelatihan akan dikembangkan berdasarkan konteks dan kebutuhan organisasi mitra. YSKK akan menggali informasi umum tentang organisasi mitra, merancang tindakan yang akan diberikan, dan berkonsultasi dengan mitra untuk penetapan tujuan dan hasil yang diharapkan.
Pelatihan yang dilaksanakan menggunakan kombinasi pendekatan antara Pendidikan Orang Dewasa (POD) dan Appreciative Inquriy (AI). Semangat yang diusung adalah partisipatif, menghargai berbagai capaian yang telah diraih dan mengembangkannya secara kritis untuk menjangkau masa depan yang lebih baik. Metode partisipatif dengan menempatkan peserta sebagai sumber belajar dengan metode penyampaian beragam, seperti curah pendapat, diskusi kelompok, pleno, games, studi kasus, dan lain sebagainya; akan menjadikan pelatihan yang difasilitasi YSKK lebih mudah diterima oleh peserta. Dalam pelayanan jasa konsultasi, metode yang diterapkan umumnya mengedepankan pendekatan ‘participant’s point of view’, di mana solusi yang dibutuhkan atas permasalahan berbasis kebutuhan organisasi dan bersifat kontekstual.
F. K
ONSULTAN/F
ASILITATORKonsultan/Fasilitator yang ditugaskan untuk melaksanakan atau memfasilitasi kegiatan adalah staf/
konsultan YSKK yang memiliki keahlian, pengetahuan, dan pengalaman yang cukup, serta sesuai dengan bidang yang dibutuhkan.
G. A
SPEKT
EKNISAspek teknis yang mencakup tempat, waktu, dan kebutuhan anggaran didiskusikan menyesuaikan jenis dan volume kegiatan, serta kebutuhan mitra/klien.
H. P
OINTOFC
ONTACTUntuk informasi lebih lanjut, hubungi:
YASAN SATU KARSA KARYA (YSKK)
Singopuran RT 04 RW II, Kartasura, Sukoharjo, 57164 - Jawa Tengah Telp./Fax. : 0271-784928
Mobile/WA : 081329188236 (Iwan Setiyoko) Email : [email protected]; [email protected] Website : www.yskk.org
Facebook : Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK)