BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Sebagai konsekuensi diterbitkannya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2004 tentang Keuangan Negara, serta untuk menciptakan good governance sesuai Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN), maka diperlukan system pengendalian intern dalam mengelola keuangan negara/daerah.
Mengingat pentingnya system pengendalian intern, selanjutnya Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 turunan dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 mewajibkan setiap pimpinan instansi pemerintah untuk menyelenggarakan SIstem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP). SIstem Pengendalian Intern dijabarkan secara panjang lebar dan komprehensif, bukan hanya mencakup aspek penyelenggara keuangan, namun mempunyai makna yang lebih luas yaitu mencakup pula aspek kineja operasional tupoksi dan kewenangan organisasi.
Kelemahan dalam pengendalian intern menjadi penyebab utama timbulnya berbagai permasalahan dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Sistem Pengendalian Intern sebelum adanya SPIP masih berfokus pada har control yaitu berupa Tersedianya pedoman, juklak/juknis atau SOP.
Sedangkan dalam kenyataannya berbagai permasalahan yang terjadi disebabkan justru oleh prilaku, integritas atau etos kerja yang buruk oknum / pejabat / personil yang ada didalam instansi pemerintah / oeganisasi. Dibanding dengan Sistem Pengendalian Intern sebelumnya, SPIP memberikan perhatian yang signifikan terhadap penguatan lingkungan internal organisasi dan kualitas manusianya sebagai pelaku system pengendalian intern dalam instansi pemerintah. Penilaian risiko terhadap pencapaian tujusn organisasi juga menjadi focus utama sebagai bagian dari pengendalian intern. Oleh karena itu, implementasi SPIP di lingkungan instansi pemerintah menjdi hal yang strategis.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan sebagai salah satu Perngkat Daerah pada Pemerintah Kota Medan yang mempunyai tugas pokok sebagai pengawas internal, menyadari sepenuhnya akan pentingnya menyelenggarakan SPIP agar system pengendalian intern yang dibangun efektif dan efisien diperlukan suatu rancangan yang tepat.
Untuk itu, diperlukan suatu rencana tindak pengendalian yang akan menjadi penentu arah penyelenggraan SPIP yang terintegrasi dalam setiap tindakan dan kegiatan di lingkungan DInas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan dalam rangka mengamankan upaya pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.
B. DASAR HUKUM
1. Undang-Undang Nomor 8 Drt Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Kota-Kota Besar Dalam Lingkungan Daerah Propinsi Sumatera Utara (Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 1956 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1092;
2. Undang- Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;
3. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang- Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;
4. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia 4578);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 127, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia 4890);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah;
7. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2019 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan Sebagaimana Telah Diubah dengan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan
8. Peraturan Walikota Medan Nomor 23 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Kota Medan (Berita Daerah Tahun 2011 Nomor 23).
C. MAKSUD DAN TUJUAN
Rencana Tindak Pengendalian (RTP) merupakan dokumen yang berisi gambaran dari efektifitas, struktur, kebijakan dan prosedur organisasi dalam mengendalikan risiko, perbaikan pengendalian yang ada/terpasang serta pengomunikasian dan pemantauan pelaksanaan perbaikannya. Dokumen ini merupakan rencana tindak pengendalian atas pelaksanaan tugas pokok DInas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan sehingga diharapkan dapat memperoleh keyakinan memadai bahwa tujuan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan yang telah ditetapkan dapat tercapai.
Rencana tindak oengendalian dimaksudkan untuk memberikan acuan bagi pimpinan dan para pegawai di lingkungan Dinas Kependudukan dan Pencatata Sipil Kota Medan.
Rencana Tindak Pengendalian (RTP), SPIP Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan merupakan output dan kelanjutan dari kegiatan piloting implementasi SPIP yang diselenggarakan sebelumnya, dengan tujuan sebagai acaun bagi DInas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan dalam melakukan pengendalian terhadap seluruh kegiatan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan, sehingga diharapkan :
1. Pencapaian tujuan dan sasran sebagai bagian dari visi dan misi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan dapat diwujudkan secara efisien dan efektif;
2. Pengelolaan keuangan dpat diselenggarakan dengan handal;
3. Pengelolaan asset tetap dan persediaan dapat diselenggarakan secara handal;
4. Seluruh peraturan perundangan dapat dipatuhi.
D. RUANG LINGKUP
Rencana Tindak Pengendalian ini focus pada pengendalian atas kegiatan-kegiatan pokok dalam rangka pencapaina tujuan yang telah ditetapkan di tingkat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan. Pelaksanaan rencana tindak pengendalian melibatkan seluruh jajaran pimpinan, tingkatan manajemen dan pegawai di lingkungan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan.
Ruang lingkup SPIP mencakup semua unsur dan subunsur yang mempengaruhi efektivitas suatu pengendalian intern, yaitu:
1. Lingkup Pengendalian’
Lingkup Pengendalian adalah lingkungan dimana pengendalian tersebut berada, yaitu meliputi antara lain: seluruh personil baik atasan maupun bawahan, integritas, nilai etika dan kompetensi personil, manajerial, struktur organisasi, wewenang dan tanggung jawab, kebijakn, pengawasan oleh apparat pengawasan internal dan hubungan antar instansi.
2. Penilaian Risiko
Berbagai risiko organisasi dapat menghambat dan bahkan menggagalkan dalam mewujudkan visi, misi, tujuan, sasaran dan kegiatan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan. Oleh karena itu, risiko perlu diidentifikasi dan dianalisa seberapa besar pengaruhnya terhadap pencapauian tujuan organisasi.
3. Kegiatan Pengendalian
Kegiatan pengendalian mempunyai makna luas, yaitu segala upaya yang dilakukan organisasi dalam rangka mengendalikan segala aktivitasnya agar tujuan dalam arti sempit dan luas (demensi waktu dan operasional) dapayt terwujud secara efektif dan efisien. Segala uoaya sebagai menifestasi dari pengendalian intern tersebut didesain/dibangun berdasarkan penilaian risiko yang dapat mempengaruhi pencapaian tujuan organisasi.
4. Informasi dan Komunikasi
Informasi dan komunikasi antar personil baik atasan dengan bawahan, maupun dengan instansi lain serta stakeholders merupakan urat nadi dalam organisasi. Efektivitas pengendalian intern sangat dipengatuhi oleh kualitas informasi dan komunikasi.
5. Pemantauan
Pemantauan dilakukan bukan hanya nterhadap aspek operasional dan keuangan saja, namun pemantauan juga dilakukan terhadap efektivitas dan kualitas pengendalian internnya.Pemantauan harus dilakukan secara berkelanjutan oleh atasan dan para personil organisasi. Efektivitas pengendalian intern perlu juga dievaluasi oleh Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) meupun pihak eksternal.
E. ORGANISASI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA MEDAN
1. Struktur Organisasi
Pembentukan Struktur Organisasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan berdasarakan Peraturan Walikota Medan Nomor 39 Tahun 2017, dengan susunan organisasi sebagai berikut:
a. Kepala;
b. Sekretaris membawahi:
1) Sub bagian umum 2) Sub bagian keuangan
3) Sub bagian penyusunan program
c. Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk, membawahi:
1) Seksi Identitas Penduduk
2) Seksi Pindah Datang Penduduk 3) Seksi Pendataan Penduduk
d. Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil, membawahi:
1) Seksi Kelahiran
2) Seksi Perkawinan dan Perceraian
3) Seksi Perubahan Status Anak, Pewarganegaraan dan Kematian e. Bidang Perngelolaan Informasi Administrasi Kependudukan,
membawahi:
1) Seksi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan 2) Seksi Pengelolaan dan Penyajian Data
3) Seksi Tata Kelola dan Sumber Daya Manusia Teknologi Informasi dan Komunikasi
f. Bidang Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan 1) Seksi Kerjasama
2) Seksi Pemanfaatan Data dan Dokumen Kependudukan 3) Seksi Inovasi Pelayanan
g. UPT
h. Kelompok jabatan fungsional dan perencana
2. Kedudukan dan Tugas Pokok
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2016 tentang Pembentukan Struktur Perangkat Daerah Kota Medan, Selanjutnya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan memiliki tugas membantu Walikota melaksanakan urusan pemerintahan bidang kependudukan dan pencatatan sipil. Secara terperinci, tugas dan fungsi pokoknya sebagai berikut :
1. Kedudukan
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil merupakan unsur pelaksana yang berkedudukan dibawah dan bertanggungjawab kepada Walikota melalui Sekretaris Daerah dengan tugas sebagai penyelenggara urusan pemerintahan bidang kependudukan dan pencatatan sipil.
2. Tugas Pokok Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian urusan rumah tangga daerah dalam bidang kependudukan dan melaksanakan tugas pembantuan sesuai dengan bidang tugasnya.
3. Fungsi Dinas Kependudukan.dan Pencatatan Sipil
Berkaitan erat dengan tugas pokok di atas, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan memiliki empat fungsi utama, yaitu :
a. Merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis di bidang kependudukan dan pencatatan penduduk.
b. Menyelenggarakan pelayanan umum di bidang kependudukan.
c. Melaksanakan seluruh kewenangan yang ada sesuai dengan bidang tugasnya.
d. Melaksanakan tugas – tugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah.
3. Visi dan Misi
Visi Dinas Kependudukn dan Pencatatan Sipil Kota Medan adalah:
“Terwujudnya Masyarakat Kota Medan yang Berkah, Maju dan Koindusif”
Untuk mewujudkan Visi tersebut diatas, maka ditetapkan misi Dinas Kependudukan dan Pencatatan SIpil Kota Medan sebagai berikut :
a. Medan Berkah (Pelayanan Publik Bebas Korupsi)
Bertujuan untuk:
1. Mewujudkan Zona Integritas sebagai Kawasan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) 2. Mewujudkan pelayanan administrasi kependudukan yang
sederhana, mudah, cepat dan pasti.
b. Medan Inovatif (Transformasi Digital)
Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan administrasi kependudukan yang semakin berkualitas.
c. Medan Bersih (Reformasi Birokrasi)
Mewujudkan pelayanan administrasi kependudukan yang terintegrasi, transparan, akuntabel dan professional
Adapun tujuan dan sasaran yang hendak dicapai, yaitu:
No Tujuan Sasaran
1. Mewujudkan zona integritas sebagai kawasan bebas korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM)
Terwujudnya pelayanan administrasi kependudukan bebas pungli /korupsi
2. Mewujudkan pelayanan administrasi kependudukan yang terintegrasi, transparansi, akuntabel dan profesional
Terwujudnya medan satu data kependudukan
3. Mewujudkan pelayanan administrasi kependudukan yang sederhana, mudah, cepat dan pasti
1. Terlaksananya pelayanan administrasi
kependudukan yang konsisten sesuai dengan sisdur dan SOP
2. Adanya monev dalam penerrapan SOP
4. Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan administrasi kependudukan yang semakin berkualitas
1. Tercapainya kepemilikan dokumen kependudukan dan akta pencatatan sipil sesuai target nasional 2. Terwujudnya peremajaan
infrastruktur secara berkala
BAB II
SEKILAS TENTANG
SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH
A. PENGERTIAN
Dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, pasal 58 ayat (2) diamanatkan bahwa dalam rangka meningkatkan kinerja, transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara, Presiden selaku Kepala Pemerintahan mengatur dan menyelenggarakan system pengendalian intern di lingkungan pemerintahan secara menyeluruh.
Undang-Undang tersevut ditindaklanjuti dengan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah,
Sistem Pengendalian Intern dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 dilandasi pada pemikiran bahwa Sistem Pengendalian Intern melekat sepanjang kegiatan, dipengaruhi oleh sumber daya manusia, serta hanya memberi keyakinan yang memadai, bukan keyakinan mutlak. Sistem Pengendalian Intern adalah proses yang integral pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus (never ending process) oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan asset negara dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. Sistem Pengendalian Intern (SPIP) didefinisikan sevagai Sistem Pengendalian Intern (SPI) yang diselenggarakan secara menyeluruh di lingkungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Definisi SPI dan SPIP diatas dipahami oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan sebagai suatu menkanisme pengendalian yang ditetapkan oleh pimpinan dan seluruh pegawai serta diintegrasikan dengan proses kegiatan sehari-hari dan dilaksanakan secara berkesinambungan guna mencapai tujuan organisasi. Pencapaian tujuan organisasi tersebut harus dapat diraih dengan cara menjaga dan mengamankan asset negara / daerah yang diamanatkan kepada DInas Keoendudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan, menjamin Tersedianya laporan manajerial yang handal, mentaati ketentuan yang berlaku, mengurangi dampak negative keuangan/kerugian, penyimpangan termasuk kecurangan/fraud dan pelanggran aspek kehati-hatian, serta meningkatkan efektivitas organisasi dan meningkatkan efisiensi biaya.
B. TUJUAN SPIP
Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 pasal 3 disebutkan bahwa untuk mencapai pengelolaan keuangan negara yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel, menteri/pimpinan lembaga, gubernur, bupati/walikota wajib melakukan pengendalian atas penyelenggaraan kegiatan pemerintahan. Pengendalian atas penyelenggaraan kegiatan pemerintahan dilaksanakan dengan berpedoman pada SPIP.
SPIP bertujuan untuk memberikan keyakinan yang memadai bagi tercapainya efektivitas dan efosiensi pencapaian tujuan penyelenggaraan pemerintahan negara, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan asset negara dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan.
C. UNSUR-UNSUR SPIP
Seperti yang telah disebutkan dalam Ruang Lingkup bahwa suatu pengendalian intern dipengaruhi oleh berbagai factor atau unsur. Hal tersebut dalam SPIP diakomodir sehingga menjadi bagian atau unsur. Hal tersebut dalam SPIP diakomodir sehingga menjadi bagian atau unsur yang membentuk SPIP, yaitu:
1. Lingkungan Pengendalian
Lingkungan Pengendalilan adalah kondisi suatu instansi pemerintah yang mempengaruhi efektivitas pengendalian intern. Membangun lingkungan pengendalian memiliki arti membangun dan menciptakan suati atmosfir yang kondusif yang mendorong terimplementsinya system pengendalian intern secara efektif. Lingkungan pengendalian yang baik merupakan kunci keberhasilan penyelenggaraan pengendalian intern di lingkungan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan.
Lingkungan pengendalian akan efektif bila suatu lingkungan dengan orang-orang yang berkompeten memahami tanggung jawab dan batasan kewenangannya, memiliki pengetahuan yang memadai, memiliki kesadaran yang penuh dan komitmen untuk melakukan apa yang benar dan yang seharusnya dengan mematuhi kebijakan dan prosedur organisasi berikut standar etika dan prilaku. Peranan pimpinan dalam mewujudkan suatu lingkungan pengendalian yang baik sangat penting karena pimpinan berperan sebagai tone at the top (penentu “irama”
organisasi.
2. Penilaian Risiko
Penilaian Risiko merupakan bagian integral dalam proses pengelolaan risiko dalam pengambilan keputusan pada tindakan dan kegiatan melelui tahapan identifikasi, analisis dan evaluasi risiko.
Penilaian Risiko merupakan pencerminan dari pelaksanaan prinsip kehatia-hatian dalam penyelenggaraan tugas dan fungsi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan.
Pimpinan instansi wajib melakukan penilaian risiko yang mencakup identifikasi risiko , baik risiko yang menghambat pencapaian tujuan instansi maupun risiko yang menghambat pelaksanaan kegiatan.
3. Kegiatan Pengendalian
Kegiatan pengendalian adalah tindakan yang diperlukan untuk mengatasi risiko serta penetapan dan pelaksanaan kebijakan dan prosedur untuk memastikan bahwa tindakan mengatasi risiko telah dilaksanakan secara efektif. Kegiatan pengendalian merupakan pencerminan dari aktualisasi penerapan kebijakan SPIP oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan untuk mencapai tujuan-tujuan pengendalian yang telah ditetapkan.
Karakteristik kegiatan pengendalian yang ditetapkan pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan sekurang-kurangnya telah memperhatikan bahwa kegiatan pengendalian:
- Diutamakan pada kegiatan/tujuan pokok Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan;
- Dikaitkan dengan proses penilaian risiko;
- Disesuaikan dengan sifat khusus Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan;
- Dilaksanakan dengan kebijakan dan prosedur secara tertulis;
- Dilaksanakan sesuai dengan yang telah ditetapkan;
- Dimonitor dan dievaluasi secara berkala untuk memastikan eksistensi kegiatan pengendalian.
4. Informsi dan Komunikasi
Informasi dan komunikasi yang diselenggarakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan dalam rangka penyelenggaraan SPIP merupakan proses pengumpulan dan pertukaran informasi yang dibutuhkan untuk melaksanakan, mengelola dan mengendalikan kegiatan instansi. Informai dan komunikasi mencakup pengumpulan dan penyajian informasi kepada pegawai agar mereka dapat melakukan tanggung jawabnya, termasuk pemahaman akan peran dan tanggung jawabnya sehubungan dengan pengendalian intern.
5. Pemantauan Berkelanjutan
Pemantauan atas pengendalian intern di lingkungan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan pada dasarnya, dilaksanakan untuk memastikan apakah Sistem Pengendalian Intern pada suatu instansi pemerintah telah berjalan sebagaimana yang diharapkan dan apakah perbaikan-perbaikan yang perlu dilakukan telah dilaksanakan sesuai dengan perkembangan yang terjadi.
D. PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB (STATEMENT of RENSPONSIBILITIES) Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 mengamanatkan Menteri/Pimpinan Lembaga/Gubernur/Bupati/Walikota/Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah untuk memberikan pernyataan bahwa pengelolaan APBN telah diselenggarakan berdasarkan Sistem Pengendalian Intern yang memadai dan akuntasni keuangan telah diselenggarakan sesuai dengan Standard Akuntasi Pemerintah (SAP). Pernyataan ini dibuat setiap tahun bersamaan dengan penyusunan laporan keuangan.
Pernyataan sebagaiamana dikehendaki peraturan tersebut membawa konsekuensi perlunya dukungan fakta bahwa Sistem Pengendalian Intern memang sudah diselenggarakan secara memadai. Untuk meyakini keandalan system pengendalian intern yang ada, DInas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan memandang perlu menjalankan siklus penyelenggaraan SPIP setiap tahun, mulai dari identifikasi sasaran / tujuan sampai dengan pemantauan penyelenggaraan pengendalian, serta melakukan evaluasi atas efektifitas penyelenggaraan SPIP tersebut.
Rencana Tindak Pengendalian merupakan sarana untuk mendukung penyelenggaraan SPIP dan pernyataan pimpinan mengenai kondisi SPIP. Hal ini disebabkan sejauhmana pengendalian telah dijalankan.
BAB III
HASIL PENILAIAN RISIKO
A. KERANGKA PENGUKURAN KEMUNGKINAN DAN DAMPAK
Dalam Penilaian Risiko perlu ditetapkan terlebih dahulu kerangka kemungkinan dan dampak, adalah sebagai berikut :
1. Kerangka kemungkinan/probabilitas:
PROBABILITAS
KRITERIA RATING
1 Sangat tidak mungkin/hamper mustahil 2 Kecil kemungkinan, tapi tidak mustahil 3 Kemungkinan terjadi
4 Sering terjadi
5 Hampir pasti terjadi
2. Kerangka dampak:
Level Deskriptor Deskripsi
5 Sangat Sering Mengancam program dan organisasi serta stakeholders. Kerugian sangat besar bagi organisasi dari segi keuangan maupun politis
4 Sering Mengancam fungsi program yang efektif dan organisasi. Kerugian cukup besar bagi organisasi dari segi keuangan maupun politis
3 Moderat Mengganggu administrasi program.
Kerugian keuangan dan politis cukup besar
2 Jarang Mengancam efisiensi dan efektivitas beberapa aspek program. Kerugian kurang material dan sedikit
mempengaruhi stakeholders
1 Sangat Jarang Dampaknya dapat ditangani pada tahap kegiatan rutin . Kerugian kurang
material dan tidak mempengaruhi stakeholders
Kriteria pengukuran merupakan ukuran keberhasilan dan biasanya disebut indicator kinerja kunci. Kriteria keberhasilan merupakan suatu
ikhtisar tujuan jangka panjang instansi yang digunakan sebagai dasar mengukur pencapaian tujuan instansi dan dampaknya. Dengan
menggabungkan kriteria keberhasilan dan skala konsekwensi maka akan diketahui tingkat konskwensi risiko yang mungkin terjadi.
Kriteria keberhasilan atau indicator kinerja kunci dapat dinyatakan dengan sejumlah kriteria yang lebih kecil yang meliputi semua aspek keberhasilan sehingga tidak ada dampak yang tidak significant akan terlewatkan. Kriteria keberhasilan dapat berupa masalah keuangan atau ekonomi, keluaran (barang dan jasa) ketaatan pada etika atau peraturan, citra dan hubungan kepada masyarakat.
B. REGISTER RISIKO
Penyusunan Register Risiko yang disusun terkait unsur Penilaian Risiko pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan yaitu:
- Pernyataan Risiko = 33 Risiko - Penyebab C = 33 Risiko UC = 7 Risiko
- Dampak = 33 Dampak
- Pihak yang terlibat = Sekretariat, Kabid Pencatatan Sipil, Kabid Pendaftaran Penduduk, Kabid PIAK dan Kabid Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan
- Dari hasil identifikasi risiko yang dilakukan oleh Skretariat, Kabid Pencatatan Sipil, Kabid Pendaftaran Penduduk, Kabid PIAK dan Kabid Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan di lingkungan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan, dapat diketahui bahwa memiliki 33 risiko, Penyebab risiko dan Dampak Risiko. Risiko- risiko tersebut tersebar disetiap subbag, kasi dan kabid di Lingkungan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan, dengan rincian sebagai berikut ini.
Register Risiko, Penyebab dan Dampak
No Sekretariat/Bidang Risiko Penyebab Dampak
1 Sekretariat 20 20 20
2 Kabid Pencatatan Sipil 5 5 5
3 Kabid Pendaftaran Penduduk
3 3 3
4 Kabid PIAK 7 7 7
5 Kabid Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan
3 3 3
Analisi terhadap risiko-risiko yang teridentifikasi telah dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan, dengan hasil sebagai berikut:
Identifikasi Deskripsi Risiko
Level Range Deskripsi Jumlah Risiko
5 15 – 25 Ekstrim 3
4 10 – 14 Tinggi 6
3 5 – 9 Moderat 13
2 3 – 4 Rendah 4
1 1- 2 Tidak Signifikan 7
Selanjutnya berdasarkan penilaian risiko dan jumlah risiko, penyebab dan dampak risiko diatas dapat dianalisi terhadap kemungkinan terjadi dan dampaknya berdasarkan kriteria pengukuran analisis risiko. Pengukuran analisis risiko tersebut dikelompokkan berdasarkan Sekretariat dan Kabid pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan seperti terlihat pada table berikut :
Analisis Kemungkinan Risiko
No Sekretariat / Kabid
Kemungkinan
Total Sangat
tidak mungkin
(1)
Kecil kemun gkinan
(2)
Kemung kinan terjadi
(3)
Sering terjadi
(4)
Hampir pasti terjadi
(5)
1 Sekretariat 6 5 2 7 0 20
2 Kabid
Pencatatan Sipil
0 1 3 1 0 5
3 Kabid
Pendaftaran Penduduk
0 1 1 1 0 3
4 Kabid PIAK 1 2 2 2 0 7
5 Kabid
Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan
0 1 0 2 0 3
Dari analisi terhadap penilaian risiko dapat diketahui tingkatan dampak dan risiko mulai dari tingkatan sedang, besar dan sangat besar/luar bias seperti pada tabel berikut ini:
Peta Risiko Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan
Kemungkinan
5
Hampir Pasti 4
Sering Terjadi
1 6 1
3 Mungkin
Terjadi
1
5 2
2
Jarang Terjadi
3 2 4 1
1
Hampir Tidak Terjadi
3 3 1
Tidak
Berarti Kecil Sedang Besar Luar Biasa Dampak
Pada table ini pemetaan risiko diatas terlihat terdapat 3 Risiko berada pada tingkat kecil, 6 risiko berada pada tingkat sedang, yang mana untuk tingkat besar17 risiko dan tingkat tinggi 7 risiko.
BAB IV PENUTUP
Penilaian risiko di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan mencakup seluruh Sekretariat dan Bidang di lingkup Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan. Penyusunan Register Risiko merupakan kegiatan dari Implementasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), yang diwakili dengan penetapan peta risikonya, sehingga disusun dalam bentuk buku Penilaian Risiko.
Pihak-pihak yang melakukan penilaian risiko pada tatanan kegiatannya telah menetapkan register risiko yang terdiri dari pernyataan risiko sebanyak 33 item, selanjutnya terhadap risiko tersebut disusun dalam bentuk analisis tentang kemungkinan pengaruh dan dampak atas risiko yang akan terjadi di tatanan kegiatan. Dan juga deskripsi risiko diklasifikasikan dengan tingkatan 3 risiko berada pada tingkat kecil, 6 risiko berada pada tingkat sedang, 17 risiko pada tingkat besar dan 7 risiko di tingkat tinggi.
Buku penilaian risiko ini merupakan laporan hasil pelaksanaan penilaian risiko di lingkunag Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan.
Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), khususnya bagian ketiga pasal 13 ayat (1), disebutkan bahwa pimpinan instansi pemerintah wajib melakukan penilaian risiko. Penilaian risiko merupakan kegiatan penilaian atas kemungkinan kejadian yang mengancam pencapaian tujuan dan sasaran instansi pemerintah.
Lebih lanjut, bahwa penilaian risiko terdiri atas identifikasi risiko dan analisis risiko.
Sistem Pengendalian Intern Pemerintah merupakan proses yang integral pada tindakan dan kegiatan dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan asset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. Maksudnya, bahwa fondasi dari pengendalian adalah orang-orang (SDM) di dalam organisasi yang membentuk unsur lingkungan pangendalian yang baik, yang didukukng oleh komitemn bersama serta kepemimpinan yang kondusif untuk mencapai sasaran dan tujuan instansi pemerintah.
Semua OPD dapat menyadari pentingnya pengendalian program dan kegiatan serta menindaklanjuti hasil pemantauan kegiatan dengan menitikberatkan pada identifikasi dan analisa risiko. Diharapkan akan tercipta
tata kelola pemerintahan yang baik di Pemerintah Kota Medan umumnya, dan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan secara khusus.
REGISTRASI RISIKO
SATUAN KEPALA : DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA MEDAN
NO KEGIATAN TUJUAN KEGIATAN
PERNYATAAN
RISIKO SEBAB RISIKO C/UC DAMPAK
PENGENDALIAN RISIKO
YANG ADA PROBABILITAS DAMPAK
STATUS RISIKO
PEMILIK RISIKO DAN PENANGGUNG JAWAB
TL URAIAN DES
AIN EFEKTIVITAS SANGAT JARANG JARANG MODERAT SERING SANGAT SERING TIDAK BERARTI KECIL SEDANG BESAR LUAR BIASA
A T T K E
1. Koordinasi dan
penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD Disdukcapil
Tersedianya dokumen untuk bahan evaluasi kinerja
Tidak lengkap
/ tidak
akuratnya dokumen yang ada
- Kelemahan Kompetensi - Dokumen
kurang tertib
C NIlai Informasi yang tidak berkualit as
Review Atasan
√ √ 3 4 12 Sekretariat
2. Penyediaan Gaji dan Tunjangan ASN
Terjaminnya pembayaran kompensasi ASN secara tepat waktu
Keterlambatan Pembayaran kompensasi kebutuhan ASN
Keterlambatan Administrasi Penggajian
C Penurun an kinerja ASN
Review Atasan
√ √ 3 3 9 Sekretariat
3. Koordinasi dan penyususna n Laporan Keuangan Bulanan /
Tersedianya Dokumen Laporan Pertanggun gjawaban APBD di Disdukcapil
Tidak terbit laporan keuangan
- Kelemahan kompetensi
C Rentan terhadap penyalah gunaan anggaran
Review Atasan
√ √ 1 5 5 Sekretariat
NO KEGIATAN TUJUAN KEGIATAN
PERNYATAAN
RISIKO SEBAB RISIKO C/UC DAMPAK
PENGENDALIAN RISIKO
YANG ADA PROBABILITAS DAMPAK
STATUS RISIKO
PEMILIK RISIKO DAN PENANGGUNG JAWAB
TL URAIAN DES
AIN EFEKTIVITAS SANGAT JARANG JARANG MODERAT SERING SANGAT SERING TIDAK BERARTI KECIL SEDANG BESAR LUAR BIASA
A T T K E
Semesteran SKPD 4. Pengamanan
Barang Milik Daerah SKPD
Terjaminnya keamanan administrasi dan fisik dari Barang Milik Daerah
BMD hilang ataupun kualitas berkurang
- Kelemahan pengawasa n
C Rentan penyalah gunaan BMD
Review Atasan
√ √ 4 5 20 Sekretariat dan Seluruh
Bidang
5. Peningkatan sarana dan prasarana Disiplin Pegawai
Terciptanya peningkatan disiplin pegawai
Penyediaan Sarana dan Prasarana yang tidak tepat / tidak sesuai
kebutuhan
Perencanaan dan
pengawaan yang lemah
C Penyedia an sapras yang tidak bermanf aat
Review Atasan
√ √ 1 2 2 Sekretariat
6. Sosialisasi peraturan perundang- undangan
Tersampaik an informasi regulasi ke stakeholder
- Tidak terlaksana sosialisasi - Petugas
yang tidak kompeten
- Persyaratan sosialisasi yang tidak terpenuhi - Tidak
Tersedianya petugas yang berkompete n
C Stakehol ders tidk memper oleh informasi regulasi yang terkini / tidak update
Review Atasan
√ √ 3 4 12 Bidang PIAK
7. Penyediaan komponen
Tersedianya komponen
Komponen yang tersedia
Adanya itikad yang tidak baik
C Tergangg unya
Review Atasan
√ √ 4 4 16 Sekretariat
NO KEGIATAN TUJUAN KEGIATAN
PERNYATAAN
RISIKO SEBAB RISIKO C/UC DAMPAK
PENGENDALIAN RISIKO
YANG ADA PROBABILITAS DAMPAK
STATUS RISIKO
PEMILIK RISIKO DAN PENANGGUNG JAWAB
TL URAIAN DES
AIN EFEKTIVITAS SANGAT JARANG JARANG MODERAT SERING SANGAT SERING TIDAK BERARTI KECIL SEDANG BESAR LUAR BIASA
A T T K E
instalasi listrik/pener angan bangunan kantor
dukungan instalasi listrik saat dibutuhkan
tetapi tidak sesuai dengan spesifikasi
untuk mencari keuntungan
kegiatan operasio nal
8. Penyediaan peralatan dan perlengkapa n kantor
Tersedianya peralatan dan perlengkapa n kantor
Peralatan dan perlengkapan kator yang tersedia tidak sesuai dengan spesifikasi
Adanya itikad yang tidak baik untuk mencari keuntungan
C Tergangg unya kegiatan operasio nal
Review Atasan
√ √ 4 4 16 Sekretariat
9. Penyediaan peralatan rumah tangga
Tersedianya peralatan rumah tangga
Peralatan rumah tangga yang tidak sesuai dengan spesifikasi
Adanya itikad yang tidak baik untuk mencari keuntungan
C Tergangg unya kegiatan operasio nal
Review Atasan
√ √ 4 4 16 Sekretariat
10. Penyediaan bahan logistik kantor
Tersedianya bahan logistik kantor
Bahan logistik kantor tidak sesuai dengan spesifikasi
Adanya itikad yang tidak baik untuk mencari keuntungan
C Tergangg unya kegiatan operasio nal
Review Atasan
√ √ 4 4 16 Sekretariat
11. Penyediaan barang cetakan dan penggandaa n
Tersedianya n barang cetakan dan penggandaa n
Barang cetakan dan penggandaan tidak sesuai kualitas dan kuantitas
Adanya itikad yang tidak baik untuk mencari keuntungan
C Tergangg unya kegiatan operasio nal
Review Atasan
√ √ 4 4 16 Sekretariat
NO KEGIATAN TUJUAN KEGIATAN
PERNYATAAN
RISIKO SEBAB RISIKO C/UC DAMPAK
PENGENDALIAN RISIKO
YANG ADA PROBABILITAS DAMPAK
STATUS RISIKO
PEMILIK RISIKO DAN PENANGGUNG JAWAB
TL URAIAN DES
AIN EFEKTIVITAS SANGAT JARANG JARANG MODERAT SERING SANGAT SERING TIDAK BERARTI KECIL SEDANG BESAR LUAR BIASA
A T T K E
12. Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang- undangan
Tersedianya bahan bacaan dan peraturan perundang- undangan
Bahan bacaan da perundang- undangan tidak sesuai dengan kebutuhan
Perencanaan dan
pengawasan yang lemah
C Bahan
bacaan dan peratura n perunda ng- undanga n yang tidak bermanf aat
Review Atasan
√ √ 4 3 12 Sekretariat
13. Penyelengga raan rapat koordinasi dan konsultasi SKPD
Peningkatan kompetensi ASN
Pelaksanaan tidak maksimal
Kurangnya komitmen peserta
C Tidak memberi nilai tambah pada peningka tan kompete nsi
Review Atasan
√ √ 4 4 16 Bidang PIAK dan PDIP
14. Dukungan pelaksanaan SPBE pada SKPD
Peningkatan pelaksanaan SPBR
Contunuitas dukungan tidak berlanjut
Integritas para pihak yang tidak konsisten
C/UC Tergangg unya kegiatan SPBE
Review Atasan
√ √ 2 5 10 Bidang PIAK
15. Pengadaan Mebel
Tersedianya Mebel
Barang mebel tidak sesuai
Adanya itikad yang tidak baik
C Tergangg unya
Review Atasan
√ √ 2 4 8 Sekretariat
NO KEGIATAN TUJUAN KEGIATAN
PERNYATAAN
RISIKO SEBAB RISIKO C/UC DAMPAK
PENGENDALIAN RISIKO
YANG ADA PROBABILITAS DAMPAK
STATUS RISIKO
PEMILIK RISIKO DAN PENANGGUNG JAWAB
TL URAIAN DES
AIN EFEKTIVITAS SANGAT JARANG JARANG MODERAT SERING SANGAT SERING TIDAK BERARTI KECIL SEDANG BESAR LUAR BIASA
A T T K E
dengan spesifikasi
untuk mencari keuntungan
kegiatan operasio nal 16. Pengadaan
peralatan dan mesin lainnya
Tersedianya peralatan dan mesin lainnya
Peralatan dan Mesin lainnya tidak sesuai dengan spesifikasi
Adanya itikad yang tidak baik untuk mencari keuntungan
C Tergangg unya kegiatan operasio nal
Review Atasan
√ √ 2 4 8 Sekretariat
17. Penyediaan jasa surat menyurat
Tercapainya penyampaia n informasi media respondensi
Komitmen penyedia jasa kurang maksimal
Adanya itikad yang tidak baik untuk mencari keuntungan
C/UC Tergangg unya pelayana n surat menyura t
Review Atasan
√ √ 2 2 4 Sekretariat
18. Penyediaan Jasa komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik
Terpenuhin ya
kenyamana n dalam bekerja
- Gangguan jaringan - Penyedia
jasa tidak dapat memenuhi jasa
- Pengaruh cuaca yang buruk - Keterbatasa
n perangkat jaringan - Adanya
itikad yang tidak baik untuk mencari keuntungan
C/UC Tergangg unya pelayana n Administ rasi Kependu dukan
Review Atasan
√ √ 2 4 8 Sekretariat
NO KEGIATAN TUJUAN KEGIATAN
PERNYATAAN
RISIKO SEBAB RISIKO C/UC DAMPAK
PENGENDALIAN RISIKO
YANG ADA PROBABILITAS DAMPAK
STATUS RISIKO
PEMILIK RISIKO DAN PENANGGUNG JAWAB
TL URAIAN DES
AIN EFEKTIVITAS SANGAT JARANG JARANG MODERAT SERING SANGAT SERING TIDAK BERARTI KECIL SEDANG BESAR LUAR BIASA
A T T K E
19. Penyediaan jasa pelayanan umum kantor
Tersedianya jasa pelayanan umum kantor
Penyedia jasa yang kurang komitmen
- Adanya itikad yang tidak baik untuk mencari keuntungan - Lemahnya
pengawasan
C/UC Tergangg unya pelayana n umum kantir
Review Atasan
√ √ 1 3 3 Sekretariat
20. Penyediaan jasa pemeliharaa n, biaya pemeliharaa n dan pajak kendaraan perorangan dinas atau Kendaraan dinas Jabatan
Tersedianya jasa pemeliharaa n, biaya pemeliharaa n dan pajak kendaraan perorangan dinas atau Kendaraan dinas Jabatan
Penyedia jasa yang kurang komitmen
- Adanya itikad yang tidak baik untuk mencari keuntungan - Lemahnya
pengawasan
C/UC Kendaraa n dinas tidak terpeliha ra dengan baik dan akan menggan ggu kegiatan
Review Atasan
√ √ 2 3 6 Sekretariat
21. Pemeliharaa n peralatan dan mesin lainnya
Tersedianya Pemeliharaa n peralatan dan mesin lainnya
Penyedia jasa pemeliharaan yang kurang komitmen
- Adanya itikad yang tidak baik untuk mencari keuntungan
C/UC Tergangg unya pelayana n yang terkait dengan peralatan
Review Atasan
√ √ 1 3 3 Sekretariat
NO KEGIATAN TUJUAN KEGIATAN
PERNYATAAN
RISIKO SEBAB RISIKO C/UC DAMPAK
PENGENDALIAN RISIKO
YANG ADA PROBABILITAS DAMPAK
STATUS RISIKO
PEMILIK RISIKO DAN PENANGGUNG JAWAB
TL URAIAN DES
AIN EFEKTIVITAS SANGAT JARANG JARANG MODERAT SERING SANGAT SERING TIDAK BERARTI KECIL SEDANG BESAR LUAR BIASA
A T T K E
- Lemahnya pengawasan
dan mesin lainnya 22. Pemeliharaa
n rehabilitasi gedung kantor dan bangunan lainnya
Terciptanya kondisi sarana dan prasarana yang tetap baik/terpeli hara
Pelaksanaan tidak maksimal
- Anggaran yang kurang
UC Tergangg unya fasilitas sarana dan prasaran a kantor
Review Atasan
√ √ 1 2 2 Sekretariat
23. Peningkatan pelayanan pendaftaran penduduk
Meningkatk an kualitas pelayanan kepada masyarakat
Kurangnya komitmen petugas pelayanan
Kurangnya Integritas petugas
C Pelayana n pendafta ran pendudu k yang tidak maksimal
Review Atasan
√ √ 3 3 9 Bidang Dafduk
24. Penerbitan dokumen atau hasil pelaporan peristiwa kependuduk an
Tersedianya dokumen pelaporan peristiwa kependuduk an
Dukungan sarana prasarana yang kurang maksimal
Kurangnya Integritas petugas
C Pelayana n dokumen pelapora n peristiwa kependu dukan
Review Atasan
√ √ 3 3 9 Bidang Capil