lhamdulillah, atas berkah dan rahmat Allah Swt., Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah berhasil
menyelesaikan program kerja yang diamanatkan untuk
dilaksanakan pada tahun 2021.
Laporan Kinerja tahun 2021 ini merupakan
pertanggungjawaban Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah atas pelaksanaan program kerja sesuai tugas dan fungsi.
Di dalam laporan ini disajikan informasi (1) kinerja pencapaian sasaran strategis beserta indikator kinerja yang ditetapkan dalam Rencana Kerja Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah tahun 2021 serta (2) Rencana Strategis Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah tahun 2020–2024.
Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2021 menetapkan lima sasaran kegiatan dan tujuh indikator kinerja kegiatan. Secara umum Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah telah berhasil merealisasikan target kinerja yang ditetapkan dalam perjanjian kinerja.
Meskipun telah berhasil merealisasikan target kinerja yang ditetapkan, masih banyak permasalahan yang perlu diselesaikan di tahun mendatang. Permasalahan tersebut di antaranya blokir anggaran, masih dalam kondisi pandemi Covid-19, pemotongan anggaran untuk penanganan Covid-19, serta masalah perizinan dari lembaga/instansi dan pemerintah daerah setempat terkait untuk
A
KATA PENGANTAR
mengadakan kegiatan yang mengumpulkan massa sehingga mengakibatkan kegiatan mundur dari jadwal yang sudah ditetapkan dan perevisian anggaran.
Sehubungan dengan itu, laporan kinerja ini diharapkan dapat memberikan gambaran objektif tentang kinerja yang dihasilkan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2021. Selain itu, laporan kinerja ini bermanfaat sebagai bahan (1) evaluasi perencanaan program/kegiatan dan anggaran, (2) perumusan kebijakan bidang kebahasaan dan kesastraan, serta (3) pertimbangan untuk peningkatan kinerja di tahun mendatang.
Akhir kata, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselesaikannya Laporan Kinerja Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2021.
Semarang, Januari 2022 Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah,
Ganjar Harimansyah
NIP 197505222001121003
KATA PENGANTAR ... ii DAFTAR ISI ... iv RINGKASAN EKSEKUTIF ... v
BAB I PENDAHULUAN
A. Gambaran Umum ... 2 B. Dasar Hukum ... 3 C. Tugas dan Fugsi serta
Struktur Organisasi ... 5 D. Isu-isu Strategis/Permasalahan ... 6
BAB II
PERENCANAAN KINERJA
A. Rencana Strategis ... 9 B. Perjanjian Kinerja ... 14
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
A. Capaian Kinerja Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah ... 18 B. Realisasi Anggaran ... 69
BAB IV PENUTUP
Penutup ... 78 LAMPIRAN
1. Perjanjian Kinerja Awal 2. Perjanjian Kinerja Revisi 3. Rencana Kinerja Tahunan 4. Rencana Aksi Tahun 2021 5. Pengukuran Kinerja TW IV 6. SK Tim Lakip
7. SK Tim Sakip
8. Cascading Renstra Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah 2020--2024
9. Notula Pemanfaatan Lakin untuk Perbaikan Perencanaan
10. Surat Pernyataan telah Direviu oleh SPI
11. Lembar Reviu LAKIN oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Tabel 2.1. Tujuan, Indikator, dan Target
Capaian 2020—2024 ... 10 Tabel 2.2. Tujuan dan Indikator Kinerja
Tujuan ... 11 Tabel 2.3. Target Tujuan dan Indikator
Kinerja Tujuan Tahun 2024 ... 12 Tabel 2.4. Target Sasaran Kinerja dan Target Indikator Kinerja Tahun 2020—2024 ... 13 Tabel 3.1. Sasaran Kegiatan, Target dan
Realisasi Indikator Kinerja Kegiatan Tahun 2021 ... 18 Tabel 3.2. Target, Realisasi, dan
Perbandingan Capaian Akhir Renstra IKK.1.1. 19 Tabel 3.3. Kendala, Langkah Antisipasi, dan Strategi Pencapaian IKK.1.1 ... 23 Tabel 3.4. Target, Realisasi, dan
Perbandingan Capaian Akhir Renstra IKK.3.1. 25 Tabel 3.5. Kendala, Langkah Antisipasi, dan Strategi Pencapaian IKK.3.1 ... 32 Tabel 3.6. Target, Realisasi, dan
Perbandingan Capaian Akhir Renstra IKK.4.1. 35 Tabel 3.7. Kendala, Langkah Antisipasi, dan Strategi Pencapaian IKK.4.1 ... 41 Tabel 3.8. Target, Realisasi, dan
Perbandingan Capaian Akhir Renstra IKK.5.2. 44 Tabel 3.9. Kendala, Langkah Antisipasi, dan Strategi Pencapaian IKK.5.2 ... 48 Tabel 3.10. Target, Realisasi, dan
Perbandingan Capaian Akhir Renstra IKK.5.3. 50 Tabel 3.11. Kendala, Langkah Antisipasi, dan Strategi Pencapaian IKK.5.3 ... 54 Tabel 3.12. Target, Realisasi, dan
Perbandingan Capaian Akhir Renstra IKK.6.1. 57 Tabel 3.13. Kendala, Langkah Antisipasi, dan Strategi Pencapaian IKK.6.1. ... 61 Tabel 3.14. Target, Realisasi, dan
Perbandingan Capaian Akhir Renstra IKK.6.2. 64 Tabel 3.15. Kendala dan Langkah Perbaikan IKK.6.2. ... 66 Tabel 3.16. Target dan Realisasi Anggaran per Indikator Kinerja Kegiatan. ... 70 Tabel 3.17. Realisasi Anggaran Rincian
Output ... 71 Tabel 3.18. Realisasi Anggaran per Jenis
Belanja ... 72 Tabel 4.1. Kendala Tahun 2021 dan
Rekomendasi Tahun 2022 ... 80
DAFTAR ISI DAFTAR TABEL
Grafik 1.1. Jumlah SDM ASN berdasarkan Pendidikan dan Jabatan ... 3 Grafik 3.1. Tren Capaian IKK.1.1. Tahun 2020-2021 ... 20 Grafik 3.2. Tren Capaian IKK.3.1. Tahun 2020-2021 ... 26 Grafik 3.3. Tren Capaian IKK.4.1. Tahun 2020-2021 .... 36 Grafik 3.4. Tren Capaian IKK.5.2. Tahun 2020-2021 ... 45 Grafik 3.5. Tren Capaian IKK.5.3. Tahun 2020-2021 ... 51 Grafik 3.6. Tren Capaian IKK.6.1. Tahun 2020-2021 ... 58 Grafik 3.7. Tren Capaian IKK.6.2. Tahun 2020-2021 ... 65 Grafik 3.8. Realisasi Anggaran Tahun 2021 ... 69 Grafik 3.9. Realisasi Capaian per Rincian Output
Tahun 2021 ... 72 Grafik 3.10 Realisasi Anggaran per Jenis Belanja
ahun 2021 ... 73 Grafik 4.1. Capaian Indikator Kinerja Kegiatan dan Realisasi Anggaran ... 79
Foto 3.1. Kegiatan Pendukung Capaian Target
IKK.1.1 ... 24 Foto 3.2. Kegiatan Pendukung Capaian Target
IKK.3.1 ... 34 Foto 3.3. Kegiatan Pendukung Capaian Target
IKK.4.1 ... 43 Foto 3.4. Piagam Penghargaan dari Pemerintah
Kabupaten Wonosobo ... 47 Foto 3.5. Foto Kegiatan Pendukung Capaian Target IKK.5.2 ... 49 Foto 3.6. Nomine Penghargaan Prasidatama
Kategori Sastra 2021 ... 52 Foto 3.7. Karya sastra yang lolos seleksi Sayembara Penerjemahan... 53 Foto 3.8. Foto Kegiatan Pendukung Capaian Target IKK.5.3 ... 56 Foto 3.9. Komponen Penilaian SAKIP Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah ... 60 Foto 3.10. Foto Kegiatan Pendukung Capaian
Target IKK.6.1 ... 63 Foto 3.11. Pencapaian Nilai Evaluasi Kinerja
Anggaran (EKA-SMART) ... 67 Foto 3.12. Foto Pencapaian Indikator Kinerja
Pelaksanaan Anggaran (IKPA-OMSPAN) ... 68 Foto 3.13. Nilai Kinerja Kegiatan ... 68 Foto 3.14. Tampilan Kamus Budaya Jawa
Digital ... 76 Foto 3.15. Piagam Penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Wonosobo ... 77
FOTO DAFTAR GRAFIK
encana Strategis (Renstra) Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Tahun 2020 – 2024 memuat tata nilai, visi, misi, sasaran dan kegiatan yang akan dicapai, serta pendanaan dalam tahun 2020-2024. Renstra Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan penguatan tata Kelola dalam menjamin terselenggaranya pelayanan prima di bidang pengelolaan anggaran Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah yang termuat dalam Perjanjian Kinerja setiap Tahun.
Gambar di atas merupakan runtutan waktu pagu anggaran Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah dari DIPA 0 sebesar Rp8.597.102.000,00 sampai dengan DIPA Revisi 06 sebesar Rp7.880.097.000,00. Realisasi anggaran tahun 2021 sebesar Rp7.821.339.526 atau 99,25%.
R
RINGKASAN EKSEKUTIF
400
85
704
40 1 BB 92
610
150
1.567
40 1
A
86,15 91,52
99,58%
98,48%
99,14%
99,56%
99,78%
98,87%
99,40%
97.50%
98.00%
98.50%
99.00%
99.50%
100.00%
0 200 400 600 800 1000 1200 1400 1600 1800
Jumlah Kosakata Bahasa Indonesia
Jumlah Lembaga Pengguna
Bahasa Indonesia
Terbina
Jumlah Tenaga Profesional dan
Calon Tenaga Profesional
Terbina Kemahiran Berbahasa dan
Bersastra
Jumlah Penutur Muda yang Terlibat dalam
Pelindungan Sastra Daerah
Kritis dan Terancam Punah
Jumlah Produk Kesastraan Terkembangkan
Predikat SAKIP Satker minimal
BB
Nilai Kinerja Anggaran atas
Pelaksanaan RKA-K/L Satker
minimal 91
Target Capain Realisasi Capaian % Realisasi Anggaran
Laporan kinerja Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah 2021 menyajikan tingkat pencapaian lima sasaran kegiatan dengan tujuh indikator kinerja kegiatan sebagaimana ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja tahun 2021. Dari 7 IKK yang digunakan untuk mengukur kinerja, 2 IKK yang mencapai 100%, 4 IKK capaiannya melebihi 100%, dan 1 IKK capaiannya kurang dari 100%.
Secara keseluruhan capaian kinerja Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah terlihat pada grafik berikut.
Berikut rincian capaian lima Sasaran Kegiatan dengan tujuh Indikator Kinerja Kegiatan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Tahun 2021.
#SK.1. Meningkatnya Daya Ungkap Bahasa Indonesia IKK.1.1. Jumlah Kosakata Bahasa Indonesia
#SK.3. Terwujudnya Penggunaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik
IKK.3.1. Jumlah Lembaga Pengguna Bahasa Indonesia Terbina
Tahun 2021 85
150
Capaian Jumlah Lembaga Pengguna Bahasa Indonesia Terbina
Tahun 2021 Target Realisasi
25
150
Tahun 2020 Tahun 2021
Tren Capaian Jumlah Lembaga Pengguna
Bahasa Indonesia Terbina Tahun 2020-2021 Tahun 2021
400
610
Capaian Jumlah Kosakata Bahasa Indonesia Tahun 2021
Target Realisasi
1,000
610
Tahun 2020 Tahun 2021
Tren Capaian Jumlah Kosakata Bahasa Indonesia Tahun 2020-2021
#SK.4. Meningkatnya Jumlah Penutur Bahasa Terbina IKK.4.1. Jumlah Tenaga Profesional dan Calon Tenaga Profesional Terbina Kemahiran Berbahasa dan Bersastra
#SK.5. Terlindunginya bahasa dan Sastra daerah yang kritis dan terancam
IKK.5.2. Jumlah Penutur Muda yang Terlibat dalam Pelindungan Sastra Daerah Kritis dan Terancam Punah
Tahun 2021 704
1.567
Capaian Jumlah Tenaga Profesional dan Calon Tenaga Profesional Terbina Kemahiran Berbahasa dan
Bersastra Tahun 2021 Target Realisasi
3.024
1.567
Tahun 2020 Tahun 2021
Tren Capaian Jumlah Tenaga Profesional dan Calon Tenaga Profesional Terbina Kemahiran
Berbahasa dan Bersastra Tahun 2020-2021
Tahun 2021
40 40
Capaian Jumlah Penutur Muda yang Terlibat dalam Pelindungan Sastra Daerah Kritis dan Terancam Punah
Tahun 2021 Target Realisasi
40 40
Tahun 2020 Tahun 2021
Tren Capaian Jumlah Penutur Muda yang Terlibat dalam Pelindungan Sastra
Daerah Kritis dan Terancam Punah Tahun 2020-2021
IKK.5.3. Jumlah Produk Kesastraan Terkembangkan
#SK.6. Meningkatnya tata kelola satuan kerja di lingkungan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
IKK.6.1. Predikat SAKIP Satker minimal BB
Tahun 2021
1 1
Capaian Jumlah Produk Kesastraan Terkembangkan
Tahun 2021
Target Realisasi 1 1
Tahun 2020 Tahun 2021
Tren Capaian Jumlah Produk Kesastraan Terkembangkan
Tahun 2020-2021
Tahun 2021
Capaian Predikat SAKIP Satker minimal BB Tahun 2021
Target Realisasi
BB
A: 86,15
BB:
78,47
A: 86,15
Tahun 2020 Tahun 2021
Tren Capaian Predikat SAKIP Satker minimal BB
Tahun 2020-2021
Realisasi Anggaran 99,25%
Sisa Anggaran 0,75%
Pagu Anggaran: Rp7.880.097.000,00
Rp 7.821.339.526,00
Rp 58.757.474,00
IKK.6.2. Nilai Kinerja Anggaran atas Pelaksanaan RKA-K/L Satker minimal 91
Capaian anggaran Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah adalah sebagai berikut.
Tahun 2021 92
91,52
Capaian Nilai Kinerja Anggaran atas Pelaksanaan RKA-K/L
Satker minimal 91 Tahun 2021 Target Realisasi
91,19
91,52
Tahun 2020 Tahun 2021
Tren Capaian Nilai Kinerja Anggaran atas Pelaksanaan RKA-
K/L Satker minimal 91 Tahun 2020-2021
Nilai kinerja Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah berdasarkan nilai IKPA dan nilai EKA, dengan komposisi penilaian IKPA sebsar 40% dan EKA sebesar 60% adalah sebagai berikut.
Dalam pencapaian kinerja yang dilaksanakan oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah selama tahun 2021 terdapat beberapa kendala dan strategi pencapaian target dengan rincian penjelasan ada di Bab III. Berikut ringkasan kendala dan strategi pencapaian target di tahun 2021.
KENDALA STRATEGI PENCAPAIAN
1. Pandemi Covid 19 yang menyebabkan jadwal kegiatan tertunda dan mundur.
1. Mematuhi anjuran pemerintah untuk tetap prokes di setiap kegiatan
2. Refocusing anggaran yang dilakukan sebanyak enam kali yang menyebabkan ada langkah kegiatan yang harus dihilangkan.
2. Membuat POK kegiatan supaya bisa tercapai keseluruhan kegiatan dan terserap anggarannya
3. Sulit menemukan informan yang benar-benar menguasai kosakata budaya dalam bahasa Jawa.
3. Tim bekerja sama dengan komunitas bahasa, sastrawan, budayawan di daerah tujuan untuk menunjuk informan yang benar-benar menguasai kosakata budaya jawa tersebut.
Nilai EKA (SMART): 60% Nilai IKPA (OM-SPAN): 40%
89,17%
89,17%
89,17% 95,05%
91,52%
Nilai Kinerja
4. Sinyal kurang baik ketika tim inventarisasi kosakata untuk olah data dan verifikasi karena
diberlakukan kerja di rumah terkait lonjakan covid pada bulan Juni-Agustus 2021.
4. Koordinasi lebih intensif dengan satgas Covid di daerah sasaran terkait perkembangan
kemungkinan pelaksanaannya dan melakukan penjadwalan ulang.
5. Lembaga atau instansi
pemerintah yang menjadi Sasaran Penyuluhan Bahasa Hukum meminta kegiatan diundur.
5. Kegiatan dilakukan dengan dua cara, yaitu tetap dilaksanakan luring dan daring untuk
mengakomodasi permintaan dari peserta.
6. Jadwal kegiatan anggota tim tiap kegiatan banyak yang bentrok dengan kegiatan lain yang mulai secara bersamaan setelah kelonggaran PPKM dan penurunan level Covid di beberapa Kab./kota di Jawa Tengah
6. Kegiatan dilakukan oleh tiap KKLP sesuai kepakarannya tidak tumpang tindah dalam
keanggotaan kegiatan
7. Kegiatan yang dilakukan secara daring hasilnya tidak maksimal karena keterbatasan interaksi langsung dan intruksi tugas.
7. Kegiatan dilaksanakan sesuai dengan juknis yang ada khusus untuk kegiatan daring.
Pimpinan meminta kegiatan dilakukan secara bersemuka (luring) dan daring supaya kegiatan bisa diikuti banyak pakar dan penerjemah serta terus memonitoring
perkembangan pelaksanaan kegiatan
8. Banyak dari pegiat sastra, seperti di Desa Selokromo yang
merupakan pelatih Revitalisasi Wayang Othok Obrol terkena Covid-19, sehingga pelatihan kepada generasi muda dihentikan sementara.
8. Pimpinan dan ketua pelaksana kegiatan berkoordinasi terkait pelaksanaan kegiatan dan melakukan jadwal ulang.
9. Pewarisan kepada generasi muda terkendala waktu pelaksanaan kegiatan dan tidak bisa
dilaksanakan pada hari biasa karena ada jadwal sekolah secara daring.
9. Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah menyediakan paket data peserta untuk
pelaksanaan Kegiatan.
Kegiatan pelatihan pewarisan satra dilakukan pada hari libur yaitu sabtu dan minggu supaya tidak mengganggu jadwal sekolah daring.
10. Kualitas dan tingkat kesulitan buku yang akan diterjemahkan berbeda-beda antara satu buku dan buku lainnya
10. Penyeleksian dan pemilihan penerjemah dilakukan secara terbuka dan penentuan buku yang diterjemahkan sudah ditentukan sesuai dengan kepakaran penerjemah.
11. Penyuntingan dialek yang
berbeda dalam penerjemahan. 11. Penerjemah ditentukan sesuai dengan kepakaran penerjemahan dalam dialek yang bersangkutan.
12. Pembayaran penerjemah yang melebihi anggaran yang sudah direncanakan
12. Penghitungan ulang hasil penerjemahan dan penyesuaian anggaran dengan jumlah hasil terjemahan.
0
8
PENDAHULUAN
BAB I
A. GAMBARAN UMUM
alai Bahasa Provinsi Jawa Tengah merupakan satuan kerja/Unit Pelaksana Teknis yang berada di bawah pembinaan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan Sastra yang melaksanakan program pembinaan dan pengembangan kebahsaan dan kesastraan di Provinsi Jawa Tengah. Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah berkewajiban untuk mendukung program program Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan sastra yang berada di bawah Kementerian Pendidikan dan kebudayaan untuk mewujudkan visi misi Presiden.
Sejak bulan Agustus tahun 2020 Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah dipimpin oleh Dr. Ganjar Harimansyah, per bulan Juli jumlah SDM sebanyak 61 pegawai yang terdiri dari 52 orang ASN, 2 orang CPNS dan 7 orang PPNPN. Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah mempunyai wilayah kerja di 35 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah. Grafik ketersediaan SDM ASN berdasarkan pada kualifikasi pendidikan dan jabatan sebagai berikut.
B
1999
Surat Keputusan Mendikbud No.
226/O/1999, 23 September 1999 Pembentukan Balai Bahasa di 6 Provinsi
2004
Balai Bahasa Semarang berkantor di Jalan Elang Raya 1, Mangunharjo, Semarang
2001
Mulai beroperasi dengan nama Balai Bahasa Semarang
2015
Balai Bahasa Jawa Tengah
Perubahan nomenklatur sesuai Permendikbud No. 78 Tahun 2015, 21 April 2015
2012
Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Perubahan nomenklatur sesuai Permendikbud No.
21 Tahun 2012, 17 April 2012
2020
Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Perubahan nomenklatur sesuai Permendikbud No. 26 Tahun 2020, 26 Juni 2020
B. DASAR HUKUM
1. Undang-Undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).
3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005—2025.
4. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.
5. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
6. Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2021 tentang Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
7. Peraturan Pemerintah No. 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintahan.
8. Peraturan Pemerintah No. 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.
Grafik 1.1. Jumlah SDM ASN berdasarkan Pendidikan dan Jabatan
9. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2014 tentang Pengembangan, Pembinaan, dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, serta Peningkatan Fungsi Bahasa Indonesia.
10. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
11. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja, dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja.
12. Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 239/1X/6/8/2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah.
13. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 9 Tahun 2016 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
14. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 63 Tahun 2016 tentang Rincian Tugas Balai Bahasa.
15. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 26 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
16. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 28 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
17. Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah SP DIPA-023.13.2.621686/2021 tanggal 23 November 2020.
C. TUGAS DAN FUNGSI SERTA STRUKTUR ORGANISASI
erdasarkan pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudaayan Nomor 26 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Balai Bahasa merupakan unit pelaksana teknis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di bidang kebahasaan yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah mempunyai tugas melaksanakan pengkajian dan pemasyarakatan bahasa dan sastra Indonesia di provinsi Jawa Tengah.
Balai Bahasa menyelenggara fungsi sebagai berikut.
Fungsi Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah
B
1. Pengkajian bahasa dan sastra
2. Pemetaan bahasa dan sastra
3. Pemasyarakatan bahasa dan sastra Indonesia
4. Fasilitasi pelaksanaan pengkajian dan pemasyarakatan bahasa dan sastra
5. Pelaksanaan kerja sama di bidang kebahasaan dan kesastraan
6. Pemberian layanan informasi kebahasaan dan kesastraan
7. Pelaksanaan urusan ketatausahaan
Struktur Organisasi Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah
D. ISU-ISU STRATEGIS/PERMASALAHAN
ebagai upaya pencapaian kinerja dari sasaran strategis Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, maka permasalahan Kebahasaan dan Kesastraan harus dapat diselesaikan dengan baik.
Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah telah mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi selama satu tahun ke depan sebagai berikut.
S
Kepala Balai
Kasubbag Tata Usaha
Jabatan Fungsional Tertentu
1. Peran Tehnologi dalam Pembelajaran di Masa Pandemi Covid 19
2. Peran literasi Bahasa dan sastra Indonesia dalam pembangunan generasi muda di Era Revolusi Industri
3. Revitalisasi Bahasa Daerah bagi Generasi Muda
4. Revitalisasi Sastra lisan berbasis kearifan Lokal diambang kepunahan
5. Sastra sebagai Dasar Pendidikan Karakter Bangsa
6. Pengembangan buku Ajar untuk implementasi Merdeka Belajar
7. Inovasi Pelestarian Bahasa dan Sastra di Masyarakat Jawa Tengah
8. Penggunaan Bahasa di Media Sosial yang bisa memyebabkan masalah hukum
9. Pengutamaan Bahasa Indonesia dan penguasaan Bahasa pada Lembaga Pemerintah dan Swasta di Jawa Tengah
PERENCANAAN KINERJA
BAB II
A. RENCANA STRATEGIS
isi Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah tahun 2020--2024 mengacu kepada visi Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan Visi Kementerian Pendidikan,Kebudayaan, Riset, dan Tehnologi yang diturunkan dari visi Presiden, yaitu
Dengan pertimbangan visi tersebut, berikut ini misi Badan Pengembangan dan pembinaan Bahasa yang diturunkan ke Misi Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah:
1) Mewujudkan ekosistem pengembangan dan pembinaan bahasa dan sastra yang mendukung budaya riset dan inovasi kebahasaan yang kreatif.
2) Mewujudkan praktik-praktik pendidikan literasi di masyarakat untuk meningkatkan budaya literasi yang tinggi yang ditopang oleh teknologi digital.
3) Mewujudkan penguatan diplomasi kebahasaan yang maju.
4) Mewujudkan pelindungan bahasa dan sastra yang dinamis berbasis kekuatan masyarakat.
5) Mewujudkan layanan profesional kebahasaan.
V
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mendukung Visi dan Misi Presiden untuk mewujudkan Indonesia
Maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila yang bernalar kritis, kreatif, mandiri,
beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, bergotong royong, dan berkebinekaan global
Tujuan dan Indikator Kinerja Tujuan
Berdasarkan visi yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang diturunkan dari visi Presiden, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menetapkan tujuan strategis lembaga, yaitu:
Keberhasilan tujuan strategis pertama, dicapai melalui indikator (1) Rata-rata skor kemahiran berbahasa Indonesia; dan (2) Jumlah penutur muda bahasa daerah. Sementara itu, keberhasilan tujuan strategis kedua, dicapai melalui indikator Predikat SAKIP Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa minimal BB.
Tujuan, indikator, dan target pencapaian sampai dengan tahun 2024 diuraikan pada tabel berikut.
Tabel 2.1.
Tujuan, Indikator, dan Target Capaian 2020--2024
No. Tujuan dan Indikator Satuan Target
2020 2021 2022 2023 2024 1. Peningkatan Kualitas Pengembangan, Pelindungan, dan Pembinaan Bahasa dan
Sastra
1.1. Rata-rata skor kemahiran
berbahasa Indonesia Skor 510 515 520 525 530
1.2. Jumlah penutur muda bahasa
daerah Orang 34.000 50.000 66.000 82.000 98.000
2. Peningkatan tata kelola Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa yang partisipatif,transparan, dan akuntabel
2.1. Predikat SAKIPBadan
Pengembangan dan Pembinaan Bahasa minimal BB
Predikat B BB BB BB BB
TUJUAN STRATEGIS
1. Peningkatan kualitas pengembangan, pelindungan, dan pembinaan bahasa dan sastra
2. Peningkatan tata kelola Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah yang partisipatif, transparan, dan akuntabel
Untuk mencapai tujuan tersebut, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah menetapkan Indikator Kinerja Tujuan (IKT). Penetapan IKT berpatokan kepada Indikator Kinerja Program (IKP) Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah menetapkan Tujuan dan Indikator Kinerja Tujuan (IKT) tahun 2020-2024 yaitu
1) Meningkatnya Kemahiran Penutur Bahasa Indonesia (SP.1) 2) Meningkatnya Budaya Literasi (SP2).
3) Meningkatnya daya Hidup Bahasa Daerah (SP.3)
4) Terwujudnya tata kelola Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa yang berkualitas (SP.5)
Empat IKT tersebut mendukung Indikator Program Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Berikut tabel Tujuan dan Indikator Kinerja Tujuan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah yang merupakan turunan dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
Tabel 2.2.
Tujuan dan Indikator Kinerja Tujuan
No. Tujuan Indikator Tujuan
1 Meningkatnya kemahiran berbahasa Indonesia (SP.1)
Persentase Penutur Bahasa Indonesia Mahir Teruji (IKP.1.1)
Persentase wilayah yang mengutamakan bahasa Indonesia (IKP.1.2)
2 Meningkatnya budaya literasi
(SP.2) Nilai Dimensi Budaya Literasi IPK (Indeks Pembangunan Kebudayaan) (IKP.2.1)
3 Meningkatnya daya hidup bahasa daerah (SP.3)
Indeks daya hidu bahasa daerah (IKP.3.1)
4 Terwujudnya tata kelola satuan kerja di lingkungan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa yang berkualitas (SP.5)
Predikat SAKIP Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa minimal BB (IKP.5.1)
Rata-rata Nilai Kinerja Anggaran atas Pelaksanaan RKA-K/L Satker minimal 91 (IKP.5.3)
Target Keberhasilan Tujuan dan Indikator Kinerja Tujuan pada akhir periode Renstra 2020-2024 sebagai berikut.
Tabel 2.3.
Target Tujuan dan Indikator Kinerja Tujuan Tahun 2024
No. Tujuan Indikator Tujuan Satuan Target
2024 1 Meningkatnya kemahiran
berbahasa Indonesia (SP.1)
Persentase Penutur Bahasa Indonesia Mahir Teruji (IKP.1.1)
Persentase 30
Persentase wilayah yang mengutamakan bahasa Indonesia (IKP.1.2)
Persentase 65
2 Meningkatnya budaya
literasi (SP.2) Nilai Dimensi Budaya Literasi IPK (Indeks Pembangunan
Kebudayaan) (IKP.2.1)
Nilai 71,04
3 Meningkatnya daya hidup
bahasa daerah (SP.3) Indeks daya hidu bahasa
daerah (IKP.3.1) Indeks 0,59 4 Terwujudnya tata kelola
satuan kerja di lingkungan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa yang berkualitas (SP.5)
Predikat SAKIP Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa minimal BB (IKP.5.1)
Predikat BB
Rata-rata Nilai Kinerja Anggaran atas
Pelaksanaan RKA-K/L Satker minimal 91 (IKP.5.3)
Nilai 95
Berdasarkan penahapan pencapaian sasaran strategis 2020-- 2024, sasaran kinerja Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah tahun 2020--2024 dapat dilihat dalam tabel berikut.
Tabel 2.4.
Target Sasaran Kegiatan dan Target Indikator Kinerja Kegiatan Tahun 2020—2024
Pada tahun 2021 Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah telah menetapkan 5 Sasaran Kinerja dari 6 Sasaran Kinerja dari Renstra Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah 2020 –2024. Hal Ini karenakan Sasaran Kinerja Terwujudnya Standar Kemahiran Berbahasa Indonesia tahun 2021 tidak ada anggarannya sehingga tidak ada kegiatannya. Indikator Kinerja Kegiatan Tahun 2021 Balai Bahasa
No Sasaran
Kegiatan Indikator Kinerja Satuan Baseline Target Target
2020- 2024 2020 2021 2022 2023 2024
1 Meningkatnya Daya Ungkap Bahasa Indonesia
1.1 Jumlah Kosa Kata Bahasa Indonesia
kosakata 6770 1000 400 400 400 400 2600
3 Terwujudnya Penggunaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik
3.1 Jumlah Lembaga Pengguna Bahasa Indonesia Terbina
lembaga 135 25 85 49 50 50 259
4 Meningkatnya Jumlah Penutur
Bahasa Terbina
4.1 Jumlah Tenaga Profesional dan Calon Tenaga Profesional Terbina Kemahiran Berbahasa dan Bersastra
orang 4520 2929 704 250 300 420 4603
5. Terlindunginya bahasa dan Sastra daerah yang kritis dan terancam
5.2 Jumlah Penutur Muda yang Terlibat dalam Pelindungan Bahasa Sastra Kritis dan Terancam Punah
orang 0 20 40 22 40 40 162
5.3 Jumlah Produk Kesastraan Terkembangkan
sastra 0 1 1 1 1 1 5
6 Meningkatnya tata kelola satuan kerja di lingkungan Badan
Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
6.1 Predikat SAKIP Satker minimal BB
predikat BB B BB BB BB BB BB
6.2 Nilai Kinerja Anggaran atas Pelaksanaan RKA-K/L Satker minimal 91
nilai 90 91 92 93 94 95 95
Provinsi Jawa Tengah hanya menetapkan 7 IKK dari 9 IKK. IKK yang tidak dilaksanakan pada Tahun 2021 ini adalahJumlah Rekomendasi kebijakan kebahasaan dan kesastraan melalui Penelitian dan Jumlah penutur muda yang terlibat dalam pelindungan Bahasa daerah kritis dan terancam punah. Kedua ikk ini tidak ditetapkan karena tidak ada anggaran sehingga tidak ada kegiatannya.
B. PERJANJIAN KINERJA
Untuk mewujudkan Visi dan Misi dan mencapai tujuan strategis, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah sebagai pejabat penanggungjawab Program dan kegiatan telah berkomitmen kepada Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa yang diwujudkan dalam Perjanjian Kinerja antara Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah dengan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Perjanjian Kinerja Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah berisi penugasan dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa untuk melaksanakan program atau kegiatan yang disertai dengan indikator kinerja kegiatan dan target yang akan dicapai pada tahun 2021.
Berikut terlampir Perjanjian Kinerja Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah tahun 2021.
PERJANJIAN KINERJA AWAL TAHUN 2021 TARGET KINERJA
No. Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Target Perjanjian
Kinerja 2021 1 SK.1. Meningkatnya Daya
Ungkap Bahasa Indonesia IKK.1.1. Jumlah Kosa
Kata Bahasa Indonesia 400 2 SK.3. Terwujudnya
Penggunaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik
IKK.3.1. Jumlah Lembaga Pengguna Bahasa
Indonesia Terbina
85
3 SK.4. Meningkatnya Jumlah
Penutur Bahasa Terbina IKK.4.1. Jumlah Tenaga Profesional dan Calon Tenaga Profesional Terbina Kemahiran Berbahasa dan Bersastra
704
4 SK.5. Terlindunginya bahasa dan Sastra daerah yang kritis dan terancam
IKK.5.2. Jumlah Penutur Muda yang Terlibat dalam Pelindungan Sastra
Daerah Kritis dan Terancam Punah
40
IKK.5.3. Jumlah Produk Kesastraan
Terkembangkan
1
5 SK. 6. Meningkatnya tata kelola satuan kerja di lingkungan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
IKK.6.1. Predikat SAKIP
Satker minimal BB BB
IKK.6.2. Nilai Kinerja Anggaran atas
Pelaksanaan RKA-K/L Satker minimal 91
92
TARGET ANGGARAN
No. Kode Nama Kegiatan Alokasi
1 2020 Dukungan Manajemen dan
Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Badan Pengembangan dan
Pembinaan Bahasa
Rp 6.081.188.000
2 5289 Pelaksanaan Tugas Teknis Pengembangan, Pembinaan, dan Pelindungan Bahasa dan Sastra di daerah
Rp 2.515.914.000
Total Rp 8.597.102.000
PERJANJIAN KINERJA REVISI TAHUN 2021 TARGET KINERJA
No. Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Target Perjanjian
Kinerja 2021 1 SK.1. Meningkatnya Daya
Ungkap Bahasa Indonesia IKK.1.1. Jumlah Kosa
Kata Bahasa Indonesia 400 2 SK.3. Terwujudnya
Penggunaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik
IKK.3.1. Jumlah Lembaga Pengguna Bahasa
Indonesia Terbina
85
3 SK.4. Meningkatnya Jumlah
Penutur Bahasa Terbina IKK.4.1. Jumlah Tenaga Profesional dan Calon Tenaga Profesional Terbina Kemahiran Berbahasa dan Bersastra
704
4 SK.5. Terlindunginya bahasa dan Sastra daerah yang kritis dan terancam
IKK.5.2. Jumlah Penutur Muda yang Terlibat dalam Pelindungan Sastra
Daerah Kritis dan Terancam Punah
40
IKK.5.3. Jumlah Produk Kesastraan
Terkembangkan
1
5 SK. 6. Meningkatnya tata kelola satuan kerja di lingkungan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
IKK.6.1. Predikat SAKIP
Satker minimal BB BB
IKK.6.2. Nilai Kinerja Anggaran atas
Pelaksanaan RKA-K/L Satker minimal 91
92
TARGET ANGGARAN
No. Kode Nama Kegiatan Alokasi
1 2020 Dukungan Manajemen dan
Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Rp 5.756.387.000
2 5289 Pelaksanaan Tugas Teknis Pengembangan, Pembinaan, dan Pelindungan Bahasa dan Sastra di daerah
Rp 2.123.710.000
Total Rp 7.880.097.000
AKUNTABILITAS KINERJA
BAB III
A. CAPAIAN KINERJA BALAI BAHASA PROVINSI JAWA TENGAH Sesuai perjanjian kinerja tahun 2021, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah menetapkan 5 sasaran Kegiatan dengan 7 Indikator Kinerja Kegiatan.
Tabel 3.1.
Sasaran Kegiatan, Target dan Realisasi Indikator Kinerja Kegiatan Tahun 2021
No. Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Kegiatan
2021
Target Realisasi % Realisasi SK.1 Meningkatnya
Daya Ungkap Bahasa Indonesia
IKK.
1.1 Jumlah Kosa Kata Bahasa Indonesia
400 610 152,50%
SK.3 Terwujudnya Penggunaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik
IKK 3.1
Jumlah Lembaga Pengguna Bahasa Indonesia Terbina
85 150 176,47%
SK.4 Meningkatnya Jumlah Penutur Bahasa Terbina
IKK 4.1
Jumlah Tenaga Profesional dan Calon Tenaga Profesional Terbina Kemahiran Berbahasa dan Bersastra
704 1.567 222,59%
SK.5 Terlindunginya bahasa dan Sastra daerah yang kritis dan terancam
IKK
5.2 Jumlah Penutur Muda yang Terlibat dalam
Pelindungan Sastra Daerah Kritis dan Terancam Punah
40 40 100,00%
IKK
5.3 Jumlah Produk Kesastraan Terkembangkan
1 1 100,00%
SK.6 Meningkatnya tata kelola satuan kerja di lingkungan Badan
Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
IKK 6.1
Predikat SAKIP Satker minimal BB
BB A -
IKK 6.2
Nilai Kinerja Anggaran atas Pelaksanaan RKA-K/L Satker minimal 91
92 91,52 99,48%
Dari tabel di atas, terlihat bahwa dua IKK mencapai 100%, empat IKK capaiannya melebihi 100%, dan satu IKK capaiannya kurang dari 100%. Rincian pencapaian masing-masing sasaran kegiatan dan indikator kinerja kegiatan sebagai berikut.
asaran kegiatan ―Meningkatnya Daya Ungkap Bahasa Indonesia‖ mempunyai indikator kinerja kegiatan ―Jumlah Kosakata Bahasa Indonesia‖. Pada tahun kedua renstra 2020—2024, sudah tercapai 59,63% dari target sebanyak 2.700 kosakata. Pada tahun 2021 ini target 400 kosakata tercapai 153% yaitu sebanyak 610 kosakata.
Capaian indikator kinerja kegiatan tersebut terlihat pada tabel berikut.
Indikator Kinerja Kegiatan 1.1. Jumlah Kosakata Bahasa Indonesia
Tabel 3.2.
Target, Realisasi, dan Perbandingan Capaian Akhir Renstra IKK.1.1.
SASARAN KEGIATAN 1
Meningkatnya Daya Ungkap Bahasa Indonesia
IKK 1.1. Jumlah Kosakata Bahasa Indonesia
S
S
W T
O
Sasaran Kegiatan 1. Meningkatnya Daya Ungkap Bahasa Indonesia
Grafik 3.1. Tren Capaian IKK.1.1. Tahun 2020--2021
Ketercapaian indikator kinerja tersebut merupakan capaian dari kegiatan sebagai berikut.
1. Pemerkayaan Kosakata
a. Inventarisasi Kosakata Budaya b. Penelitian struktur entri KBBI Tahun
2020 Tahun 2021 Target Akhir
Renstra 2024
% Capaian Realisai Terhadap Target Akhir
Renstra 2024 Target Realisasi %
1.000 400 Kosakata
610 kosakata
153% 2.700 Kosakata
59,63 %
1.000
610
Tahun 2020 Tahun 2021
Tren Capaian Jumlah Kosakata Bahasa Indonesia
Tahun 2020-2021
Meningkatnya daya ungkap Bahasa Indonesia yang mempunyai Indikator Kinerja Kegiatan Jumlah Kosakata Bahasa Indonesia melalui inventarisasi kosakata budaya jawa sebanyak 610 kosakata yang tercapai pada yahun 2021. Inventarisasi Kosakata Budaya Jawa ini merupakan langkah Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah untuk mendukung program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa untuk mengayakan kosakata Kamus Besar Bahasa Indonesia. Penginventarisasian tersebut dilakukan di lima kabupaten/kota di Jawa Tengah, yakni Kabupaten Semarang, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Karanganyar, dan Kabupaten Klaten. Ada 3000 kosakata budaya yang berhasil terkumpul dari lima kabupaten/kota. Akan tetapi yang masuk dalam Penilaian Pusat Pengembangan Bahasa hanya 610 Kosakata. Tujuan Inventarisasi Kosakata Budaya Jawa ini adalah menyajikan kosakata budaya Jawa di Jawa Tengah secara spesifik (bidang seni budaya, pertanian, dan peralatan tradisional Jawa), melakukan upaya pengayaan kosakata budaya Jawa untuk diusulkan ke KBBI V, memasyarakatkan kembali kosakata budaya Jawa di kalangan masyarakat, menjadikan hasil Inventarisasi Kosakata Budaya ini sebagai bahan dasar penyusunan Kamus Budaya Jawa.
Manfaat Inventarisasi Kosakata Budaya Jawa ini bagi masyarakat khususnya Jawa Tengah dan Masyarakat Indonesia pada umumnya yaitu menjadi sumbangan referensi bagi para pengguna kamus, mampu menjawab tantangan tentang adanya kodifikasi kosakata dan istilah dari bahasa daerah untuk bidang kebudayaan Jawa yang terkesan kuna dan tidak modern.
Kegiatan Penelitian Struktur Entri KKBI dilakukan pada Tahun 2021 oleh Balai Bahasa Provinsi jawa Tengah dengan Tujuan Mendeskripsikan sens lema berpolisemi dalam KBBI dan Merriam- Webster’s Collegiate Dictionary, Mengetahui perbedaan dan persamaan sens lema berpolisemi dalam KBBI dan Merriam- Webster’s Collegiate Dictionary, mengetahui potensi sens lema berpolisemi untuk saling melengkapi sens dalam KBBI atau Merriam Webster’s Collegiate Dictionary. Manfaat dari penelitian ini adalah bagi penyusun kamus untuk memperbaiki dan melengkapi mikrostruktur lema dalam kamus sebagai upaya pemutakhiran KBBI.
Dari Penelitian ini dapat dihasilkan: Jumlah sens yang terdapat dalam lema polisemi di KBBI dan MWOD menunjukkan bahwa sens di MWOD mayoritas memiliki jumlah yang lebih banyak daripada KBBI,membandingkan lema diperlukan kejelian dalam menentukan lema yang digunakan sebagai pembanding karena pada saat menerjemahkan sebuah lema akan muncul beberapa pilihan lema yang sama dan Sens yang telah dibandingkan dapat dipertimbangkan untuk saling melengkapi tiap-tiap kamus.
Manfaat dari indikator kinerja kegiatan “Jumlah Kosakata Bahasa Indonesia” bagi masyarakat khususnya Jawa Tengah dan masyarakat Indonesia pada umumnya adalah sebagai berikut.
1. menjadi sumbangan referensi bagi para pengguna kamus.
2. mampu menjawab tantangan tentang adanya kodifikasi kosakata dan istilah dari bahasa daerah untuk bidang kebudayaan Jawa yang terkesan kuna dan tidak modern.
Dalam pencapaian indikator kinerja kegiatan tersebut, terdapat beberapa kendala/permasalahan, langkah antisipasi, dan strategi pencapaian dengan rincian sebagai berikut.
Tabel 3.3.
Kendala, Langkah Antisipasi, dan Strategi Pencapaian IKK.1.1.
KENDALA LANGKAH ANTISIPASI STRATEGI PENCAPAIAN 1. Adanya Pandemi
Covid-19 sehingga Jadwal Kegiatan tertunda dan mundur
1. Mematuhi Anjuran Pemerintah untuk tetap prokes di setiap kegiatan
1. Mengubah jadwal kegiatan sampai menunggu zona aman untuk turun lapangan pencarian data dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan terus berkoordinasi dengan satgas covid daerah
setempat 2. Adanya beberapa kali
Refocusing anggaran sehingga ada langkah kegiatan yang harus dihilangkan
2. Membuat pok
kegiatan supaya bisa tercapai keseluruhan langkah kegiatan
2. Melakukan POK di Rkakl supaya Kegiatan Tetap Terlaksana sesuai dengan target output yang sudah ditentukan di tahun 2021 3. Sulit menemukan
informan yang benar- benar menguasai kosakata budaya dalam bahasa Jawa, anggaran pencarian data
3. Tim bisa bekerjasama dengan komunitas bahasa, sastrawan, budayawan di daerah tujuan untuk
menunjuk informan yang benar benar menguasai kosakata budaya jawa
tersebut.
3. Tim inventarisasi Kosakata Budaya Jawa memetakan dahulu daerah yang menjadi lokus target daerah sasaran
4. Sinyal kurang baik dimasing masing tim inventarisasi kosakata untuk olah data dan verifikasi karena diberlakukan kerja di rumah terkait
lonjakan covid pada bulan Juni-Agustus 2021
4. Dilakukan rapat koordinasi antara 5 tim inventarisasi kosakata via daring untuk penyelesaikan analisis datanya
4. Kantor memfasilitasi rapat koordinasi via zoom karena masih pemberlakuan PPKM Darurat Jawa Bali
5. Kegiatan dilaksanakan harus berpedoman pada juknis yang ada
Foto 3.1.
Foto Kegiatan Pendukung Capaian Target IKK.1.1
Koordinasi dengan Dinas sebelum Inventarisasi Kosakata Inventarisasi Kosakata Bidang Kesenian
Inventarisasi Kosakata Bidang Pertukangan Kayu
Inventarisasi Kosakata Bidang Kerajinan Tembaga
asaran kegiatan ―Terwujudnya Pengutamaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik‖ mempunyai indikator kinerja kegiatan ―Jumlah Lembaga Pengguna Bahasa Indonesia Terbina‖. Pada tahun kedua renstra 2020—2024 dari target sebanyak 259 lembaga, sudah tercapai 67,57%. Pada tahun 2021 dari target 85 lembaga tercapai 176,47% yaitu sebanyak 150 lemabaga.
Capaian indikator kinerja kegiatan tersebut terlihat pada tabel berikut.
Indikator Kinerja Kegiatan 3.1. Jumlah Lembaga Pengguna Bahasa Indonesia Terbina
Tabel 3.4.
Target, Realisasi, dan Perbandingan Capaian Akhir Renstra IKK.3.1 SASARAN KEGIATAN 3
Terwujudnya Penggunaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik
IKK 3.1. Jumlah Lembaga Pengguna Bahasa Indonesia Terbina
S
Tahun
2020 Tahun 2021 Target
Akhir Renstra
2024
% Capaian Realisai Terhadap Target Akhir
Renstra 2024 Target Realisasi %
25 85
Lembaga
150 Lembaga
176,47% 259 Lembaga
67,57 %
S
W T
O
Sasaran Kegiatan 3. Terwujudnya
Penggunaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik
Grafik 3.2. Tren Capaian IKK.3.1. Tahun 2020--2021
Ketercapaian indikator kinerja tersebut merupakan capaian dari kegiatan sebagai berikut.
1. Pelayanan Profesional Bidang Bahasa dan Hukum a. Penelitian Bahasa di Bidang Hukum
Penelitian Keberterimaan dan Keterbacaan UU Cipta Kerja Tahun 2020
Pada 2020 pemerintah secara resmi mengeluarkan UU Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020 (selanjutnya disebut UUCK 2020).
UUCK 2020 ini terutama ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pekerja, UMKM, serta industri. Keberadaan UUCK 2020 diharapkan mampu meningkatkan pergerakan roda perekonomian Indonesia, khususnya untuk menyegarkan dunia UMKM dan industri.
Berikut hasil Penelitian Keberterimaan dan keterbacaan UU Cipta Kerja Tahun 2020 tersebut.
25
150
Tahun 2020 Tahun 2021
Tren Capaian Jumlah Lembaga Pengguna
Bahasa Indonesia Terbina Tahun 2020-2021
1. Berdasarkan hasil analisis penggunaan bahasa ditemukan ketidaktepatan penggunaan ejaan, yaitu penggunaan tanda titik dua (pasal 33, 42, 69, 79, 91, 118A, dan 156A), penggunaan huruf kapital (pasal 33, 34, 42, 69, 90, 91, 118, dan 156A), penulisan kata serapan (pasal 118A), kata gabungan (pasal 33), dan kata ulang (pasal 42 dan 79).
2. Berdasarkan hasil penilaian tingkat keberterimaan ditemukan tujuh data dinilai tingkat keberterimaannya tinggi/berterima (pasal 42, 69, 79, 90, 91, 156A. 156B) dan tiga data dinilai tingkat keberterimaannya sedang/kurang berterima (pasal adalah data 33, 34, dan 118A/125).
3. Berdasarkan hasil analisis dengan grafik Fry ditemukan lima data tingkat keterbacaannya sedang atau terbaca (pasal 33, 42, 69, 79, 91) dan lima data tingkat keterbacaannya rendah atau sulit terbaca (pasal 34, 90, 118A dan 125, 156A, 156B.
4. Berdasarkan hasil penilaian tingkat keterbacaan ditemukan seluruh data dinilai memiliki tingkat keterbacaan tinggi/mudah dipahami.
Penggunaan Bahasa Dipengadilan
Pengutamaan bahasa Indonesia berlaku di semua lembaga negara, salah satunya lembaga penengak hukum. Dalam Penelitian ini dibatasi dengan instansi Pengadilan di Jawa Tengah. Hasil dari penelitian ini digunakan sebagai alat penentu nomine Penerima Penghargaan Prasidatama Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Tahun 2021. Dari Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam memberi masukan kepada pejabat, pengonsep surat dan pengetik surat
di pengadilan negeri di Jawa Tengah. Hasil penelitian ini secara umum penggunaan Bahasa Indonesia di Pengadilan Negeri di Jawa Tengah belum dilakukan dengan menerapkan prinsip penggunaan Bahasa Negara yaitu Bahasa Indonesia, sehingga penggunaan Bahasa Negara harus terus dilakukan dengan berbagai upaya baik berupa pembinaan maupun perlombaan.
b. Diseminansi Bahan Layanan Bahasa di bidang Hukum
Kegiatan Diseminasi Bahan Layanan Bahasa di Bidang Hukum ―Bijak Berbahasa dan Sadar Hukum‖ dilaksanakan dengan melibatkan berbagai instansi terkait yang umumnya merupakan pemberi layanan di bidang hukum. Diseminasi ini menjadi langkah awal terjalinnya sinergi antarpihak agar dapat melibatkan bahasa dalam berbagai penyelesaian kasus hukum, khususnya terkait informasi dan transaksi elektronik (ITE) yang beberapa tahun terakhir semakin marak terjadi. Tujuannya:
Menyebarkan informasi terkait bahasa dan hukum agar dapat dipahami oleh pihak-pihak yang tugas dan fungsinya bersinggungan dengan bahasa dan hukum, Menyosialisasikan layanan ahli bahasa yang dimiliki oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah di bidang bahasa dan hukum. Sasaran kegiatan Diseminasi Bahan Layanan Bahasa di Bidang Hukum ―Bijak Berbahasa dan Sadar Hukum‖ adalah staf penyidik, panitera, dosen, dan ahli bahasa. Kegiatan ini diikuti 20 orang.
c. Penyuluhan Bahasa Indonesia di Bidang Hukum
Penyuluhan Bahasa Hukum pada Tahun 2021 ini diadakan 4 Kabupaten/Kota yaitu Kota Tegal, Kota Salatiga, Kabupaten Grobogan dan Kota Pekalongan. Dari kegiatan penyuluhan ini tercapai sasaran sebanyak 108 Lembaga.Tujuan dari Kegiatan ini Meningkatakan pelayanan profesional bidang bahasa dan hukum, Mengupayakan iklim yang kondusif, sinergis, dan