• Tidak ada hasil yang ditemukan

INFORMASI EKSPOSUR RISIKO & PERMODALAN PT BANK NATIONALNOBU TBK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "INFORMASI EKSPOSUR RISIKO & PERMODALAN PT BANK NATIONALNOBU TBK"

Copied!
64
0
0

Teks penuh

(1)

INFORMASI EKSPOSUR RISIKO & PERMODALAN PT BANK NATIONALNOBU TBK

Tanggal Laporan : 31 Desember 2021

NobuCall : 1-500-278  [email protected]

@nobubank | Nobu Bank

PT Bank Nationalnobu Tbk terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan Bank Peserta Penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)

(2)

LAPORAN UKURAN UTAMA (KEY METRICS)

NobuCall : 1-500-278

[email protected]

@nobubank | Nobu Bank

Tanggal Laporan : 31 Desember 2021

(dalam jutaan rupiah)

No. Deskripsi Periode

31-Dec-21 30-Sep-21 30-Jun-21 31-Mar-21 31-Dec-20 Modal yang Tersedia (nilai)

1 Modal Inti Utama (CET1) 1.628.300 1.425.934 1.398.207 1.393.926 1.415.724

2 Modal Inti (Tier 1) 1.628.300 1.425.934 1.398.207 1.393.926 1.415.724

3 Total Modal 1.719.197 1.509.691 1.481.719 1.469.150 1.489.155

Aset Tertimbang Menurut Risiko (Nilai)

4 Total Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) 8.220.433 7.654.668 7.635.788 6.977.189 6.763.441

Rasio Modal berbasis Risiko dalam bentuk persentase dari ATMR

5 Rasio CET1 (%) 19,81% 18,63% 18,31% 19,98% 20,93%

6 Rasio Tier 1 (%) 19,81% 18,63% 18,31% 19,98% 20,93%

7 Rasio Total Modal (%) 20,91% 19,72% 19,40% 21,06% 22,02%

Tambahan CET1 yang berfungsi sebagai buffer dalam bentuk persentase dari ATMR

8 Capital conservation buffer (2.5% dari ATMR) (%) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%

9 Countercyclical Buffer (0 - 2.5% dari ATMR) (%) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%

10 Capital Surcharge untuk Bank Sistemik (1% - 2.5%) (%) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%

11 Total CET1 sebagai buffer (Baris 8 + Baris 9 + Baris 10) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%

12 Komponen CET1 untuk buffer 10,92% 9,73% 9,41% 11,07% 12,03%

Rasio pengungkit sesuai Basel III

13 Total Eksposur 21.489.742 17.389.806 16.495.116 15.222.421 15.007.816

14 Nilai Rasio Pengungkit, termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian sementara atas penempatan giro

pada Bank Indonesia dalam rangka memenuhi ketentuan GWM (jika ada) 7,58% 8,20% 8,48% 9,16% 9,43%

14b Nilai Rasio Pengungkit, tidak termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian sementara atas penempatan

giro pada Bank Indonesia dalam rangka memenuhi ketentuan GWM (jika ada) 7,58% 8,20% 8,48% 9,16% 9,43%

14c

Nilai Rasio Pengungkit, termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka memenuhi ketentuan GWM (jika ada), yang telah memasukkan nilai rata-rata dari nilai tercatat aset Securities Financing Transaction (SFT) secara gross

7,58% 8,20% 8,48% 9,16% 9,43%

14d

Nilai Rasio Pengungkit, tidak termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka memenuhi ketentuan GWM (jika ada), yang telah memasukkan nilai rata-rata

dari nilai tercatat aset SFT secara gross 7,58% 8,20% 8,48% 9,16% 9,43%

Rasio Kecukupan Likuiditas (LCR)

15 Total Aset Likuid Berkualitas Tinggi (HQLA) 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00

16 Total Arus Kas Keluar Bersih (net cash outflow) 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00

17 LCR (%) 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00

Rasio Pendanaan Stabil Bersih (NSFR)

18 Total Pendanaan Stabil yang Tersedia (ASF) 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00

19 Total Pendanaan Stabil yang Diperlukan (RSF) 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00

20 NSFR (%) 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00

(3)

Laporan Total Eksposur Dalam Rasio Pengungkit (Leverage Ratio) – Bank secara Individual

NobuCall : 1-500-278

[email protected]

@nobubank | Nobu Bank

Tanggal Laporan : 31 Desember 2021

(dalam jutaan rupiah)

No Keterangan Jumlah

1 Total aset di laporan posisi keuangan pada laporan keuangan publikasi . (nilai gross sebelum dikurangi CKPN). 20.804.201 2

Penyesuaian untuk nilai penyertaan pada Bank, lembaga keuangan, perusahaan asuransi, dan/atau entitas lain yang berdasarkan standar akuntansi keuangan harus dikonsolidasikan namun di luar cakupan konsolidasi berdasarkan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan.

3 Penyesuaian untuk nilai kumpulan aset keuangan yang mendasari yang telah dialihkan dalam sekuritisasi aset yang memenuhi persyaratan jual putus sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai prinsip kehati-hatian dalam aktivitas sekuritisasi aset bagi bank

umum.

Dalam hal aset keuangan yang mendasari dimaksud telah dikurangkan dari total aset pada laporan posisi keuangan maka angka pada baris ini adalah 0 (nol.

(0)

4 Penyesuaian terhadap pengecualian sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka memenuhi ketentuan giro wajib

minimum (jika ada). 0

5 Penyesuaian untuk aset fidusia yang diakui sebagai komponen laporan posisi keuangan berdasarkan standar akuntansi keuangan namun

dikeluarkan dari perhitungan total eksposur dalam Rasio Pengungkit. (0)

6 Penyesuaian untuk nilai pembelian atau penjualan aset keuangan secara regular dengan menggunakan metode akuntansi tanggal perdagangan. (0) 7 Penyesuaian untuk nilai transaksi cash pooling yang memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini. (0)

8 Penyesuaian untuk nilai eksposur transaksi derivatif. 8.190

9 Penyesuaian untuk nilai eksposur SFT sebagai contoh transaksi reverse repo. (372.724)

10 Penyesuaian untuk nilai eksposur TRA yang telah dikalikan dengan FKK. 1.196.370

11 Penyesuaian penilaian prudensial berupa faktor pengurang modal dan CKPN. (61.558)

12 Penyesuaian lainnya. (84.737)

13 Total Eksposur dalam perhitungan Rasio Pengungkit. 21.489.742

(4)

Laporan Perhitungan Rasio Pengungkit (Leverage Ratio) – Bank secara Individual

Tanggal Laporan : 31 Desember 2021 (Audited)

(dalam jutaan rupiah) NobuCall : 1-500-278

[email protected]

@nobubank | Nobu Bank

Keterangan Periode

Dec-21 Sep-21

Eksposur Aset dalam Laporan Posisi Keuangan

1 Eksposur Aset dalam laporan posisi keuangan termasuk aset jaminan, namun tidak termasuk eksposur transaksi derivatif dan eksposur SFT.

(Nilai gross sebelum dikurangi CKPN) 14.692.276 12.832.681

2 Nilai penambahan kembali untuk agunan derivatif yang diserahkan kepada pihak lawan yang mengakibatkan penurunan total eksposur aset dalam

neraca karena adanya penerapan standar akuntansi keuangan - -

3 (Pengurangan atas piutang terkait CVM yang diberikan dalam transaksi derivatif) (0) (0)

4 (Penyesuaian untuk nilai tercatat surat berharga yang diterima dalam eksposur SFT yang diakui sebagai aset) (0) (0)

5 (CKPN atas aset tersebut sesuai standar akuntansi keuangan) (61.558) (54.444)

6 (Aset yang telah diperhitungkan sebagai faktor pengurang Modal Inti sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai

kewajiban penyediaan modal minimum bagi bank umum) (84.737) (71.607)

7 Total Eksposur aset dalam laporan posisi keuangan Penjumlahan dari baris 1 sampai dengan baris 6 14.545.981 12.706.630

Eksposur Transaksi Derivatif

8 Nilai RC untuk seluruh transaksi derivatif baik dalam hal terdapat variation margin yang memenuhi syarat ataupun terdapat perjanjian saling hapus

yang memenuhi persyaratan tertentu 8.190 6.856

9 Nilai penambahan yang merupakan PFE untuk seluruh transaksi derivatif - -

10 (Pengecualian atas eksposur transaksi derivatif yang diselesaikan melalui central clearing counterparty (CCP)) - -

11 Penyesuaian untuk nilai nosional efektif dari derivatif kredit - -

12 (Penyesuaian untuk nilai nosional efektif yang dilakukan saling hapus dan pengurangan add-on untuk transaksi penjualan derivatif kredit) (0) (0)

13 Total Eksposur Transaksi Derivatif Penjumlahan baris 8 sampai dengan baris 12 8.190 6.856

Eksposur Securities Financing Transaction (SFT)

14 Nilai tercatat aset SFT secara gross 5.739.201 3.486.343

15 (Nilai bersih antara liabilitas kas dan tagihan kas) (0) (0)

16 Risiko Kredit akibat kegagalan pihak lawan terkait aset SFT yang mengacu pada perhitungan current exposure sebagaimana diatur dalam Lampiran

Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini - -

17 Eksposur sebagai agen SFT - -

18 Total Eksposur SFT Penjumlahan baris 14 sampai dengan baris 17 5.739.201 3.486.343

(5)

Laporan Perhitungan Rasio Pengungkit (Leverage Ratio) – Bank secara Individual

Tanggal Laporan : 31 Desember 2021 (Audited)

(dalam jutaan rupiah) NobuCall : 1-500-278

[email protected]

@nobubank | Nobu Bank

Keterangan Periode

Dec-21 Sep-21

Eksposur Transaksi Rekening Administratif (TRA)

19 Nilai seluruh kewajiban komitmen atau kewajiban kontijensi Nilai gross sebelum dikurangi CKPN 1.407.480 1.408.400 20 (Penyesuaian terhadap hasil perkalian antara nilai kewajiban komitmen atau kewajiban kontijensi dan FKK kemudian dikurangi CKPN) (211.110) (218.423)

21 (CKPN atas TRA sesuai standar akuntansi keuangan) (0) (0)

22 Total Eksposur TRAPenjumlahan dari baris 19 sampai dengan baris 21 1.196.370 1.189.977

Modal dan Total Ekposur

23 Modal Inti 1.628.300 1.425.934

24 Total Eksposur Penjumlahan baris 7, baris 13, baris 18 dan baris 22 21.489.742 17.389.806

Rasio Pengungkit (Leverage)

25 Nilai Rasio Pengungkit, termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia

dalam rangka memenuhi ketentuan giro wajib minimum (jika ada) 7,58% 8,20%

25a Nilai Rasio Pengungkit, tidak termasuk dampak dari penyesuaian sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka

memenuhi ketentuan giro wajib minimum (jika ada) 7,58% 8,20%

26 Nilai Minimum Rasio Pengungkit 3% 3%

27 Bantalan terhadap nilai Rasio Pengungkit 0,00 0,00

Pengungkapan Nilai Rata-Rata

28 Nilai rata-rata dari nilai tercatat aset SFT secara gross, setelah penyesuaian untuk transaksi akuntansi penjualan (sales

accountingtransaction) yang dihitung secara bersih (nett) dengan liabilitas kas dalam SFT dan tagihan kas dalam SFT 5.296.602 3.676.876 29 Nilai akhir triwulan laporan dari nilai tercatat aset SFT secara gross, setelah penyesuaian untuk transaksi akuntansi penjualan (sale

accounting transaction) yang dihitung secara bersih (nett) dengan liabilitas kas dalam SFT dan tagihan kas dalam SFT 5.539.492 3.429.391 30

Total Eksposur, termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka memenuhi ketentuan giro wajib minimum (jika ada), yang telah memasukkan nilai rata-rata dari nilai tercatat aset SFT secara gross

sebagaimana dimaksud dalam baris 28 21.489.742 17.389.806

30a

Total Eksposur, tidak termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka memenuhi ketentuan giro wajib minimum (jika ada), yang telah memasukkan nilai rata-rata dari nilai tercatat aset SFT

secara gross sebagaimana dimaksud dalam baris 28 21.489.742 17.389.806

31

Nilai Rasio Pengungkit, termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka memenuhi ketentuan giro wajib minimum (jika ada), yang telah memasukkan nilai rata-rata dari nilai tercatat aset SFT

secara gross sebagaimana dimaksud dalam baris 28 7,58% 8,20%

31a

Nilai Rasio Pengungkit, tidak termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka memenuhi ketentuan giro wajib minimum (jika ada), yang telah memasukkan nilai rat-rata dari nilai tercatat aset

SFT secara gross sebagaimana dimaksud dalam baris 28 7,58% 8,20%

(6)

Laporan Perhitungan Rasio Pengungkit (Leverage Ratio) – Bank secara Individual

Tanggal Laporan : 31 Desember 2021 (Audited)

(dalam jutaan rupiah) NobuCall : 1-500-278

[email protected]

@nobubank | Nobu Bank

Keterangan Periode

Dec-21 Sep-21

Analisis Kualitatif

a. Dalam perhitungan rasio pengungkit nilai Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) dihitung sudah sesuai penerapan PSAK 71 . Secara umum transaksi derivatif yang dilakukan oleh Bank terdiri produk derivatif plain vanila yaitu transaksi Foreign Exchange (FX) Forward dan Swap. Eksposur transaksi derivatif dihitung sesuai dengan POJK No.31/POJK.03/2019 tentang Kewajiban Pemenuhan Rasio Pengungkit Bagi Bank Umum yaitu merupakan penjumlahan dari komponen Replacement Cost (RC) dan Potential Future Exposure (PFE) tanpa adanya perjanjian saling hapus (netting agreement)

b. Rasio Pengungkit periode akhir Desember 2021 berada di atas batas minimum yang ditetapkan Regulator yaitu sebesar 7,58% atau terdapat penurunan sebesar 0,62% dibandingkan dengan periode triwulan sebelumnya sebesar 8,20% . Hal ini seiring dengan meningkatnya total eksposur antara lain dari kredit dan eksposur SFT transaksi reverse repo sebesar Rp 4,1 triliun

(7)

Perbedaan antara Cakupan Konsolidasi sesuai Standar Akuntansi dengan Ketentuan Kehati-hatian

Tanggal Laporan : 31 Desember 2021

NobuCall : 1-500-278

[email protected]

@nobubank | Nobu Bank

(dalam jutaan rupiah)

Nilai tercatat sebagaimana tercantum dalam publikasi

laporan keuangan

Nilai tercatat berdasarkan prinsip kehati-

hatian

Nilai tercatat masing-masing risiko

Sesuai kerangka risiko

kredit

Sesuai kerangka counterparty

credit risk

Sesuai kerangka sekuritisasi

Sesuai kerangka risiko

pasar

Tidak mengacu pada persyaratan permodalan atau

berdasarkan pengurangan

modal Aset

Kas 143.898 143.898 143.898 - - - -

Penempatan pada Bank Indonesia 2.411.092 2.411.092 2.411.092 - - - -

Penempatan pada bank lain 1.099.415 1.099.415 1.099.415 - - - -

Tagihan spot dan derivatif/forward - - - - - - -

Surat berharga yang dimiliki 308.014 308.014 308.014 - - - -

Surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo) 572.433 572.433 572.433 - - - -

Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) 5.539.492 5.539.492 - 5.539.492 - - -

Tagihan akseptasi 592 592 592 - - - -

Kredit yang diberikan 9.812.089 9.812.089 9.812.089 - - - -

Pembiayaan syariah - - - - - - -

Penyertaan modal - - - - - - -

Aset keuangan lainnya 118.799 118.799 118.799 - - - -

Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan -/-

a. Surat berharga yang dimiliki (22) (22) (22) - - - -

b. Kredit yang diberikan dan pembiayaan syariah (58.565) (58.565) (58.565) - - - -

c. Lainnya (184) (184) (184) - - - -

Aset tidak berwujud 106.958 106.958 - - - - 106.958

Akumulasi amortisasi aset tidak berwujud -/- (22.222) (22.222) - - - - (22.222)

Aset tetap dan inventaris 463.651 463.651 463.651 - - - -

Akumulasi penyusutan aset tetap dan inventaris -/- (167.098) (167.098) (167.098) - - - -

Aset non produktif

a. Properti terbengkalai - - - - - - -

b. Agunan yang diambil alih 215.806 215.806 215.806 - - - -

c. Rekening tunda - - - - - - -

d. Aset antarkantor - - - - - - -

Aset lainnya 198.495 198.495 198.495 - - - -

Total aset 20.742.643 20.742.643 15.118.415 5.539.492 - - 84.736

(8)

Perbedaan antara Cakupan Konsolidasi sesuai Standar Akuntansi dengan Ketentuan Kehati-hatian

Tanggal Laporan : 31 Desember 2021

NobuCall : 1-500-278

[email protected]

@nobubank | Nobu Bank

(dalam jutaan rupiah)

Nilai tercatat sebagaimana tercantum dalam publikasi

laporan keuangan

Nilai tercatat berdasarkan prinsip kehati-

hatian

Nilai tercatat masing-masing risiko

Sesuai kera ngka risiko

kredit

Sesuai kerangka counterparty

credit risk

Sesuai kerangka sekuritisasi

Sesuai kera ngka risiko

pasar

Tidak mengacu pada persyaratan permodala n atau

berdasarkan pengurangan

modal Liabilitas dan Ekuitas

Giro 5.996.104 5.996.104 - - - - -

Tabungan 1.371.538 1.371.538 - - - - -

Deposito 8.644.550 8.644.550 - - - - -

Uang Elektronik 1.080 1.080 - - - - -

Liabilitas kepada Bank Indonesia - - - - - - -

Liabilitas kepada bank lain 944.350 944.350 - - - - -

Liabilitas spot dan derivatif/forward 3.649 3.649 - - - - -

Liabilitas atas surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo) 1.721.972 1.721.972 - - - - -

Liabilitas akseptasi 592 592 - - - - -

Surat berharga yang diterbitkan - - - - - - -

Pinjaman/Pembiayaan yang diterima - - - - - - -

Setoran jaminan 89 89 - - - - -

Liabilitas antarkantor - - - - - - -

Liabilitas lainnya 294.036 294.036 - - - - -

Kepentingan minoritas (minority interest) - - - - - - -

Total liabilitas 18.977.960 18.977.960 - - - - -

Modal disetor

a. Modal dasar 795.000 795.000 - - - - -

b. Modal yang belum disetor -/- (351.209) (351.209) - - - - -

c. Saham yang dibeli kembali (treasury stock) -/- - - - - - - -

Tambahan modal disetor

a. Agio 851.134 851.134 - - - - -

b. Disagio -/- - - - - - - -

c. Dana setoran modal 193.167 193.167 - - - - -

d. Lainnya - - - - - - -

Penghasilan komprehensif lain

a. Keuntungan - - - - - - -

b. Kerugian -/- (28.930) (28.930) - - - - -

Cadangan

a. Cadangan umum 12.000 12.000 - - - - -

b. Cadangan tujuan - - - - - - -

Laba/rugi

a. Tahun-tahun lalu 229.335 229.335 - - - - -

b. Tahun berjalan 64.186 64.186 - - - - -

c. Dividen yang dibayarkan -/- - - - - - - -

Total Ekuitas 1.764.683 1.764.683 - - - - -

Total Lia bilita s dan Ekuitas 20.742.643 20.742.643 - - - - -

(9)

Sumber Perbedaan Utama antara Eksposur sesuai Ketentuan Kehati-hatian dengan Carrying Values sesuai Standar Akuntansi Keuangan

Tanggal Laporan : 31 Desember 2021

NobuCall : 1-500-278

[email protected]

@nobubank | Nobu Bank

(dalam jutaan rupiah)

Total

Item sesuai:

Kerangka risiko kredit

Kerangka sekuritisasi

Kerangka Counterparty

credit risk

Kerangka risiko pasar

Nilai tercatat aset sesuai dengan cakupan konsolidasi ketentuan kehati-hatian 20.742.643 15.118.415 - 5.539.492 -

Nilai tercatat liabilitas sesuai lingkup sesuai dengan cakupan konsolidasi ketentuan kehati-

hatian - - - - -

Total nilai bersih sesuai dengan cakupan konsolidasi ketentuan kehati-hatian 20.742.643 15.118.415 - 5.539.492 -

Nilai rekening administratif 1.407.480 87.972 - - -

Perbedaan valuasi - - - - -

Perbedaan antara netting rules, selain dari yang termasuk pada baris 2. - - - - -

Perbedaan provisi - - - - -

Perbedaan prudential filters - - - - -

Nilai eksposur yang dipertimbangkan, sesuai dengan cakupan konsolidasi ketentuan kehati-

hatian 22.150.123 15.206.387 - 5.539.492 -

(10)

NobuCall : 1-500-278

[email protected]

@nobubank | Nobu Bank

Penjelasan mengenai Perbedaan antara Nilai Eksposur sesuai Standar Akuntansi Keuangan dengan Ketentuan Kehati-hatian

Tanggal Laporan : 31 Desember 2021

Bank harus menjelaskan asal perbedaan antara nilai tercatat sesuai standar akuntansi keuangan,sebagaimana dilaporkan pada laporan keuangan dan nilai eksposur sesuai ketentuan kehati-hatian, sebagaimana terdapat pada template LI1 dan LI2.

(a) Bank harus menjelaskan sumber perbedaan signifikan antara nilai pada kolom (a) dan (b) di LI1.

Tidak terdapat perbedaan antara nilai tercatat sebagaimana tercantum dalam publikasi laporan keuangan dengan nilai tercatat berdasarkan prinsip kehati-hatian

(b) Bank harus menjelaskan sumber perbedaan antara nilai tercatat dan nilai yang digunakan untuk tujuan pengaturan yang tercantum pada LI2.

Tidak terdapat perbedaan antara nilai tercatat sebagaimana tercantum dalam publikasi laporan keuangan dengan nilai tercatat berdasarkan prinsip kehati-hatian

(c) Sesuai dengan implementasi dari panduan pada valuasi prudensial, bank harus menjelaskan sistem dan

kontrol untuk memastikan estimasi valuasi prudensial dan dapat diandalkan. Pengungkapan harus memasukkan: Bank tidak memiliki valuasi prudensial

(i) Metodologi valuasi, termasuk penjelasan sejauh mana penggunaan metodologi mark-to-market dan mark-to-

model. Bank tidak memiliki valuasi prudensial

(ii) Deskripsi proses verifikasi harga independen. Bank tidak memiliki valuasi prudensial

(iii) Prosedur untuk penyesuaian valuasi atau cadangan (termasuk deskripsi proses dan metodologi untuk menilai

posisi trading dengan tipe instrumen). Bank tidak memiliki valuasi prudensial

(11)

Komposisi Permodalan

Tanggal Laporan : 31 Desember 2021

(dalam jutaan rupiah) NobuCall : 1-500-278

[email protected]

@nobubank | Nobu Bank

No Komponen Jumlah (Dalam

Jutaan Rupiah)

20 Mortgage servicing rights -

21 Aset pajak tangguhan yang berasal dari perbedaan temporer (jumlah di atas batasan 10%, net dari kewajiban pajak)

N/A

22 Jumlah melebihi batasan 15% dari: N/A

23 investasi signifikan pada saham biasa financials N/A

24 mortgage servicing rights N/A

25 pajak tangguhan dari perbedaan temporer N/A

26 Penyesuaian berdasarkan ketentuan spesifik nasional

26a. Selisih PPKA dan CKPN (68.050)

26b. PPKA non produktif (8.109)

26c. Aset Pajak Tangguhan -

26d. Penyertaan -

26e. Kekurangan modal pada perusahaan anak asuransi -

26f. Eksposur sekuritisasi -

26g. Lainnya -

27 Penyesuaian pada CET 1 akibat AT 1 dan Tier 2 lebih kecil daripada faktor pengurangnya

-

28 Jumlah pengurang (regulatory adjustment) terhadap CET 1 80.577

29 Jumlah CET 1 setelah faktor pengurang 1.628.300

Modal Inti Tambahan (AT 1): Instrumen

30 Instrumen AT 1 yang diterbitkan oleh Bank (termasuk stock surplus) - 31 Yang diklasifikasikan sebagai ekuitas berdasarkan standar akuntansi - 32 Yang diklasifikasikan sebagai liabilitas berdasarkan standar

akuntansi

-

33 Modal yang yang termasuk phase out dari AT 1 N/A

No Komponen Jumlah (Dalam

Jutaan Rupiah) CET 1: Instrumen dan Tambahan Modal Disetor

1 Saham biasa (termasuk stock surplus) 1.488.092

2 Laba ditahan 293.521

3 Akumulasi penghasilan komprehensif lain (dan cadangan lain) Modal yang termasuk phase out dari CET1

7.581

4 N/A

5 Kepentingan Non Pengendali yang dapat diperhitungkan -

6 CET1 sebelum regulatory adjustment 1.708.877

CET 1: Faktor Pengurang (Regulatory Adjustment)

7 Selisih kurang jumlah penyesuaian nilai wajar dari instrumen keuangan dalam trading book

-

8 Goodwill -

9 Aset tidak berwujud lainnya (selain Mortgage-Servicing Rights) 106.958 10 Aset pajak tangguhan yang berasal dari future profitability N/A

11 Cash-flow hedge reserve N/A

12 Shortfall on provisions to expected losses N/A

13 Keuntungan penjualan aset dalam transaksi sekuritisasi -

14 Peningkatan/ penurunan nilai wajar atas kewajiban keuangan (DVA) -

15 Aset pensiun manfaat pasti N/A

16 Investasi pada saham sendiri (jika belum di net dalam modal di Laporan Posisi Keuangan)

N/A

17 18

Kepemilikan silang pada instrumen CET 1 pada entitas lain - Investasi pada modal bank, entitas keuangan dan asuransi diluar

cakupan konsolidasi secara ketentuan, net posisi short yang diperkenankan, dimana Bank tidak memiliki lebih dari 10% modal saham yang diterbitkan (jumlah di atas batasan 10%)

N/A

19 Investasi signifikan pada saham biasa Bank, entitas keuangan dan asuransi diluar cakupan konsolidasi secara ketentuan, net posisi short yang diperkenankan (jumlah di atas batasan 10%)

N/A

(12)

Komposisi Permodalan

Tanggal Laporan : 31 Desember 2021

(dalam jutaan rupiah) NobuCall : 1-500-278

[email protected]

@nobubank | Nobu Bank

No Komponen Jumlah (Dalam

Jutaan Rupiah) 50 Cadangan umum PPKA atas aset produktif yang wajib dihitung

dengan jumlah paling tinggi sebesar 1,25% dari ATMR untuk Risiko Kredit

90.897

51 Jumlah Modal Pelengkap (Tier 2) sebelum faktor pengurang 90.897

Modal Pelengkap (Tier 2): Faktor Pengurang (Regulatory Adjustment) 90.897

52 Investasi pada instrumen Tier 2 sendiri N/A

53 Kepemilikan silang pada instrumen Tier 2 pada entitas lain - 54 Investasi pada kewajiban TLAC modal bank, entitas keuangan dan

asuransi diluar cakupan konsolidasi secara ketentuan, net posisi short yang diperkenankan, dimana Bank tidak memiliki lebih dari 10%

modal saham yang diterbitkan; nilai sebelumnya ditetapkan dengan threshold 5% namun tidak lagi memenuhi kriteria (untuk bank Sistemik)

N/A

Investasi pada kewajiban TLAC lainnya dari entitas perbankan, keuangan, dan asuransi yang berada di luar lingkup konsolidasi peraturan dan, yang mana bank tidak memiliki lebih dari 10% dari saham biasa entitas yang dikeluarkan: jumlah yang sebelumnya ditunjuk untuk batas 5% tetapi yang tidak lagi memenuhi syarat (hanya untuk Bank Sistemik )

N/A

55 Investasi signifikan pada modal atau instrumen TLAC Bank, entitas keuangan dan asuransi di luar cakupan konsolidasi secara ketentuan (net posisi short yang diperkenankan)

N/A

56 Penyesuaian berdasarkan ketentuan spesifik nasional

56a. Sinking fund -

56b. Penempatan dana pada instrumen Tier 2 pada Bank lain -

57 Jumlah faktor pengurang (regulatory adjustment) Modal Pelengkap -

58 Jumlah Modal Pelengkap (Tier 2) setelah regulatory adjustment 90.897

59 Total Modal (Modal Inti + Modal Pelengkap) 1.719.197

60 Total Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) 8.220.433

No Komponen Jumlah (Dalam

Jutaan Rupiah) 34 Instrumen AT 1 yang diterbitkan oleh Entitas Anak yang diakui dalam

perhitungan KPMM secara konsolidasi

-

35 Instrumen yang diterbitkan Entitas Anak yang termasuk phase out N/A

36 Jumlah AT 1 sebelum regulatory adjustment -

Modal Inti Tambahan: Faktor Pengurang (Regulatory Adjustment) -

37 Investasi pada instrumen AT 1 sendiri N/A

38 Kepemilikan silang pada instrumen AT 1 pada entitas lain - 39 Investasi pada modal bank, entitas keuangan dan asuransi diluar

cakupan konsolidasi secara ketentuan, net posisi short yang diperkenankan, dimana Bank tidak memiliki lebih dari 10% modal saham yang diterbitkan (jumlah di atas batasan 10%)

N/A

40 Investasi signifikan pada modal Bank, entitas keuangan dan asuransi di luar cakupan konsolidasi secara ketentuan (net posisi short yang diperkenankan)

N/A

41 Penyesuaian berdasarkan ketentuan spesifik nasional

41a. Penempatan dana pada instrumen AT 1 pada Bank lain -

42 Penyesuaian pada AT 1 akibat Tier 2 lebih kecil daripada faktor pengurangnya

-

43 Jumlah faktor pengurang (regulatory adjustment) terhadap AT 1 -

44 Jumlah AT 1 setelah faktor pengurang -

45 Jumlah Modal Inti (Tier 1) (CET 1 + AT 1) 1.628.300

Modal Pelengkap (Tier 2): Instrumen dan cadangan -

46 Instrumen Tier 2 yang diterbitkan oleh Bank (termasuk stock surplus) -

47 Modal yang yang termasuk phase out dari Tier 2 N/A

48 Instrumen Tier 2 yang diterbitkan oleh Entitas Anak yang diakui dalam perhitungan KPMM secara konsolidasi

-

49 Modal yang diterbitkan Entitas Anak yang termasuk phase out N/A

(13)

Komposisi Permodalan

Tanggal Laporan : 31 Desember 2021

(dalam jutaan rupiah) NobuCall : 1-500-278

[email protected]

@nobubank | Nobu Bank

No Komponen Jumlah (Dalam

Jutaan Rupiah) Cap yang dikenakan untuk provisi pada Tier 2

76 Provisi yang dapat diakui sebagai Tier 2 sesuai dengan eksposur berdasarkan pendekatan standar (sebelum dikenakan cap)

N/A

77 Cap atas provisi yang diakui sebagai Tier 2 berdasarkan pendekatan standar

N/A

78 Provisi yang dapat diakui sebagai Tier 2 sesuai dengan eksposur berdasarkan pendekatan IRB (sebelum dikenakan cap)

N/A

79 Cap atas provisi yang diakui sebagai Tier 2 berdasarkan pendekatan IRB

N/A Instrumen Modal yang termasuk phase out (hanya berlaku antara 1

Jan 2018 s.d. 1 Jan 2022)

80 Cap pada CET 1 yang temasuk phase out N/A

81 Jumlah yang dikecualikan dari CET 1 karena adanya cap (kelebihan di atas cap setelah redemptions dan maturities)

N/A

82 Cap pada AT 1 yang temasuk phase out N/A

83 Jumlah yang dikecualikan dari AT 1 karena adanya cap (kelebihan di atas cap setelah redemptions dan maturities)

N/A

84 Cap pada Tier 2 yang temasuk phase out N/A

85 Jumlah yang dikecualikan dari Tier 2 karena adanya cap (kelebihan di atas cap setelah redemptions dan maturities)

N/A

No Komponen Jumlah (Dalam

Jutaan Rupiah) Rasio Kecukupan Pemenuhan Modal Minimum (KPMM) dan

Tambahan Modal (Capital Buffer)

61 Rasio CET 1 (persentase terhadap ATMR) 19,81%

62 Rasio Modal Inti Tier 1 (persentase terhadap ATMR) 19,81%

63 Rasio Total Modal (persentase terhadap ATMR) 20,91%

64 Buffer (persentase terhadap ATMR) -

65 Capital Conservation Buffer -

66 Countercyclical Buffer -

67 higher loss absorbency requirement -

68 Untuk bank umum konvensional: CET 1 yang tersedia untuk memenuhi Buffer (persentase terhadap ATMR) Untuk kantor cabang dari Bank yang berkedudukan di luar negeri:

Bagian Dana Usaha yang ditempatkan dalam CEMA (diungkapkan sebagai persentase dari ATMR) yang tersedia untuk memenuhi Buffer.

10,92%

National minima (jika berbeda dari Basel 3)

69 Rasio terendah CET 1 nasional (jika berbeda dengan Basel 3) N/A

70 Rasio terendah Tier 1 nasional (jika berbeda dengan Basel 3) N/A

71 Rasio terendah total modal nasional (jika berbeda dengan Basel 3) N/A

Jumlah di bawah batasan pengurangan (sebelum pembobotan risiko) 72 Investasi non-signifikan pada modal atau kewajiban TLAC lainnya

pada entitas keuangan lain

N/A

73 Investasi signifikan pada saham biasa entitas keuangan N/A 74 Mortgage servicing rights (net dari kewajiban pajak) N/A 75 Aset pajak tangguhan yang berasal dari perbedaan temporer (net dari

kewajiban pajak)

N/A

(14)

Permodalan - Rekonsiliasi Permodalan

Tanggal Laporan : 31 Desember 2021

(dalam jutaan rupiah) NobuCall : 1-500-278

[email protected]

@nobubank | Nobu Bank

No Pos-pos Neraca Publikasi

Neraca Konsolidasi dengan cakupan konsolidasi berdasarkan ketentuan kehati-

hatian ASET

1. Kas 143.898 143.898

2. Penempatan pada Bank Indonesia 2.411.092 2.411.092

3. Penempatan pada bank lain 1.099.415 1.099.415

4. Tagihan spot dan derivatif/forward - -

5. Surat berharga yang dimiliki 308.014 308.014

6. Surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo) 572.433 572.433

7. Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) 5.539.492 5.539.492

8. Tagihan akseptasi 592 592

9. Kredit yang diberikan 9.812.089 9.812.089

10. Pembiayaan syariah - -

11. Penyertaan modal - -

12. Aset keuangan lainnya 118.799 118.799

13. Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan -/- -

a. Surat berharga yang dimiliki (22) (22)

b. Kredit yang diberikan dan pembiayaan syariah (58.565) (58.565)

c. Lainnya (184) (184)

14. Aset tidak berwujud 106.958 106.958

Akumulasi amortisasi aset tidak berwujud -/- (22.222) (22.222)

15. Aset tetap dan inventaris 463.651 463.651

Akumulasi penyusutan aset tetap dan inventaris -/- (167.098) (167.098)

16. Aset non produktif -

a. Properti terbengkalai - -

b. Agunan yang diambil alih 215.806 215.806

c. Rekening tunda - -

d. Aset antarkantor - -

17. Aset lainnya 198.495 198.495

TOTAL ASET 20.742.643 20.742.643

LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS

1. Giro 5.996.104 5.996.104

2. Tabungan 1.371.538 1.371.538

3. Deposito 8.644.550 8.644.550

4. Uang Elektronik 1.080 1.080

5. Liabilitas kepada Bank Indonesia - -

(15)

Permodalan - Rekonsiliasi Permodalan

Tanggal Laporan : 31 Desember 2021

(dalam jutaan rupiah) NobuCall : 1-500-278

[email protected]

@nobubank | Nobu Bank

No Pos-pos Neraca Publikasi

Neraca Konsolidasi dengan cakupan konsolidasi berdasarkan ketentuan kehati-

hatian

6. Liabilitas kepada bank lain 944.350 944.350

7. Liabilitas spot dan derivatif/forward 3.649 3.649

8. Liabilitas atas surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo) 1.721.972 1.721.972

9. Liabilitas akseptasi 592 592

10. Surat berharga yang diterbitkan - -

11. Pinjaman/Pembiayaan yang diterima - -

12. Setoran jaminan 89 89

13. Liabilitas antarkantor - -

14. Liabilitas lainnya 294.036 294.036

15. Kepentingan minoritas (minority interest) - -

TOTAL LIABILITAS 18.977.960 18.977.960

EKUITAS 16. Modal disetor

a. Modal dasar 795.000 795.000

b. Modal yang belum disetor -/- (351.209) (351.209)

c. Saham yang dibeli kembali (treasury stock) -/- - -

17. Tambahan modal disetor

a. Agio 851.134 851.134

b. Disagio -/- - -

c. Dana setoran modal 193.167 193.167

d. Lainnya - -

18. Penghasilan komprehensif lain

a. Keuntungan - -

b. Kerugian -/- (28.930) (28.930)

19. Cadangan

a. Cadangan umum 12.000 12.000

b. Cadangan tujuan - -

20. Laba/rugi

a. Tahun-tahun lalu 229.335 229.335

b. Tahun berjalan 64.186 64.186

c. Dividen yang dibayarkan -/- - -

TOTAL EKUITAS YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA PEMILIK - -

TOTAL EKUITAS 1.764.683 1.764.683

TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 20.742.643 20.742.643

(16)

Fitur Utama Permodalan Bank

Tanggal Laporan : 31 Desember 2021

NobuCall : 1-500-278

[email protected]

@nobubank | Nobu Bank

No Indonesia Informasi

Kuantitatif/Kualitatif Pedoman Pengisian

1 Penerbit N/A Diisi dengan penerbit dari instrumen.

2 Nomor identifikasi N/A Diisi dengan nomor unik identifikasi atas penerbitan instrumen tersebut

(misalnya no. yang tercatat di bursa,ISIN, dll)

3 Hukum yang digunakan N/A Diisi dengan hukum yang digunakan, misalnya: hukum Indonesia

3a Sarana yang memungkinkan kewajiban pelaksanaan pada Bagian 13 dari Lembar Istilah TLAC tercapai (untuk instrumen TLAC sah lainnya yang diatur oleh hukum asing)

N/A Ketentuan OJK tidak mengadopsi TLAC.

Perlakuan Instrumen berdasarkan ketentuan KPMM N/A

4 Pada saat masa transisi N/A Ketentuan OJK mengenai KPMM tidak mengadopsi masa transisi

5 setelah masa transisi N/A Diisi dengan pilihan: CET 1, AT 1, Tier 2, atau Tidak Eligible

6 Apakah instrumen eligible untuk Individu/Konsolidasi atau Konsolidasi dan Individu

N/A Diisi dengan pilihan: Individu; Konsolidasi; atau Konsolidasi dan Individu

7 Jenis Instrumen N/A Diisi dengan jenis instrumen dengan pilihan: Saham Biasa, Saham Preferen,

Surat berharga subordinasi, Pinjaman Subordinasi, Surat berharga, atau pinjaman lainnya

8 Jumlah yang diakui dalam perhitungan KPMM N/A Diisi dalam Jutaan Rupiah

9 Nilai par dari instrumen N/A Diisi dalam Jutaan Rupiah

10 Klasifikasi sesuai standar akuntansi keuangan N/A Diisi dengan pilihan: Ekuitas; Liabilitas –Biaya perolehan amortisasi; Liabilitas – Opsi Nilai Wajar; Non-Pengendali

11 Tanggal penerbitan N/A Diisi: dd/mm/yyyy

12 Tidak ada jatuh tempo (perpetual) atau dengan jatuh tempo N/A Diisi dengan pilihan: Perpetual atau Dengan Jatuh Tempo

13 Tanggal jatuh tempo N/A Untuk instrumen dengan jatuh tempo, diisi tanggal jatuh tempo: dd/mm/yyyy.

Untuk instrumen perpetual diisi: Tidak ada tanggal jatuh tempo

14 Eksekusi call option atas persetujuan Otoritas Jasa Keuangan N/A Diisi dengan pilihan: Ya; Tidak 15 Tanggal call option, jumlah penarikan dan persyaratan call option

lainnya (bila ada)

N/A Diisi dengan tanggal call option (dd/mm/yyyy), persyaratan Call Option lainnya dan jumlah penarikan (dalam jutaan rupiah)

16 Subsequent call option N/A Diisi bila ada fitur jumlah subsequent call option (berapa kali Call Option dapat

dilakukan).

(17)

Fitur Utama Permodalan Bank

Tanggal Laporan : 31 Desember 2021

NobuCall : 1-500-278

[email protected]

@nobubank | Nobu Bank

No Indonesia Informasi

Kuantitatif/Kualitatif Pedoman Pengisian

Kupon / dividen N/A

17 Dividen/ kupon dengan bunga tetap atau floating N/A Diisi dengan pilihan:

- Fixed: bila kupon atau dividen adalah fixed selama jangka waktu instrumen;

- Floating: bila kupon atau dividen adalah floating selama jangka waktu instrumen;

- Fixed to floating: bila kupon/dividen saat ini adalah fixed, namun bisa berubah menjadi floating di masa mendatang; atau

- Floating to fixed: bila kupon/dividen saat ini adalah floating, namun bisa berubah menjadi fixed di masa mendatang

18 Tingkat dari coupon rate atau index lain yang menjadi acuan N/A Diisi dengan tingkat dari kupon atau index yang menjadi acuan dari tingkat kupon atau dividen.

19 Ada atau tidaknya dividend stopper N/A Diisi dengan pilihan: Ya atau Tidak

20 Fully discretionary; partial atau mandatory N/A Apakah Bank memiliki hak penuh atau partial untuk membatalkan kupon atau dividen, atau tidak dapat membatalkan kupon/dividen.

Diisi dengan pilihan: Fully discretionary, Partially Discretionary, atau Mandatory 21 Apakah terdapat fitur step up atau insentif lain N/A Diisi dengan pilihan: Ya atau Tidak

22 Non-kumulatif atau kumulatif N/A Diisi dengan pilihan: Non-kumulatif atau kumulatif

23 Dapat dikonversi atau tidak dapat dikonversi N/A Diisi dengan pilihan: dapat dikonversi atau tidak dapat dikonversi

24 Jika dapat dikonversi, sebutkan trigger point-nya N/A Diisi dengan kondisi (trigger point) kapan instrumen dikonversi, termasuk point of non- viability.

25 Jika dapat dikonversi, apakah seluruh atau sebagian N/A Diisi dengan penjelasan untuk setiap trigger point apakah instrumen akan: (i) pasti dikonversi secara penuh; (ii) kemungkinan dikonversi secara penuh atau sebagian; atau (iii) pasti dikonversi sebagian.

26 Jika dapat dikonversi, bagaimana rate konversinya N/A Diisi dengan penjelasan rate konversi atas instrumen.

27 Jika dapat dikonversi; apakah mandatory atau optional N/A Diisi dengan pilihan: Mandatory, Optional, atau N/A 28 Jika dapat dikonversi, sebutkan jenis instrumen konversinya N/A Diisi dengan pilihan: CET 1, AT 1, Tier 2, atau N/A 29 Jika dapat dikonversi, sebutkan issuer of instrument it converts

into

N/A Diisi dengan penjelasan issuer of instrument it converts into

30 Fitur write-down N/A Diisi dengan pilihan: Ya atau Tidak

31 Jika terjadi write-down, sebutkan trigger-nya N/A Diisi dengan penjelasan kondisi atau trigger point fitur write-down, termasuk point of non- viability.

32 Jika terjadi write-down, apakah penuh atau sebagian N/A Untuk setiap trigger point untuk fitur write down, jelaskan apakah instrumen akan di write down: (i) akan selalu di write down penuh; (ii) kemungkinan di write down sebagian; (iii) akan selalu di write down sebagian.

33 Jika terjadi write down; permanen atau temporer N/A Diisi dengan pilihan: Permanen atau Temporer 34 Jika terjadi write down temporer, jelaskan mekanisme write-up N/A Diisi dengan penjelasan mekanisme write-up.

34a Tipe subordinasi N/A Diisi dengan tipe subordinasi

35 Hierarki instrumen pada saat likuidasi N/A Diisi dengan penjelasan hirarki instrumen pada saat likuidasi.

36 Apakah terdapat fitur yang non-compliant N/A Diisi dengan pilihan: Ya atau Tidak

37 Jika Ya, jelaskan fitur yang non-compliant N/A Diisi dengan penjelasan fitur yang non-compliant.

(18)

Laporan Pengungkapan Kualitatif mengenai Struktur Permodalan dan Kecukupan Permodalan

Tanggal Laporan : 31 Desember 2021

(dalam jutaan rupiah) NobuCall : 1-500-278

[email protected]

@nobubank | Nobu Bank

Pengungkapan Permodalan

a. Struktur Permodalan PT Bank Nationalnobu Tbk per 31 Desember 2021 terdiri atas modal inti sebesar Rp 1.415,72 miliar dan modal pelengkap sebesar Rp 73,43 miliar

b. Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) per 31 Desember 2021 berada di atas batas minimum yang ditetapkan regulator yaitu sebesar 22,02% dengan ATMR Risiko Kredit sebesar Rp 5.863,01 miliar, ATMR Risiko Pasar sebesar Rp 2,66 miliar dan ATMR Risiko Operasional sebesar Rp 897,76 miliar. Secara umum rasio kecukupan modal Bank sangat memadai untuk mengcover setiap potensi terjadinya risiko.

Pengungkapan Kualitatif Struktur Permodalan Bank Umum

KOMPONEN MODAL 31-Dec-21 31-Dec-20

I Modal Inti (Tier 1) 1.628.300 1.415.724

1 CET 1 1.628.300 1.415.724

1.1 Modal Disetor (setelah dikurangi Treasury Stock) 443.791 443.791

1.2 Cadangan Tambahan Modal 1.269.245 1.018.414

Faktor 1.2.1 Penamb

ah

1.349.822 1.092.342

1.2.1.1 Pendapatan komprehensif lainnya - -

1.2.1.1.1 Selisih lebih penjabaran laporan keuangan - -

1.2.1.1.2 Potensi keuntungan dari peningkatan nilai wajar aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui

penghasilan komprehensif lain - -

1.2.1.1.3 Saldo surplus revaluasi aset tetap - -

1.2.1.2 Cadangan tambahan modal lainnya (other disclosed reserves) 1.349.822 1.092.342

1.2.1.2.1 Agio 851.134 851.134

1.2.1.2.2 Cadangan umum 12.000 8.500

1.2.1.2.3 Laba tahun-tahun lalu 229.335 179.101

1.2.1.2.4 Laba tahun berjalan 64.186 53.607

1.2.1.2.5 Dana setoran modal 193.167 -

1.2.1.2.6 Lainnya - -

1.2.2 Faktor Pengurang (80.577) (73.928)

1.2.2.1 Pendapatan komprehensif lainnya (4.418) (1.440)

1.2.2.1.1 Selisih kurang penjabaran laporan keuangan - -

1.2.2.1.2 Potensi kerugian dari penurunan nilai wajar aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui

penghasilan komprehensif lain (4.418) (1.440)

1.2.2.2 Cadangan tambahan modal lainnya (other disclosed reserves) (76.159) (72.488)

1.2.2.2.1 Disagio - -

1.2.2.2.2 Rugi tahun-tahun lalu - -

1.2.2.2.3 Rugi tahun berjalan - -

(19)

Laporan Pengungkapan Kualitatif mengenai Struktur Permodalan dan Kecukupan Permodalan

Tanggal Laporan : 31 Desember 2021

(dalam jutaan rupiah) NobuCall : 1-500-278

[email protected]

@nobubank | Nobu Bank

Pengungkapan Permodalan

a. Struktur Permodalan PT Bank Nationalnobu Tbk per 31 Desember 2021 terdiri atas modal inti sebesar Rp 1.415,72 miliar dan modal pelengkap sebesar Rp 73,43 miliar

b. Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) per 31 Desember 2021 berada di atas batas minimum yang ditetapkan regulator yaitu sebesar 22,02% dengan ATMR Risiko Kredit sebesar Rp 5.863,01 miliar, ATMR Risiko Pasar sebesar Rp 2,66 miliar dan ATMR Risiko Operasional sebesar Rp 897,76 miliar. Secara umum rasio kecukupan modal Bank sangat memadai untuk mengcover setiap potensi terjadinya risiko.

Pengungkapan Kualitatif Struktur Permodalan Bank Umum

KOMPONEN MODAL 31 Des 2020 31 Des 2019

1.2.2.2.4 Selisih kurang antara Penyisihan Penilaian Kualitas Aset (PPKA) dan Cadangan Kerugian Penurunan

Nilai (CKPN) atas aset produktif (68.050) (63.420)

1.2.2.2.5 Selisih kurang jumlah penyesuaian nilai wajar dari instrumen keuangan dalam Trading Book - -

1.2.2.2.6 PPKA non-produktif (8.109) (9.067)

1.2.2.2.7 Lainnya - -

1.3 Kepentingan Non-Pengendali yang dapat diperhitungkan - -

1.4 Faktor Pengurang Modal Inti Utama (84.736) (46.481)

1.4.1 Pajak tangguhan - -

1.4.2 Goodwill - -

1.4.3 Aset tidak berwujud (84.736) (46.481)

1.4.4 Penyertaan yang diperhitungkan sebagai faktor pengurang - -

1.4.5 Kekurangan modal pada perusahaan anak asuransi - -

1.4.6 Eksposur sekuritisasi - -

1.4.7 Faktor pengurang modal inti utama lainnya - -

1.4.7.1 Penempatan dana pada instrumen AT 1 dan/atau Tier 2 pada bank lain - -

1.4.7.2 Kepemilikan silang pada entitas lain yang diperoleh berdasarkan peralihan karena hukum, hibah, atau hibah wasiat - - 1.4.7.3 Eksposur yang menimbulkan Risiko Kredit akibat kegagalan settlement (settlement risk) - Non Delivery Versus

Payment - -

1.4.7.4 Eksposur di Perusahaan Anak yang melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah (apabila ada) - -

2 Modal Inti Tambahan/Additional Tier 1 (AT 1) - -

2.1 Instrumen yang memenuhi persyaratan AT 1 - -

2.2 Agio/Disagio - -

2.3 Faktor Pengurang Modal Inti Tambahan - -

2.3.1 Penempatan dana pada instrumen AT 1 dan/atau Tier 2 pada bank lain - -

2.3.2 Kepemilikan silang pada entitas lain yang diperoleh berdasarkan peralihan karena hukum, hibah, atau hibah wasiat - -

(20)

Laporan Pengungkapan Kualitatif mengenai Struktur Permodalan dan Kecukupan Permodalan

Tanggal Laporan : 31 Desember 2021

(dalam jutaan rupiah) NobuCall : 1-500-278

[email protected]

@nobubank | Nobu Bank

Pengungkapan Permodalan

a. Struktur Permodalan PT Bank Nationalnobu Tbk per 31 Desember 2021 terdiri atas modal inti sebesar Rp 1.415,72 miliar dan modal pelengkap sebesar Rp 73,43 miliar

b. Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) per 31 Desember 2021 berada di atas batas minimum yang ditetapkan regulator yaitu sebesar 22,02% dengan ATMR Risiko Kredit sebesar Rp 5.863,01 miliar, ATMR Risiko Pasar sebesar Rp 2,66 miliar dan ATMR Risiko Operasional sebesar Rp 897,76 miliar. Secara umum rasio kecukupan modal Bank sangat memadai untuk mengcover setiap potensi terjadinya risiko.

Pengungkapan Kualitatif Struktur Permodalan Bank Umum

KOMPONEN MODAL 31-Dec-21 31-Dec-20

II Modal Pelengkap (Tier 2) 90.897 73.430

1 Instrumen modal dalam bentuk saham atau lainnya yang memenuhi persyaratan Tier 2 - -

2 Agio/Disagio - -

3 Cadangan umum PPKA atas aset produktif yang wajib dihitung (paling tinggi 1,25% ATMR Risiko Kredit) 90.897 73.430

4 Faktor Pengurang Modal Pelengkap - -

4.1 Sinking Fund - -

4.2 Penempatan dana pada instrumen Tier 2 pada bank lain - -

4.3 Kepemilikan silang pada entitas lain yang diperoleh berdasarkan peralihan karena hukum, hibah, atau hibah wasiat - -

TOTAL MODAL 1.719.197 1.489.155

31-Dec-21 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-20

ASET TERTIMBANG MENURUT RISIKO R ASIO KPMM

ATMR RISIKO KREDIT 7.249.584 5.863.011 Rasio CET 1 (%) 19,81% 20,93%

ATMR RISIKO PASAR 3.502 2.667 Rasio Tier 1 (%) 19,81% 20,93%

ATMR RISIKO OPERASIONAL 967.347 897.763 Rasio Tier 2 (%) 1,11% 1,09%

TOTAL ATMR 8.220.433 6.763.441 Rasio KPMM (%) 20,91% 22,02%

RASIO KPMM SESUAI PROFIL RISIKO (%) 0 0 C ET 1 UNTUK BUFFER (%) 10,92% 12,03%

ALOKASI PEMENUHAN KPMM SESUAI PROFIL RISIKO

P B

ERSENTASE BUFFER YANG WAJIB DIPENUHI OLEH ANK (%)

Dari CET 1 (%) 8,88% 8,90% Capital Conservation Buffer (%) 0% 0%

Dari AT 1 (%) 0,00% 0,00% Countercyclical Buffer (%) 0% 0%

Dari Tier 2 (%) 1,11% 1,09% Capital Surcharge untuk Bank Sistemik (%) 0% 0%

(21)

Pengungkapan Pendekatan Manajemen Risiko Bank (T-OVA)

Tanggal Laporan : 31 Desember 2021

NobuCall : 1-500-278

[email protected]

@nobubank | Nobu Bank

Pengungkapan Kualitatif Umum

Penerapan Manajemen Risiko merupakan salah satu pillar penting dan senantiasa menjadi perhatian oleh pihak manajemen maupun regulator dalam upaya menjamin kelangsungan aktivitas bisnis Perseroan yang berkesinambungan dan stabil dalam jangka panjang dengan menerapkan tata kelola yang baik. Dalam hal ini regulator juga memiliki kepentingan untuk menjaga stabilitas sistem perbankan karena kegagalan suatu Bank dapat berdampak juga kepada gangguan kondisi perekonomian secara luas. Penerapan Manajemen Risiko wajib diterapkan oleh Perseroan sebagaimana telah diatur pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 18/POJK.03/2016 tanggal 16 Maret 2016 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum. Dalam pelaksanaannya, Perseroan telah menerapkan manajemen risiko untuk seluruh jenis risiko yang dihadapi oleh Perseroan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Regulator yang meliputi 8 (delapan) jenis risiko yaitu risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas, risiko operasional, risiko hukum, risiko stratejik, risiko kepatuhan, dan risiko reputasi.

Sebagai bagian dari tata kelola Perseroan, maka Penerapan Manajemen Risiko yang efektif dilaksanakan melalui prinsip-prinsip yang meliputi pengawasan aktif Dewan Komisaris dan Direksi, kecukupan kebijakan, prosedur dan penetapan limit manajemen risiko, kecukupan proses manajemen risiko yang meliputi identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko, serta penerapan sistem informasi manajemen risiko berikut sistem pengendalian intern yang menyeluruh.

Penerapan Manajemen Risiko berpedoman pada kerangka manajemen risiko yang dituangkan dalam Kebijakan Umum Manajemen Risiko sebagai landasan dasar dalam menetapkan strategi risiko, penerapan dari pengawasan aktif Dewan Komisaris dan Direksi, kerangka organisasi, prosedur dan metodologi penetapan limit, serta proses yang meliputi tahapan- tahapan dalam mengidentifikasi, mengukur, dan memantau risiko yang timbul sehingga seluruh kegiatan usaha dapat dikelola dengan baik sesuai dengan tingkatan risiko yang diperkenankan (risk appetite) guna mencapai tujuan perusahaan yaitu adanya pertumbuhan bisnis dan meningkatnya pendapatan Perseroan secara berkesinambungan dan bersifat jangka panjang. Selain itu, Perseroan juga senantiasa berupaya untuk meningkatkan kesadaran secara terus-menerus atas terciptanya budaya manajemen risiko yang melekat di setiap jenjang organisasi diantaranya melalui pendekatan 3 (three) line of defense serta pelaksanaan prinsip-prinsip kehati-hatian pada semua aktivitas bisnis Perseroan. Aktivitas manajemen risiko senantiasa mendapat perhatian dari Perseroan dalam upaya mengimbangi semakin kompleks dan beragamnya produk maupun tantangan-tantangan bisnis yang dihadapi Perseroan. Penerapan manajemen risiko yang konsisten dalam jangka panjang diharapkan akan berperan penting dalam meningkatkan daya saing serta memberikan nilai tambah bagi Perseroan.

Dewan Komisaris dan Direksi telah memastikan bahwa struktur organisasi telah dibuat secara memadai sesuai dengan kompleksitas, ukuran dan kebutuhan bisnis Perseroan. Kebijakan dan prosedur dibuat dengan memperhatikan tugas dan tanggung jawab masing-masing unit kerja berdasarkan analisa kebutuhan dan kompetensi sumber daya manusia yang telah memenuhi standar kuantitas dan kualitas yang ditetapkan, dalam upaya untuk mendukung Penerapan Manajemen Risiko yang baik. Perseroan juga telah membentuk komite eksekutif dalam lingkup kerja pengendalian dan pengawasan risiko melalui Komite Pemantau Risiko (KPR) di tingkat Dewan Komisaris dan Komite Manajemen Risiko (KMR) di tingkat Direksi, yang melakukan rapat secara berkala. Komite eksekutif lainnya yang terkait dengan pengendalian risiko secara specifik juga telah ditetapkan seperti Komite Asset dan Liabilities (ALCO), Komite Kredit, Komite Pengarah Teknologi Informasi dan Komite Produk Bank Baru (PBB).

Pengawasan Aktif Dewan Komisaris dan Direksi

Salah satu pilar manajemen risiko adalah adanya komitmen yang kuat dari manajemen puncak dalam mendukung terlaksananya proses manajemen risiko yang efektif. Dewan komisaris dan Direksi telah memahami risiko yang dihadapi oleh Perseroan untuk kemudian memberikan arahan yang jelas dalam upaya mengurangi dampak risiko tersebut serta melakukan pengawasan secara aktif dan menumbuhkan budaya manajemen risiko. Di samping itu, Dewan Komisaris dan Direksi juga sangat berperan dalam memastikan tersedianya struktur organisasi, penetapan tugas dan tanggung jawab dari masing-masing pihak yang mengelola risiko serta memastikan tersedianya kuantitas sumber daya manusia yang dapat mendukung terciptanya proses manajemen risiko yang efektif sesuai dengan ukuran, tingkat kompleksitas bisnis dan profil risiko yang dihadapi oleh Perseroan.

Kecukupan Kebijakan, Prosedur, dan Penetapan Limit

Perseroan senantiasa berupaya memastikan ketersediaan adanya kecukupan kebijakan, prosedur, dan penetapan limit internal yang merupakan salah satu langkah Perseroan dalam menerapkan manajemen risiko. Pembuatan kebijakan baru dilakukan dengan menyesuaikan strategi bisnis bank sesuai kondisi tren bisnis yang terkini dan masa datang, serta mengacu pada peraturan yang berlaku dari regulator maupun pemerintah. Setiap kebijakan, prosedur dan penetapan limit internal dilakukan pengkajian terlebih dahulu sebelum diterbitkan serta dilakukan evaluasi/penyesuaian secara berkala terhadap perubahan atas aktivitas bisnis Perseroan dan ketentuan Regulator.

Perseroan secara terus menerus berupaya mengembangkan dan meningkatkan kerangka sistem pengelolaan risiko maupun struktur pengendalian internal yang terintegrasi dan komprehensif. Hal tersebut dilakukan, dalam rangka menyesuaikan pelaksanaan manajemen risiko sesuai dengan perkembangan tingkat usaha perbankan dan memastikan proses pemantauan telah dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga tercipta mekanisme yang efektif dalam mendeteksi adanya potensi risiko secara lebih dini, untuk selanjutnya dapat diambil langkah-langkah yang memadai untuk mengurangi dampak risiko yang berpotensi timbul. Kerangka manajemen risiko tercermin dalam bentuk toleransi risiko, kebijakan, prosedur, limit transaksi maupun kewenangan pejabat serta berbagai perangkat lainnya dalam ruang lingkup bisnis dan operasional Perseroan.

(22)

Pengungkapan Pendekatan Manajemen Risiko Bank (T-OVA)

Tanggal Laporan : 31 Desember 2021

NobuCall : 1-500-278

[email protected]

@nobubank | Nobu Bank

Pengungkapan Kualitatif Umum

Kecukupan Proses Manajemen Risiko dan Sistem Informasi Manajemen Risiko

Proses manajemen risiko telah diterapkan oleh Perseroan secara memadai seperti dilakukannya proses identifikasi risiko yang melekat pada seluruh produk dan aktivitas, pengukuran, pengendalian dan pemantauan terhadap produk dan aktivitas yang juga mencakup evaluasi terhadap eksposur risiko, toleransi risiko atau limit-limit maupun uji ketahanan dampak eksposur risiko pada kondisi terburuk (stress test) yang disajikan dalam laporan secara berkala. Proses pengendalian risiko diterapkan secara berkesinambungan dan disesuaikan dengan besarnya eksposur risiko yang dapat diterima oleh manajemen, risk appetite, dan risk tolerance Perseroan. Tingkat risk appetite, risk tolerance, dan limit per jenis risiko dikaji secara berkala disesuaikan dengan perkembangan bisnis yang terjadi dan disesuaikan dengan maksimum risiko yang masih dapat di toleransi dikaitkan dengan permodalan yang dimiliki oleh perseroan. Eksposur risiko yang timbul beserta batasan limit risiko senantiasa dipantau dan dilsampaikan kepada manajemen Perseroan. Sistem informasi merupakan bagian yang sangat penting dalam pelaksanaan keseluruhan proses manajemen risiko tersebut. Dalam hal sistem informasi manajemen risiko ini, Satuan Kerja Manajemen Risiko menyusun laporan ekspsour-eksposur risiko utama yang dihadapi oleh perseroan secara berkala seperti Laporan Profil Risiko dan Tingkat Kesehatan Bank, Laporan Manajemen Risiko secara keseluruhan, Laporan Manajemen Risiko per jenis risiko seperti Laporan Pemantauan Eksposur Risiko Pasar, Risiko Likuidtas, Risiko Operasional , Risiko Kredit, Laporan Pemantauan Risiko Counterparty dan lain sebagainya, yang disampaikan kepada Senior Manajemen, Direksi atau komite eksekutif seperti Komite Manajemen Risiko, Komite Aset dan Liabilitas dan Dewan Komisaris melalui Komite Pemantau Risiko. Laporan-laporan tersebut berguna bagi Manajemen Perseroan dan fungsi-fungsi pengawas lainnya dalam menilai dan memantau risiko yang dihadapi Perseroan sehingga dapat menunjang proses pengambilan keputusan dalam rangka strategi manajemen risiko dan mitigasinya.

Penilaian Profil Risiko dan Tingkat Kesehatan Bank, dilakukan dengan memperhatikan praktek-praktek dan metodologi yang telah diterima dengan baik di industri perbankan maupun yang telah ditetapkan oleh Regulator serta memperhatikan prinsip-prinsip umum aspek-aspek penilaian Tingkat Kesehatan Bank, yaitu berorientasi risiko, proporsionalitas, materialitas dan signifikansi, serta komprehensif dan terstruktur. Adapun pendekatan dalam penilaian dan evaluasi profil risiko dilakukan dengan memperhatikan faktor seberapa besar risiko yang melekat yang dikenal sebagai Risiko Inheren dan seberapa kuat Kualitas Penerapan Manajemen Risiko. Kombinasi dari kedua faktor tersebut menghasilkan peringkat risiko bersih yang berguna bagi Perseroan dalam penerapan strategi pengendalian risiko, khususnya upaya Perseroan dalam meminimalisasi risiko dan mencegah risiko terjadi kembali di masa yang akan datang. Parameter yang digunakan dalam menghitung Profil Risiko dan Tingkat Kesehatan Bank senantiasa dikaji ulang secara periodik untuk disesuaikan dengan perkembangan tingkat usaha Perseroan maupun faktor-faktor eksternal lainya yang dianggap berdampak besar pada meningkatnya eksposur risiko yang dihadapi oleh Perseroan. Berdasarkan penilaian self- assessment Profil Risiko Perseroan tahun 2021 secara komposit berada pada peringkat 2 (dua), dengan Risiko Inheren bernilai Low to Moderate dan Kualitas Penerapan Manajemen Risiko bernilai Satisfactory.

Sistem Pengendalian Intern

Sistem pengendalian intern yang efektif memiliki tujuan untuk membantu manajemen dan pemilik perusahaan dalam upaya menjaga dan mengamankan aset Perseroan, menjamin tersedianya pelaporan keuangan dan manajerial yang dapat dipercaya, meningkatkan kepatuhan Perseroan terhadap ketentuan dan peraturan perundang-undangan, serta mengurangi risiko terjadinya kerugian dan meningkatkan efektivitas organisasi dan efisiensi biaya.

Sistem pengendalian intern pada Perseroan akan terlaksana dengan baik tidak lepas dari tanggung jawab seluruh karyawan Perseroan yang ikut berperan aktif untuk menerapkan manajemen risiko. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, Perseroan telah memiliki unit kerja independen Satuan Kerja Internal Audit yang secara independen melakukan review dan pemeriksaan maupun evaluasi terhadap aktivitas operasional dan bisnis serta implementasi risiko secara keseluruhan dan memastikan pemilik risiko, Satuan Kerja Manajemen Risiko, dan Satuan Kerja Kepatuhan telah berjalan sesuai dengan tata kelola dan ketentuan yang berlaku.

Sistem pengendalian intern dibangun dengan dasar terciptanya four eyes principle untuk memastikan adanya pemisahan fungsi dalam setiap kegiatan operasional Perseroan untuk menghindari pemberian wewenang dan tanggung jawab yang dapat menimbulkan adanya benturan kepentingan. Perseroan juga senantiasa memantau dan mengevaluasi efektifitas dan kapasitas kecukupan Sistem Pengendalian Intern secara berkala sejalan dengan perubahan kondisi intern dan ekstern yang dapat mempengaruhi perseroan dalam upaya mencapai target finansial.

Referensi

Dokumen terkait

(ex aquo et bono).. Salinan putusan ini tidak bisa dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Sekretaris Persidangan DKPP RI, Jl..

dimunculkan oleh individu didasari oleh adanya intensi perilaku korupsi/anti- korupsi yang didalamnya terjadi sinergi tiga faktor kognisi, afeksi dan

Adalah diharapkan perhimpunan ini bukan sahaja memberi peluang kepada kita semua untuk mengambil tempat dalam perjuangan tetapi dapat memperteguhkan lagi kedudukan UMNO

[r]

Penelitian ini bertujuan membuat mesin pencetak briket sistem hidrolik dan kompor briket; mendapatkan briket yang memenuhi SNI; dan mengkarakterisasi hasil briket

Kongres-kongres PBB sering menyatakan dan mensinyalir bahwa sistim hukum pidana yang ada selama ini di beberapa negara, yang sering berasal (diimpor) dari hukum asing

Berdasarkan hasil dari penelitian ini mengenai Gaya Kepemimpinan Direktif yang diteliti dengan 4 item yaitu Pimpinan selalu memberikan penjelasan tugas yang akan