• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERENCANAAN PROGRAM PENDIDIKAN DI ERA MERDEKA BELAJAR DI SD NEGERI I BANTUL MELALUI KOLABORASI SEKOLAH ORANGTUA DAN MASYARAKAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PERENCANAAN PROGRAM PENDIDIKAN DI ERA MERDEKA BELAJAR DI SD NEGERI I BANTUL MELALUI KOLABORASI SEKOLAH ORANGTUA DAN MASYARAKAT"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

ISBN: 978-602-53231-6-4 Prodi Manajemen Pendidikan Pascadik Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa 1257

PERENCANAAN PROGRAM PENDIDIKAN DI ERA MERDEKA BELAJAR DI SD NEGERI I BANTUL MELALUI KOLABORASI SEKOLAH ORANGTUA DAN MASYARAKAT

Iin Junarsih

Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Bantul

Abstrak : Perencanaan Program Pendidikan di Era Merdeka Belajar di SD I Bantul, Kabupaten Bantul Tahun Pelajaran 2021/ 2022, Perencanaan program pendidikan di era merdeka belajar di SD I Bantul sangat penting dipersiapkan, Kepala Sekolah SD I Bantul, selaku manajer menyambut dengan antusias tentang konsep merdeka belajar. Para guru dan pemerhati pendidikan di SD I Bantul berharap agar konsep merdeka belajar yang akan diterapkan oleh pihak sekolah membawa perubahan positif terhadap perkembangan mutu pendidikan di sekolah, karena hal tersebut akan membantu memberikan bekal kepada siswa dengan bentuk ketrampilan yang sangat diperlukan pada abad ke 21 ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis perencanaan program pendidikan di era Merdeka belajar di SD I Bantul dalam mempersiapkan tahun pembelajaran 2021/ 2022, Jenis Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian lapangan (field research). Dalam penelitian ini yang menjadi data primer yaitu, Kepala Sekolah, Guru dan Peserta Didik di SD I Bantul.

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah program Kepala Sekolah SD I Bantul dan dokumen-dokumen, RKT, RKjm, kurikulum yang berkaitan dengan masalah penelitian. Metode yang digunakan oleh peneliti untuk menguji keabsahan data adalah teknik tringulasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa, Perencanaan dalam program merdeka belajar di SD I Bantul dengan cara mengadakan musyawarah dengan berbagai unsur terkait. Perencanaan program pendidikan satu tahun kedepan yang tertuang dalam RKT yang memuat visi, misi, tujuan, strategi pencapaian program pendidikan di era merdeka belajar, dimana visi dan misi sekolah mewujudkan gambaran cita cita dan cara pencapaian sekolah dalam menghadapai program merdeka belajar. Mensukseskan Assesmen National dan membentuk siswa menjadi manusia yang berprofil pelajar pancasila . Perencanaan program pendidikan di era merdeka belajar ini butuh kolaborasi antara sekolah, orang tua siswa dan masyarakat sehingga tercita hubungan yang sinergis agar bisa merencanaka proram di era merdeka belajar ini.

Kunci : Perencanaan Program, Era Merdeka Belajar, Pendidikan

Abstract : Planning for Educational Programs in the Independent Era Studying at SD I Bantul, Bantul Regency Academic Year 2021/2022 . Teachers and education observers at SD I Bantul hope that the concept of independent learning that will be applied by the school will bring positive changes to the development of the quality of education in schools, because it will help provide students with skills that are indispensable in the 21st century. The purpose of this study is to describe and analyze the planning of educational programs in the era of Merdeka learning at SD I Bantul in preparing for the 2021/2022 school year. This type of research uses a qualitative method. This research is included in the field research category. the primary data, namely, Principals, Teachers and Students at

(2)

ISBN: 978-602-53231-6-4 Prodi Manajemen Pendidikan Pascadik Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa 1258 SD I Bantul. The source of data used in this research is the Principal's program of SD I Bantul and documents, RKT, RKJM, curriculum related to research problems. The method used by researchers to test the validity of the data is the tringulation technique. The results of the study show that planning in the independent learning program at SD I Bantul is carried out by holding deliberations with various related elements. The planning of the education program for the next one year is contained in the RKT which contains the vision, mission, goals, strategies for achieving educational programs in the era of independent learning in which the vision and mission of the school realizes the picture of ideals and ways of achieving school in facing the independent learning program. The success of AN and forming students into human beings with the profile of Pancasila students. Planning for educational programs in this era of independent learning requires collaboration between schools, parents and the community so that a synergistic relationship is created so that they can plan programs in this free era of learning

Key : Program Planning, Free Learning Era, Education

Pendahuluan

Merdeka belajar adalah merupakan satuan unit pendidikan dimana sekolah, guru- guru dan murid memiiki kebebasan dalam berinovasi, kebebasan untuk belajar secara mandiri dan kreatif (Kemendikbud, 2019). Konsep yang diterapkan oleh Kemendikbud yakni pertama memberikan peluang kepada guru untuk berinovasi dalam pembelajaran.

Kedua, dengan memberikan kebijakan untuk gerakan reformasi di sekolah masing-masing, sehingga pergerakan reformasi tidak hanya dipemerintahan maupun dikurikulum saja.

Kemendikbud dan Dinas Pendidikan membantu sekolah untuk membuka ruang dalam berinovasi.

Konsep merdeka belajar yang dirancang oleh menteri pendidikan didorong atas dasar keinginannya menciptakan suasana belajar yang bahagia tanpa dibebani pencapaian nilai atau skor tertentu. Hasilnya diharapkan menjadi masukan bagi lembaga kependidikan.

Prinsip-Prinsip Merdeka Belajar Menurut (Izza, 2020): Tenaga kependidikan perlu mengaplikasikan kebijakan merdeka belajar kedalam strategi dan model-model pendekatan dalam memberikan pembelajaran. Tenaga kependidikan yang berkualifikasi dalam memberikan pemahaman teori dituntut menyesuaikan kurikulum materi dengan kondisi peserta didik.

Dalam hal ini konsep merdeka belajar adalah kemerdekaan berfikir, sasaran utama merdeka berpikir adalah guru. Dalam artian merdeka belajar memberikan rasa bahagia dalam pembelajaran antara guru dan siswa dimana guru tidak tertekan dengan banyaknya materi harus terselesaikan dan berharap siswa di kemudian hari mendapatkan nilai ujian yang baik dengan dibuktikan dengan lulus ujian nasional, sedangkan siswa harus menjadi subjek dan objek belajar tertekan karena materi yang semuanya harus dilalap tanpa memperdulikan bahwa siswa juga manusia yang butuh hiburan dan situasi rileks, dan siswa tidak perlu was-was memikirkan nilai ujian, begitu juga orang tua tidak perlu khawatir memikirkan nilai anak-anak mereka adalah sang juara di keahlian mereka masing- masing sebagai anugerah yang diberikan tuhan (Kholis, 2020: 993).

Kemendikbud 2019 menyiapkan strategi yang tidak akan keluar dari esensi pendidikan, yakni kualitas guru. Guru tidak akan mungkin bisa digantikan teknologi.

"Teknologi adalah alat bantu guru meningkatkan potensi mereka dan guru-guru penggerak terbaik serta memastikan mereka bisa menjadi pemimpin-pemimpin pembelajaran dalam sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Konsep pelatihan guru akan berubah dari model

(3)

ISBN: 978-602-53231-6-4 Prodi Manajemen Pendidikan Pascadik Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa 1259 seminar atau lokakarya menjadi pelatihan yang lebih praktis. Kurikulum yang mudah dipahami dan lebih fleksibel juga menjadi salah satu hal yang diperlukan untuk mendukung implementasi Merdeka Belajar. Kurikulum yang dapat mendorong para guru agar dapat memilih materi atau metode pembelajaran dengan kualitas tinggi, tetapi sesuai tingkat kompetensi, minat, dan bakat masing- masing siswa.

Dalam (Kemendikbud, 2019: 1-5) Episode merdeka belajar 1 ada 4 pokok kebijakan baru Kemendikbud terkait dengan merdeka belajar. Penghapusan USBN, Ujian Nasional (UN) akan digantikan oleh Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter.

Asesmen ini menekankan pada kemampuan penalaran dan literasi. Hasilnya diharapkan menjadi masukan bagi lembaga kependidikan untuk memperbaiki cara dan proses pembelajaran selanjutnya. Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, dalam pembuatan RPP cukup satu halaman saja sehingga waktu yang tersisa difokuskan pada kegiatan belajar dan peningkatan kompetensi. Dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) menggunakan jalur dan sistem zonasi. Pemerintah daerah diberi kebebasan untuk menentukan daerah zonasi masing- masing.

Dengan adanya kebijakan tersebut diatas maka program perencanaan pendidikan diera merdeka belajar ini, menimbulkan greget pada Kepala Sekolah SD I Bantul untuk segera mensikapi dan mengambil langkah-langkah, dengan tujuan agar bisa menghadapi kebijakan kebijakan tersebut dengan pasti dengan langkah kolaborasi besama-sama sekolah, orangtua dan masyarakat, kepala sekolah mengadakan musyawarah secara daring bersama. SD I Bantul untuk memperlancar dan menciptakan suasana belajar yang student well being serta mewujudkan pembelajaran yang mencerminkan profil pelajar pancasila melakukan usaha bersama dengan berkolaborasi sekolah, orang tua dan masyarakat menyusun perencanan program pendidikan di era merdeka belajar. Dimana musyawarah pleno ini dihadiri oleh Pengawas, dewan guru, karyawan-karyawati, orangtua siswa, masyarakat dan stokeholder lainya, walaupun hanya melalui virtual namun pihak-pihak yang diundang hadir tepat waktu, langkah virtual yang diambil telah mencapai kesepakatan untuk merencanakan prrogram program sekolah di SD I Bantul, bersama.Setelah diambil kesepakatan dalam rapat pleno tersebut maka Kepala Sekolah selaku manajer mengambil langkah langkah tepat yaitu pihak sekolah mengadakan musyawarah interen untuk memperlacar program program yang telah sepakati bersama.

Musyawarah diadakan dengan melalui virtual karena masih dimasa Pandemi Covid sehingga kepala sekolah mengambil kebijakan musyawarah secara daring, dalam musyawarah tersebut menindak lanjuti apa yang menjadi rencana dari hasil rapat pleno dengan didampingi pengawas pembina maka dibentuklah Tim yang masing-masing tim mempunyai tugas sendiri-sendiri. Diantaranya Tim pengembang Kurikulum mempunyai tugas untuk menyusun Kurikulum di SD I Bantul dan contoh lain adalah Tim AN yaitu Asesment Nasional bertugas dan bertanggung jawab terlaksananya kelancaran AKM di SD I Bantul. Tim tim tersebut tidak terlepas dari pembinaan pengawas dan Kepala Sekolah SD I Bantul dengan di Dampingi oleh dewan sekolah.

Metode Penelitian

Metode penelitian deskriptif dilakukan dengan membuat gambaran keadaan suatu subjek atau objek dengan rinci. Deskripsi difokuskan pada masalah yang akan dibahas.

Kemampuan mendeskripsikan sesuatu sangat berperan penting untuk membuat data semakin akurat menurut https ://mamikos. com/info/karya-tulis-ilmiah-cara-penulisan-

(4)

ISBN: 978-602-53231-6-4 Prodi Manajemen Pendidikan Pascadik Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa 1260 struktur-danmetode penelitian. Dengan demikian penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitataif yakni suatu penelitian yang berusaha mendeskripsikan fenomena sesuai kondisi yang apa adanya melalui metode pengamatan dan teknik penelitian observasi, wawancara terbuka langsung pada narasumber dan sumber-sumber lain yang mendukung. Objek lokasi penelitian ini di SD I Bantul.

Prosedur Pelaksanaan penelitian dilaksanakan di SD I Bantul dimana pelaksanaannya dilakukan dimasa pademi Covid-19 dan masa PPKM sehingga pelaksanaanya melalui daring dan sesekali dilaksanakan dengan tatap muka dengan jadwal yang telah ditentukan serta protokol kesehatan yang ketat untuk memperoleh data yang valid. Wawancara dilakukan dengan kepala sekolah, guru serta orangtua siswa dan masyarakat mengunakan instrumen yang telah dibuat oleh peneliti, Informasi atau data yang diperoleh dari hasil dan wawancara dicocokan dengan data yang ada sehingga diperoleh data yang valid, dan kesehatan terjaga, data yang diperoleh dari hasil wawancara,

(5)

ISBN: 978-602-53231-6-4 Prodi Manajemen Pendidikan Pascadik Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa 1261 1. Jumlah pendidik dan tenaga kependidikan menurut masa kerja (tahun)

No Jabatan <5 5-10 10-15 15-20 20-25 >25 Jml

1 Kepala Sekolah 1 1

2 Guru Kelas 11 1 11 1 0 1 30

3 Guru Mulok 1 1

3 Guru PAI 3 3

4 Guru Penjasorkes 1 1 1 3

5 Tenaga Administrasi ( TU )

1 1

6 Tenaga Perpustakaan 1 1 2

7 Penjaga SD 1 1

8 Tenaga Kebersihan 1 1 2

9 Satpam 2 2

10 Penjaga Malam 1 1

11 TI

Jumlah 17 2 12 5 2 3 41

Jumlah dari pendidik dan tenaga pendidik sejumlah 41 merupakan pendukung terlaksananya perencanaan program pendidikan era merdeka belajar di SD I Bantul dengan melalui Kolaborasi sekolah, orangtua dan masyarakat sehingga diperoleh hasil yang diharapkan.

2. Data Komite Sekolah (PERIODE 05 September 2020 – 5 September 2023)

NO D NAMA / NIP JABATAN KETUGASAN

1.

Prof. (HC) Drs. H.

Suparlan,S.H,M.Sc.HL,Med.

Kes.Med.

Ketua Tokoh Masyarakat

2 Ratna Dewinta Sekretaris Wali Murid

3. Arman Kristanto, SE, MM Bendahara Wali murid 3. Imam Nawawi Bidang Keagamaan Pakar Pendidikan

4. Andriyani Bidang Keagamaan Wali Murid

6. Titin Erliyanti, S.Pd Bidang Pendidikan Wali Murid 7. Meriyanti, S.Si Bidang Pendidikan Wali murid

8. Harjono Bidang Pendanaan Tokoh Masyarakat

9. Ika Widyaningsih, S.Pd Bidang Pendanaan Pakar Pendidikan

(6)

ISBN: 978-602-53231-6-4 Prodi Manajemen Pendidikan Pascadik Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa 1262 Dewan sekolah adalah mitra dari sekolah mendukung program program sekolah, sehingga sekolah tidak akan jalan tanpa adanya kerjasama dan kolaborasi dengan dewan sekolah atau wakil dari masyarakat.

3. Data Peserta Didik

Dengan data yang diperoleh jumlah siswa berarti jumlah orang tua siswa kurang lebih sejumlah siswa sehingga untuk berkolaborasi dalam menghadapi masa merdeka belajar sangat besar pengaruhnya.

Hasil Penelitian Dan Pembahasan

Adapun inti dari penelitian adalah meneliti perencanaan program pendidikan di era Merdeka Belajar dengan melalui kolaborasi dari hasil yang diperoleh dari hasil penelitian dari hasil wawancara dan hasil yang diperoleh dari pengumpulan data dan dokumen yang ada maka diperoleh hasil sebagai berikut . Dalam perencanaan program pendidikan merdeka belajar di SD I Bantul dengan melalui kolaborasi sekolah, orangtua, masyarakat, maka SD I Bantul siap siaga menghadapi program merdeka belajar adapun langkah langkah yang ditempuh oleh SD I Bantul adalah Rapat antara Kepala sekolah, pengawas sekolah, dewan sekolah dan perwakilan POT karena masih dimasa pandemi covid harus memperhatikan protokol kesehatan maka pelaksanaan dilaksanakan secara daring.

Demikian juga siswa karena masih situasi pandemi covid-19 maka pembelajaran dilaksanakan secara daring dalam Suciati pembelajaran daring (2020. Hal,59). Diperoleh hasil untuk mengadakan rapat pleno antara sekolah, orangtua, dan masyarakat dan stokeholder sesuai dengan Tri Pusat Pendidikan merupakan sarana yang tepat dalam membentuk merencanakan pendidikan anak, terutama anak sekolah dasar, lingkungan keluarga, sekolah, maupun ketika di masyarakat (Kurniawan, 2016). Dimana dari orang tua diambil perwakilan dari masing-masing kelas jadi tidak semua orangtua ikut dalam rapat tersebut karena jumlah siswa keseluruhan SD Bantul kurang lebih 674 siswa. Di SD I Bantul yang memiliki personil 32 tenaga Guru 19 dan 22 Karyawan, memiliki gedung yang memadahi serta sarana prasarana yang sangat baik tenaga pendidikan yang memiliki profesionalitas dan kompetensi yang tinggi sudah seharusnya ASPD kemarin Rinking dua di Korwil Kapanewon Bantul, Itu semua karena program programnya direncanakan secara matang dan berkolaborasi dengan orang tua, masyarakat dan dewan sekolah selaku mitra kerja SD I Bantul.

Jumlah Siswa Tahun Pelajaran 2021/ 2022

Kelas I Kelas II Kelas III Kelas IV Kelas V Kelas VI Jumlah Total L P Jml L P Jml L P Jml L P Jml L P Jml L P Jml L P Jml

54 63 117 61 53 114 59 64 123 62 50 112 55 44 99 62 4

7 109 353 321 674

(7)

ISBN: 978-602-53231-6-4 Prodi Manajemen Pendidikan Pascadik Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa 1263 Pelaksanaan rapat pleno SD I Bantul dilaksanakan dari semua pihak yang terkait.Rapat pleno adalah rapat yang diadakan oleh pengurus yang di ikuti oleh seluruh perangkat serta seluruh anggota organisasi yang bersangkutan. Tata cara rapat atau perencanaan rapat sendiri mungkin akan berbeda-berbeda, namun ada 3 poin yang harus diperhatikan dalam rapat:

1. Rencanakan waktu rapat sebaik mungkin, lebih baik dari jauh-jauh hari untuk menentukan waktu luang supaya semua anggota dapat menghadiri rapat yang akan digelar.

2. Susunan rapat hendaknya dibuat dengan cara menampung usulan-usulan anggota pengurus baik secara resmi atau tidak.

3. Usulan rapat yang telah dikumpulkan dari para anggota hendaknya ditinjau dan disahkan terlebih dahulu oleh ketua.

Setelah rapat pleno diperoleh kata mufakat tentang perencanaan program pendidikan diera merdeka belajar ini, langkah selanjutnya Kepala Sekolah berkoordinasi dengan mengadakan rapat intern bersama guru dan karyawan SD I Bantul, pelaksanaan rapat intern diadakan dengan daring pula untuk menjaga kesehatan, untuk menfokuskan tugas dan tanggung jawap kepala sekolah menbagi menjadi Tim masing masing adapun tim yang dibentuk ada 8 tim yaitu tim berdasarkan delapan standar SNP, dengan maksud agar memudahkan tim menyesuaikan tugasnya sesuai dengan standar standar nasional yang telah dientukan oleh pemerintah yaitu standar isi, standar proses, standar kelulusan, standar penilaian, standar pembiayaan, standar tendik, standar sarpras, standar pengelolaan. Dari masing masing tim tentu harus mempelajarai tugas dan tanggung jawab dengan mempelajarai dari masing masing Tim yang tentu ada ketua pelaksananya.

Setelah dibentuk Tim maka masing masing tim yang terdiri dari beberapa anggota mengadakan koordinasi untuk memdalami dan merencanakan tugas dan tanggungjawab sebagai contoh standar isi tugas tim tersebut memahami langkah awal apa yang harus dikerjakan menghadapi era merdeka belajar di tahun ajaran 2021/2022, dengan membentuk tim pengembang kurikulum, membuat kurikulum, memfinalisasi kurikulum, mengesahkan kurikulum, sedangkan tugas dari tim standar proses bagaimana pelaksanaan proses pembelajaran bisa berjalan lancar menyenangkan , kreatif dan inovataif guru dalam pembelajaran bagaimana, bagaimana langkah pembelajaran daring dimasa pademi covid - 19, bagaimana menghadapi AN yang notabene merupakan hal yang baru program dari merdeka belajar

Asesmen Nasional yang sering disingkat AN Kemendikbud 2019 merupakan salah satu program merdeka belajar dari mentri pendidikan kita dimana AN ini terdii dari 3 hal yaitu AKM yaitu Assesment Kompetensi Minimal, Survei Karakter, Survei Lingkungan Belajar. Adapun fungsi dari AKM sendiri adalah sebagai sarana untuk pemetaan mutu sekolah dan untuk mengukur kemampuan anak secara mendalam.( Kemendikbud 2019).

Pelaksanaan AKM di SD I Bantul dilaksanakan secara mandiri karena mampu untuk melaksanakan, sarana prasarana komputer ada internet mendukung namun pelaksanaan dilaksanakan melalui 2 gelombang hal tersebut mengingat hal hal yang tidak diinginkan terjadi seperti listrik mati dan jaringan tidak stabil, perencanaan dari program merdeka belajara ini direncanakan dengan matang oleh Tim pelaksana dibimbing oleh Kepala Sekolah dan Pengawas. Tugas Tim sarpras untuk menyiapkan sarana dan prasarana demi kelancaran program AKM di SD I Bantul, Komputer, internet , serta penyedian hendsenitezer, sabun, dan alat protokol kesehatan lainnya hal ini untuk menjaga kesehatan semua pihak.

(8)

ISBN: 978-602-53231-6-4 Prodi Manajemen Pendidikan Pascadik Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa 1264 Tim standar proses dengan bekerjasama dengan guru kelas memberikan pembekalan untuk anak anak kelas 5 baru yang akan melaksanakan AKM, dimana pelaksanaannya dilaksanakan diantara bulan September sampai Oktober sehingga betul betul butuh perencanaan yang matang. Guru kelas menyiapkan materi dan memperdalam soal soal AKM yang meliputi soal literasi dan numerasi.

Dari hasil wawancara tebuka dan observasi berdasarkan data data yanag ada, maka SD I Bantul dalam perencanaan program telah berkolaborasi dengan orang tua dan masyarakat, hal ini memang suatu nilai plus bagi SD-SD yang bisa merangkul orang tua dan masyarakat untuk menjadi mitra kerja di sekolah guna memperlacar pelaksanaan rencana program kedepan, hal ini bisa dilakukan di SD I Bantul dikarenakan ada beberapa hal yang mendukung berjalanya kerjasama yang kooperatif antara sekolah, masyarakat dan sekolah yaitu adanya saling memiliki dan handarbeni sekolah tersebut sehingga rasa memiliki itu tumbuh dihati dari masing masing individu orang tua dan masyarakat, rasa itu sulit muncul dari pribadi masing masing individu tanpa adanya kesadaran, kepala sekolah bekerjasama denga dewan sekolah serta atas binaan pengawas sekolah hal perencanaan program pendidikan di era merdeka belajar ini bisa tersusun dengan baik, sehingga dapat digunakan sebagai acuan kerja dalam melaksanakan pendidikan di SD I Bantul, semangat kerja, profesionalitas dan kompetensi kepala sekolah serta guru-guru memang sangat berpengaruh untuk maju mundurnya pendidikan di SD I Bantul.

Manajemen Kepala sekolah di SD I Bantul, sangat bagus terbukti dari tahun ketahun peningkatan mutu sekolah terus meningkat, hal ini terjadi karena adanya kolaborasi yang sinergi dari pihak-pihak yang terkait sehingga bisa mewujudkan sekolah yang menjadi harapan pemerintah dan masyarakat, Dibuktikan adanya saling berkoordinasi dari masing masing personil. hal itu menjadi modal utama terlaksananya visi, misi dan tujuan dari SD I Bantul. Hal ini bisa kita lihat dalam program RKT, RKJM.

Rencana Kerja satu tahun kedepan dan Rencana Kerja Jangka Menengah yaitu 4 tahun kita sebut RKJM

Program Merdeka Belajar yang baru dicanangkan oleh mentri pendidikan sudah disambut dengan dengan disusunnya perencanaan program yang membuat semakin mantap berkolaborasi dengan orang tua dan masyarakat tentu saja tapa kecuali dewan sekolah. Semua itu untuk memwujudkan pembelajaran stiudent wellbieng dengan memperhatikan sifat, dan karakteristik siswa hal ini sesuai dengan pendapat Fadlillah (2020) dan Hidayah (2019) mengatakan bahwa upaya pemilihan strategi pendidik yang tepat dengan memperhatikan karakteristik, sifat, dan hakikat anak bertujuan meningkatkan motivasi belajar anak didik dalam kebijakan pembelajaran di masa pandemi covid-19 dengan mempublikasikan hasil karya anak didik, dengan ini dapat meningkatkan motivasi belajar anak didik, meskipun masih ada rintangan yang dihadapi pendidik berkaitan dengan aspek orang tua, instrumen pembelajaran dan inovasi pendidik.

Adapun hasil perencanaan pendidikan diera merdeka belajar satu tahun kedepan adalah Tujuan Pendidikan Dasar Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2013 dan diubah lagi dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2015 menyebutkan bahwa standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar bertujuan meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.untuk itu Visi SD I di Era Merdeka belajar dan mensukseskan merdeka belajar

(9)

ISBN: 978-602-53231-6-4 Prodi Manajemen Pendidikan Pascadik Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa 1265

VISI INDIKATOR

1 Berakhlak Mulia 1.1 Menjalankan ibadah sesuai dengan agama yang dianutnya

1.2 Berdoa sebelum dan sesudah melaksanakan tugas

1.3 Bersikap hormat dan santun terhadap sesama di manapun berada

1.4 Bersikap religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas

2 Unggul dalam Prestasi

2.1 Mencapai nilai USD sesuai target 2.2 Mencapai nilai PAS dan PAT di atas

KKM

2.2 Menjuarai berbagai lomba akademik 2.3 Menjuarai berbagai lomba non

akademik 2.4 Bernalar Kritis 2.5 kreatif

2.6 Mampu berkomunikasi sederhana menggunakan bahasa inggris 2.7 Mampu menggunakan program

microsof office dan grafis dasar 3 Kompetitif 3.1 Bersaing melanjutkan ke SMP negeri

dan sekolah SNP favorit.

3.2 Memperoleh peringkat 3 besar se Korwil Bantul

3.3 Bersaing dalam bidang akademik 3.4 Bersaing dalam bidang non akademik 4 Berbudaya 4.1 Menegakkan disiplin dalam berbagai

kegiatan

4.2 Memiliki kepedulian sosial yang tinggi (nilai luhur sosial)

4.3 Mengenal budaya Ngayogyakarta 4.4 Memiliki kepedulian lingkungan yang

tinggi

4.5 Memiliki budaya membaca

4.6 Mengintegrasikan muatan kurikulum kemaritiman ke dalam muatan pembelajaran

4.7 Memasukkan muatan kurikulum kemaritiman ke dalam kegiatan ekstrakurikuler, dan budaya sekolah 4.8 Berkebinekaan Global

Visi SD Negeri 1 Bantul akan dicapai melalui misi yang diprogramkan dalam berbagai kegiatan sebagai berikut.

1. Melaksanakan kegiatan pengembangan akhlak mulia

2. Mensukseskan program era belajar merdeka belajar dengan melalui mensukseskan Assesment National ( AN)

(10)

ISBN: 978-602-53231-6-4 Prodi Manajemen Pendidikan Pascadik Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa 1266 3. Mewujudka manat pendidikan yaitu membentuk Profil Pelajar Pancasila 4. Melaksanakan kegiatan untuk peningkatan mutu lulusan dengan berbagai

kegiatan

5. Melaksanakan kegiatan dalam rangka peningkatan kompetensi Pendidik dan tenaga kependidikan

6. Melaksanakan budaya Yogyakarta, sehat, lingkungan, literasi, dan kemaritiman, dan berkebinekaan global.

Branding SD Negeri 1 Bantul adalah SABA BERSEDIA (Satu Bantul Berbudaya, Sehat, Mandiri, dan Aman). Branding tersebut bermakna bahwa SD Negeri 1 Bantul adalah sekolah yang melaksanakan kegiatan yang berbudaya agama, bersih, lingkungan, maritim, literasi, dan berbudaya Yogyakarta. Dengan melaksanakan kegiatan yang berbudaya dalam arti luas, maka akan terbentuk peserta didik yang sehat.

Peserta didik yang sehat akan membentuk pribadi – pribadi yang mandiri. Pesera didik yang demikian akan tumbuh dan berkembang semua potensinya dalam lingkungan SD Negeri 1 Bantul yang aman.

Perencanaan Tujuan Sekolah di era merdeka belajar untuk satu tahun mendatang (2021/2022) tentu program di sesuaikan dengan program era merdeka belajar. SD Negeri 1 Bantul pada tahun pelajaran 2021/2022 memiliki tujuan sebagai berikut. Warga sekolah yang beragama Islam menjalankan Shalat luhur berjamaah, Warga sekolah yang beragama Islam menjalankan shalat dhuha setiap hari pelaksanaannya dirumah, Melakukan tadarus 5 menit sebelum pelajaran dimulai melalui daring dimasa pandemi ini. Warga sekolah mengimplementasikan penguatan Pendidikan karakter dan muatan kemaritiman dalam kegiatan sekolah. Mensukseskan pelaksanaan AN Mensukseskan Program merdeka Belajar Membentuk Profil Pelajar Pancasila.

Memperingati hari besar agama. Meraih juara 1 lomba pildacil MTQ tingkat kecamatan.

Meraih juara 1 senam artistik dan senam ritmik tingkat Propinsi. Meraih juara 1 lomba dansa tingkat Propinsi. Meraih juara 1 lomba renang tingkat Kabupaten. Nilai rata-rata Asesmen Standarisasi Daerah 205,00 rata-rata ujian sekolah 80,00. Menjadi juara 1 OSN tingkat kabupaten. 90% peserta didik diterima di SMP Negeri. Nilai rata- rata peserta didik di atas KKM. Akreditasi sekolah A. Peserta didik dapat berbahasa Inggris sederhana. Peserta didik dapat menguasai TIK dasar. Peserta didik terbiasa menyanyikan lagu kebangsaan dan lagu lagu nasional. Peserta didik terbiasa menyanyikan lagu-lagu daerah di Nusantara. Peserta didik melakukan literasi yang diintegrasikan dalam muatan pelajaran, mata pelajaran dan dilaksanakan sesuai kondisi kelas masing-masing.. Peserta didik menghasilkan karya hasil literasi .Warga sekolah melestarikan pakaian adat Yogyakarta. Warga sekolah peduli terhadap kesehatan dan kebersihan diri dan lingkungan.

Warga sekolah mengimplementasikan penguatan Pendidikan karakter dan muatan kemaritiman dalam kegiatan sekolah. Karena ini dimasa pandemi maka kegiatan-kegiatan belum terlaksana hanya rencana yang bisa direalisasikan dimasa pandemi ini.

Perencanaan Strategi Mencapai Tujuan di SD I Bantul di era Merdeka belajar Mensukseskan pelaksanaan AN, Mensukseskan Program merdeka Belajar Memasukkan pelaksanaan sholat dhuhur berjamaah, dhuha, dan tadarus pagi dalam jadwal pelajaran., Pendampingan dan monitoring pelaksanaan sholat dhuhur dan dhuha, serta tadarus oleh guru kelas., Membuat jadwal pengisi kultum dan jadwal pelaksanaan kultum., Memasukkan tanggal pelaksanaan peringatan hari besar agama dalam Kalender Pendidikan. Melaksanakan kegiatan dalam rangka memperingati hari besar agama sesuai

(11)

ISBN: 978-602-53231-6-4 Prodi Manajemen Pendidikan Pascadik Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa 1267 jadwal.Membentuk Tim sukses akreditasi. Mengajukan proposal ke DUDI (Dunia Industri). Melaksanakan pembiasaan jujur, disiplin, tanggung jawab, sopan, dan kepedulian. Membudayakan Program 5 S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun) untuk semua warga sekolah.

Mengefektifkan kegiatan pembelajaran di kelas dengan menerapkan pendekatan pembelajaran Saintifik dengan penilaian otentik. Mengadakan workshop penilaian kurikulum 2013. Mengikuti diklat dan seminar pelaksanaan kurikulum 2013. Memberikan penambahan jam pelajaran (les) untuk peserta didik kelas IV,V dan VI minimal 1 kali dalam satu minggu. Melatih atau memberikan pembinaan pada peserta didik yang memiliki bakat olahraga. Memberikan latihan-latihan kepada siswa dalam menghadapi lomba MTQ dan FLSSN tingkat Kecamatan maupun Kabupaten. Menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler Bahasa Inggris, dan TIK sebagai ekstrakurikuler wajib.

Pembelajaran TIK dengan menggunakan fasilitas Laboratorium IT yang memadai.

Penyediaaan buku literasi dan area baca. Mengadakan lomba literasi tingkat sekolah.

Bekerja sama dengan perpusda dan Balai Bahasa DIY. Mewajibkan warga sekolah berbusana adat Yogyakarta setiap hari Kamis Pahing dan setiap tanggal 20 Juli pada saat hari jadi Pemda Bantul. Pendidik dan tenaga kependidikan sebagai teladan dalam membudayakan ungah-ungguh Yogyakarta. Membina dua sekolah calon adiwiyata Propinsi. Melaksanakan pelatihan pengeloalan sampah. Mengadakan lomba Recycle.

Melaksanakan implementasi muatan kurikulum kemaritiman melalui kontektualisasi, ekstrakurikuler, dan budaya sekolah.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang dilakukan peneliti terkait perencanaan program pendidikan di era merdeka belajar dengan kolaborasi sekolah, orangtua dan masyarakat untuk mewujudkan Student wellbeing kesimpulan sebagai berikut:

1. Kepala sekolah, dewan sekolah, pengawas dan perwakilan POT mengadakan rapat koordinasi tentang adanya program pemerintah merdeka belajar. Sepakat mengadakan rapat Pleno

2. Rapat Pleno diadakan setiap tahun sebelum dimulai tahun ajaran baru guna merefleksi dan menganalisis keterlaksanaan rencana kerja tahun yang lalu untuk digunakan sebakgai langkah penyusunan rencana tahun yangakan datang terutama menghadapi era merdeka belajar, rapat menghasilkan rencana program yang akan dilaksanakan dalam rangka menyambut program penidikan era merdeka belajar

3. Kepala sekolah bersama dewan sekolah didampingi pengawas mengadakan rapat koordinasi dan menindak lanjuti dengan rapat intern untuk membahas hasi keputusan rapat pleno

4. Kepala sekolah bersama dewan guru dan guru didampingi pengawas pembina mengadakan rapat koordinasi pembentukan tim sukses dengan mengacu 8 standar SNP

5. Tim sukses melaksanakan tugas untuk mensukseskan program program sekolah, termasuk program pendidikan diera merdeka belajar. Perencanaan disusun dalam bentuk Rencana Kerja Tahunan dan Rencana Kerja Jangka Menengah, Dengan berpedoman pada kuikulum yang dibentuk pada awal tahun ajaran baru oleh tim pengembang kurikulum di SDI Bantul.

(12)

ISBN: 978-602-53231-6-4 Prodi Manajemen Pendidikan Pascadik Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa 1268 6. Dengan adannya perncanaan program pendidikan di era merdeka belajar di SD I Bantul Ini harapan kedepan bisa terwujud visi, misi, tujuan, Brending serta strategi mencapai tujuan yang tertuang dalam RKT di era Merdeka Belajar ini.

Berdasarkan kesimpulan diatas maka dapat disimpulkan bahwa perencanaan program pendidikan di era merdeka belajar dengan kolaborasi sekolah, orangtua dan masyarakat di SD I Bantul telah direncanakan sesuai dengan prosedur yang ditentukan oleh pemerintah dan dilaksanakan dengan kolaborasi dan inspiratif sehingga dapat dijadikan pedoman pelaksanaan pendidikan.

SARAN

Saran yang bisa penulis berikan perlu adanya metode penilitian lebih lanjut akan upaya peningkatan diskusi terhadap berbagai pihak yang terkait sebagai salah satu cara lebih memaksimalakan perencanaan program pendidikan di era merdeka belajar di SD I Bantul dengan berkolaborasi antara sekolah, orangtua, dan masyarakat.

(13)

ISBN: 978-602-53231-6-4 Prodi Manajemen Pendidikan Pascadik Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa 1269

SerambiNews.com dengan judul Tantangan Pendidikan Karakter di Masa Pandemi, https://aceh.tribunnews.com/2020/10/09/tantangan-pendidikan-karakter-di-

masa-pandemi.

Effendy, Muhadjir. 2016. Arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dalam Pelatihan Pengembangan Kapasitas untuk Penguatan Pendidikan Karakter di Hotel Santika, Jakarta, 27 September 2016. (transkrip rekaman Kemdikbud).

Fadlillah, Azizah Nurul. 2020. Strategi Menghidupkan Motivasi Belajar Anak Usia Dini Selama Pandemi COVID-19 melalui Publikasi. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini. Volume 5 Issue 1 (2021) Pages373-384.https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i 1.548

Izza, A. Z., Falah, M., & Susilawati, S. (2020). Studi Literatur: Problematika Evaluasi Pembelajaran dalam Mencapai Tujuan Pendidikan di Era Merdeka Belajar.

Konferensi Ilmiah Pendidikan 2020, 1(1), 10–15

Kurniawan, Yudha & Hindarsih, Tri Puji. 2013. Character Building: Membangun Karakter Menjadi Pemimpin. Yogyakarta: Pro-U

Mediahttps://www.kepoindonesia.id/2019/05/arti-dan- makna-rapat-pleno-secara-

(14)

ISBN: 978-602-53231-6-4 Prodi Manajemen Pendidikan Pascadik Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa 1270

Kemendikbudtahun2029 https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2020/05/reformasi- pendidikan-nasional- melalui- merdeka-belaj

Sudaryanto, S., Widayati, W., & Amalia, R. (2020). Konsep Merdeka Belajar- Kampus Merdeka dan Aplikasinya dalam Pendidikan Bahasa (dan Sastra) Indonesia.

Kode: Jurnal Bahasa, 9(2).

Suciati, 2020.Pembelajaran Daring di Rumah Pada Masa Pandemi Covid-19,Anom Pustaka Yogyakarta

UU RI. (2005). Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen

Referensi

Dokumen terkait

Rekomendasi dari peraturan ACI, TCRP Report maupun SNI menjelaskan tentang klarifikasi struktur utama maupun struktur tambahan pada desain LRT seperti persyaratan

Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan penambahan konsentrasi STPP pada pati sente termodifikasi dengan metode cross- linking berpengaruh terhadap

Memberikan informasi sosialisasi kepada distributor kedelai yang ada di sekitaran Kota Tasikmalaya untuk menyediakan bahan baku kedelai seperti yang disuakai oleh industri tempe

Proses penganggaran yang dilakukan di Desa Nogosari tersebut telah terstruktur dengan baik dalam hal pengelolaan anggaran dan proses penggunaan dana sudah dapat

Hasil wawancara dengan siswa pada akhir siklus II diperoleh keterangan bahwa dengan penerapan STAD membuat siswa lebih termotivasi dalam belajar, siswa merasa

Hasil penelitian menunjukan tingkat pengetahuan remaja putri tentang bahaya aborsi di kelas XI SMK Muhammadiyah 1 Sragen tahun 2013 dapat dikategorikan pengetahuan baik sebanyak

Berdasarkan observasi yang dilakukan selama proses belajar mengajar kimia pada materi kesetimbangan kimia di kelas XI IPA 3 tanggal 2 November 2015 guru

Nilai p pada analisis hubungan infeksi cacing dengan kadar hemoglobin ibu hamil lebih besar dari nilai α = 0,05 ini menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan antara