• Tidak ada hasil yang ditemukan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 1 dari 34, Putusan Perkara PHI Nomor 30/Pdt.Sus-PHI/2021/PN Pgp.

P U T U S A N

Nomor 30/Pdt.Sus-PHI/2021/PN Pgp.

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Pangkalpinang, yang memeriksa dan memutus perkara Perselisihan Hubungan Industrial pada tingkat pertama, telah menjatuhkan putusan yang diajukan oleh:

ALIMAN Lahir di Bangkalan, Tanggal 12 Mei 1980, Jenis kelamin Laki-laki, Agama Islam, Pekerjaan Karyawan Swasta, Warganegara Indonesia, Alamat Jalan Kampung Melayu Gang Karet RT.09/02 Kelurahan Bukit Merapin Kecamatan Gerunggang Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam hal ini memberi kuasa kepada ERWIN ROMMEL,SH.,MM., DHARMA ILLAHI,SH., RAFIQKHAN ILLAHI,SH., Advokat/Penasehat Hukum/Konsultan Hukum pada Kantor Hukum

“ERWIN ROMMEL,SH.,MM & ASSOCIATES”, yang beralamat di Jl. Letkol Saleh Ode, Kelurahan Kacangpedang Kecamatan Gerunggang Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 27 Maret 2021, yang didaftarkan di Kepaniteraan No. 252/SK/4/2021/Pn.Pgp tanggal 27 April 2021 sebagai Penggugat.

LAWAN

PT. BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH BANGKA BELITUNG, beralamat di Ruko Tj Tower No.20-21 Kampung Melayu Bukit Merapin Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dalam hal ini diwakili oleh Chairul Ichwan,SE., selaku Direktur Utama yang beralamat di Jalan Kyai Haji Abdullah Addary No.35 RT.001 RW.001 Kelurahan Rawa Bangun, Kecamatan Taman Sari dalam hal ini memberi kuasa kepada Taufik Rahmansyah,SH.,dalam jabatan sebagai Kadiv Legal &

Appraisal, Fuad Hasanudin,SH.,SHI., dalam jabatan sebagai Kasubdiv Legal & Appraisal, Edwin Baihaqie Sasongko,SH.,dalam jabatan sebagai Staff Legal, Nadhilah Nurzain,SH., dalam jabatan sebagai Staff Legal,yang kesemuanya merupakan karyawan dan Tim Advokasi Pada PT.BPRS (Bank Pembiayaan Rakyat Syariah) Bangka Belitung yang beralamat di TJ Tower Blok 21-22 Jalan Kampung Melayu No.403 Kel.Bukit Merapin Kec. Gerunggang Kota Pangkalpinang berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor 001/SKK-Dir/BSB/V/2021 tanggal 3 Mei 2021 yang telah didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Pangkalpinang Nomor: 277/SK/5/2021/PN Pgp, tanggal 10 Mei 2021,sebagai Tergugat.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1

(2)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 2 dari 34, Putusan Perkara PHI Nomor 30/Pdt.Sus-PHI/2021/PN Pgp.

Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Pangkalpinang.

Setelah membaca berkas perkara yang bersangkutan.

Setelah mendengar kedua belah pihak.

TENTANG DUDUK PERKARA

Menimbang bahwa Penggugat dengan Surat Gugatan tanggal 16 April 2021 yang dilampiri anjuran atau risalah penyelesaian yang diterima dan didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Pangkalpinang pada tanggal 27 April 2021 dalam Nomor Register Nomor :30/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Pgp telah mengajukan gugatan yang pada pokoknya sebagai berikut::

I. FUNDAMENTUM PETENDI

Adapun yang menjadi dasar dan alasan –alasan Gugatan Penggugat adalah sebagai berikut :

Adapun yang menjadi dasar dan alasan – alasan GUGATAN PENGGUGAT adalah sebagai berikut

1. Bahwa PENGGUGAT bekerja pertama kali di perusahaan TERGUGAT melalui lamaran terlebih dahulu.

2. Bahwa PENGGUGAT diterima diperusahaan TERGUGAT pada Tahun 2004 yang diterima langsung oleh oleh Sdr. Syahril T Alam ( Direktur Utama ), Sdr. Jumali Ibrahim ( Direktur Opersional ) dan PENGGUGAT bekeja pada PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Bangka Belitung dengan status karyawan Kontrak sebagai Staff Audit Kantor Pusat Oprasional.

3. Bahwa PENGGUGAT bekerja kepada TERGUGAT pada hari Senin sampai dengan hari Jumat dari Jam 08.00 WIB s/d 16.30 WIB.

4. Bahwa, berdasarkan lamanya masa kerja PENGGUGAT yaitu 16 tahun berlangsung secara terus menerus dan tidak pernah terputus, maka seharusnya hubungan kerja antara PENGGUGAT dan TERGUGAT adalah berdasarkan Perjanjian kerja waktu tidak tertentu ( menetap ) PENGGUGAT diangkat sebagai Karyawan tetap pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Bangka Belitung oleh Sdr Syahril T Alam ( Diretur Utama ) dan Sdr. Jumali Ibrahim ( Direktur Operesional ) pada saat itu.

5. Bahwa pada tahun 2005 PENGGUGAT dipindahkan bagian menjadi staff Marketing di Cabang Pangkalpinang untuk memperkuat Divisi Marekting di kantor Cabang Pangkalpinang.

6. Bahwa pada tahun 2007 PENGGUGAT diangkat menjadi Kepala Bagian Marketing diKantor Cabang Koba.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2

(3)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 3 dari 34, Putusan Perkara PHI Nomor 30/Pdt.Sus-PHI/2021/PN Pgp.

7. Bahwa pada tahun 2009 PENGGUGAT diangkat menjadi Pemimpin Cabang Kantor Muntok.

8. Bahwa pada tahun 2012 PENGGUGAT diangkat menjadi Kepala Kantor Pusat Operasional di Sungailiat.

9. Bahwa pada tahun 2015 berdasarkan Surat Keputusan No. 179/SK- Dir/BSB/I/2015 Tentang Mutasi Karyawan pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Bangka Belitung PENGGUGAT mutasi ke Pangkalpinang sebagai Pemimpin Cabang Pangkalpinang.

10. Bahwa pada tahun 2017 PENGGUGAT pernah didemosi oleh TERGUGAT sebagai staff bagian Analis Pembiayaan di Kantor Pusat, karena terindikasi ada kesalahan yang dilakukan oleh PENGGUGAT berdasarkan temuan OJK ( Otoritas Jasa Keuangan ).

11. Bahwa pada tahun 2018 berdasarkan Surat Keputusan No. 333/SK- Dir/BSB/VIII/2018 Tentang Mutasi Karyawan pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Bangka Belitung PENGGUGAT diangkat sebagai Kepala Devisi AUDIT di Kantor Pusat sehingga megesampingkan temuan dari OJK pada tahun 2017,namun pihak TERGUGAT mengatakan OJK hanya bersifat anjuran saja untuk keputusan diserahkan kepada pihak TERGUGAT.

12. Bahwa pada tahun 2019 berdasarkan Surat Keputusan No. 223/SK- Dir/BSB/III/2020 Tentang Mutasi Karyawan pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Bangka Belitung PENGGUGAT kembali di Rotasi sebagai Kepala Devisi Marketing, Remedial & AYDA dikantor Pusat

13. Bahwa terakhir tahun 2020 PENGGUGAT dimutasi lagi sebagai Pemimpin Cabang Koba.

14. Bahwa permasalahan ini dimulai pada Bulan Juni 2020 karena PENGGUGAT dipanggil untuk menghadap saudara Memed Karyadi selaku diRektur dan saudara Ikhwan ( Kepala Devisi Audit ) karena adanya surat dari OJK ( Otoritas Jasa Keuangan) karena surat dari OJK 5-65/KR- 07/2020 telah melanggar prinsip Kehati hatian, namun PENGGUGAT tidak dijelaskan secara detail maksud dari surat tersebut.

15. Bahwa pada bulan Juli 2020 akhirnya PENGGUGAT di Demosi oleh pihak TERGUGAT tanpa alasan dan prosedur yang jelas dari Pemimpin Cabang Koba menjadi staff Collection di cabang Muntok.

16. Bahwa PENGGUGAT pernah menanyakan hal ini kepada Pihak TERGUGAT namun pihak TERGUGAT terkesan menghindar bahkan beberapa kali pihak PENGGUGAT ingin menemui pihak TERGUGAT yaitu dalam hal ini Direksi untuk menanyakan permasalahan ini, namun pihak

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3

(4)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 4 dari 34, Putusan Perkara PHI Nomor 30/Pdt.Sus-PHI/2021/PN Pgp.

TERGUGAT tidak bersedia bertemu hanya diwakili Kepala Devisi Personalia yaitu saudara Sodri.

17. Bahwa dari hasil pertemuan tersebut, TERGUGAT belum bisa memberikan jawaban terhadap solusi dari permasalahan tersebut, karena beberapa kali hal ini disampaikan oleh PENGUGAT agar bisa dipertemukan dengan direksi untuk membahas hal ini agar lebih sehingga permasalahan ini tidak berlarut larut.

18. Bahwa adapun dalam pertemuan tersebut PENGGUGAT ingin menyakan terkait surat dari OJK dan program pensiun dini yang sebelumnya pernah ada di Perusahaan TERGUGAT. hal ini dilakukan oleh PENGGUGAT sekiranya PENGGUGAT tidak bisa memberikan kontribusi yang diharapkan TERGUGAT maka PENGGUGAT ingin mengajukan pensiun dini.

19. Bahwa terhadap permintaan tersebut sama sekali tidak ada jawaban dari pihak TERGUGAT agar bisa memberikan kepastian untuk PENGGUGAT dan seluruh karyawan lainnya yang saat ini masih berkarir di perusahaan TERGUGAT.

20. Bahwa karena tidak adanya kesepakatan, akhirnya PENGGUGAT mengadukan ini ke Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kabupaten Bangka Tengah akibat Demosi yang dilakukan pihak TERGUGAT kepada PENGGUGAT.

21. Bahwa pada hari hari Senin Tanggal 13 Juli 2020 telah dilakukan BIPARTIT, namun tidak juga ada kesepakatan dan hingga akhirnya dilanjutkan dengan TRIPARTIT.

22. Bahwa dalam mediasi tersebut pihak PENGGUGAT tidak menerima Demosi oleh pihak TERGUGAT dilakukan tidak sesuai dengan Pertutan Perusahaan, namun dalam mediasi ini pihak PENGGUGAT menawarkan opsi yakni meminta pihak TERGUGAT membatalkan demosi atau PENGGUGAT mengajukan Pensiunan Dini sebagaimana program ini telah ada sebelumnya berdasarkan Surat Keputusan Nomor 185/SK- Dir/BSB/VII/2017 Tentang Ketentuan Program Pisah Kerja Terencana pada PT. BPRS Bangka Belitung.

23. Bahwa karena tidak adanya perdamaian akhirnya Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kabupaten Bangka Tengah mengeluarkan anjuran No.

560/689/DPMPTK/2020.

24. Bahwa berdasarkan Memo Internal Nomor 776/IM/SDI/XII/2020 tanggal 16 Desember 2020 pihak TERGUGAT melakukan Pemutusan hubungan Kerja secara sepihak.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4

(5)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 5 dari 34, Putusan Perkara PHI Nomor 30/Pdt.Sus-PHI/2021/PN Pgp.

25. Bahwa terhadap Pemutusan kerja pihak PENGGUGAT tidak menerima Keputusan oleh pihak TERGUGAT karena berdasarkan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 35 tahun 2021 Tentang Perajian Kerja Waku tertentu, Waktu Istirahat dan Pemutusan Hubungan Kerja pasal 36 huruf k bahwa pihak Pengusaha dapat melakukan.

26. Pemutusan hubungan kerja setelah pihak Pekerja/buruh diberikan surat peringatan pertama, kedua dan ketiga dengan jangka waktu 6 bulan setiap suratnya.

27. Bahwa PENGUGAT bekerja kepada TERGUGAT dengan Jabatan terakhir sebagai staff Collection dengan upah Rp. 13.176.883.

28. Bahwa terhadap perbuatan TERGUGAT tersebut telah menghilangkan Hak Hak dan sumber penghidupan PENGGUGAT sehingga PENGGUGAT kehilangan haknya, maka tindakan TERGUGAT telah nyata bertentangan dengan hukum yang berlaku Tentang Ketenagakerjaan.

29. Bahwa berdasarkan pekerjaan yang diperintahkan/diberikan TERGUGAT kepada PENGGUGAT adalah merupakan bagian dari pekerjaan pokok dalam PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Bangka Belitung, maka sesuai dengan Pasal 66 ayat 1 dan 4 Undang Undang pasal 66 Undang Undang No 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja jo Pasal 36 huruf g Peraturan Pemerintan Nomor 35 Tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu tertentu dan Waktu Istirahat dan Pemutusan Hubungan Kerja, demi hukum status hubungan kerja antara Pekerja ( PENGGUGAT ) penyedia jasa pekerja adalah hubungan kerja antara pekerja (PENGGUGAT ) dengan perusahaan pemberi Pekerjaan (TERGUGAT/PT BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH BANGKA BELITUNG), sehingga bila terjadi Pemutusan Hubungan Kerja pihak perusahaan pemberi pekerjaan (TERGUGAT/PT BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH BANGKA BELITUNG ) harus tunduk dan wajib melaksanakan Pasal 156 ayat 1, 2, 3 dan 4 Undang Undang Nomor 11 tahun 2020 Tentang Cipta Kerja dan Pasal 36 huruf g Peraturan Pemerintan Nomor 35 Tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu tertentu dan Waktu Istirahat dan Pemutusan Hubungan Kerja.

30. Bahwa, oleh karena itu berbagai upaya yang telah ditempuh oleh PENGGUGAT sebagaimana disebutkan dalam Ketentuan Undang Undang yaitu upaya penyelesaian melalui perundingan Bipartit dan Mediasi tidak tercapai kesepakatan, maka sesuai dengan ketentuan Perundang undangan, untuk mempertahankan hak dan kepentingan PENGGUGAT patut dan layak untuk mengajukan gugatan ini ke Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Pangkalpinang guna memberikan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5

(6)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 6 dari 34, Putusan Perkara PHI Nomor 30/Pdt.Sus-PHI/2021/PN Pgp.

kepastian hukum pada PENGUGAT.

A. DASAR HUKUM

1. Undang Undang No. 11 tahun 2020 Tentang Cipta Kerja yakni : a. Pasal 5

b. Pasal 6 c. Pasal 59 d. Pasal 151 e. Pasal 154 A f. Pasal 156 g. 157 A

2. Peraturan Pemerintah Nomor 35 tahun 2021 Tentang Perajian Kerja Waku tertentu, Waktu Istirahat dan Pemutusan Hubungan Kerja Pasal 36 huruf g dan K dan Pasal 37 .

B. KERUGIAN YANG TIMBUL AKIBAT PERBUATAN TEGUGAT

Bahwa akibat perbuatan TERGUGAT tersebut PENGGUGAT merasa dirugikan oleh TERGUGAT untuk membayar Hak Hak PENGGUGAT sesuai dengan ketentuan Undang Undang Ketenagakerjaan :

a. Pasal 88 ayat 1,2,3,4 b. Pasal 156

c. Pasal 157 A

Adapun rincian kerugian sebagai berikut : Aliman

A. Pesangon = Rp. 13.176.081 x 9 x 2 = Rp.237.169.458- B. Uang Pergantian Masa Kerja = Rp. 13.176.081 x 6 = Rp. 79.056.486, C. Uang Pergantian Hak = Rp. 289.873.782 x 15% = Rp. 47.433.891,- D. Uang Cuti = Rp. 13.176.081 = Rp.13.176.081,- E. Proses = Rp. 13.176.081 x 2 = Rp.26.352.162,- Total Rp.403.188.077,- ( TigaRatus Empat Ratus Tiga Juta Seratus Delapan Puluh Delapan Juta

Tujuh Puluh Tujuh Rupiah).

C. PETITUM PETENDI

Berdasarkan alasan alasan sebagaimana yang telah diuraikan diatas, maka PENGGUGAT mohon kepada Bapak Ketua Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Pangkalpinang Cq. Majelis Hakim yang memeriksa dan Mengadili perkara ini agar berkenan memutuskan, dan menyatakan :

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6

(7)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 7 dari 34, Putusan Perkara PHI Nomor 30/Pdt.Sus-PHI/2021/PN Pgp.

Primer

1. Menerima dan mengabulkan GUGATAN PENGGUGAT untuk seluruhnya.

2. Menyatakan bahwa TERGUGAT telah melakukan perbuatan yang bertentangan dengan Undang Undang NO 11 tahun 2020 Tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu tertentu dan Waktu Istirahat dan Pemutusan Hubungan Kerja.

3. Menyatakan Sah hubungan Hukum Ketenagakerjaan antara PENGGUGAT dengan TERGUGAT dengan terpenuhinya unsure adanya pemberi perintah, adanya pekerjaan, adanya upah, dalan hubungan ini PENGGUGAT sebagai pekerja dan TERGUGAT sebagai pengusaha.

4. Menyatakan dan menetapkan hubungan Ketenagakerjaan antara PENGGUGAT dan TERGUGAT adalah Pekerja Menetap ( Perjanian Kerja Waktu Tidak tertentu ).

5. Menyatakan hubungan kerja antara PENGGUGAT dan TERGUGAT terputus sejak putusan ini dibacakan.

6. Menyatakan dapat permohonan pensiun dini PENGGUGAT dapat dikabulkan.

7. Menghukum dan mewajibkan TERGUGAT untuk membayar hak hak PENGGUGAT yang terdiri Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja, Uang Pergantian Hak dan upah proses akibat Pemutusan Hubungan Kerja sepihak yang dilakukan TERGUGAT kepada PENGGUGAT dengan total Rp. 403.188.077,- ( Empat Ratus Tiga 8. Juta Seratus Delapan Puluh Delapan Ribu Tujuh Puluh Tujuh Rupiah )

dengan perincian sebagai berikut : Aliman

A. Pesangon = Rp.13.176.081 x 9 x 2 = Rp.237.169.458- B. Uang Pergantian Masa Kerja = Rp.13.176.081 x 6 = Rp. 79.056.486, C. Uang Pergantian Hak = Rp.289.873.782x 15% = Rp. 47.433.891.

D. Uang Cuti = Rp.13.176.081 = Rp.13.176.081,- E. Proses = Rp. 13.176.081 x 2 = Rp.26.352.162,-

Total Rp.403.188.077,-

(Empat Ratus Tiga Juta Seratus Delapan Puluh Delapan Juta Tujuh Puluh Tujuh Rupiah).

9. Menghukum TERGUGAT utuk membayar uang paksa (dwangsong ) kepada PENGGUGAT sebasar Rp. 500.000,- ( Lima Ratus Ribu Rupiah

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7

(8)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 8 dari 34, Putusan Perkara PHI Nomor 30/Pdt.Sus-PHI/2021/PN Pgp.

) untuk setiap hari secara tunai dan sekaligus terhitung sejak putusan ini berkekuatan hukum tetap sampai TERGUGAT melaksanakan putusan ini dengan baik, seketika dan sempurna.

10. Menghukum TERGUGAT untuk membayar semua biaya yang timbul dalam perkara ini kepada PENGGUGAT.

Subsider :

Apabila Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Pangkalpinang berpendapat lain, mohon putusan yang seadil adilnya (ex aequo et bono) untuk kepentingan PENGGUGAT.

Menimbang, bahwa pada hari persidangan yang telah ditetapkan untuk Penggugat dan Tergugat masing-masing menghadap Kuasanya tersebut..

Menimbang, bahwa sebelum persidangan dilanjutkan, Majelis Hakim telah mengupayakan agar kedua belah pihak menempuh upaya perdamaian, akan tetapi tidak berhasil, maka pemeriksaan perkara dilanjutkan dengan pembacaan Surat Gugatan Penggugat yang mana isi dan maksudnya tetap dipertahankan oleh Penggugat.

Menimbang, bahwa atas gugatan Penggugat, Tergugat telah mengajukan jawaban tertulis yang pada pokoknya:

DALAM KONVENSI

1. Bahwa Tergugat menyangkal keras semua dalil-dalil yang dikemukakan Penggugat dalam Gugatannya, karena dalil-dalil yang dikemukakan tersebut tidak berdasarkan hukum, fakta-fakta atas kejadian yang sebenarnya di lapangan, dan tanpa di dukung oleh bukti-bukti yang sah dan dapat di terima hukum, kecuali untuk hal- hal yang dinyatakan lain dalam jawaban ini.

2. Bahwa dalam Jawaban Tergugat ini tidak akan membahas satu persatu point gugatan Penggugat, dan Tergugat akan lebih berfokus kepada penyampaian kronologi yang terjadi berdasarkan data dan rekam jejak karyawan yang dimiliki oleh Tergugat, yang mana kemudian dapat disandingkan dengan Gugatan Penggugat yang mana merupakan hak dan kewajiban Penggugat untuk membuktikan dalil gugatannya.

3. Bahwa terhadap kronologi sebagaimana dimaksud adalah terkait dan tak terlepas sengketa/permasalahan yang diajukan dalam Gugatan Penggugat.

Adapun Kronologi tersebut akan Tergugat sampaikan sebagai berikut:

a. Terkait Demosi terhadap Penggugat dan Laporan Hasil Pemeriksaan serta saran OJK

Bahwa terhadap Penggugat pernah dilakukan beberapa kali mutasi dan satu kali demosi, yang mana diataranya adalah berdasarkan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8

(9)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 9 dari 34, Putusan Perkara PHI Nomor 30/Pdt.Sus-PHI/2021/PN Pgp.

adanya Laporan Hasil Pemeriksaan OJK (untuk selanjutnya disebut sebagai LHP OJK) yang menyatakan agar dilakukan investigasi dan tindak lanjut serta penyelesaian terhadap beberapa Pembiayaan yang mana terdapat indikasi keterlibatan Penggugat.

Bahwa sesungguhnya dalam masa investigasi terhadap LHP OJK tersebut, mengkehendaki agar Pihak-Pihak yang terindikasi terlibat yang termasuk kedalam LHP OJK(bukan hanya Penggugat) untuk tidak diperkenankan mengemban jabatan eksekutif yang memiliki kewenangan lebih, yang mana permasalahan-permasalahan tersebut menempatkan Perusahaan Tergugat masuk ke dalam kategori dalam Pengawasan Intensif OJK.

Kemudian menindaklanjuti hal tersebut, manajemen melakukan mutasi terhadap Penggugat dari Pemimpin Cabang Pangkalpinang ke bagian Analis Pembiayaan di Kantor Pusat, bahwa terkait dengan hal tersebut berbentuk mutasi bukanlah demosi, karena secara struktural, Analis Pembiayaan Pusat tidak berada di bawah Pimpinan Cabang Pangkalpinang, namun berada diluar wilayah kerja Kantor Cabang, bahwasanya Analis Pembiayaan merupakan Staff Khusus Divisi Marketing Kantor Pusat sedangkan Kantor Pusat secara struktural berada di atas Kantor Cabang.

Bahwa sekiranya pada 2018, mengingat dan menimbang Penggugat kala itu berkoordinasi dengan baik dengan manajemen Tergugat dan adanya kebutuhan mendesak perusahaan dimana Penggugat merupakan figure senior yang ada di dalam perusahaan, Tergugat mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 333/SK-Dir/BSB/VIII/2018 tentang Mutasi Karyawan yang mana Tergugat mempercayakan dan mengangkat Penggugat menjadi Kepala Divisi Audit di Kantor Pusat dengan catatan bahwa yang bersangkutan harus dapat memecahkan dan menyelesaikan permasalahan yang menyangkut namanya dan sejumlah permasalahan lainnya, bahwa terkait hal ini Penggugat menyanggupinya. (Hasil Rapat dengan Direksi dan Komisaris)

Kemudian selaku Kepala Divisi Audit, Penggugat seharusnya sudah mengetahui tentang LHP OJK yang ada, karena salah satu tugas dan kewenangan audit untuk menginvestigasi dan melakukan tindak lanjut terhadap LHP OJK tersebut.

Yang mana kemudian dengan alasan yang sama pada sekiranya tahun 2019 Tergugat kembali mengeluarkan Surat Keputusan Nomor.

223/SK-Dir/BSB/III/2019 tentang Mutasi Karyawan, yang mengangkat

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9

(10)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 10 dari 34, Putusan Perkara PHI Nomor 30/Pdt.Sus-PHI/2021/PN Pgp.

Penggugat sebagai Kepala Divisi Marketing, Remedial, dan Ayda, yang mana jabatan ini memiliki grade tertinggi untuk kelas karyawan di perusahaan Tergugat dan keleluasaan kewenangan yang lebih, namun kepercayaan yang diberikan kepada Penggugat oleh Tergugat ternyata tidak kunjung dipenuhi oleh Penggugat, karena hingga Desember 2019 tidak kunjung ada upaya investigasi lanjutan, atau tindak lanjut apalagi penyelesaian Pembiayaan bermasalah sebagaimana termaksud dalam LHP OJK, yang mana hal ini menyebabkan adanya desakan dari OJK untuk segera diselesaikan atau ditindaklanjuti terhadap LHP OJK yang terus disampaikan dari tahun ketahun, sedangkan Perusahaan Tergugat sedang dalam masa akhir Pengawasan Intensif OJK.

Bahwa dikarenakan tidak adanya pencapaian baik dalam lingkup tugas pokok Penggugat selaku Kepala Divisi dan terkhusus penyelesaian terhadap temuan LHP OJK terkait Penggugat, di tambah dengan berubahnya susunan manajemen, dan adanya tuntutan dari para pemilik saham serta OJK, tidak terlepas adanya konsensi semangat manajemen dengan pemilik saham untuk menyehatkan Perusahaan, maka segenap manajemen berusaha menyelesaikan dan menindaklanjuti saran dan temuan OJK baik yang terdapat dalam LHP OJK maupun Surat dan Saran OJK dengan lebih serius. Yang mana salah satu langkah yang diambil adalah dengan menyampaikan Surat bernomor 170/BSB/Dir/III/2020 perihal Laporan Pemberhentian Pejabat Eksekutif BPRS tertanggal 09 Maret 2020 kepada Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional 7 Palembang yang merupakan permintaan OJK terkait LHP OJK yang telah disampaikan sebelumnya, salah satunya memuat nama Penggugat, yang mana memutasi Penggugat ke Jabatan Pimpinan KC Koba yang mana perlu diketahui Pimpinan Cabang merupakan salah satu jabatan eksekutif.

Hal ini merupakan langkah awal yang diambil manajemen terbaru untuk menindaklanjuti saran dan LHP OJK.

Bahwa kemudian pada sekiranya Juni 2020, Pihak Manajemen Pihak Tergugat menerima Surat Nomor S-65/KR.07/2020 tertanggal 24 Juni 2020 perihal Penggantian dan Pemberhentian Pejabat Eksekutif PT BPRS Bangka Belitung dari OJK Regional 7 Sumatera, yang mana dari sekian nama yang ada, hanya Penggugat yang diberikan catatan khusus yakni: “Laporan Penggantian Pejabat Eksekutif a.n. Sdr.

Aliman tidak dapat ditatausahakan dalam administrasi pengawasan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10

(11)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 11 dari 34, Putusan Perkara PHI Nomor 30/Pdt.Sus-PHI/2021/PN Pgp.

OJK mempertimbangkan terdapat informasi negatif yaitu adanya keterlibatan yang bersangkutan dalam proses penyaluran pembiayaan kepada kelompok debitur yang menyimpang dari ketentuan dan melanggar prinsip kehati-hatian, sehingga berdampak pada kerugian BPRS.”

Selain itu, dalam surat yang sama OJK tidak lagi menyarankan namun langsung meminta (memerintahkan) untuk:

1. Melakukan pembatalan penggantian Pejabat Eksekutif yang bersangkutan paling lambat 20 (dua puluh) hari kerja sejak tanggal surat penegasan,

2. Melakukan pemeriksaan secara menyeluruh atas indikasi penyimpangan ketentuan dan pelanggaran prinsip kehati-hatian yang dilakukan oleh Sdr. Aliman, dan menyampaikan laporan hasil pemeriksaan tersebut kepada Otoritas Jasa Keuangan pada kesempatan pertama.

3. Memberhentikan Sdr. Aliman sebagai Pejabat Eksekutif apabila berdasarkan hasil pemeriksaan Saudara, yang bersangkutan terbukti terlibat dalam penyaluran pembiayaan yang menyimpang dari ketentuan dan melanggar prinsip kehati-hatian, selanjutnya melaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan paling lama 10 (sepuluh) hari sejak tanggal pemberhentian,

Bahwa kemudian, berdasarkan perintah tersebut manajemen Tergugat bertindak cepat dengan mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 599/SK-Dir/BSB/VII/2020 tentang Demosi Karyawan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Bangka Belitung, yang pada pokoknya memberhentikan Sdr. Aliman sebagai Pimpinan Kantor Cabang Koba menjadi Staff Marketing Collection Kantor Cabang Muntok, yang mana selain karena penggatian Jabatan Penggugat tidak dapat ditatausahakan (didaftarkan) OJK, Demosi tersebut telah berdasarkan pemeriksaan menyeluruh, dan prosedur yang diperintahkan oleh OJK.

Bahwasanya legal standing/dasar hukum mutasi dan demosi yang diberikan kepada Penggugat adalah Peraturan Perusahaan PT BPRS Bangka Belitung Tahun 2018 Bab I Pasal 1 tentang Ketentuan Umum, angka 1.3 tentang Tanggungjawab Umum Bank dan Karyawan, Ayat 7 yang berbunyi:"BANK berwenang memilih, mengangkat, menempatkan dan memindahkan setiap karyawan BANK sesuai dengan kebutuhan dan kondisi BANK.", yang kemudian ditegaskan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11

(12)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 12 dari 34, Putusan Perkara PHI Nomor 30/Pdt.Sus-PHI/2021/PN Pgp.

pada Bab III Pasal 13 tentang Hak Perusahaan angka 6 yang berbunyi: "Menempatkan / mempekerjakan (Karyawan) diseluruh lingkungan pekerjaan yang terdapat di Perusahaan." , yang mana kemudian terkait Demosi telah diatur dalam Peraturan Perusahaan pada Bab IX Pasal 51 tentang Promosi, Rotasi, dan Demosi Karyawan angka 5 yang berbunyi,"Demosi adalah perpindahan seorang karyawan dari suatu Jabatan ke jabatan yang lebih rendah di dalam suatu organisasi, berikut wewenang, tanggungjawab dan pendapatan.", yang mana Demosi tersebut dapat dilakukan dengan syarat dan ketentuan yang telah diatur dalam Peraturan Perusahaan Pasal 56 tentang Sanksi Jabatan angka 6(enam), dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Demosi karena alasan tidak berprestasi atau tidak kompeten maka akan dipindahkan / diturunkan posisinya minimal ke Kelas Jabatan 1 tingkat/level lebih rendah atau kembali ke Posisi Jabatan semula (awal) sebelum pengangkatan. Penurunan ini diikuti dengan penurunan wewenang, tanggungjawab dan juga pendapatan / penghasilan/ gaji dengan mengikuti Kelas Jabatan yang baru. Sepanjang kompetensi yang bersangkutan memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

b. Demosi karena alasan hukuman disiplin berat atau melakukan kategori pelanggaran berat, maka karyawan akan dipindahkan ke posisi level yang disesuaikan dengan seberapa besar pelanggaran tersebut dilakukan

- Pelanggaran sedang = karyawan akan dipindahkan / diturunkan minimal 4 (empat) tingkat / level lebih rendah dari posisi jabatan sekarang atau kembali ke posisi jabatan semula (awal) sebelum pengangkatan. Penurunan ini diikuti dengan penurunan wewenang, tanggungjawab dan juga pendapatan / penghasilan dengan mengikuti Kelas Jabatan yang baru, namun tanpa mengurangi gaji pokok. Sepanjang kompetensi yang bersangkutan memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

- Pelanggaran berat = karyawan akan dipindahkan / diturunkan minimal 7 (tujuh) tingkat / level lebih rendah dari posisi jabatan sekarang atau kembali ke posisi jabatan semula (awal) sebelum pengangkatan. Penurunan ini diikuti

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12

(13)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 13 dari 34, Putusan Perkara PHI Nomor 30/Pdt.Sus-PHI/2021/PN Pgp.

dengan penurunan wewenang, tanggungjawab dan juga pendapatan / penghasilan dengan mengikuti Kelas Jabatan yang baru, namun tanpa mengurangi gaji pokok.

Sepanjang kompetensi yang bersangkutan memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Dalam perkara aquo Tergugat menjatuhkan demosi kepada Penggugat dengan didasarkan alasan pada point A yakni Penggugat dianggap tidak lagi kompoten untuk menempati posisi Pejabat Eksekutif, adapun penentuan kompetensi bukanlah berdasarkan rasa- rasanya dan asumsi ataupun rasa suka atau tidak suka semata, melainkan berdasarkan kinerja, penilaian atasan, adanya pelanggaran, dan masalah yang ada/ditimbulkan oleh Karyawan.

Bahwa pada faktanya Demosi tersebut tidak mengurangi gaji pokok dan turunnya grade penggugat sebagai pemangku grade tertinggi di Perusahaan Tergugat, yang mana hak-hak Penggugat tetap dibayarkan setiap bulannya, dan dengan itikad baik Tergugat tetap mempertahankan Penggugat sebagai Karyawan dan tidak serta merta melakukan PHK kepada Penggugat.

b. Terkait Sengketa yang di mediasikan pada Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kabupaten Bangka Tengah

Bahwa, pada tanggal 10 Juli 2020, tanpa adanya musyawarah ataupun pemberitahuan terlebih dahulu dari Penggugat, Tergugat mendapatkan Surat bernomor 560/411/DPMPTK/2020, dari Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Dan Tenaga Kerja Kabupaten Bangka Tengah (untuk selanjutnya disebut DPMPTK Bangka Tengah) dengan Perihal: Fasilitas Bipatrit, yang mana mengundang Penggugat dan Tergugat untuk diberikan fasilitas kepada Para Pihak untuk melakukan Bipartit di Ruang Rapat DPPTK Bangka Tengah pada 13 Juli 2020.

Bahwa terhadap undangan tersebut Pihak Tergugat menghadiri dengan itikad baik. Yang mana pokok permasalahan dalam perkara tersebut adalah, ketidakpuasan Penggugat terhadap Demosi yang dilakukan kepada dirinya. Yang mana dalam Risalah Perundingan Penyelesaian Perselisihan Hubunngan Industrial Secara Bipartit tertanggal 12 Juli 2021 tersebut disimpulkan oleh DPMPTK Bangka Tengah bahwa “Pekerja untuk meminta untuk dipensiun dini kepada

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13

(14)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 14 dari 34, Putusan Perkara PHI Nomor 30/Pdt.Sus-PHI/2021/PN Pgp.

Pihak Perusahaan karena pekerja tidak menerima Demosi yang dikeluarkan oleh perusahaan………..”.

Bahwa kemudian pada tanggal 08 September 2020, Tergugat kembali menerima Surat No. 560/644/DPMPTK/2020 perihal Panggilan Sidang Mediasi I dari DPMPTK Bangka Tengah, yang dilaksanakan pada Kamis 10 September 2020, yang mana dari hasil mediasi tersebut timbullah Surat Anjuran dengan Nomor: 560/689/DPMPTK/2020 tanggal 18 September 2020 dari DPMPTK Bangka Tengah dengan pada pokoknya menyatakan anjuran untuk:

1. Pekerja atas nama Aliman tetap bekerja sebagai Staff Marketing Collection di Kantor Cabang Muntok.

2. Pihak Perusahaan harus mempertegas permintaan pensiun dini atas nama aliman apakah ditolak, belum disetujui atau sedang proses persetujuan oleh Dewan Direksi melalui surat resmi.

3. Agar kedua belah pihak memberikan jawaban atas anjuran tersebut selambat-lambatnya 10 (sepuluh) hari kerja setelah menerima surat anjuran ini.

Bahwa terkait hal ini Tergugat memberikan Tanggapan Atas Anjuran tersebut melalui Surat Nomor 355/BSB/SDI/IX/2020 tertanggal 25 September 2020, yang mana masih masuk kedalam tengat 10 (sepuluh) hari kerja sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Ketenagakerjaan dan Anjuran dari DPMPTK Bangka Tengah. Yang mana dalam tanggapan tersebut disampaikan bahwa:

“Atas anjuran tersebut pihak Tergugat menerima seluruh isi anjuran tersebut:

1. Sampai dengan saat ini Sdr. Aliman masih sebagai Karyawan dengan jabatan Staff Collection Marketing si Kantor Cabang Muntok.

2. Pihak Pengusaha sudah memberikan surat resmi kepada Sdr.

Aliman terkait ditolaknya permintaan pensiun dini, dengan tembusan ke Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, dengan Nomor Surat: 653/BSB/Dir/IX/2020 tanggal 22 September 2020 perihal: Pemberitahuan.”

Bahwa selain itu Pihak Tergugat sebelumnya telah mengirimkan Surat Pemberitahuan 653/BSB/Dir/IX/2020 tertanggal 22 September 2020 kepada Penggugat yang pada pokoknya menyampaikan:

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 14

(15)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 15 dari 34, Putusan Perkara PHI Nomor 30/Pdt.Sus-PHI/2021/PN Pgp.

“berdasarkan Hasil Anjuran dari Perundingan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial secara Tripatrit pada Tanggal 10 September 2020 bertempat di Ruangan Pertemuan Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kabupaten Bangka Tengah yang mana diantara hasil dari anjuran untuk mempertegas permintaan Pensiun Dini dari Sdr. Aliman melalui Surat Resmi.

Terkait hal diatas, maka dengan ini disampaikan kepada Sdr. Aliman bahwa Pensiun Dini yang saudara minta Tidak Dapat Disetujui.”

Sehingga pada hakikatnya Pihak Tergugat dengan itikad yang baik telah melaksanakan anjuran yang diberikan oleh DPMPTK Bangka Tengah dan prosedural Undang-Undang.

c. Terputusnya Hubungan Kerja antara Penggugat dan Tergugat dikarenakan alasan Penggugat dianggap mengundurkan diri

Bahwa berdasarkan dengan Surat Nomor: 560/689/DPMPTK/2020 tanggal 18 September 2020 perihal Anjuran yang dikeluarkan oleh DPMPTK Bangka Tengah yang salah satu point-nya menyatakan bahwa: “Pekerja atas nama Aliman tetap bekerja sebagai Staff Marketing Collection di Kantor Cabang Muntok.”, dikaitkan dengan Berita Acara Pengambilan Sumpah Karyawan PT. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Bangka Belitung Nomor: 001/BA/SDI/I/2015 tanggal 10 Januari 2015, Peraturan Perusahaan PT BPRS Bangka Belitung Tahun 2018 Bab I Pasal 1 tentang Ketentuan Umum, angka 1.3 tentang Tanggungjawab Umum Bank dan Karyawan, Ayat 7 yang berbunyi:"BANK berwenang memilih, mengangkat, menempatkan dan memindahkan setiap karyawan BANK sesuai dengan kebutuhan dan kondisi BANK." , serta ditambahkan dengan Daftrar Pribadi Pelamar Tanggal 03 Mei 2004 yang salah satunya berisi pernyataan Penggugat siap ditempatkan dimana saja. Sedangkan pada saat itu belum ada pemutusan hubungan kerja ataupun pengunduran diri dari Penggugat, maka adalah kewajiban Penggugat untuk tetap hadir dan bekerja di Kantor/tempat yang telah ditentukan.

Namun pada kenyataannya, Penggugat tidak pernah lagi datang dan bekerja pada kantor/tempat sejak dikeluarkannya anjuran tersebut dari tanggal 18 September 2020 hingga 24 November 2020, yang mana yang tercatat pada sistem absensi sidik jari Karyawan a.n. Aliman, dan bila dihitung secara total Penggugat telah tidak hadir bekerja/mangkir

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 15

(16)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 16 dari 34, Putusan Perkara PHI Nomor 30/Pdt.Sus-PHI/2021/PN Pgp.

dari pekerjaannya setelah keluarnya anjuran dari DPMPTK Bangka Tengah adalah selama 45 (empat puluh lima) hari kerja.

Selain itu sebelum adanya anjuran dan mediasi Penggugat telah tidak pernah hadir di Kantor Cabang Muntok dimana Penggugat berkantor/ditempatkan. Bahwa berdasarkan sistem absensi sidik jari Karyawan a.n. Aliman sejak di demosi pada tanggal 08 Juli 2020 hingga 24 November 2020, dengan rincian perbulan sebagai berikut:

No Bulan Jumlah hadir

Jumlah tidak hadir tanpa keterangan

Jumlah Cuti

1. Juli 2 Hari 7 Hari 8 hari

2. Agustus 3 Hari 15 Hari -

3. September - 22 Hari (1 Bulan) -

4. Oktober - 19 Hari (1 Bulan) -

5. November - 17 Hari (1 Bulan) - Total 5 hari 80 Hari(2 bulan 20

Hari)

8 Hari

Bahwa selama Penggugat tidak masuk kerja tersebut segala hak terhadap Penggugat tetap dibayarkan, dan pula saat Penggugat meminta untuk cuti/izin tetap diberikan, yang mana selaku pemilik grade tertinggi gaji pokok yang dimiliki Penggugat adalah tetap.

Bahwa terkait ketidakhadiran Penggugat tersebut telah beberapa kali dilakukan Pemanggilan dan Pembinaan antara lain Surat Panggilan Nomor: 270/BSB/SDI/VII/2020 tanggal 17 Juli 2020, Surat Panggilan Nomor: 279/BSB/SDI/VIII/2020 tanggal 04 Agustus 2020, Surat Panggilan Nomor: 308/BSB/SDI/VIII/2020, dan Surat Panggilan Terakhir Nomor: 329/BSB/SDI/IX/2020 tanggal 04 September 2020, Surat Panggilan Nomor: 373/BSB/SDI/XI/2020 tanggal 05 November 2020, dan Surat Panggilan Terakhir Nomor: 375/BSB/SDI/XI/2020 tertanggal 10 November 2020 yang mana Penggugat hanya hadir pada Panggilan tertanggal 17 Juli 2020 saja, dan Penggugat tidak mengindahkan Panggilan dari Tergugat selaku Pihak Pemberi Kerja, bahkan Penggugat tidak pernah bekerja kembali di kantor/tempat yang telah ditentukan.

Bahwa terhadap diri Penggugat telah diberikan Surat Peringatan I, Surat Peringatan II, Surat Peringatan III, dan Surat Peringatan Terakhir masing masing bernomor:

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 16

(17)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 17 dari 34, Putusan Perkara PHI Nomor 30/Pdt.Sus-PHI/2021/PN Pgp.

1. Surat Peringatan Satu (SP-I) Nomor: 527/BSB/Dir/VIII/2020 tanggal 04 Agustus 2020 terkait dengan ketidakhadiran Penggugat untuk bekerja pada tanggal 13, 15, 17, 28, 29 Juli 2020 dan 3 Agustus 2020.;

2. Surat Peringatan Dua (SP-II) Nomor 583/BSB/Dir/VIII/2020 tanggal 27 Agustus 2020, terkait dengan terjadi Pengulangan Kesalahan yang sama sebagaimana pada SP-I;

3. Surat Peringatan Tiga (SP-III) Nomor: 604/BSB/Dir/IX/2020 tanggal 08 September 2020, tetap melakukan kesalahan yang sama sebagaimana pada SP-I dan SP-II;

4. Surat Peringatan Terakhir Nomor: 776/BSB/Dir/XI/2020 tanggal 20 November 2020, bahwa setelah diberikan kesempatan sedemikian luasnya terhadap diri Penggugat, namun tidak kunjung ada itikad baik dari Penggugat, maka Tergugat dengan berat hati mengeluarkan Surat Peringatan Terkahir yang mana pada pokoknya tetap memberikan kesempatan kepada Penggugat untuk masuk bekerja kembali paling lama 1(satu hari) kerja sejak diterimanya Surat tersebut.

Namun segala upaya yang telah diusahakan Tergugat untuk mempertahankan hubungan kerja antara Penggugat dan Tergugat, namun Penggugat tetap tidak memenuhi panggilan dan peringatan yang telah disampaikan oleh Tergugat.

Bahwa dalam perkara aquo, Tergugat tidak pernah melakukan PHK kepada Penggugat, namun adalah Penggugat yang dianggap sebagai mengundurkan diri, karena lamanya jangka waktu Penggugat tidak datang untuk bekerja di perusahaan Tergugat, sekiranya hampir 2 bulan lebih, bahkan total hitungan bulan dapat sampai 3 bulan(sebagian Agustus, September, Oktober, dan sebagian November), sedangkan terhadap hak Penggugat yang memiliki grade tertinggi terus dibayarkan oleh Tergugat, yang mana menimbulkan kerugian secara materiil dalam perusahaan Tergugat. Maka wajarlah apabila kiranya Penggugat dianggap mengundurkan diri, hal ini mengacu dan berdasar pada Pasal 168 Pasal 168 Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan serta Pasal 154A huruf J Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

d. Permohonan dari Penggugat untuk Pendebetan Uang Pisah dan Persetujuan Penggugat terhadap Putusnya Hubungan Kerja antara

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 17

(18)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 18 dari 34, Putusan Perkara PHI Nomor 30/Pdt.Sus-PHI/2021/PN Pgp.

Penggugat dan Tergugat

Bahwa karena Penggugat telah dianggap mengundurkan diri, Tergugat membayarkan dan menyampaikan hak-hak Penggugat, yang mana telah disampaikan melalui melalui Surat Penyampaian Hak &

Kewajiban Nomor 875/BSB/Dir/XII/2020 tertanggal 29 Desember 2020, dengan rincian:

1. Penyampaian Hak

Masa Kerja : 16 Tahun 6 Bulan Sisa Cuti : 0 Hari

Gaji Pokok : Rp. 10.524.439,- Tunjangan Jabatan : Rp. 0,- Tunjangan Keluarga : Rp. 1.052.444,- Tunjangan Lainnya : Rp. 500.000,- Tunjangan Telepon : Rp. 300.000,- Tunjangan Produktifitas : Rp. 800.000,- + Total Upah : Rp. 13.176.883,-

Hak Kompensasi (uang Pisah) : 6 x Rp. 13.176.883,-

=Rp. 79.061.297,- Sisa Cuti : Rp. 0,- Kekurangan BPJS Naker : Rp. 38.277.897,- +

Total : Rp. 117.339.194,-

PPh. 21 : Rp. 5.100.879,- + Total yang diterima : Rp. 112.238.315,-

Bahwa terhadap hak-hak tersebut telah ditransfer kerekening yang bersangkutan.

2. Penyampaian Kewajiban Posisi Perbulan November 2020 1. Pembiayaan 1

- Sisa Pokok : Rp. 29.474.987,- - Sisa Margin : Rp. 1.191.712,- + - Sisa Hutang : Rp. 30. 666.690,- 2. Pembiayaan 2

- Sisa Pokok : Rp. 249.375.474,- - Sisa Margin : Rp. 100.836.663,- + - Sisa Hutang : Rp. 350.212.137,- Total Kewajiban : Rp. 380.878.827,-

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 18

(19)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 19 dari 34, Putusan Perkara PHI Nomor 30/Pdt.Sus-PHI/2021/PN Pgp.

Bahwa terkait dengan Kewajiban yang masih dimiliki oleh Penggugat tersebut, maka Berdasarkan Peraturan Perusahaan PT BPRS Bangka Belitung Tahun 2018 Yang Telah Di Sahkan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kepulauan Bangka Belitung BAB XIV PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA PASAL 69 UMUM, angka 5, yang menyatakan: "Karyawan yang putus hubungan kerjanya dengan BANK diwajibkan untuk mengembalikan semua alat – alat milik perusahaan yang dipinjamkan kepadanya dan melunasi hutang – hutang kepada BANK. Hutang – Hutang karyawan kepada Perusahaan, Koperasi Karyawan dll dengan bukti yang sah akan diperhitungkan sekaligus dari uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, uang penggantian hak, uang pisah dan atau sumber lain atas nama karyawan.

Jika masih belum cukup melunasi hutangnya, maka karyawan ybs harus melunasi sebelum meninggalkan perusahaan.”

Bahwa kemudian pada 18 Februari 2021, Penggugat mengirimkan Permohonan kepada Pihak Tergugat untuk Pemindah Bukuan (PINBUK) dana dari Rekening Gaji Penggugat ke rekening Pembiayaan sejumlah Rp.

100.000.000,-(Seratus Juta Rupiah) guna pelunasan Pembiayaan 1 dan angsuran Pembiayaan 2. Bahwa terhadap Permohonan tersebut, berdasarkan itikad yang baik, Terugugat mengabulkannya, yang mana yang dibalas menggunakan Surat Nomor: 165/BSB/Dir/III/2021.

Bahwa, dengan adanya permohonan dan telah terlaksananya Pemindahbukuan tersebut, menunjukkan bahwa sebenarnya antara Penggugat dan Tergugat tidak terdapat lagi sengketa karena telah tercapai kesepakatan para pihak: Penggugat telah menerima hak dan kewajibannya, sehingga wajar apabila kami memohon kepada Yang Mulia Majelis Hakim untuk menolak Gugatan ini atau setidak-tidaknyanya dianggap sebagai tidak dapat diterima.

Berdasarkan alasan-alasan jawaban di atas, maka mohon kepada yang Terhormat Ketua Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Pangkalpinang C.q. Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Pangkalpinang yang memeriksa dan mengadili dan mengadili perkara ini untuk memberikan/Putusan Yang Amar Putusannya berbunyi setidak- tidaknya sebagai berikut :

Dalam Konvensi:

1. Menolak Gugatan Penggugat untuk seluruhnya atau setidak-tidaknya gugatan tidak dapat diterima/Niet Onvankelijkverklaard (N.O);

2. Menyatakan sah dan berlaku serta berkekuatan hukum pengunduran diri Penggugat dan Putusnya Hubungan Kerja antara Penggugat dan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 19

(20)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 20 dari 34, Putusan Perkara PHI Nomor 30/Pdt.Sus-PHI/2021/PN Pgp.

Tergugat;

3. Menghukum dan memerintahkan Penggugat untuk menyelesaikan kewajiban-kewajibannya yang masih belum dipenuhi kepada Tergugat Peraturan Perusahaan PT BPRS Bangka Belitung Tahun 2018 Yang Telah Di Sahkan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Bab XIV Pemutusan Hubungan Kerja Pasal 69 Umum Angka 5 4. Menghukum Penggugat untuk membayar seluruh dan segala biaya

yang timbul akibat perkara ini.

Bila Majelis Hakim berpendapat lain mohon putusan yang seadil-adilnyanya.

(ex aquo et bono).

Menimbang bahwa selanjutnya Penggugat telah mengajukan Replik dan Tergugat telah pula mengajukan Duplik sebagaimana tercantum dalam berita acara.

Menimbang bahwa untuk membuktikan dalil gugatannya, Penggugat telah mengajukan bukti surat berupa:

1. Foto copy ID Card atas nama Aliman dengan NIK 050401024 diberi tanda dengan bukti P-1.

2. Foto copy slip gaji bulan Oktober 2020 atas nama Aliman selaku Pimpinan Cabang PTBPRS Bangka Belitung, diberi tanda dengan bukti P-2.

3. Foto copy Peraturan Perusahaan PT.BPRS Bangka Belitung Tahun 2018, diberi tanda dengan bukti P-3.

4. Foto copy Surat Keputusan No.185/SK-Dir/BSB/VII/2017 tentang Ketentuan Program Pisah Kerja Terencana pada PT.BPRS Bangka Belitung tertanggal 5 Juli 2017, diberi tanda dengan bukti P-4.

5. Foto copy Surat Keputusan Nomor:179/SK-Dir/BSB/I/2015 tentang Mutasi karyawan pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Bangka Belitung atas nama Aliman,SE.,sebagai Pimpinan Cabang tertanggal 9 Januari 2015, diberi tanda dengan bukti P-5.

6. Foto copy Surat Keputusan Nomor:046/SK-Dir/BSB/I/2015 tentang Kenaikan Gaji Berkala Bank Pembiayaan Rakyat syariah Bangka Belitung atas nama sdr.Aliman,SE., tertanggal 15 Januari 2015, diberi tanda dengan bukti P-6.

7. Foto copy Surat Keputusan Nomor:333/SK-Dir/BSB/VIII/2018 tentang Pengangkatan Kepala Divisi Audit Bank Pembiayaan Rakyat syariah Bangka Belitung atas nama sdr.Aliman,SE., tertanggal 6 Agustus 2018, diberi tanda dengan bukti P-7

8. Foto copy Surat KeputusanNo:007/SK-Dir/BSB/I/2019 tentang Mutasi Kepala Divisi Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Bangka Belitung atas nama Aliman,SE., tertanggal 4 Januari 2019, diberi tanda dengan bukti P-8.

9. Foto copy Memo Internal Nomor:168/IM/SDI/II/2018 Perihal Pelaksanaan Lelang Jabatan tertanggal 27 Februari 2018, diberi tanda dengan bukti P-9.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 20

Referensi

Dokumen terkait

Dengan penyelesaian pembiayaan Non Performing Financing (NPF) menggunakan metode penjadualan kembali bank tidak diperbolehkan menambah jumlah tagihan pembiayaan yang

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai persepsi mahasiswa perempuan tentang tayangan serial drama Korea dengan mengambil tujuh dari delapan

Untuk itu akan dilakukan penelitian nilai delay untuk mengetahui kinerja dari jaringan nirkabel 4G di Surabaya, agar didapatkan hasil performansi dari TCP/IP, sehingga

Secara hukum, perjanjian yang dibuat menimbulkan akibat hukum dan para pihak yang terkait berhak mengajukan pembatalan perjanjian atau menjadikannya sebagai alasan

Hasil penelitian terhadap nilai bau menunjukkan perbedaan jarak tungku tidak berpengaruh signifikan (P>0,05) terhadap bau ikan asap, namun dengan semakin

Pada angket no 12 yang menjawab benar atau tahu berjumlah 63 orang atau 63%, kemudian yang menjawab salah/ tidak tahu berjumlah 37 orang atau 37% maka rata-rata

Hal itu sejalan dengan penelitian dari D (2017) nilai OR 11,7 sehingga dapat di simpulkan bahwa terdapat ada hubungan yang signifikan antara usia dengan kejadian preeklamsia pada

Dalam tugas akhir ini penulis mengangkat sebuah judul tentang “Pembangunan Aplikasi Mobile Donor Darah Berbasis Geolocation Menggunakan Metode Reactive