PENETAPAN
PERATURAN dan KETENTUAN ORGANISASI (PKO)
IWAPI
MUNAS IX IWAPI TAHUN 2021
Hotel JW Marriott – Jakarta
18 Juni 2021
DAFTAR ISI
Halaman Judul ... 1
I. Daftar Isi ... 2
II. IWAPI ... 3
III. HUT IWAPI ... 5
IV. Mars IWAPI ... 6
V. Bendera IWAPI ... 7
VI. Kode Etik IWAPI ... 9
VII. Seragam IWAPI ... 10
VIII. PIN IWAPI ... 15
IX. Lencana Penghargaan IWAPI ... 15
X. Papan Nama Organisasi IWAPI ... 16
XI. Spanduk/Backdrop IWAPI ... 17
XII. Kartu Tanda Anggota IWAPI ... 18
XIII. Tata Laksana Kegiatan IWAPI 1. Musyawarah ... 18
2. Rapat – Rapat……… 24
3. Tugas Pokok dan Fungsi Dewan Pengurus ... 32
XIV. Tata Cara Pembentukan DPD/DPC dan Pelaksanaan MUSDA/MUSCAB untuk Provinsi/Kabupaten/Kota Pemekaran ……… 34
XV. Korespondensi ... 35
XVI. Format Laporan Daerah ... 36
XVII. Kriteria IWAPI Daerah/Cabang Teladan ... 37
XVIII. Kriteria Perempuan Pengusaha Berprestasi Tingkat Nasional ... 38
XIX. Sumber Dana ……….... 38
XX. Perimbangan dan Pembagian Keuangan ……….. 38
XXI. Penggunaan Dana ………. 39
XXII. Pertanggung Jawaban Keuangan ……….. 39
XXIII. Kriteria Calon Ketua Umum DPP/DPD/DPC, Pengurus ... 39
XXIV. Pemberhentian Keanggotaan ……… 41
I. IWAPI
1. Logo IWAPI seperti gambar dibawah ini:
2. Logo IWAPI digunakan sebagai tanda resmi organisasi dalam berbagai media termasuk bendera dan peralatan lain yang tidak merendahkan martabat organisasi.
3. Logo IWAPI wajib dicantumkan pada map/kop surat/amplop serta dokumen lainnya yang dipergunakan/dikeluarkan pada semua aktivitas/kegiatan organisasi IWAPI, baik tingkat Pusat, Daerah, Cabang, dan Ranting.
Spesifikasi Logo IWAPI:
Ukuran : Disesuaikan dengan dokumen
Warna Dasar : Putih
Tulisan/Gambar : Biru
Warna Rambut dan Sanggul : Hitam
Penulisan WOMENS di logo menjadi WOMEN’S
Keterangan Gambar
a. Logo IWAPI Tingkat Pusat:
PUSAT
b. Logo IWAPI Tingkat Daerah :
PROVINSI ACEH
c. Logo IWAPI Tingkat Cabang:
KOTA/KAB PIDIE
d. Logo IWAPI Tingkat Ranting:
KECAMATAN BAITUR RAHMAN
II. HARI ULANG TAHUN (HUT) IWAPI
Hari Ulang Tahun Organisasi IWAPI diperingati setiap tanggal 10 Februari oleh DPP, DPD, DPC dan DPRan IWAPI di seluruh Indonesia.
Disetiap tingkatan diwajibkan untuk memperingati HUT IWAPI dengan membacakan sambutan tertulis Ketua Umum DPP IWAPI.
III. MARS IWAPI
Mars IWAPI ciptaan Hj. Ivo Nilakreshna merupakan lagu resmi yang diperdengarkan dan dinyanyikan pada setiap acara resmi organisasi tingkat Nasional, Provinsi dan Cabang serta Ranting dan wajib menyebutkan pencipta lagu.
IV. BENDERA IWAPI
Bendera resmi organisasi yang merupakan atribut organisasi dengan perbandingan ukuran panjang dan lebar adalah 3 (tiga) dibanding 2 (dua).
Pengurus di setiap tingkatan memiliki bendera IWAPI dengan bentuk seragam namun tetap menunjukan identitas masing–masing dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Bentuk
Bendera berbentuk empat persegi panjang, berukuran panjang 120 cm dan lebar 80 cm dengan lambang IWAPI di tengahnya gambar perempuan dengan rambut berwarna hitam dan bunga melati berwarna putih serta untaian benang warna perak.
2. Warna
Bendera IWAPI, warna dasar biru dengan IWAPI dan Nama Dewan Pengurus sesuai dengan tingkatannya, ditulis dengan benang warna putih serta ditepi bendera dipasang rumbai dari benang dengan warna perak. Gambar perempuan dengan rambut berwarna hitam dan bunga melati berwarna putih.
3. Pemasangan Bendera
a. Dipasang pada acara–acara resmi organisasi dan diserahterimakan setiap periode kepengurusan sebagai simbol estafet kepengurusan organisasi.
b. Pada hari-hari biasa bendera IWAPI dipasang di Kantor Sekretariat Dewan Pengurus, berdampingan dengan bendera Merah Putih, letaknya di sebelah kiri (menghadap audience) bendera Merah Putih.
c. Pada acara–acara resmi organisasi seperti
MUNAS/MUSDA/MUSCAB/RAKERNAS/RAKERDA/RAKERCAB/RAKO RNAS/RAKORDA dan pertemuan resmi lainnya, bendera IWAPI dari Dewan Pengurus yang bersangkutan, letaknya disebelah kiri bendera Merah Putih (menghadap audience). Dibelakang atau sampingnya diletakkan bendera IWAPI dari tingkatan organisasi.
120 cm
80 cm
Provinsi PAPUA Keterangan Gambar
V. KODE ETIK IWAPI
KODE ETIK
IKATAN WANITA PENGUSAHA INDONESIA
1. Kami Wanita Pengusaha Indonesia, adalah warga Negara Republik Indonesia yang berazaskan Pancasila.
2. Kami Wanita Pengusaha Indonesia, wajib tunduk dan taat pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dan Peraturan Ketentuan Organisasi IWAPI.
3. Kami Wanita Pengusaha Indonesia, ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan Pembangunan Nasional.
4. Kami Wanita Pengusaha Indonesia, dalam kegiatan usaha dan kegiatan lainnya, menjalin hubungan baik dengan sesama rekan, masyarakat, pemerintah, saling menghormati dan saling membantu.
5. Kami Wanita Pengusaha Indonesia, memperhatikan kepentingan umum dan selalu menjaga nama baik organisasi dan Negara.
6. Kami Wanita Pengusaha Indonesia, wajib memiliki dan bertanggung jawab kepada organisasi.
7. Kami Wanita Pengusaha Indonesia, wajib menjunjung tinggi organisasi IWAPI baik melalui tutur kata, sikap dan tindakan.
8. Kami Wanita Pengusaha Indonesia, wajib menjunjung tinggi Kode Etik IWAPI. Bila kami melanggar Kode Etik tersebut, maka kami bersedia dikenakan sanksi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
VI. SERAGAM IWAPI
1. Pakaian Seragam IWAPI terdiri dari:
a. Seragam Batik (gambar terlampir):
Seragam batik biru IWAPI dengan rok panjang (tanpa modifikasi).
Panjang atasan sampai dibawah pinggul.
Bagi anggota yang berkerudung, atasan batik dengan krag/leher tertutup/chang-i dan mengenakan kerudung berwarna putih polos dengan dalaman kerudung berwarna putih.
Mengenakan tas dan sepatu berwarna putih (buatan dalam negeri).
Memakai lencana Penghargaan.
b. Seragam Blazer Biru dan Putih:
Seragam Putih yang terdiri dari blouse putih dan rok panjang model A line / celana panjang sampai mata kaki, tidak ketat dan terbuat dari bahan kain bukan bahan kaos dengan blazer biru berlambang IWAPI di dada kiri.
Panjang blazer biru sampai dibawah pinggul.
Bagi yang berbusana muslim mengenakan kerudung putih polos dan dalaman putih dengan model yang sederhana.
Mengenakan sepatu dan tas warna putih.
Memakai lencana Penghargaan (bagi yang punya).
c. Rompi (Vest) dan Jaket IWAPI:
- Dipakai pada acara kegiatan lapangan maupun sosial dan menggunakan baju bebas rapih.
2. Penggunaan Seragam Resmi IWAPI:
a. Seragam Batik:
1. Pada acara pembukaan Musyawarah Nasional (MUNAS)/Musyawarah Nasional Luar Biasa (MUNASLUB)/Musyawarah Daerah (MUSDA)/Musyawarah Daerah Luar Biasa (MUSDALUB)/Musyawarah
Koordinasi Nasional (RAKORNAS)/Rapat Kerja Nasional (Rakernas)/Rapat Kerja Daerah (Rakerda)/Rapat Kerja Cabang (Rakercab)/Rapat Kerja Ranting (Rakeran) IWAPI.
2. Pada acara tatap muka dengan Presiden RI dan Wakil Presiden RI.
3. Pelantikan: digunakan untuk DPP/DPD/DPC/DPRan yang dilantik.
b. Seragam Putih – Blazer Biru:
1. Pada saat acara tatap muka/audiensi dengan Menteri (IWAPI Pusat), Gubernur (IWAPI Daerah), Walikota/Bupati (IWAPI Cabang) dan Camat (IWAPI Ranting).
2. Pada hari kedua Musyawarah Nasional (MUNAS)/Musyawarah Nasional Luar Biasa (MUNASLUB)/Musyawarah Daerah (MUSDA)/Musyawarah Daerah Luar Biasa (MUSDALUB)/Musyawarah Cabang
(MUSCAB)/Musyawarah Cabang Luar Biasa
(MUSCALUB)/Musyawarah Ranting (MUSRAN) IWAPI, Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS)/Rapat Kerja Nasional (Rakernas)/Rapat Kerja Daerah (Rakerda)/Rapat Kerja Cabang (Rakercab)/Rapat Kerja Ranting (Rakeran) IWAPI.
3. Dikenakan oleh Dewan Pengurus setingkat diatasnya untuk menghadiri MUSDA/RAKERDA, MUSCAB/RAKERCAB, MUSRAN/RAKERAN.
4. Menghadiri Undangan/Acara dalam rangka mewakili organisasi IWAPI.
5. Pelantikan: digunakan untuk DPP/DPD/DPC yang melantik.
c. Contoh Seragam IWAPI
MENGENAKAN HIJAB TANPA HIJAB
MODEL ROK MODEL CELANA
VEST IWAPI
MODEL: KETUA UMUM DPP IWAPI MODEL: WKU I DPP IWAPI
Keterangan Model Seragam:
Bawahan/Rok : Potongan model A line
Celana panjang : Model sampai mata kaki, tidak ketat, bukan bahan kaos dan terbuat dari bahan kain
VII. PIN IWAPI
PIN IWAPI merupakan salah satu tanda anggota IWAPI, dipakai di sebelah kiri.
Ukuran dan spesifikasi PIN standar.
Dipakai pada saat anggota IWAPI DPP/DPD/DPC/DPRan mengenakan pakaian bebas rapih.
VIII. LENCANA PENGHARGAAN IWAPI
Lencana penghargaan IWAPI merupakan salah satu tanda penghargaan bagi anggota IWAPI, dipakai di sebelah kanan.
Ukuran dan spesifikasi lencana standar.
Dipakai pada saat anggota IWAPI DPP/DPD/DPC/DPRan mengenakan pakaian seragam IWAPI.
IX. TROPHY PENGHARGAAN IWAPI
Trophy penghargaan DPP IWAPI diberikan kepada DPD/DPC Teladan dan Perempuan Pengusaha Berprestasi bagi anggota IWAPI.
Transparansi penilaian oleh formatur dengan kriteria yang disosialisasikan, penghargaan diberikan berdasarkan beberapa kategori.
Untuk ukuran 34, 5 cm
X. PAPAN NAMA ORGANISASI IWAPI
Papan Nama Organisasi IWAPI disesuaikan dengan situasi daerah masing-masing dengan spesifikasi :
Ukuran : Disesuaikan dengan Peraturan Daerah setempat
Warna :
- Dasar : Putih - Tulisan : Biru - Sanggul : Hitam
Logo IWAPI diletakkan di sebelah kiri atas pada Papan Nama Organisasi IWAPI
………
………...
………...
………...
……….…
PROVINSI PAPUA
XI. SPANDUK/BACKDROP IWAPI
Spanduk Organisasi dipasang pada setiap acara yang diselenggarakan oleh organisasi IWAPI, baik Tingkat Pusat, Cabang, Ranting, dengan spesifikasi:
Ukuran : Disesuaikan dengan kebutuhan
Warna : - Dasar : Putih - Tulisan : Biru - Lambang IWAPI : Biru
Lambang IWAPI diletakkan di sebelah kiri spanduk/backdrop
Lambang Pemerintah Daerah ikut dicantumkan
Apabila Lambang Pemerintah Daerah harus diletakkan disebelah kiri, maka Lambang IWAPI diletakkan disebelah kanan.
………
……….…………...
………...
………...
Bila bekerja sama dengan pihak lain sehingga dalam spanduk terdapat lebih dari 1 (satu) lambing dan IWAPI sebagai penyelenggara acara, maka letak lambang IWAPI disesuaikan.
Photo bersama Ketua Umum DPP/DPD/DPC dan Ketua DPRan.
Pada spanduk dicantumkan nama acara yang diselenggarakan, tema & sub tema (jika ada) dilengkapi dengan Kota, Lokasi, Hari dan Tanggal pelaksanaan acara.
XII. KARTU TANDA ANGGOTA (KTA) IWAPI
Seluruh anggota IWAPI termasuk Pengurus Pusat/Daerah/Cabang dan Ranting memperoleh kartu anggota yang dikeluarkan oleh DPP IWAPI dengan kode khusus berdasarkan database anggota.
1. Spesifikasi.
Warna Dasar : Biru dengan IWAPI dan Bendera Merah Putih
Warna Tulisan : Hitam
Kabupaten Bogor
Ukuran : Lebar 5,5 cm dan Panjang 9,0 cm 2. Masa Berlaku
Masa berlaku kartu anggota IWAPI adalah sesuai dengan periode kepengurusan 5 (lima) tahun.
3. Bentuk dan Format
Bentuk dan Format kartu anggota IWAPI diseragamkan untuk seluruh Provinsi.
XIII. TATA LAKSANA KEGIATAN IWAPI
1. MUSYAWARAH
Musyawarah (Nasional, Daerah, Cabang) IWAPI adalah agenda kegiatan konstitusional IWAPI yang diselenggarakan 5 (lima) tahun sekali.
Musyawarah Nasional merupakan pemegang kekuasaan tertinggi organisasi IWAPI, yang beragendakan:
a. Menetapkan dan mengesahkan penyempurnaan atau perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga IWAPI.
b. Memberikan penilaian dan keputusan terhadap pertanggung jawaban atas pelaksanaan Program Kerja, Keuangan dan Perbendaharaan dari DPP/DPD/DPC secara transparan.
c. Menetapkan Kebijaksanaan Umum Organisasi.
d. Menetapkan Program Kerja Organisasi.
e. Mengeluarkan keputusan dan pembentukan tim untuk menyelesaikan permasalahan organisasi IWAPI.
f. Memilih dan mengangkat Ketua Umum.
Tata Laksana Musyawarah (Nasional/Daerah/Cabang)
a. Membentuk Kepanitiaan Musyawarah terdiri dari Panitia Pengarah (SC) dan Panitia Pelaksana (OC) dan dituangkan dalam Surat Keputusan Dewan Pengurus tentang Kepanitiaan Musyawarah.
c. Pemberitahuan dimaksud, disampaikan paling lambat 1 (satu) bulan sebelum waktu pelaksanaan.
d. Bagi Dewan Pengurus yang masa kepengurusannya akan berakhir, maka 6 (enam) bulan sebelum dan atau 6 (enam) bulan setelah masa kepengurusan berakhir, dalam tenggang waktu tersebut tidak dapat membentuk dan melantik Dewan Kepengurusan satu tingkat dibawahnya.
e. Tugas SC adalah:
i. Menyampaikan nama calon ketua terseleksi, minimal 60 (enam puluh) hari sebelum pelaksanaan Musyawarah kepada Dewan Pengurus setingkat diatasnya (Untuk MUSDA, MUSCAB), serta untuk pelaksanaan MUNAS, Panitia Pengarah menyampaikan nama calon Ketua Umum terseleksi kepada DPD seluruh Indonesia minimal 60 (enam puluh) hari sebelum pelaksanaan Musyawarah Nasional.
ii. Mempersiapkan materi Musyawarah (Susunan Acara, Tata Tertib, Materi Sidang Komisi dan Rancangan Keputusan, dll).
iii. Menyusun laporan pelaksanaan tugas untuk disampaikan pada Ketua Umum Dewan Pengurus Terpilih.
iv. Menyusun Hasil Keputusan Musyawarah dan diserahkan kepada Ketua Umum Dewan Pengurus terpilih untuk dikirim ke seluruh Daerah/Cabang.
f. Tugas OC adalah mempersiapkan segala sesuatu tentang pelaksanaan Musyawarah.
MASA JABATAN KETUA UMUM
Jabatan Ketua Umum DPP/DPD/DPC dan Ketua umum DPRan yang dipilih dan di tetapkan dalam MUNAS/MUSDA/MUSCAB dapat dipilih 2 (dua) kali berturut-turut berdasarkan Pasal 32 Anggaran Dasar (AD) IWAPI.
Peserta Musyawarah (Nasional, Daerah, Cabang) a. DPP/DPD/DPC/DPRan IWAPI.
b. Utusan Daerah/Cabang/ranting, terdiri dari Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum yang mendapatkan mandat.
c. Utusan Daerah/Cabang memiliki hak suara, hak bicara, hak memilih dan hak dipilih.
d. Untuk pelaksanaan MUSDA/MUSCAB 1 (satu) tingkat diatasnya dapat memiliki 1 (satu) hak suara, sesuai dengan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) dan PKO IWAPI.
e. Jumlah utusan masing–masing Daerah Provinsi sebanyak 2 (dua) orang yang terdiri dari 1 (satu) orang Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum atau Komtap Organisasi yang mendapat mandat dari Ketua Umum DPD/DPC.
Susunan Acara Musyawarah Nasional
Registrasi Peserta dan Pembagian Perlengkapan Musyawarah Nasional Pembukaan
Pembacaan Do’a
Menyanyikan lagu Indonesia Raya Menyanyikan Mars IWAPI
Pembacaan Kode Etik IWAPI (dibacakan oleh WKU I, tetapi tidak diikuti oleh peserta) Pengumuman DPD IWAPI Teladan
Pengumuman Perempuan Pengusaha Berprestasi Tingkat Nasional Laporan Ketua Panitia
Sambutan Ketua Umum DPP IWAPI Sambutan Ketua Umum KADIN Indonesia
Sambutan Presiden RI / Menteri sekaligus membuka Musyawarah Nasional Penutupan
Pleno 1 (dipimpin oleh Ketua Umum DPP, WKU I & SC) Pengesahan Kuorum (SK No. 01)
Pengesahan Susunan Acara (SK No. 02)
Pembacaan dan Pengesahan Tata Tertib (SK No. 03) Pemilihan Pimpinan Sidang (SK No. 04)
Pleno 2 (dipimpin oleh Pimpinan Sidang Terpilih)
Laporan Pertanggung jawaban DPP IWAPI Periode Masa Bakti ... (SK No. 05)
Penyerahan Pataka dari Ketua Umum DPP yang baru demisioner kepada Pimpinan Sidang Pembagian Komisi
Pleno 3
Sidang Komisi
Pemilihan Pimpinan Sidang Komisi A, B dan C Pembahasan Sidang Komisi A, B dan C
Laporan dan Pengesahan Hasil Sidang Komisi A, B dan C (SK No. 07) Pleno 4
Sidang Pemilihan Ketua Umum DPP IWAPI Periode Masa Bakti Tahun .……. (SK No. 08) (AD BAB XI Pasal 24 Ayat 4 dan ART BAB VI Pasal 12 Ayat 2 dan lihat tata tertib
Pemilihan Ketua Umum (PKO))
Penyampaian Visi dan Misi Calon Ketua Umum Pemungutan Suara/Proses Pemilihan
Penyerahan bendera pataka dari pimpinan sidang ke Ketua Umum terpilih Pembentukan tim formatur (SK No. 09)
Hasil keputusan tim formatur (SK No. 10)
Susunan Acara Musyawarah (Daerah, Cabang)
Registrasi Peserta dan Pembagian Perlengkapan Musyawarah Pembukaan
Pembacaan Do’a
Menyanyikan lagu Indonesia Raya Menyanyikan Mars IWAPI
Pembacaan Kode Etik IWAPI (dibacakan oleh WKU I, tetapi tidak diikuti oleh peserta) Laporan Ketua Panitia
Sambutan Ketua Umum DPD/DPC IWAPI Sambutan Ketua Umum KADINDA Sambutan Ketua Umum DPP IWAPI Sambutan Pejabat Setempat
Penutupan
Pleno 1 (dipimpin oleh Ketua Umum DPD/DPC, WKU I & SC) Pengesahan Kuorum (SK No. 01)
Pengesahan Susunan Acara (SK No. 02)
Pembacaan dan Pengesahan Tata Tertib (SK No. 03) Pemilihan Pimpinan Sidang (SK No. 04)
Pleno 2 (dipimpin oleh Pimpinan Sidang Terpilih)
Laporan Pertanggung jawaban DPD/DPC IWAPI Periode Masa Bakti ... (SK No. 05) Pandangan umum DPD/DPC
Pernyataan demisioner oleh Pimpinan Sidang (SK No. 06)
Penyerahan Pataka dari Ketua Umum DPD/DPC yang baru demisioner kepada Pimpinan Sidang
Pembagian Komisi
Pleno 3
Sidang Komisi
Pemilihan Pimpinan Sidang Komisi A, B dan C Pembahasan Sidang Komisi A, B dan C
Pleno 4
Sidang Pemilihan Ketua Umum DPP IWAPI Periode Masa Bakti Tahun ……. (SK No. 08) (AD BAB XI Pasal 28 Ayat 3 dan ART BAB VI Pasal 14 dan lihat tata tertib Pemilihan Ketua Umum (PKO))
Penyampaian Visi dan Misi Calon Ketua Pemungutan Suara/Proses Pemilihan Pembentukan tim formatur (SK No. 09) Hasil keputusan tim formatur (SK No. 10)
SUSUNAN ACARA PELANTIKAN & PENGUKUHAN KETUA UMUM DPP IWAPI
Pembukaan
Pembacaan Do’a
Menyanyikan lagu Indonesia Raya
Menyanyikan Mars IWAPI
Pembacaan Kode Etik IWAPI (dibacakan oleh tim formatur, tetapi tidak diikuti oleh peserta)
Laporan Ketua Panitia
Pembacaan Surat Keputusan Kepengurusan (dibacakan oleh tim formatur)
Pembacaan Naskah Pelantikan Oleh Ketua Umum DPP IWAPI
Pembacaan Naskah Pengukuhan oleh Dewan Pembina DPP IWAPI
Penandatanganan Naskah Pengukuhan
Sambutan Ketua Umum DPP IWAPI
Sambutan Ketua Umum KADIN Indonesia
Sambutan Presiden Republik Indonesia
Penutup
SUSUNAN ACARA PELANTIKAN & PENGUKUHAN KETUA UMUM DPD/DPC IWAPI ………..
Pembukaan
Pembacaan Do’a
Menyanyikan lagu Indonesia Raya
Menyanyikan Mars IWAPI
Pembacaan Kode Etik IWAPI (dibacakan oleh WKU I DPP/DPD, tetapi tidak diikuti oleh peserta)
Laporan Ketua Panitia
Pembacaan Surat Keputusan Kepengurusan dibacakan oleh Wakil Ketua Umum I Dewan Pengurus satu tingkat diatasnya
Pembacaan Naskah Pelantikan Oleh Ketua Umum DPP/DPD IWAPI
Pembacaan Naskah Pengukuhan oleh Dewan Pembina DPD/DPC IWAPI
Penandatanganan Naskah Pengukuhan
Penyerahan Bendera dari Ketua Umum DPP/DPD IWAPI kepada Ketua Umum DPD/DPC IWAPI terpilih
Sambutan KetuaUmum DPD/DPC terpilih
Sambutan Ketua Umum KADINDA
Sambutan Ketua Umum DPP IWAPI
Sambutan Pejabat Setempat
Pemberian Cinderamata/Plakat kepada Ketua Umum DPP/DPD IWAPI, KADINDA dan Pejabat Setempat
Ramah Tamah
Penutup
2. RAPAT - RAPAT
A. Rapat Dewan Pengurus
Rapat Dewan Pengurus diadakan menurut kebutuhan, sekurang-kurangnya satu kali dalam satu bulan.
Rapat Dewan Pengurus merupakan rapat rutin yang harus dilakukan dan dihadiri oleh seluruh pengurus. Untuk mengambil keputusan, rapat harus memenuhi Kuorum (Apabila WKU berhalangan hadir, maka bisa diwakilkan oleh Ketua Komtap/anggota).
Rapat Dewan Pengurus harus mempunyai agenda bahasan yang telah direncanakan sebelumnya oleh Komite Tetap Kesekretariatan dan dicantumkan sebagai agenda rapat dalam Undangan Rapat Dewan Pengurus.
Agenda yang dibahas adalah:
a. Laporan kerja setiap WKU untuk kegiatan yang telah dilaksanakan dalam satu bulan berjalan.
b. Mengevaluasi program kerja tiap WKU, target yang telah dicapai, permasalahan yang ada dan mencari solusi pemecahan masalah jika ditemui kendala untuk pelaksanaan program pada setiap WKU.
Hasil rapat harus didokumentasikan dalam bentuk Notulen Rapat yang disahkan pada Rapat Dewan Pengurus bulan berikutnya dan ditandatangani oleh Ketua Umum sesuai dengan tingkatan.
B. Rakernas/Rakerda/Rakercab
Rakernas/Rakerda/Rakercab dilaksanakan setahun sekali untuk membahas hal-hal yang berkaitan dengan AD-ART dan Peraturan & Ketentuan Organisasi IWAPI serta evaluasi terhadap Program Kerja DPP/DPD/DPC IWAPI.
Tata Laksana Rapat Kerja (Nasional/Daerah/Cabang/Ranting) Kriteria Pelaksanaan RAKERNAS/RAKERDA/RAKERCAB:
a. Daerah tempat pelaksanan Rapat Kerja dipilih secara aklamasi oleh forum pada Rapat Kerja sebelumnya. Daerah terpilih telah menandatangani surat keputusan dihadapan pimpinan sidang.
b. Mempunyai hubungan harmonis dengan Pemda setempat.
c. Daerah yang terpilih oleh forum sebagai tuan rumah pelenggara acara, harus memenuhi syarat yang telah ditentukan.
d. Daerah yang terpilih sanggup melengkapi seluruh perlengkapan yang dibutuhkan sesuai dengan kesepakatan antara lain:
Tempat pelaksanan Rakernas/Rakerda/Rakercab dengan penginapan peserta, harus berada dalam satu lokasi.
Menyediakan akomodasi untuk Ketua Umum agar mudah berkoordinasi dengan Ketua Umum DPD/DPC.
Menyiapkan segala sesuatu yang tertuang dalam Surat Kesepakatan Bersama.
e. Daerah yang terpilih harus telah mempunyai fasilitas lengkap sebagai pendukung untuk terlaksananya sebuah Rapat Kerja.
f. Membuat Surat Kesepakatan antara DPP & DPD, DPD & DPC yang bersangkutan tentang hal-hal yang akan menjadi alat kelengkapan pelaksanaan Rapat Kerja Nasional dan Daerah.
g. Membentuk Kepanitiaan Rapat Kerja terdiri dari Panitia Pengarah/SC (Steering Committee) dan Panitia Pelaksana/OC (Organizing Committee) dan dituangkan dalam Surat Keputusan Dewan Pengurus tentang Kepanitiaan Rapat Kerja.
h. Pelaksanaan RAKERDA/RAKERCAB dapat di informasikan dan dihadiri oleh 1 (satu) tingkat diatasnya.
i. Tugas SC adalah:
Mempersiapkan materi Rapat Kerja (Susunan Acara, Tata Tertib, Materi Sidang Komisi, Rancangan Keputusan, dll).
Melakukan persiapan seleksi DPD dan DPC Teladan dan Perempuan Pengusaha Berprestasi yang penilaiannya dilakukan oleh Juri Independen.
Mempersiapkan Surat Keputusan untuk hal tersebut diatas.
Menyusun Hasil Keputusan Rapat Kerja untuk dipertanggung jawabkan pada Rapat Pleno Pengurus dan diserahkan kepada Ketua Umum Dewan Pengurus selanjutnya dikirim ke seluruh daerah/cabang.
Menentukan tujuan, sasaran kegiatan secara jelas tentang pelaksanaan Rapat Kerja.
Memimpin dan mengarahkan teknik dan kerja dalam rapat-rapat pleno.
Menentukan materi narasumber yang sesuai dengan kegiatan Rapat Kerja.
j. Tugas OC adalah:
Mempersiapkan segala sesuatu tentang pelaksanaan Rapat Kerja.
Memberitahukan kepada DPD/DPC tentang rencana pelaksanaan Rapat Kerja.
Memberitahukan kepada Dewan Pengurus setingkat diatasnya (untuk DPD/DPC) tetang rencana pelaksanaan Rapat Kerja, meliputi tempat, waktu dan susunan acara tentative paling lambat 1 (satu) bulan sebelum waktu pelaksanaan.
Penegasan Tugas OC:
1. Ketua panitia (Ketua OC) mengontrol anggota OC agar berjalan sesuai dengan tugas masing-masing.
2. Sekretaris menjadi notulen pra kegiatan, membuat surat menyurat internal OC maupun eksternal, membuat proposal acara dan LPJ dengan koordinasi bersama bendahara.
3. Bendahara membuat RAB (Rincian Anggaran Belanja) kegiatan, membuat list sponsor/sumber dana potensial, mengatur keuangan kegiatan, membuat LPJ dengan berkoordinasi bersama sekretaris.
4. Seksi acara menentukan rapat rutin pra kegiatan, menyusun susunan acara dengan efisien agar semua acara berjalan dengan tertib selama acara berlangsung.
k. SC dan OC menyusun Laporan Pelaksanaan Tugas Rapat Kerja untuk dipertanggung jawabkan pada Rapat Pleno Pengurus dan diserahkan kepada Ketua Umum Dewan Pengurus
Utusan Rapat Kerja (Nasional/Daerah/Cabang)
Utusan Rakernas/Rakerda/Rakercab terdiri dari peserta dan peninjau.
a. Peserta Rakernas/Rakerda/Rakercab adalah Ketua Umum DPD/DPC, Wakil Ketua Umum/Wakil Ketua sesuai mandat.
Bagi DPD yang belum merestruktur kepengurusannya sesuai amanah Munas IX IWAPI Tahun 2021.
b. Peninjau Rakernas/Rakerda/Rakercab adalah seluruh anggota IWAPI yang bermaksud mengikuti acara Rapat Kerja dengan surat tugas dari Ketua Umum DPP/DPD/DPC anggota berasal yang mendapatkan mandat.
Susunan Acara
Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS)
Registrasi Peserta dan Pembagian Perlengkapan Rapat Kerja Nasional PEMBUKAAN RAPAT KERJA NASIONAL
Pembukaan Pembacaan Do’a
Menyanyikan lagu Indonesia Raya Menyanyikan Mars IWAPI
Pembacaan Kode Etik IWAPI (dibacakan oleh WKU I, tetapi tidak diikuti oleh peserta) Pengumuman DPD IWAPI Teladan
Pengumuman Perempuan Pengusaha Berprestasi Tingkat Nasional Laporan Ketua Panitia
Sambutan Ketua Umum DPP
Sambutan Ketua Umum KADIN Indonesia
Sambutan Presiden RI / Menteri sekaligus membuka Rapat Kerja Nasional Penutupan (acara pembukaan)
Pleno 1 dipimpin oleh Ketua Umum DPP Pengesahan Kuorum (SK No. 01)
Pengesahan Susunan Acara (SK No. 02)
Pembacaan dan Pengesahan Tata Tertib (SK No. 03)
Pleno 2
Laporan Kemajuan/Progres Kegiatan DPP Pandangan Umum DPD
Pembagian Komisi
Pleno 3
Sidang Komisi Pleno 4
Laporan dan Pengesahan ……….. (SK No. 04) Keputusan hasil Rapat Kerja Nasional (SK No. 05)
Hasil voting untuk tempat pelaksanaan RAKERNAS (SK No. 06) Penutup
Susunan Acara
Rapat Kerja (Daerah, Cabang) Rakerda/Rakercab
Registrasi Peserta dan Pembagian Perlengkapan Rapat Kerja PEMBUKAAN RAPAT KERJA
Pembukaan Pembacaan Do’a
Menyanyikan lagu Indonesia Raya Menyanyikan Mars IWAPI
Pembacaan Kode Etik IWAPI (dibacakan oleh WKU I, tetapi tidak diikuti oleh peserta) Laporan Ketua Panitia
Pengumuman DPC IWAPI Teladan
Pengumuman Perempuan Pengusaha Berprestasi Sambutan Ketua Umum DPD/DPC IWAPI Sambutan Ketua Umum KADINDA Sambutan Ketua Umum DPP IWAPI
Sambutan pejabat setempat sekaligus membuka Rapat Kerja Daerah/Cabang
Pleno 1 dipimpin oleh Ketua Umum DPD/DPC Pengesahan Kuorum (SK No. 01)
Pengesahan Susunan Acara (SK No. 02)
Pembacaan dan Pengesahan Tata Tertib (SK No. 03)
Pleno 2
Laporan Kemajuan/Progres Kegiatan DPD/DPC Pandangan Umum DPC
Pembagian Komisi
Pleno 3
Sidang Komisi
Pleno 4
Laporan dan Pengesahan ……….. (SK No. 04) Keputusan hasil Rapat Kerja (SK No. 05)
Hasil voting untuk tempat pelaksanaan RAKERDA/RAKERCAB (SK No. 06)
Penutupan
C. Rakornas/Rakorda/Rakercab
Rakornas/Rakorda/Rakercab dilakukan jika dianggap perlu.
Rakornas dilaksanakan untuk membahas hal-hal yang dianggap penting dan mendesak.
Tata Laksana Rakornas/Rakorda/Rakercab
a. Membentuk Kepanitiaan Rapat Koordinasi terdiri dari Panitia Pengarah (SC) dan Panitia Pelaksana (OC) dan dituangkan dalam Surat Keputusan Dewan Pengurus tentang Kepanitiaan Rakornas/Rakorda/Rakercab.
b. Tugas SC adalah:
Mempersiapkan materi Rapat Koordinasi (Susunan Acara, Tata Tertib, Rancangan Keputusan).
Menyusun Hasil Keputusan Rapat Koordinasi untuk dipertanggung jawabkan pada Rapat Pleno Pengurus dan diserahkan kepada Ketua Umum Dewan Pengurus selanjutnya dikirim ke seluruh daerah/cabang.
Menentukan tujuan, sasaran kegiatan secara jelas tentang pelaksanaan Rapat Koordinasi.
Memimpin dan mengarahkan teknik dan kerja dalam rapat-rapat.
Menentukan materi narasumber yang sesuai dengan kegiatan Rapat Kerja.
c. Tugas OC adalah:
Mempersiapkan segala sesuatu tentang pelaksanaan Rapat Koordinasi.
Memberitahukan kepada seluruh DPD seluruh Indonesia tentang rencana pelaksanaan Rapat Koordinasi.
Penegasan Tugas OC:
Ketua panitia (Ketua OC) mengontrol anggota OC agar berjalan sesuai dengan tugas masing-masing.
Sekretaris menjadi notulen pra kegiatan, mebuat surat menyurat internal OC maupan eksternal, membuat proposal acara dan LPJ dengan koordinasi bersama bendahara.
Bendahara membuat RAB (Rincian Anggaran Belanja) kegiatan, membuat list sponsor/sumber dana potensial, mengatur keuangan kegiatan, membuat LPJ dengan berkoordinasi bersama sekretaris.
Seksi acara: menentukan rapat rutin pra kegiatan, menyusun susunan acara dengan efisien agar semua acara berjalan dengan tertib selama acara berlangsung.
d. SC dan OC menyusun Laporan Pelaksanaan Tugas Rapat Koordinasi untuk dipertanggung jawabkan pada Rapat Pleno Pengurus dan diserahkan kepada Ketua Umum Dewan Pengurus.
Utusan Rapat Koordinasi Nasional
Utusan Rakornas terdiri dari peserta dan peninjau.
a. Peserta Rakornas adalah Ketua Umum DPD, Wakil Ketua Umum sesuai mandat.
b. Peninjau Rakornas adalah seluruh anggota IWAPI yang bermaksud mengikuti acara Rapat Koordinasi dengan surat tugas dari DPD anggota berasal yang mendapatkan mandat.
Susunan Acara Rapat Koordinasi Nasional
Registrasi Peserta dan Pembagian Perlengkapan Rapat Koordinasi Nasional
PEMBUKAAN RAPAT KOORDINASI NASIONAL Pembukaan
Pembacaan Do’a
Menyanyikan lagu Indonesia Raya Menyanyikan Mars IWAPI
Pembacaan Kode Etik IWAPI (dibacakan oleh WKU I, tetapi tidak diikuti oleh peserta) Laporan Ketua Panitia
Sambutan Ketua Umum DPP IWAPI Sambutan Ketua Umum KADIN Indonesia
Sambutan Pejabat setempat sekaligus membuka Rapat Koordinasi Nasional ... (bila ada) Penutupan (acara pembukaan)
Pleno 1 (dipimpin oleh Ketua Umum DPP, WKU & SC) Pengesahan Kuorum (SK No. 01)
Pengesahan Susunan Acara (SK No. 02) Pengesahan Tata Tertib (SK No. 03)
Pleno 2
Laporan Kemajuan/Progres Kegiatan DPP Pandangan Umum DPD
Rekomendasi (SK No. 04)
Penutupan
Susunan Acara Rakorda/Rakorcab
Registrasi Peserta dan Pembagian Perlengkapan Rakorda/Rakorcab PEMBUKAAN RAPAT KOORDINASI RAKORDA/RAKORCAB Pembukaan
Pembacaan Do’a
Menyanyikan lagu Indonesia Raya Menyanyikan Mars IWAPI
Pembacaan Kode Etik IWAPI (dibacakan oleh WKU I, tetapi tidak diikuti oleh peserta) Laporan Ketua Panitia
Sambutan Ketua Umum DPD/DPC IWAPI Sambutan Ketua Umum KADINDA
Sambutan Ketua Umum DPP IWAPI
Sambutan Pejabat setempat sekaligus membuka Rakorda/Rakorcab ... (bila ada) Penutupan (acara pembukaan)
3. TUGAS POKOK DAN FUNGSI DEWAN PENGURUS 1. Ketua Umum DPP/DPD/DPC dan Ketua DPRan IWAPI
a. Memimpin organisasi dan Dewan Pengurus Pusat/Daerah/Cabang/Ranting dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya baik kedalam maupun keluar.
b. Mengkoordinasikan langkah-langkah Dewan Pengurus Pusat/Daerah/Cabang/Ranting dalam hal yang bersifat kebijaksanaan.
c. Memimpin rapat-rapat yang diadakan Dewan Pengurus Pusat/Daerah/Cabang/Ranting.
d. Ketua Umum DPP dapat berkomunikasi langsung dengan Ketua Umum DPD/DPC dan Ketua DPRan.
e. Ketua Umum DPP dapat memberikan instruksi langsung kepada Ketua Umum DPD/DPC.
f. Mengkoordinasikan dan menyinkronisasikan pelaksanaan tugas para Wakil Ketua Umum.
g. Ketua Umum dapat mengangkat dan memberhentikan pengurus, apabila melanggar aturan AD-ART & PKO dan kesepakatan yang tidak tertulis tentang kesediaan menjadi pengurus.
h. Menandatangani surat keluar, Surat Keputusan, Keputusan Dewan Pengurus dan Rekomendasi, Perjanjian Kerjasama, Kesepakatan Bersama, terutama untuk dan atas nama organisasi.
i. Menandatangani surat-surat berharga dan cek.
j. Memberi tugas kepada pengurus lainnya untuk mewakili IWAPI Pusat/Daerah/Cabang/Ranting untuk menghadiri undangan dari pihak lain sesuai bidang masing-masing.
k. Dalam hal yang mendesak, Ketua Umum bersama–sama dengan fungsionaris DPP/DPD/DPC/DPRan berkonsultasi dengan Dewan Pendiri, Dewan Kehormatan dan Dewan Konsultasi untuk mengambil keputusan.
l. Dalam hal Ketua Umum berhalangan sementara, dapat menunjuk salah seorang Wakil Ketua Umum untuk mewakilinya, dan jika semua Wakil Ketua Umum berhalangan, Ketua Umum dapat menunjuk Ketua Komite Tetap untuk mewakilinya.
m. Bertanggung jawab pada Musyawarah Nasional/Daerah/Cabang.
2. Wakil Ketua Umum DPP/DPD/DPC/Wakil Ketua DPRan IWAPI
a. Mewakili Ketua Umum dalam mengkoordinasikan dan menyinkronisasikan pelaksanaan tugas masing–masing Komite Tetap dalam lingkup bidang tugasnya.
b. Mengembangkan kerjasama yang serasi dan mengawasi kelancaran pelaksanaan tugas Komite Tetap dalam lingkup bidang tugasnya masing–masing.
c. Mewakili Ketua Umum atas dasar penunjukkan atau penugasan Ketua Umum.
d. Setiap kegiatan yang melibatkan 1 (satu) tingkat dibawahnya, harus atas dasar persetujuan atau diketahui Ketua Umum DPP/DPD.
e. Dalam hal program kerja dapat berkolaborasi dengan WKU terkait lainnya.
f. Mendampingi Ketua Umum secara aktif dalam menjalan fungsi dan peranannya.
g. Memimpin rapat sebagaimana diatur dalam Petunjuk Pelaksanaan Uraian Tugas dan Wewenang serta Hubungan Antar WKU.
h. Memonitor pelaksanaan program kerja yang dilaksanakan Komite Tetap dibawah koordinasinya
i. Melakukan koordinasi dengan instansi/institusi/badan/lembaga yang terkait dengan lingkup kerjanya
j. Melakukan koordinasi antar bidang terkait sesuai dengan lingkup kerjanya k. Menandatangani surat–surat yang berkaitan dengan lingkup tugas kepanitiaan.
l. Melaksanakan seluruh kegiatan yang telah diputuskan dalam Rakernas/Rakerda/Rakercab/Rakeran sesuai dengan Program Kerja Komite dibawah koordinasinya
m. Menyampaikan keterangan pers/statement/opini kepada media terkait dengan isu – isu yang berkembang sesuai bidang yang menjadi tanggung jawabnya.
n. Melakukan evaluasi terhadap kegiatan/program kerja yang dilaksanakan oleh Ketua Komite Tetap dibawah koordinasinya.
o. Dalam melaksanakan tugas, fungsi dan wewenangnya, Wakil Ketua Umum bertanggung jawab kepada Ketua Umum.
3. Ketua Komite Tetap
a. Memimpin, mengkoordinasikan, menyinkronisasikan dan bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas Komite masing- masing.
b. Mewakili Ketua Umum/Wakil Ketua Umum sesuai dengan bidangnya, jika yang bersangkutan berhalangan.
c. Mendampingi secara aktif Wakil Ketua Umum yang mengkoordinasikan kelompok Komite Tetap di bidangnya masing – masing.
d. Membantu Wakil Ketua Umum dalam penyusunan rencana program kerja di bidang masing–masing.
e. Melaksanakan program kerja Komite Tetap yang dipimpinnya
f. Membantu dan berkoordinasi dengan Komite Tetap terkait atas suatu pelaksanaan kegiatan kerja pada bidang yang lainnya
g. Dalam melaksanakan tugas, fungsi dan wewenangnya Komite Tetap bertanggung jawab kepada Ketua Umum melalui Wakil Ketua Umum Bidang masing–masing.
XIV. TATA CARA PEMBENTUKAN DEWAN PENGURUS DAERAH/DEWAN PENGURUS CABANG (DPD/DPC) DANPELAKSANAAN MUSYAWARAH DAERAH/MUSYAWARAH CABANG (MUSDA/MUSCAB) UNTUK PROVINSI/KABUPATEN/KOTA PEMEKARAN
1. Prosedur pembentukan DPD untuk Provinsi pemekaran dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:
a. Menghubungi Pemerintah Daerah, Dinas–Dinas terkait, dan Kadin setempat untuk mendapatkan rujukan wanita pengusaha setempat yang profesional.
b. Meminta bantuan kepada DPD induk dari Provinsi pemekaran tersebut.
c. DPP menunjuk caretaker untuk membuat panitia pembentukan DPD dan di damping oleh daerah induk pemekaran.
d. Mengukuhkan kepengurusan dengan Surat Keputusan DPP.
e. Kepengurusan yang telah dikukuhkan segera mengadakan Rapat Kerja Daerah paling lambat 6 (enam) bulan setelah Pelantikan/Pengukuhan.
2. Prosedur pembentukan DPC di Kota/Kabupaten pemekaran sama dengan pembentukan DPD di Provinsi pemekaran.
3. Pelaksanaan MUSDA/MUSCAB untuk Daerah/Cabang Pemekaran Tata Laksana Musyawarah dengan agenda penyusunan program kerja dan pelantikan kepengurusan.
4. Khusus untuk Dewan Pengurus yang diambil alih Kepengurusannya oleh Dewan Pengurus satu tingkat diatasnya, maka Tata Laksana Musyawarah adalah Pelantikan Kepengurusan.
5. Pelaksanaan Musyawarah seperti yang dimaksud pada point 4 adalah Panitia Pelaksana yang dibentuk oleh Caretaker Dewan Pengurus satu tingkat diatasnya.
6. Dewan Pengurus yang dilantik seperti yang dimaksud pada point 4 adalah Dewan Pengurus yang disusun oleh Caretaker bersama Panitia Pelaksana Musyawarah.
XV. KORESPONDENSI
Surat resmi yang dikeluarkan oleh organisasi IWAPI, baik Tingkat Pusat, Daerah, Cabang dan Ranting diwajibkan untuk mengikuti ketentuan sebagai berikut :
1. Menggunakan kop surat dan amplop standar yang berlaku di Organisasi yaitu dengan mencantumkan lambang IWAPI pada sisi kiri atas surat dan alamat sekretariat.
Logo IWAPI dan tulisan pada kop surat/amplop harus berwarna biru (contoh terlampir).
2. Format surat standar dan berlaku bagi organisasi IWAPI, Tingkat Pusat Daerah, Cabang dan Ranting (terlampir).
3. Surat ditandatangani oleh Ketua Umum.
4. Adapun surat yang berkaitan dengan suatu kepanitiaan/acara ketentuan yang berlaku sebagai berikut:
a. Menggunakan kop surat Panitia (contoh terlampir)
b. Surat bersifat internal (ditujukan bagi pihak di dalam organisasi IWAPI) cukup ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris Panitia dan mengetahui Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum/Wakil Ketua yang berkaitan dengan acara yang dilaksanakan.
c. Surat bersifat eksternal (ditujukan bagi pihak luar IWAPI) maka surat ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris Panitia dan diketahui/disetujui oleh Ketua Umum.
d. Stempel Panitiadiantara Ketua dan Sekretaris Panitia (stempel harus asli).
5. Stempel Organisasi yang diletakkan disebelah kiri tanda tangan Ketua Umum (stempel harus asli).
6. Kop surat kepanitiaan Rapat Kerja menggunakan logo IWAPI disebelah kiri dan logo kepanitiaan di sebelah kanan (contoh terlampir).
XVI. FORMAT LAPORAN DAERAH Format laporan terdiri dari:
1. Kata Pengantar dari Ketua Umum DPD/DPC yang bersangkutan.
2. Progres program kerja hasil Musyawarah:
Kegiatan yang dilaksanakan oleh masing-masing bidang.
Potensi ekonomi yang ada di daerah tersebut.
Kendala/masalah yang timbul.
3. Daftar/Susunan Pengurus DPD disertai dengan SK Kepengurusan.
4. Data keanggotaan DPD (Jumlah DPC, Jumlah Anggota tiap DPC/DPRan, Klasifikasi Kelas Usaha, Jenis Usaha, dll).
5. Daftar/Susunan Pengurus DPC yang berada di bawah DPD disertai dengan SK Kepengurusan.
6. Ringkasan Laporan Kegiatan DPC.
7. Lampiran Kegiatan.
Penyampaian Laporan Daerah ke DPP-IWAPI dilakukan setiap 6 (enam) bulan sekali, khusus menjelang Rakernas, Rakornas dan atau Musyawarah Nasional laporan dimasukkan 1 (satu) bulan sebelum pelaksanaan RAKERNAS/RAKORNAS/MUNAS.
XVII. KRITERIA IWAPI DAERAH/CABANG TELADAN Kriteria DPD/DPC Teladan terdiri dari:
1. Memiliki sekretariat sendiri serta jajaran kepengurusan yang aktif.
2. Mempunyai struktur organisasi.
3. Mempunyai basis data (database) anggota dan melaporkan perkembangan penambahan anggota kepada DPD/DPP dengan mengirimkan bukti formulir isian anggota.
4. Mempunyai program kerja yang jelas.
5. Mengadakan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
6. Secara berkala mengadakan kegiatan seminar, pameran dan pelatihan bagi anggota.
7. Aktif memekarkan DPC/DPRan.
8. Mempunyai Rekening Giro atas nama DPD.
9. Disiplin membayar iuran tahunan ke DPP.
10. Mengirim laporan daerah/cabang tepat waktu sesuai dengan format yang telah ditentukan.
11. Mempunyai koperasi/badan usaha yang dapat membantu kegiatan usaha anggota.
XVIII. KRITERIA PEREMPUAN PENGUSAHA BERPRESTASI TINGKAT NASIONAL
1. Anggota IWAPI aktif (ditunjukkan dengan surat keterangan dari DPC dimana calon berasal).
2. Mempunyai legalitas usaha atas nama sendiri (Akte Notaris, SIUP, TDP, NPWP).
3. Mempunyai usaha yang sehat dan tidak bermasalah dengan perbankan.
4. Telah berhasil mengembangkan usahanya.
5. Menyerahkan profil usaha disertai Curiculum Vitae/Biodata.
6. Diajukan oleh DPD Provinsi Calon Perempuan Pengusaha Berprestasi berasal.
7. Berpotensi untuk pengembangan usaha.
8. Bisnis model yang inovatif dan kreatif.
9. Berpotensi untuk bersaing di pasar global.
10. Berdaya guna untuk masyarakat luas.
11. Usaha yang ramah lingkungan (tidak merusak lingkungan).
12. Jumlah sumber daya manusia yang dipekerjakan.
13. Usia usaha minimal 3 – 5 tahun.
14. Membuat deksripsi usaha dalam bentuk soft copy dan photo untuk ditampilkan saat penganugerahan penghargaan (formulir terlampir).
XIX. SUMBER DANA
1. IWAPI memperoleh dana yang diatur pada Anggaran Dasar BAB XIV Pasal 37.
2. Sesuai dengan Anggaran Rumah Tangga BAB X Pasal 23 besarnya uang pangkal dan uang iuran diatur dalam PKO.
3. Besarnya uang pangkal dan uang iuran disamakan dengan DPP/DPC/DPRan.
4. Pembayaran iuran DPP/DPC/DPRan dilakukan melalui link yang disiapkan oleh DPP.
XX. PERIMBANGAN DAN PEMBAGIAN KEUANGAN
1. Uang pangkal anggota digunakan untuk kebutuhan DPP/DPD/DPC.
a. DPC yang bersangkutan sebanyak 60%
b. DPD yang bersangkutan sebanyak 20%
c. DPP yang bersangkutan sebanyak 20%
3. Penggunaan dan pengolahan dana pada setiap tingkatan organisasi akan disalurkan melalui link DPP IWAPI untuk pembagiannya, sebagai acuan dan ketentuannya akan diatur dalam peraturannya tersendiri.
4. Penyetoran dana yang dimaksud dilakukan setiap triwulan kepada setiap DPD/DPC.
XXI. PENGGUNAAN DANA
1. Dewan Pengurus disetiap tingkatan bertanggung jawab atas pengawasan, penerimaan dan penggunaan dana serta pengelolaan harta organisasi pada tingkatan masing-masing.
2. Untuk keperluan pengawasan, Dewan Pengurus disetiap tingkatan disarankan menggunakan akuntan public yang akan melakukan pmeriksaan keuangan (audit) minimal pada akhir kepengurusan.
XXII. PERTANGGUNG JAWABAN KEUANGAN
1. Sekurang-kurangnya dalam 1 (satu) kali dalam 3 (tiga) bulan diadakan rapat Dewan pengurus untuk meneliti dan membahas masalah keuangan.
2. Dewan Pengurus mempertanggung jawabkan laporan pengelolaan keuangan dan harta kekayaan organisasi pada MUNAS/MUSDA/MUSCAB.
XXIII. KRITERIA CALON KETUA UMUM DAN PENGURUS 1. Kriteria menjadi Ketua Umum DPP IWAPI adalah:
a. Warga Negara Indonesia (melampirkan foto copy KTP yang masih berlaku dan profil usaha).
b. Berasal dari seluruh Indonesia, harus memiliki domisili dan bertempat tinggal di Ibu Kota Negara Indonesia.
c. Pendidikan minimal S1 atau sederajat.
d. Usia pada saat pencalonan minimal 40 tahun dan maksimal 70 tahun.
e. Anggota IWAPI aktif ditunjukkan dengan bukti pembayaran iuran tahunan berjalan dan pernah menjadi pengurus DPP/DPD 1 (satu) periode.
f. Disarankan sudah menjadi anggota KADINDA di tempat domisili calon.
g. Pernah mengikuti latihan kepemimpinan IWAPI.
h. Perempuan pengusaha yang aktif sebagai pimpinan dan/atau sebagai pemilik/pemegang saham (dibuktikan dengan surat legalitas usaha yang sah) i. Berkelakuan baik yang dibuktikan dengan SKCK.
j. Melampirkan surat keterangan bebas narkoba dari pihak berwenang.
k. Bersedia dicalonkan menjadi Ketua Umum IWAPI dengan menyampaikan surat kesediaan mencalonkan diri (terlampir di PKO).
2. Kriteria menjadi Ketua Umum DPD/DPC IWAPI adalah:
a. Warga Negara Indonesia (melampirkan foto copy KTP yang masih berlaku dan profil usaha).
b. Berdomisili di Provinsi/Kabupaten/Kota.
c. Pendidikan minimal SMA atau sederajat.
d. Usia pada saat pencalonan minimal 35 tahun dan maksimal 65 tahun.
e. Anggota IWAPI aktif ditunjukkan dengan bukti pembayaran iuran tahunan berjalan dan pernah menjadi pengurus DPD/DPC 1 (satu) periode.
f. Disarankan sudah menjadi anggota KADINDA di tempat domisili calon.
g. Pernah mengikuti latihan kepemimpinan IWAPI.
h. Perempuan pengusaha yang aktif sebagai pimpinan dan/atau sebagai pemilik/pemegang saham (dibuktikan dengan surat legalitas usaha yang sah) i. Berkelakuan baik yang dibuktikan dengan SKCK.
j. Melampirkan surat keterangan bebas narkoba dari pihak berwenang.
k. Bersedia dicalonkan menjadi Ketua Umum IWAPI dengan menyampaikan surat kesediaan mencalonkan diri (terlampir di PKO).
3. Kriteria Calon pengurus IWAPI (Pusat, Daerah, Cabang, dan Ranting)
a. Anggota IWAPI aktif dibuktikan dengan bukti pembayaran iuran anggota dan telah memiliki KTA IWAPI;
b. Telah menjadi anggota IWAPI minimal 6 (enam) bulan;
e. Perempuan pengusaha yang memiliki reputasi usaha yang baik;
f. Tidak tersangkut masalah hukum.
XXIV. PEMBERHENTIAN KEANGGOTAAN 1. Anggota IWAPI berhenti karena:
a. Mengundurkan diri atas permintaan sendiri secara tertulis b. Meninggal dunia
c. Diberhentikan
2. Anggota IWAPI diberhentikan karena:
a. Tidak lagi memenuhi syarat-syarat sebagai anggota.
b. Bertindak merugikan atau mencemarkan nama baik organisasi.
c. Menyalahgunakan keuangan organisasi.
d. Menjadi anggota organisasi wanita lain sejenis IWAPI.
3. Anggota yang di kenai pemberhentian atau pemberhentian sementara berhak membela diri dan dapat naik banding secara berturut–turut kepada:
a. Dewan Pengurus Daerah.
b. Rapat Kerja Daerah yang bersangkutan.
c. Musyawarah Daerah yang bersangkutan.
d. Dewan Pengurus Pusat.
e. Rapat Kerja Nasional.
f. Musyawarah Nasional.
Anggota yang kehilangan haknya karena terkena sanksi pemberhentian atau pemberhentian sementara akan memperoleh pemulihan hak–haknya kembali setelah sanksi tersebut dicabut oleh Dewan Pengurus/Rapat Kerja/Musyawarah yang tingkatannya lebih tinggi sebagaimana tersebut dalam ayat (4) di atas.
Keputusan tentang pemberhentian sementara keanggotaan dilakukan sesudah ada peringatan tertulis terlebih dahulu sebanyak 3 (tiga) kali berturut-turut dalam jangka waktu 2 (dua) bulan kecuali hal yang bersifat luar biasa.
XXV. TATA CARA PENYAMBUTAN TAMU/PROTOKOLER
Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia merupakan organisasi profesi perempuan pengusaha Indonesia yang dalam menjalankan kegiatannya akan selalu berhubungan dengan mitra kerja, baik dari pemerintahan maupun swasta.
IWAPI dalam pelaksanaan kegiatannya sering kali menghadirkan pejabat pemerintah pusat maupun daerah, serta dari kedutaan/konsulat jenderal negara sahabat.
Tata cara dan mekanisme penerimaan dan penyambutan serta pelayanan yang terkoordinasi dengan baik perlu dibakukan untuk dijadikan acuan untuk menyambut tamu oleh DPP dan DPD seluruh Indonesia.
Prosedur dan ketetapan untuk penyambutan tamu oleh DPP dan atau DPD IWAPI seluruh Indonesia diatur sebagai berikut:
1. Protokoler dan Peraturan bagi Penyambutan dan Tata Cara bagi Tamu VIP (Presiden, Wakil Presiden dan atau setaraf Menteri/Wakil Menteri, Gubernur/Kepala Daerah, Dewan Kehormatan IWAPI, Ketua Umum DPP/DPD dan Ketua Organisasi lainnya).
Panitia wajib berkoordinasi dengan pihak protokoler pemerintahan/dengan sekretaris para tamu VIP.
Panitia membentuktim penyambutan, dalam hal ini Ketua Umum DPP/DPD di damping oleh WKU, Ketua Panitia dan Protokoler.
Bilamana para tamu datang dari luar kota maka penyambutan harus dilakukan mulai dari bandara hingga ketempat acara.
Protokol Kepresidenan/Gubernur/Kabupaten/Walikota dibantu dengan Panitia serta Ketua Umum DPP/DPD berkoordinasi dengan pihak bandara dengan pejabat yang berwenang untuk menyiapkan ruangan VIP di Bandara, menyediakan kendaraan yang layak dan bilamana perlu harus menyiapkan voorijder dari pihak kepolisian.
Panitia penyambutan diwajibkan hadir dan siap ditempat penjemputan 30 menit sebelum kedatangan para tamu.
Diwajibkan untuk selalu konfirmasi dan koordinasi dengan pihak terkait akan
Diwajibkan untuk berpakaian seragam dan atau pakaian nusantara dengan mengenakan tanda pengenal (PIN) IWAPI.
Panitia wajib menyiapkan ruangan/lounge VIP dengan menyediakan makanan + minuman ringan untuk disajikan dan untuk tempat rehat sejenak para tamu VIP.
Bilamana tamu VIP tersebut berkenan menginap, maka ketua panitia dan jajarannya wajib menyiapkan kamar di hotel terbaik di kota tempat perhelatan dan ini merupakan beban biaya dari panitia (sesuai kesepakatan)
Kedatangan tamu VIP berjalan didampingi Ketua Umum DPP/DPD di ikuti oleh para Wakil Ketua Umum dan Ketua Panitia Acara.
Selanjutnya dibelakangnya berjalan mengikuti adalah para panitia.
Untuk para undangan termasuk Ketua Umum DPD, para WKU dan anggota IWAPI diwajibkan sudah menempati kursi yang disediakan serta kepada panitia untuk mengarahkan kursi yang disediakan. Pada saat tamu VIP beserta rombongan datang/masuk keruang perhelatan diwajibkan untuk semua peserta anggota IWAPI dan undangan berdiri rapih di tempatnya masing-masing.
Penempatan kursi VIP diatur oleh protokol sesuai dengan tingkat jabatan dan protokoler Pemerintah setempat.
Pembagian barisan kursi untuk berbagai acara menyesuaikan dengan kondisi ruangan sesuai urutan kursi sebagai berikut:
Barisan pertama untuk tamu VIP beserta Ketua Umum DPP/DPD, para WKU bidang terkait, Ketua Panitia.
Barisan kedua untuk Ketua Umum DPD seluruh Indonesia serta undangan dan tamu sponsor berikut mitra kerja, Kepala Dinas dan atau yang mewakili.
Untuk baris ketiga diperuntukan untuk para pengurus DPD dan undangan lainnya termasuk anggota IWAPI.
Pada saat puncak acara, tamu VIP berkenan memberikan pidato dan dilanjutkan oleh pembukaan maka yang wajib untuk naik ke stage/panggung hanya Ketua Umum DPP/DPD, WKU dan Ketua Panitia untuk mendampingi upacara pembukaan.
Panitia wajib menyiapkan plakat/kenang-kenangan untuk diserahkan kepada tamu VIP.
Panitia wajib menyiapkan juru photo untuk mengabadikan moment tersebut.
Pada saat tamu VIP meninggalkan ruangan, maka tamu VIP akan berjalan keluar ruang acara di dampingi oleh Ketua Umum DPP/DPD dan diiringi oleh WKU selanjutnya diikuti oleh Ketua Panitia menuju ruang transit/transit lounge atau langsung menuju kendaraan yang telah disiapkan oleh panitia dengan voorijder dari kepolisian/aparat keamanan setempat.
2. Tata Cara Menyiapkan, Mendampingi Acara Makan Siang/Malam Untuk Tamu VIP
Konfigurasi meja + kursi makan memakai system system formal round table yaitu meja bundar dengan perlengkapan taplak meja, alat makan lengkap, gelas air putih dengan makanan disediakan makan tengah/dilayani makanan dari makanan pembuka hingga makanan pencuci mulut serta ditutup dengan minuman kopi atau teh.
Meja VIP disiapkan 2 – 5 meja diletakan persis di barisan depan, diperuntukan untuk tamu VIP, Ketua Umum DPP/DPD, WKU, dan Ketua Panitia.
Dilanjut meja ke 2 (dua) diperuntukan bagi wakil tamu VIP, sponsor, Ketua Komite Tetap, Wakil Ketua Panitia.
Selanjutnya mejake 3 s/d meja ke 5 diperuntukan bagi para Wakil Ketua Komite Tetap dan para Pengurus yang sempat hadir.
Diwajibkan bagi seluruh panitia untuk bisa membimbing para undangan, anggota IWAPI agar menempati meja yang ke 6 dan seterusnya.
Saat mengambil makanan berbaris rapi serta tidak menimbulkan kegaduhan agar acara berlangsung dengan tertib.
Untuk hiburan yang disediakan pada saat makan, yaitu alunan musik pengiring dengan suara musik yang tidak terlalu hingar bingar.
Mendahulukan tamu-tamu terlebih dahulu sebelum melayani/membubarkan diri sendiri.
CONTOH FORMAT SURAT
CONTOH FORMAT SURAT DENGAN KOP SURAT DPP-IWAPI 1. Format Surat Keluar Organisasi IWAPI
IKATAN WANITA PENGUSAHA INDONESIA INDONESIAN BUSINESS WOMEN’S ASSOCIATION
Sekretariat : Jl. Kali Pasir 38, Cikini, Jakarta Pusat, Telp.(021) 3154625,3140674,3103060 Fax (021) 31926433, E-mail : [email protected] website : www.iwapi-online.com PUSAT
No : A../B../C../D.. G………, H……I…...J…...
Hal : …..E…..
Lamp : …..F…..
Kepada Yth.,
………K…….
………L……..
………M…….
………N…….
Dengan hormat,
……….1)………
………
………...
……….2)………
………
………
………..3)………...…………
…...
.…..……….4)……….
Tanda Tangan
……….5)………
……….6)………
1. KODE HURUF
A : Nomor Surat
B : Organisasi yang Mengeluarkan Surat
C : Bulan Surat Dikeluarkan (ditulis dalam huruf Romawi) Misal ; Bulan November XI
D : Tahun Surat Dikeluarkan (2 digit terakhir) Misal ; Tahun 2004 04
E : Perihal Surat
F : Lampiran Surat (jika diperlukan) G : Tempat/Kota
H : Tanggal Surat Dikeluarkan Misal ; Tanggal 22 22
I : Bulan Surat Dikeluarkan (huruf) Misal ; Bulan November November J : Tahun Surat Dikeluarkan (empat digit) Misal ; Tahun 2004 2004
K : Nama Penerima Surat
L : Jabatan Penerima Surat (Berikut Nama Perusahaan/Instansi/Organisasi) M : Alamat Lengkap (Nama Jalan dan Nomor)
N : Kota Alamat Penerima Surat
2. KODE ANGKA
1) : Alinea Pendahuluan/Pembukaan Surat
2) : Alinea isi surat (maksud dan tujuan surat) dapat lebih dari 1 (satu) alinea 3) : Alinea Penutup Surat
4) : Organisasi Penerima Surat Contoh : DPP
5) : Nama Lengkap Ketua Umum DPP IWAPI 6) : Jabatan
2. Contoh Format Surat Keluar Organisasi IWAPI (yang berkaitan dengan suatu kepanitiaan/acara)
PANITIA
RAPAT KERJA NASIONAL XXVIII
IKATAN WANITA PENGUSAHA INDONESIA (Indonesia Business Women’s Association)
Jl. AA Kalipasir No. 38. Cikini – Jakarta Pusat 10330. Telp. (021) 22390044
No : A../B../C../D.. E………,F……G…..H….
Hal : …..I…..
Lamp : …..J…..
Kepada Yth.,
………K…….
………L……..
………M…….
………N…….
Dengan hormat,
……….1)………
………...
……….2)………
………....
………..3)………...………....
...
…..……….4)………...
Tanda Tangan Tanda Tangan
……….5)………
……….7)………
……….6)………
……….8)………
LOGO PANITIA
11) STEMPEL
PANITIA
………..10)………
Mengetahui, Tanda Tangan
………..9)……….
………..10)……….
Keterangan
Contoh Format Surat Keluar Organisasi IWAPI (yang berkaitan dengan suatu kepanitiaan/acara) 1. KODE HURUF
A : Nomor Surat B : Kepanitiaan Acara
Contoh: Panitia RAKERDA II Pan-RKD II Panitia MUNAS IX Pan-MUNAS IX
Panitia HUT IWAPI XXXXVI Pan-HUT IWAPI-XXXXVI C : Bulan Surat Dikeluarkan (ditulis dalam huruf Romawi)
Misal ; Bulan November XI
D : Tahun Surat Dikeluarkan (2 digit terakhir) Misal ; Tahun 2021 21
E : Perihal Surat
F : Lampiran Surat (jika diperlukan) G : Tempat/Kota
H : Tanggal Surat Dikeluarkan Misal ; Tanggal 22 22
I : Bulan Surat Dikeluarkan (huruf) Misal ; Bulan November November J : Tahun Surat Dikeluarkan (empat digit)
Misal ; Tahun 2021 2021 K : Nama Penerima Surat
L : Jabatan Penerima Surat (Berikut Nama Perusahaan/Instansi/Organisasi) M : Alamat Lengkap (Nama Jalan dan Nomor)
N : Kota Alamat Penerima Surat 2. KODE ANGKA
1) : Alinea Pendahuluan/PembukaanSurat
2) : Alinea Isi Surat (maksud dan tujuan surat) dapat lebih dari 1 (satu) alinea 3) : Alinea Penutup Surat
4) : Organisasi Pembuat Surat Contoh : DPP
5) : Nama Lengkap Ketua Panitia 6) : Nama Lengkap Sekretaris Panitia 7) : Jabatan Ketua Panitia
8) : Jabatan Sekretaris Panitia
9) : Nama Lengkap Ketua Umum DPP IWAPI
CONTOH SURAT MANDAT
FORMULIR PENCALONAN KETUA UMUM
FORMULIR PENCALONAN PENGURUS
Contoh:
Kertas Surat Kop IWAPI
SURAT MANDAT Nomor : .../DPD-IWAPI/..../...
Dengan ini DPD IWAPI Provinsi... memberikan Mandat kepada : No. Nama
Untuk mengikuti ... di ..., hari...
tanggal...bulan...tahun 20..., bertempat di ...
Setelah selesai melaksanakan tugas diharapkan dapat menyampaikan laporannya secara tertulis.
Demikian Surat Mandat ini dibuat, untuk digunakan sebagaimana mestinya.
..., ... 20...
DEWAN PENGURUS DAERAH
IKATAN WANITA PENGUSAHA INDONESIA PROVINSI ...
PERIODE TAHUN ...
...
Ketua Umum
FORMULIR
(Untuk Pencalonan Ketua Umum DPP/DPD/DPC/Ketua DPRan IWAPI)
SURAT PERNYATAAN
PENCALONAN KETUA UMUM DPP/DPD/DPC/KETUA DPRan IWAPI
………..
PERIODE TAHUN 20… - 20…
Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : ……….……….
DPP/DPD/DPC/DPRan :………..
Jabatan : ………..
Dengan ini menyatakan :
1. Mencalonkan diri sebagai Ketua Umum DPP/DPD/DPC Ketua DPRan IWAPI
………
2. Mengisi dan memenuhi persyaratan serta kelengkapan yang telah ditentukan oleh Panitia MUNAS/MUSDA/MUSCAB/MUSRAN … IWAPI ……….. Tahun 20…
3. Bertanggung jawab untuk menerima dan menjalankan konsekuensi jabatan Ketua UmumDPP/DPD/DPC/Ketua DPRan IWAPI ………
4. Memperjuangkan nama IWAPI beserta seluruh anggotanya ke jenjang yang lebih tinggi dan lebih baik.
5. Menaati Kode Etik dan AD – ART IWAPI dan PKO.
6. Sebagai pimpinan perusahaan/pemilik/pemegang saham sesuai dengan AD BAB IV Pasal 13.
Demikian Surat Pernyataan kesanggupan untuk menjadi calon Ketua Umum DPP/DPD/DPC Ketua DPRan IWAPI ………. ini saya buat dengan sepenuh hati dan saya bersedia menerima sanksi organisasi jika melanggarnya.
………., ……… 20…
Meterai Rp 6.000,00
……….
FORMULIR
(Untuk Kesediaan Menjadi Pengurus)
SURAT PERNYATAAN
MENGAJUKAN DIRI MENJADI PENGURUS DPP/DPD/DPC/DPRan IWAPI ………
PERIODE TAHUN 20… - 20…
Yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama : ...
Jabatan : ...
Dengan ini menyatakan keinginan menjadi pengurus DPP/DPD/DPC/DPRan IWAPI
……….. Periode Tahun 20… – 20… dengan ketentuan :
1. Jika saya ditetapkan sebagai pengurus DPP/DPD/DPC/DPRan IWAPI ……..., saya akan aktif menjalankan tugas dan kewajiban yang menjadi tanggungjawab sesuai bidang tugas saya dan apabila dalam 3 (tiga) bulan tidak aktif menjalankan tugas sesuai jabatan tersebut diatas, saya bersedia diganti oleh anggota IWAPI yang lain.
2. Saya bersedia menaati Kode Etik, AD – ART IWAPI dan PKO dan jika saya melanggarnya, maka saya siap menerima sanksi organisasi yang berlaku.
Demikian Surat Pernyataan ini saya buat untuk digunakan sebagaimana mestinya.
..., ... 20...
Materai Rp 6 000,00
...
Tanda tangan/ Nama jelas
SURAT KEPUTUSAN MUSYAWARAH
RANCANGAN SURAT KEPUTUSAN MUSYAWARAH
1) Keputusan Kuorum
KEPUTUSAN
MUSDA - …DPD IWAPI PROVINSI ……… TAHUN 20…
NOMOR : 01/MUSDA -…/IWAPI-………../.../20…
TENTANG
PENGESAHAN KUORUM
MUSYAWARAH DAERAH - … DEWAN PENGURUS DAERAH IKATAN WANITA PENGUSAHA INDONESIA
PROVINSI ………
TAHUN 20…
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MUSYAWARAH DAERAH … DEWAN PENGURUS DAERAH
IKATAN WANITA PENGUSAHA INDONESIA PROVINSI ………..
TAHUN 20…
MENIMBANG : 1. Bahwa untuk keabsahan penyelenggaraan MUSDA .... DPDIWAPI Provinsi …………. Tahun 20..., dipandang perlu untuk menetapkan KOURUM MUSDA - … DPD IWAPI Provinsi ……… Tahun 20…
2. Bahwa oleh karena itu, perlu ditetapkan Keputusan MUSDAtentang KUORUM MUSDA –…DPD IWAPI Provinsi ………… Tahun 20…
MENGINGAT : 1. Anggaran Dasar Bab V Pasal 17 ayat 8, 9, tentang syarat kuorum untuk terlaksananya Musyawarah Daerah
2. Surat Keputusan Dewan Pengurus Daerah Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (DPD IWAPI) Provinsi...Nomor ... /DPD IWAPI -
……/…/20... tentang Pembentukan Panitia Musyawarah Daerah (MUSDA) Dewan Pengurus Daerah Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (DPD IWAPI) Provinsi ……… Tahun 20...
MEMPERHATIKAN : Kehadiran Utusan Dewan Pengurus Cabang Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (DPC IWAPI) pada MUSDA … DPD IWAPI Provinsi
………... tahun 20…
MEMUTUSKAN
MENETAPKAN : Keputusan MUSDA ..… DPD IWAPI Provinsi ……….
Pertama : Utusan yang hadir pada MUSDA – … DPD IWAPI Provinsi
………. Tahun 20.. berjumlah .... DPC, telah memenuhi Kuorum Musyawarah.
Kedua : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di : ……….
Pada Tanggal : … ……… 20…
Waktu : ……….
MUSYAWARAH DAERAH - ... DEWAN PENGURUS DAERAH IKATAN WANITA PENGUSAHA INDONESIA
PROVINSI ………
TAHUN 20…
PIMPINAN SIDANG
Ketua Umum WKU I
... ...
Anggota :
Komite Tetap Organisasi:
1. ...
2. ...
3. ...
Catatan: Daftar Hadir dilampirkan
2) Keputusan Tata Tertib
KEPUTUSAN
MUSDA - …DPDIWAPI PROVINSI ……….. TAHUN 20...
NOMOR : 02/MUSDA - .../IWAPI-………../.../20...
TENTANG TATA TERTIB
MUSYAWARAH DAERAH - … DEWAN PENGURUS DAERAH IKATAN WANITA PENGUSAHA INDONESIA
PROVINSI ………
TAHUN 20…
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MUSYAWARAH DAERAH … DEWAN PENGURUS DAERAH
IKATAN WANITA PENGUSAHA INDONESIA PROVINSI ……….
TAHUN 20…
MENIMBANG : 1. Bahwa untuk keabsahan penyelenggaraan MUSDA....DPD IWAPI Provinsi …………. Tahun 20..., dipandang perlu untuk menetapkan TATA TERTIB MUSDA - … DPD IWAPI Provinsi ……Tahun 20…
2. Bahwa oleh karena itu, perlu ditetapkan Keputusan MUSDA tentang TATA TERTIB MUSDA – … DPD IWAPI Provinsi …… Tahun 20….
MENGINGAT : 1. Surat Keputusan Dewan Pengurus Daerah Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (DPD IWAPI) Provinsi ... Nomor ... /DPD IWAPI -
……/…/20... tentang Pembentukan Panitia Musyawarah Daerah (MUSDA) Dewan Pengurus Daerah Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (DPD IWAPI) Provinsi ……… Tahun 20...
2. Keputusan No.01/MUSDA …/DPD IWAPI – ………./…/20..
tentang KOURUM MUSDA ... DPD IWAPI Provinsi ………
tahun 20...
MEMPERHATIKAN : 1. Rancangan TATA TERTIB MUSDA ... DPD IWAPI Provinsi
……….. Tahun 20…, yang telah dipersiapkan oleh Panitia Pengarah.
2. Saran dan Pendapat serta kesepakatan Peserta MUSDA … DPD IWAPI Provinsi ………. Tahun 20… pada Sidang Pleno 1
MEMUTUSKAN
MENETAPKAN : Keputusan MUSDA … DPD IWAPI Provinsi ………