• Tidak ada hasil yang ditemukan

PAPER EKSPERIMEN SUNGGUHAN MATA KULIAH METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PAPER EKSPERIMEN SUNGGUHAN MATA KULIAH METODE PENELITIAN"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

PAPER EKSPERIMEN SUNGGUHAN MATA KULIAH METODE PENELITIAN

Galih Puja Kusuma 44014111 Arif Rahman Hakim 4401411124 Fajar Ayuningtyas 4401411125

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

(2)

EKSPERIMEN SUNGGUHAN

A. Definisi Penelitian Eksperimen Sungguhan

Penelitian eksperimen sungguhan adalah jenis penelitian yang menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat dengan desain di mana secara nyata ada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol dan membandingkan hasil perlakuan dengan kontrol secara ketat.

 Pemusatannya terletak pada pengontrolan varians, - jangan sampai ada pengaruh dari luar

- pengukuran hasil eksperimen dengan sebenar-benarnya - memaksimalkan variabel yang terlibat.

 Dianjurkan untuk pemilihan sampel secara random

 Yang sangat esensial (sine qua non) adalah validitas internal : apakah perbedaan yangterjadi itu benar-benar karena perbedaan perlakuan, dan validitas eksternal : apakah hasil penelitian ini dapat digeneralisasi pada subjek dalam kelompok yang lebih luas.

B. Tujuan

1. Untuk menyelidiki kemungkinanan hubungan sebab-akibat dengan melakukan kontrol/kendali.

2. Untuk menyelidiki kemungkinan adanya hubungan sebab akibat dengan cara mengenakan kejadian acak kepada satu atau lebih kelompok eksperimental atau lebih suatu perlakukan dan memperbandingkan hasilnya dengan satu atau lebih kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan. Kejadian acak yang dimaksud adalah sifat pada variabel prediktor yang mempengaruhi, bukan pada background variabel seperti misalnya jenis kelamin atau etnis, yaitu tidak bisa dirubah/dimanipulasi oleh peneliti (tidak mungkin Amir seorang Laki-Laki ras Asia dirubah menjadi wanita ras Afrika, kecuali Amir diganti orang lain. Sehingga etnis misalnya tidak bisa dianggap keadaan yang acak). Pengacakan subyek (misal siswa yang akan mengikuti UAN) dilakukan agar peneliti yakin bahwa grup yang dibandingkan (misal grup siswa yang mengikuti

(3)

kursus dan siswa yang tidak mengikuti kursus) benar-benar bisa diperbandingkan dan perbedaan hasil yang diperoleh bukanlah hasil faktor lainnya (misal kesalahan pembagian soal UAN) ataupun kondisi yang sudah ada sebelumnya (misal tingkat kepintaran siswa). Tanpa pengacakan subyek, belum bisa ditarik kesimpulan bahwa tingkat kelulusan UAN siswa yang mengikuti kursus akan berbeda dengan siswa yang tidak kursus. Mungkin saja pengaruh luar dan kondisi yang sudah ada sebelumnya itu yang lebih berpengaruh (misal karena guru yang mengajar lebih berkualitas, inovatif, dan efektif dalam mengajar). Karena itu pengacakan dilakukan untuk menghilangkan faktor-faktor lain agar hasil yang didapat benar-benar dari hal yang diteliti.

C. Ciri-cirinya :

1. Adanya pengaturan variabel-variabel dan kondisi-kondisi eksperimental yang sangat tertib dan ketat, baik dengan kontrol atau manipulasi langsung maupun dengan randomisasi.

2. Secara khas menggunakan kelompok kontrol sebagai ‘garis dasar’ untuk dibandingkan dengan kelompok yang dikenai perlakuan.

3. Memusatkan usaha pada pengontrolan varians ,

- memaksimalkan varian variabel yang berkaitan dengan hipotesis - meminimalkan varians variabel pengganggu

- meminimalkan varians kekeliruan. Pemilihan subyek secara random penempatan subyek dalam kelompok secara acak, penentuan perlakuan eksperimental pada kelompok secara acak.

4. Internal validity adalah sine qua non untuk rancangan ini dan merupakan tujuan pertama metode eksperimental.

5. Tujuan kedua adalah eksternal validity. Seberapa representatif penemuan tersebut.

Seberapa jauh penelitian tersebut dapat di generalisasikan.

6. Diusahakan semua variabel penting agar tetap konstan jecuali variabel perlakuan yang secara sengaja dimanipulasikan atau dibiarkan bervariasi.

(4)

D. Langkah-langkah pokok : 1. penentuan fokus penelitian

2. penyesuaian paradigma dengan fokus penelitian

3. melakukan survai lapangan dan kepustakaan yang relevan bagi masalah yang akan digarap.

4. Mengidentifikasi dan mendefinisikan masalah

5. Merumuskan hipotesis, berdasarkan atas penelahaan kepustakaan 6. Mendefinisikan pengertian dasar dan variabel penelitian

7. Menyusun rencana penelitian 8. Melakukan eksperimen

9. Mengatur data kasar untuk dianalisa, selanjutnya dengan menempatkan dalam rancangan yang memungkinkan memperhatikan efek yang diperhatikan akan ada.

E. Tipe Penelitian Eksperimental Sungguhan 1. Posttest dan grup kontrol

Dengan jumlah yang cukup, pengacakan akan menjamin bahwa dua grup( atau kondisi, keadaan, dan lain-lain) adalah sebanding dan setara dalam karakteristikyang akan berpengaruh pada hasil posttest. Walau pretest bisa dipakai untuk mengkonfirmasi bahwa kedua grup awalnya dalam kondisi yang sama, jumlah sampel yang besar dan proses pengacakan membuat pretest tidak diperlukan. Pretest dianjurkan pada jumlah sampel yang lebih kecil.

2. Counterbalanced.

Pada tipe ini, semua grup diikutkan pada lebih dari satu perlakuan acak dan juga pada kondisi sebagai grup kontrol.

3. Perimbangan subyek

Karakteristik yang penting diusahakan seimbang (misal pretest atau kondisi demografi) pada setiap grup dan perlakuan. Hal ini efektif bila dilakukan secara acak.

(5)

Contoh penelitian yang menggunakan eksperimental sungguhan

Judul : efikasi dosis ekstrak akar tuba (Derris eliptica) terhadap kematian larva Aedes aegypti.

Merupakan penelitian eksperimen murni dengan tujuan menganalisa adanya hubungan antara kematian larva Aedes aegypti dengan ekstrak akar tuba. Desain penelitian yang digunakan adalah posted only control group design.

Kelompok Perlakuan Posttest

Kelompok eksperimen Perlakuan dengan ekstrak akar tuba

T2

Kelompok kontrol T2

Kerangka :

Kelompok Perlakuan Posttest

Kelompok I Diberi akar tuba Larva mati

Larva hidup

Kelompok II Larva mati

Larva hidup

Pada rancangan ini kasus-kasus telah dirandonisasi baik pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, sehingga kelompok-kelompok tersebut dianggap sama sebelum dilakukan perlakuan. Sesudah eksperimen kedua kelompok tersebut diukur dan dilihat hubungannya dengan variabel eksperimen. Cara pengambilan sampel : pada penelitian ini adalah menggunakan sistem acak dengan cara larva instar III yang telah di koloniisasi di masukkan ke dalam wadah penelitian.

Variabel penelitian :

Variabel terikat : kematian larva aedes aegypti, cara pengukuran adalah menghitung jumlah larva yang mati baik kontrol maupun pada perlakuan.

(6)

Variabel bebas : dosis ekstrak akar tuba (Derris eliptica), diukur menggunakan timbangan analitik

Variabel pengganggu : temperature udara, kelembapan udara, temperature air, pH air.

Referensi

Dokumen terkait

Beberapa senyawa golongan fenolik telah diisolasi dari genus Aglaia seperti pada tumbuhan Aglaia odorata telah ditemukan senyawa golongan fenolik jenis

pada Bank Pembangunan Daerah periode triwulan satu tahun 2009 sampai.. dengan triwulan empat tahun

Uji homogenitas digunakan untuk menguji apakah dalam sebuah sampel yang berasal dari suatu populasi tersebut homogen atau tidak. Dengan ketentuan nilai

Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengetahui kemampuan proses dari suatu proses produksi berdasarkan hasil akhirnya adalah metode DPMO ( Defect Per

Secara optimality, algoritma greedy tidak selalu dapat menemukan solusi yang terbaik karena diperlukan pengecekan langkah- langkah algoritma yang berulang-ulang,

Dengan Peraturan Daerah ini dibentuk Lembaga Penyiaran Publik Lokal Televisi Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau yang selanjutnya disebut LPPL TV Pendidikan Kepri dan

Untuk menguji hipotesis mengenai perbedaan konsep diri antara remaja yang sejak masa akhir kanak-kanaknya dibesarkan dipanti asuhan dengan remaja yang sejak masa

Aspek 4 3 2 1 Kelebihan dan Kelemahan Mampu mengetahui kelebihan dan kekurangan dalam seluruh tahapan pembelajaran (learning cycle) Hanya mampu mengetahui