• Tidak ada hasil yang ditemukan

SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

INSTRUKSI SEKRETARIS DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

NOMOR Sl TAHUN 2022 TENTANG

RENCANA AKSI PENINGKATAN PENGGUNAAN PRODUK DALAM NEGERI PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA TAHUN 2022 SEKRETARIS DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA,

Dalam rangka Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri Provinsi DKI Jakarta Tahun 2022 dan sebagai tindak lanjut Keputusan Gubernur Daerah Khusus lbukota Jakarta Nomor 217 Tahun 2022 tentang Tim Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri, dengan ini menginstruksikan:

Kepada

Untuk KESATU

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

Para Asisten Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Para Kepala Perangkat Daerah Provinsi DKI Jakarta lnspektur Provinsi DKI Jakarta

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi DKI Jakarta

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Provinsi DKI Jakarta Pit. Kepala Badan Pelayanan Pengadaan Barang/Jasa Provinsi DKI Jakarta

Pit. Kepala Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah Provinsi DKI Jakarta

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi DKI Jakarta

Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi DKI Jakarta

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi DKI Jakarta

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi DKI Jakarta

Kepala Dinas Komunikasi, lnformatika, dan Statistik Provinsi DKI Jakarta

13. Para Kepala Biro Setda Provinsi DKI Jakarta

Melaksanakan rencana aksi Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri Provinsi DKI Jakarta Tahun 2022 dengan masing-masing tugas sebagai berikut.

a. Para Asisten Sekretaris Daerah untuk mengoordinasikan para Kepala Perangkat Daerah sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing untuk melaksanakan kegiatan dalam rencana aksi peningkatan penggunaan produk dalam negeri.

(2)

b. Para Kepala Perangkat Daerah untuk:

1. membentuk dan menetapkan Tim Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri pada masing-masing Perangkat Daerah/Unit Kerja Perangkat Daerah dengan Keputusan Kepala Perangkat Daerah sebagaimana format terlampir dalam lnstruksi Sekretaris Daerah ini paling lambat 1 (satu) bulan terhitung sejak lnstruksi ini ditandatangani;

2. wajib mengalokasikan dan melaksanakan paling sedikit 40% (empat puluh persen) dari anggaran belanja barang/jasa yang dikelolanya, yang diprioritaskan untuk penggunaan produk usaha mikro dan kecil, koperasi dan hasil produksi dalam negeri;

3. mengumumkan seluruh Rencana Umum Pengadaan barang/jasa pemerintah pada Aplikasi Sistem lnformasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP);

4. memerintahkan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Kelompok Kerja Pemilihan (Pokja Pemilihan), dan/atau Pejabat Pengadaan untuk:

a) merencanakan penyusunan penggunaan produk dalam negeri sejak penyusunan spesifikasi teknis/Kerangka Acuan Kerja (KAK) barang/jasa oleh PPK;

b) melaksanakan reviu atas penggunaan produk dalam negeri pada persiapan pengadaan barang/jasa oleh Pokja Pemilihan, kecuali e-purchasing dan pengadaan langsung;

c) mengutamakan produk dalam negeri dalam proses e-purchasing, pengadaan langsung, penunjukan langsung, tender cepat dan tender;

d) mengutamakan e-purchasing, apabila spesifikasi teknis, kinerja, fungsi, dan volume kebutuhan barang/jasa, dapat dipenuhi oleh produk dalam negeri yang telah tercantum pada katalog elektronik atau toko daring; dan

e) berpartisipasi aktif dalam kegiatan business matching dan/atau kegiatan lainnya yang diselenggarakan oleh Kementerian/Lembaga dalam rangka percepatan realisasi pengadaan barang/jasa melalui peningkatan penggunaan produk dalam negeri.

5. melaksanakan koordinasi dan konsultasi pengadaan barang/jasa melalui:

a) Direktorat Perencanaan, Monitoring dan Evaluasi Pengadaan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah melalui email: [email protected]; dan/atau

b) Badan Pelayanan Pengadaan Barang/Jasa Provinsi DKI Jakarta dengan alamat Gedung Balaikota Blok H Lantai 20, Jalan Kebon Sirih Nomor 18, Kota Administrasi Jakarta Pusat, Telepon: 021-3822874, faximile: 021-3811084.

6. melaksanakan percepatan pengusulan pencantuman barang/jasa pada Katalog Elektronik Lokal yang ditujukan kepada Gubernur c.q. Sekretaris Daerah ditembuskan kepada Kepala Badan Pelayanan Pengadaan Barang/Jasa;

7. mendorong optimalisasi program peningkatan penggunaan produk dalam negeri dan program Bangga Buatan Indonesia pada berbagai acara, kegiatan dan event yang diselenggarakan oleh lembaga

(3)

kemasyarakatan, swasta, perguruan tinggi, dan masyarakat umum, baik yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun non-Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (non-APBD);

8. melaksanakan optimalisasi penggunaan produk dalam negeri pada perencanaan, penganggaran dan pelaksanaan kegiatan Tahun Anggaran 2023;

9. melaksanakan penginputan realisasi pengadaan barang/jasa pada masing-masing Perangkat Daerah/Unit Kerja pada Perangkat Daerah setiap minggunya melalui Sistem Pengawasan P3DN (https://siera.bpkp.go.id/p3dn) dan/atau sistem aplikasi lain yang telah ditentukan; dan

10. Tim sebagaimana dimaksud pada angka 1 (satu) mempunyai tugas sebagai berikut:

a) melaksanakan sosialisasi, pemantauan, pengawasan, dan evaluasi pelaksanaan peningkatan penggunaan produk dalam negeri dalam pengadaan barang/jasa di lingkungan Perangkat Daerah/Unit Kerja Perangkat Daerah masing-masing; dan

b) melaksanakan koordinasi dengan Tim Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri Provinsi DKI Jakarta dalam pelaksanaan peningkatan penggunaan produk dalam negeri.

c. lnspektur untuk melaksanakan pengawasan atas pengadaan barang/jasa melalui penggunaan produk dalam negeri pada Perangkat Daerah dan Badan Usaha Milik Daerah.

d. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah untuk melakukan dukungan optimalisasi penggunaan produk dalam negeri pada perencanaan dan penganggaran belanja barang/jasa Perangkat Daerah Tahun Anggaran 2023 sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku.

e. Pit. Kepala Badan Pelayanan Pengadaan Barang/Jasa untuk:

1. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pengadaan barang/jasa pada Perangkat Daerah Tahun Anggaran 2022 melalui penggunaan produk dalam negeri, produk UMKM dan produk Koperasi mencapai Rp1 0.100.000.000.000,- (sepuluh triliun seratus miliar rupiah);

2. melaksanakan pemantauan dan riviu terhadap ketepatan data Sistem lnformasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) dan e-Katalog;

3. mendorong percepatan penayangan produk dalam negeri, produk UMKM dan produk Koperasi dalam katalog elektronik lokal dan toko daring;

4. menyelenggarakan fungsi layanan informasi, advokasi, dan pengelolaan pengadaan barang/jasa terhadap penggunaan produk dalam negeri, produk UMKM dan produk Koperasi;

5. melaksanakan pemantauan dan riviu terhadap realisasi pengadaan barang/jasa melalui penggunaan produk dalam negeri pada masing- masing Perangkat Daerah untuk selanjutnya dilaporkan kepada Tim Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri; dan

6. melaksanakan koordinasi secara intensif dengan Kementerian/Lembaga dan pihak lainnya dalam rangka peningkatan penggunaan produk dalam negeri.

(4)

f. Pit. Kepala Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah untuk:

1. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pengadaan barang/jasa pada Badan Usaha Milik Daerah Tahun Anggaran 2022 melalui penggunaan produk dalam negeri;

2. melaksanakan percepatan proses transformasi digital pengadaan barang/jasa bagi Badan Usaha Milik Daerah;

3. menghimpun laporan realisasi pengadaan barang/jasa melalui penggunaan produk dalam negeri pada masing-masing Badan Usaha Milik Daerah untuk selanjutnya dilaporkan kepada Tim Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri paling lambat pada minggu kesatu bulan Juli tahun berjalan dan minggu kesatu bulan Januari tahun berikutnya; dan

4. Mengoordinasikan para Direktur Utama Badan Usaha Milik Daerah untuk:

a) mengalokasikan dan melaksanakan paling sedikit 40% (empat puluh persen) anggaran belanja barang/jasa yang dikelolanya, untuk penggunaan produk dalam negeri, dan/atau produk usaha mikro, kecil, dan menengah, dan/atau produk koperasi;

b) melaksanakan sertifikasi tingkat komponen dalam negeri terhadap barang/jasa yang dihasilkan oleh Badan Usaha Milik Daerah; dan c) menyusun laporan realisasi pengadaan barang/jasa melalui

penggunaan produk dalam negeri pada masing-masing Badan Usaha Milik Daerah untuk selanjutnya dilaporkan kepada Tim Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri c.q. Kepala Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah pada minggu kesatu bulan Juli 2022 dan minggu kesatu bulan Januari 2023.

g. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia untuk mengoordinasikan pembinaan kompetensi pengadaan barang/jasa melalui penggunaan produk dalam negeri dan bangga buatan Indonesia bagi Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Kelompok Kerja Pemilihan (Pokja Pemilihan), dan Pejabat Pengadaan.

h. Kepala Badan Pendapatan Daerah untuk menyusun kajian rancangan kebijakan insentif dan disinsentif bagi pelaku usaha dalam kaitannya dengan peningkatan penggunaan produk dalam negeri.

i. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah untuk:

1. melaksanakan percepatan penyusunan daftar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah serta pelaku industri di Provinsi DKI Jakarta;

2. melaksanakan pendampingan pelaku usaha mikro dan kecil serta koperasi untuk masuk ke dalam toko daring;

3. melaksanakan fasilitasi sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri khusus bagi pelaku usaha yang berdomisili di Provinsi DKI Jakarta;

4. mendorong kemitraan antara pelaku industri kecil dan menengah, pelaku industri besar, Kamar Dagang dan lndustri (KADIN), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), asosiasi, perguruan tinggi, dan lembaga/organisasi lainnya dalam rangka pembinaan dan pemberdayaan Produk Dalam Negeri;

(5)

KEDUA

5. melaksanakan koordinasi secara intensif dengan Kementerian/Lembaga dan pihak lainnya dalam rangka peningkatan penggunaan produk dalam negeri; dan

6. mempersiapkan laporan peningkatan penggunaan produk dalam negeri Provinsi DKI Jakarta untuk selanjutnya dilaporkan kepada Tim Nasional Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri.

j. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu untuk:

1. mendorong kemudahan perizinan berusaha, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah dan pelaku industri;

2. melaksanakan pembinan bagi pelaku usaha dan investor dalam rangka subtitusi kebutuhan impor belanja barang/jasa pemerintah;

dan

3. melaksanakan business matching antara kebutuhan belanja barang/jasa pemerintah dengan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah dan pelaku industri.

k. Kepala Dinas Komunikasi, lnformatika, dan Statistik untuk:

1. melaksanakan pengintegrasian dan sinkronisasi data pada sistem perencanaan daerah, sistem informasi manajemen daerah, sistem informasi pembangunan daerah dan sistem pengadaan barang/jasa;

2. melaksanakan komunikasi publik terkait melalui penggunaan produk dalam negeri dan program bangga buatan Indonesia; dan

3. melaksanakan penguatan infrastruktur sistem dan telekomunikasi dalam pengadaan barang/jasa.

I. Para Kepala Biro Sekretariat Daerah untuk melaksanakan monitoring dan evaluasi kepada Perangkat Daerah dalam menjalankan Rencana Aksi Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri Provinsi DKI Jakarta.

Melaporkan hasil pelaksanaan lnstruksi Sekretaris Daerah ini kepada Sekretaris Daerah melalui Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi DKI Jakarta.

lnstruksi Sekretaris Daerah ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Tembusan:

1. Gubernur Daerah Khusus lbukota Jakarta

Ditetapkan di Jakarta

padatanggal 15 Juni 2022

Sekretaris Daerah Provinsi Daerah Khusus lbukota Jakarta

~elaku

atan Penggunaan

'?~Je.m_~~Wrovinsi DKI Jakarta,

2. Wakil Gubernur Daerah Khusus lbukota Jakarta

(6)

Nomor 51 TAHUN 2022 Tanggal 15 J uni 2022

FORMAT DAN SUSUNAN KEANGGOTAAN TIM PENINGKATAN PENGGUNAAN PRODUK DALAM NEGERI PADA PERANGKA T DAERAH/UNIT KERJA PERANGKA T DAERAH

KETUA

SEKRETARIS

: Kepala Perangkat Daerah/Unit Kerja pada Perangkat Daerah

ANGGOTA : 1.

Panduan:

2. 3. 4. 5.

Kepala Perangkat Daerah/Unit Kerja pada Perangkat Daerah,

Nama NIP

1. Ketua dijabat oleh Kepala Perangkat Daerah/Unit Kerja pada Perangkat Daerah.

2. Sekretaris dijabat oleh Sekretaris Perangkat Daerah/Kepala Subbagian Tata Usaha atau jabatan lain sejenisnya.

3. Anggota dapat dijabat oleh :

• Pejabat Pengadaan Barang/Jasa pada Perangkat Daerah/Unit Kerja pada Perangkat Daerah.

• Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan/atau Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pada kegiatan yang memiliki anggaran pengadaan barang/jasa terbesar pada Perangkat Daerah/Unit Kerja pada Perangkat Daerah.

• Pegawai lainnya yang memiliki pengalaman dan kompetensi dalam kegiatan pengadaan barang/jasa.

4. Keputusan Tim Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri pada Perangkat Daerah/Unit Kerja pada Perangkat Daerah dikirimkan melalui email:

[email protected] paling lambat tanggal paling lambat satu bulan terhitung sejak lnstruksi ini ditandatangani.

Sekretaris Daerah Provinsi Daerah Khusus lbukota Jakarta

5 ;

elaku tan Penggunaan

Pro ~

rovinsi DKI Jakarta,

Referensi

Dokumen terkait

Formulir Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta Rekap Tim Kampanye Provinsi DKI Jakarta dan Kabupaten/Kota Laporan Penerimaan dan Penggunaan Dana

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b serta dalam rangka tertib administrasi pengelolaan Barang Milik Daerah, perlu menetapkan Keputusan

bahwa sesuai ketentuan· Pasal 14 ayat (3) Keputusan Gubernur Nomor 105 Tahun 2003 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan Badan Usaha Milik Daerah di

(1) Kepala Unit, Kepala Subbagian Tata Usaha, para Kepala Satuan Pelaksana dan Ketua Subkelompok Jabatan Fungsional dan Pegawai pada UPPD, wajib menyampaikan laporan pelaksanaan

Kepala Pusal, Kepala Subbagian Tata Usaha, para Kepala Satuan Pelaksana, Ketua Subkelompok Jabatan Fungsional pad a Pusat Konservasi Cagar Budaya wajib melaksanakan tugas

5. Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah yang selanjutnya disingkat BKPRD adalah badan bersifat ad-hoc yang dibentuk untuk mendukung pelaksanaan Undang-Undang Nomor 26 Tahun

bahwa ketentuan mengenai Penyusunan Rencana Jangka Panjang , Badan Usaha Milik Daerah di Lingkungan Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagaimana diatur dalam

Bangun guna serah adalah Pemanfaatan Barang Milik Daerah berupa tanah oleh pihak lain dengan cara mendirikan bangunan dan/atau sarana berikut fasilitasnya,