• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KINERJA TAHUN 2021

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LAPORAN KINERJA TAHUN 2021"

Copied!
66
0
0

Teks penuh

(1)

DIREKTORAT JENDERAL PENEGAKAN HUKUM

LAPORAN KINERJA TAHUN 2021

DIREKTORAT PENYELESAIAN SENGKETA

LINGKUNGAN HIDUP

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat rahmat, hidayah dan inayah- Nya, Direktorat Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup (Direktorat PSLH) dapat menyelesaikan penyusunan Laporan Tahunan Kegiatan Direktorat PSLH Tahun Anggaran 2021. Laporan Tahunan ini merupakan salah satu bentuk akuntabilitas Direktorat PSLH terhadap penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada Tahun Anggaran 2021. Adapun tahapan pembuatan laporan ini mengikuti kaidah penyusunan laporan kegiatan pada umumnya sebagai bentuk pertanggungjawaban unit Eselon II atas pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat PSLH.

Tujuan dan sasaran yang hendak dicapai dalam pembuatan Laporan Tahunan ini adalah tersajinya informasi pelaksanaan kegiatan lingkup Direktorat PSLH dan capaian kegiatan yang mencerminkan hasil yang dapat diukur dan dipertanggungjawabkan secara akurat pada tahun anggaran 2021. Secara umum realisasi/capaian kinerja Direktorat PSLH pada Tahun Anggaran 2021 telah memenuhi target yang ditetapkan.

Kami sampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak terutama tim lingkup Direktorat PSLH yang sudah bekerja sesuai tugas dan fungsi masing-masing dengan profesional dan penuh tanggung jawab termasuk dalam penyusunan Laporan Tahunana Kegiatan Tahun Anggaran 2021.

Kami menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini masih terdapat kekurangan.

Oleh karena itu, masukan dan saran yang konstruktif dari semua pihak untuk peningkatan pelaksanaan tugas dan fungsi yang lebih baik lagi pada masa mendatang sangat kami harapkan.

Jakarta, 14 Januari 2022

(3)

RINGKASAN EKSEKUTIF

Direktorat PSLH dalam melaksanakan tugas dan fungsinya pada Tahun Anggaran 2021 mengikuti pedoman yang sudah ditetapkan sebagai arah pelaksanaan kegiatan baik dari Renstra Direktorat PSLH maupun Renstra Direktorat Jenderal PHLHK serta Rencana Kerja (Renja) Direktorat PSLH Tahun Anggaran 2021.

Secara keseluruhan pelaksanaan kegiatan, realisasi dan capaian kinerja Direktorat PSLH pada Tahun Anggaran 2021 tercapai dan terpenuhi. Hal tersebut berarti, bahwa hasil yang dicapai telah sesuai dengan sasaran yang ditetapkan. Berikut ini adalah capaian dan sasaran kegiatan yang ditetapkan Direktorat PSLH pada Tahun Anggaran 2021 yaitu :

1. PSLH yang diselesaikan Melalui Pengadilan dan di Luar Pengadilan pada Tahun Anggaran 2021, jumlah perkara sengketa lingkungan hidup diselesaikan Melalui Pengadilan dan di Luar Pengadilan dalam bentuk kesepakatan yang dituangkan dalam berita acara kesepakatan maupun berita acara ketidaksepakatan, pendaftaran gugatan perdata lingkungan hidup, Pendaftaran upaya Hukum berjumlah 47 perkara dari target 20 perkara sengketa lingkungan hidup dan realisasi anggaran sebesar 98.50% sehingga capaian kinerjanya sebesar 235% (2,4);

2. Pelaksanaan PSLH Melalui Pengadilan Terkait DAS Citarum

Pada Tahun Anggaran 2021, realisasi capaian (pendaftaran gugatan perdata lingkungan hidup, Pendaftaran upaya Hukum melalui pengadilan terkait DAS Citarum) yaitu 1 perkara dari dari target 2 perkara sengketa lingkungan hidup pada tahun anggaran 2021 dan realisasi anggaran sebesar 99.93% sehingga capaian kinerjanya sebesar 50%.

Sesuai penghitungan pengukuran kinerja kegiatan, bahwa persentase tingkat pencapaian dari kegiatan terhadap penggunaan anggaran Direktorat PSLH pada Tahun Anggaran 2021 adalah sebesar 114% dan capaian pelaksanaan anggaran sebesar Rp9.119.269.717,- atau 98.78% dari total anggaran Rp9.231.754.000,- (Sembilan miliar dua ratus tiga puluh satu juta tujuh ratus lima puluh empat ribu

(4)

rupiah). Dengan demikan terdapat sisa anggaran berjumlah Rp112.484.283,- atau sebesar 1.22%.

Berdasarkan hasil pengukuran tingkat efisiensi pelaksanaan kegiatan Direktorat PSLH pada Tahun Anggaran 2021, diperoleh nilai rasio sebesar = 144(1,4) >1 yang menunjukkan bahwa pengalokasian anggaran sudah digunakan secara efisien untuk mencapai kinerja fisik output dan outcome yang telah ditentukan. Namun demikian, untuk memastikan lebih efisien dan efektif penggunaan anggaran terhadap penjabaran program kegiatan untuk mencapai kinerja Direktorat PSLH yang lebih baik lagi pada masa mendatang, perlu dilakukan langkah-langkah praktis guna terciptanya peningkatan kapasitas internal dan terbentuknya persepsi yang semakin berpihak pada lingkungan hidup dari pihak eksternal.

(5)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR... i

RINGKASAN EKSEKUTIF... ii

DAFTAR ISI ... iv

DAFTAR GAMBAR... vi

DAFTAR TABEL... vii

DAFTAR GRAFIK... viii

BAB I. PENDAHULUAN... 1

A. Latar Belakang... 1

B. Maksud dan Tujuan ... 2

1. Maksud Kegiatan... 2

a. PSLH di Luar Pengadilan...2

b. PSLH Melalui Pengadilan ... 2

2. Tujuan Kegiatan ... 3

a. PSLH di Luar Pengadilan...3

b. PSLH Melalui Pengadilan ... 3

3. Ruang Lingkup Kegiatan... 3

a. PSLH di Luar Pengadilan...3

b. PSLH Melalui Pengadilan ... 4

4. Dasar Hukum ... 4

a. Direktorat PSLH... 4

b. Penanganan Sengketa Lingkungan Hidup... 15

BAB II. PEMBAHASAN KEGIATAN...17

A. Gambaran Umum ...17

1. Sasaran Kegiatan...18

2. Target dan Tahapan Kegiatan...20

a. Target Kegiatan ...20

(6)

1. Melalui Pengadilan...20

2. Di Luar Pengadilan...21

B. Pelaksanaan Kegiatan ...22

1. PSLH di Luar Pengadilan dan Melalui Pengadilan ...22

a. Bidang Sumber Daya Alam (SDA)...22

1. Daftar Sengketa Lingkungan Hidup Bidang SDA...22

2. Penerimaan Negara Bukan Pajak ( PNBP)...30

b. Bidang IPJ...30

1. Daftar Sengketa Lingkungan Hidup Bidang IPJ ...30

1. Penerimaan Negara Bukan Pajak ( PNBP)...33

c. Bidang Melalui Pengadilan ...33

1. Penanganan Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup...33

2. Penerimaan Negara Bukan Pajak ( PNBP)...40

2. PSLH Terkait DAS Citarum ... 40

a. Penanganan Sengketa Lingkungan Hidup Terkait DAS Citarum ...40

3. Dukungan Manajemen ... 42

C. Penganggaran...43

1. Alokasi Anggaran ...43

2. Realisasi Anggaran ...44

D. Capaian Kinerja ...46

1. Indikator Sub Komponen Direktorat PSLH...46

a. Sengketa Lingkungan Hidup Yang Diselesaikan Melalui Pengadilan dan di Luar Pengadilan...46

b. Sengketa Lingkungan Hidup Terkait DAS Citarum...47

2. Indikator Kegiatan Direktorat PSLH ...48

3. Pembayaran Ganti Rugi PSLH ...51

BAB III. KENDALA DAN HAMBATAN...53

BAB IV. PENUTUP...55

A. Kesimpulan...55

B. Saran ...55

Daftar Lampiran... 57

(7)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Bagan Organisasi Direktorat PSLH ... 9

Gambar 2. Sasaran Kegiatan Direktorat PSLH ...19

Gambar 3. Alur Bisnis Proses PSLH Melalui Pengadilan...21

Gambar 4. Alur Bisnis Proses PSLH di Luar Pengadilan ...22

(8)

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Distribusi SDM Berdasarkan Tingkat Pendidikan ...10

Tabel 2. Distribusi SDM Berdasarkan Jabatan...11

Tabel 3. Distribusi SDM Berdasarkan Jenis Kelamin ...12

Tabel 4. Distribusi SDM Berdasarkan Jenis ASN ...12

Tabel 5. Pemetaan SDM Berdasarkan Status...13

Tabel 6. Pemetaan SDM Berdasarkan Kelompok Umur ...14

Tabel 7. Rekapitulasi Daftar Perkara Sengketa Lingkungan Hidup Melalui Subdit PSLH-LP SDA TA 2021 ... 23

Tabel 8. Rekapitulasi Tahapan PSLH-LP SDA TA 2021 ...26

Tabel 9. Rekapitulasi Status PSLH SDA TA 2021...27

Tabel 10. Rekapitulasi Daftar Perkara Melalui Subdirektorat PSLH-LP IPJ TA 2021 ...30

Tabel 11. Rekapitulasi Tahapan PSLH-LP IPJ TA 2021 ...31

Tabel 12. Rekapitulasi Status PSLH-LP IPJ TA 2021... 32

Tabel 13. Rekapitulasi Perkara PSLH Melalui Pengadilan TA 2021 ...33

Tabel 14. Rekapitulasi Tahapan PSLH Melalui Pengadilan TA 2021...34

Tabel 15. Rekapitulasi Status Perkara PSLH Melalui Pengadilan TA 2021...35

Tabel 16. Rekapitulasi Status Kasus PSLH Melalui Pengadilan TA 2021 ...37

Tabel 17. Rekapitulasi Perkara PSLH Melalui Pengadilan Terkait DAS Citarum TA 2021....40

Tabel 18. Rekapitulasi Tahapan PSLH Melalui Pengadilan Terkait DAS Citarum TA 2021 ...41

Tabel 19. Rekapitulasi Status Perkara Melalui Pengadilan Terkait DAS Citarum TA 2021...42

Tabel 20. Distribusi Alokasi Anggaran Lingkup Direktorat PSLH TA 2021...44

Tabel 21. Realisasi Anggaran Lingkup Direktorat PSLH TA 2021 ...45

Tabel 22 Capaian Indikator Kegiatan Sesuai Tahapan PSLH-MP dan LP TA 2021...46

Tabel 23Capaian Indikator Kegiatan Sesuai Tahapan PSLH Terkait DAS Citarum TA 202147 Tabel 24 Capaian Indikator Kegiatan Direktorat PSLH TA 2021...49

Tabel 25 Tingkat Efisiensi Pelaksanaan Kegiatan PSLH pada TA 2021 ... 51

Tabel 26 Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) TA 2021...52

(9)

DAFTAR GRAFIK

Grafik 1. Distribusi SDM Berdasarkan Tingkat Pendidikan ...10

Grafik 2. Distribusi SDM Berdasarkan Jabatan ...11

Grafik 3. Distribusi SDM Berdasarkan Jenis Kelamin ... 12

Grafik 4. SDM Berdasarkan ASN ...13

Grafik 5. Pemetaan SDM Berdasarkan Status ...14

Grafik 6. Pemetaan SDM Berdasarkan Kelompok Umur...15

Grafik 7. Alokasi Anggaran Lingkup Direktorat PSLH TA 2021 ...44

Grafik 8. Realisasi Anggaran Lingkup Direktorat PSLH TA 2021...45

(10)

BAB I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sengketa lingkungan hidup terjadi akibat pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup yang menyebabkan kerugian lingkungan hidup dan/atau masyarakat. Dalam penyelesaian sengketa lingkungan hidup (PSLH) dapat ditempuh di luar pengadilan atau melalui pengadilan tergantung pilihan para pihak yang bersengketa dan ditempuh secara sukarela. Walaupun demikian, tidak berarti semua PSLH harus dilakukan di luar pengadilan terlebih dahulu, setelah tidak berhasil baru ditempuh melalui pengadilan, melainkan PSLH dapat dilakukan melalui pengadilan secara langsung tanpa melalui proses PSLH di luar pengadilan terlebih dahulu.

PSLH di luar pengadilan merupakan alternatif bagi masyarakat korban pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup, tidak saja untuk mendapatkan ganti kerugian yang dideritanya, tetapi juga pemulihan atas lingkungan hidup yang terganggu karena pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup tersebut.

PSLH di luar pengadilan dilakukan dengan tujuan untuk mencapai kesepakatan mengenai bentuk dan besarnya ganti rugi; tindakan pemulihan akibat pencemaran dan/atau perusakan; tindakan tertentu untuk menjamin tidak akan terulangnya pencemaran dan/atau perusakan; dan/atau tindakan untuk mencegah timbulnya dampak negatif terhadap lingkungan hidup.

Sedangkan PSLH melalui pengadilan dilakukan dengan tujuan untuk menuntut kerugian lingkungan hidup dan/atau kerugian masyarakat serta pelaksanaan tindakan tertentu yang harus dilakukan oleh pihak pencemar dan/atau perusak lingkungan hidup berupa pencegahan, penanggulangan dan pemulihan lingkungan hidup.

Dalam hal PSLH, Direktorat Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup disebut (Direktorat PSLH) dapat berperan sebagai penggugat, fasilitator dan/atau mediator. Sebagai penggugat, Direktorat PSLH dapat melakukan tuntutan di luar pengadilan maupun melalui pengadilan terhadap pihak pencemar dan/atau perusak lingkungan hidup yang menimbulkan kerugian lingkungan hidup (hak milik

(11)

menimbulkan kerugian masyarakat (hak milik privat). Sedangkan sebagai mediator, Direktorat PSLH dapat menjadi penengah bagi para pihak yang bersengketa, apabila diminta oleh salah satu atau para pihak yang bersengketa akibat pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup yang menyebabkan kerugian masyarakat (hak milik privat). Peran Direktorat PSLH sebagai fasilitator juga dilakukan ketika terdapat penyerahan PSLH dari pemerintah daerah kepada Direktorat PSLH untuk difasilitasi. Terkait dengan terpantaunya progres yang dilakukan Direktorat PSLH perlu didokumentasikan dalam berbagai media di antaranya berupa laporan, termasuk tersusunnya laporan kegiatan Direktorat PSLH Tahun Anggaran 2021. Dalam penyusunan laporan ini tetap memperhatikan dan menjadikan peraturan perundang-undangan terkait sebagai rujukan sehingga tetap dalam kaidah-kaidah yang ditentukan.

Laporan ini merupakan bentuk perwujudan tanggung jawab atas pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat PSLH terhadap keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan pada Tahun Anggaran 2021. Selain itu, laporan ini juga merupakan umpan balik untuk mendorong perbaikan kinerja Direktorat PSLH serta dapat dimanfaatkan untuk penyempurnaan dokumen perencanaan, pelaksanaan program dan kegiatan pada periode-periode selanjutnya, juga sebagai media untuk mengukur peningkatan berbagai kebijakan yang diperlukan dalam pelaksanaan PSLH.

B. Maksud dan Tujuan 1. Maksud Kegiatan

a. PSLH di Luar Pengadilan

Kegiatan PSLH di luar pengadilan dimaksudkan untuk mengefektifkan penegakan hukum perdata lingkungan hidup, khususnya dalam pelaksanaan PSLH di luar pengadilan yang dilaksanakan dengan cepat dan biaya murah guna mencapai kesepakatan mengenai bentuk dan besarnya ganti rugi, tindakan pemulihan, tindakan tertentu, dan tindakan untuk mencegah timbulnya dampak negatif terhadap lingkungan hidup.

b. PSLH Melalui Pengadilan

Pelaksanaan kegiatan PSLH Melalui Pengadilan dimaksudkan untuk

(12)

meningkatkan efektivitas penegakan hukum perdata lingkungan hidup, khususnya dalam PSLH melalui pengadilan guna mendapatkan putusan pengadilan mengenai ganti kerugian dan tindakan tertentu yang harus dilakukan oleh penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan yang menimbulkan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup dan mengakibatkan kerugian lingkungan hidup.

2. Tujuan Kegiatan

a. PSLH di Luar Pengadilan

Pelaksanaan kegiatan PSLH di luar pengadilan bidang sumber daya alam (SDA) dan bidang industri, prasarana dan jasa (IPJ) bertujuan untuk:

1. Membuktikan kebenaran terjadinya pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup;

2. Membuktikan terjadinya kerugian lingkungan hidup dan/atau masyarakat;

3. Menentukan bentuk serta besaran kerugian lingkungan hidup dan/atau masyarakat;

4. Melakukan tindakan tertentu yang harus dilakukan oleh pihak pencemar dan/atau perusak lingkungan hidup dan/atau masyarakat;

b. PSLH Melalui Pengadilan

Pelaksanaan kegiatan PSLH Melalui Pengadilan bidang SDA dan IPJ bertujuan untuk memperoleh putusan pengadilan mengenai ganti kerugian lingkungan hidup dan/atau tindakan tertentu yang meliputi: pencegahan, penanggulangan dan pemulihan lingkungan hidup terhadap usaha dan/atau kegiatan yang menimbulkan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup dan pengakibatkan kerugian lingkungan hidup.

3. Ruang Lingkup Kegiatan a. PSLH di Luar Pengadilan

Pelaksanaan kegiatan PSLH di luar pengadilan sektor SDA dan IPJ

(13)

2. Pelaksanaan verifikasi sengketa lingkungan hidup;

3. Pembahasan klarifikasi laporan verifikasi sengketa lingkungan hidup;

4. Penghitungan kerugian lingkungan dan/atau masyarakat oleh ahli;

5. Pelaksanaan negosiasi, fasilitasi dan/atau mediasi PSLH;

6. Penandatanganan kesepakatan PSLH di luar pengadilan;

b. PSLH Melalui Pengadilan

Pelaksanaan kegiatan PSLH Melalui Pengadilan sektor SDA dan IPJ dengan ruang lingkup sebagai berikut:

1. Persiapan verifikasi sengketa lingkungan hidup;

2. Pelaksanaan verifikasi sengketa lingkungan hidup;

3. Penghitungan kerugian lingkungan dan/atau masyarakat oleh ahli;

4. Persiapan penyusunan gugatan;

5. Penyusunan gugatan/jawaban gugatan;

6. Pendaftaran gugatan;

7. Pembahasan replik/duplik, alat bukti, saksi, ahli dan kesimpulan;

8. Koordinasi pelaksanaan persidangan;

9. Pengambilan putusan pengadilan;

10. Penyusunan dokumen upaya hukum banding, kasasi, PK;

11. Koordinasi pelaksanaan Eksekusi;

4. Dasar Hukum

a. Direktorat PSLH

Berdasarkan ketentuan Pasal 1146 dan Pasal 1147 Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.18/MENLHK-II/2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, tugas dan fungsi Direktorat PSLH adalah sebagai berikut:

1. Tugas Direktorat PSLH

Direktorat PSLH mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan, pelaksanaan, koordinasi dan sinkronisasi kebijakan, bimbingan teknis, evaluasi bimbingan teknis, supervisi pelaksanaan urusan PSLH.

(14)

2. Fungsi Direktorat PSLH

Dalam melaksanakan tugasnya, Direktorat PSLH menyelenggarakan fungsi:

a. Penyiapan perumusan kebijakan penyelesaian sengketa dan evaluasi PSLH di luar pengadilan maupun melalui pengadilan, baik di dalam negeri maupun lintas batas antar-negara pada sektor SDA, IPJ;

b. Penyiapan pelaksanaan kebijakan penyelesaian sengketa dan evaluasi PSLH di luar pengadilan maupun melalui pengadilan, baik di dalam negeri maupun lintas batas antar-negara pada sektor SDA, IPJ;

c. Penyiapan koordinasi dan sinkronisasi kebijakan penyelesaian sengketa dan evaluasi PSLH di luar pengadilan maupun melalui pengadilan, baik di dalam negeri maupun lintas batas antar-negara pada sektor SDA, IPJ;

d. Penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria penyelesaian sengketa dan evaluasi PSLH di luar pengadilan maupun melalui pengadilan, baik di dalam negeri maupun lintas batas antar-negara pada sektor SDA, IPJ;

e. Pemberian bimbingan teknis, evaluasi bimbingan teknis, supervisi pelaksanaan urusan penyelesaian sengketa dan evaluasi PSLH di luar pengadilan maupun melalui pengadilan, baik di dalam negeri maupun lintas batas antar-negara pada sektor SDA, IPJ;

f. Pelaksanaan administrasi Direktorat.

Direktorat PSLH dipimpin oleh seorang Direktur dengan jabatan Eselon II dan dibantu oleh 3 (tiga) Kepala Subdirektorat dengan jabatan Eselon III dan 6 (enam) Kepala Seksi dengan jabatan Eselon IV yaitu:

1. Subdirektorat PSLH di Luar Pengadilan Bidang SDA;

Subdirektorat PSLH Di Luar Pengadilan Bidang SDA mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan, pelaksanaan, koordinasi dan sinkronisasi kebijakan, bimbingan teknis, evaluasi bimbingan teknis,

(15)

Dalam melaksanakan tugasnya, Subdirektorat PSLH di Luar Pengadilan Bidang SDA menyelenggarakan fungsi:

a. Penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelesaian sengketa dan evaluasi PSLH di luar pengadilan sektor kehutanan, pertanian, perkebunan, kelautan dan perikanan, energi, minyak, gas dan pertambangan;

b. Penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan kebijakan penyelesaian sengketa dan evaluasi PSLH di luar pengadilan sektor kehutanan, pertanian, perkebunan, kelautan dan perikanan, energi, minyak, gas dan pertambangan;

c. Penyiapan bahan penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria penyelesaian sengketa dan evaluasi PSLH di luar pengadilan sektor kehutanan, pertanian, perkebunan, kelautan dan perikanan, energi, minyak, gas dan pertambangan;

d. Pemberian bimbingan teknis, evaluasi bimbingan teknis, dan supervisi pelaksanaan urusan penyelesaian sengketa dan evaluasi PSLH di luar pengadilan sektor kehutanan, pertanian, perkebunan, kelautan dan perikanan, energi, minyak, gas dan pertambangan di daerah.

Subdirektorat PSLH di Luar Pengadilan Bidang SDA, terdiri atas:

a. Seksi PSLH di Luar Pengadilan Bidang Energi, Migas dan Pertambangan; dan

b. Seksi PSLH di Luar Pengadilan Bidang Kehutanan, Pertanian, Perkebunan, Kelautan dan Perikanan.

2. Subdirektorat PSLH di Luar Pengadilan Bidang IPJ.

Subdirektorat PSLH di Luar Pengadilan Bidang IPJ mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan, pelaksanaan, koordinasi dan sinkronisasi kebijakan, bimbingan teknis, evaluasi bimbingan teknis, dan supervisi pelaksanaan urusan penanganan PSLH di luar pengadilan pada sektor IPJ.

(16)

Dalam melaksanakan tugasnya, Subdirektorat PSLH di Luar Pengadilan Bidang IPJ menyelenggarakan fungsi:

a. Penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelesaian sengketa dan evaluasi PSLH di luar pengadilan sektor IPJ;

b. Penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan kebijakan penyelesaian sengketa dan evaluasi PSLH di luar pengadilan sektor IPJ;

c. Penyiapan bahan penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang penyelesaian sengketa dan evaluasi PSLH di luar pengadilan sektor IPJ;

d. Pemberian bimbingan teknis, evaluasi bimbingan teknis, dan supervisi pelaksanaan urusan penyelesaian sengketa dan evaluasi PSLH di luar pengadilan sektor IPJ di daerah.

Subdirektorat PSLH di Luar Pengadilan Bidang IPJ, terdiri atas:

a. Seksi PSLH di Luar Pengadilan Bidang Industri; dan

b. Seksi PSLH di Luar Pengadilan Bidang Prasarana dan Jasa.

3. Subdirektorat PSLH Melalui Pengadilan;

Subdirektorat PSLH Melalui Pengadilan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan, pelaksanaan, koordinasi dan sinkronisasi kebijakan, bimbingan teknis, evaluasi bimbingan teknis, dan supervisi pelaksanaan urusan PSLH melalui pengadilan sektor SDA, IPJ.

Dalam melaksanakan tugasnya, Subdirektorat PSLH Melalui Pengadilan menyelenggarakan fungsi:

a. Penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelesaian sengketa dan evaluasi PSLH melalui pengadilan sektor SDA, IPJ;

b. Penyiapan bahan koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan kebijakan penyelesaian sengketa dan evaluasi PSLH melalui pengadilan sektor SDA, IPJ;

c. Penyiapan bahan penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria penyelesaian sengketa dan evaluasi PSLH melalui pengadilan sektor SDA, IPJ; dan

(17)

d. Pemberian bimbingan teknis, evaluasi bimbingan teknis, dan supervisi pelaksanaan urusan penyelesaian sengketa dan evaluasi PSLH melalui pengadilan sektor SDA, IPJ di daerah.

Subdirektorat PSLH Melalui Pengadilan terdiri atas:

a. Seksi PSLH Melalui Pengadilan Bidang SDA; dan b. Seksi PSLH Melalui Pengadilan Bidang IPJ.

Bagan Struktur organisasi Direktorat PSLH beserta pejabat dan pegawai sebagaimana tertera dalam Gambar 1 di bawah ini.

(18)

L A P O R A N T A H U N A N K E G I A T A N T A H U N 2 0 2 1

D i r e k t o r a t P e n y e l e s a i a n S e n g k e t a L i n g k u n g a n H i d u p

PETA JABATAN DAN STAF LINGKUP DIT. PSLH

Gambar 1. Bagan Organisasi Direktorat PSLH

(19)

L A P O R A N T A H U N A N K E G I A T A N T A H U N 2 0 2 1

D i r e k t o r a t P e n y e l e s a i a n S e n g k e t a L i n g k u n g a n H i d u p

Bahwa berdasarkan struktur di atas, peta kekuatan dan pendistribusian sumber daya manusia lingkup Direktorat PSLH yang berjumlah 41 (empat puluh satu) orang pada tahun anggaran 2021 dapat dikelompokan sebagaimana tersaji dalam tabel-tabel berikut:

Tabel 1 ditampilkan distribusi SDM berdasarkan tingkat pendidikan, Tabel 2 berdasarkan jabatan, Tabel 3 berdasarkan jenis kelamin dan Tabel 4 berdasarkan ASN, Tabel 5 berdasarkan status pernikahan dan Tabel 6 pemetaan sesuai kelompok umur.

No. Pendidikan Jumlah % 1. S2 5 12.2 2. S1 29 70.73 3. <S1 7 17.07 Jumlah 41 100 Tabel 1. Distribusi SDM Berdasarkan Tingkat Pendidikan

<S1 17%

S2 12%

S1

71% S2 S1 <S1

Grafik 1. Distribusi SDM Berdasarkan Tingkat Pendidikan

(20)

L A P O R A N T A H U N A N K E G I A T A N T A H U N 2 0 2 1

D i r e k t o r a t P e n y e l e s a i a n S e n g k e t a L i n g k u n g a n H i d u p

No. Jabatan Jumlah %

1. Eselon II 1 2.44

2. Eselon III 2 4.88

3. Eselon IV 7 17.07

4. Staf Teknis 20 48.78

5. Administrasi 9 21.95

6. Pengemudi/Umum 2 4.88

Jumlah 41 100

Tabel 2. Distribusi SDM Berdasarkan Jabatan

Jumlah Persentase 60 48.78 50

40 30 20

10 1

0 2.44 2 4.88

17.07 20 7

21.95

9 2 4.88

Grafik 2. Distribusi SDM Berdasarkan Jabatan

(21)

L A P O R A N T A H U N A N K E G I A T A N T A H U N 2 0 2 1

D i r e k t o r a t P e n y e l e s a i a n S e n g k e t a L i n g k u n g a n H i d u p

No. Jenis Kelamin Jumlah %

1. Laki – laki 21 51.22

2. Perempuan 20 48.78

Jumlah 41 100

Tabel 3. Distribusi SDM Berdasarkan Jenis Kelamin

Jumlah Persentase

60 51.22 48.78 50

40

30

21 20 20

10 0

Laki-Laki Perempuan Grafik 3. Distribusi SDM Berdasarkan Jenis Kelamin

No. Jenis ASN Jumlah %

1. PNS 30 73.17

2. PPNPN 11 26.83

Jumlah 41 100

Tabel 4. Distribusi SDM Berdasarkan Jenis ASN

(22)

L A P O R A N T A H U N A N K E G I A T A N T A H U N 2 0 2 1

D i r e k t o r a t P e n y e l e s a i a n S e n g k e t a L i n g k u n g a n H i d u p

Jumlah Persentase 80 73.17

60

40 30 20

26.83 11

0

PNS PPNPN

Grafik 4. SDM Berdasarkan ASN

No. Status Jumlah %

1. Menikah 29 70.73

2. Belum Menikah 12 29.27

Jumlah 41 100

Tabel 5. Pemetaan SDM Berdasarkan Status

(23)

L A P O R A N T A H U N A N K E G I A T A N T A H U N 2 0 2 1

D i r e k t o r a t P e n y e l e s a i a n S e n g k e t a L i n g k u n g a n H i d u p

Jumlah Persentase 80 70.73

60

40 29 20

29.27 12

0

Menikah Belum Menikah

Grafik 5. Pemetaan SDM Berdasarkan Status

No. Kelompok Umur Jumlah % 1. > 50 11 26.83

2. 40-49 7 17.07

3. 30-39 12 29.27

4. <30 11 26.83

Jumlah 41

100

Tabel 6. Pemetaan SDM Berdasarkan Kelompok Umur

(24)

L A P O R A N T A H U N A N K E G I A T A N T A H U N 2 0 2 1

D i r e k t o r a t P e n y e l e s a i a n S e n g k e t a L i n g k u n g a n H i d u p

35

30 26.83 25

20

Jumlah Persentase

17.07

29.27

26.83

15 11

10 7 5

0

12 11

>50 40-49 30-39 <30

Grafik 6. Pemetaan SDM Berdasarkan Kelompok Umur

Pendistribusian dan pemetaan SDM seperti dalam tabel dan grafik di atas sebagai potret bagi para pihak dalam memersepsikan pengaruhnya dalam mewujudkan capaian kinerja Direktorat PSLH baik secara langsung maupun tidak langsung.

b. Penanganan Sengketa Lingkungan Hidup

Direktorat PSLH dalam melaksanakan tugas dan fungsinya untuk PSLH di luar pengadilan maupun melalui pengadilan berpedoman pada peraturan perundangan-undangan antara lain:

1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup jo. Pasal 22 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja;

2. Kitab Undang-Undang Hukum Acara Perdata untuk beracara di pengadilan;

3. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata;

4. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup;

5. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2001 tentang Pengendalian Pencemaran dan/atau Kerusakan Lingkungan Akibat Kebakaran Hutan

(25)

L A P O R A N T A H U N A N K E G I A T A N T A H U N 2 0 2 1

D i r e k t o r a t P e n y e l e s a i a n S e n g k e t a L i n g k u n g a n H i d u p

7. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2014 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut jo. PP No. 57 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2014 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut;

8. Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI No. 36/KMA/SK/II/2013 tentang Pemberlakuan Pedoman Penanganan Perkara Lingkungan Hidup;

9. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 4 Tahun 2013 tentang Pedoman Penyelesaian Sengketa Lingkungan;

10. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 7 Tahun 2014 tentang Penghitungan Kerugian Lingkungan Hidup Akibat Pencemaran dan/atau Kerusakan Lingkungan Hidup;

11. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah;

12. Kepmen LH Nomor 4 Tahun 2001 tentang Kriteria Baku Kerusakan Terumbu Karang;

13. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tahun 2016 Nomor:

P.31/Menlhk/Setjen/Kum.1/3/2016 tentang Pengendalian Kebakaran Hutan.

(26)

L A P O R A N T A H U N A N K E G I A T A N T A H U N 2 0 2 1

D i r e k t o r a t P e n y e l e s a i a n S e n g k e t a L i n g k u n g a n H i d u p

BAB II. PEMBAHASAN KEGIATAN

A. Gambaran Umum

Dalam ketentuan Pasal 84 ayat (1) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup jo. Pasal 22 Undang- Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja, menjelaskan bahwa PSLH dapat dilakukan melalui pengadilan dan di luar pengadilan. Selanjutnya ayat (2) menjelaskan bahwa pilihan PSLH dilakukan secara sukarela oleh para pihak yang bersengketa. Sedangkan ketentuan ayat (3) menjelaskan bahwa gugatan melalui pengadilan dapat dilakukan apabila upaya PSLH di luar pengadilan yang telah dipilih dinyatakan tidak berhasil oleh salah satu atau para pihak yang bersengketa.

Dalam ketentuan Pasal 85 ayat (1) menjelaskan bahwa PSLH di luar pengadilan dilakukan untuk mencapai kesepakatan mengenai: (1) bentuk dan besarnya ganti rugi; (2) tindakan pemulihan akibat pencemaran dan/atau perusakan; (3) tindakan tertentu untuk menjamin tidak akan terulangnya pencemaran dan/atau perusakan;

dan/atau (4) tindakan untuk mencegah timbulnya dampak negatif terhadap lingkungan hidup.

Dalam PSLH di Iuar pengadilan dapat digunakan jasa mediator dan/atau arbiter untuk membantu para pihak menyelesaikan sengketa lingkungan hidup. Dengan demikian, Instansi lingkungan hidup di pusat dan daerah dapat melakukan 2 (dua) peran, yaitu: (1) Dalam hal terjadi pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup yang menimbulkan kerugian lingkungan hidup (negara), berperan sebagai pihak dalam menyepakati mengenai ganti rugi dan/atau tindakan tertentu terhadap pencemar dan/atau perusak lingkungan hidup; dan (2) Dalam hal terjadi pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup yang menimbulkan kerugian masyarakat, berperan sebagai fasilitator para pihak yang bersengketa untuk menyepakati mengenai bentuk dan besarnya ganti kerugian dan/atau tindakan tertentu yang diajukan oleh masyarakat.

Upaya PSLH melalui pengadilan dilakukan jika terbukti adanya pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup yang menimbulkan kerugian pada orang Iain dan/atau lingkungan hidup dengan mengajukan gugatan di Pengadilan

(27)

L A P O R A N T A H U N A N K E G I A T A N T A H U N 2 0 2 1

D i r e k t o r a t P e n y e l e s a i a n S e n g k e t a L i n g k u n g a n H i d u p

dan/atau pelaksanaan tindakan tertentu akibat pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup.

Dalam PSLH melalui pengadilan, instansi lingkungan hidup di pusat dan daerah dapat melakukan 2 (dua) peran, yaitu: (1) Dalam hal terjadi pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup yang menimbulkan kerugian lingkungan hidup (negara), berperan sebagai pihak yang mengajukan gugatan ganti rugi dan/atau tindakan tertentu terhadap pencemar dan perusak lingkungan hidup; dan (2) Dalam hal terjadi pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup yang menimbulkan kerugian masyarakat, berperan untuk memfasilitasi pengajuan gugatan ganti rugi dan/atau tindakan tertentu yang diajukan oleh masyarakat.

Dari gambaran umum proses PSLH di luar pengadilan dan melalui pengadilan di atas kiranya perlu ditentukan sasaran dan target kegiatan yang dilakukan sesuai tahapan yang ditetapkan.

1. Sasaran Kegiatan

Direktorat PSLH dalam proses pelaksanaan PSLH menetapkan sasaran kegiatan yaitu meningkatnya efektifitas PSLH dari yang telah diverifikasi dan diselesaikan dalam bentuk kesepakatan di luar pengadilan dan meningkatnya efektifitas PSLH berupa jumlah pendaftaran gugatan perdata lingkungan hidup melalui pengadilan sebagaimana terlihat dalam gambar berikut ini.

(28)

L A P O R A N T A H U N A N K E G I A T A N T A H U N 2 0 2 1

D i r e k t o r a t P e n y e l e s a i a n S e n g k e t a L i n g k u n g a n H i d u p

Gambar 2. Sasaran Kegiatan Direktorat PSLH

(29)

2. Target dan Tahapan Kegiatan a. Target Kegiatan

Pada tahun anggaran 2021 Direktorat PSLH menargetkan dapat memproses penyelesaian sengketa lingkungan hidup baik melalui pengadilan maupun di luar pengadilan termasuk penanganan perkara lingkungan hidup terkait DAS Citarum berjumlah 25 perkara. Dalam lingkup Tahun 2021, Direktorat PSLH menargetkan penyelesaian sengketa lingkungan hidup baik melalui pengadilan maupun di luar pengadilan sebanyak 22 perkara dan menargetkan penanganan perkara lingkungan hidup terkait DAS Citarum sebanyak 2 perkara.

b. Tahapan Kegiatan

Direktorat PSLH dalam proses penyelesaian sengketa lingkungan hidup terhadap target 2 (dua) pekara yang dibagi dalam 2 (dua) jenis kegiatan yaitu:

1. Melalui Pengadilan

Jumlah target capaian melalui pengadilan 11 perkara yang diperoleh dari pendaftaran gugatan perdata lingkungan hidup, pendaftaran upaya hukum dan kesepakatan pelaksanaan eksekusi sesuai dengan kerangka bisnis proses yang telah ditetapkan, PSLH melalui pengadilan dilaksanakan dengan tahapan yaitu: (1) verifikasi sengketa lingkungan hidup; (2) penghitungan kerugian lingkungan hidup; (3) penyusunan materi gugatan;

(4) pendaftaran gugatan; dan 5) proses persidangan; 6. Pendaftaran Upaya hukum; 7) Pelaksanaan Eksekusi.

Dalam pelaksanaan dari tahapan penyelesaian sengketa lingkungan hidup melalui pengadilan sebagaimana terlihat dalam bisnis proses berikut ini:

(30)

Gambar 3. Alur Bisnis Proses PSLH Melalui Pengadilan

2. Di Luar Pengadilan

Jumlah target capaian perkara yang ditargetkan untuk diverifikasi dan diselesaikan dalam bentuk kesepakatan adalah sebesar 14 perkara.

Sesuai dengan kerangka bisnis proses yang telah ditetapkan, PSLH dilaksanakan dengan tahapan yaitu: (1) verifikasi sengketa lingkungan hidup; (2) klarifikasi hasil verifikasi sengketa lingkungan hidup; (3) perhitungan kerugian lingkungan hidup; (4) negosiasi, fasilitasi atau mediasi PSLH di luar pengadilan dan apabila mencapai kesepakatan dibuat Berita Acara kesepakatan, namun apabila tidak terjadi kesepakatan selanjutnya diteruskan tahap (5) PSLH melalui pengadilan;

Tahapan PSLH di Luar Pengadilan sebagaimana terlihat pada alur yang ditunjukkan dalam Gambar 4 berikut:

(31)

Gambar 4. Alur Bisnis Proses PSLH di Luar Pengadilan

B. Pelaksanaan Kegiatan

Dalam laporan ini Direktorat PSLH melaksanakan tugas dan fungsinya menyelesaikan sengketa lingkungan hidup di luar pengadilan dan melalui pengadilan serta penyelesaian sengketa lingkungan hidup terkait DAS Citarum.

Secara garis besar pekara dan status terakhir penanganan perkara pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup yang mengakibatkan kerugian lingkungan hidup serta pelaksanaan administrasi Direktorat PSLH sebagaimana diuraikan berikut ini:

1. PSLH di Luar Pengadilan dan Melalui Pengadilan a. Bidang Sumber Daya Alam (SDA)

1. Daftar Sengketa Lingkungan Hidup Bidang SDA

Pada Tahun Anggaran 2021, Subdirektorat PSLH di Luar Pengadilan

(32)

penanganan PSLH sebanyak 83 (delapan puluh tiga) perkara sebagaimana tertera dalam tabel 7 di bawah ini.

Tabel 7. Rekapitulasi Daftar Perkara Sengketa Lingkungan Hidup Melalui Subdit PSLH-LP SDA TA 2021

No Uraian Hasil

Telaah

1. PT PLN (Persero) (Tongkang Samudera 8) SLH

2. PT Mifa Bersaudara SLH

3. PT Adhi Guna Putera (Tongkang Sun Lion V) SLH

4. PT Sawit Nagan Raya Makmur SLH

5. PT Anugerah Agro Sawit Perkasa SLH

6. PT Swarna Nusa Sentosa SLH

7. Tegal Mas SLH

8. PT Waskita Karya SLH

9. PT Karya Delta Permai SLH

10. PT Karya Putera Borneo SLH

11. PT Kayan Putra Utama Coal SLH

12. PT Momentum Indonesia Investama

(BG Momentum 3007 – TB Momentum 07) SLH

13. PT Pancaran Samudera Transport

(TB Pancaran 612 – BG PST 612) SLH

14. PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Cirebon SLH 15. PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) SLH 16. Santos (Sampang) Pty Ltd dan Husky CNOOC Madura Limited

(HCML) SLH

17. MT. Ahmad Jabbar ex. Josephine I SLH

18. PT Kereta Api Cepat Indonesia China SLH

19. PT Amir Hajar Kilsi SLH

20. Kapal Tongkang (Sulawesi Utara) SLH

21. PT Timah Investasi Mineral dan PT Trias Jaya Agung SLH

22. MV Genius Star VIII SLH

23. Erica 12 SLH

24. PT Sumber Bumi Putera SLH

(33)

No Uraian Hasil Telaah

27. PT Nusantara Tri Bahari (BG Nautica 21) SLH

28. PT Nusantara Terminal Terpadu (BG Nautica 20) SLH

29. PT Kapuas Jatratama (BG Kapuas 313) SLH

30. PT Tri Sukses Wanatama (Tongkang RIMAU 2503) SLH 31. PT Speciality Tanker Indonesia (MT Edricko 2) SLH

32. MT Express 88 SLH

33. MV. Shahraz SLH

34. MV. Tina I SLH

35. PT Artha Gunung Mas Cirebon

(Tongkang Satria Laut 3078 – TB Satria Laksana 98) SLH 36. Tongkang Virgo Sejati 287 (TB. Virgo Sejati 38) SLH

37. MT Endah Marin dan TB Theodore II SLH

38. KM Sueisan Indo II SLH

39. PT Gebari Medan Segara (kapal TK. Mitra Bahari III) SLH

40. MV Caledonian Sky SLH

41. PT Chevron Pacific Indonesia dengan Armi Hasyim SLH 42. PT Chevron Pacific Indonesia dengan Dedi Chandra SLH 43. PT Chevron Pacific Indonesia dengan Herman SLH 44. PT Chevron Pacific Indonesia dengan Lidya Wati SLH 45. PT Chevron Pacific Indonesia dengan Perdanabarus SLH 46. PT Chevron Pacific Indonesia dengan Rian Wishbay Sianturi SLH 47. PT Chevron Pacific Indonesia dengan Drs. Agustinus SLH 48. PT Chevron Pacific Indonesia dengan Auzar SLH 49. PT Chevron Pacific Indonesia dengan Edi Sukamto SLH 50. PT Chevron Pacific Indonesia dengan Hendrik SLH 51. PT Chevron Pacific Indonesia dengan Juminah SLH 52. PT Chevron Pacific Indonesia dengan Legimah SLH 53. PT Chevron Pacific Indonesia dengan Mustimar SLH 54. PT Chevron Pacific Indonesia dengan Riski Ninda Purwanti SLH 55. PT Chevron Pacific Indonesia dengan Soleh SLH 56. PT Chevron Pacific Indonesia dengan Sri Asiyah SLH 57. PT Chevron Pacific Indonesia dengan Sumardi Hasibuan SLH 58. PT Chevron Pacific Indonesia dengan Sumiyati SLH

(34)

No Uraian Hasil Telaah 59. PT Chevron Pacific Indonesia dengan Suparman SLH 60. PT Chevron Pacific Indonesia dengan Suriani SLH 61. PT Chevron Pacific Indonesia dengan Suwito SLH 62. PT Chevron Pacific Indonesia dengan Kasrin SLH 63. PT Chevron Pacific Indonesia dengan Mustar SLH 64. PT Chevron Pacific Indonesia dengan Nanda Saputra SLH 65. PT Chevron Pacific Indonesia dengan Sagimin SLH 66. PT Chevron Pacific Indonesia dengan Sariani SLH

67. PT Tristaco Mineral Makmur SLH

68. PT Calang Sejati Indah SLH

69. PT Aneka Tambang SLH

70. PT Pelayaran Semesta Bahari (tongkang Mega 02) SLH

71. PT Tawabu Mineral Resources SLH

72. PT Umi Pasir Mandiri SLH

73. KMP. Permata Lestari II SLH

74. PT Gerbang Multi Sejahtera SLH

75. Tongkang Titan 16 Batam SLH

76. BG. Gold Trans 308 (TB KR 6) > Banyuwangi SLH

77. KLM Solideo 01 SLH

78. Ganda Nusantara 10 SLH

79. TB. BAP 2 (TK BAP 231) SLH

80. SPOB VIVA 109 SLH

81. BG APN 168 (TB APN 88) - Bengkayang SLH

82. BG PBB Tandung Balanipa 3011 (TB Putra Mandar 179) >

verifikasi dan perhitungan SLH

83. MV. Shahraz SLH

Dari 83 (delapan puluh tiga) perkara pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup tersebut, Subdirektorat PSLH di Luar Pengadilan Bidang SDA mengklasterkan berdasarkan tahapan penyelesaiannya sebagaimana terangkum dalam tabel 8 di bawah ini.

(35)

Tabel 8. Rekapitulasi Tahapan PSLH-LP SDA TA 2021 No. Tahapan

PSLH Pelaku Usaha Jmlh

1. Verifikasi 1. PT Nusantara Terminal Terpadu (Sukabumi) 2. PT Kapuas Jatratama (Sukabumi)

3. MV. Tina I (Batam)

4. PT Tri Sukses Wanatama (Jepara)

5. PT Speciality Tanker Indonesia (Belitung) 6. MT Edricko 2 (PT Speciality Tanker Indonesia) 7. MT Express 88 (Bawean)

8. PT Tristaco Mineral Makmur

9. BG PBB Tandung Balanipa 3011 (TB Putra

Mandar 179) 18

10. BG APN 168 (TB APN 88)

Klarifkasi 1. MV Caledonian Sky (Raja Ampat)

2. PT Artha Gunung Mas Cirebon (TN Karimunjawa) 3. MV. Shahraz (Batam)

4. MV. Tina I (Batam) 5. MT Alyarmouk

6. PT Nusantara Tri Bahari (BG Nautica 21) 7. MT Edricko 2 (PT Speciality Tanker Indonesia) 8. PT Speciality Tanker Indonesia (Belitung)

2. Penghitungan 1. MV. Tina I (Batam) 8

Kerugian LH 2. MT Edricko 2 (PT Speciality Tanker Indonesia) 3. PT Nusantara Tri Bahari (BG Nautica 21)

4. PT Tri Sukses Wanatama (Tongkang RIMAU 2503)

5. PT Nusantara Terminal Terpadu (BG Nautica 20) dan PT Kapuas Jatratama BG Kapuas 313) 6. BG PBB Tandung Balanipa 3011 (TB Putra

Mandar 179) 7. MT Alyarmouk

8. MT Express 88 (Bawean)

3. Negosiasi 1. MV Caledonian Sky (Raja Ampat) 2. PT Gebari Medan Segara (Buton) 3. MV. Shahraz (Batam)

4. MV. Tina I (Batam)

5. PT Nusantara Tri Bahari (BG Nautica 21 6. PT Nusantara Tri Bahari (BG Nautica 21)

32 Fasilitasi 1. PT CPI dengan Armi Hasyim

2. PT CPI dengan Dedi Chandra 3. PT CPI dengan Herman 4. PT CPI dengan Lidya Wati 5. PT CPI dengan Perdanabarus

6. PT CPI dengan Rian Wishbay Sianturi 7. PT CPI dengan Drs. Agustinus

8. PT CPI dengan Auzar

(36)

10. PT CPI dengan Hendrik 11. PT CPI dengan Juminah 12. PT CPI dengan Legimah 13. PT CPI dengan Mustimar

14. PT CPI dengan Riski Ninda Purwanti 15. PT CPI dengan Soleh

16. PT CPI dengan Sri Asiyah

17. PT CPI dengan Sumardi Hasibuan 18. PT CPI dengan Sumiyati

19. PT CPI dengan Suparman 20. PT CPI dengan Suriani 21. PT CPI dengan Suwito 22. PT CPI dengan Kasrin 23. PT CPI dengan Mustar

24. PT CPI dengan Nanda Saputra 25. PT CPI dengan Sagimin

26. PT CPI dengan Sariani

Dari rekapitulasi daftar SLH pada tabel 8 di atas, Subdirektorat PSLH di Luar Pengadilan Bidang SDA pada TA 2021 melaksanakan kegiatan berdasarkan tahapan PSLH untuk mecapai target indikator Kinerja pada Suboutput dari komponen yaitu jumlah perkara yang telah diverifikasi dan diselesaikan dalam bentuk kesepakatan sebagaimana terangkum dalam tabel 9 di bawah ini.

Tabel 9. Rekapitulasi Status PSLH SDA TA 2021 No.

1.

Status SLH Belum Verifikasi

Pelaku Usaha 1. PT PLN (Persero)

2. PT Mifa Bersaudara 3. PT Adhi Guna Putera

4. PT Sawit Nagan Raya Makmur 5. PT Anugerah Agro Sawit Perkasa 6. PT Swarna Nusa Sentosa

7. Tegal Mas

8. PT Waskita Karya 9. PT Karya Delta Permai 10. PT Karya Putera Borneo 11. PT Kayan Putra Utama Coal

12. PT Momentum Indonesia Investama 13. PT Pancaran Samudera Transport

Jumlah 37

(37)

No. Status SLH Pelaku Usaha Jumlah 15. PT Pertamina Hulu Energi Offshore

North West Java (PHE ONWJ)

16. Santos (Sampang) Pty Ltd dan Husky CNOOC Madura Limited (HCML) 17. MT. Ahmad Jabbar ex. Josephine I 18. PT Amir Hajar Kilsi

19. Kapal Tongkang (Sulawesi Utara)

20. PT Timah Investasi Mineral dan PT Trias Jaya Agung

21. MV Genius Star VIII 22. Erica 12

23. PT Sumber Bumi Putera 24. KM. Blue Dragon

25. PT Calang Sejati Indah 26. PT Aneka Tambang

27. PT Pelayaran Semesta Bahari (Tongkang Mega 02)

28. PT Tawabu Mineral Resources 29. PT Umi Pasir Mandiri

30. KMP. Permata Lestari II 31. PT Gerbang Multi Sejahtera 32. TB BAP 2 (TK BAP 231) 33. Tongkang Titan 16 Batam 34. BG. Gold Trans 308 (TB KR 6) 35. KLM Solideo 01

36. Ganda Nusantara 10 37. SPOB VIVA 109

2. Verifikasi dan 1. PT Artha Gunung Mas Cirebon 2 Klraifikasi 2. PT Tristaco Mineral Makmur

3. Penghitungan 1. Tongkang Virgo Sejati 287 10 Kerugian LH 2. MT Endah Marin dan TB Theodore II

3. KM Sueisan Indo II

4. MT Edricko 2 (PT Speciality Tanker Indonesia)

5. PT Nusantara Terminal Terpadu 6. PT Tri Sukses Wanatama

7. PT Kapuas Jatratama

8. BG PBB Tandung Balanipa 3011 (TB Putra Mandar 179)

9. MT Alyarmouk

(38)

L A P O R A N T A H U N A N K E G I A T A N T A H U N 2 0 2 1

D i r e k t o r a t P e n y e l e s a i a n S e n g k e t a L i n g k u n g a n H i d u p

No. Status SLH Pelaku Usaha Jumlah

4. Negosiasi dan 1. MV Caledonian Sky 2. MV. Tina I (Batam)

2 Fasilitasi

5. Kesepakatan dan 1. PT CPI dengan Armi Hasyim 31 Ketidaksepakatan 2. PT CPI dengan Dedi Chandra

3. PT CPI dengan Herman 4. PT CPI dengan Lidya Wati 5. PT CPI dengan Perdanabarus

6. PT CPI dengan Rian Wishbay Sianturi 7. PT CPI dengan Drs. Agustinus

8. PT CPI dengan Auzar

9. PT CPI dengan Edi Sukamto 10. PT CPI dengan Hendrik 11. PT CPI dengan Juminah 12. PT CPI dengan Legimah 13. PT CPI dengan Mustimar

14. PT CPI dengan Riski Ninda Purwanti 15. PT CPI dengan Soleh

16. PT CPI dengan Sri Asiyah

17. PT CPI dengan Sumardi Hasibuan 18. PT CPI dengan Sumiyati

19. PT CPI dengan Suparman 20. PT CPI dengan Suriani 21. PT CPI dengan Suwito 22. PT CPI dengan Kasrin 23. PT CPI dengan Mustar

24. PT CPI dengan Nanda Saputra 25. PT CPI dengan Sagimin

26. PT CPI dengan Sariani 27. MV. Shahraz (Batam)

28. PT Gebari Medan Segara (Fasilitasi) 29. PT Gebari Medan Segara (Negosisasi) 30. PT Nusantara Tri Bahari (BG Nautica 21)

(Fasilitasi)

31. PT Nusantara Tri Bahari (BG Nautica 21) (Negosiasi)

Total ---→ 82

(39)

L A P O R A N T A H U N A N K E G I A T A N T A H U N 2 0 2 1

D i r e k t o r a t P e n y e l e s a i a n S e n g k e t a L i n g k u n g a n H i d u p

2. Penerimaan Negara Bukan Pajak ( PNBP)

Pada Tahun Anggaran 2021, Subdirektorat PSLH di Luar Pengadilan Bidang SDA mencatat Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) termasuk kesepakatan yang belum terealisasi pada periode sebelumnya berjumlah Rp24.097.468.095,52. Dari jumlah tersebut yang sudah dibayar oleh pelaku usaha/kegiatan sebesar Rp12.160.000.000,- dan telah disetor ke kas negara, sedangkan sisanya Rp11.937.468.095,52 akan dibayarkan pada periode berikutnya secara bertahap sesuai kesepakatan.

b. Bidang IPJ

1. Daftar Sengketa Lingkungan Hidup Bidang IPJ

Pada TA 2021, Subdirektorat PSLH Di Luar Pengadilan Bidang IPJ menerima pengaduan, limpahan/ permohonan dan penanganan PSLH sebanyak 23 (dua puluh tiga) perkara sebagaimana tertera dalam tabel 10 di bawah ini.

Tabel 10. Rekapitulasi Daftar Perkara Melalui Subdirektorat PSLH-LP IPJ TA 2021

No Uraian Hasil

Telaah 1. PT Lontar Papyrus Pulp and Paper, Kab. Tanjung Jabung Barat,

Prov. Jambi

SLH

2. PT Jaya Real Property, Tbk, Kota Tangerang Selatan, Prov.

Banten

SLH

3. PT Kereta Cepat Indonesia China, Kota Cimahi, Prov. Jawa Barat SLH 4. CV Indo Jaya Pratama, Kab. Banyuwangi, Prov. Jawa Timur SLH 5. PT Maya Muncar, Kab. Banyuwangi, Prov. Jawa Timur SLH 6. PT Sumber Yala Samudera, Kab. Banyuwangi, Prov. Jawa Timur SLH 7. CV Pasific Harvest, Kab. Banyuwangi, Prov. Jawa Timur SLH 8. PT Pelita Agung Agriindustri, Kab. Bengkalis, Prov. Riau SLH 9. SGC Group, Kab. Lampung Tengah, Prov. Lampung SLH 10. PT Surabaya Mekabox, Kab. Gresik, Prov. Jawa Timur SLH

(40)

L A P O R A N T A H U N A N K E G I A T A N T A H U N 2 0 2 1

D i r e k t o r a t P e n y e l e s a i a n S e n g k e t a L i n g k u n g a n H i d u p

No Uraian Hasil

Telaah 11. PT Indah Kiat Pulp & Paper Tangerang Mill Tbk, Kota Tangerang

Selatan, Provinsi Banten

SLH

12. PT Ceria Prima, Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat

SLH 13. PT Fajar Surya Wisesa, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat SLH 14. PT Guna Sena Putra Sejahtera, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa

Barat.

SLH

15. PT Kharisma Jaya Mandiri, Kota Tegal, Prov. Jawa Tengah SLH 16. PT Karya Nusa Bumi Persada, Kota Tegal, Prov. Jawa Tengah SLH 17. PT Putra Sido Biso Trans, Kota Tegal, Prov. Jawa Tengah SLH 18. PT Sido Urip Sejahtera, Kota Tegal, Prov. Jawa Tengah SLH 19. PT Cipta Aneka Pangan Prima, Kota Cimahi, Prov. Jawa Barat SLH 20. PT Semen Tonasa, Kab. Pangkep, Prov. Sulawesi Selatan SLH 21. PT Wiraraja Tangguh/KPLI, Kota Batam, Prov. Kep. Riau SLH 22. PT Incasi Raya, Kab. Pesisir Selatan, Prov. Sumatera Barat SLH 23. PT Gunung Raja Paksi, Kab. Bekasi, Prov. Jawa Barat Bukan SLH

Dari 23 (dua puluh tiga) perkara dalam tabel 11 di atas, Subdirektorat PSLH di Luar Pengadilan Bidang IPJ mengklasterkan berdasarkan menjadi sengketa LH dan bukan sengketa LH sehingga dari jumlah tersebut jumlah yang masuk dalam sengketa LH yaitu 22 (dua puluh dua) perkara. Dari 22 (dua puluh dua) perkara ditangani sesuai tahapan penyelesaiannya sebagaimana terangkum dalam tabel 12 di bawah ini.

Tabel 11. Rekapitulasi Tahapan PSLH-LP IPJ TA 2021

No. Tahapan PSLH Pelaku Usaha Jumlah

1. Verifikasi 1. PT Semen Tonasa;

2. PT Wiraraja Tangguh/KPLI;

3. PT Incasi Raya.

6

Klarifkasi 1. PT Surabaya Mekabox;

2. PT Semen Tonasa;

3. PT Wiraraja Tangguh/KPLI.

(41)

L A P O R A N T A H U N A N K E G I A T A N T A H U N 2 0 2 1

D i r e k t o r a t P e n y e l e s a i a n S e n g k e t a L i n g k u n g a n H i d u p

3. Negosiasi 1. PT. Ceria Prima;

2. PT. Fajar Surya Wisesa;

3. PT. Indah Kiat Pulp and Papper;

4. PT Surabaya Mekabox.

6

Kesepakatan/

Ketidaksepakan

1. PT Cipta Aneka Pangan Prima;

2. PT Incasi Raya.

Fasilitasi 1. PT Cipta Aneka Pangan Prima;

2. PT Incasi Raya.

2

Jumlah 16

Berdasarkan Rekapitulasi Daftar Perkara pada tabel 11 di atas, Subdirektorat PSLH di Luar Pengadilan Bidang IPJ pada TA 2021 membagi sengketa lingkungan hidup berdasarkan statusnya sebagaimana terangkum dalam tabel 12 di bawah ini :

Tabel 12. Rekapitulasi Status PSLH-LP IPJ TA 2021

No. Status SLH Pelaku Usaha Jumlah

1. Belum Verifikasi 1. PT Lontar Papyrus Pulp and Paper;

2. PT Kharisma Jaya Mandiri;

3. PT Karya Nusa Bumi Persada;

4. PT Putra Sido Biso Trans;

5. PT Sido Urip Sejahtera;

6. PT Jaya Real Property, Tbk;

7. PT Kereta Cepat Indonesia China;

8. CV Indo Jaya Pratama;

9. PT Maya Muncar;

16

10. PT Sumber Yala Samudera;

11. CV Pasific Harvest;

12. PT Pelita Agung Agriindustri;

13. SGC Group;

14. PT Guna Sena Sejahtera.

2. Verifikasi

Klarifikasi 1. PT Semen Tonasa;

2. PT Wiraraja Tangguh/KPLI.

3. Negosiasi 1. PT. Ceria Prima;

2. PT. Fajar Surya Wisesa;

3. PT. Indah Kiat Pulp and Paper;

4. PT Surabaya Mekabox.

6

Fasilitasi

Kesepakatan/ 1. PT Incasi Raya;

2. PT Cipta Aneka Pangan Prima.

Ketidaksepakatan

Total ---→ 22

(42)

L A P O R A N T A H U N A N K E G I A T A N T A H U N 2 0 2 1

D i r e k t o r a t P e n y e l e s a i a n S e n g k e t a L i n g k u n g a n H i d u p

No Uraian Hasil

Telaah

1. PT. Argo Tumbuh Gemilang Abadi (PT.ATGA) SLH

2. PT. Sari Asri Rezeki Indonesia (PT.SARI) SLH

3. PT. Rambang Agro Jaya (PT RAJ) SLH

4. PT. Asia Palem Lestari (PT.APL) SLH

5 Verzet PT. Pranaindah Gemilang (PT PG) SLH

6. Derden Verzet Perkara Nomor 02/Pdt.Bth/2019/PN.Skm

(Koperasi Bina Usaha Kita melawan MENLHK) SLH

7. Derden Verzet Perkara Nomor 06/Pdt.Bth/2019/PN.Skm

(PT. Kallista Alama Melawan MENLHK) SLH

8. Derden Verzet Perkara Nomor 07/Pdt.Bth/2019/PN.Skm

(Sdr. Sulaiman dkk Melawan MENLHK) SLH

9. Verzet PT. Sumber Sawit Sejahtera (PT. SSS) SLH

10. PT. Putralirik Domas (PT.PLD) SLH

11. PT. Kumai Sentosa (PT.KS) SLH

12. PT. Rafi Kamajaya Abadi (PT. RKA) SLH

13. PT. Pertamina RU V Balikpapan SLH

14. PT. Jatim Jaya Perkasa (PT. JJP) SLH

16. PT. Nasional Sago Prima (PT. NSP) SLH

17. PT. Kaswari Unggul (PT. KU) SLH

1. Penerimaan Negara Bukan Pajak ( PNBP)

Pada TA 2021 ini, Subdirektorat PSLH di Luar Pengadilan Bidang IPJ mencatat Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) berjumlah Rp 1.710.000.000,- telah disetor ke kas Negara berjumlah Rp 1.710.000.000,-, sehingga semua kesepakatan telah terealisasi.

c. Bidang Melalui Pengadilan

1. Penanganan Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup

Pada TA 2021, Subdirektorat PSLH Melalui Pengadilan menangani PSLH sebanyak 24 perkara sebagaimana tersebut dalam tabel 13 di bawah ini.

Tabel 13. Rekapitulasi Perkara PSLH Melalui Pengadilan TA 2021

(43)

L A P O R A N T A H U N A N K E G I A T A N T A H U N 2 0 2 1

D i r e k t o r a t P e n y e l e s a i a n S e n g k e t a L i n g k u n g a n H i d u p

No Uraian Hasil

Telaah

20. PT. Rafi Kamajaya Abadi (PT. RKA) SLH

21. PT. Monrad Intan Barakad (PT. MIB) SLH

22. PT. Agri Bumi Sentosa (PT. ABS) SLH

23. PT. Tiesico Cahaya Pertiwi (PT. TCP) SLH

24. PT. Bulungan Citra Agro Persada (PT. BCAP) SLH Tabel 14. Rekapitulasi Tahapan PSLH Melalui Pengadilan TA 2021

No. Tahapan PSLH

Pelaku Usaha Jmlh

1. Verifikasi SLH -

2. Penghitungan 1. PT. Agri Bumi Sentosa (PT ABS)

2. PT Bulungan Citra Agro Persada (PT BCAP) 3. PT Tiesico Cahaya Pertiwi (PT TCP)

4. PT Monrad Intan Barakad (PT MIB)

4 Kerugian LH

3. Penyusunan 1. PT. Rafi Kamajaya Abadi (PT.RKA) 2. PT. Agri Bumi Sentosa (PT ABS)

2 Gugatan

4. Pendaftaran 1. PT. Rafi Kamajaya Abadi (PT.RKA) 2. PT. Agri Bumi Sentosa (PT ABS)

2 Gugatan

5. Pelaksanaan 1. PT. Rambang Jaya Abadi (PT. RAJ) 2. PT. Asia Palem Lestari (PT.APL)

3. PT. Sari Asri Rezeki Indonesia (PT.SARI) 4. Verzet PT. Pranaindah Gemilang (PT.PG) 5. Verzet PT. Sumber Sawit Sejahtera (PT SSS) 6. PT. Pertamina RU V Balikpapan

7. PT. Putralirik Domas (PT. PLD) 8. PT. Kumai Sentosa (PT. KS)

8 Persidangan

6. Pendaftaran 1. Kontra Memori Kasasi terhadap Putusan 11 Upaya Hukum Pengadilan Tinggi Aceh dalam perkara (Banding, Perlawanan/Derden Verzet Koperasi Bina Kasasi dan Usaha Kita

PK) 2. Kontra Memori Banding terhadap Putusan Pengadilan Negeri Meulaboh dalam perkara Perlawanan/Derden Verzet PT Kalista Alam perkara No. 6/PDT-LH/2020

3. Kontra Memori Banding terhadap Putusan Pengadilan Negeri Meulaboh dalam perkara Perlawanan/Derden Verzet Sulaiman Cs perkara No. 7/PDT-LH/2020

4. Kontra Memori Banding atas Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor Perkara 445/Pdt.G/2019/PN.Jkt.PSt, tertanggal 26 Januari 2021 melalui kepaniteraan PN Jakarta Pusat (PT. RAJ)

(44)

L A P O R A N T A H U N A N K E G I A T A N T A H U N 2 0 2 1

D i r e k t o r a t P e n y e l e s a i a n S e n g k e t a L i n g k u n g a n H i d u p

5. Memori dan Kontra Memori Banding MENLHK atas putusan 607/PDT.G-LH/2019/PN.Jkt.Utr melawan PT APL di PT DKI Jakarta melalui Kepaniteraan PN Jakarta Utara

6. Kontra Memori Kasasi MENLHK atas putusan No. 64/PDT-LH/2020/PT JMB Jo No.

107/PDT.G/LH/2019/PN.JMN di Mahkamah Agung RI melalui kepaniteraan PN Jambi (PT.

ATGA).

7. Kontra Memori Kasasi MENLHK atas putusan PT Banda Aceh Nomor: 8/PDT- LH/2020/PT.BNA Tanggal 25 Februari 2021 (PT KA)

8. Kontra Memori Kasasi MENLHK atas putusan No. 7/Pdt-LH/2019/PN. BNA melalui kepaniteraan PN Suka Makmue

9. Memori Banding MENLHK atas putusan No.

73/Pdt.G/LH/2019/PN.Jkt.Brt.melalui PN Jakarta Barat (PT SARI)

10. Memori dan Kontra Memori Banding MENLHK atas putusan Nomor: 39/Pdt.G/LH/2020/PN.Pbu ke Pengadilan Tinggi Palangkaraya melalui kepaniteraan PN Pangkalan Bun (PT KS) 11. Memori Kasasi MENLHK atas putusan Nomor:

267/PDT/2021/PT.DKI Jo. Nomor: 607/PDT/G- LH/2019/PN. Jkt. Utr ke Mahkamah Agung melalui PN Jakarta Utara (PT APL)

6. Eksekusi 1.

2.

3.

4.

PT Ricky Kurniawan Kertapersada (PT RKK) PT Kallista Alam (PT KA)

PT Jatim Jaya Perkasa (PT JJP) PT Surya Panen Subur

4

Jumlah 31

Tabel 15. Rekapitulasi Status Perkara PSLH Melalui Pengadilan TA 2021

No. Tahapan Pelaku Usaha Jmlh

PSLH

1. Verifikasi SLH -

2. Penghitungan 1. PT. Agri Bumi Sentosa (PT ABS) 4 Kerugian LH 2.

3.

4.

PT Bulungan Citra Agro Persada (PT BCAP) PT Tiesico Cahaya Pertiwi (PT TCP)

PT Monrad Intan Barakad (PT MIB) 3. Penyusunan 1. PT. Rafi Kamajaya Abadi (PT.RKA)

2. PT. Agri Bumi Sentosa (PT ABS)

2 Gugatan

4. Pendaftaran 1. PT. Rafi Kamajaya Abadi (PT.RKA) 2

(45)

L A P O R A N T A H U N A N K E G I A T A N T A H U N 2 0 2 1

D i r e k t o r a t P e n y e l e s a i a n S e n g k e t a L i n g k u n g a n H i d u p

3.

4.

5.

6.

7.

8.

PT. Sari Asri Rezeki Indonesia (PT.SARI) Verzet PT. Pranaindah Gemilang (PT.PG) Verzet PT. Sumber Sawit Sejahtera (PT SSS) PT. Pertamina RU V Balikpapan

PT. Putralirik Domas (PT. PLD) PT. Kumai Sentosa (PT. KS)

6. Pendaftaran 1. Kontra Memori Kasasi terhadap Putusan 11 Upaya Hukum Pengadilan Tinggi Aceh dalam perkara (Banding, Perlawanan/Derden Verzet Koperasi Bina Usaha Kasasi dan Kita

PK) 2. Kontra Memori Banding terhadap Putusan Pengadilan Negeri Meulaboh dalam perkara Perlawanan/Derden Verzet PT Kalista Alam perkara No. 6/PDT-LH/2020

3. Kontra Memori Banding terhadap Putusan Pengadilan Negeri Meulaboh dalam perkara Perlawanan/Derden Verzet Sulaiman Cs perkara No. 7/PDT-LH/2020

4. Kontra Memori Banding atas Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor Perkara 445/Pdt.G/2019/PN.Jkt.PSt, tertanggal 26 Januari 2021 melalui kepaniteraan PN Jakarta Pusat (PT. RAJ)

5. Memori dan Kontra Memori Banding MENLHK atas putusan 607/PDT.G-LH/2019/PN.Jkt.Utr melawan PT APL di PT DKI Jakarta melalui Kepaniteraan PN Jakarta Utara

6. Kontra Memori Kasasi MENLHK atas putusan No. 64/PDT-LH/2020/PT JMB Jo No.

107/PDT.G/LH/2019/PN.JMN di Mahkamah Agung RI melalui kepaniteraan PN Jambi (PT.

ATGA).

7. Kontra Memori Kasasi MENLHK atas putusan PT Banda Aceh Nomor: 8/PDT- LH/2020/PT.BNA Tanggal 25 Februari 2021 (PT KA)

8. Kontra Memori Kasasi MENLHK atas putusan No. 7/Pdt-LH/2019/PN. BNA melalui kepaniteraan PN Suka Makmue

9. Memori Banding MENLHK atas putusan No.

73/Pdt.G/LH/2019/PN.Jkt.Brt.melalui PN Jakarta Barat (PT SARI)

10. Memori dan Kontra Memori Banding MENLHK atas putusan Nomor: 39/Pdt.G/LH/2020/PN.Pbu ke Pengadilan Tinggi Palangkaraya melalui kepaniteraan PN Pangkalan Bun (PT KS) 11. Memori Kasasi MENLHK atas putusan Nomor:

267/PDT/2021/PT.DKI Jo. Nomor: 607/PDT/G- LH/2019/PN. Jkt. Utr ke Mahkamah Agung

(46)

L A P O R A N T A H U N A N K E G I A T A N T A H U N 2 0 2 1

D i r e k t o r a t P e n y e l e s a i a n S e n g k e t a L i n g k u n g a n H i d u p

6.

Jumlah

1.

2.

3.

4.

PT Ricky Kurniawan Kertapersada (PT RKK) PT Kallista Alam (PT KA)

PT Jatim Jaya Perkasa (PT JJP) PT Surya Panen Subur

4

31 Berdasarkan Rekapitulasi Daftar Perkara pada tabel 15 di atas, Subdirektorat PSLH Melalui Pengadilan Bidang SDA pada TA 2021 membagi sengketa lingkungan hidup berdasarkan statusnya sebagaimana terangkum dalam tabel 16 di bawah ini :

Tabel 16. Rekapitulasi Status Kasus PSLH Melalui Pengadilan TA 2021

No. Status SLH Pelaku Usaha Jumlah

1. Belum Verifikasi - -

2. Verifikasi - -

3. Penghitungan 1. PT. Bulungan Citra Agro Persada (PT. BCAP)

2. PT.Tiesico Cahaya Pertiwi (PT. TCP)

2 Kerugian LH

4. Penyusunan Gugatan 1. PT. Rafi Kamajaya Abadi (PT RKA) 2. PT. Agri Bumi Sentosa (PT ABS) 3. PT. Bangka Asia (PT. BAA)

3

5 Pembahasan 1. Penyusunan dokumen Kontra Memori 1 penyusunan Dokumen Kasasi Menlhk terhadap Putusan PT

Upaya Hukum Jambi dengan No. 64/PDT- Banding, Kasasi dan

Peninjauan Kembali

LH/2020/PT JMB tanggal 19 Juni 2020 (PT. ATGA)

6 Pendaftaran Gugatan - -

Pada Peradilan Tingkat Pertama (Pengadilan Negeri)

Pendaftaran Upaya 1. Kontra Memori Banding 6 Hukum Perlawanan/Derden Verzet PT Kalista

Banding (Pengadilan Alam perkara No. 6/PDT-LH/2020 Tinggi) 2. Kontra Memori Banding

Perlawanan/Derden Verzet Sulaiman Cs perkara No. 7/PDT-LH/2020

3. Kontra Memori Banding atas Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor Perkara

(47)

L A P O R A N T A H U N A N K E G I A T A N T A H U N 2 0 2 1

D i r e k t o r a t P e n y e l e s a i a n S e n g k e t a L i n g k u n g a n H i d u p

No. Status SLH Pelaku Usaha Jumlah

5. Memori Banding MENLHK atas putusan 607/PDT.G- LH/2019/PN.Jkt.Utr melawan PT APL di PT DKI Jakarta

6. Kontra Memori Banding MENLHK atas putusan 607/PDT.G- LH/2019/PN.Jkt.Utr (PT APL)

Pendaftaran Upaya 1. Kontra Memori Kasasi Derden Verzet 4

Hukum Koperasi Bina Usaha Kita

Kasasi (Mahkamah 2. Kontra Memori Kasasi MENLHK atas Agung) putusan No. 64/PDT-LH/2020/PT JMB Jo No.

107/PDT.G/LH/2019/PN.JMN

3. Kontra Memori Kasasi MENLHK atas putusan PT Banda Aceh Nomor:

8/PDT-LH/2020/PT.BNA

4. Kontra Memori Kasasi Perlawanan/Derden Verzet PT Kalista Alam perkara No. 7/PDT-LH/2020

Pendaftaran Upaya - -

Hukum

Peninjauan Kembali- PK (Mahkamah Agung)

7 Pembahasan Replik, 1. PT. Kumai Sentosa (PT. KS) 4 Alat Bukti, Saksi dan

Ahli serta Kesimpulan

2. PT. Pertamina RU V Balikpapan 3. Verzet PT. Sumber Sawit Sejahtera

(PT. SSS)

4. PT. Puteralirik Domas (PT. PLD)

8 Pelaksanaan 1. PT. Pertamina RU V Balikpapan 7 persidangan di 2. Verzet PT. Sumber Sawit Sejahtera

Pengadilan (PT SSS)

3. PT. Putralirik Domas (PT. PLD) 4. Verzet PT Pranaindah Gemilang

(PT. PG)

5. PT. Kumai Sentosa (PT. KS)

6. PT. Bina Usaha Cipta Prima (PT.

BUCP)

7. PT. Bintang Warna Mandiri (PT.

BWM)

9 Fasilitasi Pelaksanaan 1. Pertemuan pembahasan tindaklanjut 9 eksekusi/Kesepakatan Kesepakatan PSLH di Luar

Pembayaran Pengadilan dan Putusan Pengadilan Yang telah Berkekuatan Hukum Tetap;

2. Konsultasi dengan Direktorat PNBP

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan uraian diatas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul, “Peng aruh Likuiditas, Leverage , Profitabilitas, dan Ukuran Perusahaan Terhadap

Dari hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan untuk penelitian ini maka dapat dinyatakan bahwa minat beli ulang dipengaruhi secara positif oleh persepsi kualitas dan kepuasan

Dari hasil MRI kardiak, ditemukan gangguan pergerakan dinding jantung di area yang diperdarahi oleh Right Coronary Artery (RCA) (Gambar 2), Old inferior MCI dengan

(X) Kegiatan Ilmiah lainnya Praktikum mata kuliah Teknologi Pembuatan dan Pemberian Pakan Ikan dengan keterangtan lengkap: Fermentasi Tepung Dedak Menggunakan Ragi

Percaya diri merupakan kemampuan individu untuk dapat memahami dan meyakini seluruh potensinya agar dapat dipergunakan dalam menghadapi penyesuaian diri dengan

Perencanaan Pemesanan merupakan proses yang bertujuan untuk menentukan saat yang tepat untuk merencanakan pemesanan dalam rangka memenuhi kebutuhan bersih. Rencana

Hasil uji- F tersebut menunjukkan bukti bahwa variabel profitabilitas, corporate governance, Corporate Social Responsibility (CSR), ukuran perusahaan, dan usia perusahaan

untuk berkembang tanpa rasa takut dijauhi masyarakat akibat penyakit yang dideritanya, khususnya pada penderita penyakit kronis. Penderita penyakit kronis tidak hanya