BUKU INFORMASI
MENJAHIT PROSES SEDERHANA (ROK) C.141110.026.02
KEMENTERIAN KETENAGAKERJAAN R.I.
DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS DIREKTORAT BINA STANDARDISASI KOMPETENSI DAN PELATIHAN KERJA
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 51 Lt. 6.A Jakarta Selatan 2018
Judul Modul Menjahit proses sederhana
Buku Informasi Versi: 2018 Halaman: 2 dari 33
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI --- 2
BAB I PENDAHULUAN --- 4
A. Tujuan Umum --- 4
B. Tujuan Khusus --- 4
BAB II MENYIAPKAN TEMPAT DAN ALAT KERJA MENJAHIT PROSES SEDERHANA 6
A. Pengetahuan yang diperlukan dalam Menjahit proses sederhana --- 6
1. Cara menyiapkan tempat kerja sesuai instruksi kerja --- 6
2. Cara membersihkan mesin sesuai prosedur kerja --- 7
3. Cara menyiapkan mesin yang akan digunakan sesuai spesifikasi perkerjaan --- 8
4. Cara menyiapkan alat bantu jahit yang akan digunakan sesuai kebutuhan penjahitan --- 9
5. Cara menyiapkan kertas kerja (work-sheet) disiapkan sesuai prosedur kerja --- 9
B. Keterampilan yang Diperlukan dalam Menjahit proses sederhana --- 10
C. Sikap Kerja dalam yang Diperlukan dalam Menjahit proses sederhana -- 10
BAB III MENYIAPKAN LEMBARAN- LEMBARAN PEKERJAAN --- 11
A. Pengetahuan yang Diperlukan dalam Menyiapkan lembaran-lembaran pekerjaan --- 11
1. Cara menyiapkan bundel pekerjaan sesuai prosedur kerja --- 11
2. Cara menindaklanjuti bundel pekerjaan yang tidak sesuai menjadi sesuai standar dan prosedur kerja --- 12
3. Cara meletakkan lembaran- lembaran pekerjaan secara berurutan sesuai metode kerja --- 12
B. Keterampilan yang Diperlukan dalam Menyiapkan lembaran-lembaran pekerjaan --- 18
C. Sikap Kerja yang Diperlukan dalam Menyiapkan lembaran-lembaran pekerjaan --- 18
BAB IV MENJAHIT LEMBARAN-LEMBARAN PEKERJAAN --- 20
Judul Modul Menjahit proses sederhana
Buku Informasi Versi: 2018 Halaman: 3 dari 33
A. Pengetahuan yang Diperlukan dalam Menjahit lembaran-lembaran
pekerjaan --- 20
1. Cara menjahit lembaran- lembaran komponen pakaian sesuai persyaratan produk dan standar kualitas yang ditentukan oleh perusahaan --- 20
2. Tata cara mengontrol pekerjaan agar mencapai target dan kualitas yang telah ditentukan --- 21
3. Cara memonitor mesin untuk melihat tanda-tanda kerusakan, disertai bukti kualitas dari lembar pekerjaan yang sudah selesai ---- 22
4. Cara menyusun langkah- langkah tindakan yang dibutuhkan untuk perbaikan mesin sesuai prosedur kerja --- 23
B. Keterampilan yang Diperlukan dalam menjahit lembaran- lembaran pekerjaan --- 24
C. Sikap Kerja yang Diperlukan dalam menjahit lembaran- lembaran pekerjaan --- 25
BAB V MEMENYERAHKAN PEKERJAAN PADA PROSES BERIKUTNYA --- 26
A. Pengetahuan yang Diperlukan dalam Menyerahkan pekerjaan pada proses berikutnya --- 26
1. Cara memeriksa kualitas hasil jahitan --- 26
2. Cara mengambil tindakan pembetulan terhadap penyimpangan kualitas--- 27
3. Cara mencatat penyimpangan kualitas sesuai peraturan yang berlaku --- 27
4. Cara menyelesaikan pekerjaan dan menyerahkan pada proses berikutnya sesuai prosedur kerja --- 28
B. Keterampilan yang Diperlukan dalam Menyerahkan pekerjaan pada proses berikutnya --- 28
C. Sikap Kerja yang Diperlukan dalam Menyerahkan pekerjaan pada proses berikutnya --- 28
DAFTAR PUSTAKA --- 29
A. Dasar Perundang-undangan --- 29
B. Buku Referensi --- 29
Judul Modul Menjahit proses sederhana
Buku Informasi Versi: 2018 Halaman: 4 dari 33
C. Majalah atau Buletin --- 30
D. Referensi Lainnya --- 30
DAFTAR PERALATAN/MESIN DAN BAHAN --- 31
A. Daftar Peralatan/Mesin --- 31
B. Daftar Bahan --- 32
DAFTAR PENYUSUN... 33
Judul Modul Menjahit proses sederhana
Buku Informasi Versi: 2018 Halaman: 5 dari 33
BAB I PENDAHULUAN
A. Tujuan Umum
Setelah mempelajari modul ini peserta latih diharapkan mampu menjahit proses sederhana (Rok) dengan benar.
B. Tujuan Khusus
Adapun tujuan mempelajari unit kompetensi melalui buku informasi menjahit proses sederhana ini guna memfasilitasi peserta latih sehingga pada akhir pelatihan diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut:
1. Menyiapkan alat dan tempat kerja, termasuk menyiapkan tempat kerja sesuai instruksi kerja, membersihkan mesin yang akan digunakan sesuai prosedur kerja, menyiapkan mesin yang akan digunakan sesuai spesifikasi pekerjaan, menyiapkan alat bantu yang akan digunakan sesuai kebutuhan penjahitan, menyiapkan kertas kerja (work- sheet) sesuai prosedur kerja.
2. Menyiapkan lembaran –lembaran pekerjaan, termasuk memeriksa pekerjaan sesuai prosedur kerja, menindaklanjuti bundel pekerjaan yang tidak sesuai standar sesuai prosedur kerja, meletakkan lembaran- lembaran pekerjaan secara berurutan sesuai metode kerja.
3. Menjahit lembaran- lembaran pekerjaan termasuk Lembaran- lembaran komponen pakaian dijahit sesuai persyaratan produk dan standar kualitas yang ditentukan oleh perusahaan, Penanganan pekerjaan dikontrol agar mencapai target dan kualitas yang telah ditentukan, mesin dimonitor terus menerus untuk melihat tanda- tanda kerusakan, disertai bukti kualitas dari lembar pekerjaan yang sudah selesai, Setiap tindakan yang dibutuhkan untuk perbaikan mesin dilakukan langkah- langkah sesuai prosedur kerja.
4. Menyerahkan pekerjaan pada proses berikutnya termasuk memeriksa kualitas hasil jahitan, mengambil tindakan pembetulan terhadap penyimpangan kualitas,mencatat penyimpangan kualitas sesuai paraturan yang berlaku, menyerahkan pekerjaan yang telat selesai pada proses berikutnya sesuai prosedur kerja.
Judul Modul Menjahit proses sederhana
Buku Informasi Versi: 2018 Halaman: 6 dari 33
BAB II
MENYIAPKAN TEMPAT DAN ALAT KERJA MENJAHIT
A. Pengetahuan yang diperlukan dalam Menyiapkan Alat dan Tempat Kerja Menjahit
1. Cara menyiapkan tempat kerja sesuai instruksi kerja
Tempat kerja adalah bagian penting dalam suatu usaha yang berpengaruh pada kenyamanan dan keselamatan kerja(siswa atau pekerja), keadaan atau suasana yang nyaman (comfortable) dan aman (safe) akan menimbulkan gairah dan produktivitas kerja. Tempat kerja harus menyesuaiakan dengan kebutuhan dan peralatan kerja sehingga tempat kerja tersebut dapat memenuhi persyaratan tempat kerja yang ergonomis. Semua peralatan kerja haruslah tertata secara rapih dan efisien yang ditempatkan pada tempat- tempat khusus (misalnya:
kotak/box, lemari, laci, dan sebagainya). Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengatur dan mengelola tempat kerja, yaitu:
a. Memperhatikan kegunaan dan fungsi dari tempat tersebut. Misal tempat jahit dengan tempat potong sebaiknya dipisah
b. Memperhatikan kapasitas pegawai dalam dalam setiap ruangan atau tempat kerja
c. Memperhatikan suhu ruangan/ ventilasi udara
d. Memperhatikan kondisi cahaya penerangan yang disesuaikan dengan pekerjaan yang dilakukan
e. Memperhatikan tekanan udara dalam tempat kerja f. Alat dan bahan ditematkan sesuai dengan kegunaan g. Menyediakan ruangan istirahat
h. Memperhatikan penempatan kamar ganti dan kamar kecil i. Selalu menjaga kebersihan tempat kerja
Tempat kerja harus memperhatikan konsep dan unsur k3 yang menjadi SOP yang penting bagi kesehatan, keselamatan, dan keamanan kerja. SOP memiliki manfaat dalam mengelola resiko atau bahaya dalam menggunakan peralatan, mesin, bahan kimia, alat berat, dan sebagainya. Tempat kerja harus didesain untuk mengghindari pencahyaan yang mengakibatkan kelelahan mata yang
Judul Modul Menjahit proses sederhana
Buku Informasi Versi: 2018 Halaman: 7 dari 33
berindikasii pada berkurangnnya daya dan efesiensi kerja, kelelahan mental, kerusakan indra penglihatan, meningkatkan kecelakaan. Berikut adalah faktor yang menjadi perhatian dalam menentukan tingkat pencahayaan di tempat kerja, yaitu:
a. Sumber pencahayaan (cahaya matahari, dan cahaya lampu) b. Posisi pegawai dalam bekerja
c. Jenis pekerjaan yang dilakukan
d. Lingkungan pekerjaan secara keseluruhan e. Desain ventilasi
f. Lama bekerja
g. Penggunaan warna dalam pencahayaan
Standar pencahayaan ditetapkan dalan peraturan menteri perhubungan (PMP) No. 7 tahun 1964, tentang syarat-syarat kesehatan, kebersihan, dan pencahayaan. Setiap perusahaan atau tempat kerja harus menyediakan alat- alat keselamatan diri, dan menempatkan alat pemadam kebakaran di tempat yang mudah dijangkau.
2. Cara membersihkan mesin yang akan digunakan sesuai prosedur kerja Sebelum memulai proses menjahit perlu dilakukan perawatan terhadap mesin tersebut, dengan cara membersihkan mesin jahit secara rutin. Hal- hal yang harus diperhatikan sebelum membersihkan mesin yaitu:
a. Memakai baju kerja
b. Mengisi buku pemakaian alat
Alat dan bahan yang harus disiapkan untuk membersihkan mesin, diantaranya:
a. Lap pembersih yang mudah meresap minyak (flannel/bahan kaos) b. Kuas
c. Obeng, tang d. Minyak mesin
Tahapan –tahapan membersihkan mesin jahit, diantaranya:
1. Membersihkan debu/ kotoran mesin
Buka tutup mesin kemudian bersihkan seluruh bagian mesin dengan lap, lepaskan plat mesin keluarkan skoci spul dan rumah skoci kemudian bersihkan menggunakan kuas.
Judul Modul Menjahit proses sederhana
Buku Informasi Versi: 2018 Halaman: 8 dari 33
2. Memberikan minyak pada mesin jahit
Pada mesin jahit manual pemberian minyak mesin dapat dilakukan pada seluruh lubang minyak mesin jahit, serta bagian kaki dan roda penggerak agar mesin terasa ringan dipakai. Letakkan sepotong kain dibawah sepatu mesin agar minyak yang menetes meresap pada kain. Sedangkang, pada mesin jahit besar atau hig speed pemberian minyak mesin dilakukan secara berkala 3 sampai 6 bulan sekali sesuai intensitas pemakaian mesin.
3. Cara menyiapkan mesin yang akan digunakan sesuai spesifikasi perkerjaan
Mesin jahit yang akan disiapkan adalah mesin jahit manual, mesin jahit high speed, mesin jahit semi otomatis, dan mesin obras
a. Menyiapkan mesin jahit manual`
Mengeluarkan kepala mesin yaitu membuka penutup mesin jahit bagian atas kemudian mengeluarkan kepala mesin keatas, memasang tali roda dan mengatur injakan kaki, memasang jarum dan sepatu mesin, mengisi kumparan/spul serta menempatkan spul pada rumah scoci, memasang benang pada tiang sampai ke kumparan, mengeluarkan benang bawah, mengatur tegangan benang, mengatur jarak setikan.
b. Menyiapkan mesin jahit high spedd
Langkah pertama sebelum menggunakan mesin high speed adalah memeriksa saluran kabel mesin, apakah sudah tersambung dengan baik pada stopkontak, kemudian lakukan pemasangan jarum dan sepatu mesin, memasang benang pada mesin jahit sampai memasukan benang pada jarum, memeriksa spool dan skoci pada mesin jahit, mengeluarakan benang bawah, mengecek stikan mesin.
c. Menyiapkan Mesin jahit semi otomatis
Letakkan mesin di meja, lemari, atau alas lain yang kokoh di depan anda, duduklah di kursi yang tingginya sesuai dengan tinggi meja, atur mesin agar jarumnya di sebelah kiri anda dan badan mesin di sebelah kanan.
Judul Modul Menjahit proses sederhana
Buku Informasi Versi: 2018 Halaman: 9 dari 33
Pasang jarum dengan hati- hati, putar dan masukan bobbin, pasang benang pada mesin jahit, keluarkan kedua ujung benang, masukkan steker dan nyalakan mesin, pilih jahitan sesuai dengan kebutuhan.
d. Menyiapkan Mesin obras
Pasang jarum obras dengan bantuan penjepit, bagian cembung berada di bagian belakang. Pasang benang mengikuti alur dari tiap lubang, mengatur tegangan benang, mengecek hasil obras dengan kain percak.
4. Cara menyiapkan alat bantu jahit yang akan digunakan sesuai kebutuhan penjahitan
Alat bantu jahit adalah alat yang membantu kelancaran proses menjahit, alat bantu jahit hendaknya diletakkan di tempat yang mudah dijangkau sesuai proses penjahitan, berikut adalah alat penujang yang harus disiapkan dalam menjahit proses sederahana (rok), diantaranya:
1) Alat bantu yang disiapkan di tempat/ ruangan/ meja pola, yaitu: Alat tulis, skala, karton,Pita ukuran, peterban, Gunting kertas, penggaris pembentuk pola.
2) Alat bantu untuk menjahit, yaitu: Gunting kain, gunting benang, Alat pemasuk benang (needle treader), Pendedel/ pembuka jahitan, sepatu jahit lurus, sepatu sebelah untuk menjahit rit biasar, sepatu rit jepang untuk menjahit rit jepang.
5. Cara menyiapkan kertas kerja (work-sheet) disiapkan sesuai prosedur kerja
Kertas kerja merupakan informasi langkah kerja atau instruksi kerja proses penjahitan sesuai model busana yang akan dibuat, berupa gambar detail bagian- bagian busana, lengkap dengan penjelasan ukuran, dan tahapan- tahapan pengerjaan menjahit mulai dari persiapan alat dan bahan sampai dengan pemeriksaan kualitas penjahitan. Tahapan – tahapan proses penjahitan diantaranya, yaitu:
1) Membuat langkap- langkah persiapan alat dan bahan, serta tempat kerja
Judul Modul Menjahit proses sederhana
Buku Informasi Versi: 2018 Halaman: 10 dari 33
2) Membuat langkah- langkah persiapan mesin jahit
3) Membuat langkah- langkah pembuatan busana sederhana (rok), mulai dari pengukuran berupa poin-poin pengambilan ukuran busana sederhana. Pembuatan desain berupa desain produksi yang menjelaskan bagian- bagian busana sederhana. Pembuatan pola berupa cara atau tahapan membuat pola sesuai model . Memotong bahan berupa rancangan bahan untuk mengetahui jumlah bahan yang diperlukan.
Penjahitan berupa tata cara menjahit sesuai model yang akan dibuat.
Penyelesaian dan pemeriksaan jahitan keseluruhan pada busana sederhana.
B. Keterampilan yang diperlukan dalam Menjahit Proses Sederhana 1. Menyiapkan tempat kerja sesuai instruksi kerja
2. Membersihkan mesin yang akan digunakan sesuai prosedur kerja 3. Menyiapkan mesin yang akan digunakan sesuai spesifikasi perkerjaan
4. Menyiapkan alat bantu jahit yang akan digunakan sesuai kebutuhan penjahitan 5. Menyiapkan kertas kerja (work-sheet) disiapkan sesuai prosedur kerja
C. Sikap Kerja yang diperlukan dalam Menjahit Proses Sederhana 1. Harus cermat dalam menyiapkan tempat kerja
2. Harus cermat, teliti, hati- hati saat membersihkan mesin 3. Harus teliti dalam menyiapkan mesin
4. Harus teliti dalam menyiapkan alat bantu jahit 5. Harus cermat dalam menyiapkan kertas kerja
Judul Modul Menjahit proses sederhana
Buku Informasi Versi: 2018 Halaman: 11 dari 33
BAB III
MENYIAPKAN LEMBARAN- LEMABARAN PEKERJAAN MENJAHIT (ROK)
A. Pengetahuan yang diperlukan dalam Menyiapkan Lembaran- lembaran Pekerjaan Menjahit (Rok)
1. Cara Menyiapkan Bundel Pekerjaan Sesuai Prosedur Kerja
Bundel atau Bundling merupakan kegiatan mengikat potongan- potongan rok yang sudah dikelompokkan berdasarkan warna, ukuran, dan jumlah, selanjutnya diikat dengan menggunakan tali atau dimasukan ke dalam tas sesuai bagian rok agar tidak tercecer saat dikirim ke bagian penjahitan. Bundel atau Bundling bertujuan untuk mempermudah dalam pengiriman atau pengangkutan ke bagian penjahitan, dan memperlancar aktifitas kerja dibagian penjahitan karena potongan- potongan pakaian telah dikelompokkan dan diikat berdasarkan warna dan ukuran yang sama. Dalam proses bundel terdapat proses numbering, yaitu kegiatan pemberian nomor pada potongan- potongan rok mulai dari potongan kain yang terbesar sampai yang terkecil. Tujuan penomoran adalah untuk menghindari terjadinya belang (shadding) antara warna atau ukuran kain yang satu dengan yang lainnya.
Untuk melaksanakan kegiatang penomoran, makan langkah pertama yang dilakukan adalah menyiapkan buku artikel yang memuat tentang jenis kain, yang meliputi nomor, warna kain, jumlah untuk masing- masing ukuran serta total keseluruhan.
Dengan adanya buku artikel tersebut, maka akan mempermu dah dan memperlancar kegiatan numbering. Setelah proses numbering dan bundling selesai, maka potongan-potongan pakaian yang telah diikat dan diberi nomor akan segera diberikan atau diambil oleh bagian penjahitan (sewing).
Judul Modul Menjahit proses sederhana
Buku Informasi Versi: 2018 Halaman: 12 dari 33
2. Cara Menindaklanjuti Bundel Pekerjaan Yang Tidak Sesuai Menjadi Sesuai Standar Dan Prosedur Kerja
Sebelum memasuki proses jahit, diadakan inspeksi atau pengecekan terlebih dahulu untuk melihat kelengkapan serta kekeliruan yang dapat terjadi (kelebihan atau kekurangan potongan-potongan pakaian). Apabila terjadi kesalahan atau kekeliruan, maka harus segera diperbaiki agar proses produksi tetap berjalan lancar dan tidak terhambat. Untuk mengetahui apakah hasil penomoran dan pengikatan tersebut sudah sesuai dengan standar mutu yang diinginkan, maka perlu dilihat dari pengendalian mutu untuk proses numbering dan bundling, yaitu isian dari buku artikel sesuai dengan warna, ukuran dan jumlah potongannya 3. Cara meletakkan lembaran- lembaran pekerjaan secara berurutan
sesuai metode kerja
Meletakkan lembaran- lembaran pekerjaan merupakan kegiatan memilah potongan- potongan rok, dicontohkan pada produksi pembuatan rok suai.
a. Bahan
Bahan- bahan yang diperlukan dipersiapkan, berupa potongan – potongan rok suai, yang terdiri dari potongan badan muka depan, badan belakang, dan potongan ban pinggang. Potongan-potongan rok dapat terdiri atas beberapa warna dan ukuran. Selain itu, terdapat potongan kain keras untuk ban pinggang yang sudah sudah dipotong sesuai pola.
Gambar 3.1
Judul Modul Menjahit proses sederhana
Buku Informasi Versi: 2018 Halaman: 13 dari 33
b. Langkah kerja
Berikut adalah langkah yang harus dilakukan dalam kegiatan memilih dan memilah bahan, mulai dari mempersiapkan bahan hingga melaksanakan penggelaran dan pemotongan kain untuk memproduksi rok suai.
Siapkan lembaran-lembaran kain yang akan dijahit. Setiap kain disusun kain disusun berlapis- lapis sesuai dengan jumlah produksi yang akan dihasilkan. Pada proses penggelaran kain (spreadling), panjang kain diukur sesuai dengan ukuran kertas marker. Pada kertas marker sudah tercetak pola rok dengan ukuran tertentu (S,M,L,XL). Misalnya dalam satu kerta marker dibuat ukuran S sebanyak 3, M sebanyak 4, L sebanyak 3, XL sebanyak 2.
Gambar 3.2
Lakukan penjiplakan kertas marker di atas kain hingga berisi jiplakan pola yang kemudian dijadikan panduan untuk melakukan pemotongan kain, hal ini bertujuan agar kertas marker tetap utuh dan sewaktu- waktu dapat digunakan kembali sebagai pedoman dalam pembuatan rok suai.
Judul Modul Menjahit proses sederhana
Buku Informasi Versi: 2018 Halaman: 14 dari 33
Gambar 3.3
Setelah proses pembuatan marker di atas kain, bentangkanlah kain diatas meja pemotongan sebanyak panjang ukuran marker sampai jumlah yang diinginkan secara bergantian antara warna yang satu dengan yang lainnya dalam setiap gulungan kain. Hal tersebut bertujuan untuk memudahkan proses penyerian dan proses bundel.
Dengan demikian, pada saat pemotongan kain, akan didapatkan tumpukan potongan kain yang berlapis- lapis sesuai dengan jumlah piece kain.
Gambar 3.4
Judul Modul Menjahit proses sederhana
Buku Informasi Versi: 2018 Halaman: 15 dari 33
Gambar 3.5
Lakukan pemilahan dan pengelompokkan pada potongan-potongan kain yang berlapi-lapis tersebut sesuai dengan ukuran masing- masing, demikian pula dengan potongan-potongan kain kerasnya. Contohnya:
lakukan pemilahan potongan-potongan kain yang terdiri atas potongan badan muka, badan belakang, ban pinggang, dan kain keras yang berukuran S.
Gambar 3.6
Langkah Kerja Kegiatan Bundling dan Numbering
1. Alat
o Alat tulis (pulpen/ballpoint/spidol) Alat tulis diperlukan untuk menuliskan penomoran pada kertas karton.
o Kertas karton dibutuhkan untuk tempat menuliskan penomoran.
Judul Modul Menjahit proses sederhana
Buku Informasi Versi: 2018 Halaman: 16 dari 33
o Stempel
Stempel dibutuhkan untuk dicapkan pada kertas karbon. Stempel tersebut berisi tulisan tentang warna, ukuran, dan jumlah.
o Stapler
Stapler dibutuhkan untuk melekatkan kertas karton yang telah ditulisi pada ikatan potongan-potongan kain yang ditempelkan pada tepi kain atau pada tali.
o Tali
Tali digunakan untuk mengikat potongan-potongan kain yang sama, baik dari warna maupun ukurannya. Tali yang digunakan bisa berasal dari bahan kain itu sendiri.
2. Bahan
Bahan yang diperlukan untuk melakukan kegiatan numbering dan bundling adalah potongan-potongan kain yang berlapis-lapis, dan potongan-potongan kain keras yang telah dikelompokkan berdasarkan ukuran dan polanya.
3. Langkah Kerja
Adapun langkah kerja yang harus dilakukan untuk melaksanakan kegiatan numbering dan bundling adalah sebagai berikut :
Siapkan alat dan bahan sesuai dengan kebutuhan
Ambil salah satu kelompok potongan-potongan kain yang berlapis-lapis tersebut (misal : kelompok ukuran M) yang terdiri atas setumpuk potongan badan depan dan belakang, serta ban pinggang. Potongan kain tersebut terdiri dari beberapa piece kain yang kemudian diberi nomor urut. Perlu dicatat bahwa, meskipun nampak bahwa antara piece yang satu dengan piece yang lain sama, akan tetapi tetap dianggap berbeda. Dengan demikian, untuk menghindari terjadinya belang (shadding), maka setiap piece diberi nomor yang berbeda. Pemberian nomor warna kain di mulai dari piece teratas sampai piece yang paling bawah.
Judul Modul Menjahit proses sederhana
Buku Informasi Versi: 2018 Halaman: 17 dari 33
Selanjutnya, ambil semua potongan-potongan kain dari piece nomor 1, baik potongan badan depan, belakang, dan ban pinggang , kemudian pisahkan dan masing-masing dilipat atau digulung.
Contoh : Sebelumnya, hitung terlebih dahulu berapa potong jumlah rok suai yang berukuran M dari warna kain nomor 1 tersebut. Misalnya, rok yang berukuran M dari warna kain nomor 1 sebanyak 20 potong. Untuk nomor kain berikutnya, jumlah rok ukuran M biasanya tidak sama. Makin besar gulungan kain (piece), maka akan semakin banyak jumlah potongan rok yang dihasilkan. Jumlah rok yang akan dibuat disesuaikan dengan produksi yang dihasilkan.
Satukan kumpulan lipatan atau gulungan potongan kain sesuai dengan bagian dan ukurannya (M, L, dan XL) seperti pada gambar di bawah ini
Gambar 3.7
Selanjutnya, potongan-potongan kain tersebut diikat sesuai dengan ukuran dan jumlah dengan menggunakan tali yang berasal dari sisa kain tersebut dan nomor kode seri dipasang pada sisi tali.
Gambar 3.8
Judul Modul Menjahit proses sederhana
Buku Informasi Versi: 2018 Halaman: 18 dari 33
Pemberian nomor yang tertera pada ikatan potongan kain, sesuai dengan ukuran dan jumlah. Penomoran bundling dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Keterangan nomor seri bundling :
o M, L, XL : Menunjukkan ukuran pakaian
o Angka pertama : Menunjukkan nomor urut piece kain pada saat pemotongan (1, 2, 3, 4, dan seterusnya). Nomor 1 menunjukkan hasil potongan dari piece ke 2, dan seterusnya.
o Angka setelah tanda X : Menunjukkan jumlah potong (PT) atau lembar berdasarkan piece kain. Contoh dari piece kain ke 4 diperoleh 25 potong ( 4 X 25 PT)
Apabila terdapat beberapa bagian pakaian yang memerlukan pengepresan, maka lakukan pemisahan terlebih dahulu, akan tetapi tetap diberi nomor sesuai dengan ikatannya. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya kekeliruan yang dapat menyebabkan terjadinya belang (shadding) antara warna kain yang satu dengan warna kain yang lainnya. Biasanya, bagian- bagian yang memerlukan pengepresan terlebih dahulu adalah bagian ban pinggang. Apabila proses pengepresan selesai, maka bagian-bagian tersebut disatukan kembali dengan ikatannya, dengan maksud agar tidak tercecer dengan kelompoknya
Apabila terdapat tambahan berupa aksesories, seperti saku atau lapisan, maka bagian potongan tersebut digabungkan sesuai dengan ukurannya
Judul Modul Menjahit proses sederhana
Buku Informasi Versi: 2018 Halaman: 19 dari 33
masing-masing. Misalnya, bagian saku tersebut berukuran M, maka bagian tersebut digabung dengan ikatan kain rok yang berukuran M pula.
Setelah pengikatan dan penomoran selesai, maka lakukan pengiriman ke bagian selanjutnya, yaitu bagian penjahitan (sewing)
B. Keterampilan yang diperlukan dalam Menyiapkan lembaran –lembaran pekerjaan
1. Menyiapkan bundel pekerjaan sesuai prosedur kerja
2. Menindaklanjuti bundel pekerjaan yang tidak sesuai menjadi sesuai standar dan prosedur kerja
3. Meletakkan lembaran- lembaran pekerjaan secara berurutan sesuai metode kerja C. Sikap Kerja yang diperlukan dalam Menyiapkan lembaran –lembaran
pekerjaan
1. Harus cermat dalam Menyiapkan bundel pekerjaan 2. Harus teliti dalam memilah bundel yang tidak sesuai 3. Harus teliti dalam menyimpan lembaran sesuai urutan
Judul Modul Menjahit proses sederhana
Buku Informasi Versi: 2018 Halaman: 20 dari 33
BAB IV
MENJAHIT LEMBARAN- LEMBARAN PEKERJAAN
A. Pengetahuan yang diperlukan dalam Menjahit lembaran- lembaran pekerjaan
1. Cara Menjahit Lembaran- Lembaran Komponen Pakaian (rok)
Rok merupakan busana yang diperuntukkan bagi wanita. Dengan menggunakan rok tersebut maka akan memiliki kesan feminin dan anggun.
Memang pada saat ini model rok sangat banyak sekali, tapi tahukah anda bahwa rok mempunyai bentuk dasarnya yang terdiri dari tiga jenis yaitu rok suai, rok kerut dan rok lingkaran.
Rok Suai atau lurus, yaitu rok yang mempunyai model sederhana hanya terdapat garis kupnat saja (bila diperlukan) tanpa ada lipit, kerut dll.
Gambar 4.1 Langkah-langkah menjahit rok suai, yaitu:
1. Menjahit kupnat pada bagian rok depan dan belakang
Gambar 4.2
Judul Modul Menjahit proses sederhana
Buku Informasi Versi: 2018 Halaman: 21 dari 33
2. Menjahit bagian sisi rok depan dengan sisi rok bagian belakang
Gambar 4.3
3. Memasang ritsleting rok.
Gambar 4.4
4. Membuat ban pinggang.
a. Letakkan kain keras yang sudah digunting tepat pada garis yang sudah direncanakan.
b. Jahit pinggir kain keras sampai keujung.
Judul Modul Menjahit proses sederhana
Buku Informasi Versi: 2018 Halaman: 22 dari 33
c. Lipat, lalu jahit pinggir kain pada pinggiran kain keras disebelah pinggir sampaikeujung.
Sisihkan, hingga roknya selesai dijahit.2.
Gambar 4.5
5. Menyelesaikan bagian kelim rok
penyelesaian bagian kelim ada beberapa cara, ada yang di obras ada yang di tindas, tetapi kebanyakan untuk rok suai menggunakan kelim obras dan kemudian di som.
Gambar 4.6
Judul Modul Menjahit proses sederhana
Buku Informasi Versi: 2018 Halaman: 23 dari 33
6. Melakukan pengepresan pada tiap-tiap jahitan
Gambar 4.7
2. Tata Cara Mengontrol Pekerjaan
Mengotrol pekerjaan atau quality control adalah semua usaha untuk menjamin (assurance) agar hasil dari pelaksanaan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan dan memuaskan konsumen (pelanggan). Tidak semua hasil produksi bernilai jual, namun dari beberapa hasil produksi, biasa ditemukan defect (cacat/ kerusakan). Defect dapat dikategorikan dalam defect minor dan mayor. Urutan prosedur mengotrol proses penjahitan adalah:
a) Bekerja sesuai dengan pedoman produksi (worksheet) b) Mengikuti proses sesuai dengan lay out
c) Periksa hasil pemotongan perkomponen sesuai dengan desain dan jumlah produksi
Judul Modul Menjahit proses sederhana
Buku Informasi Versi: 2018 Halaman: 24 dari 33
d) Memeriksa jumlah setikan dalam 1 inchi
e) Periksa hasil jahitan dan ukuran tiap tahapan proses f) Periksa hasil jadi sesuai dengan worksheet
g) Periksa hasil jadi setelah dilakukan trimming
h) Semua data dicatat pada blangko yang sudah disediakan
3. Cara Memonitor Mesin Untuk Melihat Tanda-Tanda Kerusakan
Beberapa masalah jahit yang umum dan berpengaruh terhadap kerusakan mesin jahit adalah;
a. Benang jarum putus b. Sepul/loper rusak
c. Benag menyatu/ bertumpuk d. Jahitan terlewat
e. Jahitan tidak seimbang/ berubah- rubah f. Jahitan bertingkat
g. Kepadatan jahitan berubah- rubah h. Jahitan berkerut
4. Cara Menyusun Langkah- Langkah Tindakan Untuk Perbaikan Langkah- langkah pemeriksaan rok suai, diantaranya:
a. Terima rok jadi dari bagian penjahitan/sewing b. Cek model, jahitan dan ukuran
c. Cek hasil setrika, apabila ditemukan cacat maka pakaian ditransfer kebagian packing untuk diperbaiki
d. Memisahkan antara cacat minor dan cacat mayor
e. Mencatat hasil cacat minor dan cacat mayor untuk dimasukan pada grade, untuk kemudian dipertanggung jawabkan jumlah rok yang diterima, untuk diketahui oleh pimpinan
f. Cek packing sesuai dengan worksheet.
B. Keterampilan yang diperlukan dalam Menjahit lembaran- lembaran pekerjaan 1. Menjahit lembaran- lembaran komponen pakaian sesuai persyaratan produk dan
standar kualitas yang ditentukan oleh perusahaan
2. Mengontrol pekerjaan agar mencapai target dan kualitas yang telah ditentukan
Judul Modul Menjahit proses sederhana
Buku Informasi Versi: 2018 Halaman: 25 dari 33
3. Memonitor mesin untuk melihat tanda-tanda kerusakan, disertai bukti kualitas dari lembar pekerjaan yang sudah selesai
4. Menyusun langkah- langkah tindakan yang dibutuhkan untuk perbaikan mesin sesuai prosedur kerja
C. Sikap Kerja yang diperlukan dalam Menjahit lembaran- lembaran pekerjaan 1. Harus teliti dalam menjahit
2. Harus teliti mengontrol pekerjaan 3. Harus teliti memonitor mesin
4. Harus cermat menyusun langkah- langkah perbaikan
Judul Modul Menjahit proses sederhana
Buku Informasi Versi: 2018 Halaman: 26 dari 33
BAB V
MENYERAHKAN PEKERJAAN PADA PROSES BERIKUTNYA
A. Pengetahuan yang diperlukan dalam Menyerahkan pekerjaan pada proses berikutnya
1. Cara Memeriksa Kualitas Hasil Jahitan
Kualitas hasil jahitan dikatakkan bagus apabila memenuhi standar. Berikut ciri- ciri jahitan rok yang baik, yaitu:
a. Menggunakan stikan jahitan yang tidak terlalu rapat dan juga tidak terlalu renggang, antara 12-13 stikan dalam satu inci.
b. Obrasan rapi, tidak mengkerut atau tidak ada benang yang terputus c. Jahitan tidak ada yang mengambang/loncat
d. Kain tidak ada cacat, baik cacat bahan atau cacat akibat proses jahit
e. Presisi, yaitu ketepatan dalam pengerjaan menjahit rok terutama pada bagian yang tampak dari luar seperti resleting dan pemasangan kancing hak atau kancing kait rok.
f. Pada rok dengan bahan bermotif, seperti halnya batik harus memperhatikan aturan penggunaan dan posisi motif yang benar.
g. Penyelesaian akhir dengan menggunakan jahitan tangan/som pada bagian kelim rok tidak boleh lebih dari 1 cm. Benang som tidak boleh terlihat di bagian depan rok.
2. Cara Mengambil Tindakan Pembetulan Terhadap Penyimpangan Kualitas
Kualitas jahitan yang kurang baik sangat berpengaruh terhadap kualitas rok yang dihasilkan, berikut cara memperbaiki kualitas jahitan yang kurang bagus pada rok suai, yaitu:
a. Apabila terdapat setikan jahitan yang loncat, maka periksa ukuran jarum yang digunakan apakah sudah sesuai dengan tebal kain yang dijahit. Posisi benag sudah terpasang dengan benar atau belum
b. Tengangan benang kendur, maka atur bagian ketegangan benang pada mesin yang digunakan, sesuai dengan ketebalan bahan yang dijahit.
c. Apabila kain tertarik saat menjahit, maka periksa pemasanggan sepatu/sekoci d. Kain tidak jalan saat dijahit, akibat sepatu kendor/kurang menekan pada kain.
Judul Modul Menjahit proses sederhana
Buku Informasi Versi: 2018 Halaman: 27 dari 33
e. Benang atas mudah putus- putus, karena pemasangan jarum kurang pas atau tension benang (pengatur kekencangan benang atas) terlalu kencang.
3. Cara Mencatat Penyimpangan Kualitas Sesuai Peraturan Yang Berlaku Kesalahan pada proses penjahitan dilaporkan melalui tabel laporan penyimpangan, contohnya:
Formulir I
Laporan Penyimpangan dan Tindakan Yang Telah Diambil Penyimpangan No.
Nama produk/proses/ pemeriksaan/
sistem/alat
Tanggal terjadinya penyimpangan Kode produksi/ label
Rincian penyimpangan yang terjadi :
4. Cara Menyelesaikan Pekerjaan Dan Menyerahkan Pada Proses Berikutnya Sesuai Prosedur Kerja
Pekerjaan jahit menjahit rok suai dapat dibagi menjadi tiga tahapan utama, yaitu tahap pembuatan pola, tahap pemotongan dan tahap menjahit bagian- bagian rok yang telah dipotong- potong sesuai model, ukuran, dan jumlah produksi.
a. Pembuatan pola rok
Sebelum menjahit rok, pola rok dibuat sesuai model, ukuran, dan jumlah produksi.
Pola rok terdiri dari pola bagian depan, belakang, dan ban pinggang, serta pola kain keras. Pola dibuat tersusun dalam satu lembar kertas marker sesuai ukuran pola, setelah itu pola dijiplak diatas kain yang telah tersusun sesuai jumlah produksi.
b. Pemotongan bahan rok
Setelah pola dijiplak diatas kain, maka proses selanjutnya adalah memotong kain sesuai bentuk pola yang telah tersusun. Setelah potongan-potongan kain selesai dipotong, maka potongan kain harus dipilah sesuai ukuran- ukuran dan bagiannya untuk dilanjutkan pada proses penjahitan supaya tidak tercecer.
c. Menjahit potongan- potongan rok
Potongan- potongan kain yang telah diterima dijahit sesuai ukurann dan bagiannya, mulai dari menjahit kupnat, menyambungkan bagian sisi, memasang resleting,
Judul Modul Menjahit proses sederhana
Buku Informasi Versi: 2018 Halaman: 28 dari 33
menjahit ban pinggang, penyelesaian kelim dan pemasangan kancing hak. Setelah rok selesai dijahit maka rok tersebut diserahkan pada bagian quality control untuk memastikan bahwa semua produk telah dibuat secara benar dan sesuai dengan keinginan konsumen.
B. Keterampilan yang diperlukan dalam Menyerahkan pekerjaan pada proses berikutnya
1. Memeriksa kualitas hasil jahitan
2. Mengambil tindakan pembetulan terhadap penyimpangan kualitas 3. Mencatat penyimpangan kualitas sesuai peraturan yang berlaku
4. Menyelesaikan pekerjaan dan menyerahkan pada proses berikutnya sesuai prosedur kerja
C. Sikap Kerja yang diperlukan dalam Menyerahkan pekerjaan pada proses berikutnya
1. Harus teliti dalam memeriksa kualitas jahitan
2. Harus cermat dalam mengambil tindakan pembetulan
3. Harus teliti dan cermat dalam mancatat penyimpangan kualitas 4. Harus teliti dalam menyelesaikan pekerjaan
Judul Modul Menjahit proses sederhana
Buku Informasi Versi: 2018 Halaman: 29 dari 33
DAFTAR PUSTAKA
A. Dasar Perundang-undangan
1. Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan
2. Undang-undang Nomor 39 Tahun 2004 Tentang Penempatan dan Perlindungan 3. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2012 Tentang Kerangka
Kualifikasi Nasional Indonesia
4. Peraturan Pemerintah Reublik Indonesia Nomor 31 Tahun 2006 Tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional
5. Keputusan Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia, Nomor 181/LATTAS/XII/2013 Tentang Pedoman Penyusunan Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi
B. Buku Referensi
1. Kementerian Tenaga Kerja RI, Pedoman Penyusunan Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi, Jakarta, 2013
C. Majalah atau Buletin 1. –
D. Referensi Lainnya
1. Browsing internet, Http: //www.vedcmalang.com/ pppptkboemlg /index.php/
menuutama/ mesin cnc/1129-sonnym. Html pada tanggal 20 Nopember 2018-12-14 2. Jeantte, CLOTHING FASHION Fabrics Construction, Glencoe Publishing Company,
California 1986.
3. Suedjono Bsc, MEMAHAMI MESIN JAHIT, Penerbit Bharata Karya Aksara, Jakarta 1984 4. Janet Harvey, LERNING ABOUT SEWING< English Sewing Limited Education Departemen,
Manchester
5. Peraturan kesehatan dan keselamatan kerja di Indonesia
6. Browsing internet, http://garmenstudionline.blogspot.com/2013/01/menyiapkan- tempat-kerja-berdasarkan-prosedur-kerja-dan-kebutuhan-ergonomis.html
7. Browsing internet, http://okrek.blogspot.com/2009/11/menyiapkan-tempat-kerja- memproduksi.html
Judul Modul Menjahit proses sederhana
Buku Informasi Versi: 2018 Halaman: 30 dari 33
8. Browsing internet, https://www.berbagaireviews.com/2018/08/alat-alat-menjahit- lengkap-fungsi-dan.html
9. Browsing internet, https://www.belajarbusana.com/2014/12/teori-dan-pola- rok.html
10. Browsing internet, http://bubihobby.blogspot.com/2017/10/macam-macam-alat- jahit.html
11. Browsing internet, http://caramenjahitpakaian.blogspot.com/2016/01/inilah-cara- merawat-mesin-jahit-yang-benar-dan-awet-yang.html
12. Browsing internet, http://garmenstudionline.blogspot.com/2013/01/prosedur- pengoperasian-mesin-mesin.html
13. Browsing internet, http://www.academia.edu/22255379/garmen_kkl
14. Browsinginternet, http://garmenstudionline.blogspot.com/2013/01/melaksanakan- pekerjaan-bundling-dan-numbering.html
15. Browsing internet, https://www.scribd.com/doc/46536439/cara-menjahit-rok 16. Browsing internet, http://ucizota.blogspot.com/2011/03/jenis-jenis-rok.html
17. Browsing internet, http://kymproject.blogspot.com/2011/10/mengetahui-kualitas- jahitan.html
18. Browsing internet, https://www.facebook.com/maica.jelbaba/posts/cara- memperbaiki-jahitan-yang-kurang-bagusada-9-penyebab-jahitan-loncatskip-
yait/1231750516845579/
19. Browsing internet, http://kursusjahityogya.blogspot.com/2015/03/stn.html
20. Browsing internet, Http://languages.coatsindustrial.com/id/information- hub/apparel-expertise/solutions-to-sewing-problems
Judul Modul Menjahit proses sederhana
Buku Informasi Versi: 2018 Halaman: 31 dari 33
DAFTAR PERALATAN/MESIN DAN BAHAN A. Daftar Peralatan/Mesin
NO. NAMA BARANG SPESIFIKASI KETERANGAN
A. ALAT
1. Mesin jahit klasik Kepala mesin terbuat dari besi berwarna hitam, sedangkan meja terbuat dari kayu
Untuk menjahit pakaian sesuai desain
2. Mesin jahit high speed Mesin terbuat dari besi yang biasa di cat berwarna putih, sudah dilengkapi dengan sistem pengunci jahitan
Kuaitas dan kuantitas pejahitan akan lebih banyak karena sudah menggunakan mesin dengan kecepatan tinggi 3. Mesin jahit automatic/digital Mesin terbuat dari plastik
dengan kualitas yang cukup baik,
kelebihannya memiliki variasi jahitan
4. Mesin jahit obras Terbuat dari besi, terdapat pisau pemotong
Mesin ini biasa digunakan di akhir pekerjaan menjahit untuk merapikan jahitan 5. Mesin lubang kancing Untuk membuat jahitan dalam,
dilengkai pisau pemotong, bisa untuk memasang kancing
Digunakan untuk membuat jahitan dalam, atau untuk membuat lubang kancing
6. Mesin jahit dua rantai Mesin ini mengadopsi mekanisme tipe jarum feed, mengambil dan menangkap untuk menghasilkan dua baris jahitan rantai
Digunakan untuk jahitan dekoratif, pakaian dalam, bedcover dan kulit
7. Mesin jahit overdeck Mesin ini mengadopsi sistem pelumasan otomatis tertutup yang lengkap, drive utama mengadopsi timing belt untuk menjamin kecepatan tinggi dan mengurangi kebisingan
Biasa digunakan khusus untuk membuat pakaian berbahan dasar kaos, untuk menjahit ristsleting nilon dan scallop
Judul Modul Menjahit proses sederhana
Buku Informasi Versi: 2018 Halaman: 32 dari 33 8. Mesin neci Mesin dengan benang tiga dan
dua jarum, dilengkapi pisau pemotong
Digunakan untuk menjahit tepian kain seperti pinggiran pasmina atau krudung
B. Daftar Bahan
1. Kain/ serbet Terbuat dari bahan flanel, katun, blacu, diutamakan yang mudah menyerap
Untuk membersihkan bagian luar mesin dari debu
2. Minyak pelumas/ minyak mesin Oli mesin khusus, atau campuran minyak tanah dan minyak kelapa dengan perbandingan 1:1
Minyak diteteskan pada bagian lubang-lubang kecil, sekrup,dan pada sambungan mesin di bagian dalam, kemudian minyak dituang pada bank di bagian bawah mesin sesuai takaran 3. Sabun Terbuat dari hasil reaksi basa
natrium atau kalium dengan asam lemak dari minyak nabati atau lemak hewani
Mengemulsi kotoran- kotoran berupa minyak ataupun zat pengotor lainnya
4. Brasso Pegkilat logam Efektif membersihkan
dan mengkilapkan kuningan, tembaga, stainless steel, khrom dan material metal lainya dari kotoran dan kusam
Judul Modul Menjahit proses sederhana
Buku Informasi Versi: 2018 Halaman: 33 dari 33
DAFTAR PENYUSUN MODUL
NO. NAMA PROFESI
1. IRNA KURNIA S.Pd Instruktur pusat pelatihan garmen Bandung
Owner irna galery