• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUKU INFORMASI MEMPROSES UANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BUKU INFORMASI MEMPROSES UANG"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

JUDUL MODUL: Memproses Uang Buku Informasi Edisi I/2019

Halaman 0 dari 25

DEPARTEMEN PENGELOLAAN UANG BANK INDONESIA

Jln. M. H. Thamrin No. 2, Jakarta Pusat

BUKU INFORMASI

MEMPROSES UANG

K.64SPP03.002.1

(2)

JUDUL MODUL: Memproses Uang Buku Informasi Edisi I/2019

Halaman 1 dari 25

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ……… 1

BAB I PENDAHULUAN ……… 3

A. Tujuan Umum ………. 3

B. Tujuan Khusus ……… 3

BAB II MENGHITUNG UANG ……….. 4

A. Pengetahuan yang Diperlukan dalam Menghitung Uang ……… 4

1. Prosedur Penyiapan Uang yang Akan Dihitung ……….……… 4

2. Prosedur Penghitungan Uang Secara Manual atau Menggunakan Mesin Hitung ……….. 4 B. Keterampilan yang diperlukan dalam Menghitung Uang ……… 5

C. Sikap yang Diperlukan dalam Menghitung Uang ………. 5

BAB III MENGIDENTIFIKASI KEASLIAN UANG ………. 6

A. Pengetahuan yang diperlukan dalam dalam Mengidentifikasi Keaslian Uang ………. 6

1. Cara Menggunakan Alat Bantu Pendeteksi Uang ……….. 6

2. Ciri-Ciri Keaslian Uang ……….. 8

B. Keterampilan yang diperlukan dalam Mengidentifikasi Keaslian Uang 10 C. Sikap yang diperlukan dalam Mengidentifikasi Keaslian Uang ………… 10

BAB IV MENYORTIR UANG ……….. 11

A. Pengetahuan yang Diperlukan dalam Menyortir Uang ……… 11

1. Denominasi Uang ……… 11

2. ULE dan UTLE ……….. 13

B. Keterampilan yang Diperlukan dalam Menyortir Uang ……….. 15

C. Sikap yang Diperlukan dalam Menyortir Uang ……… 15

BAB V MENGEMAS UANG ………....…… 16

A. Pengetahuan yang Diperlukan dalam Mengemas Uang ……… 16

1. Cara Mengemas Uang Sesuai Ketentuan dan Prosedur …………. 16

(3)

JUDUL MODUL: Memproses Uang Buku Informasi Edisi I/2019

Halaman 2 dari 25

2. Ketentuan Penyimpanan dalam Khazanah ……….. 17

B. Keterampilan yang Diperlukan dalam Menyortir Uang ……….. 18

C. Sikap yang Diperlukan dalam Menyortir Uang ……… 18

BAB VI MENATAUSAHAKAN UANG YANG DIRAGUKAN KEASLIANNYA….. 19

A. Pengetahuan yang Diperlukan dalam Menatausahakan Uang yang Diragukan Keasliannya ……….. 19

1. Tata Cara Memperlakukan Uang Rupiah yang Diragukan Keasliannya ……… 19 2. Hal-Hal yang Dicatat dalam Buku Registrasi ……….. 20

3. Hal-Hal yang Tercantum dalam Berita Acara ………. 20

4. Sumber Informasi Fisik Uang yang Diragukan Keasliannya ….. 21

5. Daftar Fisik Uang yang Diragukan Keasliannya ……… 21

B. Keterampilan yang Diperlukan dalam Menatausahakan Uang yang Diragukan Keasliannya ……….. 22

C. Sikap yang Diperlukan dalam Memproses Uang ……….. 22

DAFTAR PUSTAKA ………..………..……… 23

A. Dasar Perundang-Undangan ……… 23

B. Buku Referensi ………. 23

DAFTAR PERALATAN ………..………. 24

A. Daftar Peralatan ………. 24

B. Daftar Bahan ………. 24 LAMPIRAN ………...………

DAFTAR PENYUSUN MODUL ………

25 25

(4)

JUDUL MODUL: Memproses Uang Buku Informasi Edisi I/2019

Halaman 3 dari 25

BAB I PENDAHULUAN

A. Tujuan Umum

Setelah mempelajari modul ini, peserta diharapkan mampu melakukan pemrosesan uang sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

B. Tujuan Khusus

Mempelajari unit kompetensi melalui Buku Informasi “Memproses Uang” dalam rangka memfasilitasi peserta agar pada akhir pelatihan memiliki kemampuan dalam melaksanakan kegiatan sebagai berikut:

1. Menghitung uang

2. Mengidentifikasi keaslian uang 3. Menyortir uang

4. Mengemas uang

5. Menatausahakan uang yang diragukan keasliannya

(5)

JUDUL MODUL: Memproses Uang Buku Informasi Edisi I/2019

Halaman 4 dari 25

BAB II

MENGHITUNG UANG

A. Pengetahuan yang Diperlukan dalam Menghitung Uang 1. Prosedur penyiapan uang yang akan dihitung

a. Pegawai melakukan perencanaan uang yang akan dihitung paling lambat pada H-1 yang disampaikan kepada Pejabat berwenang.

b. Pejabat yang berwenang melakukan persetujuan atas perencanaan yang disampaikan oleh pegawai sebagaimana dimaksud pada huruf a.

c. Pada hari H, uang yang akan dihitung dikeluarkan dari khazanah/kluis/brankas untuk diserahkan kepada pegawai (teller/kasir).

2. Prosedur penghitungan uang secara manual atau menggunakan mesin hitung

a. Penghitungan Uang di Front Office

Dalam menerima uang setoran Teller menghitung semua uang yang diterima dan dilakukan hal-hal sebaqai berikut:

1) Semua uang yang diterima diperiksa lebih dahulu dengan sinar ultra violet.

2) Uang yang sudah dibendel kemudian diperiksa kembali dari ujungnya untuk meyakinkan tidak terdapat uang palsu dan tidak tercampur dengan uang pecahan lain.

3) Uang dihitung dengan mesin hitung uang sebanyak dua kali, masing- masing dari arah yang berlawanan untuk memastikan jumlahnya benar.

4) Bila setelah dihitung sebanyak dua kali dengan mesin hitung jumlahnya tidak sesuai maka dihitung secara manual.

5) Semua uang yang tidak dibendel dihitung secara manual.

b. Penghitungan Uang di Back Office

1) Uang yang akan diolah diprioritaskan untuk dihitung ulang dengan menggunakan mesin hitung. Dalam hal Uang yang akan diolah tidak

(6)

JUDUL MODUL: Memproses Uang Buku Informasi Edisi I/2019

Halaman 5 dari 25

efektif apabila diolah menggunakan mesin hitung, maka dapat dilakukan penghitungan ulang tanpa bantuan mesin hitung.

2) Uang Kertas yang diolah secara manual adalah Uang Kertas Tidak Layak Edar dengan kondisi yang tidak efektif apabila diolah menggunakan mesin hitung, seperti Uang Kertas dalam kondisi sangat lusuh atau rusak.

3) Uang Logam yang diolah secara manual adalah Uang Logam dalam kondisi Layak Edar dan dalam kondisi Tidak Layak Edar.

B. Keterampilan yang Diperlukan dalam Menghitung Uang 1. Mempersiapkan uang yang akan dihitung

2. Menghitung uang secara manual atau menggunakan mesin hitung.

C. Sikap Kerja yang Diperlukan dalam Menghitung Uang Sikap kerja yang diperlukan dalam menghitung uang, meliputi:

1. Jujur dalam melakukan penghitungan uang.

2. Bekerja sesuai dengan prosedur dalam melakukan penghitungan uang.

3. Bertanggung jawab atas hasil penghitungan uang.

4. Cekatan dalam melakukan penghitungan uang.

5. Teliti dalam melakukan melakukan penghitungan uang.

(7)

JUDUL MODUL: Memproses Uang Buku Informasi Edisi I/2019

Halaman 6 dari 25

BAB III

MENGIDENTIFIKASI KEASLIAN UANG

A. Pengetahuan yang Diperlukan dalam Mengidentifikasi Keaslian Uang 1. Cara menggunakan alat bantu pendeteksi uang

a. Unsur pengaman pada uang kertas Rupiah dapat dibedakan berdasarkan unsur pengaman yang terbuka (covert security features) dan tidak terbuka (covert security features). Kebanyakan unsur pengaman adalah yang terbuka dan dapat dilihat dengan mudah oleh masyarakat.

Pendeteksian unsur pengaman tersebut dapat dilakukan dengan mata telanjang (kasat mata), perabaan tangan (kasat raba), maupun dengan menggunakan peralatan sederhana seperti kaca pembesar dan ultra violet. Pendeteksian unsur pengaman yang tidak terbuka hanya dapat dilakukan dengan suatu mesin yang memiliki sensor tertentu yang memiliki tingkat kepastian dan kecepatan yang cukup tinggi untuk mengetahui unsur pengaman tersebut

b. Tingkatan unsur pengaman yang terdapat pada Uang Rupiah:

1) Level 1 Terbuka (Overt), unsur pengaman yang dapat dideteksi tanpa bantuan alat atau diperuntukkan bagi orang awam (masyarakat umum) dan dapat diidentifikasi secara langsung dengan panca indera (panca indera peraba dan panca indera penglihatan).

Dilakukan melalui metode 3D (dilihat, diraba dan diterawang) sebagai berikut:

a) Permukaan uang jika diraba relatif lebih kasar.

b) Cetakan timbul yang terasa apabila diraba, yang biasanya terdapat pada tulisan angka nominal uang dan beberapa bagian tertentu pada uang.

(8)

JUDUL MODUL: Memproses Uang Buku Informasi Edisi I/2019

Halaman 7 dari 25

c) Adanya benang pengaman yang ditanam di tengah ketebalan kertas sehingga tampak sebagai garis melintang dari atas ke bawah dan dapat apabila dilipat pada benang pengaman tersebut.

d) Adanya tanda air (gambar air) berupa gambar pahlawan nasional yang dapat dilihat apabila diterawang ke arah cahaya.

e) Colour shifting, Gambar perisai yang didalamnya berisi logo Bank Indonesia yang akan berubah warna apabila dilihat dari sudut pandang berbeda.

2) Level 2 Semi Tertutup (Semicovert), diperuntukkan bagi profesional (teller bank) serta unsur pengaman yang dapat dideteksi dengan menggunakan alat yang sederhana seperti kaca pembesar dan lampu ultraviolet (UV) sebagai berikut:

a) Kertas yang terbuat dari serat kapas atau campuran dengan bahan lainnya, yang diproses secara khusus sehingga memendar di bawah sinar ultra violet (UV lights).

b) Gambar berupa gambar pahlawan nasional yang dibuat dengan cara menipiskan serat kertas sehingga terlihat jelas apabila diterawang ke arah cahaya.

c) Serat berwarna yang dapat dilihat kasat mata dan serat yang baru terlihat apabila disinari dengan UV lights.

(9)

JUDUL MODUL: Memproses Uang Buku Informasi Edisi I/2019

Halaman 8 dari 25

3) Level 3 Tertutup (Covert/Forensic), unsur pengaman yang hanya dapat dideteksi dengan menggunakan peralatan laboratorium/forensik.

2. Ciri-ciri keaslian Uang Rupiah

a. Dalam melaksanakan tugas pokok di bidang pengelolaan Uang Rupiah, Bank Indonesia selalu berupaya agar uang yang dikeluarkan dan diedarkan memiliki ciri-ciri dan unsur pengaman yang cukup mudah dikenali oleh masyarakat namun di pihak lain dapat melindungi uang dari unsur pemalsuan.

b. Keaslian uang dapat dikenali melalui ciri-ciri yang terdapat baik pada bahan yang digunakan untuk membuat uang (kertas, plastik atau logam),

(10)

JUDUL MODUL: Memproses Uang Buku Informasi Edisi I/2019

Halaman 9 dari 25

disain dan warna masing-masing pecahan uang, maupun pada teknik pencetakan uang tersebut. Dalam penetapan ciri-ciri uang dianut suatu prinsip bahwa semakin besar nilai nominal uang maka semakin banyak unsur pengaman (Security Features) dari uang tersebut sehingga aman dari usaha pemalsuan.

c. Security features selain berfungsi sebagai alat pengamanan, baik dalam bentuk kasat mata maupun tidak kasat mata juga memiliki beberapa fungsi lain, yaitu :

1) Fungsi estetika, agar uang tampak menarik.

2) Untuk membedakan antara satu pecahan dengan pecahan lainnya, atau antara satu mata uang dengan mata uang lainnya.

d. Unsur Pengaman pada Uang Kertas Rupiah

1) Unsur pengaman pada uang kertas meliputi bahan uang dan teknik cetak. Pemilihan unsur pengaman merupakan suatu aspek yang penting agar uang sulit dipalsukan. Perlu disadari bahwa sulitnya uang untuk dipalsukan tidak semata-mata tergantung pada unsur pengaman, tetapi juga dipengaruhi oleh gambar disain, warna maupun teknik cetak.

2) Dalam melakukan pemilihan unsur pengaman uang kertas, pada umumnya mempertimbangkan 2 hal utama yaitu:

a) Semakin besar nominal pecahan diperlukan unsure pengaman yang lebih baik, kompleks, dan canggih.

b) Unsur pengaman yang dipilih didasarkan pada hasil penelitian dan mempertimbangkan perkembangan teknologi.

e. Karakteristik Uang Logam Rupiah

Beberapa karakteristik tertentu yang perlu diperhatikan dalam uang logam Rupiah antara lain:

1) Setiap pecahan uang logam mudah dikenali baik secara kasat mata dan kasat raba.

2) Uang logam menggunakan bahan yang tahan lama dan tidak mengandung zat yang membahayakan.

3) Uang logam yang dikeluarkan dalam ukuran yang sesuai, tidak terlalu besar atau tidak terlalu berat.

(11)

JUDUL MODUL: Memproses Uang Buku Informasi Edisi I/2019

Halaman 10 dari 25

4) Uang logam Rupiah berbentuk bulat, dengan bagian samping bergerigi atau tidak bergerigi

f. Rupiah Tiruan adalah suatu benda yang bahan, ukuran, warna, gambar, dan/atau desainnya menyerupai Rupiah yang dibuat, dibentuk, dicetak, digandakan, atau diedarkan, tidak digunakan sebagai alat pembayaran dengan merendahkan kehormatan Rupiah sebagai simbol negara.

g. Rupiah Palsu adalah suatu benda yang bahan, ukuran, warna, gambar, dan/atau desainnya menyerupai Rupiah yang dibuat, dibentuk, dicetak, digandakan, diedarkan, atau digunakan sebagai alat pembayaran secara melawan hukum.

h. Kewenangan untuk menentukan keaslian Rupiah berada pada Bank Indonesia.

i. Bank Indonesia memberikan informasi dan pengetahuan mengenai tanda keaslian Rupiah kepada masyarakat.

j. Masyarakat dapat meminta klarifikasi dari Bank Indonesia tentang Rupiah yang diragukan keasliannya.

k. Adapun ciri-ciri keaslian Uang Rupiah sebagaimana dimaksud pada Lampiran yang tidak terpisahkan dari Buku Informasi ini.

B. Keterampilan yang Diperlukan dalam Mengidentifikasi Keaslian Uang 1. Menggunakan alat bantu pedeteksi uang

2. Mempraktekkan cara mengenali ciri-ciri uang asli

C. Sikap Kerja yang Diperlukan dalam Mengidentifikasi Keaslian Uang Sikap kerja yang diperlukan dalam mengidentifikasi keaslian uang, meliputi:

1. Jujur dalam melakukan mengidentifikasi keaslian Uang Rupiah.

2. Bekerja sesuai dengan prosedur dalam mengidentifikasi keaslian Uang Rupiah.

3. Bertanggung jawab atas hasil identifikasi keaslian Uang Rupiah.

4. Cekatan dalam mengidentifikasi keaslian Uang Rupiah.

5. Teliti dalam melakukan mengidentifikasi keaslian Uang Rupiah.

(12)

JUDUL MODUL: Memproses Uang Buku Informasi Edisi I/2019

Halaman 11 dari 25

BAB IV

MENYORTIR UANG

A. Pengetahuan yang Diperlukan dalam Menyortir Uang 1. Denominasi Uang

Penyortiran Uang Rupiah dilakukan sesuai dengan denominasi dan tahun emisi dengan pengemasan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia.

a. Uang Kertas

(13)

JUDUL MODUL: Memproses Uang Buku Informasi Edisi I/2019

Halaman 12 dari 25

b. Uang Logam

Pecahan Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, Rp20.000, Rp50.000 dan Rp100.000 tahun emisi 2016

(14)

JUDUL MODUL: Memproses Uang Buku Informasi Edisi I/2019

Halaman 13 dari 25

2. ULE dan UTLE

a. Uang Rupiah layak edar (ULE)

1) Rupiah asli yang memenuhi persyaratan untuk diedarkan berdasarkan standar kualitas yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

2) Uang Rupiah Kertas

a) Rupiah asli bukan Rupiah palsu dan Rupiah yang diduga palsu serta Rupiah tiruan

b) Emisi Rupiah yang masih berlaku

c) Rupiah tersebut tidak mengalami kerusakan (lubang, robek, selotip, terbakar dan hilang sebagian) yang besarnya melebihi batas toleransi yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia d) Rupiah yang kondisinya lebih lusuh dan/atau lebih kotor

dibandingkan dengan Standar Visual Rupiah Layak Edar yang ditetapkan Bank Indonesia.

3) Uang Rupiah Logam a) Rupiah logam asli

b) Tidak berubah warna yang disebabkan oleh zat kimia, terbakar, kotor dan korosi.

c) Tidak terdapat lubang, bagian yang hilang, terpotong dan bengkok/lekuk.

d) Memiliki bentuk standar.

Pecahan Rp1.000, Rp500, Rp200 dan Rp100 tahun emisi 2016

(15)

JUDUL MODUL: Memproses Uang Buku Informasi Edisi I/2019

Halaman 14 dari 25

b. Uang Rupiah tidak layak edar (UTLE)

1) Rupiah asli yang tidak memenuhi persyaratan untuk diedarkan berdasarkan standar kualitas yang ditetapkan oleh Bank Indonesia, yaitu Rupiah Lusuh, Rupiah Cacat, Rupiah Rusak dan Rupiah yang telah dicabut dan ditarik dari peredaran.

2) Uang Rupiah lusuh adalah Rupiah yang ukuran dan bentuk fisiknya tidak berubah dari ukuran aslinya, tetapi kondisinya telah berubah yang antara lain karena jamur, minyak, bahan kimia atau coretan.

3) Uang Rupiah cacat adalah Rupiah hasil cetak yang spesifikasi teknisnya tidak sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia.

4) Uang Rupiah rusak adalah Rupiah yang ukuran atau fisiknya telah berubah dari ukuran aslinya yang antara lain karena terbakar, berlubang, hilang sebagian atau Rupiah yang ukuran fisiknya berbeda dengan ukuran aslinya, antara lain karena robek atau uang yang mengerut.

(16)

JUDUL MODUL: Memproses Uang Buku Informasi Edisi I/2019

Halaman 15 dari 25

B. Keterampilan yang Diperlukan dalam Menyortir Uang

1. Melakukan pemilihan uang berdasarkan denominasi sesuai prosedur 2. Mengidentifikasi ULE dan UTLE

C. Sikap Kerja yang Diperlukan dalam Menyortir Uang

Sikap kerja yang diperlukan dalam menyortir Uang Rupiah, meliputi:

1. Jujur dalam melakukan penyortiran Uang Rupiah.

2. Bekerja sesuai dengan prosedur dalam penyortiran Uang Rupiah.

3. Bertanggung jawab atas hasil penyortiran Uang Rupiah.

4. Cekatan dalam penyortiran Uang Rupiah.

5. Teliti dalam melakukan penyortiran Uang Rupiah.

(17)

JUDUL MODUL: Memproses Uang Buku Informasi Edisi I/2019

Halaman 16 dari 25

BAB V

MENGEMAS UANG

A. Pengetahuan yang Diperlukan dalam Mengemas Uang 1. Cara mengemas uang sesuai ketentuan dan prosedur

a. Uang Rupiah harus dipilah antara ULE dengan UTLE sesuai dengan standardisasi kualitas Uang yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

b. Penyortiran, penghitungan, dan pengemasan Uang Rupiah Kertas wajib dilakukan dengan tata cara sebagai berikut:

1) disortir menurut jenis pecahan dan tahun emisi serta disusun searah;

2) setiap 100 (seratus) lembar diikat menjadi 1 (satu) pak serta dibubuhi stempel nama Bank, tanggal pengolahan, dan paraf atau kode petugas Bank;

3) setiap 10 (sepuluh) pak diikat menjadi 1 (satu) brood;

4) setiap 10 (sepuluh) brood dikemas dalam kemasan plastik transparan dan diberikan segel serta label yang dibubuhkan stempel nama; dan

5) dalam hal dilakukan penyetoran ke Bank Indonesia maka label Bank diisi dengan informasi:

a) nama Bank;

b) tanggal Penyetoran;

c) kode ULE, UTLE, dan/atau Uang Rupiah Rusak Minor;

d) jenis pecahan dan tahun emisi;

e) jumlah nominal; dan

f) tanda tangan atau kode petugas Bank.

c. Penyortiran, penghitungan, dan pengemasan Uang Rupiah Logam dilakukan dengan tata cara sebagai berikut:

1) disortir menurut jenis pecahan dan tahun emisi;

(18)

JUDUL MODUL: Memproses Uang Buku Informasi Edisi I/2019

Halaman 17 dari 25

2) setiap 500 (lima ratus) keping dikemas dalam kemasan plastik transparan dan diberikan segel serta label yang dibubuhkan stempel nama Bank; dan

3) dalam hal dilakukan penyetoran ke Bank Indonesia maka label Bank diisi dengan informasi:

a) nama Bank;

b) tanggal Penyetoran;

c) kode ULE dan/atau UTLE;

d) jenis pecahan dan tahun emisi;

e) jumlah nominal; dan

f) tanda tangan atau kode petugas Bank.

2. Ketentuan penyimpanan dalam khazanah

a. Pengeluaran Fisik Uang Rupiah dari Khazanah/Kluis/Brankas

1) Pembukaan Khazanah/Kluis/Brankas dilakukan oleh Pejabat yang berwenang bersama-sama dengan Supervisor.

2) Pengeluaran fisik Uang Rupiah dari Khazanah/Kluis/Brankas dan diserahterimakan kepada pegawai yang ditunjuk sebagai modal kerja pelayanan kepada nasabah atau penyetoran ke Bank Indonesia.

b. Penyimpanan Fisik Uang Rupiah dari Khazanah/Kluis/Brankas

1) Uang Rupiah hasil layanan kepada nasabah atau modal kerja disortir oleh pegawai dan diverifikasi oleh supervisor.

2) Uang Rupiah harus dikemas sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia.

3) Supervisor mencocokkan jumlah Uang Rupiah yang akan disimpan di dalam Khazanah/Kluis/Brankas dengan Laporan Posisi Kas.

(19)

JUDUL MODUL: Memproses Uang Buku Informasi Edisi I/2019

Halaman 18 dari 25

4) Fisik Uang Rupiah disimpan di dalam Khazanah/Kluis/Brankas oleh Pegawai yang ditunjuk dengan disaksikan oleh Pejabat yang berwenang.

5) Pejabat yang berwenang mengunci Khazanah/Kluis/Brankas.

B. Keterampilan yang Diperlukan dalam Mengemas Uang 1. Pengemasan uang sesuai ketentuan dan prosedur

2. Penyimpanan dalam khazanah

C. Sikap Kerja yang Diperlukan dalam Mengemas Uang

Sikap kerja yang diperlukan dalam mengemas Uang Rupiah, meliputi:

1. Jujur dalam melakukan pengemasan Uang Rupiah.

2. Bekerja sesuai dengan prosedur dalam pengemasan Uang Rupiah.

3. Bertanggung jawab atas hasil pengemasan Uang Rupiah.

4. Cekatan dalam proses pengemasan Uang Rupiah.

5. Teliti dalam melakukan pengemasan Uang Rupiah.

(20)

JUDUL MODUL: Memproses Uang Buku Informasi Edisi I/2019

Halaman 19 dari 25

BAB VI

MENATAUSAHAKAN UANG YANG DIRAGUKAN KEASLIANNYA

A. Pengetahuan yang Diperlukan dalam Menatausahakan Uang Yang Diragukan Keasliannya

1. Tata cara memperlakukan uang rupiah yang diragukan keasliannya a. Tata cara memperlakukan uang rupiah yang diragukan keasliannya di

Front Office

Bank yang menerima atau menemukan Uang Rupiah yang diragukan keasliannya dari nasabah dalam kegiatan layanan kas (front office) harus:

1) menahan Uang Rupiah yang diragukan keasliannya;

2) mencatat identitas lengkap nasabah yang menyerahkan, menyetorkan, dan/atau menukarkan Uang Rupiah yang diragukan keasliannya;

3) memberikan tanda terima atas Uang Rupiah yang diragukan keasliannya kepada nasabah;

4) menginformasikan kepada nasabah bahwa:

a) Uang Rupiah yang diragukan keasliannya tidak dikembalikan untuk keperluan permintaan klarifikasi kepada Bank Indonesia;

b) apabila Uang Rupiah yang diragukan keasliannya dinyatakan asli oleh Bank Indonesia maka nasabah akan memperoleh penggantian sebesar nilai nominal; dan/atau

c) apabila Uang Rupiah yang diragukan keasliannya dinyatakan tidak asli oleh Bank Indonesia maka Uang Rupiah tersebut tidak dikembalikan oleh Bank Indonesia;

5) menjaga kondisi fisik Uang Rupiah yang diragukan keasliannya;

6) menjaga agar Uang Rupiah yang diragukan keasliannya tidak diedarkan kembali; dan

(21)

JUDUL MODUL: Memproses Uang Buku Informasi Edisi I/2019

Halaman 20 dari 25

7) meminta klarifikasi atas Uang Rupiah yang diragukan keasliannya kepada kantor Bank Indonesia terdekat.

b. Tata cara memperlakukan uang rupiah yang diragukan keasliannya di Back Office

Bank yang menerima atau menemukan Uang Rupiah yang diragukan keasliannya dari kegiatan pengolahan Uang Rupiah atau dari PJPUR (back office) harus:

1) menjaga kondisi fisik Uang Rupiah yang diragukan keasliannya;

2) menjaga agar Uang Rupiah yang diragukan keasliannya tidak diedarkan kembali;

3) menjaga agar Uang Rupiah yang diragukan keasliannya tidak disetorkan kepada Bank Indonesia; dan

4) meminta klarifikasi atas Uang Rupiah yang diragukan keasliannya kepada kantor Bank Indonesia terdekat

2. Hal-hal yang dicatat dalam buku registrasi

Bank mencatat Uang Rupiah yang diragukan keasliannya pada Buku Registrasi yang memuat paling kurang:

a. informasi temuan Uang Rupiah yang diragukan keasliannya, antara lain tanggal, lokasi, dan cara temuan;

b. informasi kontributor yaitu informasi mengenai pemilik Uang Rupiah yang diragukan keasliannya, antara lain nama, nomor identitas, dan jenis kontributor (nasabah atau non-nasabah); dan

c. informasi fisik Uang Rupiah yang diragukan keasliannya, antara lain macam Uang Rupiah, jenis pecahan, tahun emisi, jumlah lembar/keping, dan nomor seri.

3. Hal-hal yang tercantum dalam Berita Acara

Bank membuat Berita Acara atau tanda terima terhadap uang nasabah yang diragukan keasliannya. Berita Acara atau tanda terima paling kurang memuat:

(22)

JUDUL MODUL: Memproses Uang Buku Informasi Edisi I/2019

Halaman 21 dari 25

a. informasi kontributor yaitu informasi mengenai pemilik Uang Rupiah yang diragukan keasliannya, antara lain nama, nomor identitas, dan jenis kontributor (nasabah atau non-nasabah); dan

b. informasi fisik Uang Rupiah yang diragukan keasliannya, antara lain macam Uang Rupiah, jenis pecahan, tahun emisi, jumlah lembar/keping, dan nomor seri.

4. Sumber informasi fisik uang yang diragukan keasliannya

Bank menggali informasi dari nasabah dan mencatat sumber didapatkannya Uang yang diragukan keasliannya.

5. Daftar fisik uang yang diragukan keasliannya

a. Bank melakukan rekapitulasi terhadap fisik uang yang diragukan keasliannya untuk dimintakan klarifikasi kepada Bank Indonesia serta hasil klarifikasi uang dimaksud.

b. Bank melakukan pengkinian daftar fisik uang yang diragukan keasliannya sesuai dengan hasil klarifikasi Bank Indonesia.

c. Hasi klarifikasi Bank Indonesia terhadap uang yang diragukan keasliannya disampaikan kepada nasabah.

(23)

JUDUL MODUL: Memproses Uang Buku Informasi Edisi I/2019

Halaman 22 dari 25

B. Keterampilan yang Diperlukan dalam Memproses Uang

1. Memisahkan uang yang diragukan keasliannya sesuai prosedur yang berlaku 2. Mengklasifikasikan unsur pengamanan yang dipalsukan

3. Berita Acara penemuan yang diragukan keasliannya

4. Pencatatan identitas nasabah dan memberikan tanda terima

5. Rekapitulasi antara fisik uang yang diragukan keasliannya dengan data penatausahaan

C. Sikap Kerja yang Diperlukan dalam Memproses Uang

Sikap kerja yang diperlukan dalam memproses Uang Rupiah, meliputi:

1. Jujur dalam melakukan pemrosesan Uang Rupiah.

2. Bekerja sesuai dengan prosedur dalam pemrosesan Uang Rupiah.

3. Bertanggung jawab atas hasil pemrosesan Uang Rupiah.

4. Cekatan dalam pemrosesan Uang Rupiah.

5. Teliti dalam pemrosesan Uang Rupiah.

(24)

JUDUL MODUL: Memproses Uang Buku Informasi Edisi I/2019

Halaman 23 dari 25

DAFTAR PUSTAKA

A. Dasar Perundang-undangan

Pemerintah Republik Indonesia. 2011. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Jakarta.

Bank Indonesia. 2019. Peraturan Bank Indonesia Nomor 21/10/PBI/2019 tentang Pengelolaan Uang Rupiah. Jakarta.

Bank Indonesia. 2017. Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 19/16/PADG/2017 tentang Klarifikasi atas Uang Rupiah yang Diragukan Keasliannya. Jakarta.

Bank Indonesia. 2017. Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 19/19/PADG/2017 tentang Penyetoran dan/atau Penarikan Uang Rupiah oleh Bank di Bank Indonesia. Jakarta.

B. Buku Referensi

Bank Indonesia. 2011. Buku Panduan Uang Rupiah (Ciri-ciri Keaslian, Standar Visual Kualitas Rupiah dan Daftar Rupiah yang Dicabut dan Ditarik dari Peredaran).

Jakarta: Bank Indonesia.

(25)

JUDUL MODUL: Memproses Uang Buku Informasi Edisi I/2019

Halaman 24 dari 25

DAFTAR PERALATAN DAN BAHAN

A. Daftar Peralatan

No. Nama Peralatan Keterangan

1. Komputer destop atau laptop 2. Flip chart

3. Printer

4. LCD Projector Untuk materi kuliah dan presentasi

5. Stapler atau penjepit (binder) kertas

B. Daftar Bahan

No. Nama Bahan Keterangan

1. Modul (buku informasi, buku kerja, dan

buku penilaian) 1 untuk setiap peserta

2. Kertas HVS A4 70 gram 3. Kertas flip chart

4. File folder 1 untuk setiap peserta

5. Alat tulis (pensil, bolpoin, spidol) 6. Tinta printer

7. Daftar presensi

8. Flash disk 1 untuk setiap peserta

(26)

JUDUL MODUL: Memproses Uang Buku Informasi Edisi I/2019

Halaman 25 dari 25

DAFTAR PENYUSUN MODUL

NO. NAMA PERWAKILAN LEMBAGA/ASOSIASI

1. Hasiholan Siahaan Bank Indonesia

2. Syafi’i Bank Indonesia

3. Mohamad Firdaus Bank Indonesia 4. Kusdiarso Ponco Widodo Bank Indonesia 5. Rony Ferdiansyah Bank Indonesia 6. Annatasya Maryana Bank Indonesia 7. Adjrie Ramadhan Bank Indonesia

8. Dewi Corry Forum Komunikasi Direktur Operasional Perbankan 9. Candra Permana Forum Komunikasi Direktur Operasional Perbankan 10. Dr. Selamet Riyadi M.Si Perbanas Institute

11. Andy Wijaya Perhimpunan Kasir Jakarta

12. Masauddin Perhimpunan Kasir Jakarta

13. Yurike Adrianita Perhimpunan Kasir Jakarta 14. Endang Kristiani W. Perhimpunan Kasir Jakarta

15. Victor Sudytoto Lembaga Sertifikasi Profesi Perbankan

Referensi

Dokumen terkait

Sementara itu, Stake (2005) menyatakan bahwa penelitian studi kasus bertujuan untuk mengungkapkan kekhasan atau keunikan karakteristik yang terdapat di

Sedangkan pada hari ke 7 tempe terlihat ada kontaminasi dari jamur yang tidak diinginkan sehingga tempe terlihat berwarna kehitaman dan berbau amoniak atau berbau

UUPA telah menjamin hak milik atas tanah termasuk tanah mahar kepada perorangan, sebagaima yang dimaksud dalam pasal 19 ayat (1) “Untuk menjamin kepastian hukum oleh pemerintah

1) Kusen gendong/kombinasi yaitu kusen untuk pintu dan jendela dijadikan menjadi satu konstruksi yang utuh, biasanya ditempatkan dibagian depan rumah. Pada ruangan

Hasil analisis regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS 25 dengan ketiga variabel independen yaitu Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, dan

Agar tidak terjadi kesalah pahaman dalam memahami beberapa istilah yang ada di dalam penelitian ini,maka penulis memberikan penjelasan atau definisi dari beberapa istilah

Mengenai status hukumnya dalam Islam, menurutnya jika dilihat dari sisi utang piutang maka seharusnya tidak boleh, karena dengan cara pembayarannya yang berupa gabah itu

Sampel dari sumur minyak yang mempunyai hubungan korelasi yang positif, hal ini menunjukkan bahwa sampel tersebut berasal dari lingkungan pengendapan,